Tips Sukses Presentasi Dengan Strategi Matang by Almulasi04

VIEWS: 16 PAGES: 2

									      Tips Sukses Presentasi Dengan Strategi Matang
Jun 1st, 2009 | By admin | Category: Tips Karir
Yang namanya presentasi (walaupun bukan yang pertama kali Anda lakukan) pasti membawa
kegugupan tersendiri buat Anda. Namun jangan sampai kegugupan Anda tersebut membuat segalanya
menjadi berantakan. Berikut ini Tips sukses presentasi dengan strategi matang:
Tips Sukses Presentasi dengan Strategi Matang
1. Tujuan. Sebelum mempersiapkan baan, Anda harus mengerti dulu tujuan Anda presentasi. Tentunya
Anda tidak mau kan, presentasi yang seharusnya bertujuan meyakinkan rekan kerja atau atasan malah
terlihat seperti presentsi ilmiah dosen di kampus. Presentasi dapat dibagi menjadi 4 kategoti
berdasarkan tujuannya: 1) Persuassive. Meyakinkan, manarik minat dean beusaha mendapatkan
kepercayaan peserta. Contohnya adalah presentasi yang dilakukan sales atau agen asuransi agar
produkya dibeli dan laku. Tips : Disini Anda harus tampil meyakinkan dan Anda harus bisa menjawab
semua pertanyaan yang diajukan audien; 2) Explanation. Presentasi ini bertujuan memberikan
gambaran, meningkatkan pemahaman, serta menjelaskan hal-hal tertentu. Contohnya, presentasi dosen
kepada mahasiswanya. Tips : perhatikan poin-poinyang akan disampaikan; 3) Instructional. Penekan
presentasi ini adalah pada bagaimana melakukan sesuatu. Jenis presentasi ini biasanya memerlukan
keterlibatan audien lebih banyak. Tips : Jika memungkinkan, materi harus dibuat sesimpel mungkin
agar mudah dimengerti; 4) Report. Memberikan informasi atau data tertentu. Tips : Presentasinya
bersifat spesifik, menyajikan fakta-fakta dan langsung pada pokok masalah.
2. Karakter Audien. Presentasi ke rekan satu divisi tentu tidak bisa disamakan dengan presentasi
kepada klien. Peserta presentasi alias audien yang berbeda menuntut gaya presentasi yang berbeda
pula. Karena itu, wajib hukumnya untu mencari tahu seperti apa karakter calon audien tersebut. Tips :
telitilah apa saja yang menjadi minat dan keyakinan mereka. Jika peserta presentasi terdiri atas orang-
orang kreatif di bidang periklanan misalnya, tentunya mereka tidak tertarik pada presentasi yang
bersifat serius. Sebaliknya, jika peserta presentasi terdiri atas para profesional yang memiliki jabatan
tinggi, presentasi formal tentu lebih cocok.
3. Menguasai Materi. Sesibuk apapun sebelum presentasi Anda lakukan, sempatkan diri untuk
mempelajari dan membaca materi yang ingin dipresentasikan. Tips : Buatlah daftar konsep mengenai
apa saja yang akan disampaikan, lalu kembangkan poin-poin percakapan yang mendukung konsep
tersebut. Beri penekanan pada isi yang Anda anggap penting. Misalnya dengan mengatakan, “Temuan
paling penting dalam penelitian ini adalah A,B,C” diikuti dengan penjelasan bagian yang dimaksud.
Cara lain adalah dengan berualang kali memperlihatkan data yang penting, agar audien memberikan
perhatian lebih sehingga presentasi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik.
4. Anti Mengantuk. Banyak presentasi yang sebenarnya memiliki materi menarik, tetapi sayang, cara
penyampaiannya membuat audien malas mengikuti. Misalnya, penyampaian presentasi yang seperti
membaca teks dan tidak ada eye-contact. Selain membosankan presentasi seperti ini membuat audien
‘mengantuk’. Agar presentasi lebih efektif, menarik dan dapat menarik perhatian audie, gunakan Tips :
1) The Sooner, The Better. Audien ingin selalu terlibat, tidak hanya duduk diam dan mendengarkan. dia
awal presentasi, setidaknya Anda punya waktu 30-90 detik nutnuk menarik perhatian audien. Misalnya,
dengan bertanya ke satu-per-satu audien, melempar lelucon-lelucon segar yang tidak basi; 2) Berbaur.
Hindari berbicara sambil bersembunyi di balik podium atau berdiri terlalu lam di satu tempat. Jika
pesertanya lebih dari 20 orang, sesekali berjalanlah dan berbaur di antara mereka sambil berbicara.
Tindakan ini akan membuat mereka memperhatikan Anda. Saat berjalan, jangan terburu-buru; 3)
Latihan Vokal. Presentasi perlu latihan. Coba variasikan nada, volume, maupun kecepatan berbicara
Anda. Sampaikan presentasi dengan suara lantang, namun tetap terkontrol, artiulasi bersih, serta
terdengar jelas dan alami. Dengan intonasi berbicara yang enak, audien juga tidak akan keberatan
‘meminjamkan’ telinganya untuk mendengarkan Anda.

								
To top