Docstoc

BAB 4 FILSAFAT SAINS

Document Sample
BAB 4 FILSAFAT SAINS Powered By Docstoc
					DAFTAR ISI

BAB 4. MENGHILIRKAN SAINS DASAR

4.1. Sains: Apakah Menghilir Itu Sulit?
       4.1.1. Perkembangan Sains di Berbagai Negara
              4.1.1.1. Sains di Negara Maju
              4.1.1.2. Sains di Negara Berkembang
       4.1.2. Perkembangan Sains di Indonesia
4.2. Proses Menghilirkan Sains
       4.2.1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
       4.2.2. Riset Menuju ke Kemandirian
       4.2.3. Hasil Riset Sains Dasar
       4.2.4. Menghilir Menghasilkan Komoditas yang Diserap Pasar
       4.2.5. Menghilirkan Sains Dasar dalam Kurikulum
              4.2.5.1. Sains Dasar dan Problem Solving
                      a. Matematika
                      b. Fisika
                      c. Kimia
              4.2.5.2. Mengundang Lulusan SMU untuk Menjadi Mahasiswa Sains
              4.2.5.3. Pengajaran Sains Dasar di Perguruan Tinggi
              4.2.5.4. Skripsi Inkubator Usaha
              4.2.5.5. Pemasaran Prodi Sarjana Sains Dasar
4.3. Menghilirkan Sains Menguatkan Negara
       4.3.1. Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Dunia Industri
              a. Matematika
              b. Fisika
              c. Kimia
       4.3.2. Pengembangan Riset Sains Dasar

                                                                              1
4.4. Revitalisasi Pertanian
       4.4.1. Dasar Pertumbuhan Ilmu dan Teknologi
       4.4.2. Agroteknologi dan Agribisnis
       4.4.3. Pertanian/Agrokompleks
       4.4.4. Budidaya Pertanian dengan Konsepsi Sains Dasar
               a. Penguatan Pertanian dengan Sains Dasar
               b. Penguatan Pertanian Tradisional
               c. Penguatan Pertanian dengan Teknologi Alternatif
       4.4.5. Pendekatan Sistem pada Proses Kimia
       4.4.6. Revitalisasi Pendidikan Sarjana dan Pasca Sarjana Pertanian




                                                                            2
BAB 4. MENGHILIRKAN SAINS DASAR

Sebelum memulai bab ini, mari kita simak sebuah pernyataan filsafat,

Sains yang menghilir tanpa melahirkan kemanfaatan, ibarat pohon tinggi dan rindang namun
tak berbuah, tak bisa dirasakan manis dan lezatnya.




4.1. Sains : Apakah Menghilir Itu Sulit?

Sains dan Teknologi merupakan ‘sepasang sejoli’ yang tidak dapat dipisahkan. Cepat lambatnya
perkembangan teknologi sangat bergantung pada seberapa cepat lambatnya penguasaan dan
pengembangan sains. Teknologi keseluruhannya adalah mengenai ilmu pengetahuan dasar (basic
science) dan aplikasinya. Tanpa fondasi ilmu pengetahuan yang cukup, maka teknologi tidak
akan untuk berkembang. Sebaliknya teknologi dapat mengkatalisasi (mempercepat) perkem-
bangan sains dan meningkatkan kemajuan industri. Sains dibangun di atas fondasi kebudayaan,
sedangkan teknologi baru dibangun di atas fondasi sains dan teknologi sebelumnya.

Melihat fenomena pengembangan riset sains dasar di berbagai negara, muncul pertanyaan apa-
kah yang dijanjikan dari suatu proses menghilirkan sains? Apakah proses menghilirkan sains
dasar itu sulit? Untuk itu mari kita lihat perkembangan sains di berbagai negara.

4.1.1. Perkembangan Sains di Berbagai Negara

Kesejahteraan masyarakat suatu negara salah satunya bergantung pada kemampuan masyarakat
tersebut dalam menguasai, menerapkan dan mengembangan sains serta teknologi. Kemajuan
terpenting dalam sejarah umat manusia adalah berkembangnya kemampuan manusia dalam
membaca, menulis dan berhitung. Kemampuan ini terus berkembang hingga ditemukannya alat-
alat bantu (teknologi) yang mampu mempermudah kerja manusia yang berasal dari sains. Setiap
bangsa beradab pernah mengalami era kemajuan dan kejayaan masing-masing.

Peradaban Barat, Islam, Konfucius, Hindu, Budha dan sebagainya, mempunyai ciri kemajuan
masing-masing. Masyarakat di belahan Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan di berbagai belahan
bumi lainnya berkompetisi dalam memajukan peradabannya terutama dalam mengembangkan
sains dan teknologi. Dengan demikian hubungan teknologi dan sains dalam kemajuan sebuah

                                                                                          3
peradaban sangat erat. Pada bagian ini akan diberikan beberapa contoh hubungan perkembangan
sains dan teknologi baik di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan Inggris maupun di
negara-negara berkembang seperti India, Cina, Thailand, dan Vietnam.


4.1.1.1 Sains di Negara Maju


Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang dapat membangun fondasi
sains yang cukup kuat sehingga hasil-hasil penelitian yang dilakukan dapat segera diterap-kan
menjadi sebuah teknologi baru, karena didukung dengan pendanaan yang besar. Amerika Serikat
tidak hanya mempunyai satu rencana dan tujuan riset nasional pada satu periode tertentu.
Sebagai contoh, pernyataan periodik oleh Presiden dan kongres, terkait arahan tujuan pemba-
ngunan nasional. Tujuan-tujuan itu dinyatakan baik secara eksplisit maupun implisit dalam
alokasi anggaran utama. Banyak tujuan dan prioritas, yang muncul dari sumber-sumber berbeda.
Setiap pemerintahan mempunyai prioritas sendiri-sendiri untuk penelitian setelah melalui proses
kompleks dan penuh negosiasi yang melibatkan sistem komite di kongres.

Untuk mendorong kolaborasi dalam peneli-tian antara sekolah dan sektor swasta, Amerika
Serikat mempunyai beragam organisasi untuk menyediakan dana-dana penelitian, termasuk
Badan Sains Nasional (National Science Founda-tion), Institut Kesehatan Nasional (National
Institute of Health), Defense Advanced Project Research Agency, dan Office of Naval Research,
di samping dukungan dana dari badan swasta seperti Ford, Rockerfeller dan MacArthur. Para
penyandang dana (pemerintah dan swasta) tidak segan-segan untuk mengucurkan dana jutaan
dolar hanya untuk membiayai satu topik penelitian (misalnya penelitian dalam bidang
bioteknologi).

Di Inggris, sistem sains telah mengalami reformasi dan perubahan selama dua dekade terakhir,
sebagai bagian dari reformasi pemerintah dalam layanan-layanan publik. Intensitas riset di
Inggris yang terus menurun antara tahun 1986 dan 1997, sekarang telah hampir pulih. Tren
jangka panjang mengindikasikan bahwa pendanaan pemerintah untuk riset menurun sejak
pertengahan tahun 80an. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan pendanaan penelitian dari
sektor swasta khususnya pada sekitar akhir tahun 90an. Pemerintah Inggris menyatakan tiga
elemen kebijakan riset dan inovasi, yaitu : 1) meningkatkan keunggulan sains dengan investasi


                                                                                             4
dalam riset sains dasar, dan membawa penanaman modal dari yayasan dan perusahaan, 2)
memperluas kesempatan untuk inovasi, dengan mengoreksi kegagalan pasar dan meningkatkan
partnership antara publik dan swasta serta 3) menginspirasi kepercayaan konsumen yang lebih
dan meningkatkan pengertian publik dengan menciptakan bingkai kerja yang transparan untuk
mengintegrasikan saran ilmiah dalam kebijakan. Reformasi dalam kebijakan sains, teknologi dan
pendanaan yang dilaksanakan di Inggris selama dua dekade terakhir adalah sebagai bagian dari
penggerak utama untuk menurunkan peranan sektor publik, dan membuat penelitian publik
berdasarkan respon terhadap kebutuhan sosial, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan
performa ekonomi. Arah kebijakan ini diadopsi berdasarkan asumsi bahwa keunggulan
penelitian dan pengejaran agenda yang relevan tidak akan bertentangan. Dalam merealisasikan
hal-hal tersebut maka sektor riset umum, terutama universitas, harus dilihat sebagai sumber
potensi. Transfer ilmu pengetahuan akan optimal ketika universitas-universitas mengejar riset
berkualitas tinggi. Namun di sisi lain keagresifan terhadap komersialisasi teknologi dapat
menjadi kontra produktif dengan mengalihkan sumber daya menjauhi riset.

Perkembangan Jepang diakui banyak pihak sebagai perkembangan yang luar biasa cepatnya.
Dari sebuah negara yang sangat tertutup hingga menjadi salah satu kekuatan militer terkuat di
dunia. Dari negara yang kalah perang hingga menjadi negara maju kekuatan ekonomi dan tekno-
loginya. Sejak restorasi Meiji(1866-1869) dan diperbolehkannya teknologi barat masuk dengan
cara mengundang para pakar barat untuk mengajarkan ilmu mereka, Jepang bergerak dengan
‘gigi empat’. Tidak sedikit warga Jepang yang dikirim untuk belajar di luar negeri, dan
kemudian pulang ke Jepang untuk mengembangkan ilmu yang telah didapatnya. Nasionalisme
dari warga Jepang yang kembali itu dalam mengembangkan ilmunya menjadi salah satu alasan
perkembangan sains dan teknologi di Jepang sangat pesat. Budaya Jepang yang sangat disiplin
menyebabkan setiap pekerjaan atau aktivitas warganya setiap hari efektif. Meskipun Jepang tidak
memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun tidak menjadikan negara ini tertinggal.
Sumber daya manusia Jepang yang luar biasa menyebabkan Jepang menjadi salah satu negara
maju dan paling disegani di seluruh dunia.


4.1.1.2. Sains di Negara Berkembang




                                                                                             5
Sains dasar juga cukup populer di negara-negara yang sedang berkembang seperti di Cina dan
Thailand walaupun di beberapa negara ini perhatian terhadap sains dasar tidak serta merta
diterjemahkan ke dalam kehendak politik untuk mendukung penelitian di bidang sains dasar
secara finansial. Hal dilematis terjadi di negara-negara berkembang dimana          para pembuat
keputusan yang berniat baik dan sadar pentingnya ilmu dasar, tetapi mempunyai kekhawatiran
apakah mereka mampu untuk berinvestasi pada penelitian sains dasar yang dapat berkontribusi
terhadap kondisi ekonomi dan sosial negara.

Di Cina misalnya, kemakmuran sangat erat dihubungkan dengan kemajuan tekno-loginya.
Selama sepuluh tahun terakhir, Cina telah menunjukkan lompatan maju yang signifikan dalam
bidang ekonomi, politik dan bidang-bidang lainnya. Pada saat ini dunia memberikan perhatian
yang besar terhadap perkembangan Cina, bukan hanya karena Cina merupakan pasar terbesar
bagi produk-produk mereka, tetapi juga karena pencapaian Cina dalam teknologi yang secara
bertahap menjadi dewasa. Di satu sisi Cina menguntungkan mereka dalam kolaborasi, dan di sisi
lain menjadi pesaing yang kompetitif yang melakukan satrategi-strategi tandingan.

Walaupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Cina sudah sangat maju
dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia, namun masalah utama yang dihadapi Cina
dalam pengembangan sains dasar adalah masalah teknis. Di Cina hanya ada satu Yayasan Ilmu
Alam (Natural Science Foundation), dimana proses evaluasinya tidak cukup transparan karena
hanya melibatkan beberapa orang pembuat keputusan pendanaan riset. Akibatnya bagi para
peneliti yang tidak mendapat pendanaan dengan cara ini tidak mungkin untuk dapat melak-
sanakan proposal riset mereka. Selain itu universitas-universitas di Cina sebagian besar adalah
universitas-universitas umum yang diatur oleh departemen pendidikan, dimana pendanaan riset
diperoleh melalui departemen pendidikan atau melalui subsidi-subsidi dari propinsi-propinsi dan
kota-kota di Cina.

Sejarah panjang Cina mengajarkan bahwa ada hubungan langsung antara kemajuan iptek dengan
perhatian pemerintah terhadap pendidikan / pengembangan intelegensia. Kemajuan teknologi
pada hari ini bergantung pada bagaimana menciptakan atmosfer akademik yang bebas dan hidup.
Pemerintah Cina telah menyadari bahwa untuk mendukung kemajuan dalam bidang iptek,
mereka harus mencoba segala cara yang mungkin untuk menyediakan lingkungan kerja yang
memuaskan, memberikan kompensasi yang memuaskan pada para ilmuwan yang memungkinkan

                                                                                               6
mereka untuk sepenuh hati menciptakan, mengubah ide-ide mereka ke dalam hasil-hasil ilmiah
atau produk-produk industri.

Di Thailand, pemerintahnya melihat adanya pergeseran dari manufaktur padat karya (labour
intensive manufacturing) menuju aktivitas-aktivitas yang berdasar pada keahlian dan teknologi
sebagai dasar persaingan di masa depan. Pemerintah Thailand juga mengakui keahlian dan
teknologi yang dimiliki sekarang ini tidak mencukupi untuk mencapai tujuan tersebut. Sistem
pendidikan di Thailand telah mengalami masalah kualitas yang serius dari segi pemerataan akses
dan kualitasnya. Pada tahun 1995, Thailand hanya mempunyai 119 ilmuwan dan insinyur
sepersejuta populasi, sangat tertinggal jika dibandingkan dengan Singapura yang mempunyai
lebih dari 2.500 dan Cina mempunyai sekitar 350 ilmuwan. Pemerintah Thailand telah
melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah tenaga ilmuwan untuk mendukung
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Diantaranya adalah dengan menambah jumlah
pendanaan untuk sekolah-sekolah umum dan pendanaan riset di universitas. Harapannya adalah
dapat menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang dapat mengembangkan kemampuan teknologi lokal
untuk mengurangi biaya-biaya dalam menyerap teknologi-teknologi baru, dan untuk dapat
mengadaptasikan teknologi tersebut kepada kondisi lokal masyarakat Thailand. Walaupun jika
semua penemuan dasar berasal dari luar negeri, tetapi desain lokal dan kemampuan
pengembangan dibutuhkan untuk menghasilkan produk yang lebih khas.
Di bidang IT pemerintah Thailand menetapkan tiga tujuan yang ingin dicapai khususnya pada
tahun 2010 yaitu:
      Meningkatkan kemampuan bangsa Thailand untuk melek teknologi.
      Menigkatkan sumber daya manusia terampil dari 12% menjadi 30%.
      Meningkatkan pertumbuhan industri berbasis teknologi informasi untuk mendorong
       pertumbuhan ekonomi 50% sampai dengan tahun 2010.
Untuk mewujudkan ketiga tujuan di atas, pemerintah Thailand telah melakukan identifikasi
kebutuhan yang harus dikembangkan, yaitu e-Government, e-Education, e-Commerce, e-Society,
dan e-Industri.




4.1.2 Perkembangan Sains di Indonesia


                                                                                            7
Ilmu Sains Dasar di Indonesia merupakan ilmu yang kurang diminati. Mengapa demikian? Ada
tiga faktor utama penyebabnya yaitu anggapan bahwa sains adalah ilmu yang sulit, hasilnya apa,
dan kalau selesai kuliah sains mau bekerja dimana?

Walaupun mempunyai sumber daya manusia yang cukup potensial, Indonesia,masih cukup ter-
tinggal dari negara-negara lain di Asia khususnya dalam kemampuan menghasilkan riset yang
dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat banyak. Tidak berkembangnya sains
di Indonesia salah satunya dikarenakan tidak adanya kajian sosial untuk sains yang berkembang
di Indonesia saat ini. Hal ini penting, karena sains selama ini dianggap sebagai sesuatu yang a-
historis, a-sosial dan non-kontekstual. Akibatnya tanpa sadar hal itu membiarkan perkembangan
sains menjadi autonomus (liar), tidak tahu dan tidak sadar kemana geraknya serta apakah
perkembangan sains itu cocok dengan konteks lokal sosial-budaya indonesia atau tidak. Selain
itu jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, Indonesia mempunyai alokasi dana
riset dan pengembangan untuk sains dasar yang jauh lebih kecil.

Adapun masalah-masalah yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan iptek antara lain :

1) keterbatasan sumber daya iptek dan anggaran iptek yang kecil yang berakibat pada terba-
tasnya fasilitas riset dan kurangnya biaya untuk operasi dan pemeliharaan.

2) belum berkembangnya budaya iptek, dimana masyarakat lebih suka memakai/membeli dari-
pada menciptakan sendiri.

3) Lemahnya sinergi kebijakan iptek dari pihak terkait, menyebabkan iptek belum sanggup
memberikan hasil yang signifikan.

4) Belum terkaitnya kegiatan riset dengan kebutuhan nyata akibatnya adalah terjadi in efisiensi
yang luar biasa akibat duplikasi riset dan plagiarism. Dampak lainya adalah merapuhnya budaya
riset sebagai pondasi kelembagaan riset dan teknologi, seperti yang terjadi pada sektor
pendidikan, dimana pendidikan di Indonesia dapat dikatakan kurang berhasil membudayakan
rasa ingin tahu, budaya belajar dan apresiasi yang tinggi pada pencapaian ilmiah.

5) Masih rendahnya aktivitas riset di perguruan tinggi, dimana perguruan tinggi yang diharapkan
menjadi sebuah pusat keunggulan belum berhasil mengutamakan riset dan pengembangan dalam
Tri Dharma Perguruan Tingginya.

                                                                                              8
Masalah-masalah tersebut di atas secara langsung telah menghambat perkembangan sains dasar
dan teknologi di Indonesia serta proses penghiliran sains dasar sehingga hasil-hasil riset yang
dilakukan tidak banyak terkait dengan kehidupan nyata. Oleh karena itu pembahasan berikutnya
akan menguraikan tentang bagaimana menghilirkan sains dasar di Indonesia.

Pernyataan filsafat untuk sub bab ini:

Janganlah mencoba untuk menjadi manusia sukses, tetapi jadilah manusia yang memiliki otak
yang bernilai (Albert Einstein)

Apabila seseorang membatasi kemampuannya, pada saat yang sama ia telah membatasi
hasilnya (Charles M.Schwab)




4.2. Proses Menghilirkan Sains

Menghilirkan sains secara umum dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu menghilirkan ilmu,
menghilirkan produk dari ilmu, dan menghilirkan manusianya

Ketiga macam proses menghilir ini mempunyai pola sendiri-sendiri yang harus diketahui oleh
pelaku proses penghiliran.

Dalam hidup kita tidak pernah lepas dari masalah-masalah yang harus kita pecahkan dan
biasanya memaksa kita untuk membuat pilihan. Kadang kita dihadapkan dengan beberapa
pilihan, yang masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan. Hal tersebut membuat kita
kesulitan dalam mengambil keputusan. Ada beberapa pendekatan yang bisa membantu kita
mengatasi masalah-masalah yang secara umum sering kita hadapi:

   a. Mendefinisikan masalah

   b. Mengarahkan masalah

   c. Mencari solusi alternatif

   d. Membuat keputusan

   e. Implementasi solusi dan verifikasi

                                                                                             9
Elemen-elemen sains dasar seperti Matematika, Fisika, Kimia, Astronomi, dan Biologi, mem-
punyai caranya sendiri-sendiri untuk berperan sebagai problem solving dalam kehidupan manu-
sia. Pembahasan berikut akan fokus pada perkembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam
problem solving.




4.2.1 . Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Ilmu-ilmu yang menjadi elemen sains dasar saling melakukan ‘perkawinan’ dan menurunkan
berbagai ilmu lain yang menjawab berbagai kebutuhan hidup manusia. Ini merupakan bagian
dari proses menghilirkan sains. Perhatikan bagan berikut.




Gambar 1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Sumber: Slide power point “Menghilirkan Riset Sains Dasar. Prof. Lilik Hendrajaya

Kombinasi keempat ilmu tersebut akan menghasilkan ilmu baru yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Misalnya jika Matematika, Kimia, dan Fisika digabung, maka akan diperoleh ilmu
pengetahuan mengenai rekayasa dan teknologi industri. Adapun ilmu kesehatan dan kedokteran
diperoleh melalui observasi pada manusia atau Bio Proses. Tak ketinggalan di bidang pertanian,


                                                                                           10
teknologi Agro diperoleh melalui perpaduan Biologi dan Kimia. Lain lagi jika seluruh sains
dasar dipadukan dengan budaya, perilaku, dan keinginan manusia logika (kualitatif dan
kuantitatif) yang terkait dengan hasil pengamatan/observasi maka muncullah ilmu pengetahuan
sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Dan masih banyak lagi ilmu baru yang dapat dihasilkan dari
pengembangan dan perpaduan keempat ilmu dasar tersebut. Lihat gambar 1.
Riset layaknya dikembangkan berdasarkan perkembangan berbagai ilmu ini karena akan terasa
manfaatnya dan itu merupakan salah satu yang diharapkan dari menghilirkan sains dasar.




4.2.2. Riset Menuju ke Kemandirian

Sains dasar harus menghilir yang bermakna mengalir dengan lancer, diminati dan ingin terus
dipelajari teorinya, serta penerapannya dapat menghasilkan teklologi awal yang tepat untuk
menyelesaikan permasalahan yang ada dilingkungan dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan
masayarakat.

Riset (penelitian) adalah suatu proses dengan tujuan tertentu. Tujuan yang jelas memberikan
landasan untuk menentukan rancangan penelitian, pemilihan metode yang paling tepat dan
pengelolaan penelitian itu sendiri. Secara umum produk riset dapat dilihat dari bagan berikut.




                                                                                                 11
Gambar 2. Tujuan Riset
Sumber: Slide power point “Menghilirkan Riset Sains Dasar. Prof. Lilik Hendrajaya



Salah satu pihak yang sangat berkepentingan dengan riset ini adalah institusi perguruan tinggi.

Ditinjau dari tujuannya, riset di perguruan tinggi terbagi menjadi dua:
a) Riset Akademik
   Riset yang bertujuan akademik adalah riset tahapan yang dievaluasi kemajuannya untuk
   kepentingan kemajuan iptek dan pembentukan kompetensi pelaksananya. Hasil dari riset ini
   berupa publikasi, hak paten, dan prototipe laboratorium.
b) Riset Membangun Institusi/Negara
   Riset yang bertujuan membangun institusi atau negara adalah riset akademik yang diarahkan
   untuk menghasilkan komoditas yang dapat dipasarkan untuk menjamin keberlanjutannya.
   Hasil dari riset ini yaitu hasil riset akademis dan komoditas ilmu pengetahuan dan teknologi.

Riset menuju ke kemandirian terdiri dari empat pilar yaitu:

   1. Periset wajib bersemangat dan memilih metodologi yang tepat agar segera atau kelak
       (terukur waktunya) karyanya menjadi komoditas yang terserap pasar.
   2. Suatu riset harus menguatkan paling tidak salah satu dari tiga komponen hasil berikut:
               Teori, agar ilmu tumbuh dan berkembang
               Terapan, agar dapat menjawab persoalan nyata
               Industri, yaitu terapan yang terbukti dapat menghasilkan pendapatan yang berke-
                lanjutan.
   3. Komoditas yang dihasilkan riset adalah:
               Khasanah iptek, bisa berupa ensiklopedia dan tulisan ilmiah; informasi ilmiah
                dalam CD-ROM; komik ilmiah popular; jurnal ilmiah; buku dan buku pintar;
                kumpulan data.
               Jasa pendidikan dan latihan, bisa berupa pendidikan formal, pelatihan
                keterampilan, maupun lokakarya ilmiah produk teknologi.
               Ceramah, seminar, simposium/kongres iptek, yang dikemas dalam bentuk temu
                pakar/ilmuwan, ceramah ilmiah, dan pameran serta lomba ilmiah.

                                                                                                  12
              Jasa konsultasi, bisa berupa problem solving dari berbagai bidang, survey,
               pengukuran, perancangan serta kepakaran operasional.
              Produk teknologi, yang bisa dibuatkan paten, lisensi, prototip, perangkat lunak.
   4. Pengembangan Sumber Daya Manusia Riset yang mendukung kepada tiga pilar di atas.
Riset difokuskan untuk membantu mengatasi masalah negara. Contohnya untuk bidang-bidang
berikut:

   (i) bidang ketahanan pangan;
   (ii) bidang energi;
   (iii) bidang teknologi informasi dan komunikasi;
   (iv) bidang teknologi dan manajemen transportasi;
   (iv) bidang teknologi pertahanan dan keamanan;
   (vi) bidang teknologi kesehatan dan obat;
   (vii) bidang material maju untuk mendukung pengembangan teknologi di masing-masing
       bidang fokus.


Pengembangan sumber daya alam dan manusia harus sejalan agar menjadi aset untuk pengem-
bangan industri. Setiap daerah memiliki potensi alam yang harus dipikirkan oleh pihak
perguruan tinggi dengan cara menyediakan sumber daya manusianya.


4.2.3. Hasil Riset Sains Dasar


Industri di negara-negara maju selalu memiliki divisi riset untuk mengembangkan teknologinya,
baik industri itu bekerja sendiri (orang yang bekerja di divisi riset merupakan alumni sains dasar)
maupun bekerjasama dengan perguruan tinggi. Namun yang terjadi di negara kita sebagain besar
industri tidak memiliki divisi riset, apalagi melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi.
Akibatnya sebagian besar alumni sains dasar kurang terserap di dunia industri dan jika ada
kebanyakan berpindah ke ilmu terapan. Di sisi lain, temuan-temuan sains dan teknologi dari
perguruan tinggi seringkali tidak menjawab permasalahan yang dihadapi oleh dunia industri dan
pemerintah. Diperburuk lagi riset-riset di perguruan tinggi mayoritas sains untuk sains. Beranjak
dari sini, sebaiknya perguruan tinggi memulai dengan riset-riset yang difokuskan pada pemecah-
an masalah pemerintah, sumber daya dan kehidupan lokal maupun industri. Selanjutnya, solusi

                                                                                                  13
permasalahan dan hasil-hasil riset tersebut ditawarkan kepada pemerintah dan industri. Dengan
harapan berujung pada kerjasama yang saling menguatkan dan menguntungkan.
Di lain pihak, perguruan tinggi juga harus bisa memulai menciptakan industri di dalam
perguruan tingginya, dengan memfokuskan riset-riset untuk menghasilkan riset yang nyata dari
permasalahan yang ada. Adapun bentuk dari usaha perguruan tinggi dapat berupa jasa, produk
atapun konsultan. Hal ini akan dibicarakan lebih rinci pada bagian 4.3.1. Kerjasama Perguruan
Tinggi dengan Dunia Industri.


Tabel berikut suatu contoh bagaimana bentuk hilir dan kemasan riset sains dasar.


No           Jenis Riset                Bentuk Hilir                   Kemasan

 1   Pengembangan teori dan Pengetahuan rinci, teknis       Ditulis dalam bentuk
     prinsip-prinsip             Pengetahuan populer        buku/monograf
                                 Prediksi                   Ceramah keliling
                                                            Pengumuman pengetahuan
                                                            melalui workshop
 2   Pengembangan                Prototipe                  Promosi penggunaan dan
     instrumen                   Alat peraga moduler        manfaat yang diihasilkan
 3   Pengembangan                Kepakaran problem          Proposal konsultasi
     penalaran    penyelesaian solving(jasa konsultasi)
     masalah
 4   Material maju               Prototipe laboratorium     Kemasan menyakinkan agar
                                 Prototipe skala            dapat investasi ke tahap
                                 menengah                   industri
 5   Sistem kompleks             Pengetahuan pendekatan     Ditulis dalam media bentuk
                                 Pola pikir analisis dan    populer
                                 sintesis(integratif)       Buku pintar
                                                            Berbagai workshop
 6   Energi baru dan             Prototipe skala            Promosi penggunaan dan
     terbarukan                  laboratorium dan           manfaat
                                 menengah                   Berbagai seminar

                                                                                          14
 7   Teknologi informasi dan     Perangkat lunak            Yang akrab pengguna
     komunikasi
Tabel 1. Bentuk dan kemasan proses menghilirkan sains




4.2.4. Menghilir Menghasilkan Komoditas yang Diserap Pasar

Akan diberikan contoh penghiliran sains dasar dari beberapa bidang. Dimulai dari bidang Kimia,
Matematika, dan Fisika.

a. Teknologi Pengolahan Buah Kelapa Terpadu dengan Skala Rumah Tangga




                                         Buah Kelapa

Indonesia mempunyai luas 3.712 juta Ha wilayah yang ditanami pohon kelapa. Wilayah itu
96,6% dimiliki perkebunan rakyat, 2,7% oleh swasta, dan 0,7% milik negara. Wilayah seluas
76,5% tersebar di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Pengaktifan usaha kelapa berarti pemberdayaan
masyarakat.

Buah kelapa terdiri dari air, sabut, tempurung, dan daging kelapa. Sebagian besar masyarakat
hanya memanfaatkan air dan dagingnya. Padahal, semua bagian dari buah kelapa dapat dikem-
bangkan menjadi produk yang mempunyai nilai jual tinggi di pasar. Berbagai pengembangan
produk dari buah kelapa dapat dilihat pada bagan berikut.




                                                                                           15
                                Pengembangan Produk kelapa

Pengolahan buah kelapa menjadi berbagai produk di atas masih terbatas karena ketidaktahuan
masyarakat terhadap teknologinya. Teknologi sederhana untuk mengolah sabut kelapa, misalnya,
menggunakan mesin pemisah sabut kelapa.




       Mesin Pemisah Sabut Kelapa                    Cocodust dan Serabut Sabut Kelapa

Sabut kelapa dipisah menjadi serabut dan cocodust.

Serabut dari sabut kelapa dapat diolah menjadi keset, kerajinan, atau jok mobil. Sedangkan
cocodustnya menjadi pot dan papan.




                                                                                             16
                                     Produk Sabut Kelapa

Sementara dari tempurung kelapa, selain untuk kerajinan, dapat dihasilkan arang tempurung dan
asap cair (liquid smoke). Kedua hasil olahan itu dapat diproduksi lagi sehingga mempunyai nilai
jual lebih tinggi. Arang tempurung dapat diolah menjadi briket (bahan bakar), karbon black
(filter dan karet), dan karbon aktif (filter dan absorber). Asap cair yang dihasilkan dari tem-
purung kelapa dapat dipakai sebagai pengawet ikan.




                              Kerajinan dari Tempurung Kelapa




                               Tungku untuk Tempurung Kelapa



                                                                                            17
Potensi kekayaan negara Indonesia berupa kebun kelapa sangat menjanjikan bila dikelola dengan
baik. Indonesia mempunyai luas 3.712 juta Ha kebun kelapa yang 96,6 %nya berupa perkebunan
rakyat, 2,7% dikelola swasta, dan hanya sekitar         0,7% yang menjadi milik Negara. Dari
keseluruhan luas perkebunan kelapa tersebut, sebagian besarnya terhampar dan tersusun di
sepanjang pulau Jawa-Sumatra-Sulawesi yaitu sekitar 76,5%. Potensi yang sangat luar biasa ini
akan dapat memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakat manakala
pemerintah dapat mengaktifkan usaha kelapa dengan baik. Mengaktifkan usaha kelapa berarti
pemberdayakan rakyat.

Berikut ini akan dipaparkan perkembangan teknologi pengolahan untuk keempat bagian buah
kelapa.

   A. Teknologi Pengolahan Sabut
          Sabut kelapa terdiri dari bagian serabut dan serbuk (cocodust). Kedua bagian sabut ini
          dapat dipisahkan dengan menggunakan mesin pemisah sabut kelapa. Setelah melalui
          proses bleaching dan diberi warna, serabut dapat dijadikan bahan pengisi jok mobil
          dicampur dengan latex dan kerajinan berupa keset, kain tenun, hiasan dinding, kap
          lampu, tas wanita dan sebagainya. Adapun serbuknya dapat dijadikan sebagai pot, media
          tanaman dan papan.
   B. Teknologi Pengolahan Tempurung
          Tempurung kelapa bila dipanaskan di dalam tungku hasilnya dapat berupa arang dan asap
          cair (liquid smoke). Lebih jauh lagi, dengan menggunakan mesin press, arang batok
          kelapa dapat dijadikan briket yang berguna sebagai bahan bakar. Bahan karbon aktifnya
          dapat difungsikan sebagai filter dan absorber serta asap cairnya dapat digunakan bahan
          pengawet ikan.
   C. Teknologi Pengolahan Air Kelapa
          Air kelapa dapat diolah menjadi nata de coco, kecap dan asam cuka/vinegar. Untuk
          membuat nata de coco, air kelapa mentah di saring dan dimasukkan ke dalam panci.
          Kemudian tambahkan gula pasir (100 gr/liter air kelapa) dan masak sampai mendidih
          agar steril. Setelah dingin, pHnya diatur dengan menambahkan za/urea 0,5 gr (per 5 liter
          air kelapa) atau asama asetat 20 ml agar pHnya kisaran 3-4. Kemudian campurkan cuka
          biang (acetobacter xylinum) sebanyak 170 ml. Masukkan campuran tersebut ke dalam


                                                                                               18
       wadah fermentasi ( baskom berukuran 34 x 25 x 5 cm ) dan ditutup dengan kain saring
       serta letakkan ditempat yang bersih dan aman. Lakukan pemeraman selama 7-14 hari
       hingga lapisan mencapai ketebalan kurang lebih 1.5 cm. Nata de coco yang baik
       permukaannya rata dan halus. Selanjutnya lapisan nata diangkat secara hati-hati dengan
       menggunakan garpu atau penjepit yang bersih supaya cairan dibawah lapisan tidak
       tercemar. Cairan dibawah nata dapat digunakan sebagai cairan bibit pada pengolahan
       berikutnya. Buang selaput yang menempel pada bagian bawah nata, dicuci lalu dipotong
       dalam bentuk kubus dan dicuci. Potongan nata de coco siap diolah untuk mendapatkan
       berbagai rasa sesuai keinginan dan dikemas dengan bungkus atau wadah yang menarik
       serta siap dipasarkan.
       Adapun cuka biang atau starter (biakan mikroba) merupakan suatu bahan yang paling
       penting dalam pembentukan nata. Sebagai starter, digunakan biakan murni dari
       Acetobacter xylinum. Bakteri ini dapat dihasilkan dari ampas nenas yang telah diinkubasi
       ( diperam) selama 2-3 minggu.
   D. Teknologi Pengolahan Daging Kelapa bagian daging hasil olahannya dapat berupa
       minyak, blondo dan ampas.




Pembuatan virgin coconut oil dan pemanfaatannya

Pada pembuatan virgin coconut oil, ada dua cara untuk mendapatkan minyak dari buah kelapa
yaitu cara kering dan cara basah. Minyak yang dihasilkan dari cara kering didapat melalui kopra
yang telah ditekan. Namun pembuatan minyak dari cara ini memiliki kelemahan yaitu
tumbuhnya jamur pada proses pembuatan kopra sehingga banyak kopra yang tidak terpakai.
Sedangkan dengan cara basah minyak didapat dari santan kelapa yang dipanaskan.

Sebelum membuat minyak, maka kita perlu mengetahui komposisi dari daging buah kelapa dan
komposisi santan kelapa. Daging buah kelapa terdiri dari 52% air, 34% minyak, 3% protein,
1,5% karbohidrat, dan 1% zat abu. Ketiga komposisi terakhir terdapat dalam blondo. Sedangkan
santan buah kelapa terdiri dari 54% air, 32,2% minyak, 4,4% protein, dan 8,3% karbohidrat.

Santan kelapa terdiri dari dua lapisan, lapisan paling atas dinamakan krim kelapa dan lapisan
paling bawah adalah skim kelapa. Sistem santan terdiri dari air dan minyak, dimana molekul

                                                                                             19
minyak dikelilingi oleh molekul air. Pembuatan minyak kelapa merupakan proses emulsi
minyak-minyak yaitu perubahan medium pendispersi dari air menjadi minyak.

Percobaan pembuatan minyak yang efektif dan berkualitas dilakukan dengan menambahkan
minyak pada krim kelapa dalam air. Percobaan ini memiliki kelebihan, yaitu:

   1. Waktu pembuatan minyak kelapa menjadi lebih rendah 4-5 jam
   2. Minyak yang dihasilkan berkualitas baik
   3. Tidak perlu mengatur pH
   4. Blondo masih tetap utuh

Cara melakukan percobaan ini adalah sebagai berikut:




                          Gambar. Cara kerja percobaan pembuatan VCO




   Hasil dari percobaan di atas adalah virgin coconut oil seperti di bawah ini:




                                                                                  20
                               Virgin Coconut Oil (VCO)

Produk virgin coconut oil yang dihasilkan sebelum dikemas akan disaring dahulu
menggunakan zeolit. Zeolit adalah mineral yang cukup baik untuk menangkap radikal bebas
dan molekul-molekul penganggu dalam minyak.




                               Penyaringan dengan zeolit

Khasiat VCO yang dihasilkan di antaranya untuk anti virus, bakteri, jamur, dan protozoa;
mengatasi kolesterol; mengatasi diabetes; mengatasi hepatitis; mencegah kanker; mencegah
kelelahan dan asthma; mengatasi penyakit jantung dan darah tinggi; sebagai oksidan;
meningkatkan sistem pertahanan tubuh; meningkatkan metabolism; mencegah kegemukan;
menyuburkan rambut; mengurangi resiko artherosclerosis (pengapuran pembuluh darah) dan




                                                                                     21
   penyakit yang lain yang berhubungan; mengurangi resiko kanker dan penyakit degenratif
   lainnya; membantu mencegah osteoporosis.

Beberapa contoh pengolahan VCO adalah:




                                 Hasil Pengolahan VCO




                                                                                     22
b. Pengembangan Statistika Aktuaria

Aktuaria adalah bidang ilmu yang merupakan perpaduan antara Matematika, statistika, dan
ekonomi yang berperan dalam menilai atau memperkirakan resiko serta memperkirakan klaim di
kemudian hari dengan akurasi yang bisa diandalkan.. Jika melihat kembali bahwa salah satu hasil
dari proses menghilirkan sains yaitu menghilirkan ilmu-ilmu dasar hingga melahirkan ilmu-ilmu
baru, maka statistika aktuaria adalah contoh yang tepat. Teori probabilitas dalam statistika
menjadi dasar untuk pengembangan ilmu ini.

Seorang ahli aktuaria disebut aktuaris, yang mempunyai keahlian di antaranya:

      Mengevaluasi kemungkinan/peluang kejadian-kejadian yang akan datang.
      Merancang cara untuk mengurangi peluang terjadinya kejadian-kejadian yang tidak
       diinginkan.
      Meminimasi resiko dari kejadian yang akan terjadi.

Dengan keahlian-keahlian di atas maka seorang aktuaris bisa bekerja sebagai konsultan aktuaria,
di perusahaan asuransi, Direktorat Asuransi Departemen Keuangan, perguruan tinggi, bank serta
perusahaan penanaman modal.




c. Mempelajari Aliran Magma dan Erupsi Gunung Api

Contoh terakhir dari penghiliran sains diambil dari bidang Fisika yaitu tentang erupsi gunung
api. Semenjak terjadinya letusan gunung Merapi di Jogja, 26 November 2010, istilah ‘erupsi’
menjadi akrab dengan telinga kita. Kata ini makin sering digunakan untuk menggantikan kata
‘letusan’. Istilah ‘erupsi’ diserap dari bahasa Inggris yaitu eruption yang dalam bidang geologi
berarti peristiwa keluarnya uap dan materi vulkanis secara tiba-tiba dari sebuah gunung berapi.

Akan kita lihat bagaimana penghiliran ilmu Fisika menjadi solusi untuk menjawab tantangan
alam sehingga bisa disinergikan dengan kehidupan manusia. Di sini ilmu Fisika digunakan untuk
memahami perilaku erupsi gunung berapi. Intinya adalah Physical Vulcanology. Ini mencakup di
antaranya konsep energi, fluida, dan instrumentasi.



                                                                                             23
Pengamatan gunung berapi, salah satunya menggunakan konsep energi. Jika energi kinetik yaitu
kecepatan partikel diketahui maka akan bisa diperkirakan energi potensial (daya letus) yang
mungkin terjadi. Perilaku magma dibagi berdasarkan letaknya yaitu magma dalam dan magma
dangkal. Magma dalam memiliki energi yang sangat besar. Namun yang berperan dalam letusan
adalah magma dangkal. Pengamatan terhadap perilaku magma menggunakan Fisika Fluida.
Dibutuhkan data tentang viskositas dan temperatur magma. Semakin tinggi beda rapat massa dari
magma, semakin tinggi kontraksinya. Ini yang akan menghasilkan letusan dahsyat.

Peran penting dalam pengamatan gunung berapi tentu saja pada Fisika Instrumentasi. Contohnya
adalah data seismik dengan memperhitungkan tremor, spektrum, dan frekuensi dominan akan
menghasilkan sinyal tak tentu. Instrumentasi juga dibutuhkan pada teknologi satelit yang bisa
mendeteksi berapa kilo ton partikel yang akan dikeluarkan. Kondisi gunung berapi tidak
diketahui dari pengamatan langsung melainkan dengan bantuan satelit.

Terakhir, selain menghilirkan ilmu untuk membantu kehidupan manusia, mengamati peristiwa
erupsi gunung berapi, di sini contohnya adalah erupsi Gunung Merapi, juga memperlihatkan
menghilirnya sumber daya manusia. Biasanya Merapi meletus kemudian membentuk kubah
baru. Kubah ini akan dibongkar pada letusan selanjutnya yang biasanya berjarak sekian tahun.
Letusan Merapi tahun 2006 membentuk kubah yang hancur pada letusan tahun 2010. Namun
letusan 2010 tidak membentuk kubah baru. Dengan kepekaannya sebagai seorang ilmuwan, DR
Surono merasakan kejanggalan ini. Maka perlu dipersiapkan penelitian mendalam untuk
mengetahui mengapa fenomena ini bisa terjadi. Ini adalah bukti seorang ilmuwan, ahli sains
dasar, yang sudah menghilir.




4.2.5.Menghilirkan Sains Dasar dalam Kurikulum

Pembahasan sub bab ini difokuskan pada desain kurikulum yang dibutuhkan untuk menghilirkan
sains dasar. Di sini akan dibicarakan peran sains sebagai bagian dari problem solving. Tulisan ini
dimulai dengan fenomena pendidikan sains di Indonesia. Berikutnya diberikan usulan tentang
desain kurikulum yang seharusnya diberikan di pendidikan dasar, menengah dan pendidikan
tinggi agar teori sains diminati dan ingin dipelajari, kemudian terapannya menghasilkan problem
solving yang menjadi awal teknologi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

                                                                                               24
4.2.5.1. Sains Dasar dan Problem Solving


Pada tatanan akademik, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi sering diasosiasikan dengan
ilmu dasar karena keempat ilmu tersebut mendasari pembentukan dan pengembangan ilmu-ilmu
lainnya. Jika Biologi mempelajari mengenai observasional kehayatan maka tiga ilmu dasar
lainnya mempelajari alam fiskal secara kualitatif dan kuantitatif (mikro, bumi, dan kosmos).
Matematika merupakan ilmu yang mempelajari masalah kuantitas, struktur, ruang dan
perubahan. Adapun Fisika merupakan ilmu alam yang mempelajari materi dan pergerakannya
melalui ruang waktu. Yang lebih umum lagi adalah untuk memahami bagaimana alam raya ini
berperilaku. Sedangkan Kimia merupakan ilmu material beserta perubahannya. Dan terakhir
Biologi   merupakan ilmu alam yang mempelajari kehidupan dan makhluk/organisme hidup
termasuk strukturnya, fungsi, pertumbuhan, asal, evolusi, penyebaran dan taksonomi.


   a. Matematika

Matematika berasal dari bahasa Yunani (mathema) yang berarti pengetahuan (learning), belajar
(study), ilmu pengetahuan (science). Ilmu ini mempelajari masalah kuantitas, struktur, ruang dan
perubahan. Matematika juga merupakan buah pikiran manusia yang kebenarannya bersifat
umum (deduktif) dan koheren yaitu kebenaran yang didasarkan pada kebenaran yang telah
diterima sebelumnya. Dengan demikian dapat dipandang sebagai produk berfikir maupun proses
berfikir. Seorang Matematikawan bidang kerjanya meliputi bagaimana mencari pola,
memformulasikan konjektur-konjektur baru, dan membangun kebenaran dengan deduksi yang
tepat dari definisi dan aksioma yang dipilih secara tepat.

Karakteristik lainnya adalah Matematika bersifat universal. Dalam kehidupan nyata, manusia
tidak menyediakan konsep Matematika tapi menemukannya. Dan paling penting bahasa
Matematika adalah bilangan dan simbol bukan bahasa Indonesia, Jerman, Inggris atau yang
lainnya. Kemudian semua hukum alam yang sudah diketahui dapat diekspresikan dalam bentuk
persamaan Matematika.

Ilmu Matematika meliputi bilangan dan operasi (teori bilangan), aljabar, geometri, pengukuran,
analisa data dan teori peluang (statistika). Ini adalah cabang-cabang dasar. Dalam
perkembangannya, cabang-cabang ini saling mengisi dan melahirkan cabang-cabang baru yang

                                                                                             25
tidak kalah manfaatnya misalnya pemodelan Matematika, komputasi,kombinatorial, dan
aktuaria. Perkawinan antara geometri dan kalkulus melahirkan geometri diferensial. Berikut
beberapa contoh manfaat Matematika untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang lain dan
tentunya untuk kehidupan.

   1. Teori bilangan, khususnya aritmatika, digunakan setiap hari untuk hitung menghitung.
   2. Statistika, khususnya teori peluang, digunakan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan
       membuat prediksi dari berbagai fenomena. Ini digunakan dalam seluruh ilmu.
   3. Geometri digunakan pada kajian-kajian yang melibatkan konsep bangun dan keruangan,
       misalnya arsitektur dan teknik sipil.
   4. Aljabar digunakan untuk melakukan optimasi, misalnya dalam dunia usaha, bagaimana
       memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.

Pada tingkat lanjut, Matematika digunakan sebagai alat untuk mempelajari berbagai fenomena
fisik yang kompleks dan bisa teramati. Pengamatan ini menghasilkan pola struktur, perubahan,
ruang, dan sifat-sifat yang bisa didekati atau dibuatkan perumusan matematisnya. Hasil
perumusan yang menggambarkan perilaku fenomena fisik disebut model Matematika.

Matematika sebagai disiplin ilmu terus mengalami perkembangan yang pesat dalam bidang
cakupan, teknik dan hasil selama beberapa abad terakhir. Perkembangan teori-teori pada
Matematika murni maupun Matematika terapan terus menjadi perhatian para peneleiti di
lingkungan akademik perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga penelitian pemerintah atau
industri. Dengan keuniversalannya, kajian teknik maupun metode Matematika terus dicoba
diaplikasikan di berbagai bidang, termasuk dunia industri dan bisnis. Dalam majalah Financial
Times, edisi February 2006 diungkapkan bagaimana pentingnya Matematika dalam dunia
industri dan bisnis:

“Mathematics offers business a formula for success. Mathematicians have come up with an
impressive multiplication formula for British commerce and industri: spend a few million pounds
promoting the use of maths as a strategic tool, and add billions of pounds of value to businesses.
That is the thinking about a new government-industri consortium, the Mathematics Knowledge
Transfer Network. The network aims to boost the use of maths throughout the economy from
grocery distribution to banking, telecoms to manufacturing. “


                                                                                               26
Oleh karena itu berbagai riset terus dilakukan baik pada internal institusi akademik maupun
berkolaborasi dengan industri. Dengan didasari oleh rasa keingintahuan (curiosity) dan sebagai
bentuk pengembangan dari sisi Matematikawannya itu sendiri, riset yang dilakukan, digunakan
untuk menggambarkan inovasi teknologi yang ada dan dirancang untuk menjawab pertanyaan
yang spesifik.

Problem solving merupakan salah satu bagian dari pembelajaran Matematika secara umum.
Terdapat lima aspek dasar yang harus tercakup secara integral dan komprehensif dalam suatu
proses pembelajaran Matematika yaitu problem solving, reasoning and proof, communication,
connections, dan representation (NCTM, Principles and Standars for School Mathematics).
Desain kurikulum Matematika mulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan
tinggi haruslah memuat kelima aspek ini. Mari kita belajar dari desain kurikulum Matematika
Amerika yang memiliki standar untuk problem solving mulai dari kelas I hingga kelas XII. Anak
diharapkan mampu:

      Membangun pengertian yang baru terhadap Matematika melalui problem solving
      Menyelesaikan masalah yang muncul di bidang Matematika maupun bidang lain
      Menerapkan dan mengadaptasi berbagai cara serta strategi untuk problem solving
      Memantau dan melakukan refleksi dalam proses ketika berlangsung problem solving

Untuk meningkatkan kedayagunaan Matematika sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan
umat manusia dan kemanusiaan, para pakar pendidikan tak henti-hentinya melakukan desain
ulang terhadap kurikulum Matematika yang disampaikan di sekolah-sekolah. Pendidikan
Matematika Realistik (PMR) yang dikembangkan oleh Hans Freudenthal (1905-1990, Utrecht
University, Belanda) berpendapat bahwa Matematika merupakan aktivitas insani (human
activities) dan harus dikaitkan dengan realitas. Perhatikan pemilihan istilah ‘insani’ di sini, bukan
digunakan istilah ‘manusia’. Ini mencerminkan ‘berMatematika’ adalah aktivitas yang
menyeluruh pada diri manusia selain elemen raga, juga meilbatkan pikiran dan jiwa.

Pendekatan PMR memberi kesempatan kepada murid untuk menemukan kembali (reinvention)
ide dan konsep Matematika yang dimulai dari penjelajahan terhadap berbagai situasi dan
persoalan dunia nyata.      Freudenthal mengembangkan suatu pendekatan teoretis terhadap
pembelajaran Matematika yang menggabungkan pandangan tentang apa itu Matematika,

                                                                                                  27
bagaimana belajar Matematika dan bagaimana Matematika harus diajarkan. Murid harus
diarahkan pada berbagai situasi dimana mereka berkesempatan menemukan konsep Matematika
dengan cara mereka sendiri. Paradigma PMR telah disosialisasikan di Indonesia sejak awal tahun
2000. Sebagian besar sekolah-sekolah di Indonesia, terutama sekolah negeri, menempatkan
peserta didik sebagai objek dan guru memegang otoritas tertinggi keilmuan. Ini mengakibatkan
apa yang diajarkan di sekolah kurang relevan dengan kehidupan nyata. Dengan PMR, guru
berfungsi sebagai fasilitator dan harus aktif mengaitkan kurikulum dengan dunia nyata. Guru
juga tidak harus terpaku pada materi dalam kurikulum, melainkan harus kreatif mencari hal-hal
yang dekat dengan keseharian murid. Dengan stimulus yang beragam dari guru, diharapkan
murid dapat mengembangkan atau membuat model-model yang baru dari permasalahan yang
ada. Dari aspek perilaku diharapkan murid akan menjadi anak-anak yang aktif, dalam gagasan,
diskusi, maupun mencari materi pendukung untuk topik yang mereka pelajari. Mereka juga
diharapkan mampu bekerja sama dalam kelompok, bersifat demokratis dengan berani menerima
gagasan orang lain, serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi.




   b. Fisika

Untuk mengubah image ‘Fisika itu sulit’ tentunya diperlukan suatu perbaikan dan sosialisasi
secara menyeluruh di bidang Fisika. Perbaikan bisa dimulai dari sosialisasi Fisika sejak anak usia
dini, bagaimana pelajaran Fisika disampaikan dengan cara yang sederhana sehingga lebih mudah
difahami. Selanjutnya uraikan apa yang telah dihasilkan di dunia nyata sebagai sumbangsih ilmu
Fisika (seperti kata pepatah “Tak kenal maka Tak Sayang”).

Ilmu Fisika meliputi Mekanika, Listrik dan Magnet, Gelombang dan Optik, serta Termodi-
namika. Dalam perkembangannya, cabang-cabang ini saling menguatkan dan melahirkan
cabang-cabang baru seperti, Fisika Matematika, Mekanika Klasik (Analitik), Mekanika
Kuantum, Fisika Modern, Fisika Kuantum, Fisika Statistik, Mekanika Statistik, Elektrodinamika,
Fisika Instrumentasi, Fisika Bumi, Fisika Komputasi, Fisika Nuklir, Fisika Semikondukor dan
Fisika Superkonduktor. Berikut beberapa contoh manfaat Ilmu Fisika untuk pengembangan ilmu
pengetahuan yang lain dan kehidupan.



                                                                                               28
1.    Fisika Bumi, digunakan untuk mendeteksi kandungan migas dan mineral yang ada di perut
      bumi, juga digunakan untuk mitigasi peringatan dini yang berkaitan dengan bencana alam
      (gempa bumi dan gunung berapi).
2.    Fisika Nuklir, digunakan untuk pengembangan energi alternatif melalui pembangkit listrik
      tenaga nuklir dan pengobatan.
3.    Fisika Komputasi, digunakan untuk pembuatan Software Simulasi baik untuk model-
      model maupun untuk pengajaran.
4.    Fisika Instrumentasi, digunakan untuk pengembangan yang berkaitan dengan alat-alat
      instrumentasi baik untuk pengukuran maupun otomatisasi di dunia industri.
5.    Fisika Kuantum, digunakan untuk pengembangan quantum computation dengan quantum
      bit (untuk rangkaian) dan quantum dot (untuk memori) dan juga untuk pembuatan kunci
      sandi.
6.    Fisika Ekonomi dan Sosial, digunakan untuk bidang sosial dan ekonomi.
7.    Fisika Optik , digunakan untuk alat-alat optik seperti kacamata, kamera dan teropong

Metode pengajaran Fisika harus tepat menghasilkan pemahaman dan peningkatan kecerdasan
serta keterampilan terkait. Oleh karenanya, pengajaran Fisika dimulai dari mahasiswa harus
mengerti hukum dan prinsip-prinsip Fisika, membangun keterampilan penerapan hukum dan
prinsip tersebut, memahami cara berpikir dan bekerja serta manfaat penerapannya dan
mengkonstruksi cara penjelasan/pengajaran agar si pembelajar jadi paham. Begitu juga dengan
pengembangan penelitian harus dimulai dengan pengembangan teori dan prinsip-prinsip Fisika,
pengembangan instrumentasi, dan pengembangan penalaran problem solving.




     c. Kimia


Telah dijelaskan sebelumnya bahwa ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari bahan dan
material yang ada di alam semesta, maka riset dalam bidang Kimia lebih banyak didominasi oleh
eksplorasi sumberdaya alam demi kepentingan manusia. Kimia pada dasarnya terbagi atas
beberapa bidang utama, yaitu: Kimia organik, bioKimia, Kimia anorganik, Kimia analitik, Kimia
fisik, Kimia nuklir dan Kimia teori, dan terdapat pula beberapa bidang antar-cabang dan cabang-


                                                                                             29
cabang yang lebih khusus dalam Kimia seperti Biologi molekular, elektroKimia, fitoKimia dan
lain-lain. Beberapa jenis riset Kimia yang dikembangkan saat ini meliputi:

   1. Eksplorasi sumber daya alam Indonesia.
   2. Penggunaan bahan alam sebagai problem solving beberapa permasalahan
   3. Pengembangan teori mengenai sistem dan proses Kimia.
   4. Pengembangan alat instrumentasi untuk analisis.
   5. Penalaran menggunakan komputasi

Beberapa contoh riset Kimia berdasarkan bidang yang menjelaskan beberapa jenis riset Kimia
adalah sebagai berikut:

   1. Riset pada bidang Kimia organik bahan alam yang menggunakan tanaman khas Indonesia
       sebagai penghasil senyawa yang berguna bagi industri obat-obatan dan sekaligus riset ini
       merupakan tonggak riset Kimia di Indonesia saat ini.
   2. Riset pada bidang bioKimia. Riset ini menggunakan bahan yang berasal dari sumber daya
       mahluk hidup baik makro atau mikro yang ada di Indonesia. Beberapa riset dibidang ini
       adalah riset pengembangan mikroba sebagai penghasil enzim yang dapat digunakan
       dalam industri.
   3. Riset pada bidang Kimia analitik berkaitan erat dengan pengukuran analitik. Penggunaan
       pengukuran analitik untuk menentukan jumlah senyawa dalam suatu campuran.
   4. Riset Kimia fisik mengembangkan sistem dan proses Kimia khususnya energitika dan
       dinamika sistem dan proses tersebut.
   5. Riset Kimia anorganik mengembangkan sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Salah
       satu contoh riset dalam bidang ini adalah pengembangan pembuatan katalis anorganik
       dari senyawa organologam dan penelusuran senyawa-senyawa mineral dari alam.



4.2.5.2. Mengundang Lulusan SMU untuk menjadi Mahasiswa Sains

Sedikitnya jumlah peminat lulusan SMU terhadap program studi sains dasar atau MIPA
disebabkan oleh persepsi dari mereka itu sendiri. Persepsi mereka adalah sains dasar
mengajarkan berpikir logis, hukum alam, prinsip-prinsip, keterampilan, merumuskan, merakit
bahasa simbol, menghitung, mengetahui perkembangan teknologi, dan sebagainya. Oleh karena

                                                                                            30
itu, mereka mengganggap bahwa sains dasar itu merupakan pelajaran yang berat karena
menuntut untuk bisa menalar dan menghafal. Di samping itu, karena program studi untuk sains
dasar bernama bidang ilmu, maka mereka mengkhawatirkan lapangan kerja di bidang tersebut
masih tidak jelas. Tidak sedikit diantara mereka pun berpikiran bahwa hanya orang yang
“idealis” yang akan memilih program studi sains dasar, mengingat bahwa lulusannya yang akan
bergelut di dunia penelitian untuk menemukan teori–teori baru atau prinsip–prinsip baru.


Berdasarkan fakta di lapangan, lulusan MIPA seringkali bekerja di dunia kerja yang bukan
merupakan bidangnya. Sebagai contoh seorang lulusan Kimia bekerja di bank atau di bagian
administrasi suatu perusahaan yang sudah jelas tidak ada hubungannya konsep–konsep yang ia
pelajari selama kuliah. Seorang lulusan MIPA akan dihadapkan pada 3 keputusan, diantaranya:
 1. Seorang lulusan MIPA akan diberi pilihan untuk bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan
    bidangnya atau melanjutkan kembali kuliahnya dengan mengambil bidang lanjutan yang
    lebih spesifik atau bidang lain seperti terapan atau bisnis.
 2. Jika ia memilih bekerja di luar bidangnya untuk mencapai puncak karirnya maka ia bisa
    mengikuti pendidikan profesi ataupun studi lanjut S2 yang berkaitan dengan bidang dimana
    tempat ia bekerja atau dengan pengalaman yang sudah diraih selama bekerja ia bisa
    membuka usahanya sendiri (entrepreneurship). Sedangkan jika ia memilih untuk kuliah
    lanjut dengan bidang lanjutan, maka kemungkinan besar ia akan menjadi seorang dosen atau
    seorang ahli bidang tertentu (peneliti).
 3. Jika pada keputusan kedua ia memilih untuk mengikuti pendidikan profesi, maka untuk
    mencapai puncak kesuksesannya ia harus meniti karir profesi tersebut. Sedangkan jika ia
    memilih untuk membuka usaha sendiri maka ia harus memasuki dunia usaha dan
    mempelajari seluk beluk tentang usahanya.


Isu yang berkaitan dengan lapangan kerja untuk seorang lulusan sains dasar sering menjadi
bahan pembicaraan. Karena sifat dari sains dasar adalah berpikir dan berpengetahuan ilmiah
maka seringkali seorang lulusan sains dasar akan memasuki dunia sekolah dengan berprofesi
sebagai seorang pengajar (guru). Namun, seorang guru perlu mendapatkan kelengkapan seperti
bersertifikat, mampu membuat alat peraga, komunikatif dan kreatif, serta keterampilan untuk
bekal hidupnya jika ia ingin sukses di dunia kerjanya tersebut. Adapun bekerja di dunia


                                                                                              31
terapan/industri akan mendapatkan pendalaman materi selama kuliah seperti informatika
(keterampilan komputer), elektro (kelistrikan, elektronika, dan telekomunikasi), instumentasi,
Fisika bumi (eksplorasi dan eksploitasi ESDM), argokompleks (argoteknologi), atau pengolahan
bahan/material. Beberapa lulusan juga melanjutkan studinya dengan memilih bidang lanjutan
sehingga ke depannya ia bisa menjadi seorang dosen ataupun peneliti. Juga ada yang memilih
studi lanjut di bidang terapan lain bahkan ada pula yang memilih bidang ekonomi atau bisnis.


Salah satu upaya meningkatkan daya saing lulusan sains dasar adalah dengan cara menghilirkan
sains dasar itu sendiri. Proses menghilirkan ini dilakukan pada saat masa perkuliahan, berikut
merupakan langkah-langkah nyata dalam upaya menghilirkan sains dasar pada mahasiswa.
    1. Mengutamakan memahami konsep dibanding hanya menghafal konsep. Hal inilah yang
       diperlukan oleh seorang mahasiswa sains dasar, sehingga mereka dapat mengolah apa yang
       telah ia peroleh selama kuliah untuk diterapkan dalam penyelesaian masalah.
    2. Untuk program studi Matematika, Kimia, dan Fisika, pemahaman rumus yang disertai
       dengan banyak latihan. Salah satunya adalah dengan ujian open book. Mahasiswa dituntut
       untuk pandai memilih rumus dalam menyelesaikan suatu persoalan. Selain itu, upaya
       lainnya adalah dengan menggunakan penilaian dengan menerapkan nilai diskrit (betul
       sempurna diberi nilai 10 namun jika hanya sebagian diberikan nilai 0). Dengan demikian,
       memaksa mahasiswa untuk bisa lebih rajin latihan soal, cermat dan rapih dalam mencatat.
    3. Membiasakan menalar dalam memahami persoalan dengan menggambarkan tahap berpikir
       menggunakan diagram alir. Dimana setiap alirannya memiliki alur pikir yang berlandaskan
       pada teori atau prinsip dari apa yang pernah ia pelajari selama perkuliahan.
    4. Memfokuskan program studi dengan mengembangkan mata kuliah pilihan yang terkait
       dengan bidang pekerjaan hilir tertentu (sekitar 40 sks).
    5. Mengadakan kegiatan fokus, sebagai contoh untuk Fisika optik dapat dilihat di tabel berikut.
      Kegiatan          Industri        Industri     fotografi        Industri         Telekomunikasi
     Fisika optik    kacamata           kamera                        teropong
-     Pembuatan     -     Potong    -   Lensa       Teknik foto   -    Lensa kristal   -   Sistem antene
      lensa bahan         , gosok       kristal     cetak         -    Optoelektro     -   Transponder
      kristal       -     Kristal   -   Optoelektro PERLU              nik             -   filter
-     Transmisi,    -     Uji           nik                       -    Sistem


                                                                                                     32
      refleksi           bayang      -   Uji gambar                 geometri
-     Pengolahan         an          -   Kombinasi              -   Filter
      citra                          -   PERLU


    6. Kembangkan mata kuliah berbasis sains dasar ke arah bidang produksi dan bagaimana
       pengetahuan wirausaha mengelolanya (inkubator usaha). Sebagai contoh:
       a. Matematika
              1) Matematika asuransi, perbankan, ekonomi, atau mata kuliah dari prodi lain atau
                 yang diciptakan sendiri.
              2) Matematika terkait dengan permesinan aliran fluida (MiGas), simulasi kekuatan
                 konstruksi, dan sebagainya.
              3) Matematika medis, membuat model–model biomedika, hitungan statistika
                 kependudukan, olahraga, dan sebagainya.
       b. Fisika
              1) Fisika komputasi dan pembuatan software simulasi
              2) Fisika bumi untuk migas, mineral, energi, dan bencana alam
              3) Fisika instrumentasi
              4) Fisika ekonomi dan sosial
              5) Fisika optik: kacamata, kamera, dan teropong
              6) Fisika komunikasi seluler
       c. Kimia
              1) Kimia mineral dan metalurgi
              2) Kimia sel mineral
              3) Kimia bahan pangan dan obat-obatan
              4) Kimia bahan serat dan plastik
              5) Kimia lingkungan
       d. Biologi / ilmu hayati
              1) Biologi lingkungan
              2) Biologi pangan
              3) biomedika



                                                                                            33
Terapan tersebut tidak mesti semuanya dijalani, setiap prodi harus memilih fokus mana yang
akan mereka kuasai, sebaiknya setiap prodi hanya memfokuskan pada dua terapan saja, sehingga
akan lebih menguasai seluk beluk dunia dari ilmu terapan tersebut. Kesuksesan ini sangat
ditentukan oleh kesiapan para pengajarnya yaitu dosen. Oleh karena itu, dosen harus terlebih
dahulu diperkenalkan dengan terapan tersebut, dan diharapkan juga hendak menelusuri ilmu
terapan tersebut. Faktor eksternal lain yang mendukung kesuksesan proses penghiliran ini adalah
kerja sama dengan institusi hilir (industri) seperti kerjasama dalam hal kerja praktek atau topik
skripsi. Selain itu, lulusan sains dasar hendaklah yang berhubungan dengan dunia usaha yang
terkait dengan bidangnya. Harapannya adalah memunculkan lapangan kerja bagi para lulusan
sains dasar berikutnya.


Program ini sangat membutuhkan peran dari mahasiswanya itu sendiri yaitu dalam hal
pemasaran. Dalam hal ini, mahasiswa sains dasar harus menunjukkan perilaku dan dedikasi yang
baik selama mengikuti kontrak kerjasama dalam kerja praktek ataupun topik skripsi. Dengan
demikian, institusi bersangkutan akan memberikan peluang lebih besar untuk lulusan-lulusan
sains dasar berikutnya. Di samping itu, dikembangkan pula mekanisme “share” atau berbagi
pengalaman sehingga mahasiswa yang belum lulus mengetahui kondisi lapangan kerja dimana
ia nantinya akan bekerja.


4.2.5.3. Pengajaran Sains Dasar di Perguruan Tinggi

Akan diberikan contoh dari bidang Matematika.

Metode belajar Matematika seperti PMR (Pendidikan Matematika Realistik) layak untuk
diterapkan hingga ke jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Hanya saja desain
tugas dan topik-topik bahasan harus disesuaikan dengan tahap perkembangan psikologis dan
perkembangan sosial di usia yang bersesuaian. Pengajaran Matematika di perguruan tinggi harus
lebih banyak diarahkan ke bidang terapan. Penguasaan materi dan keluasan wawasan dosen-
dosen prodi Matematika sangat menentukan apakah para mahasiswanya akan menjadi juru tulis
yang sibuk menurunkan dan membuktikan berbagai teorema, ataukah teorema bisa berbunyi
menjadi sesuatu yang menjadi cikal bakal teknologi. Selama ini terkesan bahwa kelompok
keahlian tertentu di Matematika, hanyalah dunia yang mengawang-awang. Berlembar-lembar


                                                                                              34
pembuktian teorema dikerjakan hanya untuk memperoleh kepuasan bahwa teorema itu bisa
dibuktikan. Banyak skripsi, tesis, bahkan disertasi yang cukup puas dengan keberhasilan
pembuktian satu masalah di atas kertas. Alangkah lebih baik jika pembuktian itu didukung
dengan suatu simulasi dari dunia nyata dan menggunakan data yang valid. Semestinya kuliah-
kuliah pilihan porsinya diperbesar dan dipilihkan topik-topik yang memiliki muatan terapan.

Program studi Matematika di ITB, sebagai contoh, mempunyai karakteristik sebagai ilmu
layanan bagi seluruh program studi di ITB kecuali Fakultas Seni Rupa dan Desain. Mulai dari
semester pertama, mahasiswa langsung berkenalan dengan mata kuliah Kalkulus. Selanjutnya
setelah masuk ke program studi, mata kuliah seperti Matematika Teknik, juga tetap dilayani oleh
Prodi Matematika. Di samping sebagai fasilitator bagi prodi lain, Prodi Matematika juga
mengembangkan diri sebagai ujung tombak problem solving masalah-masalah di dunia nyata.
Salah satu Kelompok keilmuan/keahlian (KK) yang menjalankan fungsi ini adalah KK
Matematika Industri dan Keuangan (MIK). KK ini berkecimpung dengan masalah-masalah yang
berkaitan dengan dunia industri dan keuangan. Peran ini dilakukan melalui pemodelan
Matematika dan simulasi.

Sesuai dengan Tri Dharma PT, KK ini juga mengemban tiga misi yaitu pendidikan, penelitian,
dan pengabdian masyarakat. Untuk pendidikan, KK-MIK mengembangkan beberapa mata kuliah
terapan yang melayani prodi-prodi lain selain Prodi Matematika. Materi perkuliahan selalu
diperbaharui seiring perkembangan terbaru. Untuk penelitian, KK-MIK mempunyai komitmen
untuk mengembangkan bidang-bidang penelitian berikut yaitu Optimasi dan Kontrol, Dinamika
Fluida, Dinamika Populasi, dan Matematika Keuangan. Sedangkan untuk pengabdian
masyarakat, KK ini mengadakan magang perkuliahan, magang penelitian, pelatihan, seminar,
konferensi, dan workshop dengan peserta para pengguna Matematika baik yang satu prodi
maupun dari dunia industri.

Dengan melihat uraian di atas, Matematika dan Industri dapat dipandang sebagai sebuah
partnership. Ada beberapa hal yang dapat dikembangkan oleh para Matematikawan terkait
dengan industri sebagai partner.

Mekanisme



                                                                                              35
a. Pusat riset antardisiplin ilmu. Negara seyogyanya mendirikan wadah yang menjadi
   penghubung pihak akademia dan industri dimana para ilmuwan Matematika berinteraksi
   langsung dengan peneliti industri untuk secara bersama-sama menghadapi masalah
   industri. Jika perlu industri mendirikan kantor pusat/cabang penelitiannya di universitas-
   universitas terkait agar interaksi ini lebih optimal seperti yang dilakukan di beberapa
   negara eropa. Cakupan aktivitas pusat riset ini meliputi jangkauan yang luas mulai dari
   workshop khusus pada bidang kontemporer dan potensial yang berdampak luar biasa,
   sponsorship berjangka waktu lama untuk peneliti posdoktoral industri dan kolaborasi di
   dalam proyek industri.
b. Posisi tertentu untuk Matematika industri. Beberapa perguruan tinggi mungkin telah
   berhasil menghasilkan guru-guru besar dalam bidang Matematika industri. Posisi ini
   dapat dijadikan menjadi kolaborasi inti, terus membantu pemecahan masalah industri di
   dalam lingkungan akademik dan kembali mempertajam kurikulum akademik dan
   kegiatan postdoc demi kebutuhan industri. Kolaborasi ini dapat memberikan kesempatan
   pada Matematikawan yang sukses dalam dunia akdemik untuk meneruskan minatnya
   dalam masalah industri. Di sisi lain jabatan professor tambahan, posisi yang sama di
   universitas dan industri, ditawarkan pada para ahli industri memungkinkan mentrasfer
   secara langsung dan optimal antara permintaan industri dan riset serta pendidikan
   akademik.
c. Praktek Penelitian. Merupakan salah satu cara interaksi/kolaborasi dunia akademik –
   industri dimana proyek penelitian dilakukan dalam jangka waktu pendek (4 – 6 bulan)
   oleh mahasiswa sarjana atau postdoct secara paruh waktu pada perusahaan yang sudah
   bermitra dengan universitas tempat dia menuntut ilmu. Pengalaman yang diperoleh
   ditransfer dalam bentuk publikasi dan tesis. Dan lebih jauh dapat terus dikembangkan
   dalam bentuk kolaborasi proyek penelitian yang lebih besar.

d. Kelompok bidang keahlian. Masyarakat profesional dan perwakilan pemerintah hendak-
   nya dapat mensponsori kelompok bidang keahlian tertentu yang terkait dengan industri.
   Keduanya menyediakan suatu forum yang unggul untuk pertukaran ide/gagasan, sarana
   pelatihan terbaik dan dalam rangka kerjasama penelitian. Tujuan dari kelompok bidang
   keahlian ini adalah perangsangan penelitian Matematika pada masalah-masalh industri
   yang menarik, mendorong proyek kerjasama antara ilmuwan dan industri, serta

                                                                                          36
       mempromosikan model-model Matematika, metoda-metode numerik, dan komputasi
       ilmiah di dalam industri.
   e. Kolaborasi riset langsung. Untuk saat ini, kerjasama riset Matematika baru dibatasi pada
       industri besar, seperti industri keuangan dan industri teknologi informasi.
   f. Kelompok studi, yang mempertemukan Matematikawan dan peneliti industri untuk
       mendiskusikan masalah-masalah terbuka yang belum dipecahkan. Biasanya peneliti
       industri diundang untuk mempresentasikan masalah yang belum terpecahkan di
       industrinya, baik dari sisi model Matematikanya maupun metode pemecahannya.
   g. Aktivitas penelitian mahasiswa. Berkumpulnya mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu
       dan dari beberapa universitas pada forum penelitian tertentu diharapkan dapat menjadi
       ajang pelatihan peneliti muda yang mumpuni. Di sisi lain secara akademik forum ini
       dapat menjadi laboratorium tempat mensimulasikan lingkungan industri, bekerja dalam
       kelompok yang heterogen, dan pengembangan kemampuan berkomunikasi melalui
       presentasi hasil kajiannya.

Untuk mensukseskan itu semua maka hendaknya pemerintah bekerjasama dengan pihak terkait
diharapkan dapat menyediakan infrastruktur akademik. Adanya Lingkungan yang mendukung
aktivitas antar disiplin ilmu, apresiasi dan penghargaan pada penelitian yang bertujuan industri,
posisi untuk peneliti dari industri di lingkungan akademik serta quality control untuk proyek
Matematika industri.

Institusi-institusi akademik hendakanya mendorong para dosen untuk meningkatkan kompetensi
risetnya melalui program pendidikan doktoral. Untuk itu bagi institusi penyelenggara (dalam
negeri) program doktoral melalui professor-profesornya hendaknya terus menawarkan topik-
topik riset yang up to date pada para calon mahasiswa doktor di daerah-daerah. Di satu sisi,
keberadaan mahasiswa doktoral akan memberikan keuntungan dalam menguatkan grup riset
dimana profesor itu bernaung di instittusi penyelenggara program. Di sisi lain peluang untuk
mendapatkan dana hibah risetpun menjadi terbuka lebar.


Namun itu semua tidak akan berhasil jika tidak ada tindakan yang sinergi pihak-pihak yang
terkait. Untuk mengikuti program pendidikan doktoral maka pemerintah melalui Dirjen DIKTI
telah menyediakan program beasiswa BPPS yang sampai sekarang kadang-kadang belum


                                                                                              37
terserap secara keseluruhan. Peluang beasiswa ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh
para dosen yeng belum doktor di seluruh perguruan tinggi. Adapun mengenai masalah topik riset
bisa dikonsultasikan dengan para promotor       yang ada di institusi penyelenggara program
pendidikan doktoral. Bila program pendidikan doktor berhasil dijalani, maka sekembalinya
doktor baru ke institusi asalnya masing-masing, diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu hasil
risetnya di institusinya untuk membangun surplus center yang baru. Dengan demikian
penyebaran surplus center akan merata di seluruh negeri.




Tugas akhir bagi S1 masih bergulat pada sains untuk sains masih jauh hasil risetnya menjadi
komoditas. Berangkat dari situ, sebaiknya ada perencanaan dan sinergi antar program studi dan
juga pimpinan fakultas dalam mengelolah Tugas Akhir dalam hal ini Skripsi (S1). Bagaimana
memulainya? Adapun dapat dimulai dengan pembentukan Tim Fakultas yang terdiri dari dosen
dari perwakilan program studi untuk mengelola jenis skripsi ini. Tim dosen tersebut menentukan
bidang fokus (yang sesuai dengan program studi masing-masing) untuk menentukan kegiatan
akademik yang dapat menjadi “komoditas” produk pengetahuan, barang dan jasa. Langkah
berikutnya tim dosen menjabarkan kegiatan yang tepat untuk skripsi yang menghasilkan
komoditas tersebut. Dilanjutkan dengan mengajak mitra untuk membicarakan kegiatan akademik
yang menghailkan komoditas, adakah nilai manfaat komoditas tersebut. Tahap terakhir mencari
sponsor dari mitra atau orang tua mahasiswa untuk membiayai inkubator tersebut.


                                                                                           38
4.2.5.4. Skripsi Inkubator Usaha


Beberapa langkah-langkah nyata dalam upaya pembuatan skripsi yang bersifat inkubator usaha
adalah sebagai berikut:
   1. Pembentukan tim dosen yang akan mengelola jenis skripsi ini
   2. Dari bidang fokus, tentukan kegiatan akademik yang dapat menjadi komoditas produk
       pengetahuan, barang dan jasa
   3. Jabarkan kegiatan yang tepat untuk skripsi sehingga dapat menghasilkan komoditas
   4. Bicarakan dengan mitra mengenai nilai manfaat komoditas tersebut bagi usahanya, dalam
       hal ini mitra perlu diyakinkan akan komoditas yang dihasilkan.
   5. Mencari sponsor dari mitra atau orang tua mahasiswa untuk membiayai inkubator usaha
       tersebut


Realisasi pengerjaan skripsi inkubator usaha ini adalah sebagai berikut:
   a. Satu komoditas / topik dikerjakan 2 sampai 5 orang mahasiswa dengan berbeda bidang
       prodi atau segi pengerjaan (metode)
   b. Sebaiknya hal yang harus dikerjakan dalam skripsi tersebut adalah mengenai bagian
       pekerjaan yang akan/telah mendapat kontrak kerja dari industri, PEMDA, atau swasta.
       Atau berisi tentang persiapan untuk membuat suatu CV atau bahkan PT.
   c. Mahasiswa mengerjakan aspek akademik atau ilmiah yang kemudian diintegrasikan atau
       difokuskan oleh pembimbing menjadi komoditas atau laporan profesional
   d. Dalam hal ini yang akan mendapat kontrak kerja adalah CV, PT “milik” atau “dedicated”
       ke FMIPA
   e. CV, PT yang dibentuk adalah “anak usaha” dari CV, PT FMIPA
   f. Mahasiswa setelah lulus ditawari untuk bekerja di CV, PT FMIPA atau di usaha baru
       sebagai “direksi” dan manajemen usaha tersebut atau dengan kata lain dapat dijadikan
       sebagai masa transisi sambil menunggu pekerjaan lain.
   g. Dalam proses ini mahasiswa mendapat berbagai pengalaman nyata seperti berproduksi
       dari pemikiran dan tindakan operasionalnya, serta mengembangkan soft skill seperti
       pergaulan, kepekaan pada masalah, team work, leadership, dan pemasaran.



                                                                                         39
   h. Kemudian CV, PT FMIPA selanjutnya akan menjadi wahana pendidikan, riset menghilir,
       atau produksi sebagai income generator.


Gambar berikut merupakan diagram alir dari skripsi inkubator usaha.

  Tim FMIPA                                                                                 Usaha
  (pengelola)                                  PEMDA         Usaha Produksi              Perdagangan
      Penjajagan topik
      Kerjasama
       dengan mitra
       usaha
      Pengelola bidang
                                            Laporan Studi    Prototip Produk              Software
       usaha FMIPA                                                                         tataniaga
                                                                                          Sistem
                                                                                           gudang
                                                                                          Dsb.
                                  Integrasi jadikan
    TIM PEMBIMBING                   komoditas


                                                                        Kerja di:
                                                                       BU FMIPA
    Mahasiswa Skripsi                Pekerjaan
                                                                       Unit Usaha
     2-5 orang/topik              Akademik Ilmiah
                                                                        Baru
                                                                       Buka Usaha
Contoh skripsi inkubator usaha:                                         sendiri

1. Membuat arang (batok kelapa, kayu, atau sekam)
    Matematika:
    - Geometri tungku pirolisis, tungku pengguna arang briket
    - Simulasi aliran panas
    Fisika:
    - Kandungan energi, adsorpsi air, sifat konduktivitas, aliran udara pada tungku dan briket
    Kimia:
    - Komposisi bahan mentah, bentuk arang, kandungan asap, destilasi, dan asap cair
    Fisika Kimia:
    - Manfaat arang dibanding BBM, manfaat asap cair, dan sebagainya.
    Usaha yang dirintis atau dibuat
             Tim konsultasi energi biomassa, manfaat arang (karbon); energi, karbon aktif, obat-
              obatan, dan sebagainya
             Produksi arang, briket dengan berbagai bentuk geometri
             Produksi asap cair dan produk yang diolah dengan asap cair

                                                                                                       40
              Produksi alat pirolisis pembuat arang dan asap cair
              Produksi tungku dan alat pemasak
              Toko kreatifitas
2. Membuat gudang bahan pangan
    Matematika:
    - Geometri layout, simulasi aliran
    Fisika:
    - Akustik ruangan, sistem ventilasi, sistem cahaya, instrumentasi terkait
    Kimia-Biologi:
    - Kandungan bahan pangan, sistem ferogentasi, pengawetan, kemas-bungkus
   Usaha yang dirintis atau diciptakan
              Konsultasi pergudangan, pengeringan dan pengawetan bahan pangan
              Rancangan-rancangan gudang dan gudang
              Penyewaan gudang
              Angkutan ke dan dari gudang
              Perdagangan komoditas yang memerlukan gudang

4.2.5.5. Pemasaran Prodi Sarjana Sains Dasar


Langkah-langkah nyata dalam upaya memasarkan program studi sains dasar adalah sebagai
berikut:
   1. hendaknya masing-masing prodi sudah mempunyai fokus dan mitra bidang
   2. leaflet program studi hendaknya baik dan menarik
   3. membuat panel-panel gambar (visual) yang menarik dalam setiap acara open house
   4. tidak mengapa menerima siswa pada urutan peringkat papan tengah kebawah. Namun
       pembinaan harus lebih disesuaikan misalkan memberikan latihan soal yang tidak terlalu
       sulit namun jumlahnya banyak. Jika perlu mahasiswa peringkat bawah dikontrak selesai
       S1 selama lebih dari 8 semester (9 atau 10 semester), mengingat lulusan yang dihasilkan
       haruslah berkualitas.
   5. Memelihara hubungan kerjasama dengan dunia kerja terkait seperti sektor kementrian,
       swasta dan industri.

                                                                                           41
   6. Kunjungi SMU-SMU favorit dimana siswa papan tengah kebawahnya pun masih cukup
       baik
   7. Bina orang tua mahasiswa yang ekonominya kuat untuk kembangkan dana beasiswa
       ikatan kerja dengan kegiatan produksinya atau bisnisnya
   8. Kembangkan CDC (career developmnet center) atau placement center


Upaya nyata lainnya adalah mengadakan workshop yang berkaitan dengan menghilirkan sains
dasar. Berikut merupakan tawaran kegiatan workshop penghiliran sains dasar:
   1. Persiapan pertama
       Alokasi waktu kurang lebih membutuhkan 2 hari yang bertempat di fakultas Matematika
       dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA). Isi dari kegiatan ini diantaranya: sosialisasi kepada
       dosen tentang penghiliran sains dasar, pelatihan soft skill yaitu mengubah pola mengajar
       menuju lecturetinment dan sistem ujian berbasis kerajinan, tata asas, dan cermat.
       Pemilihan fokus terapan bidang studi atau program studi masing-masing dan tindak
       lanjutnya. Di hari kedua diisi dengan outbond dan tindak lanjut dari apa yang telah
       dibicarakan.
   2. Persiapan kedua
       Alokasi waktu 2 sampai 3 hari yang bertempat di program studi masing-masing. Isi dari
       acara ini adalah menentukan fokus, membuat matriks atau tabel yang isinya topik, kontak
       mitra, dan jenis kerjasama. Mengembangkan matakuliah pilihan yang berstruktur.
       Menugasi dosen untuk mulai mengelola matakuliah pilihan tersebut dengan memulai dari
       tenaga ahli mitra terkait (self learning). Oleh karena itu, dosen sangat perlu memiliki
       pengalaman praktek di dunia kerja yang bersangkutan dengan fokus ini. Diadakan
       kegiatan berkala dari bidang fokus ini seperti seminar, workshop, ataupun kunjungan
       kerja. Hendaknya bentuk skripsi lulusan pun terkait dengan fokus ini (sebaiknya skripsi
       inkubator usaha). Selanjutnya hanya tindak lanjut yang diiringi pemantauan.
   3. Workshop
       Peserta dari workshop ini adalah tim prodi yang dilaksanakan di fakultas dengan alokasi
       waktu kurang lebih 2 sampai 3 hari.




                                                                                            42
Walaupun secara umum sains dasar ‘belum’ menghilir di Indonesia namun dengan melihat
beberapa contoh di atas kita patut optimis ke depan akan semakin terbuka kerjasama dalam
menghilirkan sains antara pelaku riset dengan dunia usaha.

Pernyataan filsafat untuk sub bab ini:

Karakter tidak dapat dibentuk dengan cara mudah dan murah. Dengan mengalami ujian dan
penderitaan jiwa karakter dikuatkan, visi dijernihkan, dan sukses diraih (Helen Keller)




4.3. Menghilirkan Sains Menguatkan Negara

Kemanfaatan terbesar yang diharapkan dari proses menghilirkan sains dasar adalah untuk kemas-
lahatan bangsa.

4.3.1.Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Dunia Industri

Sebenarnya perguruan tinggi tidak perlu kesulitan untuk menyiapkan persoalan-persoalan di
dunia nyata sebagai bahan kajian di kampus. Kerjasama dengan dunia industri bisa dilakukan
untuk memperoleh berbagai topik terkini dalam perkembangan teknologi. Yang terjadi di negara
kita, industri bekerja sendiri, melakukan penelitian dan pengembangan sendiri, tanpa didukung
penguasaan teori yang baik sehingga tidak optimal. Sebaliknya teori-teori diajarkan di perguruan
tinggi, tidak di up date, seiring perkembangan teknologi sehingga mahasiswa menerima teori
yang sudah tertinggal puluhan tahun. Akibatnya begitu jadi sarjana dan masuk ke dunia kerja,
seolah tidak ada hubungannya apa yang dipelajari bertahun-tahun di bangku kuliah, dengan
kenyataan di dunia kerja. Coba saja lihat buku-buku teks yang menjadi referensi kuliah, rata-rata
diterbitkan sepuluh tahun yang lalu. Bahkan ada yang lebih tua dari itu. Padahal penemuan-
penemuan teknologi selalu diperbaharui bahkan dalam hitungan hari.

   a. Matematika

Pada praktiknya, pengembangan Matematika banyak diinspirasi atau distimulasi oleh masalah-
masalah industri, diantaranya:




                                                                                              43
   Industri Kimia: Beberapa reaksi Kimia melibatkan transisi fase dan aliran multiphase. Model
    Matematika terkait memuat persamaan reaksi diffusi tak linier dimana pembagian batas-batas
    fase berbeda tidak diketahui dan harus ditemukan sebagai bagian dari solusi. Masalah ini
    telah memotivasi untuk studi analisis numerik       masalah bebas batas untuk persamaan
    diferensial parsial dan telah membawa pada pengembangan teori ukuran geometri.
   Eksplorasi Minyak: semua pengetahuan kita tentang isi bumi secara tidak langsung
    diturunkan dari pengukuran. Di antara teknik yang paling luas digunakan dalam eksplorasi
    minyak adalah seismologi refleksi, dimana gelombang elastic dikirimkan ke dalam lapisan
    bumi dan pola refleksi dianalisa untuk mendapatkan informasi struktur dasar. Ini merupakan
    masalah inverse klasik (classical inverse problem): menurunkan sifat-sifat fisis lapisan kulit
    bumi diberikan sebuah himpunan data yang terkumpul di dalam seismogram. Hasil
    penghitungan biasanya tidak tunggal dan perubahan kecil pada data mungkin dapat
    disamakan dengan perubahan besar dalam sifat yang diestimasi. Investigasi masalah balikan
    ini membawa pada pentingnya pengembangan dalam analisis ill-posed problem dan
    kuantifikasi ketidakpastian.
   Pencitraan Pengobatan: Semua teknologi pencitraan pengobatan seperti CAT scan dan MRI,
    menggunakan kesimpulan tak langsung untuk mendapatkan informasi waktu sekarang
    tentang tubuh manusia. Salah satu teknik yang dipakai adalah       magneto-encephalography
    (MEG), yaitu pengukuran medan magnet ekstrakranial (extracranial magnetic fields) yang
    diproduksi oleh aktivitas neuron di otak. Struktur dan fungsi otak dapat dipelajari melalui
    lokalisasi sumber MEG. Teknik tersebut membawa pada penelitian dalam geometri
    komputasional dan masalah balikan. (inverse problem).
   Microelectronics, Nanoelectronics : Kemajuan dalam teknologi chip dihubungkan dengan
    kemampuan dalam simulasi komputasional jaringan yang terus membesar dari elemen-
    elemen dasar seperti transistor, kapasitor dan resistor. Dinamika elemen-elemen dasar ini
    digambarkan oleh persamaan diferensial dan yang menjadi sasaran segi syarat yang bersifat
    aljabar yang ditentukan oleh keterhubungan jaringan. Kebutuhan alat-alat sirkuit simulasi
    yang dapat dipercaya telah menjadikan motivasi yang kuat untuk mempelajari system
    persamaan diferensial aljabar. Perancangan dan pembuatan material-material berstruktur
    nano akann membutuhkan kendali dan pemahaman sifat-sifat yang semakin meningkat pada



                                                                                               44
    skala nanometer. Efek mekanika kuantum menjadi penting pada skala nano dan permintaan
    metode-metode Matematika dan komputasional multi-skala.
   Logistik, Transportasi : Masalah penjejakan dan optimal menggunakan sumber daya yang
    ada dapat dirumuskan senbagai proses pada jaringan, yang dalam kehidupan nyata, seringkali
    sangat banyak dan acak. Optimalisasi campuran diskrit-kontinu untuk proses seperti pada
    jaringan merupakan tantangan yang berkelanjutan untuk teori Matematika.
   Keuangan : Teori persamaan differensial stokastik dan teori martingale menerima dorongan
    yang significant dari penemuan persamaan Black-Scholes dan perumumannya untuk
    pemodelan harga saham dan komoditas. Analisis resiko telah distimulasi secara cama oleh
    teori perubahan ekstrim, Matematika diskrit dan teori game. Pemunculan sistem berdimensi
    tinggi dalam msalah ekonomi dan keuangan merupakan tantangan baru riset numeric dan
    komputasional.
   Keamanan Informasi (Information Security) : mencakup jangkauan yang luas dari masalah
    penyusunan dari teori koding dan kriptologi untuk autentikasi, integritas, time-stamping,
    ketersedian pelayanan, dan proteksi pada sifat intellectual. Permintaan yang bertambah akan
    informasi dan komunikasi membawa pada pengembangan dalan geometri aljabar dan
    kriptografi.
   Communications : Bagaimana mengoptimalkan paket informasi dan schedule switching
    merupakan topik yang menarik untuk diteliti pada Matematika, statistika dan ilmu komputer..

Perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat menjadikan tantangan di dunia industri
bagi seorang Matematikawan semakin banyak dan kompleks. Para pelaku industri berharap para
Matematikawan dapat menjawabnya. Tantangan tersebut diantaranya:

1. Sistem mesin dan proses produksi menjadi bertambah kompleks; optimisasi rancangan,
    waktu penjualan, dan efektivitas biaya menjadi perhatian utama.
2. Tersedianya mikroprosesor yang sangat kuat dan datangnya tempat penyimpanan data yang
    murah telah membawa pada perluasan kapasitas penyimpanan data.
3. Konsep-konsep dan metode Matematika memainkan aturan pertumbuhan untuk bioteknologi
    dan teknologi obat. Banyaknya data dan informasi pada level molecular dan sellular telah
    meluncurkan suatu revolusi teknologi. Pemahaman kuantitatif yang lebih baik pada proses



                                                                                            45
   bioKimia dan bioFisika mengilhami teknologi inovatif pada produksi minuman, material
   Biologi dan jaringan buatan.
4. Urusan masyarakat telah membawa pada aksi-aksi hukum yang mencerminkan syarat-syarat
   yang lebih ketat/keras untuk keamanan dan kepercayaan pada pruduk/hasil. Ini semua
   menuntut validasi, verifikasi dan kuantifikasi ketidakpastian.
5. Kompleksitas: masalah industri berskala besar seringkali dimodelkan sebagai system yang
   besar atau jaringan objek-objek terkait. Objek-objeknya itu sendiri mungkin berupa jaringan-
   jaringan yang menggambarkan aspek teknologi, ekonomi, keuangan dan social.
6. Ketidakpastian: yaitu suatu sifat dari masalah industri. Relasi antara masing-masing
   komponen sistem kadang-kadang dipahami tidak secara sempurna, sebab dan akibat tidak
   selalu dapat ditentukan dengan pasti dan data yang tersedia mungkin tidak lengkap atau ada
   kesalahan tujuan eksperimen.
7. Skala berlipat ganda: masalah-masalah industri biasanya tidak bermain pada satu skala waktu
   atau panjang saja. Sebagai contoh, perilaku makrokospik material bergantung pada interaksi
   atom dan molekul serta pada akhirnya semakin bertambah kebutuhan untuk lebih baik lagi
   memahami pembentuknya.
8. Simulasi berskala besar: Ilmu komputer dan teknik telah menjadi elemen yang terintegrasi
   pada proses perancangan industri. Simulasi numerik berskala besar menggantikan percobaan-
   percobaan yang semakin bertambah mahal maupun tidak munkin dilakukan. Industri
   penerbangan merupakan contoh untuk fenomena ini.
9. Data dan Informasi: Ketersediaan komputer-komputer berjaringan, sensor, modul-modul
   komunikasi dan perangkat monitoring menghasilkan sebuah aliran data yang terus
   meningkat. Bukan hanya peningkatan kuantitas data tapi juga cara data tersebut terbentuk,
   seringkali berasal dari berbagai sumber dan dengan derajat ketelitian yang bervariasi.
10. Kerjasama antar disiplin ilmu : Kesuksesan solusi masalah-masalh industri memerlukan
   kolaborasi para ahli dari disiplin ilmu yang berbeda. Ini diakui oleh industri secara umum
   bahwa matematik adalah penghubung antara sains dan engineering, dan beberapa industri
   termasuk Matematikawan berada dalam tim riset industri.
11. Transfer pengetahuan Matematika : Matematika telah melalui suatu periode pertumbuhan
   yang hebat dan menggemparkan, dan komunitas riset Matematika telah membangun
   sejumlah besar teknik yang dapat memberikan keuntungan penting untuk industri dan


                                                                                            46
     lingkungan masyarakat. Mentranslasikan teknik-teknik ini ke bentuk praktis dan
     pengimplementasian pada model pola yang aplikatif bagaimanapun adalah suatu keharusan.


     b. Fisika

Bagaimana ilmu Fisika itu bisa menguatkan atau menciptakan industri?. Untuk menjawab ini
tentu diperlukan suatu pemahaman Fisika yang lebih jauh lagi yaitu dilaksanakan di tingkat
universitas. Untuk menguatkan industri atau menyokong industri diperlukan suatu kajian ilmu
Fisika yang tidak hanya sebatas teori umum tapi materi pengajaran Fisika yang lebih mengarah
langsung kepada usaha mendukung industri, seperti masalah penanganan problem dari industri
yang muncul (khususnya yang terkait dengan ilmu Fisika) sehingga benar-benar dibutuhkan.
Sementara untuk menciptakan industri sendiri tentunya tidak hanya sebatas ilmu teori yang ada
tapi harus disertai dengan aplikasi produksi, misalnya bisa dimulai dengan menciptakan
peralatan atau perangkat untuk kebutuhan rumah tangga yang sederhana, misalnya untuk
perangkat elektronik seperti instrument untuk menghemat daya listrik, teknik pemanasan dan lain
sebagainya (bisa dikembangkan dari Praktikum di Laboratorium).

c.   Kimia

Kimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala
atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk
materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom
individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik.
Dengan mempelajari ilmu Kimia maka manfaat yang dapat kita peroleh antara lain: dapat
mengubah bahan alam menjadi produk yang berguna bagi kehidupan manusia, memahami alam
sekitar dan gejala yang dijumpainya dan yang lainnya.

Perkembangan Kimia didasari oleh riset-riset yang dilakukan dari masa lampau hingga hari ini.
Secara umum riset dibagi kedalam dua jenis riset yaitu riset akademik dan riset membangun
yang dilakukan oleh institusi atau Negara.    Riset akademik merupakan riset tahapan yang
dievaluasi kemajuannya untuk kemajuan IPTEK dan pembentukan kompetensi pelaksanaannya,
hasil dari riset akademik dapat berupa publikasi, patent, prototipe laboratorium. Riset
membangun merupakan riset akademik yang diarahkan untuk menghasilkan komoditas yang


                                                                                            47
terpasarkan untuk menjamin keberlanjutannya, hasil dari riset ini adalah hasil riset akademik dan
komoditas IPTEK.

Riset-riset Kimia sebagian besar dilakukan di universitas, balai penelitian dan laboratorium
swasta. Peran serta lembaga-lembaga seperti telah disebutkan diatas dapat membangun sebuah
jalinan hubungan untuk mengembangkan Kimia, sehingga dapat diisyaratkan bahwa
perkembangan Kimia bergerak mengikuti alur dan membentuk nilai tambah (added value cycle).
Bagian ini dijelaskan panjang lebar pada sub subbab 4.2.5.1. yaitu peran Kimia dalam problem
solving.




4.3.2. Pengembangan Riset Sains Dasar

Dalam Agenda riset nasional tahun 2010-2014, riset di Indonesia ditekankan pada beberapa hal
yaitu:

1. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya iptek untuk menghasilkan produktivitas
  litbang yang berdaya guna bagi sektor produksi nasional.
2. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan litbang dan lembaga pendukung untuk
   mendukung proses transfer dari ide-prototip lab-prototip industri-produk komersial
   (penguatansistem inovasi nasional);
3. Mengembangkan dan memperkuat jejaring kelembagaan maupun peneliti di lingkup nasional
   maupun    internasional   untuk    mendukung     peningkatan    produktivitas   litbang   dan
   pendayagunaan litbang nasional;
4. Meningkatkan kreativitas dan produktivitas litbang nasional untuk memenuhi kebutuhan
   teknologi di sektor produksi dan meningkatkan daya saing produk-produk nasional dan
   budaya inovasi;
5. Meningkatkan pendayagunaan iptek nasional untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan
   lapangan kerja baru untuk meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya iptek;
6. Memberikan prioritas pada tujuh (7) bidang fokus pembangunan iptek seperti yang tercantum
   pada RPJPN 2005–2025 dan RPJMN 2010-2014 (sudah dijelaskan di bagian 4.2.2).




                                                                                              48
Untuk mencapai tujuan riset sains dasar diperlukan kebijakan riset, secara teradu dengan
kebijakan-kebijakan di sektor-sektor pembangunan nasional secara umum, guna memfasilitasi
pertukaran informasi, kepakaran, dan dana di antara badan-badan tersebut, dan mendorong
sirkulasi informasi dan dana tersebut secara terpadu, yang secara koheren diarahkan pada
sasaran-sasaran pembangunan.


Salah satu tolok ukur keberhasilan dalam proses menghilirkan sains yaitu menguatnya dunia
wira usaha. Hal ini telah dijelaskan pada subbab 4.2.3. tentang hasil riset sains dasar.


Pernyataan filsafat untuk sub bab ini:

Pendidikan adalah senjata paling dahsyat yang dapat kita gunakan untuk mengubah dunia
(Nelson Mandela)

Awal mula menuntut ilmu adalah diam. Yang kedua, mendengar dengan tekun. Yang ketiga,
faham dan hafal. Yang keempat, mengamalkannya. Yang kelima, menyebarluaskannya (Anonim)




4.4. Revitalisasi Pertanian


Pembahasan panjang lebar di atas akan ditutup dengan contoh peran sains dasar dalam
revitalisasi pertanian.


Revitalisasi pertanian di negara agraris seperti Indonesia, merupakan salah satu langkah yang
sangat tepat untuk mengokohkan perekonomian Indonesia. Revitalisasi pertanian berarti
menguatkan kondisi pertanian sebagai sektor vital dengan mempertinggi prioritas sehingga
hasilnya lebih optimal. Revitalisasi pertanian dalam arti luas dilakukan untuk mendukung
pencapaian sasaran penciptaan lapangan kerja terutama di pedesaan dan mendukung
pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pertanian masih memiliki potensi untuk ditingkatkan
apabila berhasil menangani kendala-kendala yang meliputi produktivitas, efisiensi usaha,
konversi lahan pertanian, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, terbatasnya kredit dan
infrastruktur pertanian serta rendahnya penguasaan teknologi.


                                                                                           49
Sektor pertanian yang mencakup tanaman bahan makanan, peternakan, holtikultura, perkebunan,
perikanan dan kehutanan menurut Bappenas di antaranya memberikan kontribusi pada PDB
(Produk Domestik Bruto) Nasional, penyerapan tenaga kerja, serta berperan besar dalam
penyediaan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka memenuhi hak atas
pangan. Ketahanan pangan merupakan prioritas pertama dari tujuh (7) bidang fokus
pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) seperti yang tercantum dalam RPJPN
2005-2025 dan RPJMN 2010-2014.


Berdasarkan arahan kebijakan pembangunan iptek tersebut, Agenda Riset Nasional dijabarkan ke
dalam tema dan topik riset tujuh bidang fokus, yang secara keseluruhan dintegrasikan oleh dua
pendukung keberhasilan yaitu faktor sains dasar dan faktor sosial kemanusiaan. Dengan
demikian sains dasar (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) sangat berperan dalam
pembangunan iptek bidang ketahanan pangan yang merupakan sasaran                penting dalam
revitalisasi pertanian.


4.4.1. Dasar Pertumbuhan Ilmu dan Teknologi


Keberhasilan pembangunan iptek secara keseluruhan diintegrasikan oleh dua faktor pendukung
keberhasilan yaitu faktor Sains Dasar dan faktor Sosial Kemanusiaan. Kedua faktor tersebut
sangat berperan untuk (1) memperkuat basis keilmuan dari setiap bidang, (2) memperkuat
dimensi sosial dan kemanusiaan dari setiap bidang dan (3) mempererat keterkaitan lintas-disiplin
dan lintas-bidang di antara bidang fokus pembangunan iptek.
Sains dasar merupakan landasan teoritik untuk perkembangan iptek, inovasi dan budaya ilmiah
suatu bangsa. Sebaliknya berbagai kegiatan pemanfaatan iptek dan inovasi dapat menjadi sumber
inspirasi bagi pengembangan sains dasar itu sendiri, yang pada akhirnya membuka jalan bagi
penemuan terapan yang lebih baru. Penguatan dan pengembangan sains dasar merupakan kunci
keberlanjutan pembangunan iptek dan daya saing industri.


Sains dasar mencakup beberapa bidang, yaitu (1) Matematika sebagai sains tentang struktur dan
pola kuantitatif yang dikembangkan melalui abstraksi mental murni dan reflexi atas fenomena


                                                                                             50
alam; (2) Fisika yang mengungkapkan tatakerja atau hukum-hukum yang mengatur alam fisis;
(3) Kimia yang mengungkapkan tataketeraturan alam, khususnya sifat dan bentuk material; (4)
Biologi yang mengungkapkan keteraturan dalam fenomena hayati; (e) Sains kebumian dan
antariksa yang mengungkapkan keteraturan alam fisis pada skala kebumian, lingkungan dan
antariksa.


Peran sains dasar dalam revitalisasi pertanian sangat penting, sebagai basis keilmuan ilmu
Biologi berperan dalam proses Biologi hayati (tanaman dan hewan) sektor pertanian dan
teknologi agro, ilmu Matematika, Fisika, dan Kimia juga berperan penting dalam rekayasa dan
teknologi industri pertanian. Apabila sains dasar yang merupakan landasan ilmiah
pengembangan sektor pertanian ini diintegrasikan dengan faktor sosial ekonomi dan kemanusian
akan berkembang usaha agribisnis yang merupakan salah satu program yang mendukung
revitalisasi pertanian. Sains dasar adalah tulangpunggung (backbone) yang membuat sebuah
inovasi bisa berdiri dengan kokoh, dan inovasi adalah penerapan iptek atau aplikasi baru di
masyarakat serta ada aspek pemanfaatan bagi pembangunan.


4.4.2. Agroteknologi dan Agribisnis


Revitalisasi pertanian secara umum mencakup pengembangan agroteknologi, dan agribisnis.
Agroteknologi merupakan penerapan teknologi atau penerapan prinsip-prinsip Matematika
dan ilmu pengetahuan alam (Fisika, Kimia, Biologi dan astronomi) dalam rangka pendaya-
gunaan sumber daya pertanian dan sumberdaya alam secara ekonomis untuk kesejahteraan
manusia.


Falsafahnya agroteknologi merupakan praktik-empirik yang bersifat pragmatik-finalistik,
dilandasi faham mekanistik-vitalistik dengan penekanan pada objek formal kerekaayasaan dalam
pembuatan dan penerapan peralatan, sarana dan prasarana, sistem produksi, lingungan, serta
pengolahan dan pengamanan hasil produksi. Objek formal dalam ilmu pertanian budidaya
reproduksi berada dalam fokus, budidaya pertanian, pemeliharaan, pemungutan hasil dari flora
dan fauna, peningkatan mutu hasil panen yang diperoleh, penanganan, pengolahan pengamanan



                                                                                         51
dan pemasaran hasil. Oleh sebab itu secara luas cakupan agroteknologi meliputi penerapan ilmu
teknik dan sains dasar pada cakupan objek formal dari budidaya sampai pemasaran.


Sebagai implikasi, budidaya pertanian sebagai bagian dari agroteknologi perlu dipelajari secara
bioproses fungsional, dimana proses-proses bioKimia terlibat di dalamnya. Proses bioKimia
yang merupakan pengetahuan dasar atau basis ilmu yang mendasari agroteknologi harus
dipahami lebih mendalam. Di samping ini karena merupakan suatu proses maka hal-hal yang
sifatnya SOP (Standard Operating Procedure) dijelaskan dalam bahasa pengetahuan yang
mendasari yaitu bioKimia dan bioFisika mekanistik. Agroteknologi adalah suatu untaian proses
produksi. Suatu elemen proses produksi dapat dilaksanakan secara terpisah untuk menghasilkan
produk yang bermutu untuk proses selanjutnya.




                                 Gambar . Untaian proses produksi


Agroteknologi mencakup teknik pertanian (Agricultural Engineering), teknologi hasil pertanian
(teknologi pangan) dan teknologi industri pertanian (agroindustri). Teknik pertanian merupakan
pendekatan teknik secara luas di bidang pertanian untuk melakukan transformasi sumberdaya
alam secara efisien dan efektif untuk pemanfaatannya oleh manusia. Teknik pertanian di
antaranya mencakup alat dan mesin budidaya pertanian (ilmu Fisika), teknik tanah dan air (ilmu
Kimia dan Fisika), energi dan elektrifikasi (Fisika), pusat pengolahan dan sistem pengendalian
iklim atau sistem kontrol (ilmu Matematika, komputasi dan astronomi), kegiatan reproduksi flora
dan fauna (ilmu Biologi/hayati). Teknologi pangan merupakan penerapan sains dasar (Kimia,
Fisika dan Biologi) serta prinsip-prinsip teknik, ekonomi dan manajemen pada seluruh mata
rantai penggarapan bahan pangan dari sejak pemanenan sampai siap dikonsumsi. Sedangkan
agroindustri merupakan terapan yang menitikberatkan pada perencanaan, perancangan,


                                                                                            52
pengembangan, evaluasi suatu sistem terpadu (meliputi manusia, bahan, informasi, peralatan dan
energi) untuk mencapai kinerja yang optimal. Disiplin ini menerapkan Matematika, Fisika,
Kimia/bioKimia,    serta   ilmu-ilmu   sosial   ekonomi,    dengan      objek   formalnya   adalah
pendayagunaan hasil pertanian.


Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukung, baik di
sektor hulu maupun hilir. Agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain), maka
agribisnis dengan perkataan lain adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan.
Sebagai subjek akademik agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan (laba) dengan
mengelola komoditas, aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pasca panen, proses produksi,
hingga tahap pemasaran.


4.4.3. Pertanian/agrokompleks


Secara menyeluruh revitalisasi pertanian sebagai agrokompleks merupakan suatu kompetensi
yang memahami, memberlakukan, memanfaatkan dan menerapkan ilmu pengetahuan teknologi
pada sistem produksi hayati untuk menghasilkan produk yang kemudian diolah menjadi
komoditas yang diperlukan manusia.


Kompetensi pertanian adalah pola pelaksanaan riset yang menghilir, dengan ketentuan
kebersatuan dari hulu ke hilir tidak terpotong-potong (berkesinambungan). Pelaksanaan riset bisa
saja berjalan sendiri-sendiri tetapi tetap terpadukan dalam mengendalikannya. Misalkan
pengembangan riset agroteknologi (hulu) yang mengarah ke agrobisnis (hilir).


                            Agroteknologi                  Agrobisnis


4.4.4. Budidaya Pertanian dengan Konsepsi Sains Dasar


a.   Penguatan Pertanian dengan Sains Dasar




                                                                                               53
Sains dasar sebagai landasan inovasi dalam teknologi pertanian, akan memberikan pondasi yang
kokoh bagi pengembangan teknologi pertanian itu sendiri.
    Penguatan di berbagai sektor pertanian dengan sains dasar, di antaranya adalah :
       Prosedur dasar : pertanian dan bioproses (Biologi, bioKimia)
       Pertanian dan peralatan teknologi (biomekanika, mesin)
       Ragam budidaya : pertanian (Biologi, Kimia, Fisika)
       Interaksi : pertanian, manusia dan produktivitas pertanian (Matematika, statistika,
        ekonometrika).
       Pertanian dan produksi pertanian (bisnis budidaya, bisnis perdagangan, produksi
        komoditas)
       Khusus : pertanian rumput laut, kelapa, kelapa sawit, rempah-rempah.




   b. Budidaya pertanian tradisional


Budidaya pertanian tradisional adalah pengembangan pertanian berdasarkan pola lama atau yang
lazim digunakan dan bergantung pada kondisi alamiah yang tersedia. Ciri pertanian tradisional
adalah ada lahan pertanian, ada tumbuhan yang ditanam, air disediakan melalui pengairan
(irigasi) secara sirkulasi alam, yaitu air dibuang/dikembalikan ke alam setelah digunakan, untuk
meningkatkan produk sebagai tambahan nutrisi pada tanaman, digunakan pupuk baik pupuk
buatan maupun pupuk organik. Proses produksi bergantung pada waktu (siang atau malam) serta
iklim (cuaca/musim) sehingga faktor-faktor yang berpengaruh pada proses maupun hasil seperti
suhu, kelembaban dan aliran udara kurang dapat dikendalikan. Kondisi alam yang kurang baik
atau kurang menguntungkan misalkan adanya bencana alam dan hama, dapat merusak proses
dan hasil produksi (pertanian). Umumnya SOP budidaya pertanian tradisional ini bersifat kaku
atau sulit untuk diubah.


   c. Budidaya pertanian dengan teknologi (alternatif)


Budidaya pertanian dengan teknologi adalah pengembangan pertanian dengan menggunakan
konsep atau pemikiran lain (alternatif), dengan tujuan hasil atau produk yang diperoleh dapat

                                                                                             54
terkendali, lebih optimal dan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan menggunakan konsep-
konsep sains dasar seperti Fisika, Kimia, Biologi (bioKimia dan bioteknologi) teknologi
pertanian dalam hal ini budidaya pertanian dapat dikondisikan sesuai dengan kebutuhan dan
disesuaikan dengan kondisi yang ada.


Beberapa alternatif yang bisa diterapkan dalam budidaya pertanian dengan menggunakan konsep
sains dasar di antaranya adalah ;
   -   Pada proses pengairan agar air tidak terbuang/mengalir begitu saja atau agar air dapat
       disirkulasi, lahan pertanian yaitu tanah diganti dengan media tanam yang lain, misalkan
       menanam dalam pot atau sawah dilapisi oleh plastik (konsep Fisika dan Kimia)
   -   Agar suhu dapat diatur, terhindar dari hama, aliran udara dan kelembaban terkendali
       maka budidaya pertanian dengan metode green house/rumah kaca (konsep Fisika dan
       Biologi)
   -   Penambahan nutrisi tanaman tidak lagi dengan memberi pupuk pada tanah sebagai media
       tanam, tetapi dilakukan penanaman secara hidroponik dimana nutrisi disalurkan ke media
       tanam melalui pipa-pipa kecil (konsep Kimia dan Fisika)
   -   Perbaikan kualitas tanaman dengan memanipulasi sifat Fisika, Kimia dan Biologi
       tanaman (rekayasa agen hayati) di antaranya pemberian hormon pengatur tumbuh,
       pemberian katalis reaksi (misalkan enzim tertentu yang mengkatatalisi proses Biologi
       tanaman), dalam rumah kaca di malam hari diterangi lampu agar reaksi fotosintesis tetap
       berlangsung, penerapan kultur jaringan dan teknik transgenik. (konsep Fisika, Kimia dan
       Biologi).


4.4.5. Pendekatan Sistem pada Proses Kimia


Revitalisasi pertanian merupakan suatu proses pencapaian sasaran, yang secara umum
pendekatannya dapat mengacu pada proses Kimia, yaitu ada input (zat yang diproses) reaktor
(tempat terjadinya proses reaksi) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi
lingungan, katalis, kendala, dan peluang, serta output yang bisa memberikan umpan balik untuk
proses selanjutnya sehingga dihasilkan produk yang diharapkan sebagai hasil reaksi, seperti pada
bagan di bawah ini.


                                                                                             55
                                   Gambar Bagan proses Kimia


Proses reaksi Kimia adalah terjadi reaksi lepas dan tangkap electron di kulit terluar atom-atom
yang berinteraksi. Proses ini adalah proses reduksi-oksidasi (redoks) dengan berbagai variasinya.
Secara Fisika proses ini merupakan pergeseran ion-ion positif dan negatif yang mengurai
bertumbukkan dan membentuk molekul-molekul baru. Proses ini sangat dipengaruhi oleh
variabel Fisika seperti suhu, tekanan, cahaya matahari, medan dan aliran listrik, medan magnet
(statik), gelombang elektromagnet dan radiasi (panas, nuklir). Besaran-besaran Kimia dan Fisika
yang terlibat dalam reaksi dapat terukur dan terpantau perubahannya. Agar hasil yang diharapkan
dapat terjadi maka perlu dikendalikan melalui variabel-variabel di atas. Umpan balik merupakan
ukuran apakah hasil sesuai dengan yang diharapkan.


Contoh proses Kimia adalah proses fotosintesis pada daun, seperti pada gambar berikut ;




           .

                                  Gambar . Proses fotosintesis



                                                                                               56
Agar proses fotosintesis di atas memberikan hasil yang sesuai dengan harapan, ada beberapa
perlakuan :
   -   Pada malam hari, agar proses fotosintesis tetap berlangsung maka           diterangi lampu
       ultraviolet.
   -   Untuk menghasilkan glukosa yang lebih cepat (banyak) maka diberi hormon penguat
       klorofil.
   -   Gas karbondioksida (CO2) apabila di udara jumlahnya melebihi ambang batas akan
       menyebabkan pemanasan global (global warming), maka dicari tumbuhan atau
       mikroorganisme yang mengkonsumsi CO2 menghasilkan glukosa.
   -   Glukosa adalah karbohidrat yang diperlukan manusia, maka dicari tumbuhan yang
       memproduksi banyak karbohidrat yaitu umbi-umbian.


   Sains dasar adalah landasan inovasi teknologi dalam pertanian. Penelitian terapan yang kuat
   harus didukung oleh penelitian dasar yang kuat pula, oleh karena itu perlu adanya integrasi,
   sinergi dan komunikasi di antara peneliti (penelitian dasar dan penelitian terapan) maupun
   dengan pihak pengguna.


4.4.6. Revitalisasi Pendidikan Sarjana dan Pasca Sarjana Pertanian


Revitalisasi pendidikan sarjana pertanian dilakukan untuk menciptakan sumber daya manusia
(SDM) yang memiliki kemampuan dan potensi yang tinggi dalam mendukung pencapaian
sasaran dalam revitalisasi pertanian. Hal –hal yang perlu diperhatikan adalah ;
             Perubahan SOP
             Perbaikan silabi dan SAP
             Revitalisasi laboratorium : laboratorium pengukuran (variabel dan parameter),
              laboratorium produksi (kebun, lahan pertanian, rumah kaca, peternakan) serta
              laboratorium riset.
             Skripsi (sebagai inkubator usaha)
Sama seperti yang telah dijelaskan pada bagian 4.2.5.4. maka skripsi sebagai inkubator usaha
pada bidang pertanian haruslah selaras antara materi yang telah diterima selama kuliah di
program sarjana pertanian dengan kebutuhan dan peluang di lapangan kerja.

                                                                                              57
Pernyataan filsafat untuk sub bab ini:

Kita selalu tidak dapat membangun masa depan bagi generasi muda kita, tetapi kita dapat
membangun generasi muda kita untuk masa depan (Franklin D.Roosevelt)
Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus (Knute Rockne)




Daftar Bacaan

[1] National Council of Teachers of Mathematics (2000). Principles and Standard for Shool
Mathematics. USA.

[2] Ramadhan, Hammad Fithry (2009). Pendidikan Matematika Realistik (PMR) Indonesia.
Artikel dari internet, diunduh Oktober 2010.

[3] Situs Program Studi Matematika ITB, Kelompok Keahlian Matematika Industri dan
Keuangan.

[4] Cara mengembangkan keterampilan pemecahan masalah.ehow.com

[5] Gunawan, Hendra. (2010): Logika, Epistemologi,Pengembangan Ilmudan Imortalitas, KK
Analisis & Geometri FMIPA ITB.

[6] Shing Tung Yau (2002). Science and Technology in China (Personal Recommendation for

   the Advancement of Chinese Technology), Harvard Asia Pacific Review, Volume 6 No. 2.

[7] Ferenc Glatz, Miguel A. Virasoro et.al, Science in 21st Century, Forum I Keynote Speech.

[8] RISTEK (2005), Strategis Pembangunan Nasional IPTEK 2005 – 2009.

[9] Beauzamy, B. (2002). Real Life Mathematics. Irish Math. Soc. Bulletin 48 43-46.

[10] Report on Mathematics in Industry July 2008. Organisation for Economic Co-operation and
Development Global Science Forum

[11] Smith, C.H. L., The use of basic science: Basic versus applied science,
http://public.web.cern.ch/public/en/About/BasicScience2-en.html



                                                                                               58
[12] Mansfield, E. (1995). Academic research underlying industrial innovations: sources,
characteristics, and financing. Rev. Econ.Stat.


[13] Habibie,B.J.(2009), Filsafat dan Teknologi untuk Pembangunan.

[14] Kadiman, Kusmayanto(2008). Membangun Daya Saing Kemandirian Sains, dan Teknologi
Bangsa

[15] World Economic Forum,2010, Growth Competitive Index (GCI)

[16] The United Nations for Development Programs, 2009, Index Human Development Index
(HDI).

[17] Revitalisasi Pertanian : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertanian (Agrokompleks)
menurut Pandangan Sains Dasar.ppt : http//www.fi.itb.ac.id/~lhendrajaya. Diakses 10 Nopember
2010.
[18] Revitalisasi Pertanian: http//www. Bappenas.go.id/get.file-server/164/. Diakses 17
Nopember 2010.
[19] Agenda Riset Nasional 2010-2014: Kementerian Riset dan Teknologi . http//www.
ristek.go.id/. Diakses 17 Nopember 2010.
[20] Wikipedia untuk berbagai definisi.


Daftar Kontributor

[1] Hendrajaya,Lilik (2010). Menghilirkan Riset Sains Dasar.Power point slide kuliah Filsafat
Sains.

[2] Prof. Bambang Setiadji. Seluruh gambar Slide kelapa



Penceramah :

   1. Prof. Lilik Hendrajaya, prodi Fisika ITB
   2. Prof. Hendra Gunawan, prodi Matematika ITB
   3. Prof. Euis Holisotan, prodi Kimia ITB
   4. Prof. Joko Iskandar, prodi Biologi ITB

                                                                                                59
Bahan tulisan :

   1. Hendrajaya, Lilik. (2010): Dinamika Sains Dasar. Power point
   2. Hendrajaya, Lilik. (2010): Aktuaria. Power point




Peserta Kuliah Filsafat Sains

   1. Asti M.                             30110002
   2. Aang Nuryaman                       30110008
   3. Gantina Rachmaputri                 30110010
   4. Waode Sukmawati A.                  30210002
   5. Ambran Hartono                      30210010
   6. Edi Sanjaya                         30210011
   7. Idha Royani                         30209010
   8. Hartiwi Diastuti                    30510002
   9. Muhammad Yusuf                      30510004
   10. Rina Budi Satiyarti                30510008
   11. Ikah ning P.                       20209015
   12. Rohmat Wahyudi                     20209029
   13. Arie Hadian                        20510023




Penyelia

   1. Asti M.                             30110002
   2. RIna Budi                           30510008
   3. Aang Nuryaman                       30110008
   4. Prof. Lilik Hendrajaya



                                                                     60
61

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:527
posted:9/5/2012
language:Malay
pages:61