Docstoc

999 - DOC

Document Sample
999 - DOC Powered By Docstoc
					                         SMS LAYANAN 999

                          ( 0838-72427-999 )
Amithofo.. ini sms layanan gratis.. mohon sms balik beritahu jika tidak
berkenan.. ( mhn sms beritahu jika menerima in-complete-sms )..

2011/10/28 – 11:25

Gajah besar lambang ketidakkekalan, sumur lambang jeratan samsara. Akar
pohon seperti kehidupan ini, 2 tikus siang dan malam, pengunyahan akar itu
rangkaian pikiran yang berganti-ganti muncul. Empat ular = 4 unsur penyusun
kehidupan, tetesan madu lambang 5 jenis keinginan rendah, lebah menyengat
seperti pikiran dan pandangan salah, api lambang usia tua dan penyakit, dan ular
besar beracun di dasar sumur mewakili hidup semua makhluk yang pasti berakhir
dengan kematian. Fo bersabda; gajah lambang anicca yang dialami semua
makhluk selama mengembara dalam samsara, 5 nafsu membawa pikiran pada
kemelekatan, dan caranya disebut “Yang Terbebaskan.” Tempat penuh derita ini
samudra ketidaktahuan, dan kematian adalah penguasa yang selalu mengejar-
ngejar, umat harusnya sadar, pesona bentuk dan suara tidak lagi berarti saat
mereka meninggalkan cara pandang yang lazim ( awam / tanpa memahami
hakikatnya ). Saat Raja Cemerlang mendengar Dhamma tentang Hakekat
Kelahiran dan Kematian ini, ia dapat mengatasi semua hambatan spiritual dan
menghapus semua pandangan illusif.



2011/10/28 – 11:24

Disebutkan, dalam Sutra Perumpamaan yang Disabdakan Fo – Parable Sutra –
Foshuo Piyujing – Taisho Tripitaka 217, pada Raja Cemerlang, Fo membabarkan 1
perumpamaan dan gatha penjelasannya. Berkalpa-kalpa yang lalu, ada 1 orang
pergi ke hutan, lalu dikejar 1 gajah buas. Lari dan tidak menemukan tempat
berlindung, ia bersembunyi dalam sumur kosong, berpegang pada akar pohon
yang menjuntai ke dalam sumur tersebut. Dua tikus, hitam dan putih menggigiti

                                       1
akar tempatnya bergantung. Dalam sumur ada 4 ular beracun di 4 sisi ingin
mengigitnya, di dasar sumur ada ular besar beracun, di akar pohon ada sarang
lebah, 5 tetes madu menetes ke dalam mulut orang yang bergantung tersebut.
Saat akar itu berguncang, kawanan lebah menyengat orang itu, lalu api menyala
membakar pohon itu. Fo memaparkan kembali Ajaran-Nya dalam bentuk gatha ;
Hutan lebat lambang ketidaktahuan / avidya; orang yang melarikan lambang
manusia umumnya.



2011/10/27 – 08:16

Rupa-Brahma berarti Brahma bermateri, yaitu Brahma yang punya pancakkhanda
/ 5 kelompok kehidupan. Arupa-Brahma adalah Brahma tak bermateri, cuma
punya namakkhanda / kelompok batin ( vedana, sanna, sankhara, vinnana ) tapi
tidak punya rupakkhanda ( kelompok jasmani / materi ). Dalam Rupa-bhumi 16,
ada alam Asannasatta-bhumi, Brahma Asannasatta ini cuma punya jasmani / rupa
tanpa batin / nama. Sesuai hukum karma, makhluk-makhluk bertumimbal lahir
dalam 26 alam, karena penghuni Suddhavassa 5 tidak akan jatuh ke alam lain, dan
akan merealisir ke-Arahat-an di alam ini. Kamus Umum Bahasa Indonesia ( KUBI )
Ejaan Baru oleh WJS Poerwadarminta halaman 626 mendefinisikan malaikat
sebagai orang halus ( roh ) di surga. Buddha Gotama mengajarkan tentang orang
halus di surga, yang disebut dewa ( dengan berbagai tingkatannya ).



2011/10/27 – 08:16

Yang kuat dalam keyakinan / saddindriya lahir di aviha-bhumi; yang kuat dalam
usaha / viryindriya lahir di atappa-bhumi; yang kuat dalam kesadaran / satindriya
lahir di sudassa-bhumi; yang kuat dalam konsentrasi / samadhindriya lahir di
sudassi-bhumi; yang kuat dalam kebijaksanaan / pannindriya lahir di akanittha-
bhumi. Anagami yang tidak punya pancamajjhakusala akan lahir di rupa-bhumi,
karena, meski tidak punya jhana, saat akan mangkat, maggasiddhijhana akan
muncul. Arupa-bhumi 4 adalah alam para Arupa Brahma ( makhluk yang punya
Arupa-jhana ); Akasanancayatana-bhumi ( keadaan dari konsepsi kesadaran ruang
                                        2
yang tanpa batas ); Vinnanancayatana-bhumi ( keadaan dari konsepsi kesadaran
tanpa batas ); Akincannayatana-bhumi ( keadaan dari konsepsi kekosongan );
Nevasannanasannayatana-bhumi ( keadaan dari konsepsi bukan pencerapan, pun
bukan – bukan pencerapan ).



2011/10/27 – 08:15

Brahma-appamanasubha-bhumi ( alam para Brahma yang auranya tak terbatas );
Brahma-subhakinha-bhumi ( alam para Brahma yang auranya penuh dan tetap ).
4) Catutthajjhana-bhumi 7 ( 7 alam kehidupan jhana 4 ); Brahma-vehapphala-
bhumi ( alam para Brahma yang besar pahalanya ); Brahma-asannasatta-bhumi (
alam para Brahma yang tidak punya kesadaran, jasmani saja tanpa batin ). Lima
alam kehidupan berikutnya dalam Catutthajjhana-bhumi disebut Suddhavassa 5,
alam kediaman murni, khusus untuk Anagami; Brahma-aviha-bhumi ( alam para
Brahma yang tahan lama ); Brahma-atappa-bhumi ( alam para Brahma yang
tentram ); Brahma-sudassa-bhumi ( alam para Brahma yang indah ); Brahma-
sudassi-bhumi ( alam para Brahma yang berpandangan terang ); Brahma-
akanittha-bhumi ( alam para Brahma yang luhur ). Anagami yang akan lahir di
alam Suddhavassa, adalah yang punya pancamajjhakusala dan 5 indra yang kuat.



2011/10/27 – 08:11

Rupa-bhumi 16 adalah alam Rupa Brahma ( makhluk yang punya rupa-jhana ),
pemilik rupa-jhana akan lahir di sini jika sesaat sebelum kematiannya masih punya
kekuatan jhana-nya. Alam ini terbagi berdasar tingkat dan kekuatan jhananya (
lemah, sedang, kuat ); 1) Pathamajjhana-bhumi 3 ( 3 alam kehidupan jhana 1 );
Brahma-parisaja-bhumi ( alam para pengikut Brahma ); Brahma-purohita-bhumi (
alam para menterinya Brahma ); Maha-Brahma-bhumi ( alam Brahma yang besar
). 2) Dutiyajjhana-bhumi 3 ( 3 alam kehidupan jhana 2 ); Brahma-parittabha-
bhumi ( alam para Brahma yang kemilau cahayanya kecil ); Brahma-
appamanabha-bhumi ( alam para Brahma yang kemilau cahayanya tak terbatas );
Brahma-abhassara-bhumi ( alam para Brahma yang kemilau cahayanya
                                        3
gemerlapan ). 3) Tatiyajjhana-bhumi 3 ( 3 alam kehidupan jhana 3 ); Brahma-
parittasubha-bhumi ( alam para Brahma yang auranya kecil ) -



2011/10/26 – 16:54

Disebut Tusita-bhumi ( alam penuh kebahagiaan ), karena dewanya terbebas dari
hati panas, hanya ada kesenangan dan kenikmatan, Maitreya Phusa tinggal di sini.
Disebut Nimmanarati-bhumi ( alam dewa yang menikmati ciptaannya ), karena
dewa-dewa di sini menikmati kesenangan dari obyek 5 indra hasil ciptaan
pikirannya. Disebut Paranimmitavasavatti-bhumi ( alam dewa yang membantu
menyempurnakan ciptaan dari dewa-dewa lainnya ), karena dewa-dewa ala mini
menciptakan dan menikmati dan dapat membantu menyempurnakan ciptaan
dewa-dewa lain. Kitab Vibhanga menyebutkan, usia catummaharajika-dewata =
500 tahun. Satu harinya = 50 tahun manusia, jadi jika 1 bulan = 30 hari, 1 tahun =
12 bulan, usia catummaharajika-dewata = 9 juta tahun manusia. Di alam dewa,
arya-puggala lebih banyak, perkembangan Fo Fak dan beberapa segi kehidupan
lebih baik; tapi cuma di alam manusia ada Sangha dan pengajaran Tipitaka,
tempat menyempurnakan Paramita dan merealisir Pencerahan.



2011/10/26 – 16:53

3) Virupakkha ( pemimpin kaum naga di bagian / arah Barat ); 4) Vessavana (
pemimpin para yakkha di bagian / arah Utara ). Berdasar tempat tinggalnya,
Catummaharajika dibedakan jadi; bhummamattha ( yang tinggal di atas tanah,
seperti gunung, sungai, laut, rumah, cetya, vihara, dan lain-lain ); rukakkhata (
yang tinggal di atas pohon, ada 2 : yang punya surga / istana di atas pohon dan
yang tidak punya ); akasattha ( berdiam di angkasa, seperti bulan, bintang, planet-
planet ). Disebut Tavatimsa-bhumi ( alam 33 dewa ), karena dihuni 33 dewa.
Dulu ada 33 pria yang selalu bekerja sama dalam berbuat kebajikan, menolong
orang, membangun jalan, vihara, dan lain-lain, setelah mangkat semua terlahir di
1 alam yang sama. Pemimpinnya adalah Sakka, yang juga dikenal sebagai Indra,
berdiam di istana Vejayanta, di ibukota kerajaan bernama Sudassana. Disebut
                                         4
Yama-bhumi, karena para dewanya bebas dari kesulitan, hanya ada kesenangan.
Ala mini dipimpin Raja Dewa Suyama.



2011/10/26 – 16:52

Disebut asurakaya-bhumi, karena makhluk yang di alam ini jauh dari kemuliaan,
kebebasan, kesenangan. Ada 3; dewa-asura : kelompok dewa yang disebut asura;
peta-asura : kelompok peta yang disebut asura; niraya-asura : kelompok makhluk
neraka yang disebut asura. Disebut manussa-bhumi, karena makhluk yang
disebut manusia ini; mengetahui yang baik dan buruk, yang berguna / tidak, yang
berfaedah / tidak; pikirannya sangat tajam, jadi bisa melakukan hal yang baik luar
biasa / luar biasa buruk; mengembangkan Ke-Buddha-an atau berbuat durhaka.
Dikategorikan sugati-bhumi karena terdapat kesenangan dan penderitaan, juga
bisa merealisir Nibbana di alam ini. Disebut Catummaharajika-bhumi, karena di
sini berdiam 4 Raja Dewa; 1) Dhatarattha ( yang memimpin gandhabba / dewa
musisi di bagian / arah Timur ); 2) Virulhaka ( memimpin kumbhanda / penjaga
hutan, gunung, harta tersembunyi, dan lain sebagainya di bagian / arah Selatan ).



2011/10/25 – 11:52

Ogilini ( yang badannya seperti bara api ); asisa ( yang tidak berkepala ); bhikkhu-
peta ( yang badannya seperti bhikkhu ); bhikkhuni-peta ( badannya seperti
bhikkhuni ); sikkhamana ( badannya seperti pelajar wanita atau calon bhikkhuni );
samanera-peta ( yang tubuhnya seperti samanera ); samaneri-peta ( tubuhnya
seperti samaneri ). Buddha Master mengajarkan, siswa harus selalu membuat
perisai pelindung diri, mengundang Vajra Dharmapala, jadi tidak terpedaya oleh
penampilan luar yang bisa menyesatkan, atau juga terkena gangguan setan yang
mencari makan kotoran, darah, nanah, kuku, rambut, kulit, daging, manusia. Ibu
yang akan melahirkan atau yang luka / harus operasi, disarankan membuat tali 5
warna, setelah dibacakan Ta Pei Chou, diikatkan pada rambut atau tubuhnya,
sebagai penjaga / pelindung dari setan yang mencari makan di rumah sakit. Jika
tinggal di kamar RS tersendiri, ada baiknya memasang audio paritta / chou.
                                         5
2011/10/25 – 11:51

Suttanga ( yang berkaki dan tangan panjang dengan kuku setajam pisau );
pabbatanga ( bertubuh setinggi gunung ); ajagaranga yang tubuhnya seperti ular;
vemanika ( siang jadi setan, malam jadi dewa ); mahidadhika ( yang punya
kekuatan gaib ). Kitab Vinaya dan Lakhanasanyutta memilah peta berdasar
performance-nya; atthisankhasika ( bertulang bersambung tanpa daging );
mansapesika ( yang berdaging pecah-pecah tidak bertulang ); mansapinada ( yang
dagingnya berkeping-keping ); nicachaviparisa ( yang tidak berkulit ): asiloma (
yang berbulu tajam); sattiloma ( yang berbulu seperti tombak ); usuloma ( yang
berbulu panjang seperti anak panah ); suciloma ( yang berbulu seperti jarum );
dutiya-suciloma ( berbulu seperti jarum, tetapi lebih halus ); kumabhanda ( yang
kemaluannya sangat besar ); guthakupanimugga ( yang bergelimang kotoran );
guthakhadaka ( yang makan kotoran ); nicachavitaka ( setan perempuan tidak
berkulit ); dugagandha ( yang berbau sangat busuk );



2011/10/25 – 11:50

Tinggal di alam manusia, peta dibedakan menjadi peta 4, peta 12, peta 21. Peta 4
( sumber : Petavatthu-atthakatha ); paradattupajivika yang bertahan hidup
dengan makan persembahan dari upacara; khupapipasika yang selalu lapar dan
haus; nijjhamatanhika yang selalu kepanasan; kalakacinka adalah asura yang
menjadi setan. Jika ada Phusa yang jadi setan, Ia akan jadi paradattupajivika dan
bukan jenis lain, karena cuma jenis peta ini yang dapat menerima persembahan
makan / minum lewat upacara sembahyang. Dalam Kitab Gambhihilokapannati,
peta 12 adalah; vantasa ( yang makan ludah, dahak, muntah ); kunapasa ( makan
mayat manusia dan hewan ); guthakhadaka ( yang makan berbagai macam
kotoran ); aggijalamukha ( yang di mulutnya selalu ada api ); sucimuja ( yang
mulutnya sekecil lubang jarum ); tanhatitta ( yang dikendalikan tanha jadi selalu
lapar dan haus ); sunijjhamaka ( yang bertubuh hitam seperti arang ); suttanga


                                        6
2011/10/25 – 11:49

Disebut niraya / neraka karena tidak ada kesenangan / kebahagiaan. 8
mahaniraya; sanjiva; kalasutta; sanghata; roruva; maha-roruva; tappana; maha-
tappana; avici. Membunuh manusia menyebabkan jatuh ke sanjiva atau
kalasutta; yang membunuh hewan akan jatuh ke sanghata dan roruva; pencurian
menjatuhkan pelakunya ke maha-roruva; pembakar kota akan jatuh ke tapana;
yang berpandangan salah masuk ke maha-tappana; avici bagi pelaku 5 perbuatan
durhaka garuka kamma. Tiracchana / hewan tidak memiliki tempat khusus,
penderitaan lebih besar daripada kebahagiaannya, dan tidak menyediakan kondisi
yang sesuai untuk melakukan perbuatan berjasa. Dibedakan menjadi 2, yang
dapat dilihat dengan mata biasa dan yang tidak ( misal: virus ). Berdasarkan
kakinya, dipilah jadi 4: apada yang tidak berkaki; dvipada yang berkaki 2; catupada
berkaki 4; dan bahupada yang berkaki banyak ( ulat bulu, lipan, dan lain-lain ).
Kaum peta / setan tidak punya alam khusus.



2011/10/25 – 11:48

Dalam 31 alam kehidupan, perilaku dan sikap mental yang berbeda dapat
menyebabkan kelahiran di alam yang berbeda sama sekali. Kenali penyebab dan
alam kelahiran yang diakibatkannya, jadi kita tidak salah masuk. 31 alam terbagi
dalam 3 kelompok besar; 11 kama-bhumi, 16 rupa-bhumi, dan 4 arupa-bhumi.
Nibbana terbebas dari tumimbal lahir dan samsara. Kama-bhumi adalah alam
makhluk yang masih melekat pada nafsu / kama, terbagi jadi 4 apaya-bhumi dan 7
kamasugati-bhumi. Apaya-bhumi adalah 4 kehidupan menyedihkan; niraya /
neraka; tiracchana / hewan; peta / setan lapar; dan asurakaya / raksasa.
Kamasugati-bhumi adalah 7 alam yang didominasi kesenangan indera; manussa /
manusia; catummaharajika / alam 4 maharaja dewa; tavatimsa / alam 33 dewa;
alam yama; tusita / alam kenikmatan; nimmanarati / alam dewa yang menikmati
ciptaannya; paranimmitavasavatti / alam dewa yang membantu dewa lain
menyempurnakan ciptaannya.



                                         7
2011/10/24 – 11:44

Tathagata Pelita Paling Jaya mengirimkan Dharani ini pada Yang Dijunjungi Dunia (
Sheciamoni ) dan para makhluk dunia Saha yang dikuasai nafsu keinginan (
sehingga ) berada dalam kegelapan yang pekat, ( supaya ) mereka dapat
mencapai kedamaian yang teguh dan memperoleh pahala kebajikan besar.” Lalu
diucapkanlah kembali Dharani tersebut. Saat itu Fo memberitahu Ananda,
“Terimalah, pertahankanlah, dan lafalkanlah Dharani ini. Babarkan ( maknanya ),
tuliskan, dan lestarikan Dharani tersebut. Mengapa ? Karena berjumpa dengan Fo
di muka bumi ini sungguh sulit, tapi masih lebih sulit lagi untuk mempertahankan
Dharani ini. Ananda, barangsiapa yang menerima, menghafalkan, mempelajari,
melafalkan, dan menyebarkannya, akan memperoleh keberuntungan yang besar.”
Sutra Dharani Kedamaian Rumah yang Dibabarkan Fo paripurna.



2011/10/24 – 11:43

Ke-2 Phusa itu menghadap Sheciamoni dan menyembah-Nya. Mereka berkata,
“Yang Dijunjungi Dunia, melewati 10.000 nayuta koti Tanah Fo dari dunia ini,
terdapat Tanah Fo yang disebut Bunga Makhluk Hidup. Fo nya bernama Pelita
Paling Jaya, Arahat, Samma Sambuddha, Fo, Yang Dijunjungi Dunia. Fo Yang
Dijunjungi Dunia itu saat ini membabarkan Dharma di sana dan Beliau mengirim
kami kemari untuk menghadap-Mu. Umat dunia Saha ini dilanda penyakit dan
dikuasai amarah, sehingga tidak mengalami kedamaian. ( Ini berlaku juga bagi )
para hantu, dewa, makhluk halus, dan yaksha. Termasuk juga para preta, asura,
garuda, hantu ganren, hantu gantuo, hantu yibing, hantu penyebab kegilaan pada
manusia, hantu pengacau pikiran manusia, hantu di persimpangan jalan, hantu
penyebab penyakit selama 1 hari, hantu penyakit selama 2,3,4, hingga 7 hari, dan
hantu penyebab penyakit umum. Mereka semua dikuasai pandangan salah
berupa kemarahan.” --



2011/10/24 – 11:42


                                        8
Beliau mengirim 2 Phusa, yang pertama bernama Kegemilangan Agung, yang ke-2
bernama Cahaya Tanpa Batas. Beliau memerintahkan ke-2 putra berbudi
tersebut untuk mempertahankan dan melestarikan 1 Dharani, dan berkata pada
Mereka, “Putra yang berbudi, pergilah kalian ke dunia Saha dan sampaikan
Dharani ini pada Sheciamonifo. Dharani itu berlimpah kebajikan unggulnya.
Dapat menolong para makhluk dari kegelapan nan pekat, membimbing menuju
kedamaian nan teguh, sehingga sanggup melimpahkan pahala kebajikan yang
besar.” Lalu Fo melafalkan Dharani tersebut, “Tuo Die Ye Ta, Bo Luo Su Li, Su Li –
Su Li, Li Sha Mo Di, Mo He Suo Mo Di, Suo Man Di, Mo He Suo Man Di, Suo Li,
Suo Luo Li, Suo Ha. Demikian asal mula ke-2 Phusa itu menerima Dharani tersebut
dari Fo. Dengan waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menekuk dan
merentangkan kembali lengannya, Mereka berangkat dari Tanah Bunga Makhluk
Hidup ke Shravasti, Hutan Jeta --



2011/10/24 – 11:42

Sutra Dharani Kedamaian Rumah yang Disabdakan Buddha – Foshuo Anzhai
Tuolonizhoujing – Taisho Tripitaka 1029; Demikian telah kudengar; Suatu saat Fo
sedang berdiam di Shravasti, Hutan Jeta, di Taman Bagi Anak Yatim PIatu dan
Pertapa; disertai 1.250 bhikshu agung dan 40.000 Phusa agung. Juga Raja Maha
Brahma penguasa dunia Saha bersama para Maharaja Langit: Dhrstrarashtra,
Virudhaka, Virupaksha, dan Vaisramana. Juga 28 jendral besar yaksha dan
seluruh dewa-dewa yang berjumlah 84.000, dewa-dewa Aliduo mulai yang
dewasa hingga para putranya mereka datang sekeluarga. Dengan penuh hormat
dan kemantapan hati mengunjungi pasamuwan Dharma tersebut. Terdapat
Tanah Fo sejauh 10.000 nayuta koti Tanah Fo dari dunia ini, yang bernama Bunga
Makhluk Hidup. Fo nya bernama Tathagata Raja Pelita Paling Jaya, Arahat,
Samma Sambuddha, Fo, Yang Dijunjungi Dunia. Fo Yang Terberkahi itu kini
membabarkan Fak ( di sana ) --



2011/10/23 – 10:59

                                        9
Ananda, di sebelah Utara tempat ini, terdapat 1 gunung bersalju yang tinggi,
tempat tumbuhnya pohon Brahma besar bernama Susah Ditaklukkan, yang
memiliki 3 jenis bunga; yang pertama “Tumbuh Pertama,” kedua bernama
“Kematangan,” sedangkan yang ketiga disebut “Mengering dan layu.” Tidak
berbeda dengan bunga tersebut yang mengering dan layu, demikian juga penyakit
berat yang dialami oleh para bhikshu ( yang Kukasihi tersebut ). Mereka tidak
akan mengalirkan darah dan nanah lagi. Penderitaan mereka akan dicabut hingga
ke akar-akarnya, dan penyakit beratnya akan sirna. Lebih jauh, mereka yang
senantiasa melafalkan Sutra ini akan dapat mengingat 7 kehidupan masa lalu
mereka. Demikian pahala melafalkan Dharani ini. Juga, masih ada 1 Dharani lagi,
sebagai berikut; Da Zhi Ta, Zhan Mi – Zhan Mi, She Zhan Ni, She Mo Ni, She Zhan
Ni, So Ha. Dalam bahasa Sanskrit; Tadyatha, Same – Same, Sa – Same, Sa –
Manisa, Jadi, Svaha. Usai sudah Fo membabarkan Sutra ini, YA Ananda dan
seluruh hadirin diliputi kegembiraan besar dan dengan penuh keyakinan
menerima dan melaksanakannya.



2011/10/23 – 10:59

Fo memberitahu Ananda, “( wahai Ananda ), dengarkanlah Sutra Penyembuhan
Penyakit Berat ini, bacalah, lafalkan, terimalah, dan hafalkan ( dalam ) ingatanmu.
Sebarkanlah seluas mungkin. Sutra ini dapat menjadi penyembuh bagi berbagai
penyakit berat ( kanker ), termasuk yang disebabkan angin, panas, dan unsur -
unsur yin, ( atau ) akibat gabungan antara ketiga jenis unsur ini. Begitu juga, ia
dapat menjadi penyembuh penyakit berat yang menyerang darah, rongga perut,
hidung, gigi, lidah, mata, telinga, kepala, anggota-anggota tubuh, tulang belakang,
anus, dan persendian.          Semuanya dapat disembuhkan dan dilenyapkan.
Kesembuhan tanpa diragukan lagi akan terjadi. Karenanya, lafalkan dan hafalkan
Dharani yang berbunyi sebagai berikut; Da Zhi Ta, E Lan Di, E Lan Mi, Shi Li Bei,
Shi Li – Shi Li, Mo Jie Shi zhi, San Po Ba Dou, Suo Ha. Dalam bahasa Sanskrit;
Tadyatha, Om, Sarva Grahita Me, Sr – Sr, Ma Kasti Sam – Bhavatu, Svaha.




                                        10
2011/10/23 – 10:55

ARSAPRASAMANASUTRA – Foshuo Liaozhibingjing – Sutra Penyembuhan
Penyakit Berat ( kanker ) yang Disabdakan Buddha – Taisho Tripitaka 1325 –
terjemahan Sanskrit: YA Yijing, terjemahan Indonesia: Ivan Taniputera.
Demikianlah yang telah kudengar; suatu ketika Fo sedang berdiam di Rajagraha, di
hutan bambu, bersama dengan Beliau hadir pula 500 orang bhikshu utama. Pada
saat itu, terdapat banyak bhikshu yang menderita penyakit berat. Tubuh mereka
menjadi kurus, dibelenggu oleh penderitaan baik siang maupun malam. YA
Ananda menyaksikan hal itu ( dan merasa kasihan pada mereka ), maka pergilah
Ia pada Fo, berlutut dan menyembah pada kedua kakinya, lalu berdiri serta
mengajukan pertanyaan, “Yang Dijunjungi Dunia, di Rajagriha ini, ada banyak
kumpulan makhluk yang tubuhnya menderita penyakit berat. Mereka dibelenggu
oleh penderitaan baik siang maupun malam. Yang Dijunjungi Dunia, bagaimana
cara menolong mereka ?”



2011/10/22 – 12:44

Berikut arti 12 – 18 Lengan Cundi; 12) tangan memegang kulit kerang besar (
lambang penguraian Dharma murni yang menggetarkan semesta ). 13) tangan
memegang Vajra Kait ( lambang kemampuan menarik semua fenomena dalam
penglihatan seseorang ). 14) tangan memegang vas pengabul keinginan (
lambang fungsi manifestasi semua harta dan Kitab Suci sekehendak hati ). 15)
tangan memegang Vajra ( lambang pemusatan dukungan dari 8 kelompok
makhluk suci dan naga, juga lambang penundukan makhluk yang keras kepala ).
16) tangan memegang Sutra Prajna ( lambang kesadaran diri sendiri dan
pengetahuan kebenaran yang sangat dalam dan menakjubkan tanpa bimbingan
guru ). 17) tangan memegang moni pengabul keinginan ( lambang getaran dan
cahay pikiran yang tanpa cacat, terang, sempurna ). 18) 2 tangan, bersama
tangan pertama, membentuk mudra akar ( no 1 ).



2011/10/22 – 12:43
                                       11
Berikut arti 4 – 11 Lengan Cundi Fomu; 4) lengan memegang teratai ( lambang
kemurnian 6 indra, tanpa noda, semurni teratai ). 5) tangan memegang Pedang
Prajna ( lambang pemutusan keterikatan penderitaan dan 3 racun lobha, dosa,
moha ). 6) tangan memegang vas kekuasaan ( lambang aliran nektar untuk
memelihara semua makhluk, agar dapat menerima abhiseka para Fo ). 7) tangan
memegang hiasan kepala penuh permata indah ( lambang keinginan yang
dihubungkan dengan seni Dharma yang indah ). 8) tangan memegang vajra jerat /
lasso ( lambang kemampuan untuk menarik semua ke dalam tantra yoga ). 9)
tangan memegang buah surgawi ( lambang buah pencapaian Pencerahan
Sempurna dan pelatihan karma baik yang sangat luas ). 10) tangan memegang
Dharma Cakra ( lambang pemutaran Roda Dharma yang konstan, memancarkan
sinar terang benderang ke 3 alam menderita ). 11) tangan memegang kapak
perang ( lambang kemampuan menghilangkan semua latihan sesat dan
keterikatan pada diri sendiri dan yang lain ).



2011/10/22 – 12:43

Berikut Avenika Dhamma 9 – 18; 9) pemikirannya yang tidak pernah
berkekurangan untuk menyelamatkan semua makhluk. 10) kebijaksanaan yang
tidak pernah padam untuk menyelamatkan semua makhluk. 11) kekuatan
pembebasannya. 12) dasar-dasar kekuatan pembebasannya. 13) menampakkan
kebijaksanaan sempurna dalam tindakannya. 14) menampakkan kebijaksanaan
sempurna dalam kata-kata. 15) menampakkan kebijaksanaan sempurna dalam
pemikiran. 16) pengetahuan pasti tentang masa lalu. 17) pengetahuan pasti
tentang masa depan. 18) pengetahuan pasti tentang masa kini. SIMBOL DAN
ARTI 18 LENGAN CUNDI, sebagai berikut; 1) 2 tangan dengan Mudra Akar
Penguraian Dharma ( lambang kelancaran pembabaran semua Fak ). 2) tangan
yang memegang bendera berharga yang menakjubkan ( lambang kemampuan
untuk mendirikan vihara yang sangat bagus ). 3) tangan bermudra Tak Gentar (
lambang kemampuan melepaskan semua makhluk dari ketakutan ).




                                     12
2011/10/22 – 12:41

Disebutkan, Cundi Fomu adalah manifestasi Tathagata saat memasuki Samadhi
Gaib Transformasi Kekosongan dan Lautan. Kata Cundi berarti Kemurnian
Tertinggi. Jadi Fomu / Ibu semua dewa tingkat teratai dan 7 koti Fo Phusa,
disebut juga Cundi Kwan Im, Vajra Penuh Kemenangan, Vajra Penundukan,
didampingi 2 Lungwang; Nanda dan Upananda. Dengan 3 mata dan tubuh kuning
muda, 18 lengan sebagai ekspresi 18 kebaikan Pencapaian Kebuddhaan. Sastra
Maha Prajna Paramita menyebutkan, 18 karakteristik Fo ( Avenika Dhamma )
yang membedakan Fo dari Phusa, sebagai berikut; 1) kesempurnaan tubuh. 2)
kesempurnaan kara-kata. 3) kesempurnaan ingatan. 4) kesempurnaan sifat tidak
memihak ( netral / persamaan ) kepada semua makhluk. 5) ketenangannya. 6)
pengorbanan dirinya.    7) keinginannya yang tak pernah berhenti untuk
menyelamatkan semua makhluk. 8) semangatnya yang tak pernah merosot untuk
menyelamatkan semua makhluk.



2011/10/17 – 10:36

Berikut ikrar 15 – 18 Manjusri ( Maharatnakuta ); 15) Aku bertekad untuk berkali-
kali yang tak terhitung banyaknya, terlibat dalam Samsara, selama waktu yang tak
terbayangkan lamanya, untuk membawa berkah keberuntungan bagi semua
makhluk hingga akhir masa. 16) Aku akan melatih semua perbuatan Bodhisattva
demi menyelamatkan makhluk dari penderitaan mereka. Sejak saat ini dan
seterusnya, jika Aku melanggar sumpah-Ku dan menjadi tamak, kikir, atau marah
/ membenci, berarti Aku telah membohongi para Fo dari 10 penjuru. 17) Sejak
saat ini sampai saat Aku merealisir Pencerahan, Aku akan selalu mengikuti para Fo
dalam melatih perilaku murni, Aku akan melaksanakan sila murni, dan tidak akan
melakukan pelanggaran.        18) Aku tidak akan mengembangkan gagasan
Pencapaian Ke-Buddhaan secara tergesa-gesa, sebaliknya, hingga akhir masa, Aku
akan memberi manfaat bagi semua makhluk, menghiasi dan memuliakan serta
memurnikan Tanah Fo yang tak terhitung dan tak terbayangkan jumlahnya.
Nama-Ku akan terdengar di semua alam dan dunia di 10 penjuru.


                                       13
2011/10/17 – 10:35

Berikut ikrar 13 – 14 Manjusri ( Maharatnakuta ); Jika Mereka berharap
memandang Fo, Mereka akan menyaksikan Buddha Pandangan ( Pemahaman )
Universal ( Universal Sight Tathagata ) yang sedang duduk di bawah pohon Bodhi,
begitu Mereka berpikir untuk menatap-Nya, di manapun Mereka berada, baik
sedang berjalan, duduk, atau berdiri. Para Phusa yang memiliki keraguan
terhadap Dharma akan memutuskan jarring keragu-raguan Mereka, dan
memahami makna mendalam dari Dharma begitu memandang Fo tersebut, tanpa
perlu mendapat penjelasan apapun. 14) Aku telah bertekad untuk memenuh
Tanah Fo-Ku dengan semua kebajikan dan kemegahan, setara kebajikan dan
kemegahan semua ratusan ribu juta milyar Tanah para Fo, yang telah pernah
Kulihat sebelumnya. Bagaimanapun, Tanah-Ku tidak akan memiliki 2 yana, 5
kekeruhan moral, dan yang sejenisnya. Yang Dijunjungi Dunia, bahkan jika Aku
sendiri menghitung kebajikan dan kemegahan Tanah Fo-Ku, Aku takkan pernah
bisa selesai melakukannya, meski selama kalpa yang tak terhitung banyaknya
seperti butiran pasir Sungai Gangga. HANYA FO YANG TAHU DAN PAHAM
CAKUPAN IKRARKU.



2011/10/17 – 10:34

Berikut ikrar 11 – 13 Manjusri ( Maharatnakuta ); 11) Tanah-Ku tidak akan
terlingkupi oleh cahaya matahari, bulan, mutiara, bintang-bintang, api, dan lain
sebagainya. Semua Phusa di situ akan dapat melingkupi jutaan Tanah Fo yang tak
terhingga dengan cahaya Mereka sendiri. Di Tanah-Ku, akan menjadi siang hari
saat bunga-bunga mekar, dan menjadi malam hari saat bunga-bunga menguncup,
dan musim akan berganti sesuai keinginan para Phusa. Di situ takkan ada dingin,
panas, usia tua, penyakit, atau kematian. 12) Jika mereka inginkan, para Phusa di
Tanah-Ku akan dapat bepergian ke Tanah-tanah Suci lain untuk mencapai
Pencerahan Sempurna, Mereka akan merealisirnya setelah meninggalkan surga
Tusita saat kehidupan Mereka di sana berakhir. Tak satupun di Tanah-Ku akan

                                       14
parinibbana. 13) Meski mereka tak akan menampakkan diri di angkasa, ratusan
ribu alat musik akan terdengar. Suara musiknya bukanlah suara keinginan penuh
ketamakan, melainkan suara berbagai Paramita, tentang Fo, Fak, Shen, dan
doktrin-doktrin Kanon Bodhisattva. Para Phusa akan dapat mendengar Dharma
sesuai tingkatan pemahaman Mereka.



2011/10/17 – 10:32

Brikut ikrar 10 Manjusri ( Maharatnakuta ); 10) Aku bertekad bahwa Tanah Fo ku
akan terbentuk dari aneka permata mulia yang tak terhitung jumlahnya dan
terhias dengan jalinan mutiara-mutiara elok yang tak terhitung banyaknya, yang
terangkai indah. Mutiara-mutiara ini sangat langka dan susah ditemukan di 10
penjuru, nama dan jenisnya akan begitu beragam hingga tak seorangpun dapat
selesai menghitungnya, bahkan dalam jutaan tahun. Tanah-Ku akan nampak
seperti terbuat dari emas bagi para Phusa yang berharap bahwa Tanah tersebut
terbuat dari emas, dan akan terlihat seakan terbuat dari perak bagi para Phusa
yang berharap Tanah tersebut terbuat dari perak, tanpa mempengaruhi
penampilan keemasannya pada Mereka yang berharap Tanah itu terbuat dari
emas. Tergantung pada harapan-harapan para Phusa, Tanah itu akan nampak
seakan terbuat dari kristal, lapis lazuli, agate, mutiara, atau pusaka lainnya
apapun, tanpa mempengaruhi penampakannya bagi yang lain. Tanah tersebut
juga akan nampak seperti terbuat dari cendana harum, kayu aloe wangi, gaharu
merah, atau kayu lain apapun, semuanya sesuai dengan harapan dan keinginan
para Phusa.



2011/10/16 – 13:46

Berikut sumpah 7 – 9 Manjusri ( Maharatnakuta ); 7) Aku bertekad bahwa, saat
Mereka lahir, para Phusa di Tanah-Ku, hanya dengan menginginkannya, akan
dapat memperoleh di tangan Mereka, jubah berharga apapun yang Mereka
inginkan, bersih dan sesuai bagi Sramana. Lantas Mereka akan berpikir, “Aku
seharusnya belum boleh mengenakannya sendiri, sampai aku selesai
                                      15
mempersembahkannya pada para Fo di 10 penjuru.” Maka demikianlah Mereka
akan pergi mempersembahkan jubah-jubah berharga Mereka pada para Fo di
Tanah-tanah Fo yang tak terhitung di 10 penjuru, dan kemudian kembali ke Tanah
Mereka sendiri, semuanya akan terlaksana hanya dalam sekejab saja. Hanya
setelah melakukan semua ini Mereka akan merasa nyaman mengenakan jubah-
jubah tersebut. 8) Aku bertekad bahwa para Phusa di Tanah-Ku akan
mempersembahkan kekayaan, aneka pusaka dan kebutuhan hidup pada para Fo
dan Sravaka, sebelum Mereka gunakan. 9) ( AKu bertekad bahwa ) Tanah-Ku akan
bebas dari 8 Larangan, Dharma yang tidak menguntungkan, perbuatan salah dan
pelanggaran, aneka kesakitan, kejengkelan, dan ketidakbahagiaan. ( bersambung,
berdasar versi ini, adhittana Sang Manjusri >10).



2011/10/16 – 13:42

Berikut sumpah 6 Manjusri ( Maharatnakuta ); 6) Aku bertekad, sebagaimana
para penghuni Surga Amithofo memiliki sukacita Dharma dalam hal makanan, di
Tanah-Ku, para Phusanya akan segera menemukan bahwa tangan kanan Mereka
memegang sebuah patta / bowl penuh makanan lezat penuh citarasa begitu
Mereka berpikir tentang makanan. Sesaat kemudian, Mereka akan berpikir,
“Takkan pernah terjadi dalam kondisi apapun, bahwa aku akan memakannya
sendiri sebelum mempersembahkannya pada semua Fo di 10 penjuru serta
mendanakannya pada para makhluk yang miskin papa menderita seperti kaum
preta, hingga mereka terpuaskan.” Setelah berpikir demikian, Mereka akan
memiliki 5 abhijna yang memungkinkan Mereka untuk terbang di angkasa tanpa
halangan dan bepergian untuk mempersembahkan makanan-makanan lezat
tersebut pada para Fo, Tathagata, Sravaka, di Tanah Fo yang tak terhingga
banyaknya di 10 penjuru. Para Phusa dari Tanah-Ku tersebut akan mendanakan
makanan pada para makhluk nestapa yang menderita di semua Tanah Fo
tersebut, dan membabarkan Dharma pada mereka, sehingga mereka dapat
terbebas dari dahaga akan nafsu keinginan. Semua Phusa ini hanya butuh waktu
sekejab untuk menyelesaikan dan menyempurnakan semua ini, dan kemudian
kembali ke Tanah Mereka ( Tanah Suci Manjusri ).

                                      16
2011/10/16 – 13:41

Berikut sumpah 4 – 5 Manjusri ( Maharatnakuta ); 4) Aku bertekad tidak akan
bangkit dari tempat duduk-Ku di bawah pohon Bodhi, sejak saat Aku duduk di
atas tempat duduk tersebut, hingga Aku mencapai Pencerahan Sempurna dan
Pari Nibbana, ( dan selama waktu tersebut ) selalu membabarkan Dharma dengan
cara menggunakan kekuatan batin untuk menghasilkan tubuh-tubuh jelmaan
yang tak terhitung jumlahnya demi umat yang tak terbayangkan banyaknya di
Tanah-tanah Fo yang tak terbatas jumlahnya di 10 penjuru. 5) Aku bertekad
bahwa di Tanah-Ku takkan dapat ditemukan sebutan ‘perempuan.’ Tanah itu
akan didiami para Phusa yang bebas dari 5 kekotoran, yang semuanya melatih
perilaku murni, dan yang secara spontan terlahir dalam posisi duduk bersila dan
mengenakan jubah biarawan. ( Aku bertekad untuk membuat Tanah-Ku ) bebas
dari Sravaka dan Pacceka Buddha, meski hanya dalam nama / sebutan, kecuali
Mereka yang dijelmakan dengan kekuatan batin Tathagata demi menjabarkan
doktrin-doktrin 3 yana pada para umat di Tanah Fo di 10 penjuru.



2011/10/16 – 13:40

Dalam terjemahan Chang dari Maharatnakuta Collection, sumpah Manjusri
adalah sebagai berikut; 1) jika para Fo ( masa datang ) di Tanah Fo yang tak
terhitung di 10 penjuru, yang Kulihat dengan mata deva-Ku yang tak terintangi,
tidak dapat Kuyakinkan untuk melahirkan Bodhicitta, atau Ku ajar untuk melatih
dana, sila, khanti, virya, samadhi, prajna, dan untuk mencapai Pencerahan
tertinggi, Aku tidak akan mencapai Bodhi. Hanya setelah pemenuhan sumpah ini
Aku akan merealisir Pencerahan Sempurna. 2) Aku telah bertekad untuk
menggabungkan Tanah-tanah Fo yang tak terhitung banyaknya seperti pasir
Sungai Gangga menjadi 1 Tanah Fo, dan menghiasinya dengan permata yang tak
terhitung banyaknya, berpadu dengan eloknya. Jika Aku tidak dapat melakukan
ini, maka Aku takkan pernah merealisir Pencerahan Sempurna. 3) Aku bertekad


                                      17
bahwa di Tanah-Ku akan ada sebatang Pohon Bodhi sebesar 10 milyar semesta
alam, yang memancarkan sinar ke seluruh ( penjuru ) Tanah Fo-Ku.



2011/10/15 – 12:33

Berikut ikrar 10 Manjusri; 10) jika ada yang berjodoh / tidak, dengan-Nya ataupun
metode-Nya, ( biarlah ) mereka memiliki kesamaan ikrar agung dengan-Nya,
memperoleh tubuh seperti-Nya, tiada bedanya dengan-Nya, menjalankan 4
Brahma Vihara, hati seluas angkasa, menyelamatkan insan luas tanpa kenal lelah,
bertekad mencapai Bodhi, menapaki Jalan Anuttara Samyak Sambodhi Maha Arya
Manjusri, dengan ikrar yang didasari sifat keagungan, tidak masuk dan juga tidak
keluar dari Triloka, hati bagai angkasa, selalu berada dalam samudra sifat kesucian
Tathagata, Tathagata Garbha, menetap di Dharmadhatu, berada dan berdiam
dalam kesadaran tiap insan. Disebutkan, Manjusri mengatakan, “Aku memiliki
ikrar, dengan kekuatan keagungan, memberikan adhistana pada umat, agar
nodanya sirna, memasuki Bodhi, buah keluhuran ( siddhi ) para Fo. Inilah yang
dinamakan 10 macam Ikrar Agung Bodhisattva.” MAHARATNAKUTA--



2011/10/15 – 12:32

Berikut ikrar 7 – 9 Manjusri; 7) jika ada yang kungyang pada / menerima
kungyang dari Manjusri, yang membuat kebajikan / membuat orang lain berbuat
kebajikan, yang melatih diri dengan keras / melakukan pelanggaran, yang
berkarya / tidak, yang mengajar / menerima ajaran dari-Nya, Manjusri bertekad
membuat semuanya berjodoh dengan-Nya dan membangkitkan Bodhicitta. 8)
jika ada yang karena karmanya jatuh berkalpa-kalpa dalam neraka, lalu terlahir di
5 alam, jadi hewan-hewan rendah / budak, menggunakan nyawa membayar
hutang karma, Manjusri bertekad selalu lahir di alam dan dengan bentuk
kehidupan yang sama, jadi miskin papa buta bisu tuli orang rendahan, dengan
golongan dan kejodohan yang sama, untuk mengajar dan membuat mereka
berjodoh dengan-Nya, membimbing mereka masuk Jalan Ke-Buddha-an dan
membangkitkan Bodhicitta. 9) jika ada yang sombong hingga menodai Dharma,
                                        18
tanpa malu melanggar 5 sila dasar dan selalu berbuat 10 akusala karma, tidak bisa
bedakan baik / buruk, terjerumus dalam Avici dan berbagai neraka dan alam-alam
rendah. Manjuusri bertekad membuatnya berjodoh dengan-Nya, berkarya dan
berjalan bersama, berubah sesuai nidana, hingga terbebas dan membangkitkan
Bodhicitta.



2011/10/15 – 12:31

Berikut ikrar 3 – 6 Manjusri; 3) jika ada yang menyukai, ingin memiliki, berusaha
mendapatkan, penuh dusta dan pandangan salah, melakukan yang suci / tidak,
melakukan semua kejahatan dan hal tidak baik, terhadap tubuh jasmani Manjusri
/ tubuh-tubuh lainnya, Manjusri bertekad membuatnya berjodoh dengan-Nya dan
membangkitkan Bodhicitta. 4) jika ada yang merendahkan, mencurigai, muak
terhadap, berdusta tentang dan mendustai Manjusri dan semua, memfitnah
Triratna, dengki pada Para Suci, Manjusri bertekad membuat semuanya berjodoh
dengan-Nya dan membangkitkan Bodhicitta. 5) Jika ada yang tidak menghargai,
merendahkan, malu, menyesali, yang menghormati / tidak, menghalangi / tidak,
memanfaatkan / tidak, memiliki / tidak, menginginkan / tidak, menghendaki /
tidak, mengikuti / tidak, melihat / tidak, terhadap-Nya, Manjusri bertekad
membuat semuanya berjodoh dengan-Nya dan membangkitkan Bodhicitta. 6)
jika ada yang sering membunuh, mencelakai, menyembelih, menjagal babi /
menjaring ikan, mendendam dan saling balas saling bunuh dalam banyak
kehidupan, tanpa penyesalan, yang kehilangan tubuh manusia dan tetap tidak
melepaskan pembalasan dendam, menjual tubuh dan mengambil harta dengan
tidak semestinya, yang berdana pada / menerima dana dari-Nya, yang
memperolehnya / tidak, Manjusri bertekad membuat semuanya berjodoh
dengan-Nya dan membangkitkan Bodhicitta.



2011/10/15 – 12:30

Terjemahan Chang dari Maharatnakuta Collection menyebutkan               sumpah
Manjusri yang berbeda dari versi berdasarkan Taisho Tripitaka.            Seperti
                                       19
diutarakan Manjusri Phusa, hanya Fo yang paham cakupan sumpah-Nya. Berikut
kedua versi tersebut, sebagai berikut; TAISHO TRIPITAKA book 20 no 1177A –
dalam Mahayana Yoga Vajratta Sagara Manjusri Sahasra Bhuja Sahasra Patra
Maha Sasana Raja Sutra; disebutkan, demi membuat semua terilhami untuk
membangkitkan Bodhicitta dan menekuni Jalan hingga merealisir Pencerahan,
Sang Manjusri membuat ikrar yang disebut 10 macam ikrar agung yang
mendalam, sebagai berikut; 1) bertekad membuat semua ( pemimpin / bukan,
penekun Dharma Lokiya dan Lokuttara / bukan, makhluk apapun yang terlahir
dengan semua cara dalam 3 masa ) agar mendengar nama-Nya, membangkitkan
Bodhicitta, hue siang pada Mahayana, memperoleh Jalan Ke-Buddha-an,
menekuni Jalan Anuttara. 2) jika ada yang memfitnah, melukai, membunuh, yang
selalu membenci dan tidak bisa terbebas dari kebenciannya, baik terhadap
Manjusri / lainnya, Wen Shu Phusa bertekad akan membuat makhluk tersebut
berjodoh dengan-Nya dan membangkitkan Bodhicitta.



2011/10/08 – 18:09

Berikut gatha pujian Kuan Yin ( biasa dibaca setelah Kao Wang Cing ); Kuan She
Yin yang berada di 10 penjuru, seluruh para Phusa, bersumpah hendak menolong
seluruh makhluk yang ada, dengan hanya menyebut nama-Nya, terbebaslah dari
semua derita. Jikalau ada orang yang bijaksana, dengan tekun dan berprihatin bia
mencapai kebebasan, asalkan ada dasar kebajikan dan keyakinan, tiap hari
membaca dan melafalkan tanpa hentinya. Bila telah melafalkan sampai 1.000
jurus banyaknya, dari 1 kchana sampai kchana yang lain, Sang Hati terus dalam
sadar tiada putusnya, maka api takkan dapat melukainya, segala senjata tajam
akan segera terpatah dengan sendirinya. Yang membenci berbalik menjadi
sayang, yang mati akan jadi hidup bergelora, janganlah ragu bahwa semua ini
hampa, para Fo tak pernah khilaf dalam kata-kata.



2011/10/07 – 15:26


                                       20
Saat kena stroke, pembuluh darah otak akan pecah sedikit demi sedikit, itu
sebabnya, korban TIDAK BOLEH langsung dipindah dan JANGAN SAMPAI JATUH
LAGI ( dapat mempercepat pecahnya pembuluh darah otak ). TUSUK UJUNG JARI
korban dengan jarum / benda tajam yang telah dibakar jadi steril ( misal dengan
korek ). USAHAKAN DARAHNYA KELUAR beberapa tetes ( jika perlu diurut sedikit
), beberapa saat kemudian korban akan sadar. Jika mulutnya miring, TARIK-TARIK
daun telinga atau tusuk bagian bawah daun telinga hingga berdarah 1-2 tetes.
Jika korban sudah sadar dan mulutnya sudah pulih, baru dibawa ke UGD.
Biasanya korban dapat lebih cepat pecah pembuluh darahnya karena guncangan
dalam perjalanan ke UGD, jadi bisa pingsan lagi dan bisa jadi lumpuh / cacat.
INGATLAH untuk MENGELUARKAN DARAH dari jari korban. Berarti anda sudah
menyelamatkannya. Disebutkan, menyelamatkan 1 nyawa lebih besar pahalanya
daripada membangun pagoda bertingkat 7.



2011/10/07 – 15:26

Disebutkan, Sheciamoni memilih asceticism extreme, karena adhittana-Nya untuk
menjadi yang terunggul dalam sikcai. She Cuen menyebutkan, penekun
Sakyamuni Merit King Practice, akan bisa membaca masa lampau dan hubungan
sebab akibat. SHE CIA MO NI SIAU YEK TA CEN YEN; Namo he la tan ce i ni, tan
tha phu to ye, a la ke te, san mou ke te, san mou po ye, san ni tha, om, la tan ni, la
tan ni, she la tan ni, na tan nu, na po we, moho na tan na, ji na ni na tan na, san po
we, so ha ( berdasar lafal pengucapan Buddha Master ). MANTRA MEMUTUS
IKATAN DENDAM KEBENCIAN DAN UTANG PIUTANG KARMA; Om, san to la, ka
to, sa po ho. CATUR SARANA; 1) untuk meningkatkan kesetiaan. 2) membentuk
kejodohan abadi dengan Dhamma dan Guru. 3) mencabut semua penghalang
yang terkumpul semua masa kehidupan. 4) menerima penguatan ( dan silsilah )
dari Guru. 5) merupakan langkah pertama menuju Bodhicitta. Dalam Tantrayana,
garis dan kemurnian silsilah adalah syarat mutlak keberhasilan sadhana.



2011/10/06 – 16:37

                                         21
Disebutkan, setelah bersarana, siswa Cen Fo dlindungi 16 dewa; 1) Dhrtarastra.
2) Virudhaka. 3) Virupaksa. 4) Vaisramana. 5) Paustika Raja / cen yi thien wang.
6) Ganapati / huan shih san shen. 7) Saha Deva / nen jen thien wang. 8) Tsuei fu
tu hai san shen / dewa pemberantas kejahatan. 9) She tze wei meng san shen /
dewa singa gagah perkasa. 10) Yung meng sin ti san shen / dewa hati gagah
berani. 11) She fu cu mo san shen / dewa penakluk mara. 12) Nen ciu cu you san
shen / dewa penolong semua makhluk. 13) Li yi chieh pu wei san shen / dewa
pengenyah rasa takut. 14) Ciu fu yi chieh san shen / dewa pelindung semua
makhluk. 15) Pa cuh cuei khuh san shen / dewa pelenyap dukkha. 16) Cuh yi
chieh cang nan san shen / dewa pemberantas segala hambatan. Juga; 36 dewa
baik, dan Vajrapani Balin.



2011/10/03 – 09:45

Semua Kitab Suci menyebutkan perlunya keyakinan. Lebih jauh, agama Buddha
menekankan ehi-passiko; datang dan buktikan, jadi yakin yang logic-realistis,
bukan semata-mata percaya yang doktriner apalagi dogmatis. Umat diajak untuk
kritis dan cerdas dalam menilai dan menyikapi segala sesuatu dalam hidup ini.
Keyakinan yang realistis, Samma-Saddha, yang jadi fondasi kuat, jadi kita bisa
terinspirasi dan punya aspirasi dan harapan, yang jadi arah dan tujuan hidup kita,
dan selanjutnya, punya standar untuk memilih cara menjalani hidup kita, dalam
rangka upaya merealisasikan obsesi Adhittana tersebut, bahkan mampu
menimbulkan semangat Virya dan keteguhan Khanti, menghasilkan kebijaksanaan
Prajna dan ketrampilan Upaya Kausalya. Sesungguhnya, tanpa sebuah keyakinan,
bukankah, apapun yang kita lakukan, hanya akan jadi sebuah parodi kebohongan
hipokrit yang menipu diri, tanpa arah, menyesatkan, dan hanya akan berakhir
dalam ironi kesia-siaan… Sebab kita dan kemanusiaan kita; berharga… dan
kedatangan kali ini tidak boleh sia-sia…



2011/10/01 – 15:04


                                       22
Penanganan sederhana yang benar dan tepat waktu, bisa memberikan perbedaan
menakjubkan pada hasil akhirnya. Saat terjadi kecelakaan lalu lintas, korban
harus digotong BEBERAPA ORANG saat dipindah ke tepi jalan, untuk mencegah
terjadi keseleo atau makin parah jika terjadi luka terbuka / patah tulang / urat
putus. Jika luka terbuka darahnya hitam berarti lukanya dalam. Pihak korban
harus MINTA INFO SEJELAS MUNGKIN tentang kondisi luka, tentang kemampuan
penanganan pihak UGD, atau harus dirujuk ke mana. Hal ini mutlak perlu;
KARENA; TIDAK SEMUA RUMAH SAKIT punya fasilitas yang dibutuhkan, misal,
jarum dan benang operasi yang sesuai ukuran dan peruntukannya ( di Jakarta
hanya RSCM dan RSUD Fatmawati yang bisa menyambung urat yang putus ).
Pasien hanya punya 6 JAM GOLDEN PERIOD, jika penangan tepat dilakukan dalam
masa ini ( bahkan menyambung urat putus ), tingkat recovery yang bisa
diharapkan, bisa >90 % ! Kuncinya; TENANG ! 1) minta info kondisi sejelas
mungkin. 2) tanya tindakan apa yang perlu dilakukan. 3) hubungi teman yang
PAHAM MEDIS agar dapat memberi masukan ( 2nd opinion ) yang tepat. Jangan
cuma menunggu, karena UGD tidak cuma mengurusi kita, padahal setiap detik
sangat berharga, korban bisa cacat seumur hidup atau pulih seperti semula,
semua tergantung penanganan awal ini !



2011/10/01 – 15:03

Tahukah anda, saat si kecil memilih-milih sarapannya, membuang yang tidak
disukai dan membuangnya begitu saja… saat yang sama, anak kecil lain, melonjak
kegirangan, menemukan ¼ burger, atau ½ bungkus nasi hampir basi di tumpukan
sampah yang dikais-kaisnya… meski tidak mungkin langsung dimakan, harus
dicuci, dijemur ( disebut oyen ), baru bisa dimakan besok… Sheciamoni bersabda,
dunia sungguh ideal untuk melatih diri, karena lengkap dngan sukkha dan dukkha.
Kitab Perjalanan ke Sukhavatiloka menyebutkan, penghuni Sukhavati butuh
MINIMAL 12 kalpa ( >200 juta tahun ! ) untuk meningkat dari tingkat 1 sampai 9 (
9phing lienhwa ), padahal dengan melatih diri di dunia manusia, tingkat tersebut
bisa dicapai dalam 35 tahun ( tiga puluh lima ! ) saja. Ti Chang Cing menyebutkan,
di neraka, tidak ada jeda waktu antara siksaan yang dialami makhluk yang jutaan

                                        23
kali lahair dan mati di situ. Jangan terpaku pada kesukaran yang dihadapi.
Bukalah hati. Lihat dan syukuri berkah yang telah dimiiki. Terus berjalan, tetap
semangat. Kelahiran sebagai manusia sungguh berharga !



2011/09/28 – 18:32

Amithofo. Dengan ini secara resmi kami nyatakan, bahwa sms 999 MURNI
bersifat LAYANAN MELALUI SMS dan TIDAK MELIBATKAN PENGUMPULAN DANA
dalam BENTUK APAPUN untuk ALASAN APAPUN serta KHUSUS UNTUK LAYANAN
DHARMA / TANYA JAWAB. SMS 999 SAMA SEKALI TIDAK BERHUBUNGAN
DENGAN DANA / UANG. Segala sesuatu yang berkaitan dengan sms 999, HARAP
DIKONFIRMASIKAN ULANG pada PEMILIK NOMOR 0838-72427-999 melalui
nomor ini. Amithofo.



2011/09/28 – 14:43

Just sharing, semoga bermanfaat. Saat musibah terjadi, P3K yang tepat sangat
membantu penanganan lanjutan bahkan proses recovery. 1) Jika ada orang yang
terbakar, pertama kali tentu PADAMKAN API DI TUBUH KORBAN. BUKA
PENUTUP, jadi bagian yang luka bersih terbuka. GUYUR AIR ( jangan gunakan
kecap / pasta gigi, karena akan menempel dan sukar dibersihkan ). Untuk
mencegah dehidrasi, BERI KORBAN MINUM SEBANYAK MUNGKIN, lebih baik jika
hangat + gula untuk memberikan tenaga. ( yang terbaik adalah diinfus sesegera
mungkin ). Untuk mendinginkan korban dan cegah dehidrasi terlalu parah,
KOMPRES BAGIAN YANG TERBAKAR. Bagian yang mulai melepuh atau pecah,
BOLEH DIOLESI SALEP seperti gentamycine untuk anti infeksi juga memberi
lapisan tipis pelindung. Korban harus terus minum. Gemetar / kejang adalah
reaksi dehidrasi akibat luka bakar, korban harus berusaha bernafas panjang-
panjang ( hirup lewat hidung buang lewat mulut ) dan berusaha tenang tidak
mengikuti gemetaran / kejang karena akan makin memperparah keadaan.
Sementara itu hubungi orang terdekat korban / bantuan untuk tindakan lanjutan
di UGD. Jika anda dapat tenang dan dengan benar melaksanakan semua langkah
                                       24
tersebut di atas, anda telah menjadi malaikat penyelamat nyawa seseorang (
korban kebakaran )… Besok P3K kecelakaan lalin…



2011/09/28 – 14:42

Disebutkan, kelahiran sebagai manusia, mulia karena; 1) sulit diperoleh. 2)
mudah lepas / hilang ( misal karena kematian ). 3) memiliki tujuan besar ( dapat
merealisir Ke-Buddha-an ). Adapun 10 makhluk samsara yang sulit mendapat
kelahiran sebagai manusia, sebagai berikut; 1) yang tidak mengembangkan
sumber perbuatan berguna ( yaitu; tidak terikat, tidak membenci, berpikiran
tenang ). 2) tidak melakukan sejumlah perbuatan baik. 3) mengikuti cara hidup
dalam pergaulan merusak. 4) terus mengalami pertentangan perasaan. 5) tidak
memiliki rasa malu. 6) amat terganggu oleh pertentangan perasaan. 7) malas
dan lalai dalam pelaksanaan Dhamma. 8) memeluk Ajaran Buddha tapi tidak
melaksanakan petunjuknya. 9) menganut pandangan sesat. 10) sepenuhnya
percaya pada pandangan sesat. Dan 2 penumpukan yang kita perlukan;
kebajikan dan kesadaran.



2011/09/27 – 11:50

Disebutkan, 5 berkah pribadi kelahiran sebagai manusia, sebagai berikut; 1)
menikmati keadaan yang merupakan kebalikan dari 8 keadaan ( pribadi ) tidak
menguntungkan. 2) lahir di negeri yang kenal Dhamma. 3) tidak cacat. 4) dapat
memasuki pintu Dhamma, tidak menyeleweng, perbuatannya produktif. 5)
percaya mendalam pada Triratna. Adapun 8 keadaan tidak menguntungkan
secara pribadi, adalah terlahir dalam keadaan sebagai berikut; 1) makhluk neraka.
2) preta. 3) hewan. 4) uttara-kuru yang penuh kebahagiaan. 5) surga usia
panjang, di mana kehidupan sangat lama dan serba mudah. 6) lahir buta, tuli,
bodoh. 7) jadi filsuf duniawi ( Plato, Aristoteles, dll ). 8) pada periode antara Fo
dan pengganti-Nya. Sedangkan 5 berkah kelahiran sebagai manusia dari pihak
lain, sebagai berikut; 1) Fo muncul pada zaman ini. 2) Fo yang muncul adalah
yang terbaik. 3) Ajaran tidak menurun, melainkan bertahan. 4) pengikut-Nya
                                        25
berjumlah besar. 5) pelaksana Dharma tidak terlantar. Apapun, yang terbaik
adalah saat ini ! Berjuang selagi sempat…



2011/09/27 – 11:48

Disebutkan, umat yang tekun membaca sampai genap 300 ribu kali akan bisa
melihat visual Amithofo dalam kehidupan sekarang. WANG SEN CING THU SEN
CHOU; Namo o mi thuo po ye, tuo tha cie tuo ye, tuo ti ye tha, o mi li, tu pho pi,
o mi li tuo, si tan pho pi, o mi li tuo, phi cia lan ti, o mi li tuo, pi cia lan tuo, chie
mi ni, chie chie na ce tuo cia li, sa pho ho.

Suvarnaprabhasa Sutra menyebutkan, Sridevi ( Sudevi ) Mantra dapat
membantu umat cepat mencapai Samadhi Suvarnaprabhasa ( SInar Emas ), yang
dengan cara itu umat dapat menghancurkan halangan kilesa, karma, vipaka, dan
mencapai 3 kebajikan ( prajna, vimoksa, dan dharmakaya ). TA CI SIANG THIEN NI
CHOU; Namo fu thuo, namo ta mo, namo sheng chie, namo seli, moho thi pi ye,
ta ni ye tha, po li fu lou na, ce li san man thuo, ta se ni, moho phi ho lo chie ti,
san man thuo, siu po li ti, fu li na, o li na, ta mo ti, moho phi ku pi ti, moho mi le
ti, lou po sheng chi ti, si ti ni, seng chi si ti, san man thuo, o tha o nou, po lo ni.

10 Short Dharani.



2011/09/27 – 11:47

Disebutkan bahwa Kuan Yin mengajarkan Aryavalokitesvara Bodhisattva
Vikurvana Satya Kriya untuk melindungi diri dari berbagai serangan yang
berbahaya. KUAN ING LING KAN CEN YEN; Om mani pami hung, ma ke ni ya na,
ci tu the pa ta, ci the sie na, wei ta li ke, sa el wa el tha, pu li si tha ke, na pu la
na, na pu li, tiu the pan na, na ma lu ci, suo la ye sa ho.

Mahavaipulya Sutra menyebutkan Dharani yang dibabarkan 7 Buddha masa
lampau, dapat memusnahkan 5 karma berat, 4 parajika, dan lain-lain, yang tekun
membaca Sapta Atita Buddha Karasaniya Satya Kriya, akan murni kembali dan

                                           26
mendapat pahala berlimpah. CHI FU MIE CUI CEN YEN; Li pho li pho ti, chiu ho
chiu ho ti, thuo lo ni ti, ni ho la ti, phi li ni ti, mo ho chie ti, chen ling chien ti, sa
po ho.

Amithofo mengajarkan Sukhavativyuha Mantra, yang dapat menghancurkan akar
segala halangan karma buruk, umat yang tekun membaca dharani ini 21x6 di pagi
hari dan 21x6 waktu malam, akan selalu dilindungi Amithofo dan phusa
pengiring-Nya, dan setelah wafat, lahir di Sukhavati.



2011/09/26 – 09:40

Umat yang dengan tulus menulis, membaca, menyebarkan Arya Amitayur
Niyama Prabharaja Dharani, akan panjang umur, karma buruk pembawaannya
yang amat berat akan ringan, setelah wafat lahir di Negeri Fo di 10 penjuru. SEN
U LIANG SOU CIE TING KUANG MING WANG THUO LO NI; Om, namo pa ke wa ti,
o pa la mi tha, o yu li o na, su pi ni, se ce tha, tie cuo la cai ye, ta tha kuo ta ye, o
la ho ti, san yau san pu ta ye, tan ni ye tha, om sa li pa, sang se ke li, pa li su tha,
ta la ma ti, kuo kuo nai, sang ma u kuo ti, sa pa wa, pi su ti, ma he na ye, pa li wa
li sa ho.

Bhaisajyaguru Vaidurya Prabhasa Tathagata Purva Pranidhana Sutra
menyebutkan, Dharani Bhaisajyaguru Tathagata Satya Kriya dapat
memusnahkan semua petaka, penyakit parah, dan memperpanjang usia umat
yang menekuninya. YAU SE KUAN TING CEN YEN; Namo po chie fa ti, phi sa se, ci
lu pi liu li, po la pho, he la se ye, ta tha cie tuo ye, o la he ti, san miau san po
thuo ye, ta ce tha, om, phi sa se, phi sa se, san mo cie ti sa ho.



2011/09/26 – 09:38

Yuen yin wang sheng ci membabarkan Gunaratnasaila Mantra yang sangat
manjur untuk mengunpulkan pahala kebajikan besar dan cepat, jadi umat yang
berbuat jahat, setelah bertobat dan membaca dharani ini sampai akhir hidupnya,
tidak akan jatuh ke neraka Avici. KUNG TE PAU SAN SEN COU; Namo fu thuo ye,
                                            27
namo ta mo ye, namo sheng chie ye, om, si ti hu, lulu, si tu lu, ce li po, ci li pho,
si ta li, pu lu li, sa wa ho.

Dalam Cundi Dharani Sutra, disebutkan, umat yang telah membaca 900 ribu kali
dharani ini dapat menghapuskan 5 karma berat ( garuka karma ), 10 perbuatan
buruk ( akusala karma ), dan akan dilindungi 2 dewa pelindung yang dikirim Maha
Cundi Buddha Matrka. Cundi Fo Mu terkenal dapat membantu meningkatkan /
melipatgandakan pahala kebajikan umat. CUEN THI SEN CHOU; Chi sou kui I su si
ti, thou mien ting li chi ci ce,wo cing chen can ta cuen thi, wei yen che pei chui
cia hu, namo sa tuo nan, san miau san phu thuo, ci ce nan, ta ce tha, om ce li cu
li cuen thi sa pho ho.

Mahayana Aryamitayur-niyama-prabharaja-dharani Sutra menyebutkan,



2011/09/26 – 09:38

Cintamani Cakra Sutra menyebutkan, yang tulus tekun membaca Cintamani
Cakravartin Dharani pasti dapat memperoleh keinginannya, dan saat menjelang
ajal, akan melihat Amithofo dan serombongan besar pengikut-Nya datang
menjemput. JU I PAU LUEN WANG THUO LO NI; Namo fu thuo ye, namo
tamoye, namo sheng chie ye, namo kuan ce cai phusa mohosa, ci ta pei sin ce, ta
ce tha, om, cuo ci la fa ti, cen tuo mo ni, mo ho po teng mi, lulu-lulu, ti se ca, suo
la o cie li, sa ye hung, pho sa ho, om, po tha mo, cen tuo moni, suo la hung, om,
pa la thuo, po tan mi hung.

Santika Sriya Sutra menyebutkan, Jvala Maha Ugra Mantra yang dibaca penuh
semangat depan altar, mampu melenyapkan petaka yang akan menimpa yang
membacanya. SIAU CAI CI SIANG SEN COU; Namo san man tuo, mu thuo nan, o
po la ti, he tuo se, sa nang nan, ta ce tha, om, chie-chie, chie si-chie si, hung-hung,
juwala-juwala, polajuwala-polajuwala, tiseca-tiseca, seceli-seceli, saphoca-
saphoca, san ti cia, se li i, sa wa ho.

Dalam Yuen yin wang sheng ci…


                                          28
2011/09/22 – 15:49

Yakni sebagai berikut; 1) jika almarhum tersiksa berkepanjangan di neraka, jika
ada keturunannya menyebut namanya dan membaca Dharani ini, baru sampai 7
kali, alat penyiksa jadi kolam kebajikan, kanopi Dharma muncul memayungi dan
teratai mengalas kakinya, pintu neraka hancur, dan teratai membawa almarhum
ke Sukhavati, prajna sejati terbuka ( gai wu ) dan segera merealisir Pencerahan. 2)
orang yang menderita banyak penyakit menyiksa, setelah membaca 21 kali,
semua penyakitnya sembuh, berumur panjang, rizkinya melimpah. 3) sinar relik
utuh para Fo 3 masa 10 penjuru terkandung dalam Tholoni ini, termasuk
Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya para Fo. Dan lain sebagainya.
Sesungguhnya, Fo Phusa welas asih tak terkira, selalu menciptakan dan menjalin
kejodohan dan penyebab baik. 84 ribu pintu Dharma untuk 84 ribu karakter
umat. Semoga samma-saddha hingga avaivartika.



2011/09/22 – 15:45

PAO CHIE YIN THO LO NI; 1) Namo sdeliya divi kanam sarva tathagatanam. 2)
Om bhuvibha vadha vari vachari vachatai. 3) Suru-suru dhara-dhara. 4) Sarva
tathagata dhatu dhari padma bhavati. 5) Jayavari mudri smara. 6) Tathagata
dharma chakra pravartana. 7) Vajri bodhi bana rumkara rumkirti. 8) Sarva
tathagata dhistite. 9) Bodhaya bodhaya bodhi-bodhi buddhya buddhya. 10)
Samboddhani samboddhaya. 11) Chala-chala chalamtu sarva varanani. 12)
Sarva papavigate huru-huru sarva sukhavigati. 13) Sarva tathagata hridaya
vajrani sambhara-sambhara. 14) Sarvatathagata suhaya dharani mudri. 15)
Buddhi subuddhi sarva tathagata. 16) Dhistita dhatu garbhe svaha. 17) Samaya
dhistite svaha. 18) Sarva tathagata hridaya dhatu mudri svaha. 19) Supra
tisthita stubhe tathagata dhistite. 20) Huru-huru hum-hum svaha. 21) Om sarva
tathagata usnisa dhatu mudrani. 22) Sarva tathagatam sadha tuvibhusita
dhistite. 23) Hum-hum svaha.

Disebutkan, manfaat membaca Dharani ini…


                                        29
2011/09/21 – 09:19

Nien – nien ce cou yi fa cie. Khuang tu cung sen cie pu thuei. Nai ce shi khung se
cie cing. Cung sen ci ye fan nao cing. Ru se – se fa khuang wu pien. Yuen cing
huei siang yi ru se. NAMO TA HEN PHU SIEN PHUSA ( 3x ). CHAN HUI FA YUEN
WEN. Wang shi suo cao cu e ye. Cie yiu wu se than cen che. Chung sen yie yi ce
suo sen. Ik chie wo cin cie chan hui. Cung sen wu pien she yuen tu. Fang nao wu
cing she yuen tuan. Fa men wu liang she yuen sie. Fo tao wu sang she yuen chen.
88 Fo Ta Chan Hui Wen lengkap sempurna. Semoga semua Semua mendapat
manfaat sebesar-besarnya dengan dan melalui semua cara yang mungkin.
Dalam Fa Hua Cing, Sheciamoni berkata, sumpah SEMUA FO, intinya adalah
membimbing semua sampai merealisir Ke-Buddha-an, menjadi sama persis / tidak
berbeda dengan pencapaian Mereka sendiri.



2011/09/21 – 09:19

ik chie wo cin cie chan hui. She fang ik chie cu cung sen. El shen yiu sie ci wu sie.
Ik chie ru lai yi phu sa. Suo yiu kung te cie suei si. She fang suo yiu se cien ten.
Cui chu chen ciu phu thi ce. Wo cin ik chie cie chuen ching. Cuan yi wu sang miao
fa luen. Cu fo ruo yi se nie phan. Wo shi ce chen el chuen ching. Wei yuen ciu cu
cha chen cie. Li le ik chie cu cung sen. Suo yiu li can kung yang fo. Ching fo cu se
cuan fa luen. Sui si chan huei cu shan ken. Huei siang cung sen ci fo tao. Yuen
ciang yi che shen kung te. Huei siang wu sang cen fa cie. Shin siang fo fa chi shen
chie. El thi rong thung san mei in. ru se wu liang kung te hai. Wo cin cie shi cing
huei siang. Suo yiu cung sen – sen khou yi. Cien huo than pan wo fa ten. Ru se ik
chie cu ye cang. Shi cie siao miek cing wu yi.



2011/09/21 – 09:18

PA SHE PA FO TA CHAN HUI WEN (3) Phu sien ik chie ru lai chien. Ik sen fu sien
cha chen sen. Ik-ik phien li cha chen fo. Yi ik chen cung chen su fo. Ke cu phusa
cung huei cung. Wu cing fa cie chen yi ran. Shen shin cu fo cie chung man. Ke yi

                                         30
ik chie yin sen hai. Phu chu wu cing miao yen che. Cing yi wei lai ik chie cie. Can
fo shen sen kung te hai. Yi cu cuei shen miao hua man. Ci yue thu siang ci shan
kai. Ru se cuei shen cuang yen ci. Wo yi kung yang cu ru lai. Cuei shen yi fu cui
shen siang. Mo siang sao siang yi ten cu. Ik – ik cie ru miao kao chi. Wo shi kung
yang cu ru lai. Wo yi khuang ta shen cie sin. Sen shin ik chie san se fo. Shi yi phu
sien hen yuen lik. Phu pien kung yang cu ru lai. Wo si suo cao cu e ye. Cie yiu wu
se than cen che. Chung sen yi – yi ce suo sen.



2011/09/20 – 09:52

Tang yie nien wo. Wo fu yi cu fo se cuen chien. Cuo ru se yen. Ruo wo che sen.
Ruo wo yi sen. Cen sing pu se. Huo sou cing cie. Nai ce se yi chu sen. Ik thuan ce
she. Huo siu cing sing. Suo yiu shan ken. Chen ciu cung sen. Suo yiu shan ken.
Siu sing phu thi. Suo yiu shan ken. Ci wu sang ce. Suo yiu shan ken. Ik chie he ci.
Jiao ci chou liang. Cie shi huei siang. A nou tuo lo san miao san phu thi. Ru kuo
chi wei lai. Sien cai cu fo. Suo cuo huei siang. Wo yi ru se huei siang. Cung cuei
cie chan huei. Cu fu cing suei si. Ci ching fo kung te. Yuen chen wu sang ce. Chi lai
sien cai fo. Yi cung sen cuei shen. Wu liang kung te hai. Wo cin kuei ming li. Suo
yiu she fang se cie cung. San se ik chie ren se ce. Wo yi ching cing sen yi – yi. Ik
chie phien li cing wu yi. Phu sien sin yuen wei shen lik.



2011/09/20 – 07:50

86) Namo Cou Ca Cuang Yen Kung Te Fo. 87) Namo Pao Hua Yiu Pu fo. 88) Namo
Pao Lien Hua Shan Cu Sa Lo Su Wang Fo. NAMO FA CIE CANG SEN AMITHOFO.
Ru se ten. Ik chie se cie. Cu fo se cuen. Chang cu cai se. Se cu se cuen. Tang che
nien wo. Ruo wo che sen. Ruo wo chien sen. Chung wu se sen se yi lai. Suo cuo
cung cuei. Ruo ce cuo. Ruo ciao tha cuo. Cien cuo suei si. Ruo tha ruo shen. Ruo
she fang shen wu. Ruo ce chi. Ruo ciao tha chi. Cien chi suei si. U wu cien cuei.
Ruo ce cuo. Ruo ciao tha cuo. Cien cuo suei si. She pu shan tao. Ruo ce cuo.
Ruo ciao tha cuo. Cien cuo suei si. Suo cuo cuei cang. Huo yiu fu cang. Huo pu fu
cang. Yin thuo ti yik. El kuei chu sen. Cu yi e chi. Pien ti sia cien. Ci miek li che.
                                         31
Ru she ten chu. Suo cuo cuei cang. Cin cie chan huei. Cin cu fo se cuen. Tang
cen ce wo.



2011/09/20 – 07:50

PA SHE PA FO TA CHAN HUI WEN (2) 56) Namo Pao Kuang Fo. 57) Namo Lung
Cuen Wang Fo. 58) Namo Cin Cing Cin Fo. 59) Namo Cin Cing Si Fo. 60) Namo
Pao Huo Fo. 61) Namo Pao Yue Kuang Fo. 62) Namo Sien Wu Yi Fo. 63) Namo
Pao Yue Fo. 64) Namo Wu Kou Fo. 65) Namo Mo Li kou Fo. 66) Namo Yung Se
Fo. 67) Namo Ching Cing Fo. 68) Namo Ching Cing Se Fo. 69) Namo Sa Liu Na Fo.
70) Namo Suei Thien Fo. 71) Namo Cien Te Fo. 72) Namo Can Than Kung Te Fo.
73) Namo Wu Liang Ci Kuang Fo. 74) Namo Kuang Te Fo. 75) Namo Wu Yiu Te Fo.
76) Namo Na Lo Yen Fo. 77) Namo Kung Te Hua Fo. 78) Namo Lien Hua Kuang Yiu
Si Shen Thung Fo. 79) Namo Chai Kung Te Fo. 80) Namo Te Nien Fo. 81) Namo
San Ming Chen Kung Te Fo. 82) Namo Hung Yen Ti Chuang Wang Fo. 83) Namo
Shan Yiu Pu Kung Te Fo. 84) Namo Tou Can Shen Fo. 85) Namo Shan Yiu Pu Fo.



2011/09/19 – 09:13

31) Namo Shan Ci Yue Yin Miao Cuen Ce Wang Fo. 32) Namo Se Cing Kuang Fo.
33) Namo Lung Chun Sang Cuen Wang Fo. 34) Namo Re Yue Kuang Fo. 35) Namo
Re Yue Cu Kuang Fo. 36) Namo Hui Chuan Shen Wang Fo. 37) Namo Se Ce Hou
Ce Cai Lik Wang Fo. 38) Namo Miao Yin Shen Fo. 39) Namo Chang Kuang Chuang
Fo. 40) Namo Kuang Se Ten Fo. 41) Namo Hui Wei Ten Wang Fo. 42) Namo Fa
Shen Wang Fo. 43) Namo Si Mi Kuang Fo. 44) Namo Si Man Na Hua Kuang Fo.
45) Namo Yiu Than Po Lo Hua Su Shen Wang Fo. 46) Namo Ta Hui Lik Wang Fo.
47) Namo A Chu Pi Huang Si Kuang Fo. 48) Namo Wu Liang Yin Shen Wang Fo.
49) Namo Chai Kuang Fo. 50) Namo Cing Hai Kuang Fo. 51) Namo San Hai Hui Ce
Cai Thung Wang Fo. 52) Namo Ta Thung Kuang Fo. 53) Namo Ik Chie Fa Chang
Man Wang Fo. 54) Namo Sheciamoni Fo. 55) Namo Cing Kuang Pu Huai Fo.



                                     32
2011/09/19 – 09:12

7) Namo Huang Si Cang Mo Ni Pao Ci Fo. 8) Namo Ik Chie She Cien Le Cien Sang
Ta Cing Cin Fo. 9) Namo Mo Ni Chuang Ten Kuang Fo. 10) Namo Hui Ci Ciao Fo.
11) Namo Hai Te Kuang Ming Fo. 12) Namo Cing Kang Lao Chiang Phu San Cing
Kang Fo. 13) Namo Ta Chiang Cin Cing Yung Men Fo. 14) Namo Ta Pei Kuang Fo.
15) Namo Che Lik Wang Fo. 16) Namo Che Cang Fo. 17) Namo Chang Than Khu
Cuang Yen Shen Fo. 18) Namo Sien Shan Sou Fo. 19) Namo Shan Yi Fo. 20) Namo
Kuang Cuang Yen Wang Fo. 21) Namo Cing Hua Kuang Fo. 22) Namo Pao Kai Cao
Khung Ce Cai Lik Wang Fo. 23) Namo Si Khung Pao Hua Kuang Fo. 24) Namo Liu Li
Cuang Yen Wang Fo. 25) Namo Phu Sien She Sen Kuang Fo. 26) Namo Pu Tung Ce
Kuang Fo. 27) Namo Siang Fu Cung Mo Wang Fo. 28) Namo Chai Kuang Ming Fo.
29) Namo Ce Hui Sen Fo. 30) Namo Mi Le Sien Kuang Fo.



2011/09/19 – 09:12

Fo Phusa mengajarkan metode menyebut nama-nama Fo untuk mengikis karma
buruk dan bertobat, karena setiap Fo yang kita sebut nama-Nya dapat membantu
kita sesuai dengan Sumpah Suci Mereka masing-masing. Berikut adalah Jan Hue
88 Fo: PA SHE PA FO TA CHAN HUI WEN: Ta che ta pei ming cung sen. Ta si ta se
ci han she. Siang hao kuang ming yi ce yen. Cung ten ce sin kuei ming li. Namo
kuei yi she fang cing shi khung cie ik chie cu fo. Namo kuei yi she fang cing shi
khung cie ik chie cuen fa. Namo kuei yi she fang cing shi khung cie ik chie sien
shen shen. Namo rulai, yin kung, cen phien ce, ming sin cu, san se se cien cie, wu
sang se, thiao yi can fu, thien ren se, fo, se cuen. 1) Namo Phu Kuang Fo. 2)
Namo Phu Ming Fo. 3) Namo Phu Cing Fo. 4) Namo To Mo Lo Pa Chan Than Siang
Fo. 5) Namo Chan Than Kuang Fo. 6) Namo Mo Ni Chuang Fo.



2011/09/08 – 07:41

Ikrar 47 – 48 Amithofo; 47) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika para Phusa
Negeri-negeri lain, setelah mendengar nama-Ku, tidak secepatnya mencapai

                                        33
keadaan Avaivartika ( kondisi tidak mundur dari Jalan Bodhi ), Aku tidak akan
mencapai Pencerahan. 48) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika para Phusa
Negeri-negeri lain, setelah mendengar nama-Ku, tidak dapat secepatnya
mencapai tingkat pencapaian Dharma pertama, kedua, dan ketiga, atau malah
sebaliknya meninggalkan Buddha Dharma, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan.



2011/09/08 – 06:50

Ikrar 44 – 46 Amithofo; 44) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, para Phusa
Negeri-negeri lain, setelah mendengar nama-Ku, semuanya, akan memiliki
gabungan dari kebajikan / Sila sempurna dan kegembiraan saat melaksanakan
karya Ke-Bodhisattva-an mereka. Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. 45) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, para Phusa Negeri-negeri
lain, setelah mendengar nama-Ku, semuanya, akan mencapai “Samantanugata “ (
Samadhi setimbang dan menyeluruh dalam kondisi meditasi / Samatha Bhavana ).
Dalam Samadhi ini, mereka akan mampu terus melihat para Fo yang tak terhitung
dan tak terbayangkan, hingga mereka sendiri merealisisir Ke-Buddha-an. Jika
tidak demikian, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 46) Saat Aku merealisiri
Ke-Buddha-an, para Phusa Negeri-Ku, akan dapat mendengarkan Dharmadesana
kapanpun mereka inginkan ( suara Ajaran akan hadir dengan sendirinya bagi
pendengaran mereka ). Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai
Pencerahan.



2011/09/08 – 06:49

Ikrar 41 – 43 Amithofo; 41) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika para Phusa
dari alam-alam lain, setelah mendengar nama-Ku, masih menderita karena
mengalami penurunan kemampuan fungsional apapun, dan tidak terberkahi
dengan kesempurnaan semua organ inderanya, bahkan sebelum merealisir Ke-
Buddha-an, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 42) Saat Aku merealisir Ke-
Buddha-an, para Phusa yang mendengar nama-Ku dari Negeri-negeri Fo yang lain,
                                     34
jika tidak semuanya mencapai tingkat murni dari Samadhi Pembebasan (
Suvibhaktavati ), yang memungkinkan mereka melayani Fo yang tak terbatas dan
tak terbayangkan jumlahnya, hanya dalam satu kilasan pikiran; jika Samadhi
mereka itu masih terputus-putus, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 43) Saat
Aku merealisir Ke-Buddha-an, para Phusa dari Negeri-negeri lain, setelah
mendengar nama-Ku, setelah mangkat, akan bertumimbal lahir dalam keluarga
mulia ( sesuai keinginan Mereka ). Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai
Pencerahan.



2011/09/08 – 06:47

Berikut ikrar 38 – 40 Amithofo; 38) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, penghuni
surga Negeri-Ku, jika menginginkan busana, secepat kilasan pikiran, akan terbalut
busana tersebut, yang muncul dari tiada, begitu menawan memuaskan keinginan
mereka, yang layak dipuji para Fo, yang tak perlu dijahit, dicuci, dikeringkan, atau
pengerjaan seperti itu. Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai Pencerahan.
39) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika penghuni surga Negeri-Ku, tidak
menikmati kebahagiaan seperti Bhikkhu Mulia Asravakchava ( akhir arus nafsu ),
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 40) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika
para Phusa Negeri-Ku, berharap melihat Alam-alam Fo yang murni, agung, tanpa
batas, dari 10 penjuru, seketika itu mereka dapat menyaksikannya dari pohon-
pohon permata, sejelas dan sejernih jika wajah seseorang tercermin pada cermin
mengkilap yang terpoles sempurna. Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai
Pencerahan.



2011/09/07 – 06:52

Ikrar-35-37 Amithofo; setelah mendengar nama-Ku, bangkit keyakinan dan cita-
cita luhurnya, mengarahkan pikiran pada Ke-Bodhi-an, dan tidak lagi suka jadi
wanita. Jika dalam kehidupan berikut, mereka tidak mendapat fisik laki-laki, Aku
tidak akan mencapai Pencerahan. 36) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, para
Phusa dari Alam-alam Fo yang tak terbatas dan tak terbayangkan dari 10 penjuru,
                                        35
setelah mendengar nama-Ku, setelah mangkat ( dalam kehidupan berikutnya )
Mereka akan dapat tetap melanjutkan karya Ke-Bodhisattva-an hingga merealisir
Ke-Buddha-an. Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 37)
Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, para Penghuni Surga dari Alam-alam Fo yang
tak terhitung dan tak terbatas dari 10 penjuru, setelah mendengar nama-Ku, akan
mengagungkan-Ku dengan bernamaskara dengan takzim, mereka akan dapat
melaksanakan karya Ke-Bodhisattva-an dengan setia teguh penuh suka cita,
dihormati dewa dan manusia. Jika tidak demikian, Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. ( bersambung ).



2011/09/07 – 06:51

Ikrar-32-35-Amithofo; semua dunia di 10 penjuru, para Phusa di sana, setelah
menghirupnya, dengan sendirinya akan mengarahkan pikiran Mereka pada Jalan
Bodhi. Jika tidak demikian , Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 33) Saat Aku
merealisir Ke-Buddha-an, semua penghuni Alam-alam Fo yang tak terbatas dan
tak terbayangkan di 10 penjuru, yang “tubuh”-nya tersentuh pendar sinar Cahaya-
Ku yang kemilau, akan merasakan jiwa-raga mereka jadi lembut dan damai, jadi
jauh lebih agung daripada dewa dan manusia manapun. Jika tidak demikian, Aku
tidak akan mencapai Pencerahan. 34) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika
penghuni Alam-alam Fo yang tak terbatas dan tak terbayangkan, setelah
mendengar nama-Ku, masih tidak mencapai Keteguhan Ajatta-sarvadharma dari
tingkatan Phusa dan kedalaman pengetahuan Adharanamuddro, Aku tidak akan
mencapai Pencerahan. 35) Saat Aku merealisiri Ke-Buddha-an, semua wanita dari
Alam-alam Fo yang tak terbatas dan tak terbayangkan dari seluruh penjuru;



2011/09/07 – 06:50

Ikrar-29-32-Amithofo; setelah membaca dan mengobservasi Fak berbagai Sutra,
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 30) Jika ada Phusa Negeri-Ku, yang
memiliki keterbatasan dalam kebijaksanaan dan kefasihan berkotbah, Aku tidak
akan mencapai Pencerahan. 31) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, jika Negeri-Ku
                                      36
tidak dapat memantulkan miniatur dari Alam-alam Fo yang tak terhitung, tak
terbatas, tak terbayangkan dari 10 penjuru, sejernih dan segemerlap seperti jika
wajah seseorang terlihat dalam cermin yang bening bersih, Aku tidak akan
mencapai Pencerahan. 32) Saat Aku merealisir Ke-Buddha-an, dalam Negeri-Ku,
akan ada istana-istana menakjubkan, menjulang dari Tanah hingga ke angkasa,
juga danau, arus angin, pohon-pohon bunga yang selalu bermekaran, serta aneka
pusaka yang tersusun dari beragam permata dan ribuan wewangian, turun
bertaburan tiap menit dengan cara paling menakjubkan, melampaui semua
kondisi surgawi dan manusiawi. Aroma wewangian itu akan menebar meresap,
memenuhi-



2011/09/07 – 06:49

Brikut ikrar 25 – 37 Amithofo; 25) Jika para Phusa Negeri-Ku tak dapat
mengkotbahkan Hukum Kebijaksanaan secara lengkap dan sempurna, Aku tidak
akan mencapai Pencerahan. 26) Jika para Phusa di Negeri-Ku tidak semuanya
memiliki Tubuh Keemasan sekuat Intan Narayana, Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. 27) Para Penghuni dan beragam harta surgawi Negeri-Ku, adalah
yang terunggul, tak terbatas dalam jumlah serta ragam bentuknya; jika ada
makhluk apapun, bahkan yang memiliki Mata Dewa, dapat-merasa-mampu;
mengenali dan memahami jumlah, sebutan, ataupun ragam jenis keindahan
tersebut, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 28) Jika Phusa Negeri-Ku, bahkan
yang paling kecil kebajikannya, ada yang tak mampu menyaksikan Mimbar-Pohon-
Bodhi-Ku yang bercahaya tanpa batas, dan jika tinggi Mereka tidak-sekurang-
kurangnya-4-juta-mil, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 29) Jika Phusa
Negeri-Ku, tidak semuanya, memiliki kebijaksanaan untuk fasih berkotbah—



2011/09/06 – 13:16

Berikut ikrar 22 – 24 Amithofo; -karya Ke-Bodhisattva-an Mereka, dan
mengakumulasikan penumpukan jasa kebajikannya; Mereka ini, yang berharap
untuk melayani Para Fo di 10 penjuru, dan merubah makhluk yang banyaknya
                                       37
seperti pasir Sungai Gangga hingga semuanya mencapai pengertian dengan
kesempurnaan tertinggi; aktifitas Mereka jauh melampaui umat biasa, dan
melatih Metode Kebajikan Universal Samantabhadra. Jika tidak demikian, Aku
tidak akan mencapai Pencerahan. 23) Jika para Phusa di Negeri-Ku, berkat welas
asih Fo, masih tak dapat melayani para Fo di seluruh nayuta Alam Fo yang tak
terhitung, dalam 1 kilasan kesadaran, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 24)
Jika para Phusa di Negeri-Ku, berharap kumpulan pahala kebajikan Mereka, dapat
menghasilkan kelengkapan kebutuhan ( pujana ) untuk digunakan /
dipersembahkan di hadapan para Fo; jika semua itu tidak terwujud hingga
keinginan Mereka terpuaskan, Aku tidak akan mencapai Pencerahan.(
bersambung).



2011/09/06 – 13:15

Berikut ikrar 20 – 22 Amithofo; 20) Jika para umat di 10 penjuru, yang, setelah
mendengar nama-Ku, selalu mendambakan Negeri-Ku, dan mengumpulkan
beragam kebajikan mendasar yang dibutuhkan demi mewujudkan harapan paling
tulus mereka untuk terlahir di Negeri-Ku, jika keinginan mereka tidak terwujud,
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 21) Jika penghuni Negeri-Ku, tidak
semuanya, terberkahi dengan perwujudan anggun rupawan lengkap dengan 32
ciri ( Laksanani ) Makhluk Suci, Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 22) Para
Phusa, yang datang untuk terlahir di Negeri Buddha-Ku, akan diikat untuk satu
kelahiran tersebut saja, untuk selanjutnya Mereka akan menjadi Calon Fo dan
merealisisasi Ke-Buddha-an dalam satu kehidupan saja ( Ekajatipattibuddha ),
KECUALI: Mereka, yang, sesuai Kehendak Bebas Mereka, memilih untuk tetap
berada dalam tingkat Phusa, semata-mata demi membebaskan beragam makhluk,
mengenakan jubah zirah sumpah suci, berkelana ke berbagai dunia,
melaksanakan..-



2011/09/06 – 13:14


                                      38
Saat masih berstatus Phusa / Calon Fo, Amithofo mengucap 48 Maha Ikrar, yang
jika 1 saja tidak tercapai, Beliau rela tidak merealisasi Ke-Buddha-an. Berikut ikrar
18 – 19 Amithofo; 18) Jika para umat di sepuluh penjuru, yang, karena dan
setelah mendengar nama-Ku, membangkitkan keyakinan terdalam mereka, serta
bercita-cita terlahir di Negeri-Ku, maka, sekalipun pikiran seperti ini hanya
terlintas 10 ( sepuluh ) kali dalam benak mereka, maka mereka akan dipastikan
terlahir di Negeri-Ku, kecuali mereka yang telah melakukan 5 Karma berat dan
memfitnah Fak. Jika tidak demikian halnya, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. 19) Jika para umat di 10 penjuru, yang telah mengarahkan
pikirannya sesuai Jalan Bodhi, telah mengumpulkan akumulasi pahala aneka
kebajikan mereka, dengan cita-cita teguh untuk terlahir di Tanah Budha-Ku, jika,
pada saat ajal mereka, Aku tidak menampakkan diri-Ku bersama serombongan
besar pengikut-Ku di hadapan mereka ( menjemput mereka ), maka Aku tidak
akan mencapai Pencerahan.(bersambung).



2011/09/06 – 13:11

Berikut sumpah 14 – 17 Amithofo; 14) Jika ada yang dapat menghitung jumlah
Siswa-Ku yang berdiam dalam Tanah Buddha-Ku, bahkan, sekalipun jika seluruh
makhluk dari 3 juta dunia, dan ke-3 trichiliocosmos ( 3 ribu-maha ribu sistem
dunia ), yang, setelah merealisisasi Pacceka-Buddha, terus menghitung selama
ratusan ribu nayuta koti kalpa, jika ternyata dapat mengetahui jumlahnya, maka
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 15) Penghuni Negeri-Ku, akan hidup abadi,
kecuali Mereka, yang, kapanpun, sesuai kemauan Mereka, memilih untuk
meninggalkan kehidupan ( di sana ). Jika tidak demikian halnya, maka Aku tidak
akan mencapai Pencerahan. 16) Dalam Negeri-Ku, tidak akan ada perwujudan
yang jahat atau memiliki timbunan karma buruk, meski yang belum dikenali
hakikatnya ( Nama, dari nama-rupa ). Jika tidak demikian, Aku tidak akan
mencapai Pencerahan. 17) Jika para Fo yang tak terhitung dari 10 penjuru
semesta, tidak memuliakan nama-Ku, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan..


                                         39
2011/09/05 – 11:53

Adhittana / Purva Pranidhana adalah Sumpah suci yang dibuat saat jadi
Bodhisattva / calon Fo, dilaksanakan sungguh-sungguh ingga mencapai
Pencerahan. Ikrar 10 – 13 Amithofo; 10) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua
yang terlahir di sana, masih muncul gagasan tentang Aku / Atta dan kemelekatan,
meski itu hanya sehubungan dengan perwujudan ragawi mereka sendiri, maka
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 11) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua
yang terlahir di sana, tidak bersemayam dengan teguh dalam kondisi konsentrasi
terfokus dan keseimbangan tak tergoyahkan ( Samadhi ) hingga mereka
merealisasi Nibbana, maka Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 12)Jika Cahaya-
Ku terbatas dan dapat diukur, sehingga tak dapat melingkupi dan menyelimuti
ratusan ribu nayuta koti Negeri Fo, maka Aku tidak akan mencapai Pencerahan.
13) Jika Usia-Ku terbatas dan dapat dihitung, sekalipun setelah penghitungannya
dilakukan selama ratusan ribu nayuta koti kalpa, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan.( bersambung ).



2011/09/05 – 11:51

Berikut ikrar 6 – 9 Amithofo; 6) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua yang terlahir
di sana, tidak memiliki Mata-Ketiga ( Dibba-cakkhu ), yang mampu melihat
ratusan ribu nayuta Negeri Fo, maka Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 7) Jika
dalam Tanah Buddha-Ku, semua yang terlahir di sana, tidak memiliki Telinga Sakti
( Dibba-sotta ), yang mampu mendengar Dhammadesana ratusan ribu nayuta koti
Fo hingga ke tingkat kecermatan seorang pengamat setia, maka Aku tidak akan
mencapai Pencerahan. 8) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua yang terlahir di
sana, tidak memiliki Kesadaran Intuitif ( Paracittajnana ), yang mampu
mengetahui pemikiran semua penghuni ratusan ribu nayuta koti Negeri Fo, maka
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 9) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua
yang terlahir di sana, tidak memiliki Langkah-Dewa ( Iddhi-Saccakiriya ), yang
dalam sekilas pikiran yang paling singkat, dapat melanglang ke ratusan ribu
nayuta koti Negeri Fo, maka Aku tidak akan mencapai Pencerahan.


                                       40
2011/09/05 – 11:50

Berikut 48 Ikrar Amithofo; 1) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, masih terdapat alam
neraka, atau alam hewan, atau alam preta, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. 2) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua yang terlahir di sana, masih
harus ( mati dan ) jatuh ke alam menderita, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. 3) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua yang terlahir di sana, tidak
memiliki tubuh berwarna emas murni, maka Aku tidak akan mencapai
Pencerahan. 4) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua yang terlahir di sana, tidak
memiliki kesamaan penampilan, tanpa perbedaan ( mulia atau buruk rupa ), maka
Aku tidak akan mencapai Pencerahan. 5) Jika dalam Tanah Buddha-Ku, semua
yang terlahir di sana, tidak memiliki Pengetahuan untuk mengingat tumimbal lahir
mereka yang terdahulu ( pubbenivasanussatinana, pengetahuan tentang semua
tumimbal lahir ), dan mengetahui berbagai tahapan perubahan yang terjadi
selama ratusan ribu nayuta kalpa, maka Aku tidak akan mencapai Pencerahan.



2011/09/04 – 09:46

Seekor cacing merayap, gendut merah mengkilap kekenyangan. Bersantai baru
menggali tanah lagi… Tahukah anda, cacing adalah makhluk paling aktif ? Makan
tanah sambil bergerak maju, membuat ventilasi yang memudahkan pertukaran
udara dan gas, jadi tanah lebih gembur, kaya oksigen. Tanah yang dimakannya,
bercampur enzim perut sepanjang usus yang sepanjang badannya, lalu
dikeluarkan, jadi kaya zat hara yang dibutuhkan tanaman. Tetap bisa hidup meski
dipotong-potong, makhluk kecil buta tanpa kaki tangan ini, bahkan terbukti
manjur mencegah dan mengobati typhus dan beberapa penyakit lain… Daya
survival yang tinggi, ulet dan tekun terus berkarya dengan rendah hati tanpa
suara, tidak sibuk memikirkan nama atau pahala, bahkan dalam kondisi hidup
atau mati, tetap memberi manfaat nyata… Cacing kecil, sungguh teladan yang
indah…


                                       41
2011/09/03 – 14:20

Seperti 2 tikus hitam dan putih ( siang / malam ) menggerogoti tali usia yang terus
berdetik melaju tanpa kesempatan pause apalagi rewind untuk mengkoreksi yang
telah terjadi. Sebelum karma buruk mem-fast-forward perjalanan hidup ini
hingga auto-stop, pernahkan terlintas; sudahkah benar-benar memberikan yang
terbaik untuk diri sendiri ? Berjuang dengan upaya kausalya, meningkatkan dan
mengembangkan wawasan, kebajikan, kebijakan… menggunakan ‘kendaraan’
mewah yang sulit didapat ini ( kelahiran sebagai manusia ), meningkatkan
harkatnya agar tidak lagi sekedar darah-daging, tapi jadi vihara suci, dengan 3
pintu karma ( pikiran, ucapan, perbuatan ) sebagai asset berharga untuk
didayagunakan. Jangan puas dengan deposito karma baik yang sudah ada, selalu
tanyakan, apa yang diinvestasikan hari ini, agar dapat benar-benar terbebas dari
Dukkha. So; sudahkah mencintai diri sendiri dengan benar ?



2011/09/02 – 15:30

Dalam Vijaya Sutta, yang sering digunakan sebagai objek meditasi asubha, Fo
menyadarkan, body sexy paras rupawan, sebenarnya cuma tulang dan otot,
dibalut selaput daging. Membungkus rapi; usus, lambung, hati, gelembung air,
jantung, paru-paru, ginjal, limpa kecil, dengan ingus dan lendir, peluh, getah
bening, darah, lemak. Melalui 9 lubang kotoran terus keluar, dari mata, telinga,
hidung, kadang empedu dan lendir dimuntahkan, kotoran dan peluh keluar dari
badan. Jika raga ini mati, jadi bangkai yang bengkak, biru, tersia-sia, keluarga pun
tidak menginginkannya, mayat itu dimakan anjing, srigala, cacing, gagak, hewan
buas. Bahkan sebelum mati, aneka penyakit dan kemerosotan karena usia terus
menggerogoti. Meski belum mengingat ( jadi belum jenuh ) melakoni ironi dalam
bhavacakka, apa indahnya raga ini, selain untuk melatih diri ? Jangan tersesat !



2011/09/01 – 15:03



                                        42
Surya terik di langit siang, dan malam hari chandra yang bertahta. Tapi
sebenarnya, mentari cuma sesaat di titik zenith tengah hari, dan bulan cuma bulat
bundar saat Waisak. Bahkan, pada pergantian antar-waktu setiap harinya, ada
pagi yang sejuk dan senja yang hangat. Sesungguhnya, dalam hidup ini, kapankah
kita benar-benar saklijk hitam putih ? Dalam keputusan terdapat fleksibilitas yang
disebut kebijakan dan antisipasi. Bahkan laporan pertanggungjawaban pun
mentolerir force-majeure. Mayoritas waktu, 3 karma diwarnai bauran abu-abu
yang bahkan lebih tidak jelas daripada logo Dai Ci ( bulatan hitam dalam putih dan
bulatan putih dalam hitam ), dan saat menunjuk, 4 jari menuding diri sendiri. So:
lapangkan dada dan hati akan damai. Tuluskan niat dan dengan sendirinya akan
berani lebih rendah hati. Ikhlas bertindak, maka jiwa bebas leluasa !



2011/08/31 – 15:38

Berikut syair yang diutarakan Patriarch ke-6 pada Fa Ta dalam Sutra Altar;
“Sebagaimana kamu dinamakan Fa Ta, rajin membaca Kitab tanpa henti, Cuma
mengeluarkan suara dengan sia-sia. Yang menyadari Bodhi itulah Bodhisattva !
Kini kamu temukan kondisi yang tepat, aku ingin jelaskan padamu, jika kamu
percaya Buddha tiada bicara, mulutmu akan berbunga Dharma Teratai ! Fa Ta ( =
Dharma Merasuki ), Dharma itu sendiri merasuk, tapi pikiran yang tidak
merasuk.” Sebenarnya, kita semua juga seperti Fa Ta;m seperti YA Hui Neng
memberi tahu Fa Ta; “Isi Kitab tidak ada yang meragukan, pikiran sendirilah yang
ragu-ragu, akibatnya tidak dapat memahami intisari hakikat Kitab Suci.” Keraguan
adalah 1 dari 5 racun, itu sebabnya kita harus berjuang menemukan
kebenarannya. Ehipassiko, datang dan buktikan. Jadi tahu dan yakin, BUKAN
sekedar percaya, bukan dogmatis.



2011/08/30 – 16:05

*) Orang yang selalu mencari-cari alasan bagi kegagalannya, tidak akan
memperoleh kemajuan untuk selamanya. *) Marah adalah tindakan menghukum
diri sendiri dengan mengambil kesalahan yang dibuat orang lain. *) Memberi
                                        43
maaf dan berbicara dengan ramah meski kita berada di pihak yang benar. *)
Orang yang berbudi luhur memiliki tujuan hidup, sedang orang berhati picik
menganggap hidup sebagai tujuan. *) Dengan memiliki keyakinan, keuletan, dan
keberanian, maka tidak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini. *) Orang
yang dapat memanfaatkan waktu dengan baik, pasti bisa menguasai arah tujuan
yang ingin dicapai. *) Hanya orang yang bisa menghargai diri sendiri baru punya
keberanian untuk lebih rendah hati. *) Lebih baik bekerja keras dan benar-benar
melakukannya, daripada berkemampuan tapi tidak melakukan sama sekali. *)
Ada masalah tidak perlu dibahas, apalagi jika tidak ada masalah.



2011/08/30 – 16:04

Berikut beberapa kalimat bijak yang mungkin bermanfaat bagi kita semua; *)
Bertutur kata dengan baik, berpikirlah dengan niat yang baik, dan melakukan
perbuatan baik. *) Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri sendiri.
*) Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki
kemungkinan yang tak terhingga. *) Melakukan dengan suka rela, menerima
dengan suka cita. *) Melakukan yang memang seharusnya dilakukan adalah
bijaksana, melakukan apa yang TIDAK seharusnya dilakukan adalah kebodohan.
*) Jika tabiat dan ucapannya tidak baik, meski hatinya sebaik apapun, tidak dapat
dikategorikan orang baik. *) Musuh terbesar kita bukan orang lain, melainkan diri
kita sendiri. *) Hendaknya bersaing untuk menjadi siapa yang lebih dicintai,
bukan siapa yang lebih ditakuti. *) Lakukanlah dengan sepenuh hati, jangan
merasa khawatir / risau. *) Jika enggan melakukan hal kecil, maka sulit
menyelesaikan tugas besar.



2011/08/28 – 19:36

Kitab Kanjur, Tibetan, menyebutkan, 10 pahala Mantra 6 Suku Kata Kuan Yin ( Om
Mani Padme Hum ), sebagai berikut; 1) menyingkirkan gangguan dari semua roh
dan makhluk jahat. 2) menyingkirkan semua penyakit. 3) menyelamatkan dari
semua bencana karena alam dan 5 unsur. 4) mendapat semua berkah duniawi,
                                       44
panjang umur, dan ketenangan. 5) menyingkirkan semua kegelisahan batin
karena 5 racun ( lobha, dosa, moha, sombong, keraguan ). 6) menyingkirkan
kejahatan karena pelanggaran Sila. 7) menyingkirkan semua rintangan dan
mendapat Dasa Bhumi. 8) jika membaca 100 ribu kali dapat mencegah terlahir di
alam rendah. 9) membaca 1 juta kali dapat menyelamatkan makhluk di 6 alam.
10) membaca 10 juta kali dapat merealisasi Ke-Buddha-an dan mencapai
Pencerahan. Digunakan sebagai bendera berkibar / ditempel depan pitu / dalam
rumah, memberi manfaat bagi semua yang bisa melihat, mendengar, dan
mendapat sinar Mantra.



2011/08/27 – 13:34

Mereka yang berlindung sepenuh hati segera memperoleh sari Dharma-Nya;
Beliau bersabda; “Aku tidak datang dan tidak pergi, bagi mereka yang percaya
pada-Ku, Aku segera menampakkan diri untuk membabarkan Dharma, setiap
tanggal 10 lunar Aku akan datang menjumpai para siswa.” Menjelang kepergian
ke Tanah Suci-Nya, Mintanawa Locani Buddha memuja 32 dan 80 tanda,
keistimewaan dan pencapaian-Nya; memberi tahu; ibarat Moni Pengabul
Keinginan; bagi yang dapat menjunjung Sutra dan Dharma-Nya, dapat mencapai 4
Keberhasilan tentang menyingkirkan karma buruk, menambah kesejahteraan,
menumbuhkan metta, menaklukkan semua bahaya; semua petaka karena bumi,
air, api, angin, kekosongan, segera sirna.       Jika membaca Mantra dan
mengembangkan tekad menyelamatkan makhluk, akan segera mencapai Siddhi,
dilengkapi Paramita dan pencapaian Samadhi, jadi bisa mencapai Anuttara
Samyak Sambodhi.



2011/08/27 – 13:32

Dalam Padmasambhava Sutra / Sutra tentang Sebab Kehadiran Lien Hua Shen Ta
She, disebutkan, Beliau adalah Nirmanakaya Amithofo, Kuan Yin, Sheciamoni,
dalam bentuk 3 kaya Tantra, yaitu tubuh, ucapan, pikiran; sejak awal telah
memiliki 5 Buddha Prajna dan Dharmakaya yang tidak berbeda dengan Atarma
                                     45
Buddha / Ata-ol-ma-fo; demi menyelamatkan mereka yang keras hati dan tidak
memiliki sifat Ke-Buddha-an, menjelma dalam bentuk Vajra di 6 alam, jadi dapat
menaklukkan semua Mara dan aliran sesat, jadi semua sesegera mungkin
mencapai Pembebasan. Memiliki 7 Pusaka Raja Cakra; Beliau melepas tahta
setelah diingatkan Vajrsarattva; berguru pada YA Ananda; mewarisi Eksoterik dan
Esoterik dari Sheciamoni; mendapat Jubah Kasaya dari Buddha Locani; menguasai
Maha Siddhi Buddha Amitayus; negeri-Nya di Barat disebut Pemaroja; jika umat
bisa bernamaskara mengenang, cahaya terang akan segera datang untuk
melindungi tubuh mereka.



2011/08/26 – 11:24

Abbreviated Chronicle of Padmasambhava;            From whichever supreme
Buddhafield You remain ( dari Tanah Buddha manapun tempat-Mu berdiam )…
Lord of beings, Nirmanakaya of Uddiyana ( Tuan segenap makhluk, Tubuh
Nirmanakaya dari Uddiyana )… Rescue all Your disciples and myself (
selamatkanlah semua siswa-Mu dan diriku ini )… With the hook of Your swift-
acting compassion ( dengan kaitan dari welas sih-Mu yang tangkas dan cekatan
bertindak )… From the immense ocean of Samsara ( dari samudra luas Samsara
)… And lead us to the celestial abode of Uddiyana ( dan bimbing kami menuju
kediaman suci Uddiyana )… Repeating this just once yields a benefit that is equal
to reading the extensive chronicle ( pahala 1x membaca gatha ini, setara dengan
membaca Sastra lengkapnya…



2011/08/25 – 08:53

Jasa Maha Sarasvati, Vatana, Raja Dhrtarastra, Dewi Matr-Nari dan rombongan
Mahabala, Raja Virudhaka, Raja Virupaksa, Raja Vaisramana, Raja Mayura, barisan
28 Maha Dewa, Manibhadra, Panglima Pancika, Purava, Nanda, Upananda,
Nagaraja Bhagara, Nagaraja Ipala, para Asura, Gandharva, Garuda, Kinnara,
Mahoraga, Varuna, Agni, Udaka, Daivata, Vidyut, Raja Kumbhanda, Raja Pisaca,
jadi semua melindungi penekun Ta Pei Chou. Berikrar tidak jadi Buddha jika
                                       46
penekun Ta Pei Chou jatuh ke 3 alam sengsara dan tidak lahir di Tanah Fo dan
tidak jadi lelaki seperti keinginan yang bersangkutan, Kuan Yin juga mengutarakan
“Syair Penyejuk”, menegaskan daya Ta Pei Chou menaklukkan rintangan, hewan
buas / berbisa, raksasa, Mara, racun, guna-guna, wabah, penyakit ganas, musibah,
nafsu. Kuan Yin = Sahasra Prabha Netra Phusa, adalah Saddharma Prabhasa
Tathagata.



2011/08/25 – 08:52

Oleh dewa dan naga dan gandharva, selalu lahir di tempat yang
memungkinkannya kenal Dharma, selalu dapat Dharma sejati yang dapat
membawa pada Pencerahan ).            Bagi penekun yang tekun dan tulus,
Chandraprabhasa Phusa dan Suryaprabhasa Phusa dan dewa-dewa dari alam
Buddha Suddha Vaidurya di Timur akan datang untuk mengkonfirmasi
pelaksanaan Dharmanya. Lalu Kuan Yin akan hadir untuk menganugerahkan
tenaga gaib sahasrabhuja sahasranetra untuk melindungi dan membuatnya
mampu membaca dan memahami Sutra dan Sastra. Secara khusus, Kuan Yin
mengundang Dharmapala untuk melindungi penekun Ta Pei Chou, sebagai
berikut; para dewa, malaikat, Vajra Guhyapada, YA Usnisa Kunda, YA Ankusiya, YA
Sankara dan Kelompok 8, Mahi Narayana, Khumbira, Vikarala, Vatsi Saula,
Mansanchaba Candra, Sace Mavala, Kulatante Pandira, Raja Pippala, Indra Vita,
Satvara, Raja Brahma Samvara, 5 Barisan Yamaraja Surga Suddavasa, Raja Sakra,
Jasa…



2011/08/25 – 08:51

14) selalu diperhatikan dan dikuatkan Fo 10 penjuru. 15) Garuka Karma pun
dapat pelan-pelan terkikis hingga tuntas, bahkan dilimpahi berkah Fo. 16) tidak
akan mangkat dengan 15 kesengsaraan ( mati kelaparan, dihukum mati, dibunuh,
mati dalam perang, diterkam hewan buas, digigit serangga berbisa, terkena banjir
/ kebakaran, terkena racun, digigit serangga, berpenyakit jiwa, tertimbun tanah
longsor / tertimpa pohon, terkena guna-guna, diganggu makhluk halus, terkena
                                       47
penyakit ganas, atau bunuh diri ). 17) sebaliknya, akan mendapat 15 Sujata ( lahir
di surga, lahir di negeri makmur sejahtera, lahir di lingkungan aman tenteram,
selalu bertemu kaum bijak, tidak cacat tubuh, cepat mencapai Bodhi, jarang
melanggar Sila / hukum setempat, punya keluarga dan saudara penyayang penuh
cinta, selalu dihormati dan dibantu orang lain, kebutuhan hidup selalu tercukupi,
bebas dari perampokan, cita-citanya selalu terwujud, selalu dilindungi oleh..



2011/08/25 – 08:49

Sutra Mantra Maha Sampurna menyebutkan, manfaat menjunjung Ta Pei Chou
sepenuh hati, sebagai berikut; mendapat berkah jadi: 1) dapat memahami semua
Dharma. 2) segera punya Mata Kebijaksanaan. 3) dapat menyelamatkan makhluk
menderita. 4) dapat memiliki Upaya Kausalya / cara trampil. 5) dapat berlayar
dengan “Perahu Prajna.” 6) dapat menyeberangi Lautan Samsara dan mencapai
Pantai Seberang. 7) dapat melaksanakan Sila dan Dhyana. 8) dapat merealisir
Nibbana. 9) dapat berkumpul di gedung Asamskrta. 10) dapat memperoleh
tubuh Dharmata. 11) selalu terlindung, pedang yang menghadang: patah, air bah
mendidih akan kering, preta akan kenyang, asura bersikap baik, gerombolan
hewan buas akan jinak dan cerdas. 12) menyebut nama Amithofo, lalu Ta Pei
Chou 5 kali setiap malam, semua kesalahan berat dan karma buruk ribuan koti
kalpa akan segera terhapuskan. 13) saat mangkat, Fo dari 10 penjuru memberkati
jadi yang bersangkutan segera lahir di negeri Fo / surga.



2011/08/23 – 14:40

Sutra Pratisamvidha Maha Karuna menyebutkan; Mantra Maha Karuna Dharani
diturunkan Sahasraprabharaja Sthitika Tathagata pada Kuan Yin Phusa. Setelah
menekuninya, membangkitkan metta karuna pada semua makhluk yang
mengalami 5 macam kesengsaraan agar dapat lahir di alam bahagia bahkan Tanah
Buddha, Kuan Yin Phusa, yang saat itu masih Bodhisattva Bhumi tingkat 1
langsung mencapai tingkat 8. Kuan Yin Phusa berikrar menolong umat, mohon
daya 1.000 tangan 1.000 mata, dan langsung terwujud hingga 10 penjuru
                                        48
semesta bergetar, dan ribuan Fo memancarkan sinar Mereka pada Kuan Yin. Di
depan Sheciamoni, Kuan Yin mengajarkan dan memberitahu manfaat menekuni
Ta Pei Chou, memperkuat dengan sumpah suci-Nya sebagai jaminan,
mengundang para Dharmapala dan semua pengikut Mereka untuk menjaga para
penekun Ta Pei Chou.



2011/08/22 – 11:06

7) mengandalkan Gurucarya ( misal: mohon Guru bersadhana untuk substitusi
karma buruk sang siswa, menjadi sponsor upacara ). 8) mengandalkan kekuatan
kekosongan ( misal: bersadhana sendiri hingga mencapai fenomena transformasi
kekosongan hakiki menjadi tiada ). Buddha Master menyarankan, selagi sempat,
saat aman / belum terjadi musibah, sebaiknya menekuni Api Puja Homa
Pelenyapan Marabahaya. Saat urgensi ( musibah terjadi ), gunakan Mudra dan
Mantra Vajra sebagai Pelindung… ( sumber: ceramah Buddha Master;
terjemahan Ivandy Djohari )… Disebutkan, demi umat, Kuan Yin bersumpah, rela
tidak jadi Buddha ; jika; setelah tekun membaca Ta Pei Chou dan sepenuh hati
mempraktekkan metta karuna; tapi masih jatuh ke 3 alam menderita, tidak lahir
di surga / tanah Buddha, atau jadi lelaki seperti yang siswa inginkan. ( sumber :
Sutra Ayusri Dharani ).



2011/08/22 – 11:06

Ke alam-alam rendah neraka, hewan, preta, asura, maka semua karma buruk itu
tidak akan menimpa lagi… ( sumber: reportase abhiseka Ilmu Bhagavan Vijaya
12/09/1998; Vidya Dharma 12; Desember 1998; terjemahan Ivandy Djohari ).
Untuk mencegah malapetaka, cara-cara lain yang lazim dikenal; sebagai berikut;
1) menggunakan kekuatan Sutra ( misal: baca Kao Wang Cing 1.000 kali ). 2)
menggunakan kekuatan Mantra ( misal: melafal Mantra Hati Guru 1 juta kali ). 3)
menggunakan kekuatan Ilmu / sadhana ( misal: menjalankan sadhana pertobatan
/ janhue 200 kali ). 4) menggunakan kekuatan dana ( misal: membangun vihara,
pagoda, ruphang, mencetak Kitab Suci / Sutra / artikel tentang Fo Fak ). 5)
                                       49
mengandalkan kekuatan Fo ( misal: memuja nama dan gelar Fo Phusa / nien Fo
Hao hingga mencapai Yoga / kan ing ). 6) mengandalkan kekuatan ketenangan
batin ( misal: bermeditasi hingga mendapat kekuatan Vinaya, kekuatan prajna,
atau kekuatan ketenangan batin ).



2011/08/22 – 11:04

Dalam Sutra Ushnisa Bhagavan Vijaya Dharani ( Fo Ting Cuen Sen Fo Mu Tholoni
Cing ) disebutkan; Dharani Bhagavan Vijaya ini, jika ada orang yang
mendengarnya; Begitu melalui telinganya, segala karma buruk yang diperbuatnya
di kelahiran lamapu, segera sirna semua, memperoleh badan yang suci, dan
teringat semua tiada yang terlupakan; tentang; di alam mana ia pernah terlahir,
baik di antara salah satu alam Buddha sampai ke alam Buddha lainnya, dari salah
satu alam dewa sampai ke alam dewa lainnya, sekalipun mengalami seluruh 33
alam dewa, setiap alam yang pernah dialami dalam kelahirannya, teringat semua
tiada yang terlupakan… Buddha Master menyebutkan, jika ada yang menuliskan
Dharani tersebut dan ditempelkan di langit-langit, saat abu kertas ( yang lapuk
karena waktu ) jatuh menimpa badan orang yang kebetulan lewat di bawahnya,
maka semua karma buruk orang itu, yang seharusnya menyebabkannya jatuh



2011/08/21 – 07:14

Daya tenang Samadhi dan sila; Lalai menjalankan 6 jadwal puja; Disimpannya
pujana karena malas dan tamak; Trikarma tidak disiplin; Melanggar Sila; Kini aku
bertobat; Semua benda cemar dan perbuatan salah itu; Bertobat tulus sepenuh
hati; Semoga batin suci… Lebih sempurna jika dapat dengan hormat mengundang
21 Buddha ( Amitayus; Prasenajit; Suprabhasa; Akshobya; Suguna Raja; Simha
Prabhasa; Surya Prabhasa; Jala Prabhasa; Ratna Laksana; Ratna Jvala; Jvala
Vidya; Jvala Prabhasa; Pusyaka Uttama Raja; Susabhada; Sumalikara;
Dharmaketa; Uttama Vikaya; Lumbini Rupakaya; Vairocana; Brahma Suddha
Raja; Uttara Bhava ) Tathagata. ( 3 Fo dari Barat; 5 Fo dari Timur; 5 Fo dari


                                       50
Selatan; 8 Fo dari Utara )… ( sumber : Maha Yoga Pertobatan; Vidya Dharma 12;
Desember 1998; diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh Ivandy Djohari ).



2011/08/21 – 07:04

Dapat segera menjadi bersih jika pada suatu hari dicuci; demikian juga akumulasi
karma buruk ratusan ribu kalpa itu; akan DAPAT DILENYAPKAN TUNTAS; saat
pada suatu ketika, dengan pandai menelusuri Jalan Pemikiran; demi kekuatan
Buddha Dharma… Disebutkan, Gatha Pertobatan dalam Tantra; Bersujud
merenungkan di depan Gurucarya dan Triratna; Bernamaskara khusuk terhadap
Guru nan cerah dengan gemilang Padma; Atas tindakan yang tak sesuai Sastra –
Sutra Tathagata, silsilah Guru, dan memfitnah-Nya; persepsi sesat meresahkan
dan ucapan buruk terhadap saudara Vajra se-Abhiseka; Tidak jelas
memvisualisasikan Mandala dan Yidam; Pemanjatan Mantra yang tak jelas dan
keliru; Membocorkan rahasia yang dipesan untuk dijaga; Membohongi Acharya
demi 10 rumus rahasia; Bertobat semua pokok kesalahan perbuatan; Akan
menaati ke-5 butir sila karma; Bertobat semua ranting kesalahan antaranya;
Setengah hati mengembangkan daya..



2011/08/21 – 07:03

= SP 6 Akar / SP Samaya Saddharma Pundarika ( disusun Maha Bhiksu Thien Thai
berdasar Fa Hua Cing ). 7) SP Yao She Fo ( disusun berdasar Sutra Pahala Prasetya
Pokok Bhaisajyaguru Vaidurya Prabhasa Tathagata ). 8) SP Vaipulya / Kebenaran
Tiada Tertara ( disusun Maha Bhiksu ThienThai berdasar Sutra Maha Vaipulya
Dharani ). Dalam Sutra Vipasyana Bumi Hati disebutkan; Jika terulang kesalahan;
Dosa itu segera bertambah; Bertobat dengan ketulusan; Dosa itu segera sirna…
Gatha Pertobatan yang lazim dikenal sebagai berikut berasal dari Samantabhadra
/ Phusien Phusa dalam bab Komitmen Penekunan / Sing Yuen Phin; Segala
karma buruk yang diperbuat pada masa lalu oleh diriku; yang didasari lobha, dosa,
moha; sejak masa tanpa awal; yang lahir dari perbuatan, ucapan, pikiran;


                                       51
semuanya itu; kini aku bertobat tulus sepenuh hati… Dalam Maha Sannipata
Sutra / Ta Ci Cing disebutkan, seperti baju kotor penuh noda ratusan tahun…



2011/08/21 – 06:39

Disebutkan, 8 Sadhana Pertobatan yang lazim dikenal; sebagai berikut; 1)
Sadhana Pertobatan Mulia Kaisar Liang / Liang Huang Pao Chan ( Kaisar Liang
Wu Ti, 502 – 557 M, khusus mempelajari Kitab Suci Maha Khazanah semula
menyusunnya demi selir Si Fei yang menjelma ular besar penuh luka membusuk,
jadi bisa bertumimbal lahir jadi dewi ). 2) Sadhana Pertobatan ( SP ) air / Sui
Chan ( diturunkan Bhiksu Dewa pada Bhiksu Wuta yang pada lututnya muncul
luka berbentuk wajah, air samaya hasil sadhana untuk mencuci luka jadi sembuh
). 3) SP Kencana Gemilang ( SP berdasar Sutra Kencana Gemilang / Suvarna
Prabhasa Uttamendra Raja Sutra, disusun Maha Bhiksu Thien-Thai ). 4) SP Kuan
Yin ( berdasar Sutra Kuan Yin, dilengkapi penundukan kejahatan dan pengikis
mara bahaya ). 5) SP Amithofo ( disusun menurut kesucian tanpa tara Amithofo
yang melampaui semua kesucian dewa-dewa ). 6) SP Saddharma Pundarika = 6
Ayatanani…



2011/08/20 – 09:16

Buddha bersabda; seorang yang mencapai tingkat atas ( Arahat ) Tuo Lo Nie
adalah kebaikan bagi dunia… Kebaikan bagi Dunia Asal Mulanya Terang; Namo
Ratna Trayaya; Om; Vasudhare Svaha; Om; Sri Vasumuni; Svaha… Hati yang
Terang ( Sing Ming ); Namo Ratna-Trayaya; Om; Vasu Sriye Svaha; Om; Sri Vasu-
mati Sriye Svaha; Om; Vasu Svaha; Om; Laksmi Putra Ni-vasiniye Svaha; Namo
Vajrapanaye; Sriye. Gatha Pujian dari YA Ananda; Semua Buddha adalah tak
terjangkau oleh pikiran; Buddhadharma juga adalah benar adanya; Keyakinan
yang murni adalah tak terjangkau pula oleh pikiran; Segenap buah hasil yang
dicapai benar pula adanya; Kebijaksanaan ketenangan seluruh prajna Sang Raja
Dharma tak akan musnah; sanggup membawa hingga ke Pantai Seberang; ( aku)


                                      52
menyembah pada Buddha yang sungguh luar biasa.. ( sumber:Vasudhara Dharani
Sutra ).



2011/08/20 – 09:15

Dake Dhake Dharake Avartani Pra-vartani Varsani-Varsani Nis-padhani;
Bhagavan Vajradhara Sagara Nirghosa; Tathagata Manu Smara; Sarva-
Tathagata-Satya Manu Smara; Dharma-Satya Manu Smara; Samgha-Satya Manu
Smara; Tata-Tata; Puraya-Puraya; Purani-Purani; Sarva Asa Sarva Sattvanam Ca;
Bhara-Bhara-Bharani; Su Mangale Santa-Mati; Subha-Mati, Maha-Mati;
Mangala-Mati; Prabhavati Bhadravati;Su Chandra-Mati; Agaccha-Agaccha;
Samaya Manu Smara Svaha; Avarana Manu Smara Svaha; Adhara Manu Smara
Svaha; Prabhava Manu Smara Svaha; Svabhava Manu Smara Svaha; Drdhi Manu
Smara Svaha; Teja Manu Smara Svaha; Jaya Manu Smara Svaha; Vijaya Manu
Smara Svaha; Hrdaya Manu Smara Svaha; Sarva Sattva Manu Smara Svaha. (
sumber: Tripitaka Indonesia / Taisho Tripitaka 1163; terjemahan YA Amoghavajra;
lalu Ivan Taniputera ).



2011/08/20 – 09:14

VASUDHARA DHARANI; Namo Ratnatrayaya; Namo Bhagavate Vajradhara
Sagara Nirghosaya; Tathagataya Arhate Samyak Sambuddhaya Tadyatha; Om;
Surupe Suvadane; Bhadre Subhadre Bhadravati Candravati Mangale Mangale
Sumangale Mangalavati; Ale Acale Acapale Ud-ghatani Ud-dyotani Ud-bhedani
Ucchedani Sasyavati Dhanavati Dhanyavati Srimati Prabhamati; Amale Vimale
Nirmale Ruh Ruh; Ruh-Ruh; Ruh Ruhvati Surupe Capale Mangale Arphana Sthe;
Vitta Naste; Avinaste; Atana Sthe; Avita Naste Adhana Sthe Citra Nasthe;Visva-
kesini; Visva-rupe;     Vi-sunasi; Visuddha-silevi-guniniye; Anuttare Angure
Bhangure Prabhangure Virame Vidharme; Duh-Me Duh Me; Dhi-Dhi Me; Kha
Khale; Khi Khi Me; Khu Khu Me Ta Tare; Tara-Tara; Ta Tara-Ta Tara; Taraya-
Taraya; Vajre Vajre Vajropame; Tanke-Tanke Dake Dharake Oghe Boghe Puge


                                      53
2011/08/20 – 09:12

Disebutkan, Sheciamoni menerima Dharani bernama Hujan Mustika dari
Tathagata Suara Samudera Pemegang Vajra, yang kemudian dibabarkan atas
permohonan Sesepuh Bulan Kebajikan, agar umat memiliki kekayaan melimpah
dan dapat MELAKUKAN DANA PARAMITA. Fo bersabda, manfaat menjunjung
sepenuh hati Dharani Hujan Mustika, sebagai berikut; 1) manusia / non-manusia
yang berniat jahat gagal mencelakai. 2) hantu pemakan manusia, lemak, tulang
sumsum, nanah, darah, lendir, ludah, dan lain sebagainya, tidak dapat
mengacaukan pikiran. 3) mendapat kedamaian dan kebahagiaan. 4) mendapat
kekayaan melimpah. 5) semua penyakit, wabah, akan sirna. 6) semua
kemalangan, kesulitan ekonomi, dan hambatan dalam kehidupan, akan hilang
tanpa sisa. ( sumber: Tripitaka Indonesia, Taisho Tripitaka 1163 tentang
Vasudhara Dharani, diterjemahkan dari bahasa Sanskrit oleh YA Amoghavajra,
dari bahasa Mandarin oleh Ivan Taniputera)..



2011/08/19 – 13:41

1)Ratusan, bahkan ribuan kali kelahiran mendatang, tidak akan berumur pendek,
sebaliknya, berumur panjang dan bebas penyakit. 2) 4 sifat setan yang melekat
dalam kemenjadian sebagai manusia tidak akan dapat bergolak / muncul. 3) bisa
berusia sampai 120 tahun, mencapai keadaan tanpa penyakit, bebas dari
penderitaan kematian ( saat mangkat ). 4) mencapai tingkat kesucian. 5)
selamanya tidak akan mundur dari Jalan menuju Pencapaian Pencerahan. 6) yang
terjangkit penyakit parah, jika dapat mendengar mantra ini, hantu jahat tidak
akan dapat mencabut nyawa / melukai si sakit tersebut. 7) memperpanjang usia
dewa dan manusia. 8) melindungi semua yang melatih diri. 9) menghapus karma
buruk, kekotoran batin, pandangan sesat. ( sumber: Sabda Sang Buddha tentang
Sutra Usia Panjang Penghapus Dosa, diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh
SEC, Medan )



2011/08/19 – 13:39
                                     54
Dalam Sutra Usia Panjang, disebutkan, Vajra yang perkasa mengucapkan mantra
ini di depan Sheciamoni; Mantra mengobati penyakit parah dan menghapus
karma buruk; Tadyatha, Chandri, Chandra Vide, Chandra Ma Hum, Chandra
Vate, Chandra Pure, Chandra Jaye, Chandra Tire, Chandra Vime, Chandra Druru,
Chandra Prabhe, Chandra Vitare, Chandra Patiye, Chandra Bhame, Chandra
Khadge, Chandra Loke, Svaha. Dalam versi Mandarin sebagai berikut; Tuo Ti Ye
Tha, Chan Ta Li, Chan Ta Luo Pi Thi, Can Ta Luo Mo Houm, Chan Ta Luo Pa Ti,
Chan Ta Luo Pu Li, Chan Ta Luo Tou Yi, Chan Ta Luo Ti Li, Chan Ta Fei Mie, Chan
Tu Leu, Chan Ta Luo Po Luo Ou, Chan Ta Luo U Ta Li, Chan Ta LuoPho Ti Yi, Chan
Ta Luo Pho Mie, Chan Ta Luo Chie Tze, Chan Ta Luo Lu Chi, Sou Po He. Beliau
mengutip YA Po Cia Po,memberitahu Sheciamoni, jika ada makhluk hidup,
mendengar mantra ini sepenuh hati, meski cuma sekali, manfaatnya adalah
sebagai berikut…



2011/08/18 – 16:56

Dalam Sabda Sang Buddha tentang Sutra Usia Panjang Pemusnahan Dosa,
Sheciamoni mengungkapkan Dharani untuk melindungi dan memperpanjang
umur janin serta para bayi dan anak kecil sebagai berikut; Padmi Padmi Devi,
Ksini Ksini Ksemi, Jure Jura Juri, Hura Hura, Yuri Yura Yuri, Para Parimunca,
Chide Chide, Chinna Kare Panci Made Svaha. Dalam versi Mandarin sebagai
berikut; Pho Thou, Mi Pho, Thou Mi, Thi Pi, Si Ni, Si Ni,Si Mi, Chu Li, Chu Luo, Chu
Li, Hou Luo, Huo Lo, You Li, You Luo, You Li, Pho Luo, Pho Li Wen, Ce Chen Tie,
Phin Tie Phan, She Mo Tie, Che Na, Chia Li, Suo Po He. ( sumber: Sutra Usia
Panjang Pemusnahan Dosa, diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin oleh
Dharma Master Shek Chang Mien, diterjemahkan dari bahasa Mandarin oleh
Sukhavati Education Centre, Medan ).



2011/08/17 – 11:35

MUDITA / simpati; semoga semua makhluk, tidak kehilangan kesejahteraan yang
telah mereka peroleh… UPEKKHA / keseimbangan batin; semua makhluk,
                                        55
memiliki, mewarisi, lahir dari, berhubungan dengan, dan terlindung oleh
karmanya sendiri, apapun karma yang diperbuatnya, baik / buruk, itulah yang
akan diwarisinya… PATTIDANA / hue siang; semoga jasa-jasa yang kuperbuat, kini
atau waktu lain, diterima semua makhluk, tak terbatas, tak ternilai… Mereka yang
kukasihi dan berbudi luhur, ayah dan ibu, yang terlihat / tidak, yang bersikap
netral / bermusuhan, yang berada di semesta, 3 alam, 4 jenis kelahiran, terdiri
dari 5 / 1 / 4 bagian, mengembara di alam-alam besar kecil, semoga dengan
persembahan jasa ini, setelah tahu mereka bergembira, dan kepada yang tidak
tahu, semoga dewa memberitakannya… Berkat jasa-jasa yang kupersembahkan,
yang membawa kegembiraan, semoga semua makhluk, selamanya, berbahagia,
bebas dari kebencian, semoga mereka mendapatkan Jalan Kedamaian, dan cita-
cita luhur mereka tercapai…



2011/08/17 – 11:33

Karena merasa gembira, maka seketika sembuhlah Sang Bhagava. Berkat
kebenaran ucapan ini, semoga kita selamat sejahtera…          Penyakit telah
disembuhkan, dari 3 Pertapa Agung tersebut… Seperti Sang Jalan melenyapkan
kekotoran batin... tercapai sesuai dengan Kebenaran Dhamma…           Berkat
kebenaran ucapan ini, semoga kita selamat sejahtera… ( Bojjhanga Paritta;
sumber: Kitab Paritta Suci, diterjemahkan dari bahasa Pali oleh STI dan
Mapanbudhi ). Empat Renungan BRAHMAVIHARA / kediaman Brahma; METTA /
cinta kasih; semoga aku berbahagia, bebas dari penderitaan, bebas dari
kebencian, bebas dari penyakit, bebas dari kesukaran, semoga aku dapat
mempertahankan kebahagiaanku sendiri… Semoga semua makhluk berbahagia,
bebas dari penderitaan, bebas dari kebencian, bebas dari kesakitan, bebas ari
kesukaran, semoga mereka dapat mempertahankan kebahagiaan mereka
sendiri… KARUNA / welas asih; semoga semua makhluk bebas dari penderitaan.



2011/08/17 – 11:32


                                       56
Satta Bojjhanga ( 7 Faktor Pencerahan ); Faktor-faktor untuk mencapai Bodhi
adalah; SATI ( perhatian ), DHAMMAVICAYO ( penyelidikan terhadap Dhamma ),
VIRIYA ( semangat ), PITI ( kegiuran ), PASSADDHI ( ketenangan ). Faktor lainnya
adalah SAMADHI dan UPEKKHA ( keseimbangan ). Ke-7 faktor ini telah diajarkan
dengan jelas oleh Sang Maha Muni ( Suci ). Bila dikembangkan dan selalu dilatih
akan menghasilkan Abhinna ( kemampuan batin tinggi ), Nibbana, dan
Penerangan Sempurna. Berkat kebenaran ucapan ini, semoga kita selamat
sejahtera… Pada suatu ketika Sang Pelindung, melihat YA Mogallana dan YA
Kassapa sakit demam. Beliau mengulangi ke-7 Faktor Bodhi. Karena mereka
merasa gembira, seketika itu mereka sembuh. Berkat kebenaran ucapan ini,
semoga kita selamat sejahtera… Suatu ketika Sang Dhammaraja sendiri sakit
demam. YA Cunda Thera ( diminta ) mengulangi Sutta ini dengan khidmat…



2011/08/16 – 10:39

Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan kekuatan sakti; dengan kekuatan ini
semoga kita mendapat Kemenangan Sempurna… 8) bagaikan ular yang melilit
pada lengan, demikian pandangan salah dimiliki; oleh Baka, dewa Brahma yang
memiliki sinar dan kekuatan; Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan obat
pengetahuan; dengan kekuatan ini semoga kita mendapat Kemenangan
Sempurna… Inilah 8 Syair Kemenangan Sempurna Sang Buddha; yang seharusnya
dibaca dan direnungkan setiap hari tanpa rasa malas; hingga mampu mengatasi
berbagai rintangan; orang bijaksana dapat mencapai Pembebasan dan
Kebahagiaan… ( sumber: Kitab Paritta Suci; diterjemahkan dari bahasa Pali oleh
STI dan Mapanbudhi )… semoga semua Semua mendapat manfaat sebesar-
besarnya dengan dan melalui segala cara yang mungkin…



2011/08/16 – 10:37

Angulimala berlari mengejar sepanjang jalan 3 yojana dengan berkalung untaian
jari; Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan kemampuan pikiran sakti yang
mengagumkan, dengan kekuatan ini, semoga kita mendapat Kemenangan
                                       57
Sempurna… 5) setelah membuat perutnya gendut seperti wanita hamil dengan
mengikatkan sepotong kayu; Cinca memfitnah di tengah-tengah banyak orang;
Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan sikap Ksatria dan Kedamaian,
dengan kekuatan ini semoga kita mendapat Kemenangan Sempurna… 6) Saccaka,
yang biasanya berkata menyimpang dari kebenaran; dengan pikiran uta,
mengembangkan teorinya bagaikan bendera; Raja Para Bijaksana
menaklukkannya dengan terangnya pelita kebijaksanaan; dengan kekuatan ini,
semoga kita mendapat Kemenangan Sempurna… 7) Nandopananda naga
berpengertian salah, memiliki kekuatan besar; Putra Sang Buddha yang
terkemuka ( Mogallana Thera ) sebagai naga pergi untuk menjinakkan; Raja Para
Bijak



2011/08/16 – 10:36

Jaya Manggala Gatha ( syair tentang Kemenangan Sempurna Sang Buddha )… 1)
dengan 1.000 tangan yang masing-masing memegang senjata, dengan
menunggang gajah Girimekhala; Mara bersama pasukannya meraung
menakutkan; Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan Dhammadana; dengan
kekuatan ini semoga kita mendapat Kemenangan Sempurna… 2) lebih dari Mara
yang membuat onar sepanjang malam; adalah Yakkha Alavaka yang menakutkan,
bengis, dan congkak; Raja Para Bijaksana menaklukkannya, menjinakkan dengan
kesabaran; dengan kekuatan ini semoga kita mendapat Kemenangan Sempurna…
3) Nalagiri gajah mulia menjadi sangat gila, sangat kejam bagaikan hutan terbakar,
bagai senjata roda atau halilintar; Raja Para Bijaksana menaklukkannya dengan
percikan air cinta kasih; dengan kekuatan ini semoga kita mendapat Kemenangan
Sempurna… 4) sangat kejam, dengan pedang terhunus dalam tangan yang kokoh
kuat; Angulimala berlari mengejar…



2011/07/28 – 11:31

#) Hidup, pada hakikatnya tidak lain daripada sebuah permainan / game, yang
meyediakan berbagai alternatif yang harus kita pilih, dengan menggunakan
                                       58
segenap parameter / tolok ukur, pengetahuan, pengalaman yang telah kita miliki
sebelumnya, sebagai pertimbangan dasar… #) Dicintai secara tulus dan
mendalam oleh seseorang memberikanmu kekuatan, sementara mencintai
seseorang dengan sangat dalam dan tulus memberikanmu keberanian… #) For
the whole world, you maybe no one, but for someone, you might be his / her
world… #) Bagi dunia, anda mungkin bukan siapa-siapa, tetapi bagi seseorang,
andalah dunianya… #) Life is choice, your life is your choice. Choosing is deciding,
that bringing about consequences, and how to be consequent of. Willingness to
pay the price ( s )… #) Dalam panggilan ada kewajiban, dalam anugerah ada
tanggung jawab…



2011/07/28 – 11:30

#) Tidak masalah apa anda jadi rusa atau singa, anda harus berlari kencang untuk
bertahan hidup… #) Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari
hasil akhir, melainkan dari proses perjuangannya… #) BANGKIT ! Orang-orang
gagal yang berani menatap kegagalannya dengan kepala tegak, siap belajar dan
berusaha, berusaha dan belajar lagi, bangkit dan bangkit lagi, adalah mereka yang
telah siap menjadi dewasa dan sukses secara utuh… #) PASTIKAN ! Memang
dalam hidup ini tidak ada yang pasti, tetapi kita harus berani memastikan dan
memperjuangkan apa-apa yang pantas kita raih… #) Dalam kemampuan yang
besar, terkandung tanggung jawab yang besar… #) Life by it’s nature is a ‘game’
indeed, provide alternatives we must choose, using all parameters, knowledges,
and experiences we had before as basic considerations… #) Being deeply loved by
someone gives you strength, while loving someone gives you courage…



2011/07/28 – 11:29

Berikut kumpulan kutipan kalimat-kalimat motivator yang mungkin juga akan
dapat menyemangati kita semua; #) Kepuasan terbesar dalam hidup ini adalah,
dapat melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak dapat kita lakukan… #)
Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Kesuksesan milik anda, milik saya,
                                        59
dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari , menginginkan, dan
memperjuangkannya dengan sepenuh hati… #) Berani bermimpi, berani
mencoba, berani berjuang, berani gagal, berani sukses… #) TEKAD; kesadaran
untuk sukses, kebutuhan untuk sukses, keputusan untuk sukses, kesiapan untuk
sukses, perjuangan untuk sukses… #) Jangan takut gagal sebelum mencoba,
jangan takut jatuh sebelum melangkah. Kesuksesan selalu milik kita yang berani
mencoba. Dalam kehidupan ini, apa yang tidak mungkin, seringkali hanya belum
pernah dicoba… #) Whether you are a deer or a lion, you have to run fast to
survive…



2011/07/25 – 09:30

15) akan terlahir jadi raja / kepala Negara. 16) dapat mengetahui kehidupan
lampau. 17) cita-citanya selalu tercapai. 18) keluarganya selalu aman, tentram,
bahagia. 19) semua malapetaka lenyap. 20) terhindar dari 3 alam menderita. 21)
yang dikerjakan selalu berhasil. 22) selalu tidur nyenyak. 23) leluhurnya ikur
bebas dari penderitaan. 24) jika leluhurnya pernah memuja Ti Chang Phusa,
pahala ini dapat membantu mereka lahir di surga. 25) mendapat pujian suciwan.
26) memiliki pikiran yang cerdas, tangkas, cekatan, dan tajam. 27) berjiwa welas
asih. 28) akhirnya akan merealisir Kebuddhaan. Jika umat susah mengingat dan
memahami Fo Fak / Sutra, sediakan segelas air di altar dan puja Ti Chang Phusa
sehari semalam, esoknya diminum dengan beranjali ke Selatan, lalu menjalankan
sila dan berpantang 5 sayur selama 21 hari.



2011/07/25 – 09:29

Dalam Ksitigarbha Purva Pranidhana Sutra, Sheciamonifo bersabda tentang 28
macam pahala yang diperoleh pemuja Ti Chang Phusa, sebagai berikut; 1) selalu
dilindungi 8 jenis makhluk suci / asta gatyah, hidupnya selalu selamat sentosa. 2)
pahala dan kebajikannya selalu bertambah. 3) terkumpul benih kebajikan atas
keyakinannya terhadap Fo Fak. 4) tidak akan mundur dari Jalan Kesucian,
mencapai Samyak Sambodhi. 5) cukup sandang pangan. 6) terhindar dari
                                       60
musibah dan wabah penyakit. 7) terhindar dari bencana banjir dan kebakaran. 8)
terbebas dari pencurian dan perampokan. 9) selalu dihormati orang. 10) selalu
mendapat bantuan dan dukungan para dewa / dewi surga dan para raja setan
berbudi. 11) jika ia wanita, kelak akan terlahir jadi pria. 12) jika ingin jadi wanita,
akan jadi putri raja / pejabat mulia. 13) berparas rupawan dan di mana-mana
disukai orang. 14) selalu mendapat kesempatan terlahir di surga.



2011/07/24 – 09:19

7) NAMO PRABHUTARATNA BUDDHAYA; akan memiliki pahala setingkat para
Arahat. 8) NAMO KASAYAKETU BUDDHAYA; menghapus dosa dari tumimbal
lahir selama 100 kalpa, dapat secepatnya mencapai Kebodhian. 9) NAMO
BHAJNATAGIRIRAJA BUDDHAYA; dapat bertemu banyak sekali Fo yang
membimbingnya sampai merealisir Pencerahan. 10) NAMO SUDDHACANDRA
BUDDHAYA. 11) NAMO SUMERURAJA BUDDHAYA. 12) NAMO JNANABHIBHU
BUDDHAYA.      13) NAMO VIMALAKIRTIRAJA BUDDHAYA.              14) NAMO
PRAJNASIDDHI BUDDHAYA. 15) NAMO ANUTTARA BUDDHAYA. 16) NAMO
MANJUGHOSA BUDDHAYA. 17) NAMO CHANDRA PARIPURNA BUDDHAYA. 18)
NAMO CHANDRA MUKKHA BUDDHAYA. Ti Chang Phusa bersabda, jika umat
dapat menyebut satu saja ( apalagi jika semua ) nama Fo tersebut, pahalanya
berlimpah-limpah dan tidak akan jatuh ke 3 alam menderita…



2011/07/24 – 09:18

Ksitigarbha Purva Pranidhana Sutra menyebutkan tentang nama-nama Fo dan
pahala SEPENUH HATI sujud berlindung dan memuliakan masing-masing Fo
tersebut, sebagai berikut; 1) NAMO ANANTAYAKAYA BUDDHAYA; dapat
menghapus karma janmamarana ( dosa dari kelahiran dan kematian tiap masa )
selama 40 kalpa. 2) NAMO RATNAKARA BUDDHAYA; dapat mencapai Kebodhian
dan tak mundur dari Samyak Sambodhi. 3) NAMO PADMASRI BUDDHAYA;
mendapat kesempatan terlahir ribuan kali di alam-alam surga sad-jhana-dhatu,
dan secepatnya merealisir Kebuddhaan. 4) NAMO SIMHANADA BUDDHAYA;
                                          61
akan divisuddhi Fo dan tak terhitung banyaknya di masa depan. 5) NAMO
KAKKUSANDHA BUDDHAYA; mendapat kesempatan menjadi raja Maha Brahma,
akan divisuddhi dalam pasamuwan 1.000 Buddha pada masa Bhadrakalpa. 6)
NAMO VIPASYI BUDDHAYA; tidak akan jatuh ke tiga alam sengsara, selalu lahir di
surga, atau menjadi manusia, dan menikmati kebahagiaan tertinggi.



2011/07/20 – 20:55

Membelah kemacetan, fokus mencoba mencari celah di antara macan besi
bermata merah yang merayap gelisah… dan di ujung, yang terbebas segera
berhamburan… Sesungguhnya, kita juga dalam antrian panjang… Untuk; di ujung
jalan sana… berpencar menuju kediaman-kediaman yang lain… Kita bisa dengan
sabar mengikuti arus… Atau berpacu, fokus mencari jalan untuk segera
terbebas… Kadang, kendaraan kita ( sebagai perumah tangga atau bukan ), tidak
memungkinkan untuk lincah bergerak… dan karma mengharuskan kita tawakal
menerima; cuma bisa merayap dalam antrian panjang kehidupan… Tapi jika
demikian adanya, kita masih bisa memanfaatkan waktu yang ada, dan
merubahnya jadi berharga ( karena hidup itu tidak pasti, yang pasti itu kematian
)… Saat stuck / mentok karena kehidupan tidak sesuai harapan; itulah anugerah;
kesempatan untuk konsolidasi…



2011/07/19 – 18:54

Seekor nyamuk terbang… Demi kelangsungan hidupnya yang cuma beberapa
hari, ia harus mengisap darah manusia / hewan, dan setiap kepakan sayapnya
yang berisik mendekatkannya dengan ancaman kematian yang bisa terjadi setiap
saat… Seekor kucing yang tidak bisa memasak dan menanam, kelaparan
mendekati orang yang sedang makan siang, menempuh resiko ditendang…
Sesungguhnya, apakah tindakan yang tidak memiliki resiko dan / atau
konsekuensi.. ? Seperti montir canggih, yang tahu masalah pada mesin hanya
dengan mendengar bunyinya, demikianlah hendaknya kita mengembangkan
prajna dan kepekaan dalam menganalisa… Seperti pemain akrobat mengasah
                                       62
ketrampilannya hingga mahir dengan selalu ingat resiko fatal kesalahan dan
kelengahan kecil, demikianlah kita harus selalu waspada… Seperti ujaran Zen:
datang Mara sembelih Mara; datang Fo sembelih Fo !



2011/07/18 – 11:53

Kitab Suci menyebutkan, saat mangkat, meski gejala fisik sudah berhenti,
kesadaran belum lepas dari jasad, jadi disarankan tidak mengganggu fisik dan
mental yang bersangkutan selama tiga hari, jadi almarhum tidak kesakitan luar
biasa dan tidak sedih, dengan tenang mendengarkan suara doa yang dipanjatkan,
menuju Tanah Buddha.         Tapi kemajuan teknologi membuka kemungkinan
pelaksanaan Paramita tingkat 2 ( mendanakan organ tubuh ) setelah mangkat,
pada orang-orang yang antri karena membutuhkan cangkok organ.           Dalam
Dhammadesana tanggal 13/09/1998, Buddha Master mengatakan, jika ada orang
yang dengan Bodhicitta berniat mendonorkan organ tubuhnya setelah mangkat,
saat ia wafat Fo Phusa segera muncul mengadhistana Cahaya Suci, jadi almarhum
tidak menderita saat eksisi / organnya diambil dan segera mengantar
kesadarannya ke Tanah Buddha.



2011/07/17 – 12:12

Dalam Saddharma Pundarika Samanthamukha Parivarta Varga disebutkan, Kuan
Yin disebut Avalokiteshvara, karena mendengar suara-suara penderitaan
makhluk, dan akan membebaskan mereka yang mohon pertolongan pada-Nya.
Pahala memuja-Nya, yang juga bergelar Abhayanda / Penganugerah Keberanian,
sebagai berikut; 1) dapat melenyapkan semua Dukkha dan penderitaan dalam
segala bentuknya. 2) dapat merubah semua petaka menjadi keberuntungan. 3)
mendapat semua yang diinginkan, dalam karma atau dalam Jalan Dharma. 4)
mendapat semua dukungan dan perlindungan yang dibutuhkan, dari semua
bencana dan pada saat berbuahnya karma buruk. Kuan Yin menyelamatkan dan
membabarkan Dharma dengan semua cara trampil yang mungkin, menjelma


                                     63
dalam berbagai perwujudan sesuai karma dan kecenderungan umat, jadi mereka
dapat menerima kebenaran, meresapi, menghayati , dan melaksanakan Dharma.



2011/07/16 – 09:07

Kuan Yin Phusa, yang mencapai Pencerahan lewat akar telinga / mendengar
suara-suara dunia… Sejak penobatan jadi Phusa, bahkan tidak sempat melepas
perhiasan kebesaran, bahkan menunda Parinibbana karena suara minta tolong…
Saat jeda sekilas, melihat penderitaan, hati tulus penuh welas asih agung
tergerak, air mata menetes, menjelma 2 kolam, dari kanan mewujud Lik Tu Mu, di
kiri Pai Tu Mu menjelma… Dikisahkan, bagitulah asal 20 + 1 = 21 Tara… Demi
berguru, bhikshu kecil mempersembahkan nyawa… Sedang Raja Naga yang
putranya diselamatkan, mempersembahkan pusaka mutiara Moni, dan putri Naga
untuk melayani… Lengkaplah sepasang pengiring Kuan Yin Phusa… Saat siluman
burung memangsa manusia, Jien Sou Jien Yen Kuan Yin muncul menaklukkan,
siluman menebus dosa, jadi merpati putih pembawa tasbih…



2011/07/15 – 12:38

Disebutkan, Kuan Yin Phusa, manifestasi welas asih Amithofo, yang telah
merealisir Ke-Buddha-an, bergelar Chen Fak Ming Ru Lai. Demi menjaga tekad-
Nya, Beliau berikrar, jika sekilas saja muncul putus asa dalam menolong umat,
kepala-Nya akan pecah 10. Tapi di neraka, satu bebas, segera muncul beberapa
menggantikan tempatnya, terus terjadi selama berkalpa-kalpa… Begitu frustasi
muncul, kepala Beliau pun pecah 10 ! Amithofo pun muncul, menyatukan 10
kepala, dan menambahkan kepala Amithofo di puncak, jadi Kuan Yin punya 11
kepala memikirkan umat… Melihat penderitaan Kuan Yin yang menjelma 20 Kuan
Yin demi umat, Amithofo menyatukan 20 tubuh dan menyisakan ke-40 lengan,
menambahkan mata dengan kemampuan 25 lengan pada tiap telapak… Jadi 40 x
25 = 1.000…          Jadi SAHASRABHUJA SAHASRANETRA EKADASAMUKHA
VALOKITESHVARA…


                                      64
2011/07/14 – 10:29

Bhaisajyaguru Sutra menyebutkan, pahala memuja Yao She Fo sebagai berikut; 1)
tidak ada kematian sebelum waktunya. 2) mendapat semua yang diinginkan: usia,
kemakmuran, pangkat, anak. 3) semua mimpi dan pertanda buruk hilang tanpa
efek. 4) bebas dari bencana alam, hewan buas,perampok. 5) tidak jatuh ke 3
alam menderita. 6) jika wanita akan melahirkan, anaknya rupawan penuh berkah
lahir selamat. 7) karena karma sendiri, atau karena meragukan Fo Fak, atau
karena pandangan salah, ( tersesat dan menyesatkan umat ); jadi jatuh ke 3 alam
menderita; jika pernah dengar nama Yao She Fo, akan diingatkan, begitu ingat
akan bebas dan jadi manusia, ingat kehidupan terdahulu dan mentaati Dhamma.
8) tidak bisa mencelakai makhluk lain. 9) yang pernah melaksanakan Sila, saat
mangkat akan dijemput 8 Phusa. 10) dijaga 12 Panglima Yakkha.



2011/07/13 – 11:15

Dalam Bhaisajyaguru Sutra disebutkan, 12 adhittana Yao She Fo, saat masih jadi
Phusa, untuk MEMBANTU SEMUA; agar: 1) punya tubuh gemilang dengan 32 dan
80 tanda suci. 2) bisa memilih Jalan Phusa yang diinginkan. 3) tidak pernah
kekurangan kebutuhan hidup. 4) tidak akan tersesat karena pandangan salah. 5)
dapat menjalankan sila yang murni dan menyucikan pelanggaran. 6) punya rupa
bagus dan kecerdasan praktis. 7) bebas penyakit fisik dan mental. 8) bisa lahir
sebagai lelaki dengan ciri bagus. 9) terbebas dari Mara dan belenggu jalan
menyimpang, dapat mengembangkan dan mempelajari semua praktek Phusa.
10) bebas dari Dukkha, karena kekuatan Pencapaian-Nya. 11) tercukupi
kebutuhan fisik dan mantap dalam Dhamma. 12) mendapat harta duniawi yang
diinginkan secara berlimpah-limpah. Dan kelak semua mencapai Pencerahan !



2011/07/12 – 21:49


                                      65
Dikisahkan, tidak tega melihat penderitaan umat yang dihukum kekeringan, katak
surga menceburkan diri ke kolam langit ( jadi di dunia bisa turun hujan dari
pecikan air kolam ) yang menyebabkan ia kehilangan satu kaki belakangnya…
Karena pelanggaran ini, sang katak dihukum lahir ke dunia… Orang-orang sering
melukiskannya sebagai katak berkaki tiga, mengenakan mahkota, menggigit koin
keberuntungan, di atas tumpukan koin emas, sebagai lambang pembawa
kemakmuran dan kesejahteraan… Dikisahkan, raja Tibet, menyerahkan tahta
pada menterinya, dan memenggal kepalanya sendiri, mengutus menteri
kepercayaannya untuk membawa kepala tersebut sebagai persembahan demi
mengundang YA Atisha agar berkenan membabarkan Dharma di Tibet… Delapan
puluh empat ribu pintu Dharma… Selalu ada jalan untuk menyempurnakan
adhittana dan Bodhicitta..!



2011/07/11 – 21:21

Kura-kura kecil melintas… Matanya berbinar lihat sepotong cherry di ujung
jalan… Satu-satu dia tapakkan kaki mungilnya di jalan padas berbatu hingga
timbul tenggelam dalam kubangan bekas hujan semalam… Sesungguhnya,
bukanlah jauhnya jarak yang terbentang… Atau lamanya waktu tempuh… Atau
perih letih sepanjang perjalanan… The point is; seberapa besar rasa itu: inginkan
sweet cherry yang nun di ujung penantian… Sesungguhnya; seberapa besarkah
rindu itu ? Damba akan kebebasan final dari samsara yang penuh bunga
kebahagiaan khayali… Tak peduli meski cuma seperti kura-kura kecil dengan
tapak-tapak mungilnya, pelihara adhittana dan Bodhicitta dalam jiwa, saddha
merasuk sumsum, meski terlambung hingga zenith dan tersuruk terpuruk hingga
nadir dalam samsara… Tetap khanti dan virya hingga avaivartika…



2011/07/10 – 10:15

Seekor nyamuk datang, bersama teman-teman.. ’menyanyi’ untuk menguji, apa
calon mangsa sudah ‘aman’ untuk didekati…             Pelan-pelan menempel,
mengeluarkan liur yang mengandung zat anestesi / bius dan anti pembeku darah,
                                       66
jadi korbannya tidak sadar mendonorkan darah… Baru tahu saat kulit bengkak
merah gatal saat efeknya habis, dan nyamuk entah kemana… Karena nyamuk
tidak bisa disuruh vegetarian dan tidak bisa baca rambu dilarang masuk, jadi; yang
bisa kita lakukan, adalah melindungi diri dengan obat nyamuk atau memakai
lotion anti nyamuk… Begitu juga, tidak mungkin merubah arah angin… tapi kita
bisa mengendalikan layar perahu hidup kita… Peselancar hati belajar mengenal
angin karma, jadi dapat memanfaatkannya untuk surfing, menunggang ombak
kehidupan, menikmati tiap pasang surutnya… dan sampai ke Seberang…



2011/07/09 – 14:45

Cicak kecil riang melintas… putih gendut kekenyangan… meski makanan
utamanya serangga bersayap, dan cicak kecil tidak bisa terbang… Dia cuma : tidak
menyerah pada keterbatasannya… Berusaha lebih keras, lebih cerdas, tetap
positive-thinking bahwa segalanya pasti ada jalan keluarnya, tetap open-minded
jadi bisa tetap bahagia dalam segala hal dan situasi… Akibatnya… Dia bisa keep
on going, fleksibel dan adaptatif dengan perubahan, jadi bisa survive ( meski yang
se-zaman-nya punah, justru tidak ada 1 tempat pun yang tidak ada cicak )… Dia
tidak menangisi keterbatasannya, atau mengasihani diri… Cuma menerima apa
adanya, bersyukur karena masih ada cacing yang malah tidak punya kaki tangan
dan mata… Berupaya lakukan yang terbaik, dengan semua berkah yang dimiliki…
Hati polos lugu yang bersahaja, selalu ceria bahagia !



2011/07/08 – 21:51

Setiap pagi di Afrika, cheetah ( macan ) terbangun dengan pikiran untuk bisa
berlari lebih cepat dari antelope tercepat, jadi hari itu ia dan keluarganya bisa
makan dan tidak mati kelaparan… Tiap pagi yang sama, antelope bangun dengan
pikiran untuk bisa berlari lebih cepat dari cheetah tercepat, jadi ia bisa selamat
dan hidup satu hari lagi… Sesungguhnya, mereka yang sungguh-sungguh
menyadari anicca, dengan semua dan dalam segala aspeknya, akan lebih
menghargai setiap detik kehidupan… Sudah sejauh ini… Apa kemajuan yang
                                        67
sudah dicapai ? Apa lagi yang masih harus dikerjakan ?... Seperti diungkapkan
dalam Fa Hua Cing, umat dianjurkan meneladan Fo, yang dengan cermat dan
hemat memanfaatkan waktu yang berkapa-kalpa lamanya, karena begitu banyak
yang harus diselesaikan dan disempurnakan dalam perjuangan ini… Jangan
menyerah… karena no excuse di neraka…



2011/07/07 – 13:58

Siapa menolong siapa ? Usai upacara… kungyang setinggi gunung, dibagikan
pada yang kurang beruntung… Karena Fo ajarkan, berdana hasilkan pahala dan
rezeki berlimpah… Berpikir begini, berarti seharusnya para donatur berterima
kasih pada penerima dana… Karena telah memberi kesempatan para donatur
menanam kebajikan ! ( tanpa penerima dana, mana mungkin berdana ? ) Dalam
Fa Hua Cing, Sheciamoni dengan tulus menyebut Devadatta ‘sahabat,’ karena
memberi kesempatan Fo untuk menyempurnakan paramita… Apapun yang kita
buat, kita sendiri yang menerima karmanya… Itu sebabnya, saat berbuat baik
pada yang lain, sebenarnya kita sedang berbuat baik – pada, untuk, demi, - diri
kita sendiri ! Kita justru harus berterima kasih karena mereka memberi kita
kesempatan berbuat baik ! Jadi, sesungguhnya, siapa yang menolong siapa ???



2011/07/06 – 08:26

Disebutkan, makhluk ternoda oleh 3 racun Lobha – Dosa – Moha. Disebutkan
pula, Fo adalah extremitas pemurnian Lobha ( ‘serakah’ pada hasil tertinggi ).
Phusa adalah extremitas pemurnian Moha ( melakukan ‘kebodohan’ seperti terus
berusaha menyelamatkan semua makhluk ). Dharmapala adalah extremitas
pemurnian Dosa ( aktivitas wrath / marah Heruka adalah murni, tidak dicemari
kebencian, semata-mata demi penyucian… seperti jeweran kasih sayang dari
orang tua ). Apapun ikrar / adhittananya, sadhaka disarankan punya Fu Fak
Dharmapala pribadi, untuk menjaga dan melindungi, bahkan membantu latihan…
Sadhaka harus mengikat sumpah samaya suci dengan Fu Fak pribadinya
tersebut… Sumpah ini bisa melintasi batasan ruang dan waktu, kelahiran dan
                                      68
kematian, dengan keakraban seperti nafas dan udara… Fu Fak pribadi sungguh
berharga !



2011/07/05 – 11:26

Melakukan yang HARUS dikerjakan… BUKAN apa yang di INGIN kan… seperti
gajah perang di tengah medan laga, meski dihujani panah… tetap berteguh pada
komitmen… Demikian selalu Fo ajarkan… Karena setiap tetes keringat, air mata
dan darah, dalam perjuangan, tidak akan pernah sia-sia… Memanfaatkan setiap
detik selagi masih dalam raga manusia ini, karena tidak ada libur dan cuti di
neraka… Selama masih ada hari, masih bisa lihat matahari, masih bisa… Dalam
kawanan, atau saat mengembara sendiri seperti badak… Berguru pada angin
yang tidak melekat pada Jala, dan dengan demikian tidak terintangi… Murni dan
tak tergoyahkan seperti Vajra… selembut teratai yang tumbuh dari lumpur…
Setulus merpati dan secerdik ular… Memadukan Lokiya dan Lokuttara… Merubah
samsara jadi chandradimuka menempa diri… Semua umat adalah bija HUM…



2011/07/04 – 14:44

HIDUP itu PILIHAN… hidup kita pilihan kita… MEMILIH berarti MEMUTUSKAN…
yang menghasilkan KEPUTUSAN… yang pada gilirannya; inheren; terkait dan
terkandung di dalamnya secara tak terpisahkan: KONSEKUENSI… yang meminta
bahkan menuntut kita selaku pengambil keputusan, untuk KONSEKUEN terhadap
konsekuensi keputusan pilihan kita, karena di dunia dualisme ini selalu ada baik /
buruk yang tak terhindar / pisahkan, ibarat 2 sisi koin… Itu sebabnya, tidak akan
pernah ada mutlak suci atau mutlak profan / duniawi. Hanya OPTIMALISASI. Itu
sebabnya, pada akhirnya, NILAI SEORANG MANUSIA. DITENTUKAN. CARANYA.
MENYIKAPI. BERBAGAI ALTERNATIF. YANG DISODORKAN HIDUP. PADANYA. Jadi,
ketika saat ini jadi masa lalu, kita tidak akan menoleh ke belakang dengan sesal…
Sudah dilakukan yang harus dikerjakan.



                                        69
2011/07/03 – 21:19

Elang, unggas berusia terpanjang di dunia ( bisa sampai 70 tahun ). Tetapi untuk
mencapai usia maksimalnya tersebut si elang harus membuat keputusan… Saat
berusia 40 tahun, cakarnya menua / tidak runcing lagi, paruhnya memanjang dan
membengkok sampai hampir menyentuh dada, sayapnya berat karena bulunya
tebal dan lebat, dan menyulitkan saat terbang… Ia harus memutuskan, diam
menunggu mati… ATAU menjalani proses sangat menyakitkan selama 150 hari: ia
harus membuat sarang di tepi jurang, bersembunyi di sana, mematuk karang
sampai paruhnya lepas, menunggu paruh baru tumbuh, lalu dengan paruh baru
tersebut mencabut cakarnya 1 – 1, lantas mencabuti bulunya 1 – 1… baru, 5
bulan kemudian muncul untuk memulai 30 tahun yang baru… Kadang, kita
memang harus berani menembus batas keterbatasan yang seringkali cuma
ciptaan kita sendiri…



2011/07/02 – 20:46

Disebutkan, Guru Yoga dalam keseharian; 1) berjalan = mengitari Guru yang
duduk di teratai, di sebelah kanan ( pradaksina ) 2) makan / minum = kungyang
Guru dalam teratai merah di tenggorokan dalam bentuk amrtha 3) ucapan = doa;
kegiatan = pelayanan 4) saat tidur = Guru di teratai di dada, sinar memancar dari
Guru, mengisi badan dan ruangan 5) saat bangun / terjaga = Guru di puncak
kepala 6) saat sakit; Guru memancarkan sinar dan amrtha menghilangkan
penyakit 7) pengalaman pahit = tanda kasih sayang Guru, karena membuat
karma masak pada saat sekarang, lebih mudah mengatasinya sekarang daripada
kelak 8) wajah tantrika = wajah Guru; ucapan tantrika = ucapan Guru; pikiran
yang timbul dan bergerak ke sana kemari = perwujudan spontan kesadaran Vajra (
jadi jaga dengan sepenuh kesadaran !)



2011/07/01 – 21:27



                                       70
Tahukah anda… saat sebagian dari kita meneriaki anak-anak untuk cuci kaki lalu
tidur, DI SAAT YANG SAMA, di sudut penghijauan di bawah lampu merah, anak
kecil yang lain meneriaki monyetnya untuk menari lagi… sebab koin yang
dilempar trafficker hari ini, belum cukup membeli pengganjal perut mereka
berdua… dan di lampu merah berikutnya, anak kecil lain menggendong bayi
sewaan 2.000-an menjual kemiskinan… Mengais belas kasihan sejak pagi,
seringkali, mereka tidak mendapat makan jika target setoran harian tidak
tercapai… dan esok pagi saat perut menjerit lapar, mereka bahkan tak berhak
menangis, agar waktu mencari uang tidak terbuang sia-sia ( karena nangis )… Jika
ingin… berdanalah makanan ( bukan sebatas uang )… atau pada hari-hari biasa…
karena anak-anak itu tidak cuma hidup pada hari raya, saat semua berlomba
berdana…



2011/06/30 – 20:32

Seekor katak di daun teratai… bernyanyi sambil memandang bulan… sejenak lalu
menyelam ke dalam danau… Sebenarnya umat juga tidak jauh berbeda…
mengenal Fo Fak meski hidup di tengah gejolak duniawi… sungguh beruntung
Guru menunjukkan cara, jadi bisa memadukan aktivitas harian dengan sadhana,
jadi kedatangan ke dunia tidak sia-sia… tidak cuma seperti katak memandang
bulan… karena setiap kita punya 24 jam yang sama, yang membedakan adalah
cara kita memanfaatkannya… makan-minum adalah kungyang, mandi jadi
penyucian, berjalan itu pradaksina ( keliling dengan Guru / Fo di kanan kita )…
Kata-kata jadi doa buat yang lain…            jika diam, jadi berkah dengan
mengembangkan pikiran baik ( metta / karuna / mudita / upekkha )… Selalu ingat
dan menyatu dengan Catur Ratna… Ajaran Guru sungguh sempurna, memandu
menuju Pencerahan Sejati !



2011/06/29 – 07:35

Seekor paus terluka harpun pemburu… “menangis” minta tolong karena akan
tenggelam… beramai-ramai teman-temannya datang, berkerumun mendukung,
                                       71
jadi paus luka tetap mengapung di permukaan, jadi tetap bisa bernafas… sampai
paus luka tidak bisa bertahan lagi, dan mati…          Cinta welas asih dan
kesetiakawanan tulus, abaikan safety pribadi… sadarkan seorang pemburu paus
profesional, bertobat dan jadi penangkar paus… Kitab Suci dan Buddha Master
mengajarkan, demi membabarkan inti sari Fak, Fo Phusa bisa jadi aneka
perwujudan… Cuma butuh kepekaan nurani dan hati yang terbuka… karena
sesungguhnya, iblis / malaikat, Buddha / Mara, semua berasal dari hati yang
sama… Fo, Fak, Phusa… semua ada di sini saat ini bersama kita dalam tiap aspek
kehidupan kita… Adalah kita; mampu / tidak: melihat, menyadari, memetik
hikmah, dan terus maju…



2011/06/28 – 07:53

Ini kisah nyata; di Jepang, ada seorang dosen buta, cuma hidup berdua dengan
anjing penuntunnya… tiap pagi anjing tersebut menuntun sang profesor ke
stasiun, untuk berangkat mengajar, dan sorenya menjemput di stasiun yang sama
untuk memandunya pulang… Suatu hari, profesor tua meninggal di kampus,
kemudian dikirim pulang ke kampung untuk dikuburkan… tetapi orang-orang
lupa… tidak ada yang memberitahu anjing penuntunnya, bahwa tuannya telah
mangkat… semua berpikir, cuma seekor anjing… Waktu berlalu, anjing jadi tua,
kurus, sampai akhirnya mati… TAPI SELAMA 10 TAHUN ( sepuluh tahun ) SAMPAI
AJALNYA, ANJING ITU TETAP MENUNGGU TUANNYA DI STASIUN ITU… di peron
yang sama, tempat namanya diabadikan… Dedikasi pada tugas dan komitmen,
ketulusan, kesetiaan, juga cinta yang ikhlas… Alangkah indah jika demi Bodhicitta
dan Adhittana…



2011/06/27 – 08:41

Ini kisah nyata; sebuah rumah tua di Jepang direnovasi, tukangnya terkejut
menemukan seekor kadal HIDUP, kakinya tertembus paku, pada bagian dalam (
rumah Jepang memiliki 2 lapis dinding, dengan jarak tipis di antaranya). Berdasar
standar cara membangun rumah, kadal itu terpantek paku saat rumah didirikan:
                                       72
hampir 10 tahun lalu ! Penasaran, arsitek mengamati, dan menemukan;
bagaimana dengan RUTIN, seekor kadal lain, DATANG MEMBAWAKAN MAKANAN
DAN MENYUAPI KADAL yang kakinya terpantek paku dan bahkan tidak bisa
menggerakkan badannya dengan leluasa itu ! Apakah hati welas asih ? Atau cinta
setia sepasang kadal ? Atau ikatan hutang piutang karma yang dibawa sampai ke
alam kadal ? Saat ditanam, hanya sebesar benih, saat dipetik, sudah jadi pohon
besar… Umat takut akibat… Phusa ( yang paham KARMA ) takut sebab…



2011/06/26 – 18:03

Seekor laba-laba melintas, mengungsi karena hujan deras menghancurkan rumah
barunya… Pagi tadi, ia baru merajut sarang mungilnya di sudut kebun, karena
angin kencang merobek jala-jalanya sampai tidak bersisa… laba-laba kecil…
begitu tabah dan ulet… meski kehidupan begitu tak ramah padanya… Fo
mengajarkan, semua yang terjadi saat ini, adalah buah karma lampau, terkondisi
oleh banyak sebab, saling silang, menghasilkan banyak akibat yang terkombinasi
dengan kompleksnya… jika saat keadaan menyenangkan kita bisa tersenyum…
dapatkah kita tersenyum juga saat keadaan tidak sesuai harapan kita ? Dapatkah
kita tetap tabah seperti pejuang laba-laba… menjalani hidup tanpa mengeluh
atau gembira berlebihan, menyadari semua hanya permainan karma… upekha
dan tidak melekat… karena semua cuma anicca, dukkha, anatta…



2011/06/25 – 12:09

Dalam Dharma Gampopa disebutkan, tidak masalah suci / profan, semua demi
pelaksanaan Bodhicitta… Buddha Master mengajarkan untuk menggunakan yang
palsu untuk melatih yang asli… Dulu YA Nagarjuna / Lung Shu Phusa bahkan
menjelma menjadi makhluk berkepala kuda dan babi, demi menyadarkan pemuja
kuda dan babi, agar mereka tidak bertumimbal lahir jadi kuda dan babi akibat
karma memuja, meniru perilaku kuda dan babi... YA Gadgadasvara Phusa dan
Kuan Yin Phusa bahkan menjelma jadi Buddha / Mara ( Fa Hua Cing dan Ta Pei
Chou ) demi menyelamatkan umat... bukan menghalalkan cara, melainkan cara
                                      73
trampil dalam upaya Bodhisattva, juga bukan bersilat kata-kata, karena Fo Phusa
tidak butuh pujian dan terpengaruh pahala... adalah kita, yang harus pandai-
pandai membaca dan memetik hikmah dari semua yang terjadi dalam hidup kita..



2011/06/24 – 13:42

Disebutkan, 4 Dhamma Gampopa: 1) segalanya semata-mata berkaitan dengan
Dharma, tidak ada lagi suci atau profan 2) pelaksanaan Bodhicitta, agar
pelaksanaan Dharma dapat benar-benar berhasil 3) dalam mengikuti Jalan,
kekacauan pikiran harus dijernihkan 4) kacau menjadi bijak, dengan abhiseka dan
sadhana. EMPAT RENUNGAN yang mengalihkan pikiran pada agama: 1)
kemuliaan kelahiran sebagai manusia 2) anicca / ketidakkekalan 3) hukum karma
yang adil tanpa kasih, hiri dan otappa ( malu dan takut berbuat salah ) 4)
kekurangan Samsara. Adapun TIGA PENUMPUKAN: 1) Jasa ( kemurahan hati,
sarana kemahiran, keinginan keras ) 2) perilaku moral ( tingkah laku moral,
kesabaran, keunggulan ) 3) kesadaran transenden ( konsentrasi meditatif,
pengertian mendalam, melihat segala sesuatu sebagaimana adanya ).



2011/06/23 – 10:02

Disebutkan, agar mudah mencapai yoga / kan ing : 1) berlatih Tantra / bersadhana
dengan rutin dan tekun / disiplin 2) mengikuti langkah / tata cara ritual dengan
lengkap dan mahir 3) mentaati sila, termasuk 14 sila dasar dan 50 sikap
pengabdian terhadap Guru 4) memperoleh perlindungan dari 8 kelompok dewa
dan naga 5) rasa berbakti dan keyakinan yang tulus 6) membuat ikrar / cita-cita
Bodhicitta 7) memiliki pandangan hidup yang lurus / benar. ENAM TEMPAT
BERLINDUNG DALAM TANTRA: 1) Buddha 2) Dharma 3) Sangha 4) Guru (
suryakanta, Pencerahan Agung dipusatkan lewat berkah Guru, yang menolong
siswa sadari potensi Buddha dan menolong hilangkan karma buruk ) 5) Yidam (
prestasi kematangan, kekuasaan, akar semua siddhi ) 6) Dakini dan Dharmapala (
pelaksanaan dan penguasaan semua siddhi, akar semua kegiatan Fo ).


                                       74
2011/06/22 – 09:42

Disebutkan, penyebab gagal mencapai yoga / kan ing meski sudah lama berlatih:
1) ragu terhadap Guru ( menyebabkan terhentinya adhistana ) 2) ragu terhadap
Fak ( meragukan manfaat Fak akan menghentikan arus kekuatan silsilah ) 3)
terlalu sibuk dengan urusan duniawi ( tidak rutin bersadhana, jadi sulit
menghasilkan keberhasilan / kekuatan yang berkesinambungan )               4) tidak
lengkap dalam menjalankan sadhana ( karena tidak mahir dalam langkah-langkah
sadhana, jadi menghilangkan bagian tertentu) 5) terlalu banyak pikiran liar ( saat
berlatih, pikiran melantur, jadi gagal mencapai konsentrasi satu pikiran, jadi tidak
pernah membawa hasil ) 6) berlatih terlalu banyak ilmu, jadi sadhaka tidak bisa
menyempurnakan satupun jenis latihan ( She Cuen sendiri menggunakan Yidam
Yoga sebagai sadhana utama, sadhana lain sebagai pelengkap ).



2011/06/21 – 10:37

Disebutkan, latihan meditasi bisa menyimpang karena: siswa TERLALU: 1)
berkonsentrasi pada kekosongan mutlak, jadi siswa kehilangan semangat dan
mengidap banyak penyakit 2) berkonsentrasi pada kekusutan, jadi siswa
kehilangan kesadaran / akal sehat, jadi suka berbicara sendiri 3) berkonsentrasi
pada diri sendiri, jadi sombong dan tidak menghargai Fo dan Guru 4)
berkonsentrasi pada dewa dan hantu, sering melihat dan akibatnya: mengundang
hantu, siswa dan rumahnya jadi angker 5) melekat pada pandangan salah, jadi
sering marah, mengecam Fo dan suciwan 6) berkonsentrasi pada Rasa Dharma,
jadi ketagihan dan lupa terus maju dalam latihan 7) berkonsentrasi pada alam
ilusi, jadi siswa kehilangan kontrol diri dan gila 8) mendapat dan melekat pada
kesaktian / abhijna tersebut, kembali pada pemuasan duniawi dan lupa tujuan
awal mencapai Pencerahan



2011/06/20 – 09:12

                                        75
Disebutkan, dalam Dhammasamuccaya; 1) labil, emosional, bersekutu dengan
keburukan, bertutur kata bengis dan dusta, lengah dan berpandangan salah,
adalah sebab utama terlahir di neraka 2) kikir, dengki, bertutur kata pedas,
hanyut dalam kelengahan dan menjauhi kebaikan, bersuka cita dalam menyakiti
makhluk hidup, itu penyebab kelahiran di alam preta / setan lapar 3) mengabdi
pada kebodohan, mengabaikan akal sehat, membinasakan Fak yang benar,
bersekutu dengan kesenangan, melekat pada makanan, tidur berlebihan,
disabdakan, itulah penyebab kelahiran sebagai hewan. BUDDHA MASTER,
berprinsip dasar: Setia dan Adil, mengajarkan bahwa: Tiada Dharma di Luar Hati,
sadhaka harus: menggunakan Yang Palsu untuk Membina Yang Asli, karena;
kedatangan ke dunia ini tidak boleh sia-sia, janganlah takut atau patah semangat.



2011/06/19 – 11:30

Disebutkan, ada 6 pintu perbaikan: 1) hilangkan hambatan karma: lafal nama Fo,
bacakan untuk orang lain 2) buat patung, Kitab Suci, Stupa ( lambang badan,
ucapan, pikiran Fo ) 3) buat kungyang pada Catur Ratna, 5 persembahan
menyenangkan ( hormati Guru, beri pelayanan dan barang yang diperlukan,
percaya dan yakini Guru, taati Guru, laksanakan Dharma ) 4) baca Sutra dan
Tantra 5) baca Mantra-mantra berat 6) yakinlah pada kemampuan untuk
mencapai tingkat Buddha, yakin pada makna Anatta, mantra Vajrasattva tanpa
peduli 3 unsur ( objek, alat, subjek ). BODHICITTA, 3 SIKAP DAN AKIBATNYA; 1)
tidak bertekad mengembangkan --> tetap tinggal dalam 6 alam sesuai karma 2)
mengembangkan tekad luhur lalu menyerah --> masuk Neraka Vajra / Cing Kang
Ti I 3) mempertahankan Bodhicitta, tetap berlatih, tidak mundur --> Pencerahan.



2011/06/18 – 10:54

Disebutkan, sumpah Bodhisattva ( phusa-cie ) sangat rapuh, dapat dilanggar cuma
dengan pikiran, dalam 3 jam harus segera janhue dengan membayangkan Tempat
Berlindung, masuk dalam cahaya, lalu masuk diri Tantrika. Semua tindakan
religius menghimpun kebajikan bagi pelakunya, tapi dapat dirusak pelakunya
                                       76
dengan sekedar kemarahan / berkata kasar. Jasa / kungte yang telah disalurkan /
hue siang pada semua makhluk, tidak dapat dirusak oleh tindakan apapun yang
dilakukan pembuatnya. Samaya / Ikatan suci antara Guru – murid harus mutlak
dan total, Ajaran harus murni dari Guru, jadi diri tantrika murni. Pikiran Guru =
Fo, Ucapan Guru = Fak, Badan Guru = Sangha. TUJUH CABANG KEBAKTIAN:
Talipai, Kungyang, Janhue, Mensyukuri Perbuatan Baik, Mendorong Guru
Babarkan Fak, Meminta Fo Tidak Langsung Parinibbana, Huesiang.



2011/06/17 – 11:34

Disebutkan, siswa disarankan membaca mantra Sataksara / 100 suku kata
Vajrasattva minimal 100.000 kali, UNTUK : 1) melenyapkan karmawarana buruk
dan pelanggaran sejak dulu 2) meneguhkan hati dan sumpah siswa jadi sekokoh
Vajra 3) mendapat 3 pencapaian; memahami bahwa hakikat diri adalah suci
murni, merupakan kebenaran sejati, dan luas tak ternoda. Secara garis besar,
mantra ini dapat diterjemahkan sebagai berikut; Om, Vajrasattva, pertahankanlah
sumpah-Mu ! Berkatilah ( dan berdiam dalam ) diriku. Teguhkan aku ( dalam sifat
Buddhata-ku ). Puaskanku ( dengan kebahagiaan Alam Dharma ), berbaik hatilah
dan teguhkan aku, beri aku semua daya gaib. Petunjuk dari semua Karma,
muliakan pikiranku, Hum ! Ha, Ha, Ha, Ha, Ho ! Yang Terberkati, berlian dari
semua Tathagata, jangan tinggalkan aku, jadikan aku Vajra, Makhluk Agung dari
sumpah AH !!



2011/06/16 – 08:11

Berikut kutipan dari Purple Lotus ( Padma Ungu ): Virtue and wisdom like the pair
of wings of a bird ( sila dan prajna seperti sepasang sayap seekor burung )…
wisdom can also be compared to the eyes of a man, virtue to his feet ( prajna juga
seperti mata, sila seperti kaki )… virtue can be likened to a vehicle that brings
man up to the gate of salvation, but wisdom is the actual key that opens the gate
( sila seperti kendaraan yang membawa menuju keselamatan, tapi prajna kunci
pembuka gerbangnya )… virtue is a part of the technique of skillful and noble
                                       77
living ( sila adalah bagian dari teknik hidup mulia dan trampil )… without any
ethical discipline, there can not be a purification of the defilements of sentient
existence ( tanpa sila, tidak ada penyucian kekotoran batin umat )…



2011/06/15 – 07:33

Dalam jenis-jenis karma, ada yang disebut karma kebiasaan… yang sangat kuat
dan bersifat spontan… itu sebabnya, Guru mengajarkan agar kita membiasakan
diri dengan hal-hal baik ( misal, baca Amithofo / Om Bhurlam Jala jika kaget ) jadi,
saat darurat, saat tidak sempat berpikir, spontan / reflex kita akan dalam kondisi /
hal yang baik… seperti snowball effect / efek bola salju, membangun kebiasaan
baik akan bisa membawa hasil ikutan yang baik; misal terbiasa berkata baik, pasti
akan terbiasa tidak berkata tidak baik ( musavada )… bahkan saat anicca datang,
karma kebiasaan pun dapat menjadi pelindung, spontan memunculkan semua
kondisi baik, jadi pikiran terakhir, yang mengantar dan menentukan tempat
tumimbal lahir pun baik adanya… kemahiran dan kebiasaan mendarah daging,
berawal dari latihan dan pengulangan…



2011/06/14 – 08:44

Disebutkan, 10 TUGAS Bodhisattva: 1) berpegang teguh pada keyakinan yang
merupakan akar, percaya pada Guru 2) bersemangat mempelajari segala segi
Dharma 3) bersemangat melakukan perbuatan bermanfaat untuk menolong
orang lain dan tidak meninggalkan tugas 4) dengan cermat menghindari
perbuatan sia-sia 5) menolong makhluk mencapai kematangan rohani tanpa
terikat pada kebajikan yang ditumpuk dengan berbuat demikian 6) mentaati
Dharma Suci tanpa mempersoalkan jiwa dan raga 7) tidak boleh puas dengan
jumlah kebajikan yang dihimpun 8) tekun meningkatkan kesadaran tak terbatas /
transenden 9) selalu mengingat tujuan tertinggi 10) menempuh Jalan yang telah
dipilih dengan cara yang mahir PRINSIP UTAMA DHARANI: mempersembahkan
kebahagiaan dan kejayaan pada semuanya, yang bijak dan ternoda, dengan
pernghormatan yang sama tanpa membedakan terhadap semua
                                        78
2011/06/13 – 08:11

Disebutkan, pertanda pencapaian Yoga ( Buddha Master mengutip dari Sutra
Susiddhikara ): 1) jarang sakit karena karma penyakit telah jauh berkurang 2)
badannya penuh spirit dan prana 3) jarang lelah 4) tubuh sering bercahaya, kasat
mata / tidak 5) tubuhnya sering berbau enak dan alamiah 6) selalu bersadhana
dengan kesadaran sendiri, suka kebijakan 7) selalu ingat Yidam MANFAAT
MEMBACA CENFOCING / Sutra Satya Buddha: 1) dapat menentukan hidup dan
mati sendiri ( tujuan akhirnya : anupadisesa Nibbana / Nibbana tak bersisa ) 2)
mengerti / memahami Hati 3) memahami hakikat sifat Buddha JANHUE BARU
EFEKTIF JIKA ADA: 1) kekuatan meninggalkan / membuang 2) kekuatan menolak
mengulangi perbuatan buruk 3) mengandalkan diri pada kekuatan sadhana, catur
sarana, Bodhicitta 4) kekuatan melaksanakan perbuatan-perbuatan bermanfaat.



2011/06/12 – 08:47

Disebutkan, hasil pelaksanaan Dharma, antara lain, sebagai berikut; Hasil Maha
Namaskara / Talipai : 1) fisik segar 2) tidak butuh banyak tidur ( kualitas tidur
meningkat ) 3) kesehatan meningkat ( mengikis karma buruk fisik ) 4) pikiran
terang ( mengikis kesombongan, mengembangkan rendah hati dan rasa bakti
tulus ) 5) timbulnya kilasan-kilasan kesadaran Hasil Catur Sarana: 1) kesalahan
besar berkurang / mengecil 2) kesalahan kecil menghilang 3) penghalang manusia
dan bukan manusia tak dapat mempengaruhi 4) sumpah, pengkajian, kegiatan
bermanfaat, akan memberikan hasil yang makin meningkat Hasil Vajrasattva
Yoga: 1) kesadaran sejati 2) pengalaman meditasi 3) mendapat mimpi (
petunjuk dan sejati, bukan ilusi / tipuan Mara ) 4) pikiran spontan tertuju pada
Fak 5) mudah bertindak religius



2011/06/11 – 10:01


                                       79
Disebutkan, ada 6 kekotoran / penghalang menerima Fak / Ajaran… 1) pride /
kesombongan diri 2) tidak menghormati Sangha 3) tidak tertarik pada Dharma
4) tidak berkonsentrasi saat Fak dibabarkan 5) mengantuk 6) menjadi bosan /
tidak bergembira… Dengan memahami hasil, membantu memfokuskan pikiran
dan meningkatkan semangat… misal, hasil dari kungyang adalah 1) JAI ( harta )
2) LI ( kalyana mitta / teman dalam Dhamma ) 3) FAK ( selalu mendapat Ajaran
Benar ) 4) TI ( lingkungan yang baik / mendukung ) 5) penentraman keadaan
yang kacau 6) meningkatkan kekayaan, kecerdasan, penumpukan jasa, usia,
barang-barang samsara bahagia 7) kekuasaan dan pengaruh atas semua jenis
makhluk 8) penyingkiran gangguan yang disebabkan gejala samsara ( penagih
hutang karma / yen jing cai cu, siauw ren, kejodohan negatif )



2011/06/10 – 10:05

Disebutkan, halangan untuk menerima Fo Fak, dapat dibedakan menjadi 3
kesalahan dan 6 kekotoran… Jika Fak diibaratkan air, dan penerima dianggap
sebagai cangkir, 3 kesalahan yaitu ; 1) cangkir terbalik ( karena karma buruk,
keras kepala, moha, jadi tidak dapat menerima Fak, yang mengguyur cangkir
tanpa mengisinya ) 2) cangkir berlubang ( Fak cuma bisa diterima sebentar, atau
lewat begitu saja tanpa dimengerti / diresapi, seperti cangkir bocor yang tak
dapat menyimpan air tanpa bekas ) 3) cangkir kotor ( dapat menyimpan air,
tetapi mengotorinya, penerima Fak tidak bersikap open minded, menafsirkan Fak
berdasarkan pandangan / ajaran yang telah dimiliki terlebih dulu, jadi seperti
memakai kaca mata mainan dengan kertas minyak warna warni… apapun yang
dilihat, warnanya berubah, sesuai dengan warna kertas minyak tersebut, bukan
aslinya lagi…



2011/06/09 – 07:57

Seekor kupu-kupu terbang keluar dari kepompong jelek di pohon murbai… Jika
seekor ulat bulu yang menjijikkan, direndahkan, dan dibenci orang… dengan
rendah hati pikkuan, berproses dengan penuh derita, tidak bergerak, sama seperti
                                       80
mati, demi menjelma jadi kupu cantik… dalam perjalanan hidup dengan semua
dinamikanya, apa kontribusi kita demi tujuan hidup kita ? Seberapa keras kita
berjuang demi cita-cita ? Sudahkah seperti ulat bulu, dengan rendah hati
menempa diri agar memunculkan hakekat Bodhi kita ? Dalam 24 jam / hari,
berapa menit kita luangkan waktu demi kemajuan yang sejati; perbaikan karma,
sadhana, belajar Fak… Sebenarnya, seberapa kuat keinginan kita akan keadaan
yang lebih baik ? Jika sungguh sadari, semua karena karma, karmalah yang harus
pertama kali dibereskan, bukan yang lain… jangan terbalik; menaruh kereta di
depan kuda…



2011/06/08 – 12:30

Segelas kopi pagi… hitam pekat… malam ini menjadi bening… karena butir
kopinya telah mengendap… seringkali, kita terlalu spontan menyikapi segala hal…
padahal, kadang langkah terbaik adalah menunggu sejenak, memberi waktu, jadi,
saat perasaan mengendap, pikiran dapat melihat dan membedakan dengan pas,
karena butir-butir pokok permasalahan jelas terpisahkan… jika terus diaduk,
kapan kopinya mengendap… ? Dan seperti kita juga tidak bisa melihat dengan
jelas pada jarak < 30cm, alangkah bagusnya jika kita bisa selalu mengambil jarak,
jadi bisa objektif dan lebih arif dalam menilai dan menyikapi suatu masalah…
seorang bijak, memperhatikan dan menimbang, akan tahu, apa dan bagaimana
penanganan yang tepat, serta kapan; menahan / melepas, memperjuangkan atau
merelakan… bukankah sebenarnya problem solving itu adalah seni / art of living



2011/06/07 – 06:06

Seorang penebang kayu muda… membawa kapak pergi bekerja… hari pertama
menebang 10 pohon, hari ke-2 mendapat 20 pohon,… setelah 5 hari, malah
menurun, cuma bisa menebang 5 pohon / hari… meski kian giat bekerja, hasil
tetap menurun… sedih, penebang muda mengeluh pada majikannya, yang
tersenyum, bertanya; kapan terakhir kali pemuda itu mengasah kapaknya…
Dalam hidup kita juga perlu selalu mengasah kapak ketrampilan, jadi sekarang
                                       81
bisa lebih baik dari sebelumnya… selalu ada yang bisa diperbaiki… menambah
pengetahuan, memperluas wawasan, peningkatan kemahiran, penguasaan
keseimbangan antara keseluruhan dan detil / rincian… Kita tidak bisa merubah
dunia, tapi kita bisa menjadikan diri kita sendiri lebih baik dari waktu ke waktu…
saat itu, semua pun akan membaik, karena, sebenarnya, kita sendirilah pusat dan
penentu dunia kita… !



2011/06/06 – 09:29

Hidangan raja: sarang walet… tahukah anda, walet jantan memintal sarang dari
liurnya… dan selama itu ia tidak makan / minum… jadi sangat kurus dan lemah…
sarang merah yang lebih mahal, terbentuk karena ayah walet terluka dalam, jadi
liurnya bercampur darah… dulu, karena sarang yang telah jadi, rusak / direbut
burung lain, jadi ayah walet harus membuat yang baru… tapi sekarang, manusia
banyak yang lebih keji; menyiapkan rumah untuk ‘beternak’ walet, merampas
sarang baru ( putih bersih, karena belum “dipakai’’ ), bahkan sarang berdarah pun
dirampas ( keduanya lebih mahal )… saat liur menetes mencium aroma sup di
atas meja… adakah yang ingat… papa walet yang terkapar karena tubuh kecilnya
tak sanggup lagi… mama walet yang disuruh cepat-cepat bertelur lagi… walet
kecil yatim piatu ber-ibu mesin tetas, juga harus cepat besar…



2011/06/05 – 08:49

Seperti bangunan dapat berdiri kokoh karena fondasi yang kuat, begitulah penting
dan tak tergantikan; pelaksanaan sila dalam Jalan… Dalam Jaya Manggala Gatha
disebutkan, ular raksasa muncul dan melilit lengan dewa Brahma bernama Baka,
yang iseng, menciptakan pertunjukan, jadi umat berpindah dan meninggalkan
kotbah… YA Bhikkhu memberitahu, ular tersebut akan hilang setelah dewa Baka
menjelma jadi Fo / Triratna ( karena bersalah pada 3 Ratna, ini cara Tantra yang
sangat dalam ) … Baka menyanggupi, tapi Bhikhu tersebut TIDAK BOLEH
bernamaskara pada jelmaan ini, karena bisa mengakibatkan MUSNAHnya jiwa
dan “fisik Brahma” Baka, karena: BETAPAPUN SAKTINYA ( sampai bisa menjelma
                                        82
seperti Fo lengkap dengan semua tanda sucinya ), Beliau KALAH dari Sang Bhikkhu
dalam hal pelaksanaan sila…



2011/06/04 – 08:53

Vajra; intan, yang terkeras di bumi… untuk memperolehnya, penambang harus
sangat hati-hati melepasnya dari batuan jauh di dalam bumi, pelan-pelan
membawanya ke permukaan, sedikit kesalahan, atau terlalu cepat, intan terbesar
pun, akan menyublim: jadi gas tak berbekas… sadhaka belajar Tantra /
Vajrayana… bisa memperoleh indestructible-Vajra-body, relik tubuh utuh … atau
sebaliknya ( tersesat )… itu sebabnya, Guru mutlak perlu, sebagai acuan, sebagai
pemandu, akar semua siddhi / berkah; penambang intan yang trampil, mahir, dan
telah membuktikan diri, pencapaian dan keberhasilan, dalam Jalan dan Cara…
saripati silsilah tasbih emas ratna pemberkah, terfokus lewat Guru yang
merupakan suryakanta Pencerahan… itu sebabnya Tantra SANGAT menghormati
Guru, sebagaimana tercermin dalam sila-sila dan 50 syair / tata karma berguru…



2011/06/03 – 08:20

Sungguh bermanfaat penyeberangan, kungyang, dan pelimpahan jasa… Dengan
penyeberangan, kita memberikan persembahan yang murni, kungyang yang tak
terhingga… kemudian kita limpahkan jasa pada semuanya… dengan pikiran,
mudra, dan mantra… berarti kita menyucikan 3 pintu karma, melakukan
kebajikan besar, sekaligus melatih DASAR-DASAR Brahma Vihara,
mengembangkan Bodhicitta tanpa batas; cinta / metta pada semua, welas asih /
karuna pada yang tidak seberuntung kita ( 3 alam menderita ), bermudita /
bahagia memikirkan semua yang ikutmendapat manfaat, tanpa membedakan
siapa / apa yang menerimanya ( upekkha )… Memahami manfaat ini ( prajna ),
bergembira ketika akan, sedang, dan sesudah melakukannya, giat melatih ( viriya )
konsentrasi Samadhi, hingga makin trampil… dengan demikian jadi fondasi yang
kokoh dalam meniti Jalan Fo Phusa…


                                       83
2011/06/02 – 07:39

Dalam Tantra, kungyang sungguh sarat makna... Berikut beberapa bahan untuk
kungyang ataupun Homa… Minyak wangi / parfum lambang membersihkan,
kesenangan… madu yang bisa jadi obat, lambang menawarkan penderitaan…
susu ( lambang kan lu / amrta suci )… cendana ( lambang upaya membersihkan
jasmani )… wijen hitam ( lambang pengabulan keinginan )… wijen putih (
lambang upaya membersihkan karma buruk )… daun teh ( lambang niat tulus
memberikan keharuman bagi umat )… biji-bijian ( untuk membawakan hasil yang
baik / agar kebajikan kita bertumbuh )… kimcan ( lambang unsur emas )… jamur (
unsur kayu )… kembang tahu ( air )… rumput laut kering ( api )… so un ( tanah )…
kungyang itu dari niat, jika terdapat kendala, bahkan di Tibet biasa dan bisa
digunakan segelas air, dan membayangkan semua kungyang bermunculan
darinya…



2011/06/01 – 09:08

Anima symbolicum; manusia adalah makhluk yang berbahasa symbol… Tantra
sebenarnya penuh simbol, dalam kungyang misalnya… tantrika kungyang hio
sebagai lambang sila… dupa ( kebajikan dapat melawan arah angin, juga akan
menghasilkan tubuh berbau harum )… cendana ( lambang kekuatan )… bunga (
dana )… lilin dan lampu ( lampu mentega / lainnya, lambang ketabahan /
keteguhan, dan menghasilkan kecerdasan dan kebijakan, dan tubuh bersinar )…
buah yang masak sendiri di pohon ( lambang hasil / pahala, berakibat pangan
melimpah )… air dan air sabun ( lambang kebajikan dan penyucian, menghasilkan
kekayaan yang tak terbatas dan tak terganggu )… batok siput putih besar dengan
garis melingkar ke kanan ( lambang pengabulan keinginan )… jahe ( makanan
langka )… garam ( obat langka )… apapun, yang termulia adalah yang tulus dari
hati yang ikhlas…




                                       84
2011/05/31 - 09:07

Kungyang termulia, adalah yang tulus dipersembahkan dari hati yang ikhlas… saat
Fo di kota, seorang nenek yang sangat miskin, sangat ingin kungyang Fo, akhirnya
menjual rambutnya demi membeli pelita minyak paling murah untuk kungyang…
saat angin bertiup, CUMA pelita nenek yang TETAP menyala… KETULUSAN nenek,
membuatnya IKHLAS mengorbankan ( Nekama / pelepasan ) rambutnya ( masa
itu, adalah aib wanita berambut pendek )… juga, nenek melaksanakan nekama-
paramita tingkat 2 dari 10 paramita rangkap 3 ( 1: tidak terkait tubuh sendiri, 2:
anggota badan, 3: nyawa ) untuk kungyang… ( paramita, masih up-to-date sampai
sekarang, misal: rutin donor darah, mendaftar donor organ setelah mangkat ) (
10 paramita Buddha : dana, sila, pelepasan, kesabaran, semangat, prajna, metta,
upeksha, ikrar, kebenaran )



2011/05/30 – 07:00

Charles Lee Ray, pernah terpuruk, jadi pecandu, hidupnya hancur sama sekali,
bahkan hampir kehilangan suaranya; bangkit, bahkan jadi legenda, setelah sadari
obsesinya, yang demi untuknya, hidupnya diabdikan: musik blues ( suaranya )…
demi penyelamatan, sebelum neraka kosong, Tichang Phusa rela tetap sebagai
Phusa… begitu cintai umat, Buddha Master rela babarkan Fak dan selamatkan
umat meski jiwa raga lebur; dan seperti sinar bulan dan matahari, pasti datang, di
manapun siswa berada dan mohon pertolongan, bahkan ikuti ikrar Tichang
Phusa… demi bakti pada Fo, YA Baisajya Raga membakar tubuh-Nya 1.200 tahun
dengan api Homa suci… hari ini HUT YA Baisajya Samudgata, Fa Hua Cing
menyebutkan, umat yang mengenal nama-Nya dan nama YA Baisajya Raja akan
dimuliakan para dewa dan manusia… apa obsesi ( adhittana ) anda ?

2011/05/29 – 10:44

Seorang buta bingung ingin menyeberang jalan… jika bukan kita, menunggu siapa
membantunya ? Sebuah motor mengait tali, bisa saja masuk roda, bisa
kecelakaan ( atau bahkan beruntun ! )… jika bukan kita, menunggu siapa
memberitahunya ? Tichang Phusa berikrar; jika bukan Beliau, menunggu siapa
                                        85
mengosongkan neraka ? Ikrar mulia Phusa Agung, sama-sama berasal dari welas
asih dalam hati… Fo Fak tidak terpisah eksklusif dalam Kitab Suci, Dharma bukan
cuma ada di depan altar… justru dalam keseharian, bisa berlatih hati tanpa
pamrih, berbuat kebajikan demi kebajikan itu sendiri… tidak melekat pada hasil,
bahkan tidak berpikir tentang pahala… menenangkan teman yang ketakutan (
abhaya-dana ), mengulang inti ceramah ( dhamma-dana )… paramita, sadhana,
semua sebenarnya ada dalam keseharian kita ..!



2011/05/28 - 08:05

Sebatang pohon ditebang… batangnya dijadikan meja, dahannya dibuat gagang
pembersih… meja selalu penuh persembahan lezat, gagang bulu-bulu selalu
kumal berdebu… tersenyum meja menghibur gagang bulu-bulu… meski asalnya
sama, angin karma berbeda arah… tapi apa yang perlu disesali ? Intinya adalah,
harus bisa mensyukuri, dan berbuat yang terbaik sesuai peran dan kewajiban
masing-masing… meja dianggap layak dihias aneka persembahan… bukankah
karena bulu-bulu selalu setia membersihkannya ! Jangan pernah mengecilkan diri
sendiri, sebenarnya, tiap hal punya andilnya dalam semesta… Dengan tulus
ikhlas, berusaha lakukan tiap hal sebaik mungkin, jadi ketika saat ini jadi masa
lalu, kita takkan pernah sesali… karena tahu, sudah berusaha yang terbaik…
berbuat tanpa pamrih, tidak melekat pada hasil, melatih hati Bodhisatta…



2011/05/27 – 08:19

Sekuntum bunga menawan di pucuk perdu… tapi di rumah, dalam vas antik di
lemari kaca… bunga kehilangan air, sari makanan, udara, dan; hidupnya… dalam
Sutra tentang karya-karya Phusa… selalu disebut tentang CARA TRAMPIL DALAM
JALAN… Karena kasihan, spontan menolong mengeluarkan ikan dari lumpur,
cuma akan membunuhnya… hanya jika karma dan kondisi sesuai, ikan akan
menumbuhkan 4 kaki, melepas sirip dan insang, berjalan naik untuk hidup di
darat… Seperti tunas yang rentan, meski Bodhicitta sedalam lautan, pun hanya
bisa mengkondisikan; membuat pagar dan anjang-anjang, menyiram, memupuk,
                                       86
memantau dengan cermat; tidak mungkin menariknya agar tumbuh besar lebih
cepat… mengasah prajna melatih ketrampilan, diam-diam mengembangkan
Bodhicitta menyempurnakan paramita… sampai Tathata dalam diri mewujud
nyata…



2011/05/26 – 12:39

Kita sendiri penentu hidup kita… Disebutkan, saat seseorang punya niat baik, di
atas kepalanya muncul sinar putih, jadi para makhluk suci dan baik akan segera
datang membantu ( sesuai ikrar Mereka masing-masing )… Itu sebabnya, jika
seseorang membiasakan diri untuk berpikiran positif, lambat laun, auranya,
karakternya, perilakunya, hidupnya, lingkungannya, semua akan membaik,
bahkan, jika kemujuran belum datang, minimal bencana akan mulai menjauh…
secara sederhana, dapat dibuktikan sebagai berikut… fotokopilah telapak tangan
anda, simpan, dan bandingkan dengan hasil foto kopi beberapa waktu yang akan
datang… setelah giat dan tekun berbuat baik; 1 – 3 kebajikan per hari… (
syaratnya: harus disiplin dan jujur, bukan cuma saat sedang senang / ingat, jika
perlu, buat catatan pribadi untuk ini ) Ehi passiko… mari datang dan buktikan…



2011/05/25 – 08:59

YA Subhuti selalu berpindapata ( meminta makanan ) di daerah kaum miskin,
tanpa peduli apa yang akan Beliau terima, demi memberi kaum berkarma buruk,
kesempatan melakukan kebajikan besar ( 10ribu bagi orang miskin lebih bernilai,
karena mungkin itu uang makannya beberapa hari, dibanding 1juta bagi orang
kaya ), sekaligus memberi kaum miskin kesempatan mendengar Fo Fak…
Sheciamoni pilih penyiksaan diri extreme, karena bertekad jadi yang terunggul
dalam sikcai / penyucian… YA Milarepa jalani pertapaan ekstrem, demi
mengilhami umat, agar bercita-cita dan bertindak demi pencapaian Bodhi dalam
hidup ini juga… Tichang Phusa pilih Jalan Phusa, ajarkan cara mudah sebut nama
Fo ( atau: Namo Ti Chang Wang Phusa 10.000 kali dalam 7 hari ) dan membantu,


                                       87
meski kebajikan umat cuma sekecil debu… Berikrar dan pilih cara utama, itu Jalan
semua Fo Phusa…



2011/05/24 – 13:42

Delapan orang buta memegang gajah… dengan yakin bercerita, gajah itu seperti
tali, daun yang besar tebal, dinding, dan lain sebagainya… semua hanya parsial /
sebagian… mahir Tantra tanpa pendalaman Sutra, seperti pilot pesawat tempur
tanpa latihan dan jam terbang… menguasai dalil dan doktrin saja, mungkin
seperti dari Jakarta ke Bogor berjalan kaki… Fo membabarkan Fak; Sutra dan
Tantra, agar saling melengkapi dengan sempurna, seperti permata bulat utuh,
dipelajari secara 3 dimensi dari 360 derajat… Melengkapi diri dengan sila dan
kebajikan, seperti peta, rem, oli, ban, bekal, safety belt… dengan Samadhi dan
pengertian dan prajna sebagai ketrampilan mengemudi, sadhaka dapat melaju
dengan kencang tapi aman di jalan tol Tantra, secepatnya bebas dari Samsara…
dengan Guru sebagai Catur Ratna, sebagai pemandu, rambu-rambu, sekaligus P3K
dan derek penyelamat…



2011/05/23 – 13:34

Semoga semua berbahagia… sejenak ingatlah semua ini : orang tua, pasangan
hidup, anak, Guru, saudara, kerabat, teman, semua yang pernah bantu kita ( 6
arah yang harus dihargai dan disayangi, seperti dalam Sigalovada Sutta )… kita
ingin semua berbahagia, bebas dari penderitaan, dapat mempertahankan
kebahagiaannya… dalam bhavacakka, entah sudah berapa banyak 6 arah; orang-
orang yang berjasa tersebut, yang pernah kita miliki… ?? Sekarang, semua entah
di mana, sebagai apa… sungguh baik, jika tiap kali kita ingat melimpahkan jasa
pada mereka semua… yang dalam berbagai masa, berjasa pada kita dengan
berbagai cara… bahkan, jika sudah di alam bahagia, mereka tetap mendapat
manfaatnya… malahan, kita mendapat pahala ekstra ( bukan lagi pelimpahan
jasa, berubah menjadi persembahan / kungyang )… semoga semua Semua
mendapat manfaat sebesar-besarnya dengan segala cara yang mungkin…
                                       88
2011/05/22 – 09:44

Sungguh besar manfaat puja / persembahan / kungyang… dalam Dhammapada
Atthakatha disebutkan, Sheciamoni menceritakan, tentang Sang Maha Sivali, yang
selalu dicukupi dewa semua kebutuhannya, karena SELALU KUNGYANG apapun
yang diterimanya, sebelum Beliau makan / pakai / gunakan… selain melatih dana
paramita ( bagian dari 6 dan 10 paramita ), juga melatih kesabaran, tidak serakah,
tidak melekat, keseimbangan pikiran ( tidak terpengaruh apakah benda tersebut
baik / buruk ), kesadaran, dan pengendalian diri… Selain membiasakan diri kita
bersyukur, kungyang juga meningkatkan pahala orang yang memberi “apapun” itu
pada kita, juga meningkatkan bakti, membuat kita ingat Catur Ratna, minimal 3
kali sehari… lebih baik lagi, jika bisa gunakan mudra dan mantra… berarti
perbuatan baik lewat 3 pintu karma: pikiran, ucapan, perbuatan…



2011/05/21 – 08:29

Hidup ini hutang budi besar… sebutir nasi sarapan tadi… merepotkan begitu
banyak makhluk… petani bekerja keras sejak awal, keluarganya berhemat hingga
panen, kerbau letih membajak, ular membantu mengusir tikus, cacing menjaga
kegemburan tanah, ribuan hama kecil / ulat harus mati dibunuh jadi tidak gagal
panen, semua pekerja penghasil mesin perontok gabah, sopir dan aneka
transport, pedagang, sampai pembuat piring / sendok / kompor, pekerja tambang
gas / listrik / rice cooker / air minum / pencetak uang / bank ( jika beras dibeli
dengan card )… dan entah berapa banyak lagi… alangkah baiknya, jika kita bisa
meluangkan waktu sejenak, panjatkan doa penyeberangan, dan kungyang,
sebagai ungkapan syukur dan terima kasih, atas APAPUN yang kita terima, makan,
pakai, gunakan…



2011/05/20 – 14:15


                                        89
Lebah kecil singgah… kakinya berlumur sari bunga… seumur hidup, ia
mengumpulkan nectar dengan lembut tanpa merusak bunga, mengolahnya jadi
madu bergizi tinggi… sebagai terima kasih, lebah kecil membantu penyerbukan
bunga hingga bisa menghasilkan buah… hidup ini juga utang budi besar… sikap
lebah kecil sungguh mengilhami; tekun berlatih agar trampil dalam Jalan Bodhi,
mendapat manfaat tanpa merusak, puas dengan secukupnya, jadi berkah bagi
sekitar, selalu ingat melimpahkan jasa pada orang tua, Guru, Tri Ratna, tak lupa
berbagi pada semua di alam menderita… Pahala kebajikan bukan kue yang habis
jika dibagi-bagi, melainkan seperti lilin, yang akan lebih terang cahayanya jika
menyalakan yang lain… seperti disebutkan dalam Ksitigarbha Purva Pranidhana:
justru akan berlipat ganda tak terbayangkan !



2011/05/19 – 07:32

Sebutir intan, makin dalam posisinya ( = panas dan tekanan yang diterima makin
besar ), makin besar, murni, makin tinggi karatnya… dalam skala lebih kecil…
sebuah bola… makin ia ditekan, dipukul, dibanting… makin tinggi ia melenting…
jatuh itu wajar, jadi kita paham arti berdiri tegak… poinnya adalah; bagaimana
kita belajar dari kejatuhan itu dan menggunakannya sebagai daya lenting untuk
bangkit kembali… dalam Pintu Pembebasan, YA Atisha menasihatkan, apa yang
kita alami sekarang adalah buah karma lampau, jadi tidak mungkin sesuai dengan
keinginan / harapan kita, jadi: Tenanglah… Yang sudah terjadi tidak dapat
dirubah… yang akan datang belum terjadi… jangan melekat… hidup di masa
sekarang, saat ini, berusaha lakukan yang terbaik seoptimal mungkin, bangkit
lagi… belajar jadi kuat, arif, dan bijak oleh tempaan…



2011/05/18 – 11:07

Vajra, diterjemahkan jadi diamond, intan…            indestructible, yang tak
terhancurkan… di dunia, intan terbentuk dari gas Carbon yang terperangkap
dalam rongga bebatuan selama jutaan tahun, mendapat panas ribuan derajat,
dan tekanan ribuan atmosfir, hingga jadi zat paling keras, yang dipakai sebagai
                                       90
mata bor dalam pertambangan… di dunia, juga ada krupuk, makanan dari tepung
yang digoreng, tapi harus dikemas rapat, karena begitu terkena angin sebentar,
ia: melempem… hidup ini pilihan… hidup kita pilihan kita, keputusan ada di
tangan kita, untuk belajar kokoh teguh karena tempaan, seperti Vajra… atau…
Kita semua adalah pemenang, pejuang gigih yang jatuh bangun saat bayi, belajar
hingga bisa berjalan…       problem sebenarnya vaksin untuk menguatkan,
mematangkan, mendewasakan mental kita, karena hidup = proses belajar tanpa
henti…



2011/05/17 – 10:13

Seperti mutiara yang tidak menjadi besar secara mendadak, segala hal juga perlu
waktu untuk berproses… seperti tetes air memenuhi tempayan, orang bijaksana
memenuhi hidupnya dengan kebajikan begitu ada kesempatan, jadi saat karma
buruk berbuah, karma baiknyalah yang akan melindunginya… karena tidak ada
tempat bersembunyi saat karma buruk berbuah, seperti bayangan mengikuti
bendanya… dalam Abinhapaccavekkhana, dinyatakan bahwa, sesungguhnya
semua makhluk: - memiliki, mewarisi, terlahir dari, berhubungan dengan,
terlindung oleh – karmanya sendiri… apapun karma yang diperbuatnya, baik atau
buruk, itulah yang akan diwarisi yang bersangkutan sendiri… tambahkan
kebajikan, kurangi kejahatan, sucikan hati dan pikiran, itulah Ajaran Semua Fo…
kebaikan harus jadi kebiasaan dan spontan, seperti kungyang, pelimpahan jasa,
dan lain sebagainya…



2011/05/16 – 14:27

Tanah Buddha, selalu disebut berhiaskan mutiara… di dunia, mutiara sebenarnya
terbentuk karena masuknya kotoran ke dalam cangkang tiram mutiara, menusuk
dan menyakiti tubuh lunaknya, jadi tiram yang tidak berkaki / tangan ini, terpaksa
“menangis”, mengeluarkan lendir untuk melapisi kotoran yang tajam tadi…
mutiara merah yang lebih mahal, sebenarnya tercipta karena tiram terluka dan
“nangis darah”… Jika dalam penderitaannya, seekor tiram dapat merubah
                                        91
kotoran jadi mutiara… apa kontribusi kita selama pengembaraan panjang dalam
samsara ini.. ? Berbuat baik bukan harus besar / monumental… tersenyum / sapa
orang yang anda temui, semangati orang yang sedang sedih, tidak mudah
mengeluh, mencontohkan ketekunan dan pantang menyerah… Kita semua punya
Bodhicitta dalam hati… beri kesempatan muncul dan berkembang…



2011/05/15 – 10:26

Alkisah, raja heran dan bertanya, kenapa Nasruddin Hoya memeriksa setiap inci
halaman istana untuk mencari cincinnya, yang hilangnya di ruang makan istana…
Hoya menjawab… karena halaman lebih terang, sementara ruang makan lebih
gelap… Segala sesuatu seyogyanya dilakukan dengan cara yang tepat dan sesuai,
jadi tidak seperti contoh ekstrem dalam cerita satir di atas… Sebagaimana She
Cuen selalu mencontohkan dalam hampir tiap tulisan-Nya ( Saya meneliti duduk
permasalahannya, dan menemukan bahwa… ) Melihat masalah, merunut dari
akarnya, hingga terlihat kaitan sebab akibatnya… jadi membuat kita lebih sabar
dan arif, juga membangun kebiasaan untuk mengasah konsentrasi dan
pengamatan, perenungan mendalam, dan prajna / kebijaksanaan… Dharma ada
dalam hidup keseharian kita, bukan cuma saat berdoa di depan altar…



2011/05/14 – 11:58

Pengalaman memang guru terbaik, tetapi jangan men-generalisir /
menyamaratakan semua hal… kaca beling dan berlian sama-sama transparan dan
berkilau memantulkan cahaya, tapi jauh beda harga dan esensi serta cara
memperlakukan / menyikapinya… Alkisah, seekor kuda beban, dimuati 2 karung
besar garam, saat melewati sungai, garam melarut, jadi di tepi seberang, ia girang
bebannya jadi ringan… esoknya, kuda itu dimuati 2 karung kapas… tanpa
mencermati, ia mengira bebannya akan jadi ringan jika kena air, seperti kemarin…
jadi, di sungai ia bahkan sengaja membasahi bebannya… ternyata, kapas
menyerap air, membuat beban makin berat, akhirnya menenggelamkan sang
kuda beban…
                                       92
2011/05/13 – 06:09

Jangan pernah meremehkan kebajikan… Perbanyak kebajikan; Ajaran semua Fo…
Sheciamonifo sedang mengamati makhluk-makhluk, saat mendengar teriakan
minta tolong dari Neraka… Karena welas asih-Nya, Beliau segera meneliti sebab
akibat yang dapat digunakan untuk menolong Afuka, yang berteriak tersebut (
Buddha pun tidak boleh melanggar hukum karma ) Ternyata Afuka penjahat keji,
setelah beberapa kali diperiksa, baru ditemukan 1 kebajikan : iseng menolong
laba-laba yang tenggelam, saat ia selesai merampok dan membunuh ! Fo
menggunakan pahala ini, tercipta seutas benang laba-laba, jadi Afuka bisa
memanjat naik… tapi Afuka menghalangi makhluk lain yang ikut memanjat…
karma tidak welas asih menyebabkan benang putus. Afuka terjatuh lagi ke
Neraka… Karena kondisi penyebab habis, Fo tidak bisa mendengar teriakan Afuka
lagi…



2011/05/10 – 08:34

Jataka ( Kisah tentang 500 kelahiran lampau Sakyamuni ) menyebutkan, bahwa
Putri Yasodhara dan Pangeran Rahula telah bersama Sakyamuni dalam ratusan
kelahiran, selalu menjadi istri dan anak, yang selalu mendukung, meniru, tindakan
pencarian Jalan Terang / dalam upaya menyempurnakan Paramita ( tindakan yang
perlu untuk menyucikan siswa, fondasi untuk merealisasi Pencerahan, 6 Paramita
untuk Phusa, dan 10 Paramita rangkap 3 untuk Fo )… Semula ada 2 anak, tetapi
karena dalam salah satu kelahiran, anak sulung merasa tidak puas dengan yang
dialaminya, sehingga putuslah ikatan kejodohan di antara mereka, sehingga
dalam kelahiran-kelahiran berikutnya hanya tinggal istri dan 1 anak ( semua
segera merealisasi Arahat, bahkan Pangeran Rahula segera mencapai Pencerahan
setelah disuruh ibu-Nya meminta “warisan” dari “ayah-Nya;” warisan Fo = Fo
Fak…




                                       93
2011/05/10 – 08:32

Berdasar kalender Cen Fo Cung, hari ini adalah HUT Sakyamuni… berikut adalah
syair Pelepasan karya Dwight Goddard… ‘t wasn’t through hatred of children
sweet ( bukan karena kebencian pada kemanisan kanak-kanak )… ‘t wasn’t
through hatred of His Lovely wife ( bukan karena kebencian pada istri tercinta-
Nya )… thriller of hearts – not that He loved them less ( getaran / panggilan hati –
bukan karena Ia kurang mencintai mereka )… But Buddhahood more – that He
renounced them all ( tetapi ke-Buddha-an lebih, hingga dilepaskan-Nya semuanya
)… Disebutkan, bahwa Putri Yasodhara selalu mengirim mata-mata, yang selalu
melaporkan apa yang dilakukan Sakyamuni, dan karena prasetya luhurnya, selalu
meniru semua tindakan Sakyamuni, meski sang putri melakukannya dalam
istana…



2011/05/09 – 14:49

Nasib baik… nasib buruk… siapa tahu..?? Seorang petani menua dan tak dapat
bertani… semua tetangga iba… Pak Tua bilang; nasib baik, nasib buruk, siapa
tahu ? Putranya datang membantu, memasang jerat di hutan… semua memuji…
Pak Tua tetap bilang sama… Jerat rusak, hasil tiada… semua iba… Pak Tua
berucap sama… tiada uang, jerat tidak diperbaiki, malah menjerat kuda jantan
liar… semua salut… Pak tua berucap sama… esoknya kuda kabur… semua iba…
Pak Tua tetap berucap sama… Ternyata kuda jantan liar kembali, bawa
serombongan kuda liar… semua salut… Pak Tua; sama… Putra tunggalnya coba
tunggangi kuda liar, jatuh patah kaki… semua iba… Pak Tua; sama… Wajib militer
datang, semua keluarga kehilangan putera, kecuali Pak Tua, karena puteranya
cacat… Nasib baik, nasib buruk, siapa tahu ??



2011/05/07 – 08:25

Tahukah anda, banyak penyair percaya kelahiran kembali? Puisi - Dante Gabriel
Rosseti… Ku pernah di sini sebelumnya… Namun kapan dan bagaimana tak bisa

                                        94
kukatakan… Kukenal rumput itu di balik pintu… Engkau adalah milikku dulu…
Beberapa waktu yang lalu tak pernah ku tahu… Cahaya Asia - Sir Edwin Arnold…
Seorang budak bisa jadi pangeran... karena menangnya kelembutan dan budi…
Seorang pangeran bisa mengembara dalam kesengsaraan… Karena perbuatan
berakhir dan berawal lagi… Puisi - John Masefield… Kuanggap ketika seseorang
mati... Jiwanya kembali ke bumi... Tersamar dalam tubuh yang baru... Dilahirkan
ibu lain… Dengan tubuh lebih kokoh dan otak cemerlang... Jiwa lama
mengembara lagi… ( D U Believe in Rebirth - tulisan Ven.K.Sri Dhammananda )



2011/05/06 – 12:47

Pangeran Dharma Manjusri… sering dilukiskan sebagai Bodhisattva dengan 2
lengan, tangan kiri memegang pedang prajna untuk memotong akar kebodohan
umat, tangan kanan memegang teratai yang di atasnya terdapat Kitab
Pengetahuan / Suci… Fa Hua Cing menyebutkan bahwa Wen Su Phusa adalah
Varaprabha Bodhisattva pada zaman Buddha Candrasuryapradipa, dan akan
menjadi Buddha Vimalacakranetra… dalam berbagai Sutra dapat ditemukan
bahwa Beliau berikrar menyebarluaskan Fuo Fak dengan berbagai cara yang
mungkin, bahkan sampai membisikkan nama Fo ke telinga umat yang sedang
tidur… versi Tibetan menyebutkan pahala bersadhana Manjusri adalah dalam
peningkatan kebahagiaan, kebijaksanaan, memori, pendengaran, kefasihan
berbicara, penembusan / pemahaman arti Dharma, melampaui kendala bahasa…



2011/05/05

Berdasar kalender Cen Fo Cung, besok 6 Mei adalah HUT Manjusri / Wenshusheli
Phusa… Beliau dipuja karena keunggulan-Nya dalam hal kebijaksanaan dan
mantra-Nya yang dipercaya bisa membantu dalam kasus cedal / aneka
karmaphala ucapan yang buruk, juga sumpah yang termasyhur, antara lain,
bahwa semua makhluk, yang berhubungan secara positif dan negatif ( misal, yang
cinta maupun yang benci ), semua akan berjodoh dengan-Nya…


                                      95

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:144
posted:9/5/2012
language:Malay
pages:95