makalah pengembangan kurikulum PAI

Document Sample
makalah pengembangan kurikulum PAI Powered By Docstoc
					                                                  BAB I

                                           PENDAHULUAN




    A. Latar Belakang
              Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai misi dan bahan
       pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar
       mengajar.1

              Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang
       strategis, karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Begitu
       pentingnya kurikulum sebagaimana sentra kegiatan pendidikan, maka di dalam
       penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat untuk dapat
       mengembangkan kurikulum.


              Kurikulum merupakan seperangkat pengetahuan-pengetahuan dalam hal ini
       merupakan suatu konsep yang sangat luas yang mencakup pengetahuan, keterampilan
       dan nilai-nilai serta sikap-sikap yang diharapkan sesuai pandangan dan harapan suatu
       bangsa atau masyarakat sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pendidikan. Kurikulum
       sebagai pengalaman belajar dalam arti bahwa proses pendidikan diharapkan para
       peserta didik dapat memiliki berbagai macam pengalaman dalam menerima berbagai
       jenis pengetahuan, keterampilan dan nilai serta sikap yang diharapkan dimilikinya.


              Kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan,
       sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan
       jenjang pendidikan.2


              Kurikulum harus bersifat dinamis, artinya kurikulum itu bisa berubah-ubah sesuai
       dengan perkembangan zaman atau situasi dan kondisi. Seperti perubahan ilmu
       pengetahuan dan teknologi, tingkat kecerdasan peserta didik, budaya, kebutuhan
       masyarakat dan lain-lain. Oleh karena itu, guru sebagai pengembang kurikulum harus


1
    J. Mandalika dan Usman Mulyadi, dasar-dasar kurikulum, hlm.15.
2
    Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Hlm.1.

                                                                                            1
memiliki wawasan yang luas tentang hal tersebut. Kurikulum harus selalu dimonitoring
dan dievaluasi untuk penyempurnaan dan pengembangan. Di dalam kurikulum terdapat
berbagai macam aspek, seperti aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik.
Ketiga aspek tersebut terdapat dalam diri peserta didik, oleh karena itu tujuan dan
fungsi kurikulum harus mengacu pada aspek-aspek tersebut.


     Pada dasarnya, kurikulum merupakan refleksi dari suatu kebudayaan dimana
kurikulum itu berada. Kita menyadari bahwa kurikulum merupakan bagian dan sekaligus
pula sebagai alat atau instrumen bagi pendidikan untuk mencapai tujuannya. Pada sisi
lain, kita tidak dapat mengingkari pula bahwa pendidikan merupakan bagian dari suatu
kebudayaan yang berkembang dalam suatu masyarakat. Dengan sendirinya pendidikan
dan kurikulum secara khusus tidak dapat menolak suatu peranan dan fungsi tertentu
dalam memelihara, mengkreasi dan mengembangkan suatu kebudayaan bagi
kepentingan generasi yang akan datang.


B. Rumusan Masalah

   Adapun rumusan masalah yang akan dipaparkan dalam makalah ini sebagai berikut:


   1. Apa pengertian dan fungsi kurikulum?
   2. Apa sajakah tujuan dan peranan yang terdapat dalam kurikulum?
   3. Seberapa urgen kurikulum dalam proses pendidikan?




                                                                                    2
                                                  BAB II

                                             PEMBAHASAN




    A. Definisi Kurikulum
              Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan
       pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas
       belajar mengajar.3
              Kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan sebagai pegangan guna mencapai
       tujuan pendidikan. Apa yang direncanakan bersifat idea, suatu cita-cita tentang manusia
       atau warga negara yang akan dibentuk.4
              Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar
       mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan
       beserta staf pengajarnya.5
              Dari beberapa pendapat di atas bahwa kurikulum berarti seperangkat rencana
       yang disusun untuk digunakan sebagai pedoman dalam melancarkan proses belajar
       mengajar.
              Kurikulum dapat dilihat sebagai produk, yakni sebagai hasil karya para
       pengembang kurikulum yang hasilnya dituangkan dalam bentuk buku dan pedoman
       kurikulum yang misalnya berisi sejumlah mata pelajaran yang harus diajarkan.
       Kurikulum juga dapat dipandang sebagai hal-hal yang dapat diharapkan akan dipelajari
       siswa, yakni pengetahuan, sikap, keterampilan tertentu. Apa yang diharapakan akan
       dipelajari tidak selalu sama dengan yang benar-benar dipelajari.


    B. Fungsi Kurikulum




3
  Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktik.hlm.227.
4
  S. Nasution, asas-asas kurikulum, hlm.8.
5
  Ibid, kurikulum dan pengajaran, hlm.5.

                                                                                            3
            Dalam aktivitas belajar mengajar, kedudukan kurikulum sangat krusial karena
    dengan kurikulum anak didik akan memperoleh manfaat. Namun, di samping kurikulum
    bermanfaat untuk anak didik, juga mempunyai fungsi-fungsi lain sebagai berikut:




    1. Fungsi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan
              Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai
       tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat
       dan krusial untuk dicapai sehingga salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah
       meninjau kembali tujuan yang selama ini digunakan oleh sekolah bersangkutan.6
              Bila tujuan-tujuan yang diinginkan belum tercapai, orang akan cenderung
       meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu, misalnya dengan
       meninjau kurikulumnya. Pendidikan tertinggi sampai pendidikan rendah mempunyai
       tujuan yaitu tujuan yang akan dicapai setelah berakhirnya aktivitas belajar.
    2. Fungsi kurikulum bagi peserta didik
              Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar tersusun merupakan suatu
       persiapan bagi anak didik. Anak didik diharapkan mendapat sejumlah pengalaman
       baru yang dikemudian hari dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan anak,
       agar dapat memenuhi bekal hidupnya nanti. Sebagai alat dalam mencapai tujuan
       pendidikan, kurikulum diharapkan mampu menawarkan program-program pada anak
       didik yang akan hidup pada zamannya dengan latar belakang sosio historis dan
       kultural yang berbeda dengan zaman dimana kedua orang tuanya berada.
    3. Fungsi kurikulum bagi pendidik
              Guru merupakan pendidik profesional, yang secara implisit telah merelakan
       dirinya untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada di pundak
       orang tua. Tatkala menyerahkan anaknya ke sekolah, berarti orang tua sudah
       melimpahkan sebagian tanggung jawab pendidikan anaknya kepada pendidik.
       Tentunya orang tua berharap agar anaknya menemukan guru yang baik, kompeten dan
       berkualitas.7
              Dengan adanya kurikulum, sudah barang tentu tugas pendidik sebagai pengajar
       dan pendidik lebih terarah. Pendidik juga merupakan salah satu faktor yang sangat

6
  Soetopo dan Soemanto, Pembinaan dan Pembinaan Kurikulum: Sebagai Substansi Problem Administrasi
Pendidikan, hlm.17.
7
  Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, hlm.39.

                                                                                                    4
    menentukan dan sangat penting dalam proses pendidikan dan salah satu komponen
    yang berinteraksi secara aktif dengan anak didik dalam pendidik. Kurikulum
    merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dapat
    meringankan sebagian tugas pendidik dalam proses belajar mengajar yang efektif dan
    efisien, karenanya kurikulum mempunyai fungsi sebagai pedoman.
    Sebagai pedoman, kurikulum dijadikan alat yang berfungsi untuk mencapai tujuan-
    tujuan pendidikan. Kurikulum sekolah memuat uraian mengenai jenis-jenis program
    apa yang dilaksanakan di sekolah tersebut, bagaimana menyelenggarakan setiap jenis
    program, siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya dan perlengkapan apa
    yang dibutuhkan.
4. Fungsi kurikulum bagi kepala madrasah
         Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai
    tanggung jawab terhadap kurikulum. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan para
    pembina lainnya adalah sebagai berikut:
    a. Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi suvervisi, yaitu memperbaiki situasi
      belajar.
    b. Sebagai pedoman dalam melaksanakan suvervisi dalam menciptakan situasi untuk
      menunjang situasi belajar anak ke arah yang lebih baik.
    c. Sebagai pedoman dalam melaksanakan suvervisi dan memberikan bantuan kepada
      guru atau pendidik agar dapat memperbaiki situasi mengajar.
    d. Sebagai seorang administrator yang menjadikan kurikulum sebagai pedoman untuk
      pengembangan kurikulum pada masa mendatang.
    e. Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar.
5. Fungsi kurikulum bagi orang tua
         Bagi orang tua, kurikulum difungsikan sebagai bentuk adanya partisipasi orang
    tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra putrinya. Bantuan
    tersebut dapat berupa konsultasi langsung dengan sekolah/guru mengenai masalah-
    masalah yang menyangkut anak-anak mereka. Dengan membaca dan memahami
    kurikulum sekolah, para orang tua dapat mengetahui pengalaman belajar yang
    diperlukan anak-anak mereka. Sehingga partisipasi orang tua ini pun tidak kalah
    pentingnya dalam menyukseskan proses belajar mengajar di sekolah.
         Meskipun orang tua telah menyerahkan anak-anak mereka kepada sekolah agar
    diajarkan ilmu pengetahuan dan dididik menjadi orang yang bermanfaat bagi
    pribadinya, orang tua, keluarga, masyarakat, bangsa dan agama, namun tidak berarti

                                                                                    5
           tanggung jawab kesuksesan anaknya secara total diserahkan kepada sekolah alias
           pendidik. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem kerjasama berdasarkan
           fungsi masing-masing, yaitu orang tua, sekolah dan guru. Karenanya, pemahaman
           orang tua mengenai kurikulum tampaknya menjadi hal yang mutlak.


       6. Fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat di atasnya
                     Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua. Pertama, Pemahaman
           kurikulum yang digunakan oleh sekolah pada tingkatan di atasnya dapat melakukan
           penyesuaian di dalam kurikulumnya sebagai berikut:
            a. Jika sebagian kurikulum sekolah bersangkutan telah diajarkan pada sekolah yang
                berada di bawahnya, sekolah dapat meninjau kembali perlu tidaknya bagian
                tersebut diajarkan.
            b. Jika keterampilan-keterampilan tertentu yang diperlukan dalam mempelajari
                kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah yang berada di bawahnya,
                sekolah dapat mempertimbangkan masuknya program tentang keterampilan-
                keterampilan ini ke dalam kurikulumnya.
                Kedua, penyiapan tenaga baru. Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga
                pendidik bagi sekolah yang berada di bawahnya, perlu sekali sekolah tersebut
                memahami kurikulum sekolah yang berada di bawahnya itu. Pengetahuan tentang
                kurikulum sekolah yang berada di bawahnya berkaitan dengan pengetahuan
                tentang isi, organisasi atau susunan, serta cara pengajarannya.8
                Dari beberapa paparan di atas, bahwa fungsi kurikulum sangat banyak sekali dan
         kesemuanya itu tidak terlepas dari peran sekolah dalam mengembangkan kurikulum.
         Begitu pentingnya fungsi kurikulum, sehingga fungsi tersebut diklasifikasikan agar
         lebih terinci dan terarah. Pembagian fungsi kurikulum bertujuan agar bisa lebih
         dipahami bahwa dari fungsi kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan sampai
         fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat di atasnya memiliki tujuan masing-masing dan
         kesemuanya itu sudah dipaparkan di atas.
                Selain fungsi yang sudah dipaparkan di atas, ada beberapa fungsi kurikulum yang
         lain, yaitu:
         1. Fungsi kurikulum dilihat dari proses perencanaan, yaitu:



8
    Ibid, hlm.233.

                                                                                              6
a. Fungsi penyesuaian, yakni kurikulum sebagai alat pendidikan dengan sendirinya
   harus mampu menjawab berbagai tuntutan kemampuan penyesuaian diri yang
   diharapkan oleh seorang individu (peserta didik). Kurikulum harus mampu
   menyiapkan kemampuan tersebut agar peserta didik dapat menyesuaikan diri
   dengan lingkungan secara baik.
b. Fungsi pengintegrasian, yakni kurikulum sebagai alat pendidikan harus
   memberikan pengalaman-pengalaman serta kemampuan berintegrasi serta
   membentuk pribadi yang utuh dan siap menyatukan diri dengan masyarakat.
   Hanya pribadi yang terintegrasi yang dapat menyatu dan secara positif ambil
   bagian dengan berbagai lingkungan yang dihadapi. Kurikulum harus mampu
   menjawab berbagai kebutuhan pembinaan dan pembentukan pribadi yang
   terintegrasi, jika ia masih dipandang sebagai alat pendidikan. Jika kurikulum
   melakukan semua tuntutan pembentukan ini              maka kurikulum sudah
   menunjukkan satu fungsi pengintegrasian.
c. Fungsi diferensiasi, yakni pendidikan sebagai suatu proses layanan pembinaan
   potensi individu serta merupakan suatu proses sosialisasi dan pembudayaan,
   harus mampu memberikan layanan bagi aneka diferensi yang dihadapi.
   Disinilah terletak pentingnya kurikulum agar mampu melayani perbedaan-
   perbedaan individu dalam masyarakat.
d. Fungsi pemilihan, yakni suatu fungsi kurikulum yang tidak saja terbatas pada
   pemberian layanan berdasarkan diferensi anak dan sosial, tetapi juga memberi
   peluang bagi siswa atau peserta didik untuk memilih sesuai dirinya maupun
   tuntutan kebutuhan masyarakat.
e. Fungsi persiapan, yakni suatu fungsi kurikulum sebagai alat pendidikan agar
   selalu dapat menyiapkan berbagai pengalaman-pengalaman belajar yang
   bermakna bagi kelengkapan dan persiapan peserta didik untuk terjuan dan hidup
   di tengah masyarakat. Kurikulum harus mampu menjawab berbagai kebutuhan
   peserta didik bagi aktualisasi diri di tengah masyarakat dan untuk hari esok yang
   lebih baik. Hanya dengan cara ini kurikulum dapat berfungsi sebagai persiapan
   bagi individu secara bermakna.
f. Fungsi diagnostik, yakni kurikulum harus dapat mengukur berbagai potensi
   seperti bakat, minat, dan kemampuan-kemampuan tertentu yang dimiliki peserta
   didik. Kurikulum juga harus dapat mengungkapkan kebutuhan dan potensi
   masyarakat yang sedang berkembang dan berubah. Tindakan lebih lanjut,

                                                                                  7
                     kurikulum harus mampu mempertemukan kedua potensi tersebut dan dengan
                     bimbingan yang memadai anak dapat meraih cita-cita dirinya serta lebih siap
                     untuk menatap hari esok secara optimis.


           2. Fungsi kurikulum dari sudut kepentingan berbagai pihak atau lembaga terkait,
               meliputi:
                a. Fungsi kurikulum bagi pencapaian tujuan pendidikan.
                b. Fungsi kurikulum bagi peserta didik.
                c. Fungsi kurikulum bagi pendidik.
                d. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah.
                e. Fungsi kurikulum bagi sekolah pada tingkat di atasnya.
                f. Fungsi kurikulum bagi orang tua murid.
                g. Fungsi kurikulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan.9
                      Fungsi kurikulum di atas sangat penting dalam proses belajar mengajar


    C. Tujuan Kurikulum
        Adapun tujuan kurikulum sebagai berikut:
        1. Sebagai bahan pengajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta nilai) untuk
             diajarkan dan dipelajari serta dikuasai oleh peserta didik untuk kenaikan tingkat atau
             mendapatkan pengalaman pendidikan.
        2. Untuk mendapatkan pengalaman pendidikan.
        3. Untuk mempengaruhi peserta didik dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
        4. Agar peserta didik memperoleh hasil belajar yang dikehendaki.
        5. Untuk mencapai tujuan pendidikan.10
             Dari kelima sari tujuan kurikulum ini, jelas bahwa secara hakiki tujuan kurikulum
        tidak lain dari pada untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum hanya sebagai alat
        bagi pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kurikulum
        tidak memiliki tujuan bagi dirinya sendiri. Karena, tujuannya hanya untuk kepentingan
        tujuan pendidikan yang ingin dicapai.


    D. Peranan Kurikulum


9
    Ibid, hlm.36.
10
     Ibid, hlm.18.

                                                                                                 8
             Dalam rangka pengembangan, pelaksanaan serta pengelolaan suatu kurikulum, ada
        tiga peranan yang harus diperhatikan yang meliputi:
        1.   Peranan konservatif
                      Kurikulum    bisa   dikatakan   konservatif   karena   mentransmisikan   dan
             menafsirkan warisan sosial kepada anak didik atau generasi muda. Sekolah sebagai
             suatu lembaga sosial, sangat berperan penting dalam mempengaruhi dan membina
             tingkah laku anak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang ada dilingkungan masyarakat,
             sejalan dan selaras dengan peranan pendidikan sebagai suatu proses sosial.
        2. Peranan kreatif
                      Kurikulum melakukan kegiatan-kegiatan kreatif dan konstruktif, dalam arti
             menciptakan dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa
             sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat. Guna membantu setiap individu
             dalam mengembangkan potensinya, kurikulum menciptakan pelajaran, pengalaman,
             cara berfikir, berkemampuan dan berketerampilan baru sehingga memberikan
             manfaat bagi masyarakat.
        3. Peranan kritis dan evaluatif
                      Kurikulum turut aktif berpartisipasi dalam kontrol sosial dan menekankan
             pada unsur kritis, nilai-nilai sosial yang tidak sesuai lagi dengan keadaan masa
             mendatang dihilangkan dan diadakan modifikasi serta dilakukan perbaikan. Dengan
             demikian, kurikulum perlu mengadakan pilihan yang tepat atas dasar kriteria
             tertentu. Kurikulum itu selain mewariskan atau mentransmisikan nilai-nilai kepada
             generasi muda, juga sebagai alat untuk mengevaluasi kebudayaan yang ada.11
                      Ketiga peranan di atas, harus dilaksanakan secara seimbang sehingga tercipta
             keharmonisan. Dengan demikian, kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan
             keadaan untuk membantu peserta didik menuju kebudayaan yang akan datang
             sehingga mereka menjadi generasi yang siap dan terampil dalam segala hal.
             Sedangkan implikasi dari peranan di atas adalah bahwa pendidikan memiliki cita-
             cita untuk menciptakan suatu masyarakat yang ideal, sesuai dengan nilai-nilai yang
             dianut bangsa dan selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Kurikulum berusaha
             didesain agar dapat mengembangkan sains dan teknnologi dengan tepat sehingga
             anak didik menjadi sumber daya manusia yang andal tanpa kehilangan identitas
             bangsanya.


11
     Ibid, hlm.241.

                                                                                                 9
 E. Urgensi Kurikulum Dalam Proses Pendidikan

                Kurikulum dianggap sebagai komponen yang penting karena ia merupakan
       rencana program pendidikan yang akan diberikan kepada peserta didik. Kurikulum harus
       didesain dengan baik, agar peserta didik mampu memahami apa yang sudah
       dprogramkan. Setiap orang akan dapat menapsirkan maksud kurikulum itu berdasarkan
       pandangan masing-masing. Dalam proses pendidikan, dimana semua orang yang terdapat
       dalam sekolah tersebut harus bekerja sama sebagai satu tim dan perbedaan persepsi
       mengenai rencana program pendidikan ini akan menyulitkan pencapaian tujuan
       pendidikan tersebut.

                Kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang jelas bagi semua orang yang
       terlibat dan berkepentingan dengannya. Dalam kurikulum itu juga harus jelas tergambar
       kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dikembangkan.12

                Kurikulum dalam proses pendidikan sangat penting, karena tanpa kurikulum
       proses belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan. Di dalam kurikulum itu juga harus
       memuat tujuan yang gunanya untuk melihat proses akhir dari dari kurikulum tersebut,
       apakah kurikulum itu berhasil dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan atau
       tidak.




12
     Samsul Nizar dan Muhammad Syaifudin, Isu-Isu Kontemporer Tentang Pendidikan Islam, hlm.271.

                                                                                                   10
                                 DAFTAR PUSTAKA




Abdullah Idi, 2011, Pengembangan Kurikulum: Teori Dan Praktik, Jogjakarta: Ar-Ruzz
         Media.

Mandalika, J. Dan Usman Mulyadi. 2004, Dasar-Dasar Kurikulum. Surabaya: SIC

Nasution, S. 2008, Asas-Asas Kurikulum, PT. Bumi Aksara, Jakarta.

           , 2006, Kurikulum Dan Pengajaran, Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Ramayulis, 1994, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia.

Samsul Nizar dan Muhammad Syaifuddin, 2010, Isu-Isu Kontemporer Tentang Pendidikan
            Islam, Jakarta: Kalam Mulia.

Soetopo, H.S. dan Soemanto, W. 1993, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum: Sebagai
         Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Zainal Arifin, 2011, Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja
         Rosdakarya.




                                                                                11
                                 KATA PENGANTAR




        Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, atas limpahan dan rahmat
atas kesehatan yang Allah berikan, sehingga penulis dapat   menyelesaikan makalah ini.
Walaupun dalam penyajian masih banyak kekurangan. Shalawat dan salam semoga
tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya
dari alam kegelapan menuju alam yang penuh dengan kedamaian. Sehingga, sampai saat ini
bisa merasakan nikmatnya iman dan islam.

       Penulis menyadari bahwa makalah “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama
Islam” ini masih jauh dari kesempurnaan. Meskipun demikian, penulis berharap makalah ini
bermanfaat bagi pembaca. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan dari
bapak dan ibu dosen serta teman-teman pasca untuk dapat menyempurnakan karya tulis ini
sesuai dengan apa yang diharapkan.




                                                                   Penulis




                                                                                     12
                     MAKALAH
       PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI
(URGENSI KURIKULUM DALAM PROSES PENDIDIKAN)
        (DOSEN PENGAMPU : DR. H. ADI FADLI, M.Ag)




                          OLEH :

          SUARE EFENDI :15.4.11.1.048

             SUSANTI : 15.4.11.1.050




       PROGRAM PASCASARJANA
                                                    13
        INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
                                                   MATARAM
                                                             2012
                                                         DAFTAR ISI




                                                                                                                     Halaman

KATA PENGANTAR ........................................................................................               ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................    iii

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................                  1

BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................                3

           A. Definisi Kurikulum.............................................................................          3
           B. Fungsi Kurikulum...............................................................................          3
           C. Tujuan kurikulum...............................................................................         8
           D. Peranan Kurikulum.............................................................................           8
           E. Urgensi Kurikulum Dalam Proses Pendidikan...................................                             9
BAB III PENUTUP.............................................................................................          10

DAFTAR PUSTAKA




                                                                                                                               14
15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1405
posted:9/5/2012
language:Malay
pages:15