Docstoc

Animalia - Rakagomu

Document Sample
Animalia - Rakagomu Powered By Docstoc
					  Memahami manfaat keanekaragaman hayati




Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam dunia hewan
       dan peranannya bagi kehidupan.
Simetri tubuh

               Dorsal
                                             Bidang simetri    Posterior
                Bidang simetri

                                            Dorsal




     Ventral
                                 Anterior
                                                     Ventral

   Simetri radial                            Simetri bilateral
          Tiga kelompok hewan triploblastik
                                Cacing pipih
                                                                                            Cacing gilig


              Mesoderm (otot)                                            Ektoderm
                                                                                                       Pseudoselom
                                      Ektoderm                         Endoderm
                                                                       (usus)                          Organ internal
Endoderm (usus)
                                                                          Mesoderm
                  Mesenkim                                                (otot)


             Aselomata                                                           Pseudoselomata

                                                                  Cacing tanah



                                    Mesoderm (otot)                       Ektoderm

                                                                          Selom
                                       Organ internal                     Endoderm (usus)

                                               Mesoderm
                                               (peritoneum)

                                                              Selomata
Sistem penyokong tubuh hewan
                              Cangkang luar


 Tubuh lintah
 dibentuk oleh
 cairan di dalam
 tubuhnya
                                    Endoskeleton

               Eksoskeleton
                  Sistem tubuh pada hewan
                                                               Usus bagian dari sistem
                                                               saluran pencernaan         Otak kecil
                           Otak sederhana dengan                                    Lambung
Saluran kelamin   Testis
                           dua ganglion
                     Ovarium


                                                                                                  Eksoskeleton
                                                                Notokorda berada di
                                                                sepanjang tubuh             Kelenjar pencernaan
                                                                bagian ventral




                                                                       Otak besar


                                                             Paru-paru
                                                   Ginjal




                                                                              Jantung

                                                              Usus
                                                            Pembuluh
                                                            darah
            Pergerakan pada hewan


                                                              Otot-otot di kaki belakang
            Otot sirkuler   Otot sirkuler   Air dikeluarkan   berkontraksi mendorong
            relaksasi       kontraksi       dari tubuh        tubuh katak ke depan

Air masuk

                                                                                       Kaki depan
                                       Air keluar                                      menekuk saat
                                                                                       katak mendarat

                  Ubur-ubur                                                      Katak
    Penutup tubuh hewan




Sisik ikan        Bulu burung
Struktur tubuh Porifera
        Air keluar

                     Oskulum
                                               Spikula

                                              Amoebosit

                                              Ostium (pori)
    Spongosol                                  Matriks
                                               (spongin)
                                                Pinakosit


                     Air masuk




                       Flagelum   Mikrofili   Nukleus
           phorus  lubang kecil atau pori
           ferre  mempunyai.
           = hewan yang memiliki pori pada
      struktur tubuhnya.
 bentuk tubuh menyerupai vas bunga atau
  piala dan melekat pada dasar perairan
 Tubuhnya terdiri dari dua lapisan sel
  (diploblastik) dengan lapisan luar (epidermis)
  tersusun atas sel-sel berbentuk pipih, disebut
  pinakosit.lapisan dalam dibentuk oleh sel-sel
  koanosit.
 Pada epidermis terdapat phorus/lubang kecil
  disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran
  ke rongga tubuh (spongocoel).
 Makanan Porifera berupa partikel zat
  organik atau makhluk hidup kecil yang
  masuk bersama air melalui pori-pori
  tubuhnya. Makanan akan ditangkap oleh
  flagel pada koanosit.
 zat sisa makanan dikeluarkan melalui
  oskulum bersama sirkulasi air.
 3 sistem saluran air: tipe ascon, sycon dan
  leucon
 Berdasarkan rangka pembentuknya, porifera
  dibagi 3: calcarea, hexactinellida, dan
  demospongiae
                Contoh-contoh Porifera




  Euplectella                       Niphates digitalis



                         Spons




Clathrina                            Leucettusa lancifer
Coelenterata (Hewan berongga)

  Berasal dr kata coelon (rongga) dan enteron (usus)
  Golongan hewan diploblastik
  Umumnya hidup di air laut, beberapa ada yang di air
  tawar
  Berkembangbiak secara aseksual dan seksual
  aseksual menghasilkan tunas
  seksual  penyatuan sel telur dan spermatozoid
  Tipe bentuk tubuh ada 2 yaitu: polip dan medusa
Bentuk tubuh Coelenterata



  Epitelium luar (epidermis)
                                                                           Epitelium luar
                       Mesoglea                               Mulut
                                                                          Mesoglea
                       Gastrosol
                                                                      Gastrosol
                          Epitelium dalam (gastrodermis)
                                                                        Epitelium dalam
                                                                        (gastrosol)
        Mulut
                               Tentakel



Bentuk medusa                                              Bentuk polip
              Struktur tubuh Coelenterata

                                     Tentakel

                                                Tutup kapsul
                                                berada
                                                di
                             Mulut              permukaan               Lapisan
                                                sel                     duri
                             Mesoglea           epidermis Silium
                                                          termodifi
                             Epidermis                    kasi
Interaksi sel-sel
pada jaring saraf            Gastrodermis                Lilitan duri
                                                         di dalam
                             Lapisan sel-sel             kapsul
                             epidermis dengan
                             kemampuan
                             kontraksi        Nematokis (kapsul berada
                    Diskus                    pada permukaan sel epidermis)
   Coelenterata dibagi mjd 3 kelas:
    1. Hydrozoa
    2. Scypozoa
    3. Anthozoa

HYDROZOA
   Contoh: Obelia dan Physalia
   Obelia Mempunyai 2 fase kehidupan: polip &
    medusa. Selain itu terdapat dimorfisme: hidrant
    dan gonangium. Hidrant u/ nutrisi, gonangium u/
    reproduksi
Contoh siklus hidup Coelenterata
                              Tentakel
                                                Medusa dewasa
     Polip untuk              Mulut             melepaskan telur
     makan


                                                             Ovum
                                             Sperma                 Zigot


                              Tunas
                              medusa
                                                Medusa dewasa               Larva planula
                             Polip bereproduksi melepaskan sperma
                             secara aseksual


                       Rongga
                       gastrovaskuler




            Koloni dewasa                             Koloni muda




               Siklus hidup Obelia
SCYPHOZOA
 Scyphos artinya tutup, zoon artinya hewan
 Ukuran tubuh besar
 Mengalami metagenesis
 Contoh: Aurelia aurita (ubur-ubur)
ANTHOZOA
 Anthos artinya bunga, zoon artinya hewan
 Hanya mempunyai bentuk polip
 Contoh: anemon laut
           Contoh-contoh Coelenterata




Hydra dan cara makannya
                           Pembentukan tunas pada
                           Hydra




Physalia                       Chrysaora
Urticina       Turbinaria




       Koral
       Ciri-ciri Umum Platyhelminthes


 tubuh pipih, lunak dan epidermis bersilia
 Hidup biasanya di air tawar, air laut dan tanah
  lembab. Ada pula yang hidup sebagai parasit
  pada hewan dan manusia.
 belum mempunyai sistem peredaran darah dan
  sistem pernafasan. Sedangkan sistem
  pencernaannya tidak sempurna, tanpa anus.
       Platyhelminthes (cacing pipih) dibedakan
       menjadi 3 kelas :
       Turbellaria, Trematoda dan Cestroda.


 1. Kelas Turbellaria
memiliki tubuh bentuk tongkat
Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.
  Contoh Turbellaria antara lain Planaria dengan
  ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0 cm dan Bipalium
  yang mempunyai panjang tubuh sampai 60 cm
  dan hanya keluar di malam hari.
 2. Kelas Trematoda
  memiliki tubuh yang diliputi kutikula dan tak
  bersilia.
  Pada ujung anterior terdapat mulut dengan alat
  penghisap yang dilengkapi kait.
  Tubuh dengan panjang lebih kurang 2,5 cm dan
  lebar 1cm serta simetris bilateral.

Contoh hewan Trematoda adalah cacing hati atau
  Fasciola hepatica (parasit pada hati domba),
  Fasciola gigantica (parasit pada hati sapi) dan
  cacing hati parasit pada manusia (Chlonorchis
  sinensis) serta Schistosoma japonicum
  (cacingdarah).
Anatomi Fasciola hepatica
Daur hidup Fasciola hepatica
3. Kelas Cestoda (Cacing Pita)
 memiliki tubuh bentuk pipih
 panjang antara 2 - 3m dan terdiri dari bagian kepala
   (skoleks) dan tubuh (strobila).
   Kepala (skoleks) dilengkapi dengan lebih dari dua alat
   pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun
   strobila mengandung alat perkembangbiakan. Makin ke
   posterior segmen makin melebar dan setiap segmen
   (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat
   hermafrodit.
 Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus
   vertebrata dan tanpa alat pencernaan.
 Sistem eksresi terdiri dari saluran pengeluaran yang
   berakhir dengan sel api.
 Sistem saraf sama seperti Planaria dan cacing hati, tetapi
   kurang berkembang.
Contoh Cestoda yaitu:

 a) Taenia saginata (dalam usus
 manusia)
 b) Taenia solium (dalam usus manusia)
 c) Choanotaenia infudibulum (dalam
 usus ayam)
 d) Echinococcus granulosus (dalam
 usus anjing)
 e) Dipylidium latum (menyerang manusia
 melalui inang protozoa)
   Struktur tubuh Turbellaria

            Bintik mata


          Protonefridia
                            Saluran berujung pada
                            permukaan tubuh




                                             Sel api



Faring
                                             Nukleus


                                              Silia

                          Cairan disaring melalui
                          lapisan membran
Sistem pencernaan dan sistem saraf
         Platyhelminthes



 Usus yang
 bercabang-cabang




                               Saraf
                               tangga
                               tali




       Sistem pencernaan   Sistem saraf tangga tali
Regenerasi Dugesia
             Dipotong
                    Dipotong   Dibuang




   Dibuang           Dibuang




        Dipotong
  Struktur tubuh
    Trematoda


                    Alat pengisap


                   Uterus    Usus
         Ovarium

Testis
                 Struktur tubuh Cestoda

                           Skoleks pada                         Pengait
                           dinding usus
                                                Usus inang
                  Uterus                                        (rostelum)
                           inang


                                                                 Pengisap
        Testis
     Saluran
     sperma
Saluran                                                      Leher
Reproduksi                                                   (daerah pertumbuhan)
                                    Proglotid
terbuka
                              Ovarium
       Vagina                 Kelenjar
                              kuning
                  Oviduk      telur
Ciri-ciri Nemathelminthes

 Nemathos = benang; Helminthes =
 cacing
 Tubuh berbentuk gilig atau seperti
 batang dan tidak bersegmen,
 mempunyai selom semu
 (pseudoselomata), tripoblastik.
 Permukaan tubuh dilapisi kutikula
 sehingga tampak mengkilat
Saluran pencernaan sempurna mulai dari
mulut sampai anus. Beberapa jenis
diantaranya memiliki kait
Sistem respirasi melalui permukaan tubuh
secara difusi.
Saluran peredaran darah tidak ada, tetapi
cacing ini mempunyai cairan yang
fungsinya menyerupai darah
Sistem reproduksi :
Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih
besar dari cacing jantan dan yang jantan
mempunyai ujung berkait
Struktur tubuh Nemathelminthes
                                                 Mulut



                        Cincin saraf             Faring


                                          Usus


                                          Pseudoselom
                               Ovarium
                               Kutikula




     Lubang tempat
     masuknya sperma
     dan keluarnya sel telur
                                  Anus
    Contoh-contoh Nemathelminthes




                              Tiga bibir Ascaris
   Cacing Ascaris             pada ujung anterior
   jantan dan betina




                         Kaki yang terkena elefantiasis
Kait kitin pada cacing   yang disebabkan oleh
Ancylostoma duodenale    salah satu Nemathelminthes
Siklus hidup Ascaris
                       1. Cacing dewasa hidupdi dalam usus
(cacing perut)         halus dan bertelur

                       2. Telur dikeluarkan manusia melalui
                       feses. Tanaman yang ditempeli telur
                       cacing mungkin termakan manusia
                       dan masuk masuk ke mukosa usus
                       halus.

                       3-6. Telur cacing mengalami
                       perkembangan (18 hari) dan dibawa
                       oleh peredaran darah menuju paru-
                       paru. Cacing menetas dan
                       berkembang menjadi cacing dewasa
                       di dalam paru-paru (10-14 hari)

                       7. Cacing dewasa menembus dinding
                       alveoli dan menuju bronkus,
                       selanjutnya menuju kerongkongan.
                       Dari kerongkomgan, cacing dewasa
                       menuju usus halus. Cacing dapat
                       hidup di dalam usus halus 2-3 tahun.
                             Struktur tubuh Annelida
                                                              Otot longitudinal Pembuluh darah
          Ganglion                                                                       Selom
                   Jantung
          saraf                                      Organ ekskresi
                                                                                                Otot sirkuler
                                                                                                 Usus
                                                           Nefridium
                                                                                           Seta
        Otak                                                Nefrotor
                                                                                          Nefrostom
                                                               Ganglion saraf

                                                                            Pembuluh darah
Reseptakel sperma
  Testis dan                                       Potongan melintang tubuh Annelida
  kantong sperma                   Dinding
        Ovarium
                                   Selom
        Oviduk                     Segmen
                                  Organ ekskresi
 Saluran sperma                                                                 Ruang selomik
                                                                                                      Usus
                                                                       Faring
                    Seta


                                                   Mulut
    Struktur tubuh Annelida
                                                                            Esofagus




                                                   Sistem pencernaan Annelida
     Karakteristik Annelida
   Tergolong hewan triploblastik selomata,
    tubuhnya telah tersusun atas tiga lapisan
    yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm
    (lapisan tengah), dan endoderm (lapisan
    luar)
   Bilateral simetris, tubuh panjang dan
    jelas bersegment – segment
   Adanya alat gerak yang berupa bulu –
    bulu kaku (setae) pada tiap segment
   Badan tertutup oleh kutikula yang licin yang
    terletak di atas epithelium yang bersifat
    glanduler. Kutikula ini merupakan hasil sekresi
    dari epidermis.
   Respirasi dengan kulit, atau dengan branchia.
   Organ ekskresi terdiri atas sepasang nephridia
    pada tiap segment
   Sistem sarafnya disebut sistem saraf tangga
    tali karena serabut sarafnya tersusun seperti
    tangga yang terbuat dari tali
         Klasifikasi Annelida
    –   Classis Polychaeta
   Polychaeta berasal dari kata poly yang berarti
    banyak dan setae yang berarti bulu – bulu
    kaku. Jadi, Polychaeta berarti berambut
    banyak. Polychaeta adalah kelas Annelida yang
    paling banyak anggotanya yaitu sekitar 10.000
    spesies. Hampir semua Polychaeta hidup di
    laut. Sebagian besar berukuran 5 – 10 cm
    tetapi ada yang kurang dari 1 mm dan ada
    juga yang mencapai 3 m.
         Struktur tubuh Polychaeta


          Prostomium
                                                   Antena

Antena                 Palpus    Palpus
                                Tentakel
Mata                            peristomium
                                       Mulut                Peristomium

                                                            Parapodium
                                    Seta




   Tampak dorsal                               Tampak ventral
    –   Classis Oligochaeta
   Oligochaeta berasal dari kata oligos yang
    berarti sedikit dan chaetae yang berarti bulu
    kaku atau setae. Cacing ini mempunyai sedikit
    setae (rambut) sehingga disebut cacing
    berambut sedikit. Tubuhnya terdiri dari
    segment – segment. Oligochaeta meliputi
    cacing tanah dan beberapa spesies yang hidup
    dalam air tawar. Tubuh cacing ini umumnya
    berbentuk panjang silindris, dengan panjang ±
    18 cm dan diameter tubuhnya ± 0,935 cm.
    – Classis Hirudinea
   Hirudinea berasal dari kata hirudo yang
    berarti lintah. Jadi, Hirudinea merupakan
    cacing pengisap darah atau golongan
    lintah. Lintah ada sekitar 500 spesies.
    Panjang tubuhnya sekitar 2 – 6 cm,
    tubuhnya bersegment, jumlah segment
    biasanya 34.
                 Contoh-contoh Annelida




Sabellastarte indica                        Lintah




                        Digaster longmani
Marphysa sanguinea                          Rahang pada lintah
Struktur tubuh Mollusca


                           Cangkang
                                    Lambung   Massa viseral
                  Mantel


    Kepala
                                                          Anus

                                                              Rongga mantel

                                                              Insang
    Mulut


             Radula          Kaki
   Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki
    ruas.
   Tubuh hewan ini tripoblastik, bilateral simetri,
    umumnya memiliki mantel yang dapat
    menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium
    karbonat
   alat pencernaan sempurna mulai dari mulut
    yang mempunyai radula (lidah parut) sampai
    dengan anus terbuka di daerah rongga mantel
   Berdasarkan simetri tubuh, ciri kaki dan
    cangkoknya, Mollusca dibagi menjadi lima kelas,
    yaitu kelas Gastropoda, Cephalopoda, Bivalvia
    atau Pelecypoda, Amphineura dan kelas
    Scaphopoda.
Struktur tubuh Gastropoda



                Usus        Mantel   Rongga mantel
                                                Cangkang
            Insang

             Anus
    Sifon

Tentakel                                        Hati
    Mata                                             Kelenjar pencernaan

     Kepala

       Mulut
                       Lambung                   Kaki
Struktur tubuh Pelecypoda


       Mulut     Mantel
                          Otot untuk menutup cangkang


                                     Air keluar
                                     melalui sifon keluar
                                     Air sifon masuk
                                     melalui sifon masuk


   Kaki Palpus
                 Insang   Cangkang
 Struktur tubuh Cephalopoda

                            Mantel
Cangkang bagian dalam

                            Organ reproduksi




               Lambung               Jantung aksesori
                Jantung
                                     Insang
                  Ginjal
                                     Kantong tinta
               Esofagus

   Kelenjar pencernaan               Anus

                                 Sifon
                   Otak


                   Rahang


                                       Tentakel
        Tentakel pengisap
           Contoh-contoh Mollusca




Achatina fulica               Bivalvia



                   Mytilus




Tridacna
                               Octopus
          Ciri-ciri Arthropoda
Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada
(toraks) dan perut (abdomen).
Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung
oleh rangka luar dari kitin.
Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang
lateral yang beradaptasi untuk mengunyah dan
mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.
Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak
di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh.
Sistem pernafasan:
Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang,
sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-
paru buku atau permukaan kulit dan trakea.
Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak
berhubungan dengan alat indera.
Arthropoda memiliki alat indera seperti antena
yang berfungsi sebagai alat peraba, mata
tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet),
organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst
(alat keseimbangan) pada Curstacea.
Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau,
saluran Malpighi.
Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi
kebanyakan internal (di dalam tubuh).
Struktur tubuh
Arthropoda                                                                 Eksoskeleton
                                                                           Arthropoda
                                       Abdomen
    Antena
                                                                                     Hemosol
                               Sayap depan                                                Jantung
             Kaput    Toraks                                                                        Otot longitudinal
                                                    Sayap belakang   Eksoskeleton                      Otot dorsoventral
                                                                     (berkutikula)                         Otot untuk
 Oseli                                                                                                     alat gerak
Mata
majemuk
                                                                        Otot longitudinal   Ganglion
                                                                                                          Otot di
  Mandibula                     Kaki                                                        saraf
                      Labium             Spirakel                                                         dalam
                                                                                            ventral
                                                                                                          tungkai
                     Maksila
      Contoh-contoh Arthropoda




                                  Parthenogenesis pada
                                  Insecta




Eksdisis pada capung (Anax sp.)
Struktur tubuh Arachnoidea

                                                   Jantung
                   Sefalotoraks                                     Abdomen



   Mata   Kelenjar racun     Perut                                                      Tubula Malpighi
                             pengisap

                                                                                        Usus




                                                                                         Anus

                                                                                        Spineret dengan
                                                                                        lubang disebut spigot
                                            Paru-paru   Saluran                Trakea
                   Mulut           Aorta    buku        genetalis    Kelenjar
 Pedipalpus                Usus    anterior                          penghasil
              Kalisera                                               benang halus
                           buntu
      Contoh-contoh Arachnoidea




Uroctonus mondax        Pardosa amenata
(kalajengking)          (laba-laba serigala)




Dermatophagoides sp.    Laba-laba
(tungau debu rumah)
Struktur tubuh Crustaceae


                     Antena


                              Sefalotoraks
   Antenula                                    Abdomen
     Rostrum
     Mata faset

        Maksileped                                           Telson




                                             Kaki renang
      Seliped                                (pleopod)     Uropod

                     Kaki jalan (periopod)
            Contoh-contoh Myriapoda




Scutigera sp.
                                Cyclops sp.



                Iulus sp.




Lobster                        Kepiting
     Struktur tubuh
        Insecta
                                                                   Bagian-bagian caput Insecta
                Toraks Abdomen
       Kaput
                                                                                Antena
                                       Sayap                                                   Labrum
                                                                                    Mata majemuk

        Saraf pusat ventral


Eksoskeleton                                                            Mandibula
                                                 Tubula Malpighi         Maksila
   Antena

      Otak
                                                        Anus
                                                                                                   Palpus
                     Trakea
                          Usus
                                               Testis                          Labium
                                 Pembuluh
                                 darah
                                 dorsal
Metamorfosis pada Insecta




 Telur                Nimfa            Dewasa



    Metamorfosis tidak sempurna




   Telur      Larva           Pupa   Dewasa




           Metamorfosis sempurna
Contoh-contoh Insecta


                   nyamuk
 kutu buku



 capung            lalat buah



 lalat putih       kupu-kupu sutera




 lebah             kupu-kupu elang
          Apterygota
          Insekta tanpa sayap; morfologi anak sama dgn
          dewasa.
          Tidak mengalami metamorfosis.
          Kelompok serangga ini juga disebut Ametabola
          (insekta yang tidak mengalami metamorfosis)


                            Exopterygota
Insecta
                            Insekta bersayap eksternal. Kelompok ini
                            mengalami metamorfosis tidak sempurna.
                            Kelompok insekta ini disebut Hemimetabola
                            (kelompokinsekta yang mengalami
                            metamorfosis tidak sempurna)
          Pterygota


                            Endopterygota
                            Insekta bersaya internal. Kelompok ini
                            mengalami metamorfosis sempurna.
                            Kelompok insekta ini disebut juga
                            Holometabola (kelompok insekta yang
                            mengalami metamorfosis semprna)
Struktur tubuh
Echinodermata

                 Perut bagian atas             Osikula (penyokong
                                  Madreporit   struktur tubuh)




                                                      Duri
                                             Selom
 Perut                                 Organ reproduksi
 bagian                                     Kelenjar pencernaan
 bawah
                          Anus
          Duri
                 Kaki      Osikula                     Kaki ambulakral
                 tabung
Keistimewaan Echinodermata adalah
memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau
kelipatannya.
hewan ini memiliki saluran air yang sering
disebut sistem ambulakral.
Sistem ini digunakan untuk bergerak,
bernafas, atau untuk membuka
mangsanya yang memiliki cangkok.
Pada waktu masih larva tubuhnya
berbentuk bilateral simetri. Sedangkan
setelah dewasa bentuk tubuhnya menjadi
radial simetri.
Sistem ambulakral pada Echinodermata
 Mekanisme sistem ambulakral
Air msk ke madreporitsaluran
  batusaluran cincinsaluran radial 
  salural lateralair msk ke kaki-kaki
  tabung  air disemprotkan mk ada
  tekanan ke kaki tabung shg menjulur ke
  luar  ampula melekat pd benda lainshg
  berpindah tempat
Struktur tubuh bintang laut

                   Madreporit
                 Saluran radial
            Saluran cincin                                             Testa
                  Ampula


                                                   Ampula
                                                     Kaki ambulakral



                                                                       Pediselaria




                                  Sistem ambulakral pada bintang laut
                       Contoh-contoh
                       Echinodermata




Ophiothrix suemsinii                            Bulu babi




                        Oxycomanthus benneffi




  Dolar pasir                                   Bohadschia argus
        Kelas                      Keterangan
Asteroidea            -lengan 5 / kelipatannya
(bintang laut)        -memiliki duri
                      c/ Culcita sp
Ophiuroidea           -Lengan panjang, jmlh 5/kelipatannya
(bintang ular laut)   -Tdk punya anus
                      -c/ Ophioneresis sp


Echinoidea            -tdk punya lengan
(landak laut)         -bentuk spt mangkuk
                      c/ Diadema saxatile
Holothuroidea         -tubuh memanjang
(tripang)             -tdk punya lengan dan duri
                      c/ Holothuria scabra
Crinoidea             -primitif
(lilia laut)          -bentuk seperti tumbuhan
                      c/ Metacrinus

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:120
posted:9/5/2012
language:Malay
pages:78