Laporan Pernafasan Manusia dalam berbagai kondisi

Document Sample
Laporan Pernafasan Manusia dalam berbagai kondisi Powered By Docstoc
					                        Pengaturan Kecepatan Pernafasan

A. Tujuan
  Menghitung tingkat kecepatan bernapas dan kecepatan denyut nadi dalm berbagai
  keadaan atau situasi.


B. Landasan Teori

     Manusia membutuhkan supply oksigen (O2) secara terus menerus untuk proses
  respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida (CO2) sebagai limbah beracun
  produk dari proses tersebut. Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida (CO2)
  dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Sel – sel tubuh terus menerus
  menggunakan oksigen (O2) untuk reaksi metabolik yang melepaskan energy dari molekul
  - molekul nutrient dan menghasilkan ATP. Frekuensi pernafasan adalah intensitas
  memasukkan ata mengeluarkan udara per menit. Pada umumnya intensitas pernafasan
  pada manusia berkisar antara 16 – 18 kali. Faktor yang mempengaruhi frekuensi
  pernafasan adalah :
  1. Usia, balita memiliki frekuensi pernafasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin
     bertambah usia, intensitas pernafasan akan semakin menurun.
  2. Jenis kelamin, laki – laki memiliki frekuensi pernafasan lebih cepat dibandingkan
     perempuan.
  3. Suhu tubuh, semakin tinggi suhu tubuh maka frekuensi pernafasan semakin cepat.
  4. Posisi tubuh, frekuensi pernafasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan
     posisi diam. Frekuensi pernafasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi
     duduk. Frekuensi pernafasan posisi tidur terlentang lebih cepat dibandingkan posisi
     tubuh tengkurap.
  5. Aktivitas, semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernafasann akan semakin cepat.
  6. Status Kesehatan, pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernafasan dapat
     menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Akan tetapi
     penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman
     oksigen ke sel – sel tubuh. Selain itu penyakit pada sistem pernafasan dapat
     mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah.
  7. Ketinggian, ketinggian mempengaruhi pernafasan. Semakin tinggi daratan, semakin
     rendah jumlah O2 sehingga semakin sedikit oksigen yang dapat dihirup.
     Denyut nadi dapat dipakai sebagai tolok ukur kondisi jantung. Denyut nadi adalah
  frekuensi irama denyut jantung yang dapat diraba di permukaan kulis pada tempat –
  tempat tertentu. Frekuensi denyut nadi pada umumnya sama dengan frekuensi denyut
  jantung. Tempat meraba denyut nadi yaitu :
  a. Di pergelangan tangan
  b. Leher sebelah kiri atau kanan
  c. Di dada sebelah kiri
  d. Di pelipis
     Frekuensi nadi akan meningkat bila kerja jantung meningkat. Bila kita berlatih
  frekuensi denyut nadi dengan sendirinya akan meningkat sesuai dengan beratnya latihan
  yang dilakukan. Setelah latihan selesai frekuensi denyut nadi akan menurun. Orang yang
  terlatih nadi istirahatnya lebih lambat dibandingkan dengan orang yang tidak terlatih.
  Peningkatan denyut nadi berhubungan dengan peningkatan respirasi yang menyebabkan
  meningkatnyaaktivitas otot – otot respirasi, sehingga dibutuhkan darah lebih banyak
  untuk menyuplai O2 dan nutrient melalui peningkatan aliran darah.


C. Alat dan Bahan
  1. Kantong kertas
  2. Jam tangan atau jam dinding yan mempunyai petunjuk detik atau stopwatch


D. Cara Kerja
  1. Melakukan kegiatan dengan berpasangan
  2. Dalam pasangan tersebut salah satu menghitung jumlah nafas yang diambil per menit
     dan yang lainya melayani sebagai subyek percobaan. Menghitung frekuensi nafas per
     menit dalam keadaan tubuh santai (istirahat), setelah berlari – lari kecil kurang lebih 4
     menit, dan setelah naik turun tangga selama 2-3 menit. Dalam waktu yang bersamaan
     salah satu dari pasangan menghitung frekuensi denyut nadi.
  3. Setiap anggota dari pasangan melakukan percobaan bergantian sebagai subyek
     percobaan
  4. Mencatat hasil pengamatan percobaan
E. Hasil Pengamatan
                                               Frekuensi         Denyut
  No             Kondisi Tubuh
                                               nafas/menit      nadi/menit
   1.                 Santai                       9                88
   2.            Setelah lari kecil                18              121
   3.      Setelah naik turun tangga               24              129


F. Pertanyaan
  1. Adakah perbedaan frekuensi nafas dan frekuensi denyut nadi pada berbagai kondisi
        tubuh? Apa kesimpulanmu?
           Ada. Frekuensi nafas, frekuensi denyut nadi dan jenis aktivitas yang dilakukan
        oleh seseorang akan saling berkaitan. Di mana saat seseorang melakukan aktivitas
        ringan seperti duduk santai maka kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh tubuh
        jumlahnya normal atau relatif sedikit. Dengan begitu kerja jantung dalam memompa
        darah yang berisi oksigen yang normal atau yang relatif sedikit itu akan bekerja
        normal dengan denyut nadi rata-rata.
           Tetapi berbeda saat seseorang melakukan aktivitas berat seperti lari maka nafas
        akan bertambah cepat sehingga oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan semakin
        banyak dan menyebabkan kerja jantung dalam memompa darah yang berisi banyak
        oksigen bekerja lebih cepat dan denyut nadi akan bertambah cepat seirama dengan
        denyut jantung.
  2. Bagaimana hubungan antara frekuensi nafas dengan frekuensi denyut nadi?

           Hubungan frekuensi nafas dan frekuensi denyut nadi jelas ada. Hubungannya
        terjadi saat frekuensi nafas bertambah maka frekuensi denyut nadi pun juga
        bertambah. Dapat diartikan bahwa hubungan antara keduanya adalah sebanding
        dikarenakan jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi kerja
        otot jantung dalam memompa darah yang menimbulkan detak jantung yang
        tergantung dari jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh tadi.

  3. Jika denyut nadi merupakan manifestasi kecepatan sistem transportasi (peredaran
        darah), tariklah kesimpulan tentang hubungan antara bernafas dengan peredaran
        darah!
          Saat kita bernafas oksigen akan masuk ke dalam tubuh dan mengalir bersama
   darah menuju ke seluruh tubuh yang sebelumnya dipompa di jantung. Saat frekuensi
   nafas kita meningkat maka denyut nadi pun akan bertambah cepat dikarenakan jumlah
   oksigen dalam darah yang bertambah banyak sehingga memperkeras kerja jantung
   dalam memompa darah.
          Kesimpulan dari hubungan bernafas dengan peredaran darah kita yaitu bekerja
   sinergis yaitu bekerja dengan saling searah atau sama dimana saat oksigen yang
   masuk banyak maka peredaran darah akan semakin cepat sedangkan saat oksigen
   yang masuk sedikit maka peredaran darah akan semakin lambat.
4. Bandingkanlah kecepatan nafas antara seorang olahragawan dengan seorang yang
   bukan olahragawan. Jika ada perbedaan, hal apakah yang melatarbelakangi perbedaan
   ini!
          Kecepatan nafas seorang olaragawan dengan bukan seorang olahragawan pastilah
   berbeda. Perbedaan ada pada kuantitas dan kualitas nafas. Pada hal kuantitas maka
   seorang olahragawan kecepatan nafasnya lebih teratur dan cenderung cepat jika
   dibandingkan dengan seorang yang bukan olahragawan. Sedangkan dalam hal kualitas
   maka seorang olahragawan kualitas nafasnya akan lebih panjang yaitu misalnya
   dalam menahan nafas kapasitas paru – paru dalam menampung oksigen akan lebih
   banyak jadi bisa menahan nafas lama. Jadi kecepatan nafas seorang olahragawan yaitu
   lebih teratur yang cenderung cepat dengan kualitas nafas yang bagus yaitu panjang.
          Hal yang melatarbelakanginya yaitu karena seorang olahragawan pastilah setiap
   harinya melakukan aktivitas berat yang melatih kekuatan organ – organ dalam tubuh
   seperti jogging, lari, atau bersepeda. Dengan hal itu maka frekuensi nafas yang masuk
   rata – rata dalam seharinya akan lebih banyak dari seorang yang bukan olahragawan.
   Sehingga kecepatan bernafasnya melebihi dari orang normal biasanya dan dengan
   begitu maka organ – organ pernafasan dalam tubuhnya terbiasa untuk melakukan
   kerja berat yang membutuhkan kecepatan nafas yang lebih.
5. Faktor apa yang mempengaruhi kecepatan bernafas?
          Ada banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya saat melakukan percobaan
   ini yaitu berkaitan dengan kondisi seseorang yaitu dikategorikan aktivitas berat atau
   ringan, Lalu ada beberapa faktor lain yaitu faktor usia, jenis kelamin, dan gaya hidup
   seperti sering tidaknya melakukan olahraga atau kebiasaan merokok.
G. Kesimpulan
     Setiap individu memiliki frekuensi yang berbeda – beda baik itu frekuensi pernafasan
  maupun frekuensi denyut nadi dalam keadaan tubuh yang berbeda – beda pula. Dari
  percobaan yang dilakukan dapat didapatkan faktor yang paling mempengaruhi rekuensi
  pernafasan dan frekuensi denyut nadi adalah aktivitas tubuh. Dimana aktivitas yang
  dilakukan dalam percobaan ini berbeda – beda, mulai dari diam sampai dengan naik turun
  tangga. Pada saat istirahat frekuensi nafas dan dunyut nadi lebih kecil dibandingkan saat
  kita melakukan lari – lari kecil bahkan naik turun tangga. Jadi dapat disimpulkan bahwa
  semakin berat aktivitas yang kita lakukan maka frekuensi nafas dan denyut nadi pun akan
  semakin cepat dan sebaliknya jika aktivitas yang dilakukan tergolong aktivitas yang
  ringan maka frekuensi nafas dan denyut nadi akan semakin kecil pula.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:6626
posted:9/3/2012
language:Malay
pages:5
Description: Laporan Pernafasan Manusia dalam berbagai kondisi