Laporan Pernafasan Jangkrik

Document Sample
Laporan Pernafasan Jangkrik Powered By Docstoc
					                        Pengamatan Pernafasan Hewan


A. Tujuan
     Mengetahui faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya oksigen yang diperlukan
  oleh hewan dalam bernafas.


B. Landasan Teori
     Laju metabolisme adalah jumlah total energy yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh
  per satuan waktu. Laju metabolism berkaitan erat dengan respirasi karena respirasi
  merupakan proses ekstraksi energy dari molekul makanan yang bergantung pada adanya
  oksigen. Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat
  dituliskansebagai berikut:

  C6H12O6 + 6O2 --> 6CO2 + 6H2O + ATP

     Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang
  dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinakan karena oksigen
  dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui) untuk
  menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya. Akan tetapi, laju metabolisme
  biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.

     Beberapa faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain temperatur,
  spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas. Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan
  dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan mikrorespirometer, metode
  Winkler, maupun respirometer Scolander.

     Peggunaan maasing – masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur laju
  konsumsi oksigennya. Mikrorespirometer dipakai untuk mengukur konsumsi oksigen
  hewan yang berukuran kecil seperti serangga atau laba – laba. Metode Winkler
  merupakan suatu cara untuk menentukan banyaknya oksigen yang terlarut di dalam air.
  Dengan metode Winkler, kita dapat mengetahui banyaknya oksigen yang dikonsumsi
  oleh hewan air seperti ikan. Respirometer Scholander digunakan untuk mengukur laju
  konsumsi oksigen hewan – hewan seperti katak. Alat ini terdiri atas syringe, manometer,
  tabung specimen, dan tabung control.
C. Alat dan Bahan
  1. Respirometer sederhana                              6. Jangkrik 5 ekor
  2. Pipet tetes                                         7. KOH (butiran/Kristal)
  3. Kapas                                               8. 3 gelas aqua (bekas)
  4. Vaselin/sabun colek/plastisin                       9. Timbangan
  5. Eosin/aquades                                       10. Stopwatch


D. Langkah Kerja
  1. Merangkai alat respirometer seperti gambar.
  2. Menimbang jangkrik dengan timbangan
  3. Membungkus KOH (2-3 butir) dengan kapas secukupnya dan memasukan ke dalam
       botol specimen
  4. Memasukan jangkrik yang sudah diketahui beratnya ke dalam tabung
  5. Menutup jung pipa berskala/kapiler dengan ujung jari selama 1-2 menit selanjutnya
       memasukan eosin/aquades menggunakan pipet pada ujung pipa berskala tersebut
  6. Melakukan pengamatan gerak gelembung eosin/aquades dan mencatatnya ke dalam
       table pengamatan 2 menit 1, 2 menit ke 2, dan 2 menit ketiga




                                       Penyusunan alat

E. Hasil Pengamatan

         Berat hewan                  Perpindahan/kedudukan eosin (menit)
  No
              (gr)
                            2 menit 1      2 menit 2         2 menit 3         ket

  1.           0,9              0,2            0,2              0,3       0,12 ml/menit

  2.          1,14             0,35           0,15             0,15       0,11 ml/menit

  3.          1,25              0.3            0,2              0,1       0,10 ml/menit



          Penghitungan:
     a. Hewan 1 =                       0,12 ml/menit


     b. Hewan 2                             0,11 ml/menit


     c. Hewan 3                         0,1 ml/menit

F. Pertanyaan
  1. Kearah manakah eosin bergerak? Mengapa?
        Eosin bergerak kearah jangkrik, karena O2 dari ujung tabung (yang ditutup eosin)
     dihirup oleh jangkrik sehingga O2 bergerak kea rah jangkrik sehingga eosin juga
     mengikuti pergerakannya.
  2. Apa fungsi KOH dalam percobaan ini?
            KOH memiliki sifat higroskopis yang mampu menyerap uap air (H2O) di
     udara. Selain itu KOH juga merupakan basa kuat, sementara CO2 adalah oksida asam
     sehingga KOH juga dapat menyerap CO2 dari udara dengan reaksi:
     2KOH + CO2 --> K2CO3 + H2O
     Jadi KOH menyerap CO2 dan H2O yang dikeluarkan dari pernapasan jangkrik.
  3. Buatlah grafik yang menunjukan hubungan berat dengan banyaknya                  yang
     diperlukan bernafas!

           Berat Jangkrik (gr)


           1,25
           1,14

            0,9




                                                                 Perpindahan eosin/air
                  0                                              (ml/menit)
                                              0,10 0,11   0,12
4. Hitung berapa mili kebutuhan gas      yang diperlukan belalang untuk bernafas tiap
   gram berat badan permenitnya?

   Kebutuhan      / gr berat badan =



                                   =                 = 0,1 ml

5. Buat kesimpulan berdasarkan grafik yang kamu buat!
      Pada kenyataannya semakin berat jangkrik semakin banyak pula O2 yang diserap,
   namun hal itu tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan karena aktivitas tubuh jangkrik
   dan beberapa faktor lain dari juga berpengaruh. Dari hasil pengamatan yang didapat
   ukuran atau berat jangkrik yang lebih kacil membutuhkan oksigen lebih banyak dari
   jangkrik yang berukuran besar. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin banyak
   aktivitasnya, semakin banyak O2 yang dibutuhkan dan berat badan tidak menjadi satu
   – satunya acuan untuk menentukan banyak sedikitnya O2 yang dibutuhkan.


G. Kesimpulan
   Dari percobaan yang telah dilakukan dan dari data yang diperoleh dapat diperoleh
   faktor – faktor yang mempengaruhi pernapasan pada hewan (jangkrik) yakni :
    Berat jangkrik
      Bahwa semakin berat jangkrik maka O2 yang dibutuhkan juga semakin banyak.
    Aktivitas
      Bahwa semakin banyak aktifitas jangkrik, semakin banyak pula O2 yang
      dibutuhkan. Walaupun ukuran atau berat jangkrik lebih kecil tetapi kalau
      aktivitasnya lebih banyak maka O2 yang dibutuhkan semakin banyak dari jangkrik
      yang ukuran atau beratnya lebih besar.

          Selain faktor tersebut diatas ada juga faktor yang mempengaruhi pernafasan
     pada hewan yaitu diantaranya suhu atau temperatur, spesies hewan, dan faktor
     kesehatan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:2667
posted:9/3/2012
language:Malay
pages:4
Description: Laporan Pernafasan Jangkrik