Docstoc

01.BAB I skripsi jae

Document Sample
01.BAB I skripsi jae Powered By Docstoc
					                                    BAB I

                               PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

       Islam adalah agama, yang diturunkan oleh allah swt.kepada hamba-Nya

melalui para rasul. Dalam islam memuat jumlah ajaran yang tidak sebatas pada

aspek ritual, tetapi juga mencakup aspek peradaban. Dengan misi utamanya

sebagai rahmatan lil’alamin.

       Dalam Islam, untuk membina pribadi dan masyarakat adalah dengan

akhlak yang mulia. Dengan demikian, akhlak seseorang dapat mencapai

kesempurnaan agama serta kebahagiaan dunia dan akhirat secara bersamaan,

       Dalam konteks pendidikan,hadis dan ayat tersebut ,bahwa tujuan

pendidikan yang diajarkan oleh nabi muhamad saw, adalah pendidikan budi

pekerti yang mulia dan terpuji tentu saja sumber budi pekerti di sini adalah apa

yang tertulis dalam alquran dan as sunah.dalam proses pendidikan budi pekerti

itu,beliau menggunakan istilah menyempurnakan bukan mengganti. Dapat

disimpulkan bahwa ajaran budi pekerti beliau adalah memelihara yang lama yang

baik dan menggambil yang baru yang lebik baik.

       Namun dewasa ini makin merosotnya akhlak warga             telah menjadi

keprihatinan pemerintah . Hal itu juga menjadi keprihatinan para pemerhati

pendidikan, terutama para pemerhati pendidikan Islam. Globalisasi kebudayaan

sering dianggap sebagai salah satu penyebab kemerosotan tersebut. Akan tetapi,

globalisasi kebudayaan benar-benar tidak dapat ditiadakan atau dihindari.
Meniadakan atau menghindari globalisasi sama halnya dengan meniadakan atau

menghindari udara, kehidupan kita memerlukan udara jika tidak ada udara kita

tidak akan bisa bernafas.

       Pemerintah memahami betul permasalahan ini bahkan telah mengambil

langkah strategis. Diantara langkah strategis itu ialah menetapkan tujuan

pendidikan nasional seperti yang tersebut di dalam undang-undang ri. No 20 tahun

2003, tentang sistem pendidikan nasional bab i pasal 1 no 1, yang berbunyi :

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secar aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang di perlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.(.e.mulyasa.)

       Langkah yang diambil pemerintah itu memang strategis. Alasanyan iman

dan takwa yang kuat itulah yang akan mengendalikan diri seseorang sehingga

sanggup melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk, iman dan takwa

itulah yang dapat secara pasti menjadi alasan akhlak, jadi kemerosotan akhlak

anak sebenarnya dapat ditiadakan atau dikurangi dengan cara memberikan

pendidikan keimanan dan ketakwaan kepada generasi muda, itulah sebabnya

pemerintah mewajibkan pendidikan agama kepada setiap jenis,jalur, dan jenjang

pendidikan ( UU.no.20 2003 ).



       Berdasarkan itu pula banyak orang tua mempercayakan seratus persen

pendidikan agama bagi anaknya ke lembaga-lembaga pendidikan yang berada di

lingkungan paling dekat dengan lingkungan orang tua atau keluarga yaitu mesjid,

orang tua agaknya merasa bahwa upaya itu telah mencukupi. Dengan cara itu



                                                                               2
mereka mengira bahwa anak-anak mereka akan menjadi orang yang beriman dan

bertakwa. Tanpa mengetahui kualitas sistem pendidikan tersebut

         Mesjid merupakan pusat kebudayaan suatu daerah baik dan buruknya

akhlak masyrakat dan daerah tersebut di tentukan dengan keadaan mesjid tersebut

Pada masa ini fungsi mesjid sebagai tempat pendidikan agamai islam yang banyak

di percaya orang tua dalam mendidik anaknya untuk menjadi anak yang bertaqwa

dan beriman, tetapi lembaga pendidikan yang baik mempunyai manajemen dan

sistem    yang baik dimana hal itu dapat mempengaruhi akhlak anak dalam

bersosialisasi khususnya dalam hubungan keluarga.

         Menggigat begitu pentingnya fungsi mesjid di dalam masyarakat sebagai

barometer keadaan sosial masyarakat yang mempengaruhi akhlak masyarakat

khususnya anak didik di mesjid, maka banyak upaya untuk mempengaruhi akhlak

anak didik dengan banyak lembaga-lembaga pendidikan yang berada di mesjid

atau menggunakan fasilitas mesjid tersebut seperti Tpa Al quran Tka /MD dan

pengajian , yang mempunyai tujuan membangun iman, taqwa, dan berakhlak

mulia di lingkungan keluarga. Akan tetapi sedikit sekali mesjid yang mempunyai

sistem pendidikan bagus yang jadi fenomenal adalah indonesia negara yang

memiliki banyak mesjid sekitar 700 ribu mesjid, dan ini adalah rekor dunia,

negara yang mempunyai banyak mesjid tapi pendidikan masih dalam katagori

berkembang.

         Sejalan dengan pemikiran di atas, realitas yang ada di mesjid al Istiqamah

terdapat upaya untuk mendidik anak didik dengan sistem pendidikan islam di

mesjid istiqamah. Tujuan utamanya adalah membangun iman,takwa dan akhlak



                                                                                 3
mulia anak didik. Ruang lingkup kajian pendidikan di al istiqamah meliputi 3 hal

yakni kepercayaan ( I’tiqadiyah), Perbuatan (‘amaliyah), dan Etika khuluqiyah).

Dalam sistem pendidikan islam di mesjid al istiqamah di harapkan untuk

mencetak anak didik yang berakhlak anak didik. Berdasarkan studi pendahuluan

di Mesjid al istiqamah, dari 102 keseluruhan jumlah anak didik, diperoleh data

dari 100 siswa masih mengikuti kegiatan belajar di mesjid, hal ini menunjukkan

sistem pendidikan islam di mesjid al istiqamah di percaya warga setempat.

        Dari uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dikalangan

anak didik di lingkungan mesjid al istiqamah sukabirus mengenai permasalahan

bagaimana sistem pendidikan islam al istiqamah hubungannya dengan akhlak

anak didik di keluarga, yang dikemas dalam judul: Pengaruh Sistem Pendidikan

Islam    Mesji    Al   Istiqamah     Terhadap      Akhlak    Anak     Didik    Di

Keluarga.(Penelitian Terhadap anak didik di mesjid al istiqamah)

B. Rumusan Masalah

        Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka masalah yang akan

diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:

   1. Bagaimanakah Sistem pendidikan islam di mesjid al istiqamah terhadap

        akhlak anak didik?

   2. Bagaimanakah Akhlak anak didik di keluarga ?

   3. Bagaimana pengaruh system pendidikan islam di mesjid istiqamah

        terhadap akhlak anak didik di keluarga ?



C. Tujuan Penelitian


                                                                                4
       Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah:

   1. Untuk mengetahui sitem pendidikan islam di mesjid al istiqamah.

   2. Untuk mengetahui Akhlak anak didik.

   3. Untuk mengetahui pengaruh system pendidikan islam di mesjid istiqamah

       terhadap akhlak anak didik di keluarga.



D. Kerangka Pemikiran

       Sistem      merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang

terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan

tertentu. (Tatang Amirin, 1992:11) Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari

sejumlah komponen. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru),

output(tamatan),     instrumentalinput(guru,      kurikulum),     environmental

input(budaya, kependudukan, politik dan keaamanan).

      Pendidikan merupkan usaha untuk meningkatkan diri dalam segala

aspeknya. Mencakup kegiatan pendidikan yang melibatkan guru maupun yang

tidak melibatkan guru, mencakup formal, maupun non formal serta informal.hal

ini sesuai dengan firman allah swt dalam surat:

               

                                        

                                  

                                                

                                    

                                          



                                                                                5
                                                                     



. dan permadani-permadani yang terhampar. Maka Apakah mereka tidak

memperhatikan unta bagaimana Dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia

ditinggikan?dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana

ia dihamparkan?

       Pendidikan islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan

hukum hukum agama islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama

menurut ukuran ukuran islam. Dengan pengertian yang lain seringkali beliau

mengatakan kepribadian utama tersebut dengan istilah kepribadian yang memiliki

nilai nilai agama islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai

nilai islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai nilai islam.( Ahmad

D.Merimba.).

       Jadi menurut batasan di atas, suatu system pendidikan islam dikatakan

baik apabila komponen komponen pendidikan saling melibatkan,dan berbuat

berdasarkan nilai nilai agama islam.




               ]‫بعثت التَمم حسن االخالق [رواه مالك عن أنس‬

Aku diutus untuk memperbaiki kemuliaan akhlak(hr.malik bin anas ari anas bin
malik)


       Menurut Imam Gazali, akhlak adalah keadaan yang bersifat batin dimana

dari sana lahir perbuatan dengan mudah tanpa dipikir dan tanpa dihitung



                                                                             6
resikonya . Sedangkan ilmu akhlak adalah ilmu yang berbicara tentang baik dan

buruk dari suatu perbuatan.

       Menurut rachmat djatnika ilmu akhlak ialah ilmu yang menjelaskan arti

baik dan buruk, menerangkan apa yang harus dilaksanakan oleh sebagisan

manusia terhadap sebagaianya, menjelaskan tujuan yang hendaknya dicapai

manusia dalam perbuatan mereka dan menunjukan jalan yang harus ditempuh.

       Jadi seluruh aktivitas pendidikan islam seharusnya memiliki relevansi

dengan peningkatan kualitas budi pekerti sebagaimana yang diajarkan oleh

Rasulusllah.SAW.

       Kajian teoritik di atas menarik untuk diteliti, terutama apabila diterapkan

pada kasus yang melibatkan anak didik di mesjid al istiqamah, artinya penulis

dapat mempermasalahkan sejauhmana kebenaran teori tentang adanya keterkaitan

antara system pendidikan islam di mesjid dengan akhlak anak didik di keluarga.

       Permasalahan tersebut menuntut pendalaman kedua variabel secara

terpisah dengan menganalisis keterkaitan atau hubungan dengan kedua variabel

tersebut. Dengan demikian timbul permasalahan bagaimana mendalami system

pendidikan islam di mesjid ? dan bagaimana akhlak anak didik di keluarga ?

   1. System pendidikan islam di mesjid

       Untuk mengetahui pengaruh system pendidikan islam di mesjid dapat

dilihat dari indikator-indikator:

   a. .Tujuan pendidikan

   b. bahan pelajaran

   c. .kurikulum


                                                                                 7
   d. .Metode

   e. .Alat dan sumber pelajaran.

   f. Evaluasi

  2. Akhlak anak didik du keluarga

       Akhlak anak didik di keluarga dan bagaimana akhlak mereka di

lingkungan keluarga yang baik dan benar berdasarkan cara Nabi Muhammad :

   a. Adab

   b. Jujur

   c. Amanah

   d. Menjaga Rahasia

   e. Perilaku kebersihan hati

       Untuk variabel Y, yaitu akhlak anak didik di keluarga, hanya diarahkan

pada akhlak Rasullalah.

       Untuk lebih jelasnya, uraian-uraian pokok pikiran dapat dilihat dalam

skema berikut ini:



      System pendidikan agama islam              Akhlak anak didik di keluarga
                Di mesjid

    Indicator system pendidikan :             Mempunyai budi pekerti yang baik
                                              di keluarga:
        1. Tujuan pendidikan                  1. Amanah
        2. bahan pelajaran
                                              2. Adab terhadap orang tua
        3. kurikulum                          3. Jujur
        4. Metode
                                              4. Prilaku baik
        5. Alat dan sumber pelajaran.
                                              5. Menjaga rahasia.
        6. Evaluasi
                                                                            8
E. Hipotesis

       Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap

permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Jadi

hipotesis adalah dugaan sementara yang besar kemungkinan menjadi jawaban

yang benar (teruji) atau dengan kata lain hipotesis adalah jawaban sementra

terhadap masalah yang sedang dihadapi yang kebenarannya perlu diuji.

(Suharsimi Arikunto 1998:67)

       Penelitian ini menyoroti dua variabel, yaitu variabel system pendidikan

islam di mesajid dan variabel akhlak anak didik di keluarga Rumusan hipotesis

yang diajukan adalah makinbaik system pendidikan islam di mesjid, maka makin

baik pula akhlak anak didik di keluarga. Sebaliknya, makin buruk sistem

pendidikan islam di mesjid, maka makin rendah akhlak anak didik di keluarga.



F. Langkah-Langkah Penelitian

       Dalam penelitian ini ditentukan langkah-langkah sebagi berikut:

   1. Menentukan Jenis Data

       Data dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis data yaitu data pokok dan

data tambahan (data penunjang). Data pokok adalah data dari variabel X (sistem

pendidikan islam di mesjid) dan data dari variabel Y (akhlak anak didik di

keluarga) data tersebut adalah data kualitatif. Sedangkan untuk mencari hubungan



                                                                               9
diantara dua variabel tersebut digunakan data kuantitatif, melalui pendekatan

statistik. Adapun data penunjang di dapatkan dari dkm mesjid dan pengurus

mesjid dan lingkungan sekitar mesjid

       2. Menentukan Sumber Data

       Adapun sumber data penelitian ini diperoleh dari :

       a. Lokasi Penelitian

       Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah mesjid al istiqamah di

sukabirus rt 04 rw 08 kecamatan dayeuhkolot kabupaten bandung. Pemilihan dan

penetuan lokasi ini berdasarkan atas pertimbangan bahwa lokasi ini cukup tersedia

data dan sumber data yang diperlukan serta permasalahan ada di lokasi ini,

sehingga dapat memungkinkan penulis dengan mudah memperoleh informasi

yang lengkap



       b.. Populasi dan sampel

       Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, apabila seseorang ingin

meniliti semua eleman yang ada dalam wilayah penilitian maka penelitiannyan

merupakan penelitian populasi.

Jika kita hanya akan meniliti sebagian dari populasi maka penelitin tersebut

disebut penelitin sampel apabila kita bermaksud untk menggenaralisasikan hasil

penelitian sampel.



       Adapun sampel menurut Suharsimi Arikunto (1998:117) adalah sebagian

atau wakil populasi yang diteliti. Tujuan penetapan sampel adalah untuk



                                                                              10
memperoleh keterangan mengenai obyek penelitian dengan cara mengamati hanya

sebagian dari populasi. Sedangkan dalam menentukan jumlah sampel penulis

berpedoman pada pendapat yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto

(1998:120) bahwa apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil

semuanya, sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika

subyeknya lebih dari 100 dapat diambil dari 10 – 15 % atau 20 – 25 % atau lebih.

        Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis mengambil sampel sebanyak

60% dari poulasi yang ada, dengan perhitungan: (60 X 100):100= 60,jadi

berdasarkan perhitungan tersebut, maka jumlah sampelnya,adalah 60 orang.




                                  Anak didik yang masih aktif di mesjid

    kelas                         Populasi                 Sampel

              L         P         L            P           L           P

1   A         14        7         14           7           12          2

2   B         6         12        5            12          2           13

3   C         17        16        16           16          12          13

4   D         20        10        20           10          4           2

              57        45        55           45          30          30

              102                 100                      60




    3. Menentukan Metode Dan Teknik Pengumpulan Data



                                                                              11
       Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu

metode yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang

(Winarno Surakhmad, 1994:139). Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa

kenyataan yang melibatkan system pendidikan islam di mesjid terhadap akhlak

anak didik di keluarga aktual, sehingga pemecahannya akan lebih tepat dengan

menggunakan metode deskriptif. Sebab metode ini bertujuan untuk mendapatkan

gambaran fenomena atau gejala yang nampak sekarang.

       Untuk mencapai suatu tujuan penelitian, metode memegang peranan

penting dalam pelaksanaanya, tanpa metode akan sulit melaksanakan suatu

garapan.



       a. Menentukan Metode Penelitian

       Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu

metode yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang

(Winarno Surakhmad, 1994:139). Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa

kenyataan yang melibatkan minat siswa mempelajari Al-Qur’an di luar sekolah

dan   kemampuan    mereka    membaca     Al-Qur’an    cukup   aktual,   sehingga

pemecahannya akan lebih tepat dengan menggunakan metode deskriptif. Sebab

metode ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran fenomena atau gejala yang

nampak sekarang.

       b. Teknik Pengumpulan Data

       Dalam teknik pengumpulan data ini, penulis menggunakan cara sebagai

berikut:



                                                                             12
   1) Observasi

       Observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan

penyelidikan, pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti (Suharsimi

Arikunto 1998:146). Observasi pada masalah penelitian ini dilakukan secara

langsung yaitu dengan mengamati langsung objek yang sedang diteliti.

   2) Wawancara

       Wawancara adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk

memperoleh informasi dari terwawancara. Wawancara digunakan untuk menilai

keadaan seseorang. Sasaran wawancara ini adalah pihak sekolah yaitu: dkm

mesjid, pengajar, anak didik, orangtua murid. untuk memperoleh data mengenai

pengaruh system pendidikan agama islam di masjid Al istiqamah terhadap akhlak

anak didik di keluarga.

   3) Angket

       Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi, dan hal-

hal lain yang ia ketahui selain dirinya (Suharsimi Arikunto, 1998:140). Angket

pada penelitian ini ditujukan pada anak didik Masjid Al istiqamah yang bersifat

tertutup dan disediakan jawaban alternatif setiap option memiliki bobot nilai

nominal yang disesuaikan dengan pertanyaan angket. Untuk kriteria penilian

didasarkan kepada pendapat Wayan Nurkancana (1985:281) yaitu sebagai berikut,

apabila item pertanyaan positif, option A memiliki bobot nilai 5, option B = 4,

option C = 3, option D = 2 dan aption E = 1, dan untuk pertanyaan negatif bobot

nilainya kebalikan dari pertanyaan positif.



                                                                             13
       Setelah data dari kedua pokok permasalahan terkumpul maka untuk

selanjutnya data tersebut dianalisis dengan tujuan untuk melihat sejauh mana

keterkaitan atau hubungan dari kedua permasalahan di atas.

Analisis

       1) Analisis parsial variabel system pendidikan islam di mesjid (variabel

           X). Dalam analisis ini ditempuh dengan langkah-langkah sebagai

           berikut:



           a) Analisis parsial perindikator variabel X dengan menggunakan

              rumus:


               M 
                       fx                                   (Sudijono, 1992:78)
                       N

              Apabila diinterpretasikan ke dalam skala lima norma absolut

              tersebut adalah sebagai berikut:

              Skor 0,5 – 1,5 = sangat rendah

              Skor 1,5 – 2,5 = rendah

              Skor 2,5 – 3,5 = sedang

              Skor 3,5 – 4,5 = tinggi

              Skor 4,5 – 5,5 = sangat tinggi



           b) Uji normalitas variabel X, meliputi

              (1) Menetukan rentang (R) dengan rumus

                  R=H–1+1                                    (Sudijono, 1992: 49)

              (2) Menentukan kelas interval (K), dengan rumus


                                                                                14
   K = 1 + 3.3 log N                                  (Sudjana, 1992: 47)

(3) Mencari panjang interval (P), dengan rumus:

   P = R: K                                           (Sudjana, 1992: 47)

(4) Menyusun table distribusi frekuensi masing-masing variabel.

(5) Uji tendensi sentral yang meliputi:

  (a) Mencari nilai rata-rata (M), dengan rumus:


       M 
                f Y
                   i       i
                                                      (Sudjana, 1992: 67)
                f     i




  (b) Mencari nilai Median (Md), dengan rumus

        Md  B  p
                               1 / 2 N  F            (Sudjana, 1992: 69)
                                       f

  (c) Mencari nilai modus (Mo), dengan rumus:

      Mo = 3 Md – 2 M                               (Yoesoep Adnan, 1995:

      76)

  (d) Membuat kurva tendensi sentral

  (e) Menghitung nilai standar deviasi (SD), dengan rumus:

                 N  f i xi   f i xi 
                                   2            2

       SD  2
                                                       (Sudjana, 1992: 95)
                               N N  1

  (f) Membuat tabel frekuensi observasi dan ekspektasi variabel

      X




                                                                            15
         (g) Mencari nilai chi kuadrat, dengan rumus:


             2 
                      k
                            Oi  Ei 2              (Sudjana,    1992:
                     i 1       Ei

             273)

         (h) Mencari derajat kebebasan dengan rumus:

             Db = K – 3                              (Sudjana,    1992:

             293)

         (i) Menentukan nilai chi kuadrat table dengan             taraf

             signifikansi

             5 %.

         (j) Pengujian normaloitas dengan ketentuan:

              -     Jika  2 hitung <  2 table, maka data yang diteliti

                    berdistribusi normal.

              -     Jika  2 hitung >  2 table, maka data yang diteliti

                    berdistribusi tidak normal.

2) Analisis parsial variabel akhlak anak didik di keluarga (variabel Y).

   sebagaimana variabel X. variabel sistem pendidikan agama islam

   (variabel Y) juga proses pengamatan datanya akan didasarkan dengan

   menggunakan tes. Langkah-langkahnya meliputi:

   (a) Analisis parsial perindikator variabel Y, dengan rumus:


       M 
              fy
              N

       Dengan kriteria:




                                                                     16
                    80 – 100                       sangat baik

                     70 – 79                            baik

                     60 – 69                           cukup

                     50 – 59                           kurang

                      0 – 49                           gagal                    Muhibbin Syah (1997:153)


          (b) Uji normalitas variabel Y, sama seperti variabel X.

       b. Analisis Korelasi

       Analisis korelasi ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan variabel,

yakni antara variabel sistem pendidkan agama islam (variabel X) denagan akhlak

anak didik di keluarga (variabel Y), dengan langkah-langkah sebagai berikut:

   1) Menguji linieritas regresi data dari kedua variabel, dengan langkah-

       langkah sebagai berikut:

       (a) Mencari persamaan regresi, dengan rumus:
               ^

           Y = a + bX                          dimana:

               Y   X    X   X Y 
                                           2

           a
                        i              i                   i            i   i

                      N  X   X                2                2
                                               i                i



                   N  X i Yi   X i  Yi 
           b                                                                    (Sudjana, 1992: 315)
                       N  X i   X i 
                                       2                   2




       (b) Uji linieritas regresi, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Menghitung jumlah kuadrat regresi a dengan rumus:


                   JKa 
                         Y      i
                                           2

                                                                                 (Sudjana, 1992: 335)
                               N

          2.       Menghitung jumlah kuadrat regresi b, dengan rumus:


                                                                                                    17
                   
                               X i  Yi 
                                              
     JK b/a   b  X i Yi                    (Sudjana, 1992: 328)
                   
                                    N        
                                              

3.   Menghitung jumlah kuadrat residu, dengan rumus:

      JK res  Yi  JK b / a   JKa
                          2
                                                  (Sudjana, 1992: 335)

4.   Menghitung jumlah kuadrat kekeliruan, dengan rumus:


     JK kk    Y 
                    Y 
                      2       i
                                  2

                                                  (Sudjana, 1992: 331)
                  i
                      N

5.   Menghitung jumlah kuadrat ketidak cocokan, dengan rumus:

     JK tc  JK res  JK kk                       (Sudjana, 1992: 333)

6.   Menghitung derajat kebenaran kekeliruan dengan rumus:

     Db kk  n  k                          (Endi Nugraha, 1985: 61)

7.   Menghitung derajat kebebasan ketidakcocokkan, dengan rumus:

     dbtc  k  2                         (Endi Nugraha, 1985: 61)

8.   Menghitung rata-rata kuadrat kekeliruan, dengan rumus:

     RK kk  JK kk : dbkk                 (Endi Nugraha, 1985: 61)

9.   Menghitung rata-rata kuadrat ketidakcocokan, dengan rumus

     RK tc  JK tc : dbtc                 (Endi Nugraha, 1985: 61)

10. Menghitung F ketidakcocokan, dengan rumus:

     Ftc  RK tc : RK kk                  (Endi Nugraha, 1985: 62)

11. Menghitung nilai F table dengan taraf signifikansi 5 % dan derajat

     kebebasan dbtc / dbkk

12. Pengujian regresi dengan ketentuan:



                                                                       18
            - Jika F hitung < F table = regresi linier

            - Jika F hitung > F table = regresi tidak linier

2) Menghitung koefisien kolerasi, dengan ketentuan sebagai berikut:

   a) Jika kedua variabel berdistribusi normal dan regresinya linier, maka

       rumus yang di gunakan adalah rumus product moment, yaitu:

                        N  X i Yi   X i  Yi 
       rky 
                  N  X    X  N Y  Y  
                          i
                              2
                                     i
                                         2
                                                i
                                                    2
                                                            i
                                                                2




   b) Jika salah satu atau kedua variabel tersebut tidak normal atau

       regresinya tidak linier, maka rumus kolerasi yang digunakan adalah

       Rang dari Spearman, yaitu sebagai berikut:

                   6 bi
                         2

       r'  1 
                    
                  N N 2 1                                         (Sudjana, 1992: 455)




3) Uji hipotesis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

   a) Menghitung nilai t hitung, dengan rumus:

            r N 2
       t                                                           (Sudjana, 1992: 380)
               1 r2

   b) Mencari nilai t table dengan taraf                signifikansi 5 % dan       derajat

       kebebasan

       (db = N – 2)

   c) Pengujian hipotesis dengan ketentuan sebagai berikut:

       - Hipotesis diterima jika t hitung > t table

       - Hipotesis ditolak jika t hitung < t table

   d) Menafsirkan harga koefisien korelasi derngan kriteria sebagai berikut:


                                                                                       19
   0,00 s/d 0,20      = berarti sangat rendah/hampir tidak ada korelasi

   0,20 s/d 0,40      = berarti korelasi rendah

   0,40 s/d 0,70      = berarti korelasi sedang

   0,70 s/d 0,90      = berarti korelasi tinggi

   0,90 s/d 1,00      = berarti korelasi sempurna     (Sudijono, 1992: 180)

e) Mencari derajat tidak adanya korelasi antara kedua variabel dengan

   rumus:

   K       1 r2                                 (Hasan Gaos, 1983:117)

f) Mencari tingkat prosentase pengaruh variabel X terhadap variabel Y

   dengan rumus:

   E  100 1  K                                (Hasan Gaos, 1983:118)




                                                                           20

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:11
posted:9/2/2012
language:Malay
pages:20