Melahirkan tanpa Rasa Sakit by Z7CO91g3

VIEWS: 35 PAGES: 2

									Melahirkan tanpa Rasa Sakit
"Hypnobirthing digunakan untuk menekan atau menghilangkan rasa takut yang pada akhirnya mengurangi
atau bahkan menghilangkan rasa sakit."

Melahirkan memang proses alami dan menimbulkan rasa sakit. Apalagi, para ibu yang sudah memiliki
anak "menularkan" cerita bahwa melahirkan secara normal akan membutuhkan daya tahan tubuh yang kuat
karena terlampau sakit.

Akibat panik dan stres, banyak perempuan yang merasakan sakit lebih parah dari seharusnya. Ini disebut
juga fear-tension-pain concept, yaitu rasa sakit yang menimbulkan ketegangan atau kepanikan yang
menyebabkan otot kaku dan sakit. Tak heran jika ada juga perempuan yang melahirkan normal, namun
menggunakan bius epidural untuk mengatasi rasa sakit.

Dalam talkshow "Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Hypnobirthing" di Hotel Ardjuna Jln.
Ciumbuleuit Bandung, Minggu (24/2), inisiator program hypnobirthing yang juga menjadi Clinical
Hypnotherapist Lanny Kuswandi mengatakan, nyeri saat melahirkan disebabkan rasa takut dari si ibu.

"Hypnobirthing digunakan untuk menekan atau menghilangkan rasa takut yang pada akhirnya mengurangi
atau bahkan menghilangkan rasa sakit," ujarnya. Rasa takut membuat otot polos di dalam tubuh menjadi
tegang, pembuluh darah menyempit, pasokan oksigen berkurang, mulut rahim kaku, dan impuls sakit di
rahim bertambah.

**

Metode hypnobirthing sebenarnya sudah dilakukan pada era 1950-an di Amerika. Pada 1987, seorang
praktisi kesehatan yang mendalami pengobatan mind and soul, Michelle Leclaire O'Neil, Ph.D., mulai
melakukan penelitian yang menghubungkan pikiran dan tubuh dengan kesuburan, kehamilan, kelahiran
prematur, dan depresi pascapersalinan. Menurut dia, hipnosis bisa digunakan sebagai salah satu metode
pendekatan kejiwaan yang memberi kesempatan pasien untuk berkonsentrasi, fokus, relaks, sekaligus tetap
sadar sepenuhnya saat proses persalinan.

Pada perkembangannya, metode tersebut lebih dikenal dengan hypnobirthing. Namun yang mematenkan
nama hypnobirthing tak lain Marie F. Mongan, M.Ed., M.Hy., seorang hipnoterapis dan hipnoanestesiologi
bersertifikat dari New Hampshire, Amerika. Metode hypnobirthing yang diciptakannya merupakan
penggabungan dari metode hipnosis yang dilakukan sendiri (selfhypnosis) dan proses kelahiran alami.

Hypnobirthing terdiri atas kata hypno (dari hypnosis) dan birthing (melahirkan), diartikan sebagai seni dan
keterampilan untuk meningkatkan ketenangan pikiran sehingga dapat menghadapi persalinan dengan
nyaman. Dengan kondisi ibu yang tenang, ketenangan pikiran juga dirasakan bayi dalam kandungan.

Dalam metodenya, hypnobirthing menekankan pada munculnya sugesti positif, perasaan tenang, dan relaks.
"Saat kondisi tenang dan relaks, otomatis otak akan mengalirkan hormon endorfin yang mengurangi rasa
sakit," ujar terapis di Klinik Pro V dan Rumah Sakit Bunda ini.

Namun, jika rasa panik, takut, atau stres saat proses persalinan makin menguat, otak akan mengalirkan zat
yang menutup pengeluaran endorfin. Semakin takut seseorang saat melahirkan, kian luar biasa pula sakit
yang akan dirasakan.

Hypnobirthing bisa dilakukan di usia kehamilan berapa pun. Namun, umumnya dilakukan di usia
kehamilan 7 bulan atau 2 minggu sebelum proses persalinan. Bisa dilakukan dua kali sehari di saat pagi
maupun menjelang tidur malam, lamanya sekitar 10-15 menit. Tempatnya bergantung keinginan masing-
masing dan sebaiknya dilakukan berpasangan dengan sang suami agar tercipta hubungan spiritual bersama.

Ada beberapa cara melakukannya hypnobirthing.
1. Posisi tubuh dibuat senyaman mungkin, dengan duduk atau berbaring telentang atau miring. Jika
berbaring, lakukan posisi menyamping ke kiri agar dapat memperbaiki aliran darah ke rahim atau plasenta.

2. Kondisikan seluruh tubuh dalam keadaan relaks. Pejamkan mata dan mulai bernapas dalam-dalam
melalui hidung secara perlahan dan teratur. Kendurkan otot-otot seluruh tubuh dan istirahatkan pikiran.
Berkonsentrasilah pada niat untuk melakukan relaksasi dan hypnobirthing.

3. Bayangkan dan niatkan proses persalinan yang menyenangkan dan membahagiakan, proses bersalin
yang lancar, serta membayangkan bayi mungil yang sehat dan lucu.

4. Setelah kondisi relaks, tanamkan sugesti dan niat positif ke alam bawah sadar. Misalnya, "Aku bisa
melahirkan secara alami, lancar dan normal" atau "Bayiku terlahir sehat."

5. Saat hendak selesai, biarkan otot-otot semakin relaks dengan menghirup napas panjang dan buang napas
perlahan lewat hidung. Kembali ke kondisi normal dan siap melakukan kegiatan lain atau beristirahat.

6. Pada saat bersalin, tetaplah tenang, bernapaslah secara teratur, selaraskan energi dengan datangnya
kontraksi sehingga tenaga tidak terbuang percuma.

Dengan metode hypnobirthing, rasa sakit yang dialami saat persalinan akan berkurang atau bahkan tidak
dirasakan sama sekali. Selain itu, ibu akan mendapat ketenangan diri saat proses persalinan, dan
memungkinkan ibu untuk tidak berteriak/mengamuk/menjerit kala menahan sakit akibat kontraksi.

Selain itu, cara ini dapat mempersingkat masa proses bersalin, pascabersalin cepat kembali pulih. Jika sang
ibu sering melakukan hipnosis atau berkomunikasi dengan janinnya, membantu kondisi janin terlepas dari
kondisi terlilit tali pusat atau letak sungsang. Misalnya, masukkan sugesti dan ungkapkan, "Ayo, putar
kepalamu ke bawah agar keluarnya mudah."

Rasa sakit yang dapat dikurangi dengan hypnobirthing bergantung "kepintaran" sang ibu membuat
tubuhnya relaks. "Kalau dia sudah terlatih rata-rata 50% nyeri persalinan dapat dikurangi. Bahkan, kalau
sudah sangat relaks dan tenang rasa sakit dapat hilang," ungkap Lanny.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, dr. Boy Abidin, Sp.O.G., melahirkan
merupakan suatu proses yang sangat kompleks, perlu kesiapan mental dan semangat yang besar,
ketenangan dan keyakinan kuat untuk melahirkan bayi secara alami, di samping syarat proses persalinan
normal secara medis terpenuhi. "Di sinilah hypnobirthing berperan, membantu memberikan kesiapan
mental dan keyakinan untuk melahirkan secara alami dengan rasa sakit yang minimal," katanya.

Hal tersebut, lanjut dia, ditemukan pada beberapa pasien yang sudah menerapkan hypnobirthing selama
proses persalinan. Persalinan berlangsung secara lancar, relatif lebih cepat dan dengan keluhan nyeri yang
sangat minimal. "Hal ini juga sangat memengaruhi kualitas bayi yang dilahirkan, bayi terhindar dari
kekurangan oksigen (asfiksia) selama proses persalinan, sehingga perkembangan otaknya pun lebih baik,"
ujarnya.

Untuk mendapatkan ilmu mengenai hypnobirthing, seorang penulis buku Evarini Andriana sudah
menyusun berbagai referensinya dalam buku Melahirkan tanpa Rasa Sakit. Buku tersebut disusun
berdasarkan pengalaman pribadinya setelah menjalani hypnobirthing. ""Hasilnya jauh lebih baik daripada
yang saya bayangkan. Selain proses persalinan berjalan amat lancar, saya pun berhasil mengubah diri dan
pola pikir, termasuk menghadapi berbagai masalah dan tantangan hidup," ujarnya.

Konon, melahirkan secara normal merupakan impian dan anugerah terindah bagi semua ibu. Mulailah
berlatih untuk relaks dan tenang lewat metode hypnobirthing agar tidak mengalami rasa nyeri saat
persalinan. Ternyata, proses melahirkan itu bisa jadi menyenangkan. (Ririn N.F./"PR")***

								
To top