Peran Dan Tanggung Jawab by PakdeSyarief

VIEWS: 86 PAGES: 29

More Info
									PERAN DAN TANGGUNG
       JAWAB
    GROUP LEADER
M
A
N       CONTROLLING                  PLANNING
A       ( PENGENDALIAN )            ( PERENCANAAN )
G
E
M
E
N
T                          TARGET
    ACTIVATING                           ORGANIZING
    ( PELAKSANAAN )                   ( PENGATURAN TUGAS )
F
U
N
C                     STAFFING
T                 ( PENENTUAN ORANG )
I
O
N
PLANNING / Perencanaan
Fungsi ini terkandung penetapan dan pengkajian sasaran serta cara
pencapaiannya.

ORGANIZING / Pengaturan Tugas
Dalam hal suatu pekerjaan yang besar sebagai hasil dari perencanaan
dirinci dan dikelompokkan menjadi tugas-tugas pekerjaan yang lebih
kecil dan sejenis sesuai dengan pentahapannya.
Dalam pengaturan tugas tsb telah dipertimbangkan tentang kualifikasi
orang yang akan melaksanakannya, sarananya, cara penggunaannya,
material yang diperlukan dsb.

STAFFING / Penempatan Orang
Setelah diketahui jenis tugas yang akan ditangani serta kualifikasi
orang yang dibutuhkan, kemudian perlu dicari orang yang paling
sesuai dari yang tersedia untuk menangani tugas tersebut.
ACTIVATING / Pelaksanaan

Dengan mempertimbangkan seluruh sumber daya yang dimiliki
dan dengan memperhatikan kemajuan serta perkembangan penye
lesaian pekerjaan pada tahap pelaksanaan diperlukan kemampuan
kepemimpinan ( Leadership Skill ) dalam mengkordinir, mempe
ngaruhi dan memotivasi bawahan agar saasaran dapat dicapai
secara efektif.


CONTROLLING / Pengendalian

Pada tahap ini, dua hal utama yang harus memperoleh perhatian
lebih yaitu;
pengendalian terhadap faktor Manusianya
pengandalian terhadap hasil Pekerjaannya
Walau demikian pengendalian terhadap seluruh sumber daya ( 6 M )
yang dimiliki juga merupakan keharusan.
PLANNING & CONTROLLING
Fungsi Perencanaan dan Pengendalian merupakan dua aktivitas
yang sangat berkaitan yang tidak bisa dipisahkan.
Pelaksanaan pekerjaan dapat dikatakan berhasil apabila mencapai
sasaran. Untuk mencapai sasaran diperlukan rencana dan agar
pelaksanaan pekerjaan dapat ber jalan sesuai rencana diperlukan
pengendalian. Jadi pada tahap perencanaan sudah seharusnya
direncanakan sistim pengendaliannya beserta batas kendalinya.

Perencanaan
Tujuan perencanaan adalah membuat peta yang akan ditempuh mela
lui pemanfaatan sumber daya secara optimal.
Dalam menentukan tujuan harus diupayakan yang spesifik ( jelas )
dan definitif ( terukur dari segi jumlah dan waktu ) selanjutnya harus
ditentukan patokan-patokan kebijakan ( policy ).

Pada penyusunan rencana sangat diperlukan ketajaman antisipasi
atas hambatan-hambatan yang bakal muncul. Untuk itu diperlukan
tahapan (prosedur) serta pengamanan (aturan) dalam pelaksanaannya.
5W+1H
Untuk pengecekan terhadap rencana yang telah dibuat gunakan 5W1H
What : Apa tujuan yang akan dicapai.
Where : Dimana lokasi penugasan dan kemana hasil disalurkan.
When : Kapan harus dilaksanakan dan kapan harus selesai.
How : Bagaimana cara mencapainya beserta tahapan-tahapannya.
Who : Siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
Why : Mengapa harus dilakukan dengan cara itu.


Pengendalian
Fungsi pengendalian terdiri dari aktivitas kontrol dan koreksi.
Kontrol bertujuan untuk mencegah/mengurangi jumlah kesalahan/
penyimpangan yang terjadi pada pelaksanaan pekerjaan dalam men
capai sasaran yang sudah ditetapkan.
Koreksi dapat dilakukan apabila sebelumnya telah ditetapkan suatu
standard.
     UNSUR MANAJEMEN
                              QTY
                              KEMAMPUAN
       MEN / ANAK BUAH        KESESUAIAN
                              KETEPATAN
                              KEMUDAHAN
     MACHINE / SARANA KERJA   KUALITAS

                              KEMUDAHAN
        METHODE / CARA
                              KETEPATAN
                              FLEXIBILITAS
6M
       MATERIAL / BAHAN
                              QTY
                              KUALITAS
         MONEY / MODAL
                              PEMBOROSAN
                              EFISIENSI
         MARKET / PASAR
                              PENGGUNA
                              KEINGINAN
    KEMAMPUAN ( SKILL )
 ADMINISTRATIVE
 COMMUNICATION
 INTERPERSONAL
 LEADERSHIP
 MOTIVATION
 ORGANIZATIONAL
 THINKING
 SELF MANAGEMENT
 TECHNICAL
      •ADMINISTRATIVE
ESTABLISH PLAN
MEMBUAT PERENCANAAN KERJA HARIAN YANG KOMPREHENSIF, REALISTIS, EFEKTIF
BERDASARKAN WORK ORDER YANG TELAH DITERIMA.

STRUCTURE AND STAFF
MENGGUNAKAN ANAK BUAH YANG TEPAT UNTUK TUGAS-TUGAS PERMANEN MAUPUN
SEMENTARA.
MENCIPTAKAN TEAM YANG TANGGUH DENGAN KEKUATAN YANG SALING MELENGKAPI.

DEVELOP SYSTEM AND PROCESSESS
MENENTUKAN DAN MENGIMPLEMENTASIKAN PROSES DAN PROSEDUR SECARA BENAR
DALAM PENCAPAIAN HASIL KERJA.

MANAGE EXECUTION
MENGKOORDINASIKAN SEMUA USAHA KERJA .
MEMBERIKAN DUKUNGAN SEPENUHNYA PADA ANAK BUAH DALAM MENJALANKAN
TUGASNYA.
MEMONITOR PENCAPAIAN TARGET SECARA PERIODIK BERDASARKAN CHECK LIST.
MELAKUKAN REVIEW HASIL PEKERJAAN DISETIAP AKHIR SHIFT.
MELAKUKAN TINDAKAN PERBAIKAN BILA DITEMUKAN KETIDAK SESUAIAN DALAM
IMPLEMENTASINYA.

WORK EFFICIENTLY
MENGALOKASIKAN WAKTU DENGAN EFISIEN.
MAMPU MENANGANI TUNTUTAN TUGAS YANG BANYAK DENGAN PRIORITAS YANG
SAMA PENTINGNYA.
              •COMMUNICATION
SPEAK EFECTIVELY
BERBICARA DENGAN JELAS.
MAMPU MENGEKSPRESIKAN DIRINYA DENGAN BAIK DIDALAM KELOMPOK MAUPUN
KOMUNIKASI PERORANGAN.

FOSTER OPEN COMMUNICATION
MENCIPTAKAN SITUASI DIMANA INFORMASI DAPAT SAMPAI PADA ANAK BUAH SECARA
AKURAT DAN TEPAT WAKTU.
MENDORONG ANAK BUAH UNTUK MENYAMPAIKAN IDE / PENDAPAT SECARA TERBUKA.
MENERIMA UMPAN BALIK DARI ANAK BUAH MAUPUN DARI REKAN SEKERJA.
MENGADAKAN PERTEMUAN SECARA PERIODIK UNTUK MEMBAHAS PERMASALAHAN YANG
DITEMUKAN DILAPANGAN.

LISTEN TO OTHERS
MENJADI PENDENGAN YANG BAIK.
SECARA AKTIF MENUNJUKKAN PERHATIAN SERTA PEMAHAMAN TERHADAP PENDAPAT DAN
PERTANYAAN ANAK BUAH.

DELIVER PRESENTATION
MAMPU MENYAMPAIKAN PRESENTASI DENGAN BAIK SEHINGGA APA YANG
DISAMPAIKAN
DENGAN MUDAH DIPAHAMI ORANG LAIN.

PREPARE WRITTEN COMMUNICATION
MAMPU MENYAMPAIKAN INFORMASI DENGAN JELAS DAN EFEKTIF MELALUI
DOKUMEN
FORMAL MAUPUN INFORMAL DAN MAMPU MENGEDIT HASIL TULISAN SECARA
KONSTRUKTIF.
ETIKA MENDENGARKAN


•   BERHENTILAH BICARA
•   JAUHKAN GANGGUAN
•   CIPTAKAN SUASANA TENTRAM BAGI PEMBICARA
•   TUNJUKKAN MINAT UNTUK MENDENGARKAN
•   BER-EMPATILAH DENGAN PEMBICARA
•   SABAR
•   TAHAN EMOSI
•   TERIMALAH ARGUMEN MAUPUN KRITIK
•   AJUKAN PERTANYAAN
•   BERHENTILAH BICARA
KETERAMPILAN MENDENGAR DENGAN PRINSIP-2

1.  CARILAH HAL-HAL YANG MENARIK
2.   JANGAN MEMPERHATIKAN KEKURANGAN DALAM
     PENYAMPAIAN
3. TUNDALAH PENILAIAN
4.   CARILAH POKOK-POKOK PIKIRAN
5. BUATLAH CATATAN YANG PERLU
6.   BERILAH RESPONSE SECARA AKTIF
7. HINDARI GANGGUAN
8.   TANTANGLAH PEMIKIRAN
9. MANFAATKAN KECEPATAN BERFIKIR
10. BERILAH DUKUNGAN DAN BANTUAN KEPADA
     LAWAN BICARA
PENYEBAB KEGAGALAN KOMUNIKASI
1. MENDENGAR APA YANG INGIN KITA DENGAR
2. MENGABAIKAN INFORMASI YANG BERTENTANGAN
   DENGAN YANG KITA KETAHUI
3. MENILAI SUMBERNYA
4. HALLO EFFECT / KESAN PERTAMA
5. PERBEDAAN PERSEPSI
6. BAGI ORANG LAIN PERKATAAN YANG SAMA DAPAT
   MEMPUNYAI ARTI YANG LAIN
7. KOMUNIKASI TANPA KATA
8. SEDANG DALAM KONDISI EMOSIONAL
MENGATASI KEGAGALAN KOMUNIKASI


1. PENGGUNAAN UMPAN BALIK
   a. OBSERVASI
   b. MENDENGAR DENGAN MENGGUNAKAN TELINGA KE TIGA
   c. MENYESUAIKAN TINGKAT PEMBICARAAN
2. MENGGUNAKAN BEBERAPA SALURAN KOMUNIKASI
3. MENGGUNAKAN KOMUNIKASI TATAP MUKA
4. KEPEKAAN TERHADAP DUNIA LAWAN BICARA
5. MENYADARI ARTI-ARTI SIMBOLIK
6. PENGGUNAAN BAHASA YANG LUGAS
7. MEMPERKUAT PERKATAAN DENGAN PERBUATAN
MEMAHAMI DAN MENYAMPAIKAN PERINTAH

Yang harus diperhatikan :

 CARA MEMBERI PERINTAH
 MENGHINDARI KEKABURAN INSTRUKSI
 NADA PERINTAH
 PERINTAH TERTULIS
 ADANYA PENOLAKAN
 MENDENGARKAN SECARA AKTIF
 MENGHINDARI CAMPUR TANGAN ORANG
LAIN
 MENGHADAPI PERBEDAAN INDIVIDU
 MEMBERI PERINTAH KEPADA KELOMPOK
 PEDOMAN - PEDOMAN PEMBERIAN PERINTAH
PEDOMAN - PEDOMAN PEMBERIAN PERINTAH




   JANGAN GUNAKAN KEKUASAAN SEBAGAI SIMBOL KEKUATAN
   HINDARKAN SIKAP MASA BODOH
   PERHATIKAN KATA-KATA YANG KITA PAKAI
   JANGAN ANGGAP MEREKA PASTI MEMAHAMI
   UPAYAKAN ADA UMPAN BALIK
   JANGAN BERIKAN PERINTAH TERLALU BANYAK
   BERIKAN DETIL-DETIL YANG DIPERLUKAN
   HINDARKAN PERINTAH-PERINTAH YANG BERLAWANAN
   JANGAN HANYA BERIKAN KEPADA YANG BERMINAT SAJA
   JANGAN MENCARI-CARI KESALAHAN
   JANGAN “ BOSSY “
UMPAN BALIK

ADALAH KOMUNIKASI VERBAL / NON VERBAL KEPADA
SESEORANG / KELOMPOK YANG BERISI INFORMASI
MENGENAI PERASAAN DAN PERSEPSI YANG TIMBUL
DALAM DIRI KITA SEBAGAI AKIBAT DARI PERILAKU
ORANG LAIN ATAU KELOMPOK TSB.
( memberi umpan balik )

UMPAN BALIK JUGA MERUPAKAN REAKSI ORANG LAIN
MENGENAI PERASAAN DAN PERSEPSI YANG TIMBUL
DALAM DIRI MEREKA SEBAGAI AKIBAT DARI PERILAKU
KITA.
( menerima umpan balik )
SYARAT MEMBERI UMPAN BALIK


      1. TUJUAN
      2. TIDAK HANYA YANG NEGATIF
      3. DAPAT DIPERBAIKI
      4. SIAP MENERIMA
      5. HUBUNGAN BAIK
      6. MOMENT TEPAT
      7. ADA ALTENATIF
      8. NON EVALUATIP
      9. CUKUP SATU - DUA
      10. ADA WAKTU UNTUK DISKUSI
                  •INTERPERSONAL

BUILD RELATIONSHIP
MEMBINA HUBUNGAN BAIK DENGAN ANAK BUAH SECARA TERBUKA, RAMAH DAN DENGAN
CARA-CARA YANG DAPAT DITERIMA.
MEMPERLIHATKAN MINAT YANG TULUS TERHADAP PERMASALAHAN ANAK BUAH.

DISPLAY ORGANIZATIONAL SAVVY
MENGEMBANGKAN HUBUNGAN ‘ TAKE AND GIVE ‘ SERTA MEMAHAMI KEGIATAN DAN CARA
PANDANG ANAK BUAH.

VALUE DIVERSITY
MENUNJUKKAN DAN MENCIPTAKAN RASA MENGHARGAI DAN APRESIASI PADA ANAK BUAH
TANPA MEMPERHATIKAN LATAR BELAKANG, RAS, USIA, FISIK SERTA NILAI-NILAI.
BERUSAHA UNTUK MEMAHAMI PERBEDAAN INDIVIDU SEBAGAI KESEMPATAN UNTUK MEM
PELAJARI PERBEDAAN TERSEBUT.

MANAGE DISAGREEMENT
MENYELESAIKAN KONFLIK DAN PERBEDAAN PENDAPAT SECARA TERBUKA DAN BERUSAHA
MENYELESAIKANNYA DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN.
                   •LEADERSHIP
PROVIDE DIRECTION
MELAKUKAN PERTEMUAN SECARA PERIODIK DALAM BENTUK ‘ FIVE MINUTES TALK & SAFETY
TALK ‘ AGAR MEMILIKI KESAMAAN VISI .
MELAKUKAN PEMBAGIAN KERJA KEPADA SETIAP ANAK BUAH BERDASARKAN ‘WORK ORDER’
MENJELASKAN TENTANG TARGET YANG HARUS DICAPAI DAN CARA MENCAPAINYA.

LEAD COURAGEOUSLY
TAMPIL KEDEPAN DALAM MENGHADAPI MASALAH - BERANI MEMPERTARUHKAN DIRINYA
DALAM MENYELESAIKAN MASALAH.
BERSIKAP TEGAS BILA DIPERLUKAN.

INFLUENCE OTHERS
MEMPENGARUHI ANAK BUAH SECARA PERSUASIF UNTUK MENDAPATKAN DUKUNGAN DAN
KOMITMEN.

FOSTER TEAMWORK
MEMBANGUN TEAM EFEKTIF YANG MEMILIKI KOMITMEN TERHADAP PENCAPAIAN SASARAN
ORGANISASI. MEMADUKAN KOMPETENSI ANAK BUAH UNTUK MENCAPAI HASIL MAXIMAL.
MENGGUNAKAN TEAM DALAM MENGATASI MASALAH-MASALAH YANG RELEVAN.

MOTIVATE OTHES
MENDORONG ANAK BUAH UNTUK BERPRESTASI, SIKAP ANTUSIASME, PERASAAN MEMILIKI
DAN KEINGINAN UNTUK MERAIH YANG TERBAIK.

COACH AND DEVELOP OTHERS
MAMPU MENILAI KEKUATAN DAN KELEMAHAN ANAK BUAH SECARA OBJEKTIF SERTA MEMBE
RIKAN FEED BACK YANG SPESIFIK DAN BIMBINGAN SECARA PERIODIK.
               •MOTIVATION

DRIVE FOR RESULT
BERORIENTASI PADA HASIL DAN KESUKSESAN DENGAN SELALU   FOKUS TERHADAP

PROSES      PENCAPAIANNYA.



MAMPU MEMPERTIMBANGKAN URGENSITAS PERMASALAHAN DAN MENGARAHKAN
MASALAH PADA PENYELESAIANNYA.
MAMPU BERTAHAN DALAM MENGAHDAPI RINTANGAN DAN KETIDAK SETUJUAN.

SHOW WORK COMMITMENT
MENETAPKAN STANDARD PRESTASI KERJA YANG TINGGI.
MEMBUAT SASARAN YANG MENANTANG DAN BERUSAHA KERAS UNTUK MENCAPAINYA
     •ORGANIZATIONAL


MANAGE PROFITABILITY
MENEKANKAN PADA KEBUTUHAN UNTUK BERKONTRIBUSI
PADA KEUNTUNGAN ORGANISASI.

COMMIT TO QUALITY
MENEKANKAN HASIL KERJA PADA STANDARD KWALITAS YANG TINGGI
MAMPU MELAKUKAN EVALUASI SERTA KONTROL TERHADAP KWALITAS
YANG TELAH DITETAPKAN.

FOCUS ON CUSTOMER NEEDS
BERORIENTASI TERHADAP PEMENUHAN KEPUASAN ORANG LAIN ( PELANGGAN )
DAN SELALU BERUSAHA MENCARI CARA UNTUK MENINGKATKAN KEBUTUHAN
PELANGGAN.
               •THINKING

THINK STRATEGICALLY
MAMPU MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DAN EXTERNAL SECARA
LUAS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN.
MELAKUKAN PENYESUAIAN TINDAKAN DAN KEPUTUSAN DENGAN MEMUSATKAN
PERHATIAN KEPADA MASALAH-MASALAH STRATEGIS .
( SEPERTI : KWALITAS, KEPUASAN DAN KOMPETISI )

ANALYZE ISSUES
MAMPU MENGUMPULKAN INFORMASI-INFORMASI YANG RELEVAN SECARA SISTIMATIS
DAN MELIHAT POLA KETERKAIATANNYA.
MENGGUNAKAN LOGIKA SECARA AKURAT DALAM MELAKUKAN ANALISIS.

USE SOUND JUDGEMENT
MAMPU MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN PERTIMBANGAN - PERTIMBANGAN
YANG MATANG, TEPAT WAKTU - WALAU DALAM SITUASI YANG TIDAK MENENTU.

INNOVATE
MAMPU MENGHASILKAN IDE-IDE BARU.
TIDAK TERPAKU PADA KONDISI-KONDISI YANG BAKU.
MAMPU MENGISI KEKOSONGAN DENGAN PENDEKATAN-PENDEKATAN BARU ATAU
MEMODIFIKASINYA.
MENGEMBANGKAN PERSPEKTIF DAN MENGGABUNGKANNYA DENGAN CARA YANG
PERSPEKTIF.
       •SELF - MANAGEMENT


ACT WITH INTEGRITY
MEPERLIHATKAN KEPEMIMPINAN DASAR DAN ETIKA BISNIS
MENUNJUKKAN KONSISTENSI ANTARA NILAI DAN TINGKAH LAKU
MEMBANGUN KEPERCAYAAN PADA ORANG LAIN MELALUI KEJUJURAN DAN
MENJALANKAN KOMITMEN.

DEMONSTRATE ADAPTIBILITY
MENANGANI TANTANGAN KERJA PENUH PERCAYA DIRI
MAU DAN MAMPU BERADAPTASI DENGAN TUGAS YANG ;
          BERAGAM
              PRIORITAS YANG BERUBAH - UBAH
                  KETIDAK PASTIAN
MAMPU BERSIKAP TENANG DALAM MENGHADAPI TEKANAN, FRUSTRASI
MAMPU BANGKIT DARI KEGAGALAN

DEVELOP ONESELF
SELALU BELAJAR DARI PENGALAMAN
SECARA AKTIF BERUPAYA MENGEMBANGKAN DIRI
BERUPAYA MENCARI FEED BACK DAN MERUBAH TINGKAH LAKU BERDASARKAN
FEED BACK TERSEBUT
              •TECHNICAL
DEVELOP ONE SELF
SENANTIASA MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEHNIKNYA SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN
TEHNOLOGI YANG MERUPAKAN MATA RANTAI PERAN DAN TANGGUNG JAWABNYA.

OBSERVATION
MAMPU MELAKUKAN PENYELIDIKAN TERHADAP KETIDAK SESUAIAN KERTAS KERJA DENGAN
PELAKSANAAN DILAPANGAN DAN MAMPU MENEMUKAN JALAN KELUARNYA

IDENTIFICATION
MAMPU MELAKUKAN PENYIDIKAN UNTUK MENENTUKAN PENYEBAB KEGAGALAN

RESEARCH
MAMPU MENGGUNAKAN SEGALA DAYA DAN UPAYA DALAM MELAKUKAN PENELITIAN TERHADAP
PERKEMBANGAN TEHNOLOGI UNTUK PENGEMBANGAN USAHA

ADULT TEACHING
MAMPU MEMBERIKAN PEMBELAJARAN ORANG DEWASA KEPADA ANAK BUAH, BERDASARKAN
PEMAHAMAN TENTANG :

               TEORI    RANGSANGAN
               TEORI    MODIFIKASI PERILAKU             8 PRINSIP
               TEORI    FASILITASI
               TEORI    ANDROGOGY
TEORI-TEORI YANG MENDASARI PROSES BELAJAR ORANG DEWASA
TEORI RANGSANGAN
PROSES BELAJAR AKAN BERLANGSUNG BILA FASILTATOR MELAKUKAN RANGSANGAN PADA
INDRA PENGLIHATAN KHUSUSNYA DARI YANG BERSANGKUTAN

TEORI MODIFIKASI PERILAKU ( B.F SKINNER )
ORANG AKAN BELAJAR KARENA MEMPEROLEH ATAU MENGHARAPKAN “ GANJARAN “ YANG
BERUJUT PENGHARGAAN DAN KENYAMANAN.

TEORI FASILITASI ( CARL ROGERS )
FASILITATOR MEMFUNGSIKAN / MEMERANKAN DIRINYA DALAM HAL :
- TIDAK BERTAHAN DENGAN PRINSIP ATAU PENDAPATNYA
- TEKUN MENDENGARKAN PENDAPAT ORANG LAIN
- TANGGAP TERHADAP GAGASAN ATAU PEMIKIRAN YANG KREATIF DAN INOVATIF.
- MENITIK BERATKAN PERHATIAN LEBIH BESAR PADA “ PROSES “ BELAJARNYA
- MAMPU MENERIMA UMPAN BALIK
- MEMBERI KESEMPATAN KEPADA ORANG LAIN TERHADAP ARAH PROSES BELAJAR
- MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAI SUMBER INFORMASI / PENGETAHUAN

TEORI ANDROGOGY ( MALCOLM KNOWLES )
ANAK-ANAK ( PAEDAGOGY )MELAKUKAN KEGIATAN BELAJAR DENGAN SIFAT
“ KETERGANTUNGAN “ ORANG DEWASA LEBIH “ MANDIRI “ KARENA DALAM PROSES INI
LEBIH BERFUNGSI SEBAGAI “ INFORMAN “.

ANDROGOGY;
- LEBIH BERORIENTASI KEPADA MASALAH & KEBUTUHAN BUKAN KEPADA KOMPETENSI
- MEMBERI RUANG YANG SEBESAR-BESARNYA DALAM INTERAKSI DUA ARAH
- MENDORONG PERPADUAN ANTARA PENGALAMAN DAN PENGETAHUAN
- FUNGSI FASILITATOR MENGATUR / MENGARAHKAN PROSES BELAJAR
     8 PRINSIP
1. ORANG DEWASA PERLU MENGETAHUI APA YANG DIHARAPKAN OLEH FASILITATOR
  TERHADAP YANG BERSANGKUTAN

2. ORANG DEWASA PERLU MENGETAHUI KEGUNAAN DARI MATERI PELATIHAN UNTUK
  DIRINYA

3. ORANG DEWASA HARUS TERTARIK PADA MATERI ATAU PROSES PELATIHAN YANG
   DIBERIKAN .

4. ORANG DEWASA MEMERLUKAN RANGSANGAN UNTUK MENINGKATKAN PROSES
  BELAJARNYA.

5. ORANG DEWASA AKAN BELAJAR DENGAN CEPAT JIKA MATERI YANG DISAJIKAN
  DENGAN BENTUK YANG SEDERHANA DAN MUDAH DIMENGERTI.

6. ORANG DEWASA HARUS MENEMUKAN LOGIKA DARI MATERI ATAU PROSES YANG
  DISAJIKAN.

7. ORANG DEWASA MEMERLUKAN MOTIVASI UNTUK BELAJAR.

8. ORANG DEWASA MEMERLUKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG PRAKTIS
  SIFATNYA.
                                 REQUIREMENT SKILL



                  MANAGER
GRADE OF LEADER




                  SUPERVISOR



                  GROUP LEADER


TECHNICAL SKILL
KESANGGUPAN UNTUK MENGERTI DAN MENGERJAKAN AKTIVITAS TERTENTU

HUMAN SKILL
KESANGGUPAN UNTUK BEKERJA DENGAN ORANG LAIN SECARA EFEKTIF

CONCEPTUAL SKILL
KESANGGUPAN UNTUK MELIHAT USAHA-USAHA SEBAGAI SUATU KESELURUHAN.
JADI PEMIMPIN, HARUS……

      Ing Ngarso Sun Tuladha
      dimuka memberi teladan


        Ing Madya Mangun Karsa
        ditengah memberi semangat


            Tut Wuri Handayani
            dibelakang memberi dorongan

								
To top