; Wortel
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Wortel

VIEWS: 56 PAGES: 2

  • pg 1
									                Wortel, Pelindung Paru-Paru dan Kanker
Publikasi: 08/03/2005 09:28 WIB

eramuslim - Jika anda tinggal di kota penuh polusi seperti Jakarta, konsumsilah jus
wortel secara teratur. Karena, dari hasil berbagai penelitian, wortel mampu
melindungi paru-paru dari berbagai polutan lingkungan.

Wortel atau bahasa latinnya dikenal dengan nama Daucus Carota, mengandung
pigmen beta karoten yang mengandung antioksidan sangat kuat dan dapat menjadi
vitamin A. Keduanya, baik beta karoten maupun vitamin A merupakan sumber
antioksidan.

Karena itu, tak heran, bila para dokter menyarankan untuk rajin minum jus wortel,
khususnya bagi mereka yang tinggal di kota metropolitan atau daerah-daerah industri
yang penuh dengan berbagai asap dan polusi yang bisa merusak sistem pernafasan
dan paru-paru.

Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler kedua di dunia setelah kentang, selain
mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi (12.000 Satuan Internasional/SI).
Selain bisa melindungi paru-paru, wortel juga berkhasiat menyembuhkan beberapa
jenis penyakit. Termasuk, kanker.

Hal itu terungkap dari hasil peneiltian Dr Kirsten Brandt dan beberapa peneliti dari
University of Newcastle menemukan adanya senyawa yang bisa menurunkan resiko
perkembangan kanker dalam sayuran berwarna oranye itu.

Hasil penelitian mereka yang dipublikasikan dalam the Journal of Agricultural and
Food Chemistry edisi Februari 2005 menyebutkan, umbi akar yang tumbuh baik di
daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.200 di atas permukaan laut tersebut
mengandung komponen pestisida alami yang disebut falcarinol (C17H24O).

Dari penelitian tim Dr Brandt terhadap 24 tikus dengan tumor pra-kanker itu
diperoleh kesimpulan bahwa falcarinol dapat mengurangi resiko perkembangan
kanker hingga sepertiga dari biasanya.

Kesimpulan itu dibuat karena setelah 18 minggu tikus-tikus yang mengkonsumsi
wortel dan suplemen falcarinol dalam pakan mereka perkembangan tumornya
sepertiga lebih kecil jika dibandingkan dengan tikus yang hanya mendapatkan pakan
biasa.

Falcarinol bukanlah senyawa kimia yang berbahaya dan dalam jumlah tertentu punya
kemampuan merangsang mekanisme tubuh untuk melawan kanker. Akibat fatal dari
mengkonsumsi falcarinol hanya akan terjadi kalau seseorang memakan 400 kilogram
wortel sekali makan.

Dr Brandt menjelaskan, penelitian tentang falcarinol dalam wortel dilakukan setelah
dipublikasikannya berbagai studi terkini mengenai senyawa tersebut.
"Selama ini kita mengetahui bahwa wortel merupakan bahan makanan yang sangat
bagus untuk kesehatan dan dapat menurunkan resiko kanker tetapi kita belum tahu
unsur mana yang memiliki efek khusus itu," katanya.

Ia menyebutkan, setelah mengetahui keberadaan dan pengaruh falcarinol pada
perkembangan kanker, para ilmuwan akan melakukan penelitian lanjutan untuk
mengetahui kuantitas falcarinol yang tepat untuk mengurangi resiko perkembangan
kanker secara optimal.

Mengingat varietas, bentuk, warna dan ukuran wortel yang beragam kata Dr Brandt,
peneliti juga masih harus melakukan penelitian untuk menemukan jenis wortel yang
memiliki efek paling baik untuk mengurangi resiko kanker.

"Sebentar lagi mungkin kita tidak lagi menyarankan orang untuk mengkonsumsi lima
porsi buah dan sayur setiap hari, tetapi menyarankannya untuk mengkonsumsi wortel
dengan jumlah tertentu," kata Dr Brandt.

Namun karena penelitian itu menggunakan wortel mentah, peneliti belum bisa
merekomendasikan apakah mengkonsumsi wortel matang dan jus wortel juga akan
memberikan efek yang sama.

Dr Brandt hanya menyarankan agar konsumen memakan sebuah wortel kecil bersama
aneka sayur dan buah yang lain setiap hari.

Untuk mengurangi resiko kanker dan penyakit serius lainnya dia juga menyarankan
agar orang setidaknya mengkonsumsi lima porsi sayur dan buah berbeda setiap hari
sebagai bagian dari makanan yang sehat dan berimbang.

"Tapi orang seharusnya tidak berfikir bahwa makan wortel sehari dapat
menghilangkan efek coklat dan burger," katanya.

Ke depan katanya penelitian itu diharapkan bisa menjadi jalan bagi penemuan obat
anti kanker generasi baru sekaligus memberikan tip pada produsen wortel tentang
metode terbaik menanam wortel. Dr Brandt juga mengatakan bahwa pihaknya akan
memperluas spektrum penelitian serupa pada jenis sayuran yang lain.

Pemanfaatan aneka bahan makanan alami dalam pengobatan sudah dilakukan sejak
dulu dan tidak sedikit yang berhasil sehingga bapak kedokteran Hippocrates pun
mengatakan "biarkan makanan menjadi obat"

								
To top