Majalah Kedokteran Andalas.doc

Document Sample
Majalah Kedokteran Andalas.doc Powered By Docstoc
					                                                                                    2
Rinosinusitis pada anak

 ABSTRACT

      Rhinosinusitis is a condition that emerge as respond to infection of nasal
 cavity mucosa and of paranasal sinus mucosa. This condition was caused by
 inflammation respond of infection of upper respiratory tract.
      These cases predominantly in child age and in inadequate therapy can cause a
 dangerous complications, such as, orbital and intracranial infection and unusually
 mucocele and bone infection.
      This condition was diagnosed based on clinical history, clinical signs and
 symptoms, supportive examination (transillumination, endoscaopy etc.) As
 usually, was treated first with medicamentosa, and in failure cases, surgery was
 the treatment of choice, mainly in the cases with dangerous complications.

 Key word : rhinosinusitis, child-age
PENDAHULUAN
     Rinosinusitis adalah kondisi yang          INSIDEN
ditimbulkan oleh respon peradangan                 Sinusitis pada anak lebih banyak
yang mengenai mukosa kavum nasi dan             ditemukan karena anak-anak mengalami
sinus paranasal.(1)                             infeksi saluran nafas atas 6 – 8 kali per
     Infeksi saluran nafas atas pada anak       tahun dan diperkirakan 5%– 10% infeksi
lebih sering terjadi dibandingkan orang         saluran nafas atas akan menimbulkan
dewasa yaitu sekitar 6-8 kali per tahun         sinusitis.(1-3) Menurut Rachelevsky, 37%
sedangkan pada orang dewasa 2-3 kali            anak dengan rinosinusitis kronis
per tahun.(2-5)                                 didapatkan tes alergi positif sedangkan
     Faktor predis posisi yang paling           Van der Veken dkk mendapatkan tidak
umum adalah infeksi saluran nafas atas          ada perbedaan insiden penyakit sinus
oleh virus dan alergi. Sinus yang sering        pada pasien atopik dan non atopik.(2)
mengalami infeksi pada anak adalah              Menurut Takahasi dan Tsuttumi sinusitis
sinus etmoid dan maksila karena kedua           sering di jumpai pada umur 6-11 tahun.
sinus tersebut sudah ada sejak lahir dan        Sedangkan menurut Gray terbanyak di
berkembang pada umur 3 tahun.(6,7)              jumpai pada anak umur 5-8 tahun dan
     Komplikasi sinusitis pada anak             mencapai puncak pada umur 6-7 tahun.(1-
                                                4)
mencakup pada orbita, intra kranial,
paru, mukokel dan osteomielitis.(2-5,7-12)
     Penatalaksanaan lebih sering secara        ETIOLOGI
konservatif dengan medika mentosa                  Faktor etiologi pada rinosinusitis
empirik dan terapi operatif bila terjadi        anak adalah :
komplikasi pada sinusitis akut dan pada         1. Peradangan : infeksi saluran nafas
sinusitis kronis yang gagal dengan                  atas dan alergi.
medika mentosa.(1-5,7-12)                       2. Mekanikal : deformitas septum /
                                                    nasal, obstruksi Kompleks Osteo
                                                    Meatal (KOM), konka hipertropi,


Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002
                                                                                    3
Rinosinusitis pada anak


     polip, tumor, adenoid hipertropi,          memainkan peranan pada perkembangan
     benda asing dan cleft palate.              rinosinusitis.(1-5,7-12)
3.   Sistemik : fibrosis kistik, sindroma            Perubahan sekresi kelenjar pada
     Kartagener, imunodefisiensi.               kistik fibrosis menghasilkan mukus yang
4.         Lain-lain : berenang atau            kental        sehingga       menyulitkan
     menyelam.(7)                               pembersihan sekret serta gangguan
                                                gerakan silia seperti pada silia imotil
    Menurut Lanza di kutip oleh Siow            sindroma. Kedua hal ini menimbulkan
Jin Keat, penyebab multi faktor                 stase mukus yang selanjutnya akan
rinosinusitis yaitu :                           terjadi kolonisasi kuman dan timbul
1. Faktor penderita.                            infeksi.
     Genetik / kondisi kongenital                    Peranan alergi pada sinusitis adalah
     (fibrosis kistik dan sindrome              akibat reaksi anti gen anti bodi yang
     immotil silia), alergi / kondisi imun,     menimbulkan pembengkakan mukosa
     anatomi yang abnormal, penyakit            sehingga menimbulkan obstruksi pada
     sistemik (endokrin & metabolik),           ostium sinus dan menghambat aliran
     mekanisme saraf, neoplasma.                mukus. Selanjutnya terjadi vakum di
2. Faktor lingkungan.                           rongga sinus sehingga terjadi transudasi
     Virus / infeksi, trauma, kimia             cairan ke rongga sinus. Menumpuknya
     noxiuos dan iatrogenik (obat-obatan        cairan di rongga sinus merupakan media
     dan pembedahan).(16)                       pertumbuhan bakteri sebagai hasil
                                                obstruksi ostium sinus yang lama. Faktor
PATOFISOLOGI                                    kelainan anatomi seperti septum deviasi,
     Patofisiologi rinosinusitis pada anak      hipertropi atau paradoksal konka media
berbeda      dengan      orang     dewasa.      dan      konka       bulosa juga    dapat
Rinosinusitis pada anak biasanya                mempengaruhi aliran ostium sinus.(1-6,7-
                                                12)
merupakan sisa infeksi saluran nafas atas
akut. Insiden infeksi saluran nafas akut             Menurut Messerklinger, yang di
lebih tinggi pada anak-anak akibat sistem       kutip oleh Kenedy, bila dua lapisan
imun yang menurun yang menimbulkan              mukosa yang berdekatan saling kontak
infeksi virus pada saluran nafas atas dan       karena edema akan terjadi gangguan
juga karena seringnya terpapar dengan           fungsi silia di tempat tersebut sehingga
lingkungan seperti sekolah, di mana             terjadi retensi sekret. Kontak mukosa
sering kontak dengan anak-anak yang             pada kompleks ostio meatal terjadi pada
lain sebagai transfer infeksi. Infeksi          celah antara prosesus unsinatus dengan
saluran nafas atas menyebabkan edem             konkha media, antara bula etmoid dan
mukosa sehingga menyebabkan obstruksi           konkha media serta        di atas    dan
aliran sinus sehingga menimbulkan               belakang bula etmoid. Pada keadaan ini
infeksi. Pada anak-anak, dengan anatomi         pertukaran     udara    atau    ventilasi
perkembangan sinus yang berukuran               terganggu, perubahan pH sinus akan
kecil dan pendeknya jarak antara                menurun, oksigen akan di serap dan
permukaan       mukosa       dari     ostio     mukosa akan mengalami hipoksia dan


Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002
                                                                                     4
Rinosinusitis pada anak


kematian sel mukosa sinus yang                  merupakan gejala yang paling sering
memudahkan terjadinya infeksi.(1-12)            terjadi dan tidur sering terganggu.(4-8)
                                                DIAGNOSIS
GEJALA KLINIK                                        Rinosinusitis pada anak ditegakkan
    Gejala dan tanda rinosinusitis pada         berdasarkan :(1-14)
anak adalah rinorea, obstruksi hidung,          1. Gambaran klinis.
batuk yang terus menerus, post nasal            2. Pemeriksaan fisik.
drip, sakit kepala dan nyeri wajah,             3. Pemeriksaan penunjang :
kadang demam.(1-5,7-9)                               a. Transiluminasi.
    Gejala rinosinusitis pada anak                   b. Nasoendoskopi.
bervariasi sesuai umur karena pada anak              c. Ultra Sonografi.
yang kecil, sulit untuk menceritakan                 d. CT Scan atau MRI.
keluhannya dengan jelas, sedangkan                   e. Radiologi konvensional.
pada anak yang lebih besar dapat                     f. Aspirasi sinus.(3-6)
memberikan keluhan yang jelas sehingga
akan lebih tepat seperti keluhan pada           PENATALAKSANAAN
rinosinusitis dewasa. Gejala yang berat              Penatalaksanaan sinusitis pada anak
dan komplikasi sering terjadi pada              terdiri dari dua jenis yaitu : konservatif
rinosinusitis akut.                             dan operatif.(1-5,7-12) Terapi konservatif
    Menurut       Wald,         terdapat 2      merupakan         terapi   utama     pada
                            (3)
manifestasi klinik, yaitu :                     rinosinusitis anak dan terapi operatif
1. Infeksi Saluran Nafas Atas (ISNA)            dilakukan bila dengan konservatif gagal
    yang tampak berat dengan demam              atau terjadi komplikasi ke orbita atau
    lebih dari 390C, sekret purulen dan         intra kranial.(1-12)
    nyeri wajah.
2. ISNA yang lama dengan batuk dan              Medikamentosa
    sekret hidung menetap lebih dari 10             Tujuan terapi medika mentosa
    hari.                                       adalah untuk perbaikan ventilasi,
                                                drainase dan pembersihan mukosa silia
     Muntz dan Lusk, menyatakan,                pada komplek sinonasal.(12)
bahwa demam jarang ditemukan pada
rinosinusitis anak-anak, meskipun pada          Anti biotika
keadaan      akut.    Demam     biasanya             Untuk pengobatan rinosinusitis akut
menandakan         adanya     komplikasi.       tanpa komplikasi dapat di terapi dengan
Kadang-kadang terjadi muntah pada saat          amoxicilin oral dengan dosis 40 mg/kg
batuk, mual atau rasa tercekik karena           BB/hari di bagi 3 dosis.
sekresi yang mengalir di belakang                    Bila dengan terapi ini dalam 48 – 72
hidung ke tenggorok.(1)                         jam tidak ada perbaikan, anti biotika
     Rinosinusitis     kronis    banyak         harus di ganti dengan golongan anti beta
dilaporkan terjadi pada anak dengan             laktam karena beberapa kuman seperti
riwayat rinitis alergi dan asma. Batuk          moraxela kataralis dan hemofilus
pada waktu siang maupun malam hari              influenza telah resisten terhadap
                                                amoxicilin yaitu kombinasi amoxicilin

Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002
                                                                                      5
Rinosinusitis pada anak


dengan asam klavulanat dengan dosis             Anti histamin
40/10 mg/kg BB/hari di bagi 3 dosis.(2-              Anti histamin diberikan pada
6,8-12)
                                                rinosinusitis anak dengan riwayat alergi.
     Obat lain dapat digunakan pada             Anti histamin dapat diberikan bersama
rinosinusitis akut yaitu cefaklor yang          kortiko       steroid   karena    keduanya
merupakan cefalosporin generasi kedua           mempunyai efek yang nyata terhadap
dengan dosis 40 mg/kg BB/hari di bagi 3         adema         mukosa     sehingga     dapat
dosis. Atau kombinasi eritromisin               memperbaiki drainase. Sebaliknya pada
sulfisoksazol dosis 50/150mg/kg BB/hari         rinosinusitis anak tanpa riwayat alergi,
di bagi 3 dosis.(1-5)                           tidak boleh diberikan karena efek dari
       Pada penderita rinosinusitis akut        anti histamin dapat mengentalkan sekret
perlu di rawat bila gejalanya berat             sehingga dapat menyumbat ostium
dengan efek sistemik. Atau tidak dapat          sinus.(1-5,7-12)
minum obat secara oral atau telah terjadi            Pada sinusitis dengan riwayat alergi
komplikasi yaitu dengan pemberian anti          atau rinitis alergi harus dilakukan tes
biotika intra vena.                             alergi untuk menemukan alergen
       Anti biotika untuk rinosinusitis         penyebab dan selanjutnya alergen
akut biasanya diberikan 10-14 hari bila         tersebut harus di hindari. Pengelolaan
terjadi perbaikan klinis tapi bila belum        yang tepat terhadap rinitis alergi pada
sembuh        sempurna       maka    dapat      anak      dapat      mencegah    terjadinya
                                                                          (6)
dilanjutkan anti biotika sampai 7 hari          rinosinusitis pada anak.
bebas gejala.(4,5,8) Anti biotika jangka
panjang        ini     diharapkan    dapat      Kortikosteroid Topikal
mengeradikasi koloni kuman di mukosa                 Kortikosteroid    topikal   seperti
sinus.                                          beklometason dipropionat dalam bentuk
     Menurut Lusk anti biotika pada             spray dapat di berikan pada mukosa
rinosinusitis kronis harus diberikan            hidung dan sinus paranasal untuk
selama       4-6      minggu.(10-12) Pada       mengurangi edem mukosa sehingga
rinosinusitis kronis pemberian anti             gejala rinosinusitis dapat mereda.
biotika harus mencakup juga kuman               Kortikosteroid topikal ini digunakan
anaerob.(3,5,8) Brook, melaporkan pada 40       pada rinosinusitis anak alergi maupun
pasien sinusitis kronis ditemukan 62%           non alergi pada anak umur lebih dari 6
kuman anaerob.(9)                               tahun.(4,6,8) Pada rinosinusitis dengan
                                                alergi dapat diberikan kromolin sodium
Dekongestan                                     intra nasal.(6)
     Dekongestan dapat diberikan pada
rinosinusitis akut baik secara lokal atau        Operatif
sistemik dengan tujuan untuk membuka                Menurut Manning, terapi operatif
ostium sinus. Pemberian dekongestan             pada anak di bagi dalam 2 jenis yaitu :(15)
lokal harus dihentikan setelah 3 - 5 hari       1. Operasi sinus tidak langsung
pemakaian untuk menghindari efek                   Yaitu operasi yang ditujukan untuk
rebound (rinitis medika mentosa).(2-4,8)        memperbaiki fungsi hidung dan sinus
                                                seperti : septoplasti, pengangkatan benda

Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002
                                                                                        6
Rinosinusitis pada anak


asing,                      polipektomi,        primer terjadi infeksi sinus paranasal
tonsiloadenoidektomi dan irigasi sinus.         sehingga ventilasi dan aliran mukosa
                                                silia menjadi normal kembali melalui
2. Operasi sinus langsung                       jalan alami.(7)
    Yaitu operasi yang ditujukan                     Lusk dan Muntz melakukan operasi
langsung pada sinus tersebut seperti :          FESS pada 36 kasus sinusitis pada anak
etmoidektomi, operasi Luc dan bedah             dan 71% di anggap sembuh oleh orang
sinus endoskopik fungsional atau FESS.          tuanya setelah follow up selama
                                                sedikitnya 1 tahun.(1)
Bedah Sinus Endoskopik                               Sebelum dilakukan operasi FESS
fungsional (FESS)                               harus dilakukan pemeriksaan CT Scan
   Teknik ini dapat juga dilakukan pada         untuk mengetahui lokasi dan perluasan
anak karena lebih fisiologis dan aman           penyakit serta kelainan anatomi pada
serta lebih efektif.                            sinus.(1,3,5,7,8,10,12)




 Gambar 1. Komplikasi rinosinusitis ke intra kranial(2)


  Operasi ini di indikasikan pada :             KOMPLIKASI
1. Rinosinusitis akut pada anak dengan               Komplikasi sinusitis pada anak
   komplikasi.                                  jarang terjadi sejak ditemukannya anti
2. Sinusitis rekuren akut.                      biotika.(1-3,5,7) Komplikasi ini lebih sering
3. Sinusitis kronis yang gagal dengan           mengenai orbita atau intra kranial.
   terapi medika mentosa.                       Komplikasi orbita lebih sering terjadi
                                                pada anak yang lebih muda mencakup
  Tujuan operasi FESS ini untuk                 selulitis periorbita, abses periorbita,
membersihkan kelainan di komplek ostio          selulitis orbita dan abses orbita. Sinusitis
meatal karena daerah ini adalah tempat          etmoid akut dapat berkembang dengan


Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002
                                                                                       7
Rinosinusitis pada anak


cepat dan menyebabkan komplikasi berat          haemophilus influenza dan moraxela
karena pus dalam sinus etmoid dapat             catar rhalis yang diberikan selama 10-14
menembus           lamina           papirasea   hari.
                            (1-3,6-8,10)
menyebabkan abses orbita.                            Tindakan operasi dibutuhkan pada
     Komplikasi intra kranial pada              anak dengan sinusitis rekuren akut atau
sinusitis lebih sering terjadi anak yang        kronis yang gagal dengan pengobatan
lebih besar mencakup meningitis, abses          konservatif, adanya kelainan anatomi dan
epidural dan abses otak. Bila ditemukan         timbulnya komplikasi.
komplikasi, harus dilakukan pemeriksaan              Bedah sinus endoskopik fungsional
CT scan pada sinus dengan detail orbita         adalah tindakan operasi yang terpilih
untuk mengetahui adanya abses orbita            untuk sinusitis pada anak dan hasilnya
dan bila ada harus dilakukan operasi            dilaporkan baik.
FESS dan dekompresi orbita dengan
sebelumnya harus diberikan anti biotika         KEPUSTAKAAN
intra vena broad spektrum untuk bakteri         1. Lusk PR, Stankiewicz A.J. Pediatric
aerob dan anaerob seperti kombinasi                Rinosinusitis in Report of the
nafcillin, metronidazol dan ceftriaxone.(2)        Rhinosinusitis Task Force Committee
                                                   Meeting. J Otolaryngol Head and Neck
                                                   Surg. Volume 117, Number 3 part 2.
KESIMPULAN
                                                   September 1997. 553-557.
     Diagnosis dan penatalaksanaan
sinusitis     pada      anak       berbeda      2. Anil G & Corey PJ. Pediatric Sinusitis in
dibandingkan dengan dewasa. Ini karena             Rhinologi Diagnosis and Treatment.
perkembangan sinus paranasal pada anak             Thomas V.Mr.Caffrey. New York :
belum maksimal, lebih sering terjadi               Thieme, 1997. 382-402.
infeksi pada sinus etmoid dan maksila,
sinusitis anak biasanya di dahului oleh         3. Wald ER. Rhinitis Acute & Chronic
infeksi saluran nafas atas akut karena             Sinusitis. Dalam : Bluestone C.D. Stool
virus juga bersamaan dengan rinitis                SE, Scheetz MD (ED). Pediatric
alergi dan asma.                                   Otolaryngology. 2nd Ed. Volume 1.
     Sinusitis pada anak di curigai, bila          Philadelphia: WB Saunders Company,
                                                   1990.729-43.
infeksi saluran nafas atas pada anak telah         http://www.Utmb.edu/otoref/Grnds/Pedi
di beri pengobatan lebih dari 10 hari              sinus.htm.
tetapi batuk dan sekret hidung tetap ada.
     Faktor predis posisi utama sinusitis       4. Levinson MR, Sidman JD, Brown AC.
pada anak adalah alergi dan infeksi                Sinusitis in Children Diagnosis and
saluran nafas atas akibat virus.                   treatment.                     Dalam:
     Pemeriksaan      CT      scan    akan         http://www.allina.com/Allina
memberikan gambaran lebih jelas pada               Journal/Winter 1996/Lovinson.html
sinus paranasal anak.
     Terapi sinusitis akut pada anak lebih      5. O’Hollaren. TM. Chronic rhinosinusitis
di utamakan secara medika mentosa                  and Asthma : Common connected
                                                   conditions. 57th Annual Meeting of the
dengan anti biotika yang sensitif                  American Academy of Allergy, Asthma
terhadap kuman strepkokus pneumoni,

Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002
                                                                                        8
Rinosinusitis pada anak


    and                    Immunology.              Rudolph’s pediatrics, edisi ke-20.
    http://www.Medscope.                            Philadelphia: Prentice-Hall, 1996. 953-6.
    com/medscape/cno/2001/AAAAI/Story.
    Cfm?story.id=2168.                          13. Manning SC, MD. Surgical Management
                                                    of sinusitis Disease Dalam: Ann otol
6. Lazar MR. Functional Endonasal Sinus             Rhinol Laryngol, 1992. 101: 42-5.
   Surgery (FESS) Dalam : Pediatrics in
   Practical Endoscopy Sinus Surgery.           14. Jin KS. Diagnosis and Medical
   Toronto : Mc. Grawhill, Inc, 1990, 107-          Treatment of Rhinosinusitis. Dalam :
   117.                                             Malaysia-Singapore     Allergy   and
   http://www.rnzegp.org.nz/nzip/ISSUES/            Rhinosinusitis Workshop 2002.
   feb99/bartley.htm.
                                                15. Soepardi E, Buku Ajar Ilmu Telinga
7. Liston SL. Acute and chronis sinusitis.          Hidung Tenggorok. Jakarta : Balai
   Dalam : Holt GR, Mattox DE, Gates                Penerbit FKUI : 1990. 78-80.
   GA. (ED). Decision making in
   otolaryngology. Philadelphia : BC
   Decker, 1984. 78-9.

8. Rabuzzi      DD,      Hengerer     AS.
   Complications of nasal and sinus
   infections. Dalam : Bluestone CD, Stool
   SE, Scheetz MD (ED). Pediatric
   otolaryngology, edisi ke-2, vol. 1.
   Philadelphia : Saunders, 1990. h. 745-
   51.

9. Itzhak Brook. Medical Management of
   Acute Bacterial Sinusitis. Dalam :
   Annals Suplement, Otology, Rhinology
   & Laryngology, Volume 109 : 2000.
   Missouri, 1999, p. 2-17.

10. Peter J. Casano. Sinusitis in Children
    http://www.sinuscarecenter.com/ped.aao
    .html.

11. Ballanger JJ. Infeksi Sinus Paranasal.
    Dalam : Ballanger JJ, Penyunting.
    Penyakit telinga, hidung, tenggorok,
    kepala dan leher, Edisi 13. Jakarta :
    Binarupa Aksara, 1994. 232-46.

12. Handler SD, Myer CM. The nose and
    paranasal sinuses. Dalam : Rudolph Am,
    Hoffman JIE, Rudolph CD (ED).



Majalah Kedokteran Andalas No. 1. Vol.26. Januari – Juni 2002

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:67
posted:8/24/2012
language:English
pages:7
tongxiamy tongxiamy http://
About