Usaha Kesehatan

					Usaha Kesehatan Sekolah
UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat dan selanjutnya terbentuk perilaku hidup sehat dan bersih baik
bagi peserta didik, warga sekolah maupun warga masyarakat.

Tujuan umum melaksanakan UKS adalah meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta
didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan
dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam pembentukan manusia Indonesia
seutuhnya.

Tujuan Khusus:
 1. Pembiasaan perilaku hidup sehat;
 2. Peningkatan produktivitas belajar peserta didik;
 3. Peningkatan dan pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik
     dalam menjalankan prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif di dalam upaya
     meningkatkan kesehatan di sekolah, rumah maupun masyarakat;
 4. Peningkatan daya hayat dan daya tangkap terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan
     narkoba, obat dan berbahaya lainnya.
Persyaratan Sekolah sebagai Pelaksana UKS:
 1. Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS dari Kepala Sekolah
 2. Mempunyai guru yang telah ditatar materi UKS
 3. Mempunyai ruang UKS beserta perlengkapannya
 4. Mempunyai KKR/Tiwisada yang sudah ditatar dengan jumlah minimal 10% dari
     seluruh siswa
 5. Melaksanakan TRIAS UKS dalam kehidupan sehari-hari
Trias UKS
Trias UKS adalah tiga program pokok dalam pembinaan dan pengembangan UKS, meliputi;

 1. Pendidikan Kesehatan
 2. Pelayanan Kesehatan
 3. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat
Pendukung Trias UKS meliputi;
 1. Ketenagaan
 2. Pendanaan
 3. sarana Prasaran
 4. Penelitian dan Pengembangan
Arti Lambang UKS:




SEGITIGA artinya Trias UKS adalah Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan
Pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Lingkaran artinya dilakukan terus menerus.

Tulisan UKS adalah pelaksanaannya harus didukung secara vertikal dan horizontal
(pembina maupun pelaksana)

Delapan Goal UKS:
Generasi muda terbebas dari;
 1.       Kenakalan remaja
 2.       Bahaya Rokok
 3.       Narkoba
 4.       Kehamilan pranikah/pergaulan bebas
 5.       Cacingan
 6.       Anemia
 7.       Hepatitis B


Program Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS)
Nemir (1990, dalam Effendi 1998) mengelompokkan usaha kesehatan sekolah menjadi tiga
kegiatan pokok, yaitu :
a. Pendidikan Kesehatan di Sekolah (Health Education in School)
      Penyuluhan : oleh Puskesmas, kel. Profesi, org. pemuda, Karang Taruna, Pramuka PMI
dll
      Pelatihan kader UKS ( lanjutan prog. Dokcil)
      Pendidikan kesehatan di sekolah dasar dapat dilakukan berupa kegiatan intrakurikuler,
kegiatan ekstrakurikuler dan penyuluhan kesehatan dari petugas kesehatan Puskesmas.
Maksud dari kegiatan intrakurikuler yaitu pendidikan kesehatan merupakan bagian dari
kurikulum sekolah, dapat berupa mata pelajaran yang berdiri sendiri seperti mata
pelajaran ilmu kesehatan atau disisipkan dalam ilmu–ilmu lain seperti olah raga dan
kesehatan, ilmu pengetahuan alam dan sebagainya.

      Kegiatan ekstrakurikuler disini adalah pendidikan kesehatan dimasukkan dalam
kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka menanamkan perilaku sehat peserta didik.
Penyuluhan kesehatan dari petugas puskesmas yang berkaitan dengan higiene personal
yang meliputi pemeliharaan gigi dan mulut, kebersihan kulit dan kuku, mata, telinga, lomba
poster sehat dan perlombaan kebersihan kelas.

b. Pemeliharaan Kesehatan Sekolah (School Health Service)
           Promotif (peningkatan kesehatan): melalui Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan
           Preventif (pencegahan) :
           Pengenalan dini penyakit
           Penjaringan kesehatan oleh Pet. Puskesmas Pada siswa kelas I
           Pemeriksaan berkala
           Observasi ex. Rokok, alkohol
           Imunisasi : BIAS, TT, DPT, Campak (SD)
           Kuratif (Pengobatan)
           P3K & P3Psederhana oleh kader UKS/guru UKS
           Kondisi serius di rujuk ke Puskesmas
           Bila diperlukan ke RS
           Rehabilitatif ( pemulihan) misal: siswa mata (-) duduk di depan kasus lain apa bila
            perlu dirujuk ke RS
  Pemeliharaan kesehatan sekolah untuk tingkat sekolah dasar, dimaksudkan untuk
memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini gangguan kesehatan yang
mungkin terjadi terhadap peserta didik maupun gurunya. Pemeliharaan kesehatan di
sekolah dilakukan oleh petugas puskesmas yang merupakan tim yang dibentuk dibawah
seorang koordinator usaha kesehatan sekolah yang terdiri dari dokter, perawat, juru
imunisasi dan sebagainya.
  Untuk koordinasi pada tingkat kecamatan dibentuk tim pembina usaha kesehatan
sekolah dengan kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan
perkembangan kecerdasan, pemberian imunisasi, penemuan kasus-kasus dini yang
mungkin terjadi, pengobatan sederhana, pertolongan pertama serta rujukan bila
menemukan kasus yang tidak dapat ditanggulangi di sekolah.


c. Lingkungan Sekolah yang Sehat
      Lingkungan fisik, missal : menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah,
       memperhatiakn pengaturan pencahayaan ( ventilasi ) ruangan, pengaturan jarak,
       tempat duduk, dan papan tulis, dll.

      Lingkungan mental dan sosial, antara lain : menciptakan suasana hubungan
       kekeluargaan yang akarab dan erat antara sesama warga sekolah

  Lingkungan sekolah yang dimaksud dalam program usaha kesehatan sekolah untuk
tingkat sekolah dasar meliputi lingkungan fisik, psikis dan sosial. Kegiatan yang termasuk
dalam lingkungan fisik berupa pengawasan terhadap sumber air bersih, sampah, air
limbah, tempat pembuangan tinja, dan kebersihan lingkungan sekolah. Kantin sekolah,
bangunan yang sehat, binatang serangga dan pengerat yang ada dilingkungan sekolah,
pencemaran lingkungan tanah, air dan udara di sekitar sekolah juga merupakan bagian dari
lingkungan fisik sekolah.
  Kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan lingkungan psikis sekolah antara lain
memberikan perhatian terhadap perkembangan peserta didik, memberikan perhatian
khusus terhadap anak didik yang bermasalah, serta membina hubungan kejiwaan antara
guru dengan peserta didik. Sedangkan kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan
sosial meliputi membina hubungan yang harmonis antara guru dengan guru, guru dengan
peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, serta membina hubungan yang harmonis
antara guru, murid, karyawan sekolah serta masyarakat sekolah.
http://kenikwno.files.wordpress.com/2010/08/panduan-pelaksanaan-uks-sd2.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17283/4/Chapter%20II.pdf
Program dan Trias UKS


                        TRIAS UKS Program Pokok UKS (TRIAS UKS)

1. Pendidikan Kesehatan

o

Penyuluhan : oleh Puskesmas, kel. Profesi, org. pemuda, Karang Taruna, Pramuka PMI dll

o

Pelatihan kader UKS ( lanjutan prog. Dokcil)

2. Pelayanan Kesehatan

o

Promotif (peningkatan kesehatan): melalui Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan

o

Preventif (pencegahan) :

o

Pengenalan dini penyakit

o

Penjaringan kesehatan oleh Pet. Puskesmas Pada siswa kelas I

o

Pemeriksaan berkala

o

Observasi ex. Rokok, alkohol

o

Imunisasi : BIAS, TT, DPT, Campak (SD)

o

Kuratif (Pengobatan)

o

P3K & P3Psederhana oleh kader UKS/guru UKS

o

Kondisi serius di rujuk ke Puskesmas

o

Bila diperlukan ke RS

o
Rehabilitatif ( pemulihan) misal: siswa mata (-) duduk di depan kasus lain apa bila perlu
dirujuk ke RS

3. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

o

Lingkungan fisik, missal : menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah,memperhatiakn
pengaturan pencahayaan ( ventilasi ) ruangan, pengaturan jarak,tempat duduk, dan papan
tulis, dll.


o

Lingkungan mental dan sosial, antara lain : menciptakan suasana hubungankekeluargaan
yang    akarab    dan    erat    antara     sesama    warga   sekolahhttp://www.uks-
baturetno.co.cc/2009/06/trias-uks.html

Peranan / Tugas UKS

Memberi pelayanan secara optimal kepada anak didik SD, SMP, SMA, dan SMK beserta
bapak ibu guru dan semua karyawan.

Tata Tertib UKS

1.Setiap siswa/siswi yang sakit, ada keperluan dengan UKS harus bawa surat ijin keUKS
dari masing-masing unit kecuali SD2.Siswa-siswi tidak diperbolehkan menggunakan alas
kaki/sepatu sewaktu masuk keUKS3.Siswa-siswi diperkenankan istirahat di UKS selama 2
jam mata pelajaran atau sekitar 80 menit, kecuali kondisi kesehatan anak yang agak
berat.4.Siswa-siswi yang tidak mampu belajar lagi karena kondisi kesehatannya
diijinkanuntuk pulang oleh Waka Kesiswaan atau guru piket dari unit masing-
masing.5.Siswa-siswi diharapkan bisa menjaga kebersihan dan ketenangan selama di UKS.

Fasilitas UKS

1.Alat pengukur tekanan darah2.Alat pengukur tinggi badan dan berat badan3.Alat-alat
untuk membersihkan luka4.Alat pengukur Kadar Gula Darah (KGD)5.Bed istirahat 2
buah6.Satu           staf        melayani        pasien         selama          jam
kerjahttp://niqolas.tripod.com/UKS.htm#Struktur%20UKS



UKS
USAHA KESEHATAN SEKOLAH Program pembinaan UKS diantaranya adalah1.PROGRAM
PEMBINAAN PESERTA DIDIK Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat
kesehatan peserta didik,kegiatannya meliputi program Trias UKS a/l :a.Pendidikan
kesehatan b.Pelayanan kesehatanc.Pembinaan lingkungan sekolah sehat2.PROGRAM
PEMBINAAN UNSUR PENUNJANGUntuk mencapai tujuan program peserta didik dilakukan
upaya pembinaan terhadapunsure penunjang yang terdiri dari :a.Pembinaan ketenagaan
b.Pembinaan       sarana     dan     prasarana3.PROGRAM         PENELITIAN     DAN
PENGEMBANGANPenelitian dan pengembangan merupakan kegiatan yang penting dalam
meningkatkandaya guna dan hasil guna UKS. Hasil penelitian merupakan masukan penting
dalamrangka perencanaan pengembangan program UKS selanjutnya baik dalam kegiatan
pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan maupun pembinaan lingkungan seklahsehat.
Dalam pelaksanaannya dilakukan secara teratur, baik sektoral, lintas sektoralmaupun
multisektoral.4.PROGRAM PENGENDALIAN PELAKSANAANProgram pengendalian
pelaksanaan ini mencakup kegiatan a/l :a.SupervisiKegiatan yang dilakukan dengan
melihat langsung pelaksanaannya. Bilamenemui hambatan/ penyimpangan maka perlu
dilakukan bimbingan dan pengarahan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik
b.PelaporanPelaporan dilakukan secara teratur dan tertulis berdasarkan hasil
superviseyang diterima dan kegiatan yang dilakukan.c.EvaluasiPengukuran hasil yang
dicapai dibandingkan dengan sasaran yang telahditentukan sebagai bahan penyempurnaan
perencanaan dan pelaksanaan UKSselanjuntnyad.MonitoringMonitoring dilakukan secara
terus – menerus, baik terhadap program maupun pengelolaan agar program pembinaan
dan pengelolaan UKS senantiasa sesuaidengan kebutuhan.

Tujuan

a.Tujuan UmumMeningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta
didik sertamenciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga tercapainya pertumbuhan
dan perkembangan yang optimal dalam upaya membentuk manusia Indonesia yang
berkualitas. b.Tujuan Khususa.Meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan hidup
sehat anak sekolah b.Memandirikan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat separti
kebiasanmerokok dan makanan gizi seimbangc.Meningkatkan kesehatan warga sekolah
dan di lingkungan sekolah



d.Mengurangi pengaruh penyalahgunaan NAPZA, kenakalan remaja, perilakuseks bebas
dan penyakit menular termasuk HIV/AIDS

Rencana kegiatan UKS tahun 2010a.



Kegiatan UKS SD / MI

1.Pembinaan dokter kecil2.Lomba dokter kecil tingkat Kecamatan3.Lomba dokter kecil
tingkat Kabupaten4.Lomba sekolah sehat5.Penyuluhan kesehatan6.Schreening /
penjaringan    kesehatan7.Pencegahan     penyakit    cacingan8.Imunisasi9.Pembinaan
lingkungan sekolah10.Pembinaan terhadap penjajak makanan di sekolah

b.



Kegiatan UKS SMP / SMU Sederajat

1.Penyuluhan Kesehatan2.Schrening / Penjaringan kesehatan lanjutan3.Pemeriksaan
golongan darah dan Hb4.Pembinaan kader kesehatan remaja5.Lomba Kader kesehatan
remaja6.Lomba sekolah sehat7.Pembinaan kesehatan lingkungan sekolah.

c.



Kegiatan UKS PONPES

1.Penyuluhan Kesehatan2.Pembinaan     lingkungan   pondok pesanteren3.Pemeriksaan
kesehatan secara umum

d.
Kegiatan UKS anak usia dini

1.Penyuluhan kesehatan2.Schrening / Penjaringan kesehatan usia dini3.Pencegahan
terhadap anemia pada anak

Strategi operasional UKS

Pelaksaanan strategi operasional UKS didasarkan pada kebijakan operasianal kesehatan
anak usia sekolah sebagai berikut :1.Pembinaan kesehatan dilaksanakan secara lintas
Program dan lintas sektor melaluikegiatan yang terpadu dan berkesinambungan.

Diposkan oleh sulton'G-hunter' di 10:33:00

Arti Lambang UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah )
17 Februari 2011 at 13:19 12 komentar




Logo Tim pembina UKS,terdiri atas segitiga sama sisi.Di dalam segitiga tersebut terdapat sebuah lingkaran yang
menyinggung ketiga segitiga itu. Dalam lingkaran tertulis UKS ( singkatan dari Usaha Kesehatan Sekolah )Yang di
tulis mendatar dan vertikal dengan huruf K terletak di tengah-tengah.
Segitiga sama sisi melambangkan lingkaran yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak
yaitu lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat.
Disamping itu segitiga juga sekaligus melambangkan Trias UKS yaitu pendidikan kesehatan,Pelayanan kesehatan
dan Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat. Lingkaran yang terdapat didalam segitiga
melambangkanketerpaduan dan kegotong – royongan dalam melaksanakan program Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS)
Singkatan UKS, yang sedemikian rupa, yaitu mendatar dan vertical melambangkan bahwa Pembinaan Usaha
Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha yang berkesinambungan yang tiada henti-hentinya,diberikan kepada semua
jenis tingkat pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) Sampai ketingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)




Palang merah remaja
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Logo Palang Merah Indonesia


    Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang
    dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih
    dari 1 juta orang[1]. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan
    kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang
    Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

                     Daftar isi

                   [sembunyikan]


   1 Sejarah

   2 Pendidikan dan pelatihan PMR

   3 Jumbara

   4 Tribakti PMR

   5 Tingkatan PMR

   6 Prinsip Dasar kepalang-merahan

   7 Lihat pula

   8 Pranala luar

    [sunting]Sejarah

    Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859) pada waktu itu
    Austria dan Francis sedang mengalami peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan,
    akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka
    diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta
    Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP)
    kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).

    Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan
    Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian
    usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah
    dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah
Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950
berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.

[sunting]Pendidikan       dan pelatihan PMR
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia
yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah
dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan
Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di
Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi
menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah
remaja disekolah.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:


    1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.

    2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.

    3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan
         keputusan untuk kegiatan PMI.

    4. Remaja adalah kader relawan.

    5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.

Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:


    1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.

    2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.

    3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.

    4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.

    5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.
[sunting]Jumbara

Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira adalah kegiatan besar organisasi PMR seperti halnya jambore pada
organisasi Pramuka.Jumbara diadakan dalam setiap tingkatan. Ada jumbara tingkat kabupaten, daerah dan
Jumbara Nasional. dimana pelaksanaanya disesuaikan dengan kemampuan PMI daerah yang bersangkutan.

[sunting]Tribakti   PMR

dalam PMR ada tugas yang harus dilaksanakan, dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui, dipahami
dan dilaksanakan oleh semua anggota. TRIBAKTI PMR (2009) tersebut adalah:


    1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat

    2. Berkarya dan berbakti kepada masyarakat

    3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.
[sunting]Tingkatan      PMR

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya
    1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna emblem
        Hijau

    2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun).
        Warna emblem Biru Langit

    3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun).
        Warna emblem Kuning
[sunting]Prinsip    Dasar kepalang-merahan

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya.
Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama"7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional"
(Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).


   Kemanusiaan

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada
korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta
mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin
penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan
perdamaian abadi antar sesama manusia.


   Kesamaan

Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan
kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik. tujuannya semata-mata ialah mengurangi
penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.


   Kenetralan

Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.


   Kemandirian

Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah
dibidang kemanusiaan dan harus mentaati peraturan hukum yang berlaku dinegara masing-masing, namun
gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.


   Kesukarelaan

Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.


   Kesatuan

Didalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah satu
lembaga yang digunakan Palang merah Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas
kemanusiaan diseluruh wilayah negara bersangkutan.


   Kesemestaan

Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap perhimpunan Nasional mempunyai
status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.
Tindakan Pertama apabila terlibat Kecelakaan Lalu Lintas
sumber : TMC POLDA METRO JAYA (http://www.facebook.com/note.php?note_id=289321791646)

http://www.solopos.com/dokumen/2010/08/190810_SOLO_TABRAK-320x223.jpg

I. Terlibat kecelakaan lalu lintas

Sebagai pedoman bagi setiap Individu apabila terlibat dalam suatu kecelakaan lalu lintas, maka tindakan-
tindakan yang seyogyanya patut dikerjakan demi terciptanya KAMTIBCAR LANTAS adalah sebagai berikut:

1. Menguasai keadaan atau sikap Apabila akibat yang diderita tidak terlalu parah atau masih cukup sadar,
maka sikap yang diambil adalah :
A. Jangan panik atau emosi dan bersikap tenang dan waspada, sebab panik atau emosi justru akan
memperburuk keadaan.

B. Jangan menyalahkan orang lain. Setelah terjadi kecelakaan sering kali terjadi dimana salah satu pihak
iingin benar sendiri, sikap demikian tidak benar malah mempersulit pemeriksaan atau penyidikan Petugas.

C. Jangan melarikan diri, sekalipun dalam kecelakaan itu terdapat korban jiwa, apakah merasa bersalah dan
lain alasan.

D. Karena disamping perbuatan ini dinilai pengecut atau tidak bertanggung jawab juga akan mengakibatkan
memperberat diri sendiri dalam hukuman yang sebenarnya tidak perlu dikenakan kepadanya.

E. Seandainya terpaksa harus melarikan diri karena keadaan (menghindari pengroyokan), maka tempat
berlindung yang paling aman adalah Kantor Pejabat Keamanan terdekat atau Kantor Polisi.

F. Mengamankan tempat kejadian merupakan langkah yang sangat baik dalam usaha pengusutan dan
penentuan kondisi yang sebenarnya dari kejadian tersebut, misalnya: mematikan mesin kendaraan &
menimbun dengan pasir tumpahan bahan bakar yang ada.

2. Pertolongan.
Kalau anda cukup sadar dan dapat memberikan pertolongan kepada korban lain ini merupakan tindakan
yang sangat mulia, segera pada kesempatan pertama membawa korban ke Rumah Sakit.

3. Menghubungi Petugas.
A. Menghubungi petugas dengan alat perhubungan/alat komunikasi yang ada/terdekat dengan
memberitahukan apa yang terjadi dan lokasinya.

B. Serahkan pada Petugas yang hadir pertama kali ditempat kejadian segala apa yang diperlukan dan
ceritakan dari awal sampai akhir kejadian tersebut, jawab pertanyaan yang diajukan dengan sejujur-
jujurnya dan ikuti petunjuk/perintah Petugas lebih lanjut.

C. Memindahkan kendaraan dilakukan setelah diketahui oleh Petugas atau bila menetapkan kedudukan/letak
kendaraan tersebut saudara kerjakan dengan menggunakan benda yang tidak mudah terhapus.



II. Mendapatkan kecelakaan

Sebagai pedoman bila menjumpai peristiwa kecelakaan lalu lintas, lakukan hal sebagai berikut:

1. Menguasai keadaan atau sikap
Setelah melihat adanya kecelakaan lalu lintas catat kendaraan yang terlibat kecelakaan. Bila kendaraan
tersebut ada yang akan melarikan diri catat data-data kendaraan seperti: plat nomor, jenis, merk, tipe dan
warna dari kendaraan tersebut. Jauhkan penonton yang berkerumun terutama yang merokok atau yang
akan merokok. Menolong korban bila ada, segera diteruskan ke Rumah Sakit tedekat. Mengamankan
barang-barang milik korban, jangan sampai dicuri oleh tangan-tangan jahil. Sambil mematikan kendaraan
untuk menghindari kemungkinan terjadi kecelakaan yang lebih besar, tutuplah tumpahan bahan bakar. Bila
pada malam hari hindari penggunaan penerangan dengan api, penerangan hanya dibolehkan dengan
menggunakan baterai atau sejenisnya.

2. Memberikan pertolongan :
A. Dalam memberi pertolongan gunakan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan tepat, kalau tidak
tepat justru dapat membahayakan korban.

B. Hentikan kendaraan yang ada pada kesempatan pertama bila ada korban yang perlu dibawa ke Rumah
Sakit, jangan lupa catat nomor kendaraan dan dibawa kemana korban tersebut dibawa.

C. Bila situasi memungkinkan, diusahakan menghubungi keluarga korban berdasarkan petunjuk atau
keterangan yang ada.

D. Dalam menolong korban diusahakan mengutamakan yang menderita luka berat, baru kemudian yang
luka ringan dengan meminta bantuan orang-orang yang ada disekitar.

3. Menghubungi Petugas
A. Usahakan menghubungi Petugas terdekat ditempat kejadian/kecelakaan baik dengan telepon atau
perantara orang-orang disekitarnya.

B. Korban dapat dipindahkan dari tempat semula dengan sebelumnya memberikan tanda pada tempat
korban terletak dengan menggunakan kapur atau benda yang lain.

C. Menyerahkan ke Petugas semua yang anda kerjakan, ceritakan kronologis kejadian serta menjawab bila
ditanya. Beri alamat anda ke Petugas serta anda sangat terpuji bila saudara dengan sukarela bersedia
menjadi saksi dikemudian hari.

D. Kemungkinan tidak ada Petugas yang datang, maka andalah yang datang ke Kantor Polisi terdekat serta
melaksanakan petunjuk sebelumnya. (Kompol Sugeng Budiono)



berhati hatilah kawan, dan ingat selalu bahwa keluarga menunggu dirumah

http://1.bp.blogspot.com/-_4JhVbPT2x8/TYxgyO7KkLI/AAAAAAAAAEI/5nur_LBELHA/s1600/danbo6.jpg

CARA PENANGANAN KORBAN KECELAKAAN

berikut beberapa langkah yg dapat kita lakukan dalam memberi pertolongan
pertama yg dikenal dengan SRSABC:

1. Safety, perhatikan keamanan diri kita, kondisi lingkungan, maupun korban terlebih dulu sebelum kita
memberi pertolongan. jangan sampai kita berniat menolong tapi justru kita ikut terluka/membahayakan diri
kita. perkenalkan juga diri kita n maksud kita pada orang lain yg ada di tkp sebelum memberi pertolongan,
untuk menghindari kemungkinan kita dituduh sebagai tersangka.

2. Response, coba sapa korban, jika tak menjawab goyang bahunya untuk melihat respon korban apakah
sadar/pingsan.

3. Shout for help, hubungi/minta pada seseorang yg ada di lokasi untuk menghubungi bantuan, seperti
polisi/ambulance (118)

4. Airways, cek jalur udara (nafas) korban, jika sadar dan suara baik berarti aman. namun bila tidak sadar
cek apakah ada yg menyumbat/tidak di mulut. jika ada keluarkan dengan cepat namun hati-hati.

5. Breathing, cek pernapasan korban dengan melihat(dada/perut kembang-kempis normal tidak),
mendengar(suara hembusan napas), dan merasakan(hembusan napas)

6. Circulation/Chest compression, tekan dada korban dengan dua tangan saling tindih dengan kedalaman
tekanan 4-5 cm dan irama yg teratur sebanyak 30x, kemudian berikan napas buatan melalui mulut ke mulut
2x sambil melihat perkembangan dada korban. ulangi terus hingga korban menyuruh berhenti/bantuan
telah tiba dan mengambil alih.
yg patut diingat jangan memberi minum korban jika belum sadar.
jika korban telah dalam keadaan sadar, cek apakah ada luka luar seperti pendarahan maupun luka dalam
seperti patah tulang yg mengakibatkan perubahan bentuk bagian tubuh.

MENGGUNAKAN TANDU

Tandu banyak macamnya tergantung kebutuhan, situasi dan kondisi yang dihadapi, seperti mengusung
korban dijalan/lorong yang lebar dengan dijalan/lorong sempit akan berbeda cara mengusungnya :
Macam macam Tandu/Usungan :
1. mengusung korban dengan mempergunakan tangan sebagai tandu biasanya dilakukan oleh 2 orang. Bila
tidak ada tandu, bisa juga dilakukan mengusung korban dengan bantuan 3 orang menggunakan tangan
dengan cara tertentu.
2. mengusung korban dengan menggunakan kursi sebagai tandu.
3. usungan/tandu model tentara, yang terbuat dari kain terpal
4. usungan buatan sendiri dengan mempergunakan 2 bilah/tongkat kayu/bambu dan 2 buah kemeja lengan
panjang yang lengan bajunya dimasukkan terlebih dahulu kedalam lipatan kemeja.
5. usungan model Stroker biasanya tersedia di kapal kapal laut.
6. usungan/tandu model Neil Roberston. biasa digunakan untuk memindahkan korban cedera dari kapal ke
kapal lain. Usungan/tandu ini biasanya dimiliki oleh Angkatan Laut.
7. usungan/tandu buatan sendiri yang terbuat dari 2 bilah tongkat kayu atau bambu dan tali/tambang kecil
dengan menggunakan simpul/ikatan tertentu hingga membentuk sebuah tandu.
8. Ada juga tandu atau usungan yang terbuat dari tali/tambang yang dibuat "simpul kursi", gunanya untuk
mengangkat atau menurunkan orang pingsan atau barang dari ketinggian tertentu.

Selama korban cedera ringan dan masih bisa berjalan (tidak pingsan) maka tidak diperlukan tandu, cukup
dibantu berjalan dengan melingkarkan tangan si korban di pundak sipenolong.

Apabila korban dalam kondisi pingsan atau ada cedera patah tulang maka diperlukan tandu untuk
mengangkat korban, namun distabilkan terlebih dahulu keadaannya dari rasa shock, dimonitor denyut
jantung, nadi dan fungsi paru parunya dan ditangani pula cedera patah tulangnya, baru dilakukan
pengusungan menggunakan tandu.

Ada cara cara khusus mengangkat korban cedera keatas tandu, tergantung cedera yang dialami, bentuk
tandu, situasi dan kondisi yang ada, dimana harus diperhatikan bagian cedera yang dialami oleh si penderita
agar cederanya tidak bertambah parah.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN DALAM
                                                         mempersulit upaya penyelamatan bagi korban atau
KEGIATAN ALAM TERBUKA
Posted: Januari 13, 2008                                 penderita.
by Pasmajaya in Berita, Materi
                                                              Meskipun bukan suatu hal yang diharapkan,
                         55                              kecelakaan (accident) memerlukan langkah

                                                         antisipatif yang diantaranya dengan mengetahui
I. PENDAHULUAN
                                                         atau mendiagnosa penyakit maupun akibat
     Kegiatan Alam Terbuka (KAT) adalah suatu
                                                         kecelakaan, penanganan terhadap korban dan
kegiatan yang dilaksanakan di lokasi yang masih
                                                         evakuasi korban bila diperlukan. Hal ini
alami baik berupa hutan, perbukitan, pantai dll.
                                                         memerlukan pengetahuan agar korban tidak
Kegiatan di alam terbuka saat ini banyak dilakukan
                                                         mengalami resiko cidera yang lebih besar.
oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif
                                                         II. DEFINISI
wisata, kegiatan pendidikan dan bahkan penelitian.
                                                              Pertolongan Pertama (PP) adalah perawatan
Selain untuk tujuan-tujuan tersebut, kegiatan ini
                                                         pertama yang diberikan kepada orang yang
juga bermanfaat untuk mengenal Kebesaran Illahi
                                                         mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba
melalui keajaiban alam yang merupakan ciptaan-
                                                         datang sebelum mendapatkan pertolongan dari
Nya berupa berbagai keneragaman hayati yang
                                                         tenaga medis. Ini berarti:
sangat beraneka ragam yang masing-masing
                                                       1. Pertolongan Pertama harus diberikan secara
memiliki keunikan tersendiri.
                                                           cepat walaupun perawatan selanjutnya tertunda.
     Namun dalam pelaksanaanya, kegiatan ini
                                                       2. Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan
ternyata memiliki resiko yang cukup
                                                           meringankan sakit korban bukan menambah sakit
tinggi. Karena tidak seperti kegiatan wisata lainnya
                                                           korban.
yang didukung oleh fasilitas yang menunjang
                                                         III. DASAR-DASAR PERTOLONGAN
keselamatan pelaku atau pengunjung, Kegiatan
                                                         PERTAMA
Alam Terbuka justru sangat rentan terjadinya
                                                              Pertolongan Pertama merupakan tindakan
kecelakaan karena memang kegiatan ini
                                                         pertolongan yang diberikan terhadap korban
dilaksanakan ditempat yang masih alami seperti
                                                         dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk
kondisi perbukitan terjal, jurang, aliran sungai
                                                         sebelum si korban mendapatkan perawatan dari
yang deras, dan kondisi alam lainnya yang
                                                         tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan
berpotensi menimbulkan bahaya dan juga
                                                         Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan
  sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si        panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan.

  penderita sembuh dari penyakit yang                      Sebelum kita menolong korban, periksa dulu

  dialami. Pertolongan Pertama biasanya diberikan          apakah tempat tersebut sudah aman atau masih

  oleh orang-orang disekitar korban yang                   dalam bahaya.

  diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan       2. Pakailah metode atau cara pertolongan yang

  terdekat. Pertolongan ini harus diberikan secara         cepat, mudah dan efesien. Hindarkan sikap sok

  cepat dan tepat sebab penanganan yang salah dapat        pahlawan. Pergunakanlah sumberdaya yang ada

  berakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian.            baik alat, manusia maupun sarana pendukung

       Namun sebelum kita memasuki pembahasan              lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah

  kearah penanggulangan atau pengobatan terhadap           perencanaan yang matang dan dipahami oleh

  luka, akan lebih baik kita berbicara dulu mengenai       seluruh anggota.

  pencegahan terhadap suatu                            3. Biasakan membuat cataan tentang usaha-usaha

  kecelakaan (accident), terutama dalam kegiatan di        pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas

  alam bebas. Selain itu harus kita garis bawahi           korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan

  bahwa situasi dalam berkegiatan sering                   ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau

  memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita                pertolongan tambahan oleh pihak lain.

  tentang pengobatan, namun lebih kepada                  b. Sistematika Pertolongan Pertama

  pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan                Secara umum urutan Pertolongan Pertama

  terhadap korban. Sekedar contoh, beberapa               pada korban kecelakaan adalah :

  peralatan yang disebutkan dalam materi ini             1. Jangan Panik

  kemungkinan tidak selalu ada pada setiap kegiatan,         Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang.

  aka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai              Apabila kecelakaan bersifat massal, korban-

  setiap keadaan.                                            korban yang mendapat luka ringan dapat

  a. Prinsip Dasar                                           dikerahkan untuk membantu dan pertolongan

       Adapun prinsip-prinsip dasar dalam                    diutamakan diberikan kepada korban yang

  menangani suatu keadaan darurat tersebut                   menderita luka yang paling parah tapi masih

  diantaranya:                                               mungkin untuk ditolong.

1. Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya.        2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan

   Seringkali kita lengah atau kurang berfikir           berikutnya.
  Pentingnya menjauhkan dari sumber                        yang lain. Apabila korban muntah-muntah

      kecelakaannya adalah untuk mencegah                  dalm keadaan setengah sadar, baringankan

      terjadinya kecelakan ulang yang akan                 telungkup dengan letak kepala lebih rendah

      memperberat kondisi korban. Keuntungan               dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga

      lainnya adalah penolong dapat memberikan             dilakukan untuk korban-korban yang

      pertolongan dengan tenang dan dapat lebih            dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah,

      mengkonsentrasikan perhatiannya pada                 atau air dalam paru-parunya. Apabila

      kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian            penderita mengalami cidera di dada dan

      bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat       penderita sesak nafas (tapi masih sadar)

      membahayakan atau memperparah kondisi                letakkan dalam posisi setengah duduk.

      korban.                                          6. Jangan memindahkan korban secara terburu-

  3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung          buru.

      korban.                                              Korban tidak boleh dipindahakan dari

      Bila pernafasan penderita berhenti segera            tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan

      kerjakan pernafasan bantuan.                         keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila

1. Pendarahan.                                             tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi

      Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar          korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila

      dapat membawa kematian dalam waktu 3-5               korban hendak diusung terlebih dahulu

      menit. Dengan menggunakan saputangan atau            pendarahan harus dihentikan serta tulang-

      kain yang bersih tekan tempat pendarahan             tulang yang patah dibidai. Dalam mengusung

      kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi           korban usahakanlah supaya kepala korban

      dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun        tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai

      juga agar saputangan tersebut menekan luka-          saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran

      luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan,            atau muntahan.

      letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari     7. Segera transportasikan korban ke sentral

      bagian tubuh.                                    pengobatan.

  5. Perhatikan tanda-tanda shock.                     Setelah dilakukan pertolongan pertama pada

   Korban-korban ditelentangkan dengan bagian              korban setelah evakuasi korban ke sentral

      kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh         pengobatan, puskesmas atau rumah sakit.
        Perlu diingat bahwa pertolongan pertama          1. Baringkan korban dalam posisi terlentang

        hanyalah sebagai life saving dan mengurangi      2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung

        kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan      3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan

        tindakan selanjutnya kepada dokter atau               hilangkan barang yang menghambat pernafasan

        tenaga medis yang berkompeten.                   4. Beri udara segar

    IV. KASUS-KASUS KECELAKAAN ATAU                      5. Periksa kemungkinan cedera lain

             GANGGUAN DALAM KEGIATAN                     6. Selimuti korban

             ALAM TERBUKA                                7. Korban diistirahatkan beberapa saat

             Berikut adalah kasus-kasus kecelakaan       8. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi

    atau gangguan yang sering terjadi dalam kegiatan          >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan

    di alam terbuka berikut gejala dan penanganannya:        b. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh

    a. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya                mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi

        kesadaran sementara karena otak kekurangan               apabila cairan yang dikeluarkan tubuh

        O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga,           melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan

        dehidrasi (kekurangan cairan tubuh),                     ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na,

        hiploglikemia, animea.                                   Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang

    Gejala                                                       minum dan disertai kehilangan cairan/banyak

    Perasaan limbung                                            keringat karena udara terlalu panas atau

    Pandangan berkunang-kunang                                  aktivitas yang terlalu berlebihan.

    Telinga berdenging                                      Gejala dan tanda dehidrasi

    Nafas tidak teratur                                     Dehidrasi ringan

    Muka pucat                                              Defisit cairan 5% dari berat badan

    Biji mata melebar                                       Penderita merasa haus

    Lemas                                                   Denyut nadi lebih dari 90x/menit

    Keringat dingin                                         Dehidrasi sedang

    Menguap berlebihan                                      Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan

    Tak respon (beberapa menit)                             Nadi lebih dari 90x/menit

    Denyut nadi lambat                                      Nadi lemah

        Penanganan                                           Sangat haus
    Dehidrasi berat                                      5. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan

     Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan         d. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit

     Hipotensi                                                  kepala yang disebabkan oleh kelelahan,

     Mata cekung                                                kelaparan, gangguan kesehatan dll.

     Nadi sangat lemah, sampai tak terasa                   Gejala

     Kejang-kejang                                          Kepala terasa nyeri/berdenyut

        Penanganan                                           Kehilangan keseimbangan tubuh

                                                             Lemas

                                                                 Penanganan
    1. Mengganti cairan yang hilang dan
                                                         1. Istirahatkan korban
       mengatasi shock
                                                         2. Beri minuman hangat
    2. mengganti elektrolit yang lemah
                                                         3. beri obat bila perlu
    3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
                                                         4. Tangani sesuai penyebab
    4. Memberantas penyebabnya
                                                             e. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran
    5. Rutinlah minum jangan tunggu haus
                                                                 pencernaan.
    c. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran
                                                             Gejala
        pernafasan.
                                                             Perut terasa nyeri/mual
    Gejala
                                                             Berkeringat dingin
     Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
                                                             Lemas
     Terdengar suara nafas tambahan
                                                                 Penanganan
     Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
                                                         1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun
     Irama nafas tidak teratur
                                                              berbaring sesuai kondisi korban
     Terjadinya perubahan warna kulit
                                                         2. Beri minuman hangat (teh/kopi)
      (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
                                                         3. Jangan beri makan terlalu cepat
     Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
                                                             f. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang
        Penanganan
                                                                 disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung
1. Tenangkan korban
                                                                 terganggu atau terdapat kerusakan pada
2. Bawa ketempat yang luas dan sejuk
                                                                 jantung.
3. Posisikan ½ duduk
                                                             Gejala
4. Atur nafas
    Nyeri di dada                                           Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-

    Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah              guling di tanah)

     dan sedikit membungkuk                                  Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang

    Kadang sampai tidak merespon terhadap suara              jelas

    Denyut nadi tak teraba/lemah                                Penanganan

    Gangguan nafas                                      1. Tenangkan korban

    Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung        2. Pisahkan dari keramaian

    Kepala terasa ringan                                3. Letakkan di tempat yang tenang

    Lemas                                               4. Awasi

    Kulit berubah pucat/kebiruan                            g. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di

    Keringat berlebihan                                         dalam lubang hidung karena suhu ekstrim

    Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit                     (terlalu panas/terlalu

        jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan            dingin)/kelelahan/benturan.

        pencernaan, stress, tegang.                          Gejala

        Penanganan                                           Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri

1. Tenangkan korban                                          Korban sulit bernafas dengan hidung karena

2. Istirahatkan                                               lubang hidung tersumbat oleh darah

3. Posisi ½ duduk                                            Kadang disertai pusing

4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas                          Penanganan

5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang             1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman

     mengikat pada badan                                 2. Tenangkan korban

6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu               3. Korban diminta menunduk sambil menekan

7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang           cuping hidung

     lain didekatnya)                                    4. Diminta bernafas lewat mulut

    f. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang        5. Bersihkan hidung luar dari darah

        dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh   6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi

        korban; secara kejiwaan mencari perhatian.            tindakan Pertolongan Pertama

    Gejala                                                   h. Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi

    Seolah-olah hilang kesadaran                                berlebihan.
    Gejala                                            3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi

    Nyeri pada otot                                       pergerakan

    Kadang disertai bengkak                          4. Tinggikan bagian tubuh yang luka

        Penanganan                                        k. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya

1. Istirahatkan                                               kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena

2. Posisi nyaman                                              kekerasan/injury.

3. Relaksasi                                              Gejala

4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi                 Terbukanya kulit

    i. Memar yaitu pendarahan yang terdi di lapisan       Pendarahan

        bawah kulit akibat dari benturan keras.           Rasa nyeri

    Gejala                                                    Penanganan

    Warna kebiruan/merah pada kulit                  1. Bersihkan luka dengan

    Nyeri jika di tekan                                   antiseptic (alcohol/boorwater)

    Kadang disertai bengkak                          2. Tutup luka dengan kasa steril/plester

        Penanganan                                    3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)

1. Kompres dingin                                     4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses

2. Balut tekan                                             pengeringan luka

3. Tinggikan bagian luka                                  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani

    J. Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada         luka:

        persendian biasanya disertai kram.            1. Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila

    Gejala                                                 ada:

    Bengkak                                                 1.    Keluarkan tanpa menyinggung luka

    Nyeri bila tekan                                        2.    Kasa/balut steril (jangan dengan kapas

    Kebiruan/merah pada derah luka                          atau kain berbulu)

    Sendi terkunci                                          3.    Evakuasi korban ke pusat kesehatan

    Ada perubahan bentuk pada sendi                               Bekuan darah: bila sudah ada bekuan

        Penanganan                                         darah pada suatu luka ini berarti luka mulai

1. Korban diposisikan nyaman                               menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka

2. Kompres es/dingin                                       akan berdarah lagi.
    l. Pendarahan yaitu keluarnya darah dari saluran   1.

        darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa
                                                           1. Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang
        saja. Penghentian darah dengan cara
                                                                luka bias digerakan/diangkat)
1. Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat,
                                                                    Sensasi (respon nyeri)
     menjahit dll
                                                                    Sirkulasi (peredaran darah)
1. Fisika:
                                                       1.
    Bila dikompres dingin akan mengecil dan

     mengurangi pendarahan                                 1. Ukur bidai disisi yang sehat

    Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan          2. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela

     dan mengurangi                                             tubuh bawah

1. Kimia: Obat-obatan                                      3. Pasang bantalan didaerah patah tulang

2. Biokimia: vitamin K                                     4. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka

3. Elektrik: diahermik                                     5. Ikat bidai

    m. Patah Tulang/fraktur yaitu rusaknya jaringan        6. Periksa GSS

        tulang, secara keseluruhan maupun sebagian          Untuk patah tulang terbuka

    Gejala                                                  1.Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi

    Perubahan bentuk                                       tulang yang mencuat

    Nyeri bila ditekan dan kaku                            2.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik,

    Bengkak                                                pembalut cincin

    Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang          3.Ikat dengan ikatan V

     retak/patah                                            4.Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah

    Ada memar (jika tertutup)                              tulang tertutup

    Terjadi pendarahan (jika terbuka)                 

        Jenisnya
                                                           1.
    Terbuka (terlihat jaringan luka)
                                                                Tujuan Pembidaian
    Tertutup

        Penanganan                                     1.

1. Tenangkan korban jika sadar                             1.
             Untuk patah tulang tertutup
                                                             1. Mencegah pergeseran tulang yang patah
     2. memberikan istirahat pada anggota badan              24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat

         yang patah                                          selama perjalanan.

     3. mengurangi rasa sakit                                        Khusus untuk luka bakar daerah wajah,

     4. Mempercepat penyembuhan                              posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.

    n. Luka Bakar yaitu luka yangterjadi akibat             o. Hipotermia yaitu suhu tubuh menurun karena

        sentuhan tubuh dengan benda-benda yang                 lingkungan yang dingin

        menghasilkan panas (api, air panas, listrik,        Gejala

        atau zat-zat yang bersifat membakar)                Menggigil/gemetar

        Penanganan                                          Perasaan melayang

1. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen             Nafas cepat, nadi lambat

2. Perhatikan keadaan umum penderita                        Pandangan terganggu

3. Pendinginan                                              Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya

    Membuka pakaian penderita/korban                        lambat

    Merendam dalam air atau air mengalir selama 20            Penanganan

     atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup           1. Bawa korban ketempat hangat

     dikompres air                                      2. Jaga jalan nafas tetap lancar

1. Mencegah infeksi                                     3. Beri minuman hangat dan selimut

       1.   Luka ditutup dengan perban atau kain        4. Jaga agar tetap sadar

       bersih kering yang tak dapat melekat pada luka   5. Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak

       2.   Penderita dikerudungi kain putih                 bergerak (jika masih kedinginan)

       3.   Luka jangan diberi zat yang tak larut           p. Keracunan makanan atau minuman

       dalam air seperti mentega, kecap dll                 Gejala

            Pemberian sedative/morfin 10 mg im              Mual, muntah

     diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama           Keringat dingin

            Bila luka bakar luas penderita diKuasakan       Wajah pucat/kebiruan

            Transportasi kefasilitasan yang lebih              Penanganan

     lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila    1. Bawa ke tempat teduh dan segar

     tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam      2. Korban diminta muntah

                                                        3. Diberi norit
4. Istirahatkan                                           2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem

5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih            saraf)

      baik                                                3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada

    q. Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan,        korban)

        biasanya merupakan alat dari binatang tersebut     Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul

        untuk mempertahankan diri dari lingkungan                  pada gigitan, penderita dapat pingsan,

        atau sesuatu yang mengancam keselamatan                    sukar bernafas dan mungkin disertai

        jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua              muntah. Sikap penolong yaitu

        jenis; yang berbisa (beracun) dan yang tidak               menenangkan penderita adalah sangat

        memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi                 penting karena rata-rata penderita

        pada gigitan binatang lebih besar daripada                 biasanya takut mati.

        luka biasa.                                        Penanganan untuk Pertolongan Pertama:

    Pertolongan Pertamanya adalah:                       1. Telentangkan atau baringkan penderita dengan

     Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat         bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.

      dengan sedikit antiseptik                          2. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular

     Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian           tidak semakin cepat

      dibalut                                            3. Cegah penyebaran bias penderita dari daerah

    Ada beberapa jenis binatang yang sering                  gigitan

        menimbulkan ganguan saat melakukan                    1.   Torniquet di bagian proximal daerah

        kegiatan di alam terbuka, diantaranya:                gigitan pembengkakan untuk membendung

    1. Gigitan Ular                                           sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak

    Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup               menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket

             penderita/korban tergantung pada                 dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik

             ketepatan diagnosa, maka pad keadaan             2.   Letakkan daerah gigitan dari tubuh

             yang meragukan ambillah sikap                    3.   Berikan kompres es

             menganggap ular tersebut berbisa. Sifat          4.   Usahakan penderita setenang mungkin

             bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:        bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk


                                                              menghilangkan rasa nyeri

                                                                   Perawatan luka
    1. Hematotoksin (keracunan dalam)
 0. Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn                  3. Gigitan Lintah dan Pacet

     04, yodium atau benda panas                             Ciri-ciri

 1. Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan        1. Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan

     kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini               (lintah)

     dibantu dengan pengisapan melalui breastpump            Penanganan

     sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular      1. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air

     tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada            tembakau/air garam

     luka di mulut).                                     2. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok

              Bila memungkinkan, berikan suntikan anti         dengan obat atau salep anti gatal

    bisa (antifenin)                                             4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan

              Perbaikan sirkulasi darah                                  Penyengat lainnya

 0. Kopi pahit pekat                                                     Biasanya sengatan ini kurang berbahaya

 1. Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv                                        walaupun bengkak, memerah, dan gatal.

 2. Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor                            Namun beberapa sengatan pada waktu

              Obat-obatan lain                                           yang sama dapat memasukkan racun

 0. Ats                                                                  dalam tubuh korban yang sangat

 1. Toksoid tetanus 1 ml                                                 menyakiti.

 2. Antibiotic misalnya: PS 4:1                                          Perhatian:

  2. Gigitan Lipan                                            Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah

  Ciri-ciri                                                    sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku

1. Ada sepasang luka bekas gigitan                             atau pinset, Anda justru akan lebih banyak

2. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan              memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah

    sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah            mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih

    4-5 jam                                                    atau dengan mendorongnya ke arah samping

  Penanganan                                                  Balutlah bagian yang tersengat dan basahi

1. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan                  dengan larutan garam inggris.

    obat antiseptik                                          V. EVAKUASI KORBAN

2. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa                       Adalah salah satu tahapan dalam

    ke paramedik                                             Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan
     korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk          Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita

     mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.                 tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu

     Prinsip Evakuasi                                            diangkut berbaring dan tidak boleh untuk

1.                                                               mengangkut korban patah tulang leher atau

                                                                 tulang punggung.
    1. Dilakukan jika mutlak perlu
                                                             Dipondong : tangan lepas dan tangan
    2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
                                                              berpegangan
    3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang
                                                             Model membawa balok
        prima dan terlatih serta memiliki semangat
                                                             Model membawa kereta
        untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang
                                                             2. Alat bantu
        lebih besar atau bahkan kematian
                                                             Tandu permanen
     Alat Pengangutan
                                                             Tandu darurat
     Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada
                                                             Kain keras/ponco/jaket lengan panjang
     beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut
                                                             Tali/webbing
     sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi
                                                             Persiapan
     (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada
                                                             Yang perlu diperhatikan:
     dua macam alat pengangkutan, yaitu:
                                                             1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah
     1. Manusia
                                                             atau tidak berdasarkan penilaian kondisi dari:
     Manusia sebagai pengangkutnya langsung.
                                                             keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang
         Peranan dan jumlah pengangkut
                                                             dan gangguan persendian
         mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.
                                                             2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien
     Bila satu orang maka penderita dapat:
                                                             selama proses evakuasi
     Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
                                                             3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan
     Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu
                                                             tempat akhir korban diangkut
      berat serta tidak patah tulang
                                                             4. Memilih alat
     Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas
                                                             5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh
     Dipanggul/digendong
                                                             yang berjuntai atau badan penderita yang tidak
     Merayap posisi miring
                                                             daolam posisi benar
     Bila dua orang maka penderita dapat:
                                                             VI. FARMAKOLOGI
        Farmakologi adalah pengetahuan                  19 Alkohol 70%                   Pembersih luka/antiseptic

mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya
                                                        20 Rivanol                       Pembersih luka/antiseptic
sekedar obat-obatan standar yang sering
                                                           Chloroetil (obat semprot
                                                        21 luar)                         Pengurang rasa sakit
dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka.
NO          Nama Obat                   Kegunaan
     CTM                         Alergi, obat tidur     22 Pendix                        Pengurang rasa sakit
 1

     Betadine                    Antiseptik             23 Antalgin                      Pengurang rasa sakit, pusing
 2

     Povidone Iodine             Antiseptik             24 Paracetamol                   Penurun panas
 3

     Neo Napacyne                Asma, sesak nafas      25 Papaverin                     Sakit perut
 4

     Asma soho                   Asma,sesak nafas       26 Vitamin C                     Sariawan
 5

     Konidin                     Batuk                  27 Dexametason                   Sesak nafas
 6

 7   Oralit                      Dehidrasi             Sumber : Materi Latihan PP Ospek. KSR PMI

                                                       Unit UNSOED Purwokerto.2006
 8   Entrostop                   Diare
                                                       VII. PENUTUP
 9   Demacolin                   Flu, batuk
                                                               Pertolongan Pertama adalah sebagai suatu

10 Norit                         Keracunan             tindakan antisipatif dalam keadaan darurat namun

                                                       memiliki dampak yang sangat besar bagi penderita
11 Antasida doen                 Maag
                                                       atau korban. Kesalahan diagnosa dan penanganan
12 Gestamag                      Maag
                                                       dapat mendatangkan bahaya yang lebih besar,

13 Kina                          Malaria               cacat bahkan kematian. Satu hal yang perlu diingat

                                                       adalah Pertolongan Pertama merupakan tindakan
                                 Memberi tambahan oksigen
14 Oxycan                        murni                 pertolongan yang diberikan terhadap korban

                                                       dengan tujuan mencegah keadaan bertambah
15 Damaben                       Mual
                                                       buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan
16 Feminax                       Nyeri haid
                                                       dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan

17 Spasmal                       Nyeri haid            Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan

                                                       sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si
18 Counterpain                   Pegal linu
                                                       penderita sembuh dari penyakit yang dialami.
    Serahkan penanganan selanjutnya (bila diperlukan)              Referensi:

    pada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.


    Pingsan
    sebelum menangani orang, atau kawan yang pingsan, alangkah lebih baik kita mengetahui apa itu pingsan. Pingsan adalah
    suatu keadaan tidak sadarkan diri seperti orang tidur pada seseorang akibat sakit, kecelakaan, kekurangan oksigen,
    kekurangan darah, keracunan, terkejut/kaget, lapar/haus, kondisi fisik lemah, dan lain sebagainya. Pingsan
    (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, kecelakaan, lapar, terlalu banyak
    mengeluarkan tenaga, terkejut / kaget, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), anemia, dan lain-lain

    Gejala Umum


   Perasaan limbung
   Pandangan berkunang-kunang
   Telinga berdenging
   Nafas tidak teratur
   Muka pucat
   Lemas
   Keringat dingin
   Menguap berlebihan
   Tak respon (beberapa menit)
   Denyut nadi lambat
   Biji mata melebar


    Cara mudah dalam Penanganan Orang Pingsan.


   Baringkan korban dalam posisi terlentang
   Tinggikan tungkai kaki melebihi tinggi jantung
   Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
   Beri udara segar
   Periksa kemungkinan cedera lain
   Selimuti korban
   Pindahkan korban dari terik matahari langsung, ketempat yang rindang bila tidak ditemukan adanya cedera lain seperti
    patah tulang dll
   Korban diistirahatkan beberapa saat
   Untuk mengembalikan kesadaran orang yang mengalami kepingsanan dapat menggunakan bau-bauan yang menyengat
    dan merangsang seperti minyak wangi, minyak nyong-nyong, anomiak, durian dan lain-lain.
   Jika wajah orang pingsan itu pucat pasi maka sebaiknya buat badannya lebih tinggi dari kepala dengan disanggah
    sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban pingsan tersebut.
   Jika muka orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di
    kepalanya bisa mengalir ke tubuhnya secara normal.
   Apabila si korban pingsan tadi muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar untah orang itu bisa keluar dengan
    mudah sehingga jalur penapasan orang itu bisa lancar kembali.
   Jika orang yang pingsan sudah siuman maka bisa diberi minum seperti kopi atau teh hangat. Jika orangnya diabetes
    jangan diberi gula dan jika orangnya masih belum kuat memegang gelas atau minum sendiri dengan tangannya harap
    jangan diberi dulu agar tidak tersedak.
   Apabila tidak sadar-sadar dan berangsur-angsur membaik / pulih maka sebaiknya hubungi ambulan atau dibawa ke pusat
    kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik, dokter, rumahsakit, dsb agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Perhatikan orang lain di sekitar korban, jangan sampai harta benda milik orang yang jatuh pingsan tersebut raib
digondol maling / copet yang senang beraksi dikala orang lain sengsara. Perhatikan pula ornag lain yang membantu atau
menonton korban, jangan sampai mereka kecopetan saat serius membantu korban atau asyik melihat kejadian.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:639
posted:8/24/2012
language:Malay
pages:28