RESEP UBAH NASIB

Document Sample
RESEP UBAH NASIB Powered By Docstoc
					Resep

rahasia mengelola usaha sampingan tanpa mengganggu karir Anda

G. Sembada

Resep Ubah Nasib

UBAH NASIB

3

Judul: Resep Ubah Nasib Penulis: G. Sembada Penerbit: Pustaka Bina Swadaya Jl. Gunung Sahari III/7 Jakarta Pusat 10610 Telp: (021) 4204402, 4255354 Fax: (021) 4208412 E­mail: kanayapress@gmail.com E­catalogue: www.kanayapress.co.cc Pemasaran: Niaga Swadaya Jl. Gunung Sahari III/7 Jakarta Pusat 10610 Telp: (021) 4204402, 4255354 Fax: (021) 4214821 Cetakan: I. Jakarta, Agustus 2009 Editor: Agus Mulyono Proof­reader: Kokok Marpaung Desain Sampul/Setter: Lena W. ISBN 978­602­8496­23­0 Kode Buku K75013

4

DAFTAR ISI
Kata Pengantar / 7 1. Perburuan Nafkah .......................... 9 ha ............. 25
Resep Ubah Nasib

gusa 2. Peralihan Diri: Dari Pegawai Menuju Pen ....... 3. Waktu untuk Usaha Sampingan ..............

. 35 an Ini? .......... 45 ryawan ........ 61

ping 4. Siapa yang Akan Mengurus Usaha Sam

i/Ka 5. Bidang Usaha yang Cocok untuk Pegawa ...... 6. Memasarkan Usaha Sampingan ..............

5

123 pingan Pegawai/

Sam 7. Keuangan dan Permodalan untuk Usaha Karyawan ................................ 130

an 8. Rencana Mengembangkan Usaha Samping Usa 9. Problem dan Sebab Musabab Kegagalan 10. Di Penghujung Hari .................... 171 Daftar Pustaka .................. 175 Tentang Penulis ................ 176

.............. 147 ha Sampingan ........ 152

Kata Pengantar

Resep Ubah Nasib

B

anyak sekali rekan-rekan pegawai seakan sengaja “merantai” pilihan-pilihan finansialnya. Seolah-olah nafkah bahkan nasibnya sebagai karyawan atau pegawai sudah buntu, “dipasung” sampai akhir hayat. Dan kecenderungan seperti itu di dijumpai mana-mana. Tak sedikit rumah tangga karyawan yang kondisi keuangannya bak berakrobat, sebulan demi sebulan, dari saat gajian yang satu ke saat gajian berikutnya. Mereka menyandarkan hidup-matinya 100 persen pada imbalan yang diterima dari tempat kerjanya semata-mata. Padahal nasib bisa berubah, nafkah bisa bertambah. Terbuka peluang untuk meningkatkan – bahkan melipatgandakan – penghasilan mereka dengan jalan usaha sampingan. Kini terpulang pada yang bersangkutan, mau merebut kesempatan itu atau tidak. Diam berpangku tangan atau bangkit merambah peluang. Apa gerangan yang menjadi penghalang? Keluhan yang dikemukakan umumnya nyaris seragam: tidak tahu memilih jenis usaha yang cocok, tidak paham cara mengelola waktu secara berimbang antara kerja dan usaha, tidak sadar bahwa menjalankan usaha sampingan untuk karyawan/pegawai sebenarnya tidaklah sesulit dugaan mereka, dan sebagainya. Amat sayang tentunya jika Anda menunda-nunda usaha sampingan hanya karena berbenturan dengan kendala-kendala “klasik” seperti disebutkan di atas, padahal kita sama-sama tahu bahwa segala persoalan pasti ada

7

1
Perburuan Nafkah

S

ebelum gelap tersisih oleh fajar, hiruk-pikuk akbar ini dimulai. Ribuan – bahkan jutaan orang – tergesa-gesa bangkit dari tempat tidurnya, berlomba meninggalkan rumahnya di pagi buta: Pegawai negeri sipil, karyawan kantor, pekerja kontrak, buruh industri… Manusia-manusia segala profesi, tak pandang jenis kelamin dan usia, memadati jalan raya dan bergegas ke tempat kerjanya masing-masing. Siang beranjak, malam menjelang, adegan ini pun bagaikan diputar ulang. Jutaan angkatan kerja ini pun kembali merayapi jalan, berjejal-jejal pulang ke rumahnya masing-masing. Sampaisampai pengusaha Purdi E. Chandra sempat mengomentari sambil bergurau, “Yang bikin lalu lintas macet, sebenarnya ya para karyawan itu.” Yah, memang demikianlah umumnya potret perekonomian rumah tangga masyarakat kita. Mata pencaharian masih bertumpu pada gaji kepala keluarga yang bekerja sebagai karyawan pada instansi pemerintah atau sektor swasta. Kerapkali masih harus melibatkan anggota keluarga lainnya, yang (tak jauh-jauh) bekerja sebagai pegawai pula. Semua demi menopang keperluan hidup dari hari ke hari.

Resep Ubah Nasib

9

Padahal biaya-biaya semakin tinggi. Harga barang dan bahan pokok naik berkali-kali. Semakin banyak pula pengeluaran yang mahalnya sudah tak bisa lagi disiasati: Masuk sekolah, perbaikan rumah, berobat…beragam kebutuhan yang tak pernah kita perkirakan sebelumnya, tapi tahu-tahu ada. Serba mendesak, serba tak terduga, namun tetap harus dipenuhi.

ILUSI PENGHASILAN TETAP
Berpuluh-puluh tahun lamanya, jutaan orang Indonesia percaya bahwa pekerjaan terbaik di dunia adalah menjadi pegawai atau karyawan pada suatu instansi maupun perusahaan swasta. Kakek, ayah, anak, cucu, hingga mertua yang mempertimbangkan calon menantu…dari zaman ke zaman begitu memuja profesi sebagai karyawan atau pegawai. Apa istimewanya sih? Penghasilan tetap. Kata-kata ini benar-benar “sakti” dan mempesona. Semua ini bertolak dari mindset yang diyakini para pencari nafkah keluarga setanah air. Mayoritas (kalau tidak mau dikatakan semua) orang yang berprofesi sebagai pegawai atau karyawan, dalam batinnya percaya 100 persen bahwa:

Perburuan Nafkah

10

Penghasilan tetap aman
Saya pun sempat punya anggapan serupa. Hingga kemudian terjadilah sederetan pengalaman – pribadi dan profesional – yang menyadarkan saya, bahwa penghasilan tetap sebenarnya tak lebih dari suatu ilusi. Ilusi penghasilan tetap, begitu saya menyebutnya. Pesona “penghasilan tetap” terlalu digembar-gemborkan. Padahal punya penghasilan tetap sama sekali bukan jaminan keamanan finansial seseorang. Memangnya di mana salahnya? Letak kekeliruannya adalah terlalu berfokus pada penghasilan sematamata, bukannya mengamati keuangan rumah tangga secara utuh

=

Anda tinggal mendiskusikan desain meubel dengan pemimpin mereka, lantas selebihnya dialah yang mengomunikasikannya pada tukang-tukangnya.

Anda

Siapa yang Akan Mengurus Usaha Sampingan Ini?

“Tim Sukses”

Anda & Tim Sukses

52

“Tim Sukses” bisa juga tersusun berkat kekuatan setara dalam bidang kerja yang berlain-lainan. Misalnya sebagai seorang desainer grafis Anda butuh dukungan percetakan yang handal, namun terbentur minimnya waktu. Padahal banyak orang yang mempercayakan pembuatan undangan, kop surat, bon dan sebagainya pada Anda. Akhirnya Anda mencari percetakan yang bisa diajak bersanding menjadi “Tim Sukses” Anda. Atau, jika menjadi desainer interior, Anda ditopang para pengrajin furniture sebagai Tim Sukses Anda. Anda yang mengonsep dan merancangkan, mereka yang membuatkan. Kompensasi: Bisa dengan bayar putus, komisi atau mark up. Komisi bisa berdasarkan persentase. Mark up dilakukan dengan menaikkan harga jual dari Tim Sukses kepada pembeli supaya ada selisih untuk Anda. Misalnya ongkos pembuatan kop surat di percetakan milik Tim Sukses Anda adalah Rp100 ribu per rim, sedangkan Anda mengenakan keuntungan buat diri sendiri Rp 25 ribu. Ongkos desainnya sendiri Rp 100 ribu. Maka Anda menagihkan total Rp 225 ribu pada pemesan. Keuntungan: Tim Sukses yang handal bisa sangat menguntungkan dari segi waktu dan tenaga. Anda tidak perlu mengerahkan

66

Berbagai ide usaha sampingan yang bisa Anda rintis selagi berstatus pegawai/karyawan di antaranya adalah: 1. Jasa fotografi 2. Broker properti 3. Distributor pupuk organik 4. Jual beli mobil 5. Konsultan karir 6. Video shooting 7. Rental tanaman hias 8. Biro jodoh 9. Juragan rumah kos 10. Pembasmi serangga 11. Jasa poles bodi mobil 12. Fit out contractor 13. Jasa pemeliharaan taman 14. Jasa pasang kaca film 15. Jual beli alat musik 16. Penyediaan perlengkapan bayi 17. Cicilan telepon seluler 18. Jual beli alat olahraga 19. commercial Jockey (CJ) 20. Panggung boneka keliling 21. Desainer aksesoris 22. Usaha Garage Sale 23. Desain Tas/Dompet/Ikat Pinggang 24. Taksi 25. Alat peraga untuk SD/TK/kursus 26. Busana Muslim

Bidang Usaha yang Cocok untuk Pegawai/Karyawan

3. DiSTriBuTor PuPuK orGAniK Pilihan waktu usaha: Setiap akhir pekan. Potensi komersial: Di daerah pertanian, banyak sekali kerusakan lahan yang disebabkan pemakaian pupuk kimia berlebihan. Pupuk organik sedang marak dijadikan salah satu alternatif penyuburan non kimia untuk tanah. Ada banyak perusahaan yang berencana menyalurkan pupuk jenis ini ke berbagai tempat. Jika Anda gemar menghabiskan waktu luang Anda ke daerah pedesaan, ini salah satu bidang usaha sampingan yang cukup menarik. Anda bisa mengunjungi perkebunan/persawahan di daerah yang berbeda-beda setiap akhir pekan, menawarkan produk pupuk organik pada para petani/pemilik lahan dan kembali mengontrol hasil pemupukannya beberapa minggu kemudian. Persyaratan yang diperlukan: Kalau tidak tertarik pada tanaman, agak sukar menerjuni usaha ini soalnya Anda sedikit banyak perlu memahami botani. Misalnya bagaimana tanaman bisa mengikat unsur hara/mineral, serba-serbi penyakit dan hama tumbuhan, proses penguraian dan penyisaan bahan kimia dalam tanah, dan sebagainya. Perlu juga mengerti kapasitas produksi pertanian (berapa ton yang bisa dihasilkan dari bibit jenis ini per hektare, cocok dengan kandungan tanahnya atau tidak, dan lain-lain). Anda juga harus mau menjadi “petugas penyuluh lapangan” dadakan yang terjun ke desa-desa, langsung bertemu dengan petani dan pemilik tanah sebab merekalah pelanggan Anda. Para petani itu tentu tidak serta merta membeli produk Anda tanpa lebih dulu kenal dan akrab dengan penjualnya.

Bidang Usaha yang Cocok untuk Pegawai/Karyawan

72

•	 Pasokan	(supply) Karena lokasi pelanggan berada di desa, sementara Anda mungkin bekerja di kota, maka perlu juga kecermatan menata persediaan. Banyak petani membeli secara tunai (cash and carry), apa lagi untuk pemesanan pupuk. Mereka tidak biasa mentransfer uang muka atau memesan sebelumnya. Jadi tiap kali berangkat ke desa, Anda perlu membawa stok pupuk dalam jumlah yang memadai supaya bisa memenuhi pesanan petani kalau tiba-tiba ada lonjakan permintaan. •	 Delegasi	pekerjaan Mengingat luasnya daerah pemasaran Anda (ya, dari sawah ke sawah!), keterlibatan orang lain mungkin diperlukan. Ada baiknya Anda memperlakukan kelompok tani setempat yang telah menggunakan produk Anda selama bisa dipercaya sebagai “Tim Sukses” Anda. Selain mengonsumsi sendiri, mereka ini bisa merangkap sebagai juru promosi dan penyalur pupuk yang Anda jual! Keuntungan Anda di satu lokasi mungkin harus disisihkan untuk Tim Sukses ini, tapi Anda jadi

Resep Ubah Nasib

Masalah potensial: •	 Sosialisasi Banyak petani belum akrab dengan pupuk organik karena terlanjur terbiasa menabur pupuk kimia (walaupun ternyata palsu!). Anda harus memahami kekhawatiran mereka, karena pemupukan yang keliru berisiko mengakibatkan kerusakan tanaman yang hebat. Para petani dan pemilik lahan ini perlu terus-menerus diyakinkan hingga bersedia mencoba pupuk yang Anda tawarkan. Ketika musim tanam di suatu tempat sudah berlalu, bisa saja laju usaha ini agak tersendat. Jadi Anda harus menyesuaikan laju gerak usaha Anda dengan musim tanam di desa-desa yang berbeda. Anda juga harus memastikan kecukupan stok pupuk agar tidak kekurangan saat dibutuhkan.

73

PEMISAHAN SEDERHANA KEUANGAN PRIBADI & KEUANGAN SAMPINGAN
Penerimaan Pribadi: Gaji Penerimaan Usaha: ­ Penjualan (belum ada) ­ Suntikan Modal Modal dari Pihak Lain: ­ Bank ­ Angel Investor

Pengeluaran Pribadi/Keluarga: ­ Makanan ­ Pakaian ­Transportasi ­ Perumahan ­ Pendidikan ­ Kesehatan ­ Sedekah, dll. ­ Sisihkan 25% per bulan untuk modal awal

136

Keuangan dan Permodalan untuk Usaha Sampingan Pegawai/Karyawan

Pengeluaran Usaha: ­ Pembelian alat kerja ­ Penyusutan alat kerja ­ Upah pekerja (jika ada) ­ Sewa tempat ­ Cicilan/angsuran segala jenis pinjaman (Angel Investor)

Tabungan pribadi/ rumah tangga

Laba (Penerimaan Usaha ­ Pengeluaran Usaha)

MANFAATKAN PIHAK LAIN
Ada kalanya kita tidak berhasil menyisihkan dan mengumpulkan uang gaji untuk modal usaha. Ini bisa terjadi jika kita gagal mengupayakan kelebihan dari gaji kita itu, mungkin karena nyaris habis terpakai untuk pengeluaran dan kebutuhan yang sama-sama mendesaknya. Tidak tertutup adanya sumber-sumber lain yang bisa dimanfaatkan, misalnya dengan menggunakan uang pinjaman dari bank atau pihak lainnya. Jika Anda bisa meyakinkan keluarga dekat atau kawan-kawan karib, kerapkali mereka bisa diajak menanamkan modal un tuk usaha sampingan Anda. Orang-orang semacam ini kerap dijuluki angel investor atau pemodal (berhati) malaikat. Meminjam uang dari mereka ini memberi kemudahan tersendiri, antara lain imbalannya (entah itu “bunga” atau bagi hasil) bisa

mengucurkan dana jika usaha Anda memiliki arus kas yang sehat. Bank, misalnya, selalu akan menanyakan proyeksi (perkiraan

144

Keuangan dan Permodalan untuk Usaha Sampingan Pegawai/Karyawan

pengeluran maupun penerimaan usaha Anda ketika mengucurkan modal usaha. Padahal Anda belum bisa memastikan cash flow ketika usaha itu baru mau dirintis. Selain itu, Anda sendiri lebih mudah mendeteksi maju-mundurnya usaha dengan memantau pergerakan arus kasnya.

PENGELUARAN USAHA, APA SAJA?
Sekarang mulailah mengenali dan memperhitungkan pengeluaran untuk usaha. Pengeluaran kategori ini terjadi ketika Anda mulai merintis dan menjalankan usaha, misalnya: • Sewa tempat usaha (tentu bisa dihemat jika menggunakan rumah sendiri) • Pembelian barang modal (misalnya beli oven untuk mulai usaha pembuatan kue) • Biaya penyusutan barang modal (taruhlah harga ovennya Rp600.000 dan dianggap umur pakainya setahun, tiap bulan harus dicatat biaya penyusutannya Rp50.000) • Upah karyawan (atau rekan kerja, jika memang ada)

“Usaha sampingan tak selalu besar dan sukses”
Lalu bagaimana caranya dong agar tahu apakah usaha kita ini bisa dikembangkan semakin besar atau tidak? Cara paling gampang dan cepat adalah dengan melihat riwayat kesuksesan bisnis orang lain, atau menengok perusahaan apa-apa saja yang sudah terdaftar di bursa saham. Perusahaan-perusahaan ini seringkali dirintis secara amat bersahaja dan bertumbuh kian besar seiring zaman. Ada perusahaan garment yang dimulai cuma dengan satu mesin jahit saja. Sejumlah peternakan ayam awalnya didirikan hanya dari satu kandang saja. Salah satu raksasa perbelanjaan ritel modern berskala nasional dulunya hanyalah toko kain berukuran mungil di Pasar Baru, Jakarta. Setelah melihat kesuksesan mereka, kita bisa memahami liku-liku perjalanan yang mereka tempuh hingga menjadi seperti sekarang, dan kemudian mencocokkannya dengan jenis usaha yang kita pilih.

151

Resep Ubah Nasib

Profil Penulis

etelah menamatkan pendidikan teknik mesin di sebuah perguruan tinggi negeri, Genia Sembada bergabung dengan sebuah perusahaan asuransi nasional dan mengelola manajemen risiko. Pekerjaannya meliputi antisipasi bahaya-bahaya, seperti kebakaran, petir, ledakan, terorisme, pembobolan dan huru-hara. Ia juga giat menulis artikel bisnis dan manajemen di media massa dan internet. Buku “resep ubah nasib” ini adalah buku keduanya, setelah buku pertamanya “The Power of nekat” meraih sukses di pasaran.
176

S


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:4665
posted:10/7/2009
language:Indonesian
pages:14