Tutorial php

Document Sample
Tutorial php Powered By Docstoc
					Panduan Instalasi Sistem PHP
Tulisan berikut akan memandu Anda menginstal PHP beserta database dan
webservernya. Yang dipakai di sini terutama adalah software gratis yang tersedia
uintuk didownload sehingga siapa pun yang memiliki akses Internet bisa
memperolehnya. Untuk mempermudah Anda, semua installer PHP, Apache,
MySQL, dan juga PostgreSQL yang disebutkan di sini juga telah disertakan
dalam MWCD 02.

Untuk menjalankan sistem PHP, dibutuhkan tiga komponen. Yang pertama
adalah webserver, karena PHP adalah sebuah bahasa pemrograman server-
side (dijalankan di sisi server). Yang kedua adalah program PHP itu sendiri.
Program inilah yang akan memroses skrip-skrip PHP kita sehingga dapat
berjalan dan mengeluarkan hasil. Program PHP dapat berupa program yang
berdiri sendiri maupun berupa modul pada webserver. Yang ketiga adalah
server database. Ini sebetulnya tidak wajib, tapi amat amat umum dipakai
bersama PHP, untuk menyimpan data-data kita/pengunjung agar nanti dapat
diproses kembali.

Sekarang kita akan menginstal ketiganya. Urutan yang umum adalah webserver,
server database, baru PHP.

1. Platform

Pertama-tama, tentukan dulu Anda hendak menjalankan sistem PHP di platform
apa. PHP amat portabel dan berjalan di berbagai OS: telah tercatat tak kurang
dari Windows, Unix (Linux, FreeBSD, Solaris—dan nama-nama sistem Unix lain
yang mungkin asing di telinga Anda), Macintosh (termasuk OS X yang terbaru),
OS/2, dan VMS. Webserver dan server database juga ada yang berjalan di
Windows. Bahkan Anda juga nanti, jika mau, dapat menjalankan server database
dan webserver+PHP di dua mesin yang berbeda OS.
Bila Anda seperti kebanyakan orang yang hanya punya satu komputer/partisi OS
Windows, ke nomor 2. Jika ingin mencoba-coba, atau memang sudah memiliki
Linux, ke nomor 3. Jika OS lain, nomor 4.

2. Windows

Apache, PHP, dan MySQL dapat berjalan di Windows 95/98/Me, NT, maupun
2000/XP. Sekarang, tentukan pilihan Anda berikutnya: ingin menggunakan cara
termudah dengan PHPTriad yang akan menginstal ketiga komponen PHP,
Apache, dan MySQL (plus bonus Perl) sekaligus atau menginstal masing-masing
komponen secara terpisah. Keuntungan cara pertama: amat mudah, hanya
memakan waktu dua menit. Keuntungan cara kedua: Anda dapat belajar lebih
menditel cara instalasi dan dapat memilih menggunakan webserver/database
selain Apache/MySQL.

Jika memilih cara pertama, ke nomor 5. Jika cara kedua, nomor 6.


3. Linux

Catatan: di panduan ini hanya akan dibahas Red Hat Linux. Juga, panduan ini
mengasumsikan Anda memiliki akses root. Baik Apache, PHP, MySQL tidak
wajib diinstal oleh root, tapi demi kesederhanaan pembahasan, yang disinggung
hanyalah instalasi oleh root.

Ada beberapa pilihan cara menginstal di Linux, bergantung pada distribusi yang
dipakai, namun umumnya dengan binary RPM atau langsung dari source.
Keuntungan cara pertama, cepat dan praktis. Keuntungan cara kedua, Anda
dapat menyesuaikan konfigurasi webserver secara lebih rinci dan belajar lebih
banyak mengenai proses building Apache/PHP/MySQL.

Jika Anda ingin menginstal dari paket binary RPM, ke nomor 7. Jika ingin
menginstal dari source, ke nomor 8.
4. Sistem Operasi Lain

Maaf, tidak dibahas dalam panduan ini. Jika menggunakan FreeBSD, bisa
melihat kumpulan ports yang disediakan FreeBSD. Jika menggunakan Unix lain,
bisa mengkompile Apache, PHP, dan MySQL dari source code. Jika
menggunakan QNX, jangan lupa baca petunjuk di INSTALL distribusi PHP.

Selesai. Ke nomor 99.

5. Paket PHPTriad (Termudah, 2 Menit)

PHPTriad adalah paket untuk Windows yang berisi Apache, MySQL, PHP, dan
juga Perl. Semua yang dibutuhkan untuk mulai mencoba bermain-main dengan
PHP.

Langkah pertama: Klik pilihan software > Semua paket > phptriad dari menu
utama CD lalu download file installer .EXE-nya. Atau, download installer
PHPTriad terbaru dari www.phpgeek.com.

Langkah kedua: Selesai didownload, jalankan instaler dengan dobel klik atau
Enter. Tekan tombol Next untuk menyetujui perjanjian. Instaler akan
mengekstrak semua file hingga selesai. Tekan tombol Close.

Langkah ketiga: Anda sekarang akan melihat Program Group PHPTriad di Start
Menu. Pilih menu Start Apache. Sebuah window teks akan muncul bertuliskan
“Apache/1.3.x (Win32) running…” Jangan tutup window ini kecuali ingin
memberhentikan Apache. Selama bermain-main dengan PHP, Anda terus
membutuhkan Apache. Minimize saja window Apache ini. Di tahap ini Anda
sebetulnya sudah bisa mencoba skrip PHP. Tapi kita akan menjalankan MySQL
dulu.

Langkah keempat: Jalankan MySQL dengan memilih Start Menu > Programs >
PHPTriad > Start MySQL. Window teks yang serupa juga akan muncul lalu
hilang dalam beberapa detik. Namun server MySQL telah berjalan, dapat Anda
cek di Task Manager.

Langkah kelima: Cek Apache dengan membuka browser dan mengetikkan
alamat http://localhost. Jika muncul halaman dengan tulisan “Welcome to
PHPTriad…” maka instalasi berhasil.

Langkah keenam: Cek MySQL dengan mengklik link PHPMyAdmin di bagian
bawah halaman Welcome. Jika Anda melihat halaman frame dengan tulisan
“Welcome to phpMyAdmin 2.x.x…” maka instalasi berhasil.

Konfigurasi Apache berada di c:\apache\conf. Anda menaruh skrip-skrip PHP di
c:\apache\htdocs.   Parameter koneksi database MySQL: username='root',
host='localhost', password=''   (string kosong). Sebaiknya Anda nanti memberi
password pada user MySQL dengan program mysqladmin. Lihat manual MySQL
untuk jelasnya.

Nanti, setiap saat Anda ingin bermain-main dengan PHP, jalankan dulu Apache
dan MySQL seperti diterangkan di atas. Di NT/2000/XP, keduanya dapat
berjalan otomatis saat komputer dihidupkan, namun caranya di luar cakupan
panduan ini. Silakan melihat panduan dari PHPTriad.

Selesai. Ke nomor 99.

Troubleshooting:

       Jika window Apache di langkah ketiga hilang setelah beberapa detik, atau
        di langkah kelima Anda tidak mendapatkan halaman Welcome PHPTriad,
        maka kemungkinan ada webserver lain yang sedang berjalan, misalnya
        IIS. Solusinya, hentikanlah dulu IIS. Di Windows 2000/XP, caranya: pilih
        Start Menu > Programs > Administrative Tools > Services. Stop entri
        World Wide Web Publishing Service.
      Jika window MySQL di langkah keempat hilang setelah beberapa detik,
       tapi di langkah keenam ternyata gagal dan muncul tulisan “Warning:
       MySQL Connection Failed…”, maka MySQL gagal berjalan. Cobalah
       menjalankan MySQL secara manual. Caranya: pilih Start Menu > Run lalu
       ketikkan c:\apache\mysql\bin\mysqld --console. Anda akan melihat window teks
       terbuka dan muncul tulisan “ready for connections”. Namun window ini
       jangan ditutup, cukup diminimize.

6. Webserver Apache di Windows (5–10 menit)

Kita akan terlebih dahulu menginstal komponen pertama: webserver. Ada
beberapa pilihan webserver di Windows, gratis maupun komersial. Bahkan
Windows NT/2000/XP sudah memiliki webserver IIS secara default. Namun
panduan ini hanya akan membahas Apache. Keuntungan memakai Apache:
relatif aman, tersedia di Windows maupun platform lain (sehingga Anda mudah
menyesuaikan diri di lingkungan berbeda), dan amat populer (sehingga Anda
mudah mencari sesama pemakai Apache dan bertanya kepada mereka).

Langkah pertama: Klik pilihan software > Semua paket > apache dari menu
utama CD lalu download file installer .msi-nya. Atau, download installer Apache
terbaru dari httpd.apache.org. Catatan: jika Anda menggunakan Windows yang
lebih lama (95/98), maka Anda perlu mendownload paket Microsoft Installer dulu
dari situs Microsoft sebelum dapat menjalankan file .msi.

Langkah kedua: Selesai didownload, jalankan instaler dengan dobel klik atau
Enter. Tekan tombol Next, pilih I accept, Next, Next. Masukkan isian Network
Domain dengan localdomain, isian Server Name dengan localhost, dan
Administrator’s Email Address dengan webmaster@localhost. Jika Anda
menggunakan NT/2000/XP, pilihlah bulatan Run as Service untuk menjalankan
Apache secara otomatis di setiap komputer dihidupkan. Tekan Next. Pilih bulatan
Complete. Tekan Next, Next, dan Install. Instaler akan mengekstrak semua file
hingga selesai. Tekan tombol Finish.
Langkah ketiga: Di NT/2000/XP, Apache sekarang seharusnya sudah berjalan
otomatis. Di Windows 95/98/Me, lakukan sbb: pilih Start Menu > Programs >
Apache HTTP Server > Control Apache Server > Start. Anda akan melihat
window teks bertuliskan “Apache/1.3.x (Win32) running…” Jangan tutup window
ini kecuali ingin memberhentikan Apache. Selama bermain-main dengan PHP,
Anda terus membutuhkan Apache. Minimize saja window Apache ini.

Langkah keempat: Cek Apache dengan membuka browser dan mengetikkan
alamat http://localhost. Jika muncul halaman dengan tulisan “Not Acceptable” maka
instalasi berhasil.

Konfigurasi Apache berada di c:\Program Files\Apache Group\apache\conf. Anda
menaruh skrip-skrip PHP di c:\Program Files\Apache Group\apache\htdocs.

Ke nomor 9 untuk menginstal MySQL.

Troubleshooting:

      Jika di langkah keempat muncul halaman lain, kemungkinan ada
       webserver lain yang juga berjalan (misalnya: IIS). Solusinya, hentikan dulu
       IIS. Di Windows 2000, caranya: pilih Start Menu > Programs >
       Administrative Tools > Services. Stop entri World Wide Web Publishing
       Service.

7. Webserver Apache di Linux versi RPM (2 menit)

Di Unix/Linux tentu saja terdapat banyak pilihan webserver, baik gratis maupun
komersial. Namun, karena Apache yang terpopuler, fleksibel, dan relatif aman,
maka panduan ini hanya akan membahas Apache.

Apache praktis selalu tersedia di semua distribusi Linux. Namun coba cek
apakah paket apache sudah terinstal:

# rpm -q apache
Jika muncul tulisan “apache-1.3.xx” maka berarti Apache sudah terinstal. Jika
muncul tulisan “package apache is not installed” maka Anda perlu menginstal
RPM Apache. Caranya:

Langkah pertama: masukkan CD instaler Red Hat.

Langkah kedua: cd ke direktori RedHat/RPMS/i386. Direktori ini mungkin berbeda
di versi RedHat yang Anda pakai, tapi intinya kita ingin mencari file apache-1.3.xx-
y.i386.rpm,   dengan xx dan y adalah kode versi dan rilis. Di RedHat 6.2, misalnya,
versi Apache yang diberikan 1.3.12. File ini kemudian kita instal dengan cara:

# rpm -Uvh apache-1.3.xx-y.i386.rpm


Langkah ketiga: Jalankan Apache dengan mengetikkan:

# /etc/rc.d/init.d/httpd start


Langkah ketiga: Cek Apache dengan cara mengetikkan lynx http://localhost atau
membuka alamat URL tersebut dari browser Netscape. Jika muncul halaman
“Not Acceptable” berarti instalasi berhasil.

Anda menaruh skrip-skrip PHP di /home/httpd/htdocs.

Ke nomor 10 untuk instalasi MySQL.

8. Webserver Apache untuk Linux versi source (15–30 menit)

Di Unix/Linux tentu saja terdapat banyak pilihan webserver, baik gratis maupun
komersial. Namun, karena Apache yang terpopuler, fleksibel, dan relatif aman,
maka panduan ini hanya akan membahas Apache.

Langkah pertama: Klik pilihan software > Semua paket > apache dari menu
utama CD lalu download file installer .tar.gz-nya. Atau, download tarball Apache
terbaru dari httpd.apache.org.
Langkah kedua: Selesai didownload dan ditaruh ke direktori tertentu, ekstrak
tarball ini dengan perintah:

# tar xfz apache_1.3.22.tar.gz -C /usr/src


Perintah tersebut akan mengekstrak file-file ke direktori /usr/src. Selanjutnya:

Langkah ketiga:

# cd /usr/src/apache_1.3.22
# ./configure --prefix=/usr/local/apache --enable-shared=max


Proses building tahap pertama adalah menjalankan skrip configure seperti di
atas. Ada banyak opsi yang bisa dipilih, antara lain apakah ingin modul-modul
Apache disatukan ke dalam satu binary (statik) atau terpisah dan diload pada
waktu run-time (dinamik/DSO), lalu apakah ingin menginstal juga modul proksi,
dsb. Demi kesederhanaan, kita hanya akan memasukkan dua opsi: --prefix dan --
enable-shared.   Ingin mengetahui arti opsi-opsi ini? Ketikkan ./configure --help | less.

Langkah keempat: Setelah configure selesai, ketikkan:

# make


Inilah proses kompilasi yang sesungguhnya. Proses ini akan memakan waktu
antara 3–15 menit, bergantung kecepatan komputer. Setelah selesai dan
kembali ke prompt:

Langkah kelima:

# make install


Ini proses mengkopi file-file hasil kompilasi ke tujuan akhir. Setelah instal
berhasil, binary Apache akan berada di /usr/local/apache/bin/httpd, konfigurasi
Apache ada di /usr/local/apache/conf/httpd.conf. Skrip-skrip PHP ditaruh di
/usr/local/apache/htdocs.
Langkah keenam: Edit file httpd.conf. Minimal, ganti baris Group menjadi sbb:

Group nobody


Langkah ketujuh: Jalankan Apache dengan mengetikkan:

# /usr/local/apache/bin/apachectl start


Langkah kedelapan: Cek Apache dengan cara mengetikkan lynx http://localhost
atau membuka alamat URL tersebut dari browser Netscape. Jika muncul
halaman “Not Acceptable” berarti instalasi berhasil.

Ke nomor 11 untuk instalasi MySQL.

9. MySQL di Windows (5 menit)

Langkah pertama: klik pilihan software > Semua paket > mysql dari menu
utama CD lalu ambil file mysql-3.23.42.win.zip. Atau download MySQL for Windows
terbaru dari www.mysql.com.

Langkah kedua: Buka file .zip ini dengan menekan dobel klik. Anda butuh Winzip
atau program pembaca .ZIP lain. Ekstraklah ke direktori sementar, misalnya:
c:\tmp.   Di Winzip, tekan tombol Extract dan isikan c:\tmp di isian Extract To.

Langkah ketiga: buka folder c:\tmp, dobel klik setup.exe.

Langkah keempat: Tekan Next, Next, Next, Next. Instaler akan mengkopikan
file-file ke c:\mysql. Tekan Finish.

Langkah kelimat: Jalankan server MySQL dengan melakukan sbb. Pilih Start
Menu > Run. Ketikkan c:\mysql\bin\mysql --console. Anda akan melihat window teks
terbuka berisikan tulisan “ready for connections”. Jangan tutup window ini,
minimize dan biarkan berjalan.

Ke nomor 12 untuk instalasi PHP.
10. MySQL di Linux versi RPM (2–5 menit)

Red Hat sejak versi 7.0 telah menyediakan paket MySQL di distribusinya.
Pastikan Anda telah menginstal paket-paket mysql-*. Lakukan jika belum, caranya
sama seperti menginstal paket Apache. Di RedHat 6.x, Anda dapat mencari
paket MySQL di CD Power Tools atau di situs mysql.com. Jika tidak, Anda dapat
menginstal MySQL dari source. Lihat nomor 11.

11. MySQL di Linux versi source code (20–30 menit)

Langkah pertama: Klik pilihan software > Semua paket > mysql dari menu
utama CD lalu download file tarball .tar.gz-nya. Atau, download tarball PHP
terbaru dari www.mysql.com.

Langkah kedua: Selesai didownload dan ditaruh ke direktori tertentu, ekstrak
tarball ini dengan perintah:

# tar xfz mysql-3.23.43.tar.gz -C /usr/src


Perintah tersebut akan mengekstrak file-file ke direktori /usr/src. Selanjutnya:

Langkah ketiga:

# cd /usr/src/mysql-3.23.43
# ./configure –prefix=/usr/local/mysql


Proses building tahap pertama adalah menjalankan skrip configure seperti di
atas. Ada beberapa opsi yang bisa dipilih, namun demi kesederhanaan, kita
hanya akan memasukkan satu opsi: --prefix. Ingin mengetahui arti opsi tersebut
dan opsi-opsi lainnya? Ketikkan ./configure --help | less.

Langkah keempat: Setelah configure selesai, ketikkan:

# make
Inilah proses kompilasi yang sesungguhnya. Proses ini akan memakan waktu
antara 10–30 menit, bergantung kecepatan komputer Anda. Setelah selesai dan
kembali ke prompt:

Langkah kelima:

# make install


Ini proses mengkopi file-file hasil kompilasi ke tujuan akhir.

Langkah keenam: Jalankan /usr/local/mysql/bin/mysql_install_db. Skrip ini akan
menyiapkan database administrasi. Setelah itu, jalankan MySQL dan berikan
password pada user root MySQL dengan perintah:

# /usr/local/mysql/bin/safe_mysqld &
# /usr/local/mysql/bin/mysqladmin –u root password RAHASIA


Jangan lupa tanda & di baris perintah pertama. Ganti RAHASIA dengan
password yang sesungguhnya.

MySQL telah terinstal. Ke nomor 14 untuk instalasi PHP.

12. Instalasi PHP di Windows (5–15 menit)

Langkah pertama: klik pilihan software > Semua paket > php dari menu utama
CD lalu ambil file php-4.0.6-Win32.zip, atau download PHP for Windows terbaru dari
www.php.net.

Langkah kedua: dobel klik untuk membuka file .zip ini. Catatan: Anda perlu
menginstal Winzip atau program pembuka ZIP lain terlebih dahulu.

Langkah ketiga: Ekstrak semua file yang terdapat di dalamnya. Dengan Winzip,
Anda dapat melakukan sebagai berikut: tekan ikon Extract, dan masukkan c:\php
ke isian Extract To. Tekan tombol Extract.
Langkah keempat: Kopikan file php.ini-dist ke direktori Windows Anda
(c:\windows atau c:\winnt). Gantilah namanya menjadi php.ini.

Langkah kelima: Buka file php.ini tersebut di Notepad. Carilah string extension_dir
dan ubah menjadi:

extension_dir = c:/php/extensions


Perhatikan tanda pemisah direktori yang dipakai di sini yaitu /, bukan \.

Langkah keenam: kopikan file php4ts.dll di direktori c:\php ke direktori
c:\windows\system   (untuk Windows 9x/Me) atau c:\winnt\system32 (untuk
NT/2000/XP). Lalu bukalah file c:\Program Files\Apache Group\apache\conf\httpd.conf di
Notepad dan tambahkan baris berikut di bawah baris LoadModule yang sudah
ada:

LoadModule php4_module c:/php/sapi/php4apache.dll
AddType application/x-httpd-php .php


Dan tambahkan baris berikut di bawah baris-baris AddModule yang sudah ada:

AddModule mod_php4.c


Save file dan setelah itu restart Apache. Caranya, pilih Start Menu > Programs >
Apache HTTP Server > Control Apache Server > Restart.

Langkah ketujuh: Kini Apache Anda telah memiliki kemampuan skripting PHP.
Bagaimana cara mengujinya? Mari membuat skrip PHP kecil. Buatlah sebuah file
di lokasi sbb: c:\Program Files\Apache Group\apache\htdocs\test.php dan isikan:

<? echo 1+1; ?>


Lalu buka URL http://localhost/test.php di browser. Jika muncul tulisan “2” berarti
instalasi berhasil.

Selesai. Ke nomor 99.
13. PHP versi RPM di Linux (5–10 menit)

Red Hat sejak versi 7.0 sudah menyertakan PHP4. Red Hat 6.2 masih
menyertakan PHP3. Langkah panduan berikut dimaksudkan untuk instalasi
PHP4 di Red Hat 6.2 atau Red Hat 7.x yang belum diinstal RPM PHP4. Jika
Anda menggunakan Red Hat 7.x, coba cek dengan rpm -q php dan rpm -q mod_php
(seperti pada waktu mengecek paket Apache). Jika belum ada, silakan instal dari
CD instaler Red Hat.

Untuk Red Hat 6.2, kita dapat menggunakan paket-paket RPM PHP yang
disiapkan oleh Troels Arvin. Caranya:

Langkah pertama: Pilih software > Semua paket > php-rpm-arvin dari menu
utama CD. Atau, download paket-paket terbaru dari rpms.arvin.dk/php/.

Langkah kedua: Sebagai pilihan pertama, ambil file RPM gd, expat, mod_php,
php, php-standalone, php-mysql, php-gd_with_gif. Untuk tiap file RPM dalam
urutan tersebut, lakukan rpm -Uvh NAMAFILE. Atau, lakukan sekaligus dengan rpm -
Uvh *.rpm.   RPM mod_php akan secara otomatis menambahkan baris-baris yang
diperlukan di httpd.conf Apache sehingga tidak perlu Anda edit manual.

Langkah ketiga: Restart Apache. Caranya: /etc/rc.d/init.d/httpd restart.

Langkah keempat: Cek PHP sbb. Buatlah sebuah file di /home/httpd/htdocs
bernama test.php. Isikan sbb:

<?= 1+1 ?>


Save file dan buka http://localhost/test.php di browser. Anda akan melihat tulisan “2”,
tanda PHP telah berjalan.

Selesai. Ke nomor 99.

14. PHP versi source code di Linux (20–30 menit)
Langkah pertama: Klik pilihan software > Semua paket > php dari menu utama
CD lalu download file tarball .tar.gz-nya. Atau, download tarball PHP terbaru dari
www.php.net.

Langkah kedua: Selesai didownload dan ditaruh ke direktori tertentu, ekstrak
tarball ini dengan perintah:

# tar xfz php-4.0.x.tar.gz -C /usr/src


Dengan x menyatakan nomor versi yang sesungguhnya. Perintah tersebut akan
mengekstrak file-file ke direktori /usr/src. Selanjutnya:

Langkah ketiga:

# cd /usr/src/php-4.0.x
# ./configure --with-apxs=/usr/local/apache/bin/apxs --with-mysql=/usr/local/mysql


Proses building tahap pertama adalah menjalankan skrip configure seperti di
atas. Ada banyak opsi yang bisa dipilih, antara lain apakah ingin menginstal juga
modul PHP untuk menggambar Flash, memroses PDF, dsb. Demi
kesederhanaan, kita hanya akan memasukkan dua opsi: --with-apxs dan --with-
mysql.   Ingin mengetahui arti opsi-opsi ini? Ketikkan ./configure --help | less.

Langkah keempat: Setelah configure selesai, ketikkan:

# make


Inilah proses kompilasi yang sesungguhnya. Proses ini akan memakan waktu
antara 15–30 menit, bergantung kecepatan komputer Anda. Setelah selesai dan
kembali ke prompt:

Langkah kelima:

# make install


Ini proses mengkopi file-file hasil kompilasi ke tujuan akhir.
Langkah keenam: Edit file /usr/local/apache/conf/httpd.conf. Tambahkan baris
berikut:

AddType application/x-httpd-php .php


Langkah ketujuh: Save file dan restart Apache. Caranya: /etc/rc.d/init.d/httpd restart.

Langkah kedelapan: Cek PHP dengan membuat file di /usr/local/apache/htdocs
bernama test.php. Isikan sbb:

<?= 1+1 ?>


Save file dan buka http://localhost/test.php di browser. Anda akan melihat tulisan “2”,
tanda PHP telah berjalan.

Selesai. Ke nomor 99.

99. Sekarang Ke Mana?

Selamat, Anda kini telah memiliki sistem PHP lokal yang bisa Anda pakai untuk
belajar PHP, mencoba skrip-skrip PHP yang ada, dsb.

Jika Anda mengalami kesulitan, jangan langsung putus asa. Untuk pemula, saya
sarankan mencoba dulu langkah termudah (menggunakan PHPTriad di
Windows, atau paket RPM di Linux). Sempatkan membaca petunjuk instalasi
(yang biasa bernama INSTALL di Unix) atau dokumentasi FAQ di CD.

Sekarang apa? Belajar! Silakan lihat manual PHP, atau kunjungi situs seperti
www.phpbuilder.com. Atau, bergabunglah dengan milis-milis PHP yang ada dan
mulai bertanya. Alamat-alamat milis, beserta situs-situs lain yang mungkin
berguna juga untuk Anda, dapat dilihat di kotak Resource PHP. Selamat
mencoba.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: tutorial
Stats:
views:16
posted:8/16/2012
language:Indonesian
pages:15