Docstoc

_Koperasi_Peduli_Rakyat_sejahtera

Document Sample
_Koperasi_Peduli_Rakyat_sejahtera Powered By Docstoc
					              Koperasi Peduli
              Rakyat Sejahtera
            COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE

     Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program
          Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral
              Success Stories of Save and Loan Cooperative
              Participants of Capitalization Strengthening for
                          Agribusiness / Sectoral




  Buku ini merupakan output dari pekerjaan/kegiatan “Penyusunan Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/
   Sektoral pada Satuan Kerja Unit Deputi Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik
                                            Indonesia pada Tahun Anggaran 2009
    This book is the output of the work / activities "Composing of Success Stories of Incorporation KSP/USP participants OF
Agribusiness Cooperatives / Sector on Work Unit of Financing Unit Deputy State Ministry of Cooperatives and Small and Medium
                                  Enterprises of the Republic of Indonesia in Fiscal Year 2009



K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                                        1
                                      SAMBUTAN




P
        rogram Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui Program Perkuatan Permodalan
         Koperasi Simpan Pinjam merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Pemerintah melalui
         Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk memberdayakan
pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai usaha produktif.
     Program tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan ekonomi rakyat
melalui Gerakan Koperasi di tanah air yang semakin menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.
Kemajuan itu semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan koperasi sebagai
instrumen pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan
dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.
     Program Perkuatan Permodalan tersebut juga merupakan bagian dari perjuangan untuk
mewujudkan imej koperasi yang mampu tampil sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan
kesejahteraan.
      Akhirnya, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah
bekerja keras untuk mewujudkan penerbitan Buku Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta
Program Perkuatan Permodalan ini. Kiranya berbagai kesuksesan yang telah dituliskan di dalam
buku ini bisa menjadi inspirasi bagi segenap bangsa Indonesia.




                                                                           Jakarta, Agustus 2009

                                                                      Menteri Negara Koperasi dan
                                                                       Usaha Kecil dan Menengah




                                                                               Suryadharma Ali




2
ii                                       K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                            FOREWORD




M
           icro and small Entrepreneurs Development Program through Save Loan Cooperation Capi
          talization Strengthening is a series of activities conducted by the Government Program trough
          State Ministry of Cooperation and Small and Middle Business to empower micro and small
entrepreneurs having productive business.
     Such program is an inseparable part of the people’s economy development through Coopera-
tion Movement in this country that shows more and more progress from time to time. Such progress
lives up the trust of the community to use cooperation as economic empowerment instrument in
creating work field, revenue increase, and pulling out the people from poverty.
     Such capitalization strengthening is also a part of the struggle to create cooperation image that
is able to appear as community partner in creating prosperity.
           Finally, I’m expressing my highest appreciation to all sides that have worked hard to create
the issuance of this Book of Success Stories of Save Loan Cooperation Participant of Capitalization
Strengthening Program. Hopefully various successes that have been written in this book could be
inspiration for all Indonesian people.




                                                                    Jakarta, August 2009

                                                          State Minister of Small and Middle Business




                                                                       Suryadharma Ali




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                       3
                                                                                                        iii
                                           KATA PENGANTAR




P
         uji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan ridho-Nya Buku
        Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral ini dapat diselesaikan.
        Hal pertama yang ingin kami sampaikan kepada hadirin pembaca yang budiman sehubungan
dengan penerbitan Buku Kisah Sukses KSP/USP Koperasi Peserta Program Agribisnis/Sektoral adalah,
bahwa perkuatan permodalan bagi KSP/USP-Koperasi yang telah disalurkan oleh Kementerian Negara
Koperasi dan UKM cq. Deputi Bidang Pembiayaan sejak tahun 2003 sampai dengan 2005 dan tahun
2007 yang bersumber dari dana APBN sepatutnya diketahui secara luas oleh masyarakat.
     Hal kedua yang ingin kami sampaikan adalah buku ini merupakan parade ekspose tentang
manfaat dari program perkuatan permodalan serta menampilkan perjuangan mereka untuk menjadi
sejahtera dan kiat-kiat keberhasilan yang telah dilaksanakan oleh KSP/USP-Koperasi peserta pro-
gram. Penulisan buku ini menggunakan suatu pendekatan jurnalisme dimana kami mengajak partisipasi
Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM selaku Pembina di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Provinsi
dan masyarakat sekitar penerima manfaat untuk mengungkapkan peran KSP/USP-Koperasi dalam
peningkatan perekonomian di wilayahnya.
     Disadari bahwa tidak jarang kegigihan dan keberhasilan dari KSP/USP-Koperasi peserta pro-
gram dengan keragaman kiat yang mereka tempuh, dapat dijadikan contoh bagi KSP/USP-Koperasi
lainnya. Untuk itu, saya secara pribadi maupun sebagai Deputi Menteri Bidang Pembiayaan menyambut
baik penerbitan buku ini yang menggambarkan dinamika positif dari KSP/USP-Koperasi peserta pro-
gram dan para anggotanya yang memanfaatkan bantuan dana dari Pemerintah. Semoga, program-
program sejenis yang sangat mengandung tujuan mulia kelak akan menjadi suatu kontribusi penting
dalam menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi Bangsa Indonesia.
     Akhirnya, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada semua pihak yang telah memberikan dedikasi dan kontribusi dalam merealisasikan catatan-
catatan penting ke dalam buku ini. Mudah-mudahan buku ini akan memberikan arti dan motivasi
yang lebih tinggi kepada kita dikemudian hari.




     Jakarta, Agustus 2009
     Deputi Menteri Bidang Pembiayaan




     Ir. Agus Muharram, MSP.




4
iv                                        K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                    PREFACE




O
           ur gratitude is addressed to Allah SWT, since with His blessing and sincerity, these success
           stories of KSP/USP as Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation could be com
           pleted. The first thing that we would like to convey to or readers with regard to the issuance
of Success Stories of KSP/USP of Agribusiness/Sector Program Participating Cooperation is that
capitalization strengthening for KSP/USP-Cooperation that has been distributed by State Ministry of
Cooperation and UKM through Funding Division Deputy since 2003 up to 2005 and 2007 derived
from State Revenue and Expenditure Budget should be announced to the public.
      The second thing that we would like to convey is that this book is the exposure parade on the
benefit of capitalization strengthening program as well as presenting their struggles to become pros-
perous and the tricks of success that have been implemented by program participant KSP/USP-
Cooperation. The composing of this book uses a journalism approach in which we asked the partici-
pation of Service that is in charge of Cooperation and UKM as the actor of Founder in the level of
Regency/City, Province and the surrounding community as beneficiaries to express the role of KSP/
USP-Cooperation in increasing economic matters in their areas.
      It is realized that the persistence and success of program participating KSP/USP-Cooperation
with the various tricks that they have achieved can be set as an example for any other KSP/USP-
Cooperation. For that purpose, I personally or as Deputy Minister of Funding Field welcome the
issuance of this book which describes the positive dynamic of program participating KSP/USP-Coop-
eration and its members who utilize fund aid from the Government. I hope similar programs that very
much contain noble purposes will in the future become a significant contribution in creating fair pros-
perity and welfare for Indonesia as a nation.
      Finally, I would like to convey my highest gratitude and honor to all sides who have provided their
dedication and contribution in realizing important notes into this book. I hope this book could provide
higher meaning and motivation to us in the future.




                                                                    Jakarta, August 2009
                                                                    Deputy Ministry of Funding Field




                                                                    Ir. Agus Muharram, MSP.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                      5
                                                                                                       v
                                                         DAFTAR ISI


     Sambutan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.................................. ii
     Pengantar Deputi Menteri Bidang Pembiayaan ................................................................. iv

     Bab I        Prolog .......................................................................................................... 1

     Bab II       Dana Bergulir Untuk Modal Usaha Kecil dan Mikro .......................................                             8

     Bab III      Senyum dari Mereka yang Terbaik
                  Parade Kisah Sukses .................................................................................. 2 0
                  Propinsi Sumatera Barat
                  Bila Keberlanjutan Koperasi Adalah Penentu Kejayaan ............................... 2 6
                  Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang .............................................. 3 2
                  Propinsi Jawa Barat
                  Tetap Eksis Setelah Enam Dekade ............................................................. 4 0
                  Kiprah Trisula di “Kota Angin” ...................................................................... 4 4
                  Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita adalah Kunci Sukses ............................... 5 0
                  Propinsi Jawa Tengah
                  Agribisnis di Antara Lereng Merapi .............................................................. 5 7
                  Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini .......................................................... 6 2
                  Tangan-tangan Dingin di Ujung Timur Pantura ............................................ 6 8
                  Propinsi Jawa Timur
                  Sukses dengan Sistem Tanggung Renteng ................................................. 7 6
                  Propinsi Nusa Tenggara Barat
                  Maju Bersama Petani Tembakau dan Rumput Laut ..................................... 8 4
                  Sahabat Petani di Lereng Rinjani ................................................................ 8 8
                  Propinsi Nusa Tenggara Timur
                  Dari Guru untuk Masyarakat ........................................................................ 9 4
                  Berani Tampil Beda ...................................................................................... 9 8
                  Propinsi Kalimantan Tengah
                  Berkawan ala Surya Sekawan ..................................................................... 104
                  Propinsi Sulawesi Utara
                  Mitra Petani Cengkeh .................................................................................. 112
                  Buka Peluang Lebar-lebar, Ketat Bersyarat ................................................ 116
                  Propinsi Sulawesi Tenggara
                  Maju Bersama Petani Rumput Laut ............................................................. 124
                  Bertindak Cermat di Masa Sulit ................................................................... 130
                  Propinsi Maluku
                  Mandiri di Usia Muda ................................................................................... 138

     Bab IV       E p i l o g......................................................................................................   144




6
vi                                                           K o p e r a s i          P e d u l i ,      R a k y a t         S e j a h t e r a
                                                             INDEX


     Froeword from State Minister of Cooperation and Small and Middle Scale .......................... iii
     Preface from Deputy Minister of Funding Field .................................................................. v

     Chapter I       Prologue .................................................................................................... 6

     Chapter II      Scroling Fund For Small and Micro Business Capuital ................................... 1 6

     Chapter III     Smiles of the Best
                     A Parade of Success Stories...................................................................... 2 4
                     West Sumatera Province
                     If the Cooperation Sustainability is the Determinant of Glory ……............. 3 0
                     Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang ........................................... 3 2
                     (We Bare Heavy Matters Together and Carry Light Matters Together)
                     West Java Province
                     Still Exist After Six Decades………………................................................... 4 3
                     The Progress of Trisula at “The Wind City” ............................................... 4 9
                     If there is no Lie Betrween us is the Key to Success ..........................                         53
                     Central Java Province
                     Agribusiness in Between the Slope of Merapi ........................................... 5 4
                     Togetherness Identity in the Land of Kartini .............................................. 6 0
                     Cold Hands at the East Tip of North Beach ............................................... 6 4
                     East Java Province
                     Success with Joint Responsibility System .................................................. 7 0
                     West Nusa Tenggara Province
                     Progressing Together With Tobacco and Seawees Farmers...................... 7 8
                     Farmers Best Friend at the Slope of Rinjani............................................... 8 2
                     Nusa Tenggara Timur Province
                     Life Light at Bukit Sikka ........................................................................... 8 8
                     Dare to be Different .................................................................................. 9 2
                     Central Kalimantan Province
                     Being Friends like Surya Sekawan ............................................................ 9 8
                     South Sulawesi Province
                     Clove Farmers Partner................................................................................ 115
                     Providing Wide Open opportunities, Tight Requirements .......................... 120
                     Southeast Sulawesi Tenggara Province
                     Moving Forward Together With Seaweed Farmers .................................... 128
                     Acting Thoroughtly in Difficult Times .......................................................... 134
                     Maluku Province
                     Independent at a Young Age .................................................................... 130

     Chapter IV      E p i l o g u e ............................................................................................... 134




K o p e r a s i    P e d u l i ,     R a k y a t        S e j a h t e r a                                                                  7
                                                                                                                                           vii
8   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
             Koperasi Peduli
             Rakyat Sejahtera
            COOPERATIVE CARE ON PROSPEROUS PEOPLE

     Kisah Sukses Koperasi Simpan Pinjam Peserta Program
          Perkuatan Permodalan Agribisnis/Sektoral
             Success Stories of Save and Loan Cooperative
             Participants of Capitalization Strengthening for
                         Agribusiness / Sectoral




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   1
Prolog



Koperasi Peduli Rakyat Sejahtera


A
           pa yang akan terjadi pada masyarakat           mereka menuai sukses sebagai pengusaha. Dan,
           yang selama ini tekun dan rajin                tentu saja, pada akhirnya kesejahteraan mereka
           bekerja: sejak dari aspek budi daya,           akan semakin membaik. Jawaban semacam itu
pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap               sepenuhnya masuk di akal karena pada
pemasarannya; beretos jujur dan bertindak                 dasarnya mereka adalah pelaku ekonomi yang
sportif, jauh dari intrik-intrik kolusi, bertradisikan    mandiri.
kebersamaan dan kekeluargaan, bila mereka
diberi suntikan modal untuk memperbesar                   Siapa mereka itu?
omzet usahanya?                                                 Siapa lagi jika bukan para petani, petambak,
     Dugaan yang paling dekat adalah omzet                atau pedagang yang modal dan ruang lingkup
bisnis mereka berangsur membesar, keuntungan              bisnisnya terbatas, sebagaimana nelayan,
meningkat, pendapatan menggelembung, dan                  perajin, dan lain-lain. Di negeri ini, jumlah mereka



2                                                K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
yang bergerak di usaha kecil dan mikro ini sangat                Penekanan terhadap sektor agribisnis dan
banyak, tersebar di kawasan perdesaan                       sektor lain itu tentu saja berdasarkan
(mayoritas), dan sebagian lagi di perkotaan yang            pertimbangan-pertimbangan yang matang.
bergerak dalam berbagai sektor usaha.                       Agribisnis adalah kegiatan pemanfaatan sumber
     Bagi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil              daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup.
dan Menengah, dinamika di atas adalah hal yang              Agribisnis merupakan cara pandang ekonomi
membanggakan. Memang, tidak semua dari                      masyarakat di bidang pertanian. Namun,
mereka tertampung ke dalam koperasi. Mereka                 agribisnis juga berarti semua usaha ekonomi
yang telah menjadi anggota koperasi pada                    yang berbasis sumber daya alam. Karena itu,
umumnya memiliki kekhasan dalam etos                        yang menjadi sasaran program di atas bukan
usahanya.                                                   hanya anggota koperasi yang bergerak di
     Nah, untuk mempertegas upaya pember-                   bidang pertanian saja, tetapi juga mereka yang
dayaan terhadap usaha kecil ini, Kementerian                mengembangkan rumput laut, dan usaha-usaha
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah lantas                pengolahan hasil-hasil alam lainnya.
mengeluarkan kebijakan Program Pengem-                           Tujuan Program Pengembangan Pengu-
bangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui                    saha Mikro dan Kecil melalui perkuatan
Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan                permodalan KSP ini yaitu: Meningkatkan aktivitas
Pinjam (KSP) untuk membiayai usaha ekonomi                  dan pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil
produktif di sektor agribisnis dan sektor usaha             melalui pelayanan pinjaman modal usaha yang
produktif lainnya.                                          berasal dari KSP; Meningkatkan kemampuan
                                                            dan jangkauan layanan KSP khususnya di sektor


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                         3
Kemudahan pada Koperasi Simpan Pinjam dalam memberikan bantuan modal usaha sangat membantu petani dan pengusaha kecil



agribisnis; Meningkatkan kualitas Sumber Daya                pembiayaan APBN. Karena itu, sejak 2005 pro-
Manusia pengelola KSP.                                       gram tersebut dikenal sebagai Bantuan Per-
     Program ini merupakan serangkaian ke-                   kuatan Permodalan KSP Agribisnis / Sektoral.
giatan yang dilakukan Pemerintah melalui Pro-                      Pelaksananaan program tersebut meng-
yek Pengembangan Kebijakan Peningkatan                       gambarkan seperti yang terlukis di bagian awal
Akses Sumberdaya Produktif yang bersumber                    tulisan itu. Rata-rata koperasi penerima pro-
dari dana APBN dalam bentuk pemberian                        gram bantuan berhasil menyalurkan kredit
bantuan perkuatan permodalan kepada KSP                      penguatan modal mereka kepada para anggota.
dengan pola dana bergulir.                                   Kinerja koperasi, baik pengembalian modal dari
     Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi                    anggota maupun angsuran koperasi ke bank
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis            pelaksana secara nasional baik. Bisa dikatakan
selanjutnya disebut Dana Bergulir KSP Agribinis              kredit macet di bawah angka 2% seperti batas
adalah dana yang berasal dari Pemerintah melalui             maksimal yang diberlakukan.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan                           Perkuatan juga ditempuh melalui program-
Menengah yang disalurkan kepada Koperasi                     program peningkatan kapasitas koperasi di
Simpan Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis sebagai             dalam mengelola usahanya. Kapasitas yang
pinjaman dana bergulir untuk disalurkan lebih lanjut         dimaksud adalah bidang manajemen, sistem
kepada anggotanya dalam bentuk pinjaman.                     pelaporan dan administrasi keuangan, dan
     Program tersebut dimulai pada 2003 dan                  kemampuan teknis lainnya, hingga wawasan
diteruskan pada tahun 2004. Mengingat                        kewirausahaan. Hal ini niscaya mengingat
pelaksanaan program Bantuan Perkuatan Dana                   koperasi adalah sentra usaha bagi para
Bergulir di Sektor Agribisnis di tahun 2003 dan              pengusaha kecil/ mikro.
2004 berlangsung cukup gemilang, maka pada                         Pengalaman menyebutkan bahwa pembinaan
tahun 2005 Pemerintah memperluas usaha                       akan berlanjut ke anggota. Koperasi yang telah
pengembangan melalui bantuan perkuatan Dana                  tertata dengan baik dalam berbagai aspeknya secara
Bergulir Sektoral guna membiayai berbagai                    natural akan menularkan berbagai keterampilan dan
sektor usaha produktif lainnya, melalui sumber               pengetahuannya kepada anggota.


4                                                  K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Seorang anggota Kopdit Obor Mas (NTT) sedang menerima kunjungan petugas Kopdit. Keharmonisan hubungan antara Pengurus
dan Anggota Koperasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan Koperasi.


       Nah, banyak pelajaran berharga selama                 memunculkan sebuah pesan bahwa koperasi
pelaksanaan program-program di atas. Rasanya                 adalah sebuah aset, sekaligus potensi, yang jika
terlalu sayang bila momentum-momentum                        digerakkan dan dikembangkan secara optimal
seperti itu lenyap begitu saja. Antara lain untuk            akan bermuara pada kesejahteraan rakyat. Tentu
tujuan menjawab kesanksian itulah buku ini                   saja, ukuran sejahtera itu berjenjang.
disusun.                                                          Rakyat, dalam konteks ini diwakili oleh para
       Jauh dari kesan formal, buku ini disusun              anggota koperasi penerima pinjaman bergulir,
melalui proses peliputan di koperasi-koperasi                yang berhasil menaikkan taraf hidup mereka
terbaik yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak            telah menuai hasil program Perkuatan Dana
semua yang terbaik berhasil diliput. Tim                     Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
penyusun membagi beberapa koperasi di 10                     Agribisnis/ Sektoral. Dengan tulus, senyum
provinsi yang mencerminkan keterwakilan                      mereka terkembang. Di balik senyum mereka itu
wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan
                                                             ada ‘sebongkah’ kebanggaan bahwa perjuangan
timur. Cara pemilihan kabupaten dan kota
                                                             mereka untuk menjadi lebih sejahtera telah
didasarkan kepada ragam jenis usaha yang
                                                             berada pada jalur yang benar. Di balik senyum-
dikembangkan.
                                                             senyum itu pula terkandung beribu memori
       Namun demikian, meski buku ini jauh dari
                                                             tentang pergulatan yang tak ringan. Pergulatan
kesan formal, koperasi-koperasi yang kisah
                                                             tentang mengelola sawah, kolam, tambak,
suksesnya ditampilkan dipilih berdasarkan
                                                             bengkel, kedai makan, dan sebagainya. Di
kriteria baku. Setidaknya, ada lima kriteria sukses
                                                             antara memori-memori itu, ada satu yang tak
yang menjadi bahan pertimbangan, yakni:
sukses penyaluran dana; sukses pemanfaatan                   akan mereka lupakan—bahkan akan terwariskan
dana; sukses pengembalian dana; sukses                       kepada generasi penerus mereka kelak—yakni
peningkatan usaha dana; dan sukses pengem-                   kepedulian insan-insan koperasi, yang sejak
bangan usaha dana;                                           awal setia mendampingi pergulatan mereka itu.
       Jika kemudian buku ini diberi judul Koperasi          Melalui buku ini serempak mereka bersuara:
Peduli Rakyat Sejahtera, itu semata karena ingin             Terima kasih Koperasi.


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                                  5
    Prolog

    Prosperous
    Community Care
    Cooperation


    W
                hat would happen to a community         is a pride. Indeed not all of them are accommo-
               members who have worked dili             dated in the cooperation. Those who have be-
               gently: from cultural, post harvest,     come members of cooperation generally have
    management process up to its marketing as-          typical characteristics in their business ethos.
    pects; with honest ethos and sportive acts,                 Well, to expressly shows the empowerment
    far from collusion intrigues, has togetherness      for this small business, Ministry of Cooperation
    and family tradition, if they were provided with    and Small and Middle Scale Enterprises then is-
    capital injection to enhance their business         sued Micro and Small Development through
    earnings?                                           Scrolling Fund Strengthening for Save Loan
          The closest assumption is that their busi-    Cooperation (KSP) Program to fund productive
    ness earnings would enhance, profit increase,       economic business in agricultural and any other
    income would enlarge and they would yield           productive business sectors. The emphasizing
    success as businessmen. And of course, in           on agricultural and other sectors is of course
    the end their prosperity will improve. This type    based on proper considerations. Agribusiness
    of answer is fully logical since basically they     is an activity of utilizing natural resources to ful-
    are independent economic actors.                    fill life needs. Agribusiness is an economic per-
                                                        spective in agriculture sector. However,
    Who are they?                                       agribusiness also means all economic business
                                                        with natural resources basis. Therefore the tar-
         None other than farmers, fishermen,            get of program above is not only cooperation
    traders with limited capital and business           members engaged in agricultural field, but also
    space, such as fishermen, craftsmen, and            those developing sea weed, and any other natu-
    many others. In this country, the number of         ral resources products processing business.
    those who are engaged in small and micro                    The objective of Micro and Small Entrepre-
    business is very large, scattered in village        neur through KSP capital strengthening is: to in-
    areas (majority), and some in urban areas           crease activities and income of Micro and small
    which engage in various business sectors.           Entrepreneur trough business capital service
         For the Ministry of Cooperation and Small      derived from KSP; to increase ability and cover-
    and Middle Scale Business, the dynamic above        age of KSP service especially in agribusiness


6                                              K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
sector; to increase KSP manager Human Re-                   to their members.
sources quality.                                                  Well, there are many valuable lessons
       This program is a series of activities con-          during the above programs. It would be such
ducted by the Government through Productive                 a waste if such momentums disappear just like
Resources Access Increase Development                       that. It is that reason, among other things, that
Project originating from the State Revenue and              underlies the objective to compose this book.
Budget of 2004 fund in the form of the granting                   Far from formal image, this book is com-
of capital strengthening aid to KSP in the pat-             posed through covering process in the best co-
tern of scrolling fund.                                     operations scattered all over Indonesia. Not all
       Such Save and Loan Cooperation (KSP)                 of the best were covered. The composing team
Scrolling Fund Strengthening Aid which is fur-              divided several cooperations in 10 provices that
ther referred to as Agribusiness KSP Scrolling              reflect the represented ness of Indonesian area
Fund is fund deriving from the Government                   in western, central and eastern parts. The
through the Ministry of Cooperation and Small               method in choosing regencies and cities was
and Middle Scale Business which is distributed              based on business types developed.
to Save Loan Cooperation (KSP) in Agricultural                    However, even though this book is far from
Sector as scrolling fund loan to further be dis-            formal image, cooperations which success sto-
tributed to its members in the form of loan.                ries are presented were chosen based on raw
       Such program was commenced in 2003 and               characteristics. At least there are five success-
was continued in 2004. Considering the success              ful criteria that became the material of consid-
of Scrolling Fund Strengthening Aid in Agricul-             eration, namely: fund distribution success; fund
tural Sector in 2003 and 2004, then in 2005 the             utilization success; fund return success; fund
Government extended development business                    business increase success; and fund business
through Sectoral Scrolling Fund strengthening               development success;
aid to fund various other productive business                     If further this book was titled Prosperous
sectors, through fund source from State Rev-                Community Care Cooperation, it is merely be-
enue and Budget. Therefore since 2005 such                  cause a message that cooperation is an as-
program was known as Agribusiness/Sectoral                  set and at the same time a potential which, if it is
KSP Fund Strengthening Aid.                                 moved and developed, optimally will end up in
       The implementation of such program was               community welfare, is intended to be set out. Of
described as what is illustrated in the early part          course, the size of welfare has its own levels.
of this writing. In average cooperations receiv-                  People, in this context is represented by
ing the aid program were successful in distribut-           members of cooperation receiving scrolling
ing credits to strengthen their capital to their            loan, who are successful in increasing their life
members. Cooperation performance, both in                   standard after they have harvested the output
capital return from members and cooperation                 of Scrolling Fund Strengthening For Loan Save
installment to the bank national wide is favor-             Cooperaton (KPS) in Agribusiness/Sector pro-
able. Non performing credit can be considered               gram. Sincerely, their smiles bloom. Behind
as below 2% as the applied limit.                           those smiles there is a “piece” of pride that their
       Strengthening was also sought through                struggle to become more prosperous has been
cooperation capacity increase programs in man-              in the right lane. Behind those smiles there are
aging its business. The capacity concerned is in            also thousands of memories about heavy
the field of management, reporting system, and              struggle. Struggle on the management of rice
financial administration, and any other technical           field, pond, embankment, workshops, restau-
abilities, up to entrepreneurial horizon. This mat-         rants, and etc. Among these memories there
ter will in turn make cooperation the center of             is one that they cannot forget-even when they
business for small/micro entrepreneurs.                     inherit it to their future generation-the care of
       Experience has shown that development                cooperation personnel, who since the begin-
will continue to members. Cooperations that have            ning have been loyal assisting their struggle.
been ordered well in various aspects naturally              Through this book together they will say: Thank
will transfer their various skills and knowledge            you Cooperation.


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                                  7
Bab II


Dana Bergulir Untuk Modal
Usaha Kecil dan Mikro


S
           uatu ketika pada tahun 1953,             koperasinya? Bagaimana koperasi di kalangan
           sepenggal isi pidato Bung Hatta pada     pertukangan dan kerajinan? Sampai di manakah
           perayaan Hari Koperasi yang ke-3         hasil yang diperoleh dengan koperasi untuk
berbicara tentang sejauh mana manfaat koperasi      mengatasi ijon dengan pinjaman kecil-kecil sesuai
bagi rakyat petani dan pengrajin. Ketika itu,       kebutuhan dan lain-lainnya?” Meski berbentuk
secara retoris Bapak Koperasi Indonesia itu         sebuah kalimat tanya, pesan Bung Hatta dalam
bertanya: “Sudahkah berkembang peternakan di        penggalan pidatonya itu sangat jelas: bahwa
kalangan rakyat yang dibiayai dengan pinjaman       Koperasi harus mampu membiayai para petani
koperasi? Sudahkah terlaksana di mana-mana          dalam berusaha, juga para pengusaha kecil yang
kebun sayur dibiayai dengan pinjaman                bergerak di sektor riil.
                                                         Berpuluh tahun kemudian, sentilan bernada


8                                          K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
introspektif itu ternyata masih relevan untuk               menengah (KUKM) tersebut, kemampuan KUKM
diungkapkan: “sudahkah koperasi mampu                       untuk mengakses sumber permodalan, baik baik
mendampingi para petani dan pengusaha kecil                 dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank
dan mikro?” Begitu kira-kira bentuk pertanyaan              masih rendah. KUKM dianggap belum bankable.
itu di masa kini. Sementara itu fakta di lapangan                 Atas dasar fakta itu, Pemerintah dalam hal
berbicara bahwa, meski bukan segala-galanya,                Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil
aspek permodalan merupakan sebuah aspek                     dan Menengah merasa perlu membangun
penting dalam pengembangan dan pembinaan                    sebuah ‘jembatan’ yang bisa menghubungkan
usaha kecil dan menengah (UKM).                             antara KUKM dan sumber permodalan, yang
      Jika mengacu pada visi Bung Hatta pada                dalam konteks ini diawali dengan dana stimulan
paragraf pertama tadi maka Koperasi idealnya                dari APBN. Berangkat dari visi itulah lahir Pro-
tampil sebagai lembaga yang mampu menjawab                  gram Dana Bergulir pada Kementerian Negara
aspek permodalan yang dibutuhkan para petani                Koperasi dan UKM termasuk Program
dan pengusaha kecil dan mikro tadi. Namun, setali           Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil
dua uang, kondisi sebagian besar koperasi pun               melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir Bagi
setali dua uang dengan para pengusaha kecil                 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak
dan mikro: sama-sama minim permodalan.                      dalam pembiayaan Agribisnis/Sektoral.
Sementara itu, dalam konteks pembinaan dan                        Program ini memiliki tujuan yang sangat
pengembangan koperasi dan usaha kecil dan                   strategis, yakni meningkatkan aktivitas dan



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                         9
Aktivitas usaha di pabrik penggilingan padi milik anggota KSP Lestari Mandiri, Kabupaten Malang, Jawa Timur


pendapatan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui                       gram Perkuatan Dana Bergulir ini fokus pada
pelayanan simpan pinjam; meningkatkan akses                        Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bergerak
anggota dan calon anggota untuk memperoleh                         dalam pembiayaan agribisnis. Pada tahun 2003,
pelayanan pinjaman dari KSP; meningkatkan                          program ini bernama “Program Pengembangan
kemampuan dan jangkauan layanan KSP yang                           Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Perkuatan
bergerak dalam pembiayan agribisnis/sektoral;                      Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Sektor
meningkatkan kualitas sumberdaya manusia                           Agribisnis”. Kemudian pada tahun 2004, pro-
pengelola KSP; dan membangun KSP sebagai                           gram ini bernama “Program Pengembangan
lembaga keuangan yang handal agar dapat                            Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui Bantuan
sejajar dengan lembaga keuangan lainnya.                           Perkuatan Dana Bergulir Bagi Koperasi Simpan
Melalui mekanisme ini transfer dana dari                           Pinjam (KSP) di Sektor Agribisnis”.
Pemerintah Pusat pada akhirnya bisa menjadi                             Satu tahun kemudian, yakni pada tahun
motor penggerak aktivitas ekonomi di daerah,                       2005, program ini dikembangkan tak hanya
terutama di daerah perdesaan. Perputaran dana                      untuk pengembangan usaha mikro dan kecil di
pinjaman bergulir itulah kemudian yang menjadi                     sektor agribisnis tapi juga pengembangan
bahan bakar pertumbuhan ekonomi di daerah.                         usaha mikro dan kecil di sektor riil lainnya dengan
     Program ini mulai dilaksanakan oleh                           nama “Program Pengembangan Pengusaha
Kementerian Negara Koperasi dan UKM sejak                          Mikro dan Kecil Melalui Bantuan Perkuatan Dana
tahun 2003. Dalam kurun waktu itu, terjadi                         Bergulir Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP)
beberapa dinamika kebijakan. Selama dua                            Sektoral”. Setelah sempat vakum satu tahun
tahun, yakni tahun 2003 dan tahun 2004, pro-                       selama 2006, pada tahun 2007 program ini



10                                                      K o p e r a s i     P e d u l i ,    R a k y a t      S e j a h t e r a
                                                            telah berjalan dengan baik.
                                                                  Demi kebersinambungan program dana
                                                            bergulir ini, koperasi peserta program wajib
                                                            mengembalikan angsuran pokok dan bunga
                                                            kepada Bank Pelaksana. Hingga 31 Maret 2009
                                                            kinerja pengembalian angsuran pokok dan bunga
                                                            tersebut tercermin pada tabel di bawah ini.
                                                                  Angka-angka      pada     tabel     tersebut
                                                            menunjukkan bahwa meskipun para koperasi
                                                            peserta program sukses mengembangkan dana
                                                            bergulir tersebut hingga 281 % tapi tingkat atau
                                                            kinerja pengembalian angsuran pokok dan
                                                            bunga masih belum sesuai target (lihat tabel).
                                                            Dari yang seharusnya Rp. 104.797.609.500 baru
                                                            44,92 % atau Rp.47.076.688.594 yang telah
                                                            ditunaikan. Menurut penelusuran, angka
                                                            pengembalian angsuran pokok dan bunga yang
                                                            rendah itu disebabkan karena Bank Pelaksana
                                                            dipandang masih kurang aktif dalam melakukan
                                                            pembinaan dan monitoring kepada koperasi
                                                            peserta program. Di samping itu, kewajiban
                                                            Kelompok Kerja Keuangan Kabupaten/ Kota juga
                                                            dipandang belum optimal.
                                                                  Hasil monitoring dan evaluasi juga
                                                            menunjukkan bahwa di tingkat nasional, Propinsi
                                                            Jawa Timur merupakan propinsi dengan tingkat
                                                            realisasi pencairan terbesar, yakni yaitu
                                                            434,32%. Di propinsi ini, jumlah dana pinjaman
                                                            bergulir terlah berkembang dari Rp. 39,8 miliar
                                                            menjadi Rp. 167,81 miliar. Propinsi lain yang juga
                                                            memiliki kinerja bagus, yakni Propinsi Jawa
dilanjutkan dengan nama “Program Peningkatan                Tengah dengan perkembangan sebesar
Permodalan Dana Bergulir Sektoral Bagi                      255,99% atau berkembang dari Rp. 35 miliar
Koperasi, Usaha Mikro, dan Kecil”.                          menjadi Rp. 89.59 miliar.
      Selama rentang waktu 2003 sampai 2005                                        ***
dan 2007 Pemerintah mengalokasikan dana                     Teknis Pelaksanaan
sebesar Rp. 321.700.000.000,- bagi 448 koperasi                   Tidak semua Koperasi bisa menerima pro-
yang tersebar di 32 provinsi. Dari alokasi dana             gram perkuatan permodalan bagi koperasi,
sebesar itu, tercatat realisasi pencairan sebesar           usaha mikro dan kecil tersebut. Ada syarat-syarat
Rp. 299.150.715.000. Kemudian, berdasarkan                  yang harus dipenuhi Koperasi-koperasi Simpan
hasil monitoring yang dilakukan Kementerian                 Pinjam calon penerima dana perkuatan.
KUKM per Maret 2009 dana pinjaman bergulir
tersebut telah berkembang menjadi Rp.                       Syarat-Syarat Umum:
840.972.990.980 dengan jumlah pemanfaat                        a. Telah melaksanakan Rapat Anggota
sebanyak 183.968 anggota koperasi. Itu artinya                    Tahunan (RAT) sebanyak 3 (tiga) Tahun
telah terjadi dinamika positif hingga sebesar                     Buku terakhir;
281%. Catatan hasil monitoring itu memberi sinyal              b. Hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua)
indikasi bahwa koperasi penerima program                          tahun terakhir berturut-turut “sehat”;
berhasil didalam mengelola dan menggulirkan                    c. Memiliki kantor sendiri yang telah ditempati
bantuan yang diberikan. Jumlah dana yang                          minimal 2 (dua) tahun;
tersalur dan hasil pengembangannya itu pun                     d. Dalam melayani anggota-anggota di
menjadi salah satu indikasi bahwa program ini                     sentra agribisnis, bersedia membuat unit


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                         11
      pelayanan yang berada di lokasi sentra                          KSP juga memiliki anggota minimal 100
      agribisnis;                                                     orang yang bergerak dibidang usaha
   e. Kelompok masyarakat sebagai anggota                             produktif yang sejenis antara lain: petani,
      KSP sudah pernah memperoleh dukungan                            peternak dan nelayan (bukan pedagang);
      modal dan pembinaan dari instansi teknis,                    c. Jumlah Pinjaman yang diberikan minimal
      yang dikelola dengan pola simpan pinjam                         Rp. 1 milyar;
      dan sudah diadministrasikan secara tertib;                   d. Tunggakan pinajaman macet maksimal 2%;
   f. Diutamakan bagi KSP yang para                                e. Memiliki Komputer sendiri dan sanggup
      anggotanya     mempunyai      hubungan                          membeli komputer minimal Pentium 3;
      kerjasama kemitraan dengan perusahaan                        f. Hasil audit 2 tahun terakhir, Wajar Tanpa
      penghela.                                                       Syarat (WTS);
   g. Ada pihak yang menjadi Jaminan                               g. Mempunyai Sistem Pengendalian Intern
      Perorangan (personal guarantee) atas                            (SPI) yang telah berjalan secara efektif;
      Dana Perkuatan yang diterima peserta                         h. Pengelolaan Usaha KSP sudah didele-
      program perkuatan modal KSP.                                    gasikan kepada manajer dan didukung
                                                                      karyawan-karyawan yang professional,
      Pada tahun 2004 syarat-syarat umum                              serta tidak terjadi perangkapan pekerjaan
tersebut diperbarui. Beberapa pembaruan                               untuk fungsi-fungsi yang bertentangan;
tersebut di antaranya:                                             i. Jumlah modal sendiri yang terdiri dari
    a. Merupakan koperasi primer kota/                                Simpanan Pokok, Simpanan Wajib,
       kabupaten yang telah berbadan hukum                            Cadangan, Donasi dan Sisa Hasil Usaha
       minimal 4 (empat) tahun dan melak-                             tahun berjalan minimal sebesar 33% dari
       sanakan RAT 3 (tiga) Tahun Buku terakhir                       total aset.
       dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan
       hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua)                        Sedangkan persyaratan bagi Unit Simpan
       tahun berturut-turut;                                     Pinjam (USP) Koperasi calon penerima dana
   b. KSP telah memperoleh jaminan per-                          perkuatan adalah sebagai berikut:
       orangan (Personal Guarantee) dari                            a. USP Koperasi sudah menjadi unit otonom
       Bupati/ Wali Kota setempat untuk                                minimal 3 tahun;
       mengelola Dana Bergulir KSP Agribisnis.                      b. Telah melakukan pemisahan dalam
                                                                       akuntansi    usaha    dari    akuntansi
Syarat-Syarat Khusus :                                                 Koperasinya.
  a. Merupakan lembaga koperasi primer                              c. Bersedia mengubah badan hukumnya
     Kabupaten/Kota yang sudah berbadan                                menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
     hukum minimal 4 tahun;
  b. Di samping anggota secara keseluruhan,                            Anggota koperasi yang berhak menerima



Tabel 1. Kewajiban Koperasi Ke Bank

                                                             Kewajiban Kepada Bank
               Tahun                    Sudah Dibayar                                      Sebelumnya
   No
              Program
                                Bunga                    Pokok                   Bunga                     Pokok
   1           2003       Rp. 2.653.798.676        Rp. 2.145.214.083       Rp. 5.000.000.000           Rp. 6.000.000.000
   2.          2004       Rp. 25.888.986.731       Rp.23.431.731.955       Rp. 57.249.580.000          Rp. 68.699.496.000
   3.          2005       Rp. 18.483.903.187       Rp.10.956.055.146       Rp. 41.918.029.500          Rp. 25.150.817.700
   4.          2007       Rp.     50.000.000       Rp.    5.000.000        Rp. 630.000.000             Rp. 378.000.000


     Jumlah               Rp. 47.076.688.594       Rp.36.538.001.184       Rp.104.798.609.500          Rp.100.228.313.700

Sumber Data: Koperasi Peserta Program, Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM, dan Bank Pelaksana (diolah)




12                                                   K o p e r a s i    P e d u l i ,    R a k y a t     S e j a h t e r a
pinjaman dana bergulir untuk membiayai usaha-                 c. Telah berbadan hukum minimal 4 (empat)
usaha ekonomi produktif dari alokasi dana pro-                   tahun dan melaksanakan Rapat Anggota
gram ini juga diatur dengan seleksi ketat. Aturan                Tahunan (RAT) 3 (tiga) Tahun Buku terakhir
ini dibuat sebagai pagar bagi KSP-KSP peserta                    dan memiliki predikat “sehat” berdasarkan
program dalam menyalurkan pinjaman dana                          hasil penilaian kesehatan dalam 2 (dua) tahun
bergulir tersebut. Sepanjang aturan ini ditaati,                 berturut-turut serta klasifikasi minimal B;
resiko pinjaman macet semakin kecil. Pengusaha                d. Hasil audit 2 (dua) tahun terakhir berpredikat
Mikro dan Kecil calon penerima pinjaman dari                     Wajar Tanpa Syarat (WTS);
KSP wajib memenuhi syarat sebagai berikut :                   e. Memiliki jumlah kekayaan bersih minimal
  a. Terdaftar sebagai anggota KSP/calon                         sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta
     anggota KSP;                                                rupiah), dan memiliki simpanan pokok mini-
  b. Memiliki aktivitas usaha produktif di bidang                mal Rp.150.000.000,- (Seratus lima puluh
     agribisnis/sektoral yang menciptakan nilai                  juta rupiah), bagi KSP Calon Penerima Dana
     tambah sehingga berkemampuan untuk                          Bergulir       Sektoral       sebesar      Rp.
     mengembalikan/ melunasi pinjaman;                           1.000.000.000,- (satu milyar rupiah);
  c. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman pada                  f. Memiliki kekayaan bersih minimal sebesar
     KSP;                                                        Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta
  d. Mengajukan permohonan pinjaman kepada                       rupiah), dan memiliki simpanan pokok mini-
     KSP sesuai kelayakan usaha;                                 mal Rp.75.000.000,- (tujuh puluh lima juta
  e. Mendapat persetujuan dari pengurus KSP                      rupiah), bagi KSP Calon Penerima Dana
     atas hasil analisa kelayakan dari manajer                   Bergulir Sektoral sebesar Rp.500.000.000,-
     pengelola simpan pinjam.                                    (lima ratus juta rupiah).
                                                              g. Memberikan pelayanan pinjaman kepada
      Pada tahun 2005, seiring dengan dinamika                   anggota minimal 70 % (tujuh puluh per
yang terjadi pada pelaksanaan program tahun                      seratus) dari total pinjaman yang diberikan;
2003 dan 2004, Kementerian Negara Koperasi                    h. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal
dan UKM kemudian kembali melakukan penyem-                       Rp.750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta
purnaan teknis pelaksanaan penyaluran pin-                       rupiah), bagi KSP Calon Penerima Dana
jaman dana bergulir tersebut. Penyempurnaan                      Bergulir Sektoral sebesar Rp.1.000.0 00.000,-
ini dilakukan untuk mengakomodir pengem-                         (satu milyar rupiah).
bangan program. Jika pada tahun 2003 dan tahun                i. Memiliki saldo pinjaman (piutang) minimal Rp.
2004 fokus program lebih pada KSP yang                           375.000.000,- (tiga ratus tujuh puluh lima
membiayai usaha mikro dan kecil di sektor                        juta rupiah), bagi KSP Calon Penerima Dana
agribisnis, pada tahun 2005 sasaran KSP peserta                  Bergulir Sektoral sebesar Rp. 500.000.000,-
program diperluas tak lagi terbatas pada KSP                     (lima ratus juta rupiah).
yang membiayai usaha mikro dan kecil di sektor
agribisnis tapi juga KSP yang membiayai usaha                    Sedangkan beberapa perubahan pada
mikro dan kecil di berbagao sektor riil lainnya.            Syarat-syarat Khusus bagi KSP calon penerima
      Beberapa perubahan itu di antaranya pada              dana bergulir sektoral itu di antaranya:
Syarat-syarat umum KSP calon penerima dana                    a. Bersedia atau telah melayani anggota-
bergulir sektoral itu di antaranya:                              anggotanya di berbagai sektor usaha
  a. KSP calon penerima diprioritaskan yang                      produktif dan membuka unit pelayanan yang
     belum pernah memperoleh Dana Bergulir                       berada di lokasi sentra;
     KSP Agribisnis;                                          b. Diprioritaskan bagi KSP yang anggota-
  b. KSP memiliki anggota minimal 100 (seratus)                  anggotanya mempunyai hubungan kerjasama
     orang Pengusaha Mikro dan Kecil yang                        kemitraan dengan perusahaan penghela;
     bergerak disektor usaha produktif yang                   c. KSP telah memperoleh jaminan perorangan
     sejenis antara lain: pertanian, kehutanan                   (Personal Guarantee) dari Bupati/ Wali Kota
     dan perkebunan, peternakan, perikanan,                      setempat untuk mengelola Dana Bergulir Sektoral;
     pertambangan dan galian, industri pengo-                 d. Total tunggakan pinjaman macet maksimal
     lahan dan kerajinan, perdagangan dan                        2 % (dua persen);
     aneka jasa lainnya;


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                            13
Suasana di kantor manajemen KSP Cipta Mandiri, Pulau Buru. Idealnya, pengelolaan Usaha KSP didelegasikan kepada manajer
yang didukung oleh karyawan yang profesional

  e. Pengelolaan Usaha KSP sudah didele-                              Kemudian, selain syarat-syarat yang telah
     gasikan kepada manajer yang didukung oleh                  ditetapkan pada petunjuk teknis tahun 2003 dan
     karyawan yang profesional dan tidak terjadi                2004, pada tahun 2005 Pengusaha Mikro dan
     perangkapan pekerjaan, dengan Jumlah                       Kecil calon penerima pinjaman dari KSP juga
     karyawan dan manajer minimal 5 orang;                      wajib memenuhi syarat sebagai berikut:
  f. Modal sendiri minimal sebesar 33 % (tiga                      a. Terdaftar sebagai anggota KSP aktif mini-
     puluh tiga per seratus) dari total aset;                         mal 1 (satu) tahun dan dibuktikan dengan
  g. Telah memiliki prosedur pemberian pinjaman                       jumlah simpanan wajib di koperasi;
     ke anggota.                                                   b. Mempunyai aktivitas di sektor usaha
                                                                      produktif dan masih dapat dikembangkan
      Selain Syarat Umum dan Syarat Khusus                            serta menciptakan nilai tambah, sehingga
tersebut di atas yang berlaku bagi Koperasi                           memiliki kemampuan untuk mengembalikan/
Simpan Pinjam (KSP), sejak tahun 2005 USP-                            melunasi pinjaman;
Koperasi calon penerima Dana Bergulir Sektoral                     c. Tidak mempunyai tunggakan pinjaman
wajib memenuhi syarat tambahan, yakni:                                pada KSP;
   a. manajemen USP-Koperasi telah dikelola                        d. Bersedia menyimpan 5 % dari pokok
      secara otonom minimal 3 tahun, dan siap                         pinjaman di KSP dalam bentuk Simpanan
      menjadi KSP;                                                    Wajib Khusus milik anggota sebagai bagian
   b. telah melakukan pembukuan terpisah atas                         dari pemupukan modal sendiri KSP dan
      pengelolaan usaha simpan pinjam dari                            untuk keperluan stabilitas permodalan KSP.
      akuntansi koperasinya, dibuktikan dengan                                              ***
      neraca lajur 3 (tiga) tahun terakhir;                           Pada tahun 2007, terjadi beberapa
   c. Koperasi induk bersedia melakukan                         perubahan persyaratan yang harus dipenuhi
      pembagian, dengan cara memisahkan unit                    Koperasi Peserta Program. Beberapa persyaratan
      Simpan Pinjam dari koperasi untuk menjadi                 yang mengalami perubahan itu, di antaranya:
      Koperasi Simpan Pinjam tersendiri atau                       a. Koperasi telah berbadan hukum minimal 1
      mengubah nama dan bidang usaha koperasi                         (satu) tahun dan melaksanakan Rapat
      menjadi hanya Usaha Simpan Pinjam (KSP);                        Anggota Tahunan (RAT) dengan memiliki
   d. seluruh aset USP-Koperasi menjadi aset                          predikat “cukup sehat” berdasarkan hasil
      KSP yang baru dibentuk.                                         penilaian kesehatan yang dilakukan pejabat
                                                                      yang berwenang;



14                                                   K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a
Sebagian besar KSP tadinya merupakan Unit Simpan Pinjam (KSP) dari sebuah koperasi induk. Gambar menunjukkan suasana
pelayanan di sebuah KSP.

  b. Belum pernah memperoleh Dana Bergulir dari                      laporan tahunan berjalan;
     Kementerian Negara Koperasi dan UKM.                         c. manajemen unit usaha koperasi yang akan
  c. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal                       mengelola dana bergulir, telah dikelola
     Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta                      secara otonom minimal 1 (satu) tahun;
     rupiah) termasuk simpanan pokok dan wajib                    d. unit usaha koperasi yang akan mengelola
     minimal Rp. 100.000.000,- (seratus juta ru-                     dana bergulir telah menyelenggarakan
     piah), memiliki saldo piutang minimal Rp.                       pembukuan secara terpisah atas pengelolaan
     200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) dan                       usaha koperasinya, yang dibuktikan dengan
     memiliki jumlah anggota paling sedikit 100                      laporan keuangan pada tahun terakhir.
     orang, untuk Koperasi calon penerima dana
     bergulir sebesar Rp. 500.000.000,- (lima                        Selain aturan-aturan main tadi, Kementerian
     ratus juta rupiah);                                       Koperasi dan UKM juga telah mengantisipasi
  d. Koperasi memiliki kekayaan bersih minimal                 kemungkinan-kemungkinan khusus terutama
     Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah)                   bagi koperasi-koperasi yang berlokasi di daerah
     termasuk simpanan pokok dan wajib mini-                   tertinggal atau di daerah yang terkena bencana
     mal Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta ru-                 alam atau koperasi yang dinilai mempunyai peran
     piah), memiliki saldo piutang minimal Rp.                 strategis pada daerah tertentu. Salah satu
     100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan                   contoh, KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru, yang
     memiliki jumlah anggota paling sedikit 60 orang,          profilnya ditampilkan dalam buku kisah sukses
     untuk Koperasi calon penerima dana                        ini. Meski baru berdiri pada tahun 2004, KSP
     bergulir sebesar Rp. 300.000.000,- (tiga                  Cipta Mandiri bisa menjadi peserta program ini
     ratus juta rupiah).                                       pada tahun 2005 berdasarkan             Pasal 7
                                                               Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM
     Sedangkan beberapa perubahan pada                         No. 12/2005. Pada pasal itu disebutkan bahwa
persyaratan khusus, yakni :                                    “Menteri dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi
  a. Koperasi telah memperoleh jaminan per-                    Penerima Dana Bergulir Sektoral secara khusus
     orangan (Personal guarantee) dari Kepala                  yang dinilai mempunyai peran strategis antara
     Dinas Kabupaten/Kota, dengan meng-                        lain untuk keperluan pembinaan KSP/USP-
     gunakan formulir sebagaimana contoh pada                  Koperasi di daerah yang sedang berkembang,
     lampiran 14 peraturan ini;                                daerah perbatasan/terpencil. Dalam konteks ini,
  b. Total tunggakan pinjaman macet maksimal                   Pulau Buru dipandang memiliki kedudukan strategis
     5% (lima persen) yang dibuktikan dengan                   sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku.


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                                    15
 Chapter II




 Scrolling Fund
 For Small and Micro Business Capital

 O
            ne day in 1953, a piece of Bung         chase with small loan in accordance with needs
           Hatta’s speech content in the cel        and others?” Even though it is in the form of
           ebration of the 3rd Cooperation Day      questions, Bung Hatta message in its speech part
 which discussed how far cooperation can            is very clear: that Cooperation must be able to
 benefit for farmers and craftsmen. At the time,    fund farmers in running their business, also for
 rhetorically such Indonesian Cooperation           small entrepreneurs who are engaged in real
 Founding Father asked: “has animal farming         sectors.
 developed in the community which is funded              Many years later, such introspective in na-
 by cooperation loan? Has vegetable plants          ture critic is still relevant to be expressed: “have
 been funded by their cooperation loan? How         cooperations been able to assist farmers and
 are cooperations among the handicraft and          micro and small entrepreneurs?“ That is approxi-
 craftsmen? How far is the output obtained          mately the form of such statement in the present.
 with cooperation to overcome early crops pur-      In the mean time the facts on the field speak out



16                                         K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
that even though it is not everything, capitaliza-          tion and such small and middle scale entrepre-
tion aspect is the important aspect in the devel-           neurs (KUKM), the ability of KUKM to access
opment and founding of small and middle scale               capitalization source, both from bank financial
business (UKM).                                             institutions and non bank is still low. KUKM is still
      If referring to the mission of Bung Hatta in          considered as non bankable.
the first paragraph earlier, then ideally Coopera-                 Based upon that fact, the Government in
tion appears as an institution that is able to an-          this matter State Ministry of Cooperation and
swer capitalization aspect needed by such farm-             Small and Middle Scale Entrepreneurs feels the
ers and small and micro entrepreneurs. How-                 necessity to build a ‘bridge’ that can connect
ever, same as usual, the conditions of coopera-             KUKM and capitalization source, which in this
tion are as bad as small and micro entrepreneurs:           context is initialized with stimulant fund from
they lack capitalization. Meanwhile in the con-             State Revenue and Expenditure (APBN). From
text of founding and development of coopera-                that vision, Scrolling Fund Program on State Min-



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                            17
 The economic activites at Yudi Pujianto’s rice mill, whose life standard was lifted after synergizing with KSP Lestari Mandiri,
 Malang, East Java

 istry of Cooperation and UKM was born and                                This program has been implemented by
 was incorporated in Small and Micro Entre-                         State Ministry of Cooperation and Small and
 preneurs Development Program through                               Middle Scale Enterprises since 2003. Within such
 Scrolling Fund Program for Save Loan Coop-                         period, there have been several policy dynam-
 eration (KSP) engaging in Agribusiness/Sec-                        ics. Within two years, i.e. 2003 and 2004 this
 tor funding.                                                       Scrolling Fund Strengthening was focused on
       This program has a very strategic pur-                       Save Loan Cooperation (KSP) engaging in
 pose, i.e. increasing activities and revenue of                    agribusiness funding. In 2003, this program was
 Micro and Small Entrepreneurs through save                         named “Micro and Small Entrepreneurs Devel-
 loan services; Your browser may not support                        opment Program through Save Loan Coopera-
 display of this image. increasing the ability and                  tion (KSP) Capital Strengthening in Agribusiness
 coverage of KSP services engaging in                               Sector.” Then in 2004 this program was called
 agribusiness/sector funding; increasing human                      “Micro and Small Entrepreneurs Development
 resources KSP managers quality; and devel-                         program Through Scrolling Fund Strengthening
 oping KSP as a financial institution that is reli-                 Aid For Save Loan Cooperation (KSP) in
 able in order to be in the same level as any                       Agribusiness Sector.”
 other financial institutions. Through this                               A year later, i.e. in 2005 and in 2007 this
 mechanism, fund transfer from Central Gov-                         program was developed not only to develop mi-
 ernment at the end of the day could be the                         cro and small business in agribusiness sector
 moving engine of region economic activities,                       but also for the development of any other real
 mainly in villages. Such scrolling fund circle then                sectors with the name “Micro and Small Entre-
 becomes the fuel of region’s economic growth.                      preneurs Development Program Through Scroll-




18                                                      K o p e r a s i       P e d u l i ,     R a k y a t      S e j a h t e r a
ing Fund Strengthening Aid For Sector Save                  operation as nominees for strengthening
Loan Cooperations (KSP).” After being non ac-               fund receivers. Cooperation members who
tive for a year in 2006, in 2007 this program was           are entitled to receive scrolling fund to fund
continued with the name “Sector Scrolling Fund              productive economic business from this pro-
Capitalization Increase Program For Coopera-                gram fund allocation are also regulated with
tion, Micro and Small Business.”                            tight selection. This regulation is set up as
      Within the period of 2003 up to 2005 and              fence for program participating KSPs in dis-
2007 the Government allocated fund in the                   tributing such scrolling fund loan. So long as
amount of Rp. 321,700,000,000,- for 448 coop-               this regulation is complied with, non perform-
eration scattered in 32 provinces. From such                ing loan risk will become smaller.
amount of fund allocation, it is noted that the dis-              In 2005, along with the dynamic that took
bursement realization was in the amount of Rp.              place in the program implementation of 203
299,150,715,000. Then, based on the monitor-                and 2004, State Ministry of Cooperation and
ing output conducted by Ministry of KUKM, in                UKM then re-perfected the implementation
March 2009 such scrolling loan fund had in-                 technique in distributing such scrolling fund
creased to become Rp. 840,972,990,980 and                   implementation. This perfection was con-
was utilized by 183,968 cooperation members.                ducted to accommodate program develop-
It means there has been positive dynamic of up              ment. In 2003 and 2004 the program was
to 281 %. Such monitoring record indicates that             more focused to KSP that funded micro and
program receiving cooperation is successful in              small business in agribusiness sector, in 2005
managing and scrolling the aid provided. The                and 2007 the target of program participating
amount of fund distributed and the output of its            KSP was extended and not only limited to
development become indicators that this program             KSP funding micro and small business in
has been running well.                                      agribusiness sector but also KSPs that fund
      For the sake of the sustainability of this            micro and small business in any other real
scrolling fund program, participating coopera-              sectors.
tions are obligated to return principal installment               Ministry of Cooperation and UKM also
with its interest to Implementing Banks. Data               has anticipated specific possibilities mainly
shows that even though participating coopera-               for cooperations located in disadvantaged
tions are successful in developing such scroll-             area or areas that have been exposed by
ing fund up to 281% however the level or per-               natural disasters or cooperations that are
formance of principal installment return has not            considered as having strategic roles on some
been the same as the target. From the actual                areas. One example is KSP Cipta Mandiri in
Rp. 104,797,609,500 only 44.92 % or the amount              Pulau Buru, which profile has been presented
of Rp.47,076,688,594 has been paid up. Accord-              in this successful stories book. Although it
ing to investigation, such low principal installment        was not established until 2004, KSP Cipta
and interest return was due to the fact that Imple-         Mandiri was able to become a member of this
menting Bank has been not active enough in                  program in 2005 based on Article 7 of Minis-
conducting development and monitoring against               ter of Cooperation and UKM Regulation UKM
program participating cooperations. In addition,            No. 12/2005. In that article it is stated that “A
Regency/City Working Group obligations are                  minister may stipulate KSP/USP-Sector
considered as non optimum.                                  Scrolling Fund Receiving Cooperation in spe-
                                                            cial manner which is considered as having
Implementation Technique                                    strategic role among others for the need of
                                                            the founding of KSP/USP-Cooperation is ar-
      Not all cooperations could receive capitali-          eas that are developing, border/remote ar-
zation strengthening program for such coopera-              eas. In this context, Pulau Buru is consid-
tions, micro and small business. There are re-              ered as having the strategic position as ‘rice
quirements that must be met by Save Loan Co-                barn’ in Maluku Province.



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                               19
Bab III



Parade Kisah Sukses

S
         ebuah kalimat bijak tentang koperasi,           Melalui kalimatnya itu, Bung Hatta bicara
        yang pernah diungkapkan Bung Hatta          bahwa segunung konsep untuk membangun
        menarik untuk dicermati. Bapak Koperasi     masyarakat perkoperasian tak akan cukup jika
Indonesia, yang juga Proklamator negara ini         tak bermuara pada kerja nyata, yang dibalut
pernah berkata bahwa “bukan semboyan yang           dengan semangat untuk senantiasa mewu-
muluk-muluk yang dibutuhkan untuk mencapai          judkan perbaikan.
masyarakat kooperasi yang ingin kita ciptakan,           Parade kisah sukses KSP peserta program
melainkan amal, yang berupa pendidikan atas         perkuatan permodalan usaha agribisnis/ sektoral
diri sendiri dan perbuatan. Di atas jalan menuju    ini merupakan bagian dari geliat untuk senantiasa
masyarakat koperatif, belum ada yang                mewujudkan kemajuan bagi dunia perkoperasian
sempurna, sebab itu dasar kita bekerja ialah:       di Indonesia. Kisah-kisah sukses yang termuat
mencapai perbaikan senantiasa!”                     di dalam bab ini bukan ditulis untuk sekadar


20                                         K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
mengukur tingkat keberhasiloan pelaksanaan                  kinerja penyaluran dana bergulir, kinerja
Program Pengembangan Pengusaha Mikro dan                    pemanfaatan dana, kinerja pengembalian dana
Kecil melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir               dari anggota koperasi penerima pinjaman,
Bagi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang                      kinerja peningkatan usaha anggota koperasi
bergerak dalam pembiayaan Agribisnis/ Sektoral.             penerima pinjaman, hingga kinerja pengem-
Lebih dari itu, kisah-kisah sukses yang ditulis
                                                            bangan usaha dana koperasi menjadi
diniatkan untuk bisa menjadi referensi, sekaligus
                                                            pertimbangan penting untuk memilih KSP-KSP
sebagai sumber inspirasi dan motivasi bagi
                                                            mana saja yang layak diprofilkan. Tidak hanya
masyarakat koperasi di Indonesia, serta para
                                                            itu, selain data-data statistik tersebut, per-
pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini
                                                            timbangan-pertimbangan kualitatif juga me-
menjadi mitra koperasi.
      Tentu saja, dalam memilih KSP dari sepuluh            nentukan, seperti upaya inisiasi, inovasi,
propinsi, yang profil dinamikanya ditulis dalam             terobosan, dan orisinalitas program yang
buku ini, berbagai pertimbangan dilakukan.                  dilakukan oleh KSP peserta program. Akhirnya,
Berbagai data tentang kinerja keuangan KSP,                 selamat mengambil manfaat.


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                     21
Chapter III


     A Parade Of Success Stories

 A
           wise sentence about cooperation,         said that a pile of concepts to develop coopera-
         which was expressed by Bung Hatta          tion community will not be enough if they do not
         is interesting to be analyzed. This In-    end up on real work, wrapped with the spirit to
 donesian Cooperation Father, who is also the       always create improvements.
 state proclaimer had also said that “it is not           Parade of KSP success stories on this
 the pompous motto that is needed to create         agribusiness/sector capitalization strengthening
 cooperation community that we would like to        program participates is a part of the spirit to al-
 have, but it is the deed, in the form of self      ways create progress for the world of coopera-
 education and good deed. On the road that          tion in Indonesia. Success stories contained in
 leads to cooperative community, nothing is         the chapters of this book are not merely written
 perfect, therefore the basis of our work is: to    to measure the success level of Micro and Small
 always seek for improvement!”                      Entrepreneurs Development Program through
      Through such sentence, Bung Hatta             Scrolling Fund Strengthening Aid For Save Loan



22                                         K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Cooperation (KSP) engaging in Agribusiness/                 receiver cooperation members, loan receiver
Sector funding. More than that, success stories             cooperation members business increase, up
written are intended to become references, and              to cooperation fund business increase
at the same time as the source of inspiration and           perfomance become important consider-
motivation for cooperation community in Indo-               ations to select which KSPs are worth to be
nesia, as well as micro and small business ac-              profiled. Not only that, in addition to such sta-
tors who have been partners for cooperation.                tistical data, qualitative considerations also
      Of course, in selecting KSP from ten prov-            sercve as determining factors, such as initia-
inces, which profile dynamics are written in this           tive, inovation, break through, and program
book, various considerations are taken into ac-             originality efforts conducted by program par-
count. Various data on KSP financial perfor-                ticipating KSP. At the end of the day, take
mance, scrolling fund distribution performance,             advantage out of them.
fund utilization, fund return performance by loan



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                           23
24   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                                   SUMATERA BARAT
                                                     West Sumatera

K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   25
Kantor KSP Lumbuang Pusako, senantiasa menjadi tempat menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang berharga (pusako).
Aset berharga itu adalah anggota yang terampil dan piawai mengelola koperasi.




KSP LUMBUANG PUSAKO
Kota Bukittingi, Provinsi Sumatera Barat


Bila Keberlanjutan Koperasi
Adalah Penentu Kejayaan


B
           ila pengurus koperasi piawai dan                   melalui pengenalan yang memadai kepada
          melahirkan kinerja koperasi menjadi                 anggota, koperasi menjadi lebih dinamis, bisa
          semakin baik, itu hal biasa. Namun, bila            saling mengawasi, dan seterusnya. “Kami selalu
sebuah koperasi juga menginginkan para                        berusaha menjadi pengurus yang bisa menjadi
anggotanya pandai mengelola koperasi, maka                    panutan bagi anggota sekaligus bisa meng-
hal itu menjadi luar biasa. Tapi, itulah prinsip yang         ayomi,” kata Anismar Asri, Ketua KSP Lumbuang
diyakini pengurus KSP Lumbuang Pusako Kota                    Pusako.
Bukitinggi, Sumatera Barat.                                        Untuk itu, KSP bekerja sama dengan Dinas
      Bagi pengurus KSP Lumbuang Pusako,                      Koperasi dengan cara mengadakan pelatihan-
menjalankan koperasi perlu keahlian dan                       pelatihan, baik untuk pengurus dan koperasi.
pengalaman. Tanpa itu, keberhasilan angan-                    Bagi pengurus, follow up pelatihan jelas, yakni
angan belaka. Bukan hanya pengurus, para                      langsung menerapkan ilmunya dalam praktik
anggota pun dituntut untuk memahami bahkan                    pengelolaan koperasi. Tapi bagaimana dengan
berkemampuan mengelola koperasi. Sebab,                       anggota? Mereka akan dimagangkan di


26                                                  K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a
Salah satu usaha kecil menengah yang memanfaatkan modal usaha dari KSP Lumbung Pusako




koperasi. Selama ini, setiap bulan dipilih lima               Bungo No. 9A – Kec. Guguak Panjang,
orang anggota untuk mengikuti kegiatan magang                 Bukittinggi, ini setidaknya telah mengantongi
tersebut.                                                     sebelas penghargaan, mulai tingkat kabupaten/
     Pihak KSP sendiri berharap, kegiatan                     kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Jumlah
magang ini menjadi ajang pendidikan dan                       asetnya telah mencapai Rp 5 miliar.
pelatihan bagi anggota untuk mengetahui
bagaimana proses mengurus koperasi. Kelak,                                              ***
jika ada regenerasi pengurus, anggota relatif
siap menerima estafeta kepengurusan. Pola                         Dua dasawarsa lalu, koperasi ini dikenal
regenerasi semacam ini jelas menguntungkan                    dengan nama KOPINKRA, sebuah koperasi
sebab banyak anggota yang sudah mengerti                      industri kerajinan sulaman dan konveksi. Ide
bagaimana mengurus koperasi.                                  pembentukannya dicetuskan sejumlah pengu-
     Seperti namanya, Lumbuang Pusako,                        saha dan perajin border, sulaman dan konveksi
koperasi ini senantiasa menjadi tempat                        yang ada di Kota Bukittinggi. Tujuannya,
menyimpan (lumbuang) aset-aset warisan yang                   membentuk sebuah organisasi yang mampu
berharga (pusako). Aset berharga itu adalah                   menampung hasil karya para perajin.
anggota yang terampil dan piawai mengelola                        Koperasi berakta notaris No. 1702/XVII/
koperasi. Melalui prosedur ini, keberlanjutan misi            1988 ini kemudian mengubah bentuknya menjadi
koperasi pun terjamin.                                        Koperasi Simpan Pinjam (KSP), melalui Surat
     Dan, keyakinan itu, bukanlah hisapan                     Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM
jempol belaka. KSP Lumbuang Pusako menjadi                    No. 188.45 – 385 – 2006, dan berganti nama
salah satu koperasi unggulan di Kota Bukittinggi.             menjadi KSP Lumbuang Pusako.
Bahkan, koperasi yang beralamat di Jl. Tarok                      Di usianya yang baru dua tahun, koperasi


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                       27
Peran KSP Lumbung Pusako sangat besar dalam membantu mengembangkan usaha




ini telah mendapat perhatian dari pemerintah.              Kota Bukittingi 2002, Koperasi Sehat Tingkat
Dari tahun ke tahun, perkembangan KSP                      Kota Bukittinggi 2002. Kemudian, pada tahun
Lumbuang Pusako menunjukkan peningkatan                    2001 KSP ini dinobatkan sebagai Koperasi
yang cukup signifikan. Dari sisi aset, misalnya,           Berprestasi Tingkat Nasional.
total aset KSP ini telah mencapai Rp5 miliar.                   Keberhasilan-keberhasilan itu tidak datang
Padahal, beberapa tahun lalu, modal koperasi               begitu saja, tetapi melalui upaya keras para
ini hanya Rp 2,5 miliar. Jumlah itu sudah                  pengurusnya. Misalnya dalam hal pembinaan
termasuk tambahan dana pinjaman bergulir                   terhadap anggota. Pengurus menggunakan
sektoral sebesar Rp 1 miliar yang diterima pada            pendekatan persuatif yang biasanya dilakukan
tahun 2005.                                                pada saat anggota menabung atau menyetor.
      Namun, berkat kegigihan dan perjuangan               Pengurus akan memberikan pembinaan secara
para pengelola, kini KSP Lumbuang Pusako                   tidak langsung, seperti bertanya tentang
menjadi koperasi unggulan di Kota Bukittingi.              perkembangan usaha anggota dan kendala yang
Selain aset yang makin menggelembung, jumlah               dihadapi. Jika ada anggota yang mengalami
anggota KSP pun terus bertambah. Hingga                    kesulitan, pengurus tidak segan-segan mem-
pertengahan tahun 2009 jumlah anggota                      berikan solusi, termasuk kiat-kiat sukses dalam
mencapai 178 orang.                                        melakukan berbagai usaha.
      Jika bicara prestasi, KSP Lumbuang Pusako                 Jika dalam keanggotaan KSP terkesan
memang bukanlah yang terbaik. Ada beberapa                 blak-blakan, sebaliknya dalam hal pinjaman KSP
KSP lain di Sumatera Barat yang dianggap punya             tetap selektif. Pengurus koperasi memberlakukan
prestasi lebih membanggakan. Dalam dinamika-               beberapa ketentuan. Misalnya, jumlah dana
nya, KSP Lumbuang Pusako pernah menerima                   pinjaman yang akan diberikan kepada para
anugerah sebagai Koperasi Terbaik I Tingkat Kota           anggota disesuaikan masa keanggotaan, kese-
Bukittinggi 1992, Koperasi Berprestasi Tingkat             tiaan dan jumlah tabungannya.



28                                               K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
      Sekadar contoh, ada anggota yang bisa                         Berdasarkan catatan dari Bank Nagari
mendapat pinjaman sebesar Rp 50 juta karena                   Bukittinggi, sebagai lembaga perbankan yang
ia telah menjadi anggota sejak tahun 1986 dan                 membina administrasi penyaluran pinjaman dana
simpanannya sudah mencapai Rp 20 juta. “Jadi                  bergulir sektoral, KSP Lumbuang Pusako telah
anggota tersebut bisa mendapat pinjaman                       mengembalikan pokok pinjaman sebesar Rp 300 juta.
sekitar Rp 50 jutaan, dengan tingkat suku bunga                     Sebagai Ketua KSP, Asnimar yakin bahwa sisa
12% per tahun,” kata Anismar Asri.                            pinjaman pokok yang masih sebesar Rp 700 juta
      Keberhasilan anggota dalam mengem-                      akan bisa dilunasi. Jika pun itu baru bisa dilunasi
bangkan usahanya akan berdampak positif bagi                  setelah ia tak lagi menjabat sebagai Ketua KSP,
perkembangan KSP, tentu saja. Hal itu dapat                   Anismar yakin para penerusnya akan melakukan
dilihat dari tingkat keberhasilan pengembalian                itu. Dan, yang penting, Ia juga yakin bahwa dana
pinjaman anggota mengalami peningkatan.                       bergulir itu akan terus bergulir memberdayakan
Boleh dikatakan tingkat kemacetan penyetoran                  para anggota Lumbuang Pusako.
angsuran kurang dari 1%.




Salah satu usaha konveksi anggota KSP Lumbuang Pusako




                                   KSP Lumbuang Pusako
                                   Alamat                             : Jl. Tarok Bungo No. 9A, Kec. Guguak
                                                                        Panjang, Kab. Bukittinggi,
                                                                        Provinsi Sumatera Barat
                                   Berdiri                            : 2 Januari 1988
                                   Badan Hukum                        : No:188.45 – 385 – 2006
                                   Tahun Perkuatan Modal              : Tahun 2005
                                   Jumlah Perkuatan Modal             : Rp1 miliar
                                   Ketua                              : Hj. Anismar Asri
                                   Jumlah Anggota                     : 178 orang



K o p e r a s i    P e d u l i ,    R a k y a t   S e j a h t e r a                                          29
 KSP LUMBUANG PUSAKO
 Bukittingi City - West Sumatera



 If the Cooperation Sustainability
 is the Determinant of Glory



 F
          or administrators of KPS Lumbuang           ceived eleven awards, starting from regency/
          Pusako, running a cooperation re            city, province up to national level. In its dy-
          quires skills and experience. Without       namic, KSP Lumbuang Pusako received an
 those elements, success is only a fantasy. Not       achievement award as the Best Cooperation
 only administrators, members are also re-            I for Bukittinggi City Level in 1992, Achiever
 quired to understand and even have the abil-         Cooperation for Bukittinggi City level in 2002,
 ity to manage the cooperation. Due to proper         Healthy Cooperation for Bukittingi City Level
 introduction to the members cooperation be-          in 2002. Then in 2001 this KSP was crowned
 comes more dynamic, they can supervise each          as Achiever Cooperation for National Level.
 other, and so forth. “We always try to be ad-              Two decades ago, this cooperation was
 ministrators who could also be a role model          known with the name KOPINKRA, an embroi-
 for members and at the same time protect the         dery handicraft and convection industrial co-
 members,” said Anismar Asri, Chairman of KSP         operation. At its tender age of tw, this coop-
 Lumbuang Pusako.                                     eration has attracted attention of the govern-
       For that purpose, KSP in cooperation with      ment. From one year to another, KSP devel-
 Cooperation Services holds trainings, both for       opment has shown a significant increase. In
 administrators and cooperation. For adminis-         terms of asset, for instance, the total asset of
 trators, the follow up of trainings is obvious,      this KSP has reached Rp 5 billion. A couple of
 i.e. to directly apply the knowledge in coop-        years ago this cooperation capital was only
 eration management practice. What about the          Rp 2.5 billion.
 members? They will participate in cooperation              In loan affairs KSP applies effective
 apprenticeship. Each month five members are          ways. Cooperation administrators set out sev-
 chosen to participate in such apprenticeship.        eral conditions. The amount of loan to be pro-
       KSP itself hopes that this apprenticeship      vided to members is adjusted to the member-
 activity will become educational and training        ship period, loyalty and amount of savings.
 event for members to discover the process of               The success of members in developing
 cooperation administration. In the future, if re-    their business will have positive impact for the
 generation takes place, members are ready            development of KSP, of course. This can be
 to accept the administration handover. This          seen from the loan return success increase
 patter of regeneration is obviously profitable       rate. It may be concluded that the installment
 since there are many members who have al-            deposit nonperformance is less than 1%.
 ready understood how to administer the co-                 Based on the record of Nagari Bukittinggi
 operation.                                           Bank, as the banking institution that develops
       KSP Lumbuang Pusako is one of supe-            sector scrolling distribution administration, KSP
 rior cooperations in Bukittingi City. This coop-     Lumbuang Pusako has returned principal loan
 eration with Rp 5 billion asset has even re-         in the amount of Rp 300 million.



30                                           K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
 Kantor KSP Lumbuang Pusako



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   31
Kantor KSP Sungai Kamuyang, Kabupaten Limapuluh Kota




KSP Sungai Kamuyang
Kabupaten Limapuluh Kota,
Provinsi Sumatera Barat


Barek Samo Dipikua, Ringan
Samo Dijinjiang

N
          ama KSP Sungai Kamuyang memang                         Kini, nama KSP Sungai Kamuyang cukup
         tidak bisa dilepaskan dari nama besar              dikenal masyarakat di nagari yang berada di kaki
         Nagari Sungai Kamuyang, sebuah                     Gunung Sago itu. Sungai Kamuyang boleh
nagari di Kecamatan Luak, Kabupaten                         menjadi sumber inspirasi bahkan dijadikan nama
Limapuluhkota, Sumatera Barat. Selain memiliki              koperasi, tapi kegesitan para pengurus KSP
nama yang sama, lokasi KSP pun berada di                    Sungai Kamuyang tetap merupakan sebab
wilayah kenagarian yang juga dikenal dengan                 terpenting mengapa badan usaha tersebut layak
nama Sei Kamuyang. Tak heran jika nama                      disebut bila membicarakan koperasi di wilayah
koperasi yang didirikan pada tahun 1996 ini                 Provinsi Sumatera Barat. Kinerja KSP Sungai
begitu mudah dihafal. “Kita menggunakan nama                Kamuyang yang baik selama ini adalah alasan
Sungai Kamuyang, selain karena kisah                        bagi Dinas Koperasi Kabupaten Limapuluhkota
historisnya juga karena nama Sungai Kamuyang                merekomendasikan badan usaha ini sebagai
sudah dikenal masyarakat,” kata ketua KSP                   penerima bantuan Perkuatan Permodalan Dana
Sungai Kamuyang, Najmul Irfan.                              Bergulir Sektoral pada tahun 2006 senilai Rp 500 juta.


32                                                 K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Usaha kecil yang mendapat bantuan modal usaha dari KSP Sungai Kamuyang



     Dalam perkembangannya, kehadiran KSP                     Kamuyang tahun 2006 dan mendapat pinjaman
Sungai Kamuyang disambut baik oleh                            dana sebesar Rp 10 juta, usahanya semakin
masyarakat, sehingga jumlah anggota yang                      berkembang dan kini ia telah mempunyai sebuah
bergabung semakin bertambah. Sampai saat ini                  toko grosir. Pihak manajemen KSP tak sulit
jumlah anggota KSP mencapai 350 orang.                        memberi dia pinjaman kedua sebesar Rp10 juta,
Jumlah itu sebagian besar merupakan                           karena selama ini proses pengembalian
masyarakat yang berdomisili di Nagari Sungai                  pinjamannya lancar. Yurniati membayar
Kamuyang. Bagi setiap anggota baru diwajibkan                 cicilannya Rp 650 ribu per bulan. “Kalau bisa di
menyetor dana Simpan Pokok sebesar Rp 10                      masa depan pinjaman bagi anggota bisa lebih
ribu dan Simpanan Wajib Rp 5 ribu. Pada bulan                 besar karena usaha kami semakin berkembang,”
selanjutnya, anggota cukup membayar                           kata pengusaha yang kini juga memiliki
Simpanan Wajib sebesar Rp 5 ribu.                             perkebunan kopi, coklat dan jeruk itu.
     Kondisi geografis Sungai Kamuyang yang                         Pengalaman serupa juga dialami Kurnia
berada di kaki Gunung Sago ternyata cukup                     dan Leni Marlina, pemilik usaha Kerupuk Sanjai
berpengaruh terhadap unit layanan usaha KSP.                  ‘’MARISA”. Kini, usaha kerupuk yang beralamat
Berdasarkan catatan, sebagian besar nasabah                   Jl. Raya Payakumbuh Lintau Sungai Kamuyang
KSP berprofesi di bidang agibisnis, seperti                   ini mampu mempekerjakan 42 orang karyawan.
bertani dan beternak. Sedangkan untuk sektor                  Awalnya, Kurnia dan isterinya, Leni Marlina,
perdagangan dan industri kecil, jumlahnya                     hanya dibantu 15 orang karyawan. Kurnia
tidaklah sebesar sektor agribisnis.                           bergabung pada KSP Sungai Kamuyang pada
     Seperti sebuah sungai, KSP Sungai                        tahun 2006, sementara istrinya baru pada tahun
Kamuyang mengalirkan banyak manfaat yang                      2007. Dengan modal pinjaman sebesar Rp 15
bisa dimanfaatkan siapa saja (baca: anggota).                 juta dari KSP, Kurnia dan Leni mulai
Sebut saja salah satunya Yurniati Ura, warga Jl.              mengembangkan usahanya. Kini, usaha Kerupuk
Raya Batang Tabik, Sungai Kamuyang. Awalnya,                  Sanjai ‘’MARISA” semakin berkembang dan telah
ia hanya mempunyai usaha kue kecil-kecilan.                   dipasarkan hingga ke luar daerah.
Semenjak bergabung dengan KSP Sungai                                Yuniarti dan Kurnia hanya dua dari sekian


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                        33
Usaha pembuatan kue milik Yuniarti, salah seorang anggota KSP Sungai Kamuyang




banyak masyarakat yang telah memanfaatkan                       pengembalian anggota. “Bukan berarti pengurus
dana pinjaman dari KSP Sungai Kamuyang untuk                    pilih kasih. Kemampuan pengembalian anggota
mengembangkan usaha mereka. Masih banyak                        menjadi pertimbangan kami. Kalau anggota
anggota lain yang memiliki kisah sukses serupa                  dengan usaha kecil kita berikan pinjaman yang
di bidang yang berbeda berkat dana pinjaman                     besar, nanti dia akan kesulitan dalam
dari KSP Sungai Kamuyang.                                       pengembaliannya,“ kata Najmul Irfan, Ketua
     Setiap tahun pundi-pundi KSP pun terus                     KSP Sungai Kamuyang.
bertambah. Berdasarkan laporan terakhir, dana                         Terhadap semua jenis pinjaman, KSP
KSP sudah berkembang menjadi Rp 1,6 miliar.                     menetapkan batas pengembalian pada tanggal
Keberhasilan itu juga dapat dilihat dari                        10 setiap bulan, dengan besaran jasa pinjaman
pengembalian pinjaman KSP ke bank, yang                         sebesar 18% per tahun. Jika melewati tanggal
sudah sejumlah Rp 100 juta melalui Bank                         yang telah ditetapkan, KSP menerapkan sanksi
Sumbar. Selain itu KSP juga telah membayar                      denda sebesar 1,5% dari pokok pinjaman untuk
bunga pinjaman sebesar Rp 88 juta.                              setiap keterlambatan.
                                                                      Meski demikian, bukan berarti sanksi itu
                           ***                                  merupakan harga mati. KSP masih memberikan
                                                                tiga pilihan bagi anggota yang kesulitan
     Sampai saat ini, pinjaman tertinggi yang                   mengembalikan pinjaman ke KSP. Pertama,
diberikan kepada anggota sebesar Rp 10 juta.                    peminjam menyerahkan jaminan ke koperasi
Besarnya pinjaman ini didasarkan pada besar                     untuk menyelesaikan tunggakan. Kedua, memilih
kecilnya jenis usaha dan agunan yang                            cara meregulasi hutang pokok dengan melunasi
dijaminkan. Jenis usaha yang telah mapan                        seluruh jasa dan denda. Ketiga, membuat
biasanya bisa memperoleh pinjaman hingga                        kesepakatan baru, di mana nasabah sanggup
Rp10 juta, sementara untuk usaha mikro                          melunasi seluruh hutang dan jasa pada tanggal
besarnya disesuaikan dengan kemampuan                           yang telah disepakati tanpa dikenai denda. Cara



34                                                   K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Usaha kerupuk Sanjai Marisa anggota KSP Sungai Kamuyang, telah dipasarkan hingga ke luar daerah




ini dilakukan dengan mencicil hutang setiap                     kontiniu, hanya dilakukan dalam bentuk kon-
bulannya hingga lunas pada akhir tahun.                         sultasi saja terutama dalam bidang usaha dan
     Lantas, setelah si penunggak mampu                         administrasi. Pembinaan dalam pengertian tidak
membayar pinjaman itu dia tak bisa lagi                         langsung justru diberikan pada saat terjadi
memperoleh kredit dari KSP? Rumus seperti itu                   transaksi antara manajemen dan anggota/
tidak berlaku di KSP Sungai Kamuyang. “Ada                      nasabah, melalui pemberian saran atau
yang kita berikan pinjaman lagi agar bisa                       pandangan. Justru model pembinaan seperti ini
memulai kembali usahanya,” kata Najmul.                         banyak yang mencapai sasaran, yakni anggota
     Kearifan pengurus KSP Sungai Kamuyang                      senantiasa mematuhi prosedur yang telah
patut menjadi catatan. Pasalnya, tidak sedikit                  ditetapkan. Kebersamaan yang terjalin, seperti
pengurus lembaga usaha sejenis yang tidak                       kata pepatah Minang, ‘Barek samo dipikua,
legowo ketika mengetahui kegagalan usaha                        ringan samo dijinjiang’, artinya berat sama dipikul
anggotanya.                                                     ringan sama dijinjing.
     Pembinaan anggota tidak dilakukan secara



                                   KSP Sungai Kamuyang
                                   Alamat                                     :   Batang Tabit, Sungai Kamuyang,
                                                                              :   Kec. Luak, Kab. Lima Puluh Kota
                                   Berdiri                                    :   23 Juli 1987
                                   Badan Hukum                                :   No: 097/BH/LEMB-3/2006
                                   Tahun Perkuatan Modal                      :   Tahun 2006
                                   Jumlah Perkuatan Modal                     :   Rp 500 juta
                                   Ketua                                      :   Najmul Irfan
                                   Jumlah Anggota                             :   350 orang




K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                           35
 KSP Sungai Kamuyang Management provides three options for members facing difficulties in returning loan to KSP. The wisdom of
 Sungai Kamuyang KSP administrators worth becoming a note, since many similar business institution administrators do not have
 big hearts when discovering the failure of their members’ business.



 KSP Sungai Kamuyang
 Limapuluh Kota, West Sumatera


 We bear heavy matters together
 and carry small matters together

 T
         he name KSP Sungai Kamuyang can                       KSP Sungai Kamuyang is the main reason why
         not be separated from the big name of                 such business entity worth mentioning when dis-
         Nagari Sungai Kamuyang, a state in                    cussing cooperations in the area of West
 Lunak District, Limapuluhkota Regency, West                   Sumatera Province. Favorable performance of
 Sumatera. Besides having the same name,                       KSP Sungai Kamuyang all this time has been
 the location of KSP is in the state area also                 the reason for Cooperation Service of
 known by the name Sei Kamuyang. No won-                       Limapuluhkota Regency to recommend this busi-
 der the name of this cooperation established                  ness entity as receiver of Sector Fund Capitali-
 in 1996 is easy to remember.                                  zation Strengthening in 2006 in the amount of
      Now, the name KSP Sungai Kamu yang                       Rp 500 million.
 is quite known by the community of this state                      Geographical condition of Kamuyang River
 located in the foot of Sago Mountain.                         which is located on the foot of Sago Mountain is
 Kamuyang river may be the muse and even                       quite affecting for business service unit of KSP.
 becomes the name of the cooperation, how-                     Based on the record, most of KPS customers
 ever the nimbleness of the administrators of                  work in agribusiness field, such as plant and



36                                                  K o p e r a s i     P e d u l i ,    R a k y a t     S e j a h t e r a
animal farmings. Whereas as to trading sector               ing loan to KSP. First, borrower delivers secu-
and small industry, the number is not as large as           rity to cooperation to settle arrears. Second,
agribusinees sector. Just like a river, KSP Sungai          opting the method of regulating principal loan
Kamuyang flows many benefits that can be uti-               by paying up all services and penalties. Third
lized by anyone, mainly its members.                        drafting a new agreement, in which custom-
       Each year KSP’s pots keeps adding. Based             ers are able to pay up all debts and services
on the last report, KSP fund had developed to               on the agreed date without being imposed with
become Rp 1.6 billion. This save loan coopera-              penality. This method is conducted by paying
tion has returned its KSP loan to the bank, which           installment each month untill all are paid up at
is in the amount of 88 million through Sumbar Bank.         the end of the year.
       Up to date, the highest loan provided to the               So, after the customer in arrears is able
members has been in the amount of Rp 10 mil-                to pay up his/her loan, can he/she obtain credit
lion. The amount of loan is based on the size               from KSP? Such formula does not apply in
business type and the collateral secured. The               Sungai Kamuyang KSP. “There are custom-
type of business that is already settled usually            ers that are provided with loan so that they
obtains loan up to Rp 10 million, whereas for               can restart their business,” said Najmul. The
micro business the amount is adjusted to the                wisdom of Sungai Kamuyang KSP administra-
returning ability of its members.                           tors worth becoming a note, since many simi-
       To all loan types, KSP sets out returning limit      lar business institution administrators do not
on the 10th each month, with the amount of loan             have big hearts when discovering the failure
service 18% per year. If exceeding the stipulated           of their members’ business. This policy is the
date, KSP applies penalty in the amount of 1.5%             form of Minang proverb, ‘Barek samo dipikua,
from the principal loan for each delay.                     ringan samo dijinjiang’, artinya berat sama
       Nevertheless, it does not mean that such             dipikul ringan sama dijinjing’ (We bear heavy
penalty is a dead end. KSP still provides three             matters together and carry small matters to-
options for members facing difficulties in return-          gether).



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                         37
38   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                                                    JAWA BARAT
                                                                      West Java

K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a             39
KSP Rukun Ikhtiar, tetap eksis dan semakin berkembang setelah enam dekade




KSP RUKUN IKHTIAR,
Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat


Tetap Eksis Setelah Enam Dekade


B
           erdirinya koperasi di Indonesia tidak                pada tahun 1930, lebih tua dari Koperasi Susu
          lepas dari sejarah koperasi itu sendiri.              di Pangalengan yang berdiri pada tahun 1949
          Banyak koperasi dengan berbagai                       oleh Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia
bentuk tumbuh dan berkembang di Indonesia.                      Pangalengan (Gappsip).
Kondisinya pun bermacam-macam. Ada yang                              Sejarah KSP Rukun Ikhtiar dimulai dari
tetap eksis bahkan menjadi badan usaha                          sebuah perkumpulan di unit perbengkelan milik
unggulan, namun ada juga yang dalam                             Angkatan     Udara     (dulu AURI)         Husein
perjalanannya harus tumbang karena tidak bisa                   Sastranegara. Kelahiran KSP Rukun Ikhtiar
mengimbangi labilnya kondisi ekonomi. Salah                     Bandung ini jelas tidak bisa dilepaskan dari unit
satu koperasi yang masih eksis itu adalah                       perbengkelan milik Angkatan Udara (AURI), yang
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Ikhtiar                      kemudian membidani pendirian sebuah
Bandung.                                                        perkumpulan yang diberi nama Spaar Vereeniging
     KSP Rukun Ikhtiar merupakan salah satu                     Luchtvaart Afdeeling, sebagai cikal bakal Koperasi
koperasi tertua di Jawa Barat. Koperasi ini berdiri             Simpan Pinjam Rukun Ikhtiar. Perkumpulan itu


40                                                   K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Suasana ketika salah seorang anggota KSP Rukun Ikhtiar menyetor uang di kas koperasi. Selain memberikan pinjaman modal usaha,
KSP RI juga menggalakkan program tabungan berhadiah.




sendiri lahir berawal dari rasa solidaritas                      badan-badan usaha lain yang sejenis. Di tangan
antarpegawai. Ketika itu, salah seorang buruh                    dingin H. Suryana, yang sejak 1999 memimpin
bengkel terjerat hutang rentenir. Karena tidak                   KSPRI ini, Rukun Ikhtiar ini mampu bertahan,
mampu membayar, maka sang rentenir                               bahkan semakin menampakkan eksistensinya.
memenjarakannya. Tiga sekawan yakni R.                                Dari sisi keanggotaan, misalnya, dari tahun
Sukardi, Rum Affandi dan Kartawiria kemudian                     ke tahun jumlah anggota KSPRI semakin
membentuk suatu perkumpulan yang bersifat                        bertambah. Pada tahun 2008, jumlah anggota
menghimpun modal guna membantu rekan yang                        KSP ini sebanyak 9.521 orang. Pada bulan Juli
terjerat hutang tadi.                                            2009 jumlah anggota meningkat menjadi 10.072
      Perkumpulan ini kemudian tumbuh dan                        orang. Pertambahan jumlah anggota ini tentu
berkembang menjadi sebuah badan usaha                            saja berpengaruh pada jumlah permodalan
ekonomi yang kemudian dikenal dengan nama                        koperasi. Simpanan Pokok anggota pada tahun
KSP Rukun Ikhtiar. Perjalanan KSP ini tidaklah                   2008 bertambah menjadi Rp 42.435.900 dan
semulus yang dibayangkan: penuh tantangan.                       simpanan wajib sebesar Rp 1.756.449.460 serta
Kondisi pasang surut mewarnai perjalanan                         simpanan khusus sebesar Rp 161.157.250.
koperasi ini hingga akhirnya menjadi salah satu                  Menurut Ketua KSP Rukun Ikhtiar, Suryana, to-
badan usaha ekonomi yang cukup diper-                            tal aset KSP Rukun Ikhtiar saat ini telah berada
hitungkan.                                                       pada level Rp 20 miliar.
      Berbekal umur dan pengalaman yang                               Peningkatan juga terjadi pada kualitas
panjang (selama 79 tahun) tersebut, wajar jika                   neraca pinjaman, yang mengalami kenaikan
KSP Rukun Ikhtiar mampu tumbuh dan terus                         hingga 5,35%. Pinjaman yang diberikan pada
berkembang, meskipun harus bersaing dengan                       tahun 2008 kepada 4.270 orang anggota



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                                   41
mencapai jumlah Rp12,66 miliar. Jumlah itu lebih               efektif menekan angka kredit macet. Hingga saat
besar daripada jumlah pinjaman pada tahun                      ini, jumlah kredit macet di KSP Rukun Ikhtiar tidak
2007 yang diberikan kepada 3.991 anggota,                      lebih dari 1%.
yakni sejumlah Rp12,01 miliar. Besarnya                               Berbagai rapor biru tadi akhirnya bermuara
pinjaman yang diberikan bervariasi, mulai dari                 pada perolehan laba. Pada tahun 2008 KSP ini
yang terkecil Rp 1 juta dan maksimal Rp 20 juta.               mencatat laba sebesar Rp 1,643 miliar. Jumlah
Untuk setiap pinjaman dikenakan jasa pinjaman                  ini meningkat dari laba tahun 2007 yang Rp 1,487
sebesar 3%.                                                    miliar. Atas prestasi itu, Dinas Koperasi UKM dan
      Pada tahun 2005, KSP Rukun Ikhtiar                       Perindustrian Perdagangan Kota Bandung
menjadi salah satu koperasi penerima bantuan                   memberi nilai 87,2 (delapan puluh tujuh koma
dana bergulir sektoral Rp 1 miliar, yang dikhusus-             dua) kepada KSP Rukun Ikhtiar. Artinya, KSP
kan untuk membiayai kebutuhan permodalan                       Rukun Ikhtiar merupakan salah satu koperasi
anggotanya yang bergerak di bidang usaha                       dengan predikat Koperasi Sehat. “KSP Rukun
agribisnis dan sektor riil lainnya. Dalam konteks              Ikhtiar adalah koperasi kebanggaan Kota
penyaluran pinjaman, manajemen KSP sangat                      Bandung” kata H. Meivy Adha Krisnan, Drs, M.Si,
selektif. Ada agunan yang disyaratkan seperti                  Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil Mene-
sertifikat tanah, misalnya. Besarnya tabungan                  ngah (KUKM) dan Perindustrian Perdagangan
peminjam dan tingkat pengembaliannya pun                       Kota Bandung. KSP ini juga telah dinobatkan
turut menjadi penentu besarnya pinjaman yang                   sebagai Koperasi Simpan Pinjam Berprestasi
diberikan. Sistem ini dimaksudkan untuk mene-                  tahun 2008 oleh Menteri Negara Koperasi dan
kan jumlah kredit macet. Terbukti sistem ini cukup             Usaha Kecil Menengah.




KSP Rukun Ikhtiar Bandung memberikan hadiah bagi anggotanya yang berprestasi, di antaranya berupa sepeda motor


                                    KSP Rukun Ikhtiar
                                    Alamat                 : Jl. Otto Iskandardinata, No. 435, Bandung,
                                                             Jawa Barat
                                    Berdiri                : 7 Agustus 1997
                                    Badan Hukum            : No: 581/PAD/20.DISKOP/2007,
                                                             tanggal 2 Mei 2007
                                    Tahun Perkuatan Modal : 2005
                                    Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                    Total Aset             : Rp 20 miliar
                                    Ketua                  : H. Suryana
                                    Jumlah Anggota         : 10.072 orang
                                    Jumlah Karyawan        : 20 orang


42                                                  K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a
  KSP RUKUN IKHTIAR BANDUNG


  Still Exists After Six Decades

  T
            he establishment of cooperation in In           amount is higher than the loan amount in
           donesia is inseparable from the history          2007 provided to 3,991 members i.e. Rp 12.01
           of cooperation itself. Many coopera-             billion. The amount of loan provided varies
  tions of various types are developing in Indo-            from the smallest Rp 1 million to a maximum
  nesia. Their conditions also vary. There are              of Rp 20 million. For each loan, loan service
  some that still exist and even become supe-               is charged in the amount of 3%.
  rior business entities, however there are also                  In 2005, KSP Rukun Ikhtiar became one
  some that had to fall in their journeys since             of sector scrolling fund aid receiver coopera-
  they could not balance with the unstable eco-             tions in the amount of Rp 1 billion, which was
  nomic condition. One of the cooperations that             focused to fund capitalization need to its mem-
  still exist is Save Loan Cooperation (KSP) of             bers who are engaged in agribusiness field
  Rukun Ikhtiar Bandung. KSP Rukun Ikhtiar is               and any other real sectors. In the context of
  one of the oldest cooperations in West Java.              fund distribution, KSP management is very
  This cooperation was established in 1930,                 selective. They require collaterals such as land
  older than the Milk Cooperation in                        certificate. The amount of borrower’s savings
  Pangalengan that was established in 1949 by               amount and the level of its return also deter-
  the Indonesian Cow Farmers Association of                 mine the amount of loan granted. This sys-
  Pangalengan (Gappsip).                                    tem is intended to press the amount of non
         Equipped with such old age and long ex-            performing loan. This system is proven to be
  perience (79 years), it is obvious that KSP               effective in pressing non performing credit.
  Rukun Ikhtiar is able to grow and keep devel-             Up to now, the amount of non performing loan
  oping, although it has to compete with other              in KSP Rukun Ikhtiar has been less than 1%.
  similar business entities. In the cold hand of                  Such various favorable reports finally
  H. Suryana, who since 1999 has led this                   ended up in profit gaining. In 2008 this KSP
  KSPRI , this Rukun Ikhtiar is able to survive             noted a profit of Rp 1.643 billion. This amount
  and even show more of its existence.                      increased from the profit gained in 2007 which
         From its membership point of view, for ex-         was Rp 1.487 billion. On such achievement,
  ample, from one year to another the number                Cooperation Service of Small Middle Scale
  of members of KSPRI has become larger and                 Enterprises (UKM) and Industry and Trading
  larger. In 2008, the number of KSP members                of Bandung City gave the score of 87.2 (eighty
  was 9,521. In July 2009 the number of mem-                seven point two) to KSP Rukun Ikhtiar. It
  bers increased to become 10,072. The in-                  means KSP Rukun Ikhtiar is one of coopera-
  crease of this number of members of course                tions with the predicate Healthy Cooperation.
  affects the amount of cooperation capitaliza-             “KSP Rukun Ikhtiar is the pride cooperation
  tion amount and volume of asset. According                of Bandung City” said H. Meivy Adha Krisnan,
  to Chairman of KSP Rukun Ikhtiar, Suryana,                Drs, M.Si, Secretary of Cooperation Service
  the total asset of KSP Rukun Ikhtiar at this time         of Small Middle Scale Enterprises (KUKM) and
  is at the level of Rp 20 billion.                         Industry and Trading of Bandung City. This
         Increase also occurs to the loan balance           KSP was also crowned as the Achiever Save
  quality, which increased by up to 5.35%. The              Loan Cooperation in 2008 by State Minister
  loan provided in 2008 to 4,270 members                    of Cooperation and Small Middle Scale En-
  reached the amount of Rp12.66 billion. That               terprises.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                          43
Suasana di Kantor Pelayanan KSP Trisula, Majalengka




KSP TRISULA
Kabupaten Majalengka,
Provinsi Jawa Barat


Kiprah Trisula di “Kota Angin”

D
          ua puluh enam tahun lalu, tepatnya                   mereka inginkan sebuah koperasi.
         tahun 1983, sebuah perkumpulan                             Trisula, atau KUD Trisula, begitulah nama
         petani tiga desa di Kecamatan Palasah                 yang mereka pilih untuk badan usaha yang
Kabupaten Majalengka berembug. Mereka                          berazaskan kekeluargaan dan gotong royong
tergabung dalam Kelompak Tani Tegal Simpur.                    yang mereka dirikan itu. Nama itu dipilih karena
Dalam pertemuan rutin kelompok tani tersebut,                  mereka ingin koperasi yang mereka dirikan itu
Subani, sang ketua kelompok, mengusulkan                       kelak bisa menjadi
untuk mendirikan sebuah lembaga usaha yang                          Kala itu, jumlah anggota terdaftar berjumlah
bisa menaungi para petani, baik dalam                          139 orang dengan total modal simpanan sebesar
menyediakan berbagai kebutuhan pertanian                       Rp 298.175. Secara aklamasi, Subani pun dipilih
maupun menampung hasil panen mereka,                           sebagai Ketua KUD Trisula.
termasuk kepastian harga jual hasil panen.                          Karena belum memiliki tempat untuk
Karena masalah tersebut selama bertahun-tahun                  kegiatan, separuh rumah milik Subani dijadikan
selalu mereka hadapi, para peserta rembug pun                  sebagai kantor sekaligus tempat pelayanan bagi
sepakat terhadap usulan Subani. Konkretnya,                    anggota. Satu tahun berjalan, namun KUD Trisula


44                                                    K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Kelompok belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dikelola oleh KSP Trisula, Majalengka




belum juga mendapatkan pinjaman dana dari                          BPPT Jawa Barat atas keberhasilannya
Departemen Koperasi. Alasanya, tidak mungkin                       memproduksi benih unggul. Sejak itu berbagai
kelompok tani bisa mengelola sebuah KUD.                           penghargaan pun diperoleh baik atas nama KUD
Berbekal semangat tinggi namun kemampuan                           maupun atas nama Subani.
keuangan terbatas KUD belum bisa bergerak
cepat melayani berbagai kebutuhan anggota.                         Awal Ekspansi
Masa-masa awal KUD ini berdiri adalah saat-saat                         Sekitar tahun 2004, KUD Trisula mendapat
sulit dalam mendapatkan suntikan modal. Namun,                     kucuran dana dari pemerintah berupa kredit pro-
mereka tak berputus asa. Justru era itu mereka                     gram agribisnis. Nilainya Rp 1 miliar. Untuk bisa
jadikan sebagai sebuah tantangan.                                  mendapatkan dana itu, badan usaha harus
      Subani pun mencoba menggandeng                               berbentuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Maka,
lembaga usaha lain. Akhirnya, KUD Trisula                          Unit Simpan Pinjam (USP) yang ada di KUD
mendapatkan kepercayaan PT Taman Sari                              Trisula pun dikembangkan menjadi koperasi
Cirebon sebagai penyalur pupuk. Kerja sama                         baru berbasis usaha simpan pinjam, termasuk
pertama kali itu sukses. KUD Trisula mampu                         statusnya ditingkatkan menjadi badan hukum
menjual pupuk kepada anggota dan masyarakat                        tersendiri terpisah dari KUD. Maka, berdirilah
luas dengan omzet yang luar biasa. Maka,                           Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Trisula pada
tawaran dana pun mengalir bukan atas                               tanggal 5 Agustus 2004 dengan Badan Hukum
permohonan pengurus koperasi, tetapi atas                          No.518/Kep.58/Kop.UKM dan PM.
inisiatif pihak luar. Kas KUD menggelembung,                            Kendati terpisah, pada dasarnya dua
nama Trisula pun semakin tenar. Memanfaatkan                       lembaga ini tetap satu. Misalnya dalam sisi
dana-dana tersbut, berbagai usaha anggota di                       keanggotaan. Anggota yang mendirikan KSP
bidang usaha pengadaan pangan terutama                             Trisula adalah juga anggota KUD Trisula.
penanaman padi unggul bisa terbiayai.                              Bahkan pengelolanya pun sebagian besar
      Kinerja KUD Trisula semakin mantap. Pada                     direkrut dari KUD Trisula. “Meminjam istilah
tahun 1986 KUD ini mendapat penghargaan dari                       pemerintahan tempo dulu, yaitu dwi-tunggal,


K o p e r a s i     P e d u l i ,    R a k y a t     S e j a h t e r a                                          45
Usaha perikanan milik Kelompok Tani Tegal Simpur anggota KSP Trisula




maka kurang lebih begitulah pola keberadaan                       cukup signifikan. Ambil contoh dengan total aset
kedua koperasi ini,” jelas Susilowati, manajer                    yang dimiliki, sudah tercatat lebih dari Rp 7 miliar.
KSP Trisula, seperti dilansir Majalah PIP edisi                   Padahal, modal awal tak lebih dari Rp 300 juta.
Agustus 2009.                                                     Bahkan menurut Susi, pada neraca Juni 2009,
     Kedua koperasi itu memang saling mengisi                     jumlah asset sudah berada di level Rp 9 miliar.
dan bersinergi. Misalnya dalam hal penyaluran                     Adapun pinjaman yang disalurkan pada 2008,
pupuk dan pengadaan beras yang dikelola KUD.                      tercatat Rp 6,6 miliar.
Jika dulu permodalannya berdasarkan modal                              Demikian pula dari sisi keanggotaan, juga
kerja, maka kini pembiayaannya dipasok oleh                       mengalami peningkatan. Seperti dikatakan oleh
KSP Trisula. Begitu pula dengan urusan pinjam                     Khoeruman, yang sejak 5 Mei 2009 lalu diangkat
meminjam uang untuk anggota KUD, kini menjadi                     menjadi Ketua KSP Trisula, jika pada 2005
urusan KSP Trisula. Dua-duanya sama-sama                          jumlah anggota baru 468 orang, per Juni 2009
menggunakan nama Trisula, berkantor di tempat                     sudah melonjak jadi 1.541 orang.
yang sama, yaitu di komplek KUD Trisula, Jl Raya                       Menggunakan pola tanggung renteng
Palasah, Desa Cisambang, Majalengka, Jawa                         (kebersamaan) dengan pendekatan kelompok,
Barat. Bahkan, ketua yang memimpin adalah                         begitulah sistem yang dijalankan oleh KSP
juga orang yang sama. Itulah H. Subani (72),                      Trisula dalam menyalurkan pinjaman.
yang akrab dipanggil Abah, atau orang yang                             Pertambahan jumlah anggota ini juga
dituakan.                                                         berpengaruh terhadap ruang lingkup pelayanan,
     Perubahan bentuk dari USP menjadi KSP,                       juga menjadi semakin luas. Jika sebelumnya
ternyata tidak mempengaruhi minat masyarakat                      (saat masih USP) hanya beroperasi di seputar
untuk menjadi nasabah/ anggota KSP Trisula.                       Kecamatan Palasah, kini KSP Trisula men-
Termasuk adanya pergantian pucuk pimpinan di                      jangkau beberapa kecamatan lain di kabupaten
Trisula, dari H. Subani ke Khoeruman.                             Majalengka. Tak tanggung-tanggung, meliputi 26
Pertumbuhannya tetap menunjukkan kenaikan                         kecamatan dan 331 desa. Maka tak heran bila


46                                                     K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Peternakan kambing milik Kelompok Tani Tegal Simpur, yang merupakan salah satu binaan KSP Trisula dan permodalannya dibiayai
dari dana bergulir Agribisnis/ Sektoral




KSP Trisula saat ini sudah mempunyai anggota                     koperasi seperti ini,” kata Budi Heryanto, Kepala
mencapai 1.541 orang yang tersebar di                            Cabang Bank Jabar Banten Cabang Majalengka.
beberapa kecamatan di “Kota Angin” ini.                                Meskipun baru berusia 5 tahun, KSP Trisula
      Selain syarat administrasi, manajemen                      ini telah meraih beberapa penghargaan baik di
Trisula juga menerapkan persyaratan kualifikatif.                tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat
Yakni, setiap peminjam harus mendapat                            nasional; seperti Juara Koperasi Berprestasi
rekomendasi dari satuan kelompok yang terdiri                    Kelompok Koperasi Simpan Pinjam Tingkat
dari 20 hingga 50 orang. Tanpa itu, pinjaman                     Kabupaten Majalengka, Koperasi Simpan Pinjam
tidak dapat dicairkan walaupun secara                            Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun
administrasi telah memenuhi persyaratan.                         2006. Pada Hari Koperasi Ke-62, KSP Trisula
Besarnya pinjaman bervariasi mulai dari yang                     mendapatkan anugerah sebagai Koperasi
terkecil Rp 1 juta hingga 150 juta dengan suku                   Terbaik Tingkat Nasional tahun 2009 dengan
bunga 2 persen.                                                  kategori Koperasi Wirausaha Mandiri. Selain itu,
      Pola penyaluran seperti ini mampu menekan                  pembina Koperasi Trisula, H Subani dinobatkan
risiko kemacetan pengembalian pinjaman. Pada                     sebagai tokoh koperasi tingkat nasional dan
neraca 2008, misalnya, pinjaman bermasalah                       mendapatkan Satya Lencana Wira Karya dari
atau nonperforming loan (NPL) KSP Trisula di                     Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
bawah lima persen. Menurut catatan Bank Jabar                    Penyerahan anugerah tertinggi bidang koperasi
Banten Cabang Majalengka, KSP Trisula me-                        itu diberikan pada 15 Juli 2009 lalu.
rupakan koperasi yang tingkat pengembalian                             Prestasi ini membuat pihak bank tertarik
pinjaman ke bank cukup bagus. Pada                               bekerja sama dengan KSP Trisula. Salah satunya
pertengahan 2009, tingkat pengembalian pin-                      pinjaman dari Bank BNI sebesar Rp 20 miliar yang
jaman dana bergulir 1 miliar telah mencapai 50%                  semuanya dialokasikan untuk sektor agribisnis.
atau sebesar Rp 500 juta. “Kami melihat KSP                            Kini jalan lempang bagi KSP Trisula telah
Trisula punya potensi. Saya berharap banyak                      terbentang di depan mata. Pikiran-pikiran kreatif


K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                                    47
para pengurusnya pun senantiasa menelorkan                        bernama PT. Trisula Mandiri itu. Di perusahaan
ide-ide baru pengembangan usaha. Di an-                           itu H. Subani duduk sebagai komisaris
taranya membikin sebuah perusahaan dengan                         sedangkan Khoeruman sebagai direktur.
nama PT. Trisula Mandiri yang bergerak di bidang                       Apa yang diperankan para pionir Koperasi
perdagangan umum serta jasa. Perusahaan ini                       Trisula jelas inspiratif. Beranjak dari keber-
antara lain menjadi mitra PT. PLN (Persero) dalam                 sahajaan, kemudian secara gradual menata
pelayanan pembayaran rekening listrik. Gagasan                    sebuah lembaga koperasi hingga eksis, semangat
pendirian perseroan terbatas tersebut pada                        mereka untuk terus maju terus membara. Tak puas
awalnya merupakan inisiatif H. Subani bersama                     sukses di ‘rumah’ sendiri mereka menjajaki
6 pengurus koperasi lain—KUD Trisula, KUD                         kesuksesan bersama koperasi-koperasi lain. Tak
Lingga Setra, KUD Karya Sejati, KUD Mitra Tani,                   berlebihan jika mereka menyandang nama
KUD Bakti Jaya, KUD Sumber Harapan, KUD                           Trisula, yang dalam mitos yunani adalah senjata
Mekar Jaya. Hasil kesepakatan seluruh                             para perwira yang berpenampilan seperti petani
pengurus dan anggota ketujuh koperasi tersebut                    atau nelayan. Mereka itulah perwira-perwira itu.
menghasilkan sebuah lembaga baru yang




Kolam tempat budidaya ikan air tawar milik salah seorang anggota KSP Trisula, yang permodalannya dibiayai dana bergulir
agribisnis/sektoral



                                             KSP Trisula
                                             Alamat                 : Desa Cisambeng, Kec. Palasah,
                                                                      Kab. Majalengka, Jawa Barat
                                             Berdiri                : 1 Juli 1988
                                             Badan Hukum            : 518/Kep.58/KOP. UKM dan PM,
                                                                      tanggal 5 Agustus 2004
                                             Tahun Perkuatan Modal : 2004
                                             Jumlah Perkuatan Modal : Rp 1 miliar
                                             Total Aset             : Rp 9 miliar
                                             Ketua                  : Khoeruman
                                             Jumlah Anggota         : 1.541 orang
                                             Jumlah Karyawan        : 15 orang


48                                                     K o p e r a s i      P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a
  KSP Trisula Majalengka




   The Progress of Trisula in
   “The Wind City”

    T
            wenty Six years ago, precisely in 1983,         KSP Trisula covers several other districts in
             a farmer organization in three villages        Majalengka Regency, including 26 districts
             in the district of Palasah Majalengka          and 331 village with number of members up
    Regency had a discussion. They were united              to 1,541. Fantastic numbers!
    under Tegalsipur Farmers Group. In such                       In addition to administrative require-
    regular farmers meeting, Subani, the group              ments, Trisula management also applies quali-
    leader, proposed to establish a business                fication requirements. Each of the borrower
    entity that could protect farmers, both in pro-         must obtain recommendation from a group unit
    viding various needs of farmers and                     comprising 20 up to 50 persons. Without such
    accomodating their harvest output, including            recommendation, loan could not be liquidated
    the price certainty of crops sale proceeds. In          even if administratively the borrower has met
    principal, they wanted to have a coopera-               the requirements. The amount of loan varies
    tion. Trisula, or KUD Trisula, is the name they         from the smallest amount Rp 1 million up to
    picked for the business entity that they tried          150 million with interest rate of 2 percent. The
    to establish based on kindship and working              joint responsibility (togetherness) with group
    together spirit.                                        aproach pattern is the system used by KSP
           In 2004, KUD Trisula was programmed              Trisula in distributing loan.
    to become a participant of scrolling fund                     This type of distribution pattern is able
    strenghtening program from the government               to press non performing credit risk. In 2008
    in the form of agribusiness program credit              balance, for instance, non performing loan
    with a value of Rp 1 billion. In order to be            (NPL) of KSP Trisula was under 5%. Accord-
    able to obtain such fund, the business entity           ing to the record of Jabar Banten Bank
    must be in the form of Save Loan Coopera-               Majalengka Branch, KSP Trisula is the coop-
    tion (KSP). Therefore, the existing Save Loan           eration with quite favorable level of loan re-
    Unit (USP) in KUD Trisula was then devel-               turn. In mid 2009, the level of loan return of
    oped to become Save Loan Cooperation                    scrolling fund in the amount of 1 billion had
    (KSP) of Trisula.                                       reached 50% or in the amount of Rp 500 mil-
          The formation change from USP to be-              lion.
    come KSP, could not attract the interest of                   Even though KSP Trisula is only 5 years
    the community to become a customer/mem-                 old, it has achieved several awards in regency,
    ber of KSP Trisula. Neverthelessm, KSP                  province and national levels; such as Achiever
    performance kept showing a significant in-              Cooperation Champion for Save Loan Coop-
    crease. According to June 2009 balance, the             eration Group Majalengka Regency Level,
    amount of asset was on the level of Rp 9                Achiever Save Loan Cooperation West Java
    billion. The save distributed in 2008 was               Province Level in 2006. On the 62th Coop-
    noted at Rp 6.6 billion.                                eration Day, KSP Trisula reached the
          Service scope became wider. Previously            achievement as The Best Cooperation for
    (when it was still in the form of USP) the op-          National Level in the year 2009 with the cat-
    eration only covered Palasah District, now              egory of Independent Business Cooperation.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                          49
Suasana di Kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan, Subang




KSP Wahana Arta Mukti
Kabupaten Subang - Provinsi Jawa Barat


Bila Tak Ada Dusta di Antara Kita
adalah Kunci Sukses

D
           i Kabupaten Subang, Jawa Barat,                        Syahdan, pada 2004, Pemerintah melalui
           setidaknya terdapat 828 unit koperasi             Kementerian Koperasi dan UMKM menggulirkan
           dengan berbagai bentuk usaha mulai                dana bantuan agribisnis Rp 1 miliar. Syaratnya
dari Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Jasa,                penerima dana ini tentu saja koperasi simpan
Koperasi Pemasaran, Koperasi Serba Usaha                     pinjam. Pada waktu itu KSP Wahana Arta Mukti
(KSU), Koperasi Pondok Pesantren hingga                      masih berbentuk KUD Wahana Arta Mukti.
Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Badan usaha                    Karena itu, pada tanggal 2 Oktober 2004,
yang disebut terakhir jumlahnya 46 unit. Satu di             pengurus dan 29 anggota aktif KUD Wahana Arta
antaranya Koperasi Simpan Pinjam (KSP)                       Mukti bermusyawarah untuk mengembangkan
Wahana Arta Mukti (WAM) Kecamatan Dawuan                     Usaha Simpan Pinjam (USP) yang merupakan
Subang. KSP WAM tumbuh dan berkembang di                     unit usaha otonom KUD Wahana Arta Mukti
antara koperasi lainnya. Kisah sukses koperasi yang          menjadi badan usaha yang mandiri. Mereka
tumbuh dan berkembang di kabupaten yang dikenal              bersepakat untuk membentuk Koperasi Simpan
sebagai penghasil nanas madu ini layak disimak.              Pinjam (KSP) dan diberi nama Wahana Arta


50                                                 K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Mukti. Pendirian KSP Wahana Arta Mukti                      pengusaha menengah. Salah satunya adalah
berbadan hukum No. 553/BH 10.11/X/2004                      Ukanda, warga Kampung Buah Dua Desa
tanggal 5 Oktober 2004, dengan modal dan                    Margasari, Kecamatan Dawuan, Subang, yang
kekayaan bersih Rp 663.266.000.                             menekuni usaha ternak ayam. Saat ini, usaha
     Pola usaha yang diterapkan adalan                      peternakan ayam miliknya telah mengalami
pinjaman pola bulanan (konvensional) dan                    kemajuan cukup pesat. Awalnya, Ukanda hanya
pinjaman pola mingguan, dengan jasa pinjaman                mempunyai satu blok kandang yang mampu
sebesar 2,5% per bulan. Jangka waktu                        menampung 5.000 ekor ayam. Kini, ia telah
pengembalian pinjaman bervariasi antara 10                  mempunyai tiga kandang yang mampu
bulan – 18 bulan. Selain itu, hampir 90% warga              menampung 15.000 ekor ayam. Sekali panen,
di Kecamatan Dawuan Subang dalam                            ia bisa mengantongi laba Rp 10-20 juta
kehidupan kesehariannya masih mengandalkan                        Ukanda merupakan salah satu anggota
sektor agro seperti padi, kadang, jagung dan                masyarakat yang berhasil membangun usahanya
sebagainya. Pontensi inilah yang dinilai menjadi            dengan memanfaatkan dana pinjaman dari KSP
peluang usaha yang cukup menjanjikan.                       Wahana Arta Mukti. Selain meningkatkan taraf
     Pinjaman tertinggi yang ditetapkan sebesar             hidupnya, ia juga mampu menampung tenaga
Rp 20 juta, dengan jasa pinjaman sebesar 2,5%.              kerja di sekitarnya. Ia mempekerjakan tiga orang
Namun dalam praktiknya tidak semua laba itu                 karyawan dengan gaji rata-rata Rp 700 ribu per
masuk ke kas KSP, sebagian lagi dikembalikan                bulan.
ke nasabah yakni sebesar 0,5%. Syaratnya,                         Usaha yang dibiayai oleh KSP Sahana Arta
pengembalian pinjaman harus tepat waktu. Pro-               Mukti meliputi usaha sektor agribisnis (pertanian,
gram ini dimaksudkan untuk memacu kesadaran                 peternakan, perikanan), usaha sektor niaga
peminjam untuk selalu mengembalikan kredit                  (warung, pedagang kaki lima), usaha sektor
tepat pada waktunya. Cara ini dinilai cukup                 pengadaan (bahan bangunan, penghala hasil
berhasil. Berdasarkan catatan, tingkat pengem-              pertanian), usaha kecil mikro (kerajinan, mebeler).
balian pinjaman di KSP mencapai lebih 99%.                        Tingkat perputaran uang yang cukup tinggi
     Bukan hanya dalam hal pinjaman, mana-                  telah menjadikan aset KSP Wahana Arta Mukti
jemen KSP juga selektif dalam menerima anggota              bertambah besar dari hari ke hari. Kini total
baru. Untuk bisa menjadi anggota KSP pengelola              asetnya mencapai Rp 2,198 miliar. Dalam
menetapkan beberapa syarat, di antaranya                    melayani nasabah, KSP Wahan Arta Mukti
nasabah telah meminjam minimal 3 kali. Jika                 didukung 14 orang karyawan dengan kualifikasi
selama 3 kali berturut-turut tingkat pengem-                pendidikan SMA dan 1 orang sarjana. Pengurus
baliannya bagus, nasabah dapat mengajukan                   senantiasa beruisaha meningkatkan kinerja para
menjadi calon anggota. Biasanya besar pinjaman              pengurus dengan cara mengikutsertakan para
tahap awal ini tidak lebih dari Rp 2 juta. Jika syarat      karyawannya ke berbagai kegiatan pengem-
di atas belum terpenuhi, maka KSP belum akan                bangan kapasitas.
memproses menjadi anggota.                                        Yang tak kalah penting adalah upaya
     Hingga kini jumlah anggota KSP WAM                     pengurus dan manajemen di dalam membangun
berjumlah 130 orang, dan nasabah sebanyak                   mental kerja karyawan melalui internalisasi motto
Rp 700 orang. Mereka tidak hanya pedagang                   KSP Wahan Arta Mukti: “Tidak ada dusta di antara
kecil seperti padagang asongan, tetapi juga                 kita” dan “Tidak ada dendam di antara kita”.

                                   KSP Wahana Arta Mukti
                                   Alamat                 : Desa Dawuan Kaler RT. 08/03,
                                                            Kec. Kalijati, Kab. Subang, Jawa Barat
                                   Berdiri                : 14 Juli 1997
                                   Badan Hukum            : 553/BH/KDK.10.11/X/2004,
                                                            tanggal 5 Oktober 2004
                                   Tahun Perkuatan Modal : 2004
                                   Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                   Total Aset             : Rp2,1 miliar
                                   Ketua                  : H. Hali Natapermana, Spd
                                   Jumlah Anggota         : 130 orang
                                   Jumlah Karyawan        : 14 orang


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                          51
 Kisah Sukses Peternak Ayam di Buahdua, anggota KSP Wahana
 Artha Mukti

 Sekali Panen
 Bisa Untung
 Rp10-20 Juta

 A
           dalah saat-saat paling mem-
           bahagiakan Ukanda, Warga Kp.
           Buahdua Desa Margasari, Ke-
 camatan Dawuan, Subang, saat berada di
 kandang ayam, apalagi bila menjelang panen
 tiba. “Alhamdulillah, sebentar lagi panen,” tutur
 ayah dua anak ini sembari senyum simpul,
 Agustus 2009 silam.
       Kegembiraan semakin tergambar di raut
 mukanya karena harga ayam di pasaran
 cukup tinggi. Ia membayangkan akan mem-
 peroleh untung yang cukup besar. Karena itu
 Ia bernazar akan memberi bonus kepada tiga
 karyawannya, dan selanjutnya mampu me-
                                                      Ukanda dan usaha peternakan ayam yang ia kelola
 ngembalikan pinjamannya ke koperasi. Ya, ia
 telah meminjam uang ke KSP Wahana Arta
                                                      roleh laba hingga Rp 10-20 juta sekali panen.
 Mukti sebesar Rp 20 juta. Ia lupa entah yang
                                                           Keuntungan tambahan juga Ukdanda
 keberapa pinjaman kali ini, karena begitu
                                                      dapatkan dari hasil menjual kotoran ayam.
 sering ia meminjam dana dari KSP Wahana
                                                      Para karyawannya mengemas kotoran ke
 Arta Mukti.
                                                      dalam karung. Sekali panen Ukanda biasanya
       Ukanda mulai meminjam dana dari KSP
                                                      mendapat 800-1000 karung kotoran ayam,
 Wahana Arta Mukti sebesar Rp 10 juta pada
                                                      dijual dengan harga Rp 3.500- 4.000 per
 tahun 2005 untuk modal usaha peternakan
                                                      karung
 ayam. Modal tersebut besar maknanya bagi
                                                           Nilai-nilai koperasi, yakni kebersamaan,
 pengembangan usahanya. Berkat insting ke-
                                                      kekeluargaan dna kegotongroyongan ia
 jelian dalam pengelolaan usahanya, ia suk-
                                                      terapkan juga dalam pengelolaan usahanya.
 ses, bahkan pinjaman bisa ia dikembalikan
                                                      Setidaknya, tiga orang karyawan bisa
 sebelum jatuh tempo. Kepercayaan dari kope-
                                                      merasakan hal ini. Mereka bergaji Rp 700 ribu
 rasi pun bertambah, dan sebagai bentuk re-
                                                      per bulan, ditambah uang saku mingguan
 ward koperasi memberi Ukanda kelonggaran
                                                      sebesar Rp 25 ribu per orang. Ukanda acap
 peminjaman hingga Rp 20 juta. Kini ia telah
                                                      memberi mereka bonus bila mendapatkan
 mempunyai tiga blok kandang yang mampu
                                                      keuntungan besar. Ia tak segan-segan mem-
 menampung 15.000 ekor ayam.
                                                      berikan bonus kepada karyawan hingga Rp
       Bisanya ayam-ayam ini bisa dipanen
                                                      1 juta per orang.
 pada usia antara umur 28-35 hari, dengan
                                                           Dengan performa bisnisnya yang cukup
 biaya operasional per musim sebesar Rp 10
                                                      bagus, Ukanda berharap dapat meminjam
 juta. Modal kerja tersebut dipergunakan untuk
                                                      modal lebih besar untuk mengembangkan
 biaya bibit, pakan dan obat-obatan. Setelah
                                                      usahanya. Dengan begitu, Ia bisa menam-
 dipotong biaya operasional, ia bisa mempe-
                                                      pung tenaga kerja lebih banyak lagi.



52                                           K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
  KSP WAHANA ARTA MUKTI



  If there is no Lie Betrween us is the
  Key to Success


    S
             ave Loan Cooperation (KSP) of                        Not only in terms of loan, KSP manage-
             Wahana Arta Mukti (WAM) Dawuan                 ment is also selective in accepting new mem-
             Subang District grows and develops             bers. To be able to become a member of
    in Subang Regency, the regency that used                KSP the manager applies several require-
    to be known as honey pineapple producer is              ments, among others is that the customer
    worth paying attention to. In 2004, the Gov-            has borrowed at least 3 times. If the return
    ernment through Ministry of Cooperation and             has been favorable 3 times consecutively,
    UMKM scrolled agribusiness aid fund in the              the customer may apply to become a mem-
    amount of Rp 1 billion. This save loan was              ber. The amount of loan at this early stage
    formerly in the form of Save Loan Unit from             is not more than Rp 2 million.
    KUD Wahana Arta Mukti. In October 2004,                       Up to now the number of members of
    Save Loan Cooperation (KSP) was born with               KSP WAM has been 130, and the number
    legal entity No. 553/BH 10.11/X/2004 dated              of customers has been 700. They are not
    5 October 2004.                                         only small traders such as peddlers, but are
          The applied business pattern was                  also middle scale businessmen.
    monthly pattern loan (conventional) and                       Business funded by KSP Sahana Arta
    weekly pattern loan, with loan service in the           Mukti includes agribusiness sector (agricul-
    amount of 2.5% per month. The term for re-              ture, animal farming, fishery), commerce sec-
    turn varied between 10 – 18 months. In ad-              tor business (shops, pavement sellers), trad-
    dition, nearly 90% of denizens in Dawuan                ing sector business (hardware store, crops
    Subang District depended on agricultural                processors) , and micro small business
    sector in their daily lives, such as rice,              (handicraft, furniture).
    (kadang?), corn, etc. It was this potential that              The high level of money circulation has
    was considered as quite promising.                      made KSP Wahana Arta Mukti’s asset to in-
          The highest loan was stipulated at Rp             crease. Now its total asset reaches Rp 2.198
    20 million, with loan service in the amount of          billion. In providing service to customers,
    2.5%. However in practice not all profit went           KSP Wahan Arta Mukti is supported by 14
    to KSP petty cash, some was returned to the             staff who are high school graduates and 1
    customers i.e., in the amount of 0.5%. The              university graduate.
    requirements are that such return must be                     Another important thing is the effort of
    made in timely manner. This program was                 the administrators and managemewnt in de-
    intended to drive the awareness of borrow-              veloping the working mental of their staff
    ers to always return credits in timely maner.           through the internalization of KSP Wahan
    This way was considered as quite success-               Arta Mukti motto: “There is no lie between
    ful. Based on the record, the level of return           us” and “There is no grudge between us.”
    at KSP reached up to more than 99%.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                            53
54   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                                              JAWA TENGAH
                                                                Central Java
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a         55
Suasana kawasan agropolitan di perdesaan di Kecamatan Grabag, yang terletak di di lereng dan kaki Gunung Merapi




KSP KARYA USAHA DANA GRABAG
Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah


Agribisnis di Antara Lereng Merapi


I
      barat perangko ketemu amplop. Demikian                     telah menaikkan antusiasme masyarakat petani
    kisah pengembangan usaha agribisnis/                         dalam kegiatan budi daya pertanian. Bila
    sektoral yang diupayakan melalui KSP Karya                   kegiatan budi daya tanaman, ternak, atau
Usaha Dana Grabag di Kabupaten Magelang.                         campuran, pada 2003 berjumlah 122.527 orang,
Betapa tidak. Pemerintah Kabupaten Magelang                      pada tahun 2006, angkanya meningkat menjadi
sejak 2004 silam telah mengeluarkan kebijakan                    132.077 orang atau naik sebanyak 7,79%.
pengembangan agropolitan. Artinya, pengem-                       Demikian juga pada pengolahan hasil atau
bangan agribisnis di wilayah Kabupaten                           agroindustri telah menghasilkan kesempatan
Magelang yang terbentang di antara Gunung                        kerja tahun 2003 sebanyak 23.743 orang. Pada
Merapi dan Merbabu (seluas 1.085,73 km² atau                     tahun 2006 jumlahnya meningkat menjadi 26.231
setara 9,56% dari Wilayah Propinsi Jawa                          orang atau naik 10,47%.
Tengah) itu mendapat perhatian serius peme-                              Tentu saja bukan semata lantaran
rintah daerah.                                                   kebijakan tersebut bila KSP Karya Usaha Dana
      Gayung pun bersambut. Kebijakan tersebut                   Grabag sukses menjalankan Program Pengem-


56                                                   K o p e r a s i      P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a
bangan Pengusaha Mikro dan Kecil Melalui                        2004, KSP ini langsung menjadi peserta Program
Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam (KSP)                    Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil
di Sektor Agribisnis dari Kementerian Negara                    melalui Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Yang                     KSP di Sektor Agribisnis pada tahun itu juga,
bisa dikatakan adalah bahwa sukses KSP Karya                    dengan jumlah perkuatan sebesar Rp 1 miliar.
Usaha Dana Grabag berada dalam arus besar                       KSP ini dinilai telah memenuhi persyaratan yang
keberhasilan Kabupaten Magelang dalam                           diwajibkan. Sebagai catatan, sebelum KSP ini
mengembangkan sektor agribisnisnya.                             dibentuk KUD Grabag telah melakukan
     Keberhasilan pengelolaan dana tentu saja                   otonomisasi pengelolaan usaha simpan pinjam
merupakan wilayah yang berbeda dari gambaran                    selama lebih dari tiga tahun.
agropolitan secara umum. Yang jelas, kesuksesan                     Kini KSP Karya Usaha Dana Grabag telah
itu merupakan cerminan dari keseriusan dan                      membukukan         asetnya   sekitar   Rp    Rp
kepiawaian para pengurus dan manajemen                          2.255.922.274. Jumlah anggota per 31
Kesuksesan KSP Karya Usaha Dana Grabag                          Desember 2008 sebanyak 481 orang. Hingga
dalam mengelola dana. Hubungan kerja sama                       buku ini disusun, angkanya tentu saja telah
yang harmonis antara koperasi dan Dinas Koperasi                meningkat. Gambaran sekilas tersebut melukis-
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan                   kan dinamika yang tercipta selama ini.
Kab. Magelang menambah nilai tersendiri.                            “Sebagai badan usaha berbasis budaya
                                                                kekeluargaan dan kebersamaan, manajemen
Harmoni Pengurus dan Anggota                                    KSP Karya Usaha Dana Grabag berusaha selalu
     Grabag sebagai wilayah kecamatan—di                        dekat dengan anggota, atau dalam hal ini para
lereng dan kaki Gunung Merapi— memang telah                     petani, perajin, dan peternak,” tutur Kelik
lama dikenal daerah yang memiliki “kultur                       Murtandiya. “Hubungan kami dengan para tokoh
berkoperasi” yang baik. KUD Grabag juga                         desa di Grabag cukup akrab dan saling
terkenal bukan hanya di seantero Kabupaten                      mengenal satu sama lain,” tambah Kelik.
Magelang, tetapi juga Provinsi Jawa Tengah.                         Benar. Setidaknya Kepala Desa Lebak
Kultur ini menurun juga kepada KSP Karya Usaha                  mengakui hal ini. “Sebagai kepala desa, saya
Dana Grabag yang tumbuh–pada awalnya—                           memberikan dorongan kepada warga untuk
sebagai bagian dari KUD Grabag itu.                             menjadi atau aktif di KSP Karya Usaha Dana
     KSP Karya Usaha Dana Grabag ini                            Grabag. Jadi, kami saling memberikan
termasuk koperasi sehat. Meski baru berdiri pada                rekomendasi, misalnya dalam hal pengajuan




Anggota KSP Dana Grabag memasarkan berbagai komoditas agribisnis di pasar agropolitan Grabag




K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                        57
Doni Riskiyanto, anggota KSP Dana Grabag membiayai usaha pembuatan aneka kerupuk singkong dari dana pinjaman bergulir
agribisnis/ sektoral sebesar Rp 30 juta, yang dikucurkan dalam beberapa tahap




kredit,” aku Budi Solikin Kepala Desa Lebah,                   barang dikirim sesuai pesanan yang sudah
kecamatan Grabag.                                              dibayar,” ujar Dodi menceritakan mekanisme
     Kedekatan semacam itu menjadi kunci dari                  bisnisnya.
keberhasilan penyaluran sekaligus kontrol                            Kelik sendiri mengaku bangga memiliki
terhadap pemanfaatan dana koperasi. Ciri dari                  nasabah seperti Doni ini. “Ia adalah prototipe
asas kekeluargaan dan kegotongroyongan                         nasabah yang berani dalam mengambil risiko,
koperasi semacam itu dirasakan seorang                         namun jujur dan sportif. Kami tak pernah
anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag, Doni                      terganggu bila, misalnya, terjadi terlambatan
Riskianto (48 th), warga Dusun Kaligandu,                      angsuran, sebab alasannya masuk akal. Inilah
Grabag. Ia mendapatkan pinjaman koperasi                       salah satu seni berkoperasi. Ada prinsip
hingga Rp 30 juta untuk melancarkan usaha                      fleksibilitas tanpa harus mengorbankan risiko
pembuatan aneka krupuk singkong. Ia yang                       besar,” kata Kelik.
memiliki keahlian di dalam pengolahan berbagan                       Bahkan, untuk ukuran nasabah yang
baku singkong itu bekerja sama dengan para                     kemampuannya jauh di bawah Doni, KSP tetap
petani. Hasil yang diserahkan kepada Doni                      memberikan pelayanan dan kesempatan untuk
berupa bahan setengah jadi untuk kemudian                      meminjam modal. Pengalaman Mardi, 60 tahun,
dibumbui hingga barang jadi (mentah). Berkat                   membuktikan hal itu. Mardi, yang seorang petani
pinjaman dari koperasi, ia bisa membayar                       itu, mengajukan pinjaman uang sebesar Rp
puluhan petani serta mengangsur setelah                        700.000. Dana tersebut dipergunakan sebagai
produk-produknya terbeli.                                      biaya untuk membesarkan seekor sapi Australia
     Doni tidak mengalami kesulitan lantaran ia                yang ia miliki, seperti yang dilakukan para petani
telah memiliki sejumlah pelanggan, seperti dari                di lingkungannya. Maklum, untuk membesarkan
Jakarta, Malang, dan Kabupaten Banyumas.                       sapi membutuhkan waktu beberapa bulan
“Kami menerapkan sistem kontan. Pada saat                      hingga hewan piaraan tersebut layak dijual ke
memesan, saya meminta para pelanggan untuk                     pasar. Ia juga mendapatkan tambahan berupa
mentransfer uang pemesanan, setelah itu                        pupuk dari pengelolaan kotoran piaraannya itu.


58                                                  K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a
Mardi hanya mengambil untung beberapa                         cukup berhasil, masih mengandalkan modal dari
persen dari nilai jual seekor sapi (sekitar Rp 4-7            luar. Hal itu mengemuka pada saat Rapat
juta). “Saya berani pinjam ke koperasi karena                 Anggota Tahunan di akhir 2008 silam. Oleh
ada yang bisa saya hasilkan. Saya takut ngutang.              karena itu, mari kita upayakan secar bersama-
Saya baru bisa kembalikan pinjaman setelah                    sama peran aktif nyata anggota,” tutur
sapi ini dijual. Karena saya dipercaya, dan saya              Sutaryono, ketua Pengawas KSP Karya Usaha
bersedia dengan persyaratan yang berlaku, ya                  Grabag pada kesempatan hajatan puncak itu.
saya mau,” tutur Mardi lugu namun tegas.                             Kelik Murtandiya mengakui kelemahan
                                                              koperasi yang ia pimpin. “Kami masih terus belajar
                                                              dari kekurangan-kekurangan itu, meski kami sudah
Tingkatkan Kinerja
                                                              mencoba berbuat yang terbaik. Kami, misalnya, tak
     Penyaluran dan hasil Program Pengem-
                                                              bosan untuk mengirimkan beberapa karyawan ke
bangan Pengusaha Mikro dan Kecil melalui
                                                              berbagai forum pelatihan peningkatan kompetensi,”
Bantuan Perkuatan Dana Bergulir bagi KSP di
                                                              aku Kelik merendah.
Sektor Agribisnis yang dilakukan melalui KSP
                                                                     “KSP Karya Usaha Dana Grabag di mata kami
Karya Usaha Dana Grabag cukup berhasil dan                    sudah cukup bagus. Karyanya nyata dan bisa
tepat sasaran. Namun, jajaran manajemen tak                   dibuktikan di lapangan. Kami berharap ke depan
berbangga hati, sebagaimana jajaran dewan                     KSP ini bisa berkinerja lebih baik,” kata Menurut
pengurus dan pengawas KSP Karya Usaha                         Anik Indaryanti, Kasi Bina Usaha dan Permodalan
Dana Grabag tak berpangku tangan terhadap                     Dinas Koperasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan
prestasi yang telah mereka raih. Pasalnya,                    Perdagangan Kab. Magelang. “Bukan melulu soal
mereka masih “gelisah” terhadap kurang                        besarnya aset, tetapi jangan lupa bahwa mengelola
optimalnya penggalangan dana dari anggota.                    koperasi itu juga membutuhkan semangat. Nah, dari
     Mereka mengakui, selama ini pemanfaatan                  sisi itulah KSP Karya Usaha Dana Grabag harus
dana yang sampai ke anggota, meskipun sudah                   dilihat,” simpul Kelik.




Mardi anggota KSP Dana Grabag dan usaha penggemukan sapi yang ia kelola


                                     KSP Karya Usaha Dana Grabag
                                     Alamat                           : Jl. Stadion No 1 Grabag, Kab. Magelang,
                                                                        Provinsi Jawa Tengah
                                     Berdiri                          : 1 Maret 1997
                                     Badan Hukum                      : No: 227/GH/II/2004, tanggal 22 Novem-
                                     ber 2004
                                     Tahun Perkuatan Modal            :   Tahun 2004
                                     Jumlah Perkuatan Modal           :   Rp1 miliar
                                     Total Aset                       :   Rp2.255.922.274
                                     Manager                          :   Kelik Murtandiya Ph
                                     Jumlah Anggota                   :   327 orang
                                     Jumlah Karyawan                  :   5 orang


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                          59
 KSP KARYA USAHA DANA GRABAG
 Magelang Regency – Central Java



 Agribusiness Between Merapi Slopes


 J
        ust like a stamp that meets an enve               This KSP Karya Usaha Dana Grabag is
        lope, this is the story of agribusiness/    quite a healthy cooperation. Even thought it
        sector business development sought          was not established until 2004, this KSP im-
 through KSP Karya Usaha Dana Grabag in             mediately became participant of Micro and
 Magelang Regency. The government of                Small Entrepreneurs Development Program
 Magelang Regency since 2004 has issued a           through Strengthening Scrolling Fund Aid for
 policy of agropolitan development. It means,       KSP in Agribusiness Sector in the same year,
 such agribusiness development in Magelang          with strengthening fund in the amount of Rp
 Regency area stretched between Merapi              1 billion. This KSP is considered as having
 and Merbabu Mountains obtains a serious at-        met the compulsory requirements. As a note,
 tention from regional government.                  before this KSP was established, KUD Grabag
      Of course, the government attention is        had conducted save loan business manage-
 not the only factor that makes KSP Karya           ment autonomy for more than three years.
 Usaha Dana Grabag successful in running                  Now KSP Karya Usaha Dana Grabag has
 Micro and Small Entrepreneurs Development          accounted its asset which is around Rp
 Through Capital Save Loan Cooperation              2,255,922,274. The number of members as
 (KSP) Strengthening in Agribusiness Sector         per 31 December 2008 is 481. Until this book
 from State Ministry of Cooperation and Small       was composed, the number of course has in-
 Middle Scale Enterprises. It would be more         creased. The brief description provides clear
 precise to say that the success of KSP Karya       dynamic that has been created all this time.
 Usaha Dana Grabag is in the large wave of                “As a business entity with kinship and to-
 Magelang Regency success in developing its         getherness basis, management of KSP Karya
 agribusiness sector. Such success is obvi-         Usaha Dana Grabag always tries to be close
 ously the reflection of the seriousness and        to members, or in this matter farmers, crafts-
 expertise of the administrators and manage-        men, and animal farmers,” said Kelik
 ment of KSP Karya Usaha Dana Grabag in             Murtandiya, Chairman of this KSP.
 managing fund. There is a harmonious co-                 Such closeness becomes the key to suc-
 operative relation among Cooperation Ser-
                                                    cess in distribution and control of coopera-
 vices, Industry and Trading of Magelang Re-
                                                    tion fund utilization. These characteristics of
 gency. Magelang has added specific value.
                                                    kinship and mutual assistance are felt by a
      Grabag as a district area – on the slope
                                                    member of KSP Karya Usaha Dana Grabag,
 of Merapi Mountain – has been known for a
                                                    Doni Riskianto (48), a Kaligandu Village deni-
 long time as an area that has a good “coop-
                                                    zen, in Grabag. He obtained cooperation
 eration culture.” KUD Grabag is also known
                                                    loan up to Rp 30 million to smoothen his cas-
 not only throughout Magelang Regency, but
                                                    sava chips business. Thanks to the loan
 also Central Java Province. This culture also
                                                    from cooperation, he could pay many farm-
 descended to the staff of KSP Karya Usaha
                                                    ers and pay his own installment after all his
 Dana Grabag who grew–initially— as parts
 of such KUD Grabag.                                products are sold.




60                                         K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Pasar agropolitan Grabag, tempat para anggota KSP Karya Usaha Dana Grabag memasarkan hasil tani mereka



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                       61
Suasana dialog antara pengurus dan anggota KSP Utama Karya yang sedang mengajukan kredit.




KSP UTAMA KARYA
Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah


Jati Diri Kebersamaan di Bumi Kartini


J
        ika Anda pergi ke Kabupaten Jepara,                   Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya.
       Jawa Tengah, sempatkan pergi ke Jl.                    Tidak salah bila Anda menyimpulkan bahwa
       Raya Bakalan No. 21 Kalinyamatan. Anda                 penampilan bangunan tersebut mewakili
akan menjumpai sebuah gedung dua lantai                       performa koperasi yang berdiri pada 2004 itu.
berarsitektur modern-minimalis. Penampilan                    Kemegahan bangunan tersebut sekaligus
gedung ini bersih, dan tampak menonjol bila                   menggambarkan dedikasi para pengurusnya,
dibanding beberapa bangunan di sekitarnya.                    dan manajemen KSP Utama Karya, di dalam
Sekilas, terkesan bahwa bangunan itu milik                    mengembangkan usahanya.
perusahaan swasta nasional, atau kantor                             Logikanya sederhana, bagaimana mungkin
perwakilan perusahaan besar swasta. Halaman                   sebuah koperasi—atau badan usaha apa saja—
samping hingga ke belakang luas, dan terdapat                 mampu membangun gedung perkantoran untuk
sebuah toko grosiran ala supermarket.                         aktivitas sehari-hari bila para pengelolanya tidak
    Ada apa dengan bangunan tersebut?                         memiliki dedikasi untuk maju? Motto KSP Utama
Bangunan tersebut adalah kantor pusat                         Karya: Bersama Membangun Jati Diri, seperti



62                                                 K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
telah tertransformasi ke dalam etos kerja para                  adalah kinerja. “KSP Utama Karya memang
pengurusnya, puluhan karyawannya, bahkan                        salah satu koperasi terbaik yang kami miliki di
para nasabahnya. Kinerja koperasi ini adalah                    sini. Kami percaya, Utama Karya adalah pihak
yang terbaik di Kabupaten Jepara, dan termasuk                  yang pas menjalankan program perkuatan modal
bersinar di antara koperasi-koperasi terbaik di                 di bidang agribnisnis-sektoral itu,” kata Sujarot,
Jawa Tengah.                                                    Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan
     Sebagai koperasi simpan pinjam, Utama                      Pasar Kabupaten Jepara
Karya masih berusia muda. Induknya adalah                             Bagi jajaran pengurus KSP Utama Karya
Koperasi Serba Usaha (KSU) Utama Karya yang                     kepercayaan tersebut bukan tanpa konsekuensi.
berdiri sejak 1993, yang kini memiliki 7 cabang                 “Kami menjalankan kepercayaan tersebut
yang tersebar di sejumlah kabupaten/ kota di                    sebagai amanah, dan progam agribisnis-sektoral
Jawa Tengah (baca: Cita-Cita Kaum Kaki Lima).                   itu kebetulan sama dengan misi kami di sini,” tutur
     Keberadaan KSP Utama Karya memang                          Zaenal Arief, yang merupakan Kepala
relevan dengan potensi Kabupaten Jepara yang                    Pembukuan KSP Utama Karya tersebut.
memiliki banyak jenis usaha agribisnis, seperti
pertanian, kerajinan. Tak heran begitu ada Pro-                 Memfasilitasi Agribisnis
gram Perkuatan Modal Koperasi Simpan Pinjam
(KSP) di Sektor Agribisnis, kesempatan itu tidak                     Keputusan Dinas Koperasi dan Pengelolaan
disia-siakan.                                                   Pasar itu sangat beralasan, karena KSP Utama
     Namun, kemauan saja tak cukup. Sebab,                      Karya selama ini bekerja secara profesional. Kini
bagaimanapun juga dana tersebut adalah uang                     aset Koperasi ini secara keseluruhan sekitar Rp
negara yang harus dipertanggungjawabkan.                        80 miliar.
Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar                           Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya
Kabupaten Jepara memiliki peranan besar dalam                   memang terpisah secara otonomi dari Koperasi
menentukan koperasi mana yang berhak dan                        Utama Karya sebagai induk. Sebagai holding,
dapat dipercaya untuk mengelola pemanfaatan                     Koperasi Utama Karya bergerak di bidang
dana tersebut. Dan, bila pilihan jatuh kepada                   perdagangan. Dari sinilah, memang, pergerakan
KSP Utama Karya, tentu pertimbangannya                          modal koperasi melejit. Sebagai catatan,




Sutomo, anggota KSP Utama Karya memamerkan hasil kerajinan tenun hasil usaha tenun yang ia kelola




K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                            63
Koperasi Utama Karya kini memiliki Toko Grosir                  anak-anak muda. Generasi perintis hanya
terbesar di Kabupaten Jepara.                                   berada di jajaran kepengurusan. Hal ini memang
      Kembali ke KSP Utama Karya. Penyaluran                    bukan tanpa kesengajaan. “Kami tutwuri
dana perkuatan sebesar Rp 1 miliar (diterima                    handayani (mendorong dari belakang),” tutur
pada tahun 2004) kepada para anggota yang                       Ibnu Zaenuri, perintis Koperasi Utama Karya,
bergerak di bidang agribisnis dan sektor riil                   kalem.
lainnya bukan hal sulit bagi KSP Utama Karya.                        Dan, benar, kepercayaan para senior dalam
Ya, sebab, mekanisme dan tradisi koperasi telah                 mendorong kader-kader koperasi yang muda
terbangun dengan baik.                                          telah membuahkan hasil. Paling tidak, pada saat
      Salah satu anggota koperasi yang                          ini di jajaran manajemen koperasi telah memiliki
mendapatkan manfaat dari program di atas                        seorang manajer yang telah mengantongi
adalah Sutomo, 48 tahun, seorang perajin tenun                  sertifikat kompetensi di bidang manajemen.
di Desa Troso, Kecamatan Pecangakan. Desa                       Mahali, demikian namanya, kini menjabat
ini memang dikenal sebagai penghasil tenun                      sebagai Manajer KSP Utama Karya. “Kami ingin
sejak 1935. “Saya jelas beruntung bisa dapatkan                 mengelola koperasi ini secara profesional.
modal usaha itu dengan persyaratan yang                         Teman-teman senantiasa berlomba-lomba untuk
memudahkan saya,” aku Sutomo, perajin yang                      mendapatkan sertifikat yang proses ujiannya
produknya telah banyak dipasarkan hingga ke                     ternyata nggak mudah,” tutur Mahali bangga.
Bali itu.                                                            Laporan dari pihak Bank Jateng Cabang
                                                                Jepara yang berperan sebagai mitra dari pro-
Pencanggihan Manajemen                                          gram perkuatan modal dana bergulir sektor
                                                                agribisnis ini menyebutkan bahwa KSP Utama
    Kini, tenaga-tenaga utama di manajemen                      Karya telah menjalankan kewajibannya dengan
Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya adalah                       baik dan tidak pernah menunggak.



                                     KSP Utama Karya
                                     Alamat                 : Jl. Raya Bakalan No. 21 Kalinyamatan,
                                                              Kab. Jepara, Jawa Tengah
                                     Berdiri                : 31 Januari 1996
                                     Badan Hukum            : No: 12047a/BH/PAD/KWK-II/1/1996
                                     Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004
                                     Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                     Ketua                  : H. Ahmad Zaeni




Usaha tenun kain milik Sutomo, anggota KSP Utama Karya Jepara



64                                                  K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
     Pusat Grosir, salah satu jenis usaha milik KSU Utama Karya Jepara




        Cita-Cita Kaum Kaki Lima


        A
                   walnya, pada 1993, sekitar 6 orang pedagang berinisiatif mendirikan sebuah
                  paguyuban untuk menghimpun para pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten
                  Jepara. Gagasan tersebut segera menyebar di kalangan PKL. Pada tahap
        pertama berkumpul 35 orang. Mereka bersepakat untuk membangun membangun
        ekonomi bersama melalui sebuah koperasi.
             Sejumlah pionir, di antaranya Ibnu Zaenuri, lantas melobi Dinas Koperasi setempat.
        Maka, di tahun 1993 juga keinginan bersama itu terwujud. Kebetulan, Ibnu Zaenuri
        dan beberapa kawannya pernah mengelola sebuah koperasi. Maka, rapat anggota
        pun terselenggara, dan lahirlah Koperasi Utama Karya.
             Berkat keuletan para pengurusnya, kini Koperasi Utama Karya telah memiliki 7
        cabang di berbagai kota di sekitar Jepara, seperti di Pati, bahkan hingga ke arah
        barat Banjarnegara.
             Kini, total aset Koperasi Utama Karya mencapai Rp 80 miliar. Itu melingkupi semua
        jenis usaha yang ada, termasuk KSU Utama Karya yang kini mengelola Pusat
        Perbelanjaan Grosir yang tidak pernah sepi pembeli itu. Omset per hari mencapai
        puluhan juta rupiah. Demikian bila kebersamaan dibangun, jati diri pun terlahir, seperti
        motto Koperasi Utama Karya, “Maju Bersama Membangun Jati Diri”.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                  65
     KSP UTAMA KARYA
     Jepara, Central Java


     Togetherness Identity on
     the Earth of Kartini


 I
      f you go to Jepara Regency, Central Java,       titled and can be trusted to manage such fund
     stop by at Jl. Raya Bakalan No. 21               utilization. Such decision of Cooperation Ser-
     Kalinyamatan. You will meet a two-storey         vice and Market Management is reasonable
 building with modern-minimalist architectural        since KSP Utama Karya has worked profes-
 design. This building looks clean and more           sionally. Now this Cooperation asset in total
 prominent compared to the surrounding build-         is around Rp 80 billion.
 ings. At a glance, there is an impression that              Save Loan Cooperation of Utama Karya
 such building belongs to national private com-       is separate in terms of autonomy from Utama
 pany, or it is a private large company repre-        Karya Cooperation as the chief. As a holding
 sentative office. On the side yard up to back-       company, Utama Karya Cooperation is en-
 yard, there is a grocery store just like a su-       gaged in trading. From here, indeed, coop-
 permarket.                                           eration capital movement rocketed. As a
        Such building is the head office of Save      record, Utama Karya Cooperation now owns
 Loan Cooperation (KSP) of Utama Karya. It            the Largest Grocery Store in Jepara Regency.
 wouldn’t be incorrect if we concluded that the              Going back to KSP Utama Karya, the dis-
 building appearance represents the perfor-           tribution of strengthening fund in the amount
 mance of the cooperation that was estab-             of Rp 1 billion (received in 2004) to members
 lished in 2004. The greatness of such build-         who are engaged in agribusiness and any
 ing is at the same describes the dedication          other real sectors was not a difficult matter
 of the administrators and management of              for KSP Utama Karya.
 KSP Utama Karya, in developing their busi-                  One of cooperation members who ob-
 ness. Performance of this cooperation is the         tain benefit from the above program is
 best in Central Java.                                Sutomo, 48 year, a weaving craftsman in
        As a save loan cooperation, Utama Karya       Troso Village, Pecangakan District. This vil-
 is still young. Its chief is Various Business Co-    lage is indeed has been famous for its weav-
 operation (KSU) of Utama Karya that was es-          ing products since 1935. “I am obviously very
 tablished in 1993, which now owns 7 branches,        lucky to be able to obtain such business capi-
 scattered in a number of regencies/cities in         tal with requirements that facilitate me,” ad-
 Central Java.                                        mit Sutomo, the craftsman whose products
        The presence of KSP Utama Karya is            have been marketed up to Bali.
 indeed relevant with Jepara Regency poten-                  Now, principal powers in Utama Karya
 tial that has many types of agribusiness busi-       Save Loan Cooperation management are
 ness, such as agriculture and handicraft. No         youngsters. Pioneer generation is only at ad-
 wonder when an opportunity such as Capital           ministrator array. Reports from Jateng Bank
 Strengthening Program for Save Loan Co-              Jepara Branch who acts as a partner in this
 operation (KSP) in Agribusiness came, it did         agribusiness scrolling fund capital strength-
 not go to waste. Cooperation, Small Middle           ening program say that KSP Utama Karya has
 Scale Enterprises and Jepara have a large            fulfilled its obligation well and it is never in
 role in determining which cooperation is en-         arrears.



66                                           K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Kantor KSP Utama Karya



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   67
Kantor KSP Bina Ummat Sejahtera, Rembang




KOPERASI SIMPAN PINJAM
BINA UMMAT SEJAHTERA (BUS)
Lasem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah


Tangan-tangan Dingin di Ujung
Timur Pantura

K
         ening Haji Saleh berkerut ketika           petugas koperasi simpan pinjam yang dikelola
        menghadapi jalan buntu untuk                dengan sistem Syariah: Koperasi Jasa
        mendapatkan dana secara cepat bagi          Keuangan Syariah (KJKS) Bina Umat Sejahtera
sekitar 40 hektar lahan tebu miliknya dan           (BUS) Lasem atau juga dikenal sebagai Koperasi
sembilan petani di kelompoknya. Petani pada         Simpan Pinjam (KSP) Bina Umat Sejahtera.
umumnya tidak bankable. Ia sadar betul soal ini,         “Pinjaman seperti ini sungguh sangat
dan proses mengurus kredit di bank pun tak          membantu kami. Kesulitan kami terutama untuk
mudah.                                              membeli pupuk. Saya dan teman-teman kan baru
     Namun, guratan-guratan di dahinya segera       panen setelah menunggu 11 bulan. Panen
berubah ketika telepon genggamnya berdering.        pertama itu baru untuk menutupi ongkos
“Alhammdulillah, pengajuan pinjaman saya dan        produksi. Jadi, kalau dihitung-hitung, selama
teman-teman disetujui,” ucap Saleh usai             masa itu kami makan apa?” ucap Haji Saleh.
membaca sebuah pesan pendek dari seorang                 Kenangan itu terjadi pada tahun 2005.



68                                         K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Beberapa bulan sebelumnya, ia dan teman-                         hektar per musim tanam (11 bulan) dengan
teman memang telah mendengar tentang adanya                      perhitungan jangka waktu hanya tiga kali panen.
dana pinjaman Rp 1 miliar dari Kementerian                       Dengan rendemen 7,5% dan harga gula Rp
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang                       3.000 per kg, maka total biaya yang harus
akan diterima KJKS BUS Lasem untuk                               ditanggung petani sekitar Rp 5.280.000.
pengembangan usaha agribisnis/ sektoral. Saleh                   Pendapatan petani sekitar Rp 3.810.000 per
dan kawan-kawan sendiri telah lama menjadi                       hektar.
anggota koperasi tersebut. Mereka merasa                              Berdasarkan hitung-hitungan seperti itu,
cocok karena sistem diterapkan KJKS BUS itu                      maka antara anggota dan KSP BUS lalu
menggunakan sistem syariah.                                      membuat akad kredit. Mereka bersepakat untuk
                                                                 memberikan keuntungan kepada Koperasi
Sistem Bagi Hasil                                                setara dengan nilai 2%. “Anggota kami di sini
                                                                 sudah akrab dengan akad kredit seperti ini,” tutur
     Hatta, maka kelompok tani yang ia pimpin                    Martono, Manajer Kredit KSP BUS Lasem.
mendapat pinjaman sebesar Rp 150 juta. Jika                           Nilai pinjaman tersebut memang atas nama
dirata-rata, setiap orang mendapat pinjaman                      kelompok. Namun, pemanfaatan dana tersebut
sebesar Rp 15 juta. Hitung-hitungannya                           dibagi sesuai kebutuhan masing-masing
sederhana. Sepuluh orang dalam kelompok                          anggota. “Kelebihan dari sistem kelompok ini
petani tebu itu paling tidak harus membeli 30                    adalah pertanggungjawaban terhadap kami lebih
sampai 40 ton pupuk. Belum lagi untuk ongkos                     terjamin. Sebab, masing-masing pemanfaat
pengelolaan lahan, seperti membalikkan tanah                     pinjaman akan menjadi tanggung jawba bersama
(dangir) dan membikin tangkep (gundukan tanah                    kelompok. Dan, berdasarkan pengalaman
memanjang untuk ditanamani tebu).                                selama ini cukup efektif,” tutur Martono
     Selain untuk pupuk, para petani tebu juga                   menambahkan.
harus mengeluarkan biaya tebang dan angkut                            Anggota kelompok petani tebu tak lagi
Rp 3.000.000, dan biaya giling Rp 1.300.000.                     menjual kepada pabrik gula dalam bentuk
Rata-rata, per satu ha lahan menghasilkan 60                     batang tebu, melainkan kepada anggota lain
ton batang tebu. Jika direkapitulasi, biaya tanam                dalam satu kelompok yang memiliki mesin
tebu pada saat ini sekitar Rp 4.500.000 per                      produksi gula. Gula tebu ini, selain bisa langsung




Pabrik gula tebu milik salah satu anggota KSP BUS Lasem



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t      S e j a h t e r a                                         69
Batik Lasem, karya anggota koperasi KSP BUS Lasem




dijual ke pasar, juga dibeli perusahaan pembuat              Pada umumnya, para perajin yang telah memiliki
kecap. Bahkan, Haji Saleh memproduksi kecap                  pelanggan itu tidak mengalami kesulitan untuk
dari bahan dasar gula tebu itu untuk memenuhi                mengembalikan pinjaman mereka.
pasar di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.                         Demikian juga pengalaman anggota
“Jadi, keuntungan tidak pergi ke mana-mana,”                 Koperasi, Nurhidayah, seorang pengelola usaha
kata Haji Saleh.                                             batik tulis Lasem. Ia bahkan mempekerjakan 30
                                                             pembatik. “Saya membayar karyawan ber-
Menjadi Mitra Usaha Kecil-Menengah                           dasarkan hasil pekerjaan per potong. Mereka
     KSP BUS Lasem memang memiliki                           membawa kain dan semua kelengkapan dari sini
kepedulian cukup tinggi dalam menumbuhkan                    untuk kemudian mengolahnya sesuai desain dari
sektor agrobisnis/ sektoral. KSP BUS Lasem juga              saya. Jika desainnya rumit, kami akan
tidak mengalami kesulitan dalam menyalurkan                  membayar lebih mahal ketimbang batik yang
dana agribisnis/ sektoral ini. Di Lasem pada                 modelnya biasa,” tutur Nurhidayah, pengusaha
khususnya, dan Rembang pada umumnya,                         kecil/ perajin batik di Desa Ngemplak, Lasem.
terdapat sejumlah anggota yang telah bergerak
di bidang yang dimaksud.                                     Manajemen Solid dan Inovatif
     Selain disalurkan kepada petani tebu, KSP                    Faktor penting keberhasilan KSP BUS
juga menawarkan pemanfaatan dana Rp 1 miliar                 dalam mengelola dana koperasi adalah mana-
tersebut kepada sejumlah penggiat agri-industri.             jemen yang solid. Pengelolaannya bertangan
Seperti pada kisah petani tebu, perajin terasi               dingin. Ini bisa dimengerti bila melihat usia
biasanya membutuhkan modal untuk membeli                     koperasi yang hampir dua puluh tahun sukses
bahan baku berupa udang kering dan ongkos                    mengelola dana masyarakat dengan sistem
produksi. Joyo Kasmita (50), misalnya, bisa                  syariah (Bank Muamalat Takaful-BMT).
menghabiskan 7 kwintal udang kering dalam                         Peningkatan kemampuan sumber daya
satu pekan. Industri rumahan ini memiliki 7                  manusia memang menjadi prioritas di koperasi
karyawan yang dibayar dengan sistem borongan.                ini. Secara berkala, para manajer dan staf
                                                             mendapat berbagai training. Bahkan BMT BUS


70                                                  K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Terasi udang, salah satu produk usaha anggota KSP BUS Lasem




sendiri juga membuka jasa konsultasi-pelatihan                mandiri (ATM). Bahkan, Koperasi sudah memiliki
pengelolaan lembaga keuangan nonbank secara                   ATM sendiri, satu unit. Pelayanan ini sudah setara
modern. Beberapa telah bersertifikat.                         dengan lembaga perbankan di tingkat unit atau
    “Di kami, secara bergiliran, setingkat kasi               kantor cabang pembantu.
dan manajer diberikan kesempatan untuk                             Kinerja yang baik lantaran didukung sumber
meningkatkan kapasitas atau kompetensi, yakni                 daya berkemampuan memadai telah mengan-
dengan disekolahkan. Kita dapat fasilitas                     tarkan Koperasi ini sebagai salah satu koperasi
beasiswa, katakan begitu, 50% biaya kuliah dari               terbaik di Jawa Tengah, bahkan mungkin di Indo-
Koperasi,” kata Martono.                                      nesia. Bagaimana dengan cicilan pinjaman Rp 1
    Selain manajemen, KSP juga senantiasa                     miliar untuk agribisnis? “Alhamdulillah, lancar,”
memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.                  kata Martono. Kalau ada lagi, kami tak kesulitan
Salah satu inovasi yang langka bagi sebuah                    menyalurkan dana tersebut,” tutur Martono
koperasi adalah penyediaan anjungan tunai                     menantang setengah bercanda.




                                      KSP Bina Ummat Sejahtera
                                      Alamat                 : Jl Raya No. 1 Lasem, Kab. Rembang,
                                                               Provinsi Jawa Tengah
                                      Berdiri                : Tahun 1996
                                      Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004
                                      Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                      Ketua                  : H. Abdullah Yazid
                                      Jumlah Karyawan        : 200 orang




K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                         71
     PROSPEROUS BUSINESS DEVELOPMENT SAVE
     LOAN COOPERATION
     Lasem, Rembang, Central Java


     Cold Hands at the East Tip of
     Pantura

 H
            aji Saleh frowned when he faced a         sugar cane, instead they sell their crops to
            dead end to obtain fund quickly for       other members in one group who have sugar
            around 40 hectares of sugar cane          producer machines. This sugar cane, in addi-
 land of his and nine farmers of his group.           tion to be able to be sold directly at the mar-
 Generally farmers are not bankable. He was           ket, it may also be bought by soy bean sauce
 fully aware of this fact, and the process of         manufacturer companies.
 credit administration at the bank is not an easy
 matter either. However, the facial wrinkles of       Becoming Small-Middle Scale Business Partner
 his forehead soon changed when his cellular
 phone rang. “Thank God, the load submis-                   KSP BUS Lasem indeed has high level
 sion from me and my friends is approved, “           of care in growing agribusiness /sector. KSP
 said Saleh after reading a short message from        BUS Lasem also does not experience difficul-
 an official of save loan cooperation managed         ties in distributing this agribusiness/sector
 using Sharia system: Sharia Financial Service        fund. Particularly in Lasem, and generally in
 Cooperation (KJKS) Prosperous Community              Rembang, there are members who have en-
 Development (BUS) of Lasem or also known             gaged in the concerned field. In addition to
 as Save Loan Cooperation (KSP) of Bina               distributing to sugar cane farmers, KSP also
 Umat Sejahtera.                                      offers fund utilization of such Rp 1 billion to a
       In its operation, KSP BUS Lasem applies        number of agribusiness-industry activators.
 farmer group system. One group may obtain                  The important factor of KSP BUS success
 loan in the amount of Rp 150 million. In aver-       in managing its cooperation fund is its solid
 age, each person obtains loan in the amount          management. The managers have cold hands.
 of Rp 15 million. Farmers group and KSP BUS          This could be understood considering the age
 then draw up a credit contract. They agreed          of the cooperation which has nearly twenty
 to provide profit for the Cooperation which is       years managed community fund using sharia
 equivalent to 2% value.                              system (Bank Muamalat Takaful-BMT).
       Such loan value was indeed on behalf                 The favorable performance due to the
 of the group. However, such fund utilization         support of appropriate resources has deliv-
 was distributed in accordance with each              ered this Cooperation as one of the best co-
 member’s needs. “The advantage of this group
                                                      operations in Central Java, possibly even in
 system is that the accountability towards us
                                                      Indonesia. What about the installment of Rp
 is more secured, since each loan utilization
                                                      1 billion for agribusiness? “Thank God it has
 will be the joint responsibility of the group. In
                                                      gone well,” said Martono. If there is another
 addition, it is based on the effective experi-
                                                      fund granted, we will not face any difficulty in
 ence that we have had,” said Martono.
                                                      distributing such fund,” challenged Martono
       Sugar cane farmers group members no
                                                      jokingly.
 longer sell to the sugar factory in the form of




72                                           K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Aktivitas produksi batik pada sebuah worksop yang dikelola oleh anggota KSP BUS Lasem



K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                    73
74   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                                                    JAWA TIMUR
                                                                       East Java
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a             75
Kantor KSP Lestari Mandiri, Kota Malang, Jawa Timur




KSP LESTARI MANDIRI
Kota Malang, Provinsi Jawa Timur

Sukses dengan Sistem
Tanggung Renteng

R
           asanya tidak berlebihan jika Yudi                   aku jatuh, hanya koperasi yang setia
           Pujianto punya rasa fanatisme yang                  membantuku,” ungkap Yudi Pujianto, pemilik
           besar terhadap eksistensi Koperasi                  usaha penggilingan gabah (selep) di kawasan
Simpan Pinjam (KSP) Lestari Mandiri. Ketika                    Singosari, Kabupaten Malang. Yudi Pujianto
usaha penggilingan padi yang ia kelola perlu                   merupakan salah satu contoh warga masyarakat
pengembangan modal, ia meminjam modal dari                     di Kabupaten Malang yang taraf hidupnya
koperasi. Ketika itu tahun 2000, ia meminjam                   terangkat setelah bersinergi dengan koperasi,
sejumlah dana dari Usaha Simpan Pinjam (USP)                   dalam hal ini KSP Lestari Mandiri.
Lestari Mandiri. Dan, ketika usahanya sempat                        Koperasi Simpan Pinjam Lestari Mandiri
mengalami gonjang-ganjing karena ditipu mitra                  merupakan salah satu koperasi peserta Program
kerja pada tahun 2008, lagi-lagi ia mendapatkan                Pengembangan Pengusaha Mikro dan Kecil
pinjaman dari KSP Lestari Mandiri, yang dulu                   melalui Perkuatan Modal KSP di sektor
bernama USP Lestari Mandiri. Usaha yang ia                     Agribisnis. Pada tahun 2003, koperasi ini
kelola pun selamat dari kebangkrutan. “”Di saat                menerima pinjaman dana bergulir dari Pe-


76                                                    K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Suasana kantor pelayanan KSP Lestari Mandiri




merintah melalui Kementerian Negara Koperasi                  profil keuangan KSP ini siapapun akan sepakat
dan UKM sebesar Rp 1 miliar. Koperasi simpan                  untuk menyatakan bahwa KSP Lestari Mandiri
pinjam ini merupakan reinkarnasi dari Unit                    adalah koperasi berkinerja bagus. Dengan
Simpan Pinjam (USP) Koperasi Citra Lestari                    jumlah anggota sudah mencapai 4.268 orang,
Mandiri. Pada tahun 2004, berdasarkan SK                      kemudian aset mencapai Rp 7,2 miliar,
Bupati Malang nomor SK 180/ 863/ KOP/KEP/                     perputaran simpan pinjam pada KSP ini
421.012/2004 tanggal 11 November 2004, USP                    mencapai Rp 10,8 miliar pada tahun 2008 lalu.
Lestari Mandiri berubah status menjadi KSP                    Tidak hanya membiayai permodalan bagi usaha
Lestari Mandiri. Perubahan ini merupakan                      anggotanya di sektor agribisnis, KSP ini juga
amanat dari Keputusan Menteri Negara Koperasi                 membiayai permodalan di sektor jasa, seperti
dan UKM No. 143.1/Kep/M.KUKM/XI/2003, yang                    jasa katering, salon, dan percetakan.
salah satu pasalnya menyebutkan bahwa USP                           Masih menurut Khulsum Hidayati, salah satu
Koperasi penerima dana perkuatan bersedia                     kunci keberhasilan para pengurus dalam
mengubah badan hukumnya menjadi Koperasi                      mengelola KSP ini adalah penerapan sistem
Simpan Pinjam.                                                tanggung renteng. “Sistem tanggung renteng
     Menurut Ketua KSP Lestari Mandiri,                       sebagai tujung tombak keberhasilan kami, sistem
Khulsum Hidayati, dari pinjaman dana bergulir                 itu berhasil menekan pinjaman yang macet,” jelas
senilai Rp 1 miliar itu, hingga saat ini jumlah               Khulsum Hidayati. Dalam sistem itu, koperasi
pengembalian yang telah dilakukan oleh KSP                    tidak memberikan pinjaman secara perorangan,
Lestari Mandiri sudah mencapai Rp 500 juta.                   melainkan secara kelompok. Satu kelompok
“Kami melakukan pengangsuran bunga setiap                     terdiri dari 15 hingga 30 orang anggota koperasi.
bulan, sedangkan angsuran simpanan pokok                      Dengan cara ini, setiap anggota KSP Lestari
kami lakukan pada setiap tahun,” ungkap                       Mandiri otomatis menjadi anggota kelompok
perempuan sarjana ekonomi ini. Jika diukur dari               tanggung renteng.



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                        77
      Dengan cara ini maka jika ada anggota                    terkumpul itu kemudian dibawa oleh perwakilan
yang kesulitan melakukan pengangsuran                          kelompok untuk disetorkan ke kantor KSP Lestari
pinjaman maka anggota lain dalam satu                          Mandiri. Cara seperti ini merupakan konsekwensi
kelompok ikut menanggung resiko. Dengan                        dari sistem pinjaman yang disalurkan melalui
demikian potensi pinjaman macet bisa ditekan.                  kelompok, meskipun pinjaman itu dialokasikan
Kelebihan lain, pengurus koperasi pun lebih                    untuk anggota tertentu. Besar pinjaman
mudah melakukan pembinaan terhadap anggota                     permodalan yang diberikan melalui kelompok itu
koperasi yang tergabung dalam 267 kelompok                     maksimal Rp 8 juta per anggota dengan jangka
itu. “Lebih mudah mengatur jadwal kunjungan                    waktu pengembalian selama 24 bulan. Bagi
ke 267 kelompok ketimbang ke empat ribuan                      anggota yang memerlukan jumlah pinjaman lebih
anggota,” ujar Khulsum Hidayati. Mekanisme                     dari ketentuan itu maka KSP mensyaratkan
tanggung renteng ini oleh para pengurus dan                    jaminan baginya. Sebagai catatan, besar bunga
anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’.                       pinjaman ditetapkan maksimal 2%.
“Kebersamaan, kegotongroyongan, dan keke-
luargaan adalah semangat dari tanggung                                                       ***
renteng,” ungkap Julia Maris Herdiyanti, salah
seorang anggota KSP Lestari Mandiri, yang                           Saat ini keluarga besar KSP Lestari Mandiri
memiliki usaha konsultan jasa pesta pernikahan                 mulai bisa menikmati hasil kebersamaan mereka
(wedding consultant) itu.                                      mengelola koperasi. Tak hanya para pengurus,
       Setiap kelompok memiliki jadwal rutin                   para anggota koperasi pun ikut menikmati hasil
pertemuan bulanan. Selain untuk saling bertukar                kerja keras mereka. Salah satu bentuk kerja
informasi, para anggota biasanya melakukan                     keras itu di antaranya bangunan dua lantai
penyetoran angsuran pinjaman, pada forum                       seluas 400 m² yang kini menjadi Kantor KSP
bulanan itu. Hasil setoran angsuran yang                       Lestari Mandiri. Bangunan itu dibeli dari hasil




Mekanisme tanggung renteng oleh para pengurus dan anggota KSP dianggap sangat ‘Indonesia’.



78                                                  K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Contoh-contoh kartu undangan produk wedding consultant yang dikelola Julia Maris Herdiyanti, anggota KSP Lestari Mandiri




urunan (patungan) anggota selama 18 bulan.                        anggota dengan pelayanan seoptimal mungkin,”
“Dari urunan yang hanya Rp 2.000 per orang                        ungkap Khulsum. Bahkan, KSP Lestari Mandiri
per bulan, akhirnya kami bisa membangun                           terus berusaha menambah jumlah anggota
sebuah kantor yang layak,” kata Khulsum                           dengan menerapkan cara member get member,
Hidayati seraya tersenyum.
                                                                  yang artinya anggota merekrut anggota baru.
     Namun, kesuksesan itu tak lantas menyi-
                                                                  Cara itu ditempuh untuk melebarkan sayap
laukan para pengurus dan anggota KSP Lestari
                                                                  pelayanan KSP Lestari Mandiri di antara derap
Mandiri. Apalagi, tingkat kompetisi antarkoperasi
                                                                  kompetisi 600-an koperasi di seantero Malang.
di Malang cukup tinggi. Kehadiran bank-bank
perkreditan rakyat, yang menjanjikan bunga                        Bagaimana kelanjutan cerita KSP Lestari Mandiri
rendah, juga menjadi tantangan tersendiri.                        kelak, jawabannya ada pada seluruh pemangku
“Yang jelas, kami bekerja keras untuk melayani                    kepentingan KSP Lestari Mandiri.




                                        KSP Lestari Mandiri
                                        Alamat                 : Jl. Dr. Cipto No.24 Kec. Lawang
                                                                 Kab. Malang, Provinsi Jawa Timur
                                        Berdiri                : 31 Juli 1999
                                        Badan Hukum            : 180/863/KUP/KEP/421.012/2004
                                        Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2003
                                        Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                        Ketua                  : Khulsum Hidayati, SE
                                        Jumlah Anggota         : 4.268 orang



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                                      79
     Yudi Pujianto anggota KSP Lestari Mandiri, pemilik usaha penggilingan padi




                Bangkit Bersama Koperasi

         S
                 eperti tulisan pembuka pada profil sukses KSP Lestari Mandiri, Yudi Pujianto
                  adalah salah satu anggota yang telah menjadikan KSP Lestari Mandiri
                  sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya. Betapa tidak,
         usaha penggilingan gabahnya bisa maju seiring dengan perkuatan modal yang ia
         terima dari KSP Lestari Mandiri. Bahkan, ketika ia rugi hingga Rp 1 miliar karena
         ditipu mitra bisnisnya, KSP Lestari Mandiri kembali hadir sebagai ‘dewa penyelamat’.
         Usaha selep atau penggilingan gabah yang ia kelola kini telah mempekerjakan 12
         orang dengan produksi rata-rata sebesar 8 ton per hari.
               Puji pun bercerita tentang masa-masa sulit yang pernah dihadapinya ketika ia
         harus menghadapi jurang kebangkrutan akibat penipuan yang dilakukan mitra
         bisnisnya. “Uang habis, saya tak mampu membeli gabah. Orang pun tidak berani
         menjual gabahnya kepada saya karena takut tak dibayar,” kenang Puji. Yang
         membuat bebannya semakin berat, ketika itu tak satu pihak pun yang mau
         membantunya hingga akhirnya sebuah telpon datang dari kantor KSP Lestari Mandiri.
         “Saya ingat betul, waktu itu Ibu Khulsum menelpon saya menawarkan bantuan,”
         lanjut Puji. Kini, usaha selep yang ia kelola pun kembali eksis. Dalam sebulan ia
         bisa menghasilkan laba kotor hingga Rp 50 juta perbulan.




80                                                    K o p e r a s i      P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
   KSP Lestari Mandiri
   Malang, East Java


   Success with Joint
   Responsibility System


    I
        t wouldn’t be exaggerating if Yudi Pujianto         lion, the circulation of save loan in this KSP
         had the feeling of huge fanaticism towards         reached Rp 10.8 billion last year (2008).
         the presence of Save Loan Cooperation                     Still according to Khulsum Hidayati,
    (KSP) of Lestari Mandiri. When rice mill that           one of the keys to the success of adminis-
    he managed needed capital development,                  trators in managing this KSP is the applica-
    he borrowed capital from cooperation. At the            tion of joint responsibility system. “Joint re-
    time it was 2000, he borrowed fund from                 sponsibility system as the tip of the spear of
    Save Loan Business (USP) of Lestari                     our success has been successful also in
    Mandiri. When his business went through ups             terms of pressing the non performing loan,”
    and downs since he was deceived by his                  described Khulsum Hidayati. In such system,
    business partner in 2008, again he obtained             the cooperation does not provide individual
    loan from KSP Lestari Mandiri, which used               loan, instead it is provided for groups. One
    to be known as USP Lestari Mandiri. The                 group consists of 15 up to 30 cooperation
    business that he managed was saved from                 members. This way each member of KSP
    bankruptcy. “When I fell, only cooperation              Lestari Mandiri automatically becomes a
    that was there to help me,” said Yudi                   member of joint responsibility.
    Pujianto, business owner of rice mill, whose                  With this method if there is a member
    life standard was lifted after synergizing with         who faces difficulties in paying the loan in-
    cooperation, in this matter KSP Lestari                 stallment, other members within the group
    Mandiri.                                                will also bare the risk. Therefore the poten-
           Lestari Mandiri Save Loan Cooperation            tial non performing loan can be pressed.
    is one of cooperations participating in Micro           Another advantage, cooperation administra-
    and Small Entrepreneur Development Pro-                 tors will find it easier to develop cooperation
    gram through KSP Capital Strengthening in               members who are united in such 267 groups.
    Agribusiness sector. This save loan coop-                     Each group has a regular schedule of
    eration is the reincarnation of Save Loan Unit          monthly meeting. In addition to exchanging
    (USP) of Citra Lestari Mandiri Cooperation.             information, members usually make loan in-
    In 2003, this cooperation received scrolling            stallment deposit in such monthly forum. The
    fund from the Government through State                  collected installment deposit is then carried
    Ministry of Cooperation and Small Middle                by group representatives to be deposited to
    Scale Enterprises in the amount of Rp 1 bil-            KSP Lestari Mandiri.
    lion.                                                         The amount of capital provided through
           According to Chairman of KSP Lestari             such groups is at a maximum of RP 8 million
    Mandiri, Khulsum Hidayati, from such scroll-            per member with the term of 24 months. For
    ing fund loan in the amount or Rp 1 billion,            members who need more than the stipulated
    up to now the amount of return that has been            amount of loan, KSP will require security for
    paid by KSP Lestari Mandiri has reached Rp              them. As a note, the amount of loan interest
    500 million. With number of members of up               is stipulated at a maximum of 2%.
    to 4,268, then the asset reached Rp 7.2 bil-



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                             81
82   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                           NUSA TENGGARA BARAT
                              West Nusa Tenggara
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   83
Petani tembakau anggota KSP Karya Mandiri ketika hasil panen tembakau yang sudah siap untuk dikeringkan




KSP KARYA MANDIRI
Kec. Jerowaru, Kab. Lombok Timur
Nusa Tenggara Barat


Maju Bersama Petani Tembakau
dan Rumput Laut

K
         omoditas rumput laut tak hanya sedang                  pengepul, yang datang langsung ke dusun
         naik daun. Harga rumput laut yang sejak                mereka agar harga rumput laut dinaikan.
         beberapa terakhir ini terus naik                            Sebagai gambaran, harga rumput laut
membuat para nelayan di wilayah pesisir Lombok                  basah dijual Rp 1.000 per kilogram, sedangkan
Timur mengaku menjadi petani rumput laut lebih                  yang kering harganya bisa mencapai Rp.6.400
menguntungkan daripada nelayan.                                 s/d Rp.7.000 rupiah per kilogram. Saat musim
     Di sepanjang kawasan pantai di Kecamatan                   kemarau rumput laut cukup dikeringkan selama
Jerowaru, sejumlah nelayan yang kini beralih                    dua hari.
profesi menjadi petani rumput laut tampak                            Di Jerowaru, para petani rumput laut itu
bergairah. Betapa tidak, harga komoditi rumput                  sebagian di antaranya adalah anggota Koperasi
laut yang kini menjadi salah satu komoditas                     Simpan Pinjam (KSP) Karya Mandiri. Sebagian
ekspor unggulan itu harganya terus meningkat.                   besar dari mereka, bahkan, bisa mengembangkan
Padahal para petani rumput laut di wilayah                      usaha budidaya rumput laut setelah memperoleh
tersebut tidak pernah menuntut kepada                           suntikan modal usaha kecil dari KSP tersebut,


84                                                   K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t      S e j a h t e r a
Anggota KSP Karya Mandiri ketika memanen rumput laut




terutama melalui perkuatan modal dana bergulir                untuk membiayai satu rakit hanya berkisar Rp
Program Agribisnis/Sektoral.                                  150 ribu.
      KSP Surya Mandiri merupakan satu dari 14                                    ***
KSP berbasis agribisnis penerima kucuran dana
perkuatan sebesar Rp 1 miliar tersebut. Koperasi                   Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri
yang diketuai Ahmad Zulyadaen ini memperoleh                  berdiri sejak 11 September 2000. Koperasi ini
kucuran dana perkuatan modal tersebut pada                    semula merupakan KSU, yang berdasarkan
tahun 2004. Dana bergulir itu kemudian                        Rapat Anggota kemudian berubah menjadi KSP
disalurkan       kepada     80   petani     untuk             pada tahun 2003.         Perubahan tersebut
menghidupkan kebun tembakau dan budidaya                      dilakukan dengan pertimbangan agar usaha
rumput laut. Selain dua jenis usaha agribisnis                yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha
itu, ada juga petani padi yang menerima pinjaman              yakni memberikan layanan Simpan Pinjam.
bergulir dari KSP Surya Mandiri. Menurut Ahmad                     Seiring dengan perubahan status tersebut,
Zulyadaen, setiap peminjam dikenai biaya bunga                akte pendirian KSP Karya Mandiri pun
rata-rata sebesar 2 % per bulan. Kelebihan yang               mengalami perubahan. Apalagi, setelah KSP ini
bisa dinikmati para petani atau nelayan anggota               membuka cabang di luar Lombok Timur, seperti
KSP ini adalah: “Bila pinjam di bank bisa sebulan             di Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Perluasan
baru cair. Di koperasi cepat cair, seminggu                   wilayah layanan itu jelas memerlukan
setelah disurvai.”                                            pengesahan dari Dinas Koperasi dan UKM
      Tak sulit bagi mereka untuk mengembalikan               Propinsi NTB.
pinjaman modal usaha tersebut. Bayangkan,                          Menurut Ahmad Zulyadaen, hingga akhir tahun
setiap petani rumput laut rata-rata memiliki lima             2008, jumlah anggota KSP Karya Madiri berjumlah
rakit. Dalam setiap rakit rata-rata bisa                      445 orang. Padahal pada saat berdiri pada tahun
menghasilkan tiga kwintal rumput laut basah.                  2000 jumlah anggotanya hanya 21 orang.
Tinggal hitung jika harganya mencapai Rp.6.400                     Permodalan KSP Karya Mandiri berasal dari
s/d Rp.7.000 rupiah per kilogram. Padahal, modal              Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Dana


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                       85
Cadangan dan Modal Penyertaan, yang saat                      Desember 2008 lalu sudah melonjak menjadi
berdirinya pada November 2000 tercatat Modal                  sebesar Rp.14,592 miliar.
Awal sebesar Rp 21 juta. Selanjutnya per 31                        Yang jelas, kemajuan pesat yang dialami
Desember 2001 jumlah modal meningkat menjadi                  KSP Karya Mandiri itu berbanding lurus dengan
menjadi Rp 36.125.000. Kemudian, hingga                       peningkatan kesejahteraan anggotanya. Di mata
tahun 2008 jumlah permodalan sudah mencapai                   mereka, program perkuatan modal sektoral
angka Rp. 1,564 miliar. Sedangkan modal dari                  membuat para petani di Jerowaru semakin
luar yang bersumber dari Tabungan Sukarela                    mudah mengakses pinjaman modal usaha. Lalu
Anggota/Calon Anggota dan Pinjaman yang                       Jumairi, misalnya, yang petani tembakau di Desa
diterima hingga 31 Desember 2008, tercatat                    Jerowaru. Menurut ia, selain bunga yang relatif
sebesar Rp.6,796 miliar.                                      rendah, yakni hanya 1,5 % prosedur peminjaman
      Permodalan KSP Karya Mandiri yang                       pun tak berbelit-belit. “Mudah dan cepat,” simpul
bersumber dari luar meningkat drastis pada tahun              Lalu Jumairi. Sebagai penerima pinjaman modal
2004 yakni menjadi senilai Rp.1,980 miliar setelah            usaha, Lalu Jumairi berhasil meningkatkan skala
mendapat bantuan dana bergulir sektor Agrobisnis              produksi tembakaunya hingga 50 persen dari
dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI                   sebelumnya.
sebesar Rp 1 milyar. Dan, sejak saat itu pula                      Lalu Jumairi pun mengenang masa-masa
dilakukan ekspansi besar-besaran dalam pelayanan              ketika para petani tembakau di desanya harus
pinjaman, yang otomatis mendorong semua sendi                 berhubungan dengan para rentenir. Beberapa
Koperasi Simpan Pinjam Karya Mandiri.                         tahun silam, banyak di antara petani di desanya
      Eskalasi volume usaha tersebut kini telah               yang terjerat renternir, dengan bunga hingga 50
berkembang pesat. Jika pada akhir tahun 2001                  % per 40 hari kerja. Bandingkan dengan program
volume Usaha KSP Karya Mandiri berbentuk                      bantuan dana bergulir, yang paling tinggi hanya
pinjaman yang diberikan kepada masyarakat                     mengeluarkan 5% hingga 6% dari hasil usaha
sebesar baru senilai Rp.704 juta, maka per 31                 untuk mengembalikan angsuran ke koperasi.



                              KSP Karya Mandiri
                              Alamat                 :          Kecamatan Jerowaru, Kab. Lombok
                                                     :          Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
                              Berdiri                :          11 September 2000
                              Badan Hukum            :          No: 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004
                              Tahun Perkuatan Modal :           Tahun 2004
                              Jumlah Perkuatan Modal :          Rp1 miliar
                              Ketua                  :          Ahmad Zulyadaen
                              Jumlah Anggota         :          445 orang




Seorang anggota KSP Karya Mandiri merawat tanaman rumputlaut yang sudah hampir siap panen



86                                                 K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
  KSP KARYA MANDIRI JEROWARU DISTRICT
  East Lombok Regency

   Progressing Together With Tobacco
   and Seaweed Farmers

  S
           eaweed is not only a hot commodity at
           the market. The price of seaweed for
           the last couple of years has been in-
  creasing and made farmers in East Lombok
  coastal area admit that it is more profitable to
  be seaweed farmers than to be fishermen.
        Some of seaweed farmers in Jerowaru
  District, East Lombok, are members of Save
  Loan Cooperation (KSP) of Karya Mandiri.
  Most of them even develop seaweed cultiva-
  tion business after obtaining business capital
  fund aid from such cooperation, mainly through
  scrolling fund strengthening of Agribusiness/
  Sector Program.                                           Seaweed farmers in Jerowaru, East Lombok are
                                                            members of KSP Karya Mandiri.
        KSP Surya Mandiri is one of KSP with
  agribusiness basis receiver of strengthening                    Until the end of 2008, the number of
  fund in the amount of Rp 1 billion. This coop-            members of KSP Karya Madiri had been 445.
  eration led by Ahmad Zulyadaen obtained                   When it was established in 2000 the number
  such capital strengthening fund in 2004. Such             of members was only 21. Volume escalation
  scrolling fund was then distributed to 80 farm-           of KSP Karya Mandiri business keeps devel-
  ers to revive tobacco plantation and seaweed              oping fast. At the end of 2001 Business Vol-
  cultivation business. In addition to those two            ume of KSP Karya Mandiri business in the
  agribusiness types, there are also rice farm-             form of loan provided to the community was
  ers who obtain scrolling loan from KSP Surya              only in the amount of Rp 704 million, then as
  Mandiri. Each loan is imposed with interest in            per 31 December 2008 it went up to become
  the average amount of 2 % per month.                      Rp.14,592 billion.
        Karya Mandiri Save Loan Cooperation                       Obviously, such vast progress experi-
  was established on 11 September 2000. Ini-                enced by KSP Karya Mandiri is parallel with
  tially this cooperation was a KSU, based on               the increase of its members’ prosperity. To
  Members Resolution, which then changed to                 them, sector capital strengthening program
  become KSP in 2003. Such change was con-                  makes farmers in Jerowaru find it easier to
  ducted with the consideration to make the                 access business capital loan. Lalu Jumairi,
  business managed focused on one field, i.e.               for example, who is a tobacco farmer in
  providing Save Loan services. Along with such             Jerowaru Village opines that in addition to its
  status change, KSP Karya Mandiri establish-               relatively low interest, i.e. 1.5% up to [?]%,
  ment deed was also amended. Moreover, af-                 the loan procedures are not complicated.
  ter this KSP opened a branch outside East                 “Easy and fast,” concluded Lalu Jumairi. As
  Lombok, such as in Praya District, Central                a business capital loan receiver, Lalu Jumairi
  Lombok. Such area expansion obviously                     has been successful in increasing his tobacco
  needed ratification from Cooperation Service              production scale up to 50 percent from pre-
  and UKM of NTB Province.                                  vious production.


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                          87
Kesibukan di KSP Rinjani Perkasa, Lombok Timur




KSP RINJANI PERKASA
Kec. Selong, Kab.Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat



Sahabat Petani di Lereng Rinjani


L
          ombok Timur identik dengan banyak hal.          aspek permodalan maupun pemasaran.
         Salah satunya adalah tembakau virginia.          Sebaliknya, yang 30% petani tembakau swadaya
         Separuh potensi tanaman tembakau                 cukup sering mengalami hambatan dalam
virginia di pulau Lombok yang seluas 58.000               berproduksi, berupa hambatan permodalan,
hektar itu separuhnya ada di Lombok Timur,                teknologi pengolahan yang minim, hingga
yakni seluas 29.000 hektare. Rata-rata tiap               pemasaran.
hektar ladang tembakau bisa menghasilkan dua                   Untuk kebutuhan modal, para petani
ton. Karena potensinya itu, saat ini 15                   tembakau swadaya itu terpaksa mengetuk pintu
perusahaan pengelola dan pabrikan rokok besar             rumah para rentenir dengan bunga pinjaman
dari Jawa yang membeli tembakau dari Lombok.              hingga sebesar 50% per 40 hari kerja. Jelas,
Dari fakta yang ada, sekitar 70 persen petani             suku bunga pinjaman yang sebesar itu sangat
tembakau di Lombok Timur telah menjadi binaan             mencekik petani. Fakta tentang hal itu juga
para perusahaan pengelola Intensifikasi                   dialami oleh para petani tembakau di Kecamatan
Tembakau Virginia itu. Mereka yang 70% ini                Selong.
relatif tidak mengalami hambatan baik dalam                    Berangkat dari keprihatinan itu KSP Rinjani


88                                               K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Lahan pertanian padi yang dikelola oleh para anggota KSP Rinjani Perkasa dan permodalannya dibiayai melalui paket pinjaman
musiman bagi para petani


Perkasa didirikan. Pada awalnya, KSP tersebut                     dibebani biaya bulanan. Besarnya jasa pinjaman
merupakan unit simpan pinjam Koperasi Rinjani                     dihitung sekaligus berdasarkan jangka waktu
Perkasa yang telah berdiri sejak tahun 1995.                      pinjaman dan dikembalikan bersama besarnya
Koperasi simpan pinjam yang berkantor di Desa                     pinjaman.
Sandubaya ini pun segera menjadi solusi bagi                           Koperasi Simpan Pinjam Rinjani Perkasa
para petani tembakau yang hampir tiap tahun                       merupakan salah satu koperasi peserta program
mengaku kesulitan modal tadi. Betapa tidak, suku                  perkuatan permodalan pengusaha kecil dan
bunga pinjaman di KSP ini sangat rendah. Para                     mikro melalui dana bergulir agribisnis. Pada
petani peminjam cukup mengeluarkan rata-rata                      tahun 2003, KSP ini menerima pinjaman dana
5% sampai 5% dari hasil panen untuk membayar                      bergulir agribisnis senilai Rp 1 miliar. Sejak mulai
angsuran pinjaman ke koperasi atau dengan                         menggulirkan dana senilai Rp 1 miliar tersebut,
bunga pinjaman yang hanya berkisar 1% hingga                      hingga buku ini disusun, jumlah outstanding
2 %. Selain suku bunga yang rendah, proses                        pinjaman bergulir tersebut sudah mencapai Rp
pencairan pinjaman pun tak serumit jika petani                    1,4 miliar, yang dialokasikan sebagai pinjaman
meminjam dari bank. Cara pengembaliannya pun                      permodalan untuk membiayai berbagai sektor
lebih   mudah.     Selain    paket     pinjaman                   usaha anggotanya, serta warga masyarakat
konvensional, KSP Rinjani Perkasa menyiapkan                      yang bukan anggota KSP. Sementara itu, sejak
sebuah paket pinjaman musiman. Pada paket                         tahun 2004 hingga tahun 2008 perputaran
pinjaman musiman ini para petani mengangsur                       pinjaman, bahkan mencapai Rp 7 miliar. Selain
pinjamannya pada setiap musim panen dengan                        untuk membiayai usaha kecil dan mikro sektor
kisaran masa panen antara empat sampai tujuh                      agribisnis, dana bergulir itu juga sudah
bulan. Model pinjaman ini juga dikenal sebagai                    dimanfaatkan untuk membiayai permodalan
model pinjaman yarnen (bayar panen). Dari                         berbagai usaha sektor riil, seperti sektor
beberapa aspek, pinjaman model ini sangat                         perdagangan, restoran dan warung kecil.
meringankan petani, karena mereka tidak                                Sesuai dengan prinsip koperasi, KSP Rinjani


K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                                        89
Perkasa melayani kebutuhan permodalan usaha                           Manfaat yang ditebarkan koperasi ini akhirnya
di berbagai sektor yang dikelola masyarakat,                   menuai hasil. Sebagian besar warga di Selong,
mulai dari sektor pertanian, peternakan, kelautan              terutama yang pernah berhubungan dengan KSP
hingga perdagangan. Namun, dari semua sektor                   Rinjani Perkasa, memuji kinerja KSP yang kini telah
itu, pembiayaan sektor agrobisnis memang yang                  memiliki aset senilai Rp3,5 miliar itu. Harapan besar
terbesar karena mayoritas penduduk Selong                      pun dipikul KSP ini. Para petani Selong berharap
yang bermatapencaharian petani. Pada musim                     KSP Rinjani Perkasa adalah bagian penting dari
penghujan mereka bertani padi, sedangkan                       perwujudan mimpi-mimpi mereka untuk menjadi
pada musim kemarau berkebun tembakau. “Kami                    petani-petani perkasa di lereng Rinjani. “Kami
berusaha membantu masyarakat dengan memberikan                 adalah sahabat para petani, kami ingin sahabat-
kemudahan mendapatkan modal usaha,” kata Ketua                 sahabat kami juga perkasa, seperti nama koperasi
Koperasi Rinjani Perkasa, Muhammad Idrus.                      ini,” simpul Muhammad Idrus.




Tanaman tembakau yang dikelola para petani tembakau KSP Rinjani Perkasa



                                    KSP Rinjani Perkasa
                                    Alamat                          :   Kecamatan Selong, Lombok Timur, NTB
                                    Berdiri                         :   29 Desember 1998
                                    Badan Hukum                     :   No: 11.a/BH/PAD/.DKP/08.5/XI/2004
                                    Tahun Perkuatan Modal           :   Tahun 2003
                                    Jumlah Perkuatan Modal          :   Rp1 miliar
                                    Total Aset                      :   Rp3.485.196.718
                                    Ketua                           :   Ir.H. M. Idus, MM
                                    Jumlah Anggota                  :   209 orang
                                    Jumlah Karyawan                 :   15 orang




90                                                   K o p e r a s i      P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
    KSP RINJANI PERKASA AT SELONG REGENCY
    East Lombok – Nusa Tenggara Barat

    Farmers Best Fried at the Slope
    of Rinjani

    E
             ast Lombok is identical with many              Farmers can also pay their loan installment
             things. One of them is Virginian to            in each harvest season with approximately
             bacco. Half of the potential of Virgin-        harvest period of four up to seven months.
    ian tobacco plants in Lombok island is in East          This loan model is also known as yarnen loan
    Lombok, i.e. covering an area of 29,000                 model (harvest payment).
    hectare. In average, each tobacco planta-                     Rinjani Perkasa Save Loan Coopera-
    tion can produce up to two tons. Due to such            tion is one of participating cooperations in
    potential, at this time there are 15 managing           small and micro entrepreneurs capitalization
    companies and large cigarette factories in              strengthening program participants through
    Java that purchase tobacco from Lombok.                 agribusiness scrolling fund. In 2003, this
    From the present facts, approximately 70%               KSP received agribusiness scrolling fund
    of tobacco farmers in East Lombok have be-              loan in the amount of Rp 1 billion. Since com-
    come the developed personnel by manag-                  mencing such fund scrolling in the amount
    ing companies engaging in such Virginian                of Rp 1 billion, until this book is composed,
    Tobacco Intensification. This 70% does not              the amount of outstanding of such scrolling
    face any obstacles both in capitalization and           loan has been Rp 1.4 billion.
    marketing aspects. On the contrary, the 30%                   In accordance to cooperation principal,
    of independent tobacco farmers often face               KSP Rinjani Perkasa provides service in busi-
    obstacles in production, in the form of capi-           ness capitalization need in various sectors
    talization, minimum processing technology,              managed by the community, starting from ag-
    up to marketing obstacles.                              riculture, animal farming, marine, up to trad-
          For capital need, such independent to-            ing sectors. However, from all such factors,
    bacco farmers had to borrow from loan                   agribusiness sector funding is the largest,
    sharks with loan interest of 50% per 40 work-           since majority of Selong denizens work as
    ing days. It is obvious that such large loan            farmers. In raining season they plant rice,
    interest made it more difficult for farmers.            whereas in hot season they plant tobacco.
          From such concern KSP Rinjani                           Benefits spread by this cooperation fi-
    Perkasa was established in 1995. This Save              nally resulted in output. Most of denizens in
    Loan Cooperation with its office at                     Selong, mainly those who have had relations
    Sandubaya Village then became the solution              with this cooperation, compliment such KSP
    for tobacco farmers who almost each year                performance, having an asset of Rp 3.5 bil-
    had difficulties in capitalization matters. With        lion. High hopes are carried by this KSP.
    very low loan interest rate in this KSP, bor-           Selong farmers hope that KSP Rinjani
    rower farmers only spend 5% of the harvest              Perkasa is an important part of the realiza-
    proceeds to pay loan installment to such co-            tion of their dreams to become powerful farm-
    operation or with loan interest of only approxi-        ers at the slope of Rinjani. “We are farmers’
    mately 1% up to 2%. Besides the low interest            best friends, we wish our best friends could
    rate, loan disbursement process is also not             also be powerful,” concluded Muhammad
    as complicated as if the farmers borrow from            Idrus, Chairman of KSP Rinjani Perkasa.
    the bank. The return method is also easier.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                            91
92   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                            NUSA TENGGARA TIMUR
                               East Nusa Tenggara
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   93
Kantor Koperasi Kredit Obor Mas, Kabupaten Sikka




KOPERASI KREDIT OBOR MAS
Kabupaten Sikka, Maumere, Provinsi Nusa Tenggara Timur


Dari Guru untuk Masyarakat

M
         endirikan koperasi mungkin bukan cita-             Bahkan, hingga tiga bulan sekali baru menerima
         cita Yosef Doing saat itu. Yosef, begitu           gaji. Kondisi ini menyebabkan para guru di
         Ia biasa disapa, adalah Kepala Dinas               Kabupaten Sikka mengalami kesulitan dalam
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sikka                   memenuhi kebutuhan rumah tangga yang serba
yang merasa prihatin melihat nasib para guru                mendesak dan mendasar seperti kebutuhan
SD yang sering telat menerima gaji bulanan                  biaya pendidikan, kesehatan, perbaikan rumah,
mereka. Alih-alih membentuk organisasi yang                 dll. Di sisi lain, pendapatan sebagai PNS sangat
membantu para guru dalam mendapatkan                        tidak berlebih. Akhirnya, rentenir menjadi satu
pinjaman, kini Koperasi tersebut justru menjadi             pemecahan soal dana. Walaupun, mereka
salah satu koperasi kredit yang cukup maju di               menyadari bahwa terlibat dengan rentenir
Sikka.                                                      sangat tidak menguntungkan.
      Bermula dari kesulitan yang dialami para                    Menyadari hal tersebut, Yosef Doing, Kepala
guru SD Kabupaten Sikka di tahun 1972                       Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
koperasi ini dibentuk. Walaupun para guru ini               Sikka bersama Ramiggus S. Parera, Ketua
mendapat       penghasilan     tetap,     namun             Kelompok Kerja Guru di Sikka, membentuk
kenyataannya sering terlambat menerima gaji.                arisan di kalangan guru SD. Namun, dalam



94                                                 K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
perjalanannya disadari bahwa kelompok arisan                      sarana prasarana yang dimiliki oleh Koperasi
ini tidak mampu mengakomodasi keinginan para                      Kredit Obormas tergolong mewah.
peserta untuk menjadi lembaga yang permanen.                           Karena jumlah nasabah yang semakin
Lalu muncul pemikiran untuk membentuk sebuah                      banyak dan jangkauan yang semakin luas,
kelompok usaha bersama simpan pinjam, yang                        Kopdit Obormas membuka Kantor cabang di
dikenal sebagai Credit Union.                                     komplek pasar tingkat sebagai tempat layanan
       Kemudian ditahun 1974, tepatnya pada                       simpan pinjam bagi Kec. Alok Timur, Kec. Nelle,
tanggang 04 November, atas inisiatif Yosef Do-                    Kec. Kangae dan Kec. Kewapante. Selain itu
ing, didirikan sebuah Koperasi untuk kalangan                     juga dibuka Unit Agribisnis di Jl. Kesehatan No
Guru SD dan Pegawai TU Dinas P dan K dengan                       04 Maumere lantai II, sebagai pusat layanan
nama Credit Union Obormas. Setelah berkiprah                      anggota di bidang perdagangan, pertanian,
selama 20 tahun, nama CU Obormas diganti                          peternakan dan nelayan.
dengan nama Koperasi Kredit Obormas atau                               Unit ini dibentuk dengan modal awal
Kopdit Obormas, pada tanggal 29 Oktober 1994.                     bersumber dari pinjaman lunak Kementerian
Kala itu, jumlah anggota berjumlah 98 orang,                      Negara Koperasi Republik Indonesia sebesar
dengan jumlah simpanan anggota yang berhasil                      Rp1miliar. Tepatnya pembentukan unit ini pada
dihimpun sebesar Rp105.500. Dari modal                            tanggal 1 April 2005. Tujuannya, pemberian
sebesar tersebut, pertama kali pemberian                          modal kerja bagi anggota Kopdit Obormas yang
pinjaman diberikan kepada salah seorang guru                      bergerak di bidang usaha Pertanian, peternakan,
dari Desa Nele, sebesar Rp100.000 untuk biaya                     Nelayan dalam bentuk pinjaman bulanan dan
pernikahan.                                                       triwulan. Dengan Harapan modal ini dapat
       Sampai akhir 2008, Kopdit Obormas telah                    meningkatkan produktifitas usaha mereka,
memiliki 6.267 anggota, dengan rincian 4.312                      dengan suku bunga 2,5% IOB atau 1,25 flat/bulan.
orang (69%) adalah Pegawai Negeri Sipil dan                            Unit Agrobisnis ini juga menekankan agar
1.955 orang (31%) adalah masyarakat umum.                         anggota yang berhasil dapat menabung di
Kini koperasi ini telah menempati gedung mewah                    SIMANIS (Simpanan Masyarakat Agrobisnis)
lantai tiga. Untuk ukuran sebuah kabupatan,                       yang akan bermanfaat untuk dapat membantu




Usaha penjahitan baju yang dikelola oleh salah satu anggota Kopdit Obor Mas



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                         95
anggota lain yang juga membutuhkan modal                    membangun kerjasama dengan berbagai pihak
usaha. Dengan sistem ini akan terbentuk                     dalam nuansa saling mendukung dan saling
semangat solidaritas tolong-menolong diantara               menyelamatkan. Koperasi Kredit Obormas
pelaku agrobisnis yang menjadi binaan Kopdit                terlibat aktif sebagai anggota Puskopdit Swadaya
Obormas, Sikka-Maumere-NTT.                                 Utama, sebagai anggota Dekopinda Kabupaten
     Ada Keunikan lain dalam pemberian                      Sikka. Lembaga ini juga selalu menjalin dan
pinjaman kepada masyarakt agrobisnis di sektor              memelihara hubungan kerjasama yang baik
nelayan, di Kecamatan Kawapante. Pengurus                   dengan sesame gerakan koperasi maupun
menggunakan boks yang kuncinya dipegang                     dengan instansi pemerintah.
oleh petugas dari koperasi. Menurut Fredianto,                    Sebagai badan usaha keuangan, kiprah
sang Manajer Kopdit Obormas kebijakan itu                   Kopdit Obormas dinilai cukup berhasil. Banyak
ditempuh karena Unit Agrobisnis hanya melayani              anggota yang meningkat taraf hidupnya. Seperti
angsuran pinjaman bulanan atau triwulan,                    halnya Abraham, salah seorang Guru SMK 1
sedangkan budaya nelayan, khususnya suku                    Sikka, yang mempunyai usaha sampingan
Bajo yang tinggal di kawasan pantai masih suka              peternakan ayam potong.
menyimpan uang di rumah daripada di lembaga                       Dengan adanya dana agrobisnis Kopdit
keuangan. Maka, untuk memudahkan dibuatlah                  Obormas, menurut Abraham penghasilannya
kotak yang mereka isi setiap memperoleh uang                lebih meningkat. Dengan dana pinjaman terakhir
dari hasil penjualan ikan atau dari usaha dagang            sebesar Rp60 juta dengan jangka waktu 1
ikan asin yang menjadi andalan pendapatan                   tahun, ia dapat meningkatkan produksi rata-rata
rata-rata keluarga di kawasan ini.                          hasil ternak ayam potong setiap 3 bulan sehingga
     Sebagai sebuah badan usaha yang                        bisa menghasilkan Rp30 juta, dengan keuntungan
bergerak di jasa keuangan, koperasi ini selalu              bersih rata-rata Rp 6-7 juta per bulan.

Aktivitas petani cengkeh anggota Kopdit Obor Mas




                                        Koperasi Kredit Obor Mas
                                        Alamat                 : Jl. Kesehatan No. 04 Maumere,
                                                                 Nusa Tenggara Timur
                                        Berdiri                : 29 Oktober 1994
                                        Badan Hukum            : Nomor: 716/BH/XIV/X/1994
                                        Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004
                                        Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                        Ketua                  : Remius Noang
                                        Jumlah Anggota         : 6.267 anggota




96                                                 K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
   KOPDIT OBOR MAS
   Sikka

   Life Light at Bukit Sikka

   E
             stablishing a cooperation may not be           had had 6,267 members, with the following
            the goal of Yosef Doing. However,               details: 4,312 members (69%) are State Civil
            Yosef, his nick name, who is the Head           Servants and 1,955 members (31%) are the
   of Educational and Cultural Services of Sikka            public. Now this cooperation inhibits a three-
   Regency felt concerned for the fate of Pri-              storey luxurious building. Fantastic.
   mary School teachers who were often de-                         Kopdit Obor Mas services have also been
   layed in receiving their monthly pay checks.             expanded to provide services in agribusiness/
   From there, Yosef with his friends then es-              sector capitalization funding since 1 April 2005.
   tablished an institution to manage save loan             This has been the largest expansion ever done
   with members who are Primary School teach-               by Kopdit Obor Mas within several decades
   ers. This institution is the embryo of coop-             since it was established. Along with the es-
   eration that later will become ‘the light” of the        tablishment of such unit, Kopdit Obor Mas was
   community of Sikka Regency.                              given the trust to manage Micro and Small
         The story of Yosef concern took place              Entrepreneur Development Program through
   in 1972. Teachers in Sikka Regency were of-              Save Loan Cooperation capitalization
   ten delayed in receiving their pay checks.               strengthening from State Ministry of Coopera-
   Once they even received pay checks once                  tion of the Republic of Indonesia in the amount
   in three months. On the other hand their daily           of Rp 1 billion. Agribusiness sector development
   needs had to be fulfilled. They, the teachers,           is the accurate step considering the topogra-
   as Civil Servants, had less than enough in-              phy of Sikka Regency, which mostly is hilly, as
   come. Consequently, many Civil Servants and              the resource of produce such as variety of veg-
   teachers in Sikka Regency utilized loan                  etable such as chilly, pecan, vanilla, and oth-
   sharks’ service as short term solution for daily         ers. Meanwhile, Sikka Regency also has coastal
   life needs. That method was also adopted                 water area which is potential for fishermen.
   without the awareness of the fact that get-                     Further, such program entrusted Kopdit
   ting involved with loan shark was actually a             Obor Mas to distribute working capital for mem-
   non profitable act.                                      bers who are engaged in agribusiness sec-
         This fact encouraged Yosef Doing to-               tor, mainly who are engaged in agriculture and
   gether with Ramiggus S. Parera, Chairman                 animal farming business fields. For fishermen,
   of Teacher Working Group in Sikka Regency,               Kopdit Obor Mas created a product in the form
   to seek for alternative solution. These two              of monthly and quarterly loan with interest rate
   men then established an “arisan” ( monthly               of 2.5% IOB or 1.25 flat/month.
   meeting with the purpose of saving money)                       There is uniqueness in loan granting to
   for Primary School teachers. In 1974, to be              agribusiness community, mainly to fishermen in
   exact on November 4, upon Yosef Doing’s                  Kawapante District. The administrators use a
   initiative, a Cooperation for Primary School             box which key is held by a special cooperation
   teachers and Administrative employees of                 officer. According to Fredianto, the manager of
   Educational and Cultural Services with the               Kopdit Obor Mas, such policy is adopted since
   name of Obor Mas Credit Union was estab-                 Agribusiness Unit only serves monthly or quar-
   lished. After operating for 20 years, on Octo-           terly installment, meanwhile in fishermen culture,
   ber 29, 1994 CU Obor Mas changed its name                especially Bajo tribe who lives in coastal area,
   to become Credit Cooperation of Obor Mas                 they still like to save their money in their homes
   or Kopdit Obor Mas. Up to 2008, Kopdit Obor              rather than in financial institutions.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                            97
Kesibukan di Kantor Kopdit Swasti Sari, Kota Kupang




KOPERASI KREDIT SWASTI SARI
Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur


Berani Tampil Beda


L
        apisan ‘akar rumput’ memang lapisan                    Swasti Sari, Drs. Daniel Tapobali sedikit ber-
        masyarakat ekonomi bawah. Namun jika                   promosi.
        diorganisir dengan benar, ternyata                          Seperti koperasi kredit pada umumnya,
mereka mempunyai potensi yang luar biasa. Hal                  kegiatan koperasi yang didirikan pada 10 April
itu telah dibuktikan oleh Koperasi Kredit (Kopdit)             1997 ini difokuskan pada pemberian bantuan
Swasti Sari. Karena mampu merangkul kalangan                   permodalan kepada para petani dan nelayan di
‘akar rumput’ tersebut, kini, Kopdit Swasti Sari               pantai Kupang. Jumlahnya cukup besar, men-
menjadi lembaga jasa keuangan yang cukup                       capai Rp27.058.825.000 pada tahun 2008.
maju, bahkan cukup diperhitungkan di Kota                           Ada satu trik unik yang diterapkan Daniel,
Kupang. “Sesuai dengan visi Kopdit Swasti Sari                 dkk dalam merekrut nasabah. Salah satunya
bahwa koperasi harus dapat diakses oleh                        dengan memberikan bunga pinjaman yang lebih
masyarakat pada tingkat ‘akar rumput’, artinya                 rendah dari unit jasa keuangan lainnya. Jika
harus mampu melayani masyarakat miskin atau                    lembaga keuangan mematok bunga minimal
masyarakat lapisan bawah,” kata Ketua Kopdit                   sebesar 2%, Kopdit Swasti Sari mampu



98                                                    K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
memberikan bunga pinjaman hanya 1,5% saja.                            Hasilnya pun dapat dirasakan. Rapor Kopdit
Trik ‘tampil beda’ ini tergolong berani. Namun,                 Sawti Sari berhiaskan angka biru. Berdasarkan
kelebihan ini yang justru menarik minat                         hasil audit dari Puskopdit Bekatigade Timor,
masyarakat. “Kalau mereka diberikan bunga                       Inkopdit dan Akuntan Publik BWP dan Rekan
yang tinggi, mereka akan kesulitan,” tambah                     Registerred Public Accountants Jakarta-Indone-
Daniel beralibi.                                                sia pada Pebruari 2009, menyatakan bahwa
      Di bawah kendali tangan dingin Daniel                     Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang dinyatakan
Tapobali, Kopdit Swasti Sari mengalami kemajuan                 Sehat dan Layak.
yang cukup signifikan. Misalnya dari sisi                             Bukan hanya sisi keanggotaan saja yang
keanggotaan. Jumlah anggota Kopdit Swasti                       mengalami kenaikan, grafik neraca keuangan
Sari dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.                 juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan
Hingga Maret 2009, anggota Kopdit berjumlah                     hasil Laporan Rapat Angota Tahunan (RAT) 2008
4.701 orang, sementara jumlah total nasabah                     yang dilaksanakan Maret 2009, Kopdit Swasti
yang sudah dilayani oleh Kopdit Swasti Sari                     Sari telah membukukan omzet senilai
mencapai 8.000 orang.                                           Rp5.334.670.383. Jika kurangi biaya bunga dan
      Dalam hal pengelolaan, Drs. Daniel Tapobali               operasional yang harus dikeluarkan senilai
yang dibantu oleh 8 karyawan selalu menekankan                  Rp4.345.617.974, maka surplus Hasil Usaha
pentingnya kebersamaan. Baik kebersamaan                        (HU) yang bisa dikantongi sebesar Rp
antara sesama pengurus maupun kebersamaan                       989.052.409. Sekadar catatan, deviden/BJP
pengurus dengan anggota. Kebersamaan                            yang dibagikan kepada anggota pada tahun
dengan anggota diantaranya diwujudkan dengan                    2008 sebesar Rp1.867.536.676.
rutin melakukan kunjungan ke anggota. Selain
menyampaikan informasi tentang sejauhmana                       Beralih Ke Sektor Agribisbis
efektivitas penggunaan dana pinjaman terhadap
usaha anggota. “Jika ada anggota yang                               Awalnya, Koperasi Kredit (Kopdit) yang
mengalami kesulitan berusaha, selalu kita                       berdiri pada 10 April 1997, lebih banyak
pecahkan bersama,” kata Daniel.                                 berkosentrasi pada bidang perdagangan. Salah




Toko serba ada milik Kopdit Swasti Sari



K o p e r a s i      P e d u l i ,    R a k y a t   S e j a h t e r a                                       99
satu alasannya karena base camp koperasi yang                   pinjaman Kesra dan sisanya sebesar 35%
berada di jantung Kota Kupang. Namun, ketika                    merupakan pinjaman produktif. “Karena ini dana
koperasi ini mendapat bantuan dana bergulir                     program agribisnis, ya kita jalankan sesuai
agribisnis melalui Kementerian Negara Koperasi                  prosedur,” kata Daniel Tapobali.
dan UKM Rp1 miliyar pada tahun 2005, KSP                             Selain modal pinjaman dari pemerintah,
Swasti Sari kemudian banting stir. Cakupan
                                                                sumber dana koperasi yang kini memiliki asset
layannya kini lebih banyak ke sektor agribisnis,
                                                                lebih Rp29 M ini, juga didukung oleh dana
dengan memberikan bantuan permodalan para
                                                                swadaya, di antaranya bersumber dari Simpanan
petani jagung dan nelayan di pantai Kupang.
                                                                Saham sebesar Rp17.297.598.709, Simpanan
Pada tahun 2008, jumlah pinjaman yang di-
cairkan untuk sektor ini sebesar Rp                             Non Saham sebesar Rp4.702.020.214, Pinjaman
27.058.825.000. Jumlah ini dialokasikan untuk                   Beredar sebesar Rp26.153.351.650, dan Dana
1.762 orang, dengan rincian 65% sebagai                         Cadangan Rp960.448.852.




Cengkeh hasil dari petani anggota Kopdit Swasti Sari




                                       Koperasi Kredit Swasti Sari
                                       Alamat                 : Jl. Thamrin Oepoi, Kota Kupang,
                                                                Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
                                       Berdiri                : 10 April 1997
                                       Badan Hukum            : Nomor: 10/PAD/KWK/IV/1997
                                       Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005
                                       Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                       Ketua                  : Drs. Daniel Tapobali
                                       Jumlah Anggota         : 4.701 orang




100                                                    K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
   KOPDIT SWASTI SARI
   Kupang, East Nusa Tenggara


  Dare to be Different

  L
          ow class community, who generally has                   In terms of management, Daniel Tapobali
          low income, if “handled” properly, will           together with eight staff always emphasize the
          show outstanding potential. Such expe-            important meaning of togetherness, both with
  rience has been proven by Credit Coopera-                 administrators, and with members. “I think, that
  tion (Kopdit) of Swasti Sari in the city of Kupang,       is the meaning of togetherness in cooperation
  NTT. Since it was able to put its hands around            basis, which is to sit together to solve problems
  the “grass root” class, now Kopdit of Swasti              faced by the members or otherwise,” said Daniel.
  Sari—established on April 10, 1997— becomes                     Initially Swasti Sari Credit Cooperation
  an advanced financial service institution, it is          concentrated in trading field. One of the rea-
  even quite prominent in the City of Kupang.               sons is that the cooperation base camp which
         Just like any other cooperation in gen-            is located in the heart of the City of Kupang is
  eral, Kopdit of Swasti Sari actively distributes          the busiest transaction center throughout such
  credit fund that is normally utilized as working          NTT capital city. Meanwhile farmers and fish-
  capital for farmers and fishermen in Kupang               ermen in the area of sub-urban in the city of
  beach. The number is quite large during 2008              Kupang expected that they could also obtain
  which reached Rp 27,058,825,000. With such                capital aid service. Their wishes were granted.
  large scrolling loan fund, of course crucial              Considering the favorable track record of
  question arises: What is the secret behind the            Kopdit of Swasti Sari that shows this Kopdit
  success of that Kopdit of Swasti Sari?                    has successfully managed scrolling loan fund,
         There is one strategy applied by Daniel            in 2005 this cooperation was participated in
  and partners administrators of Kopdit in re-              capital strengthening program through sec-
  cruiting customers. One of which is by ways of            tor scrolling fund aid through State Ministry of
  providing lower loan interest than any other              Cooperation and Small and Middle Scale Busi-
  financial services. If a financial institution sets       ness in the amount of Rp 1 billion. KSP of
  a minimum interest in the amount of 2%, Kopdit            Swasti Sari service scale was extended by
  of Swasti Sari is able to provide loan interest           opening credit services for agricultural sector.
  in the amount of only 1,5%. This “appear dif-                   Indeed, not only strengthening fund in
  ferently” trick is quite daring, indeed. However,         the amount of Rp 1 billion that was scrolled.
  then it harvested the interests of those who              Kopdit of Swasti Sari also scrolled their own
  wish to become customers and members. “If                 fund to strengthen such capitalization for farm-
  they are given high interest, they will face dif-         ers, especially corn farmers and fishermen in
  ficulties,” added Daniel Tapobali, Chairman of            Kupang beach. In addition to loan capital from
  Kopdit of Swastisari providing alibis. The num-           the government, in the amount of Rp 1 bil-
  ber of Kopdit of Swasti Sari members increased            lion, fund source of the cooperation that now
  from one year to another. Up to March 2009,               owns asset worth more than Rp 29 billion is
  the number of members of Kopdit was 4,701,                also supported by independent fund. Tracing
  while the total number of customers serviced              back the story of Kopdit Swasti of Sari, one
  by Kopdit of Swasti Sari reached 8,000, both              thing that can be modeled is the innovative
  as members and non members. Different from                nature adopted by the administrators. “Inno-
  KSP, that only services members, Kopdit ser-              vation is important, even though for that we
  vice scale is more open.                                  are considered as different,” concluded Daniel.



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                         101
102   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                   KALIMANTAN TENGAH
                                      Central Kalimantan
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   103
Muhammad Nasir di Kantor KSP Surya Sekawan di Jl Barito no. 26 Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah




KSP SURYA SEKAWAN
Kab. Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah


Berkawan ala Surya Sekawan

                                                                K
                                                                           operasi Simpan Pinjam Surya Sekawan
               Berkawan dengan                                            dibentuk pada tahun 1997 dengan
            anggota, berkawan                                             modal awal tak lebih dari Rp 10 juta itu.
            dengan perbankan,                                   Pada tahun 2003, status KSU pun dinaikkan
              berkawan dengan                                   menjadi Koperasi Simpan Pinjam. Kinerja positif
     pemerintah, dan berkawan                                   itu akhirnya menghantarkan Surya Sekawan
            dengan pengusaha.                                   terpilih sebagai koperasi peserta Program
    Amanah, menjadi satu kata,                                  Agribisnis/Sektoral pada periode tahun 2004-
        yang kemudian disebut-                                  2005. Dana bergulir sebesar Rp1 miliar pun
        sebut sebagai kata sifat                                mengucur ke kas koperasi ini.
    yang wajib diperankan oleh                                          Jika sekarang ini KSP Surya Sekawan
          segenap pribadi yang                                  mendapat label sebagai koperasi berprestasi hal
     berkiprah di koperasi ini. Tak                             itu tentu saja tak diperoleh tanpa sebab. Amanah,
     hanya para pengurus, tapi                                  menjadi satu kata, yang kemudian disebut-sebut
             juga para anggota.                                 sebagai kata sifat yang wajib diperankan oleh
                                                                segenap pribadi yang berkiprah di koperasi ini.
                                                                Tak hanya para pengurus, tapi juga para


104                                                  K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
anggota. “Amanah bukan sekadar dalam makna                  telah berkembang hingga ke beberapa
jujur, tapi juga konsisten dan kerja keras,” tegas          kecamatan tetangga di sekitar Kecamatan Selat,
Pandih, seorang pensiunan PNS Dinas                         seperti Kecamatan Kapuas Hilir, Kecamatan
Pertanian yang sudah beberapa periode terakhir              Pulau Petak, dan Kecamatan Kapuas Timur, KSP
dipercaya sebagai Ketua KSP Surya Sekawan.                  Surya Sekawan tak lagi milik warga
Selain amanah, Pandih juga menyebut sebuah                  Muhammadiyah. Di empat kecamatan itu, saat
strategi yang menurut ia menjadi simpul                     ini tersebar 225 orang anggota KSP ini. Tidak
kesuksesan KSP yang kini ia pimpin:                         sedikit dari para anggota itu kini berada pada
perkawanan. “Berkawan dengan anggota,                       taraf hidup yang jauh lebih baik sejak bergabung
berkawan dengan perbankan, berkawan dengan                  dengan KSP Surya Sekawan. Beberapa figur
pemerintah, dan berkawan dengan pengusaha,”                 anggota koperasi penerima pinjaman bergulir
jelasnya.                                                   bahkan telah mampu mengembangkan
                          ***                               usahanya pada level yang tidak pernah mereka
                                                            duga sebelumnya.
     Sedikit kilas balik, kelahiran koperasi ini tak              Sebut saja, Hj. Naji Maturpah, seorang
bisa dilepaskan dari peran Pengurus Daerah                  pengusaha peternakan burung puyuh, yang
Muhammadiyah Kabupaten Kapuas. “Memang,                     pada tahun 2006 memperoleh pinjaman bergulir
koperasi ini awalnya didirikan oleh para pengurus           sebesar Rp20 juta dari KSP Surya Sekawan.
Muhammadiyah, tapi siapapun bisa menjadi                    Juga, Muhammad Nasir, petani kebun karet di
anggota koperasi ini,” lanjut Pandih. Menilik latar         areal tanah hutan rakyat di Desa Barimba,
belakangnya itu, wajar jika kemudian Surya                  Kecamatan Kapuas Hilir. Meski hingga tulisan ini
Sekawan dipilih sebagai nama koperasi yang kini             disusun ia belum pernah memanen karet dari
telah mengelola dana pinjaman bergulir senilai              3.000 pohon karet yang bibitnya ia beli dari dana
Rp 2,9 miliar itu. Di beberapa daerah, koperasi             pinjaman bergulir, namun empat tahun
yang dikelola oleh lembaga berlatar belakang                mendatang, Nasir akan segera menikmati hasilnya
Muhammadiyah pun diberi nama serupa.                        (lihat boks: Mereka yang Tersenyum di Bibir
      Kini, seiring dengan skala layanan yang               Kapuas).




Pengurus dan karyawan KSP Surya Sekawan




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                      105
Hj. Naji Maturpah, anggota KSP Surya Sekawan di peternakanan burung puyuh miliknya



      Selain dua pengusaha di bidang agribisnis                anggota penerima pinjaman. Menurut Pandih,
tadi, nama Umi Suyatmi juga pantas dimunculkan                 anggota-anggota yang telah memiliki basis usaha
sebagai profil anggota yang sukses mengelola                   kuat memang mendapat semacam kemudahan
usaha berkat dana pinjaman dari KSP Surya                      untuk menerima pinjaman. “Setidaknya, peluang
Sekawan. Pemilik usaha restoran bakso, soto                    menjadi kredit macet semakin kecil,” ungkap
babat dan rawon ini memang memulai usaha                       Pandih menjabarkan kebijakan itu. Namun
rumah makannya dengan modal sendiri pada                       demikian, KSP jelas pantang pilih kasih. Anggota-
tahun 2006. Pada tahun 2006, ia mengajukan                     anggota yang baru akan memulai usaha pun
pinjaman permodalan sebesar Rp 15 juta pada                    tetap mendapatkan pinjaman.
tahun 2008 dan Rp20 juta pada tahun 2008. Kini                      Memang, tak semua anggota yang menerima
dengan omset Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per                  pinjaman permodalan itu disiplin menunaikan
hari, ia bisa menabung sebesar Rp200 ribu per                  angsuran. Nah, untuk mengantisipasi kredit macet
hari. Bayangkan, setidaknya Umi bisa                           semacam ini, pengurus KSP membentuk sebuah
menambah pundi-pundi tabungannya hingga Rp                     “tim buser” yang secara intensif melakukan
6 juta per bulan.                                              pendekatan persuasif kepada anggota yang
      Besaran dana pinjaman berupa suntikan                    menunggak tersebut. “Meski dinamai tim buser, tapi
modal usaha tadi memang bervariasi antara Rp                   dalam praktiknya tidak sesangar namanya, justru
10 juta hingga Rp 20 juta dengan bunga                         kedatangan tim tersebut untuk membantu mencari
pinjaman sebesar Rp 16 % per tahun.                            solusi masalah. Itulah salah satu bentuk berkawan
                      ***                                      dengan anggota tadi,” lanjut Pandih.
                                                                    Saat ini, dari total pinjaman bergulir Program
    Sebagai koperasi peserta Program                           Agribisnis/Sektoral yang pernah diterima KSP
Perkuatan Modal KSP Agribisnis/Sektoral, oleh                  Surya Sekawan, menurut laporan keuangan per
BPD Kalteng KSP Surya Sekawan memiliki                         bulan Juli 2009, dana tersebut telah berkembang
reputasi terpuji. Selain disiplin melakukan                    hingga mencapai Rp 2,9 miliar. Dari jumlah
angsuran pinjaman, koperasi ini juga dianggap                  pinjaman pokok sebesar Rp1 miliar tersebut, KSP
memiliki strategi yang efektif dalam memilih                   telah menunaikan kewajiban pengembalian


106                                                 K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Pengurus KSP Surya Sekawan mengunjungi salah seorang anggota KSP yang mengelola usaha perkebunan karet




senilai Rp280 juta. Selain itu, selama dua tahun,             akuntansi dan perbankan,” lanjut Zulianto,
KSP Surya Sekawan juga telah menunaikan                       Sekretaris KSP.
kewajiban bunga pinjaman sebesar Rp120 juta.                        Sederet rapor biru tadi, tentu saja tak
     Profil kinerja yang semacam itu tak terlepas             membuat para pengurus KSP Surya Sekawan
dari strategi manajemen yang diterapkan para                  berpuas diri. “Masih banyak pekerjaan rumah yang
pengampu koperasi ini. Pandih, misalnya, rutin                harus kami kerjakan,” ungkap Zulianto melengkapi.
melakukan safari kunjungan ke rumah-rumah                     Salah satunya, program jejaring kemitraan dengan
anggota koperasi. Selain Pandih, pengurus lain                komunitas pengusaha di wilayah itu. Di masa
pun mendapat giliran tugas serupa. Selain itu,                mendatang, para pengurus KSP Surya Sekawan
komunikasi dengan BPD Kalteng pun terbina                     mengimpikan sebuah sinergi yang saling
dengan baik. Bahkan, telah dibuat sebuah pro-                 menguntungkan antara KSP dan para pengusaha
gram tabungan khusus bagi para anggota KSP.                   itu, terutama dalam jejaring pemasaran hasil
Yang unik, Kepala Cabang BRI Kuala Kapuas                     produksi anggota koperasi. “Kami pasti bisa
didaulat sebagai Pengawas pada struktur                       mewujudkan itu. Surya Sekawan akan terus
kepengurusan         KSP     Surya     Sekawan.               menjalin perkawanan dengan siapapun,” simpul
“Setidaknya, ada pengawas yang ahli di bidang                 Pandih mengakhiri.

                                     KSP Surya Sekawan
                                     Alamat                 : Jl. Barito No.26, Kab. Kuala Kapuas,
                                                              Provinsi Kalimantan Tengah
                                     Berdiri                : Tahun 1997
                                     Badan Hukum            : No: 333/PAD/DPPK/KOP-1/II/2006,
                                                              tanggal 9 Februari 2006
                                     Tahun Perkuatan Modal : 2005
                                     Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                     Ketua                  : Pandih M.S,Sp
                                     Jumlah Anggota         : 225 orang
                                     Jumlah Karyawan        : 12 orang



K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                       107
 Hj. Helmi, anggota KSP Surya Sekawan pemilik usaha toko     H. Suryadarma, seorang anggota KSPSurya Sekawan di
 pakaian di Pasar Sari Mulya, Kuala Kapuas                   gudang pupuk miliknya




 Mereka yang Tersenyum
 di Bibir Kapuas

 J
         arak Desa Selat Hulu, tempat para                   mempekerjakan penduduk kampung,” ungkap
         pengurus KSP Surya Sekawan                          ia. Kelak, sekitar empat tahun mendatang, jika
         berkantor memang tak berada di bibir                telah menuai panen, Nasir akan bisa memanen
 sungai Kapuas. Namun, anggota koperasi ini                  setidaknya 500 kg getah karet per satu hektar
 tersebar hingga ke bibir sungai yang                        atau sekitar 2 ton getah karet per bulan. Dengan
 membentang hingga ke Propinsi Kalimantan                    asumsi harga getah karet itu Rp.10.000 per kg
 Selatan itu. Alhasil, senyum yang ditebar oleh              maka omset usaha kebun karet miliknya itu akan
 keberhasilan KSP Surya Sekawan ini pun                      mencapai Rp 20 jt per bulan.
 merambat hingga ke bibir Kapuas.                                  Penerima pinjaman lain bernama Hj. Naji
       Hj. Helmi, misalnya, pemilik usaha toko               Maturpah. Usaha peternakan puyuhnya saat
 pakaian di Pasar Sari Mulya, Kuala Kapuas.                  ini telah berkembang hingga sekitar 3.000 ekor,
 Ia telah dua kali mendapatkan pinjaman                      dengan rata-rata produksi telur sebanyak
 suntikan modal usaha masing-masing senilai                  4.000 butir per hari. Dengan skala usaha yang
 Rp 20 jt rupiah pada tahun 2006 dan tahun                   seperti itu ia bisa mengantongi laba bersih
 2008. Kini, total asset yang dikelola telah                 senilai Rp 8 jt per bulan.
 mencapai Rp 200 jt.                                               Sementara itu, H. Suryadarma, seorang
       Di Desa Barimba, di Kecamatan Kapuas                  warga Kelurahan Umbulau, Kecamatan
 Hilir, tersebut seorang petani karet bernama                Kapuas Hilir, menambah skala usaha distribusi
 Muhammad Nasir. Ia juga penerima pinjaman                   pupuk produksi Petrokimia Gresik dari suntikan
 dana bergulir. Memulai usaha penanaman                      modal usaha sebesar Rp20 juta pada tahun
 pohon karet dengan modal awal sebesar Rp                    2007. Ia, bahkan, berhasil melunasi pinjaman
 60 jt di atas lahan kelola seluas 4 hektar, ia              itu sebelum tenggat akhir pinjaman.
 kemudian mengajukan suntikan modal sebe-                          Nama-nama tadi, hanyalah segelintir
 sar 20jt pada tahun 2008, yang seluruhnya                   nama yang senyumnya terabadikan dalam
 dipergunakan untuk membeli bibit pohon karet                buku ini. Di luar sana, senyum-senyum
 sebanyak 3.000 bibit karet. “Setidaknya,                    anggota lain mengembang mengiringi asa yang
 dengan usaha ini saya sudah bisa                            kian benderang.



108                                                 K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
   KSP SURYA SEKAWAN
   Kapuas


   Being Friends like Surya Sekawan


   S
             urya Sekawan Save Loan Coopera                 dition to being discipline in paying for loan
             tion was established in 1997 with              installment, this cooperation is also consid-
             working capital of not more than Rp            ered as having effective strategy in selecting
   10 million. In 2003, KSU status was promoted             loan receiver members. According to Pandih,
   to become Save Loan Cooperation. Such                    members who have strong business basis
   positive performance finally brought Surya               indeed have some sort of facility in receiving
   Sekawan to be selected as participating co-              loan. However, KSP is not allowed to apply fa-
   operation in Agribusiness Sector KSP Capi-               voritism. The new members who are just com-
   talization Strengthening Program for the pe-             mencing their business will also obtain loan.
   riod of 2004. Scrolling fund in the amount of                   Indeed, not all members who have re-
   Rp 1 billion was distributed to this coopera-            ceived such capitalization loan are discipline
   tion treasury.                                           in paying installment. Well, to anticipate this
          In managing KSP Surya Sekawan, ad-                type of non performing credit, KSP adminis-
   ministrators apply trusteeship philosophy. In            trators established what is so called as an “am-
   addition to trusteeship, there is a strategy that        bush team” which intensively conducts intensive
   is believed to the knot of this KSP Surya                approach to such members who are in arrears.
   Sekawan success, namely: “Being friends                         At this time, the total amount of
   with the members, being friends with bank-               Agribusiness/Sector program scrolling that
   ing, being friends with the government, and              was received by KSP Surya Sekawan, ac-
   being friends with entrepreneurs”.                       cording to financial report per July 2009, has
          Now, along with this KSP financial abil-          developed to up to Rp 2,9 billion. From the
   ity, the service scale has also been developed           principal loan in the amount of Rp 1 billion,
   up to several neighboring districts that sur-            KSP has fulfilled its obligations to return the
   round Selat Regency, such as Kapuas Hilir                loan in the amount of Rp 280 million. In addi-
   District, Pulau Petak District, and East Kapuas          tion, for two years, KSP Surya Sekawan has
   District. In these four regencies at this time           also fulfilled its obligation in returning the loan
   there are 225 members of this KSP. Many of               interest in the amount of Rp 120 million.
   them have now been living in better living stan-                This type of performance profile is in-
   dards since they joined with KSP Surya                   separable from management strategy applied
   Sekawan. Some of members of scrolling loan               by these cooperation administrators. Pandih,
   receiver cooperation have even been able to              for example, regularly visits the cooperation
   develop their business to the level that they had        members’ homes. Besides that, the commu-
   never expected before. Just to name one, Hj.             nication with BPD has also been favorable. A
   Naji Maturpah, an entrepreneur of quail farm,            special savings for KSP members has even
   in 2006 obtained scrolling loan in the amount            been established. The unique thing is Branch
   of Rp 20 million from KSP Surya Sekawan.                 Head of BRI Kuala Kapuas is assigned to
          As a cooperation that is a member of              become the Supervisor in KSP Surya
   Agribusiness/Sector KSP Strengthening Pro-               Sekawan administrative structure. “At least there
   gram, according to BPD Kalteng, KSP Surya                is an expert in accounting and banking as a su-
   Sekawan has a remarkable reputation. In ad-              pervisor,” continued Zulianto, Secretary of KSP.



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                           109
110   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                                     SULAWESI UTARA
                                                       South Sulawesi
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   111
Suasana Kantor Pelayanan KSP Ayamen Mandiri, Kabupaten Minahasa




KSP AYAMEN MANDIRI
Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara


Mitra Petani Cengkeh

W
              ajah Alfi Waleleng, 35 th, sumringah                Nama Kombi bagi sebagian orang memang
              pada hari-hari belakangan ini                  sudah tak asing lagi. Kecamatan baru hasil
              (akhir Juli 2009 lalu). Ia senantiasa          pemekaran dari Kecamatan Eris sejak tahun
tersenyum setiap kali melihat kebun cengkeh                  1962 ini dikenal sebagai salah salah satu
miliknya mulai berbuah. Tak lama lagi musim petik            produsen cengkeh terbesar di Minahasa, bahkan
tiba, ia akan panen cengkeh. Jika harga sedang               seantero Provinsi Sulawesi Utara. Selain hasilnya
bagus, Alfi bisa mengantongi untung yang                     yang melimpah, cengkeh dari Kombi terkenal
lumayan besar.                                               karena mempunyai kualitas yang bagus. Letak
      Alfi adalah salah satu petani cengkeh di               geografi Kombi yang berada di daereh
Desa Kombi, Kecamatan Kombi, Kabupaten                       pegunungan sangat cocok untuk budi daya jenis
Minahasa. Seperti kehidupan petani cengkeh                   tanaman ini. Maka, tak heran jika sebagian besar
pada umumnya, Alfi juga bergantung dari hasil                masyarakat          Kombi        tertarik    untuk
budi daya cengkeh. Setiap menjelang musim                    mengembangkan jenis komoditas cengkeh.
panen, ia selalu sibuk merawat kebun cengkeh                      Peran lembaga keuangan sebagai mitra
miliknya, berharap panen kali ini menuai hasil               petani terjalin baik di sini. Bentuk hubungan yang
melimpah. Dari hasil kebun seluas 1,5 hektar, ia             dimaksud adalah pemanfaatan fasilitas pinjaman
menghidupi istri dan dua orang anaknya.                      modal usaha yang disediakan lembaga
                                                             keuangan oleh para petani cengkeh. Bukan


112                                               K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
hanya dari bank milik pemerintah dan swasta,                     orang, dan cakupan layanannya pun semakin
bantuan modal usaha itu pun terkucur dari                        meluas. Ketika itu, KSP Ayamen Mandiri tak
lembaga keuangan seperti koperasi. Salah                         hanya sebatas berkiprah di Desa Kombi, namun
satunya adalah Koperasi Simpan Pinjam Ayamen                     juga telah merambah ke beberapa desa di
Mandiri. Koperasi yang berkantor di Desa Kombi                   Kecamatan Kombi.
ini telah lama menjadi mitra masyarakat di                            Sejurus    dengan      itu,   kepercayaan
Kecamatan Kombi.                                                 masyarakat menjadi vitamin-suplemen tersendiri
      Hubungan antara KPS Ayamen Mandiri dan                     bagi pengurus KSP Ayamen Mandiri untuk terus
masyarakat cukup harmonis. Bahkan, interaksi                     berkiprah, bahkan berinovasi. Puncak kinerja
yang baik telah tercipta sejak KPS itu masih                     pada empat tahun usianya, KSP Ayamen Mandiri
berbentuk Koperasi Unit Desa (KUD)— berubah                      dipercaya untuk mengelola Progran Dana
menjadi KSP pada tanggal 6 Januari 2005 lalu.                    Bantuan Perkuatan KSP Agribisnis/ Sektoral
Wajar jika KSP Ayamen Mandiri telah dikenal luas                 pada tahun 2006. Lantaran program ini pula,
masyarakat.                                                      KSP Ayamen Mandiri menjalin kerja sama dengan
      KPS Ayamen Mandiri adalah alasan senyum                    dua bank di Sulawesi Utara, yakni Bank Sulut
Alfi di atas. Alfi adalah salah satu nasabah KSP                 dan Bank Prisma Dana. Bank Sulut merupakan
Ayamen Mandiri yang paling aktif. “Koperasi ini                  bank penyalur dana bergulir agribisnis Rp1 miliar,
sangat membantu kami. Dulu kami pinjam uang                      sementara Bank Prisma Dana berperan menjadi
dari     bank      harian,    namun     kesulitan                pensuplai dana bagi KSP kekurangan dana
mengembalikan karena harus menyetor tiap hari.                   untuk memenuhi permintaan pinjaman,
Kini kami memilih koperasi karena bisa bayar                     khususnya pada momen-momen tertentu. “Pada
setelah panen,” kata Alfi.                                       musim tanam banyak anggota yang mengajukan
      Meski baru berusia empat tahun, koperasi                   pinjaman. Biasanya kami kekurangan dana,” kata
ini telah menunjukkan pola kinerjanya yang baik.                 Ketua KSP Ayamen Mandiri, Hesky Z.P Montong.
Dari sisi keanggotaan, misalnya, jumlahnya                            Layanan KSP Ayamen Mandiri bagi warga
bertambah dari waktu ke waktu. Hingga tahun                      mendorong warga lain yang belum menjadi
2008 jumlah anggota KSP telah mencapai 120                       anggota mengajukan aplikasi permohonan




Alfri Waleleng merasa lebih mudah dan nyaman mengajukan kredit di koperasi untuk modal bertani cengkeh



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                         113
menjadi anggota. Memang, tak semua aplikasi                  tersandung kendala. Salah satunya, ulah nasabah
serta merta dikabulkan. Tapi yang jelas,                     ‘nakal’ yang enggan mengembalikan pinjaman
pertambahan jumlah anggota itu berimplikasi                  tepat waktu. Untuk meminimalir angka kemacetan
pada necara keuangan koperasi. Pada tahun                    itu, tambah Hesky, kunjungan dan pembinaan ru-
2008,      omzet     koperasi    mencapai      Rp            tin terhadap anggota pun dilakukan. Bahkan tak
1.323.865.000. Angka Sisa Hasil Usaha (SHU)                  jarang Ketua KSP turun langsung untuk berdialog
pun naik dari tahun ke tahun. Bila pada 2006,                dan mendengar keluh kesah anggota. “Kami
jumlah SHU senilai Rp 27.718.000, pada dua                   berusaha mengenal lebih dekat para anggota
tahun berikutnya, 2008, jumlah HSU melonjak                  maupun calon anggota,” kata Hesky Z.P Montong.
hingga dua kali lipat, yakni mencapai Rp                            Semua langkah tadi, tambah Hesky,
45.256.701.                                                  merupakan upaya untuk membantu para petani
      Angka-angka tersebut tidak terlalu besar,              yang rata-rata kesulitan mendapatkan pinjaman
tetapi menarik jika dilihat dari kontribusinya               modal kerja. Ia berharap kerja sama antara
terhadap kekayaan koperasi. Menurut Hesky Z.P                koperasi dan masyarakat tetap terjalin secara
Montong, jumlah kekayaan KSP pada tahun 2008                 harmonis. Meskipun hubungan demikian dekat,
berada pada level Rp 1.354.575.000. Angka ini                KSP tetap bisa menerapkan sistem sanksi berupa
cukup fantastik jika dibandingkan dengan jumlah              denda sebesar 30% dari besarnya pinjaman
kekayaan awal ketika berdiri yang hanya Rp 40                terhadap setiap kasus keterlambatan pengem-
juta. Tak berlebihan jika KSP Ayamen Mandiri, kini,          balian pinjaman. Bagi KSP, kebijakan sanksi
menjadi salah satu koperasi unggulan di Minahasa.            tersebut ditempuh untuk mendewasakan anggota.
                                                             Bagaimanapun, kedewasaan anggota adalah
                         ***                                 modal bagi sebuah pola kemitraan yang sehat.
     Memang, tak ada gading yang tak retak.                  “Kami hadir sebagai mitra bagi para petani. Dalam
Meskipun telah mencapai beberapa prestasi                    bermitra perlu ada pola kemitraan yang sehat di
dinamika positif KSP Ayamen Mandiri tadi sesekali            antara koperasi dan petani,” simpul Hesky.




Lahan perikanan nmilik anggota KSP Ayamen Mandiri



                                 KSP Ayamen Mandiri
                                 Alamat                 : Desa Kombi, Kecamatan Kombi,
                                                          Kabupaten Minahasa,
                                                          Provinsi Sulawesi Utara
                                 Berdiri                : 10 Mei 1997
                                 Badan Hukum            : No: 2499/BH-KOP, tanggal 6 Januari 2005
                                 Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2006
                                 Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                 Total Aset             : Rp1.354.575.000
                                 Ketua                  : Drs. Hesky Z.P. Montong
                                 Jumlah Anggota         : 120 orang



114                                                 K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
   KSP AYAMEN MANDIRI


  Clove Farmers Partner

  T
            he name “Kombi” for some people                 Until 2008, the number of KSP members
            does not sound strange anymore. The             reached up to 120 people, and its service cov-
            new district as a result of Eris District       erage became wider. Then, KSP Ayamen
  extension since 1962 has been known as one                Mandiri was not limited to only operate in Kombi
  of the largest clove producers in Minahasa,               Village, but also had spread to several villages
  even in the entire North Sulawesi Province. In            in Kombi Regency.
  addition to its abundance produce, the clove                    In line with that, the trust of the commu-
  from Kombi is famous for its good quality. Geo-           nity becomes a supplement vitamin for KSP
  graphic location of Kombi which is on the                 Ayamen Mandiri administrators to keep acting,
  mountain range is suitable for the cultivation            and even innovating. The peak performance
  of this type of plant. No wonder if most of Kombi         of its fourth year, KSP Ayamen Mandiri was
  communities are interested in developing clove            trusted to manage Agribusiness/Sector KSP
  commodity type.                                           Aid Fund Program in 2006. Due to this pro-
        The financial institution as farmers’ part-         gram also, KSP Ayamen Mandiri cooperated
  ner plays a very good role here. The intended             with two banks in North Sulawesi, namely Sulut
  form of relationship is the utilization of busi-          Bank and Prisma Dana Bank. Sulut Bank is the
  ness capital loan provided by financial institu-          distributing bank for agribusiness scrolling fund
  tion by clove farmers. Not only from state and            in the amount of Rp 1 billion, meanwhile Prisma
  private owned banks, such business capital is             Dana Bank has the role of fund supplier for
  also provided by financial institution such as            KSPs that are lack of fund to fulfill loan request,
  cooperation. One of such cooperations is Save             especially on specific moments. “In the planting
  Loan Cooperation Ayamen Mandiri. The Co-                  season there are many members who apply for
  operation that has its office at Kombi Village            loan. Usually we are lack of fund,” said Chairman
  has been the partner of the community in Kombi            of KSP Ayamen Mandiri, Hesky Z.P Montong.
  Regency for a long time.                                        The service of KSP Ayamen Mandiri for
        The relation between KPS Ayamen Mandiri             denizens, encourages other denizens who are
  and the community is quite harmonious. The                non members, to apply for membership. In-
  favorable interaction that has been created               deed, not all applications could merely be
  since such KPS was still in the form of Village           granted. However it is clear that such number
  Unit Cooperation (KUD)— changed to become                 of members increase implicates the coopera-
  KSP on 6 January 2005. It is obvious that KSP             tion financial balance. According to Hesky Z.P
  Ayamen Mandiri has been widely known.                     Montong, the value of asset of KSP in 2008
        KPS Ayamen Mandiri is the reason of Alfi’s          was at the level of Rp 1,354,575,000. This
  smile above. Alfi is one of the most active cus-          number is quite fantastic if it it is compared to
  tomers of KSP Ayamen Mandiri. “This coopera-              the number when the cooperation was first
  tion helps us a lot. We used to borrow money              established which was only Rp 40 million. It
  from daily bank, but we found it difficult to re-         will not be exaggerating to say that KSP
  turn the money because we had to deposit                  Ayamen Mandiri, now, has become one of su-
  every day. Now we choose cooperation be-                  perior cooperations in Minahasa.
  cause we can pay after the harvest,” said Alfi,                 To minimize the amount of non perform-
  who is also one of the farmers there.                     ing loan, regular visits and development on
        Even though it is only four years old, this         members are conducted. It is also quite often
  cooperation has shown its favorable perfor-               that Chairman of KSP directly participates and
  mance pattern. In terms of membership, for ex-            has dialogs as well as listens to the grievances
  ample, the number increases from time to time.            of members.


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                          115
Suasana pelayanan di KSP Tamporok Timampas




KSP TAMPOROK TIMAMPAS
Kab. Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara


Buka Peluang Lebar-lebar,
Ketat Bersyarat

S
          umiati adalah sosok wanita bersahaja.       berbuah hasil. Sebuah kolam tambahan pun ia
         Ia tinggal di Desa Tatelu, Kecamatan         sewa. “Jika mengingat masa-masa itu peng-
         Dimembe. Di balik kebersahajaannya           hasilan torang pas-pasan,” kenang Sumiati.
itu sesungguhnya ia adalah perempuan                       Beruntung Sumiati adalah anggota KUD
pengusaha tangguh. Sejak tahun 2001 silam,            Tamporok, yang kelak melahirkan Koperasi
Sumiati adalah pengelola usaha kecil sektor           Simpan Pinjam (KSP) Tamporok Timampas,
perikanan darat. Bersama sang suami,                  penerima perkuatan modal dari dana bergulir
perempuan yang kini berusia 38 tahun itu              Program Agribisnis/Sektoral. Ketika KSP
mengawali bisnisnya dengan sebuah kolam ikan,         Tamporok Timampas terbentuk pada tahun 2003,
yang masing-masing berukuran 10 x 20 meter.           Sumiati pun mendaftar menjadi anggota KSP.
Kolam-kolam itu ia gunakan untuk membesarkan               Tahun 2005, Sumiati mengajukan perkuatan
ikan-ikan mas, gurami, dan mujair, yang kelak ia      modal usaha perikanan yang ia kelola. Bantuan
suplai ke rumah-rumah makan di Minahasa, dan          modal sejumlah Rp 5 juta pun ia peroleh. Uang
beberapa lagi di Manado. Ketika usahanya mulai        sebesar itu ia gunakan untuk untuk membeli bibit



116                                          K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Sumiati dan usaha budidaya ikan air tawar




ikan dan pakan. Pinjaman modal itu ternyata                   yang sudah siap panen itu tiba-tiba mati.
efektif menaikkan skala usaha kolam ikan                      Beruntung, Sumiati tipe pengusaha gigih, aral
miliknya. Lantaran termasuk anggota KSP yang                  seperti itu tak lantas menyurutkan semangatnya
disiplin menunaikan angsuran pinjaman, aplikasi               untuk maju. Kini, berkat kegigihannya mengelola
pinjaman tahap kedua yang ia ajukan diterima.                 usaha, dalam sebulan kini ia bisa memperoleh
Kali ini sebesar Rp 10 juta. Bahkan, kini Sumiati             laba bersih senilai Rp 4,5 juta.
kembali meminjam perkuatan modal sebesar Rp                        Itulah sekelumit kisah tentang Sumiati, satu
15 juta. “Semua uang itu torang gunakan untuk                 dari sekian anggota KSP Tamporok Timampas
modal usaha, bukan untuk membeli barang-                      yang berhasil menaikkan taraf hidupnya.
barang kebutuhan rumah tangga,” tegas                         Keberhasilan Sumi mengelola dana bergulir
Sumiati.                                                      permodalan jelas menginspirasi warga lain di
      Delapan tahun berselang, kini Sumiati telah             Desa Tatelu. Bahkan, warga desa-desa di sekitar
memiliki enam kolam ikan. Selain menyuplai ikan               Tatelu, seperti Desa Pinilih, Desa Warukapas,
untuk kebutuhan rumah-rumah makan di                          Desa Wassian, Desa Lumpias, dan Desa Klabat.
Minahasa dan Manado, Sumiati juga berjualan                   Ratusan warga desa-desa itu kini antri
ikan di Pasar KUD Tamporok pada setiap hari                   menunggu persetujuan untuk menjadi anggota
Minggu. Memang, grafik usaha Sumiati tak                      KSP Tamporok Timampas.
selamanya meniti jalan mendaki. Terkadang,                                              ***
terselip juga kisah duka dalam mengelola usaha
miliknya. Penuh onak dan duri, bahkan                             Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tamporok
kegagalan. Suatu ketika, Sumiati pernah                       Timampas berdiri pada tahun 2003. Kelahiran
mengalami kerugian besar akibat ikan-ikan yang                KSP ini memiliki sejarah erat dengan eksistensi
ia biakkan terserang penyakit. Ikan-ikan mas                  KUD Tamporok. Awalnya, KUD Tamporok


K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                      117
mengelola sebuah unit simpan pinjam (USP).                     serupa sebesar Rp500 juta. Hanya berselang
Seiring dengan dinamika USP itu, beberapa                      tiga tahun, seluruh pinjaman dari PT PNM tersebut
tokoh KUD Tamporok kemudian mengusulkan                        berhasil dilunasi.
agar unit usaha simpan pinjam itu dikukuhkan                         Berkaca dari jejak rekam KSP Tamporok
saja menjadi sebuah koperasi tersendiri yang                   Timampas tadi wajar jika kemudian proposal
memiliki badan hukum. Singkat cerita, ber-                     mereka untuk bantuan perkuatan modal Program
dasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan Tahun                     Agribisnis/Sektoral sebesar Rp 1 miliar terkabul
2003, terbentuklah Koperasi Simpan Pinjam                      pada tahun 2005.
(KSP), yang selanjutnya diberi nama KSP                              Berkat disiplin mengelola sistem, dana
Tamporok Timampas.                                             bergulir sebesar Rp1 miliar itu kini, empat tahun
      Modal awal KSP ini tentu saja berasal dari               kemudian, telah berkembang menjadi lebih dari
kas USP yang menjadi cikal bakal kelahirannya.                 Rp 2 miliar. “Peningkatan itu diperoleh dari laba
Jumlahnya tidak besar. Hanya Rp.147.509.230.                   usaha simpan pinjam yang dijalankan,” ungkap
Untuk ukuran sebuah koperasi simpan pinjam,                    Ketua KSP Tamporok Timampas, Juliantje
dana senilai itu jelas tergolong minim.                        Kaunang. Keberhasilan itu juga mempengaruhi
      Bayang-bayang KSP yang gulung tikar                      tingkat pengembalian dana pinjaman ke bank.
karena seret modal sempat menghantui para                      Berdasarkan track record Bank Sulsel, sebagai
pengurus KSP Tamporok Timampas, yang baru                      penyalur dana bergulir agribisnis Rp 1 miliar, KSP
saja berdiri itu. Tak ingin bernasib serupa, para              Temporok pada 2008 telah menyetor dana
pengurus KSP baru itu pun mulai menyusun                       sebesar Rp 100 juta ditambah bunga.
strategi. Beberapa penjajakan kerjasama dengan                       Keberhasilan KSP Tamporok Timampas
badan usaha lain, baik swasta maupun lembaga                   menggali berbagai potensi permodalan efektif
pemerintah dilakukan. Hasilnya, KSP Tamporok                   menggerakkan grafik aset dan neraca keuangan
Timampas berhasil menjalin kerjasama dengan                    KSP ke level yang lebih baik. Menurut data KSP,
PT. Permodalan Nasional Madani (PNM). Bantuan                  saat ini aset yang dimiliki sudah bernilai Rp 800
permodalan sebesar Rp 250 juta pun mengucur                    juta. Grafik neraca keuangan pun setali dua uang.
pada akhir tahun 2003. Setahun kemudian,                       Tahun      demi     tahun    neraca     keuangan
tepatnya pada akhir 2004, KSP Tamporok                         menunjukkan peningkatan yang cukup untuk
Timampas kembali mendapat suntikan modal                       membuat para pengurus KSP ini tersenyum puas.




Pasar tradisional milik KUD Tamporok, tempat para anggota KSP Tamporok Timampas memasarkan hasil panen



118                                                  K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t      S e j a h t e r a
Salah satu indikator, misalnya, bisa dilihat dari           desa sekitarnya, seperti Pinilih, Warukapas,
jumlah kredit yang dikeluarkan. Pada tahun 2007             Wassian, Lumpias, T. Rondor dan Klabat.
jumlah kredit yang disalurkan mencapai senilai                   Kredibilitas calon anggota dan jenis usaha
Rp1.967.808.300, yang kemudian menghasilkan                 yang dilakukan menjadi pertimbangan KSP untuk
laba usaha senilai Rp24.181.925. Satu tahun                 meluncurkan kredit. Bahkan, bisa berpengaruh
kemudian, jumlah kredit yang tersalur meningkat             terhadap besar kecilnya pinjaman yang
menjadi Rp1.998.278.300 dengan laba usaha juga              dikeluarkan. Sedangkan untuk memudahkan
meningkat menjadi Rp27.199.507. Sebagai                     pembinaan, di masing-masing desa ditempatkan
catatan, besaran pinjaman atau kredit yang                  seorang manajer, seorang kasir dan seorang juru
disalurkan bervariasi, mulai dari yang terkecil             tagih berstatus karyawan KSP.
Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan berbagai                      Track record bagus itu tidak datang begitu
program pilihan. Sedangkan tingkat suku bunga               saja, namun melalui perjuangan keras yang
yang digunakan adalah sebesar 20,4% per tahun.              cukup panjang dari para pengurus. Misalnya
      Kinerja keuangan yang kinclong tersebut               keberhasilan pengurus KSP dalam menembus
merupakan buah dari sistem penyaluran dana                  birokrasi lembaga usaha yang selama ini terkesan
bergulir yang relatif ketat. Dalam hal keang-               enggan bekerja sama dengan koperasi.
gotaan, KSP menerapkan sistem open house.                   Setidaknya, Pemerintah Daerah mulai memper-
Artinya, membuka pintu seluas-luasnya bagi                  timbangkan keberadaan KSP. Sebagai bentuk
masyarakat atau calon anggota yang ingin                    dukungan Pemda, KSP Tamporok Timampas terpilih
menjadi anggota KSP. “Kami membuka                          sebagai koperasi penerima bantuan dana bergulir
kesempatan seluas-luasnya bagi calon anggota                perkuatan modal bidang agribisnis dari Pemerintah
untuk menjadi anggota KSP,” kata Ketua KSP                  sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2005/ 2006.
Tamporok Timampas, Juliantje Kaunang.                            Tapi, bukan hanya alasan lobi kenapa KSP
      Namun, ada beberapa syarat yang harus                 pantas untuk menjalankan program dari Kemen-
dipenuhi untuk bisa menjadi anggota KSP. Salah              terian Negara Koperasi dan usaha Kecil dan
satunya prestasi pengembalian yang tidak boleh              Menengah. Pertimbangan utamanya tetap pada
cacat selama dua kali pengajuan kredit. Untuk               kinerja koperasi itu sendiri. Di sana kepiawaian
syarat yang satu ini pengurus tidak memberi                 pengurus teruji.
toleransi. Wajar jika sampai waktu tertentu, KSP                 Sayang, sinar kinerja KSP Tamporok
Tamporok Timampas baru mempunyai anggota                    Timampas terganggu oleh sebuah catatan kaki
tetap sebanyak 25 orang. “Kami harus selektif               dari Bank Sulut. Menurut Data Bank Sulut, jumlah
dalam menerima anggota,” jelas Juliantje Kaunang.           pinjaman dana bergulir Program Agribisnis
      Kebijakan pintu dibuka lebar-lebar di satu            Sektoral yang sebesar Rp 1 miliar yang diterima
pihak, dan pemberlakuan ketat di dalam                      KSP Tamporok Timampas, baru Rp 100 juta yang
persyaratannya di pihak lain, ternyata mem-                 dikembalikan. Menyikapi pertanyaan nakal atas
buahkan hasil. Hasilnya adalah jumlah anggota               fakta itu, sang Ketua KSP Tamporok Timampas,
yang banyak dan selektif. Hingga tahun 2009                 Juliantje Kaunang, hanya bisa berujar: “kami
calon anggota KSP mencapai 1.604 orang, yang                masih prioritas pada perguliran dana, semakin
tersebar tidak hanya di Desa Tatelu tapi juga desa-         bergulir semakin kuat koperasi kami.”




                                  KSP Tamporok Timampas
                                  Alamat                                    : Desa Tatelu, Keca. Dimembe,
                                                                              Kab.Minahasa Utara
                                  Berdiri                                   : 10 Mei 1997
                                  Badan Hukum                               : No: 2473/BH-KOP/IX-2003
                                  Tahun Perkuatan Modal                     : Tahun 2004
                                  Jumlah Perkuatan Modal                    : Rp1 miliar
                                  Peningkatan Dana Perkuatan Modal          : Lebih dari Rp2 miliar
                                  Ketua                                     : Juliantje Kaunang
                                  Jumlah Anggota                            : 25 orang
                                  Jumlah Karyawan                           : 23 orang



K o p e r a s i   P e d u l i ,    R a k y a t   S e j a h t e r a                                     119
 KSP TAMPOROK TIMAMPAS
 North Minahasa, Norht Sulawesi



 Providing Wide Open
 opportunities, Tight Requirements

 S
          umiati is a simple woman. She lives in     become Rp 2 billion. “Such increase was ob-
          Tatelu Village, Dimembe District. Be       tained from profit of the managed loan save
          hind her simplicity she is actually a      business,” said Chairman of KSP Tamporok
 strong business woman. Since 2001, Sumiati          Timampas, Juliantje Kaunang. Such success also
 is the manager of land fishery small business       affects the return level of loan fund to the bank.
 sector. Sumiati is a member of Loan Save Co-        In 2008 Temporok returned such scrolling loan
 operation (KSP) of Tamporok Timampas, receiver      fund in the amount of Rp 100 million plus interest.
 of scrolling fund strengthening for Sector KSP.            According to KSP data, currently asset
                                                     that is owned has reached the amount of Rp
 Sector                                              800 million. Meanwhile, financial balance also
                                                     shows enough increase to make all adminis-
       In 2005, Sumiati submitted a proposal         trators smile in satisfaction. On of the indica-
 on capital strengthening for fishery business       tors, for example, can be seen from the amount
 that she managed. Capital aid with the value        of credit issued. In 2007 the amount of credit
 of Rp 5 million was obtained by her. With that      distributed       reached     the    amount     of
 much money, she bought fish seed and food.          Rp1.967.808.300, which then produced busi-
 As a discipline member of KSP she paid back         ness profit in the amount of Rp24.181.925. A
 the loan installment, and then she applied for      year later, the amount of credit distributed in-
 the second stage loan, in the amount of 10          creased to become Rp1.998.278.300 with
 million, then the third one in the amount of        business profit that also increased to become
 Rp 15 million. “I used all that money for busi-     Rp27.199.507.
 ness capital, not for purchasing household                Such sparkling financial performance is
 goods,” said Sumiati expressly.                     the fruit of scrolling fund distribution system
       Eight years later, now Sumiati has had        which is relatively tight. In terms of member-
 six fish ponds. In addition she also supplies       ship, KSP applies the open house system. It
 fish for restaurants in Minahasa and Manado.        means, it opens the door widely for communi-
 Sumiati is a hard work type of business             ties or future members who wish to become
 woman, any hindrances do not stop her spirit        KSP members. “We provide opportunities wide
 from progressing. Now, thanks to her hard           open for future members to become members
 work in managing her business, in a month           of KPS,” said Chairman of KSP Tamporok
 she can obtain a net profit of Rp 4.5 million.      Timampas, Juliantje Kaunang.
       Loan Save Cooperation (KSP) Tamporok                The wide open door policy by one side,
 Timampas was established in 2003. Because           and the tight enactment in its requirements are
 of its good recording system, their proposal        actually fruitful. The output is the large and se-
 to obtain scrolling fund aid for Sector KSP in      lective number of members. Up to 2009 mem-
 the amount of Rp 1 billion was granted in 2005.     bers of KSP have reached 1,604 scattered not
 Because of the discipline in system manage-         only in Tatelu Village but also the surrounding
 ment, scrolling fund in the amount of Rp 1          villages such as Pinilih, Warukapas, Wassian,
 billion has now four years later, developed to      Lumpias, T. Rondor and Klabat.




120                                         K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
 Lahan persawahan di Kabupaten Minahasa



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   121
122   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                  SULAWESI TENGGARA
                                  Southeast Sulawesi

K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   123
Aktivitas anggota KSP Tunas Sari dalam melakukan pemilihan bibit rumput laut




KSP TUNAS SARI
Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara


Maju Bersama Petani Rumput Laut


M
              asyarakat Labone terkenal sebagai                          Lagi-lagi alasan minim modal membuat
             masyarakat pembudidaya rumput                         para petani rumput laut itu sulit melakukan
             laut. Awalnya, mereka berprofesi                      eskalasi usaha mereka. Untuk meminjam modal
sebagai nelayan. Namun, seiring dengan                             ke bank, terlalu banyak persyaratan administra-
perkembangan usaha budidaya rumput laut                            tif yang tak bisa mereka penuhi. Padahal,
yang dianggap lebih potensial, satu demi satu                      permintaan pasar terhadap rumput laut semakin
mereka beralih profesi menjadi petani rumput                       tinggi. Tanpa modal yang cukup, para petani
laut. Secara geografis masyarakat Desa Labone                      rumput laut itu jelas tak bisa berbuat banyak.
terletak di tepi selat Buton yang memang cocok                          Keresahan itu akhirnya bermuara di forum
untuk budidaya rumput laut. Meskipun harga                         pertemuan anggota Koperasi Simpan Pinjam
rumput laut tergolong labil dianggap tetapi usaha                  Tunas Sari. Para petani rumput laut mengeluh.
ini dianggap lebih prospektif daripada menjadi                     “Seperti ada tembok besar di hadapan kami,”
nelayan kecil.                                                     kenang La Saimuna, Ketua sekaligus Manager


124                                                    K o p e r a s i         P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Rumput laut hasil produksi usaha tambak rumput laut milik anggota KSP Tunas Sari




KSP Tunas Sari menggambarkan suasana hati                              Sedikit kilas balik, koperasi simpan pinjam
para petani rumput laut yang menjadi                              berkembang dari sebuah unit usaha Simpan
anggotanya.                                                       Pinjam pada KUD Tunas sari yang telah berdiri
     Ketika itu tahun 2003. Begitu mendengar                      sejak tahun 1992 di Desa Labone, Kecamatan
bahwa Kementerian KUKM meluncurkan pro-                           Lasalepa. Karena USP dari KUD Tunas sari ini
gram perkuatan permodalan bagi KSP yang                           tumbuh dengan pesat dan menjadi unit usaha
membiayai UKM sektor agribisnis, para pengurus                    primadona maka pada 1995 diputuskan untuk
KSP Tunas Sari sepakat untuk mengajukan pro-                      berdiri sendiri dengan nama KSP Tunas Sari.
posal. Berbekal neraca keuangan yang stabil,                           Ketika itu, modal awalnya hanya sebesar
mereka yakin bahwa proposal itu akan                              Rp 8 juta rupiah dengan jumlah pengurus
dikabulkan. Sebagai catatan, pada tahun 2003,                     sebanyak 3 orang, selain pengawas sebanyak
KSP Tunas Sari telah memiliki anggota hampir                      3 orang, satu orang karyawan. Memang, jumlah
2000 orang dengan modal mencapai Rp                               anggotanya sudah relatif banyak: 200 orang.
3.092.275.276. “Dengan anggota sebanyak itu,                      “Dengan anggota sebanyak itu modal kami habis
kami masih membutuhkan perkuatan modal                            berputar, padahal jumlah pinjaman tertinggi kami
untuk membiayai usaha mikro para petani                           hanya Rp. 100.000, yang harus lunas selama
rumput laut yang menjadi anggota KSP,” ungkap                     5-10 bulan dengan bunga rata-rata 2,5 persen,”
La Saimuna.                                                       kenang La Saimuna.
     Satu tahun kemudian, doa para petani                              Kini, berbelas tahun kemudian, berkat
rumput laut Lasalepa terkabul. Proposal KSP                       sentuhan tangan dingin dari para pengurusnya,
untuk memperoleh perkuatan permodalan                             KSP Tunas Sari telah mengembangkan usaha
sebesar Rp 1 miliar melalui Perkuatan Modal                       simpan pinjamnya. Sejak menerima perkuatan
KSP Sektor Agribisnis disetujui.                                  modal bergulir Program Agribisnis/Sektoral,


K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                       125
jumlah anggota KSP ini merangkak naik. Pada                        dengan volume usaha sebesar Rp 14,34 miliar.
tahun 2004 jumlah anggotanya telah mencapai                        Pencapaian itu meningkat 28 persen jika
2.468 orang dengan total modal yang mencapai                       dibandingkan prestasi keuangan pada tahun
senilai Rp 5,67 miliar.                                            2007 dengan volume usaha sebesar Rp 11,21
     Pertambahan anggota yang cukup pesat itu                      miliar. Dari hasil penyaluran pinjaman selama
tak mengherankan, karena KSP Tunas Sari                            Tahun Buku 2008 tersebut, KSP Tunas Sari
memberikan persyaratan yang mudah. Cukup                           meraih pendapatan Hasil Usaha (HU) senilai
dengan mengisi formulir pendaftaran, menyetor                      Rp823,9 juta (lihat tabel).
simpanan pokok sebesar Rp10.000 dan                                      Kinerja keuangan yang baik itu juga diiringi
membayar simpanan wajib yang besarnya 5%                           dengan kinerja pengembalian dana bergulir
dari total pinjaman. Sepanjang calon anggota                       yang sebesar Rp 1 miliar, yang mesti lunas
tersebut disiplin melunasi pinjamannya selama                      dalam kurun waktu 10 tahun. Menurut data Bank
dua kali putaran, mereka berhak menjadi                            Sultra KSP Tunas Sari tergolong koperasi yang
anggota.                                                           disiplin melakukan pengangsuran. Hingga akhir
      Sekadar menampilkan data statistik, pada                     2008, KSP Tunas Sari telah menunaikan
tahun 2008 lalu, jumlah pinjaman yang digulirkan                   kewajiban pengembalian sebesar Rp 450 juta.
kepada para anggota mencapai Rp 11,84 miliar




La Saimuna, Ketua KSP Tunas Sari (kiri). Cabang KSP Tunas Sari di Kendari (kanan)


                                 Kondisi KSP Tunas Sari 2007-2008
                                 2007                   2008                 Peningkatan (Rp)         Peningkatan (%)

   Volume usaha              11.214.450.050 14.347.473.200                   3.134.023.150                 28

   Hasil Usaha (HU)                788.920.561           823.901.658                34.981.097              4,4

   Jumlah anggota                         2.830                  2.816                      -14             -0,49


                                      KSP TUNAS SARI
                                      Alamat                 : Desa Labone, Kec. Lasalepa, Kab.Muna,
                                                               Provinsi Sulawesi Tenggara
                                      Berdiri                : 21 Juli 1995
                                      Badan Hukum            : No: 16/BH/KWK.21/XI/1995
                                      Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004
                                      Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                      Total Aset             : Rp1.624.511.628
                                      Ketua                  : La Saimuna
                                      Jumlah Anggota         : 2000 orang
                                      Jumlah Karyawan        : 32 orang



126                                                    K o p e r a s i      P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
    Inspirasi La Rimu

      M
                  enjadi petani rumput laut sudah
                   menjadi pilihan hidup La Rimu.
                   Pria 49 tahun ini memiliki
      sebidang lahan seluas 400 x 300 meter
      persegi yang ia manfaatkan sebagai arena
      budidaya rumput laut. Setiap 45 hari sekali
      ia bisa memanen rumput laut rata-rata 1
      ton rumput laut kering. Dalam satu tahun
      ia bisa memanen hingga lima sampai
      enam kali panen. Sebelum membudidaya
      rumput laut, La Rimu bekerja sebagai
      pedagang kelontong sekaligus bertani di
      ladang.Harga rumput laut kering saat ini
      Rp 8.500/kg. Memang harga rumput laut
      kering sering tidak stabil. Kadang turun
      hingga kisaran Rp 4.000/kg. Namun, suatu              La Rimu
      waktu bisa melambung hingga Rp 15.000/
      kg. Rata-rata para petani rumput laut bisa
      mengantongi untung setidaknya 200%                    menuai hasil bagus. Di saat panen, hasil
      hingga 300% dari modal yang mereka                    panennya berkualitas baik. Sementara itu,
      keluarkan. Hal itulah yang membuat La                 ketika itu harga rumput laut juga sedang
      Rimu tetap setia dengan usaha budidaya                tinggi. La Rimu pun akhirnya bisa
      rumput laut.Suatu ketika, La Rimu terbentur           membayar hutangnya ke koperasi dengan
      sebuah situasi sulit. Di satu sisi ia                 lancar. Kini, La Rimu telah beberapa kali
      memerlukan biaya untuk kedua anaknya,                 mengajukan pinjaman. Pinjaman kedua
      yang kebetulan bersiap melanjutkan ke                 sebesar Rp 2,5 juta yang ia gunakan
      jenjang SMA dan SMP secara bersamaan.                 untuk menambah luas area budidaya
      Uang simpanannya hampir habis untuk                   rumput laut miliknya. Pinjaman kedua ini
      biaya sekolah anak-anaknya. “Sempat                   pun bisa ia kembalikan tepat waktu. Saat
      terpikir untuk meminjam uang di Bank,                 usaha      budidaya      rumput    lautnya
      tetapi saya pikir kenapa tak pinjam di                mengalami kemajuan, naluri dagang La
      Koperasi saja yang persyaratannya                     Rimu menyeruak. “Selain menanam
      ternyata lebih mudah,” kenang La Rimu.                sendiri, saya juga ingin menjadi pengepul,”
      Akhirnya dengan tekad bulat La Rimu                   ujarnya. La Rimu kembali mengajukan
      datang ke kantor KSP Tunas Sari untuk                 pinjaman sebesar Rp 10 juta untuk modal
      mendaftar menjadi anggota koperasi                    menjadi pengepul rumput laut kering.
      sekaligus mengajukan pinjaman modal                   Sebagian uang tersebut ia gunakan untuk
      sebesar Rp 1 juta. Uang itu ia gunakan                membangun gudang penampungan
      untuk membeli tambang sebagai media                   rumput laut kering. Usahanya berjalan
      tanam rumput laut seluas 100 m x 50 m.                lancar. Kini ia mampu membiayai kedua
      Untuk membeli bibit ia terpaksa                       anaknya kuliah di Unhalu Kendari. Bahkan
      menggunakan uang simpanan yang masih                  ia telah mempunyai deposito puluhan juta
      sedikit tersisa. Ternyata usaha La Rimu               rupiah di KSP Tunas Sari.




K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                         127
 KSP OF TUNAS SARI
 Southeast Sulawesi

 Moving Forward Together With
 Seaweed Farmers

 L
          abone Community is famous as sea             capital strengthening in the amount of Rp 1
         weed cultivator community. Initially,         billion through Capital Strenghtening for KSP
         they were fishermen. However, along           Agribusiness Sector Program was approved.
 witht the development of seaweed cultivation                 A little flash back, save loan coopera-
 that is considered as more potential, one by          tion developed from a business unit of Save
 one the community members changed jobs                Loan in KUD of Tunas Sari that has been
 to become seaweed farmers. Geographically,            established since 1992 in Labone Village,
 Labone Village community is on the edge of            Lasalepa District. Since this USP from KUD
 Buton strait which is suitable for seaweed cul-       of Tunas Sari grew fast and became the main
 tivation. Even though the price of seaweed            business unit, then in 1995 it was decided to
 is rather unstable, this business is consid-          become independent with the name KSP
 ered as more prospective compared to be-              Tunas Sari. Now, years later, due to the touch
 ing small fishermen.                                  of the administrators’ cold hands, KSP Tu-
       Again, minimum capital becomes the              nas Sari has developed its save loan busi-
 reason for the seaweed farmers as the diffi-          ness. Since receiving scrolling capital
 culties in escalating their business. To apply        strengthening for Agribusinees/Sector Pro-
 for loan from the bank, there are too many            gram, the number of KSP members has be-
 administrative requirements that thay could not       gun to go up. In 2004 the number of mem-
 meet. On the other hand, market demand for sea-       bers had reached 2,468 people with a total
 weed increased. Without enough capital, such sea-     capital value of Rp 5.67 billion.
 weed farmers obviously could not gain much.                  Just to present a statistic data, in 2008,
       Such anxiety finally ended up in meet-          the amount of loan scrolled to the members
 ing forum of Tunas Sari Save Loan Coop-               reached Rp 11,84 billion with a business vol-
 eration members. Seaweed farmers com-                 ume of Rp 14.34 billion. Such achievement
 plained. “There seems to be a great wall in           increased by 28 percent if compared to the
 front of us,” said La Saimuna, Chairman and           financial achievement in 2007 with a business
 Manager of KSP Tunas Sari describing the              volume of Rp 11.21 billion. From the output
 feeling of seaweed farmers who were his               of loan distribution during such Financial
 members. In 2003, when there was news that            Year of 2008, KSP Tunas Sari obtained a
 Ministry of KUKM launched capital strength-           business revenue (HU) with a value of
 ening program for KSPs that have UKM in               Rp823,9 million (see table).
 agribusiness sector, administrators of KSP                   Such favorable financial performance
 Tunas Sari agreed to submit a proposal.               was also in line with scrolling fund return per-
 Equiped with stable financial balance, they           formance in the amount of Rp 1 billion, that
 were certain that such proposal will be               must be paid up wihtin 10 years. According
 granted. As a note, in 2003, KSP Tunas Sari           to Sultra Bank data KSP Tunas Sari is a dis-
 had had members up to 2,000 people with               cipline cooperation in paying the installment.
 capital that reached Rp 3,092,275,276. A year         Up to the end of 2008, KSP Tunas Sari had
 later, the prayers of Lasalepa seaweed farm-          fulfilled its obligation in returning loan in the
 ers were granted. KSP Proposal to obtain              amount of Rp 450 million.




128                                          K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
 Aktivitas petani rumput laut anggota KSP Tunas Sari



K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t         S e j a h t e r a   129
Kantor KSP Mina Sejahtera di Kabupaten Kolaka




KSP MINA SEJAHTERA
Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara


Bertindak Cermat di Masa Sulit

P
           engalaman adalah guru terbaik”.               anggota, dan pada akirnya mempengaruhi
“          Begitulah pesan yang bisa ditangkap           kelancaran pengembalian pinjaman kepada
           dari kisah perjalanan KSP Mina                koperasi.
Sejahtera Kabupaten Kolaka, Sulawesi                         Muhammad Jaya, Ketua KSP Mina
Tenggara. Meskipun masa-masa sulit juga dialami          Sejahtera, tidak tinggal diam. Ia lantas
badan usaha serupa, KSP Mina Sejahtera                   mencarikan alternatif usaha bagi anggota yang
mampu keluar dari ujian tersebut. Pengurus KSP           mengalami kesulitan. Di kepalanya tercetus
ini senantiasa belajar kepada pengalaman                 gagasan untuk mengajak sejumlah anggota
mereka sendiri di masa lalu sehingga bekerja             yang sebelumnya bergerak di bidang budi daya
lebih cermat pada masa-masa berikutnya.                  rumput lut dan teripang itu untuk beralih
     Ujian demi ujian telah menempa KDP Mina             sementara bekerja menyadap getah pinus
Sejahtera. Misalnya, ketika usaha budi daya              bahkan sampai ke pengolahan. “Anggota yang
rumput laut dan teripang yang ditekuni sebagian          sedang sulit usahanya saya ajak untuk bekerja
anggota KSP sedang mengalami kelesuan.                   menyadap dan mengolah getah pinus bekerja
Keadaan yang tak menguntungkan ini berimbas              sama dengan Dinas Kehutanan,” kata Jaya.
terhadap penurunan tingkat pendapatan                        Dalam kerja sama tersebut, KSP


130                                             K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Aktivitas KSP Mina Sejahtera dalam memberikan pelayanan bagi para anggotanya




menyediakan jasa tenaga, sementara Dinas                       sebagian besar merupakan petani dan nelayan.
Kehutanan menyediakan lahannya. “Hasilnya                      Satu contoh terjadi pada saat booming budi daya
nanti akan kita sepakati bersama,” tambah Jaya.                rumput laut dan teripang beberapa waktu lalu,
     Menurut Jaya, upaya itu dilakukan agar                    yang berpengaruh terhadap pola usaha
pinjaman dana yang telah dikucurkan dapat                      masyarakat. Saat itu, warga Tanggetada ramai-
dikembalikan oleh masyarakat. “Sekarang kita                   ramai membudidayakan rumput laut dan
berusaha untuk memperlancar pengembalian                       teripang. Hanya saja, sebagian besar dari
pinjaman,” tambah Jaya.                                        mereka tidak mempunyai modal cukup untuk
                       ***                                     memulai usaha budi daya tersebut. Sebagai
                                                               solusi, mereka pun mengajukan pinjaman modal
     Kehadiran KSP Mina Sejahtera telah banyak                 ke koperasi Mina sejahtera yang pada saat itu
membantu masyarakat. Bahkan ketika masih                       masih berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU).
berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) Mina                           Ketika skala usaha budidaya rumput laut
Sejahtera pada tahun 1998, koperasi ini telah                  masyarakat Tanggetada meningkat, kebutuhan
melakukan berbagai kegiatan usaha, di                          modal usaha pun ikut meningkat. Mina Mandiri,
antaranya sebagai penyalur pupuk saprodi                       yang ketika itu masih berbentuk KSU, tak mampu
(sarana produksi padi), menampung dan                          mengakomodasi peningkatan kebutuhan modal
menyalurkan hasil berbagai budi daya pertanian                 usaha itu. Para pengurus pun akhirnya menjalin
dan perkebunan, menampung hasil budi daya                      kata sepakat: meningkatkan status Mina Mandiri
kelautan seperti teripang dan rumput laut dan                  dari KSU menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
warung serba ada (waserba). Selain itu,                             Kehadiran KSP ini sangat membantu
koperasi ini juga melayani simpan pinjam.                      masyarakat Tanggetada dalam mendapatkan
     Manfaat program simpan pinjam ini                         modal usaha. Bagi mereka, lebih mudah
sungguh besar, terutama bagi anggota dan calon                 memperoleh pinjaman modal dari koperasi
anggota di lingkungan Tanggetada yang                          daripada      lembaga     keuangan      lainnya.


K o p e r a s i    P e d u l i ,   R a k y a t    S e j a h t e r a                                      131
“Persyaratan peminjaman ke bank itu repot.                          Dari tahun ke tahun neraca KSP menunjukkan
Sementara, jika pinjam ke rentenir, jelas kami tak             peningkatan.      Sebagai     contoh,   adanya
sanggup       dengan    bunga      dan     sistem              peningkatan SHU pada tahun 2008 sebesar Rp
pengembalian pinjaman,” tutur Palampang (53),                  194.033.372 dibandingkan SHU pada tahun 2007
salah seorang anggota KSP Mina Sejahtera yang                  yang hanya sebesar Rp 5.345.450.
hingga kini menggeluti budi daya rumput laut
demi untuk menghidupi keluarganya.                             Dinamika Koperasi
      Arus surat pengajuan pinjaman dari                             Problem pengembalian pinjaman adalah
masyarakat yang begitu deras membuat                           masalah klasik. Hal itu dihadapi oleh hampir
pengurus KSP kelabakan. Pasalnya, pengajuan                    seluruh KSP, termasuk KSP Mina Sejahtera.
pinjaman ternyata lebih besar dari stok dana                   Ketersendatan pengembalian pinjaman itu
yang ada di koperasi. “Kami sempat kerepotan                   terjadi, salah satunya, karena hasil bisnis
melayani       permintaan    anggota       karena              budidaya teripang dan rumput laut yang dikelola
keterbatasan modal yang ada di kas koperasi,”                  anggota sedang menurun alias tak sebagus
kata Jaya.                                                     dulu. Fenomena ini, misalnya, dialami
       Kini, kisah kekurangan dana itu menjadi                 Pelampang yang di masa lalu bisa menghasilkan
cerita masa lalu. Setelah mendapatkan bantuan                  1 ton rumput laut dari lahan berukuran 100 m x
dana dana bergulir perkuatan modal sektor                      50 m. Kini, di lahan yang sama, Pelampang
agribisnis sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2004,                hanya bisa memanen paling banyak 600 kg
KSP Mina Mandiri mulai bisa mencukupi                          rumput laut. “Mungkin karena laut kami mulai
kebutuhan pinjaman anggota. Dari situlah                       tercemar,” tambah Jaya.
kemudian KSP Mina Sejahtera mulai fokus pada                        Meski mengalami kelesuan, tingkat
kegiatan usaha simpan pinjam. Saat ini, KSP Mina               pengembalian pinjaman dana bergulir agribisnis
Sejahtera mempunyai anggota sebanyak 126                       yang pernah disalurkan KSP Mina Sejahtera
orang dan calon anggota 1.250 orang.                           tergolong lancar. Dalam kurun waktu empat




Usaha pengepulan rumput laut yang mendapat suntikan modal dari KSP Mina Sejahtera




132                                                 K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Aktivitas anggota KSP Mina Sejahtera dalam proses produksi rumput laut




tahun, KSP Mina Sejahtera telah mengembalikan                    dalam kepengurusan. KSP Mina Sejahtera tak
pinjaman dana bergulir agribisnis/ sektoral                      segan untuk mengirim karyawan atau pengurus
sebesar Rp 400 juta melalui Bank BPD Sultra.                     mengikuti berbagai pelatihan/kursus yang
Artinya, KSP Mina Sejahtera tak pernah                           diselenggarakan Dinas Koperasi dan PKM
menunggak, karena aturannya memang                               Provinsi Sulawesi Tenggara serta instansi terkait
demikian. Untuk menutupi hutang ini, KSP                         atau mengikuti magang di koperasi lain yang telah
menerapkan subsidi silang.                                       mapan. Para pengurus koperasi ini yakin
     Di balik kemampuan KSP Mina Sejahtera                       kecermatan dalam bertindak perlu diasah.
menghadapi berbagai situasi sulit di atas adalah                 Pelatihan, kursus, dan magang adalah upaya
kualitas sumber daya manusia yang terlibat                       untuk mengasah kecermatan itu.




                                    KSP Mina Sejahtera
                                    Alamat                 : Desa Tanggetada, Kec. Tanggetada,
                                                             Kab. Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
                                    Berdiri                : 5 Oktober 1998
                                    Badan Hukum            : No: 359/BH/DKPPM/II/05
                                    Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2004
                                    Jumlah Perkuatan Modal : Rp1 miliar
                                    Total Aset             : Rp.3.723.316.078
                                    Ketua                  : Muhammad Jaya
                                    Jumlah Anggota         : 126 orang
                                    Jumlah Karyawan        : 10 orang



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t     S e j a h t e r a                                       133
 KSP MINA SEJAHTERA
 Kolaka, Southeast Sulawesi



 Acting Carefully in a Difficult Period



  O
             ne ordeal after another has shaped       Tanggetada denizens together cultivated sea-
             KSP Mina Sejahtera. For example,         weed and trepang. However, most of them
             when seaweed and trepang (sea            did not have enough capital to start such cul-
  cucumber) cultivation was elaborated mem-           tivation. As a solution, they applied for loan
  bers of KSP experienced listlessness. The           to KSP Mina Sejahtera.
  unfavorable circumstance had affected the                 When the scale of seaweed cultivation
  level decrease of members’ revenue and in           business of Tanggetada community in-
  the end would affect the smoothness of loan         creased, the need of business capital also
  return to the cooperation.                          increased. One day, loan application demand
        Muhammad Jaya, Chairman of KSP Mina           was so high that KSP administrators became
  Sejahtera, did not stand still. He then sought      overwhelmed. The loan application turned out
  business alternatives for members who faced         to be larger than the fund reserve in the co-
  difficulties. In his head there was an idea to      operation. However, now the story of fund
  ask a number of members who previously              shortage becomes the story of the past. After
  were engaged in seaweed and trepang cul-            receiving agribusiness sector capital strength-
  tivation to shift jobs temporarily and worked       ening scrolling fund aid in the amount of Rp 1
  as pine gum tapers and even involved up to          billion in 2004, KSP Mina Mandiri began to
  the processing stage. “Members who were             be able to fulfill the needs of loan for the mem-
  experiencing difficulties were invited by me        bers. At this time, KSP Mina Sejahtera has
  to work as tapers and process pine gum in           126 members and 1,250 future members.
  cooperation with Forestry Service,” said Jaya.            The issue of loan return is classical. It is
  In such cooperation, KSP provided man-              faced by nearly all KSPs including KSP Mina
  power, meanwhile Forestry Services provided         Sejahtera. The stagnation of loan return oc-
  the land. “The production will be jointly agreed    curs, among others, due to the production of
  upon later,” Jaya added. According to Jaya,         trepang and seaweed cultivation managed by
  such effort was made in order for fund loan         the members that decreased or in other words
  that has been distributed to be returned by         that was not as good as it used to. Even
  the community. “Now we are thriving to              though it went through listlessness, the level
  smoothen out the return of loan,” Jaya added.       of agribusiness scrolling fund loan return dis-
        The presence of KSP Mina Sejahtera in         tributed by KSP Mina Sejahtera was rather
  the vicinity of seaweed farmers is considered       high. Within four years, KSP Mina Sejahtera
  as something quite large, especially for mem-       has returned agribusiness/sector scrolling
  bers and future members in Tanggetada area.         fund loan in the amount of Rp 400 million
  One example was when seaweed and                    through BPD Sultra Bank. It means KSP Mina
  trepang cultivation went booming a couple           Sejahtera has never been in arrears, since it
  of years ago, which affected the business           is regulated that way. To pay up this debt KSP
  pattern of the community. At the time,              applies cross subsidize.




134                                          K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Para pengurus KSP Mina Sejahtera



K o p e r a s i   P e d u l i ,    R a k y a t   S e j a h t e r a   135
136   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
                                                                    MALUKU
                                                                    Maluku
K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a            137
Suasana di Kantor KSP Cipta Mandiri, Kabupaten Buru




KSP CIPTA MANDIRI
Kabupaten Buru, Provinsi Maluku


Mandiri di Usia Muda

M
             ereka itu para pendatang dari tanah               begitu saja. Namun, bagi warga Buru, ketimbang
             Jawa. Sebuah buku berjudul “Cerita                menghapus citra lama itu, membangun citra baru
             dari Pulau Buru” menulis bahwa                    dianggap lebih bijak. Itulah yang dilakukan warga
mereka telah mengubah Pulau Buru yang                          Buru, yang juga sebagian besar pendatang dari
tandus menjadi pulau yang mengalirkan ‘emas                    tanah Jawa. Mereka adalah para transmigran,
putih’ (istilah untuk sagu) dan ‘emas merah’                   yang berhasil meneruskan mimpi para
(istilah untuk kayu meranti); mereka juga                      pendatang awal di pulau ini untuk menjadikan
mengubah hutan dan savana menjadi beras dan                    pulau Buru sebagai pulau lumbung beras,
palawija.                                                      sebagian lagi menyebutnya sebagai pulau
      Memang, masih ada citra dari masa lampau                 pangan. Bersama penduduk asli, yang sebagian
yang masih melekat pada pulau Buru, yang pada                  besar bekerja sebagai penyuling minyak kayu
akhir dekade 1960-an menjadi pulau ‘tefaat’                    putih, pulau Buru kini menjadi lumbung padi
(baca: tempat pemanfaatan) para tahanan politik.               wilayah Maluku. Setiap tahun, pulau ini memasok
Citra suram itu jelas fakta, yang tak bisa dihapus             padi sebanyak 2.500 ton. Pertanian dan


138                                                   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Aktivitas usaha penggilingan gabah milik anggota KSP Cipta Mandiri di Pulau Buru




perkebunan adalah nafas pulau Buru. Dua                            bangunan Rice Milling Unit (RMU) milik KSPCM.
sektor ini menyumbang 70% devisa dari total                        Bangunan itu menjulang tinggi di antara
devisa yang dihasilkan pulau ini.                                  bangunan-bangunan lain di sekitarnya.
       Bertolak dari karakteristik yang demikian                                         ***
itu berbagai dinamika kehidupan di pulau ini pun
tak jauh-jauh dari urusan kedua sektor tersebut,                        Sejarah KSP Cipta Mandiri bermula dari
termasuk dinamika perkoperasian, yang juga                         sebuah Koperasi Serba Usaha Cipta Mandiri.
berkembang sebagai penopang aktivitas                              Koperasi ini hadir diantara kelesuan usaha
masyarakat Pulau Buru dalam menggerakkan                           perkoperasian di Waeapo. Ketika itu tahun 1980-
aktivitas mereka dalam bertani dan berkebun.                       an. Sayang, mereka tak bisa mendirikan koperasi
Koperasi Simpan Pinjam Cipta Mandiri, salah satu                   karena amanat Inpres No.4/1984 yang
koperasi terkemuka di Propinsi Maluku, juga lahir                  menyebutkan bahwa dalam satu wilayah
dari dinamika kedua sektor tadi. Ketika berdiri                    kecamatan hanya boleh ada satu koperasi.
pada tahun 2003, KSPCM masih berbentuk KSU                              Ketika Inpres No. 4/1984 dicabut, seiring
dengan usaha pengadaan beras sebagai                               dengan pemberlakuan Inpres No. 18/1998,
andalan utama.                                                     pertumbuhan koperasi di Indonesia meningkat
     Konsisten mengkawal jati dirinya, enam                        pesat. Impian lama para petani di Pulau Buru
tahun kemudian, KSP Citra Mandiri (KSPCM)                          untuk memiliki sebuah koperasi akhirnya
tumbuh sebagai koperasi multiprestasi. Bahkan,                     terwujud. Meski agak terlambat, pada tahun
tidak berlebihan jika ada pihak yang menyebut                      2003 berdirilah Koperasi Serba Usaha Cipta
Koperasi ini sebagai salah satu dinamo aktivitas                   Mandiri.
bisnis di pulau Buru. Sebagai gambaran, jika                            Ketika berdiri pada tahun 2003, ada 23 or-
anda berjalan-jalan ke Waeapo, sebuah                              ang yang menjadi anggota pertama. Dari mereka
kecamatan di pulau ini, anda akan menjumpai                        terkumpul modal awal sebesar Rp6 juta, yang



K o p e r a s i     P e d u l i ,    R a k y a t      S e j a h t e r a                                     139
Mbok Sutinah, di warung kelontongnya, setia pada KSP Cipta Mandiri


berasal dari simpanan pokok dan simpanan                         sebagai peserta program perkuatan permodalan
wajib anggota. Warung serba ada (waserba)                        dana bergulir sektoral dari Kementerian Negara
merupakan usaha pertama yang dirintis KSU                        Koperasi dan UKM. Koperasi ini pun menerima
Cipta Mandiri (KSU-CM). Tak puas, sebagai ketua                  pinjaman perkuatan permodalan sebesar Rp 500
KSU, Slamet Haryono terus mencari peluang dan                    juta. Kebijakan ini didasarkan pada Pasal 7
terobosan bisnis lain. Akhirnya, KSU-CM                          Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM
mendapat peluang kontrak kerjasama dengan                        No. 12/2005 yang menyebutkan bahwa “Menteri
Divisi Regional Bulog Provinsi Maluku. Isi kontrak               dapat menetapkan KSP/USP-Koperasi Penerima
itu, KSU-CM dilibatkan dalam pengadaan beras                     Dana Bergulir Sektoral secara khusus yang
dengan kuantitas pasokan sebanyak 50 ton pada                    dinilai mempunyai peran strategis antara lain
setiap musim panen. Sebuah tawaran yang                          untuk keperluan pembinaan KSP/USP-Koperasi
sangat menggiurkan, sekaligus menantang.                         di daerah yang sedang berkembang, daerah
Tantangan itu dijawab dengan akhir memuaskan.                    perbatasan/terpencil. Dalam konteks ini, Pulau
Di bawah kepemimpinan Slamet, petani asal                        Buru dipandang memiliki kedudukan strategis
Banyuwangi yang hijrah ke Buru tahun 1981,                       sebagai ‘lumbung beras’ di Propinsi Maluku.
KSU-CM berhasil menggandeng 14 kelompok                                Meski berumur muda, KSP Cipta Mandiri
penggilingan padi untuk memasok beras 50 ton                     telah memberi contoh kepada masyarakat di
per musim. Cerita sukses itu tersiar luas. Para                  Pulau Buru bahwa kerja keras adalah awal dari
petani Waeapo pun tertarik untuk bergabung.                      kesuksesan. Dalam usia yang masih relatif
Dalam tempo singkat, jumlah anggota KSU KCM                      muda, empat tahun, KSP Cipta Mandiri kini
melonjak hingga tiga kali lipat menjadi 67 orang.                memiliki kekayaan senilai Rp 1,5 miliar—yang di
Tak hanya apresiasi dari masyarakat, Pemerintah                  dalamnya sudah termasuk dana pinjaman
pun mulai melirik kinerja apik KSUCM tersebut.                   bergulir sebesar Rp 500 juta.
      Pada tahun 2005, berdirilah KSP Cipta                            ***
Mandiri, yang merupakan ‘anak kandung’ dari
KSU Cipta Mandiri. Melihat jejak rekam KSU Cipta                     Cerita sukses KSP Cipta Mandiri tadi
Mandiri dan konsistensi para pengurusnya, serta                  tampaknya      berbanding     lurus  dengan
nilai strategis koperasi ini pada pertumbuhan                    peningkatan kesejahteraan para anggotanya.
ekonomi kawasan, pada tahun itu juga (tahun                      Anton Suparman, 67 th, misalnya. Ia telah
2005) KSP Cita Mandiri mendapat kepercayaan                      beberapa kali memperoleh pinjaman permodalan



140                                                   K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Lahan pertanian yang dikelola oleh salah satu anggota KSP Cipta Mandiri


dari KSP. Setelah berhasil melunasi pinjaman                      Seperti kebanyakan pengusaha mikro lainnya,
pertamanya, yang senilaiRp5 juta, Anton kembali                   bagi Mbok Sutinah, permodalan sempat menjadi
dipercaya untuk memperoleh pinjaman per-                          masalah. Ia pun lalu mengajukan pinjaman ke
modalan senilai Rp10 juta. Modal usaha itu                        koperasi, dengan jumlah pinjaman yang tidak
digunakan untuk memperbesar skala usaha                           terlalu besar, hanya Rp500 ribu. “Uang itu untuk
usaha penggilingan padi miliknya dan biaya                        biaya beli bahan-bahan,” ungkap nenek 13 or-
pengolahan tanah seluas 1 ha. Dari usahanya                       ang cucu ini. Ketika pinjaman telah lunas, ia pun
tersebut, Anton mampu membiayai pendidikan                        kembali mengajukan pinjaman. Begtulah
dua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi:                   seterusnya hingga usahanya berkembang.
seorang di Akper Ambon dan seorang lagi di                        Bahkan, karena seringnya ia meminjam modal
Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Jawa Barat.                    ke KSP, Sutinah tidak ingat lagi berapa kali telah
      Selain Anton, Mbok Sutinah, 56 tahun,                       meminjam modal ke koperasi. “Karena sering
transmigran asal Banyuwangi juga bisa menjadi                     minjem jadi nggak ingat sudah berapa kami
sisi terang dinamika anggota KSP Cipta Mandiri.                   minjem ke koperasi,” katanya seraya tersenyum.
Berbekal keahlian membuat tempe, ia membuka                       Dari usaha pembuatan tempe itu, kini ia telah
usaha pembuatan tempe. Dari usaha ini ia                          memiliki sebuah toko kelontong yang cukup
mampu menghidupi sembilan orang anaknya.                          besar.




                                    KSP Cipta Mandiri
                                    Alamat                 : Desa Waekasar, Kec. Waeapo, Kab. Buru,
                                                             Provinsi Maluku
                                    Berdiri                : 29 November 2002
                                    Badan Hukum            : No: 518-80/BH/DK-UKM/V/2006,
                                                             tanggal 04 Mei 2006
                                    Tahun Perkuatan Modal : Tahun 2005
                                    Jumlah Perkuatan Modal : Rp500 juta
                                    Ketua                  : Slamet Haryono
                                    Jumlah Anggota         : 67 orang
                                    Jumlah Karyawan        : 11 orang



K o p e r a s i     P e d u l i ,   R a k y a t      S e j a h t e r a                                        141
  KSP CIPTA MANDIRI
  Buru, Maluku




  Independent at a Young Age

  T
           hey are pilgrims from Java land. A          collected, deriving from main savings and
           book titled “A Story from Buru Island”      members’ compulsory savings. It was a con-
           says that they have converted the dry       venient store (waserba) that was first man-
  land of Buru Island to become an island              aged by KSU Cipta Mandiri (KSU-CM).
  where ‘white gold’ (the term for sago palm)                In 2005. KSP Cipta Mandiri was estab-
  and ‘red gold’ (the term for timber tree wood)       lished, and this KSP is the “biological son” of
  flow; they also turned forests and deserts to        KSU Cipta Mandiri. Looking at the track record
  become rice and crops. They are the trans-           of KSU Cipta Mandiri and the consistency of
  migrated people, who are successful in con-          its administrators as well as the strategic value
  tinuing the dreams of the early pilgrims in this     of this cooperation on the area economic
  island who turned Buru island into rice barn,        growth, in the same year (2005) KSP Cipta
  and some other people call it as the food is-        Mandiri was granted a trust to become a mem-
  land. For the natives, who mostly work as            ber of sector scrolling fund strengthening pro-
  sandal wood oil refiners, now Buru Island has        gram from Ministry of Cooperation and Small
  become rice barn for Maluku area. Each year,         Middle Scale Enterprises. This cooperation
  this island supplies 2,500 tons of rice. Agri-       then received a capital strengthening loan in
  culture and plantation are the breath of Buru        the amount of Rp 500 million. This policy is
  island. These two sectors contribute 70% of          based on Article 7 of State Minister of Coop-
  the total revenue produced by this island.           eration and Small Middle Scale Business
        From such characteristics, various life        Regulation No. 12/2005 which states that
  dynamics in this island are not far from the         “Minister may stipulate KSP/USP-Sector Scroll-
  two sectors’ affairs, including the dynamics         ing Fund Receiver Cooperation particularly
  of cooperation matters, which also developed         which is considered as having strategic role
  as Buru island community activities supporter        among others for the need of development of
  in motoring their activities of farming and          KSP/USP-Cooperation in the developing ar-
  gardening. Cipta Mandiri Save Loan Coop-             eas and border/remote areas. In this context,
  eration, one of prominent cooperations in            Buru Island is considered as having the stra-
  Maluku Province, was also born from the              tegic position as ‘rice barn’ in Maluku Prov-
  dynamics of those two sectors. When it was           ince.
  established in 2003, KSPCM was still in the                Even tough it is still young, KSP Cipta
  form of KSU with rice trading business as its        Mandiri has given examples to the commu-
  mainstay.                                            nity in Buru Island that hard work is the be-
        The history of KSP Cipta Mandiri started       ginning of success. In its relatively young age,
  from a Various Business Cooperation Cipta            four years, KSP Cipta Mandiri now owns as-
  Mandiri. This cooperation was present among          set with a value of Rp 1,5 billion—in which
  the resistance of cooperation business in            scrolling fund in the amount of Rp 500 million
  Waeapo. When it was established in 2003,             is included.
  there were 23 first members. From them work-
  ing capital in the amount of Rp 6 million was                                 ***



142                                          K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
Para pengurus KSP Cipta Mandiri



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a   143
              Epilog




Epilog


            Demi Amanah Konstitusi

U
          paya pembinaan koperasi memiliki dua      penting itu misalnya penyediaan modal jangka
          makna    penting    dalam     waktu       pendek bagi usaha kecil / mikro. Koperasi bisa
          bersamaan. Pertama, memperkuat pi-        menyediakan modal yang dibutuhkan dengan
lar ekonomi kerakyatan, yang di dalamnya            persyaratan yang lebih ringan ketimbang
melibatkan warga negara terbesar dan                lembaga perbankan.
merupakan bagian penting dari perekonomian               Melalui komunikasi dan interkasi yang intensif,
nasional. Kedua, memenuhi amanah konstitusi         apalagi     didukung     tradisi    kekeluargaan,
Undang-Undang Dasar 1945.                           kebersamaan serta kegotongroyongan, proses
     Meningkatkan kapasitas koperasi secara         pembinaan terhadap para pengusaha kecil/ mikro
kelembagaan maupun permodalan otomatis              sudah otomatis berlangsung. Titik tekan pembinaan
berarti memberikan ruang yang luas bagi             paling tidak terfokus kepada upaya peningkatan
berkembangnya pengusaha kecil / mikro. Sebab,       kemampuan produksi serta kapasitas usaha.
koperasi merupakan titik simpul penting bagi             Dalam situasi iklim usaha baik di tingkat
pengusaha kecil yang tergabung ke dalam             lokal,    nasional    maupun       global,    yang
badan usaha tersebut dalam melakukan                mengutamakan kompetisi, upaya pembinaan
berbagai kegiatan bisnis sehari-hari. Aktivitas     terhadap koperasi tersebut jelas memiliki makna


144                                        K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
besar tidak hanya bagi peningkatan kapasitas                tidak kecil bagi kekuatan perekonomian nasional.
pengusaha kecil/ mikro yang tergabung dalam                 Buktinya, pada masa krisis ekonomi Indonesia
berbagai jenis usaha koperasi, tetapi juga                  pada 2007 yang masih terasa dampaknya
meringankan tugas negara mengingat mereka                   hingga pada saat ini, mereka–bersama usaha
adalah bagian terbesar dari bangsa ini.                     menengah— pada umumnya masih eksis,
     Dari sisi ini, ketika membina koperasi berarti         bahkan kekuatan yang memberikan kontribusi
negara telah memberikan jaminan bagi                        kepada angka pertumbuhan ekonomi nasional
pewujudan keadilan sosial. Amanah konstitusi                tidak anjlok atau bertahan di angka 4%. Artinya,
tersebut merupakan hal prinsip karena Indone-               koperasi sebagai wadah pembinaan usaha bagi
sia penganut paradigma negara kesejahteraan                 masyarakat senantiasa relevan.
(welfare state). Dalam perspektif demikian, Pro-                 Keberhasilan yang ditunjukan ratusan
gram Pengembangan Pengusaha Mikro dan                       koperasi simpan pinjam koperasi penerima Pro-
Kecil Melalui Perkuatan Modal Koperasi Simpan               gram Pengembangan Pengusaha Mikro dan
Pinjam (KSP) yang membiayai kegiatan ekonomi                Kecil melalui Perkuatan Modal Bagi Koperasi
di sektor Agribisnis maupun sektoral lainnya,               Simpan Pinjam (KSP) di bidang Agribisnis/
yang dilaksanakan sejak tahun 2003, merupakan               Sektoral, dan tentu saja juga kesuksesan
langkah nyata yang diperlukan bagi usaha                    pengusaha kecil di dalam memanfaatkan kredit,
perkuatan ekonomi kerakyatan yang dimaksud.                 adalah penjelasan terang benderang bahwa
     Perhatian pemerintah kepada usaha kecil                pembangunan ekonomi kerakyatan di negeri ini
dan mikro tak boleh berhenti karena peranannya              memiliki prospek yang cerah di masa mendatang.


K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                     145
             Epilog




Epilog


 For The Sake of Constitutional
 Mandate


 T
          he effort of cooperation development      small entrepreneurs as members of such busi-
          has two important meanings simulta        ness entities in running daily business. Such im-
          neously: First, to strengthen populist    portant activities are long term capital supply for
 economic pillars, in which the largest citizens    small/micro business. Cooperation is able to pro-
 are being involved and which constitute the        vide the needed capital with more lenient require-
 important part of the national economic and        ments compared to banking institutions.
 Second, to fulfill The 1945 Constitution man-            Through interactive and intensive commu-
 date.                                              nications, more over if they are supported by fa-
      Increasing the cooperation capacity both      mily, togetherness and mutual cooperation, the
 in institutional and capitalization manners au-    process of development of small/micro entrepre-
 tomatically means providing wide space for         neurs has automatically taken place. Develop-
 the development of small/micro business. Co-       ment emphasizing point at least is focused on
 operation is the point of important knot for       the effort of production as well as business ca-



146                                        K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a
pacity increase.                                            cro business cannot be ceased since its role
      In the favorable business climate either in           is not insignificant for the national economic
local, national or global levels, which emphasize           power. As evidence, in the Indonesian eco-
in competition, development effort on such co-              nomic crisis period of 2007 which effect is still
operation clearly has large meaning not only for            felt until today, they-together with middle scale
the increase of small/micro entrepreneurs who               business-generally still existed, even the power
are members of various types of cooperation,                that provides contribution to the number of
but also to lighten the state duties in reminding           national economic growth did not plumet or
them as the largest part of this nation.                    otherwise it remained stable at the level of 4%.
      From this perspective, by developing coop-            It meas, cooperation as the accomodation for
eration a country has provided security for the             business develpoment for the community has
creation of social welfare. Such constitutional             always been relevant.
mandate is a principal matter since Indonesia                     The sucess shown by hundreds of save
adopts the welfare state paradigm. Within this              loan cooprations or cooprations the receivers
perspective, Micro and Small Entrepreneurs                  of Micro and Small Entrepreneurs Develop-
Development Program through the Strengthen-                 ment Program through the Strengthening of
ing of Safe and Loan Cooperation Capital (KSP)              Safe and Loan Cooperation Capital (KSP) in
which funds the economic activities in Agricul-             Agricultural/ Sectoral fields, and of course the
tural or any other sectors, which has been imple-           success of small entrepreneurs in benefiting
mented since 2003, is the real step required for            from credits, are crystal clear descriptions that
the concerned populist economic.                            this country’s populist economic development
      The government attention to small and mi-             has bright prospect in the future.



K o p e r a s i   P e d u l i ,   R a k y a t   S e j a h t e r a                                        147

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:225
posted:8/16/2012
language:
pages:156