Docstoc

SEJARAH CANDI KIDAL

Document Sample
SEJARAH CANDI KIDAL Powered By Docstoc
					CANDI KIDAL

1. SEJARAH

                                                     Candi kidal yang berada di
                                            lempengan timur Gunung Buring ini
                                            menurut kitab Negarakertagama dan
                                            Pararaton       merupakan      tempat
                                            pendarmaan Raja Anusapati yang
                                            diduga selesai dibangun pada tahun
                                            1260 bersamaan dengan upacara
                                            arwah    yang     terakhir.   Didalam
                                            Negara Kertagama nama Anusapati
                                            adalah Anusanatha. Ia memerintah
                                            di Kerajaan Singosari sejak tahun
                                            1227-1248.          Pada        masa
                                            pemerintahannya Kerajaan dalam
                                            keadaan aman sentausa dan ia
                                            meninggal pada tahun 1248 dan di
                                            Dharmakan di Kidal. Dalam sejarah
Anusapati yang lebih lengkap diceritakan dalam Kitab Pararaton, Anusapati
merupakan putra dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung, dan merupakan anak tiri
dari Ken Arok karena Ken Dedes dinikahi Ken Arok Ketika Anusapati masih
dalam kandungan.

        Tempat pendharmaan Anusapati ini dinamakan candi Kidal karena
tempat ini bernama Kidal yang sekarang bernama Desa Kidal Rejo Kecamatan
Tumpang Kabupaten Malang. Dalam berbagai pandangan, arti Kidal mempunyai
banyak versi ada yang berpendapat bahwa Kidal berarti Kiri dan selatan, ada yang
mengartikan kiri saja, ada pula yang mengartikan selatan saja. Sementara dalam
kamus kecil bahasa Jawa, Kidal berarti kede ( kiri ), yang akhirnya dimasukkan
dalam kamus Bahasa Indonesia yang berarti Kiri.
2. ANALISIS BANGUNAN CANDI
    1. BAGIAN KAKI CANDI KIDAL
    -   Bangian kaki ( Upapitha ) disebut Bhurloka.
        Nilai Fungsional:
        Kaki candi dihias dengan ornamen. Pada pipi tangga berbentuk
                                            lengkungan     dengan   berujung
                                            kepala       naga   atau    ular
                                            bermahkota. Simbol ini sebagai
                                            pintu masuk.




        Nilai-nilai:
        ular disebut sebagai kekuatan hidup dan pelindung utama dari segala
        kekayaan yang terkandung didalam tanah maupun air.
        Pemaknaan:
        Dalam mitologi Hindu dihubungkan dengan alam bawah yaitu tanah,
        air atau wanita yang di dalam mitos kesuburan.
    -   Ornamen Jambangan Teratai,
        Fungsional:
        Sebagai         Hiasan     yang
        menghadap langsung ke depan.
        Pemaknaan:
        Lambang kesuburan atau daya
        hidup. Hiasan jambangan ini dimaknai sebagai kehidupan baru setelah
        bangkit dari kematian.
    -   Motif hiasan medalion yang didalamnya dihias dengan sulur teratai
        dan binatang.
        Pemaknaan:
        Motif ini mempertegas bahwa candi adalah suatu gambaran dari
        gunung suci.
-   Motif Singa Setamba
    Pemaknaan:
    melambangkan sebagai sang penjaga yang
    buas dan kuat.
-   Hiasan Garudea
    Fungsional:
    Merupakan suatu adegan kunci dari suatu
    cerita Mahabarata pada Parwa pertama atau
    Adi Parwa yang menceritaan sang Garuda.


    Nilai Simbolis:
    Simbol-simbol yang terdapat di bagian kaki candi menggambarkan
    Nlepasnya jiwa Raja Anusapati dari ikatan-ikatan duniawi




2. BAGIAN BADAN CANDI
-   Direlung      sebelah      kiri   pintu,
    dahulunya berisi arca Mahakala
    yang dimana digambarkan sebagai
    dewa siwa yang memiliki sifat
    perusak. Oleh karena itu bentuk
    Mahakala berbentuk raksasa dengan
    membawa senjata Gada (pedang)
    serta menggendong ular.
-   Nadicvara,        adalah          bentuk
    Antropomorpik dari lembu “nandi”
    kendaraan Siwa. Bentuknya seperti
    manusia yang membawa Tri Sula (
    senjata Siwa ) yang menandakan bahwa ia masih dekat dengan Siwa.
-   Kemudian diambang pintu terdapat ukiran dengan
    hiasan daun daunan,




                                                     -       Terdapat        hiasan
                                            Kepala       Kala       yang     disebut
                                            Kirtimuka,      yaitu     muka     yang
                                            ditugaskan untuk menjaga tempat
                                            sucinya.
-   Dinding sisi Utara terdapat sebuah relung yang
    dahulunya            berisi      arca            Gama
    Durgamahisasuramardini, yaitu Dewi Parwati
    sebagai Durga sedang membinasakan seorang
    raksasa yang menjelma sebagai kerbau. Arcanya
    berbentuk figur seorang Dewi yang berdiri diatas
    punggung kerbau.
-   Pada dinding sisi Utara terdapat Kala Parijata. Hiasan ini menurut
    Bernet Kempers sebagai suatu gambaran dari pohon hayat (dalam
    kesenian Jawa Tengah dikenal sebagai pohon hayat Kalpataru,
    sedangkan di Jawa Timur dikenal
    sebagai Parijata).
-   Pada dinding sisi timur terdapat relung
    yang kosong yang dulunya berisi arca
    Ganesya yang merupakan pemimpin
    kaum pemuda hewan gajah, maka dari
    itu    hewan         gajah    ditingkatkan
    kedudukannya sebagai dewa yang juga
    masuk dalam kelompok keluarga siwa.
-   Pada dinding selatan juga ada relung kosong yang
    dulunya arca Siwa Guru.
-   Pada sisi dalam ruang candi kidal yang kosong
    yang hanya berisi bekas pembakaran dupa
    pemujaan seharusnya berisi arca siwa yang
    merupakan perwujudan dari raja Anusapati.


3. BAGIAN PUNCAK CANDI
-   Hiasan yang terdapat di puncak
    candi adalah motif tumpal, yaituu
    hiasan gunung terbalik yang diisi
    dengan sulur-sulur, motif simbar,
    motif pelipit, dan motif geometris
    lainnya.
-   Desain dari puncak candi merupakan tingkatan-tingkatan yang berbeda
    yaitu semakin keatas semakin kecil


    Nilai Religius dari Candi Kidal:
-   Masyarakat sekitar candi selalu memberikan sesajen dan diletakkan di
    bagian makam ( badan candi) sebagai sebuah kepercayaan masyarakat
    sekitar dan merupakan suatu tradisi yang dilakukan secara turun
    temurun.
-   Agama yang mendominasi didalam candi ini sendiri yaitu agama
    Hindu.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:127
posted:8/16/2012
language:Malay
pages:5