Renungan Buka Sabat & Aneka Berita - Get Now DOC

Document Sample
Renungan Buka Sabat & Aneka Berita - Get Now DOC Powered By Docstoc
					Tahun Ke-XI       26 Desember 2008




              Disebarkan Secara Gratis
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                       26 Desember 2008




                                                                            Cover Page

                                                                            Tim KADNet 2007 - 2008

     TEAM KADNet International 2008 - 2009:                                 Editorial
     Los Angeles, CA: Eric Sumanti; Highland, CA: Roger
     Tauran; Torrance, CA: Jerry Kiroyan; Seattle, WA: Glen Walean,
     Eddie E. Saerang, Hendrik Padmasana, Jobby Nelwan; Toledo,
                                                                            Renungan Utama
     Ohio: Lina Cantwell; Thousand Oaks, CA: Lim T. Swee; Laguna,
     CA:      Kenneth      Mambo,     Ferdie    Santosa,    Megawaty        Rumah Tangga Advent
     Waworuntu; Redlands, CA: Boldwin Sampouw; New Jersey, NJ:
     Frederik Wantah; San Bernardino, CA: Blihert Sihotang; Denver,
     CO: Nielson Assa, Eli Waworundeng; SSD & Manila,                       Biblical Research Institute
     Philippines: Moldy R. Mambu, Yane Sinaga; AIIAS, AUP &
     Manila: Max Langi, Richard Sabuin, Jerry Karundeng, Bruce Mauri,
     Robert Walean Jr. Sydney, Australia: Irma Hill; Jerman: Franklin       Suplement
     M. Tambunan; Bangkok, Thailand: Sam Carolus; Singapore:
     Jonathan Wagiran; Jakarta: Wiesye Schirm, Peggy Iskandar-
     Wowor, Richard Legoh, Wilhon Silitonga, Bonar Panjaitan, Samuel        Wawasan dan Perspektif
     Pandiangan, Ivan Kembuan, Erick Tumetel, Willy Wuisan, Early
     Hutapea, Joy Sitompul, Herschel Najoan, Dewi Muskita, Christo
     Tambingon, Ramlan Sormin, Jannus Hutapea, Amir Manurung,               Puisi
     Handry Sigar, Sondang Panjaitan-Sirait, Edison Mawikere, Wisyanti
     Siahaan, Lorraine Lesiasel, Stance Triwandono-Mambu, Davy
     Politon, Arieta Pulumahuny, Ketty Sunarto, Gunawan Tjokro, Muriel      Humor Minggu Ini
     Siagian, Ronie Panambunan, Michael Mangowal, Leonora
     Manullang, May Linda Manurung, Joice Manurung, Sonny
     Situmorang, Samuel Simorangkir; Harry Legoh, Philips Marbun,           Berita Advent Sedunia
     Marvin R. Sigar, Joe Laluyan, Alvin Lumbanraja, Janette Najoan,
     Melati Silalahi, Lianto Napitupulu, Fransisca Manurung, Franklin
     Hutabarat, Frankie Tambingon, Karen Wemay, Yoshen Danun,
                                                                            ANN
     Lorraine Poneke, Eldrin Kumendong; Denpasar, Bali: Bobby
     Lalamentik; Riau: Melvin Simatupang, Christian Sihotang, Royke
     Sundalangi; Kepulauan Riau: Donly Sinaga; Manado: Yotham
                                                                            Pengumuman
     Bindosano, Lucky Mangkey, Tommy Pantouw, Caddy Malonda,
     Royke Yonathan, Jenry Rawung; RSA Menado: Janette Sepang;              Dari Kami
     Kotamobagu: Irma Pakasi; Bolaang Mongondow: Swingly D.
     Suak; UNKLAB: Douglas Sepang, Dave Sampouw, Green
     Mandias, Cherry Lumingkewas; Sangihe Talaud: Brussi Soriton;           Berita Keluarga
     Minahasa: Jimi Pinangkaan; Makassar: Edwin C Tumangkeng,
     Stephen Salainti; Manokwari: Harry Salainti, Hendy Sahetapy;
     Palembang: Lin Saputra, Dickson Simanungkalit; RSA Medan:              Editorial Notes
     Reuben Supit; Surabaya: Kristiyono Sarjono, Jerry Wauran, Debby
     Muntu, Hendra Kurniawan; Malang: Henky Wijaya; UNAI,
     Bandung: Iim Heriyana, Albinur Limbong; Balikpapan: Adiat
     Sarman, Yance Pua; RSA Bandung: Bruce Sumendap, Reynold
     Malingkas, Supriyono Sarjono, Bradly Sampouw; Bandung:
     Athinson Naibaho; Kediri: Dale Sompotan; Pematang Siantar:
     Rudolf W. Sagala, David Panjaitan; Nias: Linda Sumarauw;
     Timika: Frangky Watulingas, Harold Oijaitou, Herold Somba;
     Kuala Kencana: Samuel Rorimpandey, Stanly Keles; Cimahi:
     Denny Kalangi, Robert Peyoh, Albert Marbun; IPH, Bandung: Roy
     Hutasoit; Batam: Jones Napitupulu, Hadi Waluyo; Sorong: Richard
     Tamba; Solo: Ari Palgunadi; Salatiga: Wiendy Kusuma;
     Tomohon:         Larry    Wenur,      Janice    Losung;     SLA
     Kawangkoan: Daniel Lasut; Andrews University: Hudyard
     Muskita; Silver Spring, MD: Ellen Missah; Azusa, CA: Harlond
     Naibaho; Riverside, CA: Edmund Situmorang, Dolly A. Rumagit;
     Sacramento, CA: Richard H. Hutasoit; Loma Linda, CA: Jackie
     Sihotang, Deborah Panggabean-Pardede, Shally Lendeng-Halim,
     Charles Pakpahan, Martein Moningka, Widdy Widitora, Denny
     Sondakh, Hamonangan Tambunan, James Waworoendeng.




Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                     -2-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                            26 Desember 2008




                                                REMEMBERING CHRISTMAS

D       unia Kristen di seluruh dunia merayakan natal. Kartu
        “Merry Christmas and Happy New Year,” beredar di
        seluruh dunia. Namun umat Advent memiliki dilemna,
merayakan natal atau tidak? Sebagian mengatakan bahwa
                                                                      Dalam banyak agama, orang mempunyai pandangan bahwa Tuhan
                                                                      itu kejam, dan harus ditakuti. Sebab itu orang Hindu selalu
                                                                      memberikan korban-korban kepada Tuhannya. Dalam agama
                                                                      kafir, beberapa mengkorbankan manusia. Untuk orang Jahudi
perayaan berasal dari kekafiran; tanggal 25 Desember adalah hari      sekalipun banyak yang menganggap bahwa Tuhan itu jauh.
ulang tahun dewa matahari, pohon natal adalah lambang                 Mereka percaya, akan ajaran “obey and live,” menurut dan hidup.
penyembahan kepada berhala, dsb, dsb… Apakah salah untuk              Sebab itu banyak yang menurut sebab takut untuk mati.
mengingat hari natal? Sebagai gantinya beragumentasi mengenai         Tetapi kelahiran Yesus di Bethlehem menunjukkan hal yang lain.
boleh tidaknya merayakan natal, dan coba menggunakan segala           Dia menaruh perhatian kepada manusia. Ia menjadi manusia, Ia
macam “rational” untuk membela pandangan masing-masing,               mencintai kita., bahkan Dia siap mati untuk kita. Anda ingat
saya mengajak Anda untuk mempertimbangkan hal-hal di bawah            Yohanes 3:;16....”Karena demikianlah Allah mencintai
ini:                                                                  manusia.....”Ia   mencintai,    siap   berkorban,     tinggalkan
                                                                      kekuasaannya di surga, untuk menjadi seperti manusia... Ia adalah
Kata natal berasal dari bhs Portugis yang artinya maulid,             Allah yang patut dihampiri. Anda bisa datang kepadanya,kapan
kelahiran, seperti dalam istilah Dies Natalis (Hari Kelahiran), yg    saja dan dimana saja.
kita warisi dari misionari Portugis yg dtg ke Indonesia pada akhir
abad XV. Nah kapan kelahiran Yesus? Kita tidak tahu, yang jelas,      Para gembala bisa datang kepadanya. Orang Marjus bisa datang
bukan bulan Desember. Tapi kita tahu Dia sudah lahir. Sebab itu       kepadanya. Jesus dapat didatangi oleh siapapun He is approchable
Dia bisa lahir dihati kita setiap hari.                               to everyone! Sering sekali saya dalam perjalan berjumpa dengan
                                                                      teman duduk. Dan mulai memberikan kesaksian. Setelah
Nah bagaimana dengan nama Christmas? Kata ini berasal dari            mengetahui orang tersebut mengaku Protestant atau Katolik, maka
bahasa Inggris Kuno, Cristes maesse, yang berarti “Mass of            saya berkata, “Kalau begitu selalu ke gereja hari Minggu.” Tetapi
Christ” atau perbaktian untuk Kristus. Kalau begitu, Kristus yang     betapa sering saya mendapat jawaban, “Ah saya ke gereja hanya
harus menjadi pusat. Banyak sekali orang merayakan Christmas,         dua kali setahun, yaitu waktu natal dan paskah. Banyak yang coba
namun tidak memasukkan unsur Kristus di dalamnya. Jikalau kita        berbakti dua kali satu tahun. Namun kita dapat menyembah Dia
memerlukan Juruselamat tiap hari, maka kita patut berbakti            kapan saja dan dimana saja.
kepadaNya setiap hari. Setiap hari kita bisa memiliki natal. Kita
bisa bersuka cita senantiasa tiap hari. Sebab itu, setiap hari bisa
menjadi natal atau Christmas, setiap hari kita bisa bersuka oleh      Kita jangan lupa, dan harus ingin untuk belajar dari orang lain.
sebab memiliki Kristus dalam hidup kita. Ini satu hal yang kita       Bila kita ingat cerita kelahiran Kristus yang tertulis dalam Matius
tidak bisa lupa.                                                      1 dan Lukas 2, maka kita akan dapatkan beberapa orang yang
                                                                      berbeda, mempunyai sikap yang berbeda untuk peristiwa yang
Raja di atas segala raja.... bersedia merendahkan diri, bukan hanya   sama, yaitu kelahiran Yesus. Kita bisa belajar dari orang-orang
sebagai manusia, tetapi juga sebagai manusia yang hina. Ia lahir      Marjus, orang yang mencari Juru Selamat dan mengadakan
bercampur dengan binatang lain. Ia lahir ditempat yang kotor dan      perjalanan 640 km untuk menyembah Tuhan.
bau. Berbeda sekali dengan pembesar dunia ini. Waktu ratu             Apakah mungkin orang kafir lebih setia daripada orang Advent?.
Elizabeth datang ke Amerika beberapa tahun yang lalu, para            Kita dapat belajar dari Ahli Torat yang selalu belajar Alkitab,
wartawan dengan senang menyebutkan apa yang untuk persiapan           namun mereka tidak sadar bahwa waktunya sudah dekat... Apakah
datang ke Amerika. Berat koper-kopernya berjumlah 4000                mungkin kita terlalu sibuk dengan pekerjaan Tuhan sampai kita
pounds, paling sedikit ada 50 koper, termasuk dua stel pakaian        sendiri tidak siap menanti kedatangan Tuhan.
untuk setiap occasion, termasuk pakaian berduka siapa tahu ada
kematian. Satu kunjungan pendek ke satu negara bisa                   Kita harus ingat, dan jangan lupa, hari natal adalah hari memberi.
menghabiskan sedikitnya 20 juta dollar. Sebagai gantinya              Orang Marjus, begitu bertemu dengan Yesus, mereka menyembah
kedatangan Tuhan ke dunia ini justru masuk dikandang binatang         Dia, serta memberikan hadiah. Mereka memberikan hadiah, sebab
yang bau dengan tanpa pengiring. Raja diatas segala raja diletak di   Yesus sendiri adalah hadiah untuk mereka. Kita semua telah
palungan yang keras. Bila Yesus, yang jadi penguasa seluruh alam      menerima hadiah dari Kristus. Bayi Yesus adalah hadiah untuk
semesta, bersedia untuk merendahkan diri sedemikian rupa,             kita. Apakah yang kita ingin berikan kepadanya? Dalam AH 478
apakah yang kita dapat sombongkan? Apakah yang kita dapat             The Interchange of Gifts as Tokens of Affection. The holiday
banggakan? Kita harus siap untuk merendahkan diri sebagai             season is fast approaching with its interchange of gifts, and old
manusia yang tidak berarti tanpa Tuhan.                               and young are intently studying what they can bestow upon their
                                                                      friends as a token of affectionate remembrance. It is pleasant to
                                                                      receive a gift, however small, from those we love. It is an

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                -3-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                26 Desember 2008

assurance that we are not forgotten, and seems to bind us to them      takut, se bab Aku telah menebus engkau. Aku telah memanggil
a little closer. . . .                                                 engkau dengan namu, engkau ini kepunyaanKu. Apabila engkau
It is through Christ that we receive every blessing. . . . Shall not   menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, : Aku tidak
our heavenly Benefactor share in the tokens of our gratitude and       meninggalkan engkau... Ayat 4, “oleh sebab engkau berharga di
love? Come, brethren and sisters, come with your children, even        mataku, dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau... Saudara-
the babes in your arms, and bring your offerings to God according      saudara Janji Tuhan yang agung... Ia akan beserta kita. Bahkan
to your ability. Make melody to Him in your hearts, and let His        Paulus mengatakan Roma 8: 38, 39 “Tidak ada yang memisahkan
praise be upon your lips. ........Christmas–                           kita dari pada Allah” Roma 8:31, “Jikalau Allah beserta kita,
                                                                       siapakah lawan kita.
Benar, kita harus senantiasa memberi. Namun musim natal,
banyak orang yang mempunyai kepekaan yang lebih besar untuk            Saudaraku, apakah saudara mengalami masalah kesulitan
member. Bahkan banyak yang mempunyai kepekaan yang lebih               ekonomi... Dia beserta Anda...Apakah Anda mengalami masalah
besar untuk menerima kebenaran. Kita dapat menggunakan                 kesehatan... Dia beserta Anda. Apakah Anda dalam
kesempatan tersebut untuk memberikan materi bagi yang                  kedukaan...Allah beserta Anda.
membutuhkan, atau memberikan Kristus agar mereka terima
Yesus.                                                                 Satu pekabaran penting pada waktu kelahiran Yesus ialah kata-
                                                                       kata malaikat di padang kepada para gembala, “Kemuliaan bagi
Satu hal yang menarik dari pengalaman Yusuf dan Maria, kita            Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di
bisa menemukan kebahagiaan. Yusuf dan Maria berada di                  antara manusia yang berkenan kepadaNya.” (Lukas 2:14). Satu
kandang yang kotor dan bau. Mereka sangat miskin dan hina.             pekabaran damai di bumi... kita yang berdosa berdamai dengan
Namun dalam kemiskinan mereka, terdengar nyanyian,                     Allah.... Sebab melalui Yesus... kita mendapatkan pengampunan
:”Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai            dosa....Ia siap mengampuni segala dosa kita.... kita bisa memiliki
sejahtera di bumi di antara mansia yang berkenan kepadaNya.”           damai.... tetapi damai itu tidak bisa sempurna kecuali kitapun
Dalam kekurangan mereka, dalam kemiskinan mereka di kandang            berdamai satu sama lain. Kecuali ktia mengampuni satu sam
mereka, mereka tetap bahagia, sebab Yesus berada di tengah             alain... ktia tidak akan memiliki damai tersebut... Masa
mereka. Juga banyak yang ikut bergabung dalam merayakan                Christmas... masa dimana kita mencari perdamaian Yesus.
kebahagiaan mereka. Sedangkan Herodes, mempunyai istana yang
mewah, kekuasaan yang tinggi, tetapi tidak rasa puas, sampai           Damai.... bahasa Latin... pax... orang Roma mempunyai kata pax
harus membunuh lebih banyak orang. Kalau begitu, kebahagiaan           romana.... perdamaian Roma. Bagaimana damai dapat diperoleh
itu tidak tergantung kepada tempat, tidak tergantung kepada            untuk orang Roma... damai akan diperoleh bila semua musuh
kebendaan yang dimiliki, atau kekuasaan. Kebahagiaan tergantung        sudah di kalahkan... tetapi Yesus berkata... damai yang kuberikan
kepada kehadiran Yesus di tengah-tengah kita, juga orang-orang         kepada, bukan yangn diberikan dunia ini.... Damai Yesus... damai
disekitar kita. Ada orang yang katakan, kebahagiaan tergantung         dalam memiliki ketenangan pikiran...suka cita... walaupun masa
kepada tempat, dan tempat itu di California. California adalah         krisis sekalipun.... Kita akan memiliki damai dalam segala
tempat yang berkelimpahan dengan susu dan madu. Tetapi banyak          pergumulan hidup kita.... bila Tuhan beserta kita.
juga yang susah di California. Kebahagiaan tidak tergantung
kepada tempat... tidak juga tergantung kepada dollar... tergantung
kepada kehadiran Yesus dirumah tangga kita. Dan juga tergantung        Gantinya beragumentasi soal boleh tidak pelihara hari natal, atau
kepada orang-orang disekitar kita.                                     menuduh bahwa yang punya pohon terang itu sudah sesat, lebih
                                                                       baik kita ingat bahwa Yesus sudah lahir ke dunai ini; dan Dia
                                                                       patut lahir di hati kita setiap hari. Dia beserta kita. Dia beserta saat
Apa lagi yang kita perlu ingat di hari natal? “Sesungguhnya anak       kita dalam bergumulan kita. Tuhan menjadikan diriNya beserta
dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki,        kita. Dia bisa beserta kita kapan saja, dan dimana saja. Dalam
dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah              pergumulan kita mencari nafkah di mana saja, Dia bisa beserta
menyertai kita.” Matius 1:23. Kelahiran Kristus menunjukkan            kita. Dalam dukacita mengarungi kehidupan yang bergelora, dia
bahwa Allah itu dekat. Dia bukannya jauh, Dia berada diantara          bisa beserta kita. Dalam pergumulan di rumah tangga, di sekolah,
manusia. Dia hidup sebagai manusia, “Dia mengajar, Dia                 Allah akan beserta kita. Namun ada syaratnya: “bilamana kamu
memberikan kasih sayang. Bahkan Dia mati untuk kita. Tetapi            beserta dengan Dia.” Itu berarti, kita harus mengundang Dia
Imanuel, bukan hanya waktu Dia berada di dunia ini. Sebagai            dalam hidup kita. Bila kita mencari Dia, maka Dia akan siap
manusia, Ia dapat mengerti manusia, Ia dapat menangis bersama          beserta ktia senantiasa. Kiranya hidup berjalan bersama dengan
manusia, dan bersuka cita dengan manusia. Ia bersama manusia           Kristus menjadi bagian kita semua, hingga kita mempunyai natal
saat Dia lihat di Bethlehem. Tetapi Dia juga bersama kita saat kita    setiap hari, Kristus hadir di rumah kita dan di hati kita setiap hari.
menerima Dia. Yohanes 15:4, “Tinggallah di dalam aku dan Aku
di dalam kamu.” Allah bisa beserta kita bila kita datang
kepadanya... mengakui dosa kita, dan kita mempunyai hidup baru.

“Aku besertamu sampai kesudahan alam.” Matius 28:20... Allah
beserta kita bila kita bekerja bersama dia. “Jikalau dua atau tiga     Pdt. Jonathan Kuntaraf
orang berkumpul atas namaku, aku hadir.” Allah beserta kita saaat
kita berbakti kepadaNya. “Allah juga beserta kita saat kita saat
kita menghadapi masalah kehidupan. Yesaya 43:1-2, “Jangan lah

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                      -4-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                         26 Desember 2008



                                                  Renungan Utama
                             “KEMISKINAN YANG MEMBAWA KEKAYAAN”
                                              OLEH: Pdt. N. Kaumpungan, M.Min.
                                            Penulis renungan rebuska edisi terakhir ditahun 2008 ini,
                adalah Pdt. N. Kaumpungan, Min. yang sekarang ini melayani pekerjaan Tuhan sebagai Direktur Departement Pemuda
                                        GMAHK-7 Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur.

      "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga..” Matius 5:3.

        esus berkata dalam Matius 5:3         “Berbahagialah        berkata ”Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah

Y       mereka yang miskin dihadapan Allah.

membaca akan Matius 5:3, maka ada tiga pertanyaan yang
                                                      Karena
        merekalah yang empunya kerajaan surga.” Dengan,

perlu untuk dijawab, yaitu: apakah artinya miskin dihadapan
                                                                    keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai
                                                                    sedemikian ini?” Seperti Yesaya yang berkata ”Aku ini adalah
                                                                    seorang yang najis bibir.” Seperti Yesus yang berkata ”Aku
                                                                    tidak berbuat dari diriku sendiri.” Inilah arti miskin dihadapan
Allah, bagaimana menjadi miskin dihadapan Allah, dan apakah         Allah. Seorang yang merasa tidak layak dihadapan Allah dan
buktinya seseorang telah menjadi miskin dihadapan Allah?            sangat membutuhkan pengampunan.

Apakah artinya menjadi miskin dihadapan Allah? Pandangan            Bagaimana menjadi miskin dihadapan Allah? Agar kita ini
sepintas ayat ini mengundang prasangka bagi orang-orang             dapat menyadari akan keberadaan diri kita yang miskin
kaya. Apalagi jika dibandingkan dengan Lukas 6:20 ”lalu             dihadapan Allah ini, kita harus mengenal akan Yesus itu
Yesus     memandang        murid-muridNya     dan    berkata:       sendiri. Ibrani 12:2 mengatakan bahwa kita harus memandang
Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang            pada Yesus. Seseorang tidak akan menyadari akan ketidak
empunya kerajaan Allah.” Tentu saja ini bukan berarti Lukas         layakan dirinya, bila ia tidak melihat pada Yesus.
mengesampingkan        orang    kaya   untuk     mendapatkan
kebahagiaan memiliki surga. Dalam buku Kerinduan Segala             Dan kita harus datang pada Yesus, tidak perduli bagaimana
Zaman Jld 1, hlm. 280 diterangkan bahwa kata ”miskin” yang          keberadaan kita sekarang. Matius 11:28-30 mengatakan
disebut Lukas, bukanlah miskin dalam arti harta duniawi tetapi      bahwa orang yang datang pada Yesus akan dibenarkan dan
dalam arti rohani. Tentu saja, pengertian miskin dihadapan          dihiburkan. Jangan kita menunggu sampai anda sudah merasa
Allah tidaklah berarti berjiwa miskin, bukanlah tidaklah            benar baru datang pada Tuhan, karena kita tidak mungkin
memiliki percaya diri.                                              benar dengan usaha kita sendiri. Tetapi justru Dialah yang
                                                                    akan membenarkan kita.
Dalam bahasa Grika ada dua kata yang sama-sama
diterjemahkan dengan kata ”miskin’ dalam bahasa Indonesia.          Apa buktinya seorang telah menjadi miskin dihadapan Allah?
Yang pertama adalah kata ”Peres” (autodiakonos) seorang             Dalam Matius 5:3 dikatakan bahwa orang yang miskin
yang harus bekerja sendiri untuk mencukupi kebutuhannya.            dihadapan Allah itu adalah berbahagian! Dan kebahagian itu
Tetapi bukan kata peres ini yan digunakan dalam Matius 5:3          dinikmati sekarang, karena mereka tidak lagi memusatkan
ini.    Kata kedua yang juga diterjemahkan menjadi                  perhatian mereka pada diri mereka sendiri tetapi justru
kata ”miskin” dalam bahasa Indonesia adalah ”Ptochos” yang          memusatkan mata iman mereka kepada Yesus. Orang yang
pengertiannya adalah orang yang sangat miskin sekali, tidak         memusatkan perhatian mereka pada Yesus akan bebahagian
mempunyai apa-apa sama seperti peminta-minta. Ptochos               karena mereka tidak akan bergantung pada hal-hal yang
adalah orang yang tidak sanggup mencari nafkah. Seorang             bersifat materi, tetapi pada Allah. Orang menyadari bahwa
yang jika bukan karena penghasilan orang lain, maka dia pasti       dirinya miskin dihadapan Allah, akan menyadari bahwa tanpa
mati kelaparan.                                                     Allah adalah sia-sia tetapi dengan Allah segala sesuatu akan
                                                                    bermakna.
Orang yang miskin seperti inilah yang dimaksud
dengan ’miskin dihadapan Allah.” Dan dalam buku Kerinduan           Saudaraku, bila anda belum merasa berbahagia sekarang ini,
Segala Zaman, Jld. I, 280 Ny. Ellen G. White                        bisa dipastikan karena anda belum merasa miskin dihadapan
menuliskan, ”Orang yang miskin dihadapan Allah adalah               Allah. Berbahagialah anda yang menyadari akan ketidak
orang yang merasa perlu akan keselamatannya, yang tidak             berdayaan diri anda sendiri sehingga menaruh harap pada
menyombongkan        dirinnya,  tidak   mengaku      dirinya        Allah saja. ***
kaya,...mereka adalah orang yang rendah hati dan menyesal.”
Pengertian ”miskin dihadapan Allah” yang diberikan oleh Ny.
Ellen G. White ini mengingatkan kita pada sikap beberapa
orang dalam Alkitab, sepeti Gideon yang berkata, ”hambamu
ini berasal dari suku Benyamin dan keluarga kecil.” Seperti
Musa yang berkata ”Siapakah aku Tuhan, sehingga aku harus
menuntun umat Israel keluar Mesir?” Seperti Daud yang

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                              -5-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                 26 Desember 2008

                                                                         secara fisik dan tidak mampu mengatasinya, Mereka juga takut
                                                                         menjadi Patah secara emosional karena penyakit dan berbagai
                                                                         keterbatasan yang dialaminya, Takut akan masa depan dirinya dan
                                                                         keluarganya, juga takut bila satu saat harus tunduk kepada sesuatu
                                                                         yang asing atau (tergantung kepada alat-alat di RS) Dan bagi mereka
                                                                         yang selama ini tidak setia kepada Tuhan mereka takut akan
                                                                         hukuman yang akan diterimanya.
  THEMA: SPIRITUAL CARE FOR THE DYING
                                                                         Mengapa Perlu Pertolongan.

     BISIKAN YANG TEPAT                                                  Anggota keluarga yang sakit (Pasien) yang dalam keadaan sakit

  DITELINGANYA ORANG YANG
                                                                         terminal (berujung kepada kematian), bukan hanya menderita
                                                                         ketakutan dan menderita berbagai kehilangan serta Rasa kesepian
DALAM KEADAAN SAKIT TERMINAL                                             yang mencekam tetapi dalam melaui masa-masa krisis dalam
                                                                         hidupnya mereka juga merasakan ketidak stabilan. Ketidak stabilan
Oleh: Supriyono Sarjono. TK RSA Bandung                                  ini disebabkan oleh krisis kehidupan yang hebat yang dialaminya,
                                              ..                         selanjutnya hal itu membawa kebingungan dan pergumulan batin
                         TIGA KEBOHONGAN.                                yang amat dalam dan hal ini akan membuat terganggu keseimbangan
                         Ada tiga kebohongan yang selalu hadir           batinnya. Kebanyakan pasien akan mengalami ketidak stabilan dalam
                         dalam kehidupan didunia ini.                    bentuk kejiwaan dan ketidak stabilan rohani dalam proses dying,
                         Kebohongan Yang Pertama adalah yang             seperti: Menolak kenyataan tentang fakta ia akan meninggal,
                         dilakukan oleh Para pedagang di toko, atau      Marah/protes, atau berontak karena rasa sakita dan ketidak
                         di pasar-pasar, mereka berkata “Oe udah         berdayaan yang dialami. Selanjutnya sebagian mereka mulai
                         lugi lho, Oe udah lugi lho, tolong naikin       Mengeritik situasi disekelilingnya juga mengeritik reaksi orang-orang
                         dikit”. Pedagang yang berkata seperti itu       disekitarnya apakah anggota keluarga yang selama ini dikasihinya,
                         kepada para pembeli sebenarnya sudah            sikap anggota gereja dan tua-tua jemaat dimana ia berbakti selama ini,
                         untung, kalau rugi pasti tokonya sudah tutup    juga bisa saja mengeritik pelayanan staff tenaga kesehatan yang
                         karena bangkrut.                                melayani dia. Selanjutnya perasaan-perasaan yang campur baur
                                                                         berkecamuk yang mereka rasakan diantaranya adalah               Sedih,
Kebohongan Yang ke dua. Seorang Gadis yang berusia 40 th ke              Depresi, Rasa bersalah, Putus asa, Rasa Gagal, Takut, Kecewa, Tidak
atas yang sering berkata, saya tidak mau menikah, saya mau hidup         Percaya, Kepahitan dan juga Ragu Ragu. Mereka bisa saja ragu-ragu
sendiri saja. Ternyata gadis –gadis ini didalam lubuk hatinya, ingin     akan hal-hal yang selama ini ia percayai bahkan ia Imani . Apakah
sakali menikah. Bila saja ada mak Jomblang yang bisa mencarikan          pengobatan secara medis selama ini yang dulu ia yakini kini mulai
pria seiman yang cocok dengannya ia siap menikah.                        dia ragukan, dan sebagian dari mereka tidak terkecuali apakah
                                                                         anggota gereja yang saat sehat begitu setia kepada Tuhan, atau tua-tua
Kebohongan Yang ke tiga. Orang-orang tua Lanjut usia, sering             jemaat bahkan pensiunan pengerja Tuhan, dalam masa krisis seperti
sekali mereka berkata, saya ingin cepat mati saja, rasanya saya sudah    ini bisa saja tergoda beralih kepada pengobatan dukun dll. Rasa
capek, sudah cukup hidup didunia ini. Ternyata Mereka ini adalah         Ragu-Ragu juga pernah dialami oleh Yohanes Pembabtis saat dia
orang-orang yang paling takut Mati. sebelum tidur takut jangan           dalam penjara dan keraguan itu bisa di hilangkan atas bantuan Murid-
jangan besok tidak bisa bangun lagi (dikutip dengan bebas dari           muridnya yang datang kepada Yesus. Mateus 11: 2-3. (2) Di dalam
ilustrasi Pdt DR J Kuntaraf)                                             penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, (3) lalu
                                                                         menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang
Kenapa Takut mati.                                                       akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?
Kenapa sebagian Orang-orang lanjut usia Takut Mati. Sesungguhnya         Kemudian yesus berkata kepa murid-murid Yoihanes dalam Mateus
bukan mati atau kematian itu sendiri yang mereka takutkan, tetapi        11: 6 “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan
mereka lebih merasakan takut akan “proses kematian” itu. Sebagian        menolak Aku”.
dari mereka sebelum tidur merasa takut jangan-jangan malam mini ia       Dari Fakta-fakta tentang berbagai hal yang orang yang sakit
akan mati dan tidak ada orang yang tahu, Bahkan menjadi terhina          terminal rasakan dan Alami juga bagaimana Pemangalaman Yohanes
dikarenakan jangan-jangan malah setelah beberapa hari mati baru          Pembabtis dikuatkan. Memberitahukan kepada kita bahwa Kita
diketahui orang lain. Hal-hal seperti ini yang dirasakan terutama oleh   dipanggil untuk menjadi saluran berkat kepada keluarga, orang tua,
orang tua yang hidup terpisah jauh dari anak-anak dan cucu. Mereka       saudara, saudara seiman dan bahkan sesame kita yang kini sedang
lebih jauh merasakan ketakutan jangan-jangan proses kematian akan        dalam situasi sakit terminal ( berujung kepada kematian)
didahului dengan penyakit terminal dan memakan waktu lama.
Dalam Artikel RT Rebuska 12 Desember 2008 yang lalu telah                Bagaimana menolong mereka.
disebutkan mengenai ketakutan-ketakutan yang umum menghinggapi               A. Kasih Agape. Dalam mendampingi keluaga yang akan
pasien yang akan meninggal, ternyata mencakup banyak hal dan hal-               meninggal tunjukanlah kasih yang tidak pura-pura, Kasih
hal yang mereka takutkan itu antara lain adalah Takut akan:                     yang Tulus seperti yang Yesus beriakan, Kasih tidak selalu
Ketergantungan pada orang lain secara progresif tidak berdaya                   hidup. Sama seperti tumbuhan, kasih pun perlu siraman dan
sehingga dia secara perlahan yang dahulu kuat, gagah berwibawa                  pupuk secara teratur sebab tanpa itu, pada akhirnya kasih
namun      kini menjadi beban bagi orang lain. Juga perasaan                    menjadi monumen peringatan belaka. Kita beranggapan
ditinggalkan sendiri oleh anak-anak dan cucu karena kita hanya bisa             sudah seharusnya ia mengerti bahwa kita sibuk dan tidak
berbaring ditempat tidur hal seperti ini sesungguhnya bagaikan sudah            bisa lagi memberi perhatian itu kepadanya. Kita berkata
terbuang dari keluarga dan pada akhirnya ia harus terpisah dari                 bahwa yang terpenting adalah ia tahu kita tetap
orang-orang yang sangat dikasihi. Mereka juga Takut menderita dan               mengasihinya. Masalahnya adalah kita harus menunjukkan
kesakitan yang hebat dan tanpa henti, terhina, Kehilangan kontrol               kasih dalam bentuk waktu dan perhatian sebab tanpa itu,

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                      -6-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                             26 Desember 2008

        kasih tak dapat dirasakan secara konkret. Dan orang yang                Dalam hal ini pasien perlu didorong untuk memberitahukan
        menglami sakit terminal memerlukan sekali kasih yang                    Tabungan yang tersimpan, harta-harta dan surat-surat
        semacam ini dari keluarganya dan orang-orang yang                       berharga dengan jelas, bahkan hutang-yang belum terbayar,
        dikasihinya.                                                            dan sesungguhnya surat waseat adalah sangat penting untuk
                                                                                dibuat sebelum seseorang meninggal agar sepeninggal kita,
   B.   Mendengar dengan Penuh perhatian. Dalam Ayub 21:2                       anak cucu tidak kebingungan dan saling berkelai satu
        dan 3 a          Ayub berkata "Dengarkanlah baik-baik                   dengan yang lain. Dan satu hal yang kita sering lakukan
        perkataanku dan biarlah itu menjadi penghiburanmu. (3a)                 untuk mengucapkan selamat tinggal dengan baik adalah
        Bersabarlah dengan aku, aku akan berbicara”. Inilah yang                Doa Permiyakan, dimana disana ada sakramen saling
        ayub katakana kepada sahabatnya yang mengunjunginya                     memaafkan dan saling berdamai.
        saat ia sakit. Prinsip seperti ini yang perlu kita praktekan       (4) Bisikan ditelinga Pasien Doa-doa kepada Tuhan Yesus.
        saat kita melawat dan mendampingi kluarga kita, bila               Kita perlu mengingat bahwa bagi sebagian besar orang, salah
        mereka masih bisa ber bicara birikan waktu yang cukup              satu indera kita yang masih bisa berfungsi hingga detik-detik
        agar dia berbicara dan belajarlah mendengar dengan penuh           akhir kehidupan kita adalah indera pendengaran. Untuk itulah
        perhatian. Memang sebagian kita sering diajar untuk                Saudara kita kaum muslimin selalu membisikan “ Kata-kata
        berbicara dengan cara yang terbaik tetapi kita jarang diajar       Allahu Akbar” kepada mereka yang akan meninggal.
        bagaimana bisa mendengarkan sesama kita dengan penuh               Bagaimana dengan kita Umat Tuhan? Kita harus selalu ingat
        perhatian. Karena Dengan kita mau mendengarkan isi hati            bahwa orang yang akan meninggal mengalami           ketakutan,
        mereka, sebagian beban dan ketakutan yang mereka alami             pergumulan, kesepian, ketidak stabilan , keragu-raguan yang
        telah terangkat.                                                   mempengaruhi seluruh sendi kehidupannya, dan mereka
                                                                           memerlukan pertolongan dan dukungan kita untuk tetap
   C.   Kontak mata. Seringkali the dying tidak lagi bisa                  mengarahkan iman kepada Tuhan Yesus. Karena keselamatan
        berbicara dengan jelas, komunikasi begitu sulit. Namun             hanya melalui Dia.
        cobalah berbicara kepadanya dan pandanglah matanya
        dengan sejuk. Dengan kontak mata seringkali kita bisa          Untuk itu Bisikan ditelinga saudara kita, didetik-detik akhir
        mengetahui emosi, perasaan, keinginannya yang tidak            kehidupanya agar ia turut berdoa sekalipun tidak terucap, dan agar
        terucap. Kontak mata sesungguhnya mengkomunikasikan            imannya hanya tertuju kepada Tuhan Yesus. Doa doa seperti “ Tuhan
        aku memperdulikanmu, aku menyayangimu, aku                     Yesus Terimakasih untuk keselamatan Yang engkau berikan kepada
        mendukungmu, aku bersamamu dll                                 bapak/ ibu/sdr….., Terimakasih untuk hidup kekal yang engkau
                                                                       berikan. Tuhan Terimakasih untuk Pengampunan yang engkau
   D.   Kata-kata Bijak Sana. Dalam Amsal 25: 11 “Perkataan            berikan. Tuntunlah ia agar ia tetap beriman kepadamu. Amin.
        yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah
        apel emas di pinggan perak”.                                   E. Sentuhan Yang Menghibur.
        Dalam mengunjungi dan mendampingi              the dying        Dalam berdoa, mendampingi dan memberi dukungan kepada yang
        berbicaralah dengan bijak sana. Yang dimaksud adalah           sakit terminal, sentuhan yang tepat, sangat diperlukan bagi pasien,
        (1.) Menyatakan “ Kabar baik” Berita keselamatan yang          sentuhan akan mengkomunikasikan aku bersamamu, aku perduli
        meneguhkan imannya, yang membangun iman, yang                  terhadapmu, dll. Seperti Tuhan Yesus dalam Markus 1:31 “ Ia pergi
        seharusnya kita bawakan kepadanya dan jangan membawa           ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia
        kabar yang sebaliknya.                                         membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan
   (2) Kata bijaksana berarti juga Memberikan Pengharapan              itu melayani mereka”
   yang sesungguhnya. Ingatlah semua kebutuhan dan hal-hal
   yang dirasakan oleh mereka. Mereka sedang dalam keadaan             SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SELAMAT HARI
   dukacita yang begitu dalam dan perasaan kehilangan akibat sakit     SABAT DAN SELAMAT NATAL SERTA TAHUN BARU 2009
   dan keterbatasan yang dialami. Saat anda mendampinginya,
   sesungguhnya mereka juga sedang merasakan perasaan kesepian
   yang mendalam. Mereka juga merasakan ketidaknyamanan dan
   ketakutan yang hebat, serta adanya stress dan ketidak stabilan.
   Dan mereka memerlukan           kata-kata yang    memberikan        Bila anda ingin Menyumbangkan artikel sesuai thema-thema
   pengharapan yang membawa hidup kekal.                               dibawah ini hubungi (ssarjono63@yahoo.com)
   (3) Kata Bijaksana juga berarti         yang bisa menjawab
   kebutuhan Rohani.
        (a.)Kemenangan atas kematian.          Kita ingat bahwa
        sebagian dari the dying merasakan keragu-raguan dalam          Kolom ini di koordinir oleh Supriyono Sarjono
        banyak hal yang kadang-kadang termasuk keselamatan dan         Thema Pembahasan: NOVEMBER “ Usia Lanjut (Aging)”.
        hidup kekal yang dijanjikan Tuhan Yesus . Disinilah kita
                                                                       DESEMBER “The Dying (Menjelang Ajal)”. JANUARI 09
        bisa menolong dengan berkata bijaksana yang mengulangi
        janji-janji Tuhan akan hidup kekal didalam Tuhan Yesus         “Family Violence”. PEBRUARI 09 “The Dissolution of
        Kristus.                                                       Marriage” MARET 09 “Parenting as a Role” APRIL 09“
         ( b) Kata kata yang bisa menjawab kebutuhan Rohani juga       Friendship.” MEI-JUNI 09 “ Dating –Pre Marriage”.
        memberitahukan kembali adanya Pengampunan dan                  JULI-AGUSTUSi 09 “ Marriage”. SEPTEMBER 09 “
        pendamaian yang masih disediakan Tuhan Yesus bagi si           Family Problems”
        pasien di saat kehidupan dipenuhi ketidak stabilan. (c)
        membantu dia untuk menyatakan selamat tinggal,
        kepada orang yang mereka kasihi dengan tepat dan dapat
        meringankan beban mereka yang akan mereka tinggalkan.

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                 -7-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                 26 Desember 2008

                                                                             5.    Battle Creek Dime Tabernacle dengan menaranya setinggi
                                                                                  110 kaki menjadi contoh tentang apa yang harus dihindari.
                                                                                  Pembangunan menara itu mengundang kritikan Ellen
                                                                                  White.
                                                                             6.   Mereka yang mengambil keputusan untuk membangun
                                                                                  menara di gedung gereja harus mempertimbangkan
                                                                                  kepekaan orang lain yang menolak itu. Ini selaras dengan
                                                                                  nasihat Rasul Paulus mengenai cara menangani orang-orang
                                                                                  yang ingkar.

                                                                         Pemeriksaan Argumen-argumen yang Dikemukakan

                                                                         Walaupuan beberapa dari argument ini mengandung elemen-elemen
                                                                         yang adalah fakta, setiap argument ini memiliki kelemahan juga yang
                                                                         harus diperhitungkan ketika menimbang bukti-bukti ini.       Although
            MENARA DAN GEREJA                                            several of these arguments contain elements that are factual, each has
                                                                         weaknesses to be taken into account as the evidence is weighed.
Ditulis oleh          : George W. Reid
                       Mantan Direktur BRI                                   1.   Menara-menara merupakan suatu ciri khas dari tempat
Dialih-bahasakan oleh : Pst. Bryan Sumendap                                       ibadah bangsa kafir kuno. Observasi ini harus diterima
Koordinator           : John Taebenu, TK Jakarta                                  karena benar, sebab ada catatan-catatan yang menulis
Biblical Research Institute of the General Conference of                          tentang banyak contoh kaabah-kaabah kuno dan tempat-
Seventh-day Adventists®.                                                          tempat kudus terbuka dari kultus kuno. Namun ketika
                                                                                  diteliti dengan seksama, seringkali ini tidak menunjukkan
Tulisan ini meresensi sebuah dokument berjudul “Studi Mengenai                    bukti hubungan apapun dengan upacara ibadah pada
Menara,” tertanggal 10 Juni 1986, dan telah di presentasi di GMAHK                matahari ataupun upacara ibadah fertility. Dalam banyak
Mount Vernon, Ohio, City. WAlaupun dokumen setebal 54 halaman                     kejadian sepertinya menara-menara ini berfungsi hanya
ini tidak tercantum nama penulis, informasi tambahan menunjuk                     sebagai karya arsitektur untuk menarik perhatian orang
kepada hasil kerja dari Mike Hodges, tadinya pendeta di Konferens                 demi menandakan gedung-gedung istimewa. Walaupun
Illinois.                                                                         kemungkinan besar pilar-pilar digunakan untuk kegiatan
                                                                                  sacral di beberapa tempat, namun untuk menyimpulkan
                                                                                  bahwa semua itu berfungsi sebagai simbol penis atau
Dokumen dan Semua Argumennya
                                                                                  pemujaan matahari tidak memiliki bukti yang kuat. Bukti
                                                                                  penggunaan seperti itu sangat kurang.
   "Church Steeple Study" menolak penggunaan menara
berhubungan gereja-gereja Kristen atas dasar bahwa dengan
menyertakan menara di rencana pembangunan gedung gereja member           Namun ada masalah yang lebih besar mengenai argumen ini. Jika
kompromi terhadap penolakan Kristen akan kekafiran dan memberi           seseorang setuju bahwa pilar-pilar tersebut merupakan simbol yang
kesempatan untuk sikap-sikap dan praktek kemurtadan dipraktekkan         penting untuk upacara kekafiran yang kuno, pertanyaan ini harus
diluarg                                                      batas.      dijawab, Apakah penggunaan seperti itu di zaman dulu menyebabkan
Argumen utama terletak di dalam poin-poin utama berikut ini:             praktek itu di cap sebagai sesuatu yang jahat untuk sepanjang masa,
                                                                         sisa-sisa kekafiran yang tidak pernah habis? Ini menjadi tujuan utama
                                                                         dari “Studi Menara Gereja.”
    1.   Sebuah menara berhubungan dengan sebuah tempat ibadah
         adalah suatu ciri khas dari bangsa kafir kuno, yang
                                                                         Alasan seperti ini tidak masuk akal karena beberapa hal:
         berorientasi pada pemujaan matahari dan kultus kesuburan.
         Sebuah bentuk yang lumrah, teristimewa di Mesir,
         mengikuti bentuk geometis yang dikenal sebagai obelisk,              a. Sangat dikenal secara luas bahwa ajaran Alkitab, terlebih
         yang juga berfungsi sebagai simbol penis pria. Sehingga         khusus cara Yesus menginterpretasi hukum, inti dari ibadah kita akan
         simbol-simbol kafir seperti itu tidaklah pantas untuk gereja-   ditemukan jika ada penerimaan ke dalam dan komitmen yang terjadi,
         gereja Kristen.                                                 dimana tercermin manifestasi keluar (1 Sam 16:7, Matt 5:20-37;
    2.   Alkitab secara detil menggambarkan pergumulan bangsa            12:34-35; Mark 7:21-23). Prinsip ini terlihat di dalam banyak situasi
         Israel untuk mempertahankan tempat tradisional untuk            Alkitab yang menjawab berbagai masalah. Untuk mengakui ini
         beribadah kepada Yahweh di hadapan pengaruh yang                bukanlah mengurangi pentingnya praktek ibadah yang benar, tetapi
         datang dari agama-agama yang lain. Semua amaran ini             untuk meletakkan prioritas-prioritas Alkitabiah.
         masih berlaku dewasa ini ketika gereja-gereja mulai tergoda
         menggunakan simbol-simbol, menara adalah salah satu dari            1.   Prinsip ini nampak beberapa kali dalam Alkitab untuk
         simbol tersebut, yang semuanya berasal dari agama kafir.                 menjawab beberapa macam masalah. Dengan mengenali
    3.   Kesaksian Ellen White setuju dengan kesederhanaan dari                   ini bukanlah untuk mengurangi pentingnya praktek-praktek
         gedung-gedung gereja harus diterjemahkan untuk                           cara ibadah yang benar, tetapi untuk mengemukakan
         mengusulkan bahwa beliau menolak penggunaan menara                       prioritas-prioritas alkitabiah.
         gereja.                                                                       b. Apakah sebuah elemen sekali di praktekan untuk
    4.   Prinsip-prinsip penatalyanan Kristen harus menguasai                     tujuan-tujuan kekafiran sesudah itu berarti kafir selama-
         pembangunan gedung-gedung gereja dan tidak boleh                         lamanya? Memang jelas bentuk apapun digunakan untuk
         menginvestasi menara gereja.

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                      -8-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                        26 Desember 2008

       melambangkan Allah dilarang oleh hokum kedua, sehingga              dengan menara-menara atau monumen-monumen yang
       penggunaan gambar melambangkan Tuhan tidak termasuk                 digunakan untuk tujuan yang sangat berbeda di zaman kuno
       di dalamnya. Prinsip ini lebih daripada bentuk patung tiga          dahulu.
       dimensi sebab untuk memperkecil Tuhan menjadi bentuk
       apapun yang terlihat membatasi konsep kita mengenai Dia        2.   Persamaan dari agama-agama kafir merupakan suatu
       dan tidak mewakili sifat Ilahinya. Penjabaran artistic akan         ancaman terus menerus terhadap kemurnian dari
       malaikat dan ciptaan lainnya mempunyai awal dari alkitab,           penyembahan bangsa Israel. Berulang kali bangsa ini
       tetapi bukan menjadi objek untuk di puja.                           terjatuh dalam praktek ibadah kafir. Catatan, yang tertulis
            Selain larangan oknum kedua, pertanyaan utama adalah           dan arkeologis, menggambarkan suatu situasi yang suka
       apakah arti benda tersebut di dalam suatu kebudayaan.               menyerah. Ancaman tetap dari sinkretisme dan pemurtadan
       Jelas, tidak mungkin kita mencela penggunaan modern atas            memberi kontribusi terhadap mentalitas Farisi yang sangat
       dasar penggunaan kafir. Jika kita melakukan itu akan                terkenal di zaman Perjanjian Baru. Praktek orang Farisi
       mendiskwalifikasi hampir semua benda yang saat ini                  dikenang atas usahanya yang garang tanpa kompromi
       digunakan, untuk segala sesuatu di dalam ibadah kita                sampai pada hal yang paling kecil pun.
       dewasa ini pernah digunakan dalam tradisi prakterk kafir.              "Church Steeple Study" dalam beberapa halaman
       Contohnya dengan mudah bisa kita lihat. Kebanyakan                  mengutip amaran Tuhan terhadap Israel karena telah
       gedung gereja modern meminjam beberapa cirri khas yang              beradaptasi dengan praktek bangsa sekitarnya. Dokumen
       telah digunakan untuk kuil kafir, termasuk arka, atap               tersebut setuju bahwa amaran-amaran itu berlaku untuk
       bubungan, pilar-pilar, bahkan “colonnades”. Banyak tulisan          penggunaan menara dewasa ini sebagai adaptasi modern
       kuno menggambarkan penggunaan buku-buku, musik,                     dari ibadah kafir kuno. Di belakang posisi ini terdapat
       lampu, air, meja, tempat duduk, anggur, dan roti di dalam           perkiraan bahwa walaupun telah terjadi perubahan radikal
       upacara-upacara kafir jauh sebelum hal-hal itu disebutkan           dalam kebudayaan, sebuah menara dewasa ini tetap
       dalam praktek bangsa Ibrani. Namun anggur dan roti dipilih          membawa sifat kekafiran tersebut. Kelemahan dari
       oleh Yesus sendiri sebagai simbol untuk melambangkan                memperlakukan menara gereja sebagai sesuatu yang kafir di
       darah dan tubuhNya, walaupun ada sejarah penggunaan di              bahas di bagian 1.
       kuil kafir selama beberapa ribu tahun sebelumnya. Jika                 Jika sebuah menara berdiri hari ini melambangkan
       standard ini diaplikasikan sekarang untuk sebuah benda atau         konsep kekafiran di lingkungannya, semua pasti akan setuju
       praktek kafir, ini tidak selaras dengan Alkitab.                    bahwa penggunaannya tidaklah pantas bagi Kekristenan.
             Para pembaca Alkitab Perjanjian Lama bisa mengingat           Jika konotasi seperti itu tidak terasa dewasa ini, berarti
       bahwa kaabah Salomo di topang oleh dua pilar tinggi yang            argument kekafiran itu kehilangan kekuatannya. Hanya
       diletakkan di serambi di depan kaabah (1 Raja-raja 7:21-            sedikit yang akan setuju bahwa dalam pikiran modern
       22). Di puncak pilar-pilar ini adalah hasil kerajinan lili,         manusia akan langsung berasosiasi dengan gambaran kafri.
       yang mirip dengan motif pilar bangsa Mesir. Jika pilar-pilar        Sebaliknya, bagi banyak orang dewasa ini, menara
       ini bermakna jahat, kita diperhadapkan dengan sebuah                diinterpretasi sebagai simbol Kristen. Walaupun sebuah
       ironis melihat pilar-pilar itu menjadi bagian dari corak            menara bukan suatu keharusan bagi sebuah bangunan gereja
       kaabah Allah yang dibangun Salomo. Kita juga harus ingat            untuk menyatakan kehadiran Kristen, dengan beberapa
       bahwa Tuhan menerima kaabat itu (bersama dengan pilar-              desain kontemporer merupakan satu-satunya tanda eksterior
       pilarnya) dengan menaruh kehadiranNya yang Shekinah di              yang membedakan sebuah gereja dari sebuah gudang,
       dalam kaabah tersebut.                                              bahkan dari sebuah gedung hiburan.
          Bahkan secara bukti historis kaabah Tuhan di Yerusalem
       jauh lebih unik ketika disbanding dengan gedung-gedung         3.    Ny. White adalah seorang yang suka mempromosikan
       rohani lainnya di zaman itu. Beragam karya arsitektur yang          gedung-gedung gereja yang sederhana desainnya
       disebutkan secara paralel oleh tulisan Lawrence T. Geraty,          (kontras dengan anggapan arsitektur Victorian yang
       “Kaabah Yerusalem di dalam Alkitab Ibrani Dalam Konteks             menganggap ornament), agar dapat menjadi saksi
       Peradaban Timur Kuno” (dalam bagian Kaabah dan                      terhadap karakter umat Tuhan dimana nilai-nilai hidup
       Penebusan, ed. A. V. Wallenkampf and W. Richard Lesher.             mereka diatur oleh antisipasi kedatangan Kristus. Tetapi
       Washington, DC: General Conference of Seventh-day                   jika kita membaca sepenuhnya, dia meminta agar gedung-
       Adventists, 1981. Bisa di dapat dari Biblical Research              gedung ibadah yang layak yang bisa menjadi ukuran iman,
       Institute). Beragam paralel arsitektur antara kaabah                yang dia jelaskan sebagai karakter takut akan Tuhan atau
       Yerusam dan gedung-gedung lain pada zaman itu                       gerakan Advent. Dengan ini dia menaruh penekanan kepada
       menyokong ide bahwa bukanlah struktur fisik yang                    struktur yang pantas danrapih, dan menarik, bukannya
       menentukan penerimaan atau penolakan suatu gedung,                  sebuah struktur yang megah. Dia tidak pernah mengkritik
       tetapi apa tujuan sebuah gedung tersebut termasuk                   penggunaan menara untuk mencapai tujuan-tujuan ini.
       penempatan fungsi ciri-ciri khasnya.                                   Untuk alasan-alasan biaya dan ukuran, gereja-gereja
          Pertanyaan yang relevean dewasa ini adalah bagaimana             Advent yang mula-mula mengikuti model arsitektur yang
       cara melihat sesuatu dalam kultur kontemporernya. Jika hal          paling sederhana, sesuai dengan apa yang digunakan oleh
       itu sudah kehilangan arti dari keterkaitannya dengan                gereja-gereja Kristen di permulaan keKristenan di Amerika.
       kekafiran, tidak ada alasan yang tepat untuk                        Sehingga menjadi suatu kesalahan untuk menginterpretasi
       menganggapnya masih demikian. Pertanyaan yang penting               gaya sederhana dari bangunan-bangunan ini sebagai suatu
       haruslah: Apakah itu diartikan sebagai salah satu cara yang         pola yang harus atau memberi investasi dengan sifat teologi
       tidak memberi hormat kepada Tuhan? Apakah pengaruhnya               yang ortodoks. Gaya bagunan gereja berbeda-beda di antara
       sama dengan tujuan-tujuan injil Kristus? Apakah itu bisa            kebudayaan-kebudayaan di dunia. Masing-masing berusaha
       membantu? Norma-norma inilah yang harus diaplikasikan               memberi ungkapan atas prinsip-prinsip Kristen di dalam
       dalam keputusan untuk menempatkan menara dalam sebuah               iman Advent sebagai suatu cara yang berarti di konteks
       gereja, tanpa memandang perbedaan atau persamaannya                 lingkungannya.

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                             -9-
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                              26 Desember 2008

                                                                                 mendorong Ny. White untuk mengirim beberapa nasihat
   4.   Prinsip-prinsip penatalayanan melarang pembangunan                       keras mengajak pembaharuan (5T, 45-84). “Church Steeple
        menara di gereja-gereja. Argumen ini mengekspresikan                     Study” mengutip beberapa bagian dari nasihat-nasihat ini
        suatu keprihatinan yang pantas tetapi terlalu ekstrim dalam              yang mencela keduniawian, roh mencari kemewahan, dan
        ungkapan yang berdasarkan atas norma-norma yang kurang                   praktek-praktek buruk dan menyembah ilah lain,
        jelas. Hampir setiap cirri arsitektur bisa menjadi suatu                 menggunakan istilah “gereja” seakan-akan nasihat-nasihat
        kecurigaan, termasuk karpet, organ gereja, busa di kursi                 itu menolak bangunan gereja baru di Battle Creek.
        gereja, alat pemanas, aircon, dan lain-lain. Norma-norma                 Buktinya, nasihat-nasihat ini tidak pernah mengacu pada
        yang cocok harus termasuk (a) setia terhadap kesaksian                   bangunan atau menaranya, walaupun menunjukkan nasihat
        Kristen, (b) dampak untuk menjadi saksi di sekitarnya,                   untuk merubah jemaat akan kesalahan-kesalahan mereka.
        seperti tetangga-tetangga gereja, (c) keserasian dengan                  Sementara argumen-argumen yang bisu memiliki batas-
        rencana keseluruhan dari gereja, (d) kegunaan dari corak                 batasnya, kelalaian Ny. White untuk mengacu pada ciri-ciri
        tersebut dalam mempromosikan sebuah gaya ibadah yang                     khas dari gedung gereja itu sebagai arti telah menjauh dari
        lebih efektif dan menjadikan ibadah lebih nyaman secara                  iman harus diperhatikan, teristimewa ketika dia menulis
        fisik, dan (f) tentu kapasitas jemaat untuk mengongkosi                  daftar kelemahan-kelemahan yang lain.
        corak tambahan tersebut.
            Roh dari injil mendorong kesederhanaan dan menahan              6.   Harus ada kepekaan terhadap kepercayaan orang
        diri, tetapi bukan roh pelit. Roh itu dermwan kepada orang               Kristen yang lain. Argumen ini, dengan preseden Alkitab
        lain dan tujuan-tujuan yang mulia dan tidak menyokong                    yang jelas, harus diperhatikan juga. Mungkin contoh yang
        sebuah pola pikir yang sangat aneh. Bahkan konsep dari                   paling dikenal di dalam Perjanjian Baru adalah perbedaan
        rumah Allah harus lebih indah dari rumah pribadi kita selars             antara orang sunat dan tidak sunat makanan yang telah
        dengan cirri-ciri awal dari contoh Alkitab. Jika sebuah                  dipersembahkan kepada berhala. Posisi Rasul Paulus
        menara melambangkan sebuah bagian yang mewah atau                        terhadap pertanyaan-pertanyaan ini harus diperjelas.
        tidak pantas dari ongkos keseluruhan sebuah rumah ibadah,                Walaupun dalam segi pribadi dia bertindak dengan cara
        argumen ekonomi akan memberi dampak yang jelas dan                       untuk menghindar menyinggung kepada orang percaya yang
        harus diperhatikan secara serius. Namun secara khas, itu                 lain dengan keyakinan yang bertolak belakang dengan
        bukan menjadi penyebabnya. Seringkali sebuah menara                      keyakinanya (Rom. 14:1-13; 1 Kor 8:1-13), rasul ini tanpa
        fiberglass yang sederhana yang hanyalah satu atau dua                    keraguan menolak rasional dibelakan kepercayaan tersebut,
        persen dari ongkos gedung keseluruhan menjadi masalah.                   sampai memberi instruksi orang percaya untuk memakan
        Dalam kasus seperti itu argument penatalayan yang buruk                  apapun yang dijual di pasar tanpa mempertanyakan masalah
        tidak mempunyai arti.                                                    kata hati, yang dibangun atas premis bahwa makanan yang
                                                                                 sudah diserahkan pada dewa tidak ada pengaruhnya
   5.   Battle Creek Tabernacle adalah sebuah contoh yang                        sebagaimana dewa itu berpengaruh pada diri orang percaya
        negatif. Di tahun l870an komunitas Advent di Battle Creek                (1 Cok 10:25-27, Rom 12:14, 1 Kor 8:4). Namun, jika bisa
        telah bertumbuh dengan cepat, membuat tekanan agar                       menyinggung kepekaan pribadi seorang saudara, sebaiknya
        sebuah tempat ibadah yang lebih besar dibangun. Sebuah                   orang itu harus mengambil langkah untuk mencegah
        rencana dibuat, meminta setiap anggota Advent untuk                      terjadinya hal tersebut
        memberi kontribusi sebuah “dime” setiap bulan selama satu                   Untuk memberi keseimbangan pada praktek ini, Paulus
        tahun, dengan total $1.20 bagi tiap anggota. Rencana ini                 juga menulis, “Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh
        dipromosikan dengan penuh semangat oleh James White                      keberatan-keberatan hati nurani orang lain?” (I Kor 10:29).
        dan akhirnya dibangunlah sebuah gereja berkapasitas duduk                Dia mau agar jelas bahwa dengan menyangkal dirinya untuk
        4,000orang dengan sebuah menara setinggi 110 kaki yang                   sesuatu secara pribadi setiap saat, dia tidak menentukan
        menjulang tinggi, termasuk 3 menara yang lebih kecil. Gaya               suatu peraturan bagi gereja secara keseluruhan.
        arsitekturnya khas dengan periode Victoria. Batu                            Sehingga selaras dengan nasihat ini, jika telah terjadi
        fondasinya diletakkan pada 19 Augustus 1878, dan                         perselisihan yang nyata di dalam suatu jemaat mengenai
        penthabisannya terjadi pada tanggal 20 April 1879, kurang                penggunaan menara, keputusan yang baik dan kasih sayang
        dari sembilan bulan kemudian. Keluarga White berada di                   Kristiani harus mengajak jemaat itu untuk tidak
        Texas pada saat penthabisannya, sehingga tidak hadir dalam               menggunakan menara tersebut. Namun ini bukan menjadi
        acara tersebut.                                                          suatu dorongan bagi mereka yang tidak setuju dengan
           “Church Steeple Study” menunjukkan bahwa gedung-                      penggunaan menara menimbulkan pertikaian di dalam
        gedung gereja sebelumnya di Battle Creek adalah lebih                    jemaat atas masalah-masalah yang tidak berdasarkan bukti
        kecil dan sederhana, memberi gambaran bahwa Dime                         Alkitab yang aci. Orang-orang yang memiliki dorongan
        Tabernacle merupakan sebuah contoh kemurtadan. Namun                     kuat menantang menara harus mendapat kesempatan untuk
        bukti-bukti menunjukkan bahwa gedung gereja yang baru                    mengungkapkan perasaan mereka, tetapi mereka juga
        mendapat sokongan luar biasa dari keluarga White. Sebuah                 dibawah kewajiban untuk menempatkan persatuan di dalam
        daftar penyumbang yang dicetak pada bulan September                      gereja di atas itikad pribadi dan harus menjaga keakuran.
        1878, menunjukkan bahwa dari 300 penyumbang pada saat
        itu, hanya enam yang telah memberi lebih dari $100. Di          Kesimpulan
        antara enam orang tersebut adalah Mr. dan Mrs. W. C.
        White ($224.50), James White ($205.00), dan Ellen G.
        White (105.00).                                                   Dokumen "Church Steeple Study" memberikan bukti akan suatu
           Tetapi keadaan Battle Creek tidak begitu baik. Sebuah        usaha yang sungguh-sungguh untuk menjaga iman kita dari
        masalah kerohanian yang serisu mengganggu, mendapat             kompromi, teristimewa dari kesalahan-kesalahan kuno terselubungi
        ciri-ciri dari kritikan, gossip dan saling tidak percaya. Ini   samaran modern. Usaha ini patut dipuji. Namun, beberapa posisi yang
                                                                        dinyatakan dalam dokumen ini hanya berdasarkan informasi yang
Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                   - 10
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                    26 Desember 2008

kurang lengkap, yang melemahkan argumennya, betapapun sungguh-           pandangan sebelum mengambil keputusan, dan mengambil tindakan
sungguh penulisnya.                                                      sesudah mempertimbangkan semua elemen. Di atas segalanya, adalah
                                                                         kehendak Tuhan kita dan doa agar semua orang percaya selaras
Sementara kita mengenal keprihatinan sungguh-sungguh ini yang            dengan yang lain, bersekutu ke depan untuk mencapai tujuan tertinggi
terwujud dalam dokumen tersebut, masalah-masalah lain membuat            yang diletakkan bagi gereja: memprokamasikan pekabaran akhir
kita ragu untuk menyetujui kesimpulannya. Berikut kita menuliskan        kepada dunia dalam mempersiapkan kedatangan Yesus.
semua itu.

     1. Dokumen ini berdasarkan atas informasi yang kurang lengap        Hak Cipta @ Biblical Research Institute General Conference of
dan kurang dan tidak cocok. Kesimpulan di atas kulit terbukti tidak      Seventh-day Adventists
cocok ketika dihadapkan pada riset yang intensif. Pada umumnya,
kutipan-kutipan yang seharusnya memberi bobot di dalam dokumen
ini hanya berharap pada tulisan-tulisan yang terbatas dan bersifat
sensasional dan sepihak. Sumber-sumber yang lebih dikenal di dalam
bidang arkeologi, agama purba, arsitektur purba, dan perkembangan
kerohanian tidak terkutip dalam daftar kutipan mereka.

  Walaupun seseorang bisa saja tidak sependapat dengan mereka
yang berwenang, tidaklah mungkin bagi kita untuk menutupi bukti-
bukti yang telah mereka kuakkan atau kwalifikasi mereka dan
kesimpulan mereka. Kita tidak boleh memberikan roh anti-intelek
menyelubungi kebasahan fakta-fakta tersebut. Kita juga tidak boleh
berharap pada artikel atau buku sensasional yang memberi pandangan
sepihak saja. Beberapa buku yang digunakan dalam dokumen ini
memiliki cirri yang demikian.
                                                                             MENGERJAKAN KESELAMATAN
                                                                                  DENGAN GENTAR
       2. Pada umumnya argument dokumen ini memutarkan
presuposisi bahwa sesuatu yang disalahgunakan di masa lalu tetap
harus demikian dewasa ini, walaupun digunakan dalam situasi yang


                                                                         S
sangat berbeda. Ini menyebabkan masalah logika, sementara menarik              alah satu panggilan yang utama umat percaya dalam setiap
di bagian luarnya, tetapi suatu kesalahan ketika semua fakti                   agama adalah “mengerjakan keselamatan Allah”. Dalam
dipertimbangkan kembali. Benda-benda sendirinya bersifat netral.               pengertian ini, makna “mengerjakan keselamatan Allah”
Ketika penggunaan benda itu ditentukan, itulah yang menyebabkan          merupakan suatu panggilan iman yang sangat esensial sekaligus
benda itu netral atau tidak. Dalam kebudayaan modern sebuah menara       universal. Sebagai suatu panggilan iman yang esensial, karena
gereja tidak menganut konotasi kafir atau simbol kelamin lelaki.         makna “mengerjakan keselamatan Allah” pada hakikatnya
Sehingga tidak masuk akal untuk menciptakan dalam pikiran modern         merupakan manifestasi yang paling nyata dari setiap orang yang
ini suatu arti kafir agar bisa menjadi sumber gempuran atas              mengaku dirinya percaya dan mengasihi kepada Tuhan.
penggunaan benda tersebut. Sehingga dokumen ini harus merobah            Perlu disadari bahwa dalam panggilan untuk “mengerjakan keselamatan
presuposisi dan logikanya.                                               Allah” senantiasa terdapat motif yang berbeda-beda. Tentunya ada beberapa
                                                                         alasan yang melatar-belakangi seseorang untuk “mengerjakan keselamatan
                                                                         Allah dengan takut dan gentar”. Yang mana alasan-alasan tersebut menentukan
      3. Penggunaan tulisan Pena Inspirasi dan Alkitab di beberapa
                                                                         arah, tujuan, sistem nilai, pemahaman teologis dan kualitas relasinya dengan
bagian tidak masuk akal. Larangan Alkitab akan praktek-praktek kafir     sesama.
di zaman itu sangat benar, bagian dari perintah Allah.
                                                                         Ada beberapa alasan/motif teologis yang mendasari tindakan
                                                                         seseorang untuk “mengerjakan keselamatan Allah dengan takut dan
      Nabi-nabi berseru terhadap ciri-ciri arsitek yang disalahgunakan
                                                                         gentar”, yaitu: a. Terhindar dari hukuman api neraka: Motif teologis
dalam konteks penyembahan pada ilah lain. Ilah-ilah modern
                                                                         yang sekedar takut akan hukuman api neraka tidak akan dapat
mencerminkan zaman kita yang lebih canggih, mempamerkan diri
                                                                         mendewasakan         iman      dan     kepribadian    dari      para
mereka sebagai hal sekuler, materialism, olahraga komersil, dan
                                                                         pemeluknya. Tindakan “mengerjakan keselamatan” yaitu kasih
kegiatan-kegiatan lain yang menuntut perhatian yang seharusnya bagi
                                                                         kepada Allah dan sesama sama sekali tidak dilandasi oleh kesadaran
Allah Pencipta. Dalam kekafiran purba menantang prinsip
                                                                         moril dan keikhlasan untuk melaksanakannya dengan segenap hati
keadaulatan Tuhan dengan membangun ilah tandingan yang terbuat
                                                                         serta jiwa. b. Memperoleh pahala: Motif teologis ini bukan didasari
dari batu, besi atau kayu. Dewasa ini kehidupan modern menantang
                                                                         oleh perasaan takut karena hukuman api neraka atau murka Allah;
prinsip yang sama, tetapi dengan cara-cara yang berbeda. Dilama
                                                                         tetapi lebih didasari oleh keinginan dan harapan yang begitu besar
dokumen ini ayat-ayat Alkitab dan kutipan Pena Inspirasi diambil dan
                                                                         untuk mengumpulkan sejumlah “poin” pahala, sehingga berbagai
digunakan berulang kali sesuai dengan isi kata-kata itu, tanpa melihat
interpretasi sesuati konteks. Penggunaan ini salah dua-duanya.           pahala tersebut dapat menutupi segala perbuatan buruk yang pernah
                                                                         dilakukan.

       Berdasarkan analisa yang seksama atas informasi yang ada dari     Umat percaya dipanggil untuk mengerjakan keselamatan kepada
Alkitab, Pena Inspirasi dan sejarah agama purba, tidak ada alasan        Allah dengan takut dan gentar didasari oleh suatu spiritualitas dari
yang berarti agar dewasa ini kita tidak menggunakan menara gereja.       Tuhan Yesus yang mau mengosongkan dan merendahkan
Bisa saja menara menantang dihadapan mereka atau terhadap nilai          diriNya. Dalam hal ini panggilan kepada umat percaya untuk
astetik. Pemimpin-pemimpin gereja haruslah mendengarkan semua            mengerjakan keselamatan Allah sama sekali bukan didasari oleh
Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                            - 11
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                 26 Desember 2008

perasaan takut akan hukuman Allah dan api neraka; bukan pula            Tuhan, tetapi mereka tidak peka dan terbuka hatinya terhadap karya
didasari untuk memperoleh pahala; juga bukan didasari oleh karena       keselamatan Allah yang telah diberitakan oleh Yohanes Pembaptis
upaya untuk terciptanya suatu keserasian dan keharmonisan hidup         dan yang kini telah hadir secara sempurna dalam diri Kristus.
bersama. Tetapi umat percaya seharusnya mau mengerjakan
keselamatan Allah dengan takut dan gentar karena karya pengorbanan      Sikap ketidakpercayaan para pemimpin agama Yahudi tersebut
Kristus yang bersedia mengosongkan diriNya.                             sangatlah berbeda dengan sikap orang-orang berdosa yaitu para
                                                                        pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal yang waktu itu
Kristus yang walaupun sehakikat dengan Allah bersedia menjadi           mau mengikuti Kristus. Mereka semula memang pelanggar hukum
seorang hamba yang taat sampai mati di kayu salib. Fil. 1:8 berkata:    dan kehendak Allah, tetapi setelah mereka mengenal Kristus, mereka
“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya       segera berbalik dan bertobat dengan sikap iman. Sehingga dengan
dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”. Dasar yang     sikap iman kepada Kristus tersebut mereka dimampukan untuk
paling esensial dari pengosongan dan pengorbanan Kristus di atas        mentaati firman Tuhan.
kayu salib adalah karena sikap kasihNya yang mau merendahkan diri.
                                                                        Semakin kita mampu mengosongkan diri seperti Kristus, maka kita
Jadi seharusnya seluruh umat percaya mau mengerjakan keselamatan        akan dimampukan untuk mengerjakan keselamatan Allah di saat yang
Allah dengan takut dan gentar yang didasari oleh motif untuk            kritis dan penuh penderitaan. Apakah saudara kini mau mengerjakan
mengasihi dan kesediaan untuk merendahkan diri. Namun dalam             keselamatan Allah bukan sekedar perasaan takut akan hukuman Allah
kehidupan sehari-hari, kita justru sering mengerjakan keselamatan       dan api neraka, juga bukan karena sanksi sosial, atau untuk
Allah dengan sikap sombong, sikap puas diri, perasaan diri sebagai      memperoleh pahala; tetapi karena kasih Kristus? Karena itu marilah
orang yang paling benar dan tanpa kasih. Akibatnya kita sering gagal    kita mengerjakan keselamatan Allah dengan sikap taat karena kuasa
menghadirkan damai-sejahtera Allah yang saling memulihkan dalam         kasihNya. Amin. Y.B. Mulyono
kehidupan bersama. Padahal apabila kita sungguh-sungguh mau
hidup di dalam Kristus yang mengosongkan diri, maka kita akan
dimampukan untuk senantiasa: “sehati-sepikir, satu kasih, satu jiwa,
satu tujuan dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian
yang sia-sia” (Fil. 2:2-3).

Esensi melakukan kasih atau mengerjakan keselamatan karena
perasaan takut sangatlah berbeda dengan “mengerjakan keselamatan
dengan takut dan gentar” yang didasari oleh sikap kasih yang mau
merendahkan diri. Sebab makna melakukan kasih karena perasaan
takut pada hakikatnya merupakan tindakan kasih yang tidak
sempurna. Di I Yoh. 4:18 berkata: “Di dalam kasih tidak ada
ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab
ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak
sempurna di dalam kasih”. Sehingga motif mengerjakan keselamatan
yang dilandasi oleh perasaan takut akan hukuman Allah, hukuman api
neraka, atau sanksi sosial tidak pernah dapat menghasilkan suatu
pribadi yang matang dan bertanggungjawab dalam kasih. Di lubuk
hati mereka yang terdalam sebenarnya mereka tertekan dan tidak
                                                                                   DESA SEDANG DILANDA
sejahtera untuk melakukan segala perbuatan baik atau tindakan kasih.                GERAKAN ARABISASI
Teologi operasional agama yang demikian pada prinsipnya tidak
pernah mampu membebaskan manusia, tetapi hanya membelenggu.


                                                                        M
Sebab hakikat kehidupan manusia akan lebih didominasi oleh                        asyarakat desa, di Jawa khususnya, menurut staf peneliti
perasaan takut bukan oleh prinsip kasih. Jadi tanpa kasih tidaklah                Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM Dr
mungkin tercipta suatu kebebasan yang menyelamatkan dalam                         Zuly Qodir, sekarang ini sedang dilanda apa yang disebut
kehidupan bersama.                                                      gerakan formalisasi syariah atau lebih tepat disebut gerakan arabisasi.

Sebaliknya ketika kita mengerjakan keselamatan dengan takut dan         Masyarakat desa yang sering diidentikkan dengan masyarakat yang
gentar yang didasari oleh prinsip kasih, maka yang mendominasi          toleran, harmonis, solidaritas sosialnya tinggi, dan tidak begitu peduli
kehidupan kita bukanlah ketakutan itu sendiri tetapi kasih              dengan hal-hal yang formalistik terutama dalam agama, sekarang ini
Allah. Makna perasaan “takut dan gentar” dalam konteks ini bukan        sedang mendapat serangan tajam dari kelompok militan agama.
lagi sesuatu yang destruktif dan melumpuhkan kepribadian kita; tetapi
sebaliknya sebagai sesuatu yang konstruktif dan memberdayakan agar      Hal itu dikatakan oleh staf peneliti PSKP UGM itu, ketika tampil
kita makin mengasihi Allah dengan segenap jiwa dan akal-budi kita.      sebagai pembicara pada seminar bulanan di Pusat Studi Pedesaan dan
Para pemimpin agama Yahudi mempersoalkan otoritas dan kuasa             Kawasan (PSPK) UGM Yogyakarta, Bulaksumur, Yogyakarta.
yang dimiliki oleh Tuhan Yesus. Respon Tuhan Yesus terhadap sikap       Menurut Zuly, desa akhirnya menjadi lahan kampanye agama yang
ketidakpercayaan para pemimpin agama tersebut adalah dengan             hebat oleh kelompok Islam militan, sebab desa sering dianggap
mengajukan pertanyaan tentang otoritas Yohanes Pembaptis, apakah        sebagai basis abangan yang ber-Islam-nya sedikit kurang autentik atau
berasal dari sorga ataukah dari manusia? Ternyata para pemimpin         murni. Sekarang ini, fenomena ke-Islam-an di desa sebenarnya masih
agama Yahudi tidak dapat member jawaban, karena secara prinsipial       variatif, hanya saja belakangan muncul gerakan islamisasi desa, yang
mereka tidak percaya kepada berita dan otoritas Yohanes                 menghendaki pemurnian Islam di tingkat desa, sehingga ceramah-
Pembaptis. Sehingga jelaslah para pemimpin agama Yahudi hanya           ceramah ke-Islam-an mengarah pada bagaimana agar penduduk desa
mampu mempelajari dan mentaati peraturan-peraturan dalam firman
Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                       - 12
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                              26 Desember 2008

yang muslim harus fasih dalam berbahasa Arab, berdoa, mengaji,
melafalkan kata-kata Arab sampai dengan wiridnya. ''Pendek kata,
desa sekarang menjadi ajang pertarungan kelompok Islam yang
menghendaki puritanisme dalam beragama, karena desa disinyalir
identik dengan banyak bid'ah, syirik, tahayul dan serba tidak Islam
lainnya,'' ujarnya.

Kelompok Moderat. Dikatakan oleh Zuly, di tengah pergulatan desa
menghadapi kelompok militan Islam seperti itu, ada kelompok Islam
yang lebih apresiatif terhadap multikulturalisme desa, yakni kelompok
moderat. Sayangnya kelompok Islam itu kurang populer di desa dan
tampak kurang diminati di desa-desa Jawa khususnya.

Ada beberapa alasan mengapa kelompok Islam moderat sulit populer
di desa, yaitu karena kelompok tersebut lebih banyak bermain dalam      HUMOR ROHANI: Diasuh oleh Loddy Lintong
wilayah wacana Islam elite. Dan media yang digunakan seringkali
memakai media yang di desa tidak ada atau belum dikenal, serta
                                                                        (Semua orang suka humor, tapi mungkin tidak semua
bahasa yang dipakai untuk menyampaikan pesan adalah bahasa yang
                                                                        setuju dengan “humor rohani.” Dan layaknya humor,
kelewat akademik atau bahasa yang agak sulit dipahami.
                                                                        sama dengan rumor, keduanya tidak jelas asal-usulnya
                                                                        tapi jelas sekali asal-usilnya. Ingin berpartisipasi?
Dengan alasan-alasan itu, sebenarnya kontestasi Islam militan dengan    Kirimlah humor anda langsung ke alamat pengasuh di
Islam moderat di desa sudah tidak terjadi lagi, karena yang terus       LintLod@yahoo.com           untuk       dipertimbangkan
bergerak adalah kelompok Islam militan dengan segala macam              pemuatannya. Pengasuh berhak menyunting bahkan
aktivitasnya yang dikemas secara bervariatif dari yang sifatnya remeh   membongkarnya, atau menolak jika dinilai tidak
temeh sampai ideologisasi. Gabriela K. Rantau                           memenuhi kriteria. Nama pengirim tetap dicantumkan di
                                                                        akhir cerita humor, tetapi “pesan moral” merupakan hak
                                                                        pengasuh. Semua bahan humor yang tidak menyebutkan
                                                                        nama pengirim adalah berasal dari perbendaharaan
                                                                        pengasuh.)

                                                                        ***
                                                                        GARA-GARANYA (1)

                                                                        Pada suatu tengah malam Natal seorang wanita Yahudi mampir di
                                                                        sebuah penginapan di kawasan wisata mewah yang tidak menerima
                                                                        tamu beragama Yahudi.
                                                                        “Maaf, tidak ada lagi kamar. Malam ini hotel terisi penuh,” kata
                                                                        petugas bagian pendaftaran tamu demi mengetahui jatidiri wanita itu.
                                                                        “Tapi tanda di depan mengatakan masih ada kamar kosong,” tamu itu
                                                                        bersikukuh.
                                                                        Petugas pendaftaran lalu menatap mata tamunya. “Terus terang saja
     KUASA-NYA MEMERDEKAKAN                                             ya, kami sebenarnya tidak menerima tamu yang beragama Yahudi!”
                                                                        Sang wanita menjawab, “Saya ingin anda tahu bahwa saya sudah
             HIDUPKU                                                    pindah agama. Sekarang saya orang Kristen.”
                                                                        “Oh begitu? Tapi saya perlu mengetes anda dulu,” kata petugas.
                                                                        “Bagaimana Yesus lahir?”
               Sebab di dalam Dia Allah memilih kita                    “Dia dilahirkan oleh seorang perempuan bernama Maria di kota kecil
                  Sebelum dunia ini dijadikanNya                        bernama Betlehem.”
                Supaya kita kudus dan tak bercacat                      “Bagus,” petugas hotel memuji. “Apa lagi yang anda tahu tentang
                          Di hadapanNya                                 kelahirannya?”
                                                                        “Dia dilahirkan di atas palungan.”
               Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya                     “Tepat sekali,” puji petugas lagi. “Tapi mengapa Yesus sampai lahir
                  Kita beroleh pengampunan dosa                         di atas palungan?”
                Menurut kekayaan, menurut karunia                       Kali ini wanita Yahudi itu tidak bisa lagi menahan amarahnya.
                   Telah dibrikan Allah bagi kita                       Diapun berkata dengan ketus:
                                                                        “Itu gara-gara seorang bedebah seperti kamu yang tidak mau memberi
                 Naikkanlah pujian syukur padaNya                       kamar menginap bagi perempuan Yahudi seperti saya! Tahu?!”
                 KuasaNya memerdekakan hidupku
                Trima kasih kami ucapkan padaNya                        (Pesan moral: Dunia luas mempersalahkan bangsa Yahudi—dan
                 KuasaNya memerdekakan negriku                          karena itu membenci mereka—atas kematian Yesus, dan hal ini tentu
                                                                        beralasan. Namun hanya sedikit yang mau menyadari bahwa
                                                                        sesungguhnya kematian-Nya di kayu salib adalah gara-gara dosa
                                                                        orang-orang bedebah seperti anda dan saya. “Tetapi Ia dilukai
Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                   - 13
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                            26 Desember 2008

karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita. Ia dihukum
supaya kita diselamatkan, karena bilur-bilurnya kita disembuhkan”      “Minggu lalu saya kirim telegram. Tapi sudahlah, itu tidak penting
Yes. 53:5, BIS.)                                                       lagi! Pokoknya sekarang juga saya akan ceraikan dia!” tukas sang
                                                                       menantu penuh geram.
***                                                                    “Sabar, jangan keburu nafsu,” kata mertua yang kaget. “Apapun yang
GARA-GARANYA (2)                                                       terjadi pasti istrimu bisa menjelaskan!”
                                                                       Sehabis berkata begitu sang mertua langsung masuk ke dalam rumah.
Sekali peristiwa, menurut sahibul hikayat, adalah seorang pria         Saat itulah dia baru tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan setelah
sempurna berjumpa dengan seorang wanita sempurna. Dan setelah          berbicara sebentar dengan putrinya itu sang mertua langsung
kedua insan sempurna ini menjalani masa berpacaran yang sempurna,      memburu keluar.
merekapun sepakat untuk memasuki perkawinan yang sempurna.
Di hari Natal yang dingin oleh terpaan badai salju, pasangan           “Saya bilang juga apa, istrimu pasti punya penjelasan,” kata sang
sempurna ini bepergian dengan sebuah mobil yang sempurna (model        mertua. “Ternyata dia tidak pernah menerima telegram yang kamu
sport) di jalanan yang licin. Tiba-tiba dari kejauhan mereka melihat   kirim itu!”
seseorang sedang berdiri di pinggir jalan dalam cuaca yang dingin
membeku.                                                               (Pesan moral: “Kalau saja saya tahu” adalah kata-kata konyol yang
                                                                       sering digunakan orang sebagai alasan mencari maaf atas perbuatan
Sebagai pasangan yang sempurna merekapun berhenti untuk memberi        bodohnya. Gara-gara “tidak tahu” banyak orang tertangkap basah
pertolongan. Ternyata orang itu adalah Santa Klaus dengan sekarung     sedang berbuat serong. “Jalan orang fasik itu seperti kegelapan;
hadiah di punggungnya. Dengan senang hati mereka memberi               mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung” Ams.
tumpangan kepada Santa Klaus itu, bahkan mengantarnya berkeliling      4:19.)
untuk membagi-bagikan hadiah. Malang, akibat jalan yang licin
karena salju mobil mereka mengalami kecelakaan. Hanya satu dari
mereka yang luput dari kecelakaan itu.
Siapakah dia? Tidak lain dia adalah sang wanita sempurna itu!
                                                                                   KADNet MINISTRY:
Namun, yang sesungguhnya terjadi, hanya dia sendirilah yang benar-
benar ada dalam kisah ini. Sebab semua orang tahu bahwa yang
namanya Santa Klaus sebetulnya tidak ada, dan yang namanya pria            KADNet media ministry is a non-
sempurna itu sejujurnya juga tidak ada.
Jadi, kalau tidak ada pria sempurna, dan tidak ada juga Santa Klaus,       profit media project We publish
maka sebenarnya yang sedang menyupir mobil saat itu hanyalah sang
wanita saja—seorang diri.
                                                                           religious news and articles for the
Itulah gara-garanya mengapa terjadi kecelakaan!                                  Indonesian Seventh-Day
(Pesan moral: Dalam setiap kemalangan, kerugian, dan kesialan                Adventist community and their
orang selalu mencari kambing hitam yang menjadi gara-garanya.
Mesti ada pihak lain yang harus lebih dipersalahkan, dan selalu ada            friends worldwide. Articles
maaf atas kesalahan dan keteledoran kita sendiri! Manusia memang
mewarisi mekanisme pembelaan diri dari Adam dan Hawa. “Jadi                selected and the staff of KADNet
apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia
mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu” Im. 5:5.)
                                                                            support the beliefs and doctrines
                                                                              of the Seventh-day Adventist
***
GARA-GARANYA (3)                                                              Church. Subscription is free.
Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru seorang suami yang bekerja           KADNet adalah proyek nirlaba.
di luar kota mengirim telegram kepada istrinya, memberitakan bahwa
sebentar lagi dia pulang.
                                                                                Penerbit, tulisan dan staff
Alangkah terkejutnya dia ketika tiba di rumah mendapati sang istri
                                                                                KADNet mendukung dan
sedang bermesraan dengan seorang pemuda selingkuhannya. Tanpa                  menghormati kepercayaan
banyak bicara dia langsung angkat kaki sambil menyimpan dendam.
                                                                               Gereja Masehi Advent Hari
Di halaman dia berpapasan dengan ibu mertuanya yang secara
kebetulan datang hendak menjenguk.                                                  Ketujuh, GMAHK.
“Oh, sudah pulang dari luar kota? Tumben, tidak memberi kabar
dulu,” sapa sang mertua dengan manisnya.




Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                - 14
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                26 Desember 2008




 KKR PAG ”SAVE OUR BALI” BERSAMA PETER                                  Bali” yang setiap tahun selalu diadakan ditempat ini selama 1 bulan
                                                                        dan biasanya langsung diresmikan oleh bapak Presiden karena
   GREGORY DAN THE SEVENTH JAKARTA                                      banyaknya delegasi dari negara-negara didunia yang selalu ikut
Dilaporkan oleh : Bobby Lalamentik – TK Bali                            berpartisipasi.

Denpasar [KADNET]. Tampaknya Bali bukan hanya dikunjungi oleh
para turis mancanegara saja, tetapi pulau dewata ini selalu seperti
magnet bagi para pembicara-pembicara luar negeri maupun pelayan-
pelayan Tuhan dari dalam negeri. Ini dibuktikan lagi dengan
datangnya pembicara yang memang sudah ditunggu-tunggu oleh umat
advent di denpasar yaitu Pastor Peter Gregory dari USA didampingi
oleh Pdt. Roy Pitoy sebagai penerjemah beliau dan juga the Seventh
yang datang dalam jumlah yang cukup besar dari jakarta....entah
sudah kali yang ke berapa grup musik dari jakarta ini datang
memberikan pelayanan didalam lagu-lagunya yang indah itu. Salut
buat the Seventh yang terus ada dan konsisten dalam kurun waktu
yang cukup lama, dan terus memberikan pelayanannya dimana saja
dan yang luar biasa mereka datang dengan upaya sendiri dari setiap
anggotanya dan ini sangat membantu bagi panitia PAG denpasar dan
mereka selalu siap mengabarkan injil melalui lagu-lagu pujian asalkan
ketika hari libur panjang dan tidak mengganggu aktivitas kerja dari
anggotanya.



                                                                        Pada tanggal 3 desember acara dimulai pukul 14.30 wita dan banyak
                                                                        dihadiri oleh para tamu non advent dan dari kalangan mahasiswa dan
                                                                        dari kristen denominasi yang lain. Acara dimulai dengan ’diskusi
                                                                        panel’ yang dibawakan oleh dua orang narasumber yaitu keduanya
                                                                        putra bali asli yaitu, bpk.Ida Bagus Gede Wiyana dia adalah salah satu
                                                                        pemuka agama Hindu dibali dan satu lagi adalah bpk. I Gusti Ray
                                                                        Budiana sebagai ’penatua’ dari gereja MAHK-Bali. Siang itu acara
                                                                        berlangsung menarik karena selain mendengar bahasan dari kedua
                                                                        sumber itu juga diselingi oleh konser lagu-lagu rohani dalam bahasa
                                                                        bali....wah yang ini yang jarang terjadi tetapi sungguh menguatkan
                                                                        iman percaya dari semua panitia kalau Tuhan pasti membantu dalam
                                                                        misi PAG ini.

                                                                        Yang pasti kesimpulan didalam diskusi panel itu adalah ”Apa yang
                                                                        bisa dilakukan oleh orang-orang muda yang hidup dalam masa
                                                                        yang penuh dinamika dan pencobaan ini?” Dan kerukunan diantara
                                                                        umat beragama juga merupakan satu hal yang penting dewasa ini
                                                                        sebagai wujud nyata dari Pancasila dan UUD ’45.
Acara ini diprakarsai oleh orang-orang muda dari gereja nusadua dan
dengan mengusung nama PAG se-Bali maka semua pemuda yang                Waktu berjalan dengan sangat cepat tanpa terasa sudah hampir sore
duduk di PA setiap jemaat diajak terlibat untuk menjadi panitia         dan akhirnya acara itu berakhir dengan baik, dan setelah break
diacara ini. Temanya adalah ”SAVE OUR BALI” dan didalamnya              beberapa saat maka tepat pukul 18.45 wita maka acara dimulai lagi
ada : Ministry (praise and worship), Praying (Bible Meditation),        dengan KKR yang didahului dengan menonton video lagu dari
Witnessing (Friendship), acara berlangsung dari tanggal 3-6 desember    Heritage konser. Kemudian sdr.Boggie sebagai ketua PAG
2008, bertempat di Wantilan art centre yang berlokasi didekat gereja    membawakan doa buka, dan dilanjutkan oleh sambutan oleh
Suropati dan gereja Hangtuah. Tempat ini adalah sarana yang sering      PS.Fernando Manurung dan dilanjutkan lagi oleh PS.Melky Sakul
dipakai oleh umat Hindu dibali untuk melakukan kegiatan-kegiatan        dalam meditasi alkitab beberapa menit dan lagu tema KKRnya adalah
keagamaan dan kesenian juga pameran produk ekspor. Salah satu           ”Shine Jesus shine” dan hari pertama firman Tuhan dibawakan oleh
yang sudah menjadi acara kalender nasional adalah ”Pesta Kesenian

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                     - 15
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                               26 Desember 2008

Pdt.Sabar Aritonang dari jemaat nusadua, dan puji Tuhan banyak
tamu luar yang hadir malam itu.

Esok adalah hari kedua KKR dan tampaknya jemaat-jemaat dibali
sangat antusias untuk datang ke tempat KKR karena mereka sudah
dengar kalau pastor Peter Gregory sudah tiba dan langsung akan
membawakan firmannya. Dan terbukti kembali malam itu cukup
banyak hadirin yang hadir. Dengan memakai pakaian khas bali ikat
kepala ’udeng’ dan sarung juga baju bali, pembicara dan penerjemah
tampak harmonis dalam membawakan firmannya. Intonasi yang
sangat jelas dari Pastor Gregory diimbangi juga oleh Pdt. Roy Pitoy
yang sangat piawai dalam menerjemahkannya dalam bahasa sehari-
hari yang mudah dimengerti oleh hadirin.




                                                                         berpartisipasi menyukseskan acara ini....anda semua memang luar
                                                                         biasa didalam menginjil dalam lagu, juga kepada Pdt.Sabar Aritonang
                                                                         dan juga semua PS yang terlibat seperti Pdtm.Fernando Manurung
                                                                         dan Pdtm.Melky Sakul, terlebih ucapan terima kasih kepada seluruh
                                                                         anggota panitia yang tidak dapat disebut satu-persatu dan telah
                                                                         bekerja keras membantu baik spirit dan materil, anda semua berharga
                                                                         di mata TUHAN. Sampai jumpa tahun depan di program PAG
                                                                         selanjutnya...Salam PAG ! Bersama YESUS tidak ada yang mustahil.
                                                                         ***


                                                                                   IGREJA ADVENTISTA DO SETIMO
                                                                         Dikirimkan oleh : Pastor Inaciu da Kosta, Timor Leste

Hari Sabat pagi kembali KKR Gabungan diadakan ditempat ini dan           Dili [KADNet] - Pada tanggal 11 – 14 Desember 2008 yang lalu
tampak hadirin yang datang lebih banyak lagi dari hari-hari kemarin,     Igreja Adventista do Setimo Dia yang secara resmi akan berada di
karena ini hari terakhir KKR dan bertepatan dengan hari Sabat.           bawah pelayanan Divisi Asia Pasifik Selatan pada tahun 2009. Gereja
Kembali didalam khotbah siang itu kita semua diingatkan untuk selalu     Adventista do Setimo Dia yang berada di Timor Leste ini akan
mempersiapkan diri ”Be Ready...” menjelang hari TUHAN yang               menjadi attach field di bawa naungan SSD. Untuk itu pada tanggal 11
semakin dekat itu. Banyak ayat, ilustrasi dan pengalaman hidup yang      December telah mendapat kunjungan dari Director Penatalayanan
dibagikan oleh Pastor Gregory siang itu, tapi yang menjadi point         dan Trust Service yaitu Pastor WW. Mandolang.
penting adalah, ”SIAPKAH KITA KALAU DIA DATANG
SEWAKTU-WAKTU....?” Siang itu setelah acara khotbah, panitia
telah menyiapkan konsumsi yang telah dikoordinir seksi konsumsi
dari masing-masing jemaat didenpasar.

Sorenya sekitar pukul 15.30 Wita, kembali umat Tuhan dibali
berkumpul di Art centre karena the Seventh yang datang dari jakarta
akan konser beberapa lagu pujian untuk Tuhan diselingi oleh oleh
lagu pujian dari jemaat-jemaat didenpasar. Kami yang mendengarkan
merasa sangat terhibur dan dikuatkan, seperti mendengarkan suara
malaikat puji seorang anggota jemaat. Sepertinya waktu 1.5 jam tidak
cukup untuk mendengarkan lagu pujian itu.

Akhirnya seluruh rangkaian acara KKR itu selesai juga pada Sabat
sore itu, walaupun beberapa hari kemudian akan diteruskan dengan
KKR penuaian didaerah dalung dengan meminjam gereja non advent
yang telah disediakan oleh keluarga sanger yang walaupun non advent
tetapi sudah sering pergi berbakti pada hari Sabat. Dan dari hasil KKR
penuaian ini dibaptiskan 3 jiwa yang baru untuk Tuhan. Praise the
LORD.... Terima kasih kepada Pastor Peter Gregory dan Pdt. Roy
Pitoy yang sudah berkolaborasi dengan baik menjadi pasangan
penghotbah yang sinkron, terima kasih kepada the Seventh yang telah      Sebelum Pastor Mandolang tiba pada hari Kamis, para peserta
ikut                                                                     seminar yang merupakan pimpinan di cabang sekolah sabat di
                                                                         berbagai tempat seperti Liquica, Baucau, Viqueque, Lospalos,

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                   - 16
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                             26 Desember 2008

                                                                      Jumat beliau membahas materi-materi yang telah dipersiapkan. Para
                                                                      pengikut seminar yang datang dari berbagai daerah yang ada di Timor
                                                                      Leste sangat antusias untuk merngikut iseminar tersebut. Walaupun
                                                                      dari antara peserta ada beberapa orang yang tidak mengerti bahasa
                                                                      Indonesia tetapi mereka tetap tenang untuk mengikuti seminar
                                                                      tersebut. Akhir dicarikan alternatif supaya mereka yang hadir semua
                                                                      mengerti akan materi yang di sampaikan. Maka Pastor Inaciu da
                                                                      Kosta dan Pastor Sebastiao Pintu saling bergantian untuk
                                                                      menerjemahkan dalam Bahasa Tetum.




                                                                      Pada hari sabat acara sekolah sabat berjalan seperti biasa,
                                                                      hanyadiskusi sekolah sabat diadakan panel diskusi yang dipimpin
                                                                      ketiga pastor yang bersala dari bribumi Timor Leste yaitu Pastor Luis
                                                                      da Costa, sebasntiao Pinto dan Inaciu da Kosta.




                                                                      Setalah selesai program sekolah sabat maka dilanjutkan penyambutan
                                                                      secara simbolis dengan pengalungan Tais Timor kepada Pastor WW.
                                                                      Mandolang sebagai ucapan selamat datang ke Timor Leste.

                                                                      Pastor Mandolang sebagai pembicara pada sabat siang dengan
Venilale, Ossu, Uma Tolu dan di Dili sendiri sudah berdatangan pada   Pembahasan mengenai Janda di Sarfat yang selalu mengutamakan
hari rabu di Pusat Gereja di Dili.                                    Tuhan dan Tuhan memberikan berkat yang berlimpah kepada janda
                                                                      tersebut. Karena Tuhan adalah sebagai Pencipta, Pemilik, Pemelihara,
Setelah beliau (Pastor WWM) tiba pada hari kami tanggal 11            Penyedia. Pada sore hari Sabat dilanjutkan seminar materi-materi
December 08, dan pada hari harinya yaitu hari jumat tanggal 12        yang masih ada. Seminar dilakukan setelah makan siang bersama
December langsung diadakan seminar penatalayan. Sepanjang Hari

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                  - 17
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                               26 Desember 2008

dengan semua anggota jemaat Timor Leste yang hadir pada seminar         on our vacation to the Netherlands in Huizen we got a response to
tersebut.                                                               our prayer and we got the basic support from the members in
                                                                        Huizen. I also contacted our fellow members of the churches Dr.
Tepat jam 3 Sore dilanjutkan lagi seminar dan tanya jawab. Pada         Liniyanti in Palembang, brother Henry Panjaitan in Kebayoran ,
acara tanya jawab tersebut para peserta semua berdiri untuk bertanya.   Pastor Subagio from Dili from Menado in Indonesia and via brother
Karena mereka merasa mau tahu lebih banyak tentang Penatalayanan        John Manalief in Huizen and from a member in Goetingen, Germany
tersebut. Sampai Pastor Inaciu da Kosta yang memandu dan                and they coordinated and supported this project voluntarily.
menerjemahkan ke Pastor Mandolang kewalahan. Masih banyak
pertanyaan tetapi waktu yang menuntut untuk menutup sabat dan para
anggota yang dalam kota Dili yang sudsah mendapatkan tranportasi
bila terlalu malan sehingga acarapun di akhiri.

Diakhir acara tersebut Pastor Mandolang menyampaikan bila Tuhan
masih mengijinkan, maka pada tahun depan -2009 kita bisa
melanjutkan seminar tersebut. Semoga pelayanan yang sama bisa
berlanjut lagi Timor Leste. ***


                 BERITA DARI BAUCAU,
                     EAST TIMOR
Dikirimkan oleh : Rudy Maulany, Timor Leste

Baucau [KADNET]. If your remember there is a popular Adventist
song that most of us has ever heard of “ Go tell it to the mountain
tell it hear and everywhere….” I could not understand what this
verses really means until the time when I arrive in Baucau, East
Timor in 2007 under the United Nations peace keeping force. The
rocky coral mountains here reminds me of this song and even here        For the construction of this church(upper picture) we actually need
there are so many stones scattered everywhere that Baucau is            about US$ 16.000 excluding plastering of the wall and ceiling.,
mentioned as the Coral Town .                                           paving, etc. Anyhow, with the available contribution and donation
                                                                        of about US$ 12 .000 and by faith since November 2008 we are
                                                                        able to coordinate together with the Baucau church construction
                                                                        committee headed by Pastor Inacio and myself as treasures to start
                                                                        building a 220 m square church building on a 1000 m land
                                                                        including two class rooms(picture below) which can accommodate
                                                                        about 500 members. The construction is expected to be finished on
                                                                        January 2009.




As I told you before in East Timor since 1975 we have only one
SDA Church in Dili the capital city but the development is so fast
since 2004 from only 7 members converted and baptized by
effort of our pioneers brother Kapitan now the church has grown-
up to more than 500 members despite facing many obstacles and
persecution especially among the youths the gospel spread across
the mountains of Timor Leste including Baucau the second largest
town here and some of them are baptized In Baucau. (see upper
                                                                        Hopefully, in the future we plan to build more classes to be used as
picture from left Pastor Ronaldo, Pastor Inacio, pastor Sebastian).
                                                                        an English school and if possible a nursing, doctor assistant and
                                                                        medical secretary school here in Baucau to enable to strengthen the
When I was stationed here in Baucau as a UN medical team there
                                                                        youth in East Timor both spiritually and physically. To make it short
was no church here and most of us worship in rented houses. We
                                                                        I invite all of you to support                this project       and
prayed together with all the members here and its is not until we are
                                                                        share your contribution and effort and what ever you can do for
Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                    - 18
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                                   26 Desember 2008

the development of the gospel in East Timor because now is the time        Samuel Sembung kelas 4 SD berkhotbah tentang Nuh. Dan adik
to act. If you are interested to share your contribution please, contact   Kevin Lolong kelas 2 SD berkhotbah dengan mengambil tema “Ibu”,
me Rudy Maulany as treasurer of the construction committee at              wah...sangat luar biasa sekali, anak-anak kecil ini sudah berani dalam
email: r_maulany@yahoo.com or r.maulany@yahoo.co.id ***                    menampilkan talenta mereka untuk Tuhan. Setelah ditanya oleh Om
                                                                           Pdt. Tielung apakah cita-cita kedua anak ini, mereka mengatakan
                                                                           bahwa mereka ingin menjadi Pendeta. Puji Tuhan, cita-cita yang
                  CHILDREN TALENT                                          sangat mulia.
               “UNTUK MAMA TERCINTA”
Dilaporkan oleh : Lorraine Hiborang Poneke, TK Jakarta.

Jakarta [ KADNet ] Acara PA pada Sabat 21 December 2008, kali ini
cukup menarik yaitu acara Children Talent dengan tema “Untuk
Mama Tercinta”. Acara yang dipandu oleh dua boneka yaitu Jurian
Kaunang sebagai Koko dan Lidya Retor sebagai Memey. Acara yang
sama persis dengan idola cilik ini, menampilkan juri-juri yang akan
menilai semua anak-anak yang tampil. Juri-jurinya adalah Mama
Deisy Laluyan, Oma Ani Tangkilisan dan Om Pdt. H. J. Tielung.




                                                                           Semua anak-anak yang sudah mengambil bagian dikomentari oleh
                                                                           para juri, yang terpenting adalah mereka sudah berani. Tentunya apa
                                                                           yang sudah mereka tampilkan itu semua berkat campur tangan orang
                                                                           tua dalam mendidik mereka. Anak-anak kecil yang menyanyikan
                                                                           lagu, setelah ditanya oleh para juri apa cita-cita mereka. Anak-anak
                                                                           kecil pun menyawab ingin menjadi penyanyi gereja. Cita-cita yang
                                                                           sangat luar biasa....




Penampilan pertama di bawakan oleh Lovely (2 tahun), Christel (3
tahun) dan Chandra (4 tahun) dengan lagu “Ku akan pakai”. Dengan
semangat mereka menyanyikan lagu itu dari ayat pertama sampai
yang terakhir. Sangat luar biasa walaupun masih kecil tapi anak-anak
ini berani memuji Tuhan. Penampilan kedua solo yang dibawakan
oleh Lovely Tololiu dengan ditemani ayahnya, anak Tuhan ini
menyanyikan lagu ”Diwaktuku Masih Kecil” special buat mamanya.
Dilanjutkan dengan solo oleh Janely Melody Tumalun (3 tahun)
ditemani juga oleh papanya, dengan menyanyikan dua buah lagu
berturut-turut dalam bahasa Inggris ”Jesus Loves Me” dan ”Give
Thanks”.

Adik Chandra walaupun sudah tampil trio tapi ingin sekali solo untuk
memuji Tuhan lewat lagunya ”Sungguhku Bahagia”. Lagu ”12 Murid
Yesus” juga dilantunkan oleh Ryan Walean dengan ditemani
mamanya. Kemudian adik Queensly dengan gerakan menyanyikan
lagu special juga buat mama “Didoa Ibuku”. Dave Laluyan juga
menyanyikan lagu “Doa Ibu” special buat mama. Natan menyanyikan            Dipenghujung acara ini, semua ibu-ibu dipanggil untuk tampil ke
lagu “Berliku-liku Kehidupan Ini”, Joshua menyanyikan lagu “He’s           depan dan semua anak-anak datang untuk memberikan pelukan dan
able” dan Mody Pangemanan pun tidak ketinggalan untuk                      ciuman yang hangat buat Mama mereka serta mengucapkan kata
menampilkan talenta dari Tuhan lewat menyanyi.                             ”Thanks Mama”, disusul oleh bapak-bapak memberikan ucapan
Bukan hanya lagu-lagu yang ditampilkan oleh anak-anak, tetapi              selamat hari Ibu sambil menyanyikan lagu ”Doa Ibuku” kemudian
mereka juga menampilkan bakat mereka dalam berkhotbah. Tetapi              Pdt. H. J. Tielung mendoakan khusus buat ibu-ibu yang sudah banyak
sebelum anak-anak yang lain berkhotbah Kevin Laluyan lebih dahulu          berjasa buat anak-anak bahkan buat keluarga mereka. ***
berkhotbah dengan menggunakan power point, sebagai contoh bagi
adik-adik yang akan menunjukkan talenta mereka dalam berkhotbah.

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                        - 19
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                              26 Desember 2008


PERAYAAN OLD AND NEW & PENUTUPAN PEKAN                                  kebaktian (SDA dan Non-SDA) yang ada di penjara dan selama itu
                                                                        juga kita sudah melaksanakan Diskusi SS di Penjara. Walaupun
    DOA DI PENJARA TG. BALAI KARIMUN                                    Awalnya agak canggung bagi mereka untuk melakukan pengalaman
Dilaporkan oleh Donly Sinaga-TK Kepulauan Riau                          baru itu namun lambat-laun mereka menjadi terbiasa.

Tg. Balai Karimun [KADNET] - Pekan doa tahunan yang diadakan
oleh umat Advent se-dunia,telah memberikan penyegaran rohani
kepada      anggota   jemaat   Gereja    Masehi      Advent   Hari
Ketujuh(GMAHK) cabang Tg. Balai Karimun. Dengan memilih judul
“TANDA-TANDA PENGHARAPAN”, bacaan pecan doa yang
langsung diturunkan oleh pimpinan pusat di GC ini telah memberikan
satu pemahaman yang lebih jelas tentang peristiwa-peristiwa yang
terjadi sebelum kedatangan Yesus yang ke dua kali.

Pekan doa ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Desember 2008 – 20
Desember 2008,bertempat di Gereja Karimun dan pada tanggal 20-
nya penutupan pekan doa dilaksanakan di Penjara Tg.Balai Karimun.

Setelah diberikan siraman rohani selama satu pekan,maka tibalah
saatnya untuk menjadi pelaku firman. Menyadari akan pentingnya
untuk mengetahui tanda-tanda kedatangan Yesus yang ke dua kali dan
bahwa sebagai murid Yesus kita memiliki tanggungjawab untuk
memberitakan injil kebenaran kepada orang yang belum
mengetahuinya maka anggota GMAHK cabang Karimun
melaksanakan kebaktian bersama para tahanan di Penjara. Karena
semboyan yang selalu dihidupkan oleh anggota GMAHK Cabang
Karimun adalah “Menunggu akan terasa lebih lama bilamana kita           Pada tanggal 20 Desember 2008,bertempat di ruangan kebaktian umat
tidak melakukan apa-apa”                                                Kristen di penjara Tg.Balai karimun,kebaktian sabat bersama dengan
                                                                        para tahanan penjara dilaksanakan. Kebaktian sabat bersama ini
                                                                        merupakan penggabungan dari perayaan “OLD AND NEW YEAR”
                                                                        dengan penutupan “PEKAN DOA” Tahunan.

                                                                        Acara yang sederhana namun disambut meriah oleh para tahanan ini
                                                                        telah memberikan satu sukacita baik kepada Anggota GMAHK dan
                                                                        juga kepada para tahanan. Oleh karena melalui acara ini anggota
                                                                        gereja Karimun dapat melatih dirinya untuk mau berbagi dengan
                                                                        orang-orang yang kurang beruntung (tahanan) dan di sisi lain,para
                                                                        tahanan dapat merasakan bagaimana indahnya untuk menutup dan
                                                                        menyambut Tahun Baru walaupun dalam suasana penjara.
                                                                        Kebiasaan yang terjadi dalam keluarga mereka masing-masing dalam
                                                                        merayakan Natal dan Tahun Baru bersama seluruh anggota keluarga
                                                                        mereka, pastinya membuat ada satu perasaan yang sangat
                                                                        menyedihkan. Untuk itulah,anggota jemaat karimun datang untuk
                                                                        berbagi dengan mereka dan mengatakan bahwa kami ini adalah
                                                                        keluarga mereka. Melalui persahabatan dan keakraban yang
                                                                        ditunjukan anggota gereja maka sedikit banyaknya itu dapat
                                                                        mengurangi kesedihan mereka.

                                                                        Diawali dengan acara Sekolah Sabat hingga diteruskan kepada
                                                                        khotbah penutupan pekan doa yang dibawakan oleh Pdt.M.Hutasoit
Secara rutin,setiap sabat siang Penginjil Sukarela(PS) Donly Singa      (Gembala Induk), semua acara berjalan dengan baik. Walaupun ada
bersama-sama anggota gereja senantiasa melaksanakan penginjilan         sedikit modifikasi dalam acara SS dan Khotbah, namun secara
ke Penjara TG.Balai Karimun. Melalui membagikan pelajaran               keseluruhan itu tidak mengurangi ke-Kudusan perbaktian sabat
kesehatan (oleh:Dr.R.Siahaan ) dan pendalaman Alkitab melalui           tersebut. Hal ini dilakukan oleh karena waktu kebaktian yang
pelajaran Sekolah Sabat dan membahas kitab Wahyu ayat per ayat          diberikan oleh pihak Penjara adalah mulai dari 08:30 – 11:30, agar
(oleh:Donly Sinaga) hal ini telah menghasilkan 5 (lima) Jiwa            tidak mengganggu kegiatan sholat saudara-saudara dari Muslim.
menerima Yesus melalui Baptisan pada 21 Juni 2008 yang lalu. Dan
bukan hanya itu saja,di penjara Tg.Balai karimun telah disetujui oleh   Atusiasme dari anggota GMAHK cabang Karimun terlihat bilamana
Daerah Sumatra Kawasan Tengah (SKT) untuk mendirikan cabang             seluruh anggota berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam
Sekolah Sabat, oleh karena sudah ada anggota-anggota GMAHK yang         kelancaran acara tersebut. Mulai dari orang-orang muda dan kaum
harus dilayani di sana. Tetapi pelayanan itu tidak hanya sebatas        bapak yang mengurus perlengkapan dan transportasi ke penjara,hal ini
kepada anggota gereja yang baru dibaptis saja,namun kepada para         juga diimbangi dengan usaha maksimal yang ditunjukan para ibu-ibu
anggota tumbuh juga (non-SDA). Sudah 2 (dua) triwulan ini kita          (Yang dikoordinir oleh: ibu.N.Purba,Ibu Manullang dan ibu Tiwow)
membagikan pelajaran Sekolah Sabat (SS) kepada semua anggota            untuk memasak konsumsi yang dibawa ke penjara pada sabat itu.

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                                   - 20
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                      26 Desember 2008

Para ibu yang sudah bekerja keras menyiapkan makanan
Syukur kepada Tuhan oleh karena semua acara berjalan dengan
lancar. Dan tolong doakan kami saudara-saudaramu yang ada di
Karimun untuk tetap setia di dalam ke-Imanan dan tetap semangat
dalam penginjilan. Sehingga menjadi doa dan harapan kita semua
untuk tahun depan kami dapat melaksanakan acara yang lebih baik
lagi. Tuhan memberkati kita semua.




                                                                  Sebelum diskusi Sekolah Sabat, staff Sekolah Sabat merayakan
                                                                  “Hari Ibu” dengan menyediakan kembang yang tidak akan
                                                                  pernah layu buat ibu-ibu di Taman Harapan, dan sebagai
                                                                  ucapan rasa terima kasih kepada Ibu-ibu semua suami
                                                                  mengambil kembang di depan dan mememberikannya kepada
                                                                  istri tercinta, dan bagi janda-janda diberikan kembang oleh tua-
                                                                  tua jemaat. Diskusi Sekolah Sabat yang dipimpin oleh
                                                                  pemimpin diskusi masing-masing kelompok dan keikut sertaan
                                                                  anggota kelompok dalam memberikan tanggapan dan
                                                                  kesaksian memberikan sukacita tersendiri bagi anggota El
                                                                  Shaddai.




[Ibu Manullang (Gambar Atas) Donly Sinaga (Gambar bawah) saat
memberikan Parcel Tahun Baru kepada para tahanan]


                                                                  Sebelum khotbah, Yufeline Kasenda Tidayoh yang adalah istri
                                                                  dari Bryan Kasenda membagikan pekabaran untuk anak-anak.
 PERJAMUAN SUCI TERAKHIR ANTARA ORANG                             Cerita anak-anak yang diambil dari cerita raja Salomo yang
             TUA & ANAK                                           penuh hikmat dari Tuhan dalam menyelesaikan masalah dua
Dilaporkan oleh : Lorraine Hiborang Poneke, TK Jakarta.           orang ibu yang memperebutkan seorang bayi, karena bayi dari
                                                                  ibu yang satu telah meninggal dunia. Tapi cerita anak-anak
Karawang [KADNET]. Sekitar jam sembilan lewat cabang              kali ini lain dari pada yang lain, yang membuat anak-anak
sekolah Sabat El Shaddai Karawang tiba di Gereja Masehi           serius dalam menangkap arti dari cerita ini, karena kali ini
Advent Hari Ketujuh Taman Harapan Jakarta, yang tidak lain        cerita dibawakan dalam bentuk fragmen yang diperankan oleh
adalah orang tua dari cabang El Shaddai.                          Herald Karundeng sebagai Raja Salomo, Jurian Kaunang
                                                                  sebagai pengawal raja, Regina Lompoliu sebagai ibu yang


Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                          - 21
                                                      -
RENUNGAN BUKA SABAT DAN ANEKA BERITA                                                                 26 Desember 2008


kehilangan bayinya dan Stela Waworuntu sebagai ibu yang         Sekitar jam 14.30 cabang sekolah Sabat El Shaddai kembali ke
bayinya sudah meninggal.                                        Karawang karena bus yang ditumpangi hanya di sewa sampai
                                                                pukul 14.00. Semoga berkat hari Sabat itu bisa menguatkan
“Orang Benar: Hidup Oleh Iman” merupakan judul khotbah          iman anggota sekolah Sabat cabang El Shaddai terutama bagi
pada Sabat itu yang dibawakan oleh Bryan D. Kasenda sebagai     jiwa yang baru menerima Tuhan. ***
pemimpin diakon di jemaat Taman Harapan Jakarta. Dengan
mengambil patokan dari ayat bersahutan Ibrani 10:35-39
beliau menjelaskan panjang lebar siapa sebenarnya orang yang
berbahagia itu? dan orang yang berbahagia itu adalah orang
yang mendengarkan Firman dan melakukannya.

Dalam Roma 3:23-26 ada dua tipical orang yang benar,
pertama Orang yang percaya pada Yesus dan kedua orang
yang menerima penebusan. Apakah kita pernah menyadari
bahwa kita tidak layak menerima penebusan? Tetapi karena
kasih karunia Allah kita semua menjadi layak (Imamat 16:20-
22), kita semua adalah orang yang benar dan kita harus hidup
oleh iman sambil mengutip dalam Roma 1:17 sebagai ayat inti
”Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah yang bertolak dari
iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ”Orang
benar akan hidup oleh iman”. Dan iman seperti apakah yang
harus kita hidupi jawabannya terdapat dalam Ibrani 12:2a,
Ibrani 10:37 dan 1 Tesalonika 4:16, 17.

Orang-orang benar yang mengundurkan diri atau murtad (II
Tim 3:1) tidak akan diangkat ke Surga (Ibrani 10:38). Tetapi
Tuhan memberikan satu hidup yang penuh harapan untuk
memelihara iman kita (I Petrus 1:3-5) yaitu Tuhan akan
melindungi orang yang memelihara Imannya (Matius 6:33,
34). Kita harus setiap saat belajar Firman Tuhan, karena iman
timbul dari membaca akan firmanNya setiap saat baik pagi,
siang ataupun malam. (Yesaya 50:4, Matius 13:23 dan Lukas
18:1, 7, 8).




Setelah acara khotbah selesai dilanjutkan perjamuan suci yang
dipimpin oleh Pdt. H. J. Tielung, MMin. sebagai gembala
jemaat Taman Harapan. Acara perjamuan yang terakhir
ditahun 2008 yang diikuti oleh anak dan orang tua merupakan
moment special bagi anak atau cabang sekolah Sabat El
Shaddai.

Published by: Kawanua Advent Sedunia – Website: http://www.kadnet.info – Email: redaksi@KADNet.info                    - 22
                                                      -

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:70
posted:8/9/2012
language:Malay
pages:22