Docstoc

Sambutan Upacara Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Timur

Document Sample
Sambutan Upacara Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Timur Powered By Docstoc
					           GUBERNUR JAWA TIMUR

                SAMBUTAN
         GUBERNUR JAWA TIMUR
               PADA ACARA
   UPACARA PERINGATAN HARI JADI KE-66
     PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2011
         Tanggal 12 Oktober 2011

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

- Yang Saya Hormati Sdr. Pimpinan dan Anggota
  DPRD Provinsi Jawa Timur;
- Sdr. Para Anggota Forum Koordinasi Pimpinan
  Daerah Provinsi Jawa Timur beserta Ibu;
- Sdr.   Para Kepala Perwakilan Negara Sahabat;
- Sdr.   Bupati/Walikota se-Jawa Timur, beserta
  Ibu/Bapak;
- Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se Jawa Timur;
- Sdr.   Para Pejabat Sipil maupun TNI-Polri, serta
  Para Undangan dan Peserta Upacara yang
  berbahagia;
- Masyarakat Jawa Timur yang saya cintai dan saya
  banggakan.


Pada kesempatan yang berbahagia ini marilah kita
panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu
Wata‟ala, Tuhan yang Maha Kuasa, karena atas
limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, kita dapat
menghadiri Upacara Hari Jadi Ke-66 Provinsi Jawa
Timur Tahun 2011, dalam keadaan sehat wal‟afiat.


   Saudara-saudara sekalian yang saya muliakan,
   Pada kesempatan yang baik ini, saya sengaja
menempatkan Peringatan Hari Jadi Ke-66 Provinsi

                         2
Jawa Timur Tahun 2011 dalam sebuah tema besar
yang saya ambil dari semangat jaman yang sedang
kita jalani, yakni “SEMANGAT HARI JADI KE-66
PROVINSI JAWA TIMUR, KITA BERANTAS KORUPSI
UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN”.


Bapak/Ibu   dan    Hadirin     sekalian   yang   saya
hormati,
    Hari ini kita di sini bersama-sama untuk
memperingati Hari Jadi Ke-66 Provinsi Jawa Timur.
Makna peringatan ini tentu bukan sekedar untuk
menyegarkan kembali       ingatan kita tentang kiprah
Provinsi Jawa Timur sejak pembentukannya pasca
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, akan
tetapi peringatan ini haruslah kita maknai juga
sebagai ungkapan rasa syukur kita terhadap para
syuhada, baik pejabat maupun rakyat, yang dengan
susah   payah,    penuh    dedikasi   dan   ketulusan
                           3
membangun kejayaan Jawa Timur hingga seperti
sosoknya sekarang ini. Di atas timbunan semangat,
ketulusan dan kerja keras merekalah sekarang kita
berdiri, menikmati hari-hari kita yang penuh rahmat
dan kemuliaan.
     Saudara-saudara yang saya muliakan,
     Peringatan ini pun selayaknya kita maknai
sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah,
Tuhan seru sekalian alam, yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayatnya kepada para pemimpin dan
rakyat Jawa Timur sejak masa kelahirannya hingga
sekarang. Ya, kita harus bersyukur kepada Allah,
karena tanpa Ridho-Nya, kemuliaan itu tak mungkin
dapat kita nikmati bersama seperti sekarang ini.




                          4
       Bapak      ibu   dan      saudara      sekalian    yang
berbahagia,
       Dengan perasaan syukur itulah kita memandang
dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan
Jawa Timur sampai pada usianya yang ke 66 tahun
ini. Hanya dengan cara pandang yang penuh
optimisme itulah, kita dapat merasakan kembali
denyut     nadi     dan    semangat          pengabdian    para
pemimpin dan rakyat Jawa Timur sampai jauh ke
masa lampau.
       Sebagaimana kita ketahui bersama, tonggak
sejarah    Propinsi       Jawa       Timur    telah   diletakkan
fondasinya oleh para tokoh, pemimpin dan rakyat,
jauh      sebelum       masa         kemerdekaan       Republik
Indonesia.
       Namun demikian, salah satu tonggak sejarah
yang penting bagi keberadaan Propinsi Jawa Timur

                                 5
ini adalah kehadiran R.M.T. Soeryo dalam panggung
pemerintahan propinsi ini.
     R.M.T. Soerjo yang saat itu menjabat Residen
Bojonegoro ditetapkan sebagai Gubernur Jawa Timur
pertama pada Tanggal 19 Agustus 1945 dan mulai
menjalankan tugasnya pada Tanggal 12 Oktober
1945. Momentum itulah yang kemudian disepakati
bersama sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
     Pada hakikatnya, sejarah panjang masyarakat
Jawa   Timur    dalam    membentuk    suatu   sistem
pemerintahan daerah yang efektif dan efisien telah
dimulai sejak abad X Masehi yang ditandai dengan
berbagai bukti sejarah, antara lain dijadikannya Jawa
Timur sebagai pusat kekuasaan berbagai kerajaan,
yakni Kerajaan Medang Tahun 937-1017, Kerajaan
Kahuripan   Tahun    1019-1049,   Kerajaan    Dhaha-
Janggala    Tahun   1080 - 1222, Kerajaan Singosari

                             6
Tahun 1222-1292 dan Kerajaan Majapahit Tahun
1293-1527.
    Dalam hal ini, Pu Shendok (929-947) adalah
salah satu tokoh yang berhasil meletakkan dasar-
dasar pemerintahan di Jawa Timur dengan struktur
pemerintahan yang secara hirarkis terdiri dari Kraton
(Pemerintah Pusat), Watek (Daerah) dan Wanua
(Desa).
    Yang     sangat    penting   dan   membanggakan
sebagai warga Jawa Timur adalah sumbangsih kita
dalam     mewujudkan    Negara    Nusantara.   Melalui
emperium Kerajaan Majapahit, menjadi cikal bakal
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dari
Sabang sampai Meraoke dan dari Miangas sampai
Pulau Rote adalah luas wilayah Majapahit. Kerajaan
Majapahit-lah yang meletakkan dasar NKRI.



                           7
    Bukan itu saja, Majapahit juga memperkenalkan
umbul-umbul gulo-klopo yang menjadi ilham bagi
bendera nasional Merah Putih. Semangat persatuan
dan kesatuan sebagai sebuah negara, juga telah
diteladankan oleh Sang Maha Patih Gajah Mada
masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan „Sumpah
Amukti Palapa‟-nya. “..bhineka tunggal ika tan hanna
dharma mangrwa...”.
    Beragam satu juga, tidak ada kebenaran yang
mendua. Semboyan yang luhur dan mulia itu
sekarang   ini   dicengkeram   sang   Garuda   yang
bertamengkan Pancasila sebagai ideologi bangsa,
idiologi pengawal dan penjaga NKRI. Kita sebagai
anak cucu keturunan Raja Brawijaya dan Patih Gajah
Mada pewaris semangat persatuan dan kesatuan
patut berbangga dan berjuang mewujudkan impian itu
dalam keseharian.

                         8
Bapak/Ibu      dan    Hadirin       sekalian       yang     saya
hormati,
     Pada masa penjajahan, kebesaran Jawa Timur
juga telah ditunjukkan dan diimplementasikan dalam
bentuk perjuangan demi mencapai kemerdekaan.
Jawa Timur banyak melahirkan pahlawan dan tokoh
nasional     yang    sangat     berjasa     dalam        merintis,
merebut,      mempertahankan,              bahkan        mengisi
kemerdekaan.        Hal   ini   terlihat    dari    perjuangan
mencapai kemerdekaan yang awalnya dirintis oleh
para pahlawan yang tergabung dalam organisasi
“BOEDI OETOMO”, Tanggal 20                         Mei      1908.
Organisasi ini sebagaimana kita ketahui bersama,
dipelopori    oleh tokoh-tokoh intelektual muda dari
Jawa Timur, seperti dr. Soetomo dan kawan-kawan.
     Jejak langkah yang dipelopori oleh para kampiun
Boedi Oetomo itu di kemudian hari telah mengilhami

                                9
lahirnya berbagai organisasi kebangsaan lain, baik
yang dijiwai semangat keagamaan seperti “Sarekat
Islam” oleh H.O.S. Tjokroaminoto, “Nahdlatul Ulama”
oleh    K.H.      Hasyim     Asy‟ari,        maupun          semangat
kebangsaan oleh WR Soepratman.
       Semangat       kepahlawanan              masyarakat       jawa
Timur      kembali       muncul        ketika    mempertahankan
kemerdekaan          dan    kedaulatan          Negara       Republik
Indonesia,        yang     ditandai          dengan      munculnya
pahlawan-pahlawan besar seperti Bung Karno, Bung
Tomo, R.M.T. Soerjo, Dr. Roeslan Abdoelgani, Mayor
Jenderal         Soengkono,            dan      Mayor        Jenderal
H.R. Mohammad, dan masih banyak lagi yang
lainnya.
Saudara-saudara yang saya muliakan,
       Hal-hal    yang     saya        sebutkan       tadi    menjadi
pertanda bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki jati

                                  10
diri yang kuat dan semangat pengabdian yang tulus,
yang kesemuanya itu dipersembahkan hanya untuk
kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan
cita-cita   nasional     kita,     yaitu   cita-cita     untuk
mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.


Bapak/Ibu     dan      Hadirin     sekalian    yang      Saya
hormati,
     Dengan dilandasi oleh semangat juang yang
mengalir dalam darah para pahlawan itulah, para
Gubernur     Jawa      Timur,      bersama    para     ulama,
pemimpin     umat      dan    masyarakat       Jawa      Timur
seluruhnya telah melakukan pembangunan secara
berkelanjutan   untuk        mewujudkan       keadilan    dan
kemakmuran.
     Pada saat menjabat Gubernur Jawa Timur, Bpk.
R.P. Mohammad Noer bertekad mewujudkan cita-cita

                              11
“Wong Cilik Bisa Melu Gumuyu” (Membuat Orang
Kecil     Bisa      Tertawa).    Beliau   juga     menggagas
pembangunan akses transportasi dari Pulau Jawa
menuju Pulau Madura dan sebaliknya. Kini cita-cita
beliau telah terwujud, dan kita semua, rakyat Jawa
Timur, bahkan Indonesia, ikut menikmatinya.
        Jembatan Suramadu yang telah diresmikan
pada Tanggal 10 Juni 2009, di sangat besar
peranannya            dalam          mengungkit          kegiatan
perekonomian            dan       percepatan        akselerasi
pembangunan di kawasan Pulau Madura sehingga
kesenjangan kesejahteraan masyarakat antar wilayah
di Provinsi Jawa Timur dapat semakin berkurang.


Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,
        Cita-cita     untuk     mewujudkan        tata     kelola
pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan yang

                                12
baik     melalui      pembenahan          kualitas     aparatur
pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi
Jawa Timur, juga telah dilakukan. Semua itu tidak
dapat dipisahkan dari upaya kita bersama untuk
mencapai kemakmuran bagi masyarakat Jawa Timur.
Untuk menggapai cita-cita besar itu, Gubernur Jawa
Timur,     Bpk.     Soenandar        Prijosoedarmo        telah
menetapkan Program “Panca Tertib”, yang meliputi
Tertib     Program,     Tertib            Anggaran,      Tertib
Pelaksanaan, Tertib Pengendalian dan Pengawasan
serta Tertib Administrasi.
       Program ini, sebagaimana kita ketahui bersama,
telah meletakkan dasar-dasar yang menjadi panduan
perilaku    bagi    seluruh      aparatur     di     lingkungan
Pemerintah         Provinsi        Jawa      Timur       dalam
melaksanakan pelayanan publik.



                              13
     Untuk tujuan pengembangan            satuan       wilayah
pembangunan       dalam    rangka       eksplorasi     potensi
kawasan, mewujudkan keadilan, kemakmuran dan
kesejahteraan, baik di kawasan perkotaan maupun di
kawasan pedesaan secara khusus menjadi perhatian
Gubernur Jawa Timur, Bpk. Wahono. Gagasan beliau
ini antara lain diwujudkan melalui pembentukan
satuan        wilayah     pembangunan           GERBANG
KERTOSUSILA, Madiun dan sekitarnya, Bojonegoro
dan sekitarnya, Kediri dan sekitarnya, Malang dan
sekitarnya, Probolinggo dan sekitarnya, Jember dan
sekitarnya,     Banyuwangi        dan    sekitarnya,     serta
Sumenep dan sekitarnya.
     Kebijakan      pemerataan          pembangunan        ini
dimaksudkan sebagai upaya untuk menyeimbangkan
pertumbuhan pembangunan antar daerah di Jawa
Timur.

                             14
     Kebijakan untuk mewujudkan kesejahteraan dan
keadilan bagi masyarakat itu kemudian dilanjutkan
oleh Gubernur Jawa Timur periode berikutnya, Bpk.
Soelarso dengan melakukan pembangunan ekonomi
dan kerjasama dengan pihak swasta untuk membuka
peluang penanaman modal. Di antaranya melalui
pembangunan pusat-pusat kawasan industri, seperti
PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang), dan NIP
(Ngoro Industri Persada).
     Demikian pula halnya, dengan Gubernur Jawa
Timur, Bpk. H. Moch. Basofi Soedirman, beliau
berupaya     melanjutkan         usaha   mewujudkan
pemerataan pembangunan di kawasan perkotaan
hingga ke pelosok pedesaan melalui pencanangan
“Gerakan Kembali ke Desa”. Melalui program One
Village One Product, setiap desa didorong, dimotivasi



                            15
untuk memiliki satu produk unggulan yang khas dari
daerah itu.
     Selanjutnya, Gubernur Bpk H. Imam Oetomo S,
melalui       kebijakan   pembangunan       ekonominya
berusaha keras untuk pengungkit perekonomian
Jawa Timur. Diantara program-program andalan
beliau adalah Jawa Timur sebagai Provinsi Agribisnis,
Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu
Taskin), pembangunan Jembatan Surabaya Madura
(Suramadu), Jalan Lintas Selatan, dan jalan-jalan tol
untuk memperluas akses transportasi masyarakat.


Bapak/Ibu       dan   Hadirin    sekalian   yang   Saya
hormati,
     Saat ini, ketika kita bersama memperingati Hari
Jadi Provinsi Jawa Timur, kita kembali diajak untuk
instrospeksi tentang apa yang telah kita sumbangkan

                            16
bagi kemajuan bangsa dan negara, khususnya
Provinsi Jawa Timur. Berbagai daya upaya telah
dilakukan untuk mencapai cita-cita kita bersama dan
tentunya usaha kita tersebut tidak selalu mencapai
keberhasilan,      bahkan     seringkali     masih     dijumpai
hambatan dan tantangan.
     Karena itu, marilah kita meneladani sikap hidup
para pendahulu kita yang konsisten memegang teguh
prinsip    untuk     selalu    menyumbangkan             tenaga,
pemikiran,      bahkan        jiwa     dan      raga      untuk
mempertahankan dan mengisi kemerdekaan melalui
pelaksanaan pembangunan di segala bidang.
     Dengan didukung karakteristik masyarakat Jawa
Timur yang sarat dengan nilai-nilai            kebersamaan,
kegotong-royongan, kekeluargaan dan keterpaduan,
kebijakan para Gubernur Jawa Timur yang saya
sebutkan     tadi,     akan         Saya     lanjutkan     demi

                               17
kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan.         Semua       itu    semata-mata     untuk
mewujudkan keadilan dan kemakmuran masyarakat
Jawa Timur.
        Hal itu sudah tegas dalam Visi dan Misi
Pembangunan          Jawa   Timur       sebagamana      dapat
disimak     pada     Rencana         Pembangunan       Jangka
Menengah Daerah Jawa Timur Tahun 2009-2014.
Dengan visi “Terwujudnya Jawa                  Timur    yang
Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia”, dan dengan misi
“Mewujudkan Makmur bersama Wong Cilik melalui
APBD       untuk     Rakyat”,        saya   bertekad    untuk
melanjutkan cita-cita, upaya-upaya, dan cara-cara
luhur    yang      pernah   dilakukan       oleh   pendahulu-
pendahulu saya.



                                18
       Visi dan misi yang sudah saya sebutkan tadi
akan       diwujudkan   melalui   beberapa     strategi
pembangunan yang Pro-Poor (pro orang miskin) dan
Pro-Job (pro perluasan kesempatan kerja).
       Upaya untuk menekan angka pengangguran
dan mengurangi jumlah kemiskinan terus dipacu
melalui pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Salah
satu cara untuk memacu pertumbuhan ekonomi
tersebut adalah dengan menciptakan iklim investasi
yang kondusif. Berbagai upaya yang perlu dilakukan
adalah memberi jaminan kemudahan berinvestasi. Di
antaranya melalui penyediaan lahan, power plant
listrik, perijinan yang cepat, dan tenaga kerja yang
demokratis.
       Namun demikian, keberhasilan implementasi
berbagai upaya solutif tadi tidak akan tercapai apabila
praktek-praktek korupsi, kolusi dan berbagai tindakan

                          19
aparatur pemerintahan di lingkungan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur yang berpotensi mengakibatkan
kerugian bagi keuangan negara tetap terjadi pada
tingkat       pimpinan   sampai    dengan        staf.
Untuk itulah, berbagai upaya akan terus dilakukan
untuk mencegah dan menindak berbagai praktik
korupsi di lingkungan Propinsi Jawa Timur yang kita
cintai ini.
      Tentu saja kita patut berbangga hati bahwa
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa
Timur Tahun Anggaran 2010 mendapat penilaian
“Wajar Tanpa Pengecualian” dalam audit yang
dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Hal ini
adalah langkah awal bagi Pemerintah Provinsi Jawa
Timur untuk mengelola keuangan negara bagi
sebesar-besar     kemakmuran   rakyat   sesuai   misi



                         20
“Mewujudkan Makmur bersama Wong Cilik melalui
APBD untuk Rakyat”.
       Untuk itu, diperlukan keteladanan kepemimpinan
dalam       penyelenggaraan            pemerintahan     dan
pelaksanaan          pembangunan.        Keteladanan     ini
diperlukan agar pemerintahan ini dapat berjalan
secara     efektif    dan   efisien,       manusiawi    dan
bermartabat dalam bingkai kepatuhan pada hukum.
Hanya dengan cara demikian cita-cita mewujudkan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat                    dapat
tercapai. Dan tercapai dengan cara yang benar dan
bermartabat.
   Atas dasar alasan-alasan yang saya sampaikan
itulah, Hari Jadi ke-66 Provinsi Jawa Timur kali ini,
saya bingkai dalam sebuah tema besar “SEMANGAT
HARI     JADI   KE-66   PROVINSI       JAWA   TIMUR,    KITA
BERANTAS         KORUPSI          UNTUK       MENGURANGI
KEMISKINAN”.
                             21
   Saya berharap tema Hari Jadi Propinsi Jawa
Timur ke 66 ini dapat menjadi tonggak sejarah baru
yang mampu menjadi pemicu semangat kita untuk
mewujudkan cita-cita bersama menuju Jawa Timur
yang Makmur.


Bapak/Ibu    dan   Hadirin     sekalian   yang   saya
hormati,
    Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak
seluruh komponen masyarakat Jawa Timur untuk
selalu kreatif, terus mengembangkan inovasi dan
mencari     terobosan   baru     untuk    menghadapi
persaingan di era global saat ini dengan dilandasi
perilaku yang mencerminkan akhlak dan budi pekerti
luhur, melalui peningkatan keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa,



                         22
23

				
DOCUMENT INFO
Tags:
Stats:
views:138
posted:8/8/2012
language:Tagalog
pages:23