tugas pankreatitis akut lengkap

Document Sample
tugas pankreatitis akut lengkap Powered By Docstoc
					                                               BAB I
                                       PENDAHULUAN



    1. Latar Belakang

           Pankreas merupakan suatu organ yang mempunyai fungsi endokrin dan eksokrin,
       dan kedua fungsi ini saling berhubungan. Fungsi eksokrin yang utama adalah untuk
       memfasilitasi proses pencernaan melalui sekresi enzim-enzim ke dalam duodenum
       proksimal. Sekretin dan kolesistokinin-pankreozimin (CCC-PZ) merupakan hormon
       traktus gastrointestinal yang membantu dalam mencerna zat-zat makanan dengan
       mengendalikan sekret pankreas. Sekresi enzim pankreas yang normal berkisar dari
       1500-2500 mm/hari.

                Pankreatitis (inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada pankreas
       dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan
       sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak
       bereaksi terhadap berbagai pengobatan. (Brunner & Suddart, 2001; 1338)

                Pankreatitis Akut adalah peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba, bisa
       bersifat ringan atau berakibat fatal.

                Pankreatitis akut adalah inflamasi pankreas yang biasanya terjadi akibat
       alkoholisme dan penyakit saluran empedu seperti kolelitiasis dan kolesistisis. (Sandra
       M. Nettina, 2001)




    2. Tujuan khusus

       Untuk memenuhi penugasan kelompok yang diberikan oleh dosen pembimbing

    3. Tujuan umum

       Setelah mengkaji tentang defenisi, etiologi. Tanda dan gejala dan lain-lainnya, perawat
       ataupun mahasiswa dapat menegakkan diagnosa dan intervensi dengan benar dan
       tepat.




1
                                              BAB II
                                    TINJAUAN TEORITIS



    A. DEFENISI

    1. Pankreatitis

            Pankreatitis (inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada pankreas
      dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan
      sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak
      bereaksi terhadap berbagai pengobatan. (Brunner & Suddart, 2001; 1338)

            Pankreatitis adalah kondisi inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana enzim
      pankreas diaktifasi secara prematur mengakibatkan autodigestif dari pankreas.
      (Doengoes, 2000;558)

    2. Pankreatitis Akut

            Pankreatitis Akut adalah peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba, bisa
      bersifat ringan atau berakibat fatal.

            Pankreatitis akut adalah inflamasi pankreas yang biasanya terjadi akibat
      alkoholisme dan penyakit saluran empedu seperti kolelitiasis dan kolesistisis. (Sandra
      M. Nettina, 2001)

            Pankreatitis akut adalah suatu proses peradangan akut yang mengenai pankreas
      dan ditandai oleh berbagai derajat edema, perdarahan dan nekrosis pada sel-sel asinus
      dan pembuluh darah. Mortalitas dan gejala klinis bervariasi sesuai derajat proses
      patologi. Bila hanya terdapat edema pankreas, mortalitas mungkin berkisar dari 5%
      sampai 10%, sedangkan perdarahan masif nekrotik mempunyai mortalitas 50% sampai
      80%. Secara normal pankreas mengalirkan getah pankreas melalui saluran pankreas
      (duktus pankreatikus menuju ke usus dua belas jari (duodenum).




2
    B. KLASIFIKASI PANKREATITIS AKUT

           Pankreatis akut memiliki keparahan yang berkisar dari kelainan yang relatif
      ringan dan sembuh dengan sendirinya hingga penyakit yang dengan cepat menjadi
      fatal serta tidak responsif terhadap berbagai terapi.

           Berdasarkan pada beratnya proses peradangan dan luasnya nekrosis parenkim
      dapat dibedakan:

      a.   Pankreatitis akut tipe intersitial
                 Secara makroskopik, pankreas membengkak secara difus dan tampak pucat.
           Tidak didapatkan nekrosis atau perdarahan, atau bila ada, minimal sekali. Secara
           mikroskopik, daerah intersitial melebar karena adanya edema ekstraselular,
           disertai sebaran sel-sel leukosit polimorfonuklear (PMN). Saluran pankreas dapat
           terisi dengan bahan-bahan purulen. Tidak didapatkan destruksi asinus. Meskipun
           bentuk ini dianggap sebagai bentuk pankreatitis yang lebih ringan, namun pasien
           berada dalam keadaan sakit yang akut dan berisiko mengalami syok, gangguan
           keseimbangan cairan serta elektrolit dan sepsis.

      b. Pankreatitis akut tipe nekrosis hemoragik,
                 Secara mikroskopik tampak nekrosis jaringan pankreas disertai dengan
           perdarahan dan inflamasi. Tanda utama adalah adanya nekrosis lemak pada
           jaringan-jaringan di tepi pankreas, nekrosis parenkim dan pembuluh-pembuluh
           darah sehingga mengakibatkan perdarahan dan dapat mengisi ruangan
           retroperitoneal. Bila penyakit berlanjut, dapat timbul abses atau daerah-daerah
           nekrosis yang berdinding, yang subur untuk timbulnya bakteri sehingga dapat
           menimbulkan abses yang purulen. Gambaran mikroskopis adalah adanya nekrosis
           lemak dan jaringan pankreas, kantong-kantong infiltrat yang meradang dan
           berdarah ditemukan tersebar pada jaringan yang rusak dan mati. Pembuluh-
           pembuluh darah di dalam dan di sekitar daerah yang nekrotik menunjukkan
           kerusakan mulai dari inflamasi peri vaskular, vaskulitis yang nyata sampai
           nekrosis dan trombosis pembuluh-pembuluh darah.




3
    C. ETIOLOGI

           Pankreatitis akut terjadi akibat proses tercernanya organ ini oleh enzim-enzimnya
     sendiri, khususnya oleh tripsin.

           Delapan puluh persen penderita pankreatitis akut mengalami penyakit pada duktus
     billiaris; meskipun demikian, hanya 5% penderita batu empedu yang kemudian
     mengalami nekrosis. Batu empedu memasuki duktus koledokus dan terperangkap dalam
     saluran ini pada daerah ampula Vateri, menyumbat- aliran getah pankreas atau
     menyebabkan aliran balik (refluks) getah empedu dari duktus koledokus ke dalam
     duktus pankreastikus dan dengan demikian akan mengaktifkan enzim-enzim yang kuat
     dalam pankreas. Spasme dan edema pada ampula Vateri yang terjadi akibat duodenitis
     kemungkinan dapat menimbulkan pankreatitis.

           Penyebab Pankreatitis Akut :

           1. Batu empedu
           2. Alkoholisme
           3. Obat-obat, seperti furosemide dan azathioprine
           4. Gondongan (parotitis)
           5. Kadar lemak darah yang tinggi, terutama trigliserida
           6. Kerusakan pankreas karena pembedahan atau endoskopi
           7. Kerusakan pankreas karena luka tusuk atau luka tembus
           8. Kanker pankreas
           9. Berkurangnya aliran darah ke pankreas, misalnya karena tekanan darah yang
               sangat rendah
           10. Pankreatitis bawaan




    D. PATOFISIOLOGI

           Pankreatitis akut merupakan penyakit seistemik yang terdiri dari dua fase:

           Pertama, fase awal yang disebabkan efek sistemik pelepasan mediator inflamasi,
      disebut sindrom respons inflamasi sistemik atau systemic inflamatory response
      syndrome (SIRS) yang berlangsung sekitar 72 jam. Gambaran klinisnya menyerupai
      sepsis, tetapi tidak ada bukti-bukti infeksi.

4
            Kedua, fase lanjut merupakan kegagalan sistem pertahanan tubuh alami yang
       menyebabkan keterlibatan sampai kegagalan multiorgan, yang biasanya dimulai pada
       awal minggu kedua. Kegagalan fungsi salah satu organ merupakan penanda beratnya
       penyakit dan buruknya faktor prognosis.




    E. PATOLOGI
            Terdapat dua bentuk anatomi utama yakni pankreatitis akut interstitial dan
       pankreatitis akut tipe nekrosis hemoragik. Manifestasi klinisnya dapat sama, pada
       bentuk kedua lebih sering fatal.
    1. Pankreatitis interstitial
       Secara makroskopik pankreas membengkak secara difus dan tampak pucat. Tidak
       didapatkan perdarahan atau nekrosis, atau bila ada minim sekali.
    2. Pankreatitis tipe nekrosis hemoragik
       Tampak nekrosis jaringan pankreas disertai dengan per- darahan dan inflamasi.




    F. TANDA DAN GEJALA

       1. nyeri

            Hampir setiap penderita mengalami nyeri yang hebat di perut atas bagian tengah,
         dibawah tulang dada (sternum).

            Nyeri sering menjalar ke punggung. Kadang nyeri pertama bisa dirasakan di perut
         bagian bawah. Nyeri ini biasanya timbul secara tiba-tiba dan mencapai intensitas
         maksimumnya dalam beberapa menit. Nyeri biasanya berat dan menetap selama
         berhari-hari. Bahkan dosis besar dari suntikan narkotikpun sering tidak dapat
         mengurangi rasa nyeri ini. Batuk, gerakan yang kasar dan pernafasan yang dalam,
         bisa membuat nyeri semakin memburuk. Duduk tegak dan bersandar ke depan bisa
         membantu meringankan rasa nyeri.

       2. mual dan muntah

            Sebagian besar penderita merasakan mual dan ingin muntah. Penderita
            pankreatitis akut karena alkoholisme, bisa tidak menunjukkan gejala lainnya,
            selain nyeri yang tidak terlalu hebat.

       3.   Sedangkan penderita lainnya akan terlihat sangat sakit, berkeringat

5
      4. denyut nadinya cepat (100-140 denyut per menit) dan

      5. pernafasannya cepat dan dangkal.

      6. Pada awalnya, suhu tubuh bisa normal, namun meningkat dalam beberapa jam
           sampai 37,8-38,8? Celsius.

      7. Tekanan darah bisa tinggi atau rendah, namun cenderung turun jika orang tersebut
           berdiri dan bisa menyebabkan pingsan.

      8.   Kadang-kadang bagian putih mata (sklera) tampak kekuningan.

      9.   20% penderita pankreatitis akut mengalami beberapa pembengkakan pada perut
           bagian atas. Pembengkakan ini bisa terjadi karena terhentinya pergerakan isi
           lambung dan usus (keadaan yang disebut ileus gastrointestina atau karena
           pankreas yang meradang tersebut membesar dan mendorong lambung ke depan.

      10. Bisa juga terjadi pengumpulan cairan dalam rongga perut (asites). Pada
           pankreatitis akut yang berat (pankreatitis nekrotisasi), tekanan darah bisa turun,
           mungkin menyebabkan syok. Pankreatitis akut yang berat bisa berakibat fatal.


    G. PEMERIKSAAN PENUNJANG

      1.   Scan-CT : menentukan luasnya edema dan nekrosis
      2.   Ultrasound abdomen: dapat digunakan untuk mengidentifikasi inflamasi pankreas,
           abses, pseudositis, karsinoma dan obstruksi traktus bilier.
      3.   Endoskopi : penggambaran duktus pankreas berguna untuk diagnosa fistula,
           penyakit obstruksi bilier dan striktur/anomali duktus pankreas. Catatan : prosedur
           ini dikontra indikasikan pada fase akut.
      4.   Aspirasi jarum penunjuk CT : dilakukan untuk menentukan adanya infeksi.
      5.   Foto abdomen : dapat menunjukkan dilatasi lubang usus besar berbatasan dengan
           pankreas atau faktor pencetus intra abdomen yang lain, adanya udara bebas intra
           peritoneal disebabkan oleh perforasi atau pembekuan abses, kalsifikasi pankreas.
      6.   Pemeriksaan     seri   GI    atas   :   sering   menunjukkan    bukti    pembesaran
           pankreas/inflamasi.
      7.   Amilase serum : meningkat karena obstruksi aliran normal enzim pankreas (kadar
           normal tidak menyingkirkan penyakit).
      8.   Amilase urine : meningkat dalam 2-3 hari setelah serangan.
      9.   Lipase serum : biasanya meningkat bersama amilase, tetapi tetap tinggi lebih
           lama.
6
      10. Bilirubin serum : terjadi pengikatan umum (mungkin disebabkan oleh penyakit
          hati alkoholik atau penekanan duktus koledokus).
      11. Fosfatase Alkaline : biasanya meningkat bila pankreatitis disertai oleh penyakit
          bilier.
      12. Albumin dan protein serum dapat meningkat (meningkatkan permeabilitas kapiler
          dan transudasi cairan kearea ekstrasel).
      13. Kalsium serum : hipokalsemi dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah timbul penyakit
          (biasanya menunjukkan nekrosis lemak dan dapat disertai nekrosis pankreas).
      14. Kalium : hipokalemia dapat terjadi karena kehilangan dari gaster; hiperkalemia
          dapat terjadi sekunder terhadap nekrosis jaringan, asidosis, insufisiensi ginjal.
      15. Trigliserida : kadar dapat melebihi 1700 mg/dl dan mungkin agen penyebab
          pankreatitis akut.
      16. LDH/AST (SGOT) : mungkin meningkat lebih dari 15x normal karena gangguan
          bilier dalam hati.
      17. Darah lengkap : SDM 10.000-25.000 terjadi pada 80% pasien. Hb mungkin
          menurun karena perdarahan.          Ht biasanya      meningkat    (hemokonsentrasi)
          sehubungan dengan muntah atau dari efusi cairan kedalam pankreas atau area
          retroperitoneal.
      18. Glukosa serum : meningkat sementara umum terjadi khususnya selama serangan
          awal atau akut. Hiperglikemi lanjut menunjukkan adanya kerusakan sel beta dan
          nekrosis pankreas dan tanda aprognosis buruk. Urine analisa; amilase, mioglobin,
          hematuria dan proteinuria mungkin ada (kerusakan glomerolus).
      19. Feses : peningkatan kandungan lemak (seatoreal) menunjukkan gagal pencernaan
          lemak dan protein (Dongoes, 2000).




    H. PENATALAKSANAAN

          Penatalaksanaan pankreatitis akut bersifat simtomatik dan ditujukan untuk
      mencegah atau mengatasi komplikasi. Semua asupan per oral harus dihentikan untuk
      menghambat stimulasi dan sekresi pankreas. Pelaksanaan TPN (total parental
      nutrition) pada pankreatitis akut biasanya menjadi bagian terapi yang penting, khusus
      pada pasien dengan keadaan umum yang buruk, sebagai akibat dari stres metabolik
      yang menyertai pankreatitis akut. Pemasangan NGT dengan pengisapan (suction) isi
      lambung dapat dilakukan untuk meredakan gejala mual dan muntah, mengurangi

7
    distensi abdomen yang nyeri dan ileus paralitik serta untuk mengeluarkan asam
    klorida.

        a. Tindakan pada penatalaksanaan :

    1. Penanganan Nyeri. Pemberian obat pereda nyeri yang adekuat merupakan
        tindakan yang esensial dalam perjalanan penyakit pankreatitis akut karena akan
        mengurangi rasa nyeri dan kegelisahan yang dapat menstimulasi sekresi pankreas.
    2. Perawatan Intensif. Koreksi terhadap kehilangan cairan serta darah dan kadar
        albumin yang rendah diperlukan untuk mempertahankan volume cairan serta
        mencegah gagal ginjal akut.
    3. Perawatan Respiratorius. Perawatan respiratorius yang agresif diperlukan
        karena risiko untuk terjadinya elevasi diafragma, infiltrasi serta efusi dalam paru
        dan atelektasis cenderung tinggi.
    4. Drainase Bilier. Pemasangan drainase bilier dalam duktus pankreatikus melalui
        endoskopi telah dilakukan dengan keberhasilan yang terbatas. Terapi ini akan
        membentuk kembali aliran pankreas dan akibatnya, akan mengurangi rasa sakit
        serta menaikkan berat badan.
    5. Penatalaksanaan Pasca-akut. Antasid dapat diberikan ketika gejala akut
        pankreatitis mulai menghilang. Pemberian makanan makanan per oral yang
        rendah lemak dan protein dimulai secara bertahap. Kafein dan alkohol tidak boleh
        terdapat dalam makanan pasien.
    6. Pertimbangan Gerontik. Pankreatitis akut dapat mengenai segala usia; meskipun
        demikian, angka mortalitas pankreatitis akut meningkat bersamaan dengan
        pertambahan usia.


        b. Tindakan Bedah

                  Tindakan segera untuk eksplorasi bedah pada umumnya tidak dilakukan,
           kecuali pada kasus-kasus berat di mana terdapat:

               1. Perburukan sirkulasi dan fungsi paru sesudah beberapa hari terapi
                  intensif.
               2. Pada kasus pankreatitis hemoragik nekrosis yang disertai dengan rejatan
                  yang sukar diatasi.
               3. Timbulnya sepsis.
               4. Gangguan fungsi ginjal yang progresif.
8
                   5. Tanda-tanda peritonitis.
                   6. Bendungan dari infeksi saluran empedu.
                   7. Perdarahan intestinal yang berat.
                      Tindakan bedah juga dapat dilakukan sesudah penyakit berjalan beberapa
                waktu (kebanyakan sesudah 2-3 minggu perawatan intensif) bilamana timbul
                penyulit seperti pembentukan pseudokista atau abses, pembentukan fistel, ileus
                karena obstruksi pada duodenum atau kolon, pada perdarahan hebat
                retroperitoneal atau intestinal.




    I. KOMPLIKASI

      1.     Timbulnya Diabetes Mellitus

      2.     Tetani hebat

      3.     Efusi pleura (khususnya pada hemitoraks kiri)

      4.     Abses pankreas atau psedokista

           Akibat lanut pankreatitis akut adalah di pankreas terbentuk pseudokista, yang terisi dengan
           enzim    pankreas,   cairan   dan   jaringan   sisa,   yang   membesar     seperti   balon.
           Bila pesudokista berkembang menjadi lebih besar dan menyebabkan nyeri atau gejala lain,
           dilakukan dekompresi


      5. Demam Typoid
      6. Deman berdarah dengue
      7. Gagal Ginjal Akut
      8. Gagal Nafas Akut




9
     J.   WOC

                                                Virus/ kuman




                                             Pembuluh darah




                                              Reaksi antibody




                                    Perlawanan antigen dan antibody




                                       Lekosit meningkat                    MK: resti infeksi




                                            Inflamasi                       MK: nyeri




       Syndroma respon inflamasi sistemik        kegagalan sistem pertahanan tubuh




                    Sepsis                                 kegagalan multiorgan




                         MK: gangguan nutrisi           Pankreatitis akut




10
                                        BAB III
                   ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS




A. PENGKAJIAN
    1. Anamesa
        Biodata
         Pada biodata diperoleh data tentang :

         Nama

         Umur

         Jenis kelamin

         Alamat

         Pekerjaan

         Pendidikan

         Status Perkawinan

         Alamat

         Sku Bangsa

         Tanggal Masuk

         Tanggal Didata

         Nomor MR

        RKS
            Klien datang dengan mengeluh nyeri tiba-tiba yang terjadi di epigastrum,
            abdomen bawah atau terlokalisirpada daerah torasika porterior dan lumbalis.
            Nyeri bisa ringan atau parah atau biasanya menetap da tidak bersifat kram
            (Sabinson, 1994)

        RKD
            Kaji apakah pernah mendapat intervensi pembedahan seperti colecytectomy,
            atau prosedur diagnostik seperti EKCP




11
                  Kaji apakah pernah menderita masalah medis lain yang menyebabkan
                  pankreatitis meliputi ulkus peptikum, gagalginjal, vaskular disorder,
                  hypoparathyroidisme, hyperlipidemia,.

                  Kaji apakah klien pernah mengidap infeksi virus parotitis dan dibuat catatan
                  obat-obatan yang pernah digunakan ( Donna D, 1995)

            RKK

                  Kaji riwayat keluarga yang mengkonsumsi alkohol, mengidap pankreatitis dan
                  penyakit biliaris (Donna D, 1995)

            Pengkaian psikososial
                  Kaji riwayat penggunaan alkohol secara berlebihan yang menyebabkan
                  pankreatitis akut.

                  Kaji kapan klien paling sering mengkonsumsi alkohol dan apakah klien pernah
                  mengalami trauma seperti kematian anggota keluarga, kehilangan pekerjaan
                  yang berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan alkohol (Donna D, 1995)

            Pola aktivitas
                  Klien dapat melaporkan adanya feces berlemak / steatorea, juga penurunan
                  berat badan, mual, muntah. Pastikan karakteristik dan frekuensi BAB (Huddak
                  & Gallo, 1996)

                  Perlu dikaji status nutrsi klien dan catat faktor yang dapat menurunkan
                  kebutuhan nutrisi (Suzanna Smeltzer, 1999)




     2. Pemeriksaan Fisik

 a.      Kepala

 Bentuk : bulat

 Rambut : bersih, hitam, pendek, beruban

 b.      Mata

 Konjungtiva             : anemis


12
 Kelengkapan           : lengkap kiri dan kanan

 Kesimetrisan          : simetris kiri dan kanan

 Sklera                : ikterik

 Palpebra              : cekung

 Pupil                 : sama besar,sama bulat dan bereaksi terhadap cahaya

 c.      Telinga

 Tidak ada masalah dengan pendengaran klien dan kelengkapan telinga kiri dan kanan

 d.      Leher

 Tidak ada kelainan seperti pembesaran kelenjer tiroid

 e.      Hidung

 Bersih tidak terlihat adanya sekret

 f.      Mulut dan tenggorokan

 Kebersihan kurang, dan terlihat bibir klien sianosis, dan mukosa mulut kering

 g.      Tanda-Tanda Vital

             Kaji adanya peningkatan temperatur, takikardi, dan penurunan tekanan darah
         (Donna D, 1995). Demam merupakan gejala yang umum biasanya (dari 39° C).
         demam berkepanjangan dapat menandakan adanya komplikasi gastrointestinal dari
         penyakit seperti peritonitis, kolesistitis atau absese intra abdomen (Huddak & Gallo,
         1996).

 h.      Sistem Gastrointestinal

             Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri abdomen. Juga terdapat distensi abdomen
         bagian atas dan terdengar bunyi timpani. Bising usus menurun atau hilang karena efek
         proses peradangan dan aktivitas enzim pada motilitas usus. Hal ini memperberat
         ketidakseimbangan cairan pada penyakit ini.

             Pasien dengan penyakit pankreatitis yang parah dapat mengalami asites, ikterik
         dan teraba massa abdomen (Huddak & Gallo, 1996).

13
 i.   Sistem Cardiovaskular

          Efek sistemik lainnya dari pelepasan kedalam sirkulasi adalah vasodilatasi perifer
      yang pada gilirannya dapat menyebabkan hipotensi dan syok.

          Penurunan perfusi pankreas dapat menyebabkan penurunan faktor depresan
      miokardial (MDF). Faktor depresan miokardial diketahui dapat menurunkan
      kontraktilitas jantung. Seluruh organ tubuh kemudian terganggu (huddak & Gallo,
      1996).

 j.   Sistem Sirkulasi

          Resusitasi cairan dini dan agresif diduga dapat mencegah pelepasan MDF.
      Aktivasi tripsin diketahui dapat mengakibatkan abnormalitas dalam koagulitas darah
      dan lisis bekuan. Koagulasi intravaskular diseminata dengan keterkaitan dengan
      gangguan perdarahan selanjutnya dapat mempengaruhi keseimbangan cairan
      (Sabiston, 1994).

 k.   Sistem Respirasi

          Pelepasan enzim-enzim lain (contoh fosfolipase) diduga banyak menyebabkan
      komplikasi pulmonal yang berhubungan dengan pankretitis akut. Ini termasuk
      hipoksemia arterial, atelektasis, efusi pleural, pneumonia, gagal nafas akut dan
      sindroma distress pernafasan akut (Huddak & gallo, 1996).

 l.   Sistem Metablisme

          Komplikasi metabolik dari pankreatitis akut termasuk hipokalsemia dan
      hiperlipidemia yang diduga berhubungan dengan daerah nekrosis lemak disekitar
      daerah pankreas yang meradang. Hiperglikemia dapat timbul dan disebabkan oleh
      respon terhadap stress. Kerusakan sel-sel inset langerhans menyebabkan hiperglikemia
      refraktori. Asidosis metabolik dapat diakibatkan oleh hipoperfusi dan aktivasi
      hipermetabolik anaerob (Huddak & Gallo,1996).

 m.   Sistem urinari

          Oliguria, azotemia atau trombosis vena renalis bisa menyebabkan gagal ginjal
      (Sabiston, 1994).




14
    n.     Sistem Neurologi

                  Kaji perubahan tingkah laku dan sensori yang dapat berhubungan dengan
           penggunaan alkohol atau indikasi hipoksia yang disertai syok (Donna D, 1995)

    o.     Sistem Integumen

                  Membran mukosa kering, kulit dingin dan lembab, sianosis yang dapat
           mencerminkan dehidrasi ringan sampai sedang akibat muntah atau sindrom kebocoran
           kapiler. Perubahan warna keunguan pada panggul (tanda turney grey) atau pada area
           periumbilikus (tanda cullen) terjadi pada nekrosis hemoragik yang luas (Sandra M,
           2001).

     3. Analisa Keperawatan

no data                                      Masalah kep       etiologi           Dx.keperawatan

1        DS : klien mengeluh nyeri pada      Nyeri akibat      Proses inflamasi   Nyeri b/d proses
         daerah vertebre                     tercernanya                          inflamasi
                                             organ pankreas
         Klien mengatakan pernah dan
                                             oleh enzim-
         sering mengkonsumsi alkohol
                                             nzimnya sendiri
         dahulu

         klien mengatakan nyeri

         Klien mengatakan badan terasa
         panas
         DO : klien terlihat pucat, dingin
         berkeringat, ikterik, warna kulit
         biru-hijau di sekitar umbilikus
         klien tampak meringis
         Klien memegangi perut
         HR meningkat


                                             Nutrisi kurang                       Nutrisi kurang
2         DS : klien mengeluh mual                               mual, muntah
                                             karena                               dari kebutuhan
          disertai      muntah       klien
                                             peningkatan                          b/d mual, muntah
          mengatakan nafsu makan kurang
                                             gerakan
          klien mengatakan sering muntah

15
      klien mengatakan mual setelah peristaltik usus
      makan
     DO : klien terlihat lemah dan
     tidak bertenaga

      Bising usus klien mencapai
      30x/i klien tampak lemas dan
      lemah
      klien tidak menghabiskan porsi
      yang di sediakan


                                                          Diahoresis, mual,
     DS:                               Defisit volume
                                                              muntah
                                       cairan
3     klien mengatakan nafsu makan                                            Defisit volume
      kurang                                                                  cairan b/d
      klien mengatakan sering muntah                                          diahporesis,
      klien mengatakan mual setelah                                           mual, muntah
      makan
     DO:

      klien tampak lemah
      frekwensi muntah lebih dari 5
      kali
      klien tampak lemah




DIAGNOSA KEPERAWATAN

     a.      Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi

     b.      Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan mual muntah

     c.      Defisit volume cairan berhubungan dengan diaphoresis, mual, muntah




16
17
       4. Diagnosa Dan Intervensi Keperwatan

 NO     DX. KEPERAWATAN                      TUJUAN/KH                                           INTERVENSI                                        RASIONAL
  1.   Nyeri       Berhubungan   Tujuan :                                 -       Selidiki keluhan verbal nyeri, lihat lokasi dan - Pengkajian dan pengendalian rasa
       Dengan           Proses   Nyeri hilang atau terkontrol                     intensitas khusus (skala 0 -10). Catat faktor-     nyeri    sangat        penting      karena
       Inflamasi                 K.H :                                            faktor yang meningkatkan dan mengurangi nyeri      kegelisahan    pasien       meningkatkan
                                   -     Pasien     menyatakan    nyeri                                                              metabolisme       tubuh      yang      akan
                                       hilang/terkontrol                                                                             menstimulasi      sekresi    enzim-enzim
                                   - Pasien mengikuti           program                                                              pankreas dan lambung.
                                       terapeutik          menunjukkan
                                       metode mengurangi nyeri.               -     Pertahankan tirah baring selama serangan       - Menurunkan      laju      metabolik     dan
                                                                                    akut. Berikan lingkungan yang tenang.            rangsangan/    sekresi      GI   sehingga
                                                                                                                                     menurunkan aktivitas pankreas.

                                                                                                                                   - Mengalihkan         perhatian         dapat
                                                                              -     Ajarkan teknik distraksi relaksasi
                                                                                                                                     meningkatkan           ambang         nyeri/
                                                                                                                                     mengurangi nyeri

                                                                              -     Pertahankan lingkungan bebas lingkungan
                                                                                                                                   - Rangsangan           sensori          dapat
                                                                                    berbau.
                                                                                                                                     mengaktifkan        enzim        pankreas,
                                                                                                                                     meningkatkan nyeri.



18
                                                                                                                       - Meferidin       biasanya    efektif   pada
                                                                     -   Kolaborasi pemberian analgesik narkotik,
                                                                                                                           penghilangan nyeri.
                                                                         contoh meferidin (demerol).


                                                                     -   Siapkan untuk intervensi bedah bila           - bedah eksplorasi mungkin diperlukan
                                                                         diindikasikan.                                    pada adanya nyeri/ komplikasi yang
                                                                                                                           tak hilang pada trakts billier.


     2.   Nutrisi Kurang Dari   Tujuan :                             -   Kaji abdomen, catat adanya/ karakter bising   -   Distensi usus dan atoni usus sering
          Kebutuhan             kebutuhan nutrisi klien terpenuhi        usus, distensi abdomen dan keluhan mual.          terjadi, mengakibatkan penurunan/ tak
          Berhubungan Dengan    setelah dilakukan intervensi                                                               adanya bising usus.
          Mual Muntah           keperawatan selama 2×24 jam.
                                Kriteria standart :                  -   Berikan perawatan oral hygiene                -   menurunkan rangsangan muntah.
                                    -   Menunjukkan peningkatan
                                        berat badan
                                                                                                                       -   kebiasaan diet sebelumnya mungkin
                                                                     -   Bantu pasien dlam pemilihan makanan/ cairan
                                    -   Tidak mengalami malnutrisi
                                                                                                                           tidak memuaskan pada pemenuhan
                                                                         yang memenuhi kebutuhan nutrisi dan
                                                                                                                           kebutuhan saat ini untuk regenerasi
                                                                         pembatasan bila diet dimulai.
                                                                                                                           jaringan dan penyembuhan




19
     -   Observasi warna/ konsistensi/ jumlah feses.   -   steatorea terjadi karena pencernaan
         Catat konsistensi lembek/ bau busuk.              lemak tak sempurna.


     -   Tes urine untuk gula dan aseton
                                                       -   deteksi dini pada penggunaan glukosa
                                                           tak adekuat dapat mencegah terjadinya
                                                           ketoasidosis.

                                                       -   kebutuhan penggantian seperti
     -   Kolaborasikan pemberian vitamin ADEK
                                                           metabolisme lemak terganggu,
                                                           penurunan absorbsi/ penyimpangan
                                                           vitamin larut dalam lemak

                                                       -   MCT memberikan kalori/ nutrien
     -   Kolaborasikan pemberian trigliserida rantai       tambahan yang tidak memerlukan
         sedang (contoh : MCT, portagen)                   enzim pankreas untuk pencernaan/
                                                           absorbsi.




20
     3.   Defisit Volume Cairan   Tujuan :                               - Awasi tekanan darah dan ukur CVP bila ada        -   penurunan      curah     jantung/    perfusi
          Berhubungan Dengan         -   volume cairan tubuh pasien                                                             organ      buruk     sekunder       terhadap
          Diaphoresis, Mual,             terpenuhi setelah dilakukan                                                            episode hipotensi dapat mencetuskan
          Muntah                         intervensi keperawatan selama                                                          luasnya komplikasi sistemik.
                                         1×24 jam.
                                  KH :                                   - Ukur masukan dan haluaran cairan termasuk        -   indikator    kebutuhan        penggantian/
                                     -   mempertahankan hidarasi kuat,     muntah atau aspirasi gaster, diare.                  keefektifan terapi
                                         tanda-tanda vital adekuat.
                                                                                                                            -   penurunan berat badan menunjukkan
                                                                         - Timbang berat badan sesuai dengan indikasi
                                                                                                                                hipovolemia.

                                                                         - Observasi dan catat edema perifer dan dependen   -   perpindahan cairan atau edema terjadi
                                                                                                                                sebagai          kibat         peningkatan
                                                                                                                                permeabilitas          vaskuler,     retensi
                                                                                                                                natrium,    dan      penurunan      tekanan
                                                                                                                                koloid          pada         kompartemen
                                                                                                                                intravaskuler.

                                                                                                                            -   perubahan jantung/ disritmia dapat
                                                                         - Auskultasi bunyi jantung, catat frekuensi dan
                                                                                                                                menunjukkan                    hipovolemia
                                                                           irama



21
                                                              dan/ketidakseimbangan      elektrolit,
                                                              umumnya hipokalemia/ hipokalsemia.
     - Kolaborasi pemberian cairan sesuai indikasi
                                                          -   cairan garam faal dan albumin dapat
       contoh cairan garam faal, albumin, produk darah/
                                                              digunakan        untuk   mengikatkan
       darah, dekstran.
                                                              mobilisasi cairan kembali kedalam
                                                              area vaskuler.




22
                                                    BAB IV

                                                   PENUTUP




 1. KESIMPULAN

     -   Pankreatitis Akut adalah peradangan pankreas yang terjadi secara tiba-tiba, bisa bersifat
         ringan atau berakibat fatal.

     -   Penyebab Pankreatitis Akut :


         1.   Batu empedu
         2.   Alkoholisme
         3.   Obat-obat, seperti furosemide dan azathioprine
         4.   Gondongan (parotitis)
         5.   Kadar lemak darah yang tinggi, terutama trigliserida
         6.   Kerusakan pankreas karena pembedahan atau endoskopi
         7.   Kerusakan pankreas karena luka tusuk atau luka tembus
         8.   Kanker pankreas
         9.   Berkurangnya aliran darah ke pankreas, misalnya karena tekanan darah yang sangat
              rendah
         10. Pankreatitis bawaan




 2. SARAN

              Diharapkan bagi perawat atau mahasiswa agar dapat menegakkan diagnosa dan
         tindakan keperawatan dengan benar dan tepat


23
                                           DAFTAR PUSTAKA




Delmann, H.D. 1993. Textbook of Veterinary Histology. Lea and Fiebiger: Philadelphia

Faiz, Omar, dkk. 2004. At a Glance Anatomi. Erlangga: Jakarta

Getty, R. 1975. Sisson and Grossman's The Anatomy of the Domestic Animals. Vol.1. W.B.
       Saunders Company: Philadelphia. London. Toronto.

Gibson, John. 1981. Modern Physiology and Anatomy for Nurses. Blackwell Science Limited:
       Oxford
http://one.indoskripsi.com/content/anatomi-dan-fisiologi-pankreas

http://www.scribd.com/

http://ruslanpinrang.blogspot.com/




24

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:286
posted:8/7/2012
language:Indonesian
pages:24