Fenomena Hidrosfer

Shared by: laapo
Categories
-
Stats
views:
1076
posted:
8/6/2012
language:
Malay
pages:
6
Document Sample
scope of work template
							RINGKASAN MATERI

Fenomena Hidrosfer

   1. Pada umumnya industri di perkotaan memanfaatkan air tanah dalam atau artesis untuk
       memenuhi kebutuhannya. Hal itu karena air tanah dalam mampu menyediakan kebutuhan air
       dalam jumlah besar dan cenderung kontinu. Air tanah dalam terletak di antara lapisan kedap
       air (impermeable) yang dapat menyimpan air dalam jumlah banyak dan sulit mengalami
       kebocoran.
   2. Laut regresi adalah laut yang menyempit. Penyempitan tersebut disebabkan oleh dua hal,
       yaitu pengangkatan daratan pada zaman diluvium dan pengendapan material oleh sungai-
       sungai besar. Pada zaman diluvium suhu Bumi yang dingin mengakibatkan air laut membeku
       dan mengakibatkan permukaan air laut turun. Hal itu menyebabkan seakan-akan luas laut
       berkurang atau menyempit. Sungai-sungai besar yang bermuara di laut membawa banyak
       material endapan. Hasilnya endapan tersebut membentuk daratan yang seakan-akan
       membuat laut menyempit.
   3. Bentuk dasar laut yang memiliki kedalaman paling jauh adalah lantai samudra (ocean floor).
       Lantai samudra (ocean floor) dibagi menjadi dua bagian.
        a. Deep sea plain meliputi 2/3 seluruh dasar laut dan terletak pada kedalaman >1.500 m.
            Deep sea plain dicirikan dengan adanya puncakpuncak vulkanik.
        b. The deeps meliputi sebagian kecil dasar laut dan mencapai kedalaman yang besar
            misalnya di Samudra Pasifik mencapai kedalaman 75.000 m. The deeps dicirikan dengan
            adanya palung laut.
   4. Salah satu kegiatan yang dapat mencegah bencana hidrosfer adalah efisiensi penggunaan air.
       Penggunaan air yang tepat sesuai kebutuhan misalnya menghindari pemborosan air.
   5. Perubahan penggunaan lahan dari kawasan hijau kota menjadi gedung apartemen akan
       mengkibatkan rawan bencana banjir di perkotaan. Kawasan hijau berfungsi sebagai daerah
       resapan air. Aliran permukaan dari curah hujan berlebihan dapat ditampung oleh daerah
       resapan. Hilangnya daerah resapan air akibat pembangunan gedung akan meningkatkan
       aliran permukaan. Akumulasi aliran permukaan akan berubah menjadi genangan sampai
       banjir.
   6. Contoh peristiwa banjir tidak biasa adalah banjir rob di daerah pantai. Banjir rob terjadi akibat
       gelombang pasang air laut. Air laut yang meninggi akan melimpah masuk jauh ke daratan. Hal
       tersebut menyebabkan genangan air di daratan atau banjir.
   7. Volume waduk yang menyusut termasuk jenis kekeringan hidrologis. Kekeringan hidrologis
       merupakan berkurangnya volume air di bangunan pengendali air (waduk, bendungan, dan
       situ). Kekeringan hidrologis adalah indikasi tahap kedua dari bencana kekeringan.
   8. Ciri-ciri yang menunjukkan akan terjadi peristiwa tsunami sebagai berikut.
            1) Terjadi gempa di dasar laut.
            2) Terdengar suara gemuruh dari arah laut.
            3) Air laut di pantai tiba-tiba surut.
            4) Tercium aroma laut yang sangat kuat.
   9. Kegiatan penghijauan hutan gundul dapat mencegah bencana hidrosfer, yaitu banjir dan
       kekeringan. Penghijauan hutan gundul merupakan bentuk pelestarian kawasan resapan air
       hujan. Air hujan yang teresap baik dalam tanah akan mencegah terjadinya banjir dan
       kekurangan air (kekeringan). Longsor dan erosi merupakan bencana pedosfer.
   10. Peristiwa banjir di Kota Jakarta akibat aliran dari wilayah Bogor termasuk jenis banjir bandang
       (flash flood). Banjir bandang adalah banjir yang diakibatkan perambatan aliran air dari daerah
       hulu ke daerah hilir.Wilayah Jakarta adalah daerah hilir sedangkan wilayah Bogor adalah hulu.
   11. Masyarakat dapat mengurangi dampak bencana banjir antara lain dengan membuat lubang
       biopori. Lubang biopori berfungsi untuk menyerap limpasan aliran permukaan.Pembuatan
       lubang biopori yang tidak memerlukan tempat luas, tepat diterapkan oleh penduduk
      perkotaan. Sementara itu, upaya memperkuat bantaran sungai dan memperbaiki tata saluran
      air adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak bencana banjir.
12.   Upaya pemerintah untuk mencegah jatuhnya korban pada saat terjadi bencana tsunami
      adalah memasang sirene di dekat pantai. Sirene tsunami digunakan untuk memberi
      peringatan dini pada penduduk di dekat pantai. Alat tersebut dikendalikan dan dikontrol dari
      instansi yang mengawasi aktivitas kelautan. Apabila terlihat indikasi akan terjadi gelombang
      tsunami, sirene tersebut dibunyikan.
13.   Terjadinya kekeringan pertanian dapat dilihat dari berkurangnya lengas tanah. Lengas tanah
      atau kelembapan tanah merupakan indikasi kandungan air dalam tanah. Bencana kekeringan
      pertanian menyebabkan kondisi tanah pada zona perakaran mengalami kekeringan. Artinya,
      tanah tidak memiliki kelembapan. Kondisi ini akan menghambat pertumbuhan tanaman akibat
      kekurangan kelembapan.
14.   Musim hujan identik dengan bencana banjir karena umumnya bencana banjir diakibatkan oleh
      limpasan air hujan. Hal itu terjadi akibat sebagian besar curah hujan tidak meresap dalam
      tanah. Dengan demikian, air hujan akan membentuk aliran permukaan, menggenang, dan
      banjir. Ketidakmampuan tanah menyerap air disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan
      dari kawasan terbuka hijau menjadi bangunan yang tertutup (permukiman dan gedung).
15.   Usaha-usaha untuk mengurangi banjir sebagai berikut.
       a. Memperbaiki sistem tata saluran air (drainase).
       b. Menghindari permukiman di bantaran sungai.
       c. Mencegah pembuangan sampah ke sungai.
16.   Jenis-jenis bencana kekeringan sebagai berikut.
       a. Kekeringan meteorologis, yaitu kekeringan berupa menurunnya curah hujan selama satu
           musim.
       b. Kekeringan hidrologis, yaitu berkurangnya volume air di bangunan pengendali air (waduk,
           bendungan, dan situ).
       c. Kekeringan pertanian ditandai dengan menurunnya kadar lengas tanah.
17.   Tsunami adalah gelombang besar yang datang secara bertahap dan berkekuatan besar.
      Gelombang air laut akibat tsunami mampu masuk ke darat mengakibatkan banjir air bah.
      Gelombang tsunami diakibatkan oleh dua hal, yaitu pergerakan lempeng tektonik dan gejala
      vulkanisme dasar laut. Kedua hal tersebut mengakibatkan pergeseran lantai dasar laut
      sehingga mengganggu kestabilan tubuh air laut. Ketidakstabilan tersebut membentuk
      gelombang besar yang disebut tsunami.
18.   Bencana tsunami tidak dapat dicegah karena disebabkan oleh gejala alami. Gelombang
      tsunami ditandai dengan adanya gempa dari dasar laut. Apabila setelah gempa air laut
      menjadi surut secara drastis, kemudian diikuti suara gemuruh dan aroma yang kuat dari arah
      laut, hal itu indikasi akan terjadi tsunami. Segeralah meninggalkan pantai dan mencari tempat
      aman yang lebih tinggi.
19.   Lahan dengan vegetasi yang lebat akan mengurangi run off atau aliran permukaan. Aliran
      permukaan diakibatkan oleh kurangnya daya serap tanah terhadap air hujan. Kelebatan
      vegetasi akan membantu tanah untuk menahan dan menyerap air hujan sehingga air tidak
      menggenang atau mengalir di permukaan.
20.   Intersepsi adalah proses air hujan yang meresap tertahan di tumbuhan. Air hujan yang tidak
      mencapai permukaan tanah akan tertahan di dedaunan dan batang-batang pohon. Proses
      intersepsi dapat membantu mengurangi tingkat run off atau aliran permukaan.
21.   Peristiwa banjir disebabkan oleh peningkatan aliran permukaan. Peningkatan tersebut akibat
      menurunnya daya infiltrasi dan perkolasi tanah. Infiltrasi dan perkolasi adalah daya resap air
      ke dalam tanah. Semakin sedikit air yang meresap ke tanah, semakin banyak air yang
      mengalir di permukaan. Akumulasi aliran air tersebut akan membentuk genangan sampai
      menyebabkan banjir.
22. Dalam siklus hidrologi, pepohonan berperan membantu mengurangi aliran permukaan.
    Tumbuhan menahan air hujan di dedaunan dan batang pohon. Hal itu akan mengurangi air
    hujan jatuh ke permukaan tanah dan berubah menjadi aliran permukaan. Proses tumbuhan
    menahan air hujan tersebut dinamakan sebagai intersepsi.
23. Faktor yang menyebabkan terbentuknya presipitasi dalam wujud salju adalah ketinggian
    tempat. Semakin tinggi tempat, suhu udara akan semakin dingin. Pada saat awan
    menjatuhkan titik-titik air karena jenuh, lapisan udara dingin akan membentuk titik-titik air
    tersebut menjadi salju.
24. Awan yang berubah menjadi titik-titik air atau salju dan jatuh ke permukaan Bumi disebut
    proses presipitasi. Awan terbentuk dari hasil penguapan perairan di permukaan Bumi. Pada
    ketinggian tertentu awan akan mengalami titik jenuh dan jatuh dalam wujud titik-titik air
    ataupun salju.
25. Evaporasi, transpirasi, dan evapotranspirasi memiliki kesamaan berupa proses penguapan.
    Evaporasi adalah penguapan perairan darat dan laut akibat pemanasan sinar
    Matahari.Transpirasi adalah proses penguapan dari tumbuhan baik daun maupun batangnya.
    Evapotranspirasi merupakan proses penguapan gabungan dari evaporasi dan transpirasi.
26. Sungai dibagi menjadi tiga bagian, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Ciri-ciri sungai bagian tengah
    memiliki arus tidak deras sehingga daya erosinya berkurang. Arah erosi cenderung horizontal
    dan lateral sehingga menimbulkan pengendapan berupa meander sungai.
27. Sungai terdiri atas tiga bagian utama, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Setiap bagian memiliki
    karakteristik masing-masing sehingga menghasilkan bentuk lahan yang berbeda. Sungai
    bagian hulu terletak di tempat yang tinggi, biasanya pegunungan atau bukit. Sungai bagian
    hulu memiliki saluran yang dalam dan berbentuk V sehingga laju alirannya cepat dan kuat.
    Laju aliran yang cepat dan kuat akan mudah mengerosi tebing-tebing di sekitarnya.
28. Pola aliran sungai radial sentrifugal membentuk pola aliran menjari dengan arah aliran
    sungaisungai yang menyebar atau meninggalkan pusatnya. Pola aliran radial sentrifugal
    terbentuk di daerah pegunungan.
29. Akuifer bebas permukaan airnya sejajar dengan water table dan memiliki tekanan hidrostatik
    sama dengan atmosfer. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang terjadi di bawah air.
    Tekanan ini terjadi karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut mengeluarkan
    tekanan. Oleh karena memiliki tekanan yang sama dengan atmosfer, air dapat bergerak
    dengan bebas.
30. Daerah aliran sungai (DAS) yang berbentuk bulat dapat disamakan dengan basin atau
    ledokan. Sungai-sungainya cenderung mengalir dari pinggir menuju satu titik pusat
    membentuk jari-jari. Sungai-sungai tersebut membentuk pola aliran radial sentripetal.
31. 31.Danau yang terbentuk akibat pembendungan aliran sungai disebut danau bendungan.
    Salah satu contohnya adalah Danau Pengilon di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Proses
    pembendungan aliran sungai dapat terjadi secara alami atau sengaja dilakukan oleh manusia.
32. Sungai di daerah Papua yang aliran airnya berasal dari pencairan bongkahan salju disebut
    sungai gletser. Sungai ini berhulu pada Pegunungan Jayawijaya yang puncaknya tertutup salju
    abadi. Contoh sungai gletser adalah Sungai Memberamo di Papua.
33. Pembentukan sudut siku-siku (90°) pada pola aliran rektangular akibat dari struktur batuan
    yang bervariasi. Struktur batuan yang lunak akan mudah dilalui oleh aliran air. Akan tetapi,
    pada saat aliran bertemu struktur batuan keras, aliran akan tertahan dan membelok ke arah
    batuan yang lunak. Hal itulah yang membentuk sudut siku pada pola aliran ini. Pola aliran ini
    juga dapat ditemukan pada daerah patahan.
34. Salah satu jenis rawa yang sering dimanfaatkan untuk pelestarian lingkungan adalah rawa
    pasang surut atau rawa mangrove. Rawa ini ditumbuhi oleh tanaman bakau yang berfungsi
    menahan gelombang air laut.Tanpa adanya rawa mangrove pantai akan terbuka dan mudah
    dierosi oleh gelombang air laut. Selain itu, rawa ini merupakan habitat beberapa biota laut.
    Dengan demikian, rawa mangrove tepat digunakan untuk upaya pelestarian lingkungan.
35. Landasan benua diperkirakan sebagai bagian daratan yang tenggelam. Hal itu dibuktikan
    dengan sering ditemukannya lembah yang menyerupai alur sungai. Contohnya kenampakan
    Dangkalan Sahul dan Dangkalan Sunda.
36. Istilah Perairan laut
1) Palung laut atau trench adalah dasar laut yang sangat dalam, sempit, dan mempunyai dinding
    terjal serta curam dengan kedalaman lebih dari 5.000 m.
2) Guyot merupakan bekas gunungapi yang puncaknya datar dan tenggelam karena tererosi.
3) Atol adalah pulau karang di laut yang bentuknya menyerupai cincin yang besar.
4) Lubuk laut adalah dasar laut yang bentuknya cekung seperti lembah di dasar laut.
5) Gunung laut adalah gunung yang dasarnya berada di dasar laut, baik yang puncaknya
    menjulang di atas permukaan laut maupun tidak.
37. Banyaknya sungai besar yang bermuara dengan membawa banyak endapan mengakibatkan
    Laut Jawa semakin menyempit. Penyempitan tersebut karena endapan material yang dibawa
    oleh sungaisungai tersebut terakumulasi di pantai. Akumulasi endapan material membentuk
    daratan sehingga seakan-akan laut menyempit (regresi).
38. Deretan gunung atau pegunungan yang terdapat di dasar lautan disebut ambang laut.
    Ambang laut (drempel) adalah pegunungan di dasar laut yang terletak di antara dua laut
    dalam. Contohnya, ambang Laut Sulu dan ambang Laut Sulawesi.
39. Berdasarkan letaknya laut wilayah Indonesia termasuk jenis laut yang terletak di antara dua
    benua. Laut yang terletak di antara dua benua disebut laut tengah. Laut-laut di wilayah
    Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Australia.
40. Kecepatan angin berpengaruh terhadap tinggi rendahnya gelombang air laut. Semakin besar
    kecepatan angin, semakin tinggi gelombang yang terbentuk.
41. Gunung laut adalah gunung yang berada di dasar laut sedangkan puncaknya muncul di atas
    permukaan laut dan membentuk sebuah pulau. Contohnya, Gunung Anak Krakatau.
42. Kedalaman laut yang paling sesuai untuk perkembangan biota laut adalah 100–200 m. Laut
    dengan kedalaman 100–200 m disebut zona neritik. Zona ini dapat ditembus oleh sinar
    Matahari sehingga biota laut dapat berkembang dengan baik. Contoh daerah yang termasuk
    zona neritik adalah Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul, Laut Jawa, Laut Arafuru, serta
    Selat Sunda.
43. Perbedaan antara laut transgresi dan laut ingresi terletak pada proses terjadinya. Berdasarkan
    terjadinya, laut dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Laut ingresi, yaitu laut yang terbentuk akibat penurunan dasar laut.
2) Laut regresi, yaitu laut yang terbentuk akibat penyempitan laut atau pengangkatan daratan.
3) Laut transgresi, yaitu laut yang terbentuk akibat kenaikan permukaan air laut atau penurunan
    daratan.
44. Zona landas kontinen adalah dasar laut yang secara geologis maupun morfologis merupakan
    lanjutan dari sebuah kontinen (benua) dengan kedalaman laut tidak lebih dari 200 m. Pada
    zona ini setiap negara yang memiliki wilayah tersebut mempunyai kewenangan untuk
    memanfaatkan sumber daya alamnya dan menyediakan jalur pelayaran damai.
45. Pemanfaatan perairan darat yang tidak bersifat ekonomis adalah budi daya bakau. Tujuan
    budi daya bakau adalah untuk melestarikan ekosistem hutan bakau di daerah pantai. Hutan
    bakau berfungsi menahan erosi oleh gelombang air laut.
46. Panjangnya musim kemarau akan mengakibatkan kekeringan meteorologis. Kekeringan
    meteorologis diindikasikan dengan menurunnya curah hujan selama satu musim. Curah hujan
    yang rendah akan mengurangi cadangan air tanah. Hal itu mengakibatkan masalah karena
    kebutuhan air untuk kehidupan tidak terpenuhi.
47. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi dampak bencana banjir adalah
    mendayagunakan pintu air pengendali banjir. Pintu air merupakan bagian dari bendungan.
    Bendungan berfungsi sebagai penghalang/penahan air. Pintu air bendungan berfungsi untuk
      mengatur, membuka, dan menutup aliran air. Pintu air dapat membantu mengendalikan aliran
      permukaan yang menyebabkan banjir.
48.   Meningkatnya jumlah penduduk memperbesar kebutuhan air. Kebutuhan air yang tidak
      tercukupi akan menimbulkan masalah kekurangan air sampai bencana kekeringan.
      Masyarakat dapat mengantisipasi bencana kekeringan dengan cara menghemat penggunaan
      air tanah. Contoh penghematan air tanah adalah mengonsumsi air sumur untuk kebutuhan
      sehari-hari secara tidak berlebihan.
49.   Perbedaan infiltrasi dan perkolasi terletak pada lokasi terjadinya proses-proses tersebut.
      Proses infiltrasi adalah meresapnya air hujan dari permukaan ke dalam tanah. Peresapan
      tersebut terjadi melalui pori-pori tanah. Proses perkolasi adalah lanjutan dari proses infiltrasi.
      Perkolasi adalah peresapan air dari dalam tanah dangkal sampai ke water table. Proses
      peresapan terjadi secara vertikal dan horizontal.
50.   Aliran permukaan (surface run off) adalah bagian dari curah hujan yang mengalir mencapai
      sungai. Aliran permukaan terdiri atas air yang mengalir di atas permukaan tanah (overland
      flow) dan air yang keluar dari dalam tanah setelah air hujan meresap ke dalam tanah
      (infiltrasi).
51.   Air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah, yaitu di ruang antara butir-butir tanah
      setelah air permukaan meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk akuifer. Akuifer
      merupakan lapisan batuan yang dapat menampung dan meloloskan air.
52.   Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi sungai hujan, gletser, dan campuran.
a.    Sungai hujan adalah sungai yang aliran airnya berasal dari curah hujan. Contohnya
      sungaisungai di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
b.    Sungai gletser adalah sungai yang sumber aliran airnya berasal dari pencairan es atau salju.
      Contohnya Sungai Memberamo yang ada di Papua.
c.    Sungai campuran adalah sungai yang aliran airnya berasal dari curah hujan dan pencairan es
      atau salju. Contohnya Sungai Digul yang ada di Papua.
53.   Meander sungai adalah kelokan yang memiliki sudut mencapai 180o. Kelokan ini terbentuk
      oleh kikisan dan gerusan arus sungai dengan arah vertikal dan horizontal terhadap tebing
      sungai. Bentuk meander atau meandering umumnya terdapat pada sungai bagian tengah
      sampai hilir, contohnya sungai-sungai di Pulau Kalimantan.
54.   Jenis-jenis rawa sebagai berikut.
a.    Swamp, yaitu lahan basah yang selalu digenangi air dengan tumbuh-tumbuhan seperti lumut,
      rerumputan, semak-semak, dan beberapa pohon.
b.    Marsh menyerupai swamp, tetapi tumbuhannya didominasi jenis lumut-lumutan, rerumputan,
      dan alang-alang.
c.    Bog, yaitu lahan basah dengan permukaan tanah relatif kering, sedangkan di dalamnya relatif
      basah dan jenuh air.
d.    Rawa pasang surut, yaitu rawa yang terbentuk akibat pasang surut air laut.
55.   Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut. Penurunan
      tanah di dasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut. Contoh laut ingresi adalah
      Laut Maluku (7.400 m) dan Laut Sulawesi (5.590 m ).
56.   Landasan benua atau continental shelf adalah dasar laut yang merupakan kelanjutan dari
      sebuah benua dan memiliki kedalaman rerata 200 m. Batas wilayah suatu negara ditentukan
      oleh jarak landasan benua yang dimilikinya. Hal itu dibuktikan melalui penelitian kesamaan
      geologis dan morfologi antara daratan negara tersebut dengan landasan kontinennya. Jadi,
      landasan benua berperan sebagai garis dasar penentuan zona landas kontinen suatu negara.
57.   Hidrosfer merupakan bagian lapisan Bumi yang meliputi segala sesuatu yang berhubungan
      dengan perairan. Bencana hidrosfer terjadi akibat terganggunya keseimbangan lingkungan
      perairan atau siklus hidrologi. Siklus hidrologi menjaga jumlah air di permukaan Bumi selalu
      tetap. Adanya gangguan pada siklus hidrologi mengakibatkan distribusi air menjadi tidak
      merata. Bencana hidrosfer antara lain bencana banjir, kekeringan, dan tsunami.
58. Kekeringan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, terjadi penurunan curah hujan selama
    satu musim yang menyebabkan berkurangnya cadangan air tanah. Tahap kedua, akibat
    berkurangnya cadangan air tanah menyebabkan penurunan volume air pada bangunan
    pengendali air (waduk, bendungan, dan situ). Tahap ketiga, volume air pada bangunan
    pengendali air yang berkurang menyebabkan lahan pertanian tidak mendapat pasokan irigasi.
    Hal itu menyebabkan kadar lengas tanah hilang sehingga tanah tidak mampu menumbuhkan
    tanaman dan terjadi kekeringan pertanian.

						
Related docs
Other docs by laapo
LEMBAR KERJA SISWA GEOGRAFI KLS X 01
Views: 542  |  Downloads: 3
tugas Mandiri
Views: 207  |  Downloads: 0
Latihan Soal Olimpiade Kebumian Kab-Kota
Views: 13184  |  Downloads: 73
PKN XI doc (DOC)
Views: 956  |  Downloads: 0
2
Views: 5  |  Downloads: 0
SILABUS SEJARAH KELAS XII
Views: 2204  |  Downloads: 2