Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah by saktiyono

VIEWS: 126 PAGES: 4

									Artikel Saktiyono WordPress, 2012, Vol. 08, No. 01




                      Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah
                                              Saktiyono B. Purwoko, M.Psi



     Manusia merupakan materi yang diciptakan Allah                Restrukturisasi kognitif memfokuskan pada distorsi
untuk beribadah kepada-Nya, yang diberi potensi               kognitif yang akan mereorganisasi bagaimana individu
kehidupan (fitrah) dan potensi akal, serta dalam area         menginterpretasi situasi, yaitu dengan mengganti pikiran
yang dikuasainya diberikan kebebasan dalam                    dan keyakinan disfungsional menjadi pikiran dan
menentukan / memilih perilakunya melalui fungsi               keyakinan yang lebih fungsional. Restrukturisasi kognitif
qalbunya (Purwoko, 2012). Qalbu adalah segumpal               melibatkan identifikasi, evaluasi, dan modifikasi pada
mudghah yang memiliki sirkuit (networks) dinamis              pikiran    dan    keyakinan      disfungsional    dengan
(tumbuh, berkembang, menyusut, menghilang) yang               menggunakan strategi seperti : membantah secara logis,
menjadi tempat, penghubung, dan berlangsungnya proses         socratic questioning, dan tugas behavioral (Scott,
berpikir dan merasa (Purwoko, 2012). Dengan demikian,         Williams & Beck, 1989; Leahy, 2004; Hamdan, 2008;
salah satu fungsi qalbu adalah berpikir.                      Deacon, Fawzy, Lickel & Wolitzky-Taylor, 2011;
                                                              Rosenberg & Kosslyn, 2011). Evaluasi yang realistis dan
                                                              modifikasi pikiran disfungsional dapat menghasilkan
                                                              perbaikan pada perasaan dan perilaku individu.
                                                              Sementara itu, perbaikan yang berlangsung lama
                                                              dihasilkan dari modifikasi keyakinan disfungsional
                                                              individu (Beck, 1995).


“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu         Intervensi Religius
mereka mempunyai qalbu yang dengan itu mereka dapat
berpikir (memahami) atau mempunyai telinga yang                    Baru-baru ini muncul kecenderungan di antara para
dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena                    psikolog yang menyerukan pentingnya agama dalam
sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang         mengatasi gangguan psikologis (Najati, 2010). Menurut
buta, ialah qalbu yang di dalam dada” (Q.S. Al- Hajj:         Elkadi (1985), kurangnya pengenalan terhadap Tuhan
46).                                                          sebagai “The ultimate source” yang memberikan
                                                              petunjuk, keringanan, perlindungan, dukungan, dan
      Bila suatu pemikiran telah dimengerti maknanya          keberlangsungan hidup, dapat membuat individu rentan
dan diyakini kebenarannya oleh individu, maka                 mengalami kecemasan, depresi, dan gangguan psikologis
pemikiran tersebut akan menjadi mafahim. Mafahim              lainnya.
inilah yang kemudian mengarahkan perilaku individu                 Kebanyakan klien memandang kekuatan religius
ketika akan memenuhi dorongan-dorongan fitrahnya.             mereka sebagai aset vital dalam menghadapi
Fitrah adalah karakteristik ciptaan Allah yang sifatnya       permasalahannya (Hamdan, 2008). Bahkan, Prof. Gerald
bawaan dan tidak pernah berubah, yaitu potensi                Corey yang buku konselingnya menjadi rujukan utama di
kehidupan yang berupa kebutuhan jasmani dan naluri-           berbagai Fakultas Psikologi di Indonesia, telah
naluri (Purwoko, 2012).                                       mengintegrasikan nilai religius dalam buku teori dan
      Individu dikatakan sehat secara psikologis apabila      praktik konselingnya.
mafahimnya sesuai dengan realitas dan sesuai dengan                P. Scott Richards, PhD dan Allen E. Bergin, PhD
fitrah manusia. Kebalikannya, individu akan mengalami         dari American Psychological Association (APA)
gangguan psikologis apabila mafahimnya tidak sesuai           menyatakan bahwa ayat-ayat dalam kitab suci telah
dengan realitas dan bertentangan dengan fitrah manusia        digunakan psikoterapis untuk membantu klien
(Purwoko, 2012).                                              memodifikasi pikiran dan keyakinan disfungsionalnya.
      Restrukturisasi kognitif melalui al-Fatihah dalam       Metode ini dikategorikan dalam intervensi religius.
artikel ini dimaksudkan untuk mengubah mafahim
(pikiran) individu yang disfungsional, yaitu mafahim          “We define religious interventions as those that are more
(pikiran) yang tidak sesuai dengan realitas dan               structured, behavioral, denominational, external,
bertentangan dengan fitrah manusia.                           cognitive, ritualistic, and public. Examples of religious
                                                              interventions include quoting or paraphrasing
                                                              scriptures; encouraging clients to attend church, engage
                                                              in religious rituals and traditions, and use resources
Restrukturisasi Kognitif                                      available within the institution; and suggesting that
                                                              clients read (and possibly reinterpret) scriptures or the
     Restrukturisasi kognitif merupakan salah satu            writings of their religious leaders” (Richards & Bergin,
metode dimana pikiran atau keyakinan yang                     2006).
menimbulkan stres diganti dengan yang lebih konstruktif
atau realistis, sehingga mengurangi penilaian individu            DR. Malik B. Badri (1996) dan Aisha Hamdan, PhD
akan ancaman atau bahaya (Sarafino & Smith, 2011).            (2008) adalah contoh psikoterapis muslim yang telah
                                                              menggunakan ayat-ayat al-Quran beserta hadits untuk


  saktiyono.wordpress.com                                                                            Halaman 1
Artikel Saktiyono WordPress, 2012, Vol. 08, No. 01



mengubah pikiran dan keyakinan disfungsional kliennya         dunia dengan pikiran dan keyakinan yang lebih
dengan restrukturisasi kognitif. Upaya restrukturisasi        fungsional dari kandungan ayat-ayat al-Fatihah.
kognitif yang dilakukan adalah mengganti pikiran dan               Mula-mula pikiran otomatis dan core beliefs
keyakinan disfungsional mengenai diri, orang lain, dan        disfungsional individu di identifikasi. Proses selanjutnya
dunia dengan pikiran dan keyakinan yang lebih                 adalah mengevaluasi dan memodifikasi pikiran
fungsional dari pandangan atau keyakinan agama                otomatisnya, kemudian memodifikasi asumsi-asumsi dan
(Hamdan, 2008). Restrukturisasi kognitif melalui ayat-        core beliefs-nya.
ayat al-Quran tersebut sudah dilakukan penelitiannya dan           Dalam proses restrukturisasi kognitif tersebut,
terbukti efektif dalam menurunkan simptom depresi             kandungan ayat-ayat al-Fatihah di diskusikan, yang
(Hamdan, 2008).                                               kemudian ditawarkan sebagai penjelasan alternatif atau
                                                              melawan pikiran dan keyakinan disfungsionalnya.
                                                              Adapun ayat al-Fatihah yang akan dipilih bergantung
Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah                   pada permasalahan individu.
                                                                   Hasil diskusi tersebut diharapkan mampu
     Di dalam kitab suci al-Quran terdapat sebuah surat       menghasilkan sejumlah pikiran (mafahim) yang lebih
yang merupakan induk dari al-Quran, yang seringkali           fungsional pada individu, sehingga dapat mengurangi
dibaca setiap hari dan hampir setiap muslim mengetahui        penilaian individu terhadap situasi yang sebelumnya
artinya, surat tersebut adalah al-Fatihah. Nama-nama lain     dianggap mengancam, dan qalbunya menjadi tenang.
surat al-Fatihah adalah asy-Syâfiyah (penyembuh), al-              Pikiran dan keyakinan yang ditawarkan sebagai
Kâfiyah (yang mencukupi), al-Wâqiyah (yang                    penjelasan alternatif tersebut perlu selaras dengan
melindungi), dan ar-Ruqyah (mantera) (Shihab, 2004).          pandangan atau keyakinan agama Islam. Tidak
     Menurut Ibnul Qayyim al-Jauzi, surat al-Fatihah          dibenarkan terapis dan klien menentukan pikiran
mengandung penawar buat qalbu. Adapun menurut M.              alternatif semisal “Saya mensyukuri nikmat Allah
Quraish Shihab, surat al-Fatihah bisa mencukupi               dengan tetap mabuk-mabukan” atau “Saya mensyukuri
manusia dalam mengatasi segala keresahan, serta               nikmat Allah dengan tetap mengumbar aurat dan
melindunginya dari segala keburukan dan menjadi               melakukan perzinaan”. Tentu pikiran-pikiran alternatif
mantera dalam menghadapi segala kesulitan.                    tersebut bertentangan dengan surat al-Fatihah ayat 6 & 7,
     Berdasarkan penafsiran surat al-Fatihah dari             yaitu “Ihdinash shirâthal mustaqîm. Shirâthalladzîna
berbagai sumber tafsir al-Quran yang berkaitan dengan         an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhûbi ‘alaihim waladh
proses mental dan proses perilaku, maka ditemukan             dhâllîn”. Ibnu Katsier menyatakan bahwa “Shirâthal
bagaimana        kandungan      surat    al-Fatihah    bisa   mustaqîm” ialah mengikuti tuntunan Allah dan
mempengaruhi pikiran, perasaan, hingga perilaku               Rasulullah saw. Adapun maksud jalan yang lurus itu
individu (muslim). Misalnya, pada ayat ke-1                   adalah jalan yang dahulu sudah ditempuh oleh orang-
“Bismillahirrahmânirrahîm”, pikiran yang dihasilkan           orang yang mendapat rida dan nikmat dari Allah seperti :
adalah “Saya lemah di hadapan Allah, oleh karena itu          para nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin.
saya menyandarkan diri kepada-Nya, sambil memohon                  Berikut      ini   adalah     contoh     penggunaan
bantuan-Nya, sehingga saya memperoleh kekuatan”,              restrukturisasi kognitif melalui al-Fatihah untuk
kemudian menghasilkan perasaan tenteram, dan                  mengidentifikasi, mengevaluasi dan memodifikasi
melakukan suatu pekerjaan meskipun sulit dan berat.           pikiran otomatis disfungsional.
Pada ayat ke-2 “Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn”, pikiran
yang dihasilkan adalah “Cobaan dan malapetaka itu tidak       Terapis   : Bila melihat ayat 7, dapatkah kamu temukan
lagi berarti dibandingkan dengan besar dan banyaknya                      pikiran yang mengakibatkan emosi negatif
karunia Allah selama ini” atau pikiran “Ada hikmah di                     ini menimpa kamu?
balik cobaan ini”, kemudian menghasilkan perasaan             Klien     : Nilai akhir pelajaran matematika dan bahasa
tenang, dan mengucap “Alhamdulillâh” atau perilaku                        Inggris saya selalu di bawah angka 8, saya
syukur lainnya. Pada ayat ke-5 “Iyyâkana’ budu wa iyyâ                    anak yang gagal, belum bisa membahagiakan
kanasta’în”, pikiran yang dihasilkan adalah “Saya minta                   orangtua.
tolong kepada-Mu untuk menjalankan taat dan mencapai          Terapis   : Apa efeknya bila kamu mengubah pikiran
semua keperluanku”, kemudian menghasilkan perasaan                        dengan melihat ayat 2? Apa yang masih bisa
berserah diri pada Allah, dan berperilaku sesuai dengan                   kamu syukuri dalam situasi ini?
sebab-sebab yang mengantarkannya pada keberhasilan.           Klien     : Nilai akhir pelajaran lain di atas angka 8 dan
Demikian juga pada ayat ke-7 “Shirâthalladzîna an’amta                    saya masih bisa berprestasi di bidang lain,
‘alaihim, ghairil maghdhûbi ‘alaihim waladh dhâllîn”,                     misalnya saya pernah juara pertama karya
pikiran yang dihasilkan adalah “Saya akan mencari                         tulis remaja, juara pertama olahraga lompat
penyebab (kesalahan) dalam diri yang mengakibatkan                        jauh sekabupaten.
bencana ini menimpa saya”, kemudian menghasilkan              Terapis   : Apakah pikiran alternatif tersebut membuat
perasaan tidak putus asa, menghindari perilaku yang                       perasaan kamu lebih nyaman bila diterapkan?
mendatangkan murka Allah, serta menghindari perilaku          Klien     : Ya, ternyata saya tidak sepenuhnya anak
yang menyesatkan (Purwoko, 2012).                                         yang gagal.
     Restrukturisasi     kognitif     melalui    al-Fatihah   Terapis   : Bila melihat ayat 5, apa permintaan kamu
didefinisikan sebagai upaya mengubah pikiran dan                          pada Allah dalam situasi ini?
keyakinan disfungsional individu melalui tadabbur             Klien     : Semoga di tahun ajaran baru nanti nilai
(memikirkan dan merenungi) ayat-ayat al-Fatihah                           pelajaran matematika dan bahasa Inggris
(Purwoko, 2012). Restrukturisasi kognitif melalui al-                     saya bisa mendapat angka 8.
Fatihah dilakukan dengan cara mengganti pikiran dan           Terapis   : Bila melihat ayat 5 lagi, apa yang bisa kamu
keyakinan disfungsional mengenai diri, orang lain, dan                    lakukan untuk mewujudkannya?
                                                              Klien     : Saya akan ikut salah satu bimbingan belajar


  saktiyono.wordpress.com                                                                             Halaman 2
Artikel Saktiyono WordPress, 2012, Vol. 08, No. 01



            ternama di kota saya dan mulai daftar besok.         Dengan demikian, setelah sesi terapi, individu
Terapis   : Baiklah, saat ini saya akan mengajarkan         diminta untuk men-tadabbur (memikirkan dan
            kamu bagaimana men-tadabbur ayat-ayat           merenungi) surat al-Fatihah dengan cara-cara yang
            al-Fatihah, terutama di ayat 2 & 5. Nanti,      dikemukakan oleh DR. Abdul Hayy al-Farmawiy (2002).
            setelah sesi ini berakhir, saya harapkan kamu   Yaitu, berhenti sejenak pada setiap ayatnya, menghayati
            tetap melanjutkan tadabbur ayat-ayat al-        makna bacaannya (pikiran dan keyakinan yang lebih
            Fatihah minimal sekali sehari. Bagaimana?       fungsional yang digali saat sesi terapi), dan menanti
Klien     : Baiklah, akan saya coba.                        jawaban Allah dari apa yang telah diucapkannya itu
                                                            (sebagaimana yang dikemukakan dalam hadits), seolah-
     Bagi individu yang memiliki core beliefs “Saya         olah individu mendengar-Nya.
tidak kompeten” bisa mendiskusikan surat al-Fatihah
ayat 1, yaitu “Saya lemah di hadapan Allah, oleh karena
itu saya menyandarkan diri kepada-Nya, sambil               Hasil Penelitian
memohon bantuan-Nya, sehingga saya memperoleh
kekuatan”, atau mendiskusikan surat al-Fatihah ayat 5,            Penelitian restrukturisasi kognitif melalui al-Fatihah
yaitu “Saya minta tolong kepada-Mu untuk menjalankan        yang pertama ini menggunakan pendekatan quasi
taat dan mencapai semua keperluanku”. Sedangkan bagi        eksperimental single case dengan ABA design. Subjek
individu yang memiliki core beliefs “Saya tidak dicintai”   merupakan penderita gangguan psikofisiologis. Alat ukur
bisa mendiskusikan surat al-Fatihah ayat 2, yaitu “Saya     yang digunakan adalah DASS (Depression Anxiety Stress
berada dalam curahan rahmat dan kasih sayang Allah.         Scales). Subjek diberikan restrukturisasi kognitif melalui
Dia tidak membiarkan saya sendiri”, atau mendiskusikan      al-Fatihah selama 6 sesi (3 minggu).
surat al-Fatihah ayat 3, yaitu “Ar-Rahmân yang memberi            Berdasarkan hasil pengukuran DASS per-minggu di
nikmat yang sebesar-besarnya. Ar-Rahîm yang memberi         baseline phase, persentase subjek berturut-turut adalah
nikmat halus sehingga tidak terasa”.                        51,59%, 50,79%, dan 51,59%. Sedangkan hasil
     Surat al-Fatihah memiliki berbagai kelebihan bila      pengukuran di treatment phase, persentasenya berturut-
digunakan dalam restrukturisasi kognitif. Pertama,          turut menjadi 39,68%, 37,30%, dan 33,33%. Adapun
bacaan surat al-Fatihah relatif pendek dan hampir setiap    hasil pengukuran di after treatment phase, persentasenya
muslim mengetahui arti / tafsir sederhananya. Kedua,        berturut-turut menjadi 35,71%, 34,13%, dan 38,09%.
surat al-Fatihah bisa dihayati kapan saja, meskipun               Penelitian ini menyimpulkan bahwa restrukturisasi
individu sedang mengalami menstruasi. Ketiga, surat al-     kognitif melalui al-Fatihah terbukti efektif dalam
Fatihah merupakan induk dari al-Quran yang                  menurunkan derajat stres pada subjek. Adapun setback
kandungannya bisa ditawarkan sebagai penjelasan             yang dialami subjek setelah terminasi bisa diakibatkan
alternatif atau melawan pikiran dan keyakinan               karena munculnya kejadian lain yang tidak dibahas
disfungsional individu, kandungan surat al-Fatihah antara   dalam sesi terapi, berkurangnya frekuensi tadabbur ayat-
lain : berserah diri, meminta kekuatan, mensyukuri          ayat al-Fatihah, restrukturisasi kognitif tidak sampai
nikmat, mencari hikmah di balik kejadian, dan               mengubah beliefs, dan tidak dilakukannya sesi terapi
mengevaluasi diri atas bencana yang menimpanya.             lanjutan pada minggu kedua.
Keempat, surat al-Fatihah paling sedikit dibaca 17 kali           Dalam penelitian ini, subjek melaporkan
dalam shalat wajib, sehingga diharapkan memudahkan          bahwasanya saat mengikuti restrukturisasi kognitif
individu dalam melakukan tugas behavioral di luar sesi      melalui al-Fatihah, ia merasa seolah-olah sedang
terapi.                                                     “berdialog langsung” dengan Allah. Ia merasa lebih
     Surat al-Fatihah memiliki keunikan saat dijadikan      tenang, lebih sehat, dan tidak mudah sakit saat
tugas behavioral dibandingkan surat al-Quran yang lain.     melakukan banyak aktivitas.
Bagi yang membaca surat al-Fatihah, setiap ayat yang              Menurut Oman & Thoresen, model psikoterapi yang
dibaca itu langsung dijawab oleh Allah (Arifin, 1976),      didasari pandangan agama dapat mempengaruhi
sebagaimana termuat dalam hadits berikut ini.               kesehatan melalui cara psychobiological, seperti efek
                                                            langsung dari keadaan psikologis positif yang diperoleh
Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Nabi saw bersabda :        dari agama (keyakinan, harapan), dalam hal ini adalah
“Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku telah membagi          pikiran alternatif dari kandungan ayat-ayat al-Fatihah
shalat itu menjadi dua bagian, antara-Ku dengan             yang diperoleh subjek saat sesi terapi, yang berdampak
hamba-Ku, dan terserah-Ku apa yang ia minta’. Maka          pada fungsi imun dan endokrin (Lyons & Chamberlain,
jika membaca,’Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn’. Jawab         2006).
Allah, ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku’ (Hamba-Ku                       Hal tersebut juga senada dengan pendapat Elkadi
bersyukur      pada-Ku).     Dan      bila    membaca,      (1985) yang menyatakan bahwa perubahan efek
‘Arrahmânirrahîm’. Jawab Allah, ‘Hamba-Ku telah             fisiologis melalui bacaan al-Quran dapat diperoleh
menyanjung-Ku’. Dan bila membaca, ‘Mâliki yau               melalui dua mekanisme. Pertama, melalui pemaknaan
middîn’. Jawab Allah, ‘Hamba-Ku telah memuliakan            bacaan al-Quran yang dapat dimengerti oleh subjek,
Aku’ (Hamba-Ku menyerahkan urusannya kepada-Ku).            dalam hal ini adalah pikiran alternatif dari kandungan
Maka jika membaca, ‘Iyyâkana’ budu wa iyyâ                  ayat-ayat al-Fatihah yang diperoleh subjek saat sesi
kanasta’în’. Jawab Allah, ‘Ini yang di antara-Ku dengan     terapi. Kedua, melalui suara yang dihasilkan saat
hamba-Ku dan terserah pada hamba-Ku apa yang ia             membaca al-Quran, dalam hal ini saat subjek membaca
minta’. Jika membaca, ‘Ihdinash shirâthal mustaqîm,         dan mendengar surat al-Fatihah. Berkenaan dengan
shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhûbi        mekanisme yang kedua, hal tersebut telah dibuktikan
‘alaihim waladh dhâllîn’. Jawab Allah, ‘Itu semua Aku       oleh penelitian Majidi (2004).
beri pada hamba-Ku dan terserah pada hamba-Ku apa
yang akan diminta” (HR. Muslim).



  saktiyono.wordpress.com                                                                            Halaman 3
Artikel Saktiyono WordPress, 2012, Vol. 08, No. 01



Referensi                                                   Rasyidi, Anwar., Sitanggal, K. Anshori U., Aly, Hery N
                                                                 & Abubakar, Bahrun. (1992). Terjemah Tafsir Al-
Al-Farmawiy, Abdul H. (2002). Tafsir Surah Al-Fatihah.           Maragi (jilid 1). CV Toha Putra.
     Akbar Media Eka Sarana.                                Richards, P. Scott & Bergin, Allen E. (2006). A Spiritual
Al-Lâhim, Khalid A.K. (2006). Panduan Tadabbur dan               Strategy for Counseling and Psychotherapy (2nd
     Meraih Sukses dengan Al-Quran. Fitrah Rabbani.              edition). American Psychological Association.
Arifin, Bey. (1976). Samudera Al-Fatihah. PT Bina Ilmu.          Washington, DC, US.
Atkinson & Hilgard’s. 2003. Introduction to Psychology.     Rosenberg, Robin S & Kosslyn, Stephen M. (2011).
     Wadsworth.                                                  Abnormal Psychology. Worth Publishers.
Badri, Malik B. (1996). Counseling and Psychotherapy        Sarafino, Edward P & Smith, Timothy W. (2011). Health
     from Islamic Perspective. Journal of the                    Psychology : Biopsychosocial Interactions (7th
     International Institute of Islamic Thought and              edition). John Wiley & Sons, Inc.
     Civilization, Vol. 1, No. 1 & 2, 159-191.              Scott, Jan., Williams J.M.G & Beck, Aaron T. (1989).
Bahreisy, Salim & Bahreisy, Said. (1993). Terjemah               Cognitive Therapy in Clinical Practice : An
     Singkat Tafsir Ibnu Katsier (jilid I). PT Bina Ilmu.        Illustrative Casebook. Routledge.
Beck, Judith S. (1995). Cognitive Therapy : Basics and      Shihab, M. Quraish. (2004). Tafsir Al-Mishbah : Pesan,
     Beyond. The Guilford Press.                                 Kesan dan Keserasian al-Quran (volume 1).
Campbell, Donald T & Stanley, Julian C. (1963).                  Penerbit Lentera Hati.
     Experimental and Quasi-Experimental Designs for        (http://www.alquran-digital.com, diakses 6 Desember
     Research. Houghton Mifflin Company.                         2011)
Christensen, Larry B. (2004). Experimental Methodology      (http://www.psy.unsw.edu.au/dass/, diakses 6 Desember
     (9th edition). Pearson Education, Inc.                      2011)
Corey, Gerald. (2009). Theory and Practice of
     Counseling and Psychotheraphy (eighth edition).
     Thomson Brooks / Cole.
Damanik, Evelina D. (2007). The Measurement of
     Reliability, Validity, Items Analysis and Normative
     Data of Depression Anxiety Stress Scale (DASS).
     Clinical Psychology Faculty, University of
     Indonesia.
Deacon, Brett J., Fawzy, Tamer I., Lickel, James J &
     Wolitzky-Taylor, Kate B. (2011). Cognitive
     Defusion Versus Cognitive Restructuring in the
     Treatment of Negative Self-Referential Thoughts :
     An Investigation of Process and Outcome. Journal
     of Cognitive Psychotherapy : An International
     Quarterly, Vol. 25, No. 3, 218-232.
Elkadi, Ahmed. (1985). Health and Healing In The
     Qur'an. American Journal of Islamic Social
     Sciences, Vol. 2, No. 2, 291-296.
Gravetter, Frederick J & Forzano, Lori-Ann B. (2006).
     Research Methods for the Behavioral Sciences
     (second edition). Wadsworth / Thomson Learning.
Hamdan, Aisha. (2008). Cognitive Restructuring : An
     Islamic Perspective. Journal of Muslim Mental
     Health, Vol. 3, 99–116.
Leahy, Robert L. (2004). Contemporary Cognitive
     Therapy : Theory, Research, and Practice. The
     Guilford Press.
Lyons, Antonia C & Chamberlain, Kerry. (2006). Health
     Psychology : A Critical Introduction. Cambridge
     University Press.
Majidi S.A. (2004). Recitation Effect of Holy Quran on
     Anxiety of Patients Before Undergoing Coronary
     Artery Angiography. Journal Of Guilan University
     Of Medical Sciences, Vol. 13, No. 49, 61-67.
Najati, Muhammad U. (2010). Psikologi Qurani. Nuansa
     Cendikia.
Purwoko, Saktiyono B. (2012). Psikologi Islami : Teori
     dan Penelitian (edisi kedua). Saktiyono WordPress.
Purwoko, Saktiyono B. (2012). Pengaruh Restrukturisasi
     Kognitif melalui al-Fatihah terhadap Penurunan
     Derajat Stres pada Penderita Demam Rematik
     dengan Gejala Korea. Tesis, Universitas Islam
     Bandung.




  saktiyono.wordpress.com                                                                          Halaman 4

								
To top