Docstoc

Konsep Pendekatan, Prinsip, dan Aspek Geografi

Document Sample
Konsep Pendekatan, Prinsip, dan Aspek Geografi Powered By Docstoc
					                          BAHAN AJAR



MATA PELAJARAN         : GEOGRAFI

KELAS/SEMESTER         : X / GANJIL

TAHUN AJARAN           : 2012 / 2013

POKOK BAHASAN          : KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP DAN ASPEK GEOGRAFI

STANDAR KOMPETENSI     : 1. MEMAHAMI KONSEP, PENDEKATAN, PRINSIP DAN ASPEK
                            GEOGRAFI

KOMPETENSI DASAR       : 1.1. MEMAHAMI KONSEP GEOGRAFI

                        1.2. MENJELASKAN PENDEKATAN GEOGRAFI

                        1.3. MENJELASKAN PRINSIP GEOGRAFI

                        1.4. MENDESKRIPSIKAN ASPEK GEOGRAFI




                              DISUSUN

                                 OLEH



                           LA APO, S.Pd




                     SMA NEGERI 4 BAUBAU

                           TAHUN 2012




                                       1
POKOK BAHASAN :

A. Pengertian Geografi

Bangsa Yunani Kuno menciptakan istilah geografi dari bahasa Yunani. Geo diturunkan dari ge (berarti
Bumi). Geo berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan Bumi. Grafi (graphy) diturunkan dari
graphia (berarti menulis). Kombinasi kata ge dan graphia menjadi geografi (geography), diartikan
menulis tentang Bumi.

B. Konsep Geografi Menurut Para Ahli

   1.      Ptolomaeus, seorang geograf Yunani, menulis buku Guide to Geography atau Panduan
           Geografi. Ia menulis petunjuk pembuatan peta dan membuat daftar delapan ribu tempat
           beserta letak lintang dan bujurnya. Salah satu pembaca bukunya adalah Christoper
           Columbus, orang yang menemukan Benua Amerika. Menurut Ptolomaeus, geografi
           berbeda dengan korografi. Pembahasan geografi bersifat kuantitatif, sedangkan korografi
           lebih membahas kenampakan asli daerah.
   2.      Eratosthenes merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah geografi.
           Dalam bahasa Yunani, geografi berarti penggambaran Bumi yang meliputi tanah, iklim,
           laut, flora, dan manusia. Penggambaran tersebut diperoleh dari hasil perjalanan yang
           dilakukan oleh para ilmuwan. Eratosthenes dikenal secara luas sebagai ”Bapak Geografi”
           dan dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi. Eratosthenes, seorang geograf
           Yunani menulis tentang gambaran permukaan Bumi, sejarah, dan konsep utama geografi
           dalam bukunya yang berjudul Geographica. Eratosthenes berpendapat bahwa Bumi
           berbentuk bulat.
   3.      Richard Hartshorne, geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan
           deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan Bumi.
   4.      Immanuel Kant adalah seorang geograf dan filsuf. Kant menganggap geografi dekat
           dengan filsafat. Menurutnya, geografi adalah ilmu yang objek studinya meliputi benda-
           benda dan hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar di wilayah permukaan Bumi.
   5.      Bernard Varen dikenal dengan Varenius. Dia adalah seorang geograf Jerman. Ia
           berpendapat dalam bukunya Geographia Generalis, bahwa geografi adalah bagian dari
           matematika yang membahas keadaan Bumi, bagian-bagiannya, termasuk bendabenda
           langit lain. Menurut Varenius, geografi dibagi menjadi dua, yaitu geografi umum dan
           khusus.
   6.      Menurut Ellsworth Huntington, geografi adalah studi tentang fenomena permukaan
           Bumi beserta penduduk yang menghuninya.
   7.      Menurut Bintarto, geografi pada dasarnya adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan,
           menerangkan sifat-sifat Bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta
           mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur Bumi.
   8.      Menurut hasil seminar dan lokakarya Ikatan Geograf Indonesia (IGI), geografi adalah ilmu
           pengetahuan yang mempelajari perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dengan
           sudut pandang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan.
   9.      Menurut Daldjoeni, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mengajarkan spasial
           (ruang), ekologi, dan region (wilayah). Dalam hal spasial, geografi mempelajari
           persebaran gejala, baik yang alami maupun manusiawi di muka Bumi. Dalam hal ekologi,
           geografi mempelajari cara manusia beradaptasi dengan lingkungannya. Dalam hal region,
           geografi mempelajari wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan
           fisiografisnya.
   10.     Bernard Varen dikenal dengan Varenius. Dia adalah seorang geograf Jerman. Ia
           berpendapat dalam bukunya Geographia Generalis, bahwa geografi adalah bagian dari
           matematika yang membahas keadaan Bumi, bagian-bagiannya, termasuk bendabenda
           langit lain. Menurut Varenius, geografi dibagi menjadi dua, yaitu geografi umum dan
           khusus.
           a. Geografi umum membahas karakteristik Bumi secara umum dan tidak tergantung
              olehkeadaan suatu wilayah. Geografi umum mencakupterestrial (pengetahuan tentang
              bentuk dan ukuran Bumi secara keseluruhan), astronomis (membahas hubungan Bumi
              dengan bintang-bintang yang merupakan cikal bakal ilmu kosmografi), dan komparatif
              (deskripsi letak dan tempat di permukaan Bumi secara lengkap).
           b. Geografi khusus mendeskripsikan wilayah luas maupun sempit dan terdiri atas tiga
              bagian, yaitu atmosferis (secara khusus membicarakan iklim), litosferis menelaah
              permukaan Bumi yang meliputi relief, vegetasi, fauna, dan manusia.

C. Perkembangan Ilmu Geografi

Tahap perkembangan ilmu geografi seiring dengan perkembangan interaksi antara manusia dengan
lingkungan sebagai berikut.

   1) Tahap determinisme atau paham determinisme, yaitu tahap ketika kehidupan manusia masih
      bergantung pada alam. Dalam tahap ini alam memengaruhi manusia karena tingkat

                                                2
        kebudayaan manusia belum cukup untuk mengolah alam. Contohnya, kehidupan nomaden
        yang dialami manusia purba.
     2) Tahap posibilisme atau paham posibilisme, yaitu tahap ketika alam dan manusia saling
        mempengaruhi. Alam memberikan peluang kepada manusia untuk berkembang. Pada tahap
        ini manusia sudah mampu mengurangi ketergantungannya terhadap alam, tetapi masih tetap
        membutuhkan alam.
     3) Tahap optimis teknologi, yaitu tahap ketika manusia dapat memengaruhi alam. Artinya,
        manusia dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya dapat
        mengolah lingkungan alam sesuai dengan keinginannya.

D. Konsep Esensial/Dasar Geografi

Konsep geografi penting untuk memahami fenomena geografi karena konsep geografi merupakan salah
satu dasar dalam ilmu geografi yang membedakan dengan ilmu-ilmu lainnya. Konsep dasar geografi
merupakan unsur penting dalam memahami fenomena atau kejadian geografi. Penjabaran konsep
geografi selalu berkaitan dengan penyebaran, relasi, fungsi, bentuk, dan proses yang terjadi.

Konsep dasar atau konsep esensial dalam geografi terdiri dari 10 konsep esensial/dasar yaitu :

1. Konsep Lokasi.

Konsep lokasi menjelaskan letak suatu tempat dipermukaan bumi kaitannya dengan karakterisitik
atau ciri khas kehidupan makhluk hidup.

Contoh :

     1. orang yang hidup di daerah/lokasi pinggiran pantai suaranya besar di bandingkan dengan
        suara orang yang tinggal di pegunungan.
     2. Masyarakat yang tinggal di daerah yang suhu udaranya panas pakaiannya tipis di bandingkan
        dengan masyarakat yang tinggal di daerah dingin

Konsep lokasi terdiri atas lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut menunjukkan letak suatu
wilayah berdasarkan letak lintang dan bujur. Lokasi relatif menunjukkan letak suatu wilayah dilihat dari
wilayah lain yang lebih luas. Lokasi absolut Indonesia menjadikan wilayahnya beriklim tropis. Iklim tropis
ini menjadikan Indonesia mengalami musim kemarau dan hujan. Lokasi relatif Indonesia di antara Benua
Asia dan Australia menjadikan Indonesia sebagai jalur perdagangan yang ramai dikunjungi.

2.        Konsep Jarak

Konsep jarak mengkaji jarak antara suatu tempat dengan tempat lain. Oleh karena itu, konsep jarak
memiliki arti penting bagi bidang sosial dan ekonomi masyarakat. Konsep jarak terdiri atas jarak
absolut dan jarak relatif. Jarak absolut menunjukkan jarak antarwilayah yang diukur menggunakan
satuan panjang. Contohnya, jarak antara Samarinda dan Tarakan di Kalimantan Timur adalah 672 km.
Jarak relatif menunjukkan jarak antarwilayah yang mempertimbangkan rute, waktu, atau biaya.
Contohnya, jarak antara Jakarta– Palembang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam menggunakan
pesawat udara.

3.        Konsep keterjangkauan

Konsep keterjangkauan (accessbility) menunjukkan mudah tidaknya suatu tempat dapat dijangkau
penduduk dengan memanfaatkan sarana transportasi yang ada di suatu daerah. Keterjangkauan tidak
hanya dipengaruhi jarak, tetapi juga medan atau topografi wilayah. Apabila topografi wilayahnya terjal
dan curam, keterjangkauannya semakin kecil. Semakin besar gangguan medan, keterjangkauannya
semakin kecil. Konsep keterjangkauan mengkaji aksesibilitas untuk mencapai suatu tempat. Dengan
demikian, konsep ini mengkaji jarak dan medan. Untuk menghindari kemacetan pada pagi hari, para
pekerja memanfaatkan kereta api komuter yang dianggap lebih mudah dan cepat untuk menjangkau
tempat kerja. Pernyataan tersebut tepat dikaji dengan konsep keterjangkauan.

Contohnya :

     a.    daerah pegunungan memiliki keterjangkauan lebih rendah dibandingkan daerah dataran
           rendah.
     b.    Para korban tanah longsor sulit dievakuasi karena medan yang sulit.
     c.    Daerah dengan kemiringan curam sulit dijangkau oleh kendaraan umum.



                                                    3
     d.    Jarak Jakarta sampai Cirebon (Jawa Barat) lebih mudah dijangkau dibandingkan dengan
           Jakarta ke Pulau Kelapa (di Kepulauan Seribu, Jakarta).

4.        Konsep pola

Konsep pola berkaitan dengan bentuk, susunan, atau persebaran fenomena di permukaan Bumi.
Kenampakan alam di permukaan Bumi memiliki pola tertentu. Konsep pola mengkaji susunan,
bentuk, atau pola persebaran fenomena dalam ruang permukaan Bumi. Salah satu contoh fenomena
yang sesuai dengan konsep pola adalah pemanfaatan mata air di wilayah pegunungan membentuk
permukiman menyebar. Konsep pola adalah kajian tentang susunan keruangan objek di permukaan
Bumi. Kegiatan manusia memanfaatkan alam membentuk pola-pola tertentu.

Contoh :

     a.    Pola Aliran sungai terkait dengan jenis batuan dan struktur geologinya yakni Pola aliran trelis
           terdapat di daerah lipatan, pola aliran rectanguler terdapat di daerah patahan, dan pola aliran
           dendritik terdapat di dataran pantai atau plato
     b.    Pola pemukiman penduduk terkait dengan sungai, jalan, dan bentuk lahan

5.        Konsep Morfologi

Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk-bentuk permukaan Bumi, seperti dataran rendah, bukit,
pegunungan, jurang yang curam/terjal. Konsep morfologi dapat digunakan untuk mengkaji bentuk
lahan yang terdapat di suatu wilayah. Deretan gunung api terbentuk di Indonesia akibat dari adanya
pertemuan tiga lempeng tektonik di wilayah Indonesia. Fenomena tersebut dapat dikaji dengan
konsep morfologi. Konsep morfologi berkaitan dengan bentuk-bentuk permukaan Bumi yang
dihasilkan oleh aktivitas dari dalam (Tenaga Endogen) dan di luar permukaan Bumi (Tenaga Eksogen).

Contohnya :

a.   Bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan sedimentasi, penggunaan lahan, ketebalan lapisan
     tanah
b.   Pengelompokan pemukiman penduduk cenderung di daerah datar

6.        Konsep Aglomerasi

Konsep aglomerasi menunjukkan adanya pemusatan atau pengelompokan suatu fenomena di
permukaan Bumi. Pengelompokan didasarkan pada berbagai hal, misalnya jarak, efisiensi, dan faktor
lingkungan yang lebih memberi dampak positif. Contohnya, pengelompokan kawasan permukiman
kumuh di pinggiran kota dan pengelompokan permukiman elite di tengah kota.

7.        Konsep Nilai Kegunaan

Konsep nilai kegunaan berkaitan dengan nilai guna suatu daerah dimana Tiap-tiap daerah mempunyai
potensi yang berbeda-beda dan bisa dikembangkan sehingga bernilai guna. Nilai kegunaan suatu
daerah berpengaruh terhadap perkembangannya. Contohnya, pantai berpasir putih berpotensi untuk
daerah wisata.

8.        Konsep Interaksi dan Interdependensi

Konsep interaksi dan interdependensi menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan satu daerah
dengan daerah lain. Suatu daerah berinteraksi dengan daerah lain guna memenuhi kebutuhan
penduduknya sebab tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi dari daerahnya sendiri. Kegiatan ekonomi
yang berpusat di perkotaan menimbulkan interaksi dengan daerah pinggiran dan desa. Hal ini
memberikan dampak untuk daerah perdesaan dan perkotaan. Contoh dampak fenomena tersebut bagi
kota adalah tercukupinya tenaga kerja, sedangkan desa kekurangan tenaga kerja produktif.

Konsep interaksi dan interdependensi menunjukkan hubungan timbal balik antarwilayah yang meliputi
pergerakan barang, jasa, ide, informasi, dan penduduk. Penggunaan jejaring sosial merupakan
cerminan pergerakan barang, jasa, ide, dan informasi yang dibutuhkan individu antarwilayah.
Contohnya, kegiatan jual beli barang dan jasa atau persebaran informasi antarindividu dan
antarkelompok melalui jejaring sosial.




                                                     4
9.         Konsep diferensiasi areal

Konsep Diferensiasi aresl Menunjukkan bahwa suatu tempat memiliki perbedaan dengan tempat yang
lain atau suatu daerah memiliki kekhasan. Perbedaan dapat terjadi dalam hal misalnya bentang alam,
penduduk, perekonomian, dan perkembangan wilayah.

10.        Konsep Keterkaitan Keruangan

Konsep ini menunjukkan keterkaitan antarwilayah. Perbedaan potensi antarwilayah mendorong
terjadinya interaksi berupa pertukaran barang, manusia, ataupun budaya. Konsep keterkaitan
keruangan dalam kajian geografi berperan untuk mengkaji hubungan saling membutuhkan
antarwilayah. Keterkaitan keruangan didasari oleh adanya perbedaan potensi antarwilayah. Perbedaan
potensi mendorong adanya keterkaitan dalam memenuhi kebutuhan material dan sosial penduduk.

Contohnya:

      a.    Kebutuhan beras daerah kota dipenuhi oleh hasil pertanian beras dari desa.
      b.    Beras dihasilkan di daerah datar
      c.    Perikanan laut di hasilkan oleh daerah pantai (nelayan)

E. Pendekatan Geografi

Dalam memahami suatu masalah tentunya diperlukan metode atau cara, begitu pula dengan ilmu
geografi. Pendekatan geografi merupakan metode atau cara analisis untuk memahami berbagai gejala
dan fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi.

Pendekatan dalam suatu konsep ilmu digunakan untuk memahami objek kajian dari ilmu itu sendiri.
Penggunaan pendekatan yang tepat terhadap fenomena geografi akan memberikan hasil analisis yang
tepat dan benar. Hal itu secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan sehingga hasilnya dapat
dimanfaatkan secara tepat.

Analisis gejala-gejala di permukaan Bumi menggunakan pendekatan geografi dapat dilakukan dengan
menerapkan pertanyaan 5W 1H (what, when, where, why, who, dan how). Pertanyaan “what” (
fenomena apa yang terjadi), “When” (kapan fenomena terjadi), “where” (dimana fenomena itu
terjadi), “who” (siapa yang menyebabkan fenomena itu terjadi) Pertanyaan ”why” (mengapa) pada
peristiwa banjir menekankan pada penyebab terjadinya banjir. pernyataan yang menunjukkan sebab
banjir. Banjir bandang terjadi disebabkan oleh penebangan liar. Penebangan liar menyebabkan hutan
menjadi gundul sehingga tidak mampu menahan air hujan yang berlebih.

Pendekatan yang digunakan dalam geografi di bedakan menjadi 3 bagian yaitu :

1. Pendekatan Keruangan

Ruang adalah seluruh permukaan Bumi yang merupakan tempat hidup tumbuhan, hewan, dan
manusia. Pendekatan keruangan menganalisis gejala atau fenomena geografis berdasarkan
penyebarannya dalam ruang. Analisis keruangan merupakan pendekatan yang khas dalam geografi
sebab merupakan studi tentang keanekaragaman ruang muka Bumi.

Pendekatan keruangan mendasarkan pada perbedaan sifat penting lokasi seperti struktur, pola, dan
proses. Struktur keruangan berkaitan dengan elemen pembentuk ruang berupa kenampakan titik
(point features), kenampakan garis (line features), dan kenampakan area (areal features. Data lokasi
yang dibutuhkan dalam analisis keruangan meliputi data titik, garis, dan area. Data garis yang
diperlukan antara sungai, jalan raya, dan batas wilayah. Data titik antara lain meliputi titik ketinggian,
gedung, dan gunung. Sementara itu, data area meliputi hutan, permukiman, perkebunan, dan
persawahan.

Pendekatan keruangan mengkaji suatu permasalahan berdasarkan ruang kejadiannya. Manusia
merupakan subjek dalam kajian keruangan karena kegiatan manusia mampu memengaruhi
penggunaan ruang, penyediaan ruang yang akan dimanfaatkan, serta pola keruangan yang dihasilkan.

Pendekatan keruangan mengkaji fenomena geosfer dengan analisis aktivitas manusia, topik, dan
regional.

Analisis pendekatan aktivitas manusia mengkaji hubungan aktivitas manusia dalam ruang. Contohnya,
pemanfaatan dataran rendah untuk lahan pertanian.




                                                     5
Analisis pendekatan topik diperlukan dalam kajian keruangan. Pendekatan topik menghubungkan
suatu kejadian dengan tema utama dalam permasalahan tersebut. Pendekatan ini digunakan untuk
mengkaji fenomena geografi dari topik tertentu yang menjadi pusat perhatian.

Contohnya, wabah penyakit demam berdarah di suatu wilayah. Penyakit demam berdarah menjadi
topik utama karena menyerang penduduk yang berdomisili di wilayah tersebut.

Pendekatan keruangan mengkaji suatu fenomena dalam ruang. Analisis regional dalam pendekatan
keruangan menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri. Contohnya, daerah
hujan tropis didominasi oleh tumbuhan besar dan berdaun lebar.

Contoh penggunaan pendekatan keruangan dalam analisis geografi sebagai berikut.

   a.   Terbentuknya pola permukiman yang berbeda di daerah pegunungan dan sepanjang aliran
        sungai.
   b.   Kepadatan penduduk di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan.
   c.   Permasalahan kependudukan di negara berkembang lebih kompleks dibandingkan dengan
        negara maju.

Analisis yang digunakan dalam pendekatan keruangan sebagai berikut.

   a.   Pendekatan topik adalah kajian yang menghubungkan suatu kejadian dengan tema utama
        dalam permasalahan tersebut.
   b.   Pendekatan aktivitas manusia adalah kajian yang menghubungkan aktivitas manusia dalam
        ruang.
   c.   Pendekatan wilayah, menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri.

2. Pendekatan Kelingkungaan (ekologi)

Pendekatan kelingkungan (ekologi) tidak hanya mendasarkan pada interaksi organisme dengan
lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan fenomena yang ada serta perilaku manusia. Pada dasarnya
lingkungan geografi mempunyai dua sisi, yaitu perilaku manusia dan fenomena lingkungan. Sisi
perilaku manusia mencakup dua aspek, yaitu pengembangan gagasan dan kesadaran lingkungan.
Interelasi keduanya menjadi ciri khas pendekatan kelingkungan. Perkembangan cara penebangan
pohon dari menggunakan gergaji menjadi menggunakan mesin merupakan contoh pengembangan
gagasan manusia dalam memanfaatkan lingkungan. Oleh karena itu, fenomena ini merupakan contoh
aplikasi pendekatan kelingkungan. Pendekatan kelingkungan mengkaji interaksi antara makhluk hidup
dengan lingkungan dan interaksi antarmakhluk hidup, termasuk di dalamnya tindakan manusia dalam
memanfaatkan alam. Karakteristik manusia yang dapat diamati melalui pendekatan ini adalah
mengembangkan gagasan dan kesadaran lingkungan. Pengembangan gagasan untuk memanfaatkan
lingkungan hendaknya memperhitungkan dampak yang akan ditimbulkan. Kesadaran lingkungan
terlihat dalam setiap kegiatan manusia saat memanfaatkan alam. Contoh kesadaran lingkungan
adalah penghijauan kembali hutan yang gundul.

Pendekatan kelingkungan berperan untuk mengkaji permasalahan yang disebabkan oleh interaksi
antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan interaksi antara makhluk hidup yang satu dengan
yang lain. Makhluk hidup yang memiliki peran penting dalam interaksi tersebut adalah manusia. Oleh
karena itu, pendekatan kelingkungan dapat digunakan untuk mengetahui tindakan manusia yang
menyebabkan kerusakan lingkungan serta upaya manusia yang dapat dilakukan untuk
menanggulanginya.

Pendekatan kelingkungan merupakan analisis fenomena geosfer berdasarkan interaksi antara makhluk
hidup dengan lingkungan fisik, fenomena alam, dan perilaku manusia. Contohnya, kerusakan lapisan
ozon oleh akumulasi gas CO2 di atmosfer. Akumulasi gas CO2 di atmosfer secara berlebih disebabkan
oleh tindakan manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan lingkungan. Faktor penyebab
akumulasi CO2 di atmosfer antara lain emisi gas buang kendaraan bermotor dan asap pabrik industri.

Pendekatan lingkungan (ekologi) menekankan pada keterkaitan antara suatu fenomena geosfer
dengan variabel lingkungan yang ada. Kerangka analisis pendekatan kelingkungan tidak hanya
mengaitkan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik, tetapi juga mengaitkan
hubungan makhluk hidup dengan fenomena alam dan perilaku manusia. Pendekatan kelingkungan
(ekologi) merupakan analisis berdasarkan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik,
fenomena alam, dan perilaku manusia. Contohnya, kajian mengenai efek penggunaan pestisida
terhadap tingkat kesuburan tanah. Kajian ini menunjukkan hubungan perilaku manusia dalam
memengaruhi kondisi alam.

                                                6
Pendekatan kelingkungan atau ekologi adalah pendekatan yang digunakan untuk mengetahui
keterkaitan dan hubungan antara unsur-unsur yang berada di lingkungan tertentu, yaitu hubungan
antarmakhluk hidup dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan alamnya.

contoh : Akibat ulah manusia yang menebangi hutan mengakibatkan bencana tanah longsor dan
banjir. Hal itu mengakibatkan banyak sawah dan daerah pertanian rusak, bahkan banyak ternak dan
hewan piaraan yang mati.

3. Pendekatan Kompleks Wilayah/Analisis kompleks Wilayah

Pendekatan kewilayahan adalah pendekatan yang mendasarkan pada kombinasi antara pendekatan
keruangan dan kelingkungan. Pendekatan ini menekankan adanya perbedaan karakteristik tiaptiap
wilayah. Perbedaan ini mendorong suatu wilayah berinteraksi dengan wilayah lain. Contoh pendekatan
kewilayahan adalah kajian masalah kependudukan. Kondisi kependudukan tiap-tiap wilayah di muka
Bumi tidak sama, baik secara kualitas dan kuantitas. Kondisi tersebut mendorong adanya interaksi
antarwilayah, seperti transmigrasi dan perdagangan. Aplikasi pendekatan kewilayahan dapat
dilakukan dalam perencanaan kawasan transmigrasi. Perencanaan kawasan transmigrasi didasarkan
pada perbedaan karakteristik wilayah berupa jumlah penduduk.

Pendekatan kewilayahan mengkaji suatu fenomena dengan mengombinasikan pendekatan keruangan
dan kelingkungan sehingga analisisnya mengkaji deskripsi, distribusi, dan hubungan timbal balik
antara alam dan makhluk hidup atau antara alam dengan alam. Kajian yang kompleks tersebut pada
umumnya digunakan untuk analisis perencanaan tata ruang kota, perencanaan kawasan transmigrasi,
dan perencanaan permukiman.

Salah satu penerapan pendekatan kompleks wilayah yang paling tepat adalah kegiatan perencanaan
permukiman suatu kawasan. Pendekatan kompleks wilayah atau kewilayahan mengkaji suatu
permasalahan dengan mengombinasikan pendekatan keruangan dan kelingkungan. Kajian pendekatan
kompleks wilayah dapat menemukan bahwa fenomena yang terjadi di setiap wilayah berbeda-
beda.Perbedaan fenomena tersebut membentuk karakteristik wilayah. Contohnya, pembangunan
permukiman di wilayah perbukitan dan dataran rendah memerlukan kajian karakteristik tiap-tiap
wilayah. Untuk mendapatkan perencanaan kawasan yang tepat, diperlukan pendekatan kompleks
wilayah.

C. Prinsip Geografi

Prinsip dalam ilmu geografi merupakan dasar dalam menguraikan, mengkaji, menganalisis, dan
mengungkapkan gejala, variabel, faktor, serta masalah geografi. Kegunaan prinsip dasar dalam kajian
geografi sebagai berikut.

   a.   Prinsip deskripsi berguna untuk mempelajari gejala, fakta, atau peristiwa yang terjadi di
        permukaan Bumi
   b.   Prinsip interelasi berguna untuk mempelajari keterkaitan antara gejala, fakta, atau peristiwa
        di permukaan Bumi.
   c.   Prinsip distribusi berguna untuk mempelajari persebaran fenomena geosfer di permukaan
        Bumi.
   d.   Prinsip korologi berguna untuk mendeskripsikan, mengkaji persebaran, dan mengkaji
        interelasi fenomena dalam ruang.

1. Prinsip Distribusi/Persebaran

Prinsip distribusi (persebaran) menjelaskan bahwa persebaran fenomena di permukaan Bumi
bervariasi atau tidak merata. Fenomena yang dimaksud dapat berupa fenomena alam atau fenomena
sosial.Variasi persebaran dapat berupa fenomena yang mengelompok, menyebar, emanjang, atau
tidak beraturan. Contoh kajian menggunakan prinsip distribusi adalah perbedaan jenis tanah pada
setiap wilayah di Indonesia. Hal itu menunjukkan adanya fenomena persebaran yang tidak merata.

Migrasi penduduk disebabkan sedikitnya potensi ekonomi di daerah asal, menunjukkan bahwa potensi
ekonomi tiap-tiap wilayah tidak sama. Penduduk yang tinggal di daerah dengan potensi ekonomi
rendah akan mencari daerah lain yang memiliki potensi ekonomi lebih tinggi. Contohnya perpindahan
penduduk dari daerah tandus ke daerah subur.

Prinsip persebaran menjelaskan persebaran fenomena alam dan fenomena sosial. Fenomena sosial
yang dikaji dalam prinsip persebaran meliputi lingkungan sosial (hukum, adat, dan tradisi), bentang
alam budi daya (permukiman, persawahan, dan perkebunan), serta masyarakat.

                                                  7
Prinsip distribusi (persebaran) menjelaskan bahwa persebaran fenomena di permukaan Bumi ber-
variasi.Variasi persebaran dapat berupa fenomena yang mengelompok, menyebar, memanjang, dan
tidak beraturan. Contoh kajian prinsip persebaran adalah persebaran jenis tanah di Indonesia yang
berbeda-beda pada setiap wilayah.

2. Prinsip Interelasi

Prinsip interelasi mengkaji keterkaitan permasalahan yang terjadi di alam dalam hubungannya dengan
manusia. Interelasi dapat terjadi antara alam dengan alam itu sendiri ataupun antara alam dengan
manusia.

Contoh : Interelasi alam dengan alam

    1. Terjadinya angin disebabkan adanya perbedaan tekanan udara di dua tempat.
    2. Adanya aktivitas gunungapi menyebabkan mata air panas dan energi panas Bumi.
    3. Gempa tektonik terjadi akibat gerakan antara dua lempeng yang saling menjauh atau
       bertumbukan.

Contoh : Interelasi alam dengan manusia

Banjir di daerah hilir sungai terjadi akibat penggundulan hutan di wilayah hulu.

Prinsip interelasi menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara fenomena yang satu dengan
fenomena yang lain dalam suatu ruang. Hubungan dapat berupa hubungan timbal balik atau saling
memengaruhi. Hubungan juga dapat terjadi antara fenomena fisik dengan fenomena fisik serta
fenomena fisik dengan fenomena sosial

3. Prinsip Deskripsi

Prinsip deskripsi menjabarkan atau mendeskripsikan keterkaitan antara aspek alam dan aspek
manusia. Pendeskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, serta sebab akibat secara kualitatif
dan kuantitatif. Pendeskripsian dilakukan dengan bantuan peta, grafik, dan diagram. Pendeskripsian
ini akan membantu memahami berbagai fenomena alam ataupun sosial yang terjadi di permukaan
Bumi.

Contoh :

    1. Fenomena gempa tektonik yang terjadi di Meulaboh, Aceh, diakibatkan gerakan sesar lempeng
       Indo-Australia dan Eurasia.
    2. Penjelasan karakteristik penduduk suatu daerah.
    3. Hutan sebagai suatu ekosistem memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia
    4. sebagai daerah resapan air, mencegah terjadinya banjir, dan mencegah pencemaran udara.

    4. Prinsip Korologi

Prinsip korologi, fenomena yang terjadi akan dideskripsikan serta dikaji persebaran dan interelasinya
dalam suatu ruang. Kondisi ruang akan memberikan corak pada kesatuan gejala, fungsi, dan bentuk.

Prinsip korologi dapat diartikan sebagai analisis suatu fenomena geosfer menggunakan gabungan dari
prinsip deskripsi, persebaran, dan interelasi. Dalam analisis menggunakan prinsip ini, fenomena yang
terjadi akan dideskripsikan serta dikaji persebaran dan interelasinya dalam suatu ruang.

Contohnya:

Kondisi wilayah Indonesia yang kaya bahan tambang dan gunungapi akibat letaknya yang merupakan
pertemuan lempeng tektonik tepat dikaji dengan prinsip korologi. Prinsip korologi merupakan metode
menganalisis suatu fenomena geosfer menggunakan gabungan dari prinsip deskripsi, persebaran, dan
interelasi. Dalam analisis menggunakan prinsip ini, fenomena yang terjadi akan dideskripsikan serta
dikaji persebaran dan interelasinya dalam suatu ruang.




                                                   8
D. Aspek dan Ruang Lingkup Kajian Geografi

Aspek Geografi

Aspek-aspek geografi meliputi aspek fisik dan aspek non fisik. Aspek fisik dalam geografi hanya
membahas unsur-unsur geosfer yang bersifat fisik antara lain tanah, air, dan iklim dengan segala
proses alaminya. Secara garis besar aspek nonfisik kajian geografi terdiri atas aspek sosial, ekonomi,
budaya, dan politik.

    a.   Aspek sosial, yaitu aspek kajian yang membahas adat, tradisi, kelompok masyarakat, Ilmu
         geografi mempelajari hal-hal yang bersifat dan lembaga sosial. eksak dan sosial. Oleh karena
         itu, ilmu geografi
    b.   Aspek ekonomi, yaitu aspek kajian yang membutuhkan ilmu bantu atau penunjang dalam
         membahas industri, perdagangan, pertanian, kajiannya. Ilmu geografi yang sekarang
         bertransportasi, dan pasar. kembang adalah geografi terintegrasi. Geografi
    c.   Aspek budaya, yaitu aspek kajian yang memterintegrasi mengkaji suatu masalah
         menggunabahas pendidikan, agama, bahasa, dan kan pendekatan, yaitu keruangan,
         kelingkungan, kesenian. dan kompleks wilayah.
    d.   Aspek politik, yaitu aspek kajian yang membahas kepartaian dan pemerintahan.
    e.   Aspek nonbiotik merupakan bagian dari aspek fisik geografi yang mengkaji tentang batuan,
         tanah, air, dan atmosfer. Contoh fenomena yang berkaitan dengan aspek nonbiotik adalah
         kajian jenis tubuh perairan darat di Indonesia.
    f.   Geografi regional merupakan tema yang paling mendasar dalam kajian objek formal geografi.
         karakteristik kajian geografi regional adalah ciri khas suatu daerah yang dapat dibedakan
         dengan daerah lain. Contohnya, flora khas daerah gurun adalah kurma dan kaktus.

Secara garis besar, aspek fisik kajian geografi terdiri atas aspek topologi, biotik, dan nonbiotik.

    a.   Aspek topologi, yaitu aspek kajian yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan letak
         wilayah, bentuk muka Bumi, luas wilayah, dan batas wilayah yang berciri khas tertentu.
    b.   Aspek biotik, yaitu aspek kajian yang membahas karakter fisik manusia, hewan, dan
         tumbuhan dalam lingkup biosfer.
    c.   Aspek nonbiotik, yaitu aspek kajian yang membahas batuan, tanah, air, dan atmosfer.

Kajian aspek Topologi :

            -   Wilayah Indonesia memiliki iklim tropis sehingga beberapa wilayahnya memiliki hutan
                hujan tropis. Pernyataan tersebut tepat dikaji dengan aspek topologi. Aspek topologi
                adalah kajian yang membahas hal-hal berkaitan dengan letak wilayah, bentuk muka
                Bumi, luas wilayah, dan batas wilayah yang berciri tertentu. Contohnya, wilayah yang
                memiliki iklim tropis di daerahnya akan dijumpai hutan hujan tropis.
            -   Karakteristik yang dimiliki oleh flora dan fauna di Indonesia termasuk dalam aspek
                topologi. Aspek topologi adalah aspek kajian geografi yang membahas hal-hal
                berkaitan dengan letak wilayah, bentuk muka Bumi, luas wilayah, dan batas wilayah
                yang berciri khas tertentu. Perbedaan ciri-ciri flora dan fauna di setiap bagian wilayah
                Indonesia termasuk dalam aspek topologi.
            -

Kajian Aspek Sosial

Budaya kampanye pemilihan umum dengan membawa massa turun ke jalan termasuk aspek sosial.
Aspek sosial adalah kajian yang membahas adat, tradisi, kelompok masyarakat, dan lembaga sosial.
Salah satu ciri kegiatan kampanye adalah keramaian massa dengan membawa kendaraan bermotor di
jalan raya. Hal tersebut telah berlangsung dari tahun ke tahun dan sudah menjadi tradisi di Indonesia.

Geografi fisik mempelajari bentang alam fisik permukaan Bumi, misalnya gunung, dataran rendah,
sungai, dan laut. Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta
mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu. Ilmu
penunjang geografi fisik antara lain: hidrologi, pedologi, geologi, geomorfologi, meteorologi, dan
klimatologi.

Geografi ekonomi mempelajari cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan
dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Bentuk kegiatan ekonomi meliputi pertanian,
perdagangan, industri, dan pola komunikasi.



                                                    9
Beberapa cabang ilmu dalam studi geografi sebagai berikut.

   1) Pedologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang lapisan tanah, antara lain tentang proses
      pembentukan dan jenis-jenisnya.
   2) Geologi, yaitu ilmu yang mempelajari batuan penyusun Bumi dan proses pembentukannya.
   3) Meteorologi, yaitu ilmu yang mempelajari lapisan atmosfer, antara lain tentang ciri-ciri fisik
      dan kimianya, tekanan udara, suhu udara, angin, serta keawanan.
   4) Geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk permukaan Bumi sebagai akibat
      adanya pengaruh tenaga endogen dan eksogen.

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti Bumi. Kajian atmosfer meliputi fenomena berikut ini.

   1) Perbedaan suhu berdasarkan ketinggian tempat dan letak lintang.
   2) Fenomena cuaca seperti awan dan hujan.
   3) Fenomena iklim global.

Cabang ilmu geografi teknik sebagai berikut.

   a.   Kartografi, yaitu ilmu dan seni yang mempelajari tentang pembuatan peta.
   b.   Penginderaan jauh, yaitu cara memperoleh informasi objek di permukaan Bumi tanpa kontak
        langsung dengan objek.
   c.   Sistem Informasi Geografis, yaitu sistem informasi berbasis komputer yang dapat menyimpan,
        mengolah, dan menganalisis data keruangan secara terpadu.

Beberapa cabang ilmu geografi sebagai berikut.

   1) Geografi regional adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari suatu kawasan tertentu
      secara khusus. Contohnya mempelajari kawasan Amerika Latin.
   2) Geografi ekonomi adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari lokasi, distribusi, dan
      susunan ruang pada aktivitas-aktivitas ekonomi di seluruh dunia.
   3) Geografi industri adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang kondisi geografi
      ditinjau dari sudut kebutuhan industri.
   4) Geografi politik adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang kondisi geografi
      ditinjau dari sudut politik atau kepentingan negara.
   5) Geografi manusia adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang kehidupan manusia
      dalam ruang dengan segala aktivitasnya.
   6) Geografi politik adalah kajian geografi manusia yang mempelajari tentang wilayah,
      perbatasan, unit-unit politik, ibu kota wilayah, kekuatan nasional, dan politik internasional.
      Contohnya, mempelajari kekuatan politik nasional kaitannya dengan kondisi sumber daya
      alam dan sumber daya manusia.

Geografi merupakan ilmu yang mengkaji fenomena geosfer sehingga dapat membantu analisis dalam
bidang pertanian. Pemanfaatan kajian geografi dalam bidang pertanian sebagai berikut.

   1) Mengkaji persebaran jenis tanah yang subur untuk kegiatan pertanian (aluvial, vulkanik, dan
      humus).
   2) Menentukan luas lahan pertanian dan persebarannya.
   3) Menganalisis tingkat kemampuan dan kualitas lahan.

Daerah karst tersusun oleh batuan kapur. Oleh karena itu, daerah tersebut memiliki ciri keruangan
sebagai berikut.

   1)   Jenis tanahnya mudah larut oleh air sehingga tidak dapat menyimpan air.
   2)   Jenis airnya keruh karena tercampur material pelapukan batu kapur.
   3)   Jenis tanahnya berwarna putih karena berasal dari pelapukan batuan kapur.
   4)   Salah satu jenis tanaman produktif yang dapat dikembangkan di daerah karst adalah jati. Oleh
        karena itu, daerah karst merupakan salah satu sentra penghasil kayu jati.

Jadi aspek kajian geografi dilihat dari sudut pandang waktu, keruangan, kelingkungan, dan
kewilayahan. Sudut pandang waktu mengkaji suatu objek dari perkembangan dan perubahan dari
masa ke masa. Contohnya, studi perubahan jenis pantai dapat diketahui dengan membandingkan data
posisi garis pantai dari tahun ke tahun.

Pemetaan dianggap sebagai ciri kajian geografi karena metode ini digunakan untuk menggambarkan
objek-objek di permukaan Bumi. Objek-objek tersebut tergambar sesuai dengan aslinya sehingga


                                                 10
metode ini menjadi penting bagi kajian keruangan. Metode ini dilakukan dengan menyeleksi berbagai
informasi di daerah yang akan dipetakan. Kegiatan ini akan menghasilkan peta tematik. Peta-peta
tematik tersebut digunakan untuk kajian keruangan dan alat bantu analisis keruangan.

   2. Objek formal dalam kajian geografi merupakan cara pandang dan cara pikir terhadap gejala
      yang ada di permukaan Bumi. Cara pandang dan cara pikir tersebut dilihat dari segi
      keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah.Tema yang paling mendasar dalam kajian
      objek formal adalah region, yaitu kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu
      atau ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah lainnya.

Geografi merupakan ilmu yang mengkaji fenomena geosfer. Oleh karena itu, geografi dapat
membantu kajian aktivitas ekonomi penduduk. Contoh pemanfaatan kajian geografi dalam bidang
perekonomian penduduk sebagai berikut.

   a.   Membantu menentukan lokasi industri dan lokasi pertanian.
   b.   Membantu menganalisis persebaran lokasi bahan baku industri.
   c.   Membantu menganalisis lokasi pemasaran industri.

Gejala-Gejala Geografi yang dapat di amati dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

Gejala-gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari antara lain pergantian cuaca, arus dan gelombang
laut, aktivitas magma gunungapi, serta banjir pada musim hujan. Gejala yang berupa satelit
komunikasi mengelilingi Bumi merupakan gejala buatan manusia, bukan gejala geografi.

Cabang Ilmu Geografi Terapan/Teknik

Pemetaan merupakan salah satu kegiatan dasar yang harus dikuasai oleh geograf. Geograf memilih
sebagian informasi yang kompleks dari suatu daerah dan menyajikannya pada peta. Dengan cara ini
geograf dapat dengan mudah menjelaskan lokasi, karakteristik, dan pola dari unsur-unsur geografi.

Cabang ilmu geografi teknik tepat mempelajari fenomena dan gejala alam berupa perubahan
penggunaan lahan. Geografi teknik mempelajari cara memvisualisasikan dan menganalisis informasi
geografis dalam bentuk peta, diagram, dan citra penginderaan jauh. Cabang ilmu geografi teknik
meliputi kartografi, penginderaan jauh, dan Sistem Informasi Geografis.

Contohnya, untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di pantai selatan Jawa. Perubahan dapat
diketahui dengan menggunakan citra penginderaan jauh dalam rentang waktu tertentu. Interpretasi
dari citra tersebut akan diperoleh informasi tentang penggunaan lahan di pantai selatan Jawa.

Teknik penginderaan jauh merupakan salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam
ilmu geografi. Penginderaan jauh dilakukan untuk mengindera objek-objek yang sulit dijangkau,
contohnya, hutan pedalaman Papua.

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah cabang geografi teknik yang berguna untuk menganalisis
data keruangan secara terpadu dengan memanfaatkan teknologi komputer. Sistem ini dapat
menyimpan, mengolah, dan menghasilkan data keruangan menggunakan software sebagai alat bantu.

Metode penelitian geografi harus menyertakan kegiatan pemetaan karena pemetaan merupakan ciri
kajian geografi. Metode ini dilakukan dengan menyeleksi berbagai informasi di daerah yang akan
dipetakan. Kegiatan ini akan menghasilkan peta tematik. Peta-peta tematik tersebut digunakan untuk
kajian keruangan. Contohnya, peta kepadatan penduduk suatu wilayah untuk kajian ketersediaan
lahan.

Hubungan Objek kajian formal geografi dengan pendekatan geografi

Hubungan objek kajian formal geografi dengan pendekatan geografi terlihat pada kesamaan metode
dalam mempelajari gejala di permukaan Bumi. Objek formal kajian geografi merupakan cara pandang
dan cara pikir terhadap gejala yang ada di permukaan Bumi. Cara pandang dan cara pikir tersebut
dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Pendekatan geografi digunakan
untuk memahami suatu masalah berbagai gejala dan fenomena geosfer. Pendekatan geografi meliputi
pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Dalam metode kajian objek formal dan
pendekatan geografi melihat karakteristik tertentu atau ciri khas dari suatu wilayah yang dapat
membedakan dengan daerah lainnya.




                                                11
Metode penelitian geografi berguna untuk mempelajari karakteristik Bumi dan kegiatan manusia.
Metode penelitian digunakan untuk menggali data agar dapat dianalisis dan digunakan untuk
pengambilan keputusan.




                               LEMBAR KERJA SISWA (LKS)



Mata Pelajaran           :   Geografi
Kelas/Semester           :   X-    /Ganjil
Hari/Tanggal             :
Nama Siswa               :



Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !

   1. Tuliskan definisi geografi menurut IGI pada seminar dan Lokakarya
      Peningkatan Mutu Pengajaran Geografi di Semarang tahun 1988 !

       …………………………………………………………………………………………………………………………………………

       …………………………………………………………………………………………………………………………………………


                                             12
   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

2. Tuliskan 10 konsep Esensial geografi secara berurutuan !

   1. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   2. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   3. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   4. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   5. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   6. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   7. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   8. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   9. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

   10. …………………………………………………………………………………………………………………………………..

3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep lokasi dan berikan contohnya !

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

4. Jelaskan Tahap perkembangan ilmu geografi seiring dengan perkembangan interaksi
   antara manusia dengan lingkungan !



   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………




                                      13
   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

5. Tuliskan konsep geografi yang di kemukakan oleh :
   a. Immanuel Kant
   b. Eratosthenes
   c. Bintarto

         a. …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            ……………………………………………………………………………………………………………………….

         b. …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            ……………………………………………………………………………………………………………………….

         c. …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            …………………………………………………………………………………………………………………………

            ……………………………………………………………………………………………………………………….

6. Jelaskan Apa yang dimaksud dengan konsep Morfologi serta berikan 2

   contoh fenomena geografi yang sesuai dengan konsep morfologi !

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

                                   14
   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

7. Salah satu contoh fenomena yang sesuai dengan konsep pola adalah pemanfaatan
   mata air di wilayah pegunungan membentuk permukiman menyebar. Jelaskan
   Mengapa fenomena pemanfaatan mata air di wilayah pegunungan membentuk
   permukiman menyebar !
   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

8. Deretan gunung api terbentuk di Indonesia akibat dari adanya pertemuan tiga
   lempeng tektonik di wilayah Indonesia, dan menjadikan Indonesia menjadi
   Pertemuan 2 sirkum Pegunungan terbesar di dunia yaitu Pegunungan Sirkum Pasifik
   dan pegunungan Sirkum Mediterania. Selain itu Indonesia juga menjadi Daerah yang
   rawan Gempa Bumi. Konsep geografi yang sesuai dengan fenomena tersebut adalah
   …………………………………………………… jelaskan !
   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

9. Konsep jarak di bedakan menjadi 2 yaitu Konsep jarak absolut dan konsep

   jarak relatif. Jelaskan !

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   …………………………………………………………………………………………………………………………………………

   ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

                                      15
  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep keterjangkauan dan berikan

  contohnya !

11. …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  ………………………………………………………………………………………………………………………………………..

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………

  …………………………………………………………………………………………………………………………………………




                                 16

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:16591
posted:8/6/2012
language:
pages:16