Docstoc

PENGEMBANGAN ORGANISASI KPM1

Document Sample
PENGEMBANGAN ORGANISASI KPM1 Powered By Docstoc
					  PENGEMBANGAN ORGANISASI KPM
GALUH RAHAYU MELALUI REVITALISASI
     UNSUR-UNSUR ORGANISASI


                    Endin Lidinillah, M.Ag


 Disampaikan pada Upgrading Pengurus KPM Galuh Rahayu Ciamis
                          Yogyakarta
                  Bappeda Ciamis, 10 Juli 2010
2. Makna organisasi sebagai tubuh artinya organisasi
diibaratkan sebuah tubuh yang saling membutuhkan
antara organ yang satu dengan organ lainnya.
Organisasi KPM misalnya mempunyai unsur-unsur
antara lain ada tujuan dan usaha bersama, ada
anggota yaitu pelajar dan mahasiswa asal Ciamis
yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta,
ada pengurus KPM yang reguler berganti tiap 1
tahun, ada struktur organisasi KPM dari mulai
Yayasan, Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara dan
ketua Bidang dan seterusnya, ada aturan main
berupa AD/ART, Garis-Garis Besar Haluan
Organisasi dan sebagainya.
Semua unsur tersebut harus ada dan berfungsi agar roda organisasi bisa
berjalan dengan sehat sehingga bisa mencapai tujuan. Suatu organisasi tidak
cukup hanya ada pengurus dan anggota, tetapi harus ditunjang oleh tujuan dan
usaha-usaha yang jelas, aturan main yang lengkap dan dikelola dengan
manajemen modern. Tanpa itu semua, organisasi tidak akan mencapai tujuan
dan malah sering melahirkan penyelewengan dan konflik intern. Fenomena
KPM Jawa Barat adalah salah satu contohnya.
3.   Makna organisasi sebagai aturan dan susunan artinya untuk mencapai tujuan
     dan mendayagunakan seluruh sumber daya organisasi perlu ada aturan yang
     mengikat bersama dan struktur yang akan menjalankan usaha-usaha
     organisasi. Di banding dengan KPM lain, KPM Galuh Rahayu bisa dibilang
     lebih maju dalam hal aturan main organisasinya. Hubungan dengan Yayasan
     sudah jelas, AD/ART dan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi sebagai
     rujukan pengurus dalam menyusun program kerja sudah ada walaupun harus
     terus disempurnakan. Struktur organisasi juga sudah merefresentasikan
     usaha-usaha yang dilakukan organisasi.
Keanggotaan organisasi semacam ini ada plus minusnya. Plusnya pengurus
tidak disibukan untuk melakukan rekruitmen anggota, tinggal melakukan
pembinaaan. Sedangkan minusnya adalah tidak adanya standar kualitas
keanggotaan organisasi, baik standar komitmen, loyalitas, dedikasi dan standar
lainnya. Karena anggota masuk hanya berdasarkan kesamaan asal wilayah.
Akibatnya, pengurus harus intens melakukan pembinaan untuk meneguhkan
kualitas keorganisasian anggotanya. Kalau ini tidak dilakukan, jangan berharap
kaderisasi akan berjalan. Padahal kaderisasi sangat menentukan
pengembangan organisasi KPM Galuh Rahayu.
        PENGEMBANGAN ORGANISASI
           KPM GALUH RAHAYU
Secara istilah organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang
atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka
pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana
terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang /
sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
1. Adanya persekutuan dua orang atau
  lebih atau unsur man (orang)
 Dalam konteks KPM Galuh Rahayu, yang bersekutu adalah pelajar dan
 mahasiswa asal Ciamis yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
 Idealnya persekutuan ini lahir atas dasar pilihan rasional yakni kesamaan
 tujuan, bukan hanya atas aspek emosional semata karena kesamaan asal. Ini
 yang menjadi problem organisasi kedaerahan, tidak ada proses rekruitmen
 keanggotaan dan tidak ada standar kualitas keanggotaan organisasi. Problem
 ini bisa diatasi dengan membagi tingkatan keanggotaan organisasi sekaligus
 hak-haknya. Misalnya ada anggota persiapan bagi yang masuk organisasi
 hanya karena kesamaan asal, kemudian ada anggota penuh bagi mereka yang
 sudah melakukan training keorganisasian. Hak anggota persiapan harus
 dibedakan dalam berbagai hal dengan anggota penuh karena perbedaan
 kualitasnya.
2. Adanya kerja sama
Kualitas kerja sama antar anggota organisasi sangat dipengaruhi oleh komitmen
dan loyalitas anggota organisasi tersebut. Komitmen dan loyalitas akan sangat
dipengaruhi oleh seberapa besar anggota organisasi tertarik dan ingin menjadi
bagian dari organisasi tersebut. Kalau seseorang masuk ke dalam organisasi
hanya berdasar ikatan emosional, bukan ikatan rasional, maka kerja sama akan
sulit dibangun akibat ketidakjelasan tujuan yang ingin di capai.
Perngurus KPM Galuh Rahayu harus mengantisipasi ini dengan cara mengadakan
training keorganisasian kepada para anggotanya atau setidaknya pro aktif
membangun komunikasi dengan anggota untuk member pemahaman tentang
tujuan organisasi.
3. Adanya tujuan
Tujuan organisasi menjadi sangat urgen karena kan berimbas pada berbagai
aspek lainnya dari organisasi, misalnya akan berimbas pada struktur organisasi
yang harus dibangun, pada usaha dan program yang harus dilakukan. KPM
Galuh Rahayu pada awalnya didirikan untuk menjalin komunikasi dan saling
bantu antar warga Ciamis yang menempuh pendidikan di Yoyakarta. Tujuan ini
lebih bersifat memelihara kohesifitas kelompok. Tujuan itu kemudian ditambah
dengan tujuan kognitif dengan menemptkan KPM Galuh sebagai tempat
mengasah intelektual disamping mempererat silaturrahim sesama orang
Ciamis. Adanya bidang keilmuan menjadi indikasinya, walaupun bidang ini
belum optimal dalam prakteknya.
Idealnya tujuan KPM disamping tetap memelihara tujuan silaturahim antar
pelajar dan Mahasiswa Ciamis di Yogyakarta, tujuan pembentukan
intelektualitas dan kreatifitas juga dioptimalkan. Disamping itu ditambah
dengan tujuan sebagai tempat membangun komunukasi dan informasi timbal
balik antara pelajar dan mahasiswa Ciamis di Yogyakarta dengan
pemerintahan dan masyarakat Ciamis supaya anggota KPM mengetahui
perkembangan Ciamis dalam berbagai aspek, lebih jauhnya bisa memberikan
kontribusi pemikiran dan tidak buta medan ketika mau pulang dan berkiprah di
Ciamis setelah selesai menempuh pendidikan di Yogyakarta.
4. Adanya program kerja
Untuk mewujudkan tujuan organisasi diperlukan usaha-usaha yang berbentuk
program yang kemudian program itu dioperasionalkan dalam bentuk kegiatan.
Program-program KPM Galuh Rahayu sesuai dengan tujuan ideal di atas harus
mencakup kegiatan yang mengarah pada empowering (penguatan) tali
persaudaraan pelajar dan mahasiswa Ciamis serta warga Ciamis yang ada di
Yogyakarta. Kegiatannya lebih rekreatif, semisal rekreasi bersama, pentas seni
daerah dan lomba olahraga dan sebagianya.
Disamping harus ada program yang mengarah pada empowering
intelektualitas. Sebagai organisasi yang anggotanya kaum intelektual, maka
merupakan suatu keniscayaan bagi KPM Galuh Rahayu untuk membantu
pengembangan intelektualitas anggotanya. Kegiatannya memang tidak
rekretaif lagi, tapi harus dikemas dengan nuansa ilmiah seperti bedah buku,
seminar, diskusi, peatihan dan sebagainya.
Terakhir harus ada program kajian Ciamis secara rutin, agar ketika pulang ke
Ciamis tidak lunga longo dan potensi yang dipunyai bisa tersalurkan secara
mutualisme.
5. Adanya keterikatan format dan tata
  tertib yang harus diikuti.
 Untuk mengatur lalu lintas kepentingan dan komunikasi antar anggota,
 organisasi memerlukan seperangkat aturan yang mengikat kepada seluruh
 anggotanya. Aturan pokok biasanya termuat dalam AD/ART organisasi yang
 memuat identitas dan karakteristik organisasi, tujuan dan usaha organisasi,
 keanggotaan, struktur organisasi baik struktur kepemimpinan maupun struktur
 permusyawaratan, keuangan, pembubaran organisasi dan lain-lain. Semakin
 lengkap aturan suatu organisasi akan semakin baik, karena akan memberikan
 pedoman yang jelas bagi anggota dan pengurus dalam melaksanakan
 fungsinya masing-masing demi mencapai tujuan bersama sekaligus
 menghindari konflik.
KPM Galuh Rahayu perlu melengkapi aturan organisasi ini dengan membuat
penjabaran lebih detail dari AD/ART baik yang menyangkut identitas dan
karakteristik organisasi, tujuan organisasi, pola pembinaan anggota,
mekanisme dalam decision making (pengambilan keputusan) organisasi,
maupun arah pengembangan organisasi jangka menengah (5 tahunan )
maupun jangka panjang (25 tahunan).
6. Adanya pendelegasian wewenang dan
  koordinasi tugas-tugas
 Untuk mewujudkan tujuan dan usaha-usaha organisasi dibutuhkan struktur
 yang akan mengimplementasikan program dan kegiatan yang mengarah pada
 tujuan organisasi. Semakin banyak tujuan organisasi, maka struktur organisasi
 juga akan semakin gemuk. Sudah barang tentu, tiap struktur organisasi
 mempunyai tugas dan wewenang masing-masing. Tiap struktur mempunyai job
 description tersendiri yang tidak boleh over lape (tumpang tindih atau
 pacorokokod) satu sama lain. Masing-masing struktur mempunyai
 tanggungjawab tersendiri,. Untuk menghubungkan antar struktur dibuatlah
 garis hubungan antar struktur dimana sifatnya bisa instruktif, koordinatif, atau
 konsultatif tergantung dari pola hubungan yang diinginkan.
Meskipun sering disebut organisasi kedaerahan, KPM Galuh Rahayu harus
menerapkan manajemen modern yang salah satu indikatornya adannya
akuntabilitas termasuk akuntabilitas dari pengurus pada berbagai bidang yang
sudah diberi tugas dan wewenang.
Disamping berorientasi hasil kegiatan, KPM Galuh Rahayu juga jangan
mengabaikan proses pelaksanaan kegiatan. Jangan sampai karena
berorientasi output, mengambil alih wewenang suatu struktur karena dianggap
lamban dan menghambat target kinerja. Hal itu akan menyebabkan terjadinya
manajemen tukang cukur, segalanya dikerjakan sendiri asal lancar. Paradigma
berorientasi hasil ini harus segera ditinggalkan, karena dalam berorganisasi
waaupun kadang mengandung resiko tertentu, proses harus diutamakan
karena dalam proses itulah terjadi pembelajaran dan pendewasaan anggota.
  Pendanaan organisasi KPM
Unsur-unsur organisasi di atas sering diringkas menjadi 4 M, yaitu: 1). Man
(anggota dan pengurus), 2) Material (sekretariat beserta kelengkapannya), Method
(aturan main, struktur), dan Money (Dana). Menyangkut dana organisasi, KPM
Galuh Rahayu harus mengadakan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber dana.
Intensifikasi artinya meningkatkan sumber pendanaan yang selama ini berjalan.
Misalnya meningkatkan dana bantuan sosial dari APBD Kabupaten Ciamis.
Tentunya permintaan kenaikan bantuan dana itu harus diiringi dengan peningkatan
kinerja KPM Galuh Rahayu. Sedangkan ekstensifikasi yang mungkin dilakukan
adalah mengajukan anggaran dari APBD Provinsi secara mandiri atau lewat
koordinasi dengan KPM Jawa Barat. Makanya harus ada upaya mengaktifkan
kembali KPM Jawa Barat, salah satunya untuk ekstensifikasi pendanaan
organisasi, disamping untuk tujuan-tujuan lainnya.
Lima Tanggapan Terhadap Konflik
       GAYA        CIRI PERILAKU                 ALASAN
                                               PENYESUAIAN
Menghindar      Tidak mau                  Perbedaan yang ada
                berkonfrontasi,            terlalu kecil atau terlalu
                melewatkan atau            besar untuk
                mengabaikan pokok          diselesaikan. Usaha
                pemasalahan,               penyelesaian mungkin
                menyangkal bahwa hal       mengakibatkan
                tersebut merupakan         rusaknya hubungan atau
                masalah                    menciptakan masalah
                                           yang lebih komleks
Mengakomodasi   Bersikap menyetujui,       Tidak sepadan jika
                tidak agresif, kooperatif, mengambil resiko yang
                bahkan dengan              akan merusak hubungan
                mengorbankan keinginan dengan menimbulkan
                pribadi                    ketidakselarasan secara
                                           keseluruhan
Lima Tanggapan Terhadap Konflik
Menang/Kalah                 Konfrontatif, menuntut        Yang kuat menang, harus
                             dan agresif, Harus menang     membuktikan superioritas,
                             dengan cara apapun            paling benar secara etis
                                                           dan profesi

Kompromi                     Mementingkan pencapaian       Tidak ada ide perorangan
                             sasaran utama semua pihak     yang sempurna. Seharusnya
                             serta memelihara hubungan     ada lebih satu cara yang
                             baik, agresif namun           baik dalam melakukan
                             kooperatif.                   sesuatu. Anda garus
                                                           berkorban untuk dapat
                                                           menerima

Penyelesaian        masalah Kebutuhan kedua belah          Ketika pihak-pihak yan
(Kolaborasi win-win)        phak adalah sah dan            terlibat mau membicarakan
                            penting. Penghargaan yang      secara terbuka pokok
                            tinggi terhadap sikap saling   permasalahan, solusi yang
                            mendukung, tegas dan           paling menguntungkan
                            kooperatif                     dapat ditemukan tanpa satu
                                                           pihak pun dirugikan
                              ANIMAL RELATION



Ayam    : Manusia itu kejam, saya sebenarnya
       ingin punya anak, tetapi tiap kali saya bertelur,
         manusia selalu mengambilnya.
Kambing: Itu tidak seberapa yaam dibanding kejadian pada
            saya, masa saya sedang enak-enaknya berduan
            sama laki-laki saya, eh malah laki saya disembelih
Sapi         : Ah…. Yam…bing…yang menimpa kamu tidak ada
              apa-apanya disbanding yang menimpa saya.
Ayam      : emang gimana gitu..
Kambing : Iya… gimana gitu kejadiannya
Sapi         : Manusia memang kejam, masa tiap hari susu
              saya diperas, tapi saya nggak pernah dikawin.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:29
posted:8/4/2012
language:Malay
pages:20