CONTOH LAPORAN DASAR-DASAR GENETIKA HIBRIDISASI by MartinMuhAlHilal

VIEWS: 1,023 PAGES: 15

CONTOH LAPORAN DASAR-DASAR GENETIKA HIBRIDISASI

More Info
									  CONTOH LAPORAN
DASAR-DASAR GENETIKA
       HIBRIDISASI




             LOGO KAMPUS




               Disusun oleh:

   Nama          : .............
   Nim           : .............
   Prodi         : ..........
   Asissten      : ..........




  LABORATORIUM GENETIKA
    JURUSAN PERIKANAN
   FAKULTAS PERTANIAN
       ...................................
         YOGYAKARTA
                    2005
                      LEMBAR PENGESAHAN


       Laporan Dasar-dasar Genetika ini disusun sebagai syarat mengikuti responsi
dan syarat kelulusan praktikum Dasar-dasar Genetika di Laboratorium Genetika
Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada.
       Telah disetujui dan disahkan pada
              Hari    :
              Tanggal :
              Tempat :




        Mengetahui                                      Yogyakarta, 11 April 2005
          Asisten                                                 Praktikan
                                   I. PENDAHULUAN


                                   A. Latar Belakang

       Hibridisasi ialah perkawinan antara jenis dalam satu famili atau antar strain
dalam satu jenis ikan. Hibridisasi juga dapat disebut proses perkawinan antara dua
individu yang mempunyai sifat berbeda sedangkan hibrid yaitu hasil dari proses
hibridisasi yang dapat digolongkan berdasarkan jumlah sifat bedanya monohibrid,
dihibrid, trihibrid dan masih banyak lagi.
       Pewarisan gen pada individu didasari oleh Hukum Mendel I atau dikenal
dengan Hukum Segregasi. Gen-gen dalam individu diploid, beberapa pasangan-
pasangan alel dari pasangan gen kepada keturunannya. Pewarisan sifat yang dapat
dikenal dari orang tua kepada keturunannya secara genetik disebut hereditas. Hukum
pewarisan ini mengikuti pola yang teratur dan terulang dari generasi ke generasi.
Dengan mempelajari cara pewarisan gen tunggal, akan dimengerti mekanisme
pewarisan suatu sifat dan bagaimana suatu sifat tetap ada dalam populasi, demikian
juga akan dimengerti bagaimana pewarisan dua sifat atau lebih ( Crowder 1997).
       Praktikum pada acara hibridisasi mahasiswa dapat mengetahui anakan yang
mempunyai sifat yang lebih baik dari pada induk dan dapat mengetahui antara jumlah
sifat bedanya.
                                      B. Tujuan

1. Mengenal ikan koki dan nila baik induk maupun hasil persilangan.
2. Mengamati fenotip dan ratio fenotip dari keturunan kawin silang.
3. Mengetahui genotip keturunan kawin silang.
4. Membuktikan Hukum Mendel.

                                      C. Manfaat

         Praktikum mengenai hibridisasi ini sangat bermanfaat untuk mengetahui
fenotip dan genotip dari hasil perkawinan silang, mempelajari pemisahan gen yang
sealel dan pengelompokkan gen secara bebas. Selain itu, praktikum ini juga
bermanfaat untuk mempelajari ikan koki dan ikan nila baik ciri-ciri morfologi, sifat-
sifat spesifiknya, habitat hidup maupun cara perkembangbiakannya.
                                D. Waktu dan Tempat


Kegiatan Praktikum Hibridisasi ini dilaksanakan pada :
       Hari    : Senin
       Tanggal : 4 April 2005
       Tempat : Laboratorium Pembenihan dan Kolam Penelitian Jurusan Perikanan
                 Fakultas Pertanian UGM.
                           II. TINJAUAN PUSTAKA

       Eksperimen Mendel menggunakan tanaman kacang ercis (Pisum sativum).
Pemilihan tanaman ini bukan secara kebetulan, tetapi merupakan hasil pemikiran
yang cukup panjang dan teliti. Alasannya menggunakan tanaman tersebut adalah :
1. Penyerbukan dapat dengan mudah dikontrol pada tanaman ini
2. Tanaman kacang ercis mudah dibudidayakan dan dari satu generasi ke generasi
   berikutnya hanya membutuhkan satu musim tanam.
3. Tanaman kacang ercis mempunyai banyak perbedaan pewarisan yang tampak
   dengan jelas.
Mendel memilih tujuh unit dari karakter yang berbeda dari varietas tersebut untuk
megikuti pewarisan (Strickberger 1985).
       Berdasarkan hasil eksperimennya, Mendel merumuskan dua hukum, yaitu :
a. Hukum I Mendel, dikenal dengan Hukum Pemisahan Gen yang Sealel (The Law
   of Segregation of Allelic Genes) yaitu pada waktu tanaman yang heterozigot (F1)
   membentuk gamet terlihat aanya pemisahan alel, sehungga gamet memiliki salah
   satu alel.
b. Hukum II Mendel, disebut Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas (The Law
   of Independent Assortment of Genes) yang menyatakan bahwa gen-gen dari
   sepasang alel memisah secara bebas ketika berlangsung pembelahan reduksi pads
   awaktu pembentukan gamet –gamet (Suryo 1980)
       Percobaan Mendel mempergunakan tiga sifat pembeda maka dapat
disimpulkan bahwa kejadian-kejadian yang berlangsung pada model dihibrid dapat
diterapkan pada model trihibrid dan polihibrid. Apabila setiap pasangan gen bebas
bersegregasi tanpa dipengaruhi oleh gen lainnya maka untuk memperoleh
perbandingan genotipe maupun fenotip pada F2. Kita dapat mengadakan nilai
perbandingan dari tiga model monohibrid atau membuat pangkat tiga dari nilai
perbandingan monohibrid (Yusuf 1988).
       Sifat intermedier ialah sifat di antara yang dimiliki oleh kedua induknya.
Sebagai contoh dapat digunakan penyerbukan silang pada tanaman Bunga Pukul
Empat (Mirabilis japala). Jika serbuk sari berasal dari tanaman berbunga merah
homozigotik (genotip MM) diberikan kepada putik dari tanaman berbunga putih
(genotip mm), maka didapatkan tanaman F1 heterozigotik berbunga merah jambu
(genotip Mm). Warna merah jambu ini disebut warna intermedier (Suryo 1997).
       Suryo (1997) mengemukakan bahwa berdasarkan banyaknya sifat beda yang
terdapat pada suatu individu, hibrid dapat dikelompokkan menjadi :
1. Monohibrid ialah suatu hibrid dengan satu sifat beda (Bb). Persilangan
   monohibrid adalah persilangan antara dua individu yang memiliki satu sifat beda.
   Misalnya tanaman berbijibulat (BB) disilangkan denagn tanaman berbiji kisut (bb)
   menghasilkan F1 berupa hibrid berbentuk tanaman berbiji bulat. Jika disilangkan
   lagi, maka akan didapatkan hasil F2 dengan perbandingan fenotip 3 biji bulat dan
   1 biji kisut. Terlihat bahwa pada saat pembentukan gamet, gen-gen yang
   menentukan sifat mengadakan segregasi (pemisahan), sehingga setiap gen hanya
   menerima sebuah gen saja.
2. Dihibrid ialah suatu hibrid dengan dua sifat beda (AaBb). Contoh pada tanaman
   kapri yang bijinya bulat kuning (AABB) disilangkan dengan tanaman kapri
   berkerut hijau (aabb) didapatkan hasil keturunan semua tanaman berbiji bulat dan
   kuning. Persilangan F1 dan F2 akan memperlihatkan kombinasi sebanyak 16 buah.
   Dapat disimpulkan bahwa anggota sepasang gen akan memisah secara bebas
   (tidak saling berpengaruh) ketika berlangsung meiosis pada pembentukan gamet.
3. Trihibrid ialah suatu hibrid dengan tiga sifat beda (AaBbCc) dan seterusnya.
Adapun tabel hasil hibridisasi dapat disajikan sebagai berikut :
      Banyak      Macam      Banyak      Banyak     Banyak         Banyak   Banyak
      nya sifat gamet        nya         nya        nya            nya      nya
      beda        dari F1    kombina fenotip        kombina kombina kombina
                             si dalam dalam F2 si persis si                 si    baru
                             F2                     F1             homozi   yang
                                                                   gotik    homozi
                                                                            gotik
      1           2          4           2          2              2        0
      2           4          16          4          4              4        2
      3           8          64          8          8              8        6
      4           16         256         16         16             16       14
      n           2n         (2n)2       2n         2n             2n       22 – 2
                                     III. METODOLOGI


                                     A. Alat dan Bahan

1. Alat
          a. Tempat ikan/aquarium
          b. Ember kecil
          c. Seser kecil.
          d. Alat tulis dan kertas


2. Bahan
   a. Ikan Nila
   b. Ikan Koki
                                       B. Cara Kerja

1. Setiap kelompok mengambil anakan ikan nila dan ikan koki.
2. Mengamati pola warna ikan nila dan ikan koki.
3. Mengamati bentuk tubuh ikan nila dan ikan koki.
4. Mencatat jumlah setiap pola warna yang ada.
                IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

                               A. Hasil Pengamatan

                                       Ikan Koki
                No            Merah                Putih   Merah Putih
                 1             5                     2         7
                 2             4                     2         7
                 3             4                     2         7
              Jumlah            13                  21           6

                                       Ikan Nila
                No             Merah           Hitam         Totol-totol
                 1              55              167             108
              Jumlah            55              167             108
                                  B. Pembahasan

A. Ikan Mas Koki
         Praktikum Dasar-dasar Genetika dengan acara Hibridisasi dan Mendelisme ini
bertujuan untuk mengetahui perbandingan fenotip dan genotip anakan ikan Mas koki
sekaligus untuk membuktikan kebenaran hukum Mendel dengan melihat rasio fenotip
dan genotipnya dengan analisis chi square. Metode chi square merupakan uji nyata
apakah data yang diperlukan benar-benar menyimpang dari nisbah yang diharapkan
(secara tidak langsung). Ikan mas koki bentuk wajah dan tubuhnya sangat unik dan
lucu sehingga mempunyai daya tarik.
         Perkawinan antara Mas Koki jantan dan betina dengan warna tubuh merah dan
merah putih. Data menunjukkan bahwa genotip dari induk jantan dan betina adalah
heterosigot (Oo) karena dalam persilangan menghasilkan anakan yang bervariasi.
Data menunjukkan, fenotip warna ekor yang muncul berjumlah tiga yaitu warna
putih, merah putih dan putih. Induk yang digunakan mempunyai warna merah pada
jantan dan warna putih pada betina. Jumlah individu/anakan yang warna merah ialah
13 ekor, anakan yang berwarna merah putih berjumlah 21ekor dan warna putih
berjumlah 6 ekor. Hal ini menunjukkan adanya sifat dominansi dari warna merah
putih.
Analisis chi square :
          ♂        Mmpp ><           ♀     MmPp
          F1
                            M-pp

                            M-P-

                            mmP-

                            mmpp




fenotip        Merah : Merah Putih : Putih : Albino
                   3 :3 : 1: 1
                                   Merah       Totol-totol   Hitam   Jumlah
                  O                  13            21          6       40
                  E                  17            17          6       40
                  D                  -4             4          0
                 d2/E               0,94          0,94

∑ d2/E = 0,94 + 0,94 = 1,88

db = kelas fenotip-1
   = 4-1
   =3
                                         Tabel X2

 Derajat                                        Kemungkinan
Kebebasan      0,99    0,90     0,70    0,50      0.30    0,10     0.05      0,01     0,001
    1         0,002    0,016    0,15    0,46      1,07    2,71     3,84      6,64     10,83
    2          0,02    0,21     0,71    1,39      2,41    4,61     5,99      9,21     13,82
    3          0,12    0,58     1,42    2,37      3,67    6,25     7,82     11,35     16.27
    4          0,03    1,06     2,20    3,36      4,88    7,78     9,49     13,28     18,47
    5          0,55    1,61     3,00    4,35      6,06    9,24     11,07    15,09     20,52
    6          0,87    2,20     3,83    5,35      7,23    10,65    12,59    16,81     22,46
    7          1,24    2,83     4,67    6,35      8,38    12,02    14,07    18,48     24,32
    8          1,65    3,49     5,53    7,34      9,52    13,36    15,51    20,09     26,13

               2,09    4,17     6,39    8,34      10,66   14,68    16,92    21,67     27,88
    9
   10          2,56    4,87     7,27    9,34      11,78   15,99    18,31    23,21     29,59
   15          5,23    8,55     11,72   14,34     17,32   22,31    25,00    30,58     37,70


   Nilai K(1) = 0,7-0,5 = 0,2
            Karena nilai K < 0,5, maka data fenotip tidak sesuai dengan adanya hukum
   Mendel. Karena persilangan ini merupakan persilangan dihibrid dominasi tidak penuh
   yang memiliki jumlah kelas fenotip sebanyak 4 maka diperoleh derajat kebebasan
   sebesar 3. Setelah dimasukkan ke dalam tabel X2 diperoleh nilai K(2) yang berada
   diantara 0,7 sampai 0,5. Hasil yang diperoleh ini tidak baik atau dikatakan tidak
   sesuai dengan Hukum Mendel. Hal ini terjadi karena ada faktor lain yang ikut
   mengambil peranan pada hibridisasi ini. . Nilai X2 tersebut dikatakan signifikan atau
   berarti yang artinya deviasi (penyimpangan) sangat berarti dan faktor kemungkinan
   sangat besar peranannya. Faktor kemungkinan tersebut bisa berupa faktor internal
   maupun eksternal (lingkungan).
B. Ikan Nila
          Biologi ikan nila pada jantan sisik nila lebih besar dari betina, alat kelamin
betina terdiri dari dua lubang dan jantan punya satu, sisik bawah dagu ikan nila jantan
berwarna gelap dan nila betina berwarna putih cerah, sirip punggung dan ekor ikan
nila jantan bergaris hitam yang terputus-putus sedangkan nila betina tidak terputus-
putus.
          Perkawinan antara nila jantan dan betina dengan warna tubuh merah dan
hitam. Data menunjukkan bahwa genotip dari induk jantan dan betina adalah
heterosigot (Oo) karena dalam persilangan menghasilkan anakan yang bervariasi.
Data menunjukkan, fenotip warna yang muncul berjumlah tiga yaitu merah, totol-totol
dan hitam. Induk yang digunakan mempunyai warna merah pada jantan dan warna
hitam pada betina. Jumlah individu/anakan yang warna merah ialah 55 ekor, anakan
yang berwarna totol-totol berjumlah 108 ekor dan warna hitam berjumlah 167 ekor.
Hal ini menunjukkan adanya sifat dominansi dari warna hitam.
Gamet B dan b X B dan b
F1 BB            Merah
   Bb            Totol-totol
   bb            hitam
Rasio fenotip : 1 merah : 2 totol-totol : 1 hitam
Rasio genotip : 1 (BB) : 2 (Bb) : 1 (bb)


fenotip     Merah : Totol-totol : Hitam
                1:2:1
                               Merah         Totol totol        Hitam         Jumlah
                O                55             108              167            330
                E                83             164               83            330
                D               -28             -56               84
               d2/E             9,4            19,12            85,02

∑ d2/E = 9,4 + 19,12 + 85,02 = 113,54

db = kelas fenotip-1
   = 3 -1
   =2
                                          Tabel X2

 Derajat                                         Kemungkinan
Kebebasan      0,99     0,90    0,70     0,50       0.30    0,10     0.05     0,01      0,001
    1         0,002    0,016    0,15     0,46       1,07    2,71     3,84     6,64      10,83
    2          0,02     0,21    0,71     1,39       2,41    4,61     5,99     9,21      13,82
    3          0,12     0,58    1,42     2,37       3,67    6,25     7,82     11,35     16.27
    4          0,03     1,06    2,20     3,36       4,88    7,78     9,49     13,28     18,47
    5          0,55     1,61    3,00     4,35       6,06    9,24     11,07    15,09     20,52
    6          0,87     2,20    3,83     5,35       7,23   10,65     12,59    16,81     22,46
    7          1,24     2,83    4,67     6,35       8,38   12,02     14,07    18,48     24,32
    8          1,65     3,49    5,53     7,34       9,52   13,36     15,51    20,09     26,13

               2,09     4,17    6,39     8,34      10,66   14,68     16,92    21,67     27,88
    9
   10          2,56     4,87    7,27     9,34      11,78   15,99     18,31    23,21     29,59
   15          5,23     8,55    11,72    14,34     17,32   22,31     25,00    30,58     37,70



        Karena nilai K pada ikan nila tidak bisa ditentukan atau dilihat didalam table hal
   ini dikarenakan jumlah ikan yang terlalu banyak sehingga tidak bisa mencukupi nilai
   didalam table dan tidak mewakili populasi.
            Timbulnya berbagai warna-warni yang indah pada ikan di hasilkan oleh sel-sel
   pigmen yang terletak pada dalam kulit ikan. Lingkungan dapat berkontraksi dengan
   warna sehingga menampilkan warna berbeda sebagai berikut :
   1. Peningkatan kadar bahan pencemar dalam air seperti ammonia, nitrat, dan nitrit
        warna ikan akan berkontraksi sehingga ikan berwarna pucat.
   2. pH dan kesadahan pigmen misalnya warna merah akan merata di dalam air kalau
        pH turun dan kesadahan turun.
   3. Warna latar sehingga warna pada ikan akan berkontraksi apa adanya.
   4. Pemberian garam dan obat-obatan antibiotic sehingga menyebabkan temperature
        tinggi sehingga menghasilkan warna pucat.
                        V. KESIMPULAN DAN SARAN

                                  A. Kesimpulan
 1. Hasil test chi squere ikan koki tidak sesuai dengan hokum Mendel karena nilai
     K-nya kurang dari 0,5 yaitu 0,2.
 2. Pembentukkan warna pada ikan dipengaruhi oleh hormon.
 3. Penyimpangan hukum mendel sampel yang digunakan sedikit.




                                     B. Saran

1. Jenis ikan ditambah sehingga banyak variasi pada hibrid.
2. Ikan jangan terlalu kecil untuk diteliti.
                              DAFTAR PUSTAKA

Crowder, L.V. 1997. Genetika Tumbuhan. Gadjah Mada University Press,

       Yogyakarta

Suryo. 1980. Genetika S1. Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.

Suryo. 1997. Genetika Manusia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta



Strickberger, W.M. 1985. Genetic. Macmillian Publishing Company, New York


Yusuf, M. 1988. Genetika Dasar I. Ekspresi Gen. DAU. IPI3. Bogor
LAMPI

								
To top