Docstoc

Cara Membudidayakan Ikan Nila

Document Sample
Cara Membudidayakan Ikan Nila Powered By Docstoc
					              Cara Membudidayakan Ikan Nila
       Sebelum menjalankan usaha nila, sebaiknya mempelajari semua hal untung dan rugi.
Anda harus melihat situasi dan kondisi di tempat rencana usaha yang akan di jalankan; lokasi,
transportasi, kolam, sumber air; suha air panas atau dingin, pakan tersedia cukup di sekitar anda.
Misalnya usaha nila anda mungkin kurang berhasil jika suhu air di kolam anda di bawah 20
derajat celcius ikan anda akan tumbuh namun sangat lambat dan tentu ini akan merugikan dari
segi produksi. Suhu yang dingin tentu tidak cocok untuk nila.

       Air juga merupakan sarana yang penting dalam pemeliharaan ikan nila. Apakah sumber
air dekat sungai? Dan apakah sungainya bersih dan airnya tersedia meski pada musim kemarau?
Jika itu tersedia cukup, jalankan usaha nila anda.




 kolam jaring apung

       Tapi bagaimana dengan kolam yang sumber airnya mata air? Ini juga bisa namun
kendalannya air tidak cepat berganti, akan selalu keruh jika sumber airnya kecil dan ikan di
kolamnya banyak. Bagaimana dengan air hujan? Mengharapkan usaha nila dengan kolam air
hujan tidaklah cocok.

       Danau merupakan alternative yang baik atau waduk. Pada danau alami resikonya sering
juga terjadi bencana alam. Resikonya ikan akan mati jika suhu air dan kandungan belerangnya
tinggi sewaktu-waktud dan ini terjadi hanya dalam semalam dan ikan tiba-tiba semua mati.
Bencana terjadi 1-3 tahun sekali. Namun ini jarang terjadi pada danau buatan atau waduk.

       Budidaya ikan di danau atau waduk tentu mengunakan sistem jaring apung. Produksi
lebih produktif, lebih mudah penangganan pemberian pakan dan panen. Keuntungan dari sistem
ini adalah hasil panen lebih merata, karena Pembesaran biasanya dari bibit yang sama besar dan
pertumbuhan ikan cenderung sama antara nila jantan dan nila betina. Sistem jaring apung tidak
memungkinkan nila betina untuk bereproduksi karena tidak ada tempat atau sarang untuk
membuahi telur dari ikan betina sehingga telurnya akan hanyut keluar jaring atau menjadi
makanan ikan nila yang lain.

       Tidak seperti pemeliharaan dengan kolam umunya, dari tanah, atau beton. Pemeliharaan
sistem kolam biasanya akan menghasilkan ikan nila yang ukuran berbeda-beda. Ada yang besar,
sedang, kecil. Cara ini kurang menguntungkan dan bahkan akan merugi. Dari segi jumlah ikan
memang bertambah namun jumlah yang akan di pasarkan akan berkurang sampai 40%. Sebuah
gambaran lebih baik. Jika anda memelihara 100 ekor dalam jaring apung mungkin anda akan
panen kembali 100 ekor dalam 90 hari kemudian, dengan bobot perekor yang sama. dan anda
dapat menjual semuanya sekaligus. Dan anda dapat melihat langsung untung ruginya.




      Bibit ikan nila

       Namun, dalam kolam biasa tanah 100 ekor anda lepas, 90 hari kemudian jumlahnya
sudah ribuan termasuk nila sedang dan kecil. Namun ukuran besar yang harus masuk pasar
hanya ikan jantan. Dan ikan betina belum cukup besar untuk di jual. Perkiraan kasar jika benih
yang ditebar bukan dari jenis monoculture maka selisih jantan dan betina akan 50:50 (50 jantan
50 betina) sehingga yang dapat anda jual hanya 50 ekor. Sudah pasti disinilah kerugian
kebanyakan para petani. Biaya pakan yang mahal tidak menutup produksi penjualan. Mereka
berpikir mereka untung karena ikan bertambah. Ya..memang ikan bertambah tapi tidak
menambah penjualan segera untuk menutupi biaya produksi.

       Ikan jantan bertumbuh 40% lebih cepat dari betina, jika betina sampai bereproduksi
(beranak). Saat betina menghasilkan telur dan larva saat itu ikan nila betina tidak bertumbuh
karena dia tidak makan pada saat bereproduksi. Nila betina menjaga larva dalam mulutnya
sampai larva sudah cukup besar untuk di biarkan oleh induknya. Jelas bahwa budidaya ikan nila
dengan sistem jaring atau jaring apung lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemeliharaan
tradisional kolam.

       Bagaimana cara membesarkan ikan di kolam agar bisa mendapatkan untung? Besarkan
nila dikolam air deras sehingga nila betina terganggu untuk berproduksi anak ikan nila. Atau,
panen nila sebelum usia dewasa, sebelum nila menghasilkan telur. Resikonya ukuran nila belum
bisa dipasarkan karena ukurannya terlalu kecil, 100-125 gram per-ekor. Atau panen nila setelah
bertelur dengan ukuran yang cukup besar dan anak ikan masih berukuran 3 cm.




Perbedaan pertumbuhan ikan nila jantan dan nila betina


       Jenis nila GIFT dewasa mulai pada bobot 100-125 gram/ekor. Setelah bertelur, sebulan
kemudian bisa mencapai 200 gram. 200 gram/ekor sudah layak dikonsumsi.
       Apa yang anda perlu lakukan untuk membudidaya nila agar terhindar dari kerugian. Ada
beberapa hal: pembesaran dapat dilakukan pada air deras, pembesaran monoculture (satu jenis
kelamin saja biasanya jantan semua), pembesaran system jaring, panen sebelum nila betina
bereproduksi, atau setelah bereproduksi anak ikan nila.

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:85
posted:8/3/2012
language:Malay
pages:3
Description: Cara Membudidayakan Ikan Nila, selamat menjadi bagian "Bosan jadi Pegawai"