Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

CONTOH PERJANJIAN PEMBERIAN AGUNAN PADA BANK SYARIAH

VIEWS: 339 PAGES: 3

CONTOH PERJANJIAN PEMBERIAN AGUNAN PADA BANK SYARIAH

More Info
  • pg 1
									               CONTOH PERJANJIAN PEMBERIAN AGUNAN PADA BANK SYARIAH


                                PERJANJIAN PEMBERIAN AGUNAN
                         DENGAN PENYERAHAN HAK MILIK SECARA FIDUCIA


Perjanjian Pemberian Agunan Dengan Penyerahan Hak Milik Fiduciair ini (“Perjanjian”) dibuat dan ditandatangani
di Kantor BPRS Mitra Amal Mulia Jl. Godean Km. 4 Gamping Sleman Yogyakarta, Pada hari ..............................,
oleh dan antara :

        1.   Tuan ...., Direktur Utama, PT. BPRS ......, bertempat tinggal di Jl. ......, sesuai KTP No. ....., dalam hal
             ini bertindak berdasarkan kuasa sebagaimana termaktub dalam Akad Perjanjian Pembiayaan, selaku
             kuasa dari dan sebagai demikian untuk dan atas nama PT. ...... disingkat ......, suatu BPR Syariah yang
             didirikan berdasarkan perundang-undangan Republik Indonesia dan berkedudukan di Sleman
             Yogyakarta ( Kantor ini, para pengganti dan atau para penerima haknya selanjutnya akan disebut
             “BANK”).
        2.   Tuan/Nyonya .................................., (pekerjaan), bertempat tinggal di ...............................................
             pemegang KTP. Nomor ............................... tanggal ..........................., yang dikeluarkan oleh Lurah
             ....................................dan untuk membuat perjanjian ini serta memenuhi kewajibannya berdasarkan
             perjanjian ini, telah diperoleh persetujuan dari suami/istri yakni tuan/nyonya ........................,
             (pekerjaan) , yang turut menandatangani perjanjian ini / sebagaimana ternyata dari surat persetujuan
             suami/ istri selanjutnya disebut ”NASABAH”

BANK dan NASABAH untuk selanjutnya secara bersama-sama akan disebut “ Para Pihak”.

Para pihak bertindak dalam kedudukannya masing-masing tersebut diatas terlebih dahulu menerangkan bahwa
Nasabah berdasarkan AKAD MURABAHAH, No MBA 103....................... Tanggal ............................... Yang
dibuat secara dibawah tangan telah mendapatkan fasilitas pembiayaan Murabahah. (“Pinjaman”)

Selanjutnya para pihak menerangkan bahwa para pihak telah saling setuju untuk membuat perjanjian ini dengan
syarat dan ketentuan sebagai berikut :

                                                                Pasal 1

Guna menjamin pembayaran kembali seluruh Pinjaman Nasabah secara tertib kepada BANK, dalam hal ini termasuk
juga Margin, Biaya Administrasi, Materai, denda dan biaya-biaya lainnya sebagaimana mestinya, yang timbul
berdasarkan Perjanjian Pembiayaan yang telah dibuat, yang merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari
perjanjian ini, maka nasabah dengan ini menyerahkan dalam pemilikan fiduciair eigendom kepada BANK atas :
     1. Jaminan 1 ………………
     2. Jaminan 2 ……………...

                                                                Pasal 2

NASABAH menjamin BANK bahwa apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom tersebut benar-benar hak /
milik NASABAH sepenuhnya, tidak tersangkut suatu perkara atau sengketa, tidak dikenakan suatu sitaan dan tidak
diagunkan dengan cara apapun juga kepada pihak lain, dan dengan ini membebaskan BANK dari segala gangguan,
dakwaan dan / tuntutan apapun dan dari pihak manapun juga sehubungan dengan apa yang telah diserahkan fiduciair
eigendom tersebut sebagai agunan atas pinjaman nasabah kepada BANK.



                                                                Pasal 3

BANK dengan ini meminjamkan apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom tersebut diatas oleh NASABAH
kepada NASABAH untuk dipergunakan oleh dan bagi kepentingan NASABAH sendiri, dan NASABAH dengan ini
mengakui telah menerimanya dari BANK sebagai pinjaman.
                                                     Pasal 4

NASABAH wajib memelihara sebaik-baiknya apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom tersebut di atas dan
memberikan laporan tiap-tiap kali diminta oleh BANK mengenai keadaan dari apa yang diserahkannya secara
fiduciair eigendom tersebut.
BANK berhak untuk mendatangi dan mengadakan penelitian / pengecekan di tempat dimana apa yang diserahkan
secara fiduciair eigendom berada, untuk mana penjamin harus memberikan ijin dan bantuan agar terlaksananya
dengan baik penelitian / pengecekan yang dilakukan oleh BANK tersebut.

                                                     Pasal 5

Selain mewajibkan memelihara apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom tersebut oleh BANK kepada
NASABAH, maka NASABAH juga hanya diperbolehkan untuk mempergunakannya sesuai dengan sifat-sifat
penggunaannya, sedangkan ongkos, pajak, beban dan biaya-biaya pemeliharaan / perawatan, segala resiko
kemusnahan, kerusakan dan berkurangnya harga menjadi tangungan NASABAH sepenuhnya.
NASABAH juga diwajibkan untuk mentaati semua peraturan-peraturan dari pemerintah dan instansi yang berwajib
lainnya sehubungan dari apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom tersebut diatas, dan apabila BANK sampai
dikenakan denda atau diwajbkan untuk membayar kerugian, maka denda dan ganti rugi tersebut menjadi beban /
tanggungan dari dan akan dibayar sepenuhnya oleh NASABAH.

                                                     Pasal 6

Apabila dipandang perlu maka Perjanjian ini sewaktu-waktu dapat dihentikan oleh BANK dengan
mengenyampingkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pasal-pasal yang ada, Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata ( BW) dan tanpa memerlulan perantara pengadilan, demikian pernyataan itu cukup diberitahukan secara
lisan atau tertulis kepada NASABAH dalam hal mana NASABAH wajib atas biayanya menyerahkan apa yang
diserahkan secara fiduciair eigendom ini kepada BANK, segera setelah diminta oleh BANK dan BANK dengan ini
diberi kuasa yang tidak dapat ditarik kembali untuk mengambil apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom ini
dari NASABAH atau orang lain yang memegangnya, jika perlu dengan pertolongan polisi.

                                                     Pasal 7

Bilamana BANK tidak memiliki tagihan lagi kepada NASABAH, karena seluruh pinjaman pokok berikut nisbah,
denda dan biaya lainnya yang mungkin ada telah dibayar lunas, maka pemilikan atas apa yang telah diserahkan
secara fiduciair eigendom tersebut dengan sendirinya akan kembali kepada NASABAH.

                                                     Pasal 8

NASABAH menyatakan dengan ini semua akibat daripada Perjanjian ini dan semua perjanjian lainnya yang terkait
sebagaimana juga NASABAH menyatakan akan tunduk pada peraturan-peraturan dari BANK maupun dari Bank
Indonesia, baik yang telah maupun yang akan dibuat dikemudian hari walaupun tidak disebut disini secara tersendiri.



                                                     Pasal 9

NASABAH dengan ini memberi kuasa kepada BANK, kuasa mana merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan perjanjian ini untuk menjual apa yang diserahkan secara fiduciair eigendom tersebut dengan syarat-syarat
yang menurut pertimbangan baik, menerima uang penjualannya dan memberi kwintansi untuk penerimaan uang
penjualan tersebut serta menyerahkan apa yang dijual tersebut kepada pembeli, dengan ketentuan bahwa :
a. Kuasa tersebut baru dapat dipergunakan oleh BANK apabila NASABAH telah lalai melunasi pinjamannya atau
    tidak melaksanankan kewajibannya sebagai mana mestinya.
b. Pendapatan penjualan harus dipehitungkan dengan Pinjaman NASABAH berikut Nisbah, denda dan biaya-biaya
    lainnya sesuai ketentuan dalam perjanjian kredit yang telah dibuat.Apabila hasil penjualan lebih dari apa yang
    harus dibayar NASABAH kepada BANK maka kelebihan itu akan dibayar oleh BANK kepada NASABAH,
             sedangkan jika hasilnya kurang dari apa yang harus dibayarkan oleh NASABAH kepada BANK, maka
             kekurangan itu tetap menjadi Pinjaman yang harus dibayar oleh NASABAH kepada BANK.
      c.     Kuasa-kuasa yang diberikan dalam perjanjian ini maupun dengan surat kuasa terpisah oleh NASABAH kepada
             BANK tersebut semuanya diberikan dengan hak substitusi, tidak dapat ditarik kembali, tidak akan berakhir
             dikarenakan sebab-sebab yang tercantum dalam pasal 1813 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau dari
             perjanjian kredit yang dibuat antara Penjamin dan BANK.
             Kuasa-kuasa tersebut tidak berlaku lagi apabila NASABAH sudah tidak mempunyai Pinjaman kepada BANK.

                                                          Pasal 10

      Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Perjanjian akan ditetapkan dan diatur dalam dokumen
      tersendiri yang merupakan satu kesatuan dengan perjanjian ini.

                                                          Pasal 11

      (1) Para pihak sepakat dalam hal ini terdapat sengketa atau perselisihan yang ada hubungannya perjanjian ini yang
          tidak dapat diselesaikan secara damai, maka akan diselesaikan melalui dan menurut Prosedur Peraturan
          Pengadilan Agama di Yogyakarta, dimana putusan Pengadilan Agama di Yogyakarta merupakan putusan final
          dan mangikat para pihak.
      (2) Pemilihan prosedur penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 tersebut di atas, tidak
          mengurangi hak BANK, berdasarkan pertimbangan sendiri untuk menyelesaikan sengketa atau perselisihan
          tersebut melalui proses Pengadilan-Pengadilan Negeri Di Yogyakarta dan/atau Pengadilan Agama di
          Yogyakarta maupun instansi lain yang berwenang dimanapun dalam Wilayah Republik Indonesia.
      (3) Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani dalam rangkap 2 (dua) bermeterai cukup yang masing-masing berlaku
          dan mempunyai kekuatan pembuktian hukum yang sama.



PT. .............................




.....................                                         ......................             ...............
Direktur Utama                                                  Nasabah                              Istri

								
To top