Docstoc

SPC Pertemuan_5

Document Sample
SPC Pertemuan_5 Powered By Docstoc
					PT GRANITOGUNA BUILDING CERAMICS




                             Capability Analisys & FMEA




                                    Pertemuan #5


                                     Agustinus Dakhi      1
Kapabilitas proses menggambarkan seberapa uniform proses tersebut.
Analisis kapabilitas proses membandingkan kinerja suatu proses
dengan spesifikasinya.

Dinyatakan suatu proses memiliki kapabilitas bila semua nilai variable
yang mungkin, berada dalam rentang batas spesifikasi



Ada berbagai macam capability index, namun ada tiga yang utama,
yaitu :
             1. Cp.
             2. Cpk.
             3. Cpm

  Cp > 1 berarti proses masih baik
  CP < 1 berarti proses tidak baik
  Cp = 1 berarti proses sama dengan spesifikasi konsumen
  Bila Cpk ≥ 1 maka proses disebut baik (capable), bila Cpk ≤ 1
  maka proses disebut kurang baik (not capable).


Bila rata-rata proses berada ditengah-tengah batas spesifikasi
dan juga tepat pada target, maka Cp = Cpk = Cpm.
Ilustrasi perhitungan Cp dan Cpk
Observasi Sample Tunggal
Rata-rata dan Variabilitas proses.
Observasi Multi Sample
Catatan penting..


Analisis Kemampuan Proses ini hanya dapat digunakan untuk
mutu proses data variabel, untuk pengendalian mutu proses data
atribut analisis ini tidak dapat dilakukan karena dalam
pengendalian mutu proses data atribut analisis ini telah ada pada
nilai center line-nya.
Kasus 1 : Range proses (6σ) < Range Spesifikasi ( USL – LSL)




Kemungkinan yang terjadi adalah


Rata-rata & distribusi data pada nilai
 nominal.
Rata-rata proses bergeser ke µ1,
 tetapi masih dalan range spesifikasi.
Distribusi data ke σ1, tetapi masih
 dalam range spesifikasi.
Kasus 2 : Range proses (6σ) = Range Spesifikasi ( USL – LSL)




Kemungkinan yang terjadi adalah

Rata-rata dan distribusi
 proses = rata-rata dan
 distribusi target.
Rata-rata dan distribusi
 proses tidak sama dengan
 rata-rata dan distribusi
 target.
Kasus 3 : Range proses (6σ) > Range Spesifikasi ( USL – LSL)




Kemungkinan yang terjadi adalah

Produk dengan karakteristik
 kualitas yang tidak memenuhi
 spesifikasi.
Presisi & Akurat

Presisi dan akurat, merupakan istilah yang sering kali kita dengar, apalagi
untuk kita yang berkecimpung di industri manufakture.

Presisi:
Kemampuan untuk selalu mendapatkan nilai yang sama
Akurat:
Kemampuan untuk mencapai sasaran/target yang dituju

 Sehingga kalau presisi dan akurat dapat kita definisikan sebagai
 kemampuan untuk selalu mencapai sasaran/target yang dituju.
PT XYZ adalah suatu perusahaan pembuatan suatu produk industri.
Ditetapkan spesifikasi adalah : 2.40 ± 0,05 mm. Untuk mengetahui
kemampuan proses dan mengendalikan proses itu bagian
pengendalian PT XYZ telah melakukan pengukuran terhadap 20
sampel. Masing-masing berukuran 5 unit (n=5).

a) Buatkan control chat u/ data hasil pengukuran.
b) Hitung kapabilitas prosesnya.
Sampel                 Hasil Pengukuran
          X1     X2            X3          X4     X5
     1   2.38   2.45          2.40        2.35   2.42
     2   2.39   2.40          2.43        2.34   2.40
     3   2.40   2.37          2.36        2.36   2.35
     4   2.39   2.35          2.37        2.39   2.38
     5   2.38   2.42          2.39        2.35   2.41
     6   2.41   2.38          2.37        2.42   2.42
     7   2.36   2.38          2.35        2.38   2.37
     8   2.39   2.39          2.36        2.41   2.36
     9   2.35   2.38          2.37        2.37   2.39
    10   2.43   2.39          2.36        2.42   2.37
    11   2.39   2.36          2.42        2.39   2.36
    12   2.38   2.35          2.35        2.35   2.39
    13   2.42   2.37          2.40        2.43   2.41
    14   2.36   2.38          2.38        2.36   2.36
    15   2.45   2.43          2.41        2.45   2.45
    16   2.36   2.42          2.42        2.43   2.37
    17   2.38   2.43          2.37        2.39   2.38
    18   2.40   2.35          2.39        2.35   2.35
    19   2.39   2.45          2.44        2.38   2.37
    20   2.35   2.41          2.45        2.47   2.35
Pengertian Persisi dan Akurat

             &

Fungsi dan Penggunaan FMEA
Sebagai ilustrasi dapat kita bayangkan seorang pemanah yang ingin
menembakkan anak panahnya ke papan target:
Kondisi #2: Akurat namun tidak presisi
Kondisi #3: Presisi dan Akurat
FMEA (Reff. Buku saku ISO /TS 16949)
Defenisi FMEA :

   Teknik engineering yang digunakan untuk menetapkan,
   mengindentifikasi dan menghilangkan kegagalan yang
   diketahui dan/atau potensi kegagalan, problem error dari
   sistem/design/proses/servis sebelum kegagalan tersebut
   sampai ketangan pelanggan (omdahl 1988;ASQC 1983)



Defenisi FMEA adalah suatu metoda analisa potensi kegagalan
yang dilakukan sebelum design produk direalisasikan (disebut
design FMEA) dan /atau sebelum proses produksi masal
dimulai (disebut proses FMEA).
Tujuan FMEA adalah sebagai “tindakan antisipasi” terhadap
kemungkinan munculnya kegagalan, sehingga kegagalan tersebut
dapat dicegah atau dikurangi resikonya.



Potensi kegagalan dianalisa dan tindakan diambil untuk mencegah
atau mengurangi resiko dari suatu kegagalan disebut Konsep FMEA,
tindakan sebelum kejadian.


Problem dianalisa dan dilakukan tindakan perbaikan sehingga problem
tidak terulang disebut corrective action, tindakan setelah kejadian.
Dalam FMEA, setiap potensi kegagalan dianalisa untuk dilihat :

1. Tingkat resiko dari kegagalan/efek yang ditimbulkan dari kegagalan.
   Misalnya efek yang ditimbulkan (apabila terjadi kegagalan) dapat
   berakibat terhadap keselamatan, maka kegagalan tersebut
   dikategorikan beresiko tinggi, sehingga diberi nilai 10 (sepuluh).


2. Seberapa sering kegagalan tersebut terjadi, misalnya berdasarkan
   data produk yang similar, tingkat kegagalan adalah 1 dari 2 produk,
   maka kegagalan tersebut dikategorikan sebagai kegagalan dengan
   tingkat kejadian tinggi (occurrence)
3. Bagaimana kemampuan kontrol/sistem inspeksi yang ada dalam
   mendeteksi kegagalan, misalnya perusahaan tidak mempunyai alat
   untuk mengukur kekerasan material, sedangkan kekerasan material
   adalah merupakan tuntutan dari customer maka, kemampuan
   deteksi dari sistem kontrol yang ada dikategorikan sangat
   lemah/tidak mampu mendeteksi.


 Dari ketiga hal tersebut, tindakan perbaikan dilakukan untuk :
 a. Menurunkan resiko kegagalan;
 b. Menurunkan angka kegagalan.
 c. Meningkan kemampuan deteksi
 Ilustrasi Pembuatan FMEA


1. Identifikasi potensi kegagalan yang mungkin terjadi pada setiap
   tahapan proses produksi. (misalnya : Potensi kegagalan pada
   proses welding adalah penetrasi hasil welding yang tidak bagus).


    Kakulasi nilai resiko yang timbul ketika kegagalan tersebut
     diterima oleh cunstomer atau proses selanjutnya (nilai severity 1
     s/d 10), misalnya : Penetrasi welding tidak bagus bisa berakibat
     pada part lepas, nilai resiko berbahaya terhadap keselamatan,
     nilai severity menjadi 10.
2. Indentifikasi kemungkinan penyebab dari potensi kegagalan.
   Misalnya penyebab penetrasi wlding tidak bagus adalah ampere
   mesin welding yang turun.


    Kalkulasi nilai seringnya penyebab tersebut muncul, selama
     proses produksi berlangsung (nilai occurrence 1 s/d 10) misalnya
     ampere mesin welding turun dalam frekwensi 5 dalam 1000 pcs,
     nilai occurance menjadi 6.
3. Identifikasi sistem kontrol yang sekarang ini diterapkan di
   produksi. Misalnya : metode kontrol/deteksi terhadap
   turunnya ampere dilakukan dengan pengecekan ampere
   setiap 2 jam.


    Kalkulasi keefektifan sistem kontrol. Seberapa efektif
     sistem kontrol mampu mendeteksi penyebab kegagalan
     (nilai detection 1 s/d 10). Misalnya kontrol ampere
     dilakukan dengan cara pengecekan ampere setiap 2 jam.
     Nilai detection menjadi 6.
4. Kalkulasi total resiko (Risk Priority Number = RPN), yang
   merupakan perkalian dari (severity x occurance x detection).


5. Menetapkan langkah perbaikan untuk mengurangi total resiko.
Contoh Proses Map
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
SELAMAT BERAKTIFITAS
KEMBALI



 NEXT CLASS #6 : AQL & TRIAL IMPLEMENTASI
                        SPC WITH MINITAB

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:34
posted:8/2/2012
language:Malay
pages:38
Agustinus Dakhi Agustinus Dakhi Manager http://www.solusilogam.com
About I am a master graduate of industrial engineering and has experience working in manufacturing for 15 years, now I want to pursue the work of Internet-based e-marketing in hopes of obtaining added value as well as sharing information here.