Docstoc

ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA PENYELESAIAN MASALAH METEMATIKA DALAM MENENTUKAN AKAR

Document Sample
ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA PENYELESAIAN MASALAH METEMATIKA DALAM MENENTUKAN AKAR Powered By Docstoc
					ANALISIS KESALAHAN SISWA PADA PENYELESAIAN MASALAH
METEMATIKA DALAM MENENTUKAN AKAR-AKAR PERSAMAAN
KUADRAT SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 3 JOMBANG TA
                                    BAB I
                              PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


         Pendidikan    mempunyai    peranan    penting   dalam   perkembangan
  kehidupan manusia. Manusia dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik, serta
  segala tindakan, ucapan, dan tingkah laku manusia selalu dipengaruhi oleh
  proses pendidikan.
         Pendidikan juga merupakan salah satu aspek yang memiliki peranan
  pokok dalam membentuk generasi dimasa mendatang. Pendidikan dapat
  menciptakan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu
  mengantisipasi gejolak modernitas dimasa depan. Pendidikan yang mempunyai
  makna luas senantiasa menyertai perubahan dan perkembangan umat manusia.
  Upaya pendidikan dapat menghantarkan dan membimbing pada perubahan dan
  perkembangan hidup manusia.
         Matematika adalah ilmu universal yang mempunyai peranan penting
  dalam berbagai disiplin dan kemajuan daya pikir manusia. Manfaat matematika
  sangat banyak yaitu untuk kuantitatif, penataan cara berpikir dalam hal
  pembentukan analitis, membuat sintesis, dan untuk evaluasi hingga
  kemampuan memecahkan masalah . Selain itu, perkembangan pesat dibidang
  teknologi informasi dan komunikasi saat ini juga dilandasi oleh perkembangan
  matematika. Karena itu, untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi dimasa
  depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
         Menyadari pentingnya penguasaan matematika, maka dalam Undang-
  Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS
  (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 37 ditegaskan bahwa mata pelajaran
  matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa pada jenjang
  pendidikan dasar dan menengah. Mata pelajaran matematika yang diberikan di
  jenjang dasar dan menengah bertujuan untuk memberi bekal kepada siswa agar
  mempunyai kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif,
  serta kemampuan bekerjasama dengan baik.
         Siswa dalam proses pembelajaran matematika disegala jenjang
  pendidikan bukan hanya diharapkan dapat mengerti dan memahami konsep
  yang telah diberikan, tetapi juga dapat menyelesaikan soal-soal matematika
  dengan baik. Namun pada kenyataanya masih banyak siswa yang mengalami
  kesulitan dalam menyelesaikan soal- soal tersebut, bahkan tidak jarang dari
  mereka yang masih melakukan kesalahan dalam penyelesaian soal-soal itu
  meskipun mereka telah diberikan konsep dan contoh soal oleh guru.
         Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa bukan suatu hal yang
  kebetulan atau disengaja. Gambaran umum yang terjadi di sekolah-sekolah
  bahwa siswa yang melakukan kesalahan sebelumnya tidak diperbaiki sehingga
  mereka tidak mengetahui dimana letak kesalahan meraka.
         Bentuk kesalahan yang dilakukan oleh siswa beraneka ragam sehingga
  perlu adanya analisis kesalahan agar dapat diketahui penyabab siswa
  mengalami kesulitan serta alternatif yang dapat ditempuh untuk meminimalkan
  tejadinya kesalahan yang sama.
         Persamaan kuadrat merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran
  matematika yang diajarkan pada siswa pada jenjang sekolah menengah.
  Persamaan kuadrat adalah materi yang memerlukan penyelesaian dengan
  tingkat ketelitian yang cukup tinggi karena terdapat beberapa cara dalam proses
  penyelesaiannya terutama dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat.
  Oleh karena itu banyak siswa yang mengalami kesulitan dan melakukan
  kesalahan dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat.
         Bardasarkan fenomena diatas, dalam penelitian ini peneliti mengangkat
  judul “Analisis Kasalahan Siswa pada Pemecahan Masalah Matematika dalam
  Menentukan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Siswa Kelas X SMA Negeri 1
  Campurdarat


B. Fokus Penelitian
      Peneliti dalam melakukan penelitian ini memfokuskan masalah yang
  diteliti hanya pada :
      • Materi yang menjadi fokus adalah materi “Persamaan Kuadrat”
      • Fokus penelitian adalah kesalahan yang dilakukan siswa dalam
         menentukan akar-akar persamaan kuadrat
C. Tujuan Penelitian
       Peneliti dalam penelitian ini merumuskan tujuan penelitian berdasarkan
  perumusan masalah diatas, sebagai berikut :
     1. Mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam
       menentukan akar-akar persamaan kuadarat
     2. Memaparkan tentang faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan
       kesalahan dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat


D. Manfaat Penelitian
      Penelitian ini memiliki dua manfaat, yaitu manfaat secara teoritis dan
  manfaat secara praktis.
  1. Manfaat Teoritis
          Secara umum penelitian ini dapat memberikan sumbangan ilmu
     pengetahuan kepada siswa dalam upaya meminimalkan siswa melakukan
     kesalahan dalam menentukan akar-akar persamaan kuadrat.
  2. Manfaat Praktis
      1. Bagi siswa dapat mengerti dan lebih memahami konsep tentang
         persamaan kuadrat sehingga dapat menyelesaikan soal-soal matematika
         terutama yang berhubungan dengan mencari akar-akar persamaan
         kuadrat tanpa mengalami kesulitan dan tanpa melakukan kesalahan
         dalam penyelesaiannya
      2. Bagi guru dapat lebih teliti dalam menanamkan konsep persamaan
         kuadrat kepada siswa sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam
         mengerjakan soal yang berhubungan dengan menentukan akar-akar
         persamaan kuadrat
      3. Bagi peneliti dapat menambah perbendaharaan ilmu tentang materi
         persamaan kuadrat khususnya dalam menentukan akar-akar persamaan
         kuadrat
                                     BAB II
                               KAJIAN PUSTAKA




A. Hakekat Matematika
  1. Definisi Matematika
        Sampai saat ini masih belum ada kesepakatan tentang definisi
  matematika diantara matematikawan, atau dengan kata lain tidak ada satu
  definisipun tentang matematika yang tunggal dan disepakati oleh tokoh atau
  pakar matematika. Beberapa definisi tentang matematika ( Soejadi, 2000 : 11 ),
  antara lain :
      • Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir
          secara sistematik
      • Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi
      • Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik berhubungan
          dengan bilangan
      • Matematika adalah pengetahuan tentang fakta- fakta kuantitatif dan
          masalah tentang ruang dan bentuk
      • Matematika adalah pengetahuan tentang struktur yang logik
      • Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
          Hakekat matematika dapat diketahui karena objek penelaahan
          matematika, yaitu sasaran telah diketahui sehingga dapat diketahui pula
          bagaimana cara berpikir matematika itu. Begle (1979) dalam Hudojo,
          2001: 46, menyatakan bahwa sasaran / objek penelaahan matematika
          adalah fakta, konsep, operasi, dan prinsip.
  2. Karakteristik Matematika
      Menurut ( Soedjadi, 2000 : 13-18 ), karakteristik matematika adalah :
      • Memiliki objek kajian abstrak, meliputi :
             - Fakta, berupa konvensi-konvensi yang diungkap dengan simbol
                  tertentu.
             - Konsep, adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk
                  menggolongkan atau mangklasifikasikan sekumpulan objek.
            - Operasi adalah pengerjaan hitung, pengerjaan aljabar dan
              pengarjaan matematika yang lain
            - Prinsip, adalah objek matematika yang paling kompleks. Prinsip
              dapat terdiri atas beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi
              ataupun operasi
      • Memiliki simbol yang kosong dari arti
      • Konsisten dalam sistemnya, sehingga tidak terdapat kontradiksi
      • Bertumpu pada kesepakatan
      • Berpola pikir deduktif
      • Memperhatikan semesta pembicaraan


B. Kesalahan Siswa
       Kesalahan siswa merupakan kekeliruan yang dilakukan oleh siwa, dalam
  hal ini kesalahan yang dilakukan siswa adalah kesalahan dalam menentukan
  akar-akar persamaan kuadrat. Bentuk kesalahan yang dilakukan oleh siswa
  beraneka ragam, karena soal yang diberikan berbentuk uraian, maka peneliti
  membatasi kesalahan siswa dengan menentukan kriteria kesalahan.
        Siswa dikatakan melakukan kesalahan jika :
         1. Siswa salah dalam menyebutkan yang diketahui
         2. Siswa salah dalam memfaktorkan persamaan kuadrat yang diketahui
         3. Siswa salah menuliskan rumus berdasarkan perintah yang tertera
            dalam soal
         4. Siswa salah dalam menentukan nilai pengganti x / akar-akar yang
            memenuhi persamaan kuadrat yang diketahui


C. Pemecahan Masalah Matematika
         Polya mengartikan pemecahan masalah sebagai suatu usaha mencari
  jalan keluar dari suatu kesulitan guna mencapai tujuan yang tidak begitu
  mudah segera dapat dicapai. Dahar dan Dees mengartikan pemecahan masalah
  sebagai penemuan langkah-langkah untuk mengatasi kesenjangan ( gab ) yang
  ada. Sedangkan kegiatan pemecahan masalah itu sendiri merupakan kegiatan
manusia dalam menerapkan konsep-konsep dan aturan-aturan yang diperoleh
sebelumnya ( dalam Hamzah, 2003 : 31 ).
       Pemecahan masalah mempunyai fungsi yang penting didalam kegiatan
belajar mengajar matematika. Guru menyajikan masalah-masalah, sebab
melalui pennyalesaian masalah siswa dapat berlatih dan mengintegrasikan
konsep-konsep, teorema-teorema, dan ketrampilan yang telah dipelajari.
Pemecahan masalah penting bagi para siswa untuk berlatih memproses data /
informasi ketrampilan semacam pemecahan masalah lebih permanen dan lebih
dapat ditransfer daripada pengetahuan yang hanya diterima dengan informasi
saja ( Hudojo, 2001 : 34-37 ). Pemecahan masalah matematika memerlukan
langkah-langkah dan prosedur yang benar. Berikut adalah beberapa strategi
pemecahan masalah dalam matematika ( dalam Hamzah, 2003 : 34-37 ) :
  1. Poyla mengajukan sejumlah langkah yaitu :
      a. Pemahaman masalah ( understanding the problem )
      b. Perencanaan penyelesaian ( devising a plan )
      c. Pelaksanaan ( carrying out the plan )
      d. Pemeriksaan kembali proses dan hasil ( looking back )
  2. William mengajukan 5 langkah :
      a. Memahami masalah
      b. Menyelesaikan masalah
      c. Mengajukan masalah baru
      d. Merencanakan strategi
      e. Mengecek jawaban
  3. Gagne mengajukan 5 langkah, yaitu :
      a. Menyajikan masalah dalam bentuk yang lebih jelas
      b. Menyatakan masalah dalam bentuk operasional
      c. Menyusun hipotesis alternatif dan prosedur kerja yang diperkirakan
         baik untuk digunakan dalammenyelesaikan masalah tersebut
      d. Menguji hipotesis dan melakukan kerja untuk memperoleh jawaban
      e. Mengecek kembali apakah jawaban yang diperoleh benar / memilih
         pemecahan yeng lebih baik
  4. Dewey mengajukan 5 langkah :
    a. Tahu ada masalah, kesadaran tentang kesukaran, rasa putus asa,
       keheranan atau keraguan
    b. Mengenali masalah, klasifikasi, definisi dan pemberian tanda pada
       tujuan yang dicari
    c. Menggunakan pengalamanyang lalu untuk merumuskan hipotesis
    d. Menguji hipotesis
    e. Mengevaluasi penyelesaian dan menarik kesimpulan berdasarkan
       bukti yang ada
5. Hadoyo mengajukan 4 langkah :
    a. Mengerti masalah
    b. Merencanakan penyelesaian
    c. Malaksanakan penyelesaian
    d. Melihat kembali
6. Musser dan Shaughnessy mengajukan 5 langkah :
    a. Mencoba-coba
    b. Membuat pola
    c. Memecahkan masalah sederhana
    d. Bekerja secara mundur
    e. Bersimulasi
7. Schoen dan Oehmke mengajukan 4 langkah :
    a. Memahami masalah
    b. Memilih strategi
    c. Melaksanakan strategi
    d. Memeriksa kembali
8. Lowrie dan Hill mengajukan 4 langkah :
    a. Memahami masalah secara kompleks
    b. Menyusun gambaran masalah
    c. Menjelaskan, mendiskusikan dan menguraikan gambaran masalah
       tersebut melalui pemahaman matematika
    d. Menerapkan ilmu pengetahuan dalam masalah serupa yang pernah
       diselesaikan dengan baik
D. Persamaan Kuadrat
  1. Bentuk Umum Persamaan Kuadrat
             Persamaan yang variabelnya berpangkat dua, tidak memuat variabel
    berpangkat lebih dari dua dinamakan persamaan kuadrat / derajat dua dalam
    variabel yang termuat didalamnya. Bentuk umum persamaan kuadrat dalam
    variabel x adalah sebagai berikut :


                               dengan a, b,dan c € R, a ≠ 0
       a disebut koefisien , b koefisien x, dan c disebut konstanta.
  2. Akar-Akar Persamaan Kuadrat
             Persamaan kuadrat dapat diselesaikan dengan cara menentukan nilai-
    nilai variabel / pengganti x yang memenuhi persamaan kuadrat tersebut.
    Nilai-nilai yang memenuhi variabel / pengganti x dari persamaan kuadrat
    disebut akar-akar persamaan kuadrat.
             Adapun cara yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan
    kuadrat adalah :
    • Memfaktorkan
             Dalam      menyelesaikan     persamaan     kuadrat    dengan    cara
     memfaktorkan, dapat menggunakan sifat faktor nol, yaitu :
           Untuk p dan q bilangan riil dan berlaku p q = 0, maka p = 0 atau q = 0


    • Melengkapkan kuadrat sempurna
             Pemfaktoran adalah cara paling mudah untuk menyelesaikan
     persamaan kuadrat. Tetapi tidak semua persamaan kuadrat dapat
     diselesaikan dengan cara pemfaktoran. Sehingga kita dapat menggunakan
     cara lain dalam menyelesaikan persamaan kuadrat tersebut, yaitu dengan
     cara melengkapkan kuadrat sempurna. Dalam melengkapkan kuadrat
     sempurna dapat menggunakan bentuk persamaan kuadrat sebagai berikut :
       -     Bentuk              dapat dimanipulasi secara aljabar sebagai
             berikut:
      Bentuk ini memuat bentuk kuadrat sempurna, yaitu :

  -   Bentuk                     dapat dimanipulasi secara aljabar sebagai
      berikut:




      Bentuk ini memuat bentuk kuadrat sempurna, yaitu:



• Menggunakan rumus kuadrat (rumus abc)

  Dari bentuk umum persamaan kuadrat,




  bagi kedua ruas untuk mendapatkan




  Pindahkan      ke ruas kanan




  sehingga teknik melengkapkan kuadrat bisa digunakan di ruas kiri.
Pindahkan         ke ruas kanan




lalu samakan penyebut di ruas kanan.




Kedua ruas diakar (dipangkatkan setengah), sehingga tanda kuadrat di
ruas kiri hilang, dan muncul tanda plus-minus di ruas kanan.




Pindahkan        ke ruas kanan




sehingga didapat rumus kuadrat
                                     BAB III
                            METODE PENELITIAN


A. Desain Penelitian


       Penelitian pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yakni penelitian
kualitatif dan penelitian kuantitatif. Istilah kualitatif menurut Kirk dan Miller
(1986: 9 dalam Moleong, 2009: 2) pada mulanya bersumber pada pengamatan
kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Berdasarkan judul
“Analisis Kesalahan Siswa pada Penyelesaian Masalah Matematika dalam
Menentukan Akar-Akar Persamaan Kuadrat Siswa Kelas X SMAN 1
Campurdarat”, maka penelitian ini adalah penelitian kualitatif.
       Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami
fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku,
persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang
alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2009: 6).
Penelitian kualitatif merupakan penelitian dimana peneliti berusaha memotret
peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatiannya, kemudian dideskripsikan
sebagaimana adanya, permasalahan penelitian adalah permasalahan yang terjadi
pada saat penelitian dilaksanakan, sehingga pemanfaatan temuan penelitian ini
barlaku pada saat itu (Sudjana, 1989: 65).
       Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif
merupakan penelitian yang bersifat alamiah, apa adanya terhadap subjek yang
menjadi fokus penelitian dengan menggunakan metode alamiah sehingga hasil
penelitian berlaku pada saat itu.


B. Kehadiran Peneliti
       Pada penelitian ini, peneliti hadir dilapangan sebagai intrumen sekaligus
pengumpul data, walaupun instrumen yang bukan manusia juga sudah digunakan
tapi itu hanya untuk mendukung peneliti dalam mengambil data.
       Kehadiran peneliti disini sebagai pengamat penuh dan diketahui statusnya
oleh subjek atau para informan.


C. Lokasi / Tempat Penelitian
       Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Campurdarat Tulungagung
yang bertempat di Jalan Popoh Indah Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat
Kabupaten Tulungagung


D. Tahap-Tahap Penelitian
       Prosedur penelitian merupakan serangkaian langkah – langkah secara
 urut dari awal hingga akhir yang dilakukan dalam penelitian. Prosedur
 yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
 1. Pembuatan proposal penelitian
 2. Pembuatan instrumen tes
 3. Pelaksanan Penelitian
  a. Observasi
        Observasi yang dilakukan adalah observasi pada saat proses belajar
     mengajar berlangsung yang terdiri dari observasi guru mengajar dan
     observasi siswa yaitu :
     1) Observasi guru mengajar
           Observasi ini dilaksanakan pada saat materi menentukan akar-akar
        persamaan kuadrat dia jarkan.
     2) Observasi siswa
           Observasi ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas siswa selama
        proses belajar mengajar materi menentukan akar-akar persamaan kuadrat
        berlangsung .
  b. Tes Tertulis
        Tes tertulis diberikan setelah materi menentukan akar-akar persamaan
     kuadrat selesai diajarkan. Soal tes yang diberikan berbentuk tes uraian.
  c. Wawancara
     1) Menentukan subyek wawancara
        Penentuan ini dilakukan dengan mengambil beberapa siswa dengan
      beberapa pertimbangan di antaranya, siswa tersebut melakukan lebih
      banyak kesalahan daripada siswa yang lain, kesalahan yang di lakukan
      bervariasi dan menarik untuk diteliti.
     2) Pelaksanaan wawancara
        Materi wawancara tersebut adalah untuk memperoleh               informasi
      tentang kesalahan apa saja yang dialami siswa dalam menyelesaikan
      soal -soal tentang menentukan akar-akar persamaan kuadrat, juga faktor -
      faktor apa saja yang menjadi penyebabnya.
 4. Validasi Data
       Validasi data dilakukan        dengan triangulasi data yaitu dengan
   membandingkan data hasil tes dan data hasil wawancara.
 5. Analisis Data
      Analisis data meliputi 3 kegiatan :
     a. Reduksi data
       Reduksi data adalah pemilihan dan penyederhanaan data. Kegiatan
      ini dilakukan untuk menghindari penumpukan data atau informasi yang
      sama dari siswa.
     b. Penyajian data
       Data yang disajikan berupa jenis-jenis kesalahan siswa dalam
      menyelesaikan soal -soal tentang menentukan akar-akar persamaan
      kuadrat beserta faktor -faktor penyebabnya.
     c. Verifikasi (pengecekan) data dan penarikan kesimpulan
       Verifikasi data dan penarikan kesimpulan dilakukan selama kegiatan
      analisis berlangsung sehingga diperoleh suatu kesimpulan final.
 6. Penyusunan laporan penelitian


E. Data dan Sumber Data
      Dalam penelitian ini, yang menjadi sumber data adalah guru yang
  diobservasi dan siswa yang diobservasi serta diberi tes. Sumber data
  dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Data
  yang diperoleh berasal dari hasil kegiatan observasi selama proses belajar
  mengajar berlangsung dengan         materi   menentukan akar-akar persamaan
  kuadrat,     hasil   tes   siswa pada materi menentukan akar-akar persamaan
  kuadrat, dan hasil wawancara dengan beberapa siswa terpilih.


F. Prosedur Pengumpulan Data
      Ada tiga metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini, yaitu
  metode tes, observasi, dan wawancara.
      1. Tes
      Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk
  mengukur katerampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang
  dimiliki oleh individu atau kelompok (Yatim Riyanto, 2007: 90). Alasan
  peneliti menggunakan metode tes adalah untuk memperoleh data yang nantinya
  akan diteliti secara mendalam oleh peneliti. Oleh karena bentuk soal dalam
  penelitian ini adalah tes uraian yang membutuhkan jawaban berupa
  penyelesaian secara urut, maka hasil tes siswa yang memenuhi kriteria yang
  telah ditentukan akan dijadikan bahan oleh peneliti dalam pengumpulan data.
      2. Observasi
      Metode observasi adalah studi yang sengaja dan sistematis tentang
  fenomena sosial dan gejala-gajala alam dengan jalan pengamatan dan
  pencatatan (Kartini Kartono, 1990: 157). Penelitian ini menggunakan metode
  observasi dengan teknik pengamatan berperanserta. Bagdan (1972: 3 dalam
  Moleong, 2009: 164), mendefinisikan pengamatan berperanserta sebagai
  penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama
  antara peneliti dengan subjek, dan selama itu data dalam bentuk catatan
  lapangan yang dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan.
  Meskipun menggunakan pengamatan berperanserta, peneliti hendaknya tidak
  memberikan statement apapun kepada subjek pada saat proses penelitian,
  sehingga data yang diperoleh benar-benar mewakili keadaan subjek.
      3. Wawancara
      Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu
  dilakukan oleh pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan
  terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu
  (Moleong, 2009: 186). Pendapat lain menyatakan bahwa wawancara
  merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung
  antara peneliti dan subjek atau responden (Arikunto, 2007: 70). Dengan
  demikian wawancara digunakan untuk metode pengumpulan data agar peneliti
  merasa yakin akan kebenaran data yang diperoleh karena data diperoleh
  langsung dari subjek.


G. Teknik Analisis Data
      Analisis data kualitatif (Bodgan dan Biklen, 1982) adalah upaya yang
  dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data,
  memilah-milahnya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang
  dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan pada orang lain
  (Moleong, 2009: 248). Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif
  dimana analisis deskriptif adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya
  mengenai faktor-faktor yang merupakan pendukung terhadap kualitas
  penelitian, kemudian menganalisa faktor-faktor tersebut untuk dicari
  peranannya terhadap penelitian itu sendiri (Arikunto, 1997: 86). Menurut
  Milles dan Huberman (dalam Yatim Riyanto, 2007: 156) yang menyatakan
  bahwa analisis data penelitian kualitatif dengan non statistika, yakni analisis
  deskriptif kualitatif dengan menggunakan reduksi data, display data, serta
  verifikasi dan kesimpulan.


  1. Reduksi Data
      Suatu kegiatan menerangkan, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada
  hal-hal yang penting terhadap suatu data yang berasal dari lapangan sehingga
  data yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih rinci tentang hasil
  pengamatan. Dengan begitu, dalam reduksi data ada proses living in (data yang
  dipilih), dan living out (data yang dibuang).
      Reduksi data dapat dilakukan dengan cara :
      • Membuat ringkasan
      • Pengkodean data
      • Membuat catatan refleksi
      • Pemilihan data
      2. Tampilan Data
      Proses menampilkan data secara sederhana dalam bentuk kata-kata,
  kalimat naratif, tabel/grafik, dengan maksud agar data yang telah dikumpulkan
  dapat dikuasai peneliti, sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan yang tepat
  bardasarkan data tersebut.
       3. Verifikasi dan Simpulan
      Setelah memperoleh data dari objek penelitian, baik dari sumber maupun
  dari subjek penelitian dengan berbagai metode dan dengan berbagai instrumen,
  peneliti handaknya mengecek kembali (memverifikasi) data yang diperoleh
  kemudian menganalisanya sehingga dapat ditarik kesimpulan yang jelas,
  namun kesimpulan tersebut bersifat sementara karena kesimpulan yang diambil
  hanya berlaku pada subjek pada saat itu.


H. Pengecekan Keabsahan Penelitian
       Keabsahan data merupakan konsep penting dalam penelitian kualitatif.
  Dengan pengecekan keabsahan data peneliti akan lebih yakin bahwa data yang
  diperoleh benar-benar valid dan reliabel.
        1. Ketekunan Pengamat
       Sebagai instrument utama, ketekunan pengamat adalah faktor yang
  sangat mempengaruhi dalam proses penelitian sehingga data yang diperoleh
  benar-benar relevan dengan keadaan subjek karena peneliti terus memantau
  semua yang terjadi pada subjek.
       Ketekunan pengamat bermaksud untuk mendalami suatu subjek
  penelitian yang membantu peneliti menemukan cirri-ciri dan unsur-unsur
  dalam situasi yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti sehingga
  peneliti dapat memusatkan diri pada penelitiannya secara rinci dan
  berkesinambungan       terhadap   faktor-faktor   yang   menonjol   kemudian
  menelaahnya dengan teliti sampai faktor-faktor yang ditelaah dapat dipahami
  (Moleong, 2009: 330).


  2. Triangulasi
        Triangulasi      adalah     teknik     pemeriksaan      keabsahan    data      yang
memenfaatkan sesuatu yang lain (Moleong, 2009: 330).
        Triangulasi digunakan sebagai keperluan pengecekan dan sebagai
pembanding terhadap data yang diperoleh. Ada tiga triangulasi yang digunakan
dalam penelitian ini:
        • Triangulasi Sumber
        Triangulasi sumbar dilakukan dengan cara menggali sumber data atau
informasi lain, membandingkan dan mengecek ulang derajat kepercayaan data
yang diperoleh dengan menggunakan sumber yang berbeda (Yatim Riyanto,
2007:     18).    Penelitian      ini   menggunakan       triangulasi    sumber      dengan
membandingkan data yang diperoleh dari subjek dengan informasi yang
diperoleh dari guru, orang tua, dan teman subjek dengan melakukan
wawancara                    dengan                   orang-orang                 tersebut.
• Triangulasi Metode
        Triangulasi metode berarti mengecek kebenaran informasi / data yang
diperoleh dengan berbagai metode pengumpulan data. Penelitian ini
menggunakan triangulasi metode dengan cara :
        - Mengecek derajat kepercayaan data hasil penelitian beberapa teknik
pengumpulan data
        - Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode
yang sama


• Triangulasi Waktu
        Triangulasi waktu adalah teknik pengecekan keabsahan data dengan
menggunakan metode yang sama pada subjek tetapi pada waktu yang berbeda.
Penelitian yang pengecekan derajat kebenaran datanya dengan menggunakan
triangulasi      waktu    akan     lebih     valid   hasilnya   karena    peneliti    dapat
membandingkan data yang diperoleh dari subjek yang sama dengan waktu
yang berbeda sehingga hasilnya akan lebih meyakinkan.
DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suhasimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta
       Hamzah, Upu. 2003. Problem Passing dan Problem Solving dalam
Pembelajaran Matematika. Bandung: Pustaka Ramadhan
       Johanes, dkk. 2005. Kompetensi Matematika Untuk Kelas I SMA
Semester Pertama (Edisi Kedua). Jakarta: Yudhistira
       Moleong, Lexy. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi).
Bandung: Rosda Karya
       Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional
       Sudjana, Nana. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar
Baru

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:841
posted:7/31/2012
language:
pages:19