Pengembangan Koleksi by TO2Z2JmP

VIEWS: 84 PAGES: 8

									                 Kebijakan Pengembangan Koleksi
                  (perpustakaan perguruan tinggi)

Pengembangan koleksi meliputi kegiatan memilih dan mengadakan bahan
perpustakaan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pustakawan
bersama dengan sivitas akademika perguruan tinggi.

Kebijakan pengembangan koleksi:

Koleksi yang baik hanya berasal dari pemilihan bahan perpustakaan yang
baik pula. Untuk itu diperlukan kebijakan yang memandu pengembangan
koleksi. Dengan kebijakan pengembangan koleksi, yang secara resmi
disahkan oleh pimpinan lembaga ybs, perpustakaan memiliki pegangan
untuk mengembangkan koleksinya. Selain itu, perpustakaan juga akan
memiliki kekuatan resmi untu menjalin hubungan dengan berbagai pihak,
baik di dalam maupun diluar lembaganya. Pengembangan koleksi haruslah
selalu didasari asas tertentu, yang harus dipegang teguh. Untuk perpustakaan
perguruan tinggi misalnya, perpustakaan harus menjaga agar koleksinya
berimbang sehingga mampu memenuhi kebutuhan dosen, mahasiswa dan
peneliti. Demikian pula kebutuhan kurikulum perlu diperhatikan. Sebab itu
asas pengembangan koleksi perlu diperhatikan dalam memilih bahan
perpustakaan, antara lain kerelevanan, berorientasi kepada kebutuhan
pengguna, kelengkapan, kemutakhiran dan kerjasama.

Kebijakan pengembangan koleksi didasari asas berikut;

Kerelevanan:
Koleksi hendaknya relevan dengan program pendidikan, pengajaran,
penelitian dan pengabdian pada masyarakat perguruan tinggi. Karena itu
perpustakaan perlu memperhatikan jenis dan jenjang program yang ada.
Jenis program berhubungan dengan jumlah dan besar fakultas, jurusan,
program studi, lembaga dst. Jenjang program meliputi program diploma,
sarjana (S1), pasca sarjana (S2 dan S3), spesialisasi dst. Arah pengembangan
pembelajaran jarak jauh (distance learning) atau pembelajaran maya (e-
learning) juga sangat berpengaruh pada pilihan jenis media dari bahan
perpustakaan yang perlu dikembangkan.
Berorientasi kepada kebutuhan pengguna:
Pengembangan koleksi harus ditujukan kepada pemenuhan kebutuhan
pengguna. Pengguna perpustakaan perguruan tinggi adalah pengajar, tenaga
peneliti, tenaga administrasi, mahasiswa, alumni yang kebutuhannya akan
informasi berbeda-beda.

Kelengkapan;
Koleksi hendaknya jangan hanya terdiri atas buku ajar yang langsung
dipakai dalam perkuliahan, tetapi juga meliputi bidang ilmu yang berkaitan
erat dengan program yang ada.

Kemutakhiran;
Koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran. Ini berarti bahwa
perpustakaan harus mengadakan dan memperbaharui bahan perpustakaan
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kerja sama:
Koleksi hendaknya merupakan hasil kerja sama semua pihak yang
berkepentingan dalam pengembangan koleksi, yaitu antara pustakawan,
tenaga pengajar dan mahasiswa. Dengan kerja sama, diharapkan
pengembangan kolkesi dapat berdaya guna dan berhasil guna.




Contoh      I. Kerangka Kebijakan Pengembangan Koleksi


Pendahuluan:
Menjelaskan jenis perpustakaan. Jelaskan fungsi koleksi perpustakaan.
Koleksi perpustakaan dapat dihimpun melalui …… Proses penghimpunan
itu harus berdasar pada suatu standar sehingga apa yang dihimpun itu
menjadi terarah. Untuk itu koleksi yang dihimpun haruslah sesuai dengan
keperluan pemakai perpustakaan di lembaga tsb.
Proses penghimpunan koleksi ini terdiri dari beberapa tahap. Yang pertama
haruslah dituangkan dalam kebijakan pengembangan koleksi, yang
merupakan perencanaan dan kebijakan dasar mengenai koleksi. Yang kedua,
perlu dikembangkan prosedur seleksi agar koleksi yang dihimpun itu benar-
benar bahan pustaka yang tepat bagi perpustakaan. Yang ketiga, perlu
dikembangkan prosedur pengadaan yang membimbing bagaimana
memperoleh bahan pustaka dan memprosesnya bila bahan pustaka itu telah
datang.

Tujuan
1.Menjadi pedoman dalam mengembangkan koleksi perpustakaan
2. Menyediakan koleksi yang mutakhir dan bermutu

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam kebijakan pengembangan
koleksi:

A. Ruang lingkup bidang ilmu
   Bahan pustaka yang menjadi koleksi perpustakaan univ X terbagi
menjadi dua kelompok:

   1. Koleksi intinya apa ?
      Yang termasuk ke dalam koleksi inti adalah bahan pustaka yang
subyeknya sesuai dengan kurikulum yang berlaku di Univ X (mata ajaran
yang terdapat dalam kurikulum univ dapat dilihat pada lampitan)

   2. Koleksi penunjang
      Yang termasuk ke dalam koleksi penunjang adalah bahan pustaka yang
subyeknya dapat memberikan bimbingan kerohanian, pembentukan watak
manusia yang baik, pengetahuan akan kebudayaan manusia dll. Koleksi
penunjang ini bukanlah prioritas utama dalam pengembangan koleksi Perpus
Univ X. Jenis kolkesi ini akan dihimpun hanya melalui perolehan hadiah dan
pertukaran.

B. Bentuk bahan pustaka
   Misal : Perpustakaan dalam waktu dekat ini menekankan pada bentuk
tercetak, baik buku, majalah ilmiah, laporan penelitian dan skripsi. Bahan
pustaka dalam bentuk audio visual belum menjadi prioritas, kecuali bila
memperoleh hadiah.

C. Kemutakhiran
  Koleksi yang diusulkan edapat mungkin memuat informasi terbaru dari
bidang yang bersangkutan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

D. Bahasa

E. Keseimbangan dalam subyek

F. Kebijakan penghimpunan publikasi civitas akademica

G. Kebijakan dasar penyeleksian bahan pustaka yang akan dibeli
   Misal: bahan pustaka yang akan dibeli mempunyai nilai ilmiah yang
tahan lama. Bahan pustaka bukan buku dibeli apabila bahan pustaka
tercetaknya tidak diterbitkan lagi atau harganya sangat mahal. Duplikat buku
hanya akan dibeli bila memang sangat diperlukan dan penggunaanya secara
terus-menerus.

H. Kebijakan dasar penyeleksian majalah ilmiah/terbitan berseri yang akan
dilanggan.
Misal: Majalah yang dilanggan harus majalah inti dalam subyek yang
tercakup dalam bidang ilmu lembaga induk. Majalah yang dilanggan harus
berisi keilmuawan yang professional. Majalah yang dilanggan hanya 1 kopi.

I. Kebijakan dasar penyeleksian bahan pustaka yang diterima sebagai hadiah


J. Kebijakan tukar menukar publikasi

K. Kebijakan pengadaan surat kabar

L. Kebijakan koleksi khusus


M. Kebijakan penyiangan koleksi.
   Koleksi yang dihimpun telah mengalami penyeleksian dari segi subjek.
Namun untuk penyiangan koleksi lebih didasarkan pada umur publikasi dan
frekwensi pemakaian.
II. Seleksi bahan pustaka
    Dalam proses seleksi yang penting adalah evaluasi dan seleksi, yang
dimaksud dengan evaluasi adalah penilaian terhadap manfaat dari sebuah
bahan pustaka bagi pemakai perpustakaan. Sedangkan seleksi adalah
menentukan apakah sebuah bahan pustaka memenuhi kebutuhan pemakai.
Sebuah bahan pustaka bisa saja bernilai tinggi, tetapi tidak terlalu tepat
untuk koleksi perpustakaan tertentu. Sangatlah bijaksana untuk
mempertimbangkan factor-faktor seleksi dan evaluasi, serta mencoba
menjaga keseimbangan diantara keduanya.

Tujuan: 1. Menjaga mutu koleksi perpustakaan
        2. Menyediakan bahan pustaka yg sesuai dengan kebutuhan pemakai

      Alat bantu seleksi adalah:
      1.Bibliografi nasional atau internasional
      2.Bibliografi subyek khusus
      3.Iklan dalam majalah, surat kabar, majalah khusus
      4.Katalog penerbit dalam dan luar negeri.
      5.Tinjauan / resensi /timbangan buku.
      6.Pangkalan data perpustakaan lain
      7.Sumber-sumber lain dari internet

      Kriteria Pemilihan
      Terdapat beberapa asasyang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
      bahan perpustakaan sebagai berikut:

      1.Wibawa penulis buku dan pentingnya buku tersebut untuk bidang
      studi tertentu.

      2.Isi bahan pustaka cukup bermakna bagi pengembangan bidang studi
      3.Bahasan bahan perpustakaan memuat pandangan yang seimbang,
      khususnya buku yang memuat masalah yang kontroversial.

      4.Kualitas isi bahan pustaka

      5.Kepantasan harga
     6.Bahasa
     7.Terbitan terbaru memperoleh prioritas di atas terbitan lama. Bahan
     perpustakaan lama bisa diadakan sejauh tersedia dananya, dan bisa
     mengisi kekurangan koleksi bidang studi tertentu.

     8.Setiap bahan perpustakaan rujukan, misalnya ensiklopedi, cukup
     diadakan satu perangkat kecuali jika ada alasan tertentu yang bisa
     diterima.


  A. Prosedur seleksi buku
  A. Prosedur seleksi majalah




III. Prosedur pengadaan

   Setelah proses seleksi, langkah selanjutnya adalah pembelian.
Pembelian bisa melalui:

1.Penerbit
  Ada penerbit yang mau melayani pembelian ada yang tidak. Untuk
buku impor ada penerbit yang tidak mau kirim ke Indonesia, sehingga
kita harus punya rekanan ekspedisi di negara tertentu, untuk
menampung sementara, terus dikirim ke Indonesia. Kita perlu bayar
biaya ekspedisi. Untuk kontak penerbit, saat ini sudah banyak lewat
internet.

2.Toko Buku

3.Distributor:
  Misal :
          a.Fenross book untuk buku impor terbitan Prentice-Hall, John
Wiley, Thompson, Cambridge, Elsevier, Longman, Mc Graw-Hill
dalam bidang non teknik.
          b.Spektra Anugerahabadi untuk buku impor bidang teknik.
          c.Trimedia untuk buku impor interior, DKV.
          d.Uranus untuk buku bidang umum, buku local dan
terjemahan.
        e.Gramedia untuk buku-buku umum lokal, luar, terjemahan.

Untuk buku impor, kalau distributor tidak punya stok, perlu pesan
lebih dulu, butuh waktu 2-3 bulan, demikian juga buku impor yang kita
beli langsung dari penerbit luar, bahkan bisa lebih lama.
       Ada juga distributor yang sudah menjadi rekan bisnis
perpustakaan mau menawarkan buku-bukunya dengan cara dikirim ke
perpustakaan, untuk dipilih mana yang akan dibeli. Dengan melihat
buku secara langsung, akan mempermudah proses seleksi.
       Setelah usulan masuk, sudah diverifikasi, sudah ada keputusan
untuk membeli, pilih suatu buku akan dibeli di mana. Dengan
mempertimbangkan waktu dan harga. Langkah selanjutnya adalah
memesan buku-buku tsb. Untuk memesan buku, dapat dilakukan
dengan cara membuat surat pesanan, pesan via e-mail, telpon langsung.
Perpustakan minta dikirim invoice atas buku-buku pesanan perpus.
Invoice ini untuk proses pencairan anggaran pembelian buku. Untuk
pembelian dari luar negeri, perpustakaan bisa komplain jika buku ada
cacat, tapi jangka waktu komplain biasanya 2-3 minggu, padahal buku
luar baru diterima rata-rata 2-3 bulan.

      Untuk pembelian buku atau AV (VC, CD, DVD, ACD) dari luar
negeri, perhatikan juga area distribusi buku atau AV tersebut. Untuk
buku pilihlah yang international edition, harga bisa lebih murah.
Pembelian VC, CD. DVD, ACD perhatikan apakah ada pembatasan
area penjualan, pastikan alat player perpustakaan bisa
mengoperasikannya.


4. Amazon.com
 Untuk buku/AV impor, tersedia juga buku second yang masih bagus,
harga lebih murah, ada paket diskon. Pilihan bukunya sangat banyak,
sudah dikelompokkan sesuai bidangnya (kelompok besar tentunya).
Transaksi via kartu kredit internet. Kalau institusi kita sudah mereka
kenal, Amazon baru mau mengirim. Kalau belum, ya mereka tidak
menghiraukan pesanan kita. Di sini tinggal klik, segera buku tersebut
akan dikirim. Kartu kredit harus terus diisi, ada dana ekstra terlebih
dahulu. Tagihan kartu kredit yang kita terima akan digunakan untuk
proses pencairan anggaran.
A.   Prosedur pemesanan buku
B.   Prosedur penerimaan buku yang dipesan
C.   Prosedur penerimaan buku hadiah/pertukaran
D.   Prosedur pemesanan majalah
E.   Prosedur penerimaan majalah yang dipesan
F.   Penerimaan majalah hadiah/pertukaran

								
To top