membuka jaringan ke tokoh by TO2Z2JmP

VIEWS: 6 PAGES: 3

									Membuka Jaringan ke Tokoh
Lembaga dakwah di kampus membutuhkan dukungan dari tokoh tokoh publik, baik itu berskala lokal maupun
nasional. Bagaiamana cara membangun jaringan ke tokoh publik ?

Membangun jaringan adalah sebuah langkah maju untuk mengembangkan lembaga dakwah. Jaringan disini
adalah pihak lain, selain lembaga dakwah kita yang bisa kita jadikan partner dalam bekerjasama untuk
membesarkan lembaga dakwah kita atau mungkin jaringan ini bisa sebagai supporter dari lembaga dakwah.
Paradigma yang perlu dibangun dalam jaringan ini adalah, membangun jaringan bukan berarti ekspansi
dakwah, akan tetapi dalam rangka membangun external support system bagi Lembaga dakwah kita.

Membangun jaringan ke tokoh, ini yang akan kita coba bahas dalam kesempatan ini. Tokoh dalam definisi saya
adalah seseorang yang mempunyai pengaruh luas terhadap masyarakat pada tingkat tertentu dikarenakan
potensi atau kekuasaan yang dimilikinya. Membangun jaringan ke tokoh publik bagi sebuah lembaga dakwah
juga perlu dilakukan dalam rangka menguatkan kedudukannya di mata publik. Suatu lembaga yang diakui
secara moral, sosial maupun politik oleh seseorang akan mempunyai sebuah gain power yang bisa digunakan
untuk menguatkan daya aruh sebuah lembaga.

Sebagai gambaran tokoh publik apa saja yang bisa dijadikan objek membangun jaringan, antara lain : Tokoh
seni dan olahraga ; Tokoh sosial dan agama; Tokoh politik; Tokoh intelektual; duta besar; Pengusaha; dan
Pejabat pemerintahan.

Pada persiapan awal butuh disiapkan secara individu kader yang akan membangun jaringan ini, memang
dalam membangun jaringan, akan ada sebuah tim yang fokus pada pembangunan jaringan ini, akan tetapi
kemampuan dan kesiapan personal dalam tim tersebut harus disiapkan dengan baik.

        1.   Setiap kader jaringan memiliki perangkat pembangun jaringan dan identitas lembaga. ( seperti
             kartu nama atau jaket lembaga dakwah )
        2.   Memiliki database pribadi untuk mendokumentasian jaringan yang akan dibangun.
        3.   Tertanam pemahaman jaringan yang berjaringan. Dengan kata lain, jaringan yang ada merupakan
             sumber penemuan jaringan berikutnya.
        4.   Kemampuan intrapersonal, adaptif, berkomunikasi, retorika, etika, bernegosiasi dan inisiatif yang
             baik.
        5.   Tertanam bahwa jaringan yang dibangun akan dapat mendukung gerak lembaga dakwah
Sebagai individual perlu dibangun nilai-nilai diatas. Bentuk persiapan bisa dengan dua hal, yakni training dan
sharing dengan kader yang lebih berpengalaman. Kemampuan membangun jaringan perlu dilatih dan diasah,
tidak cukup hanya dnegan pandai berkomunikasi maka ia sudah bisa dikatakan ahli jaringan, seorang kader
perlu punya kemampuan lebih dari itu, ia harus berkemampuan adaptif dengan baik, etika publik yang bisa
diterima oleh siapapun, serta kemampuan intrapersonal yang baik.
Selanjutnya, saya akan memaparkan langkah-langkah dalam membangun jaringan ke tokoh, dari awal hingg
bisa dikatakan sebuah lembaga dakwah sudah memiliki jaringan dengan tokoh tersebut. Karena makna
jaringan disini tidak sekedar Anda mempunyai nomor telepon atau email dari seorang tokoh, tapi tokoh
tersebut sudah memiliki kepercayaan terhadap Anda.
        1.   Sebagai seorang kader jaringan seyogyanya memiliki sense untuk mengetahui informasi yang
             beredar di kalangan stakeholder dakwah. Coba mulai me –mix and match kan agenda dakwah
            yang ada dengan kebutuhan mencari jaringan. Kita memulai membangun jaringan tokoh ini
            dengan berorientasi pada kebutuhan untuk mendukung agenda dakwah yang atau hanya
            sekedear silahturahim saja dan di tindak lanjuti..
       2.   Ketika sudah mengetahui ada agenda dakwah yang berpotensi untuk menambah jaringan, maka
            hal yang mesti dilakukan adalah siapkan adalah :
                a.   Menyiapkan tools jaringan
                b.   Membuat list alternatif tokoh yang bisa hubungi
                c.   Menghubungi tokoh untuk membuat jadwal bertemu, beri kesempatan kepada tokoh
                     untuk menentukan jadwal yang sesuai untuknya, kita menyesuaikan saja.
                d.   Datang dengan on-time dan pakaian rapih
       3.   Tetapkan sasaran strategis untuk ke tokoh yang akan ditemui, rencanakan kerjasama apa saja
            yang bisa diamanfaatkan kepada tokoh tersebut. Seperti kesediaan sebagai pemateri, link
            jaringan ke tokoh lain, bantuan dana, atau endorsement.
       4.   Berangkat dengan keyakinan bahwa tokoh yang akan didatangi akan merespon dengan baik
            kedatangan Anda. Oleh karena itu Anda pun perlu untuk :
                a.   Menyiapkan diri secara mental dan penampilan fisik dengan baik
                b.   Berpikir positif terhadap diri
                c.   Berpikir positif kepada tokoh yang akan diajak bertemu
       5.   Setelah bertemu Anda harus :
                a.   Murah senyum
                b.   Bicarakan hal-hal yang ia tekuni, geluti atau senangi sebagai pembukaan pertemuan
                c.   Bicarakan inti tujuan kedatangan dan harapan kepada beliau
                d.   Berikan waktu kepadanya untuk bicara, jangan potong pembicaraan.
       6.   Setelah berinteraksi, minta dan simpan kartu namanya,beri kartu nama Anda dan katakan bahwa
            Anda senang sekali bertemu dengan beliau dan akan menghubungi lagi untuk menindaklanjuti
            pembicaraan yang telah dibuat. Tanyakan kembali kapan Anda bisa menghubungi atau bertemu
            kembali. Buat agar sang target mengenal baik kita.
       7.   Ingatkan kembali jadwal pertemuan dengan sms
       8.   Berharap hanya kepada Allah agar jaringan terbentuk dan dokumentasikan apa yang telah
            didapat dan Laporkan kepada lembaga dakwah bersangkutan dan mengirim data terbaru sampai
            pada tim data lembaga dakwah.
       9.   Menjaga hubungan dengan selalu mengirim pesan berupa undangan untuk menghadiri kegiatan,
            laporan kegiatan yang telah dijalankan dan kartu ucapan atau sms ketika ada hari raya atau ketika
            beliau berulang tahun.
       10. Kerjasama dapat dilakukan seterusnya dalam kadar yang tepat, tidak terlalu sering, akan tetapi
            tetap keep in touch.
Dampak positif dari membangun jaringan ke tokoh adalah tokoh membawa kekuatan lembaga atau instansi
yang ia pimpin. Seorang ulama memimpin pesantren, seorang pengusaha mempunyai sebuah perusahaan,
seorang pejabat pemerintahan memimpin sebuah instansi pemerintah, seorang tokoh politik mempunyai
partai politik yang ia pimpin dan seterusnya. Manfaat dari pembangunan jaringan ini terkadang tidak bisa di
terka, dari pengalaman kami dalam membangun jaringan biasanya pemanfaatannya pada saat yang tidak
terduga. Sebutlah, ketika sedang membutuhkan tempat untuk diklat, dengan jaringan ulama, pesantrennya
dapat digunakan untuk diklat. Seorang pejabat pemerintah karena percaya kepada lembaga kami, dengan
mudah memberikan bantuan dana untuk kegiatan kami, seorang tokoh lainnya memberikan link kepada kami
kepada pihak-pihak yang bisa diajak untuk kerjasama sponsorship. Membangun jaringan adalah awal dari
melebarkan jaringan itu sendiri. Membuka sebuah jaringan maka akan memberikan kesempatan untuk
membuka berbagai peluang membangun jaringan lainnya.

								
To top