PERENCANAAN STRATEGIS - Download as PowerPoint - PowerPoint

Document Sample
PERENCANAAN STRATEGIS - Download as PowerPoint - PowerPoint Powered By Docstoc
					Perencanaan Stratejik,
 Perencanaan Kinerja
    dan Anggaran
   Berbasis Kinerja


  DOKUMEN   RENSTRA

                         1
Perencanaan Stratejik, Perencanaan Kinerja
      dan Anggaran Berbasis Kinerja

                Fasilitator

     Budi Gan-Gan Gumilar, SH, Msi
       Kepala Bidang Aset DPPKA




                                         2
Manajemen Stratejik adalah suatu cara untuk
mengendalikan organisasi secara efektif dan efisien,
sampai kepada implementasi garis terdepan, sedemikian
rupa sehingga tujuan dan sasarannya tercapai.

 Sasaran manajemen stratejik adalah              meningkatkan
(Pusdiklat SPIMNAS-LAN, 2005):

  • Kualitas organisasi
  • Efisiensi penganggaran
  • Optimalisasi sumberdaya
  • Kualitas Evaluasi Program dan Pemantauan Kinerja,
    serta
  • Kualitas Pelaporan.




            Satgas AKIP Perw. BPKP Prov. Jabar             3
 4 (empat) prinsip penerapan manajemen stratejik
             pada sektor publik yaitu:

1. Perhatian pada jangka panjang.
2. Pengintegrasian tujuan dan sasaran dalam hierarki
    yang jelas.
3. Kesadaran bahwa manajemen stratejik dan
   perencanaan stratejik membutuhkan kedisiplinan dan
   komitmen untuk dapat dilaksanakan dan tidak self-
   implementing.
4. Perspektif eksternal tidak diartikan sebagai adaptasi
   total terhadap lingkungan tapi merupakan antisipasi
   terhadap perubahan lingkungan.

                                                      4
  Permasalahan Penerapam Managemen Strategik


1. Politik kontrol (mengurangi rasionalitas dan
   okbjektifitas)
2. Penentuan tujuan dan sasaran karena begitu komplek
    dan luasnya (politik, perencanaan, keuangan,
    pemberian service, sistem informasi dan legal
    obligation).
3. Pengaturan kinerja (kinerja sektor publik adalah
   subjek penilaian masyarakat, kepentingan politik dan
   kelompok).
4. Keakurantan data dan informasi.

                                                     5
           Manfaat Mangemen Strategik


1. Manajemen stratejik berharga ketika keberadaannya
   mampu membantu para pembuat keputusan untuk
   dapat berpikir dan bertindak stratejik.
2. Berpengaruh dalam keberhasilan organisasi,
3. Membantu pimpinan dalam membuat keputusan dan
   tindakan yang penting.
4. Sebagai sarana untuk membantu mengelola sektor
   publik dan bukan merupakan tujuan dari sektor
   publik.



                                                 6
                 Perencanaan Strategik


 Perencanaan stratejik merupakan proses sistematis yang
 berkelanjutan dari pembuatan keputusan yang beresiko,
dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan
antisipatif ’...untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
 programnya, serta agar mampu eksis dan unggul dalam
 persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang
            sangat cepat...’ (LAN, 2004, hal. 77).




                                                         7
         Tiga pertanyaan yang harus dijawab dalam
                formulasi strategi ialah:


 • Dimana kita berada saat ini? Jawaban diberikan sesudah
   dilakukan pencermatan dan analisis terhadap lingkungan
   organisasi baik secara internal maupun eksternal dengan tetap
   mengakomodasi harapan customer dan stakeholder.
• Kemana kita hendak menuju? Jawaban ini diperoleh dengan
   mengembangkan pernyataan visi, misi, nilai, tujuan-tujuan dan
   sasaran (objectives).
• Bagaimana kita mengukur kemajuan setelah dicapai? Jawaban
   ini terkait dengan penyusunan indikator-indikator yang
   digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan tujuan
   yang kita tetapkan.



                                                            8
      Kegiatan dalam implementasi strategi

• Rencana Program dan Kegiatan;
• Penganggaran (Alokasi Biaya);
• Sistem   Pelaksanaan,    Pemantauan,       dan
  Pengawasan.




                                             9
        Pengukuran kinerja mencakup hal-hal sebagai
                        berikut


1.   Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target
     (rencana tingkat capaian) dari masing-masing kelompok
     indikator kinerja kegiatan.
2.   Tingkat pencapaian sasaran instansi pemerintah yang
     merupakan tingkat pencapaian target (rencana tingkat capaian)
     dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan
     sebagaimana dituangkan dalam dokumen rencana kinerja.
3.   Tahap selanjutnya setelah pengukuran kinerja adalah analisis
     dan evaluasi kinerja yang bertujuan untuk mengetahui progress
     realisasi kinerja yang dihasilkan, maupun kendala dan
     tantangan yang dihadapi dalam mencapai sasaran kinerja.



                                                              10
     Beberapa perbandingan untuk melakukan analisis
                   kinerja antara lain:


1.   Kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.
2.   Kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.
3.   Kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lainnya yang
     unggul dibidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta.
4.   Kinerja nyata dengan kinerja di negara-negara lain atau dengan
     standar internasional.




                                                              11
                      Pelaporan



Pelaporan adalah penyampaian perkembangan dan hasil usaha
(kinerja), baik secara lisan atau tulisan maupun dengan
komputer (Kamus Istilah Manajemen). Dalam konteks publik,
pelaporan ini meliputi pelaporan pencapaian hasil kinerja
pemerintah pada level yang lebih atas, pihak lain (internal dan
ekternal), legislatif, dan juga publik sebagai wujud dari
akuntabilitas publik.




                                                          12
    Komponen untuk rencana kinerja meliputi

• Sasaran, indikator kinerja, dan target yang akan
  dicapai pada periode bersangkutan;
• Program yang akan dilaksanakan;
• Kegiatan, indikator kinerja dan target yang
  diharapkan dalam suatu kegiatan.




                                                     13
Hubungan antara Manajemen Stratejik dan SAKIP


                      Perencaan Stratejik
                                            Formulasi
       Implementasi                          Strategi
         Strategi

                         Perencanaan
                           Kinerja

          Pelaporan                         Pengukuran dan
           Kinerja       Akuntabilitas      Evaluasi Kinerja
                           Kinerja




                       Evaluasi Strategi




                                                               14
     Beberapa perbandingan untuk melakukan analisis
                   kinerja antara lain:


1.   Kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.
2.   Kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.
3.   Kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lainnya yang
     unggul dibidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta.
4.   Kinerja nyata dengan kinerja di negara-negara lain atau dengan
     standar internasional.




                                                              15
   Manfaat yang diperoleh dari penyusunan Renstra


1. Merencanakan perubahan dalam lingkungan yang
   dinamis dan kompleks.
2. Mengelola organisasi untuk mencapai keberhasilan.
3. Mengantisipasi masa depan.
4. Menyesuaikan tuntutan perubahan lingkungan.
5. Selalu memfokuskan tindakan organisasi dengan
   misi memberikan pelayanan terbaik (prima) pada
   masyarakat.
6. Meningkatkan komunikasi.
7. Mengatur penggunaan sumber daya organisasi
   supaya efisien dan efektif.
8. Meningkatkan produktivitas.
                                                    16
 Langkah penting dalam pembuatan strategic direction


1.   Kegiatan pencermatan lingkungan stratejik adalah untuk
     mengenali kekuatan dan kelemahan internal organisasi dan
     memahami peluang dan tantangan eksternal organisasi sehingga
     organisasi dapat mengantisipasi perubahan-perubahan di masa
     yang akan datangumber daya organisasi supaya efisien dan
     efektif.
2.   faktor-faktor kunci keberhasilan (ctritical success
     factors/CSFs). sebagai aspek-aspek tertentu yang dapat
     menunjukkan keberhasilan suatu organisasi
3.   dianalisis sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi,
     meliputi kondisi, situasi, keadaan, peristiwa dan pengaruh-
     pengaruh di dalam dan di sekeliling organisasi yang berdampak
     pada kehidupan organisasi berupa kekuatan internal, kelemahan
     internal, peluang eksternal dan tantangan eksternal

                                                             17
      Manfaat dari pencermatan lingkungan stratejik


1.   Mendeteksi perubahan-perubahan dan peristiwa-peristiwa
     penting, khususnya berkaitan dengan bidang sosial, politik,
     ekonomi, dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.   Mendefinisikan tantangan, peluang atau perubahan-perubahan
     yang diakibatkan oleh peristiwa-peristiwa penting tersebut di
     atas, terhadap organisasi.
3.   Memberikan informasi mengenai orientasi masa depan kepada
     setiap jajaran pimpinan dan staf.
4.   Memberikan sinyal kepada seluruh jajaran tentang apa yang
     harus diperbuat terhadap organisasi, seperti: mempercepat atau
     memperlambat proses manajemen, melakukan interaksi dengan
     instansi lain, dan lainnya.



                                                              18
  Langkah pencermatan lingkungan stratejik adalah


1. Mengidentifikasi sumber-sumber untuk melakukan
   scanning.
2. Melakukan scanning terhadap lingkungan internal
   dan eksternal.
3. Melakukan analisis untuk menilai hasil scanning
4. Merumuskan hasil scaning untuk keperluan
   perencanaan.




                                                    19
       Lingkungan Internal yang terdiri:


1. Kekuatan (Strengths) adalah situasi dan
   kemampuan Internal yang bersifat positif yang
   memungkinkan organisasi memenuhi keuntungan
   stratejik dalam mencapai visi dan misi.

1. Kelemahan Internal (Weaknesess) adalah situasi
   dan faktor-faktor luar organisasi yang bersifat
   negatif, yang menghambat organisasi mencapai
   atau mampu melampaui pencapaian visi dan
   misi.



                                              20
         Lingkungan Eksternal terdiri:


1. Peluang (Opportunities) adalah situasi dan
   faktor-faktor luar organisasi yang bersifat positif,
   yang membantu organisasi mencapai atau
   mampu melampaui pencapaian visi dan misi.
2. Ancaman (Threats) adalah faktor-faktor luar
   organisasi yang bersifat negatif, yang dapat
   mengakibatkan organisasi gagal dalam mencapai
   visi dan misi.




                                                   21
      PERENCANAAN
       STRATEGIK
Merupakan proses berkelanjutan dan
sistematis dari pembuatan keputusan
yang berisiko, dengan memanfaatkan
  sebanyak-banyaknya pengetahuan
antisipatif dan mengorganisasikannya
secara sistematis untuk usaha-usaha
  melaksanakan keputusan tersebut
    dan mengukur hasilnya melalui
     umpan balik yang sistematis
                                   22
      PERENCANAAN
       STRATEGIK
Merupakan proses yang berorientasi
pada hasil yang ingin dicapai selama
   kurun waktu 1-5 tahun secara
 sistematis dan berkesinambungan
 dengan memperhitungkan potensi,
peluang, dan kendala yang ada atau
          mungkin timbul



                                       23
Framework Renstra (1)

                   ANALISIS LINGKUNGAN
          VISI       NILAI-NILAI LUHUR

         MISI
 CSF
                     BENEFIT/ IMPACT
        TUJUAN         INDIKATOR
                        OUTCOME
       SASARAN           KINERJA

       KEBIJAKAN

       PROGRAM



                              24
  BEBERAPA POLA :
         PERENCANAAN STRATEGIK

• VISI                      • VISI
• MISI                      • MISI
• TUJUAN (NILAI, ANALISIS   • ANALISIS INTERNAL
 INTERNAL & EKSTERNAL,
 CSF)                       • ANALISIS EKSTERNAL
• SASARAN                   • PENENTUAN ISU
• STRATEGI (KEBIJAKAN,        STRATEGIS
 PROGRAM, KEGIATAN)         • PENENTUAN BIDANG
                              STRATEGIS
                            • PERUMUSAN
                              STRATEGI
                            • RENCANA AKSI

                                                  25
   HAL-HAL YANG DIPERLUKAN
        UNTUK RENSTRA

1. Integrasi antara keahlian SDM dan
   Sumberdaya lainnya.
2. Analisis terhadap internal dan external
   environment.
3. Tupoksi/ mandat.
4. Uraian tentang visi, misi, strategi, CSF.
5. Uraian tentang tujuan, sasaran, dan
   aktivitas
6. Uraian tentang cara mencapai tujuan
   sasaran tsb.
                                         27
     AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI
              PEMERINTAH

  VISI


   MISI                 •NILAI-NILAI
                        •LINGKUNGAN

 TUJUAN                 •CSF



SASARAN              INDIKATOR KINERJA


KEBIJAKAN


PROGRAM

                                         28
                                              Hendw@
     Nilai-nilai
• Nilai-nilai luhur yang paling diyakini
sesuai dengan organisasi
•Nilai-nilai luhur yang perlu dipelihara
atau ditumbuhkan dalam organisasi
terkait dengan visi yang ingin
diwujudkan




                                           29
        V
  Visi isi isi
    V
• Cara pandang jauh ke depan kemana
Instansi Pemerintah harus dibawa agar
dapat eksis.
• Visi adalah suatu gambaran yang
menantang tetang keadaan masa
depan yang diinginkan oleh Instansi
Pemerintah.
Visi menjawab . . . . hendak menjadi
apa kita ini di masa depan.
                                        30
   DASAR-DASAR PERUMUSAN
            VISI
1. Mencerminkan apa yang ingin dicapai
   organisasi
2. Memberi arah dan fokus strategi yang jelas
3. Mampu untuk mengeksploitasi kesempatan,
   dan tantangan organisasi
4. Mampu menjadi perekat dan menyatukan
   berbagai gagasan strategi yang terdapat
   dalam sebuah organisasi
5. Memiliki orientasi terhadap masa depan
6. Mampu menumbuhkan komitmen seluruh
   jajaran dalam lingkungan organisasi
7. Mampu         menjamin       kesinambungan
   kepemimpinan organisasi
                                           31
           VISI
1. Menarik        komitmen       dan
   menggerakkan orang
2. Menciptakan makna bagi kehidupan
   anggota organisasi
3. Menciptakan standar unggulan
4. Menjembatani keadaan sekarang dan
   keadaan masa depan
          Jadi inilah yang lebih penting :



                                             32
        PERUMUSAN VISI

•   Visi hendaknya dirumuskan bersama antara pimpinan
    dan anggota organisasi yang akan menjalankan visi
    tersebut
•   Perumusan visi dapat berasal dari pimpinan dan
    disesuaikan dengan aspirasi dari bawah atau berasal
    dari bawah dan memperoleh komitmen dari pimpinan
•   Gunakan informasi hasil penilaian lingkungan internal
    dan eksternal organisasi
•   Visi hendaknya mengandung nilai-nilai luhur organisasi
    yang tumbuh dari aspirasi seluruh anggota organisasi
•   Dapatkan komitmen dari seluruh organisasi




                                                        33
    KARAKTERISTIK VISI

•   Singkat dan mudah diingat
•   Inspiratif dan menantang
•   Sesuatu yang ideal
•   Sesuatu yang ingin dicapai di masa yang akan
    datang
•   Menarik bagi organisasi, pelanggan, dan pihak-
    pihak yang terkait




                                                34
      VISI (RPJM N)
      Tahun 2004-2009
1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa,
   dan negara yang aman, bersatu, rukun dan
   damai;
2. Terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara
   yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan
   hak asasi manusia; serta
3. Terwujudnya perekonomian yang mampu
   menyediakan kesempatan kerja dan
   penghidupan yang layak serta memberikan
   fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang
   berkelanjutan.
                                                   35
                                                        Hendw@
Vision : a man on the
        moon




                        36
    Contoh pernyataan Visi al;
   Terwujudnya aparatur Kabupaten
    Purwakarta yang Profesional Tahun 2015.
   Jawa Barat Sehat 2007.
   Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
    sebagai Perumus Kebijakan publik yang
    profesional dan akuntabel.
   Kota Bandung sebagai kota Jasa Yang
    BERMARTABAT (Bersih, Makmur, Taat,
    dan Bersahabat)
   Dan Lain-lain.

                                              37
      Misi
  Misi Misi
Suatu yang harus
dilaksanakan oleh
organisasi (Instansi
Pemerintah) agar cita-cita
organisasi dapat tercapai
dan berhasil dengan baik.

                             38
     Misi
 Misi Misi
Misi yang jelas hadir untuk mencapai visi
yang telah ditetapkan

Merupakan tujuan utama kearah mana
perencanaan/ program instansi pemerintah
ingin dicapai

Dalam      proses   perumusannya,  harus
memperhatikan     masukan-masukan    dari
stakeholders, dan memberikan peluang
untuk     perubahan/penyesuaian   dengan
tuntutan lingkungan

                                       39
    Tujuan Perumusan
          Misi
Dengan pernyataan Misi, diharapkan seluruh
pegawai dan pihak yang berkepentingan
dapat:
•mengenal     Instansi   Pemerintah    dan
mengetahui     alasan    keberadaan    dan
perannya lebih baik
•mengetahui hasil yang ingin diperoleh di
masa yang akan datang
•serta  dapat    berpartisipasi       dalam
mendorong keberhasilannya
                                              40
Karakteristik Pernyataan Misi

Berisikan maksud didirikannya organisasi
dan bukan proses untuk mencapai maksud
tersebut

Berorientasi pada kebutuhan pelanggan atau
pengguna produk dan jasa organisasi

Jelas dan dapat dilaksanakan




                                             41
 Acuan Utama Perumusan
          Misi
Peraturan Perundang undangan
RPJM Nasional/ Daerah
Visi Pimpinan




                            42
  MISI (RPJMN)
Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan
   ditetapkan misi sebagai berikut:


1. Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.
2. Mewujudkan Indonesia yang adil dan Demokratis
3. Mewujudkan Indonesia yang sejahtera




                                                   43
                                                        Hendw@
Aspek-aspek yang berkaitan secara luas dengan
  misi, dimana kinerja sangat dipengaruhi oleh
  bagaimana suatu organisasi atau pelanggan
  menerima sukses atau kegagalan dari suatu
  misi organisasi

Berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi
  organisasi dalam rangka pencapaian misi,
  tujuan, dan sasaran organisasi secara efektif
  dan efisien

Merupakan prasyarat untuk keberhasilan
                                             44
Faktor-faktor      kunci       ini     dapat
  diidentifikasikan dari:
• kekuatan dan kelemahan,
• tantangan dan kendala,
yang dihadapi
• yang dilengkapi identifikasi sumber daya,
  sarana         prasarana,        peraturan
  perundangan, dan kebijaksanaan serta
  dana




                                           45
•Sebagai penjabaran dari Misi yang menunjukkan suatu
kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang

•Bersifat kualitatif ataupun kuantitatif, dan diupayakan
terfokus pada benefit/ impact.

•Waktu pencapaiannya dalam jangka waktu menengah

•Dalam menetapkan tujuan, diperhatikan nilai-nilai,
lingkungan,   dan    faktor-faktor  kritis   yang
mempengaruhi keberhasilan.




                                                     46
Selaras dengan Misi dan Visi

Merupakan jawaban dari prioritas atau isu stratejik

Menjawab kesenjangan saat ini dan yang akan
datang

Menggambarkan hasil yang ingin dicapai

Menunjukkan secara jelas arah program

Menantang tetapi realistis


                                                 47
Merupakan penjabaran dari tujuan secara
terukur.

Hasil yang akan dicapai (outcome) dalam
jangka waktu tahunan/ semesteran/
triwulanan/ atau bulanan,




                                          48
      PENETAPAN SASARAN


“IDEALNYA”
IDENTIFIKASIKAN OUTCOME :
  SIAPA SAJA TARGET GROUP PROGRAM/
  KEGIATAN ?
  HIDUP SIAPA YANG MUNGKIN BERUBAH ? DAN
  BAGAIMANA BERUBAH ?
  KAPAN DAN SEBERAPA JAUH HIDUP MEREKA
  BERUBAH ?




                                           49
    Kriteria Penetapan Sasaran
    yang Efektif:


1. Spesifik
2. Terukur Dan Dapat Dinilai
3. Berorientasi Pada Hasil
4. Dapat Dicapai Pada Kurun Waktu Tertentu
 (1 Bulan, 1 Semester, 1 Tahun, 2 Tahun, dst).




                                                 50
    Cara Mencapai Tujuan dan
             Sasaran
Merupakan rencana aksi terpadu yang
meliputi:
•Penetapan kebijakan
•Program operasional
•Kegiatan/ aktivitas

dengan mempertimbangkan     sumberdaya
dan keadaan lingkungan

Di atas kertas: kebijakan, program, dan
kegiatan-kegiatan sudah harus selaras
(aligned).
                                      51
    Cara Mencapai Tujuan dan
            Sasaran
Menjelaskan pemikiran-pemikiran secara
konseptual analitis, dan komprehensif
tentang langkah-langkah yg diperlukan utk
memperlancar pencapaian tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan sehingga
mencapai hasil yang konsisten dengan visi-
misi-tujuan-sasaran yg telah ditetapkan.

Strategi terdiri dari Kebijakan, Program, dan Kegiatan


                                                52
             Kebijakan

Memberikan    petunjuk, prinsip-prinsip
dasar, rambu-rambu dan signal-signal
penting dalam menyusun program dan
kegiatan.

Memberikan       informasi      mengenai
bagaimana strategi akan dilaksanakan

Memberikan keyakinan bagi pelaksanaan
terhadap upaya implementasi


                                           53
Merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis
dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau
beberapa instansi pemerintah ataupun dalam
rangka kerja sama dengan masyarakat guna
mencapai sasaran tertentu

Selalu berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan
tertentu sebagaimana ditetapkan dalam strategi

Dalam      menetapkan       program  telah
dipertimbangkan “siapa melakukan apa” dan
jangka waktu penyelesaiannya



                                                 54
Tindakan nyata dalam jangka waktu
tertentu yang dilakukan sesuai dengan
kebijakan dan program yang telah
ditetapkan dengan menggunakan sumber
daya yang ada untuk mencapai sasaran
dan tujuan tertentu

Titik awal menuju perwujudan misi dan visi




                                             55
•Spesifik
•Terukur
•Agresif
•Berorientasi kepada hasil
•Memiliki jangka waktu tertentu




                                  56
                              OUTLINE RENSTRA
 SK Pimpinan organisasi (jika perlu)
 Kata Pengantar
 Daftar Isi

Bab I Pendahuluan                                                              10 – 15 %
      1. Latar Belakang (berisi kondisi masa lalu, kondisi saat ini,
         tantangan yang dihadapi, tujuan penyusunan Renstra).
      2. Metode Penyusunan (berisi bagaimana proses penyusunan
         Renstra, pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan Renstra)
      3. Landasan Hukum
      4. Tupoksi dan Isu-isu Strategis


Bab II VISI, MISI dan Nilai-nilai Organisasi                                   Bab II-
                                                                               IV
       1.   Visi (berisi narasi Visi beserta penjelasan makna kata-kata        75 – 85 %
            kunci dalam Visi)
       2.   Misi (berisi narasi Misi beserta penjelasan makna kata-kata
            kunci dalam masing-masing Misi)
       3.   Nilai-nilai Organisasi (berisi nilai-nilai luhur organisasi yang
            dikembangkan untuk mencapai visi dan misi)
                             OUTLINE RENSTRA


Bab III Lingkungan Strategis dan Faktor-faktor Penentu Keberhasilan
        1. Analisa Lingkungan Internal
        2. Analisa Lingkungan Eksternal
        3. Faktor-faktor Penentu Keberhasilan

Bab IV Tujuan, Sasaran dan Cara Mencapainya
       1. Tujuan
       2. Sasaran
       3. Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran

            1). Kebijakan
            2). Program

Bab V Penutup                                                         5-10%

Lampiran
       1.   Formulir RS
       2.   Analisis Lingkungan Strategis
          OUT LiNE RENCANA
             STRATEJIK
Pengantar
Bab I       Pendahuluan
            Memuat latar belakang, asumsi-asumsi, manfaat, dan lain-
            lain
Bab II      Tugas Pokok dan Fungsi
            Memuat tugas pokok dan fungsi sebagaimana dituangkan
            dalam landasan hukum instansi masing-masing
Bab III     Analisis Stratejik
            Memuat hasil analisis stratejik: analisis lingkungan, CSFs,
            dan SWOT.
Bab IV      Rencana Stratejik
            Memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta Stratejik
            (Kebijakan dan Program)
Bab V       Penutup




                                                                  59
                  Rencana Stratejik
                     Tahun :…..s/d…….
Instansi :
Visi     :
Misi     :                                         Formulir RS

                                   Cara Mencapai
  Tujuan          Sasaran            Tujuan dan        Keterangan
                                      sasaran
             Uraia
  Uraian             Indikator   Kebijakan   Program
                n
    1         2         3           4          5           7




                                                           60
                       Kekuatan
1.   Pegawai sebagian berpendidikan sarjana, merupakan salah
     satu pendorong untuk menciptakan profesionalisme.
2.   Struktur organisasi sebagai unsur staf yang bertugas
     membantu pimpinan dalam rangka menyusun kebijakan dan
     koordinasi.
3.   Sarana dan prasarana kerja relatif memadai sehingga sangat
     membantu pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sehari-hari.
4.   Sikap renponsif pegawai terhadap aspirasi masyarakat yang
     berkembang.




                                                                  61
               Kelemahan

1. Lemahnya kapasitas aparatur dalam
   pemahaman kewenangan Pengelolaan
   keuangan dan asset barang milik daerah.
2. Keterbatasan aparatur dalam
   mengimplementasikan peraturan.
3. Belum optimalnya pemanfaatan sarana dan
   prasarana kerja.




                                             62
                  Peluang

1. Adanya kesempatan untuk meningkatkan
   kapasitas aparatur melalui pendidikan dan
   latihan pengelolaan keuangan dan asset barang
   milik daerah.
2. Tersedianya peraturan perundang-undangan.
3. Tersedianya anggaran untuk sarana dan
   prasarana.
4. Tersedianya sistem pengelolaan keuangan dan
   asset barang milik daerah.
5. Memiliki potensi pajak daerah (Objek dan
   subjek pajak daerah).

                                                   63
                  Ancaman

1. Sering terjadinya regulasi peraturan mengenai
   pengelolaan keuangan dan asset milik daerah.
2. Sering terlambatnya pelayanan pengelolaan
   keuangan daerah.
3. Tidak terakomodirnya perencanaan anggaran
   untuk sarana dan prasarana sesuai kebutuhan.
4. Tidak tercapainya target penerimaan
   pendapatan daerah, karena tidak kurang
   optimalnya penggalian potensi pajak daerah.
     Strategi Analisis
          SWOT
 Strategi mengoptimalkan kekuatan
  untuk memanfaatkan peluang
 Strategi menggunakan kekuatan
  untuk mencegah dan mengatasi
  ancaman
 Strategi mengurangi kelemahan
  untuk memanfaatkan peluang
 Strategi mengurangi kelemahan
  untuk mencegah dan mengatasi
  ancaman
     ANALISIS SWOT UNTUK
     MANAJEMEN STRATEGIK

                              KEKUATAN (S)                KELEMAHAN (W)
                          Susun daftar ranking :      Susun daftar ranking :
                          1. ………………                   1. ………………
                          2. ………………                   2. ………………

     PELUANG (O)
                           S + O = PENDORONG           W + O = STATUS QUO
Susun daftar ranking :
                         Menggunakan kekuatan untuk   Mengurangi kelemahan dg
1. ………………                  memanfaatkan peluang        memanfaatkan peluang
2. ………………
    ANCAMAN (T)
Susun daftar ranking :     S + T = STATUS QUO           W + T = PENGHAMBAT
                           Menggunakan kekuatan        Mengurangi kelemahan dan
1. ………………                 untuk mencegah ancaman         menghndari ancaman
2. ………………
              ANALISIS SWOT UNTUK
              MANAJEMEN STRATEJIK

                              KEKUATAN (S)             KELEMAHAN (W)
                          Susun daftar ranking :   Susun daftar ranking :
                          1. ………………                1. ………………
                          2. ………………                2. ………………

     PELUANG (O)
                            AGRESIF/INTENSIF               INTEGRASI
Susun daftar ranking :    PENGEMBANGAN PASAR,      INTEGRASI KE DALAM, KE
1. ………………                    PENGEMBANGAN          DEPAN, DAN KE BELAKANG
                             PELAYANAN, DAN
2. ………………                   PENETRASI PASAR

    ANCAMAN (T)
                              DIVERSIFIKASI                 DEFENSIF
Susun daftar ranking :   KONSENTRIK, HORIZONTAL,    MERGER, DOWNSIZING,
1. ………………                  ATAU KONGLOMERAT          DIVESTASI, LIKUIDASI
2. ………………
               Strategi S – O

Strategi S – O disusun berdasarkan pola pikir
mengenai bagaimana memanfaatkan seluruh
kekuatan (strengths) yang dimiliki SOPD
Kabupaten Garut untuk merebut peluang
(opportunities) yang sebesar-besarnya. Kelompok
strategi ini sering pula disebut sebagai strategi
pertumbuhan (growth strategy), strategi agresif
(aggressive strategy), strategi integrasi vertikal
(vertical integration) dan strategi keunggulan
komparatif (comparative advantage).


                                                     68
                 Lanjutan

Berdasar pemahaman tersebut dan bertolak dari
kekuatan (S) yang dimiliki dan peluang (O) yang
ada, strateginya dapat dirumuskan sebagai
berikut :
 1. Meningkatkan kecepatan pelayanan SKPD
    lain untuk menunjang pembangunan Daerah.
 2. Memanfaatkan perkembangan teknologi
    informasi untuk mempercepat pelayanan
    kepada SKPD lain.


                                                  69
                Strategi S – T

Strategi S – T disusun berdasarkan pola pikir
mengenai bagaimana menggunakan seluruh
kekuatan yang dimiliki SOPD untuk mengatasi
atau mengantisipasi ancaman atau kendala.
Kelompok strategi ini lazim disebut strategi
mobilisasi (mobilization strategy), strategi
diversfikasi (diversification strategy) dan strategi
integrasi horizontal (horizontal integration
strategy).



                                                       70
                  Lanjutan

Berangkat dari kekuatan (S) yang dimiliki SOPD
dan kendala atau ancaman (T) yang membayang-
bayangi dalam proses pencapaian visi dan misinya,
perlu dirumuskan strategi sebagai berikut :
• Menjalankan        kewenangan        pengelolaan
   keuangan dan asset daerah untuk memperkuat
   pelaksanaan otonomi daerah.




                                                     71
                Strategi W – O

Strategi W – O disusun berdasarkan pola pikir
mengenai bagaimana cara memanfaatkan peluang
yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan
yang dimiliki. Kelompok strategi ini biasa disebut
sebagai strategi stabilisasi (stabilization strategy),
strategi rasionalisasi (rationalization strategy),
strategi penghematan (retrenchment strategy) dan
strategi divestasi (divestment strategy).




                                                         72
                  Lanjutan

Berdasarkan kelemahan (W) yang dimiliki dan
peluang (O) yang dimiliki SOPD, diperlukan
rumusan strategi yang tepat. Diantaranya adalah
:
   • Meningkatkan kualitas SDM untuk
     mendukung pelayanan.
  • Menambah prasarana dan sarana kerja untuk
     pelaksanaan tugas pelayanan antar SKPD.




                                                  73
               Strategi W – T

Strategi W – T disusun berdasarkan pola pikir
mengenai bagaimana meminimalkan kelemahan
yang dimiliki dengan menghindari adanya
ancaman yang terjadi. Kelompok strategi ini lazim
disebut sebagai strategi defensif (defensive
strategy), strategi bertahan (status-quo strategy),
strategi mempertahankan hidup (survival strategy)
strategi likuidasi (liquidation strategy).




                                                      74
                 Lanjutan

Bertolak dari kelemahan (W) yang
melatarbelakangi SOPD dan kendala atau
ancaman (T) yang dihadapi, rumusan strategi
yang diperlukan adalah sebagai berikut :
 • Memperkuat kompetensi aparatur SOPD
   untuk menghadapi perubahan kewenangan
   dan urusan berdasarkan perubahan aturan.




                                              75
Berdasarkan analisis terhadap lingkungan strategis SOPD
serta perumusan strategi yang akan dijalankan, telah
dilakukan identifikasi faktor-faktor kunci penentu
keberhasilan, yang meliputi :


• Kecepatan pelayanan bidang pengelolaan keuangan,
  pendapatan dan asset daerah bagi Kepala Daerah dan seluruh
  SKPD.
• Adanya peningkatan kompetensi aparatur.
• Tersenggaranya pengelolaan keuangan, pendapatan dan asset
  daerah dalam memperkuat otonomi daerah.
• Adanya penggunaan teknologi informasi yang meluas di
  setiap SKPD untuk mempercepat pelayanan.
• Bertambahnya prasarana dan sarana kerja bagi aparatur
  Pemerintah Kabupaten Garut sesuai dengan kebutuhan.

                                                               76
     PENYIMPULAN CSF
                                   KETERKAITAN DENGAN
       STRATEGI                                                  URUTAN CSF
                            VISI        MISI          NILAI

Strategi SO:
1. ………………………
2. ………………………

Strategi WO:
1. ………………………
2. ………………………

Strategi ST:
1. ………………………
2. ………………………

Strategi WT:
1. ………………………
2. ………………………



PEMBOBOTAN KETERKAITAN : PALING TERKAIT (4); TERKAIT (3); KURANG TERKAIT (2),
DAN TIDAK TERKAIT (1)
URUTAN CSF : TETAPKAN 7 SAJA DENGAN NILAI TERTINGGI
                                   RPJMD
                                IK Sasaran :
                      • Peningkatan PAD sektor pariwisata
                        • Jumlah kedatangan wisatawan




     Sekda                 Dinas Pariwisata                 Dinas Binamarga
      IK :                 IK :                                     IK :
• Juml. Perda ttg          • Juml. kedatangan                 • Panjang jalan
    pariwisata                wisatawan                        menuju kawasan
                           • Juml. sarana wisata                wisata dengan
                              yang tertata                       kondisi baik
    BKPMD
                           • Cakupan promosi
       IK :
                              wisata
• Juml. Investor di                                         Kantor Satpol PP
  bidang pariwisata                                                  IK :
 • Nilai investasi                                             • Juml. Kawasan
  sektor pariwisata                                         78    wisata tertib
                                    RPJMD
                                   IK Sasaran:
                        •   Peningkatan pendapatan petani
                        •   Peningkatan produksi pertanian




Dinas Pengairan                                              Dinas Binamarga
                            Dinas Pertanian
       IK :                                                          IK :
                            IK :
• Luas areal sawah                                            • Panjang jalan ke
                            • Peningkatan produksi
     pengairan                                                  sentra pertanian
                               pertanian unggulan
                                                                dengan kondisi
                            • Luas areal dengan pola
                                                                      baik
                               intensifikasi
                                                                  Kantor Infokom
 Dinas Koperasi                                                         IK :
        IK :                                                      • Luas cakupan
• Juml. koperasi tani                                             informasi peluang
     yg mandiri                                                      pasar produk
                                                                       pertanian
                                                             79
  HAL YANG MEMPENGARUHI CAPAIAN
      INDIKATOR KINERJA PEMDA


            Indikator Kinerja



Pemda                            Faktor Lain




        Swasta             Masyarakat



                                        80
         Syarat Penetapan Indikator Kinerja

        Penetapan indikator kinerja merupakan proses identifikasi,
         pengembangan, seleksi dan konsultasi tentang indikator
         kinerja atau ukuran kinerja atau ukuran keberhasilan
         aktivitas atau keberhasilan pencapaian hasil.
        Penetapan indikator kinerja kegiatan harus didasarkan pada
         perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan
         sasaran yang ditetapkan serta data pendukung yang harus
         dikelola.
        Indikator kinerja dimaksud hendaknya (1) spesifik dan jelas,
         (2) dapat diukur secara obyektif, (3) relevan dengan tujuan
         dan sasaran yang ingin dicapai, (4) tidak bias.
        Indikator kinerja juga hendaknya (1) menggambarkan ukuran
         capaian kinerja, (2) mutu, (3) kehematan dan efisiensi, (4)
         keadilan, (5) ketaatan terhadap peraturan perundangan yang
         berlaku.
        Pastikan bahwa indikator sasaran dapat terukur dan memiliki
         hubungan dengan outcome.

81
      PENETAPAN INDIKATOR KINERJA

     HAL-HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM
     MENETAPKAN INDIKATOR KINERJA:
     MENGGAMBARKAN HASIL ATAU USAHA PENCAPAIAN HASIL;
     VITAL DAN PENTING;
     TIDAK TERLALU BANYAK;
     BIAYA PENGUMPULAN DATANYA RENDAH;




82
     Macam-macam Indikator
            Kinerja
        Masukan (Input): segala sesuatu yang dibutuhkan
         agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk
         menghasilkan keluaran
        Keluaran (Output): sesuatu yang diharapkan
         langsung dicapai dari suatu kegiatan yang dapat
         berupa fisik dan/atau non fisik
        Hasil (Outcome): segala sesuatu yang
         mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan
         pada jangka menengah (efek langsung)
        Manfaat (Benefit): sesuatu yang terkait dengan
         tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan
        Dampak (Impact): sesuatu yang memperlihatkan
         pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang
         diperoleh dari hasil kegiatan



83
            Masukan adalah Sumber daya yang
         digunakan untuk menghasilkan keluaran :


         SDM (Orang)
         Dana (Rp)
         Waktu (Hari/minggu/bulan/tahun)
         Peralatan (unit)




               Ctt :   Masukan umumnya terkendali
                       secara internal (controllable)


84
Keluaran adalah:
Produk langsung dari suatu kegiatan



                                        Tangible       = Fisik

     Keluaran/
      Produk

                                       Intangible = Non Fisik


     Ctt : Keluaran umumnya terkendali secara internal (controllable)
85
        Hasil adalah segala sesuatu yang
         mencerminkan berfungsinya
         keluaran/output dari kegiatan dalam
         satu program sesuai tujuan dan
         sasarannya.

        Penggunaan Keluaran = Hasil


         Ctt : Hasil umumnya tidak terkendali
         secara internal (uncontrollable)
86
        Internal                  Eksternal




                          Hasil
     Masukan   Keluaran




87
     Ciri-ciri Indikator Kinerja
              yang baik :


    Spesifik
    Dapat Diukur
    Relevan
    Tidak Bias
88
     Kesetaraan Indikator Kinerja
         Visi      Impact

         Misi

        Tujuan     Benefit

        Sasaran    Outcome

       Kebijakan

       Program

       Kegiatan    Output
                    Input

89
     Kesetaraan Indikator Kinerja
      Kegiatan
        Input       Visi
        Output
        Outcome
        Benefit
        Impact      Misi
      Kegiatan
        Input
        Output
        Outcome     Tujuan
        Benefit
        Impact
      Kegiatan
        Input       Sasaran
        Output
        Outcome
        Benefit
        Impact


90
              Perencanaan
                                              Siklus
               Stratejik                   Lengkap
                                        Akuntabilitas
                                             Kinerja
              Perencanaan
                Kinerja


Pelaporan                              Persetujuan
 Kinerja          Akuntabilitas          Kinerja
                    Kinerja


     Pengukuran                   Penganggaran
       Kinerja                       Kinerja
                                              91
                ANALISIS SWOT :
KETERKAITAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI



      VISI                                  ANALISIS
                                          LINGKUNGAN

                                             GRAND
      MISI                                  STRATEGY


                     CSF

    TUJUAN
                                          OPERASIONAL
                                            STRATEGY
                                          Kebijakan
                                          Program
   SASARAN                                Kegiatan



                                 Cara
   Sesuatu yg      Prasyarat               Metode Analisis
                               Mencapai
  akan dicapai         u/
                    tercapai
                 Perencanaan                  Indikator
                  Stratejik
                                               Kinerja
                 Perencanaan
                   Kinerja


     Pelaporan                 Persetujuan
      Kinerja                    Kinerja           Indikator
                                                     Kinerja
                                                 Merupakan
                                                Unsur Utama
     Pengukuran                Penganggaran     Akuntabilitas
       Kinerja                    Kinerja            Kinerja
93
           POLA PENETAPAN INDIKATOR KINERJA

     MISI (MISSION)

                             SISTEM
                             INFORMASI
     TUJUAN (GOAL)            INDIKATOR
                             (PENGUMPUL
                               KINERJA
                             AN DATA)


        SASARAN
      (OBJECTIVES                             INDIKATOR
                                HASIL
                                               KINERJA


       STRATEGY               AKTIVITAS
94
                                 Post Test

     1.   Lakukan Analisis Stratejik terhadap keberadaan instansi anda
          masing-masing!
     2.   Berdasarkan hasil analisis tersebut buatlah Renstra!




95

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:217
posted:7/30/2012
language:
pages:94