Professional Report - DOC 3 by TO2Z2JmP

VIEWS: 64 PAGES: 21

									Rancangan Usaha Agribisnis
                                                                              PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
                                                                      JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
                                                                                   FAKULTAS PERTANIAN

AGB08213
                                                                                 UNIVERSITAS BRAWIJAYA




MODUL PERKULIAHAN

           PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
           RANCANGAN USAHA AGRIBISNIS
           Dipersiapkan sebagai materi perkuliahan oleh: Tatiek Koerniawati A.,SP.MP.
 Modul
                     PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
  1                   RANCANGAN USAHA AGRIBISNIS


DESKRIPSI
         Modul ini disusun sebagai materi pembelajaran untuk memberikan pola dasar
         (building block/framework/guideline), atas usaha agribisnis yang direncanakan
         mahasiswa serta review pengetahuan pendukung yang relevan termasuk aspek
         teknis, pemasaran produk,manajemen keuangan dan organisasi usaha. Tim
         pengampu mata kuliah Rancangan Usaha Agribisnis saat ini sedang menyusun
         satu seri modul sesuai dengan algoritma bahan kajian yang dirancang untuk
         dipelajari secara berurutan sesuai kode penomoran. Setelah mempelajari modul
         ini, mahasiswa diharapkan akan dapat memahami pengertian dan ruang lingkup
         rancangan usaha agribisnis serta tujuan dan manfaat penyusunan rancangan
         usaha agribisnis (agribusiness plan).




PRASYARAT
         Metode pembelajaran yang digunakan dalam mata kuliah Rancangan Usaha
         Agribisnis adalah metode konstruktivistik yang menempatkan mahasiswa
         sebagai subyek pembelajar aktif (student centered learing). Untuk itu sebagai
         prasyarat mempelajari modul ini mahasiswa terlebih dahulu harus memiliki
         wawasan tentang:

            1. logika berpikir kreatif

            2. keterampilan berkomunikasi dalam kelompok belajar

            3. keterampilan mengakses dan mengelola informasi dari berbagai sumber

            4. cara-cara bekerja sama dalam kelompok secara efektif




PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
BAGI MAHASISWA
            1. Bacalah dengan cermat RKPS (Rancangan Kegiatan Pembelajaran
               Semester) mata kuliah, hingga Anda memahami apa, untuk apa dan
               bagaimana Anda menjalani seluruh proses perkuliahan Rancangan
               Usaha Agribisnis. Dalam RKPS diberikan algoritma bahan kajian sebagai

                                              1
           road map proses belajar Anda secara sistematis. Modul 1 merupakan
           dasar bagi penguasaan bahan kajian pada modul-modul berikutnya.

        2. Baca sepintas bagian demi bagian dan temukan kata atau konsep kunci
           atau istilah-istilah yang baru Anda ketahui. Setelah itu, cari dan baca
           pengertian kata dan konsep kunci serta istilah baru atau kata sulit dalam
           kamus dan sumber-sumber tertulis lain yang relevan. Bagian akhir modul
           ini menyertakan daftar pustaka yang dapat Anda gunakan sebagai
           rujukan.

        3. Baca kembali bagian demi bagian modul ini dengan lebih seksama dan
           buatlah catatan atau ringkasan untuk mempermudah Anda memahami
           dan mengingatnya.

        4. Uji kemampuan penguasaan materi modul ini secara mandiri, Anda dapat
           menjawab pertanyaan-pertanyaan latihan dan tugas yang telah
           disediakan.

        5. Bila Anda masih merasakan kesulitan menguasai materi modul ini,
           diskusikan dengan teman, atau tanyakan hal-hal yang tidak Anda pahami
           pada asisten dan atau dosen tutor.



BAGI DOSEN
     Modul ini dirancang sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar yang
     menggunakan metode pembelajaran konstruktif dan berpusat pada mahasiswa
     (student centered learning, SCL). Dengan demikian dalam modul disertakan
     seluruh proses rancangan, penjelasan, organisasi materi ajar dan arahan serta
     evaluasi belajar secara mandiri. Peran Anda sebagai Dosen antara lain adalah:

        1. Membaca dengan cermat seluruh isi modul, serta memperkaya materi
           modul dengan suplemen-suplemen pembelajaran secara terpisah

        2. Membantu proses belajar mahasiswa dan mengarahkan asisten dosen
           agar dapat melakukan tugasnya dalam pendampingan dan pelaksanaan
           tugas mahasiswa

        3. Membimbing mahasiswa agar dapat memahami konsep teoritis dan
           aplikatif serta mengatasi kendala-kendala yang mungkin muncul dalam
           proses belajar

        4. Memfasilitasi mahasiswa dalam memilih dan mengakses sumber
           pembelajaran lain yang diperlukan dalam proses belajar

        5. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok dan diskusi kelas

        6. Melatih asisten untuk dapat menyusun catatan dan laporan hasil belajar
           mahasiswa

        7. Mengevaluasi hasil belajar



                                           2
KOMPETENSI
    Posisi mata kuliah Rancangan Usaha Agribisnis dalam struktur Kurikulum
    Berbasis Kompetensi Program Studi Agribisnis adalah sebagai back bone atau
    mata kuliah inti keilmuan. Peran mata kuliah inti keilmuan adalah membidik
    penguasaan kompetensi utama bidang keilmuan. Adapun kompetensi utama
    yang akan dicapai melalui mata kuliah Rancangan Usaha Agribisnis bersama
    dengan tiga mata kuliah inti lainnya (Usahatani, Pemberdayaan Masyarakat
    dalam Agribisnis dan Manajemen Produksi dan Operasi Perusahaan Agribisnis)
    dapat dipetakan menjadi sejumlah area kompetensi sebagai berikut:

       1. Komunikasi efektif : area kompetensi ini mencakup kecakapan
          berkomunikasi dengan stake holder, kolega, anggota tim dan atau mitra
          kerja, berkomunikasi dengan masyarakat dan komunikasi multidisipliner
          dan intas profesi

       2. Pengelolaan informasi : area kompetensi ini merujuk pada aspek
          penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu
          pengambilan keputusan manajerial dan perancangan unit dan atau
          kawasan agribisnis

       3. Landasan keilmuan agribisnis : mencakup komponen kompetensi
          prosedur teknis produksi tanaman, pengolahan hasil hingga pemasaran
          produk pertanian baik primer maupun olahan

       4. Keterampilan merancang unit agribisnis

       5. Etika moral, profesionalisme serta pengembangan diri sebagai profesional
          agribisnis

       Modul 1 ini hanya merupakan salah satu elemen road map konstruksi proses
       akademik yang telah dibangun untuk menghasilkan lulusan yang mampu
       berpikir analitis, kritis dan sintesis; terampil merancang unit agribisnis berbasis
       masyarakat serta bersikap etis dan profesional. Penguasaan kompetensi
       tersebut antara lain diukur berdasarkan tingkat ketercapaian hasil belajar
       mahasiswa dalam perancangan unit agribisnis.

       Sesuai sifat modul yang mandiri dan user friendly, maka modul ini dapat
       dipelajari sebagai unit bahan kajian tersendiri. Namun demikian, mahasiswa
       harus memahami bahwa penguasaan kompetensi akhir yang diharapkan
       hanya dapat dicapai dengan mempelajari seluruh seri modul mata kuliah
       Rancangan Usaha Agribisnis.




                                              3
RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RKPS)

          (1)                 (2)                     (3)                              (4)                                 (5)             (6)
      MINGGU KE        KEMAMPUAN AKHIR              MATERI                    BENTUK PEMBELA JARAN                      KRITERIA         BOBOT
         JAM           YANG DIHARAPKAN           PEMBELA JARAN                                                        (INDIKATOR)         NILAI
                                                                                                                       PENILAIAN
                                                                             Perkuliahan 2 SKS          (@50
            1          Memahami agribisnis   Pengertian dan ruang            menit/sks=100 menit/minggu)          Memiliki sikap
                        sebagai sebuah        lingkup rancangan usaha:         1 TM                                positip terhadap
      07.30 – 09.10     sistem                 Agribisnis        sebagai    Contextual Instruction               enterpreunership
      (100 menit)      Memahami konteks          suatu sistem               Mahasiswa: mempelajari                agribisnis
                        enterpreunership       Agribisnis           dan      konsep yang telah diberikan          Kemampuan
                        dalam agribisnis          enterpreneurship            dosen dan mengaitkan                  menjelaskan
                       Mengetahui gambaran       landscape                   dengan realitas situasional           konteks
                        umum rancangan         Agribisnis dan proses         agribisnis.                           enterpreunership
                        usaha agribisnis,         enterpreneurial            Dosen: menjelaskan bahan              agribisnis dengan
                        tujuan dan             Gambaran umum                 kajian teoritis dan                   benar                 5%
                        manfaatnya               rancangan usaha              mengaitkannya dengan                 Kejelasan dan
                                                 agribisnis                   realitas situasional sehari-hari,     kelengkapan
                                               Tujuan & manfaat              kerja profesional,manajerial          informasi yang
                                                 rancangan usaha              atau enterpreneurial; serta           diketahui mengenai
                                                 agribisnis                   menyusun rancangan tugas              sistem agribisnis
                                                                              untuk mahasiswa (materi               dan rancangan
                                                                              diskusi)                              usaha agribisnis




                                                                        4
    (1)                    (2)                            (3)                                (4)                               (5)                (6)
MINGGU KE           KEMAMPUAN AKHIR                     MATERI                      BENTUK PEMBELA JARAN                   KRITERIA             BOBOT
   JAM              YANG DIHARAPKAN                  PEMBELA JARAN                                                         (indikator)           NILAI
                                                                                                                           PENILAIAN
                   Mampu       menghimpun           Pohon industri                Persiapan/pembekalan             Timbulnya minat untuk
     1              informasi tentang pohon           berbasis                       praktek penyusunan ide            mengeksplorasi ide
                    industri        berbasis          komoditas yang                 agribisnis                        kreatif usaha
09.15 – 10.55       komoditas                         dapat                         Contextual instruction dan        agribisnis
 (100 menit)       Mampu mengidentifikasi            dikembangkan                  Small group discussion          Menyadari bahwa
                    peluang pengembangan              sebagai ide usaha              mahasiswa            diminta      setiap bisnis
                    usaha agribisnis dan              agribisnis: padi-              membentuk kelompok 5              mengandung peluang
                    resiko yang dihadapi              apel; kedelai-                 orang              kemudian       dan resiko
                    sesuai informasi pohon            nangka;ubikayu-                mendiskusikan             ide    Kejelasan                 5%
                    industri   yang    telah          mangga; jagung-                agribisnis    yang      akan      penguasaan konsep
                    dihimpun                          pisang; kelapa-ubi             dirancang                dan      pohon industri
                                                      jalar; salak-jamur;            mengevaluasi       beberapa       berbasis komoditas
                                                      kentang-nenas;                 usaha agribisnis serupa           dan kelengkapan
                                                      kacang tanah-jahe              baik       dari        aspek      informasi pohon
                                                                                     keberhasilan         maupun       industri yang dihimpun
                                                                                     kegagalan

      1            Mampu                            Overview                   Praktek I (@2 jam/sks) = 4          Dapat menetapkan
13.00 – 16.25       mengomunikasikan                  agribisnis dan              jam/minggu, 6 minggu per             topik usaha agribisnis
 (205 menit)        gagasan kreatif ide bisnis        pohon industri              semester                             yang akan dievaluasi      5%
                    dengan anggota kelompok           untuk komoditas:           Pada minggu pertama 4 jam            secara berkelompok
                   Mampu      bekerja sama
                    dalam tim untuk menyusun
                                                      padi-apel; kedelai-         praktek sudah termasuk              Tersusunnya gagasan
                    gagasan awal rancangan            nangka;ubikayu-             persiapan/pembekalan                 awal Rancangan
                    agribisnis                        mangga; jagung-            Discovery learning                  Bisnis (minimal 2
                   Mampu menghimpun dan              pisang; kelapa-ubi          mahasiswa mencari,                   contoh/kelompok)
                    mengolah informasi yang           jalar; salak-jamur          mengumpulkan dan                    Orisinalitas gagasan
                    diperlukan          untuk         (@ kelas 1 pasang           menyusun informasi                   bisnis yang diajukan
                    menyusun draft rancangan          komoditas)                  sementara dosen
                    agribisnis         secara                                     memberikan konsultasi
                    berkelompok




                                                                            5
Bahan Kajian 1
Pengertian dan Ruang Lingkup Rancangan Usaha Agribisnis
AGRIBISNIS SEBAGAI SUATU SISTEM

       Sesuai dengan sifat pertanian sebagai unit produksi biologis primer, usahatani atau
       sistem agronomi pada umumnya berlokasi di pedesaan. Dengan demikian profitabilitas
       sistem usahatani akan berdampak langsung pada eksistensi pembangunan wilayah
       pedesaan. Di sisi lain secara alamiah sistem usahatani dan industri merupakan dua
       sektor yang saling terkait satu sama lain baik langsung maupun tak langsung. Pada
       umumnya produk pertanian berupa bahan pangan dan serat yang berperan memenuhi
       kebutuhan konsumsi rumahtangga dan bahan baku industri.

       Meski demikian, karakteristik sektor pertanian dan industri berbeda cukup kontras.
       Karakteristik produk pertanian antara lain voluminous (bulky), mudah rusak, bersifat
       musiman, dan unit produksinya terpencar. Produk industri di lain pihak, dicirikan oleh
       karakteristik yang fleksibel, terdifersifikasi dalam jenis dan kualitas, memiliki aksesibilitas
       pasar yang baik dan mampu beradaptasi sesuai lokasi.

       Untuk memperoleh nilai tambah tinggi perlu dibangun integrasi sistematis antara sektor
       pertanian dan industri yang lazim diistilahkan sebagai pendekatan industrial. Hal ini
       bermakna bahwa kegiatan pertanian harus dipandang sebagai bagian kegiatan
       industrial ( Badan Agribisnis,1997). Konsep industri pertanian bukan berarti mendirikan
       pabrik, namun lebih ditekankan pada upaya membangun sikap mental dan budaya
       industrial dengan ciri-ciri sebagai berikut:

       1. Pengetahuan menjadi landasan utama pangambilan keputusan produksi (tidak
          hanya mengandalkan intuisi dan kebiasaan saja)

       2. Kemajuan teknologi merupakan instrumen utama pemanfaatan sumberdaya

       3. Mekanisme pasar adalah media utama transaksi barang dan jasa

       4. Efisiensi dan produktivitas menjadi dasar alokasi sumberdaya

       5. Keunggulan kualitas merupakan orientasi, media sekaligus tujuan transaksi

       6. Profesionalisme adalah karakteristik yang dominan dan pada akhirnya

       7. Teknologi akan menggantikan ketergantungan pada alam, sehingga setiap produk
          yang dihasilkan selalu memenuhi persyaratan kualitas, jumlah, berat, volume,
          bentuk, ukuran, warna rasa dan sebagainya yang telah ditetapkan lebih dulu. Selain
          itu produk juga harus dipasok tepat waktu.

       Membangun pertanian industrial adalah mengembangkan ciri-ciri tersebut di sektor
       pertanian sehingga kelemahan produk pertanian tradisional dapat diperbaiki. Salah satu
       pendekatan pembangunan pertanian industrial adalah sistem agribisnis. Secara
       konseptual sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktivitas mulai dari
       pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai dengan pemasaran produk-produk
       yang dihasilkan oleh usahatani dan nelayan serta agroindustri yang saling terkait satu

                                                     6
sama lainnya. Dengan demikian sistem agribisnis merupakan suatu sistem yang terdiri
dari beberapa sub sistem yaitu:

1. sub sistem    pengadaan dan penyaluran             sarana   produksi,teknologi   dan
   pengembangan sumberdaya manusia

2. sub sistem budidaya atau usahatani

3. sub sistem pengolahan hasil pertanian atau agroindustri

4. sub sistem pemasaran hasil pertanian

Dengan kata lain sistem agribisnis (agroindustri) merupakan totalitas atau kesatuan
kinerja agribisnis yang terdiri dari subsistem agribisnis hulu (up stream agribusiness),
subsistem usahatani (on-farm agribusiness), subsistem agribisnis pengolahan (down
stream agribusiness), subsistem pemasaran dan subsistem penunjang termasuk sarana,
prasarana, jasa dan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan agribisnis. Sistem
agribisnis dapat digambarkan sebagai berikut:

Diagram pada gambar 1. mengilustrasikan bagaimana antara sub sistem usahatani dan
sub sistem agroindustri terdapat keterkaitan ke depan (forward linkage) dan keterkaitan
ke belakang (backward linkage). Keterkaitan agroindustri dalam pengembangan
agribisnis menjadi sangat penting dalam penyediaan dan penyaluran sarana produksi,
penyaluran dana dan investasi serta teknologi dengan dukungan sistem tataniaga dan
perdagangan yang efektif. Hanani (2003) menjelaskan bahwa sebagai sektor yang
diharapkan mampu memacu pertumbuhan perekonomian pedesaan, maka
penumbuhan agroindustri pedesaan direkayasa dengan prinsip :
1. Memacu keunggulan kompetitif produk atau komoditi serta keunggulan komparatif
   wilayah.
2. Memacu peningkatan sumberdaya manusia dan penumbuhan agroindustri yang
   sesuai dengan kondisi setempat.
3. Memperluas kawasan sentra – sentra komoditas unggulan yang nantinya akan
   berfungsi sebagai pemasok bahan baku yang berkelanjutan.
4. Memacu pertumbuhan subsistem lainnya serta menghadirkan berbagai sarana
   pendukung, berkembangnya industri pedesaan.

Dengan pendekatan sistem agribisnis, rancang bangun seluruh sub sistem agribisnis
harus dilaksanakan secara terpadu dengan memperhatikan pengelolaan sumberdaya
pertanian yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. Untuk mewujudkan
rancang bangun sistem agribisnis sebagai salah satu sektor perekonomian unggulan di
Indonesia, peningkatan kualitas SDM pertanian baik dari aspek teknis maupun
manajerial menjadi prasyarat yang mendesak. Untuk itu pengembangan aspek
kewirausahaan (enterpreunership) pelaku pertanian merupakan strategi strategis dalam
kaitannya dengan pemberdayaan komunitas agraris, pengentasan kemiskinan dan
peningkatan produktivitas sektor pertanian.




                                           7
                                                              AGROINDUSTRI HULU



                               AGROKIMIA:                        ALAT MESIN           PENELITIAN
    BENIH/BIBIT                PUPUK DAN                         PERTANIAN               DAN                  INPUT LAIN
                              OBAT-OBATAN                        (ALSINTAN)          PENYULUHAN




                                                                TRANSPORTASI




                              LAHAN DAN
                                                                  PERTANIAN                 STORAGE
                                IRIGASI




                                                                   PRODUK
                                                                  PERTANIAN
               penggunaan kembali ke
                                                                                                 bahan baku
               pertanian misal sebagai
                   bibit atau mulsa                                                                industri
                                                                TRANSPORTASI



                    input                                         AGROINDUSTRI              STORAGE
               agroindustri lain                                     HILIR




                                                                    produk
                                                                  agroindustri                    barang jadi
  PRODUK           STORAGE                          STORAGE
                                                                TRANSPORTASI
                                         TRANSPORTASI




TRANSPORTASI




                    IMPORTER                                                  DISTRIBUTOR      STORAGE
                                                           EKSPORTER
  RETAILER

                                                                                                                 STORAGE


                   PRODUK                                   PRODUK                PRODUK
                                                                                               RETAILER
  PRODUK

                                                        TRANSPORTASI                                              PRODUK


   STORAGE        KONSUMEN
                                                                                                      KONSUMEN




Gambar 1. Sistem Agribisnis
Diadaptasi dari: Austin, J.E., 1992, Agroindustrial Project Analysis, The John Hopkins University
                 Press, Baltimore and London




                                                                             8
AGRIBISNIS DAN ENTERPREUNERSHIP LANDSCAPE


      Perkembangan ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi, politik, budaya, teknologi dan
      kesejahteraan telah menciptakan kesenjangan (gap) yang menyebabkan perubahan
      status sosial, perilaku, gaya hidup, kebutuhan, keinginan, selera dan sebagainya. Hal ini
      membangkitkan inspirasi bisnis yang pada akhirnya memunculkan banyak peluang
      usaha. Munculnya peluang bisnis yang baru akan menstimulus munculnya banyak
      enterpreuner muda. Menurut Hendro dan Chandra (2006) beberapa faktor yang menjadi
      stimulus spirit enterpreunership antara lain adalah:
      1. Evolusi produk
      2. Evolusi ilmu pengetahuan
      3. Perubahan gaya hidup, selera, dan hobi
      4. Perubahan teknologi
      5. Perubahan budaya
      6. Perubahan struktur pemerintahan dan politik
      7. Intrapreneruship (kapabilitas usaha internal perusahaan yang disebabkan oleh
          inovasi, daya saing, perubahan organisasi dsb yang pada gilirannya akan
          memotivasi pengembangan spirit enterpreunership orang per orang).

      Selanjutnya Hendro dan Chandra (2006) menjelaskan bahwa untuk memulai suatu bisnis
      seorang enterpreneur harus memiliki kunci enterpreneruship yang terdiri dari empat
      bagian pokok sebagai berikut:
       a. Bagian pemutar (pengungkit)  leverage key yaitu:
                a. Great decision
                b. Lingkaran dan peluang emas (golden opportunity):
                    enterpreneur, bisnis dan pasar  benang merah bisnis Anda
                    segitiga kreativitas  teori kesempurnaan, inspirasi dan intuisi
                    peluang
                    riset dan trial
       2. Bagian batang kunci  the body of key. Bagian ini adalah bagian yang sangat
          penting untuk mewujudkan sebuah bisnis yang solid setelah Anda mulai berbisnis.
          The body of key terdiri dari:
                a. bagian sambungan (translation):
                    membentuk keterampilan kelompok bisnis
                    strategi memasuki pasar
                    penetapan sistem bisnis
                b. bagian batang (transitional):
                    konsep kualitas
                    8S : kunci sukses adalah keterampilan manajerial yang baik
                    Aspek finansial: cash flow dan strategi investasi
       3. Bagian anak kunci (the primary key) terdiri dari:
                a. marketing concept
                b. how to promote your business
                c. seliing skill is an embryo of enterpreneurial skill

      Konsep The Key of Enterpreunership dapat dicermati pada gambar 2 berikut ini:




                                                 9
Gambar 2. The Key of Enterpreunership
Dikutip dari : Hendro dan Candra,2006, Be a Smart and Good Enterpreneur, CLA Publishing, Bekasi

           Di Jawa Timur, Bakpao Telo produksi SPAT (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu)
           yang unit produksinya berlokasi di Jl Raya Simping No 1 Purwodadi telah sangat
           terkenal. Sukses Bakpao Telo tak terlepas dari kisah seorang enterpreneur agribisnis
           alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yaitu Ir. Unggul Abinowo. Didirikan
           pada tahun 1984, SPAT merupakan implementasi konsep agribisnis sebagai suatu
           sistem. Maskot SPAT yaitu bakpao telo, adalah sebuah contoh evolusi produk. Telo yang
           pada awalnya identik dengan citra bahan pangan inferior, di tangan seorang Unggul
           Abinowo berubah menjadi produk bergengsi, yang selain unik, memiliki banyak
           keunggulan lainnya sebab diolah dari bahan baku alami yang kaya antioksidan. Ide
           kreatif yang melahirkan bakpao telo tentu tak dimungkinkan tanpa evolusi ilmu
           pengetahuan penggagasnya yang sejak masa kuliah telah menjajal berbagai peluang
           bisnis.

           Selain bakpao telo SPAT juga mendiversifikasikan produk olahan ubi jalar ungu lain
           antara lain mie, tepung telo, ice cream, juice, pizza dan sebagainya. Seluruh bahan baku
           produk-produk ini dipasok dari kebun inti seluas 8 hektar yang dikelola oleh SPAT. Bila
           pasokan bahan baku kurang, SPAT membeli dari petani mitra dengan menetapkan
           standar kualitas produk. Ubi jalar yang digunakan sebagai bahan baku produksi bakpao
           telo adalah ubi jalar organik. Penggunaan bahan baku organik dilakukan sebagai bentuk
           adaptasi terhadap perubahan gaya hidup dan budaya hidup sehat yang saat ini telah
           menjadi trend. Dengan menetapkan standar food safety yang tinggi, produk SPAT telah
           dipersiapkan untuk dapat menembus pasar global.

           Jumlah produk yang dihasilkan SPAT yaitu  50.000 bakpao/bulan,  40.000 bungkus
           mie/bulan,  5000 cup ice cream/bulan. Selama proses produksi SPAT mengantisipasi
           over stock, karena produk dibuat dalam bentuk sistem rolling. Selain itu produk
           diproduksi berdasarkan estimasi permintaan konsumen. Karena berorientasi pada


                                                     10
produk berbasis permintaan, maka dalam manajemen pemasarannya SPAT melakukan
evaluasi pasokan, produksi dan stok setiap saat.

SPAT Bakpao Telo terdiri dari enam divisi yang saling terkait dan mendukung. Divisi-
divisi tersebut memiliki program-program yang bertujuan sebagai sarana pemberdayaan
masyarakat pertanian dengan meningkatkan kemampuan, ketrampilan dan kemandirian
dalam mengelola potensi SDA dan SDM di lingkungannya.

Divisi-divisi tersebut antara lain:

            1.   Center of data and information.
            2.   The center of education and training.
            3.   The center of study and village development strategies
            4.   The center of adapted technology development
            5.   Investment and micro credit
            6.   Agribussines terminal




Gambar 3. Produk Pangan Olahan Berbasis Telo Ungu SPAT
Foto: Dokumentasi Studi Lapang Program Studi Agribisnis (2004)


Dengan visi : To Create an integrated Farming Model which is efficient, strong, modern,
on going and people-friendly, SPAT berupaya mewujudkan model pertanian terpadu
yang efisien, tangguh, modern, berkelanjutan dan berdimensi kerakyatan. SPAT juga
memiliki target sebagai berikut :
 To produce agribusiness products which are competitive in the marketplace
   (menghasilkan produk agribisnis yang mempunyai daya saing).
 To work for welfare of the farmers (mensejahterakan kehidupan petani)
 To develop the small and medium enterprises (mengembangkan usaha kecil dan
   menengah)
 To impart training to make competent farmers (melatih dan mencetak petani yang
   handal)
 To rebuild the image of local products (membangun image produk lokal)
Sukses bisnis SPAT sebagaimana diilustrasikan di atas merupakan salah satu contoh
kasus bagaimana enterpreneurship landscape, yang dipetakan pada sistem agribisnis
dapat dikembangkan menjadi sebuah industri.
                                            11
AGRIBISNIS DAN PROSES ENTERPRENEURIAL

      Hendro dan Candra (2006) menjelaskan, seorang enterpreneur yang smart and good
      adalah enterpreneur yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

      1. Strategic thinker and strong emotional attachment

      2. Motivator yang handal bagi diri sendiri atau tim dan self leader

      3. Ambisius karena high achiever (tidak mengenal kata puas)

      4. Risk manager, not just a risk taker

      5. Totalitas dalam bekerja dan target oriented (penuh komitmen dan konsisten terhadap
         pekerjaan)

      Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi seseorang untuk memilih jalur
      enterpreneurship antara lain adalah:

      1. Pengalaman personal: pengalaman pada masa kanak-kanak yang berhubungan
         dengan bisnis, pengalaman bergaul dengan rekan-rekan dari kalangan bisnis
         umumnya sangat memotivasi seseorang untuk berkeinginan menerjuni dunia bisnis

      2. Suasana kerja: lingkungan kerja yang nyaman umumnya tidak akan mendorong
         seseorang untuk berwirausaha.

      3. Pendidikan: pada umumnya tingkat pendidikan yang tidak tinggilah yang
         memberikan dorongan lebih kuat pada seseorang untuk memulai berwirausaha

      4. Kepribadian: ada banyak tipe kepribadian seperti controller, advocator, analitic dan
         fasilitator. Dari tipe-tipe tersebut yang cenderung berhasrat tinggi untuk berkarier
         sebagai pengusaha adalah controller dan advocator, meskipun hal ini bukan suatu
         hal yang mutlak.

      5. Dorongan keluarga: keluarga sangat berperan penting dalam menumbuhkan dan
         mempercepat pengambilan keputusan berkarier sebagai enterpreneur karena
         umumnya keluarga sangat efektif berfungsi sebagai konsultan pribadi, coach dan
         atau mentor

      6. Lingkungan dan pergaulan: untuk sukses seseorang perlu bergaul dengan orang
         yang sukses agar memperoleh pengaruh yang positip

      7. Self esteem: posisi tertentu yang dicapai seseorang akan mempengaruhi arah
         kariernya. Sesuai dengan teori Maslow, setelah terpenuhi kebutuhannya akan
         pangan, sandang dan papan, maka kebutuhan berikutnya yang ingin diraih adalah
         self esteem yaitu perasaan ingin diakui dan dihargai. Dorongan self esteem juga
         mendorong orang untuk mengambil keputusan menjadi wirausaha

      8. Keadaan atau keterpaksaan: ketiadaan pilihan misalnya karena terus-terusan
         menganggur, terkena PHK, pensiun dan sebagainya akan mendorong seseorang
         untuk memilih menjadi enterpreneur.

      Untuk lebih memahami bagaimana proses enterpreneural agribisnis berikut dikutip
      pengalaman Ir. Unggul Abinowo saat memutuskan untuk mengembangkan SPAT
      (Bakpao Telo):

                                                  12
        1. Perjalanan SPAT dimulai pada periode 1980-1990, ketika Unggul muda memulai
           perintisan usaha budidaya pertanian tanaman pangan (padi, jagung, ubi jalar), buah-
           buahan (jeruk, tomat, melon) dan sayur-sayuran di Desa Parerejo, Kabupaten
           Pasuruan, sejak masih menjadi         mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas
           Brawijaya. Modal awal diperolehnya dari mengjukan sejumlah dana kredit bank
           dengan menjaminkan sertifikat rumah yang dipinjamnya dari orangtua.

        2. Pada periode tahun 1981-1997 Unggul mencoba cabang usaha ternak bebek dan
           sapi dan mulai berminat mendirikan agroindustri. Dalam kurun waktu yang sama,
           SPAT mulai menerima kunjungan, dan mengadakan magang serta pelatihan dari
           petani, kelompok tani, LSM, dinas pemerintah serta instansi/lembaga lain. Pada
           kesempatan tersebut jejaring kerja (networking) SPAT mulai dikembangkan
           dengan merintis kerjasama yang saling menguntungkan dengan instansi pemerintah
           dan pihak-pihak lain yang saling menguntungkan. Dalam proses yang berlangsung,
           dalam periode waktu yang sama, SPAT juga berbisnis pupuk. Ekstensifikasi dan
           intensifikasi komoditi pertanian SPAT terus berkembang. Untuk menimba ilmu
           tentang agribisnis, Unggul mengikuti kursus singkat Agribisnis di Australia Barat
           tahun 1991. Sepulang dari perjalanan belajarnya, pada tahun 1993 Unggul terpilih
           sebagai Ketua Litbang Asosiasi Pupuk Cair. Atas prestasinya mengembangkan
           agribisnis pada tahun 1996 Unggul menerima penghargaan sebagai pemuda pelopor
           dan menjadi Ketua Brigade Pemuda Pelopor Pembangunan Desa (BP3D) tahun
           1997.

        3. SPAT terus berkembang dengan pasang surutnya. Memasuki periode 1998-2003
           SPAT ditunjuk sebagai Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S)
           oleh Menteri Pertanian tahun 1998 dan kemudian dikukuhkan kembali tahun 2003.
           Unggul sendiri pada tahun 1999 diangkat menjadi Sekjen KTNA Nasional. Terminal
           SPAT berdiri dan disahkan oleh Mentri Pemuda dan Olahraga tanggal 16 April 1999.
           Sejak terminal SPAT yang lebih dikenal sebagai outlet Bakpao Telo itu diresmikan,
           SPAT mulai serius menekuni pengolahan pasca panen khususnya ubi jalar dan
           pemasaran produk UKM sejak tahun 2000. SPAT juga berkembang dari aspek
           organisasi menjadi 6 divisi kerja yakni Data & Informasi, TTG, Diklat, Kajian
           Pembangunan Desa, Investasi & Pembiayaan dan Terminal Agribisnis. Unggul
           sendiri pada tahun 2003 menyempatkan magang agribisnis di Jepang.

        4. Sepulang dari Jepang pada tahun 2004 Unggul mulai mengembangkan pemasaran
           produk SPAT berbasis WEB dengan membuka web site www.spat-indonesia.or.id.
           Dalam kurun waktu 2004 hingga sekarang, SPAT telah memantapkan diri sebagai
           unit agribisnis besar yang bermitra dengan lebih dari 300 petani, meraih banyak
           penghargaan nasional dan internasional, berkembang dari aspek organisasi dan
           produk dan telah bekerja sama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri.




Gambar 4.     (Kiri) Bakpau Telo Ungu dan Kuning dengan Aneka Isi; (Kanan) Proses Produksi Bakpao
             Telo
Foto: Materi Presentasi Ir. Unggul Abinowo pada Seminar dan Temu Alumni FP UB, 21 November 2009



                                                    13
GAMBARAN UMUM RANCANGAN USAHA AGRIBISNIS

Pengertian Rancangan Usaha Agribisnis

         Rancangan usaha agribisnis adalah dokumen yang harus dipersiapkan sebelum
         melaksanakan kegiatan bisnis Walaupun unit bisnis yang akan dikembangkan mungkin
         beragam dalam aspek produk atau jasa yang diberikan, namun setiap rancangan bisnis
         memiliki beberapa elemen yang lebih kurang sama. Elemen pokok tersebut antara lain
         diskripsi bisnis, produk/barang dan jasa, analisis daya saing, rencana pemasaran,
         rencana pengelolaan (management plan), dan rencana pembiayaan (financial plan).
         Dokumen tersebut sangat penting bila di kelak kemudian hari perusahaan akan menjual
         seluruh atau sebagian dari hasil usahanya ke masyarakat (go public).Fakta membuktikan
         bahwa bank tidak akan mengucurkan dana pinjaman tanpa adanya dokumen rencana
         bisnis yang baik (Depdiknas,2006).




    Gambar 5. Elemen Business Plan
    Dikutip dari : Depdiknas, 2006, Pengembangan Rencana Bisnis, Jakarta


         Bagi kreditor atau investor, dokumen rancangan bisnis tidak hanya menyediakan
         informasi yang mengungkap evaluasi visibilitas perusahaan, tetapi juga mencerminkan
         kemampuan manajemen. Kreditor, dengan melihat dan menganalisis secara kritis tujuan
         dalam rencana bisnis, akan merasa yakin bahwa pengusaha mampu dan tertata
                                                  14
      usahanya. Bila rencana bisnis tidak didukung oleh data dan asumsi yang baik maka
      akan mengindikasikan bahwa pengusaha tidak berpengalaman, bahkan menurut
      pandangan kreditor dapat dikategorikan ceroboh. Hal ini berarti bahwa dokumen
      rancangan bisnis harus berfungsi sebagai alat promosi awal yang dapat memberikan
      kesan baik karena hanya memiliki waktu sedikit untuk dievaluasi. Oleh karena itu, buatlah
      rancangan bisnis terbaik karena dokumen tersebut dapat menunjukkan bahwa anda
      adalah seorang wirausahawan (enterpreneur) yang memiliki kompetensi dan
      kemampuan untuk mengelolanya.


TUJUAN DAN MANFAAT RANCANGAN USAHA AGRIBISNIS

      Menyiapkan rencana bisnis yang baik membutuhkan waktu, namun dalam jangka
      panjang akan sangat bermanfaat. Manfaat tersebut bukan hanya bagi investor atau
      kreditor saja namun yang lebih penting adalah akan menjadi kerangka dasar jalannya
      perusahaan atau cetak biru (blue print) keseluruhan operasional usaha dalam mencapai
      tujuannya. Rencana bisnis yang baik adalah berbasis kewirausahaan, komprehensif
      dalam seluruh bagian dokumen, akurat dan didukung oleh data serta fakta
      (Depdiknas,2006).




      Gambar 6. Fungsi dari Rancangan Bisnis
      Dikutip dari: Depdiknas, 2006, Pengembangan Rencana Bisnis, Jakarta


      Sesuai dengan ilustrasi pada gambar 6. fungsi rancangan bisnis adalah:

      1. Sebagai rencana aksi (Action Plan)

      Rencana bisnis membantu dalam menjalankan dan mengambil tindakan bisnis. Jika
      Anda akan memulai sebuah usaha, tetapi prosesnya terlalu kompleks, maka. rencana
      bisnis membantu dalam mengambil tindakan bisnis dengan membagi masalah besar ke
      dalam masalah-masalah kecil yang mudah diterapkan.




                                                 15
2. Peta Jalan (Road Map).

Rencana bisnis menjadi alat yang sangat berguna agar bisnis tetap pada arah yang
diinginkan. Rencana bisnis akan membantu pihak lain untuk memahami visi usaha Anda,
termasuk supplier, pekerja, mitra bisnis, teman dan keluarga.

3. Sebagai promosi dini (Sales Tool).

Rencana bisnis juga dapat digunakan sebagai alat bantu penjualan. Rencana Bisnis
merupakan alat yang bisa dipergunakan untuk meyakinkan investor untuk menempatkan
uangnya di usaha tersebut, disamping itu dapat meningkatkan kepercayaan dari supplier
dan pelanggan.

4. Misi dan tujuan bisnis (Business Mision and Goals)
Misi akan memperjelas arah dan sasaran bisnis yang hendak dicapai.


Secara umum penyusunan atau penulisan rancangan bisnis memiliki dua tujuan sebagai
berikut:

1. Memberikan pegangan dalam menjalankan usaha agar tetap berada dalam alur yang
   diinginkan. Supaya tetap bermanfaat, dokumen rancangan usaha ini sebaiknya
   senantiasa diperbaharui sesuai dengan perubahan dan permasalahan yang dihadapi.

2. Rencana usaha dapat digunakan untuk meyakinkan pihak-pihak yang akan
   memberikan dukungan pendanaan. Untuk tujuan ini, rencana usaha hendaknya
   memberikan informasi rinci tentang berbagai aspek di masa lalu, kondisi operasi saat
   ini dan rencana atau proyeksi ke masa depan.

Investor dan atau calon pemberi pinjaman modal (lenders/creditors) tertarik perhatiannya
hanya pada rencana bisnis yang jelas dan mudah dipahami tujuan, strategi serta
kelayakan pembiayaannya (financial viability). Jadi rancangan bisnis adalah suatu
rencana yang komprehensif dan akan memiliki banyak perbedaan analisis tergantung
pada jenis barang atau jasa yang dihasilkan.

Berikut ini adalah beberapa pertimbangan sebelum menyusun rencana bisnis yang baik:

1. Persiapkan dan sediakan waktu (dalam hitungan minggu atau bulan) untuk
   menyelesaikan rencana bisnis. Karena kegiatan ini memerlukan kerja keras dan
   konsentrasi penuh.

2. Walaupun akan sangat rumit diawalnya jangan patah semangat, caranya yaitu bagi
   pekerjaan ini menjadi beberapa bagian yang dapat dengan mudah dikelola dan
   masing-masing bagian tetap berorientasi pada tujuan akhir.

3. Sertakan semua hal penting atau isu pokok yang mendukung bisnis secara ringkas
   kedalam dokumen. Sebuah proposal rencana bisnis yang ideal cukup 10-15 halaman
   yang diketik dalam dua spasi. Tinggalkan pendukung lain yang lebih rinci untuk
   bahan diskusi pada pertemuan pembahasan berikutnya.

4. Investor atau kreditor hanya tertarik pada aspek yang dapat meyakinkan apakah
   anda mampu mencapai tujuan usaha. Oleh karena itu, tulis segala cara dan berbagai
   upaya yang mendasar untuk mencapai tujuan usaha serta fokus hanya pada apa
   yang diharapkan pembaca.


                                          16
        5. Hindarkan terminologi yang sangat teknis dalam operasional usaha (proses produksi
           dan produk). Upayakan gunakan terminologi yang umum.

        6. Rencana bisnis adalah dokumen yang fleksibel, oleh karena itu menjadi subyek untuk
           senantiasa di perbaharui sejalan dengan perkembangan pengetahuan sehingga
           strategi yang dipilih akan semakin jelas.

        7. Rencana bisnis harus realistis dan berdasar pada hasil analisis data serta jujur dalam
           mengungkapkan temuan-temuan positif maupun negatif.

        8. Jelaskan resiko bisnis yang mungkin terjadi. Kredibilitas anda akan berkurang bila
           yang menemukan adanya risiko dan permasalahan usaha anda adalah calon kreditor
           atau investor.

        9. Jangan membuat pernyataan yang tidak jelas atau tidak berhubungan dengan
           substansi. Misalnya jangan hanya menyatakan bahwa penjualan akan berlipat ganda
           pada tahun mendatang atau jika kita dapat menambah unit produksi baru.
           Pernyataan tersebut harus didukung oleh data dan informasi pasar.

        10. Rencana bisnis internal dan eksternal dapat disusun secara terpisah agar lebih
           efektif. Rencana bisnis internal biasanya disusun lebih rinci agar dapat menjadi alat
           manajemen yang lebih efisien.




RANCANGAN TUGAS
Tujuan Tugas :
       1. Mampu menghimpun informasi tentang pohon industri berbasis komoditas
       2. Mampu mengidentifikasi peluang pengembangan usaha agribisnis dan resiko yang
          dihadapi sesuai informasi pohon industri yang telah dihimpun
       3. Mampu mengomunikasikan gagasan kreatif ide bisnis dengan anggota kelompok
       4. Mampu bekerja sama dalam tim untuk menyusun gagasan awal rancangan
          agribisnis
       5. Mampu menghimpun dan mengolah informasi yang diperlukan untuk menyusun draft
          rancangan agribisnis secara berkelompok
Uraian Tugas:
       1. Obyek garapan:

                a. Menghimpun informasi tentang pohon industri berbasis komoditas
                   sebagaimana telah ditetapkan oleh tim dosen pengampu mata kuliah yaitu:

                         Padi-apel  kelas A

                         Kedelai-nangka  kelas B

                         Ubikayu-mangga  kelas C

                         Jagung-pisang  kelas D

                         Kelapa-ubi jalar  kelas E

                         Salak-jamur  kelas F

                                                  17
       b. Menginventarisasi alternatif unit agribisnis yang dapat dikembangkan dari
          pohon industri berbasis komoditas. Masing-masing komoditas akan
          dikembangkan menjadi 4 unit agribisnis, sehingga dalam setiap kelas
          terdapat 8 kelompok unit agribisnis.

2. Batasan tugas:

       a. Pohon industri berbasis komoditas telah ditetapkan berdasarkan
          kesepakatan team teaching, yaitu sebanyak 2 komoditas per kelas

       b. Dengan rata-rata 40 orang mahasiswa per kelas, diperkirakan dalam setiap
          kelas terdapat 8 kelompok beranggotakan lima orang mahasiswa. Untuk
          setiap komoditas seleksi alternatif unit bisnis yang diminati akan dikerjakan
          oleh empat kelompok (20 orang mahasiswa)

       c. Alternatif unit bisnis yang akan diseleksi dapat merupakan unit usahatani, unit
          agroindustri hulu dan hilir atau unit agroniaga selingkung pohon industri

       d. Setiap kelompok akan memilih satu unit agribisnis yang akan dikembangkan
          dalam rancangan unit agribisnis.

       e. Unit agribisnis yang dipilih oleh kelompok harus spesifik, tidak diperkenankan
          memilih unit usaha yang sama dengan kelompok lain. Pemilihan unit usaha
          dikonsultasikan dalam kelompok, kepada asisten dan dosen tutor.

3. Metodologi dan acuan tugas:

       a. Bentuk kelompok kecil dengan anggota lima orang per kelompok. Segera
          lengkapi kelengkapan organisasi kelompok (ketua, sekretaris, bendahara)
          dan job description masing-masing anggota  dua orang anggota bertugas
          sebagai bagian lapang.

       b. Asisten dan dosen tutor membagi kelas menjadi dua kelompok komoditi.
          Setiap kelompok komoditi terdiri dari 4 kelompok kecil

       c. Setiap kelompok komoditas mencari dan menghimpun informasi tentang
          pohon industri berbasis komoditas  browsing internet

       d. Baca modul, dan rujukan pustaka yang dianjurkan yaitu:

                   Hendro dan Candra, 2006, Be a Smart and Good Enterpreneur,
                    CLA Publishing, Bekasi

                   Austin, J.A., 1992, Agroindustrial Project Analysis, The Johns
                    Hopkins University Press, Baltimore dan London

                   Zubir, Z., 2006,Kelayakan Studi Usaha, Lembaga Penerbitan FE UI,
                    Jakarta

                   Badan Agribisnis, 1997, Rumusan Pemikiran Pembangunan
                    Pertanian Masa Depan, Departemen Pertanian RI.

       e. Himpun informasi tentang: definisi dan ruang lingkup pohon industri serta
          skema pohon industri berbasis komoditas yang ditugaskan

       f.   Setiap kelompok kecil mulai menghimpun informasi unit agribisnis yang dapat
            dikembangkan berdasarkan informasi pohon industri yang telah diketahui
                                          18
                g. Adakan musyawarah kelas dalam dua kelompok komoditas untuk
                   menetapkan jenis unit agribisnis yang akan dikembangkan oleh setiap
                   kelompok kecil sebagai rancangan usaha agribisnis. Ingat, dalam mata kuliah
                   ini penetapan rancangan usaha akan digunakan sebagai dasar membuat
                   rancangan usaha. Jenis usaha tidak boleh sama dengan kelompok lain, dan
                   harus konsisten hingga akhir perkuliahan.

                h. Kelompok kecil mencari 2 perusahaan yang telah menekuni bisnis yang
                   sama dengan jenis agribisnis yang akan dikembangkan sebagai rujukan.
                   Selanjutnya kelompok harus mengidentifikasi profil kedua perusahaan
                   tersebut serta menyusun analisis komparatif terkait kelebihan dan
                   kekurangan dari aspek enterpreunerial landscape dan proses
                   enterpreunership- nya.

                i.   Seluruh mahasiswa harus menyusun kontrak belajar, yang ditandatangani
                     oleh asisten/ dosen tutor. Konsultasi dilaksanakan secara terjadual. Jadual
                     disepakati dan diatur lebih lanjut oleh asisten.

                j.   Sebagai kelengkapan administrasi kelompok harus membeli satu ordner dan
                     pervorator untuk mengarsipkan file dan dokumen proses belajar mengajar
                     selama satu semester. Untuk kerapian, seluruh print out tugas dicetak pada
                     kertas kerja berukuran folio. Sedangkan untuk tugas-tugas yang harus ditulis
                     tangan dikerjakan pada kertas folio bergaris.

         4. Keluaran tugas:

                a. Dua dokumen pohon industri berbasis komoditas yang akan dijadikan acuan
                   seleksi unit agribisnis kelompok.

                b. Dokumen profil unit agribisnis yang telah ditetapkan kelompok sebagai tema
                   rancangan unit agribisnis, dengan menyertakan analisis komparatif yang
                   telah dilakukan kelompok atas dua perusahaan rujukan yang sejenis  8
                   dokumen per kelas

                c. Seluruh dokumen keluaran proses pembelajaran diketik dan diprint pada
                   kertas folio 70 mgr. Pengetikan menggunakan font Arial 11, spasi 1 dan
                   margin kiri, kanan, atas dan bawah masing-masing 3, dan 2,5. Dokumen
                   tidak dijilid, tetapi diperforasi dan dihimpun dalam ordner kelompok.

                d. Dokumen assesment pribadi berupa tulisan reflektif dikerjakan pada kertas
                   folio bergaris dengan margin lipat kiri sebesar 3 cm.

Kriteria Penilaian:
         1. Timbulnya minat untuk mengeksplorasi ide kreatif usaha  assesment dilakukan dari
            tulisan reflektif perorangan yang ditulis tangan sepanjang 1 halaman folio
         2. Menyadari bahwa setiap bisnis mengandung resiko  assesment dilakukan
            berdasarkan dokumen profil unit agribisnis dan analisis komparatif yang dilakukan
            atas dua perusahaan rujukan sejenis
         3. Kejelasan dan kelengkapan penguasaan konsep konsep pohon industri berbasis
            komoditas
         4. Tersusunnya gagasan awal rancangan unit agribisnis  orisinalitas, kelengkapan,
            kejelasan dan organisasi data.
         5. Kemampuan mengomunikasikan gagasan kreatif dan kerja sama tim  assesment
            dilakukan oleh asisten selama berlangsungnya proses diskusi dan praktikum dalam
            kelas


                                                    19
                6.
Kontrak Belajar Mahasiswa:
 Nama Mahasiswa            :                                                     Nama Dosen            :
 Periode waktu kontrak                                  :
 Tujuan kontrak                                         :
 Saya akan mengerjakan tugas                            :
 Alasan saya memilih topik ini                          :
 Fokus tugas saya                                       :
 Melalui tugas ini saya berharap dapat                  :
 Saya akan menggali informasi dan ide-ide dari
 sekurang-kurannya 4 sumber
                                    buku teks
                                    wawancara dengan nara sumber
                                      eksperimen/eksplorasi
                                      majalah atau jurnal
                                      ensiklopedi
                                      surat kabar
                                    hasil penelitian
                                    video, film
                                    musium/galeri
                                    organisasi kemasyarakatan
                                    internet
 Atau sumber lain              :                                                                                                (sebutkan)
 Output yang akan saya hasilkan                 :
 Keterampilan yang digunakan           untuk    :
 menyelesaikan tugas ini
 Saya akan mempresentasikan tugas saja          :
 pada
                                                       audien               :
                                                       waktu                :
                                                       tempat               :
                                                       jenis kegiatan       :
 Pekerjaan saya akan selesai pada               :
 Pekerjaan saya dievaluasi oleh                 :
 Hal-hal penting yang dievaluasi adalah         :




 Saya akan mengevaluasi tugas saya dan proses belajar saya secara mandiri dengan menggunakan                                         :
                                                       lembar kerja mahasiswa atau jurnal kegiatan belajar
                                                       asesmen tertulis
                                                       asesmen lisan
                                                       lainnya (sebutkan)



                                                                                              Malang, .................. 2010
 Tanda tangan dosen, nama lengkap dan NIP                                                  Tandatangan mahasiswa, nama lengkap dan NIM



 Catatan:
   Isi dengan 
 Seluruh format kontrak belajar diketik ulang dan diisi, diprint rangkap 4 (1 lembar untuk dosen tutor, 1 lembar untuk asisten, 1 lembar untuk arsip kelompok
 dan 1 lembar untuk mahasiswa yang bersangkutan).
 Kontrak belajar yang sudah ditandatangani oleh Dosen disimpan dan diarsipkan sebagai dokumen evaluasi, hilangnya kontrak belajar berdampak pada
 pencatatan hasil evaluasi.




                                                                                      20

								
To top