Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Audhu billahi min ash-shaytan ir-rajeem by KLNS4Q

VIEWS: 73 PAGES: 50

									                 Tafsir Surat an-naba’ Surat 78 al Quran
Bismi Allahi alrrahmani alrraheemi
1. AAamma yatasaaloona
2. AAani alnnaba-i alAAatheemi
3. Allathee hum feehi mukhtalifoona
4. Kalla sayaAAlamoona
5. Thumma kalla sayaAAlamoona
6. Alam najAAali al-arda mihadan
7. Waaljibala awtadan
8. Wakhalaqnakum azwajan
9. WajaAAalna nawmakum subatan
10. WajaAAalna allayla libasan
11. WajaAAalna alnnahara maAAashan
12. Wabanayna fawqakum sabAAan shidadan
13. WajaAAalna sirajan wahhajan
14. Waanzalna mina almuAAsirati maan thajjajan
15. Linukhrija bihi habban wanabatan
16. Wajannatin alfafan
17. Inna yawma alfasli kana meeqatan
18. Yawma yunfakhu fee alssoori fata/toona afwajan
19. Wafutihati alssamao fakanat abwaban
20. Wasuyyirati aljibalu fakanat saraban
21. Inna jahannama kanat mirsadan
22. Lilttagheena maaban
23. Labitheena feeha ahqaban
24. La yathooqoona feeha bardan wala sharaban
25. Illa hameeman waghassaqan
26. Jazaan wifaqan
27. Innahum kanoo la yarjoona hisaban
28. Wakaththaboo bi-ayatina kiththaban
29. Wakulla shay-in ahsaynahu kitaban
30. Fathooqoo falan nazeedakum illa AAathaban
31. Inna lilmuttaqeena mafazan
32. Hada-iqa waaAAnaban
33. WakawaAAiba atraban
34. Waka/san dihaqan
35. La yasmaAAoona feeha laghwan wala kiththaban
36. Jazaan min rabbika AAataan hisaban
37. Rabbi alssamawati waal-ardi wama baynahuma alrrahmani la yamlikoona minhu khitaban
38. Yawma yaqoomu alrroohu waalmala-ikatu saffan la yatakallamoona illa man athina lahu
alrrahmanu waqala sawaban
39. Thalika alyawmu alhaqqu faman shaa ittakhatha ila rabbihi maaban
40. Inna antharnakum AAathaban qareeban yawma yanthuru almaro ma qaddamat yadahu
wayaqoolu alkafiru ya laytanee kuntu turaban


Allah menurunkan ayat ayat ini pada waktu Quraysh mempertanyakan kepada Nabi s.a.w., apakah
memang ada Hari Pengadilan.
`Ama yatasa’aloon –


                                                                                          1
Menggambarkan “tentang apa” mereka berselisih? Allah bersabda kepada mereka “Apakah kamu
membantah (berselisih dengan) Aku?” Memberitahu Nabi s.a.w. Nya, “Apakah mereka musuh
Ku? Apa yang Aku katakan harus terjadi. Apa yang mereka katakan tak berarti apapun” -
“apakah mereka mempertanyakan berita terbesar, yang tentangnya mereka tidak dapat
sepakat?” Itu artinya, bahwa Allah menujukan kepada orang orang, “Wahai orang orang Makkah,
tentang apa kalian bertanya tanya dan bertanya – tentang kebangkitan kembali ummat manusia di
waktu lain? Kamu pikir itu adalah sebuah (bahan) perbincangan besar, namun Aku akan merinci
bagi kalian dan menjelaskan bagi kalian, sesuatu yang kalian tak akan pernah membayangkan,
bahwa Aku menciptakan dengan Kebesaran Ku. Mengapa kalian tidak sepakat? Bahwa hal itu
yang kalian tidak sepakati Aku akan tunjukkan dalam waktu dekat. Apakah kalian tidak sepakat
tentang berita terbesar yang melampaui jangkauan nalarmu?”

Karena ilmu tentang akhira tidak dapat digambarkan dengan nalar, itu tidak dapat dimengerti
dengan pikiran (intellect). Itu tidak dapat dimengerti dalam besaran bentuk fisik. Itu hanya dapat
dimengerti dengan satu cara – melalui kekuatan spiritual. Itulah sebabnya bagi mereka, yang tidak
melihat apa apa di hadapan mereka, kecuali patung patung yang mereka buat dengan tangan
merreka, ke-fisikan- an adalah batas apa apa yang nalar mereka dapat mencakupnya. Pikiran tidak
dapat membayangkan apa apa yang tidak dapat disadarinya.

Hari ini para ilmuwan, atau para penganut teori Darwin, yang teori mereka kita tolak (buktikan
salah) berkali kali, tidak dapat mengerti segala sesuatu di luar pemahaman fisik mereka. Jadi
apapun di luar pemahaman fisik dari pikiran adalah tidak mungkin mereka mengerti.

Jadi bagaimana Allah membuat kita mengerti? Jantung (qakbu) terkait dengan spiritualitas dan
pikiran terkait dengan ke-fisika-an. Melalui sesuatu yang terkait dengan jantung dan spiritualitas –
kamu dpat mengerti berita besar yang akan terungkap. Allah menjelaskan kepada mereka. Dia
menjelaskannya dalam pertanyaan, “Tentang apa mereka tidak sepakat?” Tentang Hari Pengadilan
– bagaimana Dia menjelaskan hal itu?

“An-naba al-adheem” –

– Berita besar. Mengapa itu besar? Itu besar dalam memperlihatkan kuasa (qudra) Allah swt.
Untuk membangkitkan kembali setiap manusia, sebagaimana dikatakan Nabi (s.a.w.), dari
potongan yang terkecil tulang belakang, potongan mini sacrum yang membawa rahasia
kehidupan, yang ketika itu datang pada Hari Pengadilan, menurut hadith Nabi (s.a.w.), ketika
Allah menyirami dunya dengan hujan khusus, setiap tetes hujan mengetahui mana mana
potongan kecil sacrum nya dan mendatanginya dan segeralah seorang manusia muncul/menjelma
kembali.

Itu adalah berita dahsyat yang akan terjadi pada Hari Pengadilan. Yang tak seorangpun dapat
memahaminya. Sekarang terdapat 6 miliar orang hidup di dunia, dan mereka bertanya di mana 6
miliar manusia ini akan muat? Apa kamu pikir seluruh manusia ini sejak Adam a.s. sampai hari
ini akan berada di Hari Pengadilan, Yawm al-mahshar, semua manusia akan dibangunkan kembali
di dunia? Bagaimana mereka muat? Apakah mereka muat? Ya mereka akan muat dengan qudra
Allah. Itulah berita dahsyat itu – itulah yang tak masuk akal.

“Wal arda madadnaaha”

– Kami meluaskan bumi itu. “Mad al ard”. Kami meluaskannya sementara kamu
menyaksikannya, datar. Kami sampai kepada penjelasan tentang itu.



                                                                                                  2
Itu memunculkan sifat ke-fisika-an nya. Bahkan lebih besar lagi dari itu adalah penilaian mereka.
Allah memberi tahu mereka berita terdahsyat bagi kalian adalah bahwa kalian akan menyaksikan
“barang siapa melakukan sebesar atom kebaikan akan menyaksikan nya dan barang siapa
berbuat sebesar atom kejahatan akan menyaksikannya.” Setelah Aku membangkitkan kalian,
bahkan Nabi pun akan gemetar pada saat itu, bahkan para malaikat akan gemetar pada saat itu.

Hari ini mereka begitu sombong. Perhatikan mereka – mereka tak lagi pernah gemetar. Hari ini
mereka menangkap raja narkoba paling besar di Colombia. Mereka menangkap nya. Bagaimana
dia duduk di dalam mobil polisi? Terhinakan? Diborgol? Mengapa – karena dia berbuat salah.
Jadilah apapun yang kamu mau. Kamu dapat menjadi orang terkaya di sini di dunya. Lakukanlah
sesuatu kesalahan dan Allah akan menghakimi kamu di akhira. Jadi lebih baik menjadi rendah
hati dan merendahlah kalian kepada Tuhanmu. Janganlah menyombongkan diri; janganlah
melupakan Dia. Jika kalian melupakan Dia, Dia akan melupakan kalian di sana. Meskipun Dia
akan mengampuni kalian dengan Rahmat Nya pada akhirnya, namun itu adalah setelah
kalian mengalami gemetar tersebut. Kalian akan dibuat nista, dinistakan pada hari itu, meskipun
kalian sudah melaksanakan kewajiban kalian, namun kalian bukanlah lari untuk mengabdi kepada
Allah.

“Alladhee hum feehee mukhtalifoon - kalla saya`lamoon”

– mereka akan mengetahui tentang hal itu . Mereka berkata kepada Nabi s.a.w.,

“in hiya illa hayatana ad-dunya nuhee wa numeet.”

Tidak, itu tidak betul. Itu tidak seperti itu. Qur’an berlaku sekarang, sebagaimana itu berlaku di
masa lampau.Mereka mengatakan manusia datang dari monyet. Mereka bilang dari ikan ke
dinosaurs, kemudian … apa yang terjadi dengan dinosaurs itu? Mereka menghilang. Apa yang
terjadi? Apakah mereka menjadi monyet? Mengapa monyet tidak menjadi manusia lagi? Atau kini
manusia yang menghasilkan monyet?

“Wa ma nahnu bi mabu`theen”

– “dan kami tidak akan dibangkitkan dari kubur.” Itu hanya dengan iman. Itulah sebabnya itu
adalah salah satu arkaan (pillar/tiang utama) iman yaitu al-imanu bil-ghaib – percaya kepada hal
yang tidak nampak. Tidak ada satupun lainnya. Nabi s.a.w. datang dengan pesannya dan kalian
percaya kepada pesan tersebut. Kalian percaya dengan iman. Dapatkah kamu percaya dengan
yang lain lagi? Al Qur’an dalam Surat al-Baqara menjelaskan bahwa seorang beriman sebagai:
“alladheena yu'minoona bil-ghaybi wa yuqeemoona as-salaata wa min maa razaqnaahum
yunfiqoon.” Karena mereka percaya kepada yang tidak nampak, mereka mulai shalat, mereka
percaya kepada Allah, mereka percaya kepada Nabi s.a.w., maka mereka mulai shalat. Kemudian
mereka mulai membelanjakan apa yang mereka peroleh dari Allah. Mereka harus memberi di
jalan Allah, itu bukan hanya uang, itu juga ragamu, dirimu. Disamping salaat al-wajibaa, kamu
melakukan naafila. Ditambah lagi puasa bulan Ramadan, puasa sunnah pada hari hari lain.
Memberi di jalan Allah. Apapun yang kalian berikan di jalan Allah adalah infaaq. Saya ingin
mengungkapkan hadith itu untuk memperlihatkan betapa besar cinta Nabi s.a.w. kepada ummah
nya dan khususnya kepada ummah nya yang (di jaman) akhir.

Ini adalah sebuah hadith panjang dalam Tarikh Bukhari dan Hakim menyebutkannya dan itu
disitir dalam ad-Durr al-Manthur dari as-Suyuti, diriwayatkan dari Abi Juma al-Ansari, yang
berkata kepada Nabi (s.a.w.), “Apakah ada ummah yang lebih besar dari kami dalam hal pahala?
Kami percaya kepadamu dan mengikutimu.” [Kalian tak pernah mengharap jawaban atas hal ini!]
Nabi (s.a.w.) berkata, “Apa yang mencegah kalian dari hal tadi apabila Nabi Allah berada di

                                                                                                    3
antara kamu dan wahyu datang dari Langit melalui Jibril. [Tentu saja kalian percaya, jangan
berpikir itu begitu besar]. “namun – sekelompok orang yang datang sesudah aku, sebuah kitab
akan datang kepada mereka di antara dua lembar karton tebal [al Qur’an] mereka percaya
kepadanya dan bertindak sesuai dengan perintahnya; mereka lebih besar dari kalian dalam hal
mendapat pahala.”

Ini menunjukkan bahwa iman bil-ghaib adalah penting. Itu adalah yang kita perlukan pada hari
ini. Hari ini, ketika kita semakin jauh dari (masa) Nabi (s.a.w.), dari para Sahaba, dari para
Tabi`een, mereka percaya tanpa melihat. Kalian tak dapat membatasi kebesaran Allah swt
terhadap apa yang nalar kalian dapat menangkap. Kalian tidak dapat memperdebatkan, karena
nalar terbatas dalam hal memahami apa yang Allah inginkan kita untuk memahami.

Bagaimana kita akan percaya tentang apa yang akan terjadi, apabila Nabi s.a.w. berkata kepada
mereka “Tidak, akan datang suatu hari, yaitu kebangkitan kembali (resurrection), hari itu tidak
ada perpanjangan, namun terdapat kehidupan abadi – baik di suraga ataupun di neraka.” Waktu itu
selesai sudah - qudia. “Barang siapa melakukan sebuah kebaikan sebesar atom pun akan
menyaksikannya dan barang siapa melakuakn sebuah keburukan sebesar atompun akan
menyaksikannya.’

Dalam sebuah pemahaman (interpretation) spiritual dari ayat ini,

‘Amma yatasa’aloon an-naba al-adheem …”

Mengapa ego mu mencoba mengganggu ruhaniah (spiritualitas) mu ? Ego tidak mungkin
memahami ilmu, pencerahan jiwa. Dia hanya mengejar hasrat, hasrat buruk ego. Dia tidak akan
memahami kebangkitan kembali, peremajaan qalbu. Itu akan datang pada suatu hari, jika
seseorang mengikuti petunjuk dan tradisi (sunnah) Sayyidina Muhammad s.a.w. itu akan
menambah energi (rejuvenated) dan membawanya ke Hadhirat Ilhiyyah. Wahai orang beriman,
janganlah membiarkan ego mu mempermainkan dan memabukkan kamu, mengatakan kepadamu
untuk hanya melakukan (ibadah) wajibmu, dan melupakan tentang nawaafil, sunan an-nabi,
menuruti/mengikuti Tradisi Nabi (s.a.w.). Mengapa Nabi melakukan nawaafil? Karena melalui
nawaafil inilah Allah mencintaimu. Allah bersabda dalam Hadith qudsi, “Abdi Ku terus menerus
mendekat kepada Ku melalui ibadah sunnah sehingga Aku akan mencintainya. Bila Aku
mencintainya , Aku adalah telinganya yang dengannya dia mendengar, matanya yang dengannya
dia melihat, tangnnya yang dengannya dia memukul dan kakinya yang dengannya dia berjalan.
Sekiranya dia meminta (sesuatu) kepada Ku, Aku tentu akan memberikan itu kepadanya, dan
sekiranya dia memohon perlindungan kepada Ku, Aku pasti akan mengkaruniakan itu
kepadanya.”

Sesungguhnya mereka akan mengetahui itu! – Itu artinya akan datang suatu hari, ayat 4.

“Thumma kallaa saya`lamoon.”

Sesungguhnya, mereka akan segera mengetahui.” Itu artinya tidak ada jalan keluar lain bagi
mereka untuk mengetahui bahwa itu akan terjadi. Ketika itu terjadi, Hari Kebangkitan Kembali,
qiyama, akan terjadi.

“Thumma kallaa saya`lamoon.”

Kallaa pertama diulang lagi. Itu disebutkan dua kali… mengapa? Yang pertama menunjuk kepada
hari pengadilan yang akan datang/tiba. Mereka akan melihat itu. Kemudian “thumma kallaa
saya`lamoon”, yang kedua didahului dengan thumma yang merentangkan (stretching)

                                                                                                 4
pengalaman tersebut . Mereka akan direntangkan pada saat itu. Orang orang akan melihat apa
yang mereka tak pernah mengharapkan melihatnya. Mereka akan mengalami rentang waktu
kehidupan di sana di mana hakikat diungkapkan kepada mereka, sebelum memasuki Surga atau
Neraka. Ketika Hari Kematian tiba, terdapat rentang waktu yang diperpanjang, sebuah
interregnum (semacam gerak lambat), sebuah jangka waktu yang lebih panjang bagi mereka.
Itulah sebabnya kubur(an) adalah sebuah surga atau selokan neraka. [hadith]

Mati adalah hari ketika kamu menjadi sadar. Setelah hari itu, pengadilan adalah yang kedua.
Kemudian penjelasan lainnya adalah lawannya. Mereka akan melihat tanda tanda Allah. Kuffaar
akan melihat tanda tanda berat. Dan Muslims akan dikirim ke surga dengan shafa`a` Nabi
(s.a.w.). Atau penjelasan lainnya mereka akan memahami haqiqat dari kebangkitan kembali dan
mereka akan mengetahui bahwa mereka menerima Nabi s.a.w. atau mereka akan melihat
hukuman karena tidak percaya kepada Nabi (s.a.w.).

“Tidakkah bumi kami buat sebagai sebuah pemekaran yang luas?” Mihadan – mahad, dibuatnya
datar. Lihatlah bumi ini – Itu nampak datar seperti selembar permadani. Kami telah membuatnya
sebuah mahd – sebuah tempat untuk dihuni dan Allah bersabda Dia memperluasnya. Ketika Allah
bersabda memperluas, itu artinya tidak akan berakhir. Jadi di sini terdapat indikasi/tanda adanya
makna ilmiah, mereka mendapati belakangan ini bahwa bumi bulat. Ketika Dia bersabda bahwa
bumi mendatar dan mengembangkannya (menjadi) luas – itu artinya bahwa kemanapun kamu
bergerak, itu tidak akan berakhir. Bagaimana bisa itu tidak akan pernah berakhir? Kamu bergerak
dan kamu terus bergerak. Itu (bumi) tidak pernah berakhir karena itu adalah sebuah bulatan
(bundar). Jika itu ada akhirnya, itu tidak akan selalu melar. Untuk bisa melar dan bergerak keluar
yang tidak terlihat, maka tafsir ini mengartikan bahwa bumi bundar.

Kami telah membuatnya lurus dan itu tetap sebuah lingkaran. Kebesaran macam apakah itu?
Pertimbangkan! Ketika kamu bergerak dari Selatan ke Utara, kamu tidak jatuh (terlepas dari
bumi). Kamu selalu berdiri tegak, tidak pernah miring. Meletakkan sebuah cangkir pada buku.
Miringkan buku itu dan cangkir itu jatuh. Mengapa itu jatuh? Bilamana itu miring tidak harus
jatuh. Apa yang mencegahmu dari miring, dan jatuh? Kamu selalu nampak berdiri tegak. Allah
meletakkan gaya tarik bumi. Apakah itu? Di manakah itu? Kekuatan apakah itu? Dapatkah kamu
melihatnya? Mengapa kamu tidak dapat melihatnya? Mengapa kita percaya kepada ilmu
pengetahuan, ketika mereka mengatakan gaya tarik bumi, namun ketika Allah bersabda, “Aku
ada” kita tidak percaya? Kita percaya karena cangkir itu tidak jatuh. Mengapa kamu tidak hidup
selamanya? Apa yang membuatmu mati jika dunya ini tidak menghilang? Apa bedanya – mereka
dibuat dari atom. Mengapa kita mati? Permadani itu tidak mati. Cangkir tidak mati. Sepatu tidak
mati. Karang tidak mati. Mengapa kita harus mati dan mereka tidak mati? Mengapa aku harus
percaya gaya tarik bumi, tunjukkan itu padaku. Bukan melalui percobaan namun tunjukkan gaya
tarik bumi kepadaku. Ya, kamu bisa merasakan gaya tarik bumi, namun kamu tidak merasakan
kehadiran Allah?

Karena mereka percaya akan apa yang dikatakan para ilmuwan, mereka harus percaya kepada apa
yang dikatakan Nabi (s.a.w.).

“Alam naj`al il-arda meehaadan.”

sebuah tempat untuk hidup dan untuk istirahat, seperti sebuah buaian bagi seorang bayi.

“Wal-jibaala awtaada”

– “Dan pegunungan sebagai pegangan .” Itu artinya bahwa jika pegunungan itu tidak disana apa
yang akan terjadi. Itu akan bergetar. Allah meletakkan pegunungan untuk membuatnya sangat

                                                                                                  5
stabil. Tanpa pegunungan, apa yang terjadi – itu akan bergetar/berguncang. Allah meletakkan
shalat bagi kita seperti pegunungan pada bumi agar supaya kita tidak terguncang. Nabi berkata,
“al-salaat `imad ad-deen” – Salaat adalah tiang agama. Kalau tidak demikian kamu akan
berguncang, kamu akan menjadi tidak seimbang. Shalat adalah untuk membuat ego mu stabil. Jika
tidak begitu kamu akan menjadi seperti Fir’aun, yang mengatakan

“ana rabbukum al-`ala.”

- “Aku tuhanmu yang paling tinggi.” Bukan, kamu bukan apa apa. Shalatmu adalah untuk
menstabilkan egomu, jika tidak begitu dia akan melompat keluar dari dirimu.

Kami membuatnya sebagai pegangan untuk mencegah bergeraknya (bumi). Jika dia bergerak,
maka itu menjadi bencana bagi semua. Bila Allah mau memusnahkan sebuah tempat, Dia
memerintahkan gunung untuk bergerak dari dalam. Dimana mereka menghantam tiang/pegangan,
di akarnya, mereka mengguncang nya sedikit. Dia memerintahkan para malaikat, mengguncang
akar/dasar gunung itu. Atau Dia memerintahkan gunung api membuat letusan dari akar
pegunungan tersebut.

Siapa pegangan/tiang manusia/kemanusiaan? Mereka adalah para nabi. Siapa yang paling agung,
yang paling kuat, paling perkasa sebagai tiang ummat manusia – itu adalah Nabi Muhammad
(s.a.w.). Dalam sahih al-Hakim dari Ibn `Abbas (r), “Ketika Allah mau menciptakan ciptaan Dia
mengirim angin dan angin ini meniup habis (menerbangkan) air.” Ketika air menyelimuti seluruh
muka bumi, Dia mengirimkan angin, dan itu meniup habis air. Ketika (air) itu ditiup maka yang
pertama kali diambil adalah dari tempat yang disebut hashafa, yang berada di bawah Ka`ba. Dari
sana, Allah mengembangkan (dijembreng - Jawa) bumi, sampai mencapai sejauh apapun yang
dikehendaki Allah dari tul wal `ard – bujur (longitude) dan lintang (latitude). Ketika Dia
mengembangkan bumi [mahd artinya mengembangkan, namun tetap berbentuk bulat]. Dan
dengan cara ini [hakadha wa hakadha – dan bangsa Arabs selalu menggerakkan tangan mereka
dalam garis lengkung, bukan garis lurus] Allah membuat gunung gunung untuk membuat bumi
stabil dan Abu Qubays adalah gunung pertama yang ditempatkan di bumi.”

Jadi Awtad adalah tiang (berbentuk) kerucut untuk bumi. Dan Nabi adalah pegangan (tiang) untuk
ummat manusia. Dan `ulama adalah pegangan untuk dunya – “al-`ulama warithat al-anbiya” –
karena ‘ulama adalah ahli waris para Nabi. Abi Sa`eed al-Kharaaz, salah satu `ulama terbesar
pada jamannya ditanya tentang Awtad dan Abdal. Dia ditanya mana yang lebih tinggi– apakah
Pegangan lebih tinggi atau Pengganti. Dia menjawab Pegangan, karena Abdal (Pengganti)
berubah dari keadaan satu ke keadaan lainnya. Awtad, mereka mencapai kesempurnaan karena
mereka stabil seperti gunung. Sebuah gunung tidak berubah, selalu dalam posisi yang sama.

[Imam Ahmad meriwayatkan dari Nabi (s.a.w.) bila kamu tersesat di hutan atau di padang pasir,
panggillah `ibadullah ayi`unee atau aghithnee.] Ibn `Ata berkata, “Awtad adalah manusia
istiqama wa as-sidq, langsung dan jujur. Ahwaal tidak pernah merubah mereka dan mereka
berada dalam maqam tamkeen – stabilitas (kemantapan). Dia pada level sempurna stabil.

Awtad ada empat dari ummat manusia. Yang pertama dari mereka menjaga Timur. Namanya
menurut awliya’Allah adalah Abdul Hayi. Yang kedua menjaga Barat dan namanya adalah Abdul
Aleem. Yang ketiga yang menjaga Utara disebut Abdul Mureed. Yang keempat menjaga Selatan
adalah Abdul Qadir.

Sedang Abdal ada tujuh dan beberapa hadith mengatakan 40. Menjaga dan memelihara melalui
ijin dan warisan rahasia Nabi (s.a.w.), mereka selalu di dunya, seorang meninggal dan seorang
lain menggantikannya, dan seterusnya berulang karena mereka selalu ada di dunya.

                                                                                                6
Selanjutnya kita akan melanjutkan dengan Wakhalaqnakum azwajan “dan tidakkah Kami
menciptakan kamu berpasangan?” Mereka berselisih dengan Nabi (s.a.w.). Allah bertanya,
“Bukankah Kami menciptakan kamu berpasangan?” Allah swt bersabda kepada mereka, “Segala
sesuatu yang Aku ciptakan adalah berita besar. Bukankah Kami telah menciptakan kamu
berpasangan?” Itu artinya, “Segala sesuatu yang Aku ciptakan dalam hidup ini saling
menyeimbangkan. Segala sesuatu yang kamu bayangkan, jika ini hitam, yang itu putih – itu
adalah sebuah pasangan. Segala sesuatu harus dibuat seimbang dalam pasangan. Jika kita
memiliki buruk, kita memiliki baik, itu adalah sebuah pasangan. Allah adalah Pencipta Terbaik;
Dia adalah Pencipta dan Hakim Terbaik. Dia menciptakan segala sesuatu dengan bijak dan
seimbang. Kami menciptakan kamu dalam pasangan, lelaki dan perempuan. Lelaki tanpa
perempuan tidak dapat hidup (sempurna), perempuan tanpa lelaki tidak dapat hidup. Itu adalah
ummat manusia. Dalam dunia fauna (hewan) terdapat betina dan jantan juga. Tanpa betina, jantan
tak dapat hidup, dan sebaliknya. Kita mendapatkan bahwa pepohonan saling menyatu (mate)
ketika angin bertiup mereka menyatu, atau terjadi penyerbukan, dibuahi, di dalam diri sendiri,
memiliki jantan dan betina dalam diri mereka sendiri. Dan itu tidak memberinya buah; maka kita
menyebutnya sebagai sebatang pohon liar. Apa yang mereka lakukan padanya jika dia tidak
menghasilkan. Mereka mencangkokkan ranting pohon lain kepadanya. Mengapa – untuk
membuat mereka berpasangan, untuk menyatukan mereka. Penyatuan satu dengan lainnya itulah
yang membawa rahasia kehidupan itu. Tanpa saling penyatuan itu, itu berbeda dari cara
kehidupan yang standar. Dan itulah sebabnya mengapa penciptaan Sayyidina `Isa (as) adalah
sebuah mukzizat dan penciptaan Sayyidina Adam adalah sebuah keajaiban. Semua lainnya
diciptakan melalui jalan pasangan.

Lihatlah pada rembulan dan matahari. Jika tidak ada matahari, tidak ada cahaya dan jika tidak ada
rembulan, tidak akan ada hisab, tidak ada cara untuk menghitung bulan. Itu menunjukkan awal
bulan dan akhirnya. Dua benda bercahaya di langit– rembulan dan langit (?), saling melengkapi.

Ummat manusia, tanpa keseimbangan ruhaniah (spiritual) terhadap raga fisik, kamu tak akan
hidup. Itu adalah dua penyatuan dari dua unsur yang berbeda, raga dan jiwa. Segala sesuatu Allah
berikan kepada kita, Dia bersabda “Aku mencipta (segala sesuatu) berpasangan.” Seperti kaya dan
miskin. Seperti kesehatan dan penyakit. Seperti ilmu dan tidak tahu, kekuatan dan kelemahan,
lelaki dan perempuan, tinggi dan rendah. Dengan kebijakan Nya, Allah telah membuat segala
sesuatu berpasangan. Bahkan atom – kamu lihat elektron negatif, dan proton positif dan mereka
sama, saling menyeimbangkan di dalam atom itu. Untuk setiap 6 elektrons, terdapat 6 proton; 100
negatif dengan 100 positif.

Jadi itu adalah keharusan bahwa setiap segala sesuatu berpasangan. Dia memberi mu akal dan Dia
memberimu qalbu; akal dan raga untuk dunya dan qalbu untuk akhira. Allah bersabda “Bukankah
bahwa ciptaan berpasangan sudah cukup sebagai sebuah tanda bagimu untuk memahami
KeAgungan Ku? Aku membuat segala sesuatu lelaki dan perempuan.” Jika kamu berpikir sedikit
saja, satu pikiran mini, tentang bagaimana Allah merencanakan lelaki dan perempuan, dalam
kuasa Nya “kun faya kun”. Bagaimana mereka menyatu untuk memunculkan generasi?
Mekanisme seperti itu adalah di luar lamunan (imaginasi).

Mereka berbicara tentang penemuan ilmu pengetahuan (sains), penemuan sains apa? Mereka
bangga tentang sel cangkok (stem?). Seperti merekalah yang menciptakan dinamit (dynamite)?
Mereka hanya menggunakan apa yang sudah ada di sana. Dapatkah mereka membawa sebuah sel
cangkok yang tidak hidup dan memberinya hidup. Dan mereka masih menggunakan nya dan
mereka masih harus menanamnya dan menempat kannya di mana yang seharusnya agar supaya
dapat tumbuh (di dalam rahim ibunya).


                                                                                                7
Mereka berbicara tentang rembulan, bahwa tidak terdapat spesie hidup di rembulan. Mengapa?
Karena itu terlalu dingin, tak satupun dapat hidup di rembulan, tak satupun hidup di Mars. Siapa
yang memberi tahu mereka? Siapa yang memberi tahu bahwa tak satupun hidup di rembulan. Jika
mereka tak dapat melihat, maka mereka bodoh. Siapa memberi tahu mereka bahwa tidak terdapat
kehidupan di dalam rembulan? Bagaimana kita tahu tidak terdapat kehidupan di dalam rembulan?
Mengapa kita harus percaya kepada mereka?

Lihatlah pada DNA Dapatkah mereka melihatnya dengan mata mereka? Bisa saja Allah
meletakkan sesuatu di rembulan sebuah benda hidup yang tidak dapat mereka lihat. Kini mereka
membuat percobaan, kini mereka mendapatkan bahwa sebuah DNA dapat mengambil informasi
dari 1 juta buku. Dan bahwa DNA adalah sebuah rancangan lengkap untuk seluruh waktu
hidupmu. Dari sejak saat penciptaanmu di dalam rahim ibumu sampai kamu meninggal. Berapa
banyak kamu akan makan, berbicara, berjalan atau bekerja. Setiap kegiatan yang akan kamu
kerjakan dalam seluruh hidupmu telah tercatat di sana. Seperti sebuah cetak biru.

Mereka mengatakan bahwa jika temperatur menjadi terlalu rendah kami mati. Mengapa kamu
mati? Bagaimana mereka mengawetkan sel cangkok dan embrio ini? Pada –30° C. Lalu mengapa
Allah tidak akan menciptakan ciptaan di rembulan dan mereka tidak akan hidup? Mereka
mengeluarkannya dari pendingin (freezer) dan membuahi telur itu dan itu menjadi hidup. Siapa
yang memberinya ilmu itu? Mereka mengatakan Allah tidak dapat melakukan itu, namun mereka
dapat melakukannya, jika mereka tidak dapat melihat sel cangkok dengan mata mereka, dan
mereka mengatakan di Rembulan atau di Mars tidak terdapat kehidupan? Mereka bahkan tidak
dapat melihat apa yang berada di antara kedua tangan mereka, namun mereka mau mengatakan
bahwa tidak ada kehidupan di Mars dan di Rembulan.

Allah menciptakan segala sesuatu dalam pasangan. Coba silahkan mereka menciptakan sesuatu
yang hidup dari nol. Silahkan mereka duduk dan meniup dan mengatakan kami menciptakan
lelaki & perempuan. Mereka masih bekerja dengan apapun yang diberikan Allah kepada mereka.
Mereka tidak dapat melangkah lebih jauh. Jika Allah membuka bagi mereka beberapa penemuan,
itu hanyalah apa yang Dia berikan (anugerahkan) kepada mereka. Bukan berarti bahwa mereka
dapat menciptakan seorang manusia – Allah akan membinasakan mereka. “Dan membuat tidurmu
sebagai waktu istirahat.” – Kami berikan kamu itu. Sebagaimana tubuh memerlukan istirahat,
begitu juga ruh memerlukan istirahat. Allah memberikan tubuh dan seluruh sistem untuk istirahat.
Allah memberimu kekuatan itu untuk membuatmu santai. Jika itu perlu untuk tubuh, apa yang
kamu pikir perlu untuk ruh (spirit). Segala sesuatu dalam keseimbangan : kaya-miskin, sehat-
sakit, baik-jahat. Segala sesuatu dalam berpasangan. Maka jika terdapat santai untuk tubuh,
terdapat juga santai untuk spirit. Santai untuk tubuh adalah berada dalam keadaan seperti mati.

Allah bersabda, “dan membuat tidurmu sebagai istirahat.” Dan menurut Nabi s.a.w.” ketika kamu
tidur Allah mengangkat ruh mu dari tubuh,” kamu menjadi seperti orang mati. Jadi apakah santai
untuk ruh? Allah bersabda untuk membuat ruh santai, seseorang harus tidur dalam keadaan suci
(wudhu). Shalat dua raka`at dan tidur. Ketika kamu tidur ruh mu keluar (dari ragamu). Jika tanpa
wudu ruh akan tinggal di antara langit dan bumi. Untuk mereka yang tak beriman, tinggal di
kegelapan. Untuk mereka yang beriman dalam keadaan wudhu, (ruh) itu akan pergi dan sujud di
bawah Singgasana (Arsy), dan itu akan diberkahi untuk berenang dalam samudera dhikrullah.
Allah akan memberkahi nya dan mengkaruniai Rahmat Nya kepadanya. Dalam kepasrahan dan
sujud sepenuhnya. Itulah sebabnya tidur itu penting. Ruh itu berada di sana dalam `ibadat penuh.
(Tidur) Itu akan ditulis sebagai `ibada sepenuhnya. Jika tidak dalam wudu, kamu tak tahu berada
dimana, atau kemana perginya ruh mu.

Itulah sebabnya Allah bersabda : membuat tidur sebagai istirahat. Bahwa orang mati adalah
seperti orang tidur. Ketika berada dalam tidur yang dalam, kamu tidak merasakan apapun yang

                                                                                               8
berada di sekitarmu. Jadi ambil contoh dari apa yang diberikan Allah di malam hari. Jika Allah
tidak mengirim kembali ruhmu, maka selesailah kamu. Kamu akan tinggal di sana seterusnya.
Ketika kamu siap untuk tidur, katakanlah, “Ya Rabbi hamba akan berada di antara kedua tangan
Mu, jika Engkau mengirimkan hamba kembali, hamba berbahagia dan jika tidak,…” ingatlah
adanya akhira. Jika Allah mencegah (ruh) kamu masuk kembali ke tubuh mu, mobilmu akan
hilang, kesehatanmu akan hilang, isterimu akan diambil orang lain, setelah kamu, stocks (surat
berharga) mu akan hilang, … jadi kerjakanlah (kewajiban) akhira mu seperti kalau kamu akan
mati besok. Atau kalau tidak, kamu akan merugi.

“Kami telah membuat tidur mu sebagai (waktu) istirahat”. Subata adalah putusnya segala
hubungan dengan yang kamu kerjakan di dunya. Dan itu datang dari (akar kata) as-sabti, artinya
sesuatu yang diputus. Diputuskan, maqtu`. Kamu tidak dapat melakukan apapun, terlarang. Kamu
di bawah perintah Allah, santai. Itulah sebabnya sabt, hari ke enam dalam seminggu, yang disebut
oleh orang Yahudi sebagai Sabbath adalah hari di mana tidak ada kegiatan. “Wa ja`alna
nawmakum subatan.” Pada saat itu kamu terputus hubungan, tidak dapat melakukan kegiatan
apapun. Kamu berada di antara tangan Allah swt.

Mengapa itu disebut subata, atau Sabbath untuk Yahudi? Allah menciptakan langit dan bumi
mulai Minggu ke Jum’at dan pada Sabtu segala sesuatu selesai (komplit), tidak ada yang
dikerjakan. Allah menciptakan segala sesuatunya dalam enam hari dan Allah tahu apa itu yang
disebut enam hari. Dia menciptakan semuanya dalam enam hari, Ledakan Agung (big bang) itu,
“kun fayakoon.” Itu diciptakan ditempatnya.
.
Mereka mengatakan terjadi sebuah Ledakan Agung (big bang). Mereka katakan sebuah ledakan
yang di luar proporsi, terjadi pada “saat nihil/nol” Nol adalah masih sebuah angka. Kamu
mengatakan zero dollar artinya kamu tidak lagi memiliki sebuah dollar pun, namun itu masih
menggambarkan sesuatu. Kamu mengatakan zero dollar, tetapi itu adalah sebuah angka yang
menggambarkan ketiadaan sesuatu.

Jadi ada apa sebelum nol/zero dan bagaimana itu terjadi dari no-zero ke zero. Apa yang terjadi
dalam kurun waktu itu? Dari zero ke big-bang itu meledak. Jika kamu membawa sebuah bom dan
kamu melemparkannya dan itu meledak, apa yang terjadi? Segala sesuatu hancur berkeping.
Kehancuran ini ketika terjadi big bang, itu berkeping keping dalam hampa udara (vacuum).
Ketika sesuatu terjadi dalam hampa udara/vacuum, seperti jika mereka pergi ke rembulan atau
pergi dalam pesawat ulang alik (space shuttle). Ketika kamu melihat itu terbang tinggi, mereka
melayang, mereka terbang. Wow – tidak ada gaya tarik bumi/gravity. Jadi tidak ada gaya tarik
bumi/gravity. Ketika terjadi big bang itu dalam ruang hampa di mana tidak terdapat gaya tarik
bumi, maka segala keping keping itu memancar menjalar ke segala arah. Namun kita tidak
melihat itu menjalar, itu semua berhenti. Matahari pada tempatnya, rembulan pada tempatnya,
bintang bintang menetap. Jadi mengapa itu semua berhenti?

Seperti sebuah reaksi atom – apakah itu berhenti? Itu berjalan dengan kekuatan penuh ke
depan/maju. Hal satu satunya yang akan menghentikannya adalah bila ada kekuatan lain yang
melawan (akibat ledakan tadi). Itu (kekuatan yang melawan) harus persis sama pada saat yang
tepat dan waktu yang benar dan kekuatan yang benar dan itu akan menghentikan semua
butiran/particle yang hancur dalam ledakan (big bang) tadi. Kemungkinannya itu terjadi secara
demikian adalah begitu rendah, sehingga tidak seorangpun dapat membayangkannya. Untuk
menghentikan kekuatan ledakan/big bang itu pada saat yang betul, lingkungan yang betul, untuk
berimpit dengan yang datang dari waktu sebelumnya – itu untuk terjadi sangat tidak mungkin.


Siapa yang menghentikan itu? Siapa yang membuat itu berhenti. Kekuatan yang persis sama pada
saat yang tepat dan lingkugan yang benar akan menghentikan segala sesuatu.
                                                                                                 9
Segala sesuatu hanya bergerak dalam satu arah. Dalam sebuah ledakan, gerakan itu terpisah pisah,
dengan setiap butiran menuju ke arah yang acak. Allah menghentikan matahari dan seluruh
sistem solarnya dalam rangka nisbi, nisbi terhadap galaxy nya dan galaxies nisbi satu sama
lainnya, dalam sebuah sistem yang seimbang/symmetris.]

[“tajrii li-mustaqarrin laha” – itu artinya itu akan melanjutkan gerakan nya, sampai hari
pengadilan, ketika itu mencapai akhirnya. Atau itu bergerak selama siang hari sampai mencapai
matahari terbenam.]

Segera setelah Allah bersabda, “Kaf” dari ‘kun’, kemudian ketika Dia mengatakan, “Nun” sisa
kata itu, itu menghentika semua gerak mekar (expansi). Kemungkinan itu terjadi sangat tidak
mungkin dihitung. Bahkan jika sekiranya kamu naik ke sepuluh pangkat sepuluh juta, itu tak akan
terjadi. Sepuluh pangkat seratus di atas sepuluh pun sudah tidak dapat digambarkan secara
matematis atau secara bahasa sains. Lalu apa ang kamu pikir tentang kekuatan melawan itu yang
menghadang setiap bintang di setiap galaxy. Mereka mengatakan terdapat 3 miliar galaxies.
Mereka mengatakan terdapat 300 milyar bintang dalam setiap galaxi.

Untuk setiap bintang terdapat sebuah gaya / kekuatan yang melawan untuk membuat bintang itu
berhenti. Dia menyebut kata itu subata, wa ja`lna…. Untuk mengatakan sesuatu maqtu`. Aku
menciptakan pada hari Minggu dan berhenti pada hari Jum’at. Itu adalah waktu untuk ‘nun’ itu
menyambung ke pada ‘kaf’. “Amruhu bayn al-kaf wal-nun.” Ketika perintah itu terjadi itu
memerlukan enam hari. Dalam enam hari itu bintang bintang dan galaxi diciptakan. Dan itu
bukanlah semua ciptaan. Bagaimana dengan langit (surga = heavens). Itu yang tidak dapat kamu
lihat dan itu terkait dengan akhira. Itu semua terjadi dalam enam hari.

Itu artinya pada hari itu, nun tersambung dengan ‘kaf’, pada hari sabt, yang disebut dalam bahasa
Arab sabt, hari ke tujuh. Minggu, sebagaimana itu disebut, Allah menciptakan langit dan bumi
dari Minggu sampai Sabtu, dan itu memerlukan enam hari bagi nun untuk mencapai ‘kaf’ dan
kemudian berhenti. Apakah keagungan Allah swt. Ketika ledakan / big bang itu diperkirakan
terjadi, butiran butiran itu dilemparkan keluar (menjauh dari asalnya) tanpa satupun yang
menghentikan mereka. Miliaran atau lebih butiran, miliaran apa yang Allah kehendaki tercipta,
planets, dsb. Dalam hampa udara. Dan tidak terdapat gaya tarik berat / bumi untuk menghentikan
mereka, karena itu jauh melebihi dari kekuatan gaya tarik bumi. Kekuatan pada bagian terdalam
dari ledakan / big bang adalah gaya yang berbeda, kekuatan yang terbesar adalah di pusat big
bang. Mereka yang berada di bagian luar bergerak keluar, dan mereka yang berada di pusat itu
akan didorong dengan kecepatan yang lebih cepat dengan gaya yang berbeda.

Itu artinya masing masing butiran bintang, dsb. mengalami kekuatan/gaya yang berbeda arah
maupun besarnya. Itu artinya untuk menghentikan semua partikel itu memerlukan kekuatan yang
sama namun berlawanan arah. Dan jika ada satu saja di natara mereka yang masih bergerak
(menjauh dari pusat ledakan tadi), maka setiap segala sesutau akan mulai saling berbenturan dan
persis seperti yang terjadi di meja billiar, maka segala sesuatu berada dalam bencana. Mereka
mengkhawatirkan bahwa sebuah asteroid (pecahan bintang) besar akan menubruk bumi dan dapat
mengakibatkan sebuah pemusnahan yang sempurna.

Dan jika segala sesuatu bergerak dengan arah yang secara acak berbeda, apa yang dihadapi
masing masing partikel itu untuk membuatnya berhenti subata? Apa yang dapat kamu bayangkan
daya yang melawan kekuatan itu? Apakah ada ledakan lainnya yang melawan kekuatan ledakan
big bang yang pertama. Atau apakah itu tangan qudra Allah, kekuatan Nya yang tanpa batas, yang
menghentikan setiap partikel. Dia tidak perlu menggunakan tangan untuk menghentikan mereka
semua, Kekuatan Nya berada di dalam “kun fayakoon”. Jadi menurut theory mereka apa yang

                                                                                                10
menyebabkan planets dan benda benda itu berhenti? Kekuatan listrik dan magnet jenis apa yang
menghentikan mereka? Apa yang menggerakkan planet planet dan benda benda dalam hampa
udara dan menyeimbangkan mereka, di tengah tengah. Ketika Allah bersabda, “kun fayakoon”
kali lain, maka semua segala sesuatu akan ambruk (collapses). Pada saat Dia bersabda, “liman al-
mulki al-yawm” dan itu semua milik Allah. Kemudian Dia menghancurkan segala sesuatu

Segera setelah Dia menarik kembali semua kekuatan ini, segala sesuatu akan ambruk. Itu adalah
sedemikian sehingga apapun teorinya yang sesuai dengan kemungkinan (probability) tidaklah
mungkin ini dilakukan. Mereka bicara tentang ilmu/sains. Jika kamu mengambil sejumput
dynamite dan meletakkan nya di belukar dan meledakkannya, dan itu hancur, dapatkah kamu
memasang sebarang daya kekuatan untuk menghentikan setiap potong pecahan kaca di udara.
Allah menghentikan itu di ruang hampa dan menghentikan itu begitu rupa tanpa gaya tarik/berat,
dan menghentikan mereka sehingga mereka berputar pada porosnya dan menghentikan beberapa
sampai mereka berputar mengelilingi planet lain atau matahari dan menghentikan beberapa
sehingga mereka berputar sedemikian rupa yang tidak kita ketahui tentangnya. Dan mereka
dengan bangga sambil lompat turun naik berbicara tentang penemuan kecil yang mereka perbuat.

Tidur itu yang diciptakan Allah adalah seperti semacam kematian. Kematian yang ini adalah
sebuah kematian sementara, yang kamu akan kembali hidup lagi. Allah sedang menunjukkan
bahwa ketika Aku membawamu balik menjadi hidup dari tidurmu, Aku dapat membawamu hidup
kembali dari kematian sempurna. Yang satu itu tidur di tempat tidurnya, kamu memandangnya
dan kamu tidak tahu apakah dia hidup atau mati? Kamu harus memeriksa apakah dia bernapas
atau tidak, apakah jantungnya masih berdetak atau tidak? Persis seperti Aku dapat membawamu
kembali dari tidur nyenyak di pagi hari, Akupun dapat menghidupkan kamu kembali pada hari
kebangkitan. Apakah rahasianya ketika kamu tidur kamu tidak sadar, Aku mengambil (kesadaran)
nya dan kamu kehilangan semua kesadaran dan Aku meletakkannya kembali dan kamu menjadi
sadar sekali lagi.

Awliya-Allah, mereka dibebaskan oleh Allah pada setiap saat mereka mencapai kondisi demikian,
dalam kehidupan mereka, “muutu qabl an-tamut.” Karena dia mengendalikan egonya, membuat
egonya mati. Awliya, pewaris para sahaba, meninggal sebelum ajal mereka, artinya ruh mereka
dibebaskan dari kurungan tubuh mereka. Mereka melakukan ini dan mereka mampu mengatakan,
“bacalah awrad(wirid) ini, dan kamu akan selamat, bacalah al Qur’an dan kamu akan baik baik
saja.” Mereka melihat apa yang ada dihadapan (masa depan) mureed nya agar supaya
mengingatkan mereka, memberi mereka petunjuk, untuk melindungi mereka.

“Wa ja`alna nawmakum subata.” Istirahat – istirahat apa. Dia menciptakan ciptaan dalam 6 hari
dan kemudian berhenti. Ada sebuah petunjuk disini, jika kamu melakukan ibadahmu, dan
mengikuti jalan Sayyidina Muhammad, maka kamu akan mencapai keadaan istirahat, sebuah
keadaan damai di mana kamu tidak melihat adanya kesukaran. Aku akan membuatmu berenang
dalam samudera istirahat, dan santai. Pada saat itu kamu akan dianugerahi cinta abadi, rahmat
rahim abadi. Kamu akan diberkahi dan dibusanai dari cahaya Ku dan Nama Ilahiyyah dan Sifat
Ku. Pada saat itu kamu akan berkata tentang apapun, Ya Rabbi, mohon lakukan ini, tolonglah
yang ini, sembuhkan yang ini dan Allah akan menerima doa mu dan menyembuhkan orang itu.
Itulah sebabnya para shahabat mendatangi Nabi s.a.w. dan minta do’anya. Karena do’a Nabi
s.a.w. tak pernah ditolak. Setelah Nabi s.a.w., do’a para Sahaba tak pernah ditolak. Setelah para
Sahaba, do’a awliya tak pernah ditolak.

Ya Allah karuniakan kami ilmu baka (eternal), cinta dan keindahan, dan jalan kepada itu semua.
Al Fatiha.



                                                                                               11
Surat an-Naba, ayat 10-13

Rabu, September 12, 2001

Audhubillahi minash-shaytan ir-rajeem Bismillah ir-Rahman ir-Raheem
Nawayta al-arba`een….fee hadha al-masjid

Kita akan melanjutkan, insha-Allah, memberi komentar tentang Surat an-Naba. Kita telah sampai
di “wa ja`alna nawmakum subaatan.” Hari ini kita mulai dengan “wa ja`alana al-layla libasan”
– dan membuat malam sebagai sebuah selimut. Allah swt bersabda, “dan membuat siang hari
sebagai sarana untuk mencari rejeki.”

Itu artinya Allah swt, memberi kita, karena Dia mengatakan, Kami menciptakan kamu
berpasangan, jadi segala sesuatu berpasangan, dan kita menggambarkan tentang ini di waktu lalu,
Dia mengatakan sama Dia mengatakan ard, Dia mengatakan sakit dan sehat, sakit dan sehat …

Segala sesuatu dalam keadaan seimbang. Ketika Allah mengatakan Kami membuat malam
sebagai sebuah selimut, itu artinya Dia membuat kamu sebuah waktu istirahat, untuk
menggunakan waktu buat santai. Dan layl berarti apa? Apakah malam itu, sebagai lawan siang.
Dia mendatangkan gelap. Cahaya mendatangkan gemerlap matahari, itu mendatangkan siang hari,
kamu melihat segala sesuatu. Pada malam hari suasana itu gelap. Kami telah membuatnya untuk
menutupi dosa-dosamu, karena dosa dosa memperlihatkan sisi gelap seseorang. Kamilah Selimut
atas dosa dosamu. Dengan itu Kami pun menutupi mu agar tidak melakukan dosa, dengan
menyelimutimu dengan tanpa cahaya, tak satupun dapat melihat, dengan rahmat Allah,. Allah
adalah as-Sattar- Dia adalah Sang Penyelimut. Dia tidak mengungkapkan apa-apa hal salah yang
dikerjakan abdi Nya, namun tetap menutupinya. Itu artinya Kami menutupi dosa dosamu dengan
Rahmat Ku. Dan seiring tobat mu, Kami meningkatkan kamu dalam spiritualitasmu, dalam
cahaya jantungmu, cahaya para awliya, cahaya yang diperlukan untuk menerima kebutuhan/rezeki
(sustenance). Kebutuhan (sustenance) bukan hanya berbentuk makanan, namun segala hal yang
meningkatkan spiritualitas adalah kebutuhan (sustenance).

Kami telah membuat malam sebagai sebuah selimut. Menyelimuti kesalahanmu. Selimut adalah
seperti sebuah kain. Aku suka menyelimutimu, jangan memperlihatkan sisi gelap dirimu sendiri.
Tetaplah sisi gelapmu tertutupi dan pertahankanlah hari hari (siang = terang) Islam. Allah
membuat selimut untuk menutupi apapun keburukan yang kamu kerjakan. Perkawinan adalah
separuh dari agama. Nabi s.a.w. menggambarkan bahwa perkawinan itu adalah ½ dari agama. Itu
untuk melindungi kamu dari jatuh kedalam dosa. Dia mencipta isteri (pasangan) sebagai selembar
selimut bagi suaminya (pasangan) dan sebaliknya begitu juga..Tanpa seorang suami, isteri itu
tanpa selimut, dan tanpa seorang suami, isteri itu tidak punya selimut terhadap dosa. Sisi gelap itu
akan menariknya ke dalam dosa, tetapi dengan (adanya) isteri atau suami, hal itu menjadi
terselimuti. Bagaimana (agar) tertutupi - bertaubatlah dari dosa dosamu. Dan Dia membuat
bagimu sebuah selimut bagi mereka dan mereka selembar selimut bagi mu, dan sebaliknya. Untuk
bersantai dan berkelakar dengan keluargamu.

Allah membuat nya sebagai tempat untuk tidur, yang adalah saudara dari kematian, seperti ketika
kamu meninggal, itu menarik ruh kamu. Kemudian ketika kamu berada dalam liang kubur, maka
tidak ada satupun lainnya yang hadir di sekitar. Kamu berada dalam sebuah lubang sempit dan
terdapat kegelapan di sana. Kuburan mu bisa seperti surga atau seperti lubang neraka. Jadi itu
adalah yang harus kamu ketahui, tidur sebagai simbol dari kematian : tidak ada keluarga, tidak
ada anak anak, tidak ada tetangga. Pada saat itu kamu sendirian di dalam liang kubur. Apa yang
akan kamu katakan kepada Tuhanmu? Itu adalah tempat (waktu) untuk mengingat Tuhanmu.
Itulah sebabnya malam adalah satu waktu untuk meditasi ketika semua orang tidur. Katakan

                                                                                                 12
“tidak seorangpun bersama saya. Saya datang kepada MU.” Jika kamu mendekati Allah melalui
meditasi pada saat itu, Dia akan membuka cahaya Nya bagimu, cahaya spiritual Nya, untuk
meningkatkan spiritualitas dan mengangkat kamu ke dalam Hadhirat Ilahiyya, dan Kami membuat
siang sebagai cahaya (terang).

Dia akan membuat hari bagi qalbumu, cahaya bagi qalbumu, sebuah tempat untuk membesarkan
kamu, dan Dia membuat cahaya itu, sebuah (sarana) peremajaan bagi qalbumu, yang akan
memberimu sebuah hidup baru, air mancur peremajaanmu, yang dicari Khidr, dan dengan air
mancur itu memancar dari qalbumu, itu akan menjadi cahaya qalbu dan itu akan menjadi
pemenuhan kebutuhanmu (sustenance). Dikatakan bahwa Allah swt bersabda, “tidakkah Kami
membuat bumi datar bagimu untuk tinggal di dalamnya seperti sebuah buaian (crib – tempat tidur
bayi).” Bumi itulah al-bashariyya yang adalah qalbumu. Bumi yang seperti buaian itu adalah
dasar / pondasi bagi qalbumu untuk memahami Tuhanmu dan bagimu untuk santai melalui
mediasi mu yang dikaruniakan Allah bagimu di dalam qalbumu.

Ketika kamu membuat qalbumu sebagai buaian untuk mu, dan Allah bersabda, “dan Kami
membuat gunung gunung sebagai tiang”, Dia membuat bumi sebuah ruang yang luas – pada saat
itu ketika kamu membangun dirimu keatas, Dia meperluas qalbumu begitu luasnya,
mengembangkannya begitu rupa sehingga pada waktu itu, Dia akan membuat gunung gunung
dalam qalbumu, gunung sebagai tiang, membangun egomu yang bagus, dan memusnahkan ego
buruk, dan membangun nafs al-mutma’ina, untuk membangun mi`raj yang agung itu bagimu
untuk mencapai maqam yang lebih tinggi dari tanah dasar. Dari buaian qalbu, kemudian Dia
membangun gunung gunung seperti mi`raj, untuk menganugerahkan Rahmat Nya bagimu dan
tajalli tajalli itu. Itulah sebabnya Dia bersabda, rumah Tuhan adalah qalbu orang beiman. Dan Dia
bersabda, tidaklah langit Ku ataupun bumi Ku dapat menampung Aku, hanya qalbu qalbu abdi Ku
yang beriman yang memuat Aku.

Dia memperluas qalbumu sangat luasnya, dan kemudian membangun tiang tiang bagi qalbu,
mi`raj yang membuatmu naik. Pada saat itu Dia bersabda, “dan Kami membuat kalian
berpasangan” dan pada saat itu Dia akan menyatukan ruh dengan jiwa yang damai, dan saat itu
qalbu yang adalah bagian lelaki dari manusia, dan nafs adalah bagian perempuan dari manusia,
dan Dia akan menyatukan mereka pada saat itu, membuat mereka sebagai sebuah pasangan (zawj)
dan Dia membuat qalbu dan ego damai menyatu, pada saat itu Dia bersabda, “kami membuat
tidurmu sebagai waktu istirahat”

Pada saat itu kamu akan dalam keadaan tidur, berserah diri kepada kehendak Allah. Dia
menciptakan kamu dalam pasangan, qalbu dan ego damai, dan Dia membuatmu menyatu dalam
malam jiwa istirahat itu, dan kemudian kamu akan mencapai penyerahan, yang adalah seperti
mati. Simbol tidur adalah berserah diri kepada kehendak Allah. Ketika kamu tidur Kami
membuatmu santai. Pada saat itu Dia mengambil semua keinginan duniawi dari qalbu dan pada
saat itu kamu menyerah kepada samudera spiritualitas. Ketika Dia mengambil hasrat rendah,
maka “Aku akan menutupi mu dengan Sifat Sifat Ku” Aku akan menutupimu dari mereka yang
tidak memahami kamu. Aku membesarkanmu dan kemudian Aku menyembunyikanmu sehingga
tidak satupun yang mengenalimu. Dan membuat siang hari sebagai (cara mendapat) kebutuhan,
siang hari ruhaniah, mi`raj diri, akan menjadi harimu, naik ke Hadhirat Ilahiyyah, menerima
inspirasi dan barakah dari 99 Nama Indah Ku. Pada saat itu, “Aku membuat siang hari sebagai
cara untuk mendapatkan kebutuhan”. Kebutuhan macam apa? Pada saat itu kebutuhanmu adalah
ibadah sepenuhnya, dan kepatuhan dan mendirikan shari`ah. Aku mengangkat kamu dari nihil ke
tahap.maqam kepatuhan yang demikian.

Ketika Aku mengangkatmu, Aku menganugerahkan kepadamu tujuh lapisan pada qalbumu. “wa
banayna fawqakum saba`an shidaada”. Dan tidakkah kami membangun tujuh lapisan di atas mu?

                                                                                              13
Abu Layth Samarkandi mengatakan dari satu lapisan ke berikutnya adalah seperti perjalanan
500,000 tahun. Itu seperti cungkup di atas bangunan, yang dibuat tanpa tiang atau penyangga, satu
di atas lainnya. Itu sebagai simbol apa? Itu adalah simbol dari tujuh maqam qalbu.

   1) tabaqat as-sudur – as-sard adalah rongga dada, di mana kamu bernapas. Dan itu adalah
      dasar dari ilmu dan pemahaman langka tentang Islam.
   2) Tabaqat al-qalb – maqam qalbu. Itu adalah tempat kedudukan dasar keimanan. (jawhar
      al-iman) permata iman.
   3) Ashighafa – pemujaan, cinta, muhabba dan merasa sayang kepada sesama (ash-shafaqa)
   4) Al-fu’ad –qalb adalah jantung, jantung yang nampak. Fu’ad adalah dasar dari jantung. Itu
      adalah kedudukan penampakan dan penglihatan (kashafa wal mushahada) untuk
      menyaksikan dan untuk melihat kesaksian.
   5) Inti jantung – bagian terkecil di dalam dasar (esensi) jantung. Itu adalah kedudukan khusus
      cinta Allah. Tidak terdapat apapun dalam inti itu selain cinta Allah dan itu tak ada
      hubungannya denga cinta antara dua dunia.
   6) As-suayda – inti terkecil dari inti jantung, maka ilmu langit (surgawi) diberikan kepadamu
      al-`ilm al-ladunni. Itu adalah rumah hakikat. Tidaklah langit dan .. menampung Aku…
      namun jantung (qalbu) memuat Aku. Dan Sayyidina Ali (mengatakan?) bahwa puncak
      hakikat adalah takut akan Allah. Takut di sini bukanlah takut akan hukuman namun takut
      berada di luar Hadhirat Nya. Itulah yang dimaksud Sayyidina Ali, bukan takut Allah
      karena hukuman. Tetapi takut kehilangan cinta Allah dan jauh dari Nya.
   7) Bayt al-`izza – Rumah “al-`izzatu lillahi. ..” kemuliaan adalah milik Allah dan Nabi Nya
      dan kepada para kaum beriman. Dia memberikan kemuliaan dan kebanggaan kepada kaum
      beriman dan itulah sebabnya disebut sebagai jantung dua kesempurnaan. Al-dhaahir
      walbaatin. Qalb alkamailayn.

Pada maqam ini Rahasia Ilahiyyah akan diberikan kepadamu dan kamu tidak berwenang untuk
membawa (mengungkapkan) rahasia itu dari dalam ke luar. Dari kedalaman lainnya boleh
diungkapkan ke luar, kecuali dari tempat khusus itu. Kamu tidak berwenang untuk membawa
ilmu itu dari tempat sembunyinya kepada masyarakat.

   Itulah sebabnya Sayyidina Abu Huraraya berkata ”Saya menyimpan dari Nabi s.a.w. dua jenis
   ilmu.” Ilmu itu hanya untuk kamu. Pada saat itu kamu menjadi “wa ja`alana siraajan wa
   haaja” , Kami membuat kamu seperti cahaya gemerlap di bumi dengan ilmumu, namun
   dengan cahaya yang datang ke dalam jantungmu, itu nampak pada wajahmu dan terpancar
   kepada semua orang.

   “Siraajan wa haaja” digambarkan sebagai energi kuat dari cahaya yang dihasilkan dari
   mendidihkan unsur yang cahaya nya muncul. Dari cahaya rahasia langit yang Allah tempatkan
   dalam jantungmu, dalamnya jantung mu akan ada sebuah proses pembakaran dari `ishq al-
   ilahiy dan itu akan menjadi tanda kepada manusia, ayat min ayatillah. Orang akan tertarik
   (tersedot) tanpa berbuat apapun. Bahkan tanpa mengucapkan sepotong katapun, orang orang
   itu tertarik kepada mereka ini. Dikatakan, “matahari dan rembulan diciptakan pada awal
   perintah Nya dari cahaya singgasana Nya. Dan pada Hari Pengadilan mereka diperintahkan
   untuk kembali kepada cahaya singgasana dari mana mereka diciptakan. Dari cahaya
   singgasana, Allah menciptakan matahari dan rembulan untuk muncul dan memberi kita
   cahaya di dunia ini. Mengapa itu dijelaskan demikian? Ikrima mengatakan tentang Ibn
   `Abbas, bahwa dia berkata, “apa kamu mau mendengar apa yang saya dengar dari Nabi
   s.a.w.tentang bagaimana matahari dan rembulan diciptakan dan apa yang terjadi kepada
   keduanya. Mereka menjawab ‘bala (ya mau).’ Nabi s.a.w. ditanya tentang penciptaan
   matahari dan rembulan dan apa yang akan dilakukan Allah kepada mereka itu.


                                                                                              14
Ketika Allah menciptakan ciptaan Nya, [sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya tentang
ledakan agung], dan seluruh alam semesta ini dibawa ke dalam keadaan penciptaan bentuk
akhir (final). Dan tidak ada tersisa di belakang ciptaan Nya kecuali penciptaan Adam [dengan
“kun fayakun”]. Pada saat itu Dia menciptakan dua matahari dari cahaya Singgasana Nya.
[Dia menciptakan 2 matahari]. Dan apapun yang Dia inginkan tinggal sebagai matahari, Dia
tinggalkan, dan Dia menciptakan di sekitarnya, semesta yang besar sekali, sebagaimana Dia
menciptakan di sekitar bumi. Salah satu dari mereka Dia ciptakan satu semesta di sekitar dan
yang kedua (2nd), dengan Ilmu Awal Nya (`ilmahu al-qadim) Dia menghendaki bahwa
matahari kedua (2nd sun) diselubungi dari cahayanya. Dia ciptakan itu dan dirubahnya menjadi
satu rembulan. Dan sesungguhnya Dia mencipta kannya lebih kecil dari ukuran matahari
(yang pertama). Dia perintahkan Jibreel dan mengirim Jibreel ke pada nya dan dia (a.s.)
menggerakkan sayapnya menutupi permukaan rembulan dan dengan begitu memadamkan
cahaya rembulan tersebut, sehingga dia tidak lagi memancarkan cahaya (sendiri). Jika dia
tidak melakukan hal itu kamu tidak akan dapat menghitung siang dan malam dan bulan, atau
kapan harus puasa dan berbuka. Jika Allah dan apa yang disebut rembulan, sebagaimana Dia
ciptakan sebelum mengirimkan Jibreel untuk memadamkan cahayanya, kita tidak akan
mengenal (bedanya) siang dan malam, tidak juga kapan harus berpuasa atau berbuka dan tidak
akan pernah perempuan tahu kapan datang haidnya dan tak satupun akan tahu kapan waktu
shalat dan tak satupun akan tahu bulan dan tahun.

Apa yang kamu lihat sebagai noktah hitam di permukaan rembulan, adalah dampak/ bekas
sayap Jibreel. Untuk itu Dia bersabda, ‘Kami telah menghapus dan membuang siang hari, dan
membuat siang hari untuk dilihat’ oleh gerakan sayap Jibreel melintasi permukaan rembulan.
Ketika Hari Pengadilan datang dan Allah memisahkan manusia neraka dan manusia surga,
sebelum mereka memasuki tujuan (akhir) mereka. Allah akan memanggil matahari dan
rembulan dan mereka akan datang kehadapan Nya dengan genetar dalam Hadhirat Ilahiyyah
yang dapat dilihat oleh semuanya, karena takutnya akan hari itu [di mana semua nabi akan
gemetar di Hadhirat Allah] dan ketika mereka mendekati singgasana Allah, mereka berdua
akan tertelungkup dalam sujud kepada Allah. Dan mereka berkata ‘Ya Tuhan kami. Engkau
mengetahui pengabdian kami kepada Mu dan persembahan kami yang tiada putus kepada Mu
dan kecepatan gerak kami untuk memenuhi perintah Mu. Jadi janganlah menghukum kami
karena mereka menyembah kami. [persis seperti Allah bertanya kepada Sayyidina Isa ‘apakah
kamu minta ummatmu untuk menyembah kamu?’ Dan mereka berkata, ‘Engkau mengetahui
bahwa kami tidak pernah memerintahkan (mereka) untuk menyembah kami.’ Allah bersabda,
“ubdeeu wa u`eed.” – “Aku menciptakan kamu dan mengirimkan kamu kembali kemanapun
Aku suka.” Pada saat itu Dia mengirimkan mereka kembali ke Singgasana dan mereka lenyap.
Dan mereka berkata serempak ‘dari mana Engkau menciptakan kami’ dan Dia bersabda. ‘dari
cahaya Singgasana Ku’ dan mereka kembali kepada dari mana Allah menciptakan mereka.”

Matahari dan rembulan membawa dua unsur : cahaya dan panas. Apapun cahaya yang mereka
miliki dari Singgasana kembali kepada cahaya Singgasana. Apapun panas yang mereka miliki,
Allah melemparkan kembali ke neraka untuk menambah panasnya.

Dikatakan bahwa cahaya matahari dan rembulan akan kembali kepada cahaya Singgasana dan
pada akhirnya cahaya mereka akan kembali kepada cahaya Nabi s.a.w.. “Wa ja`alan siraaja
wa haaja” menunjuk kepada Nabi s.a.w., dimana Allah bersabda, “siraajan wa kitaaban
mubeen” karena dikatakan dalam beberapa narrasi (hadits) bahwa Singgasana dan Kursi
dibuat dari cahaya Nabi s.a.w.. Dalam hakikatnya mereka diciptakan dari cahaya Nabi s.a.w.
dan cahaya mereka terhubung dengan Cahaya Nya dan semua adalah Cahaya Nya dan Cahaya
Nya adalah dari cahaya Allah dan alhamdhu li Allah untuk hal tersebut. Itulah sebabnya
beberapa hadith Nabi s.a.w. mengatakan, matahari berada di surga ke-4.


                                                                                         15
Dan grandshaykh berkata, “matahari yang kita lihat bukanlah matahari sesungguhnya, itu adalah
bayangan dari matahari sesungguhnya yang berada surga ke 4.”




                                                                                            16
Audhu billahi min ash-shaytan ir-rajeem

Ayat 14-16

Kami menjelaskan sebelumnya “dan bukankah kami mengirimkan dari awan, air dalam jumlah
yang banyak?” Allah swt menjelaskan dalam Surat ini kepada nabi Nya, katakan kepada mereka
yang tidak percaya mengapa mereka melihat dengan keheranan terhadap apa yang Aku ungkap
kan kepadamu, tentang hari akhir dan hari pengadilan. Mereka yang tidak percaya mengatakan
hanya ada kematian pertama” [] dan Allah mengatakan kepada mereka dalam sura ini, tidak – ada
lagi kebangkitan kembali dan kamu akan dibawa kembali untuk diadili. Dan Allah bersabda
janganlah menganggap itu mengherankan. Allah mengatakan kepada mereka melalui ayat ayat
berbeda, kami menjelaskan bahwa “bukankah Kami membuat bumi sebuah luasan yang lebar?
dan gunung gunung … malam, siang… dan bukankah Kami membangun di atas mu tujuh..
lampu?

Allah bersabda’siapapun yang dapat menciptakan ini semua, apakah sukar untuk menciptakan
kamu kembali. Dan kini Dia bersabda, bukankah kami menurunkan dari awan, air dalam jumlah
yang banyak? “Min al mu`sirat” – awan – artinya ketika kamu memiliki handuk yang jenuh oleh
air, dan kamu memerasnya, dari proses pemerasan inilah keluar air. Disini Allah menjelaskan
kepada Nabi s.a.w. dan ini adalah penemuan ilmiah yang baru saja(abad 20?) mereka temukan
kembali. Mereka menemukan bahwa mu`sirat adalah sesuatu yang kamu pelintir (peras) dan
kemudian kamu gencet dan itu membuat air keluar. Gambaran tentang awan yang saling
menghampiri dan saling bertumbukan, dan ketika mereka saling menumbuk itu, mereka saling
menggencet, dan menyebabkan air keluar. Kami tahu bahwa awan negatif dan positif
menyebabkan kilat geledeg – ketika itu terjadi – keluarlah air.

“Maa’an thajjaaja.” – dalam jumlah yang banyak. Jika air yang keluar banyak sekali, pasti
terjadi angin topan. Itu tidak datang dari hembusan biasa dan air menguap dan kemudian turun.
Allah bersabda Kami telah membuat angin topan, ketika kamu melihat kilat dan geledeg. Seperti
handuk yang jenuh dengan air, dan ketika kamu memerasnya, itu ibarat hujan deras. Itu bukan
seperti hujan gerimis saja, tetapi ‘kami mengirimkan angin topan. Pada masa sekarang bila angin
topan seperti itu terjadi, mereka menyuruh semua orang agar pulang (berlindung di dalam rumah)
dalam acara ‘pemantauan angin topan‘ di radio. Disini Allah bersabda, “Aku menunjukkan ini
kepadamu sebagai tanda tentang kekuatan Ku yang luar biasa (majestic power), untuk
menciptakan kehidu pan baru dengan itu.”

Jika bukan karena hujan deras, tidak akan terdapat tetumbuhan baru yang trubus. Segala kehidup
an akan mati. Jika tidak ada hujan deras, tidak akan ada sungai, tidak akan ada laut. Siapa yang
menaruh sungai dan lautan dan pegunungan? Siapa yang membuatnya selalu terulang dengan
sendirinya, (air) datang dari awan dan hujan. “Aku satu satunya yang mengulang ulang ini, persis
seperti hari ini mereka menggunakan sebuah pompa untuk memutar air untuk air mancur.
Bagaimana itu bekerjanya? Dengan listrik. Dan apakah listrik itu – energi? Allah mengirimkan air
dalam jumlah yang sangat banyak itu yang datang dari langit dengan energi. Negatif dan positif
menyebabkan listrik. Ini disebutkan 1400 tahun yang lalu, tentang awan yang saling bertumbukan.
Siapa yang tahu tentang hal tersebut (pada waktu itu). Sampai kini sungai mengalir ke lautan,
seperti seolah lari mengikuti takdirnya.

Samudera dalam gambaran spiritual adalah dalamnya ilmu. Sungai adalah cara untuk mencapai
ilmu seperti itu. Jadi kamu melihat bahwa sungai selalu mengalir ke samudera. Baik melalui
dalam tanah atau di atas tanah. Itu berputar / berdaur dengan sendirinya. Air yang dibutuhkan
untuk mempertahankan keseimbangan, Allah mengirimkannya dari awan. Itu adalah putaran
berkesinambungan dari pancuran kehidupan untuk mempertahankan hidup terpelihara di dunya

                                                                                                17
ini. Kami telah mengirimkan sejumlah besar air dari awan ini, jumlah yang banyak sekali. Apa
lagi makna dari ini? Itu berarti dari tingkatan yang berbeda, dari mu`sirati, awan datang dari
langit, Kami mengirim, karena segala sesuatu tinggi merujuk kepada langit (surga), dan segala
sesuatu yang rendah diwakili oleh bumi. Jadi segala sesuatu yang tinggi dapat memelihara yang
rendah. Jadi dari tahap tertinggi dari ufuk (horizons) dan keadaan surga dari jantung, berbagai
lapisan sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya, dalam surat itu, dari tujuh tahap yang telah
kami gambarkan sebelumnya, ketika Allah bersabda, Kami telah membangun tujuh lapisan
(langit). Ini adalah 7 langit / lapisan di dalam jantung, seperti telah disebutkan sebelumnya. Dari
tujuh lapis jantung ini, Allah memelihara/membesarkan dengan hujan surgawi, mencampurnya
dengan tujuh level jantung tersebut, dan hujan tadi memudakan (menjadikan muda kembali) tujuh
level jantung itu, dan menuangkan ilmu ke tubuh fisik, yang membuat kamu menerima informasi
itu dan inspirasi ke pikiran kamu melalui berbagai level itu.

Dan apakah yang Kami turunkan dari awan dalam jumlah yang banyak sekali itu? – Bukankah
Kami mengirimkan dari tujuh level jantung itu, ilmu? Berapa banyak yang Kami kirimkan,
tergantung kepada bejana yang kamu miliki. Sekiranya jantungmu adalah sebuah tempat
menampung yang besar, maka Kami pun akan mengirim dalam jumlah banyak sekali.
Mengirimkan itu dari langit spiritual level jantung, al-altaf, dengan mengirimkan satu hembusan
napas, atau ibarat angin sepoi yang melewati/menembusi tujuh level jantung, itu akan saling
menggerakkan berbagai level awan itu, memelintirnya, menyebabkan banjir air merendam
pondasi jantung kamu, “yang dengannya kami dapat memproduksi biji bijian dan tetumbuhan dan
berbagai tetanaman kebun’. Siraman pancuran air kehidupan itu, akan tertuang kepada pondasi
jantungmu and pada saat itu tetanaman, peningkatan diri spiritual, akan tumbuh, dan bersamaan
dengan pertumbuhannya, Kami mengkaruniai kamu pertumbuhan yang mewah. Jadi Kami
mengirimkan kepada jantungmu air ilmu. Dan hikmah yang akan menciptakan dengan itu habba,
bibit. Bibit apa? Itu bukan tetumbuhan yang tumbuh di bumi, tetapi itu adalah muhabba
dhaatiyya. Cinta terhadap Pencipta Jantung. Dan nabaata – tetumbuhan yang trubus dari tanah.

Segera setelah bibit Cinta kepada Pencipta mulai tumbuh, trubus itu akan senantiasa dalam
keadaan rindu kepada asal muasalnya. Sumber itu adalah inna lillahi wa inna ilayhi raji`un
kerinduan itu akan berada di dalam orang salih itu yang kepadanya Kami siramkan / tuangkan
ilmu Kami. Ketika Allah mengirimkan bibit/biji cinta dan trubus kerinduan, pada saat itu Dia akan
memberimu taman dengan pertumbuhan yang mewah / subur sekali. Taman yang tidak pernah
kamu bayangkan. Apakah jannaatin alfafa. Alfafa artinya ketika kamu pergi ke satu hutan, yang
saling terjalin, dengan cabang tumbuh ke semua arah, saling melibat dan membelit dan berlapis
lapis. Itu artinya surga yang saling terjalin – ilmu yang dari sudut manapun kamu lihat akan
membuat kamu menerima ilmu, tak tergantung apapun, bahwa selama jantung kamu tersambung
dengan Kami, dan tumbuh trubus cinta kepada Allah, Dia akan memberi kepadamu dari sudut
manapun kamu melihat, dari manapun kamu berdiri, taman ilmu yang mewah dan saling
berkaitan. Tak akan pernah kamu membayangkan bagaimana Allah akan mengirimkan ilmu yang
saling mengkait dan melibat begitu. Kamu akan mendengar tasabih mala’ikat dan kamu dapat
membedakan dari satu malaikat ke pada yang lain dan dari satu suara kepada suara yang lain.
Kamu akan menerima sejumlah tak terbatas ilmu yang datang ke jantungmu, tanpa ilmu itu saling
melanggar wilayah (overlapping) satu sama lain. Dengan kekuatan surgawi itu Kami mengkarunia
kan, bila kamu membuka jantungmu kepada Kami.

Dan Kami akan mengkaruniai kamu tiga level surga yang berbeda sebagaimana diuraikan. Jannat
al-muhabba, jannat al-mawadda and jannat al-`ishq
Jannat al-muhabba – surga cinta
Jannat al-mawadda – surga intimasi
Dan jannat al-`ishq – surga kerinduan.


                                                                                                 18
Dari setiap surga ini, ilmu akan mengalir tanpa saling tindih dan kamu akan mendengar seperti
jika mereka terpisah dan … dan ketika Kami memberi mu ‘yawmal fasli kaana meeqaata’ (ayat
17) itu, ketika kamu mencapai tahap ini segala sesuatu akan terpilah pilah bagimu. Kamu akan
diangkat dari mereka yang biasa biasa, yang tidak memperjuangkan hal itu. ‘hari penyisihan
adalah hari yang akan menghampiri’ Dalam makna tersirat, itu adalah Hari Pengadilan. Tentu
saja itu akan datang, bagi mereka yang beriman dan bagi mereka yang tidak beriman yang akan
dipilih mana yang baik, mana yang buruk. Begitu juga di dunya, para pencari (pesuluk) akan
dipilih – yang sempurna dari yang tidak sempurna. Mereka yang diangkat lebih tinggi dan mereka
yang tidak mencapai setinggi itu, karena mereka tidak berusaha paling keras dalam jalan Allah.

”Inna yawmal-fasli kaana meeqaata.” Allah memisahkan mereka yang beruntung su`ada dan
yang bersedih ashqia. Ini tidak terkait dengan sebuah waktu. Bila Allah menghendakinya , itu
akan terjadi. Hari yang terpilih itu akan datang dan tak satupun yang dikecualikan dari hari itu.
Barang siapa berbuat baik, dia akan melihat baik. “Wa man yamal mithqala dharratin khayran
yarah.” Akan melihatnya. Itu akan datang di hadapan kita. Kamu berbuat baik, kamu mendapat
kebaikan. Kamu berbuat buruk, kamu mendapat keburukan. Jadi apa yang harus kita lakukan?
Bangunlah/bentuklah jantung kita menuju Pencipta kita. Allah bersabda,– sesungguhnya hari
pemilihan adalah sesuatu yang sudah ditentukan. ‘hari sangkakala ditiup dan kalian akan digiring
berbondong bondong’. Bila Allah memilihmu sebagai seorang beriman, sebagai seorang pencari,
mencari cinta Nya di dunya ini, Dia akan memilih kamu di antara seluruh rombongan. Dia akan
mengirimimu sebuah trumpet, sebuah suara, yang akan menarik kamu dari kegelapan dunya ini
kepada cahaya Hadhirat Ilahiyyah Nya. Itu adalah suara an-nuraani. Trompet cahaya. Trumpet
cahaya itu tidak seorangpun yang mendengarnya kecuali yang dimaksud Allah untuk
mendengarnya. Hari jantungmu akan mendengar trumpet itu. Itu adalah trumpet cahaya, dan
kamu akan datang berbondong bondong – ma` alladheena an`amAllahu `alayhim… dari majelis
nabiyyin, siddiqin, … dari awliya Allah yang salih. Dia akan menarik mu di bawah kubah Nya.
Awliya’I tahta qibaabi, laa ya`alamahum ghayri. Tak seorangpun mendengar trumpet itu kecuali
kamu. Dan Allah memberi isyarat kepadamu, mengapa kamu menunggu? Tidakkah kamu tahu
bahwa hari pengadilan sedang mendatangi. Mengapa kamu mempertanyakannya? Datanglah
kepada Ku di dunya sebelum akhira. Janganlah bersikap tak peduli. Aku akan membuka bagimu
sebuah taman mewah. Kamu tak akan membayangkan, kamu tak akan bermimpi tentang mereka
itu. Kamu pikir ketika Nabi s.a.w.memberi tahu para Sahaba :”bersama sayalah dan kamu akan
mencapai surga”. Segera setelah itu dikatakan, segera mereka semua dibawa ke surga itu, hidup di
dalamnya, merasakannya.

Ketika Dia menyuruh mereka untuk berjuang di jalan Allah, kamu akan diberi surga dengan
sungai yang mengalir di bawahnya. Kamu akan dihadiahi perempuan surga. Dan perempuan akan
dihadiahi lelaki surga (ghilman), disebutkan di dalam al Qur’an. Segera setelah Nabi s.a.w.
mengatakannya, maka merekapun berada di sana, mengalami hal itu. Segera setelah para orang
beriman membuang kegelapan jantungnya, dia dapat melihat taman dengan tetumbuhan mewah.
Manusia normal tidak melihat apapun, tidak mendengar apapun, tidak merasakan apa apa. Mereka
ibarat hewan.




                                                                                              19
Kamis, Oktober 11, 2001

Tafsir Ayats 17 - 26


Audhubillahi minash-shaytan ir-rajeem Bismillah ir-Rahman ir-Raheem
Nawayta al-arba`een….fee hadh almasjid

Ati`ullaha wa ati`ur-Rasul wa ulil-amri minkum

Sadaqa-Allahul -`adheem

Yawma yunfakhu fis-suri. Pada hari Trumpet akan dibunyikan dan kamu akan datang
berbondong bondong. Ketika Allah memerintah Sayyidina Israfil untuk meniup Trumpet, dan
semua orang bangkit kembali dari kematian, Allah mengirimkan kembali hidup kepada semua
orang, dan itu telah disebutkan dalam semua sihah (?), tentang bagaimana Sayyidina Israfil akan
meniup Trumpet dua kali. Pertama kali sebelum Hari Pengadilan, semua yang ada di bumi
meninggal. Kali kedua semua akan bangkit kembali. Allah akan mengirim hujan dari surga yang
membawa butiran air, setiap tetes tahu pemiliknya, yang akan menghubungkan kembali atom
tulang belakang dari setiap orang, yang tidak pernah terurai – mereka yang memahami hakikah,
seperti yang digambarkan Nabi s.a.w., tulang kecil itu tidak terurai di bumi. Setiap butir
menyambung kembali dengan pemiliknya dan dari situ setiap orang hidup kembali. Dan kamu
akan datang berbondong bondong, dalam divisi dan kelompok. Kalian tidak akan datang dalam
satu kelompok dan kalian tidak pula datang sendirian. Kamu akan datang dalam kelompok yang
berbeda.

Dikatakan bahwa itu adalah salah satu makna dari fa taatuna afwaaja (ayat 18). Bahwa setiap
kelompok orang akan datang dibawa imamnya. Seperti pengikut Sayyidina Adam a.s. datang
dengan Sayyidina Adam, mereka yang nuha..(?) Nuh, Musa, Isa dan Sayyidina Muhammad.
Setiap orang datang dengan imamnya. Orang yang paling beruntung adalah mereka yang datang
bersama dengan Sayyidina Muhammad s.a.w.. Mereka yang menerima dia dan mengikuti dia akan
berada dalam kelompok dia s.a.w..

Ini satu makna (dari ayat 18 tadi). Makna lainnya adalah bahwa setiap orang datang sesuai dengan
apa yang sudah dikerjakannya di dunya. Dia akan dipimpin tergantung kepada `amal nya,
dipimpin oleh dia yang mirip dengan mereka. Pembunuh datang bersama pembunuh, pencuri
datang bersama pencuri, penipu dengan penipu, tukang bergunjing dengan penggunjing. Setiap
orang akan datang dengan imam yang menggambarkan karakter mereka. Dan itu adalah satu
pertanyaan ketika Muadh bertanya “Ya Nabi Allah. Bagaimana orang akan mengikuti divisi yang
berbeda beda – siapa imam mereka?”

Nabi s.a.w. menjawab, “Kamu telah bertanya tentang satu di antara masalah besar di antara semua
masalah.” Kemudian Nabi s.a.w. memandang jauh ke depan (melihat ke ufuk/horizon) dan
berkata, “Ummah ku akan berada dalam 10 divisi berbeda tergantung kepada apa yang mereka
perbuat. Beberapa diantaranya akan datang dalam gambaran kera, beberapa dalam gambaran babi;
beberapa datang dengan kakinya di udara dan kepala mereka di tanah; [seperti atlit hari ini yang
berjalan dengan tangannya]. Beberapa akan datang buta; beberapa akan datang tuli; beberapa akan
memiliki lidah panjang yang akan keluar sampai ke dada mereka dan mereka akan mengunyah
(lidah itu) nya; beberapa akan mengeluarkan nanah dari mulut mereka; beberapa akan terpotong
kaki dan tangannya; beberapa akan disalib (dipantek seperti tiruan Nabi Isa a.s.) di pohon; dan
Nabi s.a.w. menggambarkan mereka sedemikian rupa – beberapa mengenakan jubah api, dan dari
panas nya api itu mereka meleleh.”

                                                                                              20
Itu artinya Allah swt akan memanggil kita sesuai dengan amal kita. Kemudian dalam keputusan,
hakikat kita akan diperlihatkan. Kamu tidak dapat menyembunyikan hakikat dirimu. Hakikat mu
akan muncul.

Kini di dunya banyak dari kita adalah dari berbagai klasifikasi berbeda itu, yang disebutkan Nabi
s.a.w. kepada Muadh. Maka bagaimana kita shalat dan mengatakan “Allahu akbar!” Allah
mengamati kita. Apakah kita kera atau babi atau mengunyah lidah kita atau ini atau itu. Maka
bagaimana kamu berharap bahwa amal kita diterima seperti itu, karena apa yang kamu perbuat di
dunya begitulah kamu di akhira. Jika kelompok rusak (corrupt) dari ummat adalah akan seperti
itu, karena mereka yang saliheen akan berada di belakang Nabi s.a.w.. Maka bagaimana kamu
mau membersihkan dirimu. Seperti halnya di akhira kamu akan dibangkitkan dengan imam mu,
kamu harus mengikuti seorang imam di dunya ini. Imam itu akan memperkenalkan kamu kepada
Nabi s.a.w.. Di dunya ini imam itu akan membimbing kepada tindakan dan sebuah proses
pembersihan untuk membersihkan kamu dari sifat burukmu. Di Hari Pengadilan kita akan hadir
dengan imam kita apapun jenisnya. Jadi bagaimana tentang di dunya – tidakkah kamu
memerlukan seorang imam?

Nabi s.a.w. datang dengan pesan untuk seluruh imam. Tidakkah kamu memerlukan seorang imam
untuk diikuti di dunya ini, untuk membimbing kamu kepada jejak Nabi s.a.w.. Jika Nabi s.a.w
berkata, “Jika ada tiga (kalian bertiga), maka angkatlah satu sebagai imam.” Yang paling buruk
adalah dalam gambaran seekor kera. Mereka itu adalah namaam. Mereka menyebarkan gossip
yang tidak benar untuk menyebabkan bahaya. Pada suatu waktu, seorang lelaki membeli seorang
budak. Dia bertanya “Apakah budak itu punya sifat buruk?” Si penjual menjawab, “Tidak.
Kecuali dia adalah seorang namaam. Dia menciptakan fitnah di antara orang orang. Bermuka dua
dan munafik (hypocrite). Mereka mengatakan sesuatu untuk didengar orang, kemudian mereka
takut akan posisi mereka, jabatan mereka, mereka mengatakan sesuatu yang lain lagi. Mereka
melakukan hal ini untuk tetap memegang kendali di tangan mereka. Maka si pembeli berkata, “Ah
itu sih kecil, saya dapat mengendalikannya.” Dia membelinya. Maka ghulam muda itu berkata
kepada isteri majikannya yang baru, “Suamimu tidak mencintai kamu. Saya memergokinya dari
tindakannya bahwa dia tidak mencintai kamu. Dan dia mencurangi kamu. Jadi jika kamu mau
saya membantu mu untuk menerapkan ilmu hitam kepadanya, maka ambillah pisau ini dan
potonglah beberapa lembar rambutnya ketika dia sedang tidur. Maka saya akan menyihirnya
dengan rambut itu, maka dia akan mencintai kamu.”

Kemudian dia pergi kepada sang suami dan berkata, “Isterimu tidak mencintai kamu; dia
mencintai seorang lain, maka dia akan membunuhmu.” Maka pura puralah kamu tidur dan
kemudian lihat apa yang akan diperbuatnya. Itu adalah gambaran tentang seekor kera. Mereka
datang dengan muka … beberapa orang membuat hitam menjadi putih dan putih menjadi hitam.
Mereka tidur dengan siapapun. Maka lelaki tadi pura pura tidur dan sang isteri, dengan hati yang
bersih membawa sebilah pisau besar untuk memotong rambutnya, agar supaya dapat diberikan
kepada budak itu untuk membuat ramuan sihir. Dia mendekati sang suami dan sang lelaki melihat
hal ini berpikir bahwa isterinya datang untuk membunuhnya. Dia melompat dan merebut pisau itu
dan membunuh isterinya itu.

Kemudian suku (kaum) dari mana sang isteri berasal membalas dendam dan membunuh samg
lelaki. Kemudian kaum sang lelaki dan kaum sang perempuan mulai saling menumpahkan darah.
Itu adalah namaam. Seorang yang menuduh orang yang tidak berbuat apa apa yang kiranya
membahayakan orang lain. Kamu melakukan itu. Tidak, kami tidak melakukan itu. Lihatlah
kepada siapa yang melakukannya. Mereka tidak mau melihat. Mereka (hanya) mau melemparkan
kekacauan dan menyalahkan seseorang atau dua orang atau jutaan orang. Ini adalah yang kita lihat
hari hari ini. Lihatlah pada masyarakat muslim, bagaimana mereka saling memfitnah untuk
mempertahankan jabatan mereka. Mereka akan datang sebagai kera di Hari Pengadilan.

                                                                                               21
Mereka yang datang dalam gambaran babi adalah mereka yang makan barang haram. Karena babi
adalah haram, maka barang siapa makan haram akan datang dalam citra begitu. Mereka yang akan
datang berjalan dengan muka/kepalanya adalah mereka yang mengerjakan riba. Memberi 100
mengambil 200. atau memberi da`afan muda`afa. Atau bahkan mengambil rumahmu. Bahkan
merekapun mengambil isterimu. Atau anakmu. Mereka yang datang buta adalah mereka yang
memberikan fatwa palsu kepada orang lain. Seperti yang terjadi hari ini, kita melihat banyak yang
seperti itu. Pada sistem sekolah, pada internet. Kita tidak tahu berapa umur anak anak muda itu,
mungkin sekitar 20 tahun. Memberi fatwa, memberikan putusan/penilaian palsu kepada setiap
orang. Dan mereka yang tuli dan bisu adalah mereka yang bangga dengan apa apa yang mereka
kerjakan. Mereka datang tidak dapat berbicara, maupun mendengar dan mereka pun buta.
Summun bukmun umyun…

Dan mereka yang mengunyah lidahnya sendiri adalah para ‘ulama, seperti yang terjadi hari ini,
para penceramah. Lidah mereka panjang sampai ke dada mereka, dan mereka mengunyah lidah
mereka. Mengapa? Mereka adalah yang mengatakan apa apa yang tidak di dalam qalbu mereka
dan tidak mengerjakan apa yang mereka katakan. Mereka mengatakan satu hal namun dalam
jantung mereka lain lagi. Mereka yang tangan dan kaki terpotong adalah mereka yang mencelakai
tetangganya. Dan mereka yang disalib di batang dari api adalah mereka yang mencoba mencelakai
orang dihadapan sultan (penguasa?).

Mereka itulah gambaran orang yang akan dibangkitkan kembali dalam keadaan yang berbeda
beda itu. Mereka yang baik akan dipanggil Allah, mereka akan datang seperti bulan purnama atau
seperti matahari yang cemerlang. Mereka inilah yang anggota Ummat al-ijaaba. Mereka yang
menerima Nabi s.a.w. dan tetap mengikuti jejaknya. Semoga Allah selalu membuat kita dalam
jejaknya, `alayhis salaam. Dan seperti yang kami katakan, gambaran sesungguhnya dari masing
masing orang akan muncul. Muka diri mu sesungguhnya akan muncul. Kepribadian sesungguh
nya yang selama ini berada di belakang akan muncul secara fisik. Allah memberi ilmu itu kepada
Nabi s.a.w. kesayangan Nya, dan dia memahami ummah nya. Para awliyaullah itu mengetahui apa
yang kamu sembunyikan di belakang mukamu.

Mereka tahu jika kamu adalah bulan purnama atau kamu adalah hewan liar yang datang berbentuk
manusia. Apakah kamu tidak malu ketika seorang wali memandang dirimu. Jika kamu tidak malu,
maka bagaimana jika Nabi s.a.w.yang memandang kamu. Kemudian kalau kamu tidak malu
kepada Nabi s.a.w., apakah kamu juga tidak malu kepada Allah. Berani beraninya kamu datang
dan mengatakan “Allahu Akbar” ketika jantung penuh dengan kesombongan, bangga diri. Ketika
kamu bergunjing dan menyebabkan kekacauan dan fitna di seluruh dunia. “hari ketika Allah akan
memanggil kita adalah hari yang pasti, ketika masing masing datang dalam kelompoknya. “ Hari
itu akan datang. Bagaimana kamu tidur ketika kamu tahu bahwa Allah akan memanggil kamu
kembali suatu hari. Dia akan membawa kamu kepada kematian, kemudian membawa kamu
kembali dari kematian. Segera setelah kamu mati kamu akan ditanyai. Setiap kali kamu keluar
dari tempat ini (tempat suhbat), sepertinya kita tidak mendengar apa yang dibicarakan. Itulah
sebabnya duduk sendirian dan mengingat Tuhan mu, mengingat akhira, itulah yang akan
mengangkat kamu. Membeli mobil, mengganti mobil, membeli mobil mewah tidak akan
menyelamatkan kamu. Memakai arloji bagus dan arloji mahal, cincin berlian dan sutera tidak
akan menolong kamu. Memperlihatkan dirimu sebagai seorang yang baik, bersih, di hadapan
orang, tidak akan menolong kamu.

Apa yang akan menyelamatkan adalah untuk baik dan bersih di hadapan Allah. Tanyakan diri
sendiri. Ini adalah sebuah pesan untuk semua kita. Itu adalah pesan untuk semua manusia. Allah
bersabda, “kalian datang dalam kelompok di hadapan manusia.” Kamu akan ditanya pada saat itu.


                                                                                              22
Yawma tubla as-sarair. Hari di mana rahasia akan diungkapkan. Ketika kamu berusaha
menyembunyikan, (tetap) akan diungkapkan. Untuk setiap karakter dan kepribadian terdapat
sebuah gambaran, sebuah citra, apakah baik atau buruk. Kamu menginginkan sebuah gambaran
bagus atau buruk. Suratun hasana aw Suratan qabiha. Kamu tak dapat berkata kepada Allah “Ya
Allah. Engkau menciptakan saya dalam muka yang bagus. Itu bukanlah yang kamu menangkan.
Yang kamu miliki adalah `amal mu. ‘Amal mu yang akan muncul dalam sebuah gambar. Gambar
itu adalah bagaimana kamu akan nampak di hadapan Allah. Apakah baik ataupun buruk.
Janganlah meninggalkan tempat ini dan melupakan apa yang saya katakan. Pergi ke jet ski dan
rpvs? Dimana mainan mainan itu? Wahai mumin! Janganlah berjantung keras seperti batu. Jadilah
mereka yang dari jantung nya meledak sungai sungai dan air dan pancuran ilmu. Dan janganlah
menjadi sombong dan bodoh, sepertinya kamu tahu sesuatu, padahal sebetulnya banyak hal
sangatlah jauh dari kamu. Hafazta shayun wa ghaabat anka ashya’u.

Jadilah abdi Nya yang betul betul mukhlis. Itu adalah yang harus diketahui oleh para ‘ulama hari
ini. Mereka yang menjadi pembicara hari ini atas nama ummah untuk mengingat surah ini. Dari
abdi Allah yang bersungguh sungguh yang mengambil dari Allah tanpa perantara dapat
mengambil penjelasan atas setiap ayat al Quran langsung melalui jantung mereka, menyerap dari
al Quran dan dari hadith ash-sharif. Dan untuk level seperti ini Allah memberikan kepada orang
orang terpilih dan mereka akan ada (exist) sampai Hari Pengadilan. Akan ada orang orang yang
langka dalam ummat ini yang dapat menyerap makna dari al Quran dan menyebarkan nya dan
mengajari orang lain tentang itu.

Dan mereka [dia menjelaskan seolah olah dia melihat nya pada masa ini], terdapat sangat sedikit
orang yang Allah angkat kepada hakikat tersebut. Namun sebagian besar ‘ulama bukanlah yang
demikian, jadi karena kelangkaan itu, maka mereka mulai menolak adanya orang yang seperti itu
(levelnya). Itulah sebabnya kita mulai melihat banyak sekali penolakan tentang adanya awliyullah
pada saat sekarang. Penolakan tentang spiritualitas, penolakan oleh majoritas ‘ulama dan ummat,
karena mereka hanya melihat secara luarnya (externally), tanpa melihat secara mendalam kepada
hakikat dan hakikat intern yang Allah karuniakan kepada orang orang terpilih dari ahl al-marifat.




                                                                                               23
Desember 14, 2001

 Wa suyyirat al-jibaalu fa-kaanat saraaba - dan pegunungan akan lenyap seperti mereka hanya
                                           fantasi.

Sebagaimana kami jelaskan sebelumnya, pegunungan itu yang Allah letakkan sebagai tiang di
bumi untuk membuatnya seimbang, Allah akan memindahkan mereka, seperti seorang manusia
berjalan atau seekor burung terbang. Allah akan membuat mereka terbang di udara dengan
kecepatan yang tak dapat terbayang oleh siapapun. Bagaimana hal itu mungkin? Ketika kamu
memerlukan mengangkat sebongkah metal seberat katakanlah 20 ton, bagaimana kamu dapat
mengangkatnya? Apa yang kamu lakukan? Kamu menggunakan sebuah crane, itu akan
memegangnya di bagian atasnya lalu mengangkatnya? Allahu Akbar! Siapa yang lebih baik kamu
atau crane itu? Apa yang membuat crane itu beroperasi? Itu menggunakan energi. Mengapa tak
dapat energi yang digunakan oleh crane itu untuk mengangkat 10 atau 20 ton benda, membawa
kamu. Energi adalah energi – itu semua berasal dari Sifat/Attribute Al-Qaadir al-Muqtadir. Setiap
jenis energi yang datang dari attribute itu, bahr al-qudra, dapat menggerakkan pegunungan.

Itulah sebabnya Jabal (gunung) Uhud dalam salah satu pertempuran nya s.a.w., tampil dan berkata
kepada nya s.a.w. “Wahai Nabi aku akan menyembunyikan kamu s.a.w..” Dan dia itu menyembu
nyikan seseorang ke guanya dan bergerak kembali (ke asalnya?). Ketika seseorang seperti Nabi
s.a.w., yang tidak ada seorangpun seperti dia, dapat membuat hal hal luar biasa terjadi. Begitu
juga gunung mendatangi Nabi s.a.w. dan berkata, Wahai Nabi s.a.w. aku akan merubah diri
menjadi emas untuk mendukung (biaya bagi) engkau, janganlah tidur dalam keadaan lapar. Begitu
juga Allah mengirimi Sayyida Maryam kebutuhan (makanan) nya di mihrab nya tanpa dia
membuat suatu upayapun, sebagai akibat dari ibadahnya yang sempurna. Jadi janganlah dianggap
itu semua terlalu besar untuk Allah. Allah akan mencabut gunung itu sampai ke akarnya, yang
tentunya sangat dalam, dan membuat mereka seperti tidak ada, membuat gunung gunung itu
terlempar jauh seperti mereka tidak pernah ada. Dan manusia masih saja sombong.

Fa-kaanat saraaba – Itu artinya secara fisik (gunung) itu hilang. Apapun yang tersisa darinya
hilang. Bentuk fisik kita pun akan hilang pada suatu hari. Apa yang tersisa hanyalah `amal kita.
Apa yang tersisa adalah ruh (spirit) kita. Itu yang akan tinggal. Allah akan memberi kamu tubuh
yang lain untuk di barzakh. Di antara dunya dan akhira, terdapat waktu kehidupan yang lain.
Disana Dia akan memberimu sebuah kehidupan, hidup khusus, hayatun barzakhiyya. Dan kamu
akan hidup di sana. Kuburmu bisa jadi sebuah taman dari taman surga atau hufr min an-nar,
secuplik selokan dari neraka. Jadi pada saat itu, hakikat dari gunung itu akan menghilang. Dalam
ayat yang lain, Allah bersabda, fabusital-jibaalu bassa, wa kaanta… Itu akan menjadi sekedar
debu. Gunung itu akan menjadi seperti tepung. Pemikiran apa yang akan dikirimkan Allah ke
bumi untuk membuat gunung dihancurkan menjadi tepung dan habain munbatha, disebarkan di
alam, menghilang. Itu memberikan sesuatu di sini yang sudah kami jelaskan sebelumnya – ketika
Allah akan meletuskan gunung gunung itu mereka menghilang dan lenyap. Apa yang membuat
mereka lenyap? Iradataullah yang telah membuat mereka lenyap.

Ketika ledakan agung terjadi di awalnya, itu melalui kun fayakun. Ketika ledakan itu terjadi
seperti sebuah bom, seluruh alam semesta ini muncul. Planet, bintang, rembulan, marahari,
galaksi. Tetapi perhatikan (bedanya dengan ledakan bom biasa). Para ilmuwan tidak dapat
memahaminya. Apakah yang membuat mereka berhenti di lokasi masing masing? Kita tahu jika
terjadi sebuah ledakan, semua butir kecil kecil akan beterbangan berhamburan terpisah dan tidak
pernah berhenti. Hikmah dan kearifan apakah yang menghentikan mereka pada waktu dan lokasi
tertentu, masing masing planet berada pada tempatnya masing masing? Apa yang dilakukan Allah
swt? Artinya secara ilmiah, ketika kamu mempunyai lingkungan hampa udara dan kamu
mengambil sebutir bola dan melemparkan nya dalam lingkungan di mana tidak ada gesekan, bola

                                                                                               24
itu akan terus bergerak seterusnya tanpa henti. Dalam lingkungan tanpa gesekan dan tanpa gaya
gravitasi yang besar, apa yang menghentikan bintang dan matahari dari bergeser dari tempatnya.

Lihatlah matahari kita. Disitu terjadi reaksi fusi atom yang terus menerus yang menyebabkan
ledakan yang terus menerus juga, yang jutaan kali lebih kuat dari ledakan bom atom buatan
manusia, namun matahari itu tidak hancur, itu tidak menjadi kepingan yang berterbangan. Mereka
tahu jika mereka melemparkan bom dengan kekuatas satu per sejuta dari kekuatan matahari saja,
seluruh bumi akan hancur berantakan. Apa yang menahan matahari pada tempatnya? Allah
menahannya melalui Qudra Nya. Dan jika Dia menghendaki untuk menghancurkan segala sesuatu
menjadi debu, Dia akan melepasnya (tidak lagi memeganginya) dan membiarkannya menjadi
debu, seperti sebuah fantasi saja (seolah tak pernah ada). Tidak akan ada satu kekuatanpun yang
dapat menahan mereka. Apa yang menahan mereka sebelumnya adalah iradat Allah, maka materi
itu tidaklah dapat menahan mempersatukan diri mereka sendiri. Apa yang ada (exists) pada saat
itu adalah hakikat mereka. Janganlah menjadi seperti hanya sebuah fantasi. Jika kamu sungguh
sungguh pada jalan yang benar, Allah akan menjadikanmu seperti sebuah gunung. Orang akan
mengenali kamu, akan mengingat kamu – orang seperti itu adalah seperti gunung. Apa yang
tinggal dari sebuah gunung ketika dia pergi/menghilang/hancur – hanya namanya yang tertinggal,
kenangannya, ingatan tentang dia. SubhanAllah.

Yang pertama terjadi ketika Allah menghendaki gunung gunung itu lenyap, mereka akan meledak
dan pecah menjadi berkeping keping. “Wa humilat al-ardu wa dukata dukatan wahida. Bumi
akan diledakkan menjadi debu dalam sekejab.” Tahap kedua bumi ketika dia berantakan menjadi
berkeping keping, dia akan menjadi seperti ihnil manfush. Ketika kamu menyiapkan adonan, itu
akan menjadi seperti ini : sangat lembut dan seperti busa. Ketiga, ketika itu mengembang seperti
(adonan) dan menjadi busa, mengembang, Allah akan menjadikannya haba’ – lenyap dan
dihancur leburkan. Ketika adonan roti tadi telah mengembang, kamu dapat meremasnya dan itu
menjadi sangat kecil. Keempat, itu akan dikembangkan sampai meledak dan Allah akan mengirim
angin untuk menggerakkan gunung tersebut, yang telah menjadi kepingan kecil kecil. Ke-lima
angin itu akan menaikkan ke tingkat tertinggi yang paling mungkin di ruang angkasa dan memba
wanya lebih lanjut ke angkasa hampa di mana gunung itu tidak akan dapat dilihat kembali.
Ke-enam itu hanya akan menjadi sebuah fantasi, tidak lagi berada di dunia ini.

Itu juga berarti mereka yang telah meninggalkan ego mereka, ketika Sayyidina Musa bertanya
kepada Allah “Wahai Tuhan ku, bolehkah aku memandang Engkau.” Dia menjawab, “Kamu tidak
dapat melihat, tetapi lihatlah pada gunung itu. Jika dia dapat menampung Aku …” dan ketika
Allah mengirimkan penampakan Nya kepada gunung itu, itu digilas seluruhnya menjadi debu dan
Musa pingsan. Beberapa tafsir, mereka mengatakan ketika Musa pingsan, dia melihat 124,000
nabi nabi bersujud dan di atas mereka 313 nabi nabi dan di atas mereka semua adalah Nabi s.a.w.,
gunung itu adalah diri Sayyidina Musa, hasratnya, keberadaannya. Maka Allah menghendaki
keberadaan itu lenyap di hadapan Allah. Maka tidak lagi ada Musa, hanya hadir di Hadhirat Allah,
melalui ibadah, dibuat nihil, dalam maqam al-fana, kemudian Allah akan membuka tabir baginya
untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi, dan dia melihat para nabi tersebut yang sedang
beribadah.

Jadi siapapun yang menghancurkan gunung ego di dalam dirinya sendiri, ketika gunung ego dan
ke-aku-an nya sudah hancur, maka dia dapat mencapai maqam nihil. Itu menjadi sara, dalam
mi’raj, seperti seolah dia ada di dunya, tetapi dia tidak lagi hadir, hasratnya hanyalah untuk Allah
swt. Itu adalah al-ishk al-mutlaq, tidak memiliki hasrat lain kecuali untuk Allah swt. Itu adalah
level awliya. Surah ini menunjuk kepada awliya. Ketika Allah menggilas ego sepenuhnya,
menghancurkan nya yang di dalam abdi itu, Dia akan membawa nya seperti Allah membawa debu
di langit, mengirimkan reeh as-siba, hembusan peremajaan, untuk membawa orang tersebut ke
maqam tinggi di Hadhirat Ilahiyyah, menihilkan nya di sana.

                                                                                                 25
Itulah sebabnya mereka membuat sebuah kesalahan dan Dia menyebutkannya di sini, “mereka
yang telah diselimuti dari hakikat ini, ketika mereka melihat orang orang ternihilkan di Hadhirat
Ilahiyyah, makan seperti mereka makan, minum seperti mereka minum ‘mereka itu seperti kita
kita ini.’ Mereka tidak menyadari bahwa ego orang orang ini telah hilang sama sekali. Mereka
tidak menyadari bahwa mereka ini berbeda dengan diri mereka dan itulah sebabnya mereka tidak
mengenalinya sebagai awliyaullah. Mereka makan, kita makan. Mereka minum, kita minum.
Maka Dia menyebutkan hal ini pada saat itu, ratusan tahun yang lalu.

Itu adalah sebuah ramalan bahwa mereka bahkan akan mengatakan bahwa Allah telah menegur
Nabi (s.a.w.) dalam Surat `abasa. Mereka tidak menyadari statusnya; mereka mengatakan bahwa
dia s.a.w. menerima risalah, menyampaikannya (ke ummat) dan kemudian wafat. Mereka adalah
mahjubun dari apa yang berada dalam qalbu Nabi s.a.w. dan awliya dan akibatnya tidak
mengenali para orang suci ini sama sekali. “Mereka memiliki pikiran buruk terhadap para awliya
ini.” “Terdapat perbedaan yang besar antara mereka dengan awliyaullah, yang gunung dirinya
telah diangkat dari bumi fisiknya. Gunung itu berakar di bumi tubuh. Jadi disini Dia bersabda
“betapa besar beda antara orang biasa dan awliyaullah.”

Ketika Allah swt menghancurkan al-ardul jasaddiyya, ketika Allah membebaskan abdi itu maka
tidak lagi terdapat ikatan antara diri dengan tubuh, pribadi itu akan bisa bergerak sebebas yang
dikehendakinya. Ketika yang lain yang tidak mencapai maqam itu akan melihat dia makan
“seperti kita”, minum “seperti kita”… bekerja seperti kita. Mereka tidak memahami orang itu
sedang dalam proses suluk bagi para pencari, yang mencabut akar gunung ego dari bumi raganya
dan membuatnya menjadi debu seluruhnya, pada saat itu langit ruhaniah mereka akan dibuka
kepada pintu pintu baru dalam qalbu mereka. Pada saat itu mereka akan mencapai lima level
qalbu. Qalb, sirr, sirr as-sirr, khafa, akhfa. Qalb adalah level umum yang dimiliki semua orang.
Kemudian sirr, level rahasia, yang hanya dapat dicapai oleh awliayyullah. Kemudian…

Mereka akan memasuki pintu pintu ini yang akan membawa mereka mencapai Hadhirat
Ilahiyyah. Mereka akan berada di Hadhirat Ilahiyyah dan Allah swt akan mendukung mereka.
Kemudian Allah mengirim mereka kembali dari maqam maqam tinggi ini, di mana mereka dapat
melihat segala sesuatu yang terjadi di bawah mereka. Jadi makin tinggi mereka naik, mereka
mampu melihat segala hakikat yang ada di bawah mereka dan mereka mulai menyadari hakikat
kewalian, dan ketika mereka mulai melihat hal itu, mereka akan mampu memasuki pikiran,
penerawangan, kekuatan hafalan dan kekuatan ingatan, seperti komputer hari ini. Allah
menggambarkan bagaimana orang pada level itu akan mampu berpikir dan menghafalkan dan
menyimpan semua jenis informasi dalam ingatan (memory) dan itu adalah dalam maqam k`aba
qawsain m`a al-khalq. Ketika mereka mulai memasuki semua kekuatan yang dikaruniakan Allah
itu, maka mereka melakukan itu dengan (terhadap?) setiap orang dari ummat manusia ini, dan
mereka mencapai sebuah level k`aba qawsain ma`a al-khalq, lebih dekat kepada Sang Pencipta
dengan panjang 2 jemparing. Itulah sebabnya mereka mengatakan awliyaullah dapat mencapai
siapapun. Mereka akan mencapai level itu, berbagi dengan setiap orang pikirannya, qalbunya,
penerawangannya (imagination), perenungannya (thought ) dan pengingatannya dan menyimpan
semua itu dalam ingatan seperti sebuah komputer hari ini. Al-aql wal qalb wal khayl wal
mutafaakira wal mudhakira.

Pada saat itu mereka akan berada dengan semua orang. Dengan semua itu, mereka tidak akan
pernah teralingi (hijab) dari Tuhan mereka, meskipun mereka sedang bersama dengan semua
orang tadi. Itu adalah makna dari kewalian (sainthood). Ini adalah untuk awliyaullah. Bagaimana
kamu pikir tentang para nabi? Bagaimana tentang Sayidina Muhammad s.a.w.? Inna jahannama
kaanat mirsaada (ayat 21). Setelah kamu mencapai level tinggi seperti ini, maka kamu akan
diselamatkan dari kekuatan jahat apapun. Karena “sesungguhnya Kami membuat neraka sebagai
sebuah tempat untuk perangkap (penjerat). (ayat 21)” – itu artinya setiap kekuatan jahat siaga

                                                                                                26
untuk menangkap kamu. Ketika Aku membawamu ke level tinggi ini, maka kejahatan dan syaitan
menunggu untuk merampas kamu kembali. Maka berhati hatilah. Namun syaitan tidak dapat
merampas awliyaullah. Jangan mengira bahwa syaitan dapat menangkap awliyaullah, namun para
awliyaullah itu dapat berbuat salah. Mereka tidak dengan sengaja melakukan hal itu, tetapi
mereka melakukan itu tanpa sengaja (make it by mistake).

Itu artinya bahwa jahannam selalu siaga untuk semua orang. Mereka menunggu untuk menarik
orang ke neraka, dalam sebuah serangan mendadak (ambush). Itu seperti sebuah tempat
pengamatan (observatory), sebuah tempat pengamatan raksasa. Allah memberi jahannam
kekuatan untuk mengamati dan menangkap setiap orang. Di dalamnya dia mengamati segala
sesuatu. Dan para malaikat dan para pengawal api siaga dan menunggu untuk menangkap
seseorang, menariknya ke dalam neraka dan untuk menyiksa nya. li-taagheena ma’aba (ayat 22)
– untuk para pelanggar, sebuah tempat tujuan akhir. Itu adalah tempat tujuan akhir bagi para
pelanggar/pembangkang. Itu seperti sebuah tempat pengamatan, tetapi kalau dia menangkap
kamu, itu artinya waktu mu untuk ke neraka. Dunya adalah neraka untuk mumin dan dunya
adalah surga bagi kaafir. Akhira adalah neraka bagi kaafir dan surga untuk orang beriman.

=
11-5-2002

Allah swt – Kebesaran Nya tidak dapat digambarkan. Kita begitu kecilnya di planet bumi ini,
dimana semua ummat manusia tinggal, adalah seperti sebutir atom kecil, sebuah butiran. Bumi itu
bahkan (seolah) tidak memiliki keberadaan dibandingkan dengan alam semesta ini. Begitu
kecilnya. Dan lihatlah adhamatillah, Dia menaruh kita semua di butiran kecil itu, atom kecil itu
dibanding alam semesta. Dan Dia menaruh manusia sempurna, yang menjadi panutan tentang
pengabdian (per-abdi-an = servanthood), dikenal sebagai Muhammadu Rasulullah di planet ini
bersama kita semua. Allah begitu agung, tidak ada cara untuk menggambarkan keagungan Nya.
Itu adalah tidak mungkin.

Subhanallah. Allah swt dari Ke Agungan Nya, ketika Dia bersabda, “yawma tubla as-sara’ir. Fa
maa lahum min quwattin wa laa naasir.” – “Ketika semua yang tersembunyi akan terungkap.”
Ketika kamu mencoba untuk menyembunyikan apa apa yang berada dalam sirr mu, suatu hari itu
akan terbuka. Jadi pada hari itu jalan amal mu adalah citra mu akan hasanat al-mazhar. Itu
tergantung pada level dari amal mu di dunia ini. Wahai mumin – janganlah memiliki sebuah
jantung keras. Sebuah jantung seperti sebongkah karang. Karena suatu hari Allah membuka
apapun yang telah kamu kerjakan di dunya ini, baik atau buruk. Jadikanlah jantungmu seperti
sebuah pancuran air, seperti sebuah air mancur dari sebuah karang, di mana inabi al-hikam
memuncrat dari padanya. Janganlah seperti mereka yang mengatakan tentang itu “arafta/hafadhta
shayan wa ghaaba anka ashayan katheeran.” Dia mengirim Nabi ini untuk memberi tahu kita,
yawma tubla as-sara’ir. Akan ada suatu hari ketika semua akan diperlihatkan tentang kamu.
Seperti hari ini ada beberapa orang yang mengira mereka pemilik alam semesta ini. Mereka tidak
menerima (nasihat) dari siapapun.

Terdapat beberapa awliyaullah yang tidak dapat mengambil langsung dari Alalh, inspirasi ke
dalam jantung mereka bi laa waasita. Dan orang orang ini yang dikaruniai inspirasi oleh Allah ke
dalam jantung tahu tentang banyak hal. Mereka yang tidak tahu banyak menolak adanya awliya-
ullah. Hari ini terdapat orang yang menyangkal apapun yang mereka tidak tahu, mereka
menyangkal semua hal yang tidak mereka ketahui. Janganlah mengejar seni graphis. Meraka akan
tinggal di dunya. Sesungguhnya mereka itu ahli membuat lukisan yang cantik, tetapi kenyataan
nya mereka tidak cantik. Kamu mungkin membuka sebuah website yang nampak sangat bagus,
namun ketika kamu memasukinya ternyata itu adalah buruk. Janganlah melihat kepada para


                                                                                              27
desainer (designers) yang kelihatan bagus dari luar, tetapi di dalamnya mereka busuk. Para
desainer akan lenyap dan apa yang tertinggal adalah apa yang ada di dalamnya.

Wa futihat is-samaa’a fa-kaanat abwaaba.(ayat 19) – surga dibuka dan banyak sekali pintu
dibuka melaluinya. [kami telah jelaskan di waktu lalu.] dan surga akan dibuka dan mereka akan
seperti gerbang dan pegunungan akan dipindahkan dari tempatnya dan mereka akan seperti naik
ke langit.” Allah swt membuka surga dan malaikat akan keluar, dan mereka memiliki jalan untuk
turun. Mengapa ? Hari Pengadilan datang. Allah swt memerintahkan para malaikat untuk turun
dan untuk memindahkan bumi. Kami sebutkan yang lalu, bahwa ketika bumi tidak stabil, Allah
menaruh pegunungan padanya untuk membuatnya stabil. Jadi pegunungan ini, ketika Allah
memerintahkan bumi untuk menghilang, Dia memerintahkan para malaikat untuk memindahkan
pegunungan itu. “wa suyyirat al-jibaalu fa-kaanat saraaba”(ayat 20). Bagaimana dapat
pegunungan bergerak atau digerakkan? Sebuah gunung yang besar sekali yang kamu lihat di
hadapanmu – bagaimana dapat kamu membayangkan gunung itu bergerak? Kamu tidak dapat.

Mereka mengatakan bagaimana gunung gunung itu akan bergerak dan menghilang. Untuk
menggerakan sesuatu, kamu memerlukan energi untuk memberi kekuatan yang lebih besar untuk
menggerakkan itu. Kalau tidak begitu, itu tak akan bergerak. Jadi hari ini ketika kita melihat
gunung gunung secara fisik digerakkan, mereka tidak digerakkan secara sempurna. Di jaman kita
ini, beberapa gunung digerakkan. Bagaimana mereka digerakkan? Dengan gunung api – dengan
letusan dari dalam, meledakkannya ke atas dan membuka gunung itu dan membuat sebuah lubang
di dalam nya dan meledak. Jadi apa yang terjadi dengan bebatuan yang dari dalam gunung. Itu
menjadi seperti debu dan abu dan bebatuan dan lelehan lahar. Dari mana semua ini datangnya?
Dari ratusan dan ribuan meter di bawah tanah. Sebuah gunung berapi dapat meledak dari sebuah
gunung dan membuat gunung itu merekah. Apa lagi yang dapat memindahkan sebuah gunung?
Gempa bumi. Itu dapat merontokkan gunung. Malaikat memegangi akar gunung gunung itu.

Sebagaimana mereka telah menemukan hari ini, terdapat lubang hitam di alam semesta. Kini
fisikawan mengatakan bahwa bukan hanya ada lubang hitam, ada juga haba’ik, tali (strings),
benang (threads), terbungkus bersama. Juga gunung di bumi memiliki akar. Jika para malaikat itu
memegang akar nya, seluruh (mata rantai) gunung akan akan bergerak. Itulah sebabnya dia
pertama, surga dibuka dan itu seperti gerbang. Kemudian malaikat turun. Kini jika kamu ambil
seutas tali dan digetarkan, maka ujung yang lain akan bergerak, meskipun itu ratusan meter
jauhnya. Mereka menggerakkan gunung seperti itu. Was suyyirat il-jibaalu fa-kaanat saraaba.

Allah memerintahkan gunung bergerak, oleh malaikat untuk menggerakkannya. Kemudian apa
yang terjadi. Itu meledak dari dalam dan menjadi seperti debu. Tersebar kemana mana. Itu
menjadi seperti sebuah bayangan (miraj). Gunung itu tadinya di situ – apa yang terjadi? Debu itu
menjadi seperti abu, dan kamu masih bisa melihat abunya. Namun Dia bersabda, itu menjadi
sebuah bayangan (miraj). Itu musnah sempurna. Ketika dia menjadi debu, Allah mengirim angin,
dan ketika angin itu tiba, itu menyapu seluruh debu itu dari tempatnya semula, seperti debu yang
ditiup dari satu tempat ke tempat lainnya. Kini gunung itu, yang tadinya di situ, telah disapu habis.

Was suyyirat il-jibaalu fa-kaanat saraaba. – makna lain yang dicari Awliyaullh. Was suyyirat il-
jibaalu - pegunungan itu adalah diri ego. Ketika seseorang mencapai kemajuan melalui ibadah
dan mencari jalan kepada Allah apa yang akan dilakukan Allah. Dia akan membuka surga
untuknya dan itu akan menjadi seperti gerbang. Kemudian “mari datanglah kepada Ku abdi Ku,
melalui gerbang manapun yang kamu sukai.” Jadi bagaimana kamu memasuki surga dengan ego
mu? Itu akan terbuka kepada mu jika kamu mencari jalan Ku. Patuhilah Aku, patuhilah Nabi Ku
dan patuhilah shuyukh mu yang membimbing kamu kepada Nabi (s.a.w.), yang (seterusnya)
membimbing kamu kepada Allah.


                                                                                                  28
Wa maa yantiqu an ilhawa in huwa illa wahyun yuha.
Wa kaana qaaba qawasayni wa adna.

Ikuti, tirulah jalannya. Ikutilah jalan kepatuhannya, patuhi Allah, Nabi, Auliya, dan Dia akan
membuka pintu gerbangnya, “datanglah kepada Ku”. Ketika kamu datang kepada Nya maka “was
suyyirat aljibaal…” Pada saat itu Dia akan meledakkan ego dari qalbumu dan melemparkannya
keluar dari qalbumu. Dia itu mengendalikan keseluruhan ragamu dari dalam. An-nafs al-
ammaara. 4 musuh, nafs.. dunya, adalah 4 musuh yang terjalin di dalam raga dan ruh mu. Jadi
bagaimana untuk meledakkan dan mengusir mereka? Allah akan meledakkan mereka, ketika
kamu mengikuti jalan Nya. Seperti sebuah gunung berapi, itu akan meledak dari dalam dirimu
dan itu akan menjadi seperti sebuah khayalan dan kamu akan terbebaskan dari nya. Pada saat
itulah kamu akan mencapai level mahabbatallah, mahabbatal-habib… pada saat itu kamu akan
mencapai penihilan (anninhilation) di dalam bahr alqudra. Kamu akan berada di bawah sifat
(attribute) al-rahman ar-raheem. Kemudian Allah swt akan mengangkat dirimu seperti sekiranya
kamu sedang naik (mi’raj). Kamu hadir namun sesungguhnya kamu tidak memiliki ego. Kamu
makan seperti orang makan dan minum seperti orang minum, ahl adh-dhaahir, namun
sesungguhnya kenyataan/keberadaan kamu tersebunyi. Seperti orang masa kini adalah manusia
dhahir (luar), kehilangan spiritualitas dan hanya menghormati (tazkiyyat) an-nafs.

Dengan mendekat kepada Allah swt, reeyaah. Al inayat taati wa tazeed anfaas anfusihim.
Pancuran kemudaan yang datang dengan semilir angin sejuk yang akan membawamu kepada
ingat Allah swt. Pada saat futihat us-sama’u arwaahihim… surga akan dibuka dan menjadi seperti
gerbang.” Seperti pintu. Ini artinya surga (di dalam) diri, akan dibuka selapis demi selapis dan
setiap masing masing lapis adalah sebuah rahasia yang tersendiri. Para awliya menggambarkan
lapisan lapisan qalbu itu sebagai lima : qalbu – di mana semua orang melihat satu sama lain
seperti antara sesama. Shaytan masuk ke situ, gossip masuk ke situ dan semua dari kita adalah
pada level yang sama di sana, kita tidak dapat melihat perbedaan apapun. Namun ketika kamu
mencari Allah pada arah yang benar, Allah akan membuka lapisan lapisan itu. Itu bukanlah
selembar lapisan yang dilihat seseorang. Itu adalah sebuah butiran (biji sawi), essensi dari qalbu
adalah seperti sebuah titik (noktah) dan titik itu memiliki jutaan titik di dalamnya. Dalam fisika,
sebuah titik, jika dilihat di bawah sebuah kaca pembesar (microscope) itu akan terlihat seperti
sebuah bundaran besar. Jika kamu melihatnya dengan microscope yang lebih besar, kamu akan
melihat sebuah bundaran yang sangat besar.

Lapisan pertama adalah qalbu, kemudian rahasia, as-sirr. Kemudian sirr as-sirr. Kemudian khafa
dan kemudian akhfa. Allah membuka setiap lapis secara bergiliran. Rahasia – ketika lapisan itu
dibuka itu adalah sebuah rahasia. Itu bukan untuk orang biasa untuk mengetahui, awwaam. Itu
hanya untuk rijaalun sadaqu ma `ahadallah alayh. Mereka dapat mendengar, dengan suatu
pendengaran yang dikaruniakan oleh Allah kepada mereka. Mereka dapat melihat dengan sebuah
penampakan khusus. Sesuai dengan hadith itu , “maa zaala `abdee yata..”

Kamu dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain, dan mendengar apa yang tidak dapat
didengar orang lain. Kemudian ada rahasia dari rahasia, sebuah lapisan yang lebih tinggi.
Kemudian terdapat khafa, dan apapun yang ingin diberikan Nabi (s.a.w.), dia memberikannya.
Terakhir terdapat akhfa, itu adalah Hadhirat Allah. Allah membuat gerbang gerbang untukmu
memasuki Surga Nya. Kemudian kamu dapat mengumpulkan harta karun. Ketika Dia
mengkaruniakan semua rahmat ini kepadamu, memberimu busana Nama Indah Ilahiyyah dan
cahaya yang dikandungnya, maka Dia akan memberi tahu kamu wahai abdi Ku pergilah dan
layanilah ciptaan Ku. Layanilah ummatan nabi. Jadi apa yang mereka kerjakan? Mereka
mengirimkan kamu. Para Pencari mencapai sebuah level dan keadaan bergairah (ecstasy). Mereka
dalam keadaan di mana mereka hanya melihat keindahan dan rahmat Allah swt. Mereka melihat
bahr al-ilm itu. Pancuran ilmu dari mana mereka memuaskan dahaga mereka. Allah swt memberi

                                                                                                29
mereka busana dan kemudian Dia mengirim mereka dari level tinggi itu dimana mereka telah
mencicipi perasaan itu – pergilah sekarang dan layanilah abdi Ku. Bagaimana? Aku memberikan
kekuatan untuk mencapai pikiran mereka, qalbu mereka, khayalan mereka, ingatan mereka, ilmu
tersembunyi mereka.

Dia menggambarkan ini sebagai level ke 6. Aql, khayal, mufakkira, muhafidha, mudhaakira.
(ingatan memory) . ini adalah 6 level yang Allah akan berikan kepadamu untuk membimbing
pengikutmu. Bagaimana kamu membimbing mereka jika kamu tidak dapat memahami pikiran
mereka, qalbu mereka, pikiran mereka? Mereka yang seperti itu, surga terbuka untuk mereka dan
Allah memusnahkan gunung ego mereka. Bagi mereka yang tidak menerima hal itu, maka Dia
bersabda , “jika kamu tidak menginginkan hal itu, baiklah. Maka inna jahanamma kaana
mirsaaada.”(ayat 21) Maka sesungguhnya neraka adalah sebuah tempat untuk menjebak/
menjerat. Li-taagheena ma’aba.(ayat 22) Kepada penyembah berhala/banyak tuhan, munafik dan
kriminal, itu adalah sebuah tempat untuk menjebak.
Semoga Allah mengampuni kita.
Bi-hurmatil fatiha.
======================================================
Audhu billahi min ash-shaytan ir-rajeem

Bismillah ir-rahman ir-raheem

Mirsad, rasada shay untuk monitor, mengamati, atau hars, membimbing.
Jahannam memonitor/mengamati karya para pendosa.
Inna lil-mutaqeen mafaza (ayat 31)– itu tidak memonitor karya para orang benar.
Namun dia senang menerima karya buruk/salah, dan setiap karya salah diamati agar dia
(Jahannam) dapat menarik ke dalamnya.
li-taagheena ma’aba (ayat 22) – sesungguhnya, bila kamu pergi untuk mengurus sesuatu, dan
kamu mengatakan, aku akan kembali, kamu memiliki tiket kembali (return ticket), kembalinya ke
Jahannam. Jika kamu menghendaki keburukan di dunya, kamu akan dibawa kembali ke sana. Itu
tergantung kamu, kamu mengerjakan kebaikan kembali ke surga, melakukan keburukan, tiket
kembali ke Jahannam.

Mengertilah. Mereka mengatakan, datanglah – apa yang telah kamu kerjakan. Kamu bilang, “Aku
shalat 20 raka’at taraweeh.” Kamu pikir bahwa Allah swt, adalah dalam kekurangan. Kamu tak
dapat berbuat apapun untuk dirimu sendiri. Itu adalah atas rahmat Allah bahwa kamu melakukan
itu. Tidakkah kamu berpikir berapa dihargainya 20 raka’att itu di surga. Berapa banyak malaikat
yang menuliskan hadiah untuk perbuatan baik begitu. Bagi siapa yang melanggar batas,
Jahannam disiapkan untuk mereka. Janganlah menjadi pelanggar batas dalam kehidupan sehari
hari kamu. Janganlah melanggar batas kepada isterimu, anak anakmu, tetangga mu, ikuti prinsip
Islam. Janganlah membangkang kepada Allah swt. Laabitheena ahqaaba. Mereka yang
melanggar batas adalah para mushrikeen, yaitu mereka yang mempersekutukan Allah dengan
sesuatu, mereka akan berada di sana laabitheena ahqaabaa – “mereka akan tinggal di sana lama
sekali”. Apakah lama sekali (ages). Sebuah jangka waktu yang panjang. Mengapa kita
menggunakan hiqba min az-zaman, ahqaab, dalam istilah suku makna kata itu dalam bahasa
Arab, hiqba min az-zaman, artinya tiada akhir. Tiada akhir, bila mereka mau menyatakan tak
berhingga atau lestari, mereka menggunakan kata hiqba. Laabitheena feeha ahaqaaba artinya
tanpa akhir dan tidak ada jalan keluar.

Kini ‘ulama bahasa memberi berbagai makna kepada ahqaab. Kami akan mengemukakan apa
yang Imam as-suyuti sampaikan dalam ad-durr al-manthour, apa yang Ibn `abbas katakan tentang
makna kata tersebut.


                                                                                             30
Sebagaimana yang kami sebutkan Jahannam adalah seperti sebuah tempat pengamatan yang
memonitor perjalanan kamu. Dan dikatakan bahwa tak satupun memasuki surga tanpa melalui
jembatan yang terpasang di atas Jahannam. Kamu tidak dapat masuk surga sampai kamu
melintasi jembatan di atas Jahannam itu, tempat pengamatan itu. Abu Hurayra berkata,
“laabitheena feeha ahqaaba – al-haqab 82 tahun dan setahun adalah 365 hari, dan setiap hari
adalah seperti 1000 hari yang kami hitung. Itu adalah satu haqab. Laabitheena feeha ahqaaba –
artinya tidak ada jalan keluar. Ibn Umar berkata, bahwa Nabi s.a.w. berkata, “Wallahi, tidak
satupun akan keluar dari neraka sampai dia hidup di dalamnya ahqaaba. Dan satu hiqb adalah 82
atau 83 tahun, setiap tahun dengan 360 hari dan setiap hari adalah 1000 tahun menurut
perhitunganmu.” Ibn Umar berkata tentang hal ini “Itu artinya bahwa tak seorangpun dapat keluar
jika dia memuja selain Allah.” [mukhaladeena fin-naar]. Laa yadhuqoona feeha bardan wa laa
sharaaba. (ayat 24)

Makna spiritual (internal), kita tidak beribadah kepada selain Allah dan kita adalah Muslim.
Tetapi kita melanggar batas Islam. Apa yang kita kerjakan apa yang akan ditanyakan pada Hari
Pengadilan. Itu artinya janganlah menjadi pelanggar batas yang telah ditetapkan Allah. Jika kamu
akan menjadi pelanggar batas, kamu tidak akan memiliki cahaya iman memasuki qalbumu. Kamu
akan berada dalam kesukaran tak berkepanjangan dalam hidup ini. Kamu melihat hal ini dengan
para Muslim hari ini. Para muslim berada dalam kesukaran dan berlangsung terus menerus.
Setelah Sallahuddin dan Khlaid bin Waleed dan Mehmet al-fatih dan semua para pejuang dan
pemimpin hebat Islam itu, kita terjerumus dalam kesukaran tak henti hentinya. Itu adalah sebuah
isharat, tanda bagi kita, berhati hatilah akan apa yang akan datang, karena pelanggaran batas yang
kamu kerjakan.

“Tak ada yang sejuk yang akan mereka rasakan di sana dan tak ada yang untuk diminum, kecuali
air kotor dan cairan nanah yang dikeluarkan luka.” Mereka tidak akan merasa sejuk dan damai,
akibat apa yang mereka kerjakan. Bardan – apabila kamu mau minum kamu menginginkan air
dingin. Dengan air dingin itu suhu panas di dalam dirimu akan diturunkan. Bardan, adalah ketika
kamu meminta sesuatu yang dingin untuk memuaskan dahagamu. Juga, jika kamu haus dan kamu
tidak menemukan air dan kamu mencoba tidur, dan kamu tertidur, kemudian kamu terbangun dan
kehausan itu hilang untuk sementara. Maka bardan juga digunakan untuk (obat) tidur. Itu artinya
seseorang berada dalam keadaan damai/nyaman, situasi dan lingkungan yang sejuk. Mereka yang
di neraka tidak akan pernah tidur juga tidak akan pernah merasa nyaman di neraka. Sebaliknya
mereka akan diberi air mendidih, kekerasan dan kesukaran. Dan mereka akan merasakan cairan
yang keluar dari luka, nanah yang meleleh. Itu adalah minuman para orang tak beriman. Allah swt
menyelamatkan kita dari akhir yang buruk begitu dan kesukaran itu di dunya ini, jika kamu
memanggul kesukaran itu di jalan Allah, fee sabeel illah, maka di akhira kamu tidak akan melihat
kesukaran. Kamu akan melihat bardan wa salaama. Jika kamu tidak memanggul kesukaran,
dengan datang untuk shalat. Kita mau shalat dan selesai secepatnya. Ketika datang waktu nya
membaca al qur’an kamu menundanya. Kapan saja kamu mau melakukan perbuatan baik, `amilu
salihan, shaytan menyerang kamu. Jika kamu mau mengerjakan apa yang seharusnya kamu
lakukan dan lebih lagi (sunnat sunnat), melawan shaytan, dan membawa beban itu, menentang
ego, shalat ber jama’ah, puasa, tidak tergesa gesa … maka kamu akan merasakan kesejukan dan
kedamaian, bardan wa sharaaba.

Jika kamu berada di jalan Allah, kamu akan mendapat kebaikan. Mereka para orang tak beriman
akan merasakan air mendidih yang panas dan nanah yang keluar dari luka dari tubuh mereka yang
berada di neraka. La yadhuqoona feeha bardan wa laa sharaaaba.. Ibn Mas`ud meriwayatkan
bahwa “nanah (ghasaaqan) itu adalah sebuah bentuk siksaan dan itu adalah cuaca yang sangat
dingin. Jika orang orang yang berada di neraka, dikirimi Allah dingin yang membekukan tersebut,
mereka akan memohon kepada Allah swt ‘Ya Allah kirimkan kembali kami ke neraka dari pada
berada di dingin yang menyayat ini.’ Al-ghassaq adalah sebuah lembah di neraka. Di situ terdapat

                                                                                               31
30 bagian (distrik) yang berbeda, dalam setiap bagian (distrik) terdapat 30 rumah yang berbeda,
dan penghuninya berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Itu adalah tempat Allah swt
mengirimkan para orang tak beriman, mereka yang berada di luar rahmat Nya. Semoga Allah
menyelamatkan kita dan mengampuni kita.

Ibn Mas`ud berkata, “Bagi para penghuni neraka jika Allah memberitahu mereka akan berada di
neraka selama tahun tahun sebanyak jumlahnya batu dan kerikil halus di dunia ini, mereka akan
bergembira.” Itu artinya jika kerikil halus itu akan ada batasnya. “Dan bagi para penghuni surga,
jika Allah memberi tahu mereka bahwa mereka akan berada di surga dalam tahun tahun sebanyak
jumlah kerikil halus dan karang di dunya, mereka akan meresa sangat sedih.” Ketika kamu muda,
kamu tidak berpikir akhira akan datang. Namun begitu kamu menjadi tua, kamu menyadari bahwa
akhira itu akan datang.


====================================
Ayat 25 :
“illa hameeman wa ghasaaqa. Jaza’an wifaaqa. Innahum kaanu laa yarjoona hisaaba. Wa
kadhabu bi-ayaatin kidhaaba. Wa kulla shayin ahsaynaahu kitaaba. Fadhuqu falan
nazeedakum illa adhaaba.

Kalimat kalimat Allah yang Dia ungkapkan kepada Nabi s.a.w. Nya, apapun yang kami coba
uraikan atau komentari tentangnya, penjelasan kami tetap dalam keterbatasan. Kami adalah abdi
yang lemah dan tidak berdaya dan mengabaikan makna yang Dia inginkan diketahui dari ayat
ayat ini. Ketika Allah mengungkapkan kepada Nabi s.a.w., dia s.a.w. memahaminya dan
membacakannya kepada para sahaba. Ketika mereka mendengar dari Nabi s.a.w., pemahaman
mereka diteruskan kepada para penerus (tabi`een). Dan seterusnya. Jadi jangan berharap makna
yang kita mengerti, adalah apa yang dimengerti oleh para Sahaba atau para Tabi`een, apalagi bila
dibandingkan dengan apa yang dimengerti oleh Nabi s.a.w. dari Allah, pasti lebih sedikit lagi.

Jika kita melihat komentar yang sudah di tangan kita, itu hanya 2 halaman. Jika kita melihat pada
Ruh al-Bayaan, itu dimulai pada halaman 292 sampai dengan halaman 314. 22 halaman. Jika kita
melihat pada tafasir lain mungkin itu sampai 100 halaman. Jika kita lihat lagi ke tafsir yang lebih
tinggi mungkin sampai 1000 halaman. Itulah sebabnya tafasir normal, yaitu yang tersedia hari ini
untuk dibaca dan dimengerti oleh semua orang, memberikan makna normal. Tetapi itu tidak
memberikan setiap kejadian yang me-latar-belakang-i ayat ayat itu. Sehingga kita dapat
meningkat ke pengertian yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Kita inipun mencoba untuk
membatasinya atau (kalau tidak begitu) akan berlangsung berhari hari. Kini untuk Surat an-naba
kita telah mencapai sekitar 20 hari. Semoga Allah membuka pemikiran kita.

Untuk meringkasnya bagi mereka yang tidak hadir pada pertemuan yang lalu, Dia bersabda,
tentang orang tak beriman yang akan dilemparkan ke neraka untuk waktu yang lama sekali–
artinya abadi. Itu adalah untuk para kufaar dan mushrikeen. Bahan kebutuhan mereka hanya
terdiri atas air mendidih dan nanah yang keluar dari luka yang kotor. “jaza’an wifaaqa. Fa
innahum kaanu la yarjuna hisaaba.” Itulah hukuman yang setimpal buat kejahatan mereka. Apa
saja kejahatan mereka. Kamu mungkin menemukan non-muslims yang sangat salih, sangat jujur
dan sangat bersunguh sungguh. Tetapi Allah bersabda Dia akan memberi mereka hukuman.
Apakah yang tidak disukai Allah dari seseorang, bahwa jika orang itu melakukan hal itu Dia akan
sangat marah terhadap mereka? Itu adalah menyembah selain Dia atau menyembah sesuatu
bersama Dia dengan menyembah sesuatu itu. Itulah yang tidak disukai Allah – Dia tidak
menyukai siapa saja yang menyembah selain Dia. Itulah sebabnya Dia menggambarkan Nabi
Muhammad s.a.w. sebagai abdi sempurna. Subhanalladhee asra bi-`abdihi…


                                                                                                  32
Jadi Allah senang melihat dari abdi Nya, suatu kerendahan hati dari seorang abdi, bahwa dia tidak
menegakkan/mengangkat kepalanya, bahwa (bagi dia) hanya Allah yang ada. Setelah 50 tahun
atau 100 tahun tidak akan ada lagi orang di sini, yang tadinya di sini hari ini. Keberadaan yang
sesungguhnya adalah bagi Allah swt. Itulah sebabnya Allah menolak pernyataan mereka “`Isa
ibnullah”. Allah tidak memerlukan seorang anak lelaki. Jika ada tuhan lainnya, maka mereka akan
berkelahi. Juga para Yahudi mengatakan, bahwa `Uzayr adalah anak lelaki Allah. Maka orang
Muslims berkata, “mengapa kita harus masuk ke persoalan ini. Allah adalah Allah dan abdi adalah
abdi. Jika kamu adalah Allah, tunjukkan kepada Kami apa yang dapat kamu ciptakan.” Mereka
mengatakan Sayyidina Isa a.s. menciptakan. Dia a.s. tidak menciptakan. Dengan perintah Allah
dia minta orang itu untuk hidup kembali. Apakah dia menciptakan (seluruh) ciptaan? Apakah dia
a.s. menciptakan matahari dan rembulan dan bintang bintang? Apakah dia a.s. menciptakan
sebuah (ciptaan dalam) bentuk selain manusia? Satu satunya yang dia a.s. lakukan hanyalah untuk
meremajakan kembali (rejuvenate) seorang mati dengan perintah Allah. Apa yang diciptakan
Allah ada di sana, dan dengan perintah Nya, dia a.s. memerintahkan ruh untuk masuk kembali
dengan perintah Allah. Dia tidak menjadi sebuah bentuk baru. Itulah sebabnya Dia besabda,
“jaza’an wifaaqan”. Mereka mengatakan ada seseorang seperti Aku, biarkan orang itu
mengambil mereka dari neraka. “Aku memberikan apa yang mereka pantas (menerimanya).” Itu
tergantung kepada kelakuan dan pengertian mereka apa yang mereka pantas menerimanya. Jadi
untuk alasan itu, kita harus sangat berhati hati. Qul ya Ayyuhal kaafiroon. Laa `abudu ma
ta`budoon. Kamu harus membuat sebuah batas antara dirimu dengan mereka. Saya tidak
menyembah apa yang kamu sembah, tetapi kamu bebas untuk menyembah siapapun yang kamu
kehendaki. Lakum deenakum wa leea deen. Jangan berkelahi. Id`u ila sabeeli rabbika bil-hikamti
wa ma’widhatun hasana.” Kamu ambillah apa yang kamu percayai dan muslim akan mengambil
apa yang mereka percayai.

Jaza’an wifaaqan. Wifaaqan dalam bahasa Arab memberi imbalan sesuai dengan apa yang telah
mereka lakukan. Jadi kalau kamu berbuat baik – Allah harus memberimu sesuai dengan itu. Dan
jika kamu kerjakan apa yang buruk, kamu akan mendapat sebanding dengan apa yang kamu
kerjakan yang buruk. Dan dalam ayat sebelumnya, mereka dikutuk untuk waktu yang lama, lama
sekali di dalam neraka. Tak satupun yang akan memungut mereka dari sana. Itulah apa yang
pantas mereka terima. Mereka mengira tak akan ada yang membawa mereka untuk diadili. Hari
ini, setiap orang, para orang beriman dan para orang tidak beriman, termasuk kita juga “karena
mereka sungguh terbiasa untuk tidak mengharapkan perhitungan.” Kita juga, sebagai Muslim,
meskipun kita percaya kepada Allah dan kepada Nabi s.a.w., tetapi ummat manusia tidak berpikir
bahwa satu hari seseorang akan bertanya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan di dunya
ini. Ketika saya muda tak ada apapun yang datang ke dalam pikiran saya. Anak muda masa kini
tak pernah berpikir :”Saya pada suatu hari akan menjadi tua dan kematian akan mengejar saya’”.

Ini adalah sebuah keberuntungan bagi kalian, anak muda yang hadir, untuk mengingat bahwa
Allah akan memanggilmu suatu hari dan bertanya kepadamu. Bagi para orang tua, mereka tak bisa
berbuat apa apa lagi. “ mereka tak pernah berpikir bahwa mereka akan ditanya (tanggung
jawabnya).” Kamu harus mengajari anak anak ini. Saya menyukai anak anak muda dari Bosnian
ini, mereka datang dan shalat dan menyimak/mendengar. Anak anak normal, mereka itu begitu
sibuk, tak tahu saya sibuk apa. Tidak terpikir oleh mereka, bahwa satu hari Allah akan memanggil
mereka. Juga para orang tak beriman tak pernah mengira bahwa satu hari mereka akan dipanggil.
Maka Dia melemparkan mereka semua untuk waktu yang lama sekali. Dan Aku tak akan
mengenali kamu. Sebagaimana juga kamu tidak mengenali Aku. Aku meninggalkan kamu dalam
siksaan dan tidak menarik keluar kamu. Dan “innahum kaanu laa yarjoona hisaaba” mereka tak
pernah mengakui bahwa ada Hari pengadilan. Dan mereka tidak pernah berpikir bahwa suatu hari
Allah akan mengadili mereka. Jadi ketika orang tidak berpikir Allah akan mengadili mereka, apa
yang mereka kerjakan? Bugil di televisi, bugil di discos, minum minum (alkohol), main
perempuan, semua hal yang dilarang Allah, mereka kerjakan. Atas nama apa? Peradaban! Itu

                                                                                              33
bukanlah peradaban yang baik, tetapi itu adalah peradaban jahannam. Bukan peradaban jannat.
Peradaban jannat tidak mengerjakan apa apa yang dilarang Allah. Hari ini mereka melihat anak
anak merokok narkoba yang kamu bahkan tidak tahu apakah itu. Saya melihat seorang muda
menikmati marijuana. Saya berkata, bagaimana kamu menikmati hal itu? Dia berkata, mengapa?
Saya bilang itu haram. Dia berkata, apakah iya? Tetapi ayah saya melakukan juga. Mengapa?
Karena dia dalam kesakitan. Semua artist telanjang akan berada di jahannam. Itulah peradaban.
Dan luka luka yang dari nya mengalir nanah dan terbakar. Jika kita menginginkan peradaban
jannat kita harus sopan santun. Kita harus shalat, berpuasa, mengeluarkan zakat, pergi hajj, tidak
curang, dan tidak melanggar perjanjian bahwa Allah adalah Pencipta kita dan kita adalah budak
Nya. Untuk alasan itu mereka terbiasa mengerjakan semua hal apa apa yang dilarang dan mereka
tidak pernah melaksanakan apapun yang diperintahkan.

Bahkan di antara kita yang Muslims yang mengatakan la ilaha… juga melakukan dosa. Mereka
tidak shalat. Mereka ini akan berada di neraka untuk beberapa waktu. Semoga Allah melindungi
kita. Wa kadhabu bi-ayaatina kidhaaba. Dan mereka percaya akan apapun ungkapan ayat ayat
yang kami bawa dari tanda tanda yang mereka tolak. Nabi s.a.w. memperlihatkan kepada mereka
tanda tanda dan para nabi sebelumnya membawa tanda tanda, tetapi mereka berkata, “tidak, kami
tidak menerima.” Kidhaba diulang dua kali dalam ayat itu. Itu artinya mereka berbohong dan
terus berbohong dan mereka tidak akan pernah berhenti berbohong. Apapun tanda tanda yang
kami bawa, mereka menolak. Dengan begitu mereka menegaskan bahwa mereka adalah kaafir.
Jadi itulah sebabnya mereka dihukum dengan hukuman yang paling tinggi. Ketika kami
mendengar itu dan melihat itu dan membaca itu dan berpikir tentang itu kami melihat sendiri
bahwa kita mengkhawatirkan diri kita sendiri.

Orang sibuk dengan kehidupan mereka. Mereka tidak pernah ingat Tuhan mereka. Lihatlah ini
adalah (buku) jilid ke 10 dan setiap bukunya terdiri lebih dari 1000 halaman. Ini adalah halaman
yang terakhir. Itu lebih dari 10, 000 halaman tafseer dari Al Quran yang adalah 500 halaman.
Terdapat tafsir yang terdiri atas 27,000 halaman. Ke mana kita akan pergi? Apa yang akan kita
lakukan dengan diri kita ketika kita melihat tanda tanda ini ada di depan kita dan kita berlarian di
dunya ini dan tidak mengingat Allah. “Wa kulla shayin ahsaynaahu kitaaba.” Kamu berbohong
dan terus berbohong dan kamu tidak pernah berpikir bahwa akan ada Hari Pengadilan, namun
semua hal telah Kami catat dalam sebuah kitab. Itu artinya bahwa terdapat sebuah buku di mana
Allah mencatat `amal bani Adam. Seperti jika di sebuah negara diadakan sebuah dengar pendapat
akan terdapat sebuah catatan publik. Apa artinya itu? Itu tersedia untuk dapat dilihat dan dibaca
oleh semua orang. Itu tidak dapat dirubah.

Allah bersabda, “segala sesuatu Kami catat dalam sebuah buku.” Jadi ketika buku itu dibuka,
semua orang akan melihat apa yang telah kamu kerjakan. Wa laa sagheeratin wa laa kabeeratin
ill fee kitaabin mubeen. Segala sesuatu kecil atau besar di catat, sejak kamu menjadi dewasa
sampai kamu meninggal. Ketika kamu masih muda, itu tidak dicatat. Kalau kamu baru pindah
agama, itu tidak dicatat. Hanya dari sejak kamu pindah agama sampai kamu meninggal. Suatu
hari saya mengadakan pertemuan seperti ini. Seorang lelaki datang dan bertanya, “dapatkah saya
datang kali berikutnya?” Saya berkata “Ya.” Kemudian dia datang dalam pertemuan minggu
berikutnya. Pada akhir pertemuan dia berbahagia dan berkata, “Saya ingin menjadi muslim.” Dia
shalat bersama kami dan mengucapkan shahadat. Minggu ke-3 dia tidak datang. Minggu ke-4 dia
tidak datang. Saya bertanya. Seseorang (di antara hadirin) berkata, hari Minggu sebelum minggu
ke-3, dia meninggal. Orang itu (langsung) masuk surga. Tetapi tidak semua orang seperti itu. Wa
kulla shayin ahsaynaahu kitabaa.

Kamu tidak dapat berkata “Saya tidak melakukan itu” lihatlah malaikat adalah ma`sumeen. Apa
jawabanmu? Saya bertanya pada dirimu dan semua yang disini. Pikirkanlah tentang apa yang
telah kamu kerjakan? Dapatkah amal mu menyelamatkan kamu. Saya? Tidak.

                                                                                                  34
Itulah sebabnya kita memerlukan rahmatullah. Rahmat Allah adalah yang menyelamatkan kita.
Jadi kulla shayin… kitaba.” ‘Kitaba’ artinya dicatat. Bukan hanya di dalam sebuah kitab. Segala
sesuatu dicatat. Bahkan jika kamu (hanya) mengucapkan sepatah kata, itupun dicatat. Setiap kata
dan kalimat dari pidato kamu dicatat dan setiap gerakan pun. Jika kamu (mengucapkan) salaam
alaykum, itupun di sana, jika kamu berkata Allahu Akbar itu di sana. Jenis kitab apakah ini. Ini
bukan lagi sebuah kitab. Itu adalah sebuah monitor sistem. Kini mereka menyambungkan dirimu
dengan peralatan dan mengamati pulsa mu..pengamat kebohongan (lie detector). Mereka
menetapkan perubahan apa (pada monitor) ketika kamu mengatakan kata ini ataupun itu. Lebih
dari komputer. Komputer canggih. Segala sesuatu yang kamu unduh (downloading) atau ketik.
Komputer biasa pun dapat menunjukkan hal itu. Tetapi tidak ada satu komputer pun yang dapat
mengerti setiap sel tubuh kamu dan bagaimana hasrat (mu) menggerakkan kamu melakukan ini
atau itu. Tetapi itu semua ada di dalam kitab Allah. Komputer yang memonitor kamu itu adalah
(seperti) kembaran (duplicate) kamu, apapun yang kamu kerjakan itu ada plusnya dan minusnya.
Maka pada Hari Pengadilan mereka tinggal menekan tombol dan seperti hari ini mereka memiliki
statistik dan poll, mereka dapat meneliti perbuatan kamu. Itu memberikan ringkasan jawabnya.
Plus atau minus. Apa yang kamu kehendaki? Kamu ingin positif.

Subhan Allah, bagaimana mereka mengajari hal hal cara menghancurkan pengajaran kita untuk
muslim. Bahkan dalam hal hal kecil ini. Apapun yang kamu katakan plus adalah sebuah bentuk
palang (cross). Jadi mereka melemparkan hal itu ke dalam pendidikan untuk membuat anak anak
menghapal citra/gambar silang. Jadi itulah sebabnya saya tidak suka mengatakan plus. Katakanlah
positifi atau negatif. Jadi bila kamu menambahkan sesuatu, apa yang kamu kerjakan? 9 + 3
mereka menaruh silang di tengahnya. Jadi anak anak dalam pelajaran mereka terus menerus
melihat tanda silang. Mengapa? Dan muslim tidak peduli. Carilah harian muslim – mereka
menaruh plus dan minus. Bahkan plus sampai ke situ. Sekarang ke setiap segi kehidupan kamu.
Bahka plus itu akan bertanggung jawab untuk itu. Mengapa kamu mengajari mereka sebuah silang
(cross)? Mengapa kamu mengajari anak anak seperti itu?

Kamu akan bertanggung jawab untuk anak anak kamu. Segala sesuatu dalam kehidupan kita
sebagai muslim, kita punya masalah. Tidak ada apapun yang akan menyelamatkan kita kecuali
shafa` Nabi s.a.w. dan Rahmat Allah. Semoga Allah menyelamatkan kita dan melindungi kita, bi-
hurmatil fatiha.


Sesungguhnyalah neraka adalah sebuah tempat untuk menyergap, sebuah tempat tinggal untuk
para pelanggar seperti para penuhan banyak (polytheist) dan para tidak beriman, mereka akan
berada di sana lestari. Tidak ada kesejukan yang akan mereka rasakan di dalam nya … karena
sesungguhnya mereka tidak pernah mencari/mempertimbangkan (akan adanya) sebuah
perhitungan.

Sesungguhnyalah neraka adalah sebuah tempat untuk menyergap.” Marilah kali ini kita lihat
makna dari sudut berbeda, yang tidak kita sebutkan dalam pertemuan yang lalu. Jahannam adalah
sebuah tempat di mana terdapat sistem siksaan yang berlangsung terus. Itu adalah sebuah tempat
di mana adhaab, hukuman, tengah berlangsung. Itu adalah makna jahannam. Itu adalah lawan
dari Jannat. Jannat adalah sebuah surga di mana kamu mendapatkan kedamaian. Jahanamm
adalah sebuah tempat hukuman, kesakitan dan penderitaan. Jadi jahannam bukan hanya dari sudut
pandang yang kita bicarakan sebelum ini, ketika kita menjelaskan nya sesuai dengan penjelasan
“normal” yaitu tempat di mana pata orang tak beriman atau mereka yang membangkang terhadap
Allah swt atau para kufar akan dikirimkan, yaitu ke neraka. Muslims atau mumins hanya akan
mencapai paradise setelah melewati/menyeberangi jembatan, as-sirat.



                                                                                              35
Jahannam adalah sebuah ungkapan/simbol untuk penderitaan. Ahl al-haqa’iq, mereka yang dapat
menembus ke dalam qalbu manusia dan memahami pikiran mereka dan mempelajari diri orang
itu untuk memahami mereka, dikenal bahwa jahannam adalah at-tabi`at al-haywaaniyya. Sisi
alam hewani dari manusia. Hewan di dalam diri kita itulah yang digambarkan dengan jahannam.
Dan khazanata jahannam, dalam jahannam terdapat malaikat yang memelihara jahannam, yang
menghukum dan menyiksa mereka yang membangkang kepada Tuhan mereka. Bagi diri, ego diri
itu adalah seperti mereka yang dilempar ke dalam api dari diri. Adalah ego kita yang sudah
dilemparkan ke dalam, sisi hewan dari diri dan kita berada dalam kendalinya. Dan mereka yang
menghancurkan diri adalah musuh, yang membangkang Allah swt, yang membangkang kamu
dalam kehidupanmu dan kamu akan merasa tersiksa di kehidupan ini, yaitu : nafs, dunya, hawa
dan shaytan. Empat musuh ini yang berada dalam dirimu, menyiksa kamu dan menyalah-gunakan
(menunggangi) kamu dan membuat kamu membangkang terhadap Allah swt, seperti jika kamu
sendiri menjadi tempat yang berada di bawah kendali mereka.

Seperti jika seseorang yang memasuki surga, dirinya suci, raganya suci, nafsunya suci, semua
berada dalam kendalinya. Tetapi bagi mereka yang memasuki jahannam, dia berada di bawah
kendali nafs, ego, dunya dan shaytan, yaitu di bawah kemunafikan, percaya kepada jabr, bahwa
kamu dapat menyatu dengan Allah dan bid’ah lainnya – itu adalah menentang kehendak Allah.
Laabitheena feeha ahqaaqba. Sisi hewan mu adalah seperti sebuah jahanam bagimu dan empat
pengendalimu : nafs, dst.. yang membuat kamu menarik dirimu dari hukm ash-shariah. Kamu
tidak lagi akan mendengar siapapun, kecuali dirimu sendiri. Kamu akan berada di bawah tangan
shaytan dan ego mu selama lamanya. Laabitheena feeha ahqaaba. Selama kamu berada di bawah
kendali empat musuh ini, kamu akan hidup di sana. Itu akan mencabut hakikat dari dalam dirimu.
Untuk mencapai Hadhirat Ilahiyyah, untuk mencapai pintu Nabi s.a.w., itu akan ditembok/diblokir
dan itu tak akan dibuka bagimu. Mengapa? Karena kamu hidup dalam kebodohan untuk selama
lamanya, dan (pintu) itu tidak akan pernah dibuka bagimu. Tidak akan ada yang sejuk untuk
diminum … kamu diblokir dari hadhirat Nabi s.a.w., artinya kamu tidak akan pernah merasakan
sesuatu yang sejuk. Itu adalah bard alyaqeen. Itu adalah sebuah tirai terhadap kebenaran. Wabud
Allah hatta yaatteeyak al-yaqeen. Beribadahlah kepada Allah sampai kematian datang kepada mu.
Itu artinya beribadahlah (sembahlah) Allah sampai kematian datang. Itu artinya jangan tinggalkan
kewajibanmu sepanjang hidupmu. Kemudian ketika kamu mati, Allah akan membuka semuanya
bagimu dan kamu hidup abadi.

Sesuatu yang sejuk adalah sesuatu yang kamu senangi, seperti seseorang yang diberi air dingin
ketika dia sedang haus. Itu adalah untuk seseorang yang membiarkan ego mati dalam hidupnya
ini. Seperti Sayyidina Abu Bakr, sebagaimana Nabi s.a.w berkata, “jika kamu ingin melihat
seseorang yang mati sebelum ajalnya.” Dia selalu mengejar Nabi s.a.w. Dia memberikan
segalanya untuk Nabi s.a.w.. Jika kamu mengikuti jejak langkahnya kamu akan mencapai bard
alyaqeen. Tetapi jika kamu tetap membuta, maka ragamu adalah seperti sebuah jahannam untuk
egomu. Itu artinya empat musuh itu adalah kayu bakar bagi jahannam diri. Maka kamu tidak akan
pernah merasakan sejuknya hakikat dalam kehidupanmu. Minuman yang disebut di sini
menyebutkan sharaab al-mahaba. Cita rasa cinta. Ketika kamu minum sesuatu yang kecut, kamu
meminumnya karena cinta. Untuk kepentingan kecintaannya dia minum sesuatu yang kecut, dia
menanggung kesukaran2 itu. Untuk cintanya kepada Allah dan Nabi s.a.w. kamu menanggung
kesukaran. Jika kamu berada dalam keadaan tidak perduli, kamu tidak akan merasakan minuman
cinta dan sejuknya hakikat dan indahnya kepercayaan (trustworthiness). Mengapa? Karena kamu
terbenam dalam dunya dan cinta kepadanya. Mengapa? Karena kenyataan diri mencengkeram
kamu di dalam nerakanya. Raga itu adalah seperti kurungan yang membakar dari dalam dan tidak
membiarkan kamu keluar. Cinta dunya itu menjatuhkannya ke neraka itu, yang adalah bagian dari
diri.



                                                                                             36
Hameeman digambarkan kecuali air mendidih dan cairan kotor dari luka. Itu adalah lawan dari air
sejuk. Bard alyaqeen adalah pembukaan tabir dan pengalaman hakikat. Lawan dari itu adalah
ketidak pedulian atau kebodohan (ignorance). Air mendidih adalah hanya hidup dalam
kebodohan, karena kecintaan kepada dunya, yang adalah bahan bakar dari sesuatu kenyataan
(nature) yang mendidih di dalam dirimu.

Wa ghasaaqa – nanah dari luka yang kotor adalah sesuatu yang tidak seorang pun ingin
melihatnya. Ketika kamu melihat seseorang dengan luka kotor dan bernanah, kamu ingin
memalingkan mukamu dan dalam kenyataannya itu adalah sisi gelap. Itulah sisi gelap yang kamu
tidak mau melihatnya. Itulah yang akan akan diberikan kepadamu jika kamu mencari cinta dunya.
Jaza’an wifaaqa. Itu adalah kompensasi yang akan dihadiahkan kepadamu, kebodohan dan
kegelapan. Kamu tidak akan pernah mencapai hakikat dan kepastian. “karena sesungguhnya
mereka tidak pernah mengharap ada perhitungan.” Juga untuk kita, kita tidak pernah
menginginkan mencapai pintu Nabi s.a.w.. Kita tidak pernah menetapkan sasaran kita untuk
mencapai pintu Allah. Kita selalu mengejar dunya. Itu artinya mereka tidak berpikir akan ada
perhitungan. Karena mereka terpuruk total dalam cinta dunya. “dan apapun yang kami katakan
mereka tidak percaya.” – mereka melihat ke begitu banyak tanda tanda untuk mendorong mereka
untuk melihat ke seberang dunya namun mereka menolak, mereka mengatakan bahwa itu tidak
betul. Itulah sebabnya mengapa orang tak peduli / dungu, jika mereka melihat awliya, yang bisa
mendapatkan kepastian dan kebenaran, yang bisa mendapatkan minuman mahabatillah dan
menjadikan mereka pencinta Allah dan Nabi s.a.w., orang orang ini tidak mampu memahaminya.
Wa kadhabu bi-ayyaatina kidhaba. Mereka tidak pernah menerima tanda tanda apapun. Allah
menggambarkan awliyaullah, “alaa awliya-ullahi laa khawfan wa laa hum yahzanoon.” Mereka
yang tidak pernah mencapai level itu, tidak dapat mempercayainya dan tidak dapat melihat nya.
Jika mereka tidak dapat melihatnya, mereka tidak mempercayainya. Tetapi jika mereka melihat
kepada kehidupan Sahaba dan mereka yang mengikuti Nabi s.a.w., mereka dapat memahami dan
mereka dapat mencapainya.

“sesungguhnya segala sesuatu telah direkam.” Itu artinya setiap pekerjaan 4 musuh terhadap diri
telah dicatat di dalam qalbu. Itulah sebabnya mengapa awliya-ullah melalui dhikr mereka, diberi
kode khusus, seperti du’a, dan al-mathurat al-ad`iyya. Jika ini digunakan secara berbeda akan
menunjukkan kepada mereka atau mengatakan kepada mereka apa yang salah di dalam sistem
mereka. Seperti seorang dokter gigi, bila gigimu copot, mereka memperkenalkan metoda baru,
ditanam (implanting). Saya tak akan mempercayainya sampai saya melihatnya. Mereka tahu
caranya bagaimana mengembalikan apa yang ada sebelumnya dan mereka memasang kembali
gigi yang tidak lagi dimilikinya. Jika 100 tahun lalu kamu mengatakan itu kepada mereka, mereka
akan mengatakan kamu gila. Apakah orang akan menerima hal itu 100 tahun lalu? Tidak!

Allah memberi awliya-ullah sebuah kode khusus – mereka telah dilatih. Mereka dapat
memproduksi sesuatu dari dalam ajaran Islam dan Nabi s.a.w. untuk mengajari apa yang ada
dalam dirimu dan untuk mengetahui apa yang salah dalam dirimu. Segala sesuatu dicatat dalam
sebuah buku. Betul itu adalah untuk Hari Pengadilan, namun kamu dapat merubah apa yang ada
dalam buku itu dengan memohon ampunan dari Allah. “Allah akan mengampunkan semua dosa”
Dia memberimu (sarana) istighfaar untuk memohon ampunan untuk semua (dosa) itu. Namun jika
kamu tidak tahu apa yang kamu lupakan, itu adalah sebuah masalah. Jadi kamu perlu melakukan
istighfaar untuk setiap perbuatan salah. Awliy-ullah memiliki kode untuk mencapai itu, itu berada
di dalam hard drive mereka. Tariklah hard drive itu, bukalah dan periksalah. Tidak setiap orang
dapat memeriksa hard drives. Dapatkah setiap orang memeriksa itu? Tidak. Setiap orang punya
sebuah laptop, tetapi tidak semua orang dapat meng analisa drive itu. Kamu memerlukan para
specialist itu, ahli yang memahami ilmu itu. Bila kamu mengatakan ada awliya mereka tidak
percaya. Jika ada ahli hard drive tentu ada ahli masalah drive qalbu juga. Mereka menarik apa
yang salah dengan dalam (intern)nya qalbu itu. Kemudian mereka mengirimi kamu pesan, kamu

                                                                                              37
hasan itu adalah masalahmu. Kamu hafiz itu adalah …. mu. Mereka memberimu apa yang kamu
butuhkan. Wa kulla shayin ahsaynaahu… Aku memberi kamu sesuatu yang dapat diperbaiki,
pergilah dan perbaiki. Jangan biarkan itu tidak terawat.

Itulah sebabnya orang memiliki buku catatan di sekolah. Itulah caranya bagaimana meyimpan
sebuah catatan, sebuah catatan publik. Itu adalah sebuah catatan informasi normal tetapi ini adalah
sudut pandang untuk tafseer ayat. Awliya dapat mengambil kamu dan menarik keluar musuh diri
dan jahannam, dan memberi kamu qalbu (heart) drive yang sudah diperbaiki untuk mu. Itu adalah
yang kita perlukan untuk berhasil (successful). Fa-dhuqu fa lan nazeedakum ill adhaaba. “Jadi
kamu rasakanlah hasil jahat dari tindakanmu. Tidaklah Kami beri kamu tambahan kecuali dalam
siksaan.” Kini saya berikan makna tersembunyi (diambil) dari Ruh Al-Bayan dan tafsir lainnya.
Makna tersembunyinya adalah bahwa “jika kamu mau tetap di dalam neraka dirimu, kamu hanya
akan merasakan penderitaan. Tetapi jika kamu mau diangkat oleh awliya-ullah dari siksaan dan
hukuman dari diri, kamu harus berjuang. Bila Allah membuka untukmu, dalam wa kulla shayin
ahsaynaahu… bilamana saja Kami membuka untuk drive qalbu (heart) untuk memperbaikinya,
kamu akan merasa malu kepada Kami terhadap apa yang telah kamu perbuat. Fa-dhuqu falan
nazeedakum illa adhaaba. Kemudian nar alhasra akan menyeruak dari dalam dirimu api api
cinta yang telah membuat kamu membangkang terhadap Allah. Namun jika pada saat itu api itu
membakar kamu dan kamu mengenalinya, maka Aku akan membangun kamu kembali. Inna lil-
muttaqqeena mafaaza. Sesungguhnya untuk para muttaqeen, surga.

“inna lil-muttaqeen mafaaza.” Ayat 31.

Kita telah menjelaskan tentang mereka yang akan dihukum di api neraka, karena mereka tidak
pernah mau menerima al-haqq, kebenaran. Dan setelah Allah menghukum mereka di api neraka
dan menunjukkan siksaan yang akan Dia berikan kepada mereka yang tak beriman. Dan itu adalah
untuk mereka yang selamanya berada dalam neraka. Kemudian ada orang beriman yang
melakukan dosa dalam hidupnya, dan mendapati mereka tidak berada dalam naungan shafa` Nabi
s.a.w. dan insha-Allah semua Muslim akan menerima itu, mereka yang percaya. Namun, sejalan
dengan alur penjelasan kami, hukuman itu akan diberikan kepada orang beriman untuk dosa
mereka dan itu mungkin sangat ringan, sebagaimana dikehendaki Allah dan tak seorangpun yang
tahu putusan Nya bagi abdinya.

“sesungguhnya neraka adalah tempat untuk menyergap ….”

Kini kita sampai ke ayat 31, yang adalah lawannya. Sisi yang membahas tentang surga. Setelah
menjelaskan siksaan, Dia menggambarkan kebahagiaan dan kedamaian di al Qur’an. Selalu dalam
al Qur’an kita menemukan bahwa ayat ayat siksaan diikuti dengan ayat ayat rahmat/ampunan.
“sesungguhnya untuk muttaqeen akan ada sukses. Taman dan kebun anggur. Dan pendamping,
dara berdada penuh. Dan cangkir penuh dengan anggur.” Ini adalah sesuai dengan terjemahan al
Qur’an dari Madina. “sebuah hadiah dari Tuhan mu, sebuah hadiah yang dihitung dengan berlebih
sesuai dengan karya / amal terbaik mereka.”

Jadi Allah bersabda, “inna lil-mutaqeena mafaaza.” Dia memperlihatkan apa yang diberikan
buat mereka yang beriman. Mereka yang berjuang dalam hidupnya. Mereka yang dalam hidupnya
mencari ma’rifa, perhatiannya kepada Allah dan Nabi Nya. Mereka itulah yang sukses di akhira.
Sebagaimana mereka yang di dunia belajar keras untuk menjadi doctors yang berhasil, sarjana
teknik yang berhasil, pengacara yang berhasil. Apapun yang kamu kerjakan, kamu mendapatkan
buahnya. Jika itu adalah pohon yang berbuah. Jika itu adalah sesuatu yang manis yang kamu
kerjakan, kamu mendapat buah manis. Jika kamu mengerjakan sesuatu yang kecut, kamu
mendapat buah kecut. Jika kamu memilih jalan Allah kamu menerima buah manis pada akhirnya.
Pohon itu akan berbunga di dalam dirimu. Para mutaqeen yang selalu dalam ibadah, dan tidak

                                                                                                38
pernah menyimpang akan mendapatkan sukses. Ketika Allah bersabda “Aku akan menolong
mereka” itu artinya kamu akan mendapatkan kekuatan tak terbatas dalam kehidupanmu. Kamu
tidak dapat membatasi makna mafaaza. “Mereka yang berjuang di jalan Kami akan sukses.”
Sukses dalam segi apa. Jika seorang doctor sukses dia menghasilkan jutaan dollar. Bila kamu
mengatakan sukses mutaqee. Itu artinya bahwa Allah memberi mereka segalanya di surga. Allah
membuka segalanya bagi mereka di surga. Dia menempatkan mereka bersama para an-nabiyyeeen
was-siddiqeen…

Tidak ada batasnya sukses dan hadiah bagi mereka. Itu adalah makna sesuai makna kata kata
(literal). Untuk menggambarkan sukses itu, di masa Nabi (s.a.w.) – apa yang paling dikehendaki
di gurun di tempat di mana tak ada satu tumbuhanpun – sebuah tempat yang hanya ada pasir saja?
Apa gambaran terbaik lawan gurun – sebuah taman. Karena mereka sukses, dan Aku akan
memberi mereka sukses tak berbatas karena dukungan mereka, Aku memberi mereka hadaiq,
taman taman. Bukan hadeeqa. Bukan satu. Taman taman. Apa yang ada di dalam sebuah taman?
Buah manis atau kecut? Jenis apa? Jumlahnya tak berbatas. Kamu tidak memiliki taman pada
sebatang pohon. Itu harus ratusan bahkan ribuan pohon. Ketika Allah bersabda, “Aku
memberikan sebuah taman” itu tidak berbatas. Tidak ada batasnya jenis taman apa yang Dia
berikan. Jenis buah apa saja yang Dia berikan? Taman dengan semua jenis buah buahan yang
tidak terdapat di gurun. Ketika para sahaba mendengar hal ini, itu akan membuat perbedaan dalam
hidup mereka.

Dan bagi kita tabi`een, yang datang 1400 tahun kemudian, ketika kamu mendengar tentang
sebuah taman, dapatkah ada sebuah taman tanpa air? Jenis air seperti apa, sungai tak berujung
untuk berbagai jenis air. Air dengan gas, air dingin, air mineral, apa yang diinginkan manusia, Dia
berikan. Dia memperlihatkan Adhamat Nya. Wahai Muhammad, Aku memberikan itu!! Taman
jenis apa – seperti di dunya? Bukan, itu hanya untuk membuat orang memahami. Taman taman.
Kemudian Dia memerinci satu jenis buah dalam taman itu, karena itu membuat perubahan besar
dalam pikiran orang yang mendengar itu. `anaba. Anggur.

Dia memberikan ini kepada siapa? Kepada mereka yang jauh dari tak beriman. Kepada mereka
yang berusaha untuk tidak menyimpang kepada jalan shaytan, mereka yang pergi ke jalan
Rahman. Dan Dia memerinci dari taman ini dan dari semua pohon pohon berbuah itu, yang penuh
dengan, anggur yang Dia rinci. Apa yang kita buat dari anggur? Kamu membuat arak (wine).
Dengan kata lain Dia menjanjikan bahwa jika kamu berhenti dari apa yang dilarang Allah di
dunya, Aku akan memberi kamu arak di kehidupan berikutnya, namun itu bukan arak yang akan
membuat kamu mabuk, tetapi memberimu kenikmatan surgawi.

Anhaarin min ghayri aslilin. ..ladhatin lish-shaaribeen. … wa lahum min kulli thamaraat. …fa
qata` ama`ahum.

Aku akan memberikan mereka arak yang akan memberikan kenikmatan kepada yang
meminumnya. Bila Allah melarang sesuatu, kamu jangan melakukan itu. Allah akan memberikan
para mumin di kehidupan berikutnya sesuatu yang bernama khamra, dibuat dari buah anggur.
Anggur jenis apakah itu. Ladhatan li-shaaribeen. Yang memberikan kenikmatan lestari (terus
menerus) kepada dia yang meminumnya. Nanti kita akan membahas penjelasan penuh tentang hal
ini. Itu memberikan cinta Allah swt abadi tanpa akhir.

Dan Aku akan memberi mereka taman/kebun. Apa yang disukai ummat manusia? Ketika mereka
masih dalam (jaman) jahiliyya, apa yang dikerjakan orang? Mereka mengejar kebun untuk diri
mereka, untuk mendapatkan minuman anggur untuk diri mereka, dan untuk menghibur diri
mereka sendiri, lelaki dan perempuan satu sama lain. Maksiat. Dan jika kita hari ini
memperhatikan dunya, seluruh dunya melakukan hal seperti itu. Apa yang dikejar orang? Mereka

                                                                                                39
mengejar kalau bukan kekayaan, ya uang atau alkohol, zat perangsang, mengejar Narkoba dan
setelah mabuk, mengejar perempuan atau lelaki. Apakah ada hal lainnya (yang dikerjakan)?
Mengapa orang bergegas mencari uang, mereka yang melupakan akhira? Mengapa – untuk
mendapatkan lebih banyak kesenangan. Untuk melihat film biru. Untuk pergi ke pantai. Untuk
pergi dan minum minum di dalam ruang ruang sempit dan toko kecil, disco, mereka masuk ke
dalam ruang seperti kubus, untuk minum minum dan menghibur diri mereka sendiri dan
menyaksikan apa yang haram wal-munkar. Inilah yang ada dalam qalbu manusia sejak awal
dunya sampai hari ini. Mengapa Habil membunuh Qabil. Allah memberikan saudara perempuan
Qabil untuk menikahi Habil dan saudara perempuan Habil untuk menikahi Qabil. Dari sejak awal
dunya, selalu saja ada pertikaian ini.Namun Allah bersabda, “Jika kamu mengikuti jalan Ku, apa
yang kamu cari di dunya hanyalah kesenangan terbatas, tentang minum minum atau makan makan
atau main perempuan, yang hanya memberikan kesenangan beberapa menit. Bahkan kamu tak
dapat melakukan itu setiap hari. Tetapi Aku memberimu kesenangan abadi. Tidak akan itu terasa
berkurang, itu akan terasa makin bertambah dan makin bertambah. Itulah sebabnya Dia
menggambarkan itu dengan buah anggur, artinya arak.

Dan qawaiba atraaba. Dia tidak menyebutkan dengan nama, tetapi menyampaikannya secara
halus. Aku akan memberimu pada Hari Pengadilan apa yang kamu inginkan. Berapakah usia yang
paling sempurna untuk menikah, 16 atau 17? Aku akan memberimu … apa yang dikatakan Allah,
apa yang dikatakan al Quran. Ini adalah wicaksononya Allah swt. “dara yang cukup umur berdada
penuh dengan umur yang sama.” Dimengerti. Dia memberikan gambaran kenikmatan apa yang
akan diberikan Nya kepadamu. Dalam tafsir Ruh al-Bayan, dia memberikan ringkasan, “kesemua
mereka adalah berumur tertentu, dan bannaatu sita` `ashara, berumur enambelas. Mereka akan
menjadi matang/dewasa. Ketika seorang gadis menjadi dewasa, dia menjadi matang dan dia akan
memahami [kenikmatan …] As-Suyuti menggambarkan qawaib – pada umur yang sama, berdada
penuh, dara matang berumur sama. Wa qaasan dihaaqa. Gelas disini berarti khamr, arak. Bagi
para mutaqoon itu adalah surga dan bagi mereka segelas penuh arak. Wa qawaiba atraaba –
kenikmatan penuh yang saling mereka dapatkan. Al-mundhiri berkata bahwa ad-Dahhaak
menggambarkan qawaiba atraaba sebagai dara perawan, perempuan yang belum disentuh
sebelumnya. Ibn Abbas berkata, “qaasan dihaaqan. Jika itu bukan untuk arak, maka tidak akan
disebut sebuah gelas. Dan Allah bersabda, ‘segelas penuh.”

La yasma`oona feeha laghwan wa laa kidhaaba. Dia memberimu segelas penuh arak, namun
mereka tidak pernah mendengar di dalamnya percakapan kotor ataupun dusta. Mengapa ini
disebutkan disini? Karena jika seseorang mabuk, dia akan mengatakan segala macam kata kata
buruk, kebohongan, pergunjingan dan perbuatan buruk. Namun disini Dia menggambarkan nya
dengan mengatakan “kamu akan mendapat secangkir penuh, arak (mabuk), namun tidak
kehilangan kesadaranmu, tidak melakukan hal buruk dan tidak berbohong. Itu artinya kamu
mengalami kenikmatan sempurna, tetapi kamu masih sadar sepenuhnya. Adalah sangat berbeda
antara arak surga dan arak dunya. Itulah sebabnya mengapa ahl al-ma`rifat mabuk dalam cinta
Allah. Itulah sebabnya mereka selalu mengatakan kebenaran karena mereka mendapat secangkir
penuh cinta. Dan kami akan menjelaskan dari sudut itu dalam pertemuan berikutnya.
Bi-hurmatil fatiha.

Bad’a al-irtifa. Al-qab… kami akan menjelaskan dalam makna spiritual bila tidak terdapat
perempuan di sini. Baca sa`ada fid-daarayn, bagaimana para sahaba biasa saling mengatakan satu
sama lain. Mereka terbiasa menggambarkan segala sesuatu. Itulah sebab nya para wahabis
menyukai buku tersebut.

Sekarang kami akan menjelaskan inna lil-mutaqeen mafa’za. ayat 31. – ayat 37.



                                                                                            40
Allah swt disini menjelaskan, bagi para mutaqeen, Dia akan memberi mereka.. taman dan kebun
anggur, dan gadis dewasa yang …secangkir penuh arak …sebuah hadiah dari Tuhanmu dan
hadiah yang dihitung dengan berlebih …amalan.” Marilah kita pandang ayat ayat ini dari sisi lain.
Nabi (s.a.w.) berkata, “ayat yang paling sukar/menakutkan yang menggambarkan manusia api
adalah ayat 30 “jadi rasakanlah akibat dari perbuatan jahat kamu. Tidak ada tambahan yang
akan Kami berikan kecuali siksaan bagimu.” Manusia api tidak akan pernah keluar dari keadaan
itu. Mereka yang menyembah selain Allah, yang tidak beriman, tidak akan menerima kelonggaran
dari api neraka, dari masa ke masa seterusnya. Bilamana mereka minta untuk dilepaskan dari satu
hukuman atau siksaan, mereka akan ditaruh di dalam siksaan yang lebih buruk dari sebelumnya.

Namun ayat selanjutnya, memperlihatkan bahwa jika kamu mau menjadi beriman, mutaqoon,
kamu akan mendapatkan sebaliknya. Sebuah hadiah. Dan Dia menggambarkan hadiah itu, “taman
dan kebun anggur.” Dan kami sudah menjelaskan itu. Mari kita lihat dari sebuah sudut berbeda
makna dari hadiah itu “Aku memberimu taman dan kebun anggur dan Aku memberimu untuk
dinikahi gadis dewasa yang paling cantik dan Aku memberimu secangkir penuh arak, yang tidak
akan membuat kamu mabuk, sehingga kamu tidak akan pernah berkata jahat atau melakukan
tindakan jahat.”

Dikatakan oleh mereka yang sidiq dan haqq, in tawilaat an-najmiyya min al-khawwas, “Inna lil-
mutaqeen” menyebutkan para mutaqeen – itu artinya mereka yang mencoba menghancurkan ego
gelap mereka. Menjadi mutaqee artinya kamu harus bergulat dengan dirimu, 4 musuh mu, nafs,
dunya, hawa, shaytan. Mereka yang berjuang melawan keburukan itu, sedang mengupas tabir dan
membawa dirinya ke pada sebuah hadiah – mafaaza. Karena mereka itu mutaqoon, Allah
menghadiahi mereka, menghadiahi mereka dengan apa? Sesuatu yang tidak dapat digambarkan.
Itu digambarkan sebagai taman dan kebun anggur. Namun makna dalam (internal) dari taman dan
kebun anggur adalah taman ilmu dan ma`rifat. Ketika kamu bilang saya punya sebuah taman
bunga atau pohon buah buahan, ini berarti kamu punya bunga yang banyak sekali. Jika kamu
hanya memiliki sebuah taman dengan satu varitas (jenis), itu akan membosankan atau tidak
menarik. Maka disini sebuah taman dimaksudkan sebuah taman cahaya barakah dari nama dan
busana indah Allah, yang menjadi seperti pelangi warna dalam qalbunya dan dia mampu bergerak
melalui warna warni itu dan setiap satu (warna)nya mewakili sebuah samudera ilmu.

Kita tahu bahwa warna itu dari putih sampai hitam, terdapat sebuah samudera ilmu yang kamu
tidak dapat menghitungnya. Itu artinya Allah akan mendandani kamu dengan nama nama cantik
Nya seperti sebuah pelangi yang menyelimuti kamu. Ketika Dia menganugerahkan itu dan
merendam kamu dengan itu – kamu sukses. Kamu telah mencapainya – keindahan dan keagungan
dan semua busana yang dianugerahkan kepadamu. Busana busana itu adalah seperti taman.
Taman taman itu adalah seperti taman di dalam qalbu. Qalbu menjadi taman yang melepaskan
dirinya dari hubungan dengan dunia dan mengangkatnya menuju hubungan ke langit. Ketika
kamu terangkat ke pada hubungan ke langit, itu berbeda dari hubungan dunya. Bila kamu
terhubung dengan langit, Allah akan membuat qalbumu menjadi penuh dengan kebun dan pohon
pohon yang penuh ilmu, yang akan selalu berdiri. Itu artinya kamu akan selalu naik (meningkat)
dalam ilmu mithlayni mithlayni, naik exponensial dalam ilmu. Bila kamu meningkat dalam
Hadirat Ilahiyyah, kamu tahu lebih dan lebih lagi kebesaran Tuhan mu. Ketika kamu naik,
Tuhanmu akan menambahinya dan ketika itu bertambah, kamu menjadi seperti seseorang yang
mabuk dari kebun anggur cinta.

Ketika orang jatuh cinta di dunya, mereka akan mabuk dan mabuk. Itu adalah perumpamaan
untuk menggambarkan kemurnian cintamu. Ketika Dia mengangkat kamu dalam cinta seperti
itu.. kamu tidak akan mampu melihat yang lain pada saat itu, kecuali Hadhirat Ilahiyyah. Pada
saat itu kamu akan diberi qawa`iba atraaba. Dalam makna spiritual itu artinya lataif. Kamu dapat
naik dari satu lapis ke lapis lataif lainnya, titik titik itu ada dalam dada. Itulah sebabnya banyak

                                                                                                  41
orang spiritual dan sidik menggunakan lataif untuk menanjak atau lataif itu dibukakan untuk
mereka. Terdapat tujuh level. Setiap level menggambarkan satu langit sampai kamu mencapai
setiap level. Rahasia setiap langit akan diwariskan kepadamu dari ilmu yang Allah berikan kepada
Nabi s.a.w. dari ulum al-awwaleen wal-aakhireen. Ketika qalbu mu menjadi terilhami (terisi)
dengan tujuh langit dan lataif ini, kamu akan diberikan secangkir penuh Cinta Allah. Pada saat itu
segala sesuatu akan lenyap – bahkan kamu tidak akan mengenali dirimu sendiri. Pada saat itu ilahi
anta maqsudi wa rida’ka matlubi. Engkaulah tujuan ku dan kegembiraan Mu adalah hasratku.
Tidak ada apapun lainnya pada saat itu. Itu akan dianugerahkan kepadamu. Cangkir itu akan
menjadi penuh berisi cinta ilmu dan ma`rifat. Tidaklah akan pernah lagi kamu mendengar bisikan
dunya di dalam telingamu. Tidak ada lagi cinta dunya atau kesenangannya, kekayaannya atau
apapun yang dimiliki dunya. Cinta mu hanya untuk Allah dan kesenangan Nya.

Kecintaan orang masa kini : rumahnya, bagaimana menghiasi nya, anak anak mereka, berapa
banyak mobil yang mereka miliki, berapa banyak permata yang mereka miliki, dan seterusnya.
Ketika kamu mengembangkan dirimu dalam cinta Allah, maka cinta jenis ini tidak akan ada lagi.
Bila kamu memiliki secangkir penuh cinta, maka tidak ada lagi yang dapat kamu masukkan ke
dalamnya – itu sempurna, segala sesuatu lainnya akan tumpah keluar dari cangkir. Itulah sebuah
rembulan purnama sempurna. Pada saat itu kamu tidak mendengar lagi bisikan shaytan. Kamu
akan mewarisi rahasia dari qul Audhu bi-rabb in-nass, ilahi nass, … dari gossip buruk, dari gossip
yang mereka buat. Pada saat itu tidak terdapat kesempatan gossip itu untuk datang ke dalam
qalbumu, itu hilang. Karena kamu mencari perlindungan terhadap shaytan. Dan inilah jaza’an
min rabbika at’an hisaaba. Allah memberimu itu, karena itulah yang kamu minta dan Dia
memberikannya.

Kamu akan diselamatkan dari api dunya ini. Meskipun kamu tidak merasakan secara fisik panas
nya dunya ini, di akhira jika Allah tidak memerintahkan agar ‘bardan wa salama’ pada mu,
seperti yang Dia perintahkan agar dingin dan selamat bagi Ibrahim (as), dan jika Dia membiarkan
sempurna (dinginnya) itu tentu akan membeku, maka kita akan merasakan panas itu di kuburan
dan kita akan merasakan panas itu di dunya. Allah akan mengangkat kita dan menyelamatkan kita
dari panas dunya yang akan seperti neraka. Dia akan menghadiahi kita dengan (cara) memisahkan
kita dari panas dunya untuk surga di akhira. Dan dikatakan bahwa qawa’iba, adalah sesuatu yang
menonjol dari tubuh atau itu memiliki bentuk luar biasa, yang digambarkan sebagai “berdada -
penuh”. Dalam pemahaman (interpretasi) ini adalah dari nama dan attribute indah, apapun yang
keluar dari mereka itu dari ilmu dan ma`rifat – itu adalah makna tersembunyi, dan kamu cukup
dewasa untuk menerima seperti itu, sebagai seorang gadis yang belum memiliki dada, dan ketika
dia tumbuh dewasa, dada itu tumbuh. Itu adalah penjelasan tentang indahnya ilmu yang akan
muncul dan keluar ketika kamu mendekati Hadhirat Ilahiyyah. Tapak tapak citra nama nama itu
yang berada dalam Surga Amal (Paradises of Actions). Jannat al-afa`al. – Taman Amal Indah.
Bila kamu berada di dalam Taman Amal Indah, pada saat itu sesuatu yang baru akan muncul yang
belum pernah terlihat sebelumnya, yang selama ini tersembunyi dan kini mekar.

Dan atraaba artinya mutasawiyya fit-tarteeb. Kamu akan mendapat bagian yang sama dari setiap
Nama Ilahiyyah dan Busana Ilmu. Ini bukan berarti bahwa kamu mendapat lebih dan orang lain
mendapat kurang, namun kamu akan menerima secara rata dari setiap nama. Itu artinya ilmu
ma’rifat mu akan berkembang dalam jumlah yang sama dari setiap nama dan busana indah itu.
Wa kaasan dihaaqa. Kamu akan menerima secangkir penuh kenikmatan cinta dan cinta itu akan
ditujukan kepada relics(sisa, simbol?) dari citra ilmu yang muncul dari nama nama dan sifat sifat,
diramu dengan zanjabeel dan buah buahan dari surga. Mereka akan diberi sebuah hadiah yang
tidak memiliki akhir. Jaza’an min rabbika at’an hisaba. Itu adalah hadiah tanpa akhir yang
diberikan sesuai dengan kemurahan Dia. Tidak ada satupun yang lebih nikmat dan mirasa bagi
mereka atau lebih memberikan kesenangan dari pada apa yang diberikan Allah kepada mereka
pada level (maqam) tersebut.

                                                                                                42
Rabb us-samawaatin wal-ardi wa maa baynahuma ar-rahman. laa yamlikuna minhu khitaaba.
Tuhan Langit dan Bumi dan apapun di antara keduanya – apa yang ada di antara keduanya? Dia
tidak hanya mengatakan Rabb us-samawaati wal-ard. Tetapi menambahkan apa apa di antara
keduanya. Dia menjelaskan bahwa ada sesuatu di antara keduanya. “Apapun yang ada di langit
Dia adalah Penguasa apapun yang ada di antara keduanya – ar Rahman” “tidak satu pun memiliki
kuasa untuk berbicara kecuali dia yang telah diberi izin.” Dia menyebutkan rububbiyya. Tuhan
yang sangat berkuasa. Tuhan adalah satu yang memiliki kuasa. Apa yang ada di antara keduanya
– ar-rahma. Ketika tidak ada satupun di sana pada Hari Pengadilan yang berbicara, laa yamliku
minhu khitaaba. Satu satunya yang berani berbicara adalah dia yang menerima (kuasa) syafa’at.
Siapakah dia? Nabi (s.a.w.). Dia menggambarkan “wa rahmatee wasi`at kulla shay. Wa sa-
aktubuhu liladheena aamanu…” Dia menulis (menetapkan) rahmat (seperti) itu untuk para
mutaqoon. Para mutaqoon itu. Semua orang menginginkan menjadi mutaqee. Dengan shafa` Nabi
s.a.w. , Allah akan memberikan mereka maqam itu.

Itu artinya Allah yang adalah Penguasa langit dan bumi, Dia adalah satu satunya yang dapat
memberi segalanya kepada langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya adalah rahmat
Nya. Rahmat Nya yang luas tak berbatas. Ketika Dia memberi, Dia memberikan dari mana? Aku
adalah Penguasa Langit dan Bumi dan apapun yang ada di antara keduanya, ar-rahman. Satu
satunya yang memberi mereka dari rahma Nya di dunya dan akhira. Ini ada di antara keduanya,
sebagai ar-rahma Nya, adalah untuk kedua duanya dunya dan akhira. Wa sakhara lakum ma fis-
samawati wa maa fil-ard dan apa yang ada di antara keduanya – ar-rahman. Itu artinya Dia
adalah Penguasa Langit – itu artinya ketika qalbumu menjadi tanah yang subur untuk menerima
cahaya ilmu, maka Dia menjadi Rabb us-samawati il-arwaah. Penguasa langit dari qalbu/spirit.
Pada saat itu Dia akan mengirimi kamu dari ilmu nama nama itu untuk membuat qalbumu sebuah
surga bagi ilmu dan dia adalah penguasa ard an-nufus – penguasa bumi diri.

Surga mewakili (simbol) spirit dan bumi mewakili ego. Penguasa surga dari spirit dan bumi ego
dan apa yang di antara keduanya. Apakah yang ada di antara surga spirit dan bumi ego – itulah
rahasia qalbu, sirr al qalb. Antara langit dan bumi adalah qalbu mumin, karena Dia bersabda,
“tidak langit tidak pula bumi (dapat) mewadahi Aku, kecuali qalbu yang mewadahi Aku.” Apakah
tiang utama qalbu. Nama nya al-Rahman. Nama itu menggambarkan segala macam keindahan dan
keagungan, karena itu adalah terletak antara nama Allah, yang menaungi semua nama dan sifat
(attributes), dan nama ar-raheem, yang menggambarkan rahman khusus untuk mereka yang
beriman. Apa yang ada di antara qalbu dan langit spirit adalah cahaya dari nama ar-rahman itu.
Kita akan melanjutkan nanti dan berhenti sekarang.

11-14-2002

Rabb us-samawaatin wal-ardi wa maa baynahuma ar-rahman. laa yamlikuna minhu khitaaba.
Penguasa Langit dan Bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Yang Maha Pemurah yang
dengan Nya tak satupun berani berbicara kecuali dengan ijin Nya.”

Langit adalah sesuatu yang terkait dengan akhira dan bumi adalah sesuatu yang terkait dengan
dunia ini, ciptaan dan hidup ini. Dan Dia menyebutkan “dan apa yang berada di antara keduanya,
ar Rahman.” Al-Rahman berada di antara kedua nya. Dari Rahma Nya, Dia akan memberikan
kebutuhan lahir dan kebutuhan batin dan ilmu kepada mereka yang mampu memuaskan dahaga
mereka, dari Nama Indah ar-Rahman. Dalam interpretasi lain dari Ruh al-Bayan, samawaat
berarti sesuatu yang tinggi, yang terkait dengan akhira. Arwaah adalah juga terkait dengan akhira
seperti dalam inna lillah wa inna ilayhi raji`oon. Dia adalah Penguasa jiwa dan Penguasa raga –
ego itu. Dia adalah Penguasa jiwa dan Penguasa ego atau raga.


                                                                                               43
Wa ma baynahuma. Apa yang ada di antara jiwa dan raga kita – bagaimana hubungan antara
mereka? Melalui qalbu. Dan qalbu itu terhubung melalui rahasia. Qalbu itu memiliki bentuk
daging, namun rahasia qalbu, seperti bagaimana qalbu ini dengan semua hakikat dan ilmu itu, kita
tidak tahu. Jadi Nabi s.a.w. berkata, “sepanjang abdi Ku mendekati Ku melalui ibadah sunnah. …
Aku akan menjadi telinganya ketika dia mendengar.. Kebutuhan qalbu adalah nama indah ar-
Rahman. Di dalam nama itu kedua dua keagungan dan keindahan dilepaskan. Dia dengan begitu
akan menganugerahkan kepada abdi Nya keindahan dan cinta. Itulah sebabnya mengapa
awliyaullah selalu memohon untuk dipakaikan rida-ullah – itu adalah dua tajalli : tajalli-al-jamaal
and tajalli al-jalal.

Tidak satupun akan berbicara kecuali dia yang telah diberi izin. Itu artinya bahwa Allah adalah
pemilik hari itu. Mereka tidak dapat berbicara apapun di hadapan Allah. Kenapa? Karena mereka
melihat keagungan dan barakah yang telah Allah karuniakan pada ummat manusia di dunya ini.
Mengapa - mereka melihat apa yang dikaruniakan Nya kepada mereka dan mereka merasa malu.
Tidak satu manusia dan malaikatpun dapat mengatakan sepatah katapun, kecuali dia yang Allah
perbolehkan berbicara. Jadi kita melihat al-kibriyya adalah milik Allah. Tak satupun dapat berdiri
di hadhirat Nya. Tak satupun dapat berkata “buatlah hukuman yang lebih ringan atau hadiah yang
lebih banyak – itu semua terserah kepada Nya.” Tak satupun dapat bertanya tentang thawaab dan
`iqaab. Itu (suasana atau keadaan) tidak mengingkari shafa`, mediasi, karena ini adalah untuk
Nabi (s.a.w.).

Yawm yaqum ur-ruh wal-mala’ikatu saffan. Saat ketika Jibreel dan para malaikat berdiri dalam
barisan dan dia tidak akan berbicara kecuali kebenaran. Kebanyakan ‘ulama mengatakan ar-ruh
adalah sayidina Jibreel (as), dan lainnya mengatakan dia adalah ciptaan Allah yang lebih besar
dari para malaikat. Namun dia lebih besar dibanding ciptaan yang lain, Allah memberinya
kebesaran, kehormatan dan pretise yang lebih tinggi. Ar-ruh adalah seperti seorang sultan
terhadap rakyatnya. Itu adalah perbedaan antara ar-ruh dan malaikat. Sultan dibanding rakyatnya.
Terdapat dua baris, dua macam – ar-ruh di salah satunya dan para malaikat lainnya di baris
lainnya. La yatakalli moona illa man adhina lahur-rahmanu wa qaala sawaba. Tak satupun
diizinkan untuk berbicara kecuali yang diizinkan Ar Rahman dan berbicara hal yang bagus. Allah
swt, memiliki izin itu di tangan Nya. Siapapun yang Dia beri izin berbicara dari langit atau bumi.
Siapapun yang diberi izin untuk berbicara akan berbicara kebenaran, dan sesuatu yang Dia senang
mendengarnya.

Apa yang Allah paling senang mendengarnya? Kalimat at-tawheed. Siapa yang paling tepat untuk
mengatakan kalimat at-tawheed? Dia adalah ciptaan sempurna, Sayyidina Muhammad s.a.w.. Dia
akan mengucapkan kalimat at-tawheed dan kalimat ash-shahada. Mereka yang mengucapkan
kalimat at-tawheed dan kalimat ash-shahahda adalah orang beriman dan mereka akan mengikuti
Nabi s.a.w. dan mereka yang tidak mengucapkan (pada waktu lalu atau kini) adalah yang tidak
beriman, yang akan dihukum karena tidak mengucapkannya. Dikatakan bahwa ada beberapa
orang yang terpilih di dunya ini, yang sepanjang hidupnya berada dalam kemajuan, mencari jalan
Allah. Tidak pernah ada hal lainnya pada lidah mereka kecuali kalimat at-tawheed. Dapatkah
kalian bayangkan seseorang yang dari sejak masa kanak kanak sampai saat meninggalmya,
mengucapkan kalimat at-tawheed tanpa putus, tanpa menggerakkan lidahnya selain untuk itu.

Ada orang yang demikian itu. Lidah mereka tidak bergerak kecuali dengan kalimat at-tawheed.
Orang orang ini, lelaki dan perempuan, mengingat Allah, adh-dhaakireenallaha khatheera
wadh-dhaakiraat. La yatakalamoona illa man adhina lahur-rahman wa qaala sawaaba.
Mereka inilah yang diberi ijin untuk berbicara. Mereka akan membuka mulut mereka dan
mengatakan apa yang Allah kehendaki diucapkan – hal yang benar. Mereka ini boleh jadi
malaikat atau manusia, dan memiliki ijin untuk berbicara. Ibn Ata as-sakandari mengatakan, “kata
yang paling banyak diucapkan adalah apa yang dikatakan untuk Allah. Jalan yang paling benar

                                                                                                 44
adalah mengikuti jalan Sunnah Nabi Muhammad (as-sawwaaab). Pada hari tidak ada orang dapat
berbicara kecuali yang diberi ijin, semua dibuat di bawah tajalli of adhama, keagungan. Hanya
orang khusus (khawaas) yang adalah rijaalun sadaqu ma `ahad-allaha `alayh. Mereka akan
berada di bawah tajalli jalal dan jamal. Seperti sebuah pelangi yang besar dari sifat sifat tersebut
(jalal wa jamal).

Dikatakan bahwa karena kita menggambarkan rabbus samawati wal ard dan bumi adalah ego,
dan apa di antara keduanya adalah rahasia dan qalbu. La yamlikoona minhu khitaaba – dalam
pemahaman ini, artinya rahasia itu dan qalbu itu tidak memiliki izin untuk menjadi perantara
(syafa’at) bagi empat musuh, nafs, dunya, hawa, shaytan. Mereka ini tidak memiliki izin untuk
menjadi perantara bagi murid mereka sampai datang izin dari Allah. Banyak mureeds mengatakan
“Saya seorang pengikut shaykh itu, dst.”, namun mereka tidak boleh beraksi kecuali atas izin
Allah, iradatullah. Mereka tidak mendapat izin itu sampai mureed itu membuat kemajuan, dia
harus berusaha untuk mendapatkan (izin) itu. Janganlah mengatakan, “Saya akan duduk dan
menunggu Allah menghancurkan empat musuh ku.”

Bukanlah begitu, itu tidak akan diberikan kepada seseorang yang selalu dalam keadaan kritis
setiap kali. Janganlah menyerah (begitu kiranya bisikan dari 4 musuh). Isteri tidak menyerah
kepada suaminya, suami tidak menyerah kepada shaykhnya, shaykh tidak menyerah kepada Nabi
s.a.w.. Jika kamu membunuh keluhan dalam dirimu itu, maka kamu memiliki izin untuk memberi
syafa’at bagi (diri) mu. Kalau tidak begitu dia meninggalkan kamu. Bahkan jika orang tidak
melakukan awraad (wirid) mereka. Dimana 100 kali ya halim, 100 kali … 500 kali alhamdulillah,
500 kali istaghfirullah, di mana 500… salawat, atau Allah Allah. Dan kamu datang dan
mengatakan : saya melakukan dengan baik. Itulah sebabnya kamu selalu dalam depressi dan
tertekan. Orang tertekan hari ini dan tidak berbuat apapun kecuali makan obat. Tidak ada alasan
apapun untuk tertekan bila kamu bersama Allah dan Nabi (s.a.w.).

Rabia al-adawiyya, betapa berat suaminya memberi kesukaran baginya. Dia pulang dalam
keadaan mabuk. Dia tidak pernah mengatakan sepatah katapun. Dia membawakan suaminya air
minum, berdiri di sampingnya untuk memberikan air itu sepanjang malam. Dia itu melakukan itu
untuk Allah, untuk cintanya kepada Nabi s.a.w., untuk cintanya kepada shaykhnya. Itu dilakukan
karena kesungguhan. Apa yang dikaruniakan Allah sebagai balasannya, Dia membuka baginya
pencerahan. Ketika suaminya terbangun, “Apa yang kamu kerjakan di sini? Masih di sini?” Dia
bahkan tidak mengeluh. Suaminya malah melemparnya ke luar (rumah). Berapa banyak kita
mengeluh. Dan kita mengatakan : kami ini dan kami itu. Lihatlah pada jubba nya jari ini. Kita
memiliki kepala keras. Kepala begitu tidak berfungsi – keras kepala. Bila kamu keras kepala, Dia
mengirimkan sebuah palu bagimu. Bila kamu memiliki sebuah kepala yang lembut, kemudian Dia
mengirimi kamu sepotong busa bagi kepalamu. Kamu harus mengalami kesukaran, ini adalah
dunya. Kalau kamu tidak mau menerimanya, maka Dia akan mengirim sebuah palu. Jika kamu
menyerah, Dia mengirim “ la yatakalamoona” mereka tidak mengatakan sepatah katapun. Kecuali
seorang itu yang telah diberi izin. Dan apa yang dikatakan mereka, “sawaaba” hal yang benar.
Jadi mengapa kita harus berbicara? Mengapa kita bertengkar dan berdebat – untuk dunya. Iri
tentang apa. Berkelahi untuk apa. Kamu tidak akan mengubah apapun. Apapun kehendak Allah
itulah yang terjadi. Apabila kamu puas maka Allah pun puas dengan dirimu. Allahu akbar.

Jadi kami mengatakan, Allah mengirim pada saat itu petunjuk bagi mereka yang mencoba
mencari jalan Nya dengan melawan nafs, hawa, dunya dan shaytan. Kemudian Dia memerintah
kan mereka yang membawa rahasia qalbu untuk menjadi perantara dan membimbing kamu.
Lihatlah Sayidina Nuh, Allah tidak memberinya izin ketika dia memohon untuk anak lelakinya.
Qala ya bunaya arqab m`aya …qala la `aasima min amrillah…kaana min al-mughriqeen. Qeela
ya ardu…bu`dan lil-qawm idh-dhaalimeen… inna ibnu min ahlee…. Hakimeen. He said, “marilah
anakku naiklah ke perahu bersama kami. Dia berkata, ‘tidak, saya akan mencari sebuah jalan ke

                                                                                                  45
gunung dan bersembunyi dan itu akan melindungi aku dari banjir.’ Nuh berkata, ‘tidak ada
perlindungan hari ini terhadap perintah Allah.’ “

Kamu tidak dapat menemukan jalan keluarmu sendiri. Tidak ada jalan keluar dengan pikiranmu.
Kamu tidak dapat menggunakan pikiranmu untuk mencari jalan keluar. Spiritualitas dan shariah,
itulah hukum dan aturan/discipline – tidak ada jalan keluar dari perintah Allah hari ini. Apa yang
terjadi. Sebuah ombak raksasa datang dan membawa pergi anak lelakinya itu. Kemudian Allah
memerintahkan bumi untuk menelan kembali banjir itu. Kemudian Sayidina Nuh a.s. memohon
kepada Allah, ‘dia adalah anakku dan dia adalah dari keluarga saya.’ Dia bersabda, ‘innahu laysa
in ahlik. Innahu `aamilun laysa saalih’ Dia berbuat sesuatu yang tidak benar. Bagaimana kita
menyembunyikannya dari Allah swt. Kita selalu mencari sebuah jalan keluar. Kita selalu
menggunakan pikiran kita, tanpa menyadari bahwa pikiran kita tidak berfungsi/berguna. Pikiran
berada dalam kendali empat musuh. Ego, kenikmatan dunya, hasrat/nafs dan syaitan. Jadi jangan
mendengarkan shaytan mu ketika dia datang untuk memberimu bisikan / inspirasi. “budakku,
sayalah yang harus didengar. Dengarkan saya.” Kita bilang, “ya, ya, apa yang kamu inginkan?
Kami akan mematuhi.” Shaytan datang dan mengatakan, “dengarkan aku! Apakah kamu lebih
baik dari Adam a.s.. Dengarkan aku. Buatlah masalah di mana mana. Buatlah kekacauan di muka
bumi.” Tinggalkan dunya. Dia membuat kekacauan di rumah, antara suami dan isteri, saudara
dengan saudara …… dst. Kemudian ketika dilihatnya dua orang berkelahi, “hehehe aku bahagia.”
Begitulah. Dia memiliki banyak tipuan. Dia tidak dapat melihat seseorang berbahagia tanpa dia
membuatnya membuat tipuannya. Buatlah mulutnya kepedesan dan membuatnya mendidih
(marah). Dhalik al-yawm al-haqq – itulah hari kebenaran.

Tidak terdapat jalan keluar dari kesulitan ini sekarang. Seperti yang dikatakan Nya kepada
Sayidina Nuh dan anak lelakinya. Kamu tidak memiliki jalan keluar sekarang. Apa yang
dibisikkan shaytan di telingamu? Saya membisikkan sesuatu atau shaytan membisikkan sesuatu
kepada mu. Terdapat orang orang yang sangat keras kepala. Mereka memerlukan sebuah palu.
Sebuah palu godam (besar). Kini mereka tidak menggunakan palu godam. Mereka menggunakan
sebuah crane dengan bola perusak, untuk meruntuhkan gedung besar. Mengapa kamu mengikuti
shaytan. Datanglah kepadaku. Ya ibadilladheena dhalamu ala anfusihim. Tetapi bertaubatlah.
Bertengkar, berkelahi. Tidak pernah istirahat. Kini manusia tidak pernah istirahat. Negara, warga
negara, rumah, keluarga, setiap orang memiliki sesuatu. Dan kini lebih dari itu, shaytan datang
melalui internet. Dan data yang tak diundang dan membawa berbagai macam hal dari semua arah.
Dan kini mereka dapat mencapai semua video telanjang di internet.

Setiap anak dan setiap rumah tangga memiliki jalan masuk ke internet. Ketika ayahnya dan
lainnya tidur, dia beranjak dan membuka internet, dan melahap barang busuk itu di sana. Para
orang dewasa lebih buruk lagi, karena mereka tahu bagaimana masuk lebih dalam ke gambar
gambar itu dan terus terjaga hingga fajr, bermain game di internet. Kemudian adhan dikumandang
kan, mereka malah tidur, bahkan tidak shalat. Dan mereka berpuasa. Itu adalah hari tentang
kebenaran.

“Jadi siapapun akan mencari sebuah jalan dalam kehidupan dunia ini.” Ini adalah jalan yang
benar, kamu tidak dapat keluar dari itu sekarang. Itu telah ditulis untukmu. Seperti malam kelam
dan siang terang. Bagaimana kamu akan lari dari apa yang ditulis oleh dua malaikat itu.

Makna lainnya, bahwa para ruh dan malaikat tidak berbicara, kecuali izin diberikan dan itu artinya
mereka akan menyaksikan atas apa hal baik dan buruk yang telah kamu kerjakan. Ini adalah hari
kebenaran. Apakah kita telah sampai pada hari kebenaran atau tidak? Ya. Jadi apa yang harus kita
lakukan. Sayidina Umar r.a. berkata, “Jika hari esok tidak lebih baik dari hari kemarin, maka
lebih baik bagi saya berada di bawah tanah.” Faman sha’ attakhadha ila rabbihi ma’aba. –
dengan mengambil sebuah jalan kepada Allah dan patuh kepada Nya. Bagaimana untuk mematuhi

                                                                                                46
Nya – patuhilah Nabi s.a.w.. Dan yang paling penting, hal pertama yang saya dengar dari Shaykh
dan grandshaykh saya – mempertahankan disiplin untuk menekan kemarahan.

Saya ingat 1957, kami pergi ke Grandshaykh, dia berkata, “al-ghadabu kufr” – kemarahan adalah
kufur. Tekanlah kemarahanmu. Dalam keluargamu, tetap tekanlah itu. Jika sedang kesal atau
punya masalah, berserah dirilah. Tetapi kalau kamu terus berkelahi dan berkelahi, seperti seekor
ayam jantan. Lelaki adalah seekor ayam jantan dan perempuan adalah seekor ayam (betina).
Perempuan memiliki level yang lebih tinggi yang dianugerahkan Allah kepadanya. Dan lelaki
juga. Tidak perlu bertentangan, itulah jalan para awliya. Rabia al-`adawawiyya dan para lelaki.
Apakah kita berjanji pada hari perjanjian untuk datang ke dunia untuk berkelahi atau untuk
beribadah.

Ambillah jalanmu kepada Allah. Jika kamu tidak mau mengambil jalan kepada Tuhanmu, maka
pergilah ke neraka. Tidak masalah. Ikuti shaytan. Shaytan akan menjadi raja di dunia api. Dan dia
akan berbahagia bila membakar kamu. Ini adalah akhir bagimu di neraka. Dia berbahagia, karena
dia telah melakukan sesuatu dan menarik kakimu masuk bersama dia. Janganlah membiarkan
shaytan untuk menarik kakimu. Adhab (siksaan) shaytan adalah bila manusia tidak patuh
kepadanya. Itu adalah siksaan tertinggi. Rahma besar bagi kita adalah kalau kita mendengar Allah.
Ayat 40 suraat an-naba.

“Kami telah mengingatkan kamu tentang siksaan dalam waktu dekat.” Mengapa Allah
mengatakan ini? Itu artinya Quraysh yang para penyembah berhala dan tidak beriman, tidak
percaya ada hari kebangkitan kembali dan bahwa mereka akan dihidupkan kembali dari kubur dan
mereka menyangkal adanya hari pengadilan. Jadi Allah mengingatkan mereka disini, dengan
mengatakan ‘siksaan dekat’. Dia tidak mengatakan siksaan yang jauh. Bila Allah mengatakan
dekat, itu artinya beberapa tahun. Itu bukan jutaan tahun, seperti yang direncanakan dan
dipikirkan dan dikatakan orang orang, bahwa masih jutaan tahun akan datang dan jutaan tahun
telah lewat sebelum (saat) ini, di bumi ini. Allah swt mengatakan, “ sebuah siksaan yang dekat”
dan Dia berkata dalam Surat al-qamr ‘Hari itu mendekat dan rembulan terbelah.’

Adhaaban qareeba – sebuah siksaan berat akan segera datang. Itu adalah siksaan dari akhira.
Ketika mereka tidak percaya, Dia mengirimkan hukuman seperti ini kepada mereka. Itu artinya
jenis hukuman yang paling sukar yang dapat dibayangkan olehmu. Apakah hukuman tertinggi
pada masa itu : bila seseorang dibakar. Apakah ini bukan jenis hukuman yang paling buruk? Apa
yang disebutkan dalam al Qur’an, diulang ulang. Neraka. Dan neraka membakarmu. Itu adalah
hukuman terbesar dan terberat yang dapat kamu alami dalam hidupmu. Dan subhanallah hari ini
mereka membakar jenazah. Dari semua para nabi nabi dan dengan semua agama yang mereka
bawa, yang Islam membungkusnya secara keseluruhan, para nabi itu mengingatkan, Wahai
manusia berhati hatilah terhadap neraka. Dan kini kita melihat bahwa manusia membakar sesama
di dunya. Dan bila mereka membakarnya, mereka menjadi abu. Itu di dunya. Tetapi di akhira itu
adalah berbeda. Mereka dibakar menjadi abu. Kemudian mereka dihidupkan kembali, lalu mereka
dibakar lagi. Abadi. Ahqaaba. Untuk waktu yang lama sekali.

Mereka pikir itu adalah hari yang masih jauh sekali. Padahal sesungguhnya itu adalah hari yang
sangat dekat. Mereka berkata “dunya masih akan berlanjut untuk bertahun tahun.” Dan para
muslim juga mengatakan hal yang sama, bahwa dunya masih akan bertahan dalam waktu yang
lama. Namun Allah mengatakan ‘sebuah siksaan yang dekat.’ Lam yalbithu ill `asheeyatin aw
duhaaha.’ Mereka tidak tinggal lebih dari semalam atau sehari. Dia membawa siang dari malam
dan Dia membawa malam dari siang. Itu adalah seberapa dekatnya – seperti siang menjadi malam.
Jika mereka pikir itu masih jauh, Allah mengatakan ‘itu dekat. Jadi siapa yang kita percaya : kaum
mushrikeen yang mengatakan itu jauh, atau Allah yang mengatakan itu begitu dekat.


                                                                                               47
Yawm yanthurul maru ma qadama yadayhi wa yaqul ul-kaafireen ya laytanee kuntu turaaba.
Itu adalah hari ketika orang akan melihat perbuatan tangan nya yang telah dikirimkan
(forwarded). Baik Mumin dan kaafir. Itu adalah hari buat semua orang. Kita berharap Allah akan
menuliskan untuk kita termasuk mumin. Mumin akan berbahagia dengan perbuatan bagusnya dan
ampunan Allah dengan shafa Nabi s.a.w.. Tetapi para orang tak beriman akan berkata, “kasihan
deh aku, coba saya ini hanya debu saja.” – Aku berharap Allah swt tidak menciptakan aku dan
tidak mengirim aku ke dunya dan tidak menyuruh aku melakukan apapun. Dia akan berharap
tidak pernah diciptakan karena takutnya terhadap hari itu.

Allah swt pada hari itu akan membawa semua makhluk hidup dan akan menghakimi bahkan di
antara hewan. Kemudian setelah menghakimi di antara mereka, Dia membuat mereka semua
menjadi debu. Ketika para kafirin melihat hal ini, dia akan menginginkan menjadi seperti mereka.
Jika seekor serigala memangsa seekor ayam, Allah akan menghukum serigala itu karena
memangsa tanpa izin. Jika seekor rajawaki memangsa seekor burung, Dia akan memberikan
hukuman kepada rajawali karena mencelakai burung itu. Itu artinya semua ciptaan akan dihakimi.
Namun ketika Dia menghakimi hewan, Dia tidak menghukum mereka, namun menjadikan mereka
debu. Jika Allah menghakimi hewan seperti itu, bagaimana Dia akan menghakimi kita. Dia akan
melemparkan para orang tak beriman ke neraka dan kita sebagai mumin berharap Dia akan
menyelamatkan kita.

Kamu – berapa tahun kamu lalui dalam kegelapan. Apa yang telah kita kerjakan dalam hidup kita.
Wahai Allah ampunkan kami. Allah swt akan memberi semua orang haknya atas hari pengadilan.
Bahkan iblees, yang tidak percaya Allah dan membangkang akan melihat Adam dan anak
anaknya dan apa yang Allah berikan kepada mereka dan dia akan takut, mengingat bagaimana dia
mengatakan, “khalaqtanee min narin wa khalaqtanee min teen. La-aghweeanahum ajma`een.”
Bahkan dia, akan berharap Allah tidak menciptakan dia dan membuat dia berbuat salah.

Mumin dari kalangan jinn akan dihakimi oleh Allah sama seperti Dia menghakimi ummat
manusia dan para jinn mempunyai tempatnya sendiri dan surganya sendiri. Sedang bagi mereka
yang tidak beriman dari kalangan manusia dan jinn, maradat al-jinn, Allah akan mengirimkan
mereka ke hukuman abadi. Dikatakan oleh banyak ‘ulama, bahwa ketika seorang mumin
melakukan sajda, tempat di mana dia meletakkan kepalanya, dahinya di tanah, lantai atau debu
masa lalu, ayat “ya laytanee kuntu turaaba”, debu dari sajda dia yang beriman, dengan debu itu
Allah akan mematikan api neraka. Itulah sebabnya untuk menukar tempat setiap kali kamu shalat,
sunnah mu, fardu mu, dst. Debu itu akan hadir pada hari pengadilan, debu itu akan cukup untuk
mematikan api yang datang menentang mumin itu. Bahkan debu yang kamu injak ketika kamu
berdiri shalat, akan juga sangat berharga dan menyelamatkan bani adam pada hari pengadilan.
Dimanapun tubuhmu menyentuh tanah pada debu, lutut,dahi, kaki dan tangan, turab itu akan
menjadi seperti debu yang akan menjadi saksi bahwa kamu sudah shalat. Jadi para ‘ulama
mengatakan bahwa para kaafir akan berharap untuk menyerahkan semua hartanya di dunya, untuk
sepotong debu mumin itu. Jika semua kuffaar akan datang bersama dengan semua harta mereka,
mereka akan mengorbankan itu semua dengan mudah, untuk segenggam debu shalatnya seorang
mumin.

Rawa abi ibn k`ab… man qara `ama sa`aloon … pada hari pengadilan Allah akan memberi nya
minum terdingin pada hari di mana tidak ada naungan teduh dan dalam panasnya hari pengadilan.
Pada hari itu Allah akan memuaskan dahaga mu dengan minuman terdingin untuk semua orang
yang membaca sura ini. Abi ad-darda mengatakan bahwa Nabi s.a.w. berkata, “pelajarilah surat
an-naba dan pelajarilah surat qaf wal-quran il-majeed dan surat.. dan surat al-buruj dan at-tariq,
karena kalau kamu tahu apa yang ada dalam berbagai surat tadi, kamu akan meninggalkan apapun
yang dikerjakan di dunya ini untuk pergi dan mempelajari nya dan mendekati Allah dengan surat
surat itu. Dengan surat surat itu Allah akan mengampuni semua dosa kecuali shirk.”

                                                                                                48
Sayidina Abu Bakr as-Siddiq (r) berkata, “Ya Nabi Allah saya melihat rambutmu berubah
menjadi putih cepat sekali.” Qaala shayyibatnee hud, wal-waqi`a, wal mursalaat, an-naba, wash-
shams.” Itu menekankan agar berhenti dan mempelajari surat surat itu sudah cukup untuk kita.
Dan kita masih saja mengejar dunya dan yang tak berarti (nonsense). Jika Sayidina Muhammad
s.a.w takut (sampai rambutnya putih dengan cepat), bagaimana dengan kita. Ana sayyida waladi
Adam .. kuntu nabiyyin wa adam bayyin al-ma’I wat-teen. Jika Nabi s.a.w yang memiliki semua
sharif ini, bagaimana dengan kita – rambutnya menjadi putih.

Ini bukan hanya dunya. Businesses, kerjaan. Namun ingatlah bahwa ada akhira juga. Jadi taruhlah
satu kaki di sini dan satu kaki lagi di sana. Hanya datang untuk shalat, sekali atau dua atau tiga
dan kabur. Apapun yang kamu kerjakan untuk dunya harus untuk akhira juga. Dan dikatakan
bahwa barang siapa mempelajari surat surat itu, jika kamu tidak dapat menghafalnya maka
bacalah dan belajar maknanya. Bukan hanya lewat saja. Kita membacanya dalam bahasa
“celakalah saya, coba kalau saya hanyalah debu saja.” Kamu hanya melewatinya saja seperti jika
sebuah dongeng sedang diceritakan. Itu tidak cukup. Kamu harus mempelajari apa artinya.
Sekarang kalau kamu membuka penjelasan al Qur’an hari ini, kamu tidak menjumpai penjelasan
seperti ini, yang adalah dari Ruh Al-Bayan atau Ruh Al-Ma`ani. Dari 500 tahun yang lalu.

Komentar yang baru semuanya tentang revolusi dan sistem perbankan dan kehidupan sosial yang
semua adalah nonsense yang tidak bermanfa’at bagi kita. Mereka tidak masuk ke penjelasan
dalam (menyelam) seperti ini tentang al Qur’an. Itulah sebabnya mengapa orang membaca ini hari
ini dan itu mencakup makna lahir tetapi tidak memberi mereka makna yang lebih dalam. Mereka
patuh membaca nya tetapi tidak masuk ke dalam untuk memahaminya. Jika rambut Nabi s.a.w.
menjadi putih, bagaimana dengan kita. Semua rambut kita harusnya menjadi putih dan kita
harusnya menjadi bengong (gila) karena ketakutan. Bila kita berpikir tentang peringatan Allah
maka kamu harus khawatir.

Itu sudah dikatakan dan ini adalah semacam perumpamaan (metaphor) yang baik : barang siapa
mempelajari surat surat ini harus memahami artinya; bila dia memahami artinya dan rambut
hitamnya menjadi putih, dia pasti dalam maqam khawatir dan takut. Ketika seseorang selalu
dalam maqam seperti itu, seperti seorang yang jatuh cinta, dia tidak mau makan. Jika orang tuanya
tidak membolehkan dia menikahi dia yang dia inginkan, dia akan kehilangan semua nafsu
makannya dan menjadi kurus. Mereka yang berada dalam kekhawatiran yang demikian karena
membaca ayat ayat itu. Jika imam (shalat) tidak kurus, jangan bermakmum di belakang dia – itu
artinya dia makan terlalu banyak dan dia lebih takut akan lapar dari pada takut kepada Allah swt.
Dia ingin mengisi perutnya untuk menjadi gendut, itu artinya dia tidak memiliki kekhawatiran
terhadap akhira, karena dia tidak stress karena akhira.
Itu adalah guyonan di akhir tafsir.

Imam Shafi`I, tidak pernah gemuk, dia sukses. Mereka bertanya kepadanya mengapa? Dia
menjawab, “karena seseorang yang punya pikiran memiliki dua karakteristik di depannya: apakah
dia harus khawatir tentang akhira nya dan keadaannya dalam bertemu Tuhannya atau dia harus
berpikir tentang dunya nya dan makanannya dan bagaimana untuk membentuk lemak di
tubuhnya.”

Itu adalah masalah hari ini. Orang memuaskan hasratnya. Ini bukan lemak dalam tubuhnya yang
dimaksud di sini, tetapi lemak di ego. Orang menjadi sombong, ego nya mengembang dan
menggelembung seperti bulu merak atau seperti sebuah ballon. Kamu meniupnya dan itu menjadi
gemuk, namun bukan gemuk karena makanan, tetapi gemuk karena udara. Imam shafi`I
maksudkan disini janganlah mengejar dunya untuk mengembangkan hasrat buruk dari ego. Jika
seorang akan melupakan tentang akhira nya dia akan dipertimbangkan dari jenis hewan, dia tidak

                                                                                                49
akan dipertimbangkan dari jenis manusia. Itu karena akhira adalah untuk hidup abadi (eternal).
Hewan tidak pernah berpikir tentang hidup abadi. Para orang tak beriman tidak berpikir tentang
akhira.

Sayidina Ali berkata, “bekerjalah untuk dunya mu seperti jika kamu akan hidup abadi, namun
bekerjalah untuk akhira mu seperti jika kamu akan meninggal esok hari.” Itu artinya kemajuan
dalam dunya adalah baik baik saja, tetapi jagalah akhira dalam pikiranmu selalu.

Ini adalah akhir surat an-naba, semoga Allah menyelamatkan kita dari neraka dengan baraka sura
ini.




                                                                                                 50

								
To top