Tugas 3 Struktur Organisasi by TO2Z2JmP

VIEWS: 0 PAGES: 23

									STRUKTUR ORGANISASI PT HM SAMPOERNA DAN
                       PT SEMEN GRESIK
                                MAKALAH
Ditulis untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Matakuliah Manajemen Agroindustri




                              Oleh : Kelompok 3

               Fachlul Ayu Agustina        (115100713111008)

               Lita Sofiana Zein           (115100700111016)

               Ulfah Nailatun Najah        (115100713111006)

               Umi Lathifah                (115100713111002)

               Ima Nur Zaman               (115101001111008)

               Dewi Fatimatuzzahro         (115100713111003)


                 Jurusan Teknologi Industri Pertanian
                     Fakultas Teknologi Pertanian
                         Universitas Brawijaya
                                   Malang
                                    2012


                                                  Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                     Tugas ke- 3
                                                               Stuktur Organiasi
                          KATA PENGANTAR
       Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia,
kesehatan dan rahmatnya sehingga makalah yang berjudul “Struktur Organisasi
PT HM Sampoerna dan PT Semen Gresik” dapat terselesaikan tepat pada
waktunya.

       Makalah ini memuat tentang struktur organisasi yang diterapkan oleh PT
HM Sampoerna dan PT Semen Gresik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat
mengetahui struktur organisasi PT HM Sampoerna dan PT Semen gresik serta
kekurangan maupun kelebihan dari struktur organisasi tersebut.

       Dalam penyusunan makalah ini, kami menghadapi berbagai rintangan.
baik itu yang datang dari diri kami maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat
terselesaikan.

       Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada :

       A. Dosen mata kuliah Manajemen Agroindustri yang telah membantu
            kami dalam menyelesaikan makalah ini.
       B. Orang tua dan keluarga yang telah memberi dukungan kepada kami.
       C. Sahabat yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini.


       Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penulis
mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.




                                                                   Penulis



                                                    Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                       Tugas ke- 3
                                                                 Stuktur Organiasi
                                                  DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...............................................................................                      i

KATA PENGANTAR ............................................................................                       ii

DAFTAR ISI ...........................................................................................            iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................             1
B. Pengertian............................................................................................         1
C.Tujuan dan Manfaat.............................................................................                 2
D. Proses Pengorganisasian......................................................................                  3

BAB II PT HM Sampoerna
A. Struktur Organisasi Perusahaan .........................................................                       5
B. Penjelasan ...........................................................................................         6
C. Kelebihan dan Kekurangan ................................................................                      6

BAB III PT Semen Gresik
A. Struktur Organisasi Perusahaan .........................................................                       12
B. Penjelasan ...........................................................................................         12
C. Kelebihan dan Kekurangan ................................................................                      20

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan ............................................................................................          21
B. Saran ...................................................................................................      21




                                                                               Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                                                               Tugas ke- 3
                                                                                                    Stuktur Organiasi
                                    BAB I

                             PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

      Dalam suatu perusahaan fungsi-fungsi manajemen sangatlah penting untuk
   diterapkan. Fungsi-fungsi ini tidak bisa berjalan jika hanya diterapkan salah
   satu saja. Karena fungsi-fungsi tersebut saling berkaitan antara yang satu
   dengan yang lain. Salah satu fungsi manajemen tersebut adalah PODCC
   (Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling). Organizing
   adalah salah satu fungsi yang akan kita bahas dalam makalah ini.
      Organizing sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan. Organizing ini
   ibarat kerangka yang akan melekatkan otot (planning). Walaupun sebuah
   perusahaan sudah mempunyai planning yang sangat baik, tetapi jika tidak ada
   tenaga kerja yang melaksanakannya, maka planning tersebut akan tetap
   menjadi sebuah rencana yang tidak tercapai.
      Perusahaan mempunyai struktur organisasinya masing-masing sesuai
   dengan kebijakan perusahaan tersebut. Biasanya struktur organisasi berbentuk
   diagram yang akan mempermudah para pegawai untuk mengetahui dan
   memahami struktur organisasi tersebut.
      Dengan adanya struktur organisasi ini, para pegawai dapat lebih
   mengetahui bagian-bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Setiap struktur
   organisasi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal inilah yang harus
   diantisipasi oleh setiap perusahaan supaya produktivitasnya tetap optimal.
B. Pengertian
      Sondang P. Siagian (1985) merumuskan organizing adalah keseluruhan
   proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab
   dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat
   digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
   ditentukan.



                                                   Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                      Tugas ke- 3
                                                                 Stuktur Organiasi
       Sedangkan    Soedjadi   (1988)    merumuskan      pendapatnya    mengenai
   organizing (pengorganisasian)sebagai berikut :
   1. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke
       dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya beserta penetapannya dengan
       cara yang tepat menegnai orang-orang (staffing) yang harus menduduki
       fungsi-fungsi itu berikut penentuannya dengan tepat tentang hubungan
       wewenang dan tanggung jawabnya.
   2. Pengorganisasian itu dilakukan demi pelaksanaan kerja dan pelaksanaan
       dari perencanaan, yang penting demi adanya pembagian kerja yang
       setepat-tepatnya.
   3. Dalam pengoganisasian sangat penting untuk diperhatikan bahwa
       penetapan mengenai orang-orangnya haruslah dilakukan secara objektif
       dan setelah terlebih dahulu ditentukan unit-unit kerja dan fungsi-
       fungsinya.
C. Tujuan dan Manfaat
      Tujuan
       1. Pembagian tugas
       2. Penetapan STO
       3. Spesialisasi tugas dalam setiap bagian
       4. Sebagai pelaksana planning
      Manfaat
       1. Terampil untuk tugas atau pekerjaan tertentu
       2. Mudah memperoleh kepuasan kerja setelah selesai tugas
       3. Kekurangan tenaga kerja yang ahli dapat diganti dengan tenaga kerja
          yang kurang berpengalaman untuk satu tugas yang sederhana
       4. Memudahkan untuk mengawasi keterampilan tertentu
       5. Fokus sesuai denag kebutuhan
       6. Memeberikan kesempatan untuk melakukan tugas yang komprehensif
       7. Memotivasi anggota untuk bertugas
       8. Mendukung penerapan proses organisasi
       9. Kepuasan tugas secara keseluruhan dapat dicapai

                                                    Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                       Tugas ke- 3
                                                                 Stuktur Organiasi
      10. Memberi kepuasan anggota dalam hubungan interpersonal
      11. Memberi kepuasan kerja
      12. Memungkinkan penerapan proses kegiatan
      13. Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-
          beda dengan aman dan efektif.
D. Proses Pengorganisasian
   1. Perumusan Tujuan
      Sebagai dasar utama dari pada penyusunan organisasi tujuan kami
      dirumuskan secara jelas dan lengkap baik mengenai bidang-bidang
      lingkup, sasara, keahlian/keterampilan serta peralatan yang diperlukan
      jangka waktu pencapaian maupun cara penyampaian yang baik.
   2. Penetapan Tugas Pokok
      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tugas pokok
         Tugas pokok harus merupakan bagian dari tujuan dengan perkataan
          lain pelaksanaan tugas pokok harus mendekatkan pada tujuan
         Tugas pokok harus dalam batas kemampuan untuk dicapai dalam
          jangka waktu tertentu.
   3. Perincian Kegiatan
      Perincian kegiatan selain harus disusun secara lengkap dan terperinci harus
      diadakan Identifikasi antara kegiatan-kegiatan yang penting dan kurang
      pentingnya
   4. Pengelompokan Kegiatan dalam Fungsi-Fungsi
      Kegiatan-kegiatan yang erat hubungannya satu sama lain masing-masing
      dikelompokkan menjadi satu masing-masing kelompok kegiatan sebagai
      hasil pengelompokan ini lazim disebut fungsi
   5. Departementasi
      Adalah proses konversasi ( Converting) fungsi-fungsi menjadi satuan-
      satuan organisasi dengan berpedoman pada prinsip-prinsip organisasi.




                                                  Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                      Tugas ke- 3
                                                                Stuktur Organiasi
                             BAB II
 ANALISA STRUKTUR ORGANISASI PT HM SAMPOERNA


A. Struktur Organisasi PT HM Sampoerna Tbk




                                             Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                Tugas ke- 3
                                                          Stuktur Organiasi
B. Penjelasan
          Bentuk struktur organisasi yang digunakan oleh PT. HM Sampoerna
   Tbk termasuk pada bentuk struktur organisasi garis (Line Organization
   Structure). Struktur Organisasi Garis yaitu organisasi yang wewenang atasan
   langsung ditujukan kepada bawahan, karena bawahan bertanggung jawab
   langsung kepada atasannya dan adanya suatu perintah. Berikut ini adalah
   masing-masing bagian yang terdapat dalam struktur organisasi PT. HM
   sampoerna Tbk sebagai berikut :
   a.   RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
             Rapat umum pemegang saham berada paling atas struktur
        organisasi perusahaan, yang biasanya diadakan setiap setahun sekali pada
        akhir juni. Didalam rapat tersebut Direksi berkewajiban memberikan
        laporan perihal jalannya perusahaan dari tata usaha keuangan dari tahun
        buku yang lalu yang harus ditentukan dan disetujui, dan juga dalam
        RUPS ini dilakukan penunjukan akuntan publik yang terdaftar.
   b.   Dewan Komisaris
             Dewan Komisaris terdiri dari seorang Presiden Komisaris dan dua
        orang anggota komisaris. Tugas utama dari Dewan Komisaris yaitu
        mempunyai wewenang untuk memberhentikan Direksi Apabila terdapat
        suatu tibdakan dari direksi yang bertentangan dengan anggaran dasar dan
        tujuan dari perusahaan.
   c.   Direksi
             Direksi terdiri dari Presiden Direktur dan 2 orang direktur yang
        secara bersama-sama mempunyai hak dan wewenang mewakili dan
        bertindak atas nama Direksi.
   d.   Direktur Pelaksana (CEO)
        Tugas Direktur Pelaksana yaitu :
          1. Mengkoordinir seluruh kegiatan perusahaan termasuk sumber daya
          manusia (SDM), Administrasi, pemasaran, manufacturing, litbang dan
          keuangan.


                                                  Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                     Tugas ke- 3
                                                               Stuktur Organiasi
       2. Memberikan pengarahan dan petunjuk kepada para pelaksana dan
       mengawasi keseimbangan antara wewnang dan tanggung jawab serta
       memastikan bahwa prosedur kerja di dalam perusahaan berjalan
       lancar.
e.   Divisi Sumber Daya Manusia
          Divisi ini terdiri dari bagian Personalia, Rencana Pengembangan
     dan Kesejahteraan.
       1. Personalia
             Bagian ini bertugas melaksanakan system pengolaan dan
          pemeliharaan administrasi kepegawaian serta melaksanakan dan
          memenuhi perijinan dan peraturan yang berkaitan dengan
          ketenagakerjaan   maupun   hukum    yang mengatur      mengenai
          pengelolaan perusahaan.
       2. Rencana Pengembangan
             Bagian ini bertugas menyediakan system rekrutmen dan seleksi
          tenaga kerja bagi perusahaan, menyediakan system pelatihan dan
          pengembangan SDM dan menyediakan system evaluasi terhadap
          SDM.
       3. Kesejahteraan
             Bagian ini bertugas menyediakan system pemberian tunjangan
          yang sesuai dengan karyawan.


f.   Divisi Administrasi
          Divisi ini terdiri dari Bagian Umum, Hukum, dan Hubungan
     Masyarakat.Bagian umum bertugas menyelesaikan pendokumentasian
     atas dokumen-dokumen penting perusahaan serta penyusunan daftar
     hadir. Bagian Hukum bertugas membuat serta mengontrol terhadap
     pelaksanaan hukum yan berlaku di perusahaan. Dan bagian Hubungan
     Masyarakat bertugas memberikan keterangan mengenai perusahaan pada
     masyarakat.


                                             Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                Tugas ke- 3
                                                          Stuktur Organiasi
   g.    Divisi Pemasaran
               Bagian pemasaran bertugas menganalisa pemasaran, perencanaan,
         pelaksanaan      dan   pengendalian   hasil   produksi   sampai     ketangan
         konsumen. Divisi ini terdiri dari penelitian pasar, pengendalian merk,
         pemasaran lapangan, koordinasi penjualan.
   h.    Divisi Manufacturing
               Divisi ini terdiri dari bagian Bahan Baku, Produksi, Engineering.
         Bertugas menyediakan dan mengontrol bahan baku yang akan diproses
         sehingga menghasilkan produk yang diinginkan, mengontrol atas produk
         yang bsedang diracik sampai produk tersebut selesai serta mengecek
         jalannya proses perakitan.
   i.    Divisi Litbang
              Divisi ini terdiri dari bagian Laboratorium, Pengembangan Produk,
         Pengontrolan mutu dan penelitian dasar.
   j.    Divisi Keuangan
              Divisi ini terdiri dari bagian Bendahara, Akuntansi dan EDP.
         Bagian bendahara bertugas menangani masalah dana. Bagian akuntansi
         bertugas menangani pemuatan laporan keuangan dan aktualisasi. Bagian
         EDP bertugas memproses data-data yang berhubungan dengan kegiatan
         perusahaan, mulai dari menginput data baru, mengolah dan meyeleksi
         data yang sudah ada.
C. Kelebihan dan Kekurangan Struktur Organisasi yang Dianut
        1. Kelebihan Line Organization Structure
           a. Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang
               melakukan tugas pokok dengan kelompok staf yang melakukan
               kegiatan penunjang.
           b. Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat
               bawahan masing-masing.
           c. Prinsip “The right man on the right place” dapat diterapkan dengan
               mudah


                                                       Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                           Tugas ke- 3
                                                                    Stuktur Organiasi
   d. Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan
      mudah.
   e. Dapat dilakukan dalam organisasi yang lebih besar (skala besar).
2. Kekurangan Line Organization Structure
   a. Pimpinan lini sering mengabaikan saran atau nasehat dari staf.
   b. Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan dari pimpinan
      lini.
   c. Adanya     kemungkinan      pimpinan    staf   melampaui         batas
      kewenangannya.
   d. Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota
      organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam
      memandang sesuatu.




                                           Makalah Manajemen Agroindustri
                                                              Tugas ke- 3
                                                        Stuktur Organiasi
                                 BAB III
ANALISA STRUKTUR ORGANISASI PT SEMEN GRESIK


A. Struktur Organisasi




B. Penjelasan
         Organ Perusahaan mempunyai peran penting dalam pelaksanaan GCG
   secara efektif. Masing-masing Organ Perusahaan wajib menjalankan
   fungsinya sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ
   mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung
   jawabnya untuk kepentingan Perusahaan.

                                               Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                  Tugas ke- 3
                                                            Stuktur Organiasi
   Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
           Pada prinsipnya RUPS sebagai Organ Perusahaan merupakan
    wadah bagi para Pemegang Saham untuk dapat berperan-serta dalam
    proses pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan modal yang
    ditempatkannya dengan memperhatikan kepentingan Perusahaan dalam
    jangka panjang. Dalam penerapan GCG, pelaksanaan RUPS Semen Gresik
    harus memperhatikan pedoman-pedoman sebagai berikut:
      a. Pengambilan keputusan RUPS dilakukan secara wajar dan
          transparan dengan memperhatikan hal-hal yang diperlukan untuk
          menjaga kepentingan Perusahaan dalam jangka panjang, termasuk
          tetapi tidak terbatas pada:
           1) Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang diangkat dalam
               RUPS harus terdiri dari orang-orang yang patut dan layak (fit
               and proper) bagi Perusahaan. Dalam pengusulan calon anggota
               Dewan Komisaris dan Direksi, harus dipertimbangkan pendapat
               Komite Nominasi dan Remunerasi. Pengusulan calon tersebut
               disampaikan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi kepada
               Dewan Komisaris dan setelah dipertimbangkan, kemudian calon
               dimaksud disampaikan oleh Dewan Komisaris kepada
               Pemegang Saham yang mempunyai hak untuk mengajukan
               calon kepada RUPS;
           2) Dalam mengambil keputusan menerima atau menolak laporan
               Dewan Komisaris dan Direksi, perlu dipertimbangkan kualitas
               laporan yang berhubungan dengan GCG;
           3) Dalam menetapkan auditor eksternal harus mempertimbangkan
               pendapat Dewan Komisaris atas usul Komite Audit ;
           4) Keputusan RUPS harus diambil dengan memperhatikan
               kepentingan wajar Para Pemangku Kepentingan dengan
               mendasarkan pada ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan
               perundang-undangan yang berlaku;
           5) Dalam mengambil keputusan pemberian bonus, tantiem dan
               dividen harus memperhatikan kondisi kesehatan keuangan
               Perusahaan.
      b. RUPS harus diselenggarakan sesuai dengan kepentingan Perusahaan
          dan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan
          perundang-undangan yang berlaku. RUPS harus disiapkan dengan
          sebaik-baiknya dan Pemegang Saham harus mendapatkan haknya
          untuk memperoleh informasi dan penjelasan yang lengkap antara
          lain mengenai hal-hal sebagai berikut:
           1) Pemegang saham diberikan kesempatan untuk mengajukan usul
               mata acara RUPS sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan
               perundang-undangan yang berlaku;
           2) Panggilan RUPS harus mencakup informasi secara lengkap dan
               akurat mengenai mata acara, tanggal, waktu dan tempat RUPS;
          3) Bahan mengenai setiap mata acara yang tercantum dalam
             panggilan RUPS tersedia di kantor perusahaan sejak tanggal
                                              Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                 Tugas ke- 3
                                                           Stuktur Organiasi
             panggilan RUPS, sehingga memungkinkan bagi Pemegang
             Saham berpartisipasi aktif dalam RUPS dan memberikan suara
             secara bertanggung jawab. Jika bahan tersebut belum tersedia
             saat pemanggilan RUPS, maka bahan itu harus disediakan
             sebelum RUPS diselenggarakan;
          4) Penjelasan mengenai hal-hal lain yang berkaitan dengan mata
             acara RUPS dapat diberikan sebelum dan atau pada saat RUPS
             berlangsung;
          5) Risalah RUPS harus tersedia di kantor perusahaan, dan
              perusahaan menyediakan fasilitas agar pemegang saham dapat
              membaca risalah tersebut.
      c. Penyelenggaraan RUPS merupakan tanggung jawab Direksi. Untuk
         itu, Direksi harus mempersiapkan dan menyelenggarakan RUPS
         dengan baik dan dengan berpedoman pada butir a dan b di atas
         sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang-
         undangan yang berlaku.

   Dewan Komisaris
            Dewan Komisaris sebagai salah satu Organ Perusahaan bertugas
    dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan
    memberikan nasehat kepada Direksi serta memastikan bahwa Perusahaan
    telah menerapkan prinsip-prinsip GCG. Kedudukan masing-masing
    anggota Dewan Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara.
    Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalah
    mengkoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris. Agar pelaksanaan tugas
    Dewan Komisaris dapat berjalan secara efektif, perlu dipenuhi prinsip-
    prinsip berikut :
    a. Komposisi Dewan Komisaris harus memungkinkan pengambilan
       keputusan secara efektif, tepat, cepat, dan independen.
    b. Anggota Dewan Komisaris harus profesional, yaitu berintegritas dan
       memiliki kemampuan sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan
       baik termasuk memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan
       kepentingan semua pemangku kepentingan.
    c. Fungsi pengawasan dan pemberian nasehat Dewan Komisaris mencakup
       tindakan pencegahan, perbaikan, sampai kepada pemberhentian
       sementara.

     Fungsi Dewan Komisaris
      1) Dewan Komisaris berfungsi sebagai pengawas dan penasehat dan
         tidak boleh turut serta mengambil keputusan operasional
         Perusahaan;
        2) Dalam hal diperlukan untuk kepentingan Perusahaan, Dewan
           Komisaris dapat mengenakan sanksi kepada anggota Direksi dalam
           bentuk pemberhentian sementara yang pelaksanaannya harus sesuai
                                              Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                 Tugas ke- 3
                                                           Stuktur Organiasi
      dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-
      undangan yang berlaku;
   3) Dalam hal terjadi kekosongan jajaran Direksi Perusahaan atau
      dalam keadaan tertentu sebagaimana disebutkan dalam Anggaran
      Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk
      sementara Dewan Komisaris dapat melaksanakan fungsi sebagai
      Direksi Perusahaan;
   4) Dewan Komisaris harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja
      (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif
      serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kerja
      mereka;
   5) Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas,
      menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas
      pengelolaan perusahaan yang dilakukan oleh Direksi kepada RUPS
      dalam rangka memperoleh pembebasan dan pelunasan tanggung
      jawab (acquit et decharge) dari RUPS.

 Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris
           Dewan Komisaris wajib melakukan tugas dan wewenang
   antara lain melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengelolaan
   Perusahaan, kinerja Direksi, dan memberikan nasehat kepada Direksi
   jika dipandang perlu untuk dan demi kepentingan Perusahaan sesuai
   dengan ketentuan hasil keputusan RUPS, Anggaran Dasar, dan
   Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
   (“UUPT”) dengan tetap memperhatikan kepentingan para Pemegang
   Saham serta para pemangku kepentingan lainnya kemudian
   mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pengawasan dimaksud
   kepada RUPS.
           Dewan Komisaris dapat membentuk Komite yang akan
   membantu Dewan Komisaris melaksanakan tugasnya sesuai dengan
   kebutuhan Perusahaan dan dengan mengacu pada keputusan RUPS,
   Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 Pertanggungjawaban Dewan Komisaris
  1) Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi sebagai pengawas dan
     pemberi nasehat atas pengelolaan Perusahaan wajib menyampaikan
     pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya yang merupakan
     bagian dari Laporan Tahunan dan harus disampaikan kepada RUPS
     untuk memperoleh persetujuan;
  2) Dengan diberikannya persetujuan atas Laporan Tahunan dimaksud,
     berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan
     tanggung jawab masing-masing anggota Dewan Komisaris sejauh
     hal-hal tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan, dengan tidak
     mengurangi tanggung jawab masing-masing anggota Dewan
     Komisaris dalam hal terjadi tindak pidana atau kesalahan yang
                                         Makalah Manajemen Agroindustri
                                                            Tugas ke- 3
                                                      Stuktur Organiasi
           menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak dapat dipenuhi
           aset Perusahaan.

   Direksi
            Direksi sebagai salah satu Organ Perusahaan bertugas dan
    bertanggung jawab dalam mengelola Perusahaan berdasarkan ketentuan
    Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    Masing-masing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil
    keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Agar
    pelaksanaan tugas Direksi dapat berjalan secara efektif, perlu dipenuhi
    prinsip-prinsip berikut:
    a. Komposisi Direksi dibentuk sedemikian rupa sehingga memungkinkan
       pengambilan keputusan secara efektif, tepat dan cepat, serta dapat
       bertindak independen untuk kepentingan Perusahaan.
    b. Direksi harus berwatak baik dan profesional yaitu berintegritas dan
       memiliki pengalaman serta kecakapan yang diperlukan untuk
       menjalankan tugasnya.
    c. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan dan
       memastikan kesinambungan Perusahaan.
    d. Direksi mempertanggungjawabkan kepengurusannya kepada Pemegang
       Saham dalam RUPS yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan
       Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

     Fungsi Direksi
            Fungsi pengelolaan perusahaan oleh Direksi mencakup 5
      (lima) tugas utama yaitu kepengurusan, manajemen risiko,
      pengendalian internal, komunikasi, dan tanggung jawab sosial.
      a) Kepengurusan, yang meliputi namun tidak terbatas pada:
             Menyusun visi, misi dan nilai-nilai serta program jangka
              pendek maupun jangka panjang Perusahaan untuk disampaikan
              dan disetujui oleh Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan
              ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan
              yang berlaku;
             Melakukan pengendalian terhadap sumber daya yang dimiliki
              perusahaan secara efektif dan efisien;
             Memperhatikan kepentingan yang wajar dari para Pemangku
              Kepentingan (Stakeholders);
             Memberikan kuasa kepada Tim yang dibentuk untuk
              mendukung pelaksanaan tugasnya dan/atau kepada Pegawai
              dan atau Struktur Pendukung Perusahaan untuk melaksanakan
              tugas tertentu, namun tanggung jawab tetap pada Direksi;
             Memiliki tata tertib dan pedoman kerja (Board Manual)
              sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta
              dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja.

                                                Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                    Tugas ke- 3
                                                              Stuktur Organiasi
    b) Manajemen Risiko, yang meliputi namun tidak terbatas pada:
        Menyusun, menyetujui dan melaksanakan sistem manajemen
         risiko Perusahaan yang mencakup seluruh aspek kegiatan
         Perusahaan ;
        Untuk setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk
         penciptaan produk baru, harus diperhitungkan dengan seksama
         dampak risikonya, dalam arti adanya keseimbangan antara
         hasil dan beban risiko;
        Memastikan dilaksanakannya manajemen risiko dengan baik
         oleh penanggung jawab terhadap pengendalian risiko.

    c) Pengendalian Internal, yang meliputi namun tidak terbatas pada:
         Menyusun dan melaksanakan sistem pengendalian internal
           perusahaan yang handal dalam rangka menjaga kekayaan dan
           kinerja perusahaan serta memenuhi ketentuan Anggaran Dasar
           dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
        Menetapkan Internal Audit sebagai unit kerja pengawasan
           internal yang bertugas membantu Direksi dalam memastikan
           pencapaian tujuan dan kelangsungan usaha dengan:
           (i)     melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program,
           (ii)    memberikan saran dalam upaya memperbaiki
                   efektivitas proses pengendalian risiko,
           (iii) melakukan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan,
                   pelaksanaan GCG dan perundang-undangan, serta
           (iv)    memfasilitasi dan mendukung kelancaran pelaksanaan
                   audit oleh Auditor Eksternal.

    d) Komunikasi, yang meliputi namun tidak terbatas pada:
           Memastikan kelancaran komunikasi antara Organ Perusahaan
       dengan para pemangku kepentingan dengan memberdayakan fungsi
       Sekretaris Perusahaan.

    e) Tanggung Jawab Sosial, yang meliputi namun tidak terbatas pada:
         Dalam rangka mempertahankan kesinambungan Perusahaan,
          Direksi harus dapat memastikan pelaksanaan tanggung jawab
          sosial sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dengan
          memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan
          perundang-undangan yang berlaku;
         Mempunyai perencanaan dan kebijakan tertulis yang jelas dan
          fokus dalam melaksanakan tanggung jawab sosial.

   Tugas dan Wewenang Direksi
           Direksi wajib melakukan tugas dan wewenang sesuai dengan
    ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan UUPT dengan tetap

                                         Makalah Manajemen Agroindustri
                                                            Tugas ke- 3
                                                      Stuktur Organiasi
        memperhatikan kepentingan Perusahaan dan Para Pemangku
        Kepentingan dan wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas
        dimaksud kepada Pemegang Saham melalui RUPS.

     Pertanggungjawaban Direksi
      a) Direksi wajib menyusun Laporan Tahunan yang memuat antara lain
         Laporan Keuangan, laporan Kinerja Perusahaan, laporan
         pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, rincian
         masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi
         kegiatan usaha Perusahaan, laporan mengenai tugas pengawasan
         yang dilakukan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku yang
         baru lampau, nama anggota Direksi dan Dewan Komisaris serta
         gaji dan tunjangan atau honorarium bagi anggota Direksi dan
         Dewan Komisaris;
      b) Laporan Tahunan harus memperoleh persetujuan dari RUPS dan
         Laporan Keuangan harus memperoleh pengesahan dari RUPS.
         Dengan diberikannya persetujuan atas Laporan Tahunan dan
         pengesahan atas Laporan Keuangan, berarti RUPS telah
         memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab masing-
         masing anggota Direksi sejauh hal-hal tersebut tercermin dalam
         Laporan Tahunan, dengan tidak mengurangi tanggung jawab
         masing-masing anggota Direksi dalam hal terjadi tindak pidana
         atau kesalahan yang menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang
         tidak dapat dipenuhi aset perusahaan;
      c) Laporan Keuangan harus telah tersedia sebelum RUPS
         diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar
         memungkinkan Pemegang Saham melakukan penilaian.

   Komite-Komite dibawah Dewan Komisaris
          Agar dapat menjalankan fungsinya lebih efektif, Dewan Komisaris
    berhak mendapatkan saran profesional independen. Apabila diperlukan,
    Dewan Komisaris dapat membentuk komite-komite sebagai alat penunjang
    dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan kebutuhan dengan
    memperhatikan keputusan RUPS, ketentuan Anggaran Dasar dan
    peraturan perundang-undangan yang berlaku. Komite yang dapat dibentuk
    antara lain namun tidak terbatas pada Komite Audit, Komite Nominasi dan
    Remunerasi, Komite Strategi, Investasi dan Risiko, dan Komite GCG serta
    Komite lainnya yang dipandang perlu.
     Komite Audit.
          Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris dalam
              memastikan bahwa:
              (i)   efektivitas dan efisiensi pelaksanaan sistem pengendalian
                    internal Perusahaan dilaksanakan secara konsisten melalui
                    Laporan Keuangan Tahunan,



                                               Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                  Tugas ke- 3
                                                            Stuktur Organiasi
       (ii)  efektivitas pelaksanaan tugas eksternal auditor dan
             internal auditor dilakukan dengan standar audit yang
             berlaku,
      (iii) laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai prinsip
             yang berlaku umum dan adanya peningkatan kualitas
             keterbukaan dalam pelaporan keuangan,
      (iv)   tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh
             manajemen Perusahaan;
     Komite Audit bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugasnya
      maupun dalam pelaporan dan bertanggung jawab kepada Dewan
      Komisaris;
     Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan sekurang-
      kurangnya mempunyai 2 (dua) anggota lainnya yang berasal dari
      luar BUMN serta salah satunya harus memiliki latar belakang dan
      kemampuan akuntansi dan atau keuangan.

 Komite Strategi, Investasi dan Risiko
   Komite Strategi, Investasi dan Risiko bertugas membantu Dewan
     Komisaris     dengan     memberikan     rekomendasi    terhadap
     implementasi strategi bisnis, melakukan pengawasan terhadap
     pelaksanaan investasi, dan melakukan evaluasi dan pemantauan
     secara berkala terhadap risiko-risiko di lingkungan Perusahaan,
     termasuk melakukan penelaahan risiko-risiko usaha yang
     berpotensi mengganggu tujuan Perusahaan, serta memberikan
     rekomendasi kepada Dewan Komisaris terhadap metode
     pengelolaan risiko;
   Anggota Komite Strategi, Investasi dan Risiko terdiri dari
     anggota Dewan Komisaris dan apabila diperlukan dapat
     menunjuk pihak profesional dari luar Perusahaan.

 Komite GCG
   Komite GCG bertugas membantu Dewan Komisaris melakukan
     pengkajian kebijakan GCG secara menyeluruh serta menilai dan
     menelaah konsistensi penerapannya termasuk yang berkaitan
     dengan pelaksanaan Pedoman Kode Etik Semen Gresik;
     penerapan Peraturan Perusahaan pada umumnya serta penerapan
     tanggung jawab sosial Perusahaan (corporate social
     responsibility) sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan
     peraturan perundang-undangan yang berlaku;
   Anggota Komite GCG terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan
     apabila diperlukan dapat menunjuk pelaku profesi dari luar
     Perusahaan.

 Komite Nominasi dan Remunerasi
   Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan
     Komisaris dalam

                                        Makalah Manajemen Agroindustri
                                                           Tugas ke- 3
                                                     Stuktur Organiasi
       (i)   menyusun kebijakan nominasi dan seleksi untuk jabatan-
             jabatan strategis di lingkungan Semen Gresik,
      (ii)   menyusun sistem remunerasi dan pemberian tunjangan
             bagi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris,
      (iii) memberikan rekomendasi tentang jumlah gaji, tunjangan,
             dan fasilitas yang layak didasarkan pada ketentuan
             Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan
             berlaku;
     Komite Nominasi dan Remunerasi harus diketuai oleh salah satu
      Komisaris Independen dan anggotanya terdiri dari Komisaris dan
      pihak profesional dari luar Perusahaan.

     Pengangkatan Anggota Komite di bawah Dewan Komisaris
      tersebut yang berasal dari luar Perusahaan diberitahukan kepada
      Direksi untuk pembebanan biaya. Tugas, tanggung jawab, dan
      wewenang masing-masing Komite yang berada di bawah Dewan
      Komisaris tersebut secara rinci diatur dalam Surat Keputusan
      Pembentukan Komite yang dibuat oleh Dewan Komisaris.

 Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)
  Sekretaris Perusahaan berfungsi untuk;
    (i) memastikan kelancaran komunikasi antara Perusahaan dengan
         Para Pemangku Kepentingan dan menjamin adanya kepatuhan
         terhadap pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan
         perundang-undangan yang berlaku,
    (ii) menjamin tersedianya informasi publik yang dapat diakses
         oleh Para Pemangku Kepentingan sesuai kebutuhan yang
         wajar dari para pemangku kepentingan. Fungsi Sekretaris
         Perusahaan tersebut wajib diimplementasikan dalam beberapa
         fungsi sebagai berikut:

    a) Compliance officer, mengikuti dan memberikan masukan kepada
       Direksi atas perkembangan ketentuan perundang-undangan dan
       peraturan-peraturan yang berlaku serta memastikan bahwa Semen
       Gresik memenuhi ketentuan/peraturan tersebut. Semen Gresik
       akan mengungkapkan informasi yang perlu kepada para
       Pemangku Kepentingan yang berkaitan dengan peraturan tertentu.
    b) Stakeholders relation, memberikan pelayanan kepada Pemegang
       Saham, Dewan Komisaris, Direksi dan Stakeholders lainnya
       termasuk namun tidak terbatas pada investor atas informasi yang
       berkaitan dengan kondisi sesuai dengan Anggaran Dasar dan
       peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelayanan ini akan
       menciptakan adanya transparansi dan disclosure antara
       Perusahaan dengan para Pemangku Kepentingan.



                                         Makalah Manajemen Agroindustri
                                                            Tugas ke- 3
                                                      Stuktur Organiasi
    c) Liaison officer/contact person, bertindak sebagai pejabat
       penghubung antara Perusahaan dengan Bapepam – LK, bursa
       efek, dan masyarakat.
    d) Business information, memberikan informasi segera atas
       kejadian aktual yang sebenarnya terjadi sebagai respon atas
       adanya rumor-rumor atau isu-isu, baik yang bersifat positif
       maupun negatif kepada para Pemangku Kepentingan.

         Pembentukan Sekretaris Perusahaan dilakukan sesuai dengan
   ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas dan
   tanggung jawab Sekretaris Perusahaan dilaksanakan sesuai dengan
   ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal

 Internal Audit
        Internal Audit merupakan aparat pengawasan internal
  perusahaan yang dibentuk untuk membantu Direktur Utama dalam
  melaksanakan tugas pemeriksaan internal keuangan, pemeriksaan
  operasional Perusahaan dan menilai pengendalian, pengelolaan dan
  pelaksanaan kegiatan usaha Perusahaan serta memberikan saran-saran
  kepada Direktur Utama.
        Dalam melakukan tugasnya tersebut Internal Audit wajib
  menyampaikan pertanggungjawabannya kapada Direktur Utama. Atas
  permintaan tertulis dari Dewan Komisaris, Direksi wajib memberikan
  keterangan hasil pemeriksaan atau hasil pelaksanaan tugas Internal
  Auditor. Pedoman kerja bagi Internal Auditor diatur dalam Piagam
  (Charter) Internal Audit.

 Eksternal Audit
        Keberadaan Eksternal Auditor diperlukan oleh Semen Gresik
  terutama dalam menyatakan pendapat tentang kewajaran dalam semua
  hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas dan
  arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
  Indonesia yang disampaikan kepada Para Pemangku Kepentingan.
        Semen Gresik menetapkan Eksternal Auditor yang telah
  memperoleh izin dari pihak yang berwenang dan terdaftar di Badan
  Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.
        Penunjukan Eksternal Auditor dilakukan oleh RUPS atas
  rekomendasi dari Dewan Komisaris dan wajib memperhatikan
  ketentuan Anggaran Dasar serta peraturan perundang-undangan yang
  berlaku.
        Semen Gresik dalam berhubungan dengan Eksternal Auditor
  menerapkan beberapa prinsip sebagai berikut:

   a) Eksternal Auditor ditetapkan oleh RUPS dari calon yang diajukan
      oleh Dewan Komisaris berdasarkan usulan Komite Audit disertai


                                          Makalah Manajemen Agroindustri
                                                             Tugas ke- 3
                                                       Stuktur Organiasi
             dengan alasan pencalonan tersebut dan besarnya honorarium yang
             diusulkan untuk eksternal Auditor tersebut.

          b) Eksternal Auditor harus bebas dari pengaruh Dewan Komisaris,
             Direksi dan pihak yang berkepentingan di Semen Gresik.

          c) Semen Gresik menyediakan bagi Eksternal Auditor semua catatan
             akuntasi dan data penunjang yang diperlukan sehingga
             memungkinkan Eksternal Auditor memberikan pendapatnya
             tentang kewajaran, ketaatasasan, dan kesesuaian laporan keuangan
             perusahaan dengan standar akuntansi keuangan Indonesia.


C. Kelebihan dan Kekurangan Struktur Organisasi yang Dianut
   a. Kelebihan Line Organization Structure

         1. Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang
             melakukan tugas pokok dengan kelompok staf yang melakukan
             kegiatan penunjang.
         2. Asas spesialisasi yang ada dapat dilanjutkan menurut bakat
             bawahan masing-masing.
         3. Prinsip “The right man on the right place” dapat diterapkan dengan
             mudah
         4. Koordinasi dalam setiap unit kegiatan dapat diterapkan dengan
             mudah.
         5. Dapat dilakukan dalam organisasi yang lebih besar (skala besar).


   b. Kekurangan Line Organization Structure
         a. Pimpinan lini sering mengabaikan saran atau nasehat dari staf.
         b. Pimpinan staf sering mengabaikan gagasan-gagasan dari pimpinan
             lini.
         c. Adanya     kemungkinan      pimpinan     staf   melampaui        batas
             kewenangannya.
         d. Perintah lini dan perintah staf sering membingungkan anggota
             organisasi karena kedua jenis hirarki sering tidak seirama dalam
             memandang sesuatu.
                                                 Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                    Tugas ke- 3
                                                              Stuktur Organiasi
                                   BAB IV
                                 PENUTUP


A. Simpulan
      Setiap struktur organisasi selalu memiliki kekurangan dan kelebihan.
   Tetapi hal tersebut justru menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi oleh
   perusahaan tersebut. Struktur organisasi dan manajemen yang baik akan
   memperkecil kekurangan yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga
   optimasi kerja dan kualitas SDM dari perusahaan tersebut dapat meningkat.
B. Saran
      Sebaiknya setiap perusahaan meneliti terlebih dahulu tipe-tipe organisasi
   yang cocok untuk perusahaannya. Hal ini perlu dilakukan supaya suatu
   perusahaan dapat meminimalisasi kekurangan dari tipe-tipe atau struktur
   organisasi yang dianutnya. Sehingga tingkat kinerja perusahaan tetap optimal.




                                                  Makalah Manajemen Agroindustri
                                                                      Tugas ke- 3
                                                                Stuktur Organiasi

								
To top