Modul Seri : 4

Document Sample
Modul Seri : 4 Powered By Docstoc
					               Modul Seri : 4
           MANAJEMEN STRATEGIK




        MENENTUKAN DAN
          MENETAPKAN
        ARAH PERUSAHAAN




         WAWAN PURWANTO




      PROGRAM KULIAH SABTU MINGGU
 PROGRAM STUDI S-1 MANAJEMEN PERUSAHAAN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA
      JAKARTA - SEMESTER GENAP 2008
                                  MODUL – 4

 MENENTUKAN DAN MENETAPKAN
      ARAH PERUSAHAAN



Tujuan Instruksional Khusus :
          Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan maksud dan peranan dari
penentuan arah perusahaan yang meliputi Visi, misi dan Tujuan dengan cara
memahami masa depan, cara bersaing di masa depan dan menciptakan strategic
intent.


Materi Bahasan :
    1. Pendahuluan.
    2. Memahami persaingan masa depan.
    3. Merancang Strategic Architecture.
    4. Misi dan Tujuan Perusahaan
    5. Menciptakan Strategic Intent.




PENDAHULUAN
          Seperti yang telah dibahas di sesi terdahulu bahwa manajemen strategik
merupakan alat untuk mencapai apa yang diinginkan untuk masa depan
perusahaan. Usaha mencapai masa depan ini bukanlah sesuatu yang mudah,
karena diperlukan upaya-upaya tertentu untuk menghadapi lingkungan yang
selalu berubah serta tingkat persaingan yang diciptakannya. Pencapaian tujuan ini
tentunya dimulai dari memahami lingkungan tersebut, memperkirakan masa
depan dan persaingannya, menyusun atau merancang “bangunan” masa depan
perusahaan tersebut dengan menentukan misi dan tujuan perusahaan serta
kemudian membentuk aspek “emosional” yang memberikan kekuatan tambahan
dalam pencapaian tujuan tersebut melalui strategi yang ditetapkan.


          Persaingan yang harus dihadapi perusahan yang sesungguhnya bukanlah
saat ini tetapi untuk masa depan. Persaingan hari ini merupakan hasil dari apa


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                         MANAJEMEN STRATEGIS
yang telah diperbuat perusahaan pada masa lalu dari perubahan lingkungan.
Perusahaan yang tadinya kuat dan dominan belum tentu dapat mempertahankan
posisinya karena terjadinya perubahan di lingkungan. Perusahaan yang tidak
sadar masa depan cendrung menjadi penonton dari pada sebagai pengemudi
yang hebat bagi perusahaannya. Mereka “mengemudi “ dengan struktur, nilai dan
ketrampilannya yang mereka yakini telah mengantarkan kesuksesan pada masa
lalu sementara semuanya itu sudah tidak cocok lagi dengan realitas yang terus
berubah. Untuk diperlukan pemahaman tentang masa depan dan paradigma yang
baru.




MEMAHAMI PERSAINGAN MASA DEPAN
        Prahalad dalam bukunya Competing for the future mengatakan bahwa
masa depan bukanlah sesuatu yang sama dengan masa lampau dan sekarang.
Struktur industri baru akan menggantikan struktur industri lama, peluang yang
nampaknya evolusioner ternyata bersifat revolusioner. Terdapat transformasi
organisasi perusahaan seperti downsizing, penghematan biaya oveerhead,
pemberdayaan karyawan, desain ulang proses dan rasionalisasi portofolio yang
semuanya tersebut memiliki pengaruh perubah struktur industri.


        Persaingan pada masa depan bukanlah usaha untuk merebut market
share akan tetapi bagaimana merebut opportunity share. Market Share
merupakan hasil dari peluang yang di peroleh, sehingga merebut peluang lebih
penting dari pada mendapat market share karena perusahaan yang memiliki
peluang akan lebih baik dari perusahan yang tidak memiliki peluang. Persaingan
juga bukan pada produk (produk melawan produk) tetapi perusahaan lawan
perusahaan. Perusahaan yang memiliki keunggulan tentukan akan dapat
memenangkan produknya.


        Persaingan pada masa depan tersebut terjadi dalam arena tak terstruktur
serta tempat aturan main persainganya belum ada. Masa depan tidaklah mungkin
untuk dikenali dengan melakukan ekstrapolasi masa lalu, karena perubahan yang
tidak tentu dan sangat cepat tersebut. Oleh karena itu kecepatan dan kegigihan
merupakan dua kata yang penting untuk digunakan. Selain itu diperlukan untuk
memahami masa depan dengan cara yang baru karena cara yang lama tidak
mungkin lagi menghantarkan kita ke masa depan (learning to forget).



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                        MANAJEMEN STRATEGIS
       Perlu untuk membentuk managerial frame yang lebih luas dan lebih maju.
Managerial frame merupakan bagaimana seseorang merespon pada saat
dihadapkan pada suatu keadaan. Managerial frame dibentuk oleh lingkungan,
pendidikan, pengalaman dan informasi dari orang lain. Maka akan sulit untuk
merubahnya karena diperlukan pekerjaan dua kali yaitu bagaimana melupakan
cara berfikir yang lama (unlearning) dan kemudian memikirakan sesuatu dengan
cara yang baru/lain (learning). Oleh karena itu untuk memperluas magerial frame
ini perlu melakukan :
   -   Reenginering secara luas
   -   Mengkombinasi orang lama dengan orang baru
   -   Tidak merekrut orang yang sama
   -   Tidak membungkam suara yang berbeda
   -   Terbuka dengan hal-hal baru.
Hal itu diperlukan untuk terciptanya learning dan Unlearning.


       Untuk menggapai masa depan prahalad manyatakan diperlukan suatu
paradigma strategi yang baru, yaitu :
   -   Tantangan bersaing.
   -   Menemukan masa depan
   -   Memobilisasi masa depan
   -   Tiba lebih dahulu dimasa depan.
Menemukan masa depan merupakan hal yang paling penting diantaranya. Hal ini
dapat dilakukan atas dasar pemahaman tentang lingkungan bisnis. Dalam proses
manajemen strategik ini dilakukan pada tahapan menganalisis lingkungan
eksternal dan internal.




MERANCANG STRATEGIC ARCHITECTURE.
       Masa depan perusahaan bukanlah sesuatu yang dibayangkan tetapi
sesuatu yang harus dibangun. Untuk itulah Hammel prahalad menggunakan istilah
Styrategic architectur, yaitu menganalogikan masa depan perusahaan itu seperi
sebuah proses membangun rumah atau gedung. Bagi seorang arsitek, sebuah
gedung yang besar dan megah adalah hasil dari suatu “mimpi” yang diupayakan
untuk diwujudkan. Semula gedung tersebut belum ada dan hanya sebuah
hamparan tanah kosong yang penuh rerumputan atau bahkan sampah sampah.
Kemudian seorang arsitek mulai menggambarkannya dengan lengkap dan detail
yang muncul dari pemikirannya. Kemudian si arsitek melanjutkan kegiatan untuk

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                       Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                          MANAJEMEN STRATEGIS
mewujudkan impiannya tersebut untuk membangun suatu gedung yang
digambarkan tersebut dengan menggunakan semua sumber daya yang dimilki.


        Untuk membangun arsitektur strategi bukanlah pekerjaan yang mudah.
Manajemen puncak perusahaan harus mempunyai perspektif mengenai manfaat
baru atau fungsionalitas tentang apa apa yang yang akan ditawarkan kepada
pelanggan di masa yang akan datang, perspektif mengenai kompetensi inti yang
dibutuhkan, bagaimana para pelanggan mengakses manfaat tersebut dengan
cara yang paling efektif. Strategic Architectur merupakan blue print tingkat tinggi
untuk penyebaran fungsionalitas baru, perolehan kompetensi baru atau adanya
migrasi kompetensi kompetensi yang sudah ada serta rekonfigurasi pelayanan
pelanggan.


        Terdapat beberapa pokok fikiran untuk memahami suatu strategic
architecture, yaitu :
    1. Strategic architecture merupakan jembatan anatar masa sekarang dengan
        masa depan.
    2. Strateguc        architectur   menjelaskan   tentang   kompetensi   apa   yang
        diperlukasn dan harus dibangun saat ini untuk bersaing pada mas adepan.
    3. Strategic architectur juga sekalugus mengidentifikasi tindakan yang harus
        dilakukan saat ini untuk menghadapi masa depan.
    4. Strategic architectur bukanlah sesuatu perencanaan yang harus detil,
        tetapi hanya mengidentifikasi kemampuan utama yang harus dibangun.


Salah satu contoh yang dilakukan oleh NEC dalam menghadapi masa depan
mengidentifikasi 3 interelated streams of technology and market evolution. Yaitu :
    1. Stream komputer dan main frame besar ke distributed processing.
    2. Kompinen dari simple integrated circuit ke ultra large scale.
    3. Komunikasi dari mechanical cross ber-swithing ke complex difgital system.




MISI DAN TUJUAN PERUSAHAAN.
        Apa yang dibahas di depan merupakan suatu visi yang dimilki manajer dan
perusahaan tentang masa depan perusahaan. Visi merupakan salah satu dari 3
yang menentukan arah perusahaan. Dua hal lain adalah misi dan tujuan. Ketiga
hal itu merupakan sesuatu yang saling terkait dan menjadi satu kesatuan (three in
one). Misi perusahaan dipahami dengan adanya visi. Dan visi juga memberikan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                           Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                              MANAJEMEN STRATEGIS
gambaran tujuan yang harus dicapai yang juga memperhatikan misi. Visi
merupakan gambaran masa depan yang dimilki manajer/perusahaan, sedangkan
misi merupakan peran yang diambil perusahaan di tengah gambaran masa depan
tersebut. Tujuan merupakan hasil-hasil yang harus dicapai melalui peran yang
diambil menuju masa depan yang ada di dalam visi. Jadi dapat dikatakan bahwa
pernyataan misi akan menggambar visi perusahaan dan begitu sebaliknya serta
akan tergambar juga dari tujuan yang ditetapkan.



                                     VISI




               MISI                                TUJUAN
.


       Visi, misi dan Tujuan adalah sesuatu yang perlu ditetapkan pertama
kalinya ketika akan menjalankan manajemen strategik. Namun hal itu bukanlah
sesuatu yang harus tetap. Karena suatu visi, misi dan tujuan itu akan berubah
setelah melihat kenyataan kenyataan baru yang mungkin dilihat setelah
melakukan analisis terhadap lingkungan luar dan internal perusahaan. Kenyataan
baru, berarti informasi baru dan pada tingkatan tertentu tentunya akan merubah
managerial frame perusahaan.


M i s i.
       Misi pada hakekatnya menjelaskan kegunaan dan alasan mengapa suatu
perusahaan ada. Dan dengan demikian perusahaan juga dapat menjawab
pertanyaan What is or business ? untuk masa sekarang dan masa depan.
Jawaban ini akan memberikan perbedaan antara perusahaan dengan perusahaan
lainnya. Misi juga akan memberikan dengan jelas batasan bisnis perusahaan.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                      MANAJEMEN STRATEGIS
Perubahaan misi akan dapat merubah batasan bisnis perusahaan. Beberapa
manfaat dari keberadaan misi adalah :
           1. Terjadi kesatuan dan kebulatan tujuan perusahaan.
           2. Tersedianya dasar dalam alokasi sumber daya dan dana korporasi.
           3. Tersedianya dasar pengembangan iklim organisasi dan motivasi
               kerja.
           4. Dasar dalam identifikasi diri dan evaluasi bagi karyawan.
           5. Terfasilitasinya proses penterjemahan tujuan ke dalam struktur
               organisasi.
           6. Dasar dalam evaluasi kinerja perusahaan.


       Suatu misi haruslah didefinisikan dengan jelas dan dinyatakan dalam suatu
pernyataan yang biasa dikenal dengan nama Mission statement. Suatu mission
stratement terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
       1. Spesifikasi kebutuhan konsumen yang hendak dipuaskan.
       2. Spesifikasi segmen pasar yang hendak dituju dan wilayah pemasaran.
       3. Spesifikasi tekhnologi dan fungsi manajerial yang dipergunakan dalam
           melayani konsumen.
Ketiga komponen ini merupakan komponen utama yang selalu ada di dalam
mission statement. Komponen lainnya yang biasa dijadikan pelengkap adalah :
       4. Komitmen untuk bertahan hidup, pertumbuhan dan laba.
       5. Perumusan falsafah perusahaan.
       6. konsep kejatia dirian
       7. Citra perusahaan yang diinginkan.
Selain komponen di atas masih terdapat komponen yang baru muncul digunakan
oleh beberapa perusahaan/korporasi yaitu :
       8. Komitmen terhadap karyawan.
       9. Tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
       10. Dan hal lain yang dianggap penting bagi perusahaan.


Contoh pernyataan misi perusahaan dapat dilihat pada lampiran. (kutipan dari
buku Misi dan Visi, 50 perusahaan Dunia/terjemahan dari Say it and live it,
Patricia Jones).


       Sebuah pernyataan misi akan berbeda dari isi dan cara untuk
menyampaikannya. Ada yang ditulis dengan panjang dan ada yang ditulis dengan
cara yang lebih singkat atau secara ekstrim ada yang hanya dengan satu kata

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                      Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                         MANAJEMEN STRATEGIS
saja. Sebagian pernyataan juga ada yang ditulis dengan bahasa yang bersifat
menggugah emosional sehingga misi dapat dijadikan sebagai alat untuk
“penghimpun kekuatan pasukan” yang dimiliki.


       Proses penyusunan misi adalah sesuatu sangat penting karena menjadi
hal yang bersifat strategis dan mempengaruhi seluruh tindakan yang akan terjadi
dalam perusahaan Sebuah misis bukanlah sekedar moto atau slogan tetapi
sesuatu yang dapat menjadi pedoman bertindak dan kekuatan bertindak dalam
pelayaran perusahaan mengarungi samudra luas dan membahayakan. Terdapat
beberapa langkah pendekatan dalam perumusan misi yaitu :
   1. Pernyataan pemilik ketika akan mendirikan perusahaan, yang gambarkan
       peran dan bisnis yang akan dijalankan.
   2. Identifikasi    pihak   yang   berkepentingan     (stake   holder)   kemudian
       mengkomunikasi pernyataan tersebut.
   3. Rekonsiliasi berbagai kepentingan stake holder jika terdapat perbedaan
       perbedaan dan kepentingan yang saling bertentangan yang terdapat di
       dalam misi.
   4. Mengkoordinasikan berbagai kepentingan yang telah diakomodir dalam
       langkah sebelumnya.
   5. Mengkomunikasikan lagi misi ke pihak internal dan juga ke eksternal yang
       merupakan stake holder.




T u j u a n.
       Selain misi perusahan perlu untuk menentukan tujuan yang hendak dicapai
dengan     jelas     dan   merupakan    hasil   akhir     yang    akan     diperoleh
perusahaan/organisasi dari semua aktifitasnya nanti. Terdapat beberapa alasan
mengapa tujuan ini perlu, yaitu :
   1. Tujuan membantu mendefinisikan organisasi di dalam lingkumgan.
   2. Membantu mengkoordinasikan keputusan dan pengambilan keputusan.
   3. Norma untuk menilai pelaksanaan prestasi perusahaan.
   4. Sasaran yang lebih nyata dari pada pernyataan misi.


       Tujuan juga dirumuskan dalam dua bentuk yaitu tujuan jangka pendek dan
tujuan jangka panjang. Perbedaan kedua terletak dalam waktu pencapaian dan
cara penulisannya. Tujuan jangka pendek biasanya lebih spesifik dibandingkan
jangka panjang. Tujuan juga bukan ditetapkan hanya dalam bentuk tunggal. Peter

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                           MANAJEMEN STRATEGIS
drucker,   menyatakan     bahwa    salah   satu   kekel;iruan   perusahaan   adalah
menetapkan tujuan tunggal. Tujuan memiliki beberapa ruang lingkup, yaitu :
           1. Market standing.
           2. Innovation.
           3. Productivity.
           4. Resource levels
           5. Profitability.
           6. Manager performance and attitude.
           7. Worker performance and attitude.
           8. Social responsibility.


       Baik tidaknya suatu tujuan ditentukan oleh bagaimana tujuan tersebut
benar-benar bermanfaat bagi perusahaan. Bagimanakah persyaratan suatu tujuan
yang baik tersebut ?    Setidak terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi, yaitu :
       1. Tujuan tersebut haruslah spesifik.
       2. Realistis atau memungkinkan untuk dicapai.
       3. Fleksibel
       4. Dapat diukur baik dari sisi waktu pencapaian, nilai uang dan ukuran-
           ukuran lainnya.
       5. Konsisten yaitu setiap tujuan harus sejalan dengan tujuan-tujuan lain
           seperti tujuan jangka pendek dan panjang.




MENCIPTAKAN STRATEGIC INTENT.
       Seorang arsitek yang telah membuat gambar bangunan beserta semua
rencana-rencana pembangunannya, maka perlu untuk me”nyemangati”nya bahwa
gambar yang indah tersebut mungkin untuk diwujudkannya. Begitu juga dengan
arsitek strategi yang telah menyusun arsitektur strateginya, misi dan tujuan
tersebut perlu untuk diberi kekuatan “moril” untuk mencapainya. Bukankah tentara
Vietnam dapat mengalahkan tentara Amerika yang di atas perhitungan di atas
kertas tidak mungkin terjadi ?. Namun dengan adanya faktor X maka
memungkinkan untuk dimenangkan oleh Vietnam. Faktor inilah yang dikatakan
dengan Strategic Intent. Arsitektur strategi, misi dan tujuan merupakan peta dan
jalanmenuju masa depan sedangkan strategik intent akan mendorong timbulnya
energi emosional dan intelektual untuk melakukan pekerjaan menuju masa depan
itu.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                           MANAJEMEN STRATEGIS
       Dalam strategic intent terkandung beberapa komponen dasar utama
pembangun, yaitu :
   1. Stretch. Penciptaan aspirasi dan ambisi yang diyakini mungkin. Hal ini
       bisa saja pada mula merupakan sesuatu yang tidak mungkin atau di dalam
       kondisi normal dirasakan sesuatu yang nihil.
   2. Foresight.      Prediksi dan imajinasi masa depan yang jelas dan terarah
       yang akan melahirkan pemahaman tentang ambisi.
   3. Leverage.         Menciptakan daya ungkit yang lebih besar dari sumber daya
       yang dimilki sekarang, atau optimalisasi yang melahirkan kekuatan besar.
Untuk mendapatkan semua itu diperlukan 3 (tiga) indra, yaitu sense of direction,
sense of discovery dan sense of destiny.


       Membangun foresight dapat dilakukan dengan berbagai macam cara,
diantaranya melalui :
   -   Merubah pasar yang telah dilayani.
   -   Merubah konsep produk
   -   Menantang dengan harga.
   -   Melihat masa depan dengan sejumlah pilihan yang muncul dari bermacam
       sudut pandang.
   -   Melwan pola fikir yang sudah dibekukan.
   -   Membimbing pelanggan ke arah yang diinginkan.


       Sedangkan Leverage atau optimalisasi sumber daya dapat dicapai
dengan beberapa cara yaitu :
   1. Lebih mengkonsentrasikan sumber daya secara efektif pada tujuan
       strategik.
       - Converging resource.
       - Focusing resource
       - Targeting to make sure that focus in on the right things
   2. Melengkapi/menyempurnakan suatu sumber daya                   dengan sejumlah
       sumber daya lainnya untuk menciptakan Value yang lebih tinggi.
       - Blending different resource
       - Balancing
   3. Mengkonservasi sumber daya yang memungkinkan.
       - Recycling especialy ideas.
       - Co Opting.
       - Protecting

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                           MANAJEMEN STRATEGIS
   4. Recovery sumber daya melalui peminimuman waktu antara pengeluaran
       dan pengembalian.




KASUS MANAJEMEN
“Component Parts Manufacturer Optimizes Operation with an Adaptable Business
Management Solution”

Solution Overview

Microsoft Dynamics AX (formerly Microsoft Axapta) is an adaptable business
management solution that enables you and your people to make business
decisions with confidence. Microsoft Dynamics AX works like familiar Microsoft
software, such as Microsoft Office programs and Microsoft SQL Server.

Product Solution Items

       Microsoft Dynamics AX

Other Microsoft Products Used

       Microsoft Windows XP
       Microsoft Office XP


“Earlier, we used a custom-made application to handle our general ledger. Over
the years, it no longer provided us with the needed functionality. We had to work
long hours to prepare the reports.”


Tutuka Andriyatno, Director, PT Nusa Keihin Indonesia

Founded in 1997, Nusa Keihin Indonesia (NKI) manufactures component parts for
Indonesia’s automotive giant Astra International as well as for export to Japan. As
the company’s size, range of products and scale of operation grew, it had to work
out increasingly complex monthly reports for its principals and it could no longer
rely on its legacy accounting system. When effort to add more capability to the
tailor- made legacy application failed, it began searching for an efficient and cost-
effective solution. With the help from Microsoft Gold Certified Partner Mitra
Integrasi Informatika, NKI implemented Microsoft Dynamics AX. Today, the time to

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                        Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                           MANAJEMEN STRATEGIS
prepare the end-of-month report has been reduced from two weeks to only a few
hours, and the staff at the finance department has never had to work overtime to
finish it.

Situation

PT Nusa Keihin Indonesia (NKI) is a joint venture between Astra International’s
subsidiary PT Astra Otopart, Tbk. and Japan’s Keihin Seimitsu Kogyo, Co., Ltd.
Based in Indonesia, it specializes in machining and sub-assembling of automotive
parts. With only 63 employees, it manufactures Floor Shift Levers for cars and
trucks made by Toyota, Daihatsu, Isuzu and Hino. It also produces machined
crankcase covers and Hub for motorcycles. Most of the products are used locally
while a small volume is exported to Japan.


When the company was still in its infancy, they were able to produce reports such
as end-of-month financial summaries using a simple, tailor-made general ledger
application.


However, although they were already using Microsoft Excel®, data was still printed
out. It was the responsibility of the Finance & Accounting Department to
consolidate all the data and produce the end- of-month reports.


Soon the headquarters began to ask for more data and a variety of monthly
reports. This was necessary, as Astra International was a publicly-owned
company. “It was not uncommon that my staff had to spend several nights working
overtime to get these reports done in time,” said Lily Herawati, Finance &
Accounting      Department      Head,        PT    Nusa       Keihin   Indonesia.
“There were times when we even had to stay overnight at the office to finish it,
while Astra kept moving its deadline forward,” she added.


Clearly, the existing application was no longer adequate for their tasks. NKI then
asked a software house to add more functionality and capability to the existing
application, but after one year of unsuccessful attempt they completely abandoned
the project. “We were all frustrated, as data consolidation still had to be done
manually,” recalled Lily.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                            MANAJEMEN STRATEGIS
Her department faced was an even bigger challenge after Jardine Cycle &
Carriage, Ltd. became one of the main shareholders of Astra international, which
meant that more data in different report formats had to be prepared.

Solution

NKI then began looking for an alternative solution. In mid 2005, Lily and her team
were informed that PT Metrodata, Tbk., one of the largest and oldest IT providers
in    Indonesia,    was        holding     its    annual     METRODATA             Solution    Day.
“At the exhibition, we were able to compare a number of potential products from
different independent software vendors (ISVs) using different platforms. We were
impressed by the user-friendliness of Microsoft Dynamics AX,” said Lily.


“It seemed to ideally meet our key selection criteria, which included ease-of-use,
the    right   functionality     for     our     tasks,    and   affordability,”     she      added.
However, the real decision was made only after Microsoft Indonesia came to NKI
to      demonstrate        the           powerful         features     of      the         solution.
Microsoft Dynamics AX Finance and Distribution modules were implemented in
January 2006 with the help of Mitra Integrasi Informatika (MII), Metrodata’s IT
solution provider arm.


The trial was started in April 2006. Parallel run was carried out for only one month.
“In May 2006, we started to only use Microsoft Dynamics AX as we had verified
and were very satisfied with its data integrity,” said Tutuka.


Although it was not a determining factor, the Microsoft brand somewhat helped
NKI obtain quick approval from its principals. “We just informed them that we were
going to use a Microsoft product,” explained Tutuka.


Benefits

Microsoft Dynamics AX helped NKI meet the deadline for report submissions,
accommodate constantly changing principals’ demands for data, allow individual
department to access more information online, “Microsoft Dynamics AX has made
our operation far more efficient without requiring excessive investment and end
user training,” said Tutuka.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                  Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                                     MANAJEMEN STRATEGIS
Speed of data consolidation was one of the main benefits. There was no longer
any need to work overtime to finish the reports, despite the fact that the amount of
data has grown in line with the increase in transactions

“After lunch time on the first day of the month, I already have the information on
our production figure from the previous month,” said Tutuka.


As data is now entered by individual department and verified by the supervisor
before posting, data accuracy has improved. At the same time, the reduced
workload allows the staff at the Finance & Accounting Department to be deployed
to other duties. “This enables our company to grow without requiring additional
manpower,” said Tutuka.


The various departments in the company also have access to more information.
Each time they issue a PO, they are able to track the progress and have some
idea as to the date their orders of materials will arrive. “This helps them plan their
production schedule better,” said Lily. “In addition, they now have the ability to
control their costs,” she added.

One final benefit that NKI has reaped from their use of Microsoft Dynamics AX is
the familiarity of the interface, which helped facilitate the transition. “We are
basically Excel users, and the similarity in the interface meant that we were able to
plunge into it and start using the solution without requiring too much assistance,”
said Lily.




Overview

Country                    or                   Region:                    Indonesia
Industry: Manufacturing — Automotive

Customer Profile

Started in 1997 as a JV between Astra Otopart of Indonesia and Keihin Seimitsu
Kogyo of Japan, NKI produces shift levers for cars and commercial vehicles as
well as crankcase covers for motorcycles.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                         Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                            MANAJEMEN STRATEGIS
Business Situation

PT Nusa Keihin Indonesia needs to consolidate all data and produce variety
reports in more efficient ways.

Solution

Microsoft Dynamics AX (formerly Microsoft Axapta) is an adaptable business-
management solution that enables you and your people to make business
decisions with confidence. Microsoft Dynamics AX works like familiar Microsoft
software, such as Microsoft Office programs and Microsoft SQL Server.

Benefits

       Timely report generation
       Improved data accuracy
       Ability to track PO Progress
       Familiar user interface
       Lower TCO




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                     Drs. Wawan Purwanto SE. MM
                                                        MANAJEMEN STRATEGIS

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:24
posted:7/30/2012
language:
pages:15