Kekuasaan dan Wewenang dalam Konteks Hubungan Sosial by BafHcD3

VIEWS: 82 PAGES: 68

									MANAJEMEN &
      PEMANTAUAN
PORTOFOLIO INVESTASI
     MANAJEMEN

PORTOFOLIO INVESTASI
A. Prinsip-2 Manajemen Portofolio
• Wahana investsasi dapat dikombinasikan untuk
    membentuk suatu portofolio yang memiliki peri -
    laku risiko dan hasil yang lebih diinginkan dari
    pada masing-2 wahana itu sendiri.
•   Jika secara teknis tidak diperoleh dampak me -
    nguntungkan (beneficial impact) pada hasil, proses
    kombinasi ini dapat memberikan dampak yang
    menguntungkan (favourable impact) pada risiko
    dalam bentuk penurunan risiko
•   Dengan kata lain, kombinasi dari 2 instrumen in-
    vestasi atau lebih dalam suatu portofolio dapat
    menghasilkan tingkat risiko yang lebih rendah
    dari pada masing-2 wahana secara perpisah
Portofolio
• Adalah suatu kumpulan wahana investasi yang
    digabungkan untuk memenuhi tujuan investasi.
•   Dalam hal ini, kebijakan dan tujuan portofolio
    dapat dibedakan dalam 2 golongan utama, yaitu :
    1. Portofolio berorientasi pertumbuhan (growth
      oriented portfolio) dengan orientasi utama pada
      peningkatan harga jangka-panjang.

    2. Portofolio berorientasi penghasilan (income
       oriented portfolio) yang menekankan pada
       dividen berjalan dan hasil bunga
B. Tujuan Portofolio
• Penetapan tujuan portofolio menyangkut pertim-
    bangan (trade offs) tertentu antara risiko dan
    hasil, antara potensi kenaikan harga dan
    penghasilan berjalan serta antara berbagai
    tingkat risiko portofolio
•   Tujuan portofolio harus ditetapkan sebelum mulai
    melakukan investasi
•   Faktor-2 yang terkandung dalam tujuan portofo -
    lio termasuk kemampuan investor menanggung
    risiko, kebutuhan akan penghasilan berjalan, dan
    golongan pajak penghasilan Investor
•   Dua konsepsi penting dalam Mananjemen Porto -
    folio adalah : a) Dampak pada risiko dari diversi-
    fikasi, dan b) Pengertian portofolio yang efesien.
a. Risiko dan Diversifikasi
   Portofolio, umumnya mengandung diversifikasi,
   yaitu penggabungan berbagai wahana investasi
   yang non-komplementer dengan maksud menu -
   runkan risiko, sekaligus memenuhi tujuan
   penghasilan dari investor.
   Setiap wahana investasi mengandung 2(dua) jenis
   risiko, yaitu :
   1. Risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable
      risk) yaitu risko yang khas/unik pada setiap wa-
      hana investasi tertentu berupa risiko usaha dan
      risiko finansial. Risiko ini dapat diminimalisir
       melalui divesifikasi portofolio
    2. Risiko yang tidak dapat didiversifikasi (non-
       diver sifiable risk) yaitu risiko yang dihadapi
       oleh setiap wahana investasi sebagai dampak
       dari fluktuasi pasar pada umumnya
Investor hanya dapat menurunkan Risiko Diversifi-
kasi melalui Manajemen Portofolio
• Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umum
    nya, investor dapat memperoleh rate of return
    yang lebih tinggi dengan membeli investasi yang
    lebih riskan.
•   Untuk memperoleh return yang lebih besar, inves
    tor harus menanggung risiko yang lebih besar pu-
    la (high return = high risk)
•   Hanya dengan risiko non-diversifikasi dapat diper
    oleh hubungan risk-return yang positif, dalam arti
    tingkat risiko non-diversifikasi yang tinggi meng -
    hasilkan tingkat return yang tinggi.
•   Karena tidak ada manfaat menanggung risiko di-
    versifikasi maka risiko ini harus ditekan dengan
    mendiversifikasikan portofolio, sehingga yang
    tinggal hanya risiko non-diversifikasi.
• Diversifikasi bisa menekan risiko diversifikasi, ka
     rena upaya keseimbangan yang cenderung menye
     babkan rendahnya hasil dari suatu wahana diim-
     bangi dengan tingginya hasil dari wahana lainnya.
•    Oleh karena itu wahana dalam suatu portofolio
     harus dipilih dari berbagai industri yang tidak
     berhubungan. Contoh :
     - Portofolio yang berisikan saham Bank Mandiri, BNI
       dan BCA, jelas tidak diversifikasi karena ketiga
       perusahaan ydm. memiliki risiko usaha dan risiko
       finasial yang sama.
    - Sebaliknya suatu portofolio yang meliputi saham
      Bank Mandiri, Uniliverdan Indocement, jelas
      diversifikasi karena perubahan siklus dalam industri
      perbankan sangat mungkin tidak mempengaruhi
      industri barang konsumsi atau industri bahan
      bangunan
Banyaknya wahana investasi yang diperlukan dalam suatu porto
folio untuk mencapai diversifikasi dan menekan risiko, dijelaskan
dalam kurva sbb. :

                   Risiko Total



  Risiko
  Portofolio
                   Risiko non-diversifikasi


                                  Risiko diversifikasi


                        !                  !                 !
               0        8                 20                40
                             Jumlah efek dalam Portofolio
Penjelasan :
• Tingkat risiko non-diversifikasi tetap konstan dalam
  portofolio, tidak tergantung dari jumlah efek.
• Risiko diversifikasi menurun tajam dengan pertam -
  bahan jumlah efek dalam portofolio.
• Jika 8 sampai 20 efek dimasukkan dalam portofolio,
  sebagian besar risiko diversifikasi dapat dihilangkan.
  Namun diatas jumlah 20 efek dampak penurunan ri-
  siko terbatas, karena pengaruh risko non-diversifikasi
  yang bersifat tetap.
• Selain itu makin tingginya diversifikasi dan jumlah
  efek menimbulkan naiknya biaya transaksi yang
  dapat menetralkan kemanfaatan turunnya risiko
b. Portofolio yang Efisien
   Tujuan akhir dari investor adalah menciptakan
   suatu Portofolio yang Efisien, yaitu portofolio
   yang memberikan hasil tertinggi untuk suatu
   tingkat risiko tertentu, atau mengandung risiko
   terendah untuk suatu tingkat hasil tertentu.
  Jika diberikan pilihan antara dua wahana investa
  si dengan risiko yang sama tetapi memberikan ha
  sil yang berbeda, investor akan memilih alternatif
  dengan hasil yang tertinggi.
  Jika diberikan pilihan dua wahana investasi yang
  memberikan hasil yang sama tetapi risiko yang
  berbeda, investor akan memilih risiko yang lebih
  rendah
C. Contoh Portofolio Investasi Lengkap.
Yaitu portofolio invetasi yang terdiri dari berbagai wahana
investasi yang didiversifikasi, meliputi : saham obligasi, real
estate , usaha bisnis, asuransi, option, future trading , emas
dll.
                    Neraca PT. Binus         (1 : Rp 1 juta)

    Kas & Pasar Uang        16.000   Hutang jk. pendek       1.000
    Saham                   40.000   Hipotik Rumah          50.000
    Obligasi                10.000   Hipotik Real Estate   30.000
    Tanah                  25.000
    Rumah                  75.000    M o d a l             134.000
    Real Estate            46.000
    Nilai tunai Ass.Jiwa    3.000


         Jumlah Aset       215.000   Hutang & Modal        215.000
D. Pendekatan Manajemen Portofolio
Terdapat dua pendekatan utama, yaitu :
a. Manajemen Portofolio Konvensional
• Menekankan “keseimbangan portofolio” melalui
    diversifikasi wahana-2 investasi dari berbagai
    industri (inter industry diversification)
•   Selain itu menggunakan saham-2 perusahaan
    terkenal (misal : blue chips) dengan alasan :
    a) Diyakini dapat berhasil dalam usahanya.
    b) Sekuritas ini lebih likuid (mudah diperdagang-
       kan), tersedia dipasaran, sehingga bisa dipesan
       secara efisien (efficient order size)
    c) Bagi para Fund Manajer lebih mudah meyakin-
       kan nasabahnya, atas investasi yang
    dilakukan]
b. Teori Portofolio Modern

• Menggunakan beberapa ukuran statistik dasar
    untuk menyusun strategi portofolio, seperti
    varians atau deviasi standar dari hasil suatu
    sekuritas tertentu dengan hasil sekuritas lainnya
    atau pasar secara keseluruhan.
•   Korelasi relatif antara Rate of Return dari 2 (dua)
    sekuritas pada 2 (dua) portofolio yang berbeda
    digambarkan dalam grafik sbb. :
            Korelasi Positif              Korelasi Negatif
Rate of                        Rate of
Return                         Return
                                                               Z

                               Y
                                                                   X
                               X


            Waktu                             Waktu
     Return dari Sekuritas X dan Y mempunyai korelasi positif yang
     tinggi dan karena itu tidak memberikan peluang untuk
     diversifikasi.
     Return dari Sekuritas X dan Z memiliki korelasi negatif dan
     karena itu memberikan peluang memperoleh manfaat dari
     diversifikasi
• Makin kurang positif (atau makin besar negatif) korelasi
    antra hasil-hasil sekuritas, makin besar manfaat dari
    diversifikasi
Beta:
• Jika suatu Portofolio telah didiversifikasi, maka masalah -
    nya menyangkut tingkat risiko non-diversifikasi
•   Untuk mengukur risiko non-diversifikasi digunakan
    persamaan regresi (lineir) beta sbb :

             ri.t = a.i + (bi x rm.t )
dimana :
ri.t = return atas sekuritas i (portofolio i) selama periode t
a.I = besarnya return sekuritas bila return sekuritas nol
bi = koefisien regresi (beta)
rm.t = return atas pasar sekuritas selama periode t
• Beta (koefisien regresi b.i) menunjukkan % perubahan
    dalam return atas sekuritas atau portofolio tertentu (ri.t )
    sebagai variabel dependen dalam hubungannya dengan
    return atas pasar sekuritas (rm.t ) sebagai variabel
    independen
•   Dengan koefisien beta yang menunjukkan hubungan
    antara perubahan return sekuritas/portofolio tertentu
    dengan return dari suatu indeks pasar, maka beta berada
    antara 0% sampai 1%
•   Beta 0% berarti tidak ada hubungan antara return seku -
    ritas dan return pasar. Sedang beta 100% berarti hubung-
    an itu sempurna
• Ukuran beta tidak dinyatakan dalam %, tetapi dalam
    angka koefisien saja.
•   Selain itu beta lebih sering digunakan untuk menjelas -
    kan fluktuasi return portofolio daripada return sekuritas.
•   Jika suatu portofolio mempunyai beta +1 berarti rate of
    return dari portofolio itu diharapkan akan berubah searah
    dengan perubahan rate of return dari pasar sekuritas pada
    umumnya.
Contoh : Beta Portofolio dan Perubahan Return

  Beta        Perubahan       Perubahan Return Portofolio
Portofolio    Return Pasar          yang Diperkirakan
+ 2,0            +   10 %                     + 20 %
                 -   10 %                     - 20 %
+ 0,5            +   10 %                     + 5%
                 -   10 %                     - 5%
- 0,1            +   10 %                     - 10 %
                 -   10 %                     + 10%

Tabel diatas menggambarkan pengaruh dari 3 (tiga) beta por to-
folio terhadap return dari portofolio tertentu jika pasar
sekuritas mengelami perubahan return +/- 10%
a. Jika beta portofolio 2,0 (portofolio risiko tinggi, hasil
   tinggi), perubahan return pasar sekuritas akan mengaki-
   batkan 2 (dua) kali perubahan return portofolio.
b. Jika beta portofolio 0,5 (portofolio risiko rendah, hasil
   rendah), perubahan return pasar sekuritas hanya menga-
   kibatkan separuh perubahan return portofolio.
c. Jika beta portofolio - 1,0 (hubungan terbalik antara
   retunr portofolio dan return pasar sekuritas), perubahan
   return pasar sekuritas mengakibatkan perubahan return
   portofolio yang sebaliknya.
• Investor Spekulatif akan menggunakan portofolio dengan
    beta > +1,0
•   Investor Konservatif menggunakan portofolio beta < +1,0
•   Investor yang Bearish berusaha memiliki portofolio beta
    negatif
Perimbangan Risiko dan Hasil (risk-return)
Premis dasar dalam investasi, adalah bahwa Investor harus
memiliki suatu portofolio yang mengandung investasi yang
relatif riskan untuk memperoleh rate of return yang relatif
tinggi
Kurva Hubungan Risk - Return :

 Hasil
              C.                   B.


                   A
                                          D.
         Rf



                          Risiko
Penjelasan :
• Garis berlereng keatas adalah perimbangan risiko-
  hasil (risk-return trade off)
• Titik Rf adalah tingkat hasil tanpa risiko (risk-free
  rate of return) yaitu hasil investasi yang dapat diper-
  oleh investor dengan investasi yang bebas risiko,
  seperti SBI.
• Diatas tingkat itu dan sepanjang garis perimbangan,
  hasil diperoleh dengan risiko yang semakin besar
• Portofolio A dan B memberi hasil sesuai risikonya
• Portofolio C memberi hasil tinggi dengan risiko
  rendah , sehingga sangat diinginkan
• Portofolio D memberi hasil rendah dengan risiko
  tinggi, sehingga harus dihindari.
Dalam penyusunan portofolio investasi, kedua pende -
katan digunakan sekaligus, yaitu :
• Pendekatan Konvensional menekankan diversifikasi
  portofolio inter industry.
• Teori Portofolio Modern menekankan korelasi negatif
  antara Rate of Return dari sekuritas-sekuritas dalam
  portofolio.

Dengan kedua pendekatan ini diharapkan risiko diver -
sifikaai dalam portofolio dapat ditekan.
Selain itu, risiko non-diversifikasi diperkirakan dengan
koefisien beta sesuai kebutuhan investor.
E. Pembentukan Portofolio
Kriteria yang digunakan untuk menyusun strategi
portofolio individual tergantung dari :
1. Sifat-sifat Investor
   - Situasi keuangan dan faktor keluarga (tingkat dan
     stabilitas penghasilan, jaminan keuangan, pengala-
     man & umur serta pandangan investor terhadap
     risiko.
2. Tujuan Investor
   - Investor yang menekankan penghasilan berjalan
     (dividen) biasanya mempunyai orientasi risiko-
     rendah, sedang investor yang mengejar capital gain
     mempunyai orientasi risiko-tinggi
     Kebutuhan dan kepentingan investor menentukan
     tujuan investasinya
3. Tujuan & Kebijakan Portofolio
   Faktor yang dapat dimasukkan dalam tujuan porto -
   folio adalah :
  a. Kebutuhan penhhasilan berjalan
  b. Pemeliharaan Modal (stabilitas nilai investasi)
  c. Pertumbuhan Modal (kenaikan nilai investasi)
  d. Pertimbangan Pajak
  e. Risiko

  - Faktor a dan b adalah tujuan portofolio yg. sesuai
    dengan strategi investasi konservatif risiko-rendah
  - Faktor c merupakan tujuan portofolio yang speku-
    latif dengan risiko lebih tinggi dan penghasilan
    berjalan lebih rendah
- Faktor d berhubunhagn dengan tingkat pengha -
  silan investor, dimana investor yang berpengha -
  silan tinggi lebih menguntungkan mengejar capi-
  tal-gain jangka panjang, sedang investor dalam
  golongan pajak rendah cenderung menyusun por-
  tofolio dengan penghasilam berjalan lebih tinggi

- Faktor e menyangkut trade off risiko-hasil dalam
  setiap keputusan investasi
F. Model Manajemen Portofolio
Terdapat 4 model portofolio untuk memenuhi
4 tujuan investasi yang berbeda, yaitu :
a. Pertumbuhan (capital gain) spekulatif : risiko
   tinggi, hasil tinggi potensial
b. Pertumbuhan (capital gain) jk. panjang : risiko
   rata-rata, dividen moderat
c. Penghasilan berjalan : risiko rendah, hasil tinggi
d. Penghasilan berjalan maksimum : risiko
   minimum
a. Model Pertumbuhan (capital gain) spekulatif :
   Model ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan mem
   peroleh kenaikan/apresiasi harga atau capital gain yang
   besar; sehingga struktur portofolionya mengan- dung
   risiko tinggi dengan potensi hasil tinggi.
   Model ini cocok untuk investor muda dengan kemam
   puan penghasilan (earning capacity) yang kuat
b. Pertumbuhan (capital gain) jk. panjang :
   Model ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan mem
   peroleh kenaikan/apresiasi harga investasi dalam jk.
   panjang, sehingga risikonya tidak terlalu tinggi.
   Model ini cocok untuk investor yg telah memiliki jamin-
   an keuangan yg cukup baik dari pekerjaan, tabungan
   ataupun asuransinya. Investor ini cenderung menghindari
   risiko yang tinggi, dalam arti tidak mau menanggung
   risiko kerugian yg berlebihan.
c. Model Penghasilan Berjalan :
   Model ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan mem -
   peroleh penghasilan berjalan yang tinggi, tetapi dengan
   risiko rendah.
   Model ini cocok bagi pensiun yang ingin menikmati ma
   sa pensiunnya dan mengharapkan hasil investasinya men
   jadi sumber penghasilan utama agar standar hidupnya ti-
   dak terlalu merosot setelah pensiun.
d. Model Penghasilan Berjalan Maksimal :
   Model ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan memak-
   simalkan penghasilan berjalan dan meminimumkan risi-
   ko. Model ini cocok untuk pensiunan atau janda pensiun-
   an yang tidak memiliki sumber penghasilan lain, sedang
   kan uang pensiunnya kecil dan tabungannya terbatas.
    PEMANTAUAN

PORTOFOLIO INVESTASI
A. Pentingnya Pemantauan
Aspek terakhir yang penting dalam investasi adalah
menyangkut pemantauan yang berkelanjutan dan pe-
nyesuaian secara periodik portofolio investasi yang di-
anggap perlu agar dapat tetap bergerak menuju penca-
paianan tujuan finansial.
Proses Pemantauan meliputi :
• Penilaian Kinerja/Prestasi Aktual (actual performance)
• Membandingkan dengan kinerja yang direncanakan
  (planned Performance)
• Melakukan revisi dan penyesuaian yang diperlukan
• Menentkan waktu penyesuaian untuk memperoleh
  manfaat yang maksimal
• Pemantauan dilakukan baik pada kinerja per instru-
    men investasi maupun pada kinerja portofolio secara
    keseluruhan
•   Instrumen dan portofolio investasi dipilih berdasar -
    kan atas :
    - Hasil yang diharapkan,
    - Risiko yang dihadapi
    - Pertimbangan pajak yang mempengaruhi hasil

• Segala sesuatu tidak selalu berjalan sebagaimana yg.
    diharapkan, karena itu investor perlu mengukur dan
    membandingkan prestasi aktual dengan prestasi yg.
    diperkirakan sebelumnya
B. Data & Indeks
• Data yang digunakan dalam analisa hasil investasi
    diperoleh dari berbagai sumber informasi investasi,
    seperti surat kabar, majalah, jurnal dan media cetak
    lainnya serta media elektronik
•   Informasi yang digunakan untuk membuat keputus-
    an investasi, juga digunakan untuk memantau pres -
    tasi investasi.
•   Ada dua jenis informasi yang harus dipantau dan
    dianalisa oleh investor, yaitu :
    - Hasil investasi
    - Kegiatan ekonomi dan pasar
Analisa Hasil Investasi :
• Unsur utama dalam analisa ini adalah informasi nilai
  pasar berjalan, yaitu harga saham dan obligasi, biaya
  investasi, dividen, bunga dan sumber penghasilan
  lainnya
• Dua sumber hasil investasi, yaitu penghasilan berja -
  lan (dividen, bunga) dan capital gain/apresiasi harga
  digabungkan untuk menentukan hasil keseluruhan.
• Investor juga perlu memonitor laba perusahaan dan
  dividen, karena kedua faktor tersebut dapat mempe-
  ngaruhi harga saham
Perubahan Perekonomian dan Pasar :
• Perubahan tersebut akan mempengaruhi hasil inves-
  tasi, baik penghasilan berjalan maupun nilai pasar
  dari instrumen investasi
• Dengan mengikuti perkembangan ekonomi dan pa -
  sar (lokal, nasional, regional) investor akan dapat me
  nilai pengaruh potensial pada hasil investasi instru -
  men individual maupun hasil portofolio. Contoh :
  - Harga saham dipengaruhi oleh perekonomian nasional.
    Investor harus dapat menghubingi tingkat pembangun-
    an atau perkembangan makro ekonomi a.l tingkat infla
    si, resesi, tabungan, investasi, suku bunga, hasil-2 seku
    ritas dalam portofolio
• Dengan terjadinya perubahan kondisi ekonomi dan
    pasar, invstor harus selalu siap untuk melakukan re-
    visi atas portofolionya.
•   Investor yang penuh informasi berada pada posisi
    untuk mendapatkan laba atau menghindari rugi.
•   Dalam mengukur prestasi investasi perlu dilakukan
    perbandingan antara hasil aktual investor dengan
    ukuran hasil di pasar yang pada umumnya ditunjuk-
    kan dengan indeks dan angka rata-rata.
•   Indeks yang dapat digunakan untuk analisa saham
    adalah IHSG, DJIA (Dow Jones Industrial Average),
    S & P 500 (Standard & Poor’s Stock Composite Index),
    dan NYSE Index (New York Stock Exchanged
    Compisite Index).
Pasar Obligasi :
• Berbagai indikator pasar obligasi tersedia untuk
  menilai perilaku umum pasar, perilaku harga dan
  hasil (yield) obligasi.
• Dow Jones Composite Bond Average mengukur peri-
  laku harga obligasi berdasarkan harga penutupan
  dari 10 obligasi utility dan industrial.
• Barron’s Moody’s Investor Service dan Federal
  Reserve Bulletin merupakan sumber data hasil
  obligasi
C. Mengukur Prestasi Investasi
• Teknik yang lengkap untuk mengukur prestasi instru
    men investasi adalah dengan Hasil Periode Investasi
    /Holding Period Return = HPR
•   HPR mengukur hasil total yang secara aktual diper-
    oleh suatu investasi selama suatu jangka waktu in -
    vestasi tertentu.
•   HPR merupakan cara yang baik untuk menilai pres-
    tasi investasi (investment performance) karena dapat
    mengukur hasil total yang aktual (actual total return)
    dan dapat menilai hasil periode investasi jangka
    pendek (satu tahun atau kurang).
•   Hasil total tsb.termasuk penghasilan berjalan (cur -
    rent income) dan apresiasi/depresiasi harga (ca -pital
    gain/loss)
Saham:
Rumus untuk menghitung HPR saham biasa (common
stock) dan saham preferen (preferred stock) adalah :
      HPRsaham = Dt + (Pt+1 - Pt) : Pt
dimana :
     - Dt    = dividen yang diterima selama jangka waktu t
      - Pt+1 = harga saham pada akhir jangka waktu t
      - Pt = harga saham pada awal jangka waktu t
Seorang investor membeli 1.000 saham PT Astra pada tgl. 1 Mei
2003 dengan harga Rp 27.312.000 (termasuk komisi) Pada tgl. 7
Mei 2004 dijual dengan hasil Rp 32.040.000,-
Selama kepemilikan investor menerima dividen Rp 2.000.000,-
selain menerima capital gain Rp 4.728.000 pada saat penjualan.
Perhitungan HPR :
       HPRsaham = Dt + (Pt+1 - Pt) : Pt
                    = 2.000 + (32.040 - 27.312) : 27.312
                    = + 24,63%
Perhitungan HPR diatas belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh)
Jika pajak atas dividen 40% dan pajak atas capital gain 16% maka
Perhitungan setelah Pajak sbb. :
- Dividen Rp 2.000.000 - (40% x Rp 2.000.000) = Rp 1.200.000
- Capital gain Rp 4.728.000 - ( 16% x Rp 4.728.000 ) = Rp 3.972.000

Perhitungan HPR setelah Pajak =
    Rp. 1.200.000 + 3.972,000 : 27.312.000 = 18,94%
HPR sebelum dan sesudah pajak tersebut dapat dibandingkan dengan
HPR dari instrumen investasi lainnya
Obligasi :
Rumus untuk menghitung HPR obligasi, serupa dengan
saham :
      HPRobligasi = It + (Pt+1 - Pt) : Pt
dimana :
     - It    = bunga yang diterima selama jangka waktu t
      - Pt+1 = harga obligasi pada akhir jangka waktu t
      - Pt = harga obligasi pada awal jangka waktu t
Seorang investor membeli obligasi 10% PT. Telkom pada tgl 2 Juni
2003 seharga Rp 10.000 juta Pada tgl. 5 Juni 2004 dijual dengan
harga Rp 9.704 juta. Selama kepemilikan investor menerima
bunga Rp 1.000 juta
Perhitungan HPR sebelum Pajak:
      HPRobligasi =     1.000 + (9.704 - 10.000) : 10.000
                     = + 7,04%
HPR tersebut lebih rendah dari penghasilan-berjalan (current bond
yield) sebesar bunga Rp 1.000 : 10.000 = 10% karena dijual dengan
capital loss
Perhitungan HPR setelah Pajak Penghasilan (PPh) dengan asumsi
pajak bunga 40% dan pajak atas capital gain/loss 16% maka
Perhitungan setelah Pajak sbb. :
- Dividen Rp 1.000 juta (40% x Rp 1.000 juta) = Rp 600 juta
- Capital loss Rp 296 juta - ( 16% x Rp 296 juta ) = Rp 249 juta
Perhitungan HPR setelah Pajak =
    (Rp. 600 - 249) : 10.000 = + 3,51%
Investor lebih baik menjual obligasi sebelum setahun, karena
pajaknya untuk capital loss lebih ringan.
Reksadana Mutual Fund (MF) :
Dalam investasi MF terdapat 2 komponen hasil, yaitu :
1. Penghasilan dividen (incl. Pembagian capital gain)
2. Perubahan nilai (capital gain/loss)
Perhitungan HPR sama dengan saham :
      HPRMF = Dt + (Pt+1 - Pt) : Pt
 dimana :
        - Dt    = Dividen yang diterima selama jangka waktu t
       - Pt+1 = harga MF pada akhir jangka waktu t
       - Pt = harga MF pada awal jangka waktu t
Seorang investor membeli 10.000 Sertifikat MF PT. Niko pada tgl. 1
Juli 2003 dengan harga Rp 1.040 p/lembar = Rp 10,04 juta. Pada
tgl 3 Juli 2004 dijual dengan Rp 1.079 per-lembar = Rp 10,79 juta.
Selama 1 tahun kepemilikan MF membagi dividen hasil investasi Rp
0,27 juta dan dividen capital gain Rp 0,32 juta.
Perhitungan HPR sebelum Pajak:
       HPRMF =        (0,27+ 0,32) + (10,79-10,40) : 10,40
                       = + 9,42%

Perhitungan HPR setelah Pajak Penghasilan (PPh) dengan asumsi
pajak bunga 40% dan pajak atas capital gain/loss 16% maka
Perhitungan setelah Pajak sbb. :
- Dividen : Rp 0,27 juta - (40% x Rp 0,27 juta) = Rp 0,162 juta
- Deviden cap.gain : Rp 0,32 jt - (16%xRp 0,32 jt) = Rp 0,269 juta
- Capital loss : Rp 0,39 jt - ( 16% x Rp 0,962 jt ) = Rp 0,328 juta

Perhitungan HPR MF setelah Pajak =
    (Rp 0,162 + 0,269) + 0,328 : 10,40 = + 7,30%
Real Estate (RE):
Termasuk RE a.l tanah kosong, rumah, apartemen.
Komponen hasil RE adalah aliran tunai penerimaan/
pengeluaran (cash flow income/expenditure) dan peru-
bahan nilai properti.
• Hasil investasi tanah, adalah dari apresiasi modal
• Biaya investasi tanah a.l PBB, pengukuran, bunga
• Hasil investasi umumnya diperoleh pada saat dijual
• Hasil penjualan properti netto disebut Reversion
Contoh :
Investor membeli 400 M2 tanah dengan harga Rp 24.500 juta dan
membayar PBB Rp 0.500 juta. Setelah setahun tanah dijual dengan
harga Rp 30.000 juta dan membayar komisi, notarois dll. Rp 1.000
juta dan pajak capital gain Rp 1.000 juta.
Perhitungan Reversion :
     Rp 32.000 - (Rp 1.000 + 1.000) = Rp 30.000 juta
HPR sebelum Pajak:
     HPR = (30.000 - 25.000) : 25.000
            = + 20,00%
Investasi dalam apartemen yang disewakan perhitung
annnya lebih kompleks, sebagai contoh :
Investor apartemen telah menjalankan usahanya 1 tahun
dan melaporkan data sbb. :
Laporan Aliran Kas Apartemen :
• Sewa Bruto …………….……... Rp 51.000
• Kerugian tagihan kurang …….... “ 1.500
  Penghasilan bruto efektif ……… Rp 49.500
  Penghasilan bruto efektif ……... Rp 49.500
• Biaya Operasional ……………... “ 20.000
  Penghasilan Operasi netto ……… Rp 29.500
• Pembayaran Hipotik …………… “ 20.000
  Aliran Kas sebelum pajak ……… Rp 9.000
• PPh pemilik ……………………. “ 3.000
  Aliran Kas setelah Pajak ………. Rp 6.000
Laporan PPh Pemilik :
  Penghasilan Operasi netto …….... Rp 29.500
• Bunga bank ……….…………… “ 17.000
• Penyusutan ……………….……. “ 5.000
  Penghasilan kena pajak ………… Rp 7.500
• PPh pemilik 40% ………………. “ 3.000
  Penghasilan setelah Pajak ………Rp 6.000
Jika apartemen ini memerlukan investasi awal
Rp 100.000 juta dan dapat dijual pada akhir ta-
hun pertama dengan Reversion Rp 120.000 juta
(setelah biaya penjualan, pembayaran hipotik,
dan PPh atas capital gain) maka perhitungan
HPR setelah Pajak :

 HPR = 6.000 + (120.000-100.000) : 100.000
     = + 26,00 %
Emas dan Instrumen Investasi lainnya:
• Emas berupa batangan dan perhiasan
• Investasi lain seperti : option, komoditi dan finansial
    future, benda seni dan benda antik.
•   Sumber hasil dari kedua investasi diatas adalah dari
    apresisasi modal
Contoh :
Investor membeli 10 ounces emas batangan dengan harga
$ 425 per-ounces dan menjualnya setahun kemudian deng-
an harga $ 500 per-ounces.
Perhitungan HPR sebelum Pajak:
     HPR =     (5.000 - 4.250) : 4.250
           = + 17,80%

Jika golongan pajak investor 40% , dimana PPh atas
Capital gain 40% x 40% = 16% , maka Perhitungan
HPR setelah Pajak =

       0,750 - (16% x 0,750) : 4.250 = + 14,80%
D. Membandingkan Prestasi
   Investasi dengan Tujuannya
• HPR atau yield invetasi dibandingkan secara perio -
    dik dengan tujuan investasi, guna memutuskan inves
    tasi mana yg perlu diteruskan dan yg. harus dijual.
•   Suatu investasi harus dijual, jika :
    a. Tidak berprestasi sesuai harapan dan diperkira -
       kan tidak akan ada perubahan positif.
    b. Telah mencapai tujuan investasi semula
    c. Ada alternatif investasi lain yang lebih menarik.
• Perbandingan (trade off) dasar yang dilakukan
    adalah antara risiko dan hasil (risk & return)
• Hubungan tsb. pada dasarnya adalah sbb. :
    a. High return, high risk
    b. Risiko adalah kemungkinan (chance) bahwa hasil
       investasi riil < daripada yang diharapkan
    c. Dalam analisa investasi pertanyaan kunci adalah :
      Apakah hasil investasi sesuai dengan risiko yang
       ditanggung ?
• Investor rasional akan melakukan investasi dalam
    situasi riskan hanya bila tingkat hasil yg diharapkan
    (expecteed return) > dari yg. dapat diperoleh dari
    investasi risiko rendah.
•   Dalam menganalisis hasil investasi, patokan dasar -
    nya adalah rate of return dari investasi risiko rendah
• Investasi apapun yang dilakukan harus memberi
    hasil, se-tidak2nya = hasil investasi pada instrumen
    pemerintah (SBI, obligasi RI)
•   Investasi yang memberi hasil riil (HPR) < dari yang
    diharapkan, disebut Investsi bermasalah ( problem
    invesment)
•   Masalahnya : Investasi harus dijual dan menanggung
    kerugian atau tetap ditahan dengan harapan hasil
    akan membaik.
•   Investasi bermasalah memerlukan perhatian dan upa
    ya khusus, karena masalahnya tidak akan hilang begi
    tu saja sehingga harus dipandang sebagai tantangan
E. Ukuran Hasil Disesuaikan Pasar
• Selain perhitungan Rate of Return, investor perlu me
    miliki alat untuk mengukur hasil investasinya relatif
    terhadap pasar atau investasi pada umumnya.
•   Ukuran portofolio return komparatif ini disebut Rate
    of Retung yang Disesuaikan dengan Risiko dan Pasar
    (Risk-Adjusted-Return = RAR)
• Rumus :        RAR =      ri.t - (bi.t x rm.t)
dimana :
r i.t = return sekuritas i atau portofolio i (HPR) dalam periode t
bi.t= beta dari sekuritas i atau portofolio i dalam periode t
rm.t = return atas indeks pasar umum m dalam periode t
Contoh :
Jika suatu portofolio menghasilkan return 15%, me -
ngandung beta 1,5 sedangkan pasar menghasilkkan
return 10% dalam periode yang sama, maka :
   RAR = 15% - ( 1,5 x 10%) = 0

• Berarti portofolio tersebut berprestasi tepat sebagaimana
    yang diharapkan
•   Saham atau portofolio yang memiliki RAR positif,
    menunjukkan prestasi lebih baik (out performed) dari
    pada pasar.
•   Sedang RAR negatif menunjukkan prestasi lebih jelek
    (inferior performance) dari pada pasar
Contoh : Analisa RAR untuk suatu saham
Analisa RAR atas Saham Biasa
Sekuritas : Saham PT. Indosat
• Holding Period : 1 Mei 2003 - 7 Mei 2004
• Holding Period Return (HPR) : +/- 24,63 %
• Beta Saham (1 Mei 1993) : 0,93
• Return atas IHSG 1 Mei 2003 -7 Mei 2004 : + 4,76%
RAR = 24,63% - 0,93 (4,76%)
      = 24,63% - 4,43%
      = + 20,20%
Saham PT. Indosat tersebut berprestasi lebih baik
daripada portofolio pasar, karena menghasilkan
kelebihan-hasil (excess return) hampir 20% selama
periode tersebut.
Contoh : Analisa RAR untuk Portofolio Investasi
Analisa RAR atas Portofolio Mutual Fund
Sekuritas : Sertifikat Reksadana PT. Laba
• Holding Period : 1 Mei 2003 - 4 Mei 2004
• Net Asset Value (NAV) 1 Mei 2003 : Rp 2.412
• Net Asset Value (NAV) 4 Mei 2004 : Rp 2.641
• Beta Mutual Fund 1 Mi 2003 : 1,33
• Distribusi pembayaran :
  - Dividen hasil investasi : Rp 40 per-sertifikat
  - Dividen capital gain : Rp 140 per-sertifikat
• Return atas IHSG (1 Mei 2003-4 Mei 2004) : + 4,79%
Holding Period Teturn (HPR) =
  {(Rp 400+140) + (2.641 - 2.412)} : 2.412 = + 16,96%
Rate of Return yang disesuaikan risiko dan pasar :
Holding Period Return (HPR) =
 {(Rp 400+140) + (2.641 - 2.412)} : 2.412 = + 16,96%

Rate of Return yang disesuaikan risiko dan pasar :
RAR = 16,96% - 1,33 (4,79%)
      = 16,96% - 6,27%
     = + 10,59%

RAR positif yang kuat dari Mutual Fund PT. Laba menun-
jukkan prestasi hasil yang lebih baik daripada yang diha -
rapkan.
E. Penilaian Prestasi Portofolio
Contoh suatu portofolio hipotesis dengan holding
period (HPR) satu tahun :
• Tn. A berumur 40 th dengan seorang istri dan dua
  anak mempunyai suatu portofolio investasi dengan
  tujuan utama : pertumbuhan jangka panjang dan
  hasil dividen yang moderat.
  Ia memilih saham-saham dengan kriteria : potensi
  kualitas dan pertumbuhan.
Penilaian prestasi portofolio dilakukan melalui bebera-
pa langkah, yaitu :
a. Pengukuran jumlah yang diinvestasikan
b. Pengukuran penghasilan
c. Penilaian apresiasi nilai
d. Pengukuran portofolio HPR
a. Pengukuran jumlah yang diinvestasikan
             Tabel Portofolio Mr. Bin.
Juml. Nama Tanggal        Biaya & Biaya Harga             Nilai
Saham Persh. P’olehan     Komisi per-shm per-sham        saat ini
                          (Rp 1.000)   ( Rp )   ( Rp )   (Rp 1.000)
1.000   BW     16-01-02     21.610      2.161    3.000    30.000
1.000   CN     01-05-03     27.362      2.736    2.900    29.000
1.000   DC    13-04-98     13.704      1.370     2.700    27.000
  500   EK     16-08-01     40.571      8.114    5.400    27.000
1.000   FWB   15-12-01      17.460     1.746    3.000     30.000
1.000   GP    27-09-01      22.540      2.254    2.600    26.000
1.000   MM    27-02-01     19.100      1.910    4.700     47.000
  500   MMM   17-04-02      25.504     5.100    6.200     31.000
1.000   PP     12-03-02     24.903      2.490    3.000    30.000
1.000   UPI   16-04-04     37.120       3.712   4.700      47.000
         Jumlah           249.874                        324.000
• Pada tabel diatas terdapat apresiasi harga yang
    belum direlalisir, yaitu sebesar Rp 324.000 rb -
    249.874 = Rp 74.000 ribu
•   Pada tgl. 1 Mei 2004 Mr. Bin menjual 1.000 saham
    CN seharga Rp 32.040 ribu yang mempunyai HPR
    sebelum pajak +/- 24,63% dan HPR setelah pajak
    18,94%
•   Dengan dana dari penjualan tersebut pada tgl. 10
    Mei 2004 Mr. Bin membeli 1.000 saham tambahan
    FWB yang dianggap mempunyai prospek lebih
    baik
b. Pengukuran penghasilan
   Portofolio saham biasa memberikan 2 sumber pengha-
   silan, yaitu dividen dan apresiasi modal.
     Hasil Dividen pada Portofolio Mr. Bin Th. 2004
Jumlah   NamaPembayaran Dividen Penerimaan Dividen
Saham Persh. Per-Saham (Rp)       (1 : Rp 1.000)
1.000 BW          1.200                1.200
1.000 CN x)         900                  900
1.000 DC          1.120                1.120
  500 EK          2.000                2.000
2.000 FWB xx)     1.280                1.920
1.000 GP         1.100                 1.100
1.000 MM           ---                   ---
  500 MMM        2.050                 1.025
1.000 PP         1.200                 1.200
1.000 UPI        1.470                 1.470
        Jumlah                        10.935
x) Dijual pada tgl. 7 Mei 2004
xx) Dibeli 1.000 saham tgl. 10 Mei 2004

Sebelum dijual saham PT. CN membayar dua kali divi-
den kuartalan Rp 450 per saham dan PT. FWB memba-
yar dua dividen kuartalan Rp 320 per-saham
c. Penilaian Apresiasi Nilai
         Tabel Perubahan Harga Portofolio Mr. Bin.
Juml. Nama Nilai Pasar Nilai Pasar Apr/Depr Nilai Pasar Perubaha
Shm Persh. 01-01-’04 31-12-’04 belum riil 31-12-’04 persenta
              (Rp 1.000)   (Rp 1.000)    (Rp 1.000)    (Rp 1.000)      (%)
1.000   BW    30.000          27         27.000       ( 3.000 )      - 10,0
1.000   DC    27.000          36         36.000         9.000        + 33,3
  500   EK    27.000          66         33.000         6.000       _+ 22,2
2.000   FWB   62.000          35          70.000       7.960         + 12,8
1.000   GP    26.000         26          26.000           --           ---
1.000   MM    47.000         55          55.000        8.000         + 17,8
  500   MMM   31.000         60          30.000       (1.000)         - 3,2
1.000   PP    30.000         36          36.000        6.000         + 20,0
1.000   UPI   47.000         43          43.000       (4.000)         - 8,5
Jumlah     327.400                      356.000       28.960        + 8,9
• Nilai pasar saham PT. FWB mencerminkan tam -
    bahan 1.000 saham yang dibeli tgl. 10 Mei 2004
    seharga Rp 32.040 ribu.
•   Nilai saham yang dimiliki Mr. Bin pada awal ta -
    hun 2004 berjumlah Rp 327.040 ribu dan pada
    akhir tahun 2004 berjumlah Rp 356.000 ribu, se -
    hingga memberika apresiasi modal yang belum
    riil/belum direalisir sebesar Rp 28.960 ribu.
•   Sementara itu, penjualan saham PT. CN mengha-
    silkan apresiasi nilai yang direalisir sebesar Rp
    3.040 ribu sehingga capital gain selruhnya berjum
    lah Rp 28.960 ribu+ 3.040 ribu = Rp 32.000 ribu
d. Pengukuran portofolio HPR
   Untuk mengukur hasil total portofolio, digunakan
   ukuran HPR dengan rumus :
      HPRportofolio =
                 D+     Ag +       Au
                   I + (N + n/12) - (W x n/12)
dimana :
   D = dividen plus bunga yang diterima tahun ini
   Ag = apresiasi (depresiasi) yang terealisir tahun ini
   Au = apresiasi (depresiasi) yang tidak terealisir tahun ini
  I = Investasi penyertaan awal
  N = tambahan dana (baru) dalam portofolio
  W = penarikan dana dari portofolio
  n = jumlah bulan dimana dana ditambahkan pada atau
      ditarik dari portofolio
Formula diatas menyangkut baik hasil yang telah terealisir
(penghasilan plus apresiasi) dan apresiasi tahunan yang belum
direalisir. Tambahan dan penarikan diberi bobot (faktor n/12)
sesuai jumlah bulan pada portofolio.

Perhitungan HPR atas portofolio Mr. Bin
(1 Januari - 31 Desember 2004)
D a t a :
• Nilai portofolio 01-01-2004 : Rp 324.000 ribu
• Nilai portofolio 31-12-2004 : Rp 356.000 ribu
• Apresiasi yang direalisir : Rp 3.040 ribu ( 1/1 -31/12/2004 ketika
    saham PT. CN dijual)
•   Dividen diterima : Rp 10.935 ribu
•   Apresiasi yang telah direalisir : 1/1 - 31/12/2004 =Rp 28.960 ribu
•   Penambahan atau penarikan dana : tidak ada
Perhitungan HPR Portofolio :

     HPR = (Rp 10.935 + 3.040 + 28.950) : 324.000
         = + 13,25%

Jika portofolio Mr. Bin memiliki beta 1,10 dan return di
pasar (IHSG) sebesar 8,75% maka RAR dihitung sbb :

     RAR = 13,25% - 1,10 (8,75%)
          = 13,25 % - 9,63%
          = + 3,62%
Kesimpulan :
Dalam tahun 2004 portofolio Mr. Bin memperoleh rate
of return diatas rata-rata

								
To top