MODUL METODE PERENCANAAN WILAYAH by 1ygrs3W6

VIEWS: 248 PAGES: 36

									                                           1




                   METODE PERENCANAAN
                  PENGEMBANGAN WILAYAH

                                   Diabstraksikan oleh;
                                 Prof Dr Ir Soemarno MS
              Bahan kajian MK. Metode Perencanaan dan Pengembangan Wilayah
                                  PM PSLP PPSUB 2010


         Metode perencanaan berarti mengkombinasikan materi peren canaan, prosedur
perencanaan dan proses perencanaan. Materi peren canaan adalah "apa yang akan
direncanakan". Prosedur perencanaan adalah langkah-langkah yang perlu diambil untuk
menentukan materi, penentuan target yang dapat dianggap sebagai substansi rencana
induk dan metode pengembangan cara-cara untuk mencapainya. Proses perencanaan
adalah pengkajian materi untuk mencapai target operasional dan saling keterkaitan dari
materi yang prosesnya menurut prosedur di atas .

        1. UNIT PERENCANAAN

          Bagan berikut menyajikan lingkup kerja yang terbagi menjadi empat bagian,
setiap bagian mengandung pokok-pokok yang perlu ditentukan dan diungkapkan sebagai
hasil dari setiap unit kerja.

         1.1. Unit Kerja 1 bertugas mendapatkan jawaban atas pertanyaan apa masalah-
masalah (i.e. pembangunan pertanian) yang dihadapi daerah yang bersangkutan, apa yang
harus diperbaiki dan apa tujuan pembangunan.
         Masalah pembangunan harus digali secara sistematik dengan menganalisis
berbagai data dan informasi. Paling tidak ada lima hal penting bagi penggalian masalah
pembangunan (khususnya sektor pertanian) , yaitu:

         (1). Keadaan sumberdaya alam dan lahan
         Air dan tanah merupakan sumberdaya alam yang terbesar bagi pembangunan
pertanian, disamping dapat pula sebagai faktor pembatas yang utama. Oleh karena itu
potensi sumberdaya alam harus dikaji dan dijadikan bahan perencanaan.

        (2). Keadaan perekonomian dan industri
        Basis perekonomian perlu diketahui dan dijadikan bahan perencanaan karena
peranannya sebagai indikator target pemba ngunan dan merupakan faktor penting untuk
mengevaluasi pembangunan.

        (3). Keadaan sosial dan kebudayaan
                                           2



         Penduduk, lapangan kerja dan kesempatan kerja, tingkat hidup dan pendapatan
perlu diketahui dan dijadikan bahan perencanaan sebagai indikator dan sebagai faktor
untuk mengevaluasi efek kesejahteraan.

        (4). Prasarana
        Prasarana seperti jalan, suplai air, drainase, listrik dan lainnya merupakan
sarana pembangunan pertanian, distribusi dan fasilitas yang terkait dengan kehidupan
pedesaan perlu diketahui dan dijadikan bahan perencanaan.

        (5). Organisasi dan kelembagaan
        Kalau prasarana merupakan perangkat kerasnya maka organisasi dan
kelembagaan sebagai perangkat lunaknya. Keadaan ini meliputi organisasi dan
kelembagaan dalam bidang pertanian, pembangunan pedesaan, manajemen, produksi dan
kehidupan.

         Bagan Gambar 1.1 menyajikan lingkup kerja yang terbagi menjadi empat
bagian, mulai dari identifikasi masalah hingga identifikasi proyek.

          1.2. Unit kerja 2 bertugas menetapkan nilai-nilai target pembangunan jangka
panjang propinsi secara keseluruhan. Oleh karena itu perlu ditetapkan tujuan rencana
berdasarkan maslaah-masalah yang telah diketahui pada unit kerja-1 dan ditetapkan nilai-
nilai target secara sistematis untuk mencapai tujuan. Lima hal yang penting untuk
menetapkan target jangka panjang propinsi secara keseluruhan:
(1). Target pendapatan (sektor pertanian)
      Biasanya merupakan target terpenting dari pembangunan, yaitu meningkatkan
      pendapatan pertanian propinsi. Dengan kata lain meningkatkan tingkat pendapatan
      rata-rata petani (Rp/orang).
(2). Target produksi pertanian, merupakan target ekonomi terpenting dari
      pengembangan pertanian, yaitu meningkatkan produksi pertanian propinsi secara
      keseluruhan.
(3). Target lapangan kerja pertanian, dinyatakan dalam bentuk perbandingan penduduk
      yang berkeja dengan jumlah penduduk atau penduduk pertanian dan seperti halnya
      dengan butir (1) dan (2), merupakann target penting pembangunan sosial dan
      ekonomi (dinyatakan dalam persentase).
(4). Target pemerataan, merupakan pembagian manfaat pembangunan secara adil dan
      merata dalam bentuk pemerataan pendapatan, kesempatan kerja, pendidikan,
      pelayanan kesehatan, partisipasi dalam epembangunan, sandang pangan,
      perumahan, dan kesempatan epembangunan (pemerataan pendapatan dinyatakan
      dalam bentuk Rp/orang).
(5). Target perbaikan taraf sosial. Tujaun akhir dari pembangunan ialah perbaikan
      kesejahteraan dan penentuan target ini mempunyai arti yang penting dan
      komprehensif.

        1.3. Unit kerja 3, berfungsi menentukan cara-cara pembangunan yang efektif
menurut wilayah/unit geografis dan menurut tahap- tahap pembangunan.
                                           3



         Ada beberapa hal yang merupakan materi dari strategi pembangunan, yaitu:
(1). Rencana penunjukan zone. Ini merupakan kerangka bagi tataguna lahan sebagai
     alat untuk mencapai tujuan masa depan dan merupakan pendekatan terhadap
     masalah mendapatkan lahan pertanian yang perlu untuk mencapai tujuan sosial dan
     ekonomi yang telah ditetapkan.
(2). Rencaca tataguna lahan epertanian. Ini dimaksudkan untuk menentukan bagaimana
     lahan epertanian yang ditetapkan pada butir (1) di atas akan digunakan bagi
     masing-masing kategori lahan dan tanaman kalau tataguna lahan yang diinginkan
     akan direalisir.
(3). Rencana perbaikan prasarana. Ini untuk menentukan prasarana apa saja yang perlu
     diperbaiki jika tataguna lahan akan dikembangkan dan dibatasi sesuai dengan
     rencana id atas.
(4). Rencana perbaikan fasilitas pertanian dan pedesaan. Ini untuk menentukan fasilitas
     apa yang perlu diperbaiki dalam proses produksi pertanian, distribusi dan konsumsi
     dan juga untuk merealisir lingkungan pertanian yang diinginkan.
(5). Rencana perbaikan organisasi dan kelembagaan terkait. Ini untuk menunjukkan
     jenis organisasi apa saja yang perlu untuk mengatur, melaksanakan dan mengawasi
     pembangunan dan lembaga apa yang perlu ditingkatkan/diperbaiki untuk menjamin
     suksesnya pelaksanaan setiap proyek.

        1.4. Unit Kerja 4 berfungsi menetapkan proyek-proyek prioritas yang akan
menjadi obyek pembuka penanaman modal.
        Ada lima hal penting yang menyatakan materi dari proyek pembangunan, yaitu:
(1). Kebjaksanaan dan jenis proyek. Ini adalah kebijaksanaan yang bertujuan mengkaji
     apakah perbaikan-perbaikan prasarana tertentu dan fasilitas lain akan menunjang
     pencapaian target.
(2). Uraian garis besar proyek. Lingkup, voklume, biaya pembangunan dan manajemen,
     efek-efek ekonomi, sosial dan lingkungan dan proses pelaksanaan masing-masing
     perlu ditentukan.
(3). Penerima manfaat. Seberapa jauh manfaat proyek bagi daerah, petani (organisasi)
     dan tanaman prioritas perlu dikaji.
(4). Cara pembangunan. Struktur organisasi, sumberdana untuk biaya operasi, sistem
     manajemen dan pengawasan perlu ditentukan.
(5). Kaitan dengan proyek lain (Penyesuaian, rekomendasi dan berbagai aksi).

        2. METODOLOGI

         Dalam konteks ini, metodologi berarti menciptakan cara teoritis bagaimana
mencapai tujuan akhir, bagaimana urutan dan prosesnya dan dengan menggunakan dasar
informasi dan pertimbangan apa saja.
         Dalam membahas metodologi ini akan menjadi semakin nyata kalau kita
perhatikan apa yang harus dilakukan dalam mengkaji masalahnya secara umum dan
setepat mungkin untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik dalam kerangka target
dan lingkungan yang dihadapi.
                                         4



        2.1. Keadaan/situasi daerah, sebagai bahan untuk
             mengajukan metodologi

        2.2. Tujuan pembangunan dan pendekatan terhadap
              pemecahan masalah
        Ada dua cara dalam metodologi perencanaan, yaitu
(1). Mencari kunci pemecahan masalah, misalnya apa masalahnya dan apa yang perlu
     diperbaiki. Ini disebut pendekatan deduktif
(2). Pendekatan induktif, bertolak dari masa mendatang mencari langkah-langkah
     pemecahan atas apa yang diinginkan di masa mendatang.
        Satu hal yang perlu diputuskan sebelum memilih pendekatan di atas, yaitu
menetapkan tujuan pembangunan. Ini akan menjadi jelas kalau dilakukan pengkajian
dan diskusi tentang tujuan apa yang ingin dicapai dengan pembangunan. Sebagai contoh
para perencana di daerah menginginkan bahwa tujuan pembangunan di daerah adalah
peningkatan pendapatan dan selanjutnya perbaikan kesejahteraan rakyat, sedangkan
pemerintah pusat lebih cenderung menginginkan sebagai tujuan adalah peningkatan
produksi.

         2.3. Target kerja perencanaan
         Misalnya target pembangunan pertanian regional ialah peningkatan pendapatan
regional. Dalam hal ini perlu dikaji apa masalahnya secara deduktif, dan bagaimana
eharusnya keadaan di masa mendatang yang dikaji secara induktif, berapa peningkatan
pendapatan dapat direncanakan atau perlu direncanakan dengan menetapkan berbagai
cara dan kerja pembangunan.

         2.4. Kerangka berfikir
         Bagan berikut menunjukkan jalannya kegiatan perencanaan. Kerangka makro
pembangunan pertanian regional perlu dibuat berdasrakan penguasaan atas keadaan
daerah yang bersangkutan melalui pendekatan deduktif dan keadaan di masa datang
melalui pendekatan induktif. Kemudian dilakukan evaluasi mengenai efek dan kapasitas
masing-masing cara pembangunan dan cara pembangunan yang mempunyai efek dan
kapasitas yang cukup.
         Jika tujuan pembangunan yang ditetapkan yaitu peningkatan pendapatan, maka
pertama-tama haruslah diketahui keadaannya pada saat ini, kemudian target di masa
mendatang perlu ditetapkan.
         Kerangka makro dibuat untuk mengkaji prospek jangka panjang secara
keseluruhan untuk menjembatani perbedaan ini. Strategi adalah untuk menetapkan bila
dan dimana cara yang paling efektif dan mungkin dilaksanakan berdasarkan prospek di
atas.

        2.5. Cara dalam praktek
        Bagan berikut memperlihatkan urutan kerangka makro dan strategi dalam tiga
tahap. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap karena: (1) tahapan yang lebih banyak
akan menghasilkan tujuan yang lebih baik dan komprehensif, (2) jika tujuannya hanya
                                          5



meningkatkan tingkat pendapatan pertanian rata-rata maka dengan selesainya tahap
pertama kita dapat maju ke langkah berikutnya, yaitu identifikasi proyek.


        Sekarang

                           Pembuatan
                           kerangka                           Strategi
                           Makro


        Masa depan                                           Kapasitas
                               Ok?            tidak          dan efek
                                                             pembangunan


                                 ya




                           Identifikasi
                           proyek



         Tiga tahapan tersebut untuk memudahkannya dapat disebut Strategi metodologi
1, 2, dan 3, masing-masing mengandung kerangka makro, langkah-langkah
pembangunan, evaluasi atas efek dan kapasitas dan beberapa kemungkinan proyek
sebgaai referensi (Tabel 1).
         Pada metodologi 1 ditentukan standar usahatani bagi masing- masing jenus
usaha pertanian, yang akan dijadikan target dalam usaha meningkatkan pendapatan
pertanian regional.
         Kemudian berdasrakan konsep strategi tanaman yang tepat untuk tanah yang
sesuai, dilaksanakan analisis kesesuaian lahan bagi tanaman dan penempatannya pada
adaerah yang tepat dengan menggunakan model lokasi usahatani.
         Kemudian kegiatan ini dievaluasi apakah peningkatan produksi, penghematan
biaya, dan kenaikan pendapatan dapat dicapai dan apakah tersedia kapasitas yang cukup
dalam hal tenaga kerja, biaya pembangunan dan kemampuan teknis. Kalau hasilnya
positif, kegiatan maju ke identifikasi propyek seperti reklamasi, perbaikan teknik
budidaya tanaman, perbaikan sistem produksi dan penyuluhan. Sebaliknya kalau
jawabannya negatif, misalnya lahan tidak cukup tersedia, kita kembali ke kerangka
makro untuk meninjau kembali pemilihan jenis tanaman, cara produksi masing-masing
tanaman dan tingkat pendapatan sehingga proses tersebut di atas diulang kembali.
                                                   6



         Pada teknologi 2, cara menetapkan target epemerataan pendapatan, kesempatan
kerja dan pembangunan diuraikan dengan cara sama seperti pada metodologi 1. Pada
metodologi 3 diuraikan cara mencapai dan mengevaluasi target kesejahteraan sosial
disamping cara mengidentifikasi proyek.


Tabel 1.        Pemikiran tentang pembuatan kerangka makro dan penentuan strategi
                perencanaan pembangunan pertanian regional

                  Pembuatan          Penentuan           Evaluasi     Efek          Identifikasi
                  kerangka           strategi
                  makro                                  kapasitas                  proyek
Metodologi 1      Target             Analisis zona       Tanah        Peningkatan   - Reklamasi
                  peningkatan        tanaman/            Tenaga       produksi      -Perbaikan
                  pendapatan         produksi -          kerja
                  pertanian -

Tanaman yg te     -Pemilihan tnm     -cara               -Biaya       -Hemat        usahatani
                  prioritas          peningkatan         pembang      biaya
pat untuk la-     -Target             produksi           -Teknik      -Income       -Perbaikan
                  produksi
                  pertani
han yg sesuai     -Juml              -Model lokasi       bercocok                   sistem
                  usahatani          pola                tanam
                  menurut
                  pola                manajemen                                     produksi
                  manajemen

Metodologi 2      Target           Analisis zona       -Pengerahan     Konsumsi     Berbagai
                  pemerataan       produk
                  penda-
                  patan            si/konsumsi          tenagakerja    Distribusi   kegiatan yg
Zona    suplai    Menurut          Model penda         -Struktur       penda-       berhubungn
dan    permin     pola             patan menu          basis           patan        dg produksi;
taan       yg     manajemen
optimum
                  -Menurut         rut daerah                          ekonomi      Tenaga
                  daerah
                  -Tingkat         tingkat             -Sumber         kerja        distribusi
                  pendapatan       income;             pembiaya        pemba        dan penjual
                  /jnis indstri     industri           an pertanian    ngunan       an hasil

Metodologi 3      Target           Analisis zona       Pengerahan      Perbaikan    Semua
                  peningkatan
                  kese-            produksi/kon        sumber-         kompre       kegiatanyg
                  jahteraan        sumsi               sumber          hensif       brhubungan
                                               7



Zona            Tingkat         -Model yang        Transformasi     Peningkat-   dengan
kehidupan       pelayanan       seimbang                            an           aspek
pedesaan        umum
                Peningkatan     antara             struktur basis   kesejahte    industri dan
                kemampuan       struktur                            raan
                daya     beli   industri dan       sosial           Perbaikan    pemukiman
                penduduk
                Pembangu        pemu kiman         Sumber           kehidupan
                nan regional                       pembi
                kompre                             ayaan lokal      sosial
                hensif




        3. PROSES PERENCANAAN

         Gambar 3 menunjukkan proses perencanaan pembangunan pertanian regional
yang terdiri atas empat langkah, yaitu:
(1). Langkah 1. Identifikasi masalah dan analisis data.
(2). Langkah 2. Penentuan target dan pembuatan kerangka makro
(3). Langkah 3. Pengembangan langkah-langkah pembangunan dan penetapan strategi
(4). Langkah 4. Identifikasi proyek dan pematangan rencana.

        4. IDENTIFIKASI MASALAH

        4.1. Tujuan
        Tujuan dari kegiatan identifikasi masalah adalah untuk mengetahui:
        Apa masalah pembangunan di daerah tertentu?
        Apa yang perlu diperbaiki?
        Apa seharusnya tujuan pembangunan?
        dan lainnya.

        Untuk maksud ini perlu dikumpulkan informasi untuk menemukan masalahnya,
untuk menentukan dan memperjelas masalah, dan juga untuk menentukan struktur
masalahnya sehingga pemecahan dapat ditemukan.

        4.2. Bahan

a.Keadaan sumberdaya alam dan lahan : tanah, iklim, hidrologi, topografi, tata guna
    tanah, tata air dan lainnya.
b. Keadaan sosial dan tingkat kesejahteraan masyarakat: keadaan sposial masyarakat,
    penduduk, lingkungan hidup, desa, dan lainnya.
c.Keadaan ekonomi dan industri: zona ekonomi, pertanian, industri/kerajinan dan lainnya
d. Keadaan prasarana dan faislitas: pengangkutan, komunikasi, sarana penunjang
    produksi, lingkungan hidup dan lainnya.
                                           8



e.Keadaan organisasi dan kelembagaan: administrasi, keuangan, program yang terkait
    dan lainnya.

         4.3. Aktivitas
a.   Perlu dikumpulkan semua data dan informasi yang berhubungan
b.   Pelaksanaan survei khusus yang betul-betul diperlukan (survei sampel, survei
     pengeluaran rumahtangga dan lainnya)
c.   Penyusunan data-data pada kartu dan peta dengan ukuran tertentu
d.   Analisis lokasi dan keadaan tanah (ciri-ciri regional, keadaan tanah dan lainnya)
e.   Pengolahan dan analisis data statistik masa lalu hingga saat ini (minimal 5 tahun,
     kalu mungkin 10-15 tahun).
f.   Pengujian reliabilitas data.

        4.4. Hasil
a. Masalah-masalah dikumpulkan dan dibuat daftarnya
b. Peta hubungan kausal antar masalah
c.Bahan-bahan perencanaan untuk menentukan batas-batas kemungkinan pembangunan
d. Urutan waktu dan arah pemecahannya per daerah
e. Kumpulan berbagai bahan yang diperlukan dari survei dan analisis data.

         4.5. Catatan
a.Data perlu disusun sedmeikain rupa sehingga berguna untuk perencanaan masa depan.
    Dengan demikian "pendekatan" adalah pada data yang akan berguna untuk
    kegiatan selanjutnya.
b. Karena hasil-hasil yang diperlukan akan merupakan faktor penting dalam
    epenentuan kemungkinan pembangunan maka data input haruslah mempunyai
    reliabilitas dan ketelitian yang tinggi. Lebih jauh data tersebut haruslah dapat
    menambah data-data baru selagi proyek sedang berjalan.
c.Kalau data yang relevan tidak tersedia dan proyek tidak dapat berjalan tanpa data
    tersebut, maka perlu dimasukkan data tentatif.


         4.6. Urutan proses perencanaan IDENTIFIKASI MASALAH

        Gambar 1 menunjukkan proses perencanaan dari identifikasi masalah yang garis
besarnya terdiri dari tiga langkah:
(1). Pengumpulan data dan informasi yang dianggap perlu
(2). Pengolahan data yang akan digunakan untuk perencanaan
(3). Pemberian arah pada maslaah-masalah yang perlu diperjelas pemecahannya.

         4.7. Data input dan analisisnya

       Kita perlu mengetahui berapa banyak data yang tersedia dan dari sudut pandang
mana harus dianalisis. Tabel 2 menyajikan daftar jenis data yang diperlukan untuk
perumusan rencana induk dan analisis yang diperlukan.
9
                                                  10



Tabel 2.         Jenis data (sebagian saja) yang diperlukan untuk perumusan
                 rencana induk pembangunan

Kategori              Bidang Survei                                           Analisis
A. Keadaan alam dan Tanah

a.1. Tanah           Topografi (Peta topografi sekala 1:500.000 -             Analisis Model
                     1:25.000)
                     Foto Udara (Orto foto; hitam putih; berwarna;            Penginderaan Jauh
                     dll)
                     Kemiringan (Peta distribusi lereng)
                     Geologi (Peta sekala 1:1.000.000 - 1: 50.000)



a.2. Iklim       &   Temperatur udara (rata-rata tahunan dan bulanan          Analisis Mencakup periode
Hidrologi            ; maksimum dan minimum tahunan; dll                      sekitar 10 tahun
                     Curah hujan (rataan tahunan dan bulanan)                 Analisis Mencakup periode
                                                                              10 tahun
                     Arah angin (arah tahunan dan bulanan)                    Analisis Mencakup periode
                                                                              10 tahun
                     Sungai (aliran; nama; tempat observasi DAS)
a.3. Lingkung-       Bencana alam (bencana iklim; banjir; bencana             Analisis potensi ben cana
      an             karena ulah manusia
                     Pencemaran (udara; air dan tanah)                        Baku mutu ling kungan
a.4. Bentang         Vegetasi      (Jenis;    kepadatan;     keadaan          Analisis pengaruhnya
     alam            pertumbuhan; perubahan; dll)
                     Hewan dan tanaman (Jenis; kepadatan; keadaan             Analisis pengaruhnya
                     pertumbuhan ; perubahan dll)
                     Kekayaan budaya (Jenis; kepadatan; keadaan               Analisis pengaruhnya
                     pertumbuhan ; perubahan dll)

a.5. Tata guna       Jenis penggunaan (penggunaan sekarang;                   Produktivitas tanah; potensi
      tanah          pemilikan tanah Perubahan karakteristik; dll)            pengembangan
                     Pemilikan tanah (penggolongan pemilikan; sewa            Harga     tanah     (distribusi
                     tanah transaksi dll)                                     harga; trend harga; dll)
                     Kesulitan dalam peng konversian untuk                     Kesulitan      mendapatkan
                     pengembangan                                             tanah

a.6. Penggu naan     Air irigasi (sistem; fasilitas; hak atas air; kualitas   Keadaan penyediaan dan
air                  air; ekonomi pengusahaan; dll)                           manajemen
                     Air tanah (struktur geologis; pemompaan dll)             Cadangan mekanisme pengi
                                                                              sian kembali
                     Drainase (sistem; fasilitas; pengelolaan; ekonomi        Keadaan penyediaan dan
                     pengusahaan; DLL                                         manajemen

B. Keadaan masyarakat dan kehidupan
                                               11



B.1. Basis         Jumlah penduduk (kenaikan alamiah; kenaikan          Analisis          populasi
sosial dan         total)                                               kependudukan
                   Struktur penduduk (menurut umur; kelamin; dll)       Perbandingan dengan angka
                                                                        nasional/propinsi
                   Jumlah rumahtangga (jiwa/rumah tangga;
                   struktur)
                   Migrasi (antar propinsi; keadaan; dll)
                   Struktur lapangan kerja (penduduk yang
                   memerlukan fasilitas transpor untuk pergi kerja;
                   tenaga kerja musiman; dll)
                   Organisasi kemasyarakatan (nama; jenis;              Analisis masyarakat
                   cakupan; skala kegiatan; metode manajemen; dll)

B.2. Lingkung an   Sekolah (TK; SD; SL; PT )                            Tingkat           pelayanan
Hidup                                                                   perpustakaan;         ruang
                                                                        pertemuan; gelanggang
                   Pendidikan masyarakat (Pendidikan orang              Tingkat pelayanan
                   dewasa
                   Kesehatan (rumahsakit; klinik; apotik; kantor        Tingkat pelayanan
                   KB)
                   Konsumsi (pasar; restoran; tukang cukur dll)         Tingkat pelayanan
                   Kesejahteraan sosial (titipan anak; rumah jompo;     Tingkat pelayanan
                   dll)
                   Rekreasi (fasilitas olahraga; taman festival; dll)   Tingkat pelayanan
                   Suplai dan pengolahan (air minum; listrik dll)       Tingkat pelayanan
                   Transportasi (pemilikan kendaraan; jalan; dll)       Tingkat pelayanan

                   Komunikasi (Telepon; radio; TV; surat                Tingkat pelayanan
                   kabar; dll)
                   Perumahan (perumahan umum; pasar                     Tingkat pelayanan
                   perumahan; lingkungan)
B.3. Perkam -      Lokasi (nama; tempat; daerah; fasilitas              Penelitian kompre hensif
     pungan        umum; pewila layahan dll)                            atas unit perkam pungan.
                   Tataguna tanah (keadaan alam dan tanah;
                   dll)

C. Keadaan ekonomi dan industri

C.1. Basis         Pewilayahan ekonomi (produksi perta nian;            Pembedaan       program
     ekonomi       distribusi; penjulana; konsumsi; dll)                regional income
                   Pendapatan (menurut jenis industri; ukuran           Pemerataan pendapatan
                   &pola manajemen usahatani; dll)
                   Tingkat upah dan lapangan kerja (tingkat             Potensi produktivitas
                   pendapatan perbedaan tingkat penda patan;
                   sumber pendapatan dll)
                                          12




C.2. Pertanian   Tanah pertanian (tanah yang dapat diolah;        Analisis jenis usahatani
                 persyaratan penggunaan; perubahan; dll)
                 Rumahtangga tani (jumlah rumahtangga;            Analisis jenis usahatani
                 pekerjaan utama        sambilan; buruh yg
                 digunakan; dll)
                 Usahatani (hasil kotor; biaya operasi;           Analisis jenis usahatani
                 pendapatan nonpertanian; dan pengeluaran
                 pajak; pengeluaran RT pemilikan; biaya
                 produksi; dll)
                 Produksi dan distribusi (nilai produksi; skala   Analisis jenis usahatani
                 produksi; distribusi; fasilitas; organisasi;
                 pengo lahan; penyimpanan dll.) -
                 Fasilitas      (penyebaran;       persyaratan    Analisis jenis usahatani
                 penggunaan; dll)
                 Organisasi (nama; jenis; kedudukan;              Analisis jenis usahatani
                 cakupan kegiatan fungsi; sekala; dll)

C.3. Industri    Pertambangan (nama usaha; jenis; distri          Kaitan           dengan
      lain       busi; skala; cakupan pegawai; upah; dll)         pertanian
                 Bangunan (nama usaha; jenis; distribusi           Kaitan          dengan
                 sekala; ca kupan pegawai; upah; dll)-            pertanian
                 Manufakturing (usaha; jenis; distribusi          Kaitan           dengan
                 sekala; cakupan pegawai; upah; dll)-             pertanian
                 Pedagang (nama usaha; jenis; distribusi          Kaitan           dengan
                 sekala; cakupan pegawai; upah; dll)-             pertanian
                 Pelayanan(nama usaha; jenis; distribusi          Kaitan           dengan
                 sekala; ca kupan pegawai; upah; dll)-            pertanian
                                          13




D. Keadaan prasarana dan fasilitas

D.1. Transpor     Jaringan transpor (regional; intra regional;    Mudahnya dicapai
      tasi        asal- tujuan; dll)
Komunikasi        Sarana transpor (jalan; pesawat terbang; bis;
                  laut)
                  Sarana komunikasi (radio; TV; pos; Telpon;
                  dll)
D.2. Fasilitas    Fasilitas air (sumber air; irigasi; drainase)   Tingkat pengadaan
     dasar
     produksi     Fasilitas penunjang pertanian                       -"-
                  Fasilitas industri lain
D.3. Fasilitas    Fasilitas lingkungan hidup
Dasar
kehidupan

E. Keadaan        organisasi dan kelembagaan

E.1.   Pemerin    Pemerintah lokal (resolkusi; pelaksa naan;      Rasionalitas
tahan dan ke-     struktur  organisasi organ pe-nunjang; dll)
uangan
                  Keuangan    lokal   (pembukuan;      struktur   Kapasitas investasi
                  penerimaan dan pengeluaran; dll)
E.2. Program      Program tingkat lebih tinggi (konsep            Kaitan         dengan
terkait           pengembangan ; peruntukan daerah; tata ruang    program
                  dll)    yang dibahas




         4.8. Hubungan kausal urutan proses

         Gambar 2 Menunjukkan hubungan kausal antara berbagai faktor dalam
pembangunan (sektor pertanian) regional secara grafis. Penyajian ini menunjukkan letak
sebab-sebab terjadinya masalah. Misalnya tingkat ependapatan petani yang rendah
disebabkan oleh daya produksi yang tinggi dan harga produksi yang rendah; tingkat
pendapatan yang rendah menekan sumber pembiayaan propinsi dan mengakibatkan
tingkat konsumsi yang rendah pada sektor suasta.
         Di sini hanya dijelaskan faktor-faktorn yang penting saja secara umum dan
menunjukkan cara-cara menemukan masalah dengan mempejelas dan menempatkan
dalam strukturnya. dengan adanya peta hubungan kausal ini akan membantu memperjelas
masalah.
                                         14




        4.9. TABEL INVENTARISASI MASALAH

        Beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasi
masalah dan potensi adalah:
(a). Volume; jumlah dan mutu sumberdaya yang tersedia
(b). Cara; pola; dan tingkat pemanfaatan sumberdaya oleh masyarakat
(c). Peluang untuk meningkatkan pemanfaatan sumberdaya tanpa mengganggu/merusak
     kelestarian lingkungan hidup
(d). Masalah dan potensi harus dirusumkan serinci mungkin


        Tabel Inventarisasi Masalah:

Topik             Masalah                            Potensi
Penggunaan        Tingkat kesuburan tanah rendah     Lahan cukup luas; tersedia
lahan kering      Defisit air tanah                  rabuk kandang; air hujan
                  Tanah sering longsor               Masyarakat tahu terasering
Transportasi      Jalan ke ibukota keca-             Tersedia batu; masyarakat
                  matan jelek                        bersedia gotongroyong
Pemasaran         Hasil bumi sulit di-               Mutu hasil bumi segar
hasil bumi        pasarkan                           cukup baik




        4.10. PENENTUAN PRIORITAS MASALAH

          Untuk menentukan prioritas masalah; perlu dirumuskan dan disepakati dulu
kriteria yang akan digunakan oleh pihak-pihak yang terlibat. Kegiatan penyusunan dan
penyepakatan kriteria ini dpaat dilakukan dengna jalan simulasi. Contoh kriteria yang
dapat digunakan dalam penyusunan rencana alternatif kegiatan/proyek pembangunan
adalah:
(a). Masalah dirasakan oleh banyak orang
(b). Masalah sangat parah dan mendesak untuk dita-ngani/dipecahkan
(c). Masalah menghambat usaha/proses peningkatan pendapatan
(d). Masalah dapat menimbulkan kendala-kendala pembangunan
(e). Masalah tidak mungkin dapat diatasi sendiri oleh masyarakat.

         Kalau masalah pembangunan yang dapat diidentifikasi di suatu daerah cukup
banyak, maka harus disusun sekala prioritasnya. Salah satu cara yang dapat digunakan
ialah dengan teknik skor-pembobot, seperti teladan berikut:
                                              15



          Tabel identifikasi maslaah pembangunan

Masalah           Dirasa-   Sangat   Mengham       Menimbul   Sulit     Jmlah   Prioritas
                  kan       parah    bat pening    kan        dipecah
                  banyak    & men    Katan         Kendala    Kan       skor
                                                              sendiri
                  orang     desak    income        lain
1.Tanah
longsor
2.Jalan tanah
 jelek
3.Pemasraan
hasil
pertanian sulit
4.Banyak
diare pada
musim hujan
5.Kurang air
bersih
pada musim
kemarau
6............



          Cara lain ialah melakukan ranking untuk menentukan urutan prioritas masalah.
Dalam ranking, semua pihak yang terlibat diminta menuliskan pendapatnya pada kartu
(pilihan tunggal atau pilihan ganda) prioritas.



          5. PEMBUATAN KERANGKA MAKRO

          5.1. Tujuan

         Tujuan pembuatan kerangka makro ialah untuk menentukan sasaran dan bentuk
sistem epertanian daerah yang diinginkan di masa mendatang. Untuk ini perlu ditentukan
sasaran-sasraan yang sesuai dengan tujuan pembangunan jangka panjang daerah tersebut.

          5.2. Kegiatan

        Perlu ditentukan peranan daerah yang bersangkutan secara nasional dan peranan
pembangunan pertanian di daerah yang bersangkutan. Perlu ditentukan tujuan
pembangunan dan pemilihan indikator-indikatornya. Perlu ditentukan kerangka bagi
penentuan target regional menurut waktu dan bidang dan kerangka kebutuhan dasar
minimum.
                                          16



         5.3. Hasil
         Kebijaksanaan dasar pembangunan jangka panjang dan usaha-usaha perbaikan
seluruh propinsi.
         Angka-angka indikator yang menyatakan target pemba ngunan.
         Arah pemanfaatan sumberdaya, seperti sumberdaya alam, lahan, tenagakerja, air
dan lainnya. Target perbaikan teknologi budidaya pertanian, distribusi dan sistem
penjualan.

        5.4. Catatan penting
        Beberapa hal penting yang harus diperhatikan ialah:
        Apakah yang diprioritaskan target produksi atau target ependapatan atau
keduanya yang satu lebih penting daripada yang lain. Ini harus ditetapkan lebih dulu.
        Angka-angka target masih bersifat sementara, mungkin terjadi perubahan sesuai
dengan hasil pengkajian selanjutnya.

           5.5. Urut-urutan proses perencanaan
           Gambar 5 menyajikan proses perencanaan penyusunan kerangka makro, terdiri
atas tiga tahapan, yaitu:
(1). Kerangka untuk pengkajian merangka makro termasuk peranan pembangunan
       pertanian ditinjau dari sudut nasional dan regional, kendala perencanaan dan
       persyaratan seperti badan perencanaan, daerah yang terkait, tahun target dan
       lainnya.
(2). Penetapan nilai target produksi, pendapatan, kesempatan kerja, kesejahteraan dan
       lainnya berdasarkan pertimbangan jangka waktu pembangunan, sektoral daerah
       dan kebutuhan dasar minimum.
(3). Pembinaan kebijaksanaan pembangunan seperti pedoman                 pemanfaatan
       sumberdaya alam, sosial dan ekonomi; perbaikan organisasi, kelembagaan dan
       sistem yang terkait dengan pertanian seperti pasar dan distribusi, koperasi,
       kemasyarakatan dan kehidupan pedesaan.

         5.6. Sistem target pembangunan regional
         Gambar 5 menunjukakn keterkaitan antara berbagai target dalam pembangunan
pertanian regional. Dengan bagan seperti ini akan dapat ditentukan target mana yang
perlu dinaikkan, sampai ke tingkat mana, atau kemungkinan-kemungkinannya dengan
memperhatikan kondisi hubungan sebab-akibat.

          5.7. Bagaimana membuat kerangka makro
          Sistem target berkenaan dengan penduduk, tenagakerja, produksi, pendapatan,
lapangan kerja dan indikator-indikator ekonomi penting lainnya membentuk kerangka
makro dalam perencanana pembangunan pertanian regional. Target peningkatan
pendapatan per pekerja di daerah tersebut dapat ditentukan dalam persen atau angka
tertentu pada tahun yang ditargetkan. Lebih jauh, sasaran untuk memperkecil jurang
pendapatan antara satu daerah dengan daerah lainnya dapat ditetapkan dalam persen
tertentu. Mengenai target produksi dapat ditentukan untuk berbagai jenis tanaman,
produksi bruto, produksi bersih dan seterusnya.
                                          17



         Biasanya target pendapatan dideflasikan dengan indeks harga konsumen/eceran
atau indeks harga pedagang besar/grosir untuk menghilangkan pengaruh fluktuasi harga.

         5.7.1. Pokok-pokok penting perencanaan

(1). Target pendapatan
         Pendapatan perorangan penduduk yang bekerja
         Biaya hidup per anggota keluarga
         Pendapatan regional per sektor
         Pendapatan per pekerja dalam berbagai industri.

(2). Target produksi
         Produksi regional dalam berbagai sektor
         Produksi per pekerja dalam berbagai sektor
         Perincian produksi menurut jenis tanaman dlm berbagai
         sektor.

(3). Target lapangan kerja
         Penduduk yang bekerja dalam berbagai sektor
         Perincian penduduk yang bekerja menurut sektor

         5.7.2. Cara memperkirakan nilai target

       a. Metode Trend
       Cara ini dilakukan dengan membuat perkiraan tentatif berdasarkan trend masa
lalu dan kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan (secara coba-coba) untuk
meningkatkan kesesuaiannya dengan berbagai kendala, kebijaksanaan dan lainnya.

         b. Metode Persamaan Simultan
         Cara ini dilakukan untuk menetapkan nilai target berbagai indikator ekonomi
dengna membuat dan memecahkan sistem persamaan simultan yang mewkaili struktur
ekonomi regional, pertama-tama diusahakan mencari faktor-faktor yang akan ditetapkan
sebagai sasaran kebijaksanaan.

         5.7.3. Prosedur Penetapan Target

         Ada dua cara untuk menetapkan sasaran sbb:
a.   Cara yang lebih dulu ditentukan adalah target produksi. Dalam cara ini produksi
     sektor-sektor penting bagi pembangunan regional yang berada dalam berbagai
     kendala ditetapkan lebih dahulu, dimana pembangunan industri dianggap sebagai
     tenaga penggerak epembangunan regional dan kemudian angka-angka target
     bergbagai indikator ekonomi diturunkan daripadanya.

b.   Cara dimana yang lebih dulu ditentukan adalah tingkat pendapatan. Cara ini
     menetapkan tingkat ependapatan regional tertentu atau target memperkecil jurang
                                           18



    pendapatan antara daerah satu dengan daerah lainnya atau dengan rata-rata nasional
    dan kemudian mempertimbangkan tindakan-tindakan apa yang diperlukan untuk
    mencapai sasaran tersebut. Dalam hal ini sering dibuat perkiraan produksi berbagai
    sektor dan investasi sosial yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan penduduk
    masa depan.

          Dalam kedua hal di atas kesesuaian dengan angka target dicek dengan distribusi
dan usaha memajukan usahatani yang berada dalam berbagai kendala, yaitu produksi,
kebutuhan tenaga kerja dan lain-lain bagi masing-masing jenis usaha pertanian.
          Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini, yaitu: Aspek produksi (per
jenis tanaman, jumlah produksi, teknologi produksi dan jenis usaha pertanian, pemasaran
dan sistem distribusi) dan aspek bagaimana memperbaiki struktur pertanian regional.


         5.8. Cara menentukan target
         Gambar 3 dan 4 berikut ini menyajikan prosedur menentukan angka target
pembangunan regional (sektor pertanian) dengan prioritas perbaikan pendapatan
pertanian dengan tetap mengingat bahwa perbaikan manajemen usahatani perlu
direncanakan secara strategis. Dengan cara ini perlulah diramalkan lebih dahulu
penduduk daerah yang bersangkutan di masa depan. Selanjutnya diramalkan permintaan
pada hasil pertanian di daerah tersebut. Kemudian permintaan luar daerah atas hasil-
hasil epertanian terpenting diperoleh melalui studi pemasaran. Lebih jauh permintaan
akhir atas produksi pertanian (menurut jenis komoditi penting) di daerah ini akan
diperoleh dengan menentukan ratio swasembada daerah tersebut.
         Selanjutnya, berdasarkan jumlah ependuduk di masa mendatang, target
lapangan kerja pertanian daerah yang bersangkutan akan ditentukan berdasarkan rasio
lapangan kerja melalui ramalan lapangan kerja industri lain. Perhitungan ini akan
membentuk angka ramalan jumlah permintaan atas produksi pertanian dan juga ramalan
penawaran tenaga kerja pertanian. Pada pihak lain, melalui jenis usaha pertanian, target
pendapatan masing-masing pola ditentukan. Kemudian diperkirakan target produksi di
masa datang disertai biaya dan perkiraan harga produksi.
         Dengan perhitungan seperti di atas, akan dapat diperoleh ramalan volume
produksi epertanian per unit usahatani yang didasarkan pada target pendapatan dan
epermintaan tenaga kerja menurut masing-masing jenis usaha pertanian. Perhitungan
terakhir adalah menentukan jumlah unit usahatani menurut jenisnya di daerah tersebut
yang diseimbangkan dengan ramalan jumlah permintaan produksi epertanian dan
ramalan jumlah suplai tenagakerja dan komposisinya.
         Jika tujuan kerangka makro adalah meningkatkan produksi pertanian,
pendapatan epertanian, kesempatan ekerja, dan epemerataan distribusi ependapatan serta
peningkatan kesejahteraan, maka yang tiga pertama dapat dihitung sesuai dengan model.
                                           19



         6. PENENTUAN STRATEGI

         6.1. Tujuan

          Tujuan penentuan strategi adalah menentukan bagaimana merealisasi target
yang telah ditentukan, bagaimana caranya, bila dan dimana pelaksanaannya. Ada
berbagai cara yang dapat digunakan untuk merealisir target tersebut, dan dari berbagai
cara tersebut diadakan evaluasi dan dipilih cara yang paling efektif sesuai dengan kondisi
yang dihadapi (target, berupa angka dan waktu, lingkup perencanaan dan lainnya)
kapasitas yang ada (fisik, ekonomi dan sosial) dan akhirnya perlu ditentukan arah proyek
pembangunan secara nyata dalam waktu dan ruang.

        6.2. Aktivitas
a. Konfirmasi dan penentuan kondisi yang dihadapi
b. Analisis kapasitas pembangunan
c. Pengembangan cara-cara untuk mencapai target
d. Pengumpulan dan pengaturan kebutuhan-kebutuhan pemba ngunan menurut sektor
   dan bidang
e. Pemilihan dan evaluasi rencana-rencana strategi alternatif.

         6.3. Hasil
a.   Pengembangan target dan langkah-langkah pembangunan menurut sektor dan bidang
b.   Pentahapan proyek pembangunan dan penguraian pembangunan masing-masing
     tahap
c.   Penentuan zona-zona daerah pembangunan khusus dan prioritas, penggunaan tanah,
     penyiapan fasilitas dan lainnya.

          6.4. Catatan
          Kenapa strategi diperlukan? Kalau lingkup perencanaan berkembang, target-
target juga meningkat dan cara-cara yang perlu digunakan juga meningkat dengan pesat.
Dalam hal ini cara-cara yang berpengaruh positif untuk serangkaian sasaran-cara tertentu
dapat berpengaruh negatif terhadap tujuan lain. Misalnya mekanisasi efeknya adalah
positif untuk peningkatan produktivitas dan produksi, tetapi negatif dalam hal
peningkatan kesempatan kerja.
          Oleh karena itu dalam sistem sasaran-cara yang kompleks perlu ada
pertimbangan-pertimbangan strategis mengenai saling adanya penyesuaian, urutan,
pentahapan waktu, dan pelaksanaan yang serasi di masing-masing daerah.
          Untuk menetapkan strateghi, rencana biasanya dibuat berdasarkan asumsi untuk
menghadapi kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan dalam lingkup proyek, atau
dengan merumuskan strategi yang cukup fleksibel sehingga perubahan-perubahan
tersebut di atas dapat diatasi.

         6.5. Urutan perencanaan
         Gambar 6 menunjukkan proses penentuan strategi yang terdiri dari empat
langkah sbb:
                                          20



(1). Pemahaman sasaran dan kapasitas yang ada. Analisislah sampai ke langkah-
     langkahnya sehingga Saudara mengerti hubungan kausal antara tujuan dan cara.
(2). Pengembangan sistem sasaran-cara (pengembangan strategi). Kajiulah cara-cara
     untuk mencapai masing-masing target, dan tingkatkanlah cara-cara tersebut
     sehingga menjadi cara yang lebih efektif melalui proses umpan-balik terhadap (1).
     Pikirkanlah hubungan kausal antara cara-cara dan buatlah kaitan sasaran-cara.
(3). Evaluasi strategi
     Dalam melaksanakan langkah (2) perlu dirumuskan sejumlah rencana alternatif,
     dan semuanya dijadikan obyek evaluasi sesuai dengan kapasitasnya, dan tidak
     hanya mencoba merumuskan semua rencana- rencana tersebut di atas menjadi
     sebuah rencana.
     Timbang-timbanglah apakah pengaruh-pengaruh yang diinginkan dapat dicapai
     atau keadaan yang dihadapi dan kapasitas yang ada dapat dipenuhi jika proyek
     dilaksanakan sesuai dengan sistem sasaran-cara masing-masing. Janganlah
     pemilihan dilakukan hanya karena memenuhi standard, tetapi perlu ada
     sikap/pengertian terhadap sifat masing-masing rencana alternatif (apa sifat-sifat
     efektifnya pada masing-masing bidang dan sektor, menurut waktu dan ruang) dgn
     melakukan pengujian terhadap kriteria evaluasi.
(4). Penentuan strategi
     Dengan dasar hasil-hasil yang diperoleh pada (3) dikembang kanlah kerangka arah
     pembangunan masing-masing sektor dan bidang menurut dan ruang.



        6.6. BAGAIMANA MENGEMBANGKAN SISTEM SASARAN-CARA

         Bagan "sistem sasaran-cara" merupakan alat penting dalam penentuan strategi
pemecahan masalah, karena dengan bagan ini dapat diperlihatkan tujuan-tujuan strategis
secara nyata dan visual.

         6.6.1. Pengembangan cara
         Buatlah daftar cara-cara yang dianggap efektif untuk mencapai target. tetapi
kalau dituju hanya keefektifan, maka lingkup ide cenderung menjadi beterbatas. Oleh
karena itu keefektifan ide perlu dievaluasi kemudian. Metode-metode untuk
mengembangkan ide adalah sbb:
a. Metode pemecahan hal-hal kontroversi
    Problematik atau masalah yang dianggap paling penting yang ditemukan dalam
    proses identifikasi masalah dapat dijadikan target untuk diperbaiki, oleh karena itu
    dijadikan prioritas pertama untuk dipecahkan.
b. Metode Model ideal
    Ambillah unsur-unsur yang relevan atau dianggap relevam dengan target dan
    fikirkanlah sebuah model ideal untuk ini. Dengna menggunakan model ini carilah
    sebuah cara dengan membandingkan dengan keadaan nyata. Misalnya apakah lahan
    telah dimanfaatkan secara optimum, atau apakah tidak ada kekurangan-kekurangan
    dalam teknik budidaya pertanian, dengan jalan membandingkannya dengan target
                                                   21



     ideal seperti maksimisasi, minimisasi, atau optimasi struktur distribusi, tambahan
     lapangan kerja dan lainnya.
c.   Metode studi kasus
     Pelajarilah kasus-kasus masa lalu atau kasus-kasus yang sama di lain daerah. Ini
     bersifat empiris dengan kesalahan-kesalahan yang relatif kecil. Akan tetapi kalau
     hanya meniru berarti tidak ada kemajuan. Dalam hal ini masalahnya perlu
     digeneralisir dan dikaji secara teoritis berdasatrkan epengetahuan yang diperoleh
     dari pengalaman, dan kemudian difikirkan aplikasinya pada masing-masing kasus.

          6.6.2. Pengaturan dan klasifikasi cara-cara
          Cara-cara yang diperoleh pada (3.1) berbeda-beda ruang lingkup, bidang,
tingkatan dan lainnya sesuai dengan obyeknya, oleh karena itu perlu disistematisir
dengan pengklasifikasian. Dalam hal ini perlu diulang pertanyaan "Kenapa metode ini
perlu?". Juka kita mabil cara tertentu, maka haruslah ditemukan tujuan yang lebih konkrit
jadi tidak hanya terikat pada tujuan utama. Dengan melakukan ini pada semua cara, maka
akan dihasilkan bagan sistem hubungan sasaran-cara sbb:

         Tujuan      -------<------- Cara
                      kenapa?

                                 Tujuan      ----<---- Cara
                                              kenapa?

         --------------------------------------------------------------------------------------------------
          ---------- (Sasaran) Kenapa                    Bagaimana (Cara) -----



        6.6.3. Penyelesaian bagan Sistem Sasaran-Cara
        Dengan mengkombinasikan sistem Sasaran-Cara yang relevan dengan tujuan
masing-masing akan dihasilkan sistem Sasaran-Cara secara keseluruhan yang mencakup
semua tujuan proyek ini. Dalam hal ini cara tertentu mungkin dapat dipakai untuk
mencapai lebih dari satu tujuan dan perencanaan menjadi lebih efektif jika duplikasi
demikian lebih intensif.

         6.7. Mengevaluasi strategi (Kriteria evaluasi)

         Keefektifan strategi dapat dievaluasi dengan dua hal : (1) tingkat keefektifan
untuk mencapai target, dan (2) tingkat kese suaian dengan keadaan yang dihadapi dan
kapasitas pembangunan.

         (1). Efek-impak
         Untuk memperoleh strategi yang lebih baik, pandangan seseorang harus
diperluas pada efek-efek ganda dan efek sekunder dan jangan sampai terpeleset pada
pandangan dari satu pihak.
                                           22



        Efek pembangunan dapat diklasifikasikan sbb:


                           Efek langsung                   Efek tidak langsung
 Efek ekonomi
 Efek sosial
 Efek fisik


         Efek-efek ini perlu dinyatakan se-konkrit dan se-kuantitatif mungkin. Tidak
berarti mengabaikan efek kualitatif tetapi cobalah memikirkan efek kualitatif secara
kuantitatif. Misalnya efek "pengolahan tanah" dapat dinyatakan secara kuantitatif
melalui perbedaan antara kenaikan produksi pada kondisi pengolahan tanah maksimum
dan pada kondisi tanpa pengolahan tanah. Akan tetapi hal ini belum tentu merupakan
evaluasi yang tepat kecuali kalau efek-efek tambahan seperti kenaikan kesempatan kerja
dan sumbangan pada pembangunan sosial dipertimbangkan secara kuantitatif.

         (2). Kapasitas
         Untuk melaksanakan cara tertentu maka keadaan hendaklah dijaga jangan
sampai ke luar melebihi kapasitas pembangunan, kalau tidak keseimbangan masyarakat
dan perekonomian akan terganggu. Bagan berikut membagi kapasitas pembangunan
menjadi tiga bagian, yaitu sosial, ekonomi dan fisik. Kapasitas tidak epernah tetap,
tetapi berubah sesuai dengan perubahan waktu dan lingkungan. Usaha-usaha untuk me-
ngembangkan batas atas kapasitas dan menaikkan batas bawahnya melalui rencana
pembangunan adalah sangat penting.


        6.8. PENETAPAN STRATEGI

        (Pentahapan waktu dan alokasi spatial dari cara- cara untuk
         mencapai target)

         Masing-masing cara yang diusulkan sebelumnya dan setelah dievaluasi dapat
menjadi strategi pembangunan yang konkrit. Dalam hubungan ini harus diperhatikan hal-
hal berikut:


        6.8.1. Pentahapan waktu dari cara
        - Berapa lama jangka waktu efektif masing-masing cara?
        - Berapa % target ingin dicapai untuk amsing-masing tahun target?
           Bolehkan di bawah target?
        - Apakah target menginginkan efek yang cepat atau efek bertahap?

        6.8.2. Alokasi spatial dari cara
        - Apakah cara sesuai dengan keadaan setempat?
                                             23



        -   Apakah efek akumulasi spasial dapat diharapkan?
        -   Berapa jauh efek/pengaruh spatial?
        -   Apakah dilakukan penyesuaian-penyesuaian penggunaan tanah dengan sek-
            tor-sektor lain?

       Sebagai Teladan, berikut ini disajikan teladan                sistem strategi rencana
pembangunan pertanian di Sulawesi Selatan.

         Strategi 1. Metode produksi yang paling baik melalui produksi yang tepat di
tanah yang cocok



         Jenis Usaha                   Jenis            Keadaan
           tani      ---->--------- tananam -------<------ tanah



         Strategi 2. Metode produksi yang stabil melalui wilayah suplai dan konsumsi
yang optimum



             Wilayah                Suplai-                    Wilayah
            konsumsi ---->----------permintaan -------<------- produksi


       Strategi 3. Pengembangan tingkat kesejahteraan dengan penetapan wilayah
pemukiman


            Pemukiman              Desa                 Pertanian
                          --------->---- Pertanian -------<-------
                                           24



          Uraian pembangunan menurut tahap dan sektor

                                           Tahap 1                     Tahap 2
 Sektor       Cara               Target     Zona      Ang-      Realisasi   Target
              pembangunan                             garan
 Pertanian    Bercocok tanam
              Persiapan dasar
              Teknik usahatani
 Distribus    Fasilitas
              distribusi
              Jaringan
              transportasi
 Sosial       Fasilitas sosial


          7. IDENTIFIKASI PROYEK DAN PENYELESAIAN                    RENCANA

          7.1. Tujuan

          Tujuan kegiatan ini adalah untuk menetapkan tugas-tugas pembangunan yang
diprioritaskan yang dikaji dari berbagai langkah strategi untuk mencapai tujuan
pembangunan. Untuk itu dilakukan penelitian, pemilihan dan penentuan proyek-proyek
yang memberikan harapan melalui penilaian dan pengkajian tingkat prioritasnya dari
berbagai sudut pandangan.

          7.2. Aktivitas
          - Pengelompokkan strategi pembangunan menurut jangka waktu (panjang,
             menengah, pendek) dan kajian-kajian yang lebih rinci
          - Perumusan program berbagai jenis pembangunan
          - Penguraian terinci materi dan rancangan pembangunan masing-masing
             daerah
          - Evaluasi proyek dan penentuannya
          - Kegiatan masa mendatang yang perlu dipertimbangkan.

         Proses perencanaan identifikasi proyek mengandung tiga langkah pokok, yaitu:
(1). Menyiapkan konsep pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan jangka
     pendek, dengan menguraikan cara-cara pembangunan menurut daerah dan tahapan
     seperti yang dibicarakan dalam epenentuan strategi pembangunan yang sistematis.
(2). Menemukan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dapat dijadikan obyek
     investasi pada periode awal penyiapan rencana di atas. Hal- hal yang perlu
     disiapkan untuk evaluasi adalah: (a). Jenis kegiatan dan arah penyiapan; (b). Uraian
     garis besar kegiatan; (c). Penerima manfaat; (d). Metode pembangunan; (e).
     Kegiatan-kegiatan lainnya.
                                                               25



(3). Menyiapkan daftar proyek yang dipilih berdasarkan evaluasi. Pada tahap ini perlu
     diperjelas materi-materi untuk kegiatan-kegiatan masa depan bagi pengembangan
     proyek.

             7.3. Hasil

-     Rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang (dengan materinya)
-     Berbagai rancangan program dan rancangan pembangunan daerah
-     Daftar proyek untuk hal-hal berikut:
       a. Macam dan kebijaksanaan pembangunan
       b. Uraian garis besar (skala, biaya, efek, jadwal, dan lainnya)
       c. Penerima manfaat (daerah, penduduk, tanaman, lainnya)
       d. Metode pembangunan (mekanisme administrasi, pembiayaan dan organisasi
           pembangunan, manajemen, dan penggunaan), hubungan dengan proyek
           lain.


             7.4. KETERKAITAN MASALAH, POTENSI DAN
                  UPAYA PEMECAHANNYA

          Kerangka analisis masalah dan potensi merupakan langkah antara yang
menjembatani identifikasi maslaah dengan perencanaan kegiatan/proyek. Kerangka
analisis dapat mengikuti model sebab-akibat, tujuan dan potensi, sebagai titik tolak untuk
menentukan alternatif tindakan/proyek

             Matriks keterkaitan

         1                    2                   3                                4                   5
    Keadaan       yg     Alasan                Sumberdaya yg dapat          Alternatif        yg   Tndakan yang
    tidak di-            masalah                                            mungkin                layak
    inginkan oleh                              dipakai              untk    diambil
    masya-                                     memecahkan
    rakat                                      masalah
       (=masalah)         (=penyebab)             (=potensi)                (=alternatif proyek)   (=Usulan
                                                                                                   proyek)



    1.Pada mu-         Tanah ber pasir tidak      - Ada mata air di bukit     Pembangunan pipa      Pembangun an
    sim kemarau                                                               air                   bak pe-
    kurang air         mampu menahan air          jaraknya 10 km                bersih              nampung   air
    bersih                                                                                          hujan
                                                  Curah hujan tinggi pd       Bak penam pung air
                                                  musim hujan                 hujan dan
                                                  Orang siap gtong            penjernih
                                                  royong
                                                  26



2.Jalan desa    Belum diperkeras        Batu untuk landasan      Pengerasan jalan    Pengerasan
jelek                                                            dengn               jalan
dan becek       Tanah liat yg lengket   jalan batu (jalan        dengan batu dan
bila hujan      dpt digali di desa      makadam)
                Sistem drai- nase       Masyarakat siap ber-     pembangunan slran   Pembangunan
                jelek                                            drainase            slrn drainase
                                        gtong royong             Pengaspalan jalan

3.Tanah         Belum semua lahan       Masyarakat tahu cara     Terasering lahan    Terasering
longsor se-     di-                                              miring              dengan
 ring terjadi   terasering              terasering &              secara padat       gotongroyong
                Tumbuhan penguat        penguatan lereng         karya               /padat karya
                le-
                 reng        banyak     Tenagakerja tersedia     Penghijauan         Penghijauan
                ditebang
                Kemiringan curam        Bibit penghi jauan ada

4. dst
                                           27




                PERANAN ANALISIS DALAM
          PERENCANAAN PENGEMBANGAN WILAYAH



         1. Pendahuluan

          Perencanaan adalah suatu proses yang berkesinambungan (kontinyu),
berkelanjutan, sejak dari tahap survei hingga tahap pengamatan. Perencanaan fisik
merupakan bagian atau alat organisasi masyarakat dan pengawasan atau kontrol
penggunaan sumberdaya lahan. Pada kenyataannya proses perencanaan merupakan
kegiatan yang tidak pernah selesai, karena selalu memerlukan peninjauan ualng atau
pengkajian , guna memberikan umpan balik dalam proses evaluasi. Dalam proses
penentuan alternatif , pemilihan alternatif dan evaluasi diperlukan analisis yang seksama.
          Analisis adalah uraian atau usaha mengetahui arti sutau keadaan. Data,
informasi atau keterangan mengenai suatu keadaan diurai dan dikaji hubungannya satu
sama lain, diselidiki kaitan yang ada antara yang satu dengan yang lainnya. Analisis
wilayah (regional) ialah cara melihat berbagai faktor perkembangan dalam skala wilayah.
Dalam hal analisis daerah, daerah dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah yang
batasannya ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu tujuan, sekala, dan proses. Tujuan
sangat besar pengaruhnya terhadap proses perencanaan.
          Pertanyaan untuk apakah? dan untuk Siapa dilakukan perencanaan ?,
menunjukkan peranan "tujuan"           dalam perencanaan.        Pada setiap pembuatan
perencanaan, perencana harus sudah mengetahui atau menetapkan tujuannya dan untuk
siapa perencanaan dibuat. Dalam konteks ini, proses perencanaan dapat diartikan
sebagai suatu usaha memaksimumkan segala sumberdaya yang ada pada suatu wilayah
atau negara untuk tujuan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan penduduknya.
Untuk dapat menerapkan asas memaksimumkan manfaat segala sumberdaya dengan
meminimumkan dana masyarakat, diperlukan kemampuan analisis atas kedua faktor yang
tidak saling menenggang tersebut.
          Skala perencanaan mempunyai peranan penting pula. Secara teori, perencana
dapat mencakup seluruh dunia, atau lebih kecil ialah batas wilayah negara. Sebagai
contoh, dapat dikemukakan perencanaan daerah aliran sungai yang menembus batas
wilayah negara.
          Pada umumnya kita memepersoalkan perencanaan dalam skala nasional,
wilayah dan setempat. Setiap cita-cita dan tujuan suatu negara dituangkan dalam rencana
/rancangan nasional yang kemudian dipecah-pecah ke dalam rancangan wilayah. Dalam
pelaksanaannya ke sasaran terakhir, rancangan wilayah diterjemahkan ke dalam rencana
setempat. Dari sini terlihat, rancangan daerah meuupakan jembatan antara rancangan
nasional dan setempat.
          Faktor perencanaan lainnya ialah proses. Daerah maupun kota selalu berubah.
Keadaan sosial akan berubah, lambat atau cepat. Bebagai perubahan ini tentu saja akan
                                          28



berpengaruh pada ekonomi masyarakat, sehingga selanjutnya berpengaruh pula pada
keadaan fisik daerah/kota. Daerah atau kota yang mengalami urbanisasi besar,
mengalami perubahan ekonomi dan fisik yang juga bergerak dengan cepat. Pulau Jawa
dan beberapa kota besar di Indonesia merupakan teladan yang bagus. Pola dan laju
proses perkembangan masyarakat, ekonomi, plitik dan lainnya dapat dikaji untuk
dijadikan bahan pertimbangan pokok bagi penentuan kebijakan perencanaan. Kebijakan
ini menyangkut beberapa aspek penting. Selain menentukan Apa yang dikembangkan,
juga harus menentukan BAGAIMANA, KAPAN, dan BERAPA BESAR
pengembangannya. Melihat pola dan laju perkembangan penduduk, seorang perencana
kota misalnya akan dapat menentukan segala kebutuhan yang diperlukan pada 10 tahun
mendatang. Hal ini sudah mencakup pertanyaan apa dan kapan. Dalam perencanaan, hal
tersebut belumlah cukup dan masih harus dilengkapi dengan pengetahuan "berapa besar"
pengembangan yang sebenarnya dibutuhkan , dan "bagaimana" mewujudkannya.
         Berbagai kesulitan akan dihadapi dalam pekerjaan analisis, terutama yang
menyangkut data, definisi daerah atau kota, penentuan batas daerah perencanaan dan
lainnya.    Dalam pekerjaan analisis, seringkali dihadapi berbagai kesulitan a.l.
ketersediaan data dan penentuan daerah perencanaan.

         Ketersediaan data.
         Data tidak selalu tersedia seperti yang diingini oleh kepentingan analisis.
Keadaan ini terutama dijumpai di Indonesia, yang sistem pencatatan datanya masih
beragam. Bahkan dalam suatu daerah pun, misalnya propinsi, terdapat perbedaan
pencatatan. Contohnya dalam hal data penduduk, terdapat kabupaten atau kecamatan
yang mencatat jumlah penduduk terinci menurut golongan umur , sedangkan lainnya
mencatat menurut golongan umur lima tahunan bahkan ada yang merinci dengan sebutan
anak-anak, dewasa dan tua.

        Penentuan daerah perencanaan.
        Daerah perencanaan tidak selalu terikat pada wilayah administrasi daerah.
Kadangkala daerah perencanaan didasarkan atas aspek fisik, misalnya daerah
perencanaan aliran sungai, daerah perencanaan persawahan pasang-surut, wilayah
pembangunan.

         1.2. Survei
         Survei merupakan tindakan awal dari sutau proses riset atau penelitian dan
biasnaya mengandung maksud untuk "pengumpulan data". Tahapan pengumpulan data
ini merupakan sarana pokok untuk menemukan penyelesaian suatu masalah secara
ilmiah. Penelitian merupakan penyelidikan dan epengujian yang amat kritis dan teliti
guna menanggapi dan memecahkan suatu masalah. Kesukaran umum pada proses
pemecahan masalah lazimnya berkisar pada dua sebab, yaitu
(1) Orang kurang mampu menggunakan cara pemecahan atau cara epenyelesaian
     masalah tersebut. Hal ini karena beberapa faktor, seperti kurang tajam dan kurang
     obyektifnya cara berfikir, kurang cerdas, kurang memiliki kemampuan psikis untuk
     berfikir secara rasional, tidak cukup memiliki ketrampilan teknis, tidak cukup
     memiliki ketrampilan sosial untuk menaggapi berbagai masalah sosial, dan
                                          29



     sebagainya. Keadaan seperti ini disebut sebagai "kekurangan formal" atau
     kekurangan yang bersifat metodologis.
(2). Disebabkan oleh kurangnya jumlah fakta yang ada hubungannya dengan
     permasalahan yang tengah dihadapi. Hal ini disebut sebagai "kekurangan bersifat
     materi" (Kartono, 1976).


         1.2.1. Pengumpulan Data
         Riset merupakan kegiatan ilmiah yang sistematik, terarah dan bertujuan.
Dengan demikian bukan merupakan pengumpulan data yang secara kebetulan, tetapi
menghimpun data dan informasi yang relevan. Dalam kegiatan ini perhlu diperhatikan
beberapa hal sbb: (1) Jenis data, (2) tempat diperolehnya data, (3) cara memperolehnya,
(4) jumlah data yang harus dikumpulkan agar mencukupi kebutuhan (cukup, memadai,
dan tepat).

        Jenis Data
(1). Data kuantitatif, yaitu data yang dapat diselidiki secara langsung dan dapat
     dihitung dengan menggunakan cara sederhana.
(2). Data kualitatif, data yang tidak dapat diselidiki secara langsung dan hanya dapat
     diukur dengan cara tidak langsung, seperti misalnya tingkat inteligensia,
     ketrampilan, kejujuran, dan lainnya.

        Sumber data
        Dua macam sumber data yang lazim dilibatkan adalah sumber lapangan dan
sumber dokumenter.

        1.2.3. Teknik pengumpulan data

         (1). Teknik Komunikasi
         Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengumpul data, sedangkan pihak lain
yang dihubungi bertindak sebagai ionforman. Dengan teknik ini terjadi komunikasi
tanya-jawab, baik secara lisan maupun tertulis. Oleh karena itu perlu diusahakan agar
pihak informan mau dan dapat mengerti isi dan arti dari masalah yang akan dibahas. Ada
dua faktor yang sangat berpengaruh , yaitu bahasa dan cara pendekatan. Beberapa
petunjuk dalam pelaksanaan teknik komunikasi ini a.l. (1) perumusan masalah dan
tujuan penelitian yang jelas, untuk menentukan pengarahan topik yang hendak
dikomunikasikan, (2) menggunakan alat komunikasi yang tepat dan penggunaan bahasa
yang harus menarik, bersikap simpatik dan luwes, (3). menghindari berbagai hal yang
dapat menyinggung harga diri dan perasaan subyek pemberi informasi. Menjunjung
tinggi kerahasiaan fakta pribadi, (4) kalau mungkin diadakan percobaan atau latihan
pendekatan terlebih dahulu.

        (2). Teknik Observasi
        Pada dasarnya teknik observasi sama dengan teknik komunikasi. Perbedaannya
adalah pada cara pengisian daftar sisian dan daftar pertanyaan. Pada teknik komunikasi
                                           30



pengisian dilakukan oleh informan, sedangkan pada teknik observasi dilakukan oleh
epeneliti.

         (3). Studi literatur
         Peneliti mempelajari data, kuantitatif dan kualitatif, melalui sumber dokumenter
(laporan, monografi daerah, dan lainnya).              Untuk kepentingan perencanaan
pembangunan wilayah, pengum pulan data dan informasi dengan cara-cara di atas masih
harus didukung dengan pengamatan langsung ke lapangan. Hal ini dapat dilakukan
dengan jalan menjelajahi seluruh daerah perencanaan, meninjau daerah perencanaan dari
udara, atau meninjau beberapa bagian daerah perencanaan yang dianggap dapat
memberikan gambaran daerah secara keseluruhan.

         1.3. Kompilasi data
         Data yang berhasil dikumpulkan dari survei dikumpulkan dan disusun
sedemikian rupa agar mudah dibaca, mudah dilihat kaitannya satu dengan yang lain, dan
informatif. Tahap kompilasi data ini harus mempunyai bobot "pra analisis", artinya dari
kompilasi data ini sudah dapat terbaca segala kecenderungan di masa mendatang, yang
akan sangat penting peranannya dalam proses peramalan. Macam kompilasi data
dipengaruhi oleh sistem analisis data yang akan digunakan, yang juga menentukan
volume data yang dibutuhkan. Oleh karena itu pencatatan data harus dibuat sedemikian
rupa agar bermanfaat bagi analisis data. Data mentah harus dibuat selengkap mungkin
dan terinci.
         Kompilasi data dapat disajikan dengan berbagai cara seperti dalam bentuk tabel,
peta, grafik, gambar dan bagan.

         1.4. Analisis data
         Analisis adalah penyelidikan sesuatu peristiwa untuk menge tahui penyebabnya,
dan bagaimana duduk perkaranya. Menganalisis ialah menyelidiki dengan menguraikan
masing-masing bagiannya (Poerwadarminta, 1976).              Pengertian "analisis" ini
memberikan petunjuk kepada kita apa yang menjadi tujuan pokok analisis. Di dalam
perencanaan daerah atau kota, siapakah yang harus mempu nyai kemampuan
menganalisis? Perencanaan selalu dihadapkan pada persoalan yang sangat rumit. Wilson
(1974) telah membagi proses perencanaan menjadi tiga kegiatan, yaitu: penyusunan
kebijaksanaan, rencana (disain) dan analisis.
         Perencana perlu memiliki kemampuan menganalisis agar mampu menemukan
persoalan dan meramalkan pengaruh (impact) perencanaannya. Penentu kebijaksanaan
harus mempunyai kemam puan merencana dengan baik untuk menjamin agar ia
mempunyai pandangan yang luas atas alternatif rencana yang dihadapinya, dan juga
memiliki sekedar kemampuan menganalisis guna membantu mengembangkan kriteria
penilaian dalam menentukan pilihan atas alternatif.
                                                 31



        KEBIJAKSANAAN                ............ Pelaksanaan

        Kriteria penilaian
        Perumusan tujuan


        RENCANA (DISAIN) .......... Penyajian rencana

        Mencari alternatif rencana



        ANALISIS             ..............           Diagnosis masalah

        Modes, sistem.



         Proses perencanaan yang lengkap selalu akan melalui tahap analisis.
Kebijaksanaan perencanaan muncul sebagai hasil dari proses analisis, dan seluruh wujud
perencanaan merupakan hasil dari proses analisis. Suatu daerah atau kota tidak akan
terus menerus berada dalam keadaannya sekarang, tetapi ia akan berubah. Perubahan ini
dpaat bergerak menuju ke arah positif, tetapi dapat pula bergerak ke arah negatif;
keduanya dikenal sebagai "perkembangan" daerah atau kota. Untuk mengetahui
perubahan ini dan untuk menentukan arah kecenderungan perkembangannya diperlukan
suatu alat observasi.
         Perencanaan tidak dapat dilepaskan dari pengetahuan akan kecenderungan
obyek perencanaan. Dengan mengetahui kecende rungan perkembangan dan berbagai
faktor atau variabel yang berpengaruh, dapatlah ditentukan strategi perencanaan agar
dicapai hasil sebaik mungkin. Untuk semua ini diperlukan analisis yang cukup teliti dan
rumit yang menyangkut berbagai segi kehidupan dan penghidupan daerah dan kota.
         Diagram keterkaitan tiga kegiatan dalam proses perencanaan pembangunan
wilayah dapat diabstraksikan seperti bagan berikut.
          Dalam analisis, yang diharapkan adalah kesimpulan analisis yang akan
digunakan sebagai pegangan tindakan selanjutnya. Selain metode logika, dalam analisis
data juga dikenal penggunaan model matematika yang akan memberikan jawaban baik
kuantitatif maupun kualitatif. Penggunaan model amtematika sudah barang tentu tidak
dapat dilepaskan dari beberapa asumsi yang mendasari pemakaiannya.

         1.5. Hakekat Perencanaan
         Dalam masyarakat Indonesia yang sedang membangun menuju masyarakat yang
adil dan makmur, pencapaian tujuan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari
perencanaan, yaitu program tindakan yang menuju ke kesejahteraan masyarakat.
         Ukuran kesejahteraan masyarakat merupakan ukuran relatif dan sangat sukar
didefinisikan. Kesejahteraan itu sendiri dibentuk oleh berbagai faktor yang kait
                                             32



mengkait yang dapat diterjemahkan ke dalam kegiatan masyarakat yang beraneka ragam
membentuk suatu sistem. Perencanaan merusaha merubah salah satu atau beberapa
faktor dalam sistem tersebut, yang diharapkan dapat menimbulkan suatu rangkaian
akibat yang merubah faktor lainnya dalam sistem tersebut secara positif.

        .
        .
        .


                   Indikasi tujuan (keluaran)
                   Pernyataan masalah
                   Pencapaian target


Rencana                                           Penilaian alternatif
Pendahuluan


Penilaian pendahuluan                   Sistem:Ramalan penghayat-
atas dampak yang di-                    an dan pengamatan sumber,
perkirakan timbul                       organisasi perorangan dan
                                        rumah-tangga
                                        Model & Sistem Informasi



Rencana                                 Ramalan pengaruh
mengungkapkan         Sistem analisis      luar, anggapan/
alternatif                                      asumsi, dll.




                    KERANGKA KEBIJAKSANAAN



         Dalam usaha pembangunan masyarakat, pemerintah dan masyarakat itu sendiri
dihadapkan kepada berbagai keterbatasan yang mengurangi kebebasan gerak usaha
usaha pencapaian tujuan. Bersamaan dengan segala keterbatasan tersebut, terkandung
hasrat mencapai hasil yang sebesar-besarnya untuk memenuhi segala kebutuhan sebagai
ukuran kesejahteraan. Dari kedua hal yang tidak saling menenggang inilah, perlu disusun
suatu rencana agar usaha pencapaian tujuan dapat berjalan efektif dan efisien. Hasil
                                          33



yang dicapai dari usaha menggunakan kemampuan maksimum dengan hasil sebesatr-
besarnya yang mungkin diperoleh, disebut "usaha optimum".

          Perencanaan merupakan proyeksi masa depan. Segala tindakan untuk tujuan
masa depan jelas mempunyai hubungan erat dengan apa yang dimiliki sekarang. Tidakan
tersebut di atas disadari oleh pemikiran pragmatis rasional untuk sutau kurun waktu
tertentu.     Perencanaan mendasari pembangunan, karena pembangunan berarti
perencanaan dan pelaksanaan. Pembangunan dapat pula diartikan sebagai usaha merubah
nilai suatu keadaan ke keadaan lain yang mempunyai mutu yang lebih baik.
          Perencanaan dimaksudkan untuk waktu yang akan datang, sehingga setiap
perencanaan harus dapat memperkirakan berbagai situasi yang akan terjadi di kemudian
hari. Dengan demikian, tidak saja tujuan yang dirumuskan, tetapi juga penelaahan situasi
yang cukup tepat harus merupakan indikator utama. Selain dihadapkan kepada beberapa
hal yang harus diramalkan, perencanaan dihadapkan pula kepada pemilihan tidakan yang
diperhitungkan mempunyai akibat potimum. Hal-hal ini mengakibatkan pentingnya
dilaukan analisis data dasar dan berbagai keterangan masa lalu, sehingga tujuan
perencanaan dapat diharapkan tercapai. Dengan analisis dapat pula diketahui dan dinilai
potensi dan masalah yang dihadapi, sehingga dengan demikian dapat dipilih serangkaian
alternatif tindakan guna memecahkan masalah yang dihadapi tersebut. Disamping itu
dapat diperhitungkan akibat berantai yang akan terjadi karena pelaksanaan suatu
tindakan.

        1.6. Analisis dan Model

         Untuk dapat melihat segala aspek perencanaan menurut proporsinya, perencana
harus mempunyai daya pandang yang luas dan menyeluruh. Oleh karena perencana pada
kenyataannya hanya merupakan bagian kecil daripada rancangannya, maka ia harus
"mengecilkan" atau 'menyederhanakan" obyek rencananya. Dengan kata lain perencana
menggunakan "model".
         Perencana pembangunan wilayah berkepentingan dengan kebutuhan penduduk
akan perumahan, perkembangan ekonomi dan pola transportasi (Wilson, 1974).
         Hal-hal di atas mewajibkan perencana untuk memper hatikan model
kependudukan (struktur penduduk, arus migrasi antar daerah) dan model ekonomi dalam
setiap kasus distribusi ruang kegiatan.
         Beberapa model yang sering digunakan ialah:
         (1). Model Kependudukan
         (2). Model Ekonomi
         (3). Model Transpor
         (4). Model Tempat Kediaman dan Pengadaan Rumah
         (5). Model pemilihan tempat kerja
         (6). Model Pengadaan dan penggunaan fasilitas.
                                          34



      PENDUDUK             KEGIATAN                ORGANISASI



                           Perumahan
                           Lapangan kerja



                           Organisasi                Pengadaan
Kebutuhan penduduk     Berbagai pelayanan            dan kadang
                                                     permintaan


                           Komunikasi



                           Prasarana



        Gambar     . Unsur pokok sistem wilayah (kota-daerah).


         Model atau simulasi digunakan sebagai langkah 'penye derhanaan' masalah
yang akan dianalisis. Penyederhanaan ini dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu:
(1). Menggunakan Model Matematika, yaitu menyatakan hubungan aspek perencanaan
     seperti hubungan matematika. Hal ini dilakukan pabila masalah yang akan
     dianalisis mempunyai hubungan yang dapat diasosiasikan dengan hubungan fungsi
     matematika, seperti garis lurus, lengkungan , model gravitasi, atau model aljabar
     lainnya. Contohnya adalah analisis perkembangan jumlah penduduk, analisis
     migrasi, analisis transportasi, analisis input-output, analisis ekonomi.
(2). Menggunakan model Miniatur, yaitu menyatakan obyek dalam skala miniatur yang
     tetap proporsional, misalnya maket, peta, sistem nilai.
                                          35




                               DAFTAR PUSTAKA




Cheema, G.S. 1981. Institutional Dimensions of Development. Maruzen Asia, United
        Nations Centre for Regional Development, Nagoya, Japan.

Edward, A.A.,R. Lal, P. Madden, R.H. Miller dan G. House. 1990. Sustainable
        Agricultural Systems. Soil and Water Conservation Society. Iowa.

Fu-Chen Lo. 1981. Rural-Urban Relations and Regional Development. The United
        Nations Centre for Regional Development. Maruzen Asia Pte. Ltd. Singapore.

Inayatullah 1977. Conseptual Framework For The Commonity Studies Of Rural
          Development Dalam Hagul P. Pembangunan Desa dan LSM. Dian Desa.
          Jakarta.

IRRI. 1977. Cropping Systems Research and Development for The Asian Rice Farmer.
         The International Rice Research Institute, Los Banos, Laguna, Philippines.

Isard, W. 1975. Introduction to regional science. prentice-hall, inc. Englewood Cliffs,
         New Jersey.

Maulie, TM. 1992. Efektivitas Pembangunan Desa Terpadu. Balai Pengkaderan
        Pembangunan Desa. Malang.

Mellor, John W. 1986. The Economic of Agrucultural Development. Cornell niversity
          Press, Ithaca, New York, USA.

Mercer, D.E. 1985. Guidelines for planning agroforestry development projects. East-
         West Environment and Policy Institute Working Paper, Honolulu, Hawaii.

Rai, N. 1980. Local level planning and rural development. Alternative strategies. United
          Nations Asian and Pasific Development Institute, bangkok. Concept publishing
          company, New Delhi.

Richardson, H.W. 1972. Regional Economics. Location Theory, Urban Structure, and
         Regional Change. Praeger Publishers, New York.

Soemarno. 1990. Studi Perencanaan Pengelolaan Lahan Secara Optimal di Sub DAS
        Konto Malang, Jawa Timur. Disertasi Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian
        Bogor.
                                        36




Soemarno. 1991a. Implementasi Model Tujuan Ganda dalam Pengelolaan Daerah Aliran
        Sungai. Studi Kasus di Sub DAS Pinjal, Kabupaten Malang. Jurnal Universitas
        Brawijaya, Vol. 3 No.2, Hal. 41-60.

Soemarno. 1991b. Model Perencanaan program pengelolaan lahan yang berwawasan
        lingkungan. Simposium Nasional Penelitian dan Pengembangan Sistem
        Usahatani Lahan Kering yang Berkelanjutan. Malang 29-31 Agustus 1991.

Soemarno. 1991c. Studi Model Alokasi Penggunaan Lahan yang Berwawasan Lingkungan
        di DAW Selorejo. Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. Jakarta, 3-7
        September 1991.

								
To top