REVITALISASI SAINS DASAR / MIPA KEMBANGKAN TEKNOLOGI BAGI by 1ygrs3W6

VIEWS: 48 PAGES: 65

									          Oleh :
 LILIK HENDRAJAYA
Prof. Ir. Drs. MSc. Ph.D
1. PENGERTIAN
  a. HUKUM ALAM ( FISIKA, KIMIA, BIOLOGI ) MENGATUR
     PROSES-PROSES ALAMIAH BEBERAPA PROSES
     HUKUM ALAMNYA TELAH DITEMUKAN SEHINGGA
     PROSES INI SANGAT DETERMINISTIK. GABUNGAN
     BEBERAPA PROSES DETERMINISTIK DENGAN
     “PERAN KOMPONENNYA” YANG KURANG PASTI
     MENGHASILKAN PROSES PROBABILISTIK.
  b. DIKEMBANGKAN CARA PENGUKURAN (YANG
     SIFATNYA ANALITIK) AGAR PROSES-PROSES TADI
     TERIDENTIFIKASI, TERPAHAMI DAN DAPAT
     DIMANFAATKAN
  c. DIKEMBANGKAN TATA BERPIKIR ANALITIK,
     SEHINGGA TERJADI KETERATURAN DAN
     PERTUMBUHAN
2. MENYUSUN PARADIGMA PERTUMBUHAN :
PARADIGMA KEMANDIRIAN PERGURUAN TINGGI

 a. TRIDHARMA TERPADU, PRODUKTIF, TERUKUR
 b. RISET MENUJU KE KEMANDIRIAN
 c. PENGEMBANGAN SDM AKADEMIK
 d. BISNIS PERGURUAN TINGGI YANG BERMARTABAT
      PARADIGMA
KUMPULAN ANGGAPAN YANG DISEPAKATI BERSAMA
          UNTUK DIGUNAKAN SEBAGAI
 POLA PIKIR DAN POLA KERJA UNTUK MENYUSUN
                  STRATEGI

  Paradigma & strategi
A. PARADIGMA
 DIAGRAM TRI DHARMA : POIN DAN COIN GENERATOR
      PROBLEM SOLVING                   PASAR / MASYARAKAT
      RANCANGAN
      PRODUKSI
                           PENGABDIAN      DIKLAT, LOKAKARYA        DANA PROYEK
                             KEPADA                                 HASIL PENJUALAN
                                           KONSULTASI, JASA IPTEK
                           MASYARAKAT                                KARYA
                                           BUKU PINTAR DSB
                           KEMAMPUAN                                DANA KERJASAMA
                              IPTEK




                        DASAR YANG KUAT
      PENDIDIKAN
                                               PENELITIAN
      ALIH IPTEK
                        KHASANAH BARU



CATATAN, BUKU                              PUBLIKASI PATENT,        DANA RISET
                    GAJI,
PENDIDIKAN S2, S3                          LISENSI                  ROYALTY
                    BEASISWA
POST DOCTORAL
     BAGAIMANA MENJALANKAN PARADIGMA
   TRIDHARMA TERPADU, PRODUKTIF, TERUKUR
1. INDIVIDU ( AKTIF, KREATIF, INOVATIF )
    • Pahami danlatihan , bagaimanamenghasilkan kegiatan dalam
      konsep “Terpadu”
    • Berlatih, mengerjakan kegiatan dan produktif mencapai sasaran.
    • Perbanyak “GAUL”
2. KELOMPOK KEAHLIAN ( ATUR EFEKTIVITAS)
    • Harus ada pimpinan dan pimpinan perlu berlatih menjadi pimpinan
      yang baik dan motivator bagi anggota
    • Mengatur kerjasama antar anggota, mobilitas anggota, dan
      pengaturan penggantian tugas mengajar
    • STRATEGI : Pertumubuhan ilmu,Penerapan ilmu, dan
      pengembangan DIKLAT terkait
3. INSTITUSIONAL
    • Pengaturan kegiatan bagi manfaat institusional
    • Saling belajar berbagi /pengalaman
    • Dukungan fasilitas, regulasi, ke-saling pengerti-an
B. PARADIGMA
JENIS TUJUAN RISET
                   RISET TAHAPAN YANG DI EVALUASI
                   KEMAJUANNYA UNTUK KEPENTINGAN
        RISET      KEMAJUAN IPTEK DAN PEMBENTUKAN
        AKADEMIK   KOMPETENSI PELAKSANAANNYA.

                   HASIL : PUBLIKASI, PATENT, PROTOTIPE
                   LABORATORIUM
RISET
        RISET         RISET AKADEMIK YANG
        MEMBANGUN     DIARAHKAN MENGHASILKAN
        INSTITUSI /   KOMODITAS YANG TERPASARKAN
        NEGARA        UNTUK MENJAMIN
                      KEBERLANJUTANNYA.

                      HASIL : HASIL RISET AKADEMIK
                      DAN KOMODITAS IPTEK.
PILAR - 1

PERISET WAJIB BERSEMANGAT DAN
MEMILIH METODOLOGI YANG TEPAT
AGAR SEGERA ATAU KELAK (TERUKUR
WAKTUNYA) KARYANYA MENJADI
KOMODITAS YANG TERSERAP PASAR.
OLEH KARENANYA, METODOLOGI
BERIKUT PERLU DI RUJUK
                      PILAR ALUR KERJA
           RISET ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

                                      MODIFIKASI MODEL

                    MODEL TEORI           RUMUSAN         PERILAKU
                                          PERILAKU        TEORETIK
                                                         “TERUKUR”
                    FENOMENA,
  Start             RANCANGAN BARU,
                                              METODE
                                                                        Tidak
                    ATAU PERSOALAN
KHASANAH            YANG DIBAHAS              PENGUKUR-
IPTEK                                         AN DAN
                                              PENGOLAH-
- HUKUM ALAM,           KONSEP                AN DATA
                        PENGUKURAN
                                                                          Ya
- PRINSIP-PRINSIP
- RANCANGAN             LANGSUNG DAN
  DASAR                 TAK LANGSUNG          PERILAKU EMPIRIS


                      INSTRUMENTASI                  FENOMENA RANCANGAN
                      RANCANGAN PENGUKURAN           BARU ATAU PERSOALAN
                                                     TERJELASKAN

 HUKUM, PRINSIP-
                            TEMUAN, INOVASI, INVENSI
 PRINSIP, ATAU
 RANCANGAN
 DASAR                                   PREDIKSI REALISASI RANCANGAN
PILAR - 2
RISET HARUS MENGUATKAN SALAH SATU DARI
TIGA KOMPONEN HASIL, YAITU :
1. TEORI, AGAR ILMU TUMBUH MAJU.
2. TERAPAN, YAITU BAGAIMANA TEORI MENJAWAB
   PERSOALAN NYATA.
3. INDUSTRI, YAITU TERAPAN YANG TERBUKTI DAPAT
   HASILKAN PENDAPATAN ( UANG ) BERKELANJUTAN
  ( UNTUK ITU PERLU DIBAKUKAN ).

CATATAN :
• TEORI    :   COST CENTER
• TERAPAN :    SURPLUS CENTER
• INDUSTRI :   PROFIT CENTER
DI TIAP TUBUH TEORI SUATU
ILMU PENGETAHUAN SELALU
ADA BAGIAN ILMU YANG
BERKEMAMPUAN MENGUATKAN
“INTI” TEORI DAN HASILKAN
CARA BERPIKIR KE “TERAPAN”
PILAR-2                PERTUMBUHAN IPTEK MANDIRI
(lanjutan)             BERKELANJUTAN


                                       TEORI


                          TERAPAN




                                                        TERAPAN
   DANA                                                           DANA ( JASA )
                                    PENEMUAN
DANA                                                                    DANA ( LABA )




                             DANA & FASILITAS
 TERAPAN           : TEORI MENJAWAB PERMASALAHAN
 INDUSTRI          : TERAPAN YANG TERBUKTI BISA MENGHASILKAN        PENDAPATAN DAN
                   DIBAKUKAN
 Dana JASA DAN LABA mengalir menguatkan / memantapkan teori
PILAR - 3 APA YANG DIHASILKAN OLEH RISET IPTEK
    Khasanah iptek :           Jasa pendidikan &    Ceramah, seminar ,
• Ensiklopedi dan              latihan              simposium /
  tulisan ilmiah populer   • Pendidkan formal       kongres iptek
• Informasi ilmiah           S1 s/d S3             • Temu pakar, temu
  dalam CD-ROM             • Pelatihan               ilmuwan
• Komik ilmiah populer       ketrampilan           • Ceramah ilmiah
• Jurnal ilmiah.           • Lokakarya ilmiah      • Pameran
• Buku dan buku pintar       produk teknologi
                                                   • Lomba ilmiah
• Kumpulan data.           • Pelatihan


    Jasa konsultasi:           produk teknologi
                           •   Patent               Catatan :
•   “Problem solving”
•   Survei                 •   Lisensi              patent dan
                           •   Prototip             lisensi itu
•   Pengukuran
                                                    didaftarkan,
•   Merancang              •   Perangkat lunak
                                                    dipasarkan
•   Kepakaran              •   Produk               dan dibela
    operasional                                     secara hukum.
PILAR - 4
       PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA RISET
                                    PROSES MANJADI
EMPAT BAIK                          • Mengembangkan kemampuan
• Baik pada bidang kompetensinya      abstraksi dan menghubungkan
                                      teori dalam menyederhanakan
  dan maupun alih iptek dari dan
                                      permasalahan
  kedirinya
                                    • Mengembangkan dirinya
• Baik produktivitas karyanya dan     sebagai “server”masyarakat dan
  diakui oleh komunitas bidangnya     pasar
• Baik leadershipnya (team work)    • Mengembangkan dirinya untuk
• Baik peran sosialnya                menjadi terbaik
  (komunikatif)                     • Mengembangkan kemampuan
                                      manajemen kerja
C. PARADIGMA
1. SEMANGAT
  PERGURUAN TINGGI HARUS BERKEINGINAN KUAT AGAR
  STAF AKADEMIKNYA (TERSELEKSI) DIPROGRAMKAN UNTUK
  MENDAPATKAN GELAR DOKTOR (S3) MELALUI RISET YANG
  BENAR DAN BERMANFAAT


                         KOMPETENSI AKADEMIK YANG
2. STAF AKADEMIK
                         MENAJAM (CONE OF COMPETENCE)
   PERLU MEMPUNYAI
   KEMAMPUAN
                         SEIRING DENGAN AKADEMIK PERLU
                         MENDAPATKAN PENGETAHUAN DAN
                         PENGALAMAN MANAJERIAL YANG
                         KOMPLEMENTER (SPIRAL OF
                         MANAGEMENT)
3. “KERUCUT” KOMPETENSI

    RISET                 JABATAN AKADEMIK

RISET PASCA DOKTOR
• RISET MAJU
                                 GURU
• RISET INSTITUSIONAL
                                 BESAR
• RISET PEMBERDAYAAN            / SR RF
  (INDUSTRIAL)
                              LEKTOR
RISET DOKTORAL               KEPALA / RF
• PENEMUAN
• KOMPREHENSIF              LEKTOR / JR. RF

RISET PRA DOKTOR
                              ASISTEN

                             PENDIDIKAN
4. SPIRAL MANAJEMEN

                       INTERNASIONAL
                         NASIONAL,
                       PEMERINTAHAN

                        UNIVERSITAS

                          LEMBAGA

                          FAKULTAS

                      PUSAT PENELITIAN

                       JURUSAN / PRODI

                       LABORATORIUM

 SPIRAL MANAJEMEN     STRATA PENUGASAN
5. PUTARAN SPIRAL :
   DAUR AKTIVITAS MANAJERIAL



                 • KEMAJUAN DAN
                 • KEKUATAN       • PRESTASI
                   INSTITUSI      • KONTRIBUSI
                 • LEADERSHIP     • DINAMISATOR
                 • APRESIASI

   PENINGKATAN   SEMANGAT
     MATURITAS                    • VISIONER
                 KERJA/BELAJAR
                                  • FOKUS TUGAS
                     • LOYAL
                                  • GAUL
                     • SOP
                     • ADAPTASI
6. KETERPADUAN KESEIRINGAN


KEGIATAN RISET   KEGIATAN PENDIDIKAN    KEGIATAN
                                       MANAJERIAL
7. WAWASAN SOSIO-NASIONALISME DAN
   INTERNASIONALISME
 PADA TINGKAT MATURITAS MENENGAH, SEORANG STAF
 AKADEMIK PERLU MEMAHAMI WAWASAN SOSIO-NASIONALISME
 DAN INTERNASIONALISME, YAITU ANTARA LAIN BERISI :
  • PEMAHAMAN KEBANGSAAN DAN CINTA TANAH AIR
  • KEHIDUPAN DEMOKRASI DALAM :
     - MENGAMBIL KEPUTUSAN BAGI KEHIDUPAN BANGSA
       DAN NEGARA
     - MEMILIH PIMPINAN BANGSA DAN NEGARA
  • KEHIDUPAN BERKEADILAN DAN TERLINDUNGI SECARA HUKUM.
  • PERGAULAN ANTAR BANGSA
  • MASALAH PENJAJAHAN DAN KEMERDEKAAN
 BEKAL INI MERUPAKAN “PERSIAPAN” JIKA TENAGA AKADEMIK
 INGIN ATAU “DIPINANG” MENJADI PEMIMPIN
 MASYARAKAT/BANGSA
8. ALAT UTAMA MANUSIA
 •   OTAK DAN PIKIRAN
     ANALISIS, SINTESIS, INOVASI, PERENCANAAN, CITA-CITA,….DSB.
 •   OTOT DAN BEKERJA
     LAKSANAKAN SOP, PRODUKTIF, ADAPTASI, KERJASAMA, …. DSB.
 •   OMONG DAN KOMUNIKASI
     GAUL, DIPLOMASI, PENJELASAN, APRESIASI, PEMASARAN,…DSB.

                            “TRIPLE O”
 NOTASI MATEMATIK :
      OTAK                 : PEMIKIRAN BARU = DIVERGENSI

                                               (   ●)

 OTOT DAN OMONG         : LAKUKAN TERUS-MENERUS            ROTASI
                         DAN MAJU               =
                                                           ( X)
9. BAGAIMANA MANUSIA BERKINERJA
   DAN BERPERILAKU
  •   KOMPETENSI MENGHASILKAN SIKAP :
       – DETERMINISTIK
       – EGO
       – FANATIK
  •   PERGAULAN DAN KEMANUSIAAN MENGHARUSKAN SIKAP
      “ADAPTIF”
  •   ATTITUDE REFORMING :
      MENCARI BENTUK SIKAP YANG TEPAT ADAPTIF SITUASIONAL


10. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
      KEGIATAN AKADEMIK MEMERLUKAN DAN SEKALIGUS
      MENCIPTAKAN ATMOSFIR KONDUSIF BAGI PERTUMBUHAN
      KEHIDUPAN PERGURUAN TINGGI.
BINA GRUP DAN PUSAT RISET
1. SEBAGAI “ S B U ”
   ( STRATEGIC BUSINESS UNIT )

   a. BINA KARIR
   b. BINA FUNGSI (PENDIDIK, PERISET, PENCERAH)
   c. PRODUKSI “KOMODITAS”
   d. BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY)
           PIRAMIDA KETERPADUAN
PRODUKSI KOMODITAS                                    BINA FUNGSI

INOVASI, RUMUSAN
                                                   - PROMOTOR
PROBLEM SOLVING                                    - FILSAFAT ILMU
                                                   - PERTUMBUHAN ILMU
RUTIN
                              GURU BESAR
                                 SR
                                                       - KETERPADUAN
PROBLEM SOLVING        LEKTOR
                       KEPALA                          - TEAM WORK
RUTIN                                                  - BINA JARINGAN

LAYANAN PRODUKSI                                          - LABORATORIUM
                     LEKTOR                               - PERKULIAHAN
RUTIN
                                                          - RISET RINCI



                               BINA KARIR
                               - VISI PERTUMBUHAN ILMU (NORMATIF)
                               - PRODUKTIVITAS
                               - KEPEIMPINAN & PERAN SOSIAL
2. BINA KEGIATAN
   a. JENIS KEGIATAN RISET
       RISET YANG DIKERJAKAN SECARA KELOMPOK KELEMBAGAAN
        (TUJUAN JELAS, CARA PENGERJAAN STANDAR)
       RISET YANG DIKERJAKAN SECARA INDIVIDU (KHAS ILMUNYA,
        CARI “DISCOVERY”)
       RISET AWAL (UNTUK PEMBINAAN PEMULA
   b. PENGGUNAAN DANA RISET
       PENGGAJIAN PERISET
              TIAP PAKET
              GAJI KELEMAGAAN
       BIAYA OPERASIONAL RISET
       PENGEMBANGAN INSTITUSI
       DUKUNGAN UNTUK RISET AWAL
   c. “CLUB”
       WAHANA INTERAKSI ANTAR PERISAT DAN PERISET DENGAN
        MASYARAKAT / PASAR
       KEGIATAN SOSIAL KEAKRABAN
D. PARADIGMA



   ( + BEBERAPA “TIPS” )
1. STRUKTUR FINANSIAL “KEKUATAN”
   PERGURUAN TINGGI
KEGIATAN                                         MITRA DAN PASAR
• RISET MAJU                                             • PEMERINTAH
• RISET INSTITUSI                        HIBAH           • INDUSTRI MAJU
• RISET INDUSTRI              RISET
                                                         • MITRA RISET
                             MENUJU
• REVERSE                      KE                        • .......
• ENGINEERING              KEMANDIRIAN


• PASCA SARJANA                                          • PEMERINTAH
                           PENDIDIKAN      SPP           • INDUSTRI
  (TAYLOR MADE)          PASCA SARJANA
• MAGISTER PRAKTEK                                       • DUNIA USAHA
                                           KHUSUS        • ORGANISASI
• DIPLOMA                 PENDIDIKAN                                            “TAMBANG
• SERTIFIKAT TERAMPIL                                    • ......
                            MASSAL                                                EMAS”

                                                     • PEMDA
• KONSULTASI                               DANA JASA • INDUSTRI
• SUPERVISI             TERAPAN IPTEK
                                                     • MASYARAKAT
• PILOT PROJECT           DAN RISET                  • PENGUSAHA
                                                     • .....                    DANA MASUK

• SEMBAKO                                         BELI   • SEMBAKO
• TRANSPORTASI,                                          • TRANSPORTASI,         DANA
  PERGUDANGAN           BISNIS UMUM                        PERGUDANGAN           PENDUKUNG
• ASURANSI (IN, OUT)                                     • ASURANSI (IN, OUT)
2. MENGHITUNG HARGA UNTUK PERGURUAN TINGGI

a. TENTUKAN : “MINIMUM ON TOP PERGURUAN TINGGI”
  % ON TOP : 10% - 30% ?
b. HARGA PENAWARAN (UNTUK NEGOSIASI)
  HARGA PRODUKSI (DARI LAB, POKJA, PUSAT, . . . )
                     +
                  ON TOP
  HITUNGAN :

    ON TOP
    HARGA PENAWARAN        = 10 – 30%
c. PEMBAGIAN SETELAH KESEPAKATAN
  NEGOSIASI  HARGA JADI

  KONTRIBUSI UNTUK PERGURUAN TINGGI =
     % ON TOP X HARGA JADI

  BAGIAN UNTUK PRODUKSI =
     [ 100% - % ON TOP ] X HARGA JADI

d. HARGA “ PLAFOND ” DI PASAR ADALAH UNTUK
   PERGURUAN TINGGI BUKAN “ MILIK ” PERORANGAN,
   LAB, POKJA, … DSB.
3. PRODUKSI KAMPUS


                                                               TEORI
                                           TERAPAN
                        INDUSTRIAL




  LISENSI, FRANCHISE     REAL PROBLEM        CARA BERPIKIR &       TUBUH ILMU
  INDUSTRI BARU           SOLVING             BEKERJA                  BUKU TEXT
  PENINGKATAN &          LOGIKA PERUMUSAN                             SOAL – JAWAB
                                                  BUKU PINTAR
   PENGEMBANGAN           RANCANGAN                                    VCD KULIAH
                                                  KUMPULAN LOGIKA
   PRODUK                  LABORATORIUM                                 FILSAFAT
                                                  PELATIHAN
  SISTEM PENJUALAN        PENGEMBANGAN           FORUM DISKUSI
  SISTEM PRODUKSI         PRODUK
  FORUM                  PELATIHAN,
  TRANSAKSI               LOKAKARYA                   PENERBIT UNIVERSITAS
  ...                    INKUBATOR USAHA /
                                                       TOKO BUKU
                           BISNIS
                          PATENT
                          FORUM KONSULTASI



                             UNIVERSITY CLUB
5.
a. PROFESIONAL
  KONSISTENSI HASILKAN “PRODUK” SESUAI
  JANJI KUALITAS, MANFAAT, TEPAT WAKTU,
  LAYANAN PASCA JUAL DAN BERKELANJUTAN

b. HASILKAN PRESTASI
  PRESTASI =
    POTENSI       X   MOTIVASI

   • PENGETAHUAN      • SIKAP ( ATTITUDE )
   • KOMPETENSI       • PERGAULAN ( INTER PERSONAL
   • KETERAMPILAN      RELATIONSHIP
     ( SKILL )
BE PROFESSIONAL


           KNOWLEDGE

                       10%
        SKILL    15%

                             ATTITUDE

INTERPERSONAL
 RELATIONSHIP
                              PRECISE
c. CORE ATTITUDE          •   Perfect
                          •   Logical
                          •   Effective
                          •   Efficient
                                               INTEGRITY
       INTEGRATION
                                           •   Honest
  •   Team Working
                                           •   Sincere
  •   Adaptive              CORE           •   Faithful
  •   Share               ATTITUDE         •   Determine
  •   SOP
                                           •   Persistent
  •   Communication
                                           •   Hard Work
  •   Service Control
                                           •   Trusted
  •   Punctual
                        CONSTRUCTIVE       •   Commitment
                        • Positive
                        • Creative
                        • Initiative
                        • Proactive
                        • Solution
                        • Imaginative
                        • Deliver Result
d. TIPS . . . “ META RASIONAL “
   SABAR, KENDALIKAN NAFAS DAN ADRENALIN ANDA
   BERSERAH DIRI KEPADA YANG MAHA KUASA
   EVALUASI DIRI ( MAWAS DIRI ) SETIAP SAAT
   CITA-CITA DICAPAI DENGAN UPAYA TOTAL
   KEMBANGKAN “KECERDASAN MAGNETIK“ ANDA
    UNTUK “MENEMBUS BATAS“
    DALAM KOMUNIKASI
    DAN DAPATKAN
    “RIDHA ALLAH“
MEKANIS
  ME
                                             GAGAL ( G )
                                             SUKSES ( S )
                      PROSES / TUJUAN        GAGAL ( G )
                         ANTARA
                                             SUKSES ( S )
             UPAYA RASIONAL
                              EKSPLORASI
                                                             TUJUAN
                                                            SASARAN
KEINGINAN
 CITA-CITA
(POSITIVE)
              PANCARKAN
              KEHENDAK
              (PIKIRAN)
                              JALUR
                              BARU             !            YG PALING
                                                              TEPAT
                              PROSES
              “KECERDASAN     BARU          KONVERGEN
              MAGNETIK”

             DOA
             KEPADA
             ALLAH                         RIDHA ALLAH
      ( KAMPUS + JARINGANNYA )                                   “ TAMBANG EMAS “

                                               PEMDA
                                             KABUPATEN/
                                                KOTA
                   PERGURUAN
                      TINGGI
                     SWASTA          SUPER         HARDWARE        PROGRAM
                                    MARKET       ELEKTRONIKA &       MM+
                                                   KOMPUTER         BISNIS

                        PEDAGANG
                          RESTO         KAMPUS
                                                          PERBANKAN          INDUSTRI
             GROUP                       DOSEN               BPR
            DOKTER,                     PEGAWAI
          RUMAH SAKIT                  MAHASISWA
            APOTIK       PEDAGANG                                                       USAHA,
                            ATK,                                     ALUMNI
                                                       HOTEL,                           BISNIS
                           BUKU                                    PERG. TINGGI
                                                      WISMA,
           JARINGAN
                                     INDEKOSAN        LOSMEN
              PER                        &                                                   KOTA BESAR
           DAGANGAN                                                                           PROPINSI
                                     KONTRAKAN                                   JASA
                         TOKOH                                                KONSULTASI     KABUPATEN
                                                                PARIWISATA
                         POLITIK                 ORANG TUA
                                                 MAHASISWA
                                    PEKERJAAN
                                    ORANG TUA
TANTANGAN !
JIKA TIDAK                                                                                       “ TAMBANG EMAS “
DITAMBANG SENDIRI
(INSTITUSIONAL PERG TINGGI),
ORANG LAIN AKAN MENAMBANGNYA !
a. PRODUKTIVITAS KELOMPOK
 PRODUKTIVITAS ( P ) BERGANTUNG PADA INTERAKSI KELOMPOK ( I )
 DUA ORANG BERINTERAKSI POSITIF HASILNYA LEBIH BESAR DARI
  PADA BEKERJA SENDIRIAN
 INTERAKSI MEMPUNYAI KOMPONEN : SILATURAHMI (AKRAB) DAN
  KERJASAMA KARENA TUGAS ( K )
          I=A+K
 SILATURAHMI AKAN CENDERUNG MENURUN KECUALI ADA INTERAKSI
           dA
           d t = - a A + I , t = Waktu
 KERJASAMA AKAN MENURUN DAN SELESAI KECUALI ADA
  SILATURAHMI DAN ATAU TUGAS BARU ( T )
           dK
           d t = - b1 K + b2 A + T
 INTERAKSI MEMERLUKAN SEMANGAT UNTUK BERBUAT ( S ), SEMANGAT
  AKAN MENURUN KECUALI ADA PENGHARGAAN ( H )
           dS
           dt = -cS+H
b. SIKLUS PENJUALAN
•   PROSPECTING
     SUATU PROSES MENGUMPULKAN NAMA-NAMA ORANG ATAU
      PERUSAHAAN YANG BERKUALITAS KEPADA SIAPA ANDA AKAN
      MENJUAL PRODUK
•   APPROACHING
     TAHAP DIMANA SALESMAN BERSIAP-SIAP UNTUK MEMBUAT KONTAK
      PERTAMA DAN MEMBUAT JANJI UNTUK BERTEMU DENGAN PROSPEK
• FACT FINDING
     TAHAP UNTUK MENDAPATKAN DATA DAN INFORMASI TENTANG
      PROSPEK DAN MENEMUKAN KEBUTUHAN
•   PRESENTING & CLOSING
     MERUPAKAN TAHAPAN WAWANCARA PENUTUP UNTUK MEMBANTU
      PROSPEK AGAR SEGERA MEMBUAT KEPUTUSAN MELAKUKAN
      PEMBELIAN SAAT ITU JUGA
•   GOODS DELIVERY & AFTER SALES SERVICE
     TAHAPAN PENYERAHAN BARANG YANG DIBELI DAN PEMBERIAN
      PELAYANAN KEPADA KLIEN, SETELAH TERJADINYA PENJUALAN.
      DITUJUKAN UNTUK MEMBERIKAN KEPUASAN KEPADA CUSTOMER DAN
      MENDAPATKAN NAMA-NAMA BARU
c. SELLING SKILL
   KUNCI UTAMA
   K : KNOWLEDGE
   A : ATTITUDE
   S : SKILL
   H : HABIT
• KNOWLEDGE
  – PERUSAHAAN ( COMPANY PROFILE )
  – PRODUK YANG DIJUAL
  – KEBUTUHAN COSTUMER
• ATTITUDE
  –   PERCAYA DIRI
  –   TRUSTED
  –   DISIPLIN
  –   ANTUSIAS
  –   HIGH FIGHTING SPIRIT
  –   POSITIVE THINKING
  –   THING BIG
• SKILL
  –   COMMUNICATION SKILL
  –   INTERPERSONAL SKILL
  –   NEGOTIATION SKILL
  –   COSTUMER ORIENTED
• HABIT
  –   KEBIASAAN TEPAT WAKTU
  –   KEBIASAAN MENJAGA PENAMPILAN
  –   KEBIASAAN MENJAGA TETAP PRIMA
  –   SELF MESSAGE
d. BERIKUT ADALAH
         HAL-HAL YANG PERLU DICERMATI
  1) PAHAMI PRODUK YANG ANDA JUAL
    (CARA PRODUKSI, UPAYA TERKAIT, KEMAMPUAN
    APA SAJA, MANFAAT …)
  2) KELOMPOKKAN YANG HARUS ANDA PASARKAN
    SECARA BERTERKAITAN (KEGUNAAN,
    PENGETAHUAN, KEORGANISASIAN . . . )
  3) KEMBANGKAN HOBI DAN KEBIASAAN YANG
    MENDEKATKAN ANDA DENGAN PASAR
4) HINDARKAN KATA-KATA “TIDAK”, “TIDAK MAU”
  DAN PERNYATAAN NEGATIF
5) KAITKAN SEMUA DENGAN “CORE COMPETENCE”
  PERGURUAN TINGGI :
    PENDIDIKAN DAN LATIHAN
    PENGKAJIAN / STUDI
  TAMBAHAN :
    MENYALURKAN DAN MENCIPTAKAN
     LAPANGAN KERJA
6) KEMAS PRODUK ANDA DENGAN SUATU PENJELASAN
   YANG SIFATNYA :
     MEMAJUKAN DAN MENCERDASKAN MASYARAKAT
     MEMAJUKAN USAHA PENGGUNA ( NASABAH )
7) JANGAN BENCI KOMPETITOR
     KADANG-KADANG PERLU AJAK KOMPETITOR JIKA
      KITA MENANG, SEBAGAI SUB-CONTRACTOR DAN
      SEBALIKNYA
8) PASAR ITU LUAS . . . . .
     KEJAR YANG PASTI DULU . . . . .
     KEMBANGKAN DIRI AGAR
      DAPAT KEJAR LAINNYA
e. BAGAIMANA “MEMPENGARUHI” ( arti positif )
  CALON NASABAH POTENSIAL UNTUK MAU MEMBELI

  MODAL UTAMA :
   MEMAHAMI “CORE ATTITUDE”
   PANCARKAN ATAU OTOMATIS TERPANCAR
     “ POSITIVE FIRST IMPRESSION “
   REALISASIKAN “POSITIVE IMPRESSION” SECARA
    TAHAPAN :
      BICARA JELAS DAN RAMAH
      PENDENGAR YANG BAIK
      SAMPAIKAN APA-APA DENGAN BENAR DAN JELAS
      CARI KECOCOKAN DENGAN PENDAPAT DAN PENDIRIAN CALON
       NASABAH, KEMUDIAN MASUKKAN YANG DITAWARKAN ADALAH
       BAGIAN YANG DIINGINKAN CALON NASABAH
 PANCARKAN KEINGINAN PIKIRAN ANDA
  AGAR CALON NASABAH COCOK
 MULAILAH BICARA DENGAN APA YANG
 DIPERLUKAN NASABAH / PELANGGAN, MASUKAN
 APA YANG KITA PUNYA YANG SESUAI DENGAN
 YANG DIINGINKAN, TAMBAHKAN “PLUS”NYA DAN
 IKUTKAN PRODUK LAINNYA . . . . .
   JANGAN “NATO”   : NO ACTION TALK ONLY
   TETAPI “WATI”   : WITH ACTION TALK INTERESTING
 PROGRAM DOKTOR MANDIRI
 UNTUK PRODUKSI                                                  PEMDA,
                                    •BADAN                    PROP, KAB/KOTA
                                     USAHA
                                                              RAKYAT PETANI
                      DITJEN        •UKM                         KELAPA
                       DIKTI
                                  HUB KERJA   PERGURUAN
- PROGRAM DOKTOR S3
                                                 TINGGI
- SISTEM PRODUKSI
                                                DAERAH
- PEMASARAN
- JARINGAN
                                                            SURPLUS CENTER
                                 DOSEN                         DI DAERAH
    PENAWARAN
                               PESERTA S3
                                                          • SENTRA PRODUKSI,
                                                            PEMASARAN
                                                             • RISET & JASA


PROBLEM
SOLVING “MKG”
                                                   DIHADIRI STAKE HOLDER
INDONESIA
                                  EVALUASI         LAP AKADEMIK - PUBLIKASI
                                  TAHAPAN
PROF / PROMOTOR                                    LAP SURPLUS CENTER
PERG. TINGGI – “A”
BAGAIMANA MEMBENTUK “SURPLUS CENTER”
1. SURPLUS CENTER = LABORATORIUM LAYANAN,
   KONSULTAN PROBLEM SOLVING, PRODUCTION
   HOUSE/PABRIK, SENTRA, TOKO, KONTRAKTOR . . .

2. PILIH BENTUK YANG PALING MUDAH BEROPERASI,
   BUAT “WEB” SEBAGAI AWAL

3. PERLU SOSIALISASI / PRESENTASI DI AWALNYA,
   TIM PROMOTOR PERLU AKTIF

4. JARINGAN YANG TERBENTUK DIPELIHARA SEBAGAI
   KEKUATAN PERGURUAN TINGGI MENGATUR BISNIS
   KEPAKARAN
3. METODE DETERMINISTIK UNTUK DETEKSI
   MASSA – METODE GRAVITASI
  RUMUS DASAR :
                                 Δ d V 1Z
          Δg   (r)=G
                                |(r –    1
                                        r )|   3
                          Vol
  Anomali
       Δg ( r ) =   dapat diukur di permukaan
             r =    posisi di permukaan (diketahui)
             G =    Konstanta Gravitasi, diketahui
            Δ =    Kontras densitas, diketahui
          dV1 =     Volume benda tidak diketahui
             r1 =   posisi benda tidak diketahui
BAGAIMANA MENENTUKAN :
  Δ  , Volume Benda dan posisi benda kalau
  hanya Δ g ( r ) di banyak titik amat yang
  diketahui (dapat diketahui) ?


METODE ANALITIKNYA :
• KENALI ANOMALI BENDA SEDERHANA TENTUKAN
  V 1, TENTUKAN (TEBA) Δ  , POSISI DIPEROLEH
• METODE OPTIMISASI SECARA NUMERIK
4. YAKIN ADA KETERATURAN TETAPI HUKUM ALAMNYA
   BELUM DIKETAHUI PRODUKSI KARBOHIDRAT DARI
   TUMBUHAN FUNGSI DARI KANDUNGAN AIR DI MEDIA
   TANAM, PUPUK, SINAR MATAHARI, KO2 DI UDARA.

     P = P ( a, f, u, c )
   DILAKUKAN PERCOBAAN DENGAN PERLAKUAN
   a, f, u, c   BERUBAH-UBAH DAN DIUKUR P
   KEMUDIAN DILAKUKAN MULTIPEL REGRESI
   DENGAN MODEL FUNGSI TERTENTU :
   liner, polinomial, pangkat (Cobb-Douglas),
   Hubbert dsb.
5. HUKUM PELURUHAN ATAU “DECAY’ EKSPONENSIAL
  TERHADAP WAKTU DASAR

      dN = -a N dt
   N = jumlah, t = waktu, a = telapan positif
       N = No e        –at

   a. PENERAPAN PADA PROSES DETERMINISTIK
       • PELURUHAN RADIO AKTIF
       • BIRTH & DEATH PROCESS
       • PENURUNAN SUHU BENDA DI RUANGAN
CONTOH :
1) PELURUHAN RADIO AKTIF

           N = No e –  t tunggal
    Bertahap :   Ao  A1          A2
    Bagaimana menghitung umur jika diamati sisa A dan hasil
    stabil A2 ?
    A1 = Ao e –  t
    d A1 = ( + o - 2 A1 ) d t         dapat dilanjutkan sendiri
2) PROSES LAHIR DAN MATI ( KEPENDUDUKAN )
   d P = ( + 1 - 2 ) P d t   ,   1 = Lahir , 2 = mati
3) PENURUNAN SUHU BENDA DI RUANGAN

  d T = - d ( T - Tr ) d t
b. PROSES INTERAKSI KEAKRABAN ANTAR MANUSIA
PRODUKTIVITAS KELOMPOK :
 PRODUKTIVITAS ( P ) BERGANTUNG PADA INTERAKSI KELOMPOK ( I )
 DUA ORANG BERINTERAKSI POSITIF HASILNYA LEBIH BESAR DARI
  PADA BEKERJA SENDIRIAN
 INTERAKSI MEMPUNYAI KOMPONEN : SILATURAHMI (AKRAB) DAN
  KERJASAMA KARENA TUGAS ( K )
          I=A+K
 SILATURAHMI AKAN CENDERUNG MENURUN KECUALI ADA INTERAKSI
           dA
           d t = - a A + I , t = Waktu
 KERJASAMA AKAN MENURUN DAN SELESAI KECUALI ADA
  SILATURAHMI DAN ATAU TUGAS BARU ( T )
           dK
           d t = - b1 K + b2 A + T
 INTERAKSI MEMERLUKAN SEMANGAT UNTUK BERBUAT ( S ), SEMANGAT
  AKAN MENURUN KECUALI ADA PENGHARGAAN ( H )
           dS
           dt = -cS+H
6. MODEL MOMENTUM KETAHANAN NASIONAL

 KETAHANAN NASIONAL ( T ) :
   KONDISI DINAMIS BANGSA YANG MERUPAKAN
   GABUNGAN KEULETAN DAN KETANGGUHAN YANG
   MENGHASILKAN KEKUATAN UNTUK MENGHADAPI
   TANTANGAN, ANCAMAN, HAMBATAN DAN GANGGUAN
   DARI DALAM DAN LUAR NEGERI
  KONDISI DINAMIS DINYATAKAN DALMA “AGREGATE” :
   IDEOLOGI ( I ), POLITIK ( P ), EKONOMI ( E ), SOSIAL
   BUDAYA ( S ), HANKAM ( H ) DENGAN MODAL WAHANA :
   GEOGRAFI ( G ), KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI ( D )
   DAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) YANG AMAT
   DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN STRATEGIS DALAM
   NEGERI (LOKAL, NASIONAL) DAN LUAR NEGERI
MODEL MOMENTUM :
MOMENTUM = MASSA            X    KECEPATAN

                SKALAR            VEKTOR
PENERAPAN ANALOGIK :
MASSA = ASPEK MASSIF (SKALAR, ASSET)
           DARI G, D, SDA, E, S, H
KECEPATAN =
   – ASPEK REGULASI (POLITIK) DARI G, D, SDA, E, S, H DAN
     “PERILAKU” POLITIK  P
    – ASPEK IDEOLOGI ( I ) NORMATIF ( RUJUKAN )
    – RESPON DALAM NEGERI (RAKYAT) TERHADAP REGULASI
      (DAN PERILAKU PELAKSANAANNYA) ( RDN )
    – RESPON LUAR NEGERI
RUMUS MODEL MOMENTUM :

  T =   [ G + D + SDA + E + S + H ]
                  x
        [ I + P + RDN + RLN ]
CATATAN =

   RDN dan RLN dapat “negatif” berlawanan
   dengan I + P
LILIK HENDRAJAYA
HP : 081 123 1435
Email : dep1ristek@yahoo.com

								
To top