DIKLATPIM III PERTANIAN CIAWI 8 PEB 2012

Document Sample
DIKLATPIM III PERTANIAN CIAWI 8 PEB 2012 Powered By Docstoc
					Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia




           Oleh :
           Dr. Asmawi Rewansyah MSc.
        Lembaga Administrasi Negara
                         SISTEM ADMINISTRASI NEGARA
        Republik Indonesia
                                                (MENURUT UUD 45 + AMANDEMEN)
              DIMENSI
             NILAI *) =                             NORMA, STANDAR, PROSEDUR ADMINISTRASI PUBLIK
             PEDOMAN
             PERILAKU                                              = GG




                                                                           PERUMUSAN
                                       ORGANISASI=                                                                   WARGA




                                                                           PENERAPAN
                                                                           EVALUASIu
                                        BIROKRASI                    P                                                NEG




                                                                                                    EMPOWERING
                                                                     R
               ADM                    MANAGEMENT=                    O
                                       ADMINISTER                    S




                                                                                                                    BARANG, JASA LAYANAN &
                                                                     E




                                                                                                                     INTERAKSI, TRANSAKSI
                                                                                                                      PROSES INTERRELASI,
                                      TATA HUBUNGAN




                                                                                                                       INFORMASI PUBLIK
                                       (KOMUNIKASI)                  S
 ADM




                                                                                                                                             KINERJA
                                                                              KEBIJ.                                                                   CITA2 &
 NEG                 ADMINISTRATOR/LEADERSHIP                                 PUBLIK                                                                   TUJUAN
                                                                     P                                                                                  NKRI
                                         WIL . NEG                   R




                                                                                                    PROB. SOLVING
                                                                     O




                                                                                       BESCHIKING
                                                                           REGELLING
           NEGARA                      WARGA NEG                     S
                                                                     E
                                                                     S
                                         PEM. NEG                 = GG                                                    PEM
              KONS-                                                                                                       NEG
              TITUSI         POSISI, PERAN, HAK & KEWAJIBAN

             NEGARA                            PUBLIC ADMINISTRATION GUIDING VALUES AND PRINCIPLES


                          SPIRITUAL    = ALINEA III (PENGAKUAN AKAN EKSISTENSI DAN KEMAHAKUASAAN ALLAH SWT
*) DIMENSI NILAI                         DLM PERJUANGAN MERUBAH NASIB BANGSA)
   PEMBUKAAN              KULTURAL     = ALINEA IV (DASAR NEGARA, PALSAFAH BERNEGARA, PANDANGAN HIDUP BNGS
      UUD’45              INSTITU-     = ALINEA IV (TUJUAN, BENTUK, DAN SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA)
                          SIONAL                                                                                                                                 2
    Lembaga Administrasi Negara NEGARA DAN TANTANGAN
       DIMENSI ADMINISTRASI
    Republik Indonesia
                     LINGKUNGAN STRATEGIS


                 Nilai-nilai dasar konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945 belum
                  teraktualisasi seutuhnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbang-
                  sa dan bernegara
 Dimensi         Proses demokratisasi yang sedang berjalan saat ini belum mene-
 Filosofis        mukan format yang sesuai dengan karakteristik bangsa (jati diri dan
                  etika pemerintahan)
                 Kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat belum terwujud
UUD 1945

               Tatanan kelembagaan pemerintahan negara, baik Pusat Daerah, belum
                efektif dan efisien, serta format yang belum tepat
               Tata hubungan kerja antar lembaga negara belum terpola/tersusun dg.
                baik (termasuk tata hubungan antara pemerintah pusat dengan pemda
                provinsi, dan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota)
Kelembagaan    Belum jelasnya grand design kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah
                dalam NKRI sehingga memunculkan berbagai persoalan diantaranya pem-
   Negara       bentukan daerah otonom yang tidak terkendali, konflik kewenangan, perim-
                bangan keuangan, kelembagaan dan manajemen kebijakan publik (Ada
                2665 Perda bermasalah, sejak otonomi hingga 2008 (LAN, 2008)

                                                                                    3
    Lembaga Administrasi Negara NEGARA DAN TANTANGAN
        DIMENSI ADMINISTRASI
    Republik IndonesiaLINGKUNGAN STRATEGIS
                                       (Lanjutan)
                Pelaksanaan fugnsi-fungsi manajemen pemerintahan belum berdasar pada prinsip prinsip tata
                 kepemerintahan yang baik (Good Governance) Indeks tata kelola pemerintahan yang baik masih
                 rendah antara lain ditunjukkan : (Indeks persepsi tindak/praktek korupsi yang masih tinggi dan
                 pelayanan publik yang buruk)
                Pelaksanaan berbagai kebijakan publik sebagian besar belum pro-growth, pro-poor, dan
                 pro-job
                Manajemen kebijakan publik antar intsitusi pemerintahan belum terkoordinasi, terintegrasi, dan
 Tata Kelola     bersinergi (masih kentalnya ego-sectoral dan ego daerah)
Pemerintahan    Berbagai kebijakan publik belum mendukung pencapaian tujuan dari berbagai kesepakatan/kon-
                 vensi internasional (MDGs, APEC, Global Warning etc)
                Masih lebarnya kesenjangan pembangunan antar wilayah, perkotaan dan pedesaan dan antar
                 kawasan Indonesia




                Integritas dan kompetensi penyelenggara negara yang masih rendah
                Mentalitas aparatur yang belum berorientasi pada pelayanan publik
                Manajemen SDM aparatur yang belum terkelola secara optimal
                Kompetensi dan distribusi SDM aparatur belum sesuai dengan kebutuhan
    SDM          organisasi pemerintahan
                Belum terwujudnya meritokrasi, reward dan punishment system dalam
                 pengembangan SDM aparatur

                                                                                                         4
                  Administrasi Negara
         LembagaPARADIGMA OPA,                                   NPM dan NPS
         Republik Indonesia
PARADIGMA (Pgd) OPA                       NPM = Reinventing Government                  NPS = Government is Us (King &
Pdg 1 (1900-1937) dikotomi antara                melahirkan konsep GG                   Sivers, 1998)
politik dan administrasi negara.                 (enterpreneurial government).          Joined up thinking and joined up
Pdg 2 (1938-1956) administrasi            Reagan : government is not                    action (Stewart et.al., 1999)
negara sebagai ilmu politik.              solution to our problem, govern-              Citizens First ! (Denhardt & Gray,
Pdg 3 (1970-sekarang) administrasi        ment is the problem.                          1998)
sebagai ilmu administrasi publik.         Paradigma NPM (1992 -2002)                    Paradigma NPS (2003- sekarang)
1) Politik harus memusatkan               1) Catalytic gov. (steering rather than       1) Serve rather than steer
   perhatian pada kebijakan publik            rowing. Service is rowing)
                                                                                        2) Seek the public interest
   atau ekspresi kehendak rakyat,         2) Community owned (empowering rather
                                              than serving)                             3) Value citizenship over
   admneg berkenaan dgn                   3) Competitive gov. (injection competiition      entrepreneurship
   implementasinya.                           in service delivery)                      4) Think strategically, act
2) Penyatuan ilmu administrasi ne-        4) Mission’s driven not rule’s driven
                                                                                           demokratically
   gara dan i. politik (Morsten Marx)     5) Customer oriented (meeting the need
                                              of the customer, not bureaucracy)         5) Serve citizen, not customers
3) Prinsip2 mgt dikembangkan se-          6) Result oriented (funding outcomes, not
   cara ilmiah dan mendalam. Peri-                                                      6) Recognize that accountability is
                                              input)                                       not simple
   laku organisasi, analis mgt, pene-     7) Enterprising gov (earning rather than
   rapan teknologi seperti metode             spending)                                 7) Value people, not just
   kuantitatif, analisis sistem, opera-   8) Anticipatory gov (prevention rather           productivity.
   sional research, econometry dsb            than cure)
                                          9) Decentralized gov (from hierarchy to
4) Adm publik dgn fokus pada teori            participation)                            Note : Isues tentang justice, equity,
   organisasi, teori manajemen dan        10) Market oriented (leveraging change          participation, and leadership yg
   kebijakan publik, sedangkan                through the market)                         kurang diperhatikan dalam buku
   locusnya kepentingan publik.           Note : Birokrasi yg lamban, gemuk, boros,       Reinventing gov.
                                              inefisien, merosotnya kinerja yanlik.                                           5
          Lembaga Administrasi Negara
          Republik IndonesiaDari paradigma NPM, utk memba-
Dari paradigma OPA, utk memba-                                                Dari paradigma NPS, utk memba-
     ngun/reformasi birokrasi :            ngun/reformasi birokrasi diarahkan     ngun/reformasi birokrasi, maka
1)   Administrasi publik harus             pada 6 dimensi kunci:                  birokrasi harus berubah
     dipisahkan dari dunia politik    1)   Productivity, bgmn pem meng            orientasinya, yaitu :
     (dikhotomi AP dgn politik).           hasilkan lebih banyak dgn biaya    1) Dari paradigma constitutionalism
2)   Tidak memberi peluang pada            yg lebih sedikit.                      ke paradigma communitarianism
     Administrator untuk              2)   Marketization, bgmn pemerintah         (Fox & Miller, 1995).
     memperaktekkan sistem                 menggunakan insentif pasar agar 2) Dari institution-centric civil service
     nepotisme dan spoil.                  hilang patologi/penyakit birokrasi     ke model citizen-centric
3)   Para legislator hanya            3)   Service orientation, program yg        governance (Prahalad, 2005).
     merumuskan kebijakan nasional         lebih responsif thdp kebutuhan     3) Perlu diterapkan pola citizen-
     dan Administrator hanya               warga masy.                            centered collaborative public
     mengeksekusinya.                 4)   Decentralization, melimpahkan          management (Cooper, at ell.,
4)   Para Administrator selalu             kewenangan kepada unit kerja           2006).
     mengutamakan nilai efisiensi          terdepan                           4) Tidak ada tindakan birokrasi yang
     dan ekonomis.                    5)   Policy, bgmn pememerintah              memanipulasikan partisipasi
5)   Para Administrator diangkat           memperbaiki kapasitas                  masyarakat (Yang & Callahan,
     berdasarkan kecocokan dan             perumusan kebijakan.                   2007).
     kecakapannya.                    6)   Performance accountability,
6)   Metode keilmuan menurut Taylor        bgmn pem memperbaiki
     harus menggeser metode rule           kemampuannya utk memenuhi
     of thumb.                             janjinya.

                                                                                                                       6
     Lembaga Administrasi Negara
     Republik Indonesia
Hasil nyata :                              Hasil nyata :                           Hasil nyata:
1) Aturan yg jelas dan tegas dlm           1) Saving                               1) Pemerintahan yang lebih
   melaksanakan tugas.                     2) Perbaikan proses                        demokratis;
2) Perilaku produktif, juga loyal kpda     3) Perbaikan tkt efisiensi              2) Pemerintahan yang desentralistis
   pimpinan & organisasi.                  4) Peningkatan efektivitas              3) Terbentuknya civil society
3) Perilaku yg impersonal & saklek.        5) Perbaikan sistem administrasi        4) Partisipasi masyarakat
4) Hub kekeluargaan dan kelompok              seperti : peningkatan kapasitas,     5) Pemerintahan yg partisipatif,
   sosial tidak mendapat tempat.              fleksibilitas dan ketahanan             transparan dan akuntabel
OPA menghadapi masalah (falla-cies,        NPM menuai kritik, karena :             NPS juga menuai kritik, karena:
   pendapat yg keliru), yaitu:             1) Para elit birokrat cenderung         1) Hanya cocok untuk negara maju
1) Weber yakin bahwa sosok orga-              berkompetisi utk kepentingan            yang sudah mapan dan
   nisasi birokrasi sangat ideal, pa-         dirinya d/p.kepentingan umum;           masyarakatnya sudah dewasa
   dahal dlm perkembangannya bisa          2) Public chioce didominasi kepen-         dalam berdemokrasi (tidak maunya
   berubah menjadi sangat kaku, ber-          tingan pribadi, shg konsep spt          menang sendiri)
   tele2 dan penuh red tape.                  public spirit & public service       2) Etika dlm pemerintahan sudah
2) Taylor sangat yakin hanya satu cara        terabaikan.                             mmbudaya dlm kehidupan masy..
   terbaik utk melaksanakan tugas,         3) Tidak mendorong terjadinya proses    3) Sulit diterapkan pada sistem
   padahal dlm perkem-bangan zaman            demokrasi.                              pemerintahan yang otoriterian
   banyak cara lain misalnya hasil         4) Pemerataan dan keadilan sosial          sentralistis.
   rekayasa teknologi dan kemajuan            sulit terwujud                       4) Tidak banyak masyarakat yang
   ilmu pengetahuan.                       5) Mengancam citizen selfgover-            miskin (powerless)
3) Wilson lebih cenderung melihat adm         nance dan fungsi administrator sbg   5) Banyak entitas sosial dan
   publik sbg kegiatan yg tidak bersifat      servant of public interest.             pelayanan publik telah berubah
   politis, padahal dlm kenyataannya       6) Tidak hati2 akan meningkatkan           menjadi entitas bisnis.
   bersifat politis.                          korupsi dan orang2 miskin baru.
                                                                                                                         7
         Lembaga Administrasi Negara
         Republik Indonesia
Pelajaran penting dari paradigma    Pelajaran penting dari paradigma NPM   Pelajaran penting dari paradigma
   OPA adalah utk membangun            adalah dlm membangun aparatur           NPS adalah dlm membangun AN/
   aparatur negara atau reformasi      /reformasi birokrasi harus :            reformasi birokrasi harus :
   birokrasi diperlukan:            1) Memperhatikan mekanisme pasar.      1) Memperhatikan pelayanan kpd
1) Profesionalitas                  2) Mendorong kompetisi dan kontrak         masy sbg warga negara, bukan
2) Penggunaan prinsip keilmuan         utk mencapai hasil                      sbg pelanggan.
3) Hubungan impersonal              3) Harus lebih responsif terhadap      2) Mengutamakan kepentingan
4) Penerapan aturan dan                kebutuhan pelanggan.                    umum.
   standarisasi secara tegas        4) Bersifat mengarahkan (steering)     3) Mengikut sertakan warga
5) Sikap yang netral                   d/p. menjalankan sendiri (rowing)       masyarakat (masy tidak dijadikan
                                    5) Harus melakukan deregulasi;             penonton)
6) Perilaku yg mendorong/mendu-
   kung terjadinya efisiensi dan    6) Memberdayakan oprator/pelaksana     4) Berfikir strategis dan bertindak
   efektivitas sumberdaya (4M+T)                                               demokratis.
                                    7) Mengembangkan budaya
                                       organisasi (corporate cultural)     5) Memperhatikan norma, nilai, dan
                                                                               standard yg ada.
                                    8) Innovatif dan berjiwa wirausaha;
                                                                           6) Menghargai masyarakat d/p.
                                    9) Pencapaian hasil ketimbang              manajer wirausaha yg bertindak
                                       budaya taat asas.                       seakan-akan uang adalah milik
                                    10)Orientasi pada proses dan input.        mereka.
PARADIGMA DAN PENDEKATAN            PARADIGMA DAN PENDEKATAN               PARADIGMA DAN PENDEKATAN
OPA LEBIH PAS/COCOK UNTUK           NPM LEBIH PAS/COCOK UNTUK              NPS LEBIH PAS/COCOK UNTUK
DEP/LEMBAGA YG MENANGANI            DEP/LEMBAGA YG MENANGANI               DEP/LEMBAGA YG MENANGANI
BIDANG/SEKTOR POLHUKAM              BIDANG/SEKTOR PEREKONOMIAN             BIDANG/SEKTOR KESRA       8
     Lembaga Administrasi Negara
     Republik Indonesia
              Perbedaan Kepemimpinan dengan Manajemen

      KEPEMIMPINAN                            MANAJEMEN
1 Berhubungan dengan top line,
  "apayang dihasilkan?"              Bottom line, "Bagaimana menghasilkan
                                     sesuatu dengan cara terbaik?"


2 Melaksanakan dengan tepat          Melaksanakan dengan benar

3 Menentukan       apakah    tangga
                                     Berkaitan dengan efisiensi dalam
  disandar-kan       pada    dinding
                                     pemanjatan tangga menujukeberhasilan
  yangtepat
4
   Berkaitan dengan inovasi dan
                                     Berkaitan dengan peniruan dan status quo
   pemicuan inisiatif

5 Berkaitan      dengan     "apa" Berkaitan dengan "bagaimana."
  dan"mengapa"
6 Berkaitan dengan kepercayaan    Berkaitan dengan sistem, pengendalian,
  yang berkaitan dengan manusia   prosedur, kebijakan dan struktur.      9
     Lembaga Administrasi Negara
     Republik Indonesia

                       Perbedaan Manajer & Pimpinan

                 MANAJER                               PEMIMPIN
1    Pengelola                           Pembaharu
2    Pengikut                            Asli
3    Fokus pada sistem dan struktur      Fokus pada orang
4    Mengandalkan kontrol                Membangkitkan kepercayaan
5    Memiliki pandangan kurang luas      Memiliki perspektif luas
6    Menanyakan      bagaimana       dan Menanyakan apa dan mengapa
     kapan
7    Mata tertuju pada garis batas       Mata tertuju pada cakrawala
8    Mengikuti                           Memulai
9    Menerima kondisi saat itu apa       Menjadikan kondisi saat itu sebagai
     adanya                              tantangan
10   Seorang prajurit terbaik            Memiliki pribadi sendiri
11   Melakukan sesuatu dengan baik       Melakukan hal yang baik
                                                                               10
Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia

      Pendapat Pakar Administrasi Publik tentang Kepemimpinan

No             Definisi/Konsep Kepemimpinan                        Pendapat

     “the ability to influence, motivate and enable other to   Schermerhon et al
1.   contribute to the effectiveness and success of the        (1991: 51)
     organization of which they are members”
     “as the ability to influence a group toward the           Robbins (1996:
2.   achievement of goals”                                     314)
     “as a social influence process in which the leader        Kreitner and
3.   sekks the voluntary participation of subordinates in      Kinicky (2001:
     an effort tp reach organizational goals”                  551)
     “a special case of interpersonal enfluence that get an    Newstrom and
4.   individual of group to do what the leader (or             Davis (2002 : 45)
     manager) wants them to do”
     “ the process of inspiring individuals to give of their   Armstrong (2000:
5.   best to achieve desire result”                            32)
     ”kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain,         Thoha (2001: 9)
6.   atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik
     perorangan maupun kelompok”.                                                  11
    Lembaga Administrasi Negara
    Republik Indonesia

1. Karakteristik pemimpin(leader)meliputi :


•   Ciri (motivasi, kepribadian, nilai).
•   Keyakinan dan optimisme.
•   Keterampilan dan keahlian.
•   Perilaku.
•   Integritas dan etika.
•   Taktik pengaruh.
•   Sifat pengikut.
                                              12
Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia


 2. Karakteristik pengikut (followers):

    Ciri (kebutuhan, nilai, konsep pribadi).
    Keyakinan dan optimisme.
    Keterampilan dan keahlian.
    Sifat pemimpin.
    Kepercayaan kepada pemimpin.
    Komitmen dan upaya tugas.
    Kepuasan terhadap pemimpin dan
     pekerjaan.

                                                13
    Lembaga Administrasi Negara
    Republik Indonesia


3. Karakteristik situasi(situation):

    Jenis unit organisasi.
    Besar unit organisasi.
    Posisi kekuasaan dan wewenang.
    Struktur dan kerumitan tugas.
    Saling ketergantungan tugas.
    Keadaan lingkungan yang tidak menentu.
    Ketergantungan eksternal
                                              14
    Lembaga Administrasi Negara
    Republik Indonesia

     Menumbuhkan Karateristik dan Atribut
     dalam Membangun Hubungan

L      Listens actively (mendengar aktif)

E      Empathic (berempati).

       Attitudes are positive and optimistic (perilaku positif dan
A
       optimis).
       Delivers on promises and commitment (memegang janji dan
D
       komitmen).

E      Energy level high (tingkat energi tinggi).
       Recognizes self doubts and vulnerability (mengenali keraguan
R      diri danmudah terkena kritik).
       Sensitivity to others, values, and potential (kepekaan terhadap
S
       nilai danpotensi orang lain).                               15
    Lembaga Administrasi Negara
    Republik Indonesia

             Perbedaan Perilaku Kepemimpinan
         Model APP (Autokritik-Paternalistik-Pelayan)

      Autokritik           Paternalistik           Pelayan


Pemimpin      sebagai Pemimpin       sebagai Pemimpin         sebagai
diktator.             orangtua.              pelayan.

Fokus utama pada Fokus utama pada            Fokus utama pada
kebu-tuhan pemimpin. kebutuhan/     tujuan   kebutuhan pengikut
                     organisasi.
Memperlakukan orang Memperlakukan            Memperlakukan     orang
lain sebagai pelayan bawahan sebagai anak.   lain   sebagai     mitra
pemimpin.                                    kerja/partner.


                                                                   16
       Lembaga Administrasi Negara
       Republik Indonesia
        Karakteristik Pemimpin pelayan (Servant Leaders)
           menurut Robert Greenleaf (2002) adalah :
1. Listening (Mendengarkan), yaitu bahwa seorang Pemimpin harus memiliki kemampuan
   dan komitmen untuk menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, dan mampu mengenali,
   menerima dan menunjukkan atensi terhadap pandangan dan masukan-masukan dari
   orang yang dipimpinnya dan orang lain.
2. Empathy (Empati), yaitu bahwa seorang Pemimpin harus dapat memahami dan berempati
   terhadap kondisi dan masalah-masalah yang dihadapi orang yang dipimpinnya dan
   masyarakat sekitarnya.
3. Healing (Menyembuhkan), yaitu bahwa seorang Pemimpin harus memiliki kemampuan
   untuk menciptakan kondisi lingkungan yang dapat mendorong kesehatan emosional dan
   spiritual bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dan Pemimpin menjadi tempat yang dituju
   apabila mereka menghadapi permasalahan dan dan memerlukan pemulihan kondisi
   emosional.
4. Awareness (Kesadaran diri), yaitu bahwa seorang Pemimpin harus memiliki perasaan
   yang tajam dan kewaspadaan terhadap apa yang terjadi disekitarnya serta selalu mencari
   signal-signal penting dari lingkungannya sebagai bahan dalam menyampaikan gagasan
   dan pembuatan keputusan.Dengan kesadaran diri, membantu memahami persoalan yang
   melibatkan etika dan nilai-nilai yang bersifat universal.
                                                                                     17
     Lembaga Administrasi Negara
     Republik Indonesia

5. Persuasion (Persuasif), yaitu bahwa seeorang Pemimpin harus dapat menggunakan
   pendekatan persuasif dari pada pendekatan kekuasaan pada saat meminta orang-
   orang yang dipimpin untuk melakukan sesuatu tindakan.Dengan kata lain harus mampu
   mempengaruhi orang lain dengan tidak menggunakan wewenang dan kekuasaan dari
   kedudukan/otoritas formal, dalam membuat keputusan.
6. Conceptualization (Konseptualisasi), yaitu bahwa seorang Pemimpin harus mampu
   menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya pemikiran-pemikiran besar pada
   tataran konseptual dan menghargai proses kreatif yang terjadi serta meningkatkan
   kemampuan diri dalam melihat masalah dari perspektif yang melampaui realitas masa
   lalu dan saat ini.
7. Foresight (Kemampuan melihat masa depan), yaitu bahwa seorang Pemimpin harus
   memiliki kemampuan untuk melihat jauh kedepan dan dapat mengantisipasi masa
   depan tersebut dengan segala konsekuensinya atau memiliki kemampuan
   memperhitungkan hasil situasi sulit untuk mudah dikenali.
8. Stewardship (Pelayanan pramugara atau pramugari pesawat terbang), yaitu bahwa
   seorang pemimpin harus memiliki komitmen untuk melayani orang lain dan dapat
   dipercaya untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih baik.
                                                                                 18
Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia



9. Growth (Komitmen pada pertumbuhan), yaitu bahwa seorang
   Pemimpin harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap
   perkembangan orang-orang yang dipimpimnya, karena meyakini
   bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang dapat dikontribusikan
   bagi organisasi. Atau memiliki komitmen tinggi terhadap
   pertumbuhan pribadi, profesional, dan spiri-tual setiap individu
   dalam organisasi.
10.Building community (Membangun komunitas) yaitu bahwa
   seorang Pemimpin memiliki keinginan kuat untuk menjadikan
   organisasi yang dipimpinnya sebagai suatu komunitas yang
   memiliki pelekatan-pelekatan ditempat kerja serta membangun
   hubungan erat dalam keluarga, sesama anggota yang bekerja di
   organisasi yang dipimpinnya.



                                                                  19
         Lembaga Administrasi Negara
         Republik Indonesia
                           Karakteristik Pemimpin Pelayan
                                  Mempercayai orang lain.
1. Menghargai orang lain          Melayani kebutuhan orang lain dahulu dibanding kebutuhan pribadi.


                                  Memberi kesempatan pengikut belajar dan berkembang.
2. Mengembangkan orang lain       Menjadi teladan terhadap perilaku yang diinginkan.
                                  Mengembangkan orang lain dengan mendorong, mendukung, dan
                                   melayani.
                                  Membangun hubungan personal yang kuat.
3. Membangun komunitas
                                  Berkolaborasi dengan orang lain dalam pekerjaan
                                  Menghargai perbedaan
                                  Bertanggung jawab dan terbuka kepada orang lain.
4. Memperlihatkan autensitas      Memiliki keinginan belajar
                                  Mempertahankan integritas dan sifat dapat dipercaya.
                                  Memberi perspektif masa depan kepada pengikut.
                                  Mengambil inisiatif
5. Memberikan kepemimpinan        Mengklarifikasi tujuan yang sesuai.
                                  Memfasilitasi pembentukan visi bersama.
6. Berbagi kepemimpinan           Berbagi kekuasaan dan melepaskan pengendalian kepada pengikut.
                                  Berbagi status dan mempromosikan orang lain.
                                                                                                       20
      Lembaga Administrasi Negara
      Republik Indonesia

                             Pemimpin pelayan
   Cinta kasih. Pemimpin melakukan sesuatu yg baik dg alasan benar pd saat tepat.
   Rendah hati. Kemampuan menjaga keseimbangan antara kemampuan yang dimiliki dan
    kesadaran bahwa apa yang telah dicapai Pemimpin dapat terjadi karena kemampuan
    dan sumbangsih dari pengikut, bukan karena diri sendiri.
   Altruisme.Tindakan membantu orang lain secara tulus.
   Memiliki visi. Pemimpin membangun visi organisasi melalui visi pengikut secara
    agregasi.
   Rasa percaya. Pengikut percaya bahwa bekerja di organisasi dengan Pemimpin pelayan
    akan mengarah pada tercapainya visi pengikut.
   Memberdayakan pihak lain. Mempercayakan kekuasaan kepada pihak lain, kemudian
    menyatakannya. Membuat setiap pengikut merasa berarti, penting dalam organisasi dan
    pekerjaannya, menekankan pada kerjasama tim, menghargai kasih dan persamaan.
   Melayani. Pelayanan harus menjadi fungsi utama kepemimpinan, bukan berdasar
    kepentingan diri tetapi lebih mengarah pada kepentingan orang lain (Kathleen
    Patterson, 2003).

                                                                                          21
      Lembaga Administrasi Negara
      Republik Indonesia
                       Hierarki Kepemimpinan
Tingkat   Hierarki Kepemimpinan
   5      Eksekutif
          Membangun kejayaan abadi melalui paduan berlawanan asas dari kerendahan hati
          dan hasrat profesional

  4       Pemimpin efektif
          Merubah komitmen dan pencarian visi yang jelas dan mendorong dengan penuh
          semangat, menstimulasi standar kinerja lebih tinggi
  3       Manajer kompeten
          Mengatur orang dan sumber daya melalui pencarian sasaran efektif dan efisien yang
          ditetapkan sebelumnya

  2       Penyumbang anggota tim
          Menyumbangkan kemampuan individu untuk pencapaian sasaran kelompok dan bekerja
          efektif dengan lainnya dalam lingkungan kelompok.

  1       Individu dengan kemampuan tinggi
          Membuat kontribusi produktif melalui bakat, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan
          kerja baik                                                                       22
     Lembaga Administrasi Negara
     Republik Indonesia
Kepemimpinan yang efektif menurut Nanus (1992) sebagai berikut :
Penentu arah
Pemimpin harus mampu melakukan seleksi dan menetapkan sasaran dengan
mempertimbangkan lingkungan eksternal masa depan yang menjadi tujuan pengerahan
seluruh sumber daya organisasi dalam mencapai visi. Pemimpin yang dapat berperan
sebagai penentu arah adalah pemimpin visioner.
Agen perubahan
Pemimpin harus mampu mengantisipasi berbagai perubahan dan perkem-bangan
lingkungan global dan membuat prediksi tentang implikasinya terhadap organisasi, mampu
membuat skala prioritas bagi perubahan yang diisyaratkan visinya, serta mampu
mempromosikan eksperimentasi dengan partisipasi orang--orang untuk menghasilkan
perubahan yang diinginkan.
Juru bicara
Pemimpin harus mampu menjadi negosiator & pembentuk jaringan hub eksternal, menyusun
visi dan mengkomunikasikannya, melakukan pemberdayaan serta melakukan perubahan.
Pelatih
Pemimpin harus memberitahu orang lain tentang realita saat ini, apa visinya atau ke mana
tujuan, bagaimana merealisasikannya. Selalu memberi semangat untuk maju dan menuntun
bagaimana mengaktualisasikan potensi mencapai visi.
                                                                                    23
Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia




                 Tiada yang abadi di dunia ini, kecuali
                      perubahan itu sendiri, dan
               Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu
                kaum jika bukan kaum itu sendiri yang
                           mengubahnya.




                                                          24

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:31
posted:7/30/2012
language:
pages:24