SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN
Document Sample


1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.. Latar belakang
Teknologi komputerisasi merupakan salah satu cara atau alat yang dapat
membantu penyelesaian suatu pekerjaan. Setiap perusahaan baik dalam skala kecil
maupun besar dapat dipastikan membutuhkan teknologi canggih seperti komputert
baik yang digunakan secara system manual maupun dengan menggunakan data
elektronik. Komputer dapat digunakan perusahaan untuk membantu pengolahan data
yang dimiliki perusahaan atau instansi tersebut.
Setiap pegawai mempunyai peranan yang penting dan berhak untuk
mendapatkan gaji berdasarkan peraturan atau yang berlaku di perusahaan. Mengingat
setiap pegawai dalam organisasi mempunyai pengharapan atas sesuatu dari
organisasi, sebagai penghargaan atas jerih payah pegawai selama bekerja.
Begitu juga pada Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat, masalah pengolahan
data pegawai merupakan sesuatu yang sangat penting sehingga dibutuhkan suatu
sistem informasi pengolahan data pegawai yang dapat meningkatkan kecepatan dan
ketepatan dalam menyampaikan informasi. Dengan menggunakan teknologi
komputer sebagai alat pengolahan data pegawai, maka sistem informasi pengolahan
data pegawai diharapkan dapat mengolah data pegawai dengan efektif dan efisien.
Sistem informasi pengolahan data pegawai merupakan salah satu bentuk perangkat
lunak yang dapat menyampaikan informasi tentang pemasukan data kepangkatan,
2
data pendidikan, data pensiun, data cuti Pada saat ini sistem pengolahan data pegawai
yang diterapkan di Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat memang sudah
terkomputerisasi, namun penggunaannya masih standar umum yaitu menggunakan
Microsoft word dan disimpan pada folder yang tidak beraturan sehingga sering terjadi
keterlambatan dalam penerimaan data yang berhubungan dengan data-data gaji,surat
tugas dan mengakibatkan kinerja yang ada menjadi tidak efektif. Berdasarkan hal
tersebut, maka penulis mencoba untuk membuat suatu rancangan sistem informasi
pengolahan data pegawai, sehingga dalam pencarian data pegawai dpat lebih mudah
sehingga tidak adanya keterlambatan dalam penyampain informasi.
Oleh karena itu penulis membuat skripsi ini dengan judul “SISTEM
INFORMASI PENGOLAHAN DATA PEGAWAI DI DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI JAWA BARAT”
3
1.2 Identifikasi masalah
Dari latar belakang yang sudah diuraikan diatas maka dapat diidentifikasi
permasalhan sebagai berikut:
1. Penerbitan surat cuti, surat pensiun dan surat kenaikan pangkat tidak tepat waktu
sehingga menyebabkan keterlambatan.
2. Tidak adanya database dalam penyimpanan data, sehingga terjadinya kesulitan
dalam pencarian data.
3. Keamanan informasi tidak terjamin seperti data itu hilang.
Berdasarkan identifikasi masalah diatas dapat disimpulkan bahwa rumusan
masalah yang ada sebagai berikut:
1. Bagaimana cara penerbitan surat cuti, pensiun dan kenaikan pangkat tepat waktu.
2. Bagaimana sistem yang akan dirancang.
3. Bagaimana agar keamanan informasi dapat terjamin.
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dilakukan penelitian ini adalah :
1. Untuk memperbaiki system yang sudah ada menjadi lebih baik dengan cara
membangun system informasi yang bisa meningkatkan kinerja Dinas Pendidikan
provinsi jawa barat.
2. Dapat memberikan sumbangan terhadap pengembangan ilmu yang didapat di masa
yang akan datang.
4
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Agar tidak adanya keterlambatan dalam penerbitan surat yang berupa surat cuti,
pensiun, kenaikan jabatan.
2. Membantu instansi atau perusahaan untuk meningkatkan efektifitas dalam
melakukan pengolahan data pegawai yang dihasilkan dengan memperkecil
kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang akan terjadi.
3. Agar keamanan informasi dapat terjamin
1.4. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dalam penelitian ini dilakukan agar para pembaca dapat memahami
tujuan yang akan dilakukan dalam pencapaian tujuan penelitian dan para pembaca
juga dapat memahami, mengetahui ilmu tentang penelitian agar ilmu ini berguna bagi
para pembaca yang akan menyusun penelitian di masa yang akan datang.
1.4.1 Kegunaan Praktis
Dilakukannya penelitian ini didasarkan pada kegunaan praktis yang bisa dicapai,
yaitu : Bagi Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat diharapkan mampu untuk
mengaplikasikan program yang dibuat sehingga berguna dalam hal pengolahan data
pegawai.
1.4.2 Kegunaan Akademis
kegunaan akademis dari penelitian ini adalah ;
5
1. Memberi informasi kepada penulis lain.
2. Bagi pengembangan ilmu MI sebagai masukan di masa yang akan datang.
3. Dapat dijadikan bahan acuan untuk peneliti.
1.5 Batasan Masalah
Penulis membatasi masalah pengolahan data pegawai yang meliputi pemasukan
biodata pegawai, data kepangkatan, data pendidikan, data pensiun, data cuti, sehingga
menghasilkan laporan berupa data karyawan, data urut kepangkatan (DUK), data
pegawai yang pensiun,data pegawai yang mengalami kenaikan pangkat dan data
karyawan yang mengambil cuti.
1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian bertempat di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tepatnya di
Jl. Dr Rajiman No.6 bandung di Bag. seksi data dan informasi.
Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan Penelitian
TAHUN 2009
NO KEGIATAN MARET APRIL MEI JUNI
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 MODELING
2 ANALISIS
3 DESIGN
4 CODING
5 TESTING
6 MAINTENANCE
6
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep dasar sistem
Sistem dapat didefinisikan menjadi dua kelompok pendekatan yaitu 6ocial
yang menekankan pada elemen atau komponennya. Pendekatan 6ocial yang
menekankan pada prosedur didefinisikan sebagai berikut:
Menurut Jogiyanto (2001:15 ) “sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul, bersama-sama untuk melakukan
suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.”
Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau
komponennya didefinisikan sebagai berikut:
Menurut Jogiyanto (2001:1 ) ”sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”.
Suatu sistem terdiri dari sejumlah ko,ponen yang saling berinteraksi, artinya
saling bekerjasana membentuk satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri untuk
mencapai tujuan atau sasaran sistem, suatu sistem bagaimanapun kecilnya selalu
mengandung komponen-komponennya yang dapat berupa subsistem-subsistem atau
bagian-bagian suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses siten secara
keseluruhan.
7
2.2 Karakteristik sistem
Menurut Jogiyanto (2001:1 ) bahwa sistem mempunyai karakteristik atau
sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas
sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface),
masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives), dan
tujuan (goal).
1.Komponen sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang
artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen
sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-
bagian dari sistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk
menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara
keseluruhan.
2.Batas sistem
Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang
menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
3.Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun di luar batas
dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat
bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan. Lingkungan luar
8
yang menguntungkan merupakan sistem dari sistem dan harus tetap dijaga dan
dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan
dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem.
4.Penghubung sistem
Penghubung sistem (interface) merupakan media penghubung antara satu
subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke
subsistem yang lainnya. Dengan penghubung, satu subsistem dapat
berintegrasi dengan subsistem yang lainnya dan membentuk satu kesatuan.
5.Masukan sistem
Masukan (input) adalah sistem yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan
dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal
(signal input). Maintenance input adalah sistem yang dimasukkan supaya
sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah sistem yang diproses
untuk didapatkan keluaran (output).
6.Keluaran sistem
Keluaran (output) adalah hasil dari sistem yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan (input)
untuk subsistem yang lain.
7.Pengolah sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukan (input) menjadi keluaran (output).
9
8.Sasaran sistem
Sasaran sistem, merupkan tujuan (goal) dari sistem. Suatu sistem pasti
mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objectives). Bila suatu sistem tidak
mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak sistem gunanya. Sasaran dari
sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila
mengenai sasaran atau tujuannya.
2.3 Klasifikasi sistem
Menurut Jogiyanto (2001:9) bahwa sistem dapat diklasifikasikan dari
beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :
Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system).
Sistem abstrak berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik
dan sistem fisik merupakan sistem yang ada dan tampak secara fisik.
2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made
system).
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat
manusia, sedangkan sistem buatan adalah sistem yang dirancang oleh
manusia.
3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic
system).
10
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.
Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga
keluaran (output) dari sistem dapat diramalkan.
Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung sistem probabilitas.
4.Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada,
tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada
hanyalah relatively closed system (tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka
adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
Sistem ini menerima masukan (input) dan menghasilkan keluaran (output)
untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.
2.4 Konsep dasar informasi
Informasi sangat penting didalam suatu organisasi, bagi manajer informasi
yang diterimanya akan sangat bermanfaat untuk membantu daklam hal pengambilan
keputusan. Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
Menurut Jogiyanto (2001:8 ) ”Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya”.
Sumber informasi adalah data. Data adalah sekumpulan kejadian yang diangkat dari
11
suatu kenyataan yang belu dievaluasi. Data dapat terbentuk dari karakter yang berupa
sistem, angka maupun simbol-simbol khusus atau gabungan dari keduamya yang
menggambarkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi tertentu.
2.4.1 Kualitas informasi
Kualitas dari informasi tersebut tergantung dari tiga hal yaitu informasi harus
akurat, tepat pada waktunya dan relevan.
1.Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa
menyesatkan.
2.Tepat pada waktumya, berarti informasi yang ada pada penerima tidak boleh
terlambat, informasi yang sudah ada tidak akan mempunyai nilai lagi karena
informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
3.Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
2.4.2 Nilai informasi
Nilai dari informasi ditentukan dua hal yaitu manfaat dan biaya
mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebiah efektif
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.
2.5 Konsep dasar sistem informasi
informasi yang dibutuhkan seseorang diperoleh dari 11ocial informasi. Sistem
12
informasi didefinisikan.
Menurut Jogiyanto (2001:11 ) “sistem informasi adalah suatu system di
dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan”.
2.6 Pengertian Kepegawaian
Menurut Wursanto (2001 : 3) dalam bukunya Manajemen Kepegawaian I,
yang dimaksud dengan kepegawaian adalah: “Seluruh kegiatan yang berhubungan
dengan kepentingan pegawai. Sesuai dengan pengertian tersebut, bagian kepegawaian
adalah segala hal mengenai kedudukan, kewajiban, hak, dan pembinaan pegawai.
Sistem informasi pengolahan data kepegawaian ini berfungsi untuk
menunjang pelaksanaan fungsi dari suatu unit dalam instansi tersebut untuk
menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan pegawai dengan
maksud mencapai suatu tujuan.
2.7 Pengertian DUK (Daftar Urut Kepangkatan )
DUK ( Daftar Urut Kepangkatan ) adalah suatu daftar yang memuat nama
pegawai negeri sipil dari satuan organisasi negara yang disusun menurut tingkat
kepangkatan. Daftar ini dibuat pada akhir bulan Desember dan berlaku untuk tahun
13
berikutnya.
Tujuan Dibuatnya DUK yaitu untuk lebih menjamin objektifitas dalam
pembinaan pegawai negeri sipil berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja,
DUK digunakan sebagai salah satu pertimbangan objektif dalam melaksanakan
pembinaan karier pegawai.
2.8 Pengertian Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil
Dalam rangka usaha melaksanakan pembinaan pegawai negeri sipil atas dasar
sistem karier dan sistem prestasi kerja maka perlu ditetapkan ketentuan tentang
pengangkatan dalam pangkat pegawai negeri sipil .
Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang pegawai
negeri sipil dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar
penggajian, oleh karena itu setiap pegawai negeri sipil diangkat dalam pangkat
tertentu.
Kenaikan pangkat adalah penghargaan yang diberikan atas pengabdian
pegawai negeri sipil yang yang bersangkutan terhadap negara, selain pada itu
kenaikan pangkat juga dimaksudkan sebagai dorongan kepada pegawai negeri sipil
untuk lebih meningkatkan pengabdiannya.
14
2.9 Cuti Pegawai Negeri Sipil
Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) diatur dalam PP No.24 tahun 1976 adapun jenis
jenis cuti beserta syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:
a)Cuti Tahunan
1. PNS mengajukan permohonan secara tertulis
2. PNS sekurang-kurangnya sudah satu tahun bekerja secara terus menerus.
b)Cuti Besar
1. PNS Mengajukan permohonan secara tertulis.
2. PNS sekurang-kurangnya sudah enam tahun bekerja secara terus
menerus.
c) Cuti Sakit
1. PNS mengajukan secara tertulis
2. Melampirkan surat keterangan dokter (untuk cuti sakit yang lebih dari
tiga hari).
d) Cuti bersalin
1. PNS menajukan permohonan secara tertulis.
2. Melampirkan surat keterangan dokter/bidan.
3. Untuk persalinan anak ke empat dan seterusnya diberikan cuti diluar
tanggungan negara.
e) Cuti karena alasan penting
15
1. PNS Megajukan permohonan secara tertulis.
2. Melampirkan keterangan-keterangan yang memperkuat alasan-alasan
untuk mengambil cuti itu.
f) Cuti diluar tanggungan negara.
1. Telah bekerja sekurang-kurangnya lima tahun secara terus-menerus.
2. Mengajukan permohonan tertulis dengan memberikan alasan-alasan
pribadi penting.
Melampirkan:
1.Surat keputusan pertama sebagai pegawai negeri.
2.Surat keputusan dalam pangkat dan gaji terakhir.
3.Daftar riwayat hidup/pekerjaan yang sah.
2.10 Pengertian Pensiun Pegawai Negeri Sipil
Pensiun yaitu :
1. Jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap pegawai negeri yang telah
bertahun-tahun mengabdikan diri kepada negara.
2. Penghasilan yang diterima setiap bulan berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Sifat dari pensiun adalah sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas jasa-
jasa pegawai selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas pemerintahan.
Batas Usia Pensiun (BUP ) Pegawai Negeri Sipil pada umumnya adalah 56
16
tahun dan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dapat
diperpanjang sampai 60 tahun, 65 tahun dan 70 tahun. Sesuai dengan pasal 10
Undang-undang nomor 11 tahun 1969 bahwa untuk menetapkan hak atas pensiun
ditentukan atas dasar tanggal kelahiran yang disebutkan pada pengangkatan pertama
sebagai pegawai negeri.
2.11 Jaringan komputer
Jaringan computer yaitu beberapa system yang terhubung satu sama lainnya
dimana ada yang bertindak sebagai server dan client. Konsep jaringan komputer
lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer
MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin
H.Aiken.
2.11.1 Topologi jaringan komputer
Topologi jaringan menurut (Oetomo[2002:5]) adalah bagaimana cara dan
bentuknya secara fisik untuk menghubungkan antar komputer. Secara garis besar ada
tiga macam jenis topologi yaitu topologi Bus, topologi Star, topologi Ring.
1.Topologi Bus
Jaringan yang menggunakan topologi bus disebut juga linier Bus karena
dibubungkan hanya melalui satu kabel yang linier. Kabel yang umum digunakan
adalah kabel koaksial pada awal dan akhir dari kabel diberi terminator.
17
Gambar 2.1 Topologi Bus
[Sumber : http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
2.Topologi Star
Hubungan antar node melalui suatu peralatan yang disebut hub atau
concentrator. Setiap node dihubungkan dengan kabel ke hub.
Gambar 2.2 Topologi Star
[Sumber :: http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
3.Topologi Ring
Pada topologi ini setiap node saling berhubungan dengan node lainnya
sehingga berbentuk seperti lingkaran (Ring).
Gambar 2.3 Topologi Ring
18
[Sumber : http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
2.11.2 Fungsi dan Manfaat Jaringan
Komputer merupakan suatu hal yang tidak terhindarkan dan cenderung
menjadi suatu keharusan untuk melakukan interkoneksi antar 18ocial18a yang
mempunyai fungsi lain. Tidak hanya sebagai tempat pengolahan dan penyimpanan
data, melainkan sebagai alat komunikasi dan resource dan information sharing.
Dalam suatu jaringan computer kita bisa saling berbagi pemakaian sumber daya
(resource), misalkan pertukaran data atau informasi, pemakian printer bersama,
CDROM, Floppy disk, dan lain-lain. Selain itu computer dalam satu jaringan dapat
menjadi alat komunikasi dan informasi sharing yang efektif, misalnya dengan
teleconference, internet, mailing dan sebagainya.
Manfaat dari jaringan computer itu sendiri diantaranya: [2]
1.Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.
2.Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up to date.
3.Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (Data Sharing).
4.Jaringan memungkinkan kelompok kerja berkomunukasi dengan lebih efisien.
5.Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif.
2.11.3 Tipe Jaringan
a.Jaringan ini biasa disebut Client-Server, memungkinkan jaringan untuk
mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu atau dua dedicated file
19
server. Sebuah file server menjadi jantung dari keseluruhan 19ocial,
memungkinkan untuk mengakses sumber daya, dan menyediakan
keamanan. Workstation yang berdiri sendiri dapat mengambil sumber
daya yang ada pada file server. Model hubungan ini menyediakan
mekanisme untuk mengintegrasikan seluruh komponen yang ada di
jaringan dan memungkinkan banyak pengguna secara bersama-sama
memakai sumberdaya pada file server.
Kelebihan model hubungan Client-Server :[2]
1.Terpusat (sumber daya dan keamanan data dikontrol melalui server).
2.Skalabilitas
3.Fleksibel
4.Teknologi baru dengan mudah terintegrasi kedalam 19ocial
5.Keseluruhan komponen (client / network / server) dapat bekerjabersama
Kekurangan model hubungan Client-Server :
1.Mahal
2.Membutuhkan investasi untuk dedicated file server
3.Berketergantungan
4.Ketika server jatuh, mengakibatkan keseluruhan operasi pada network akan jatuh
20
Gambar 2.4 Client Server [2]
[Sumber : http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
b.Model hubungan Peer To Peer memungkinkan user membagi sumber dayanya yang
ada pada komputernya baik berupa file, layanan printer dan lain-lain serta mengakses
sumber daya yang ada pada sistem lain. Namun model ini tidak mempunyai sebuah
file server atau sumber daya yang terpusat didalam hubungan Peer To Peer ini,
seluruh system adalah sama, yang mana mempunyai kemampuan yang sama untuk
memakai sumber daya yang tersedia di dalam jaringan model ini di desain untuk
jaringan berskala kecil dan menengah.
Kelebihan model hubungan Peer To Peer [2]
1. Tidak terlalu mahal, karena tidak membutuhkan dedicated file server
21
2. Mudah dalam komfigurasi programnya, hanya tinggal mengatur untuk
operasi model hubungan peer to peer.
Kekurangan model hubungan Peer To Peer
1.Tidak terpusat, terutama untuk penyimpanan data dan aplikasi
2.Tidak aman, karena tidak menyediakan fasilitas untuk keperluan itu.
Gambar 2.5 Jaringan Model Peer to Peer [2]
[Sumber : http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
2.12 Sistem Client-Server
Sistem Client Server atau disebut juga sistem tersentralisasi diterapkan pada
sebuah sistem jaringan. Sistem Client Server ini ditujukan untuk mengatasi
kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem sebelumnya. Sistem Client Server
terdiri dari dua komponen utama yaitu client dan server. Client berisi aplikasi basis
data dan server berisi DBMS dan basis data. Setiap aktivitas yang dikehendaki para
pemakai akan lebih dulu ditangani oleh client. Client selanjutnya mengupayakan
agar semua proses “sebisa mungkin” ditangani sendiri. Bila ada proses yang harus
melibatkan data yang tersimpan pada basis data barulah client mengadakan hubungan
dengan server.
Pada sistem Client Server untuk memenuhi kebutuhan, client akan
mengirimkan message (perintah) query pengambilan data. Selanjutnya, server yang
22
menerima message tersebut akan menjalankan query tersebut dan hasilnya akan
dikirimkan kembali ke client. Dengan begitu transfer datanya jauh lebih efisien.
Adapun bentuk dari Sistem Client Server yang sederhana adalah sebagai berikut :
DBMS Server
Database
Client & Work Station Client & Work Station Client & Work Station
Gambar 2.6 Sistem Client Server Sederhana
[Sumber : http://fleahlit.web.id/?p=118 / 15 April 2009]
Disamping bentuk client server sederhana terdapat pula bentuk client server yang
lebih komplek yang digambarkan sebagai berikut :
DBMS Server
Database
Client
Client
Client
Work Station Work Station Work Station Work Station Work Station Work Station
Gambar 2.7 Sistem Client Server Kompleks
[Sumber : http://fleahlit.web.id/?p=118 / 15 April 2009]
23
Dari kedua gambar diatas, dapat dilihat adanya dua macam implementasi
sistem client server. Bentuk yang sederhana dapat diterapkan pada sebuah jaringan
komputer sistem (LAN) dimana fungsi client menangani sebagian besar proses
pengolahan data seperti perhitungan, perulangan, pembandingan, dan lain-lain dan
fungsi work station menangani interaksi dengan pemakai, menerima data masukan
dan menayangkan hasil pengolahan.
Adanya pemisahan fungsi client dan fungsi server, disamping meningkatkan
kompleksitas tersendiri dalam pembangunan aplikasi secara keseluruhan, juga
menimbulkan kelemahan lain, yaitu aktivitas pemasangan aplikasi yang tidak praktis.
Bila terdapat perubahan / perbaikan aplikasi basis data maka harus mengulangi
pekerjaan instalasi disemua mesin client yang digunakan.
Jadi setiap client dan sejumlah work station membentuk sebuah LAN
tersendiri. Karena client-client ini merupakan basis tempat aplikasi basis data
disimpan dan turut menangani proses-proses dalam aplikasi, maka bagi work station,
client ini dapat dipandang sebagai server aplikasi.
2.13 Arsitektur Aplikasi
Arsitektur aplikasi merupakan suatu rancangan pengelolaan sistem informasi
yang dilakukan tidak hanya dengan satu komputer tetapi dengan sistem komputer
yang saling berhubungan dengan komputer lain. Bagaimana komputer tersebut bisa
saling berhubungan serta mengatur sumber yang ada disebut sebagai computer
network (jaringan komputer).
24
2.14 Sekilas tentang visual basic 6.0
Microsoft Visual Basic 6.0 merupakan bahasa pemrograman yang cukup
kompleks dan sangat mudah untuk dipelajari. Kita dapat membuat program dengan
aplikasi GUI (Graphical User Interface) atau pemrograman yang memungkinkan
pemakai komputer berkomunikasi dengan komputer tersebut dengan menggunakan
modus grafik dan gambar. Microsoft Visual Basic 6.0 juga menjadikan fasilitas yang
memungkinkan kita untuk menyusun sebuah program dengan memasang objek-objek
grafik disebuah form.
Microsoft Visual Basic berasal dari bahasa pemrograman BASIC (Beginners
All-purpose Symbolic Instruction Code). Karena bahasa Visual Basic cukup mudah
untuk dipelajari dan dipahami, maka sistem setiap programmer menguasai bahasa
ini.
Tahun 1980-an sistem operasi DOS cukup sistem di kalangan pemakai PC
karena di dalamnya disertakan bahasa BASIC yang dikenal dengan QBASIC
(QUICK BASIC). Sistem tersebut sekarang sudah jarang digunakan. Diera windows,
Microsoft menciptakan Visual Basic yang terus mengalami penyempurnaan hingga
Visual Basic 6.0 ini. Keunggulan Microsoft Visual Basic 6.0 adalah sebagai berikut:
1.Mempunyai fasilitas toolbox yang dapat secara langsung mendesain program yang
akan dibuat.
2.Mempunyai jendela properties dimana dapat mengedit computer suatu objek
terpilih yang berada dalam suatu aplikasi.
25
2.15 Microsoft SQL Server 2000
Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak Relation Database
Management System (RDBMS) yang handal. Di desain untuk mendukung proses
transaksi yang besar seperti order online, inventory, akuntansi atau manufaktur.
Microsoft SQL Server 2000 dapat dijalankan pada Microsoft Windows NT 4.0 Server
atau Microsoft Windows 2000 Server, selain itu dapat pula di jalankan pada personal
desktop di Microsoft Windows 2000 Professional dan Microsoft Windows Millenium.
Sistem akan dipergunakan oleh beberapa komputer (client-server) maka
database yang dibangun adalah merupakan database yang berfungsi untuk menunjang
hal tersebut, untuk itu dalam penulisan ini dipakai database Microsoft SQL Server
2000, selain itu database ini juga compatible dengan bahasa pemrograman Visual
Basic yang digunakan. Secara teoritis, program SQL yang sudah terinstal pada sistem
dapat menampung 32.767 database dan terdapat lebih dari 2 billion object. Kelebihan
Microsoft SQL Server 2000 dalam pembuatan database adalah sebagai berikut :
1.Mempunyai transaction log tersendiri dan mengatur transaksi dalam database.
2.Data dapat berkisar antara 1 MB sampai 1.048.516 MB.
3.Dapat menambah ukuran data secara manual atau otomatis.
4.Dapat diset sesuai dengan keinginan, sistem sebuah database hanya dapat dibaca
tetapi tidak bisa diedit
26
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1. Objek penelitian
Objek penelitian yang dilakukan yaitu di Diknas Jabar bertempat bagian seksi
data dan informasi subdin bina program.
3.1.1. Sejarah Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
Era Otonomi Daerah sebagai respon terhadap proses reformasi yang terjadi
pada sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang
berubah dari sistem pemerintahan yang sentralistik. Era Otonomi Daerah ditandai
dengan diundangkannya UU No. 22 Tahun 1999 wilayah NKRI dibagi dalam Daerah
Propinsi, kabupaten, dan daerah kota yang bersifat OTONOM, artinya daerah
Propinsi, kabupaten, dan daerah kota berwenang mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat, dan
masing-masing berdiri sendiri serta tidak mempunyai hubungan hierarki satu sama
lain.
Berdasarkan UU No.22 tahun 1999 pasal 68 ayat 1 maka susunan organisasi
Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat di tetapkan berdasarkan peraturan Daerah
Propinsi Jawa Barat No. 15 tahun 2000 tentang pembentukan Dinas-dinas Propinsi
Jawa Barat, peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat No. 5 tahun 2002 tentang
pembentukan UPTD-UPTD Dinas. Selanjutnya berdasarkan UU No. 22 tahun 1999
27
pasal 68 ayat 1 maka ditetapkan keputusan Gubernur Jawa Barat No. 39 tahun 2001
tentang tugas pokok, fungsi dan rincian tugas unit Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat ditetapkan berdasarkan
Perda No. 15 tahun 2000.
3.1.2. Visi dan Misi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
Visi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat menurut rencana strategis Dinas
Pendidikan Propinsi Jawa Barat tahun 2008 adalah :
“INSAN INDONESIA YANG CERDAS DAN KOMPETITIF TAHUN
2025”
Misi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat menurut Rencana Strategis Dinas
Pendidikan Propinsi Jawa Barat tahun 2008 adalah:
1.Membangun koordinasi dan sinergitas antar lini, unit dan intituasi dalam
manajeman pendidikan di jawa barat yang terintegrasi berdasarkan tugas, fungsi dan
peran masing-masing.
2.Menciptakan suasana kondusif didunia pendidikan dalam upaya meningkatkan
kualitas pendidikan
3.Meningkatkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada
masyarakat.
4.Mengembangkan kehidupan manusia yang beriman dan bertaqwa, mandiri dan
bermartabat serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya masyarakat Jawa Barat
28
(silih asah, silih asih, silih asuh, cageur, bageur, bener, pinter tur singer) dan dan
berwawasan kebangsaan.
5.Menciptakan suasana kondusif dalam upaya mengembangkan pendidikan guna
mewujudkan manusia yang cerdas, terampil, trenginas, sehat jasmani dan rohani,
kreatif, inofatif dan produktif serta memiliki keunggulan kompetitif.
6.Mempelopori perubahan sistem pendidikan sesuai dengan kebutuhan.
7.Meningkatkan kinerja yang berdayaguna dan berhasil guna dalam rangka pelayanan
prima kepada masyarakat.
8.Meningkatkan penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
berwawasan global.
3.1.2.1 Subdin Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat (di
sebut Kanwil Depdiknas Jabar), merupakan sistem yang di kembangkan untuk
menyediakan informasi bagi kepentingan manajemen Kanwil Depdiknas Jabar, untuk
kepentingan pengambilan keputusan penyusunan kebijaksanaan, dengan adanya
Kanwil Depdiknas Jabar, di harapkan fungsi-fungsi manajemen seperti fungsi
perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan, fungsi pengarahan dan
fungsi sistem dan evaluasi di lingkungan Kanwil Depdiknas Jabar dapat di lakukan
secara lebih baik.
Proses pengembangan kanwil diknas jabar yang telah di mulai dilakukan pada
periode april 2000 sampai dengan saat ini ( agustus 2008 ) adalah menyediakan
29
sistem perangkat keras, sistem perangkat lunak, sistem data base, sistem jaringan
komputer, sistem computer dan sistem perangkat komputer Sumber Daya Manusia (
SDM ) dalam rangka melakukan pengolahan data dan penyediaan informasi bagi
kepentingan manjeman kanwil depdiknas jabar yang akan digunakan untuk
pengambilan keputusan atau penyusunan kebijaksanaan.
Komponen – komponen dari kanwil depdiknas jabar yang telah di
implementasikan sampai dengan juli 2009 terdiri dari :
1. Sistem jaringan komputer
2. Sistem perangkat keras
3. Sistem perangkat lunak
4. Sistem data base
5. Sistem perangkat komputer ( SDM )
.
3.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat akan dijelaskan
sebagai berikut :
1. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat, dibantu oleh :
a. Kepala Bagian tata Usaha
b. Ka. Subdinas Bina Program
c. Ka. Subdinas Pendidikan Dasar
d. Ka. Subdinas Dikmentri
e. Ka. Subdinas Sekolah Luar Biasa
30
f. Ka. Subdinas Pendidikan Luar Sekolah
g. Kelompok Pejabat Fungsional
h. UPTD
2. Kepala Bagian Tata Usaha, dibantu oleh :
a. Ka. Subbag Kepegawaian
b. Ka. Subbag Keuangan
c. Ka. Subbag Umum
3. Ka. Subdinas Bina Program, dibantu oleh :
a. Seksi Data dan Informasi
b. Seksi Penyusunan Program
c. Seksi Evaluasi dan Pelaporan
4. Ka. Subdinas Pendidikan Dasar, Ka. Subdinas Dikmentri, Ka. Subdinas
Sekolah Luar Biasa, Ka. Subdinas Pendidikan Luar Sekolah, dubantu oleh :
a. Seksi Kurikulum
b. Seksi Ketenagaan
c. Seksi Prasarana dan Sarana
d. Seksi Kesiswaan
Gambar struktur organisasi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat Dapat di lihat pada
gambar 3.1 :
31
Kepala Dinas Pendidikan
Propinsi Jawa Barat
Kepala Bagian
TATA USAHA
Ka.Subbag Ka.Subbag Ka.Subbag
Kepegawaian Keuangan Umum
Ka.Subdinas Ka.Subdinas
Sekse Data dan Ka.Subdinas Ka.Subdinas
Sekolah Luar Pendidikan Luar
Informasi Pendidikan Dasar Dikmenti
Biasa Biasa
Ka.Subdinas Seksi
Seksi Kurikulum Seksi Kurikulum Seksi Kurikulum
Bina Program Keterangan
Seksi
Seksi
Penyusunan Seksi Kurikulum Seksi Ketenagaan Seksi Ketenagaan
Ketenagaan
Program
Seksi Evaluasi Seksi Prasarana Seksi Prasarana Seksi Prasarana Seksi Prasarana
dan Pelaporan dan Sarana dan Sarana dan Sarana dan Sarana
Seksi Kesiswaan Seksi Kesiswaan Seksi Kesiswaan Seksi Kesiswaan
Kelompok
UPTD
Penjabat Fungsional
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat
3.1.4 Deskripsi Tugas
Tugas pokok Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat menurut Keputusan
Gubernur Jawa Barat No. 39 tahun 2001 adalah : Dinas Pendidikan Propinsi Jawa
Barat mempunyai tugas pokok merumuskan kebijaksanaan operasional di bidang
pendidikan dan melaksanakan sebagai kewenagan desentralasi Propinsi serta
kewenangan yang dilimpahkan kepada Gubernur berdasarkan azas dekonsentrasi dan
tugas pembantuan. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat mempunyai fungsi sebagai
berikut :
a. Merumuskan kebijakan teknis operasional dibidang pendidikan.
32
b. Menyelenggarakan pelayanan umum dibidang pendidikan.
c. Melakukan pembinaan manajemen dan memfasilitasi penyelenggaraan
pendidikan dasar, dikmenjur, pendidikan menengah umum dan pendidikan
tinggi, pendidikan luar biasa, pendidikan luar sekolah, serta UPTD.
d. Menyelenggarakan kegiatah ketatausahaan Dinas.
3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode deskriftif dengan pendekatan pada kasus
pada Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat.
3.2.1 Desain Penelitian
Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif. Metode
deskriftif yaitu metode dalam penelitian suatu kasus dengan cara mengumpulkan data
sebagai gambaran keaadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada.
Metode deskriftif yaitu membuat gambaran (dari sekelompok manusia, objek, kondisi
pada masa sekarang) secara sistematis. Factual dan akurat tentang fakta, sifat dan
hubungan antar fenomena, yang mempunyai sistem sebagai berikut :
1. Data yang digunakan berdasarkan pada fakta yang terpercaya, bukan opini.
2. Ada deskripsi yang jelas tentang tempat dan waktu penelitian
3. Dijelaskan tentang teknik pengumpulan dan analisis data, maupunpustaka yang
digunakan.
4. Prinsip, fakta, dapat dinyatakan sebagai sebuah nilai dan gambaran suatu kondisi
33
tertentu.
3.2.2 Jenis dan Metode pengumpulan data.
Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti yaitu dengan cara data
primer dan data sekunder.
3.2.2.1 Sumber Data Primer
1.Studi Lapangan
a. Wawancara (Interview). Penulis melakukan tanya jawab secara langsung
kepada pembimbing di Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat di bagian seksi
data dan informasi.
b. Pengamatan Langsung (Observasi). Penulis mengamati dan mempelajari
secara langsung cara kerja sistem pengolahan data pegawai.
2. Studi Litelatur Pustaka (Library Research).
Dalam mengerjakan laporan skripsi ini, penulis melakukan library research,
untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan materi skripsi melalui
buku-buku, bahan kuliah dan bacaan lainnya yang memiliki relevansi dengan
system tersebut.
3.2.2.2Sumber Data sekunder
1.Dokumentasi
Penulis juga melakukan dokumentasi terhadap objek yang akan diteliti. Cara
34
yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah metode Dokumentasi,
yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dari sumber-sumber
kebanyakan dari materi sejenis dokumen yang berkenaan dengan masalah yang
diteliti. Metode ini digunakan untuk pengumpulan data yang berhubungan dengan
sejarah, tujuan, kegiatan dan struktur organisasi.
3.2.3 Metode pendekatan dan Pengembangan Sistem
Metode pendekatan dan pengembangan sistem digunakan untuk memenuhi
kebutuhan pengembangan sistem sehingga sistem yang akan dihasilka akan sesuai
dengan yang diharapkan. Dalam hal ini penulis menggunakan metode pendekatan
terstruktur dan metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall
Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan dari masing-masing metode :
3.2.3.1 Metode Pendekatan Sistem
Metode Pendekatan sistem yang digunakan pada penelitian ini menggunakan
metode pendekatan terstruktur yaitu suatu proses untuk mengimplementasikan
urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.
Pemrograman Terstruktur adalah suatu proses mengimplementasikan urutan
langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Pendekatan
terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yang
dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang
35
dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik
dan jelas.
3.2.3.2 Metode Pengembangan system
Metode yang digunakan penulis yaitu dengan cara metode waterfall : Nama
model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut
dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang
muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi
merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE).
Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level
kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification,
dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui
harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Sebagai contoh
tahap desain harus menunggu selesainya tahap sebelumnya yaitu tahap requirement.
Secara umum tahapan pada model waterfall dapat dilihat pada gambar berikut :
36
gambar 3.2 Model waterfall
[Sumber :: http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
1.System / Information Engineering and Modeling. Permodelan ini diawali dengan
mencari kebutuhan dari keseluruhan 36ocial yang akan diaplikasikan ke dalam
bentuk software.
2.Software Requirements Analysis. Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan
difokuskan pada software.
3.Design. Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi
representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
4.Coding. Yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding. Tahap ini
merupakan implementasi dari tahap design
5.Testing / Verification. Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga
dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software
37
bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah
didefinisikan sebelumnya.
6.Maintenance. Pemeliharaan suatu software.Pengembangan diperlukan ketika
adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem
operasi, atau perangkat lainnya.
3.2.3.3 Alat Bantu Analisis dan Perancangan
Pada langkah ini perancangan digambarkan dalam bentuk bagan alir dokumen
(Flowmap),Diagram Konteks (Conteks Diagram), Diagram Arus Data (Data Flow
Diagram) dan Kamus Data (Data Dictionary).
3.2.3.3.1. Bagan Alir Dokumen (Document Flowmap)
Bagan alir dokumen atau disebut juga bagan alir formulir merupakan bagan
alir yang menunujukan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-
tembusannya. Bagan alir dokumen menggambarkan aliran dokumen dan informasi
arus antar area pertanggung jawaban di dalam sebuah organisasi. Secara rinci bagan
alir ini menunjukan dari mana dokumen tersebut berasal, distribusinya, tujuan
digunakannya dokumen tersebut dan lain-lain. Bagan alir ini bermanfaat untuk
menganalisis kecukupan prosedur pengawasan dalam sebuah sistem.
38
3.2.3.3.2. Diagram konteks
Diagram konteks adalah model atau gambar yang menggambarkan hubungan
sistem dengan lingkungan sistem. Untuk menggambarkan diagram konteks, kita
deskripsikan data apa saja yang dibutuhkan oleh sistem dan dari mana sumbernya,
serta informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh system tersebut dan kemana
informasi tersebut akan diberikan.
Diagram konteks adalah kasus khusus dari DFD atau bagian dari DFD yang berfungsi
memetakan modul lingkungan yang dipresentasikan dengan lingkaran tunggal yang
mewakili keseluruhan sistem Data Flow Diagram
3.2.3.3.3. Diagram Alir Data ( Data Flow Diagram / DFD )
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu gambaran secara logical. DFD biasanya
digunakan untuk membuat sebuah model sistem informasi dalam bentuk jaringan
proses yang saling berhubungan satu sama lainnya oleh aliran data. Keuntungan
menggunakan DFD adalah untuk lebih memudahkan pemakai (user) yang kurang
menguasai dalam bidang program untuk lebih mengerti sistem yang akan
dikembangkan atau dikerjakan. Proses data pada Data Flow Diagram (DFD)
merupakan sekumpulan program dapat juga merupakan transformasi data secara
manual.
39
3.2.3.3.4. Kamus Data
Kamus data atau Data Dictionary adalah catalog fakta tentang data dan
kebutuhan-kebutuhan informasi dari stu system informasi. Dengan menggunakan
kamus data, analisis system dapat mendefinisikan data yang mengalir di system
lengkap. Untuk dapat mencerminkan keterangan yang jelas tentang data yang
dicatatnya maka kamus data harus memuat hal-hal seperti nama arus data, alias,
bentuk data, arus data penjelasn, periode, volume, dan struktur data.
3.2.3.3.5. Perancangan Basis Data
Basis Data terdiri dari dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat
diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan
Data adalah representasi fakta dunia nyata mewakili suatu objek seperti manusia,
barang, hewan, peristiwa dan sebagainya.
Basis data merupakan kumpulan dari data-data yang saling terkait dan saling
berhubungan satu dengan lainnya. Basis data adalah kumpulan-kumpulan file yang
saling berkaitan.
Merancang data base merupakan suatu hal yang sangat penting. Kesulitan utama
dalam merancang data base adalah bagaimana merancang sehingga database dapat
memuaskan keperluan saat ini dan masa mendatang. Pada langkah ini terdapat empat
bagian,yaitu ERD(Entity Relationship Diagram), nomalisasi, relasi tabel dan struktur
file.
40
1.Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model untuk
menjelaskan hubungan antara data dalam basis data berdasarkan suatu
persepsi bahwa real world terdiri dari objek-objek dasar yang mempunyai
hubungan relasi antara objek-objek tersebut.
ERD (Entity Relationship Diagram) berfungsi untuk menggambarkan
relasi dari dua file atau dua tabel yang dapat digolongkan dalam tiga macam
bentuk relasi, antara lain :
a.One to One Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding satu.
.a1 .b1
.a2 .b2
.a3 .b3
.a4 .b4
Satu ke satu
Gambar 3.3 one to one relationship
[Sumber :: http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
b.One to Many Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah satu berbanding banyak
41
atau dapat pula dibalik menjadi banyak lawan satu.
.b1
.a1
.b2
.b3
.a2
.b4
Satu ke banyak
Gambar 3.4 one to many relationship
[Sumber :: http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
c.Many to Many Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding
banyak.
.a1 .b1
.a2 .b2
.a3 .b3
.a4 .b4
Banyak ke banyak
Gambar 3.5 many to many relationship
[Sumber :: http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
d.Many to One Relationship
Hubungan antara file pertama dan file kedua adalah banyak berbanding satu.
42
.a1
.b1
.a2
.a3
.b2
.a4
Banyak ke satu
Gambar 3.6 many to one relationship
[Sumber :: http://bebas.vlsm.org/ 15 April 2009]
2.Normalisasi
Normalisasi merupakan pengelopokan data elemen menjadi table-table yang
menunjukan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi selalu diuji pada
beberapa kondisi, apakah ada kesulitan pada saat tambah/insert,
menghapus/delete, mengubah/update, membaca/retrive pada suatu database, bila
ada kesulitan pada pengujian tersebut, maka relasi tersebut dipecahkan pada
beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan belumlah mendapat
database yang optimal, walaupun jumlah normalisasi ini bervariasi dasar
normalisasi sebenarnya hanya ada tiga, yaitu bentuk normal pertama, dan bentuk
normal kedua.
1.Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan
mengikuti suatu format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi.
Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.
43
2. Bentuk Normal Pertama (1NF/First Normal Form)
Bentuk ini sangat sederhana. Aturannya sebuah table tidak boleh mengandung
kelompok yang terulang.
3. Bentuk Normal Kedua (2 NF/ Second Normal Form)
Aturan kedua berbunyi bahwa bentuk data telah memenuhi 43ocial43a bentuk
normal kesatu dan setiap file yang tidak bergantung sepenuhnya pada kunci
primer harus dipindahkan ke table lain.
4.Bentuk Normal Ketiga (3NF / Third Normal Form)
Aturan normalisasi ketiga berbunyi bahwa relasi haruslah dalam bentuk
normal kedua dan tidak boleh ada kebergantungan antara field-field non-kunci
(kebergantungan transitif).
3. Relasi Tabel
Didalam sebuah database, setiap tabel memiliki sebuah fields yang memiliki
nilai untuk setiap baris. Fields ini ditandai dengan icon bergambar kunci di depan
namanya. Baris-baris yang berhubungan pada tabel mengulangi kunci primer
(primary key) dari baris yang dihubungkannya pada tabel lain. Salinan dari kunci
primer di dalam tabel-tabel yang lain disebut dengan kunci asing (foreign key).
Dan semua field bisa menjadi kunci asing. Yang membuat sebuah field
merupakan kunci asing adalah jika dia sesuai dengan kunci primer pada tabel lain
3.Struktur File
Struktur file merupakan struktur dari perancangan database yang akan
44
digunakan, file-file disusun berdasarkan kelas datanya agar dapat memudahkan
dalam penyimpanan data.
3.2.4 Pengujian software
pengujian dilakukan dengan metode blackbox. Pengujian Black Box adalah
pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal
perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengeahui apakah perangkat lunak
berfungsi dengan benar. Pengujian Black Box merupakan metode perancangan data
uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan,
dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek
apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.
Pengujian Blackbox berusaha menemukan kesalahan dalam kategori :
1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
2. Kesalahan interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
4. Kesalahan kinerja
Inisiasi dan kesalahan terminal.
45
BAB IV
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
4.1 Analisis system yang sedang berjalan
Sistem pengolahan data pegawai yang ada di Diknas Jabar penyimpanan
datanya tidak disimpan dalam database dan di simpan dalam folder yang tidak
beraturan atau di arsip-arsip kepegawaian sehingga dalam melakukan proses
pengolahan data masih kurang praktis dan efisien dalam mendukung kelancaran
dalam proses pengolahan data pegawai.
4.1.1 Analisis dokumen
Analisis dokumen ini akan menganalisis beberapa dokumen yang digunakan
dalam proses pengolahan data pegawai. Tujuan dari analisis dokumen adalah untuk
mengetahui dokumen apa saja yang terkait dalam system serta hal-hal yang berkaitan
dengan dokumen tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan informasi
sehingga masukan pada pengembangan system yang diusulkan, dokumen ini
merupakan bukti tertulis.
Adapun dokumen-dokumen yang ada dalam system pengolahan data pegawai
adalah :
46
Tabel 4.1 Tabel Analisis Dokumen
.No
Nama Dokumen Uraian
1 Data pegawai Deskripsi : Dokumen ini berisi tentang biodata, keluarga,
pendididkan dan pangkat jabatan
Fungsi : Sebagai info data pegawai
Rangkap 4
Atribut : nip, no_karpeg, nama, tempat tgl lahir, alamat,
telepon, jenis_kelamin, agama,
status_kawin, tgl_mulai_bekerja,
masa_kerja
2 Data kenaikan Deskripsi : Dokumen ini berisi tentang pangkat lama dan
pangkat baru
pangkat
Fungsi : Pelengkap data pegawai
Rangkap 2
Atribut :
Nip, nama, tempat_tgl_lahir, jabatan, pangkat_lama,
TMT, pangkat baru, keterangan
3 Data kenaikan Deskripsi : Dokumen ini berisi tentang jabatan lama dan
jabatan jabatan baru
Fungsi : sebagai penggabung data kenaikan pangkat dan
kenaikan jabatan
Rangkap 2
Atribut :
Nip, nama, jabatan, TMT, no_sk, tgl_sk, jabatan_baru
47
4.1.2 Analisis prosedur yang berjalan
Di dalam analisa ini dijelaskan tentang urutan prosedur data pegawai di Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Prosedur ini dimulai dari data-data yang telah
diperoleh dari pegawai yang ada di Diknas Jabar yang diperoleh secara manual.
Prosedur yang berjalan pada sistem pengolahan data pegawai pada Diknas Jabar :
Prosedur prosedur Sistem informasi pengolahan data pegawai di Dinas
pendidikan provinsi jawa barat adalah seperti berikut :
1. Pegawai menyerahkan data pegawai ke bag kepegawaian
2. Kemudian bagian kepegawaian mencetak laporan data pegawai sebanyak
dua lembar, lembar pertama di serahkan kepada kepala sub bag, lembar kedua
disimpan bagian kepegawaian sebagai arsip.
3. Kemudian bagian kepegawaian membuat surat cuti, surat pensiun dan surat
kenaikan pangkat sesuai dengan laporan tersebut.
4. Selanjutnya bag kepegawaian mencetak surat tersebut sebanyak tiga
lembar. Lembar pertama diserahkan ke kepala dinas untuk ditandatangani,
lembar kedua ke kepala sub bag untuk ditandatangani juga, dan lembar ketiga
di bagian kepegawaian untuk dijadikan arsip.
5. Sesudah ditandatangani laporan tersebut diserahkan kepada pegawai
4.1.2.1 Flow map
Adapun flowmapnya dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut ini :
48
Pegawai Bagian Kepegawaian Kepala Bagian Kepala Dinas
Data Data Surat Surat Surat Laporan
Pegawai Pegawai Cuti Pensiun Pangkat cuti acc
Cetak Cetak Cetak
laporan laporan surat
pegawai pensiun pangkat
Lap.
Pensiun
acc
Data Data
Data
Pegawai Pegawai
Pegawai
Cetak
laporan Lap.
cuti Pangkat
acc
Acc
Lap. cuti
Laporan laporan
Laporan
cuti cuti
cuti
Lap.
Lap.
pangkat
Lap.
pangkat
pangkat
Laporan Lap. cuti
Laporan
cuti acc Laporan
cuti acc
cuti acc
Lap. Acc
Lap.
pensiun laporan
Lap.
pensiun pensiun
pensiun
Lap. Lap.
Lap.
Pensiun Lap.
pensiun
Pensiun
acc Pensiun
acc
acc
AD
C Acc
laporan
pangkat
Lap.
Lap. Lap.
Pangkat
Lap.
Pangkat Pangkat
acc
Pangkat
acc acc
acc
AD AD AD
P PN PG
Gambar 4.1 Flowmap yang sedang berjalan
49
Keterangan gambar :
ADP : Arsip Data Pegawai
ADC : Arsip Data Cuti
ADPN : Arsip Data Pensiun
ADPG : Arsip Data Pangkat
4.1.2.2 Diagram konteks
Diagram konteks digunakan untuk menggambarkan system pengolahan data
pegawai secara garis besar atau keseluruhan. Diagram konteks ini dirancang
memperhatikan masukan yang dibutuhkan oleh system dan keluaran yang dihasilkan
oleh system. Diagram konteks system pengolahan data pegawai digambarkan sebagai
berikut :
Data pensiun
Data pegawai Data pangkat
pegawai Kepala Bagian
Data cuti
Data
Data pensiun acc Kepegawaian Data pensiun acc
Data pangkat acc Data pangkat acc
Data cuti acc Data cuti acc
Kepala Dinas
Data pensiun acc
Data pangkat acc
Data cuti acc
Gambar 4.2 Diagram konteks yang berjalan
50
4.1.3 Evaluasi system yang sedang berjalan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Dinas Pendidikan Provinsi
jawa Barat di bagian seksi data dan informasi, penulis bisa menganalisis sistem yang
sedang berjalan menggunakan aplikasi berbasis windows tetapi penggunaanya masih
standar umum yaitu menggunakan microsoft word dan disimpan pada folder yang
tidak beraturan.
Permasalahan yang paling sering terjadi dalam sistem pengolahan data
pegawai adalah :
1. Penerbitan surat cuti, surat pensiun dan surat kenaikan pangkat tidak tepat
waktu sehingga menyebabkan keterlambatan.
2. Tidak adanya database dalam penyimpanan data, sehingga terjadinya kesulitan
dalam pencarian data.
3. Keamanan informasi tidak terjamin seperti data itu hilang.
Berdasarkan hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa perlu diadakannya
perbaikan system yaitu :
1. Pembangunan aplikasi yang dapat melakukan pengolahan dan perhitungan gaji
karyawan.
2. Mengatasi kelemahan-kelemahan yang terjadi pada sistem yang belum
terkomputerisasi yaitu dalam masalah pencarian data.
3. Menyediakan informasi data pegawai yang tepat dan akurat serta membuat
51
laporan data pegawai cepat akurat bagi pihak yang memerlukannya
4.2 Perancangan system
Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari
beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Perancangan ini dibuat untuk ditujukan kepada user, programmer, ahli analisis atau
ahli yang berhubungan dengan perancangan ini. Perancangan perangkat lunak ini
dibuat berdasarkan masukan dari hasil analisa untuk menyelesaikan permasalahan
yang ada pada tahap analisa.
Perancangan sistem secara umum bertujuan untuk memberikan gambaran
secara umum kepada pemakai sistem yang baru dan juga merupakan persiapan dari
rancangan terperinci dengan mengidentifikasi komponen-komponen sistem informasi.
Pada tahap perancangan ini diperlukan pendeskripsian yang meliputi perancangan.
Pada tahap perancangan ini akan dijelaskan mengenai perancangan pada
struktur data yang digunakan, perancangan arsitektur program yang akan dibuat,
perancangan antarmuka dan perancangan prosedural
4.2.1 Tujuan perancangan system
Perancangan system informasi bertujuan untuk memberikan gambaran
mengenai sistem yang diusulkan sebagai penyempurnaan dari sitem yang sedang
berjalan. Sistem yang sedang berjalan secara keseluruhan dilakukan
52
penyimpanannya ke dalam folder yang tidak beraturan dan ke dalam arsip-arsip
pegawai, sedang system yang diusulakn akan lebih ditentukan pada pengolahan data
secara terkomputerisasi
4.2.2 Gambaran umum system yang diusulkan
Dalam tahap ini gambaran umum sistem yang diusulkan bertujuan untuk
menghasilkan perancangan sistem informasi pengolahan data pegawai yang
terkomputerisasi. Usulan perancangan yang dilakukan adalah merubah sistem
informasi pengolahan data pegawai yang masih berupa folder atau arsip menjadi
terkomputerisasi.
Adapun gambaran umum sistem ini mencakup flowmap, diagram konteks
sistem, diagram alir data sistem yang dapat menjelaskan aliran data yang diproses
hingga menghasilkan informasi yang diinginkan.
4.2.3 Perancangan prosedur yang diusulkan
Prosedur yang berjalan Sistem Informasi iDiknas Pendidikan Provinsi Jawa
Baratt masih menggunakan sistem yang lama. Perbedaannnya dengan prosedur
yang diusulkan, terletak pada sistem yang lama belum terkomputerisasi sedangkan
yang diusulkan terkomputerisasi.
Berikut ini merupkan prosedur-prosedur dari flowmap yang di usulkan :
1. Pegawai menyerahkan data pegawai ke bag kepegawaian.
2. Selanjutnya bagian kepegawaian mengecek kesesuaian data pegawai dengan
53
database.
3. Kemudian bagian kepegawaian mencetak laporan data pegawai sebanyak
dua lembar, lembar pertama di serahkan kepada kepala sub bag, lembar
kedua disimpan bagian kepegawaian sebagai arsip,
4. lalu data tersebut diinputkan dalam database
5. Kemudian bagian kepegawaian membuat surat cuti, surat pensiun dan surat
kenaikan pangkat sesuai dengan laporan tersebut lalu diinputkan dalam
database
6. selanjutnya bag kepegawaian mencetak surat tersebut sebanyak tiga lembar.
Lembar pertama diserahkan ke kepala dinas untuk ditandatangani, lembar
kedua ke kepala sub bag untuk ditandatangani juga, dan lembar ketiga di
bagian kepegawaian untuk dijadikan arsip.
7. sesudah ditandatangani laporan tersebut diserahkan kepada pegawai.
4.2.3.1 Flow map
Adapun flow map dari rancangan system informasi pengolahan data pegawai
yang penulis buat adalah sebagai berikut :
54
Pegawai Bagian Kepegawaian Kepala Bagian Kepala Dinas
Data Data Input data Surat Surat Surat Laporan
Pegawai Pegawai pegawai Cuti Pensiun Pangkat cuti acc
DB Kepegawaian
Input Input
Input
Surat surat
Cetak Surat Cuti
pensiun Pangkat
laporan
pegawai
Lap.
Pensiun
acc
Data Data
Data
Pegawai Pegawai
Pegawai
Cetak Cetak Cetak
laporan laporan surat Lap.
cuti pensiun pangkat Pangkat
acc
Acc
laporan
cuti
Lap.
Lap. cuti
Laporan Lap.
Laporan pangkat
Lap.
cuti pangkat
cuti pangkat
Laporan Lap. cuti
Laporan
cuti acc Laporan
cuti acc
cuti acc
Lap. Acc
Lap.
pensiun laporan
Lap.
pensiun pensiun
pensiun
Lap. Lap.
Lap.
Pensiun Lap.
pensiun
Pensiun
acc Pensiun
acc
acc
Acc
laporan
pangkat
Lap.
Lap. Lap.
Pangkat
Lap.
Pangkat Pangkat
acc
Pangkat
acc acc
acc
AD AD AD AD
P C PN PG
Gambar 4.3 flowmap yang diusulkan
55
Keterangan gambar :
ADP : Arsip Data Pegawai
ADC : Arsip Data Cuti
ADPN : Arsip Data Pensiun
ADPG : Arsip Data Pangkat
4.2.3.2 Diagram konteks
Diagram konteks digunakan untuk menggambarkan system pengolahan data
pegawai secara garis besar atau keseluruhan. Diagram konteks ini dirancang
memperhatikan masukan yang dibutuhkan oleh system dan keluaran yang dihasilkan
oleh system. Diagram konteks system pengolahan data pegawai digambarkan sebagai
berikut :
Data pensiun
Data pegawai Data pangkat
pegawai Kepala Bagian
Data cuti
Data
Data pensiun acc Kepegawaian Data pensiun acc
Data pangkat acc Data pangkat acc
Data cuti acc Data cuti acc
Kepala Dinas
Data pensiun acc
Data pangkat acc
Data cuti acc
Gambar 4.4 Diagram konteks yang diajukan
Penjelasan diagram konteks :
Diagram konteks pada sistem informasi ini memiliki tiga entitas luar yaitu Pegawai,
Ketua sub bag, kepala diknas, . Data yang masuk dari pegawai berupa data pegawai,
56
data cuti, kelengkapan pensiun, kelengkapan kenaikan pangkat, yang akan diproses
pada sistem informasi kepegawaian dan melibatkan ketiga entitas luar lainnya yaitu
Ketua sub bag, kepala diknas, akan menghasilkan keluaran berupa laporan data
kepegawaian, SK pensiun, SK kenaikan pangkat dan surat cuti
4.2.3.3 Data flow diagram
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu gambaran secara logical. DFD
biasanya digunakan untuk membuat sebuah model sistem informasi dalam bentuk
jaringan proses yang saling berhubungan satu sama lainnya oleh aliran data.
Keuntungan menggunakan DFD adalah untuk lebih memudahkan pemakai (user)
yang kurang menguasai dalam bidang komputer untuk lebih mengerti sistem yang
akan dikembangkan atau dikerjakan. Proses data pada Data Flow Diagram (DFD)
merupakan sekumpulan program dapat juga merupakan transformasi data secara
manual. Adapun DFD sitem yang diusulkan sebagai berikut :
Data Flow Diagram pada level 1 menampilkan 11 buah proses utama yaitu input
data pegawai, input data cuti, input data pensiun, input data kenaikan pangkat , cetak
data pegawai, cetak data cuti, cetak data pensiun, cetak data kenaikan pangkat, acc
laporan cuti, acc laporan pensiun, dan acc laporan kenaikan pangkat. Aliran–aliran
data menghubungkan antara satu proses dengan proses lainnya, antara entity dengan
proses, antara proses dengan file penyimpanan data, dan file penyimpanan data
dengan proses.
57
Data pangkat
Data pensiun
Data cuti
1.0 3.0 4.0
2.0
pegawai Data pegawai Input data input data Input data
Input data cuti
pegawai pensiun pangkat
Data pegawai Data cuti Data pensiun Data pangkat
Data pegawai Data cuti Data pensiun Data pangkat
Data pegawai Data cuti Data pensiun Data pangkat
Data pegawai 5.0 6.0 7.0 8.0
Cetak data Cetak data cetak data Cetak data
pegawai cuti pensiun pangkat
Data pegawai Data cuti Data pensiun Data pangkat
laporan laporan laporan
Laporan cuti
pegawai pensiun pangkat
Data cuti
Data pensiun
Data cuti acc
Kepala bagian Data pangkat
9.0 Data cuti
Laporan cuti Data pangkat
Data cuti acc acc laporan Data pensiun
acc
cuti
10.0 11.0
Data cuti acc
Acc laporan Acc laporan
Data pensiun acc pensiun pangkat
Data pensiun acc
Data pangkat acc
Data pensiun acc
Data pensiun acc
Data pangkat acc
laporan
Kepala dinas
pensiun acc
laporan
pangkat acc
Gambar 4.5 DFD Level 1 yang diajukan
58
4.2.3.4 Kamus data
Kamus data atau data dictionary adalah katalog data tentang fakta dan
kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan
menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mengidentifikasikan data yang
mengalir dalam sistem dengan lengkap.
Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di data flow diagram. Arus
data yang ada di data flow diagram sifatnya adalah global, hanya ditujukan arus
datanya saja. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di bawah ini :
Tabel 4.2. Kamus Data pegawai
Nama Data Data pegawai
Alias -
Bentuk Data Dokumen
Penjelasan
Struktur Data nip, no_karpeg, nama, tempat_tgl_lahir, alamat,
telepon, jenis_kelamin, agama, status_kawin,
tgl_mulai_bekerja, masa_kerja
Tabel 4.3 Kamus Data kenaikan pangkat
Nama Data kenaikan pangkat
Alias -
Bentuk Data Dokumen
Penjelasan
59
Struktur Data Nip, nama, tempat_tgl_lahir, jabatan,
pangkat_lama, TMT, pangkat_baru, keterangan
Tabel 4.4. Kamus Data cuti
Nama Data cuti
Alias -
Bentuk Data Dokumen
Penjelasan
Struktur Data Nip, nama, no_karpeg, alamat, jenis_cuti,
tgl_mulai_bekerja, keterangan
Tabel 4.5. Kamus Data pensiun
Nama Data pensiun
Alias -
Bentuk Data Dokumen
Penjelasan
Struktur Data Nip, nama, no_karpeg, alamat,
tgl_pensiun,keterangan
Tabel 4.6. Kamus Data kenaikan jabatan
Nama Data kenaikan jabatan
Alias -
Bentuk Data Dokumen
60
Penjelasan
Struktur Data Nip, nama, jabatan, TMT, no_sk, tgl_sk,
jabatan_baru, sk
4.2.4 Perancangan basis data
Perancangan basis data merupakan perancangan sebuah database pada
dasarnya melibatkan enam tahap yang bersifat berulang yaitu perencanaan, analisis,
perancangan, pemrograman, implementasi, dan penggunaan. Adapun unsur-unsur
yang mempengaruhi dalam merancang sebuah database yaitu sebagai Berikut :
1. Data nip, nokarpeg, nama, tempat tgl lahir, alamat, telepon, jeniskelamin,
pegawai agama, statuskawin, tglmulaibekerja, masakerja
2.Data Nip, nama, tempattgllahir, jabatan, pangkatlama, TMT, pangkat baru,
keterangan
kenaikan
pangkat
3.Data cuti Nip, nama, nokarpeg, alamat, jeniscuti, tglmulaibekerja, keterangan
4.Data Nip, nama, nokarpeg, alamat, jtglpensiun,keterangan
pensiun
61
5.Data Nip, nama, jabatan, TMT, nosk, tglsk, jabatanbaru, sk
kenaikan
jabatan
Tabel 4.7 Perancangan basis data
4.2.4.1 Normalisasi
Untuk mendapatkan kriteria-kriteria normalisasi, semua tabel di rekontruksi menjadi
satu tabel (Universal Table). Lalu diterapkan kriteria-kriteria normalisasi hingga
mendapatkan sejumlah tabel yang sudah normal. Dibawah ini merupakan tabel yang
berada pada bentuk normal pertama :
1. Bentuk Unormal
{ nip, no_karpeg, nama, tempat_tgl_lahir, alamat, telepon, jenis_kelamin, agama,
status_kawin, tgl_mulai_bekerja, masa_kerja, Nip, nama, tempat_tgl_lahir, jabatan,
pangkat_lama, TMT, pangkat_baru, keterangan, Nip, nama, no_karpeg, alamat,
jenis_cuti, tgl_mulai_bekerja, keterangan, Nip, nama, no_karpeg, alamat,
tgl_pensiun, keterangan, Nip, nama, jabatan, TMT, no_sk, tgl_sk, jabatanbaru, sk }
2. Bentuk Normal Pertama
Berdasarkan bentuk unnormal di atas diperoleh beberapa tabel dalam bentuk
normal ke pertama ( 1st ) seperti berikut ini :
62
{ nip, no_karpeg, nama, tempat_tgl_lahir, alamat, telepon, jenis_kelamin, agama,
status_kawin, tgl_mulai_bekerja, masa_kerja, Nip, nama, jabatan, TMT, no_sk,
tgl_sk, jabatanbaru, sk, Nip, nama, tempat_tgl_lahir, jabatan, pangkat_lama, TMT,
pangkat_baru, keterangan }
3. Bentuk Normal kedua
Bentuk normal Kedua (NF) adalah table yang tidak mengandung pengulangan
data dan nilai-nilai nonatomik. Sebuah nilai atomik adalah field yang menyatakan
data tunggal, bukan gabungan nilai-nilai.
Tabel Data pegawai
{ nip*, no_karpeg, nama, tempat_tgl_lahir, alamat, telepon, jenis_kelamin, agama,
status_kawin, tgl_mulai_bekerja, masa_kerja }
Tabel Data kenaikan pangkat
{ Nip*, nama, tempat_tgl_lahir, jabatan, pangkat_lama, TMT, pangkat_baru,
keterangan }
Tabel Data cuti
{ Nip*, nama, no_karpeg, alamat, jenis_cuti, tgl_mulai_bekerja, keterangan }
Tabel Data pensiun
{ Nip*, nama, no_karpeg, alamat, tgl_pensiun,keterangan }
Tabel Data kenaikan jabatan
{ Nip*, nama, jabatan, TMT, no_sk, tgl_sk, jabatan_baru, sk }
63
4. Bentuk Normal Ketiga
Berdasarkan bentuk normal Kedua (2NF) di atas masih ditemukan informasi
tabel yang kurang akurat, oleh karena itu dibutuhkan suatu relasi antar tabel yang
masing-masing atribut utama bergantung fungsional penuh pada masing-masing
kunci dimana kunci tersebut bukan bagiannya.
Tabel Data pegawai
{ nip*, no_karpeg, nama, tempat_tgl_lahir, alamat, telepon, jenis_kelamin, agama,
status_kawin, tgl_mulai_bekerja, masa_kerja }
Tabel Data kenaikan pangkat
{ Nip*, tempat_tgl_lahir, jabatan, pangkat_lama, TMT, pangkat_baru, }
Tabel Data cuti
{ Nip*, , jenis_cuti, , keterangan_pensiun}
Tabel Data pensiun
{ Nip*, , tgl_pensiun,keterangan }
Tabel Data kenaikan jabatan
{ Nip*, no_sk, tgl_sk, jabatan_baru, sk }
4.2.4.2 Relasi tabel
Didalam sebuah database, setiap tabel memiliki sebuah fields yang
memiliki nilai untuk setiap baris. Fields ini ditandai dengan icon bergambar
kunci di depan namanya. Baris-baris yang berhubungan pada tabel mengulangi
64
kunci primer (primary key) dari baris yang dihubungkannya pada tabel lain.
Salinan dari kunci primer di dalam tabel-tabel yang lain disebut dengan kunci
asing (foreign key). Dan semua field bisa menjadi kunci asing. Yang membuat
sebuah field merupakan kunci asing adalah jika dia sesuai dengan kunci primer
pada tabel lain.
Adapun bentuk relasi antar tabel dari sistem yang diajukan dapat
dilihat pada gambar :
:
Data pegawai Data kenaikan pangkat Data cuti
Nip* Nip* Nip*
No_karpeg jabatan jenis_cutii
nama pangkat_lama keterangan
atempat_tgl_lahir tmt
alamat pangkat_baru
telepon
jenis_kelamin
agama
status_kawin
tgl_mulai_bekerja
mas_kerja
Data pensiun Data kenaikan jabatan
Nip* Nip*
tgl_pensiun no_sk
keterangan_pensiun tgl_sk
jabatan_baru
sk
Gambar 4.6. Relasi Tabel pada Sistem Informasi Kepegawaian
65
4.2.4.3 Entity relationship diagram (ERD)
Entity relationship diagram digunakan untuk menggambarkan relasi antar
tabel dengan tujuan untuk memperjelas hubungan antar tabel penyimpanan. ERD
terdiri dari sekumpulan objek dasar yaitu entitas dan hubungan antar entitas-entitas
yang saling berhubungan.
Atribut yang terdapat di entity relationship diagram adalah sebagai
berikut :
Data kenaikan
Memiliki
jabatan
Data pegawai Memiliki Data cuti
Data kenaikan
Memiliki Memiliki
pangkat
Data pensiun
Gambar 4.7 Entity Relationship Diagram
4.2.4.4 Struktur file
Struktur file digunakan dalam perancangan system karena data ini akan
menentukan struktur fisik database yang menunjukkan struktur dari elemen-
elemen data yang menyatakan panjang elemen data dan jenis-jenis datanya.
Untuk mempermudah dalam program maka struktur database dapat dilihat
66
pada tabel berikut :
Tabel 4.8 Data Biodata
No Field Type Size Keterangan
1 NIP Text 12 Nip Pegawai
2 Nama Text 30 Nama Pegawai
3 Karpeg Text 10 No kartu pegawai
4 Tmp_lahir Text 20 Tempat lahir pegawai
5 Tgl_lahir Date/Time - Tanggal lahir pegawai
6 Jk Text 10 Jenis kelamin
7 Agama Text 18 Agama
8 Status Text 12 Status perkawinan
9 Alamat Text 50 Alamat pegawai
10 Tlp Text 15 Telepon
11 Tmt_kerja Date/Time - Terhitung mulai tanggal jadi PNS
12 Masa_kerja Text 2 Menghitung Lama kerja dalam tahun
13 Ms_krj_bl Text 2 Menghitung Lama kerja dalam Bulan
Tabel 4.9 Data latihan jabatan
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 Nip Pegawai
2 Nama_lat Text 30 Nama latjab atau pelatihan
3 Tahun Text 4 Tahun pelaksanaannya
Tabel 4.10 Data Cuti
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Noizincuti Text 15 No izin cuti
3 Tgl_awal Date/Time - Tanggal mulai cuti
67
4 Tgl_akhir Date/Time - Tanggal berakhir cuti
5 Nama_cuti Text 30 Nama cuti
6 Alamat_cuti Text 50 Alamat ketika cuti
7 Ket Text 50 Keterangan
Tabel 4.11 Data Suami Istri
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Tgl_nikah Text 15 No izin cuti
3 Nama Text 30 Tanggal mulai cuti
4 tmp_lahir Text 20 Tanggal berakhir cuti
5 Tgl_lahir Text 30 Nama cuti
6 Pekerjaan Text 50 Alamat ketika cuti
Tabel 4.12 Data password
No Field Type Size Keterangan
1 User Text 20 Nama Pengguna
2 password Text 10 Password
Tabel 4.13 Data Jabatan
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Jabatan Text 30 Jabatan pegawai
3 Tmt_jabatan Date/Time - Terhitung mulai tanggal jabatan
4 No_sk Text 20 No Sk jabatan
5 Tgl_sk Date/Time - Tanggal SK jabatan
6 Status Text 1 Kode status
7 Tmp_tugas Text 40 Tempat pegawai bertugas
68
Tabel 4.14 Data Pangkat
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Pangkat Text 30 Pangkat pegawai
3 Tmt_pangkat Date/Time - Terhitung mulai tanggal Pangkat
4 Gol Text 5 Golongan ruang
5 Ket Text 50 Keterangan
6 Status Text 1 Kode status
Tabel 4.15 Data Pendidikan
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Tingkat Text 20 Tingkat Pendidikan
3 Nama_sekolah Text 30 Nama instansi sekolah
4 Gelar Text 5 Nama gelar
5 Lulus Text 4 Tahun lulus
6 Kode_ijasah Text 2 Kode ijasah
Tabel 4.16 Data Anak
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 No Integer 2 No anak
3 Nama Text 30 Nama anak
4 Jk Text 10 Jenis kelamin anak
5 Tgl_lahir Text 10 Tanggal lahir anak
6 Tmp_lahir Text 15 Tempat lahir anak
7 pekerjaan Text 40 Pekerjaan anak
8 keterangan Text 40 keterangan
69
Tabel 4.17 Data jabatan
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Jabatan Text 30 Jabatan pegawai
3 Tmt_jabatan Date/Time - Terhitung mulai tanggal jabatan
4 No_sk Text 20 No Sk jabatan
5 Tgl_sk Date/Time - Tanggal SK jabatan
6 Tmp_tugas Text 40 Tempat pegawai bertugas
Tabel 4.18 Data pangkat
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Pangkat Text 30 Pangkat pegawai
3 Tmt_pangkat Date/Time - Terhitung mulai tanggal Pangkat
4 Gol Text 5 Golongan ruang
5 Ket Text 40 Keterangan
Tabel 4.19 Data Pensiun
No Field Type Size Keterangan
1 Nip Text 11 NIP Pegawai
2 Mk_thn_pensiun Text 2 Masa kerja pensiun pertahun
3 Tmt_pensiun Date/Time - Terhitung mulai tanggal Pensiun
4 Mk_bln_pensiun Text 2 Masa kerja pensiun perbulan
4.2.4.5 Kodifikasi
Kodifikasi adalah untuk mempermudah dalam pengelompokan data
dan pemrosesannya, selain itu system pengkodean juga membantu dalam
70
mengidentifikasi suatu objek sehingga kesalahan dalam identifikasi objek
dapat dihindarkan. Pada sistem pengolahan data pegawai ini terdapat
kodefikasi (pengkodean) pada nomer induk pegawai, lebih jelasnya mengenai
pengkodean ini sebagai berikut :
1.NIP
Format : XXX YYY YYY
ket : XXX : nomer induk pegawai negeri daerah tingkat I atau pegawai negeri
tingkat II
YYY YYY : nomer urut pegawai
Contoh :020 065 123 : 020 menandakan bahwa pegawai negeri daerah tingkat
I provinsi jawa barat dan 065 123 merupakan no urut pegawai di dinas
pendidikan provinsi jawa barat.
2. Data Bagian
Kode Bagian : [XX XXX ]
A B
Keterangan :
A : Singkatan Dari Kode Bagian
B : No Urut Bagian
Contoh : [ KB001 ]
71
Pada contoh diatas 2 karakter pertama menunjukan singkatan dari kode bagian
menjadi KB dan 3 digit kedua menunjukan nomor urut bagian yang terdapat pada
perusahaan, dalam hal ini dimulai dengan angka “001” dan seterusnya.
4.2.5 Perancangan antar muka
Program dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari intruksi-intruksi atau
perintah-perintah terperinci yang sudah disiapkan oleh komputer sehingga dapat
melakukan fungsi sesuai dengan yang telah ditentukan. Tujuan dari pembuatan
program ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat aktivitas yang
berhubungan dengan pengolahan data dan untuk membentuk suatu sistem yang lebih
baik.
4.2.5.1 Struktur menu
Dalam perancangan program ini menggunakan menu yang mengintegrasikan
semua bagian dalam program adapun gambaran menu, seperti yang ditampilkan
pada gambar strkutur menu berikut ini :
72
o in
Lg
eu t a
a
Mn U m
File nu
Ipt E itDt
d aa ao n
L p ra no
If
P swrd
as o aa e a a
Dt P g wi d io aa
E itB d t a o n aa ui
L p ra Dt Ct e t n ro ra
T na gP g m
Rb h P swrd
u a as o E itP n k t
d a ga ao n eaa
L p ra K n ik n
aa ui
Dt Ct a ga
Pn k t
a a aa
d nJ b t n
a bh a au
T ma d nHp s a o n aa
L p ra d t
as o
P swrd aa e s n
Dt P n iu d ui
E itCt
es n
P n iu
aa e a a
Dt K n ik n a o n at r
L p ra Dfa
d es n
E itP n iu
a ga
Pn k t ru e a g aa
U tK p n k t n
e a
K lu r aa e a a
Dt K n ik n
a aa
Jb t n
Gambar 4.6 Struktur Menu program aplikasi
4.2.5.2 Perancangan input
Input dibutuhkan oleh program aplikasi ini berupa perancangan input data
pengolahan data pegawai. Data yang telah dicatat dalam dokumen dijadiakan input
program aplikasi dengan menggunakan alat masukan keyboard sebagai pengolahnya.
Desain Masukan Biodata:
73
Biodata
NIP : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
No Karpeg : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tempat /tanggal lahir : xxxxxxxxxxxx xx/xx/xx
Alamat : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Telepon : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Jenis Kelamin : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Agama : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Status Perkawinan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal Mulai bekerja : xx/xx/xx
Masa kerja : xxxx tahun xxxx bulan
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.7 Rancangan Masukan Biodata
Rancangan Masukan Suami Istri :
Suami Istri
Nama Istri/Suami : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tempat lahir : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal lahir : xx/xx/xx
Tanggal Nikah : xx/xx/xx
Pekerjaan/Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Jumlah anak : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.8 Rancangan Masukan Data Suami/Istri
74
Rancangan Input Data Anak :
Data Anak
No : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama Anak : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Jenis Kelamin : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tempat/tanggal lahir : xxxxxxxx xx/xx/xx
Pekerjaan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.9 Rancangan Masukan Data Anak
Rancangan Masukan Pendidikan :
Data Pendidikan
Pendidikan : xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama Pendidikan : xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Gelar : xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Lulus Tahun : xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tingkat Ijasah : xxxxxxxxxxxxxxxxxx
Gambar 4.10 Rancangan Masukan pendidikan
75
Rancangan Masukan Pangkat dan Jabatan :
Data Pangkat dan Jabatan
Pangkat/Gol : xxxxxxxx xxxxxx
TMT Pangkat : xx/xx/xx
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
TMT Jabatan : xx/xx/xx
No SK : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal SK : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Simpan Batal Keluar
Gambar 4.11 Rancangan Masukan Pangkat Dan Jabatan
Rancangan Masukan Latihan Jabatan :
Data Latihan Jabatan
Nama Latihan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tahun : xx/xx/xx
Gambar 4.12 Rancangan Masukan latihan jabatan
Rancangan Masukan Riwayat Kepangkatan :
Data Riwayat Kepangkatan
Pangkat/Gol : xxxxxxxxxxxxxxx
Tmt Pangkat : xx/xx/xx
Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxx
Gambar 4.13 Rancangan Masukan riwayat kepangkatan
76
Rancangan Masukan Riwayat Jabatan :
Data Riwayat Jabatan
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxx
Tmt Jabatan : xx/xx/xx
No Sk : xxxxxxxxxxxxxx
Tanggal SK : xx/xx/xx
Tempat Tugas : xxxxxxxxxxxxxx
Gambar 4.14 Rancangan Masukan Riwayat jabatan
Rancangan Masukan Cuti :
Data Cuti
NIP : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Pangkat/Gol : xxxxxxxx xxxxxxx
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
No Izin Cuti : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal Awal Cuti : xx/xx/xx
Tanggal Akhir Cuti : xx/xx/xx
Nama Cuti : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Alamat Cuti : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Gambar
Keterangan 4.15 Rancangan Masukan data cuti
: xxxxxxxxxxxxxxxxx
77
Rancangan Masukan Pensiun
Data pensiun
NIP : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tempat/Tanggal Lahir : xxxxxxx xxxxxxx
Pendidikan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
tgl pensiun : xxxxxxxx xxxxx
Gambar 4.19 Rancangan Masukan dokumen
Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxx
Gambar 4.16 Rancangan Masukan data cuti
Rancangan Masukan Naik Pangkat :
Data Naik Pangkat
NIP : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tempat/Tanggal Lahir : xxxxxxx xxxxxxx
Pendidikan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Pangkat lama/Gol lama : xxxxxxxx xxxxx
TMT Pangkat Lama : xx/xx/xx
Pangkat Baru/Gol Baru : xxxxxxxxxxxxxxxxx
TMT Pangkat Baru : xx/xx/xx
Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxx
Gambar 4.17 Rancangan Masukan Naik Pangkat
78
Rancangan Masukan Naik Jabatan :
Data Naik Jabatan
NIP : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan lama : xxxxxxxxxxxxxxxxx
TMT Jabatan Lama : xx/xx/xx
No SK : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal SK : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan Baru : xxxxxxxxxxxxxxxxx
TMT Jabatan Baru : xx/xx/xx
No SK : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal SK : xxxxxxxxxxxxxxxxx
Gambar 4.18 Rancangan Masukan Naik Jabatan
4.2.5.3 Perancangan output
Perancangan output adalah produk dari system informasi yang dihasilkan dari
proses input pengolahan data oleh system output atau informasi yang dihasilkan
system print out ke dalam bentuk kertas yang berguna dan memberikan nilai tambah
bagi pengguna informasi tersebut.
1.Rancangan Keluaran Cuti
a u
t
a t
DC i
e a
m
Tp t Tg l
ag
n a Tg l
na
ag
I
P
N Na
am ak
na
Pg t G n n J an
o g
l
oa ba
at a C
m t
N aui lm t
a t i
C
A au
us
g
Ta Al u Ar u
w t
a i
C h t
i
k C i
xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx x /x
/ x
x
xx xx
x /x
/ x
x xx
xx
xx
xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx x /x
/ x
x
xx xx
x /x
/ x
x xx
xx
xx
Gambar 4.19 Rancangan Keluaran Cuti
79
2.Rancangan Keluaran Kenaikan Jabatan
a e i na t
t
a nk ba
D KaaJ an
e a
m
Tp t Tg l Tg l
ag
na ag
na
I
P
N Na
am ak
na
Pg t G n n J an
o g
l a
o ba
at a C
m t
N aui lm t
a t i
C
A au
us
g
Ta Al u Ar u
w t
a i
C h t
i
k C i
xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx x /x
/ x
x
xx xx
x /x
/ x
x xx
xx
xx
xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx x /x
/ x
x
xx xx
x /x
/ x
x xx
xx
xx
Gambar 4.20 Rancangan Keluaran Kenaikan Jabatan
3.Rancangan Keluaran Kenaikan Pangkat
a e i na k
t
a nk na
D KaaPg t
e a
m
Tp t Tg l Tg l
ag
na ag
na
I
P
N Na
am ak
na
Pg t G n n J an
o g
l a
o ba
at a C
m t
N aui lm t
a t i
C
A au
us
g
Ta Al u Ar u
w t
a i
C h t
i
k C i
xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx x /x
/ x
x
xx xx
x /x
/ x
x xx
xx
xx
xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx xx
xx
xx x /x
/ x
x
xx xx
x /x
/ x
x xx
xx
xx
Gambar 4.21 Rancangan Keluaran Kenaikan Pangkat
4.Rancangan keluaran Pensiun
a ei
t nu
a
D Psn
e a
m
Tp t Tg l
ag
na ag
na
Tg l
I
NP Na
am ak
na
Pg t Gn n
o g
l a
o a tn
a
Jba a C
m t
N aui
us
g
Ta Aa u
wC
l t
i kr u
h t
AiC i
xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx x /
xx
x/ x x x /
xx
x/ x x
xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx xxx
xxx x /
xx
x/ x x x /
xx
x/ x x
Gambar 4.22 Rancangan keluaran Pensiun
80
5.Rancangan Keluaran Daftar Urut Kepangkatan
a r K kn
fr u p a
t t at
a n
D U ega
a
ng
k
a
Pt K
aa
sj
ae
Mr i a
hb
taa
a Ja
Lnt n nn
d
d
i
ek
Pia a
ta
Ct
an
N
m
aa N
I
P b
a
Ja
atn M
TT gi
llh
Ta r K
e
t
oT
l T
GM TB N
HL a
N ma h
T
n a
m
Na ls
L
uu a
h
ja
Is u
ti
Ma
s
x
xx
x
xx xx x x xx
x
xx x x x
x x x xx
x x
x
xx
x
x x x
x x
x x x
x
x x
x
x x/
x
/ x
x
xx x
xx
xx
x x
xx
x
xx x
x
xx
x
x x
xx
x
xx xx
x
xx
x
x
xx
x
xx xx x x xx
x
xx x x x
x x x xx
x x
x
xx
x
x x x
x x
x x x
x
x x
x
x x/
x
/ x
x
xx x
xx
xx
x x
xx
x
xx x
x
xx
x
x x
xx
x
xx xx
x
xx
x
Gambar 4.23 Rancangan Keluaran Daftar Urut Kepangkatan
4.2.6 Perancangan arsitektur jaringan
Adapun Kebutuhan Jaringan untuk mendukung program ini adalah sebagai
berikut ;
1. Media transmisi menggunakan kabel twisted pair, yang tipe Unshielded
twistedpair ( UTP ) Dan dengan konektor RJ 45
2. Tipe jaringan yang digunakan adalah LAN ( Local Area Network ), karena
area yang relatif kecil yaitu sebuah institusi, dengan model konfigurasi dimana satu
komputer bertindak sebagai server, dan yang lainnya sebagai client yang mengakses
file dalam server
3. Topologi yang digunakan adalah topologi Bus ( Garis Lurus ), karena mudah
dalam mengkonfigurasikan komputer ke dalam sebuah kabel utama, dan tidak
terlalu memakai banyak kabel
4. Unsur yang terkait lainnya yaitu :
81
1. File server, yang digunakan sebagai pusat dari jaringan.
2. Workstations, komputer yang terhubung ke file server dalam sebuah
jaringan.
3. Network Interface Cards ( Kartu Jaringan ), perangkat keras yang
berfungsi sebagai media penghubung antar komputer.
4. Enthernet Card ( Karu Jaringan Enthernet ), perangkat keras yang
menyediakan port untuk media transmisi ( Kabel ),
5. Repeaters, berfungsi sebagai penguat sinyal pada media transmisi yang
digunakan.
6. Bridges, perangkat keras yang mengatur jalur arus data / informasi agar
tetap berjalan dengan baik dan teratur.
BAB V
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
5.1 Implementasi
Implementasi sistem merupakan kelanjutan dari kegiatan perancangan sistem
yang dirancang. Langkah-langkah dan tahapan implementasi adalah urutan dari
kegiatan awal sampai kegiatan akhir yang baru dilakukan dalam mewujudkan sistem
82
yang dirancang.
Hasil dari implementasi ini adalah suatu sistem yang dapat berjalan dengan
baik. Langkah-langkah implementasi ini adalah sebagai berikut :
1. Tahap tes dan modifikasi
Dari tahap ini kita menguji secara keseluruhan dari program yang kita buat,
sehingga bila terjadi kesalahan dapat dilakukan perubahan-perubahan atau
perbaikan dari program tersebut.
2. Tahap pelatihan
Dari tahap ini agar user yang akan mengoprasikan sistem dapat mengerti dan
memahami serta mempunyai pengetahuan yang cukup untuk memelihara
sistem tersebut.
3. Tahap evaluasi
Tahap ini dilakukan seiring dengan dilakukannya modifikasi, jadi apabila
terdapat kesalahan dapat langsung diperbaiki, hal ini maksudnya untuk
membuktikan kebenaran dari sistem tersebut.
5.1.1 Batasan implementasi (optional)
Dalam mengimplementasikan perangkat lunak aplikasi ini ada beberapa hal
yang menjadi batasan implementasi, yaitu :
83
1. Tidak semua kebutuhan sistem informasi pengolahan data pegawai dikerjakan,
tetapi hanya subsistem-subsistem yang mendukung.
2 Database yang digunakan dalam client-server menggunakan Microsoft SQL
Server 2000.
3. Alamat IP dari komputer yang digunakan merupakan alamat IP statis.
4. Tampilan untuk Aplikasi menggunakan bahasa Indonesia.
5.1.2 Implementasi perangkat lunak
Perangkat lunak merupakan alat pendukung sistem yang terdiri dari sitem
operasi (SO) dan aplikasi database. Adapun perangkat lunak yang digunakan adalah
sebagai berikut :
1. Sistem operasi windows minimum windows XP
2. Program visual basic 6.0
3.Database SQL server
4.Cristal report
5.1.3 Implementasi perangkat keras
Untuk mendukung kelancaran sistem yang dibuat diperlukan suatu perangkat
keras (hardware). Adapun perangkat keras yang digunakan adalah sebagai berkut :
1. Komputer Pentium IV 2,4 GHz
84
2. Harddisk 80 Gb
3. RAM 256 MB.
4. Keyboard dan mouse
5.Kabel UTP.
5.2.3 Implementasi perangkat keras
Untuk mendukung kelancaran sistem yang dibuat diperlukan suatu perangkat
keras (hardware). Adapun perangkat keras yang digunakan adalah sebagai berkut :
Tabel 5.12 Spesifikasi Kebutuhan Hardware
Hardware Server Client
Processor Pentium 4. 2.8 GHz Pentium 4. 2.8 GHz
512 MB, direkomendasikan 512 MB
Memory 1024 MB
80 GB, direkomendasikan 80 GB
Hardisk 160 GB
CD/DVD Hanya untuk menginstal Hanya untuk menginstal
Software Software
Monitor Resolusi minimal 1024 x 768 Resolusi minimal 1024 x 768
Printer Sharing dan Berwarna Sharing dan Berwarna
Mouse Standard Optic Standard Optic
Keyboard Standard PS2 / USB Standard PS2 / USB
Swicth Hub 10/100 Mbps 10/100 Mbps
Kabel dan UTP dan RJ 45 UTP dan RJ 45
Konektor
5.1.4 Implementasi basis data ( sintaks SQL)
Pembuatan database dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft
85
Microsoft SQL Server 2000. semua pembuatan tabel pada database dibuat dengan
cara New Table, Adapun database yang digunakan adalah sebagai berikut :
Gambar 5.1 Tampilan Database
86
Gambar 5.2 Tampilan login
Gambar 5.3 Tampilan tabel data pegawai
Gambar 5.4 Tampilan tabel kenaikan pangkat
87
Gambar 5.5 Tampilan tabel cuti
Gambar 5.6 Tampilan tabel pensiun
88
Gambar 5.7 Tampilan tabel kenaikan jabatan
5.1.5 Implementasi antar muka
engimplementasian interface ini sebagian besar merupakan tujuan dibuatnya
sistem informasi data Kepegawaian di kantor Sekretariat Daerah Kab.Bandung Barat.
Implementasi yang dilakukan pada perancangan sistem informasi ini dibuat
dengan berektensi executable (*.exe) yang terbagi dalam beberapa form yang
menginduk dalam satu form utama (MDI Form). Berikut ini dijelaskan secara rinci
hasil implementasi antar muka sistem informasi data Kepegawaian.
1.Form utama
89
Gambar 5.8 form utama
2.Form input data pegawai
Gambar 5.9 form data pegawai
90
3.Form kenaikan pangkat
Gambar 5.10 form kenaikan pangkat
4.Form cuti pegawai
Gambar 5.11 form cuti pegawai
5.Form pensiun pegawai
91
Gambar 5.12 form pensiun pegawai
6.Form kenaikan jabatan
Gambar 5.13 form kenaikan jabatan
92
5.1.6 Implementasi instalasi program
Bahasa pemograman yang digunakan pada aplikasi ini adalah Visual Basic
6.0. Langkah-langkah untuk instalasi adalah double klik pada Setup, lalu klik tombol
OK
Gambar 5.14 Setup Program
Klik pada tombol Change Directory untuk menentukan tempat Directory
program, lalu klik tombol gambar komputer.
93
Gambar 5.15 Change direktory
Gambar 5.16 Directory Program
Kemudian tentukan tempat group box untuk program, lalu klik tombol
Continue.
94
Gambar 5.17 Directory Program
Bila sudah berhasil instalasi, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini
Gambar 5.18 Setup Program Selesai
5.1.7 Penggunaan program
Program ini berfungsi untuk melakukan penginputan data kenaikan pangkat,
95
pensiun, cuti dan kenaikan jabatan serta laporan-laporan yang diperlukan berdasarkan
data tersebut .
5.2 Pengujian
Pengujian sistem adalah tahap menguji aplikasi sistem pengolahan data yang
telah dikembangkan. Dalam pengujian sistem ada beberapa metode yang pengujian
digunakan yaitu pengujian White Box dan Black Box. Pengujian dilakukan untuk
mencari kesalahan-kesalahan prosedur saat aplikasi dijalankan.
Pengujian White Box ini dilakukan pada saat aplikasi dikembangkan.
Pengujian White Box merupakan metode design test yang menggunakan struktur
kontrol desain prosedur untuk memastikan bahwa operasi internal bekerja sesuai
dengan spesifikasi yang diharapkan.
Pengujian ini dilakukan pada saat aplikasi telah selesai dikembangkan.
Pengujian Black Box merupakan metode pengujian yang berfokus pada persyaratan
fungsional perangkat lunak. Pengujian dilakukan dengan mencari fungsi-fungsi
perintah yang tidak benar, menguji kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada
tampilan perangkat lunak yang telah dikembangkan.
5.2.1 Rencana pengujian
Metode pengujian yang digunakan pada perangkat lunak sistem pengolahan
data pegawai adalah metode Black Box. Tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa
96
bagian-bagian fungsionalitas dalam sistem aplikasi telah dengan benar menampilkan
pesan-pesan kesalahan jika terjadi kesalahan dalam penginputan data.
Tabel 6.4. Rencana Pengujian Sistem yang Diusulkan
Tingkat Jenis
Kelas Uji Butir Uji
Pengujian Pengujian
Login User kepegawaian Modul Black Box
Pengujian data Pengecekan Modul Black Box
pegawai
Pencetakkan Pencetakkan Laporan yang Modul Black Box
Laporan dibutuhkan
5.2.2Kasus dan hasil pengujian
1.Kasus dan Hasil Pengujian
1. Pengujian Login
Pengujian Pengecekan Data User yang telah Terdaftar
Berikut ini adalah tabel Pengujian Pengecekan Data User yang telah Terdaftar :
Tabel 5.2 Pengujian Pengecekan Data User yang telah Terdaftar
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan Dapat masuk dan Masuk ke form [ ] Diterima
nama user dan mengakses menu utama dan dapat [ ] Ditolak
password yang dan sub menu mengakses menu
benar. yang ada pada dan sub menu.
form utama.
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan Tidak dapat masuk Tidak dapat Login [] Diterima
97
nama user dan serta mengakses dan menampilkan [ ] Ditolak
password yang submenu yang pesan “ password
salah diinginkan. /username salah”.
Memasukan Tidak dapat masuk Tidak dapat Login [ ] Diterima
nama user serta mengakses dan menampilkan [ ] Ditolak
dengan benar dan submenu yang pesan “
password salah diinginkan. password/username
salah”.
Memasukan Tidak dapat masuk Tidak dapat Login [ ] Diterima
nama user salah serta mengakses dan menampilkan
dan password submenu yang pesan “ [ ] Ditolak
benar. diinginkan. Password/username
salah”.
2. Pengujian Input
Pengujian Pengisian data Pegawai/pensiunan
Berikut ini merupakan tabel pengujian pengisian data Pegawai:
Tabel 5.3 Pengujian Pengisian Data Pegawai
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Mensetting NIP Menampilkan data Dapat mengisi [] Diterima
dan memasukan Pegawai di data Pegawai [ ] Ditolak
data Pegawai database. sesuai yang
secara lengkap diinginkan
Memasukan Dapat Menampilkan data [ ] Diterima
pangkat pegawai menampilkan data yang dicari sesuai [ ] Ditolak
sesuai dengan yang dicari yang diharapkan.
yang ada di
database
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tidak Mensetting Tidak dapat Akan [ ] Diterima
NIP dan mengisi menampilkan data menampilkan [ ] Ditolak
data Pegawai Pegawai di pesan “lengkapi
dengan lengkap database. data Pegawai”
Memasukan Tidak dapat Menampilkan [ ] Diterima
pangkat pegawai menampilkan data pesan “Data tidak [ ] Ditolak
yang tidak sesuai yang dicari. ditemukan”.
98
dengan yang ada
di database.
Pengujian Pengisian data Bagian
Tabel 5.4 Pengujian Pengisian Data Bagian
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan data Menampilkan data Dapat mengisi [ ] Diterima
Bagian secara Bagian di data Bagian sesuai [ ] Ditolak
lengkap database. yang diinginkan
Memasukan kode Dapat Menampilkan data [ ] Diterima
Bagian dengan menampilkan data yang dicari sesuai [ ] Ditolak
yang ada di yang dicari yang diharapkan.
database
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tidak mengisi Tidak dapat Akan [ ] Diterima
data Bagian menampilkan data menampilkan [ ] Ditolak
dengan lengkap Bagian di pesan “lengkapi
database. data Bagian”
Memasukan kode Tidak dapat Menampilkan [ ] Diterima
Bagian yang menampilkan data pesan “Data tidak [ ] Ditolak
tidak sesuai yang dicari. ditemukan”.
dengan yang ada
di database.
Pengujian Pengisian data cuti pegawai
Tabel 5.5 Pengujian Pengisian Data Registrasi
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan data Menampilkan data Dapat mengisi [ ] Diterima
pegawai secara pegawai di data pegawai [ ] Ditolak
lengkap database. sesuai yang
diinginkan
Memasukan kode Dapat Menampilkan data [ ] Diterima
izin cuti dengan menampilkan data yang dicari sesuai [ ] Ditolak
yang ada di yang dicari yang diharapkan.
database
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
99
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tidak mengisi Tidak dapat Akan [ ] Diterima
data pegawai menampilkan data menampilkan [ ] Ditolak
dengan lengkap pegawai di pesan “lengkapi
database. data pegawai”
Memasukan kode Tidak dapat Menampilkan [ ] Diterima
izin cuti yang menampilkan data pesan “Data tidak [ ] Ditolak
tidak sesuai yang dicari. ditemukan”.
dengan yang ada
di database.
Pengujian Pengisian data kenaikan pangkat
Tabel 5.6 Pengujian Pengisian Data Lembur
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan data Menampilkan data Dapat mengisi [ ] Diterima
pangkat pegawai pangkat pegawai data pangkat [ ] Ditolak
secara lengkap di database. pegawai sesuai
yang diinginkan
Memasukan kode Dapat Menampilkan data [ ] Diterima
pangkat pegawai menampilkan data yang dicari sesuai [ ] Ditolak
dengan yang ada yang dicari yang diharapkan.
di database
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tidak mengisi Tidak dapat Akan [ ] Diterima
data pangkat menampilkan data menampilkan [ ] Ditolak
pegawai dengan Lembur pegawai pesan “lengkapi
lengkap di database. data Lembur
pegawai”
Memasukan kode Tidak dapat Menampilkan [ ] Diterima
pangkat pegawai menampilkan data pesan “Data tidak [ ] Ditolak
yang tidak sesuai yang dicari. ditemukan”.
dengan yang ada
di database.
Pengujian Pengisian data kenaikan jabatan
Tabel 5.7 Pengujian Pengisian Data Teguran/SP
100
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan data Menampilkan data Dapat mengisi [ ] Diterima
jabatan pegawai jabatan pegawai di data jabatan [ ] Ditolak
secara lengkap database. pegawai sesuai
yang diinginkan
Memasukan kode Dapat Menampilkan data [ ] Diterima
jabatan pegawai menampilkan data yang dicari sesuai [ ] Ditolak
dengan yang ada yang dicari yang diharapkan.
di database
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tidak mengisi Tidak dapat Akan [ ] Diterima
data jabatan menampilkan data menampilkan [ ] Ditolak
pegawai dengan jabatan pegawai di pesan “lengkapi
lengkap database. data SP pegawai”
Memasukan kode Tidak dapat Menampilkan [ ] Diterima
jabatan pegawai menampilkan data pesan “Data tidak [ ] Ditolak
yang tidak sesuai yang dicari. ditemukan”.
dengan yang ada
di database.
Pengujian Pengisian data Cuti/pensiun/pangkat/jabatan
Tabel 5.8 Pengujian Pengisian Data Cuti/pensiun/pangkat/jabatan
Kasus Dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Memasukan data Menampilkan data Dapat mengisi data [ ] Diterima
Cuti/pensiun/pangka Cuti/pensiun/pangka Cuti/pensiun/pangka [ ] Ditolak
t/jabatan lengkap t/jabatan pegawai di t/jabatan Luar
database. pegawai sesuai yang
diinginkan
Memasukan kode Dapat menampilkan Menampilkan data [ ] Diterima
Cuti/pensiun/pangka data yang dicari yang dicari sesuai [ ] Ditolak
t/jabatan pegawai yang diharapkan.
dengan yang ada di
database
Kasus Dan Hasil Uji (Data Salah)
Data Masukan Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tidak mengisi data Tidak dapat Akan menampilkan [ ] Diterima
101
Cuti/pensiun/pangka menampilkan data pesan “lengkapi data [ ] Ditolak
t/jabatan pegawai Cuti/pensiun/pangka Cuti/pensiun/pangka
dengan lengkap t/jabatan pegawai di t/jabatan
database.
Memasukan kode Tidak dapat Menampilkan pesan [ ] Diterima
Cuti/pensiun/pangka menampilkan data “Data tidak [ ] Ditolak
t/jabatan pegawai yang dicari. ditemukan”.
yang tidak sesuai
dengan yang ada di
database.
5.2.2.1 Pengecekan User (petugas)
Tabel 6.5. Pengecekan User
Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan
UserName : Dipilih dan [ ] diterima
Kepegawaian Diinputkan dalam Dapat mengisi
Combobox dan text Login User
[ ]ditolak
Password : master box User name dan
Password
[ ] diterima
Klik Login User Dapat masuk ke Tombol Login
form sesuai dengan berfungsi sesuai [ ]ditolak
hak aksesnya dengan yang
diharapkan
102
Tabel 6.6. Pengecekan User ( Lanjutan )
Kasus dan Hasil Uji (Data Normal)
Data Masukan Yang diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Data Login User Dapat masuk ke [ ] diterima
dan password form sesuai dengan
Salah hak aksesnya User tidak bisa login [ ]ditolak
UserName : xx
Password : xxx
5.2.3 Kesimpulan hasil pengujian
Berdasarkan hasil pengujian dengan kasus uji sample di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa perangkat lunak bebas dari kesalahan sintaks dan secara
fungsional mengeluarkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
103
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil analisis dan pembahasan
yang sedang berjalan dan rancangan sistem adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Komputerisasi sangat diperlukan dalam pengolahan data kepegawaian di
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya dilakukan dengan cara
manual karena dapat meningkatkat efektifitas dan efisiensi pengelolaan data
kepegawaian.
2. Pembuatan laporan kepegawaian dan pencarian data kepegawaian dapat dihasilkan
secara mudah cepat dan akurat
3. Dengan program aplikasi ini semua data yang bersangkutan dengan kegiatan
pengolahan data kepegawaian dapat terpelihara, keefektifan serta keefisienan waktu
dapat tercapai dengan baik, karena program aplikasi ini merupakan penyederhanaan
dari bentuk-bentuk dokumen atau media pengarsipan secara manual berupa kertas-
kertas menjadi file-file yang tersimpan dalam media penyimpanan di komputer.
4. Dengan adanya program aplikasi yang dilengkapi dengan password, kebutuhan
untuk meningkatkan kontrol dan keamanan data lebih terjamin karena tidak setiap
orang berhak melakukan pengaksesan data atau perubahan data.
6.2 Saran
Beberapa saran yang dapat diberikan sehubungan dengan program aplikasi
ini adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan program aplikasi pengolahan data kepegawaian ini sebaiknya
104
dilakukan oleh operator yang ditunjuk secara khusus, karena dalam program
aplikasi ini terdapat data-data kepegawaian yang cukup penting, sehingga dapat
mengurangi kemungkinan terjadinya manipulasi data yang tidak diinginkan.
2. Program aplikasi pengolahan data pegawai ini dapat dikembangkan lebih
lanjut dengan menggunakan fasilitas dan sarana yang memiliki kemampuan
lebih baik
3. Perlu adanya peningkatan sumber daya manusia agar diharapkan dapat lebih
banyak pegawai yang mampu mengoprasikan komputer semaksimal mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Budi Irawan, Jaringan Komputer, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005.
105
Jogiyanto, Hartono, 2005. Analisis & Desain Sistem Informasi, Andi. Yogyakarta.
Ramadhan, Arief, 2005, SQL Server 2000 dan Visual Basic 6, PT. Elex
Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta.
Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Disain Sistem Informasi, Graha Ilmu,
Yogyakarta, 2005.
Santoso, Harip, 2003. Pemrograman Client-Server menggunakan SQL Server
2000 dan Visual Basic 6.0, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.
http://wally.cs.iupui.edu/n241-new/webMag/index.html/ 12 Juni 2009
http://fleahlit.web.id/?p=118/ 12 Juni 2009
http://bebas.vlsm.org/ 20 Juni 2009
http://apr1l-si.comuf.com/komponen.php/ 23 oktober 2009
http://id.wikipedia.org/wiki/Cuti/ 5 Februari 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Visual_Basic 15 Juni 2010
Related docs
Other docs by HC120730135624
PENERAPAN E-COMMERCE DALAM MENUNJANG STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN - DOC - DOC
Views: 188 | Downloads: 0
Cara cara yang dilakukan Trans Corp untuk mengangkat brand image ini mungkin memang tidak lazim
Views: 63 | Downloads: 0
Get documents about "