jaringan komputer - Download as DOC

Document Sample
jaringan komputer - Download as DOC Powered By Docstoc
					                                           BAB 1
                              JARINGAN KOMPUTER

1.1.Pendahuluan
        Jaringan komputer (computer network) adalah fasilitas untuk mengakomodasi para
pengguna dapat saling berhubungan satu sama lain. Melalui jaringan pengguna dapat saling
bertukar file, sharing resources suatu perangkat keras, bahkan mengontrol komputer lain dari
jarak jauh.
LAN atau Local Area Networdk merupakan unit terkecil dari Metropolitan Area Network
(MAN). Dari kumpulan MAN akan membentuk WAN(Wide Area Network) yang dapat
menghubungi jaringan komputer antar kota, bahkan antar benua.


1.2. Teknologi Jaringan
        Jaringan memerlukan berbagai piranti jaringan komputer dan komunikasi data. Hal
ini dimungkinkan adanya sebuah bahasa komunikasi universal antar komputer, yaitu
protocol.

1.3. Manfaat Jaringan
        Manfaat langsung yang dapat kita rasakan dari jaringan komputer selain sharing
printer, sharing file, sharing CDROM, dan lainnya yakni fasilitas internet. Internet itu sendiri
merupakan rangkaian ribuan bhkan jutaan komputer di dunia yang saling terhubung satu
dengan lainnya.
        Manfaat lain jaringan komputer dilihat dari segi internal adalah sebagai berikut:
        1. Sharing Resources, yaitu penggunaan sumber daya yang ada dapat digunakan
              secara bersama-sama seperti pada printer sharing, file sharing maupun yang
              lainnya. Jadi untuk jarak yang jauh seseorang tidak mendapat kesulitan untuk
              memindahkan atau mengambil data tersebut karena data seolah-olah berada di
              dalam komputer tersebut. Sehingga jaringan komputer dapat mengatasi masalah
              jarak dan membantu memproses bebagi data.
        2. Reliabilitas Tinggi, Anda akan mendapat reiabilitas yang tinggi dengan
              memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya pada saat Anda
              menggunakan jaringan komputer, Anda dapat menyimpan atau meng-copy data
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      2

             ke semua komputer yang terkoneksi dalam jaringan tersebut. Sehinga apabila
             salah satu komputer bermasalah atau rusak, data sudah tersimpan pada komputer
             lain yang sudah disimpan sebelumnya.
        3. Hemat Biaya, dengan adanya jaringan komputer tentunya Anda akan lebih
             hemat dalam pengeluaran biaya. Misalnya untuk membeli komputer yang besar
             seperti mainframe dengan keepatan sekitar sepuluh kali lipat dari kecepatan
             komputer kecil atau pribadi, tentunya sangatlah mahal dibanding harga komputer
             kecil atau pribadi. Ketidakseimbangan inilah yang juga menjadi alasan
             dibangunnya sebuah jaringan yang terdiri dari komputer-komputer kecil atau
             desktop.
        4. Hardware sharing, dengan dibangunnya sebuah jaringan maka Anda akan dapat
             menggunakan hardware seperti, printer, scanner, plotter, dan lainnya secara
             bersama-sama. Misalnya penggunaan printer sharing, dengan adanya jaringan
             komputer Anda cukup membeli satu printer untuk sepuluh komputer.
        5. Keamanan Data, dengan adanya jaringan komputer memberikan keamanan
             bagi pengguna, hanya pengguna tertentu saja yang dapat menggunakan
             komputer. Hal ini akan mencegah pemakai komputer oleh orang luar yang
             bermaksud buruk.
        6. Komunikasi Mudah, dengan jaringan komputer yang terhubung ke Internet
             misalnya, Anda dapat berkomunikasi dengan komputer atau orang di seluruh
             dunia dengan mudah, cepat, dan biaya murah. Komunikasi antar karyawan juga
             dapat dilakukan dengan menggunakan fasiltas email dan chat.
        7. Memperluas Pengetahuan, melalui internet, pastinya Anda dapat mencari dan
             memperoleh berbagai pengetahuan yang lebih luas. Selain itu, informasi yang
             diperoleh tetap handal dan selalu up-to-date.


Dampak Negatif Jaringan Komputer
        Selain beberapa manfaat atau keuntungan di atas, ada juga dampak negatif yang dapat
ditimbulkan dengan adanya jaringan komputer, diantaranya adalah sebagai berikut:
        1. Pencurian Data, dengan adanya jaringan komputer memungkinkan adanya
             pengambilan data-data penting oleh orang yang tidak bertanggung jawab melalui
             jaringan tersebut.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                             3

        2. Penipuan, hal ini juga seringkali terjadi dengan adanya jaringan komputer
             misalnya pemalsuan identitas diri dalam registrasi, interkasi lewat chat, dan lain
             sebagainya.
        3. Perjudian, dengan adanya jaringan komputer para penjudi tidak perlu lagi harus
             pergi ke tempat perjudian karena berbagai jenis judi on-line saat ini sudah
             semakin luas.
        4. Pornografi, dengan kemnudahan akses informasi, pornografi dapat menyebar dan
             menjadi konsumsi siapa saja dengan mudah dan cepat.
        5. Kejahatan, dalam suatu jaringan on-line misalnya, cara belanja dengan kartu
             kredit yang paling banyak digunakan melalui internet. Hal ini sangat berpotensi
             sebagai ladang kejahatan bagi para carder (pembobol kartu kredit). Dengan sifat
             yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi kartu kredit
             secara on-line dan menyalahgunakannya untuk keperluan sendiri.

1.4. Macam-Macam Jaringan Komputer
        Berdasarkan jarak dan area kerja komputer dapat dibedakan menjadi tiga kelompok
besar, yaitu LAN, MAN, dan WAN.

A. Local Area Network(LAN)
        LAN adalah suatu jaringan komputer yang menghubungkan komputer atau
workstation yang satu dengan komputer yang lain di rumah atau diperkantoran. Jaraknya
dibatasi samapai beberapa kilometer dan memiliki kecepatan koneksi antara 2-10 Mega Byte
per second. Jaringan LAN terbagi atas jaringan client/server dan peer-to-peer. Jaringan
client/server adalah tipe jaringan yang difungsikan untuk client dan server. Komputer client
selalu meminta pelayanan pada komputer server. Komputer server melayani client dengan
fasilitas seperti file server, print server, web server, dan mail server. Adapun tipe peer-to-peer
adalah jaringan yang memperlakukan semua komputer setara (tidak ada yang melayani dan
dilayani) semua komputer bertindak sendiri-sendiri, namun tetap saling dapat berhubungan
untuk sharing resources.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                  4




                                    Gambar 1.1 : Jaringan LAN


B. Metropolitan Area Network(MAN)
        MAN pada prinsipnya sama dengan LAN, hanya saja ukuran jaringannya lebih besar
dibanding LAN. Jarak tempuh MAN ini berkisar antara 20-50 Km. Jaringan ini sangat cocok
diterapkan untuk membangun jaringan antarkantor-kantor yang letaknya berdekatan dalam
kota yang sama.




                                    Gambar 1.2 : Jaringan MAN


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                   5




C. Wide Area Network (WAN)
        WAN adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang luas. Dengan WAN dapat
menghubungkan jaringan antarnegara bahkan antar benua. Komputer, printer, dan alat
lainnya pada LAN dapat terhubung secara jarak jauh. Salah satu tujuan lain pembuatan WAN
adalah untuk penyediaan layanan e-mail, Word Wide Web, dan transfer file. Teknologi yang
biasa diapakai WAN adalah modem, ISDN (Integrated Service Digital Network), DSL (Digital
Subscriber Line), dan Frame Relay.




                                     Gambar 1.3 : Jaringan WAN


1.5. Perangkat Keras Jaringan
        Untuk membangun sebuah jaringan komputer diperlukan beberapa hardware beserta
alat Bantu yang nantinya akan digunakan untuk mengkoneksi berbagai komputer dalam
jaringan. Hardware tersebut meliputi media komunikasi, media transmisi, server, dan
alat bantu jaringan lainnya.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                         6


                                               BAB 2
                                    MEDIA KOMUNIKASI

Untuk mengkoneksi komputer ke media komunikasi diperlukan media komunikasi dan
antarmuka (interface) yang tepat. Jika ada alat komunikasi yang memiliki antarmuka serial,
harus disambungkan dengan antarmuka serial juga.

2.1. Antarmuka Komputer
      •   Antarmuka komputer merupakan jembatan antara dunia luar dan komputer itu
          sendiri. Antarmuka berfungsi sebagai tempat tersambungnya peranti luar ke
          komputer. Antarmuka juga dikenal dengan sebutan port. Port terdiri atas port serial,
          parallel, USB, LAN, AUDIO, keyboard, dan mouse.
      •   Port serial sering disebut port Com yang terdiri atas Com 1 dan Com 2. Port ini
          menggunakan konektor RS-232 dengan pilihan 9 pin atau 25 pin. Berfungsi untuk
          menyambungkan alat seperti mouse, modem, dan pembaca barcode.
      •   Port parallel sering juga disebut port LPT. Menggunakan konektor DB-25 dengan
          jumlah pin sebanyak 25 buah. Berfungsi untuk menyambungkan alat seperti printer,
          harddisk eksternal, dan Zip Drive.
      •   Port USB (Universal Serial Bus) memiliki kecepatan lebih cepat dari port serial dan
          paralel. Port ini sekarang sedang populer. Semua alat elektronik terbaru mendukung
          penggunaan port USB ini. Alat yang bisa terambung dengan port USB adalah Flash
          Disk, printer USB, MMC, dan kamera digital.

2.2. Jenis Media Komunikasi
      • Jenis media komunikasi yang sering dipakai oleh masyarakat luas, seperti
          Microphone, speaker, handycam, handphone, dan Webcam.
      • Saat ini     komputer memiliki kemampuan untuk menggabungkan semua media
          dengan sebuah komputer. Komputer semacam ini dikenal dengan sebutan komputer
          multimedia.
      • Webcam adalah singkatan dari Web camera yang memungkinkan pengguna
          komputer seperti melakukan teleconference dengan pengguna komputer lain. Pemakaian
          webcam tersebut harus dilengkapai dengan mik dan perangkat lunak khusus yang



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       7

         harus ter-install di komputer kita. Contoh perangkat lunak untuk melakukan
         teleconference adalah Yahoo Messenger.
2.3 Pengenalan Protokol TCP/IP

     •   Protokol merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menyambungkan
         antarkomputer dalam sebuah jaringan sehingga dapat melakukan komunikasi data.

     •   Secara umum fungsi protokol adalah sebagai penghubung dalam komunikasi data
         sehingga proses pertukaran data dapat berjalan baik dan benar.


2.4. Fungsi protokol secara khusus
     •   Fragmentasi, adalah pembagian informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data
         dari sisi pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket data tersebut akan
         digabungkan menjadi paket berita.
     •   Enkapsulasi, adalah proses pengiriman data yang dilengkapi dengan alamat, kode-
         kode koreksi, dan lain-lain.
     •   Kontrol konektivitas, yaitu membangun hubungan komunikasi berupa pengiriman
         data dan mengakhiri hubungan dari pengirim ke penerima.
     •   Flow control, yaitu sebagai pengatur jalannya data dari pengirim ke penerima.
     •   Error control, adalah mengontrol terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan.
     •   Pelayanan transmisi, adalah memberikan pelayanan komunikasi data yang
         berhubungan dengan perioritas dan keamanan data.

2.5. Jenis-jenis Protokol TCP/IP
     • NetBeui Frame Protocol
     • NetBIOS
     • NWLink
     • IPX/SPX
     • TCP/IP
     • Subnet Mask
   Dari sekian jenis protokol tersebut, yang paling populer adalah TCP/IP. Karena itu, yang
   akan dibahas adalah TCP/IP.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                           8

Protokol TCP/IP

•   TCP/IP merupakan kumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas
    bagian-bagian tertentu (protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol
    lainya dalam proses pengiriman dan penerimaan data).

•   Protokol TCP/IP sangat populer dan paling mudah diaplikasikan di semua jenis
    komputer dan antarmuka jaringan.

                           Gambar model TCP/IP terdiri atas empat lapis
                               kumpulan protokol yang bertingkat

                               Aplication Layer             Aplication Layer

                                                            Transport Layer
                               Transport Layer

                                                             Internet Layer
                                Internet Layer
                                                         Network Interface Layer

                            Network Interface Layer




                                Gambar 2.1 :TCP/IP Empat Lapis


Penjelasan setiap layer adalah sebagai berikut:
•   Network Interface Layer, merupakan lapisan paling bawah yang bertugas mnengirimkan dan
    menerima data dari media fisik (kabel, serat optic, atau gelombang radio).
•   Internet Layer, bertugas mengirimkan paket-paket data ke alamat yang tepat. Protokol pada
    lapisan ini terdiri atas tiga jenis, yaitu IP, ICMP, dan ARP. ( IP atau Internet Protocol
    bertugas menyampaikan paket data ke alamat yang tepat, ARP atau Address Resolution
    Protocol bertugas menemukan alamat perangkat keras terminal yang hanya terletak pada
    jaringan yang sama, ICMP atau Internet Control Message Protocol berfungsi mengontrol
    pengiriman pesan dan apabila ditemukan kegagalan pengiriman data maka protokol ini
    pula yang melaporkannya).
•   Transport Layer, berfungsi mengadakan komunikasi data antara dua terminal. Terdiri atas
    dua bagian, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                        9

•   Aplication Layer, tempat menyimpan semua aplikasi, seperti SMTP, FTP, dan HTTP, yang
    langsung dipergunakan oleh program aplikasi.

Cara Kerja TCP/IP
•   Data pertama kali diolah oleh program aplikasi seperti Ms Word, Excel, atau yang lainnya.
    Kemudian, data tersebut ditangani oleh protocol TCP dengan disisipi data tambahan agar
    aman. Data tambahan itu adalah Sequence Number (nomor pengakuan) dan 16 bit checksum
    (periksa kesalahan data). Semua ini disimpan dalam satu paket berupa “amplop”.
•   Protokol TCP juga menambahkan data pada paket berupa 16 bit port nomor pengiriman
    dan 16 bit port nomor tujuan. Port yang dimaksud adalah port logik yang penomorannya
    diatur oleh sebuah lembaga bernama IANA (Internet Assigned Number Authority). Misalnya,
    e-mail yang terkirim ke alamat komputer tertentu menggunakan protokol SMTP yang
    memiliki nomor port 25. Setelah data diproses di TCP maka data diteruskan ke protokol
    bawah yaitu IP. IP ini mirp dengan pengalamatan nomor rumah, yakni satu rumah tentu
    hanya mempunyai satu nomor alamat. Demiian juga halnya dengan komputer, setiap satu
    komputer terbagi atas dua komponen pengalamatan, yaitu sbb:
     • Network ID, merupakan bagian dari alamat IP pada suatu host. Hal ini diibaratkan
        dengan nama jalan, Jl. Abangku Sayang.
     • Host ID, titik dalam satu komputer, diibaratkan nomor rumah si Anu, yaitu nomor
        10.
     • Alamat komputer dikenal dengan nama alamat IP yang terdiri atas bilangan biner 32
        bit. Adapun penulisan IP adalah empat urutan bilangan desimal yang dipisahkan
        dengan titik. Bilangan tersebut memiliki rentang antara 0-255. Contohnya,
        192.168.59.114.


2.6 Keamanan Jaringan Data (Security)
        Pada dasarnya security (keamanan jaringan data) terdiri atas beberapa kondisi yaitu
Privacy, Authenticfication, (otentifikasi), integrity dan Nonrepudiation.


1) Privacy (privasi)




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                        10

Yaitu pengirim dan penerima memerlukan kerahasiaan. Data yang dikirimkan hanya akan
terkirim dan dimengerti oleh penerima, bukan yang lain.


2) Authentification(otentifikasi)
Yaitu penerima yakin akan identitas pengirim dan bukan penipu yang mengirimkan pesan
tersebut.


3) Integrity (integritas)
Data harus sampai di penerima sama persis seperti saat ia dikirimkan. Tidak boleh ada
perubahan data dalam pengiriman.


4) Nonrepudiation
Yaitu penerima harus dapat membuktikan bahwa pesan yang diterima datang dari pengirim
tertentu. Si pengirim tidak bisa menyangkal pesan yang dikirimkannya.


2.7 Security di Internet.
        Secara umum, aplikasi security di Internet dapat dilakukan pada level application
layer, transport layer dan IP layer.
Pada level ini tiap aplikasi bertanggung jawab dalam menyediakan keamanan. Implementasi
pada level ini hanya menyangkut client dan server. Security pada level ini lebih sederhana
hanya komunikasi via Internet hanya menyangkut dua pihak yaitu pengirim dan penerima
(misalnya pada aplikasi email). Si pengirim dan penerima dapat setuju untuk menggunakan
protocol yang sama dan menggunakan berbagai tipe security service yang tersedia.


Transport Layer Security
Pada level ini security yang diterapkan lebih rumit. Salah satu metode security pada layer ini
adalah Transport Layer Security(TLS). TSL merupakan salah satu protocol yang
dikembangkan oleh Netscape untuk security di Internet.


Untuk transaksi di Internet, security meliputi:
    -   Pelanggan perlu yakin bahwa server yang dituju adalah milik vendor sebenarnya,
        bukan penipu.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      11

    -   Pelanggan perlu yakin bahwa isi dari pesan yang dikirimkannya tidak dimodifikasi
        selama transaksi. Integritas pesan harus dipertahankan.
    -   Pelanggan perlu yakin bahwa tidak ada orang yang tidak berkepentingan yang dapat
        menerima informasi sensitif yang dikirimkannya, misalnya nomor kartu kredit.
    Selain tiga hal di atas, TLS juga dapat menyediakan fitur untuk vendor (penerima)
    mengotentifikasi pelanggan.


Security pada IP Layer
        Pada IP layer, implementasi fitur keamanan (security) sangat kompleks karena banyak
piranti yang terlibat. Security pada level ini menggunakan IP Security (Ipsec). IPsec adalah
sekumpulan protocol yang didesain oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk
menyediakan keamanan pada paekt-paket data yang dikirim via internet. IPSec tidak
mendefinisikan metode enkripsi atau otentifikasi tertentu, melainkan menyediakan
framework      dan     mekanisme    security.   Sedangkan   user   yang   memilih   metode
enkripsi/otentifikasinya.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     12


                                            BAB 3
                                     MEDIA TRANSMISI

Media transmisi adalah media yang berfungsi untuk menyalurkjan informasi dari suatu
tempat ke tempat lain. Dalam jaringan komputer, semua media yang dapat menyalurkan
gelombang listrik, elektromagnetik, dan cahaya dapat digunakan sebagai media pengirim, baik
untuk pengiriman maupun penerimaan data. Media transmisi ini dapat berupa kabel maupun
radio frequency.

3.1 Kecepatan Transmisi
Kecepatan transmisi dinyatakan dalam Bit (Binary Digit), dimana transmisi bit merupakan
pulsa listrik negatif atau positip

3.1.1. Satuan kecepatan :
        Bps = byte per second, bps = bit per second
        Bps ≠ bps
3.1.2. Satuan data digital
        8 bit   = 1 byte
        1 byte = 1 karakter
        1 KB    = 1024 byte
        1 MB    = 1024 KB
        1 TB    = 1024 GB

3.2 Kategori Media Transmisi
Secara garis besar media transmisi terbagi atas 2 kategori yaitu :
                     1. Guided
                     2. Unguided

3.3 Giuded Media
Ada 4 tipe untuk Guided Media :
    •     Open Wire
    •     Twisted Pair
    •     Coaxial Cable



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                         13

    •     Optical Fibre
Open Wire
Kabel seperti ini biasanya digunakan untuk distribusi listrik, tidak punya perlindungan
terhadap gangguan noise, pada komunikasi data. Hanya dapat digunakan untuk komunikasi
data bila jaraknya kurang dari 20 ft.(6,1 m)


Twisted Pair
Standarisasi Kabel Twisted terdapat 5 kategori ;
   Kategori 1
       Merupakan kabel telepon model lama dipakai hanya sampai 1983
       Tidak cocok untuk transmisi data kecepatan tinggi
   Kategori 2
       Untuk kecepatan transmisi hingga 4 Mbps
       Spesifiaksinya cocok dengan kabel jenis 3 IBM : empat pasang terlilit solid tak
        terbungkus untuk suara dan data
       Untuk kategori 3 dan seterusnya memiliki karakteristik
            Paling sedikit memiliki 3 lilitan per kaki (30,5cm) linier
            Tidak ada dua pasang yang memiliki pola lilitan yang sama, hal ini untuk
             mengurangi crosstalk.

Standarisasi Kabel Twisted
Crosstalk terjadi bila signal listrik melintasi beberapa kabel yang berdekatan, semakin panjang
kabel maka dia akan berfungsi sebagai antena yang baik. Signal yang melintasi kabel akan
menciptakan noise frekuensi radio, bila noise ini terlalu keras maka kabel yang ada
didekatnya dapat menangkap signal. Semakin banyak lilitan perkaki linier semakin besar
perlindungan terhadap crosstalknya. Lilitan ini digunakan untuk membangkitkan efek
cancellation.
   Kategori 3
       Kualitas terendah yang bisa digunakan untuk jaringan LAN
       Dapat melakukan transmisi sampai 10 Mbps


   Kategori 4



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                           14

       Jenis kabel paling rendah untuk jaringan Token Ring 16 Mbps
   Kategori 5
       Memiliki crosstalk terendah
       Memiliki kecepatan samapai 100 Mbps bahkan bisa lebih
       Memiliki 8 s/d 15 lilitan per kaki linier
       Panjang maksimum 100 meter
       Kabel yang ditetapkan dalam spesifikasi Fiber Distributed Data Interface (FDDI),
        spesifikasi yang mendifinisikan bagaimana tembaga dan serat bekerja sama dalam
        lingkungan yang sama.

Perlindungan Kabel Twisted
   Kabel Twisted :
       UTP (Unshielded Twisted Pair), hanya lilitan antar kabel untuk menhindari crosstalk,
        tidak ada perlindungan interferensi atau induksi sinyal dari luar kabel.
       STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau
        interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaket
        pembungkus luar.

Coaxial Cable / Kabel Coaxial
Ada dua jenis cable coaxial :
    1. Digunakan untuk transmisi analog
         •Impedansi   75 Ohm
         •Contoh   : kabel antena TV external

    2. Digunakan untuk transmisi digital
         •Impedansi   50 Ohm
         •Contoh   : kabel jaringan komputer




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     15




                              Gambar 3.1 :Konektor Kabel Coaxial


Standarisasi Coaxial Cable / Kabel Coaxial terdiri atas 4 jenis kabel :
        Ethernet, sering disebut 10Base5, standard yang ditetapkan oleh IEEE(Institute for
         Electrical & Electronics Engineers)
        Diameter 0,4 inchi
        RG-58A/U, sering disebut sebagai 10Base2
        Diameter 0,18 inchi
        RG-59/U digunakan pada TV kabel dan ARCnet (topologi jaringan model lama)
        Diameter 0,25 inchi
        RG62/U digunakan pada ARCnet dan terminal IBM
        Diameter 0,25 inchi

Fiber Optic
        Kabel tembaga adalah medium elektronik, menghantarkan signal elektronik
        Fiber optic adalah medium Fotonik, menghantarkan signal fotonik atau cahaya
                                               Clading
                                               Clading




                               Jacket                    Core



                                    Gambar 3.2 : Fiber Optic
Refraction & Reflection




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                16


       cahaya tampak
                                                cahaya tampak

                 α                     Udara              α                Udara
                                        Air                                 Air




                     Refraction                               Reflection
                             Gambar 3.3 : Refraction & Reflection

Type Fiber Optic Berdarkan mode transmisi yang digunakan terdiri :
      •      Step Index
      •      Grade Index
      •      Single Mode

Step Index
      Menggunakan LED sebagai sumber cahaya
      Diameter core 62,5 micron
                                               Cladding

      Core

                                               Cladding


                                    Gambar 3.4: Step Index
Grade Index
      Menggunakan LED sebagai sumber cahaya
      Diameter core 62,5 micron
                                               Cladding

      Core

                                               Cladding

                                          Gambar 3.5: Grade
                                               Index
Single Mode
      Menggunakan Laser sebagai sumber cahaya



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                      17


        Diameter core 9 micron
                                             Cladding

        Core

                                             Cladding
                                    Gambar 3.6: Single Mode
Perbandingan Fiber Optic




                             Gambar 3.7 : Perbandingan Fiber Optic

Spesifikasi pemakaian Fiber Optic
   Indoor cable:
       Menggunakan LED sebagai sumber cahaya
       Attenuation 3,5 dB/km (kehilangan 3,5 dB per kilometer signal)
       Panjang gelombang cahaya yang digunakan 850 nM (nano meter)
       Munggunakan Multimode, dapat melewatkan berbagai cahaya


   Outdoor cable :
       Menggunakan Laser sebagai sumber cahaya
       Attenuation 1 dB/Km
       Panjang gelombang 1170 nM (nano meter)
       Monomode (single mode)




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                18

Keuntungan Fiber Optic
         Tahan terhadap gangguan RFI (Radio Frequency Interference) dan EMI ( Electro
             Magnetic Interference)
         Keamanan, tidak bisa disadap melaui kabel biasa
         Bandwith yang besar
         Tidak berkarat
         Jangkauan lebih jauh dibanding kabel tembaga
         Kecepatan transfer lebih tinggi
Kelemahan Fiber Optic
         Goncangan fisik akan menjadi gangguan terhadap signal
         Sulit dalam instalasi dibanding kabel tembaga :
                      1. Penyambungan untuk instalasi atau apabila putus
                      2. Pembelokan yang tajam bisa menyebabkan patah.


Perbandingan guided media transmisi




                Gambar 3.8 : Perbandingan Guided Media Transmisi
Unguided Media Transmission




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                         19

 RF Propagation :
      Ground     wave
      Ionospheric     propagation,
      Line       of      Sight       (LoS)
        Propagation


Ground wave
      perambatan gelombang radio mengikuti kontur / curve permukaan bumi
      beroperasi sampai frequensi 2 MHz




                                    Gambar :3.9: Ground wave

Ionospheric propagation
      Dapat dipantulkan oleh lapisan ionosphere
      Beroperasi pada frequensi 30 – 85 Mhz




                                      Gambar :3.10: Ionosphere

Line of Sight (LoS) Propagation
      Dibatasi oleh curve permukaan bumi
      100 Km horizontan to horizontal
      Disebut juga sebagai gelombang luar angkasa




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                    20




                                    Gambar :3.11: Ground wave

Radio Frequency
                             Name                      Frequency            Contoh
                                                         (Hertz)
            Sinar Gama                                    1019 +

            Sinar X                                        1017

            Sinar Ultraviolet                            7,5 x 1015

            Sinar tampak                                 4,3 x 1014

            Sinar Infrared                               3 x 1011

            EHF (Extremely High Frequencies)              30 GHz            Radar

            SHF (Super High Frequencies)                  3 GHz            Satelit &
                                                                          Microwave



            UHF (Ultra High frequencies)         300 MHz       UHF TV

            VHF (Very High frequencies)          30 MHz        FM & TV

            HF (High frequencies)                3 MHz         Short Wave Radio

            MF (Medium Frequencies)              300 KHz       AM Radio

            LF (Low Frequencies)                 30 KHz        Navigation

            VLF (Very Low Frequencies)           3 KHz         Submerine
                                                               Communication
            VF (Voice Frequencies)               300 Hz        Audio

            ELF (Extremely Low Frequencies)      30 Hz         Power Transmission



Keuntngan Menggunakan Gelombang Mikro / Microwave
        Akusisi antar tower tidak begitu dibutuhkan
        Dapat membawa jumlah data yang besar
        Biaya murah, karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas
        Frekuensi tinggi atau gelombang pendek hanya membutuhkan antena yang kecil




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                  21




                                     Gambar 3.12: Micro wave

Kelemahan Gelombang Mikro / Microwave
      Attenuasi dipengaruhi oleh benda pejal
      Terpantulkan oleh permukaan datar, misal air atau metal/logam
      Diffracted (split) disekitar benda padat
      Terbelokkan oleh lapisan atmosphere

2.4. Satelit
Satelit adalah sebuah transponder yang diorbitkan pada orbit geostationary yang bertugas
menerima sebuah frequensi dan meretransmisikan ke tempat lain.
          Geostationary : 36.000 Km di atas permukaan bumi
          LEO (Low Earth Orbit) : 900 – 10.000 Km diatas permukanan bumi, membutuhkan
           66 satelit LEO agar dapat meng-cover seluruh permukaan bumi.




Up lin k       : mentransmisikan data ke satelit
Downlink       : menerima data dari satelit
Biasanya frequensi uplink lebih tinggi daripada downlink.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                    22


                                          BAB 4
                                    JENIS LAYANAN


4.1. Server
        Server merupakan sebuah sistem komputer yang menyediakan berbagai jenis layanan
dalam sebuah jaringan komputer. Sebuah komputer server harus didukung kapasitas memori
dan prosesor yang besar, karena server yang akan mengontrol akses dalam jaringan dan
mengelola sumber daya yang terdapat didalamnya. Pada komputer server juga digunakan
sistem opewrasi khusus untuk server seperti Windows Server 2003, Windows server 2000,
Linux, dan lain sebagainya.Fungsi dari server antara lain sebagai tempat utama penyimpanan
data. Selain itu, server biasanya juga digunakan untuk mengkoneksi jaringan internet ke
berbagai client. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol
akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya.
Server dibedakan menjadi dua jenis yaitu server dedicated dan non dedicated. Berikut
penjelasannya:
          1. Server Dedicated, adalah sebuah server yang tidak memiliki fungsi sebagai
               workstation dan biasanya menggunakan system operasi jaringan yang
               dijalankannya misalnya Novel Netware.
          2. Server Non Dedicated, adalah sebuah server selain berfungsi sebagai server
               juga bisa berfungsi sebagai workstation. Contohnya server dengan system
               operasi Microsoft Windows 2000 Server, Windows2003 server, Microsoft NT
               Worstation, Microsoft Windows 98, XP, Unix, Linux, Mac OS/2 dan lain
               sebagainya.


Sedangkan jika dilihat dari fungsinya, lebih lengkapnya server dapat digunakan untuk
keperluan sebagai berikut:
          1. Menyimpan file-file yang digunakan bersama-sama pada harddisk.
          2. Mengatur komunikasi, seperti pesan email antar workstation
          3. Mengkoordinasikan pencetakan kepada printer yang dipakai secara bersama-
               sama.
          4. Server juga dapat dipasang sebuah CD-ROM yang dapaty dipakai bersama
               dalam suatu jaringan.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     23

          5. Bisa menyimpan tape drive atau drive lain yang digunakan untuk menyimpan
               harddisk server atau harddisk pada workstation.
          6. Dengan perangkat lunak dan keras tambahan, server bisa mengarahkan email
               dari dan ke jaringan internet.
          7. Server juga bisa mengirimkan fax ke luar jaringan ke mesin-mesin fax yang ada
               di luar.
          8. Server hampir dapat melakukan semua pekerjaan yang mencakup pengiriman
               data.
        Catatan:
        Sebaiknya dalam penempatan server ini dipasang pendingin yang cukup atau pada
        ruangan ber-AC, dan diletakkan ditempat yang aman. Switch atau Hub sebaiknya
        diletakkan di dekat server.


4.2. Perangkat Bantu Jaringan Komputer
        Secara umum perangkat bantu tersebut adalah sebagai berikut:
        1. Network Interface Card (NIC)
        2. Router
        3. Modem
        4. Hub
        5. Switch
        6. Bridge
        7. Repeater


1. Network Interface Card
        Kartu jaringan ini merupakan peralatan yang memungkinkan terjadinya hubungan
antara jaringan dengan omputer workstation atau jaringan dengan komputer servewr.
Perangkat ini berfungsi untuk menghubungkan antara komputer dengan kabel jaringan yang
terpasang secara fisik. Untuk pemasangan kartu jaringan ini biasanya pada slot PCI yang ada
pada motherboard. Bahkan banyak seri motherboard keluran terbaru biasanya sudah
menyertakan perangkat ini secara on-board. Kartu jaringan in dapat terpasang pada slot
PCMCI yang tersedia pada notebook.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       24




                            Gambar 4.1 : Network Interface Card PCI


2. Router
        Router     adalah    sebuah   perangkat   jaringan   yang   dapat   digunakan   untuk
menghubungkan dua jaringan local yang mempunyai protocol sama pada lapisan jaringan
OSI, sedangkan protocol pada lapisan fisk dan link berbeda. Atau dapat diartikan sebagai
perangkat keras yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan yang memliki subnet
berbeda. Router berfungsi untuk mengirimkan data jika terdapat perbedaan dalam beberapa
bagian protocol. Perbedaan dari beberapa bagian protocol ini terjadi pada hubungan antar
jaringan LAN dalam suatu WAN. Ruter banyak digunakan pada internetwork yang besar
menggunakan keluarga protocol TCP/IP, dan untuk menghubungkan semua host TCP/IP
dan LAN ke internet menggunakan dedicated leased line. Router inilah yang
menghubungkan antar LAN tersebut. Router ini ada dua jenis, yaitu pc router dan router
hardware. Router berisi tabel-tabel informasi internal yang disebut label routering yang
melakukan pencatatan terhadap semua alamat jaringan yang diketahui dan lintasan yang
mungkin dilalui. Router membuat jalur-jalur paket berdasarkan lintasan yang tersedia dan
waktu tempuhnya. Karena menggunakan alamat paket jaringan tujuan, router bekerja hanya
jika protocol yang dikonfigurasi adalah protocol yang routeable seperti TCP/IP atau
IPX/SPX. Berbeda dengan bridge yang bersifat protocol independent.


a. PC Router
        PC Router ini merupakan sebuah PC (Personal Computer) yang digunakan sebagai
router (routing). PC router ini biasanya menggunakan komputer yang memiliki lebih dari satu
LAN card(NIC) dan menggunakan sistem operasi yang mendukung untuk dijadikan router.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      25

PC ini nantinya ditugaskan untuk menghubungkan antar LAN dengan subnet yang berbeda
tersebut.




                                       Gambar 4.2: PC Router



b. Membuat Router pada Windows XP
        Anda dapat membuat router sendiri denga PC router yang terinstal Windows XP.
Pertamakali Anda akan mencoba melakukan pengaturan agar sebuah komputer Windows XP
dapat kita gunakan sebagai router. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan:
    1. Psangkan dua buah LAN card yang masih bagus.
    2. Beri konfigurasi kartu jaringan dengan memberi nomor IP Address kedua LAN card
        tersebut. Misalnya pada LAN card satu diberi IP 192.168.1.1, dan LAN card kedua
        diberi IP 192.168.2.1
    3. Konfigurasi IP routing untuk kedua segmen tersebut, dengan cara klik menu
        Start>Run> ketikkan REGEDIT>OK.
    4. Kemudian         jika   sudah     masuk    pada   jendela   regedit   masuklah   pada
        HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\
        Parameters.
    5. Pada kolom sebelah kanan cari IPEnableRouter.
    6. Ubahlah nilai dari IPEnableRouter tersebut menjadi 1, yaitu dengan cara klik
        kanan>pilih Modify
    7. Ubah nilai yang berada pada Value data dari 0 menjadi 1, klik OK.
    8. Tutup jendela regedit kemudian restart komputer Anda.


c. Router Hardware


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                   26

         Router Hardware merupakan sebuah alat jaringan komputer yang mempunyai fungsi
mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju ke tujuan. Melalui
sebuah proses yang dikenal sebagai routing, routing ini merupakan proses dari penentuan
sebuah path yang dipakai untuk mengirim data ke tujuan tertentu.


3. Modem
Modem (Modulator Demodulator) berfungsi sebagai media untuk pengiriman data pada
jarak jauh atau data pada jaringan global. Proses pengiriman data dilakukan secara serial
dalam bentuk pulsa analog frekwensi tingi dengan prinsip dasar modulasi. Untuk pengiriman
jarak jauh digunakan sinyal analog, mengingat sinyal digital mempunyai jarak jangkau yang
pendek sebagai akibat pengaruh redaman maupun derau pada media pengirimannya.
Sedangkan pada sinyal analog meskipun mempunyai kelemahan yaitu terpengaruh oleh derau
selama pengiriman tetapi hal ini dapat diatasi dengan pengriman pada frekuensi tinggi.
Modem ada dua macam, yaitu internal yang terpasang pada slot PCI pada sebuah
motherboard, dan ekternal yang biasanya dipasang pada komputer menggunakan port USB
maupun port Com.




                          Internal                                 External
                                     Gambar 4.3: Modem


4. Hub
         Hub merupakan pusat koneksi semua node pada jaringan. Semua peralatan jaringan
dihubungkan satu dengan yang lain melalui hub. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah
perangkat dengan banyak port yang menghubungkan antara beberapa titik komputer yang


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     27

sudah terpasang sebuah LAN card(NIC) yang bergabung menjadi satu jaringan. Hub
bertindak sebagai titik pengendali aktivitas sistem dalam jaringan, juga untuk pengelolaan
serta pengembangan jaringan. Sebuah hub dapat bersifat aktif atau pasif. Active hub
bertindak sebagai repeater, dimana hub ini me-regenerasi dan mengirimkan sinyal yang
diperkuat. Sedangkan passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan, dimana akan
membagi atau memishkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh jaringan. Hub
adalah pusat untuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau
dipindahkan pada jaringan dengan mudah.




                                    Gambar 4.4: Hub 8 port
Cara kerja hub pada dasarnya seperti sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Hub mengambil
bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copy-nya ke tiap-tiap port yang lain.
Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang dituju saja
yang akan memprosesnya.


5. Switch
        Switch berfungsi membantu bridge agar lalulintas data lebih baik lagi langsung
menuju Host (artikata memetakan setiap komputer dalam jaringan).
Kesemua kemampuan di atas tergabung menjadi satu dalam sebuah Router, dalam
melakukan koneksi WAN.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      28




                                    Gambar 4.5: Logical Switch


6. Bridge

        Sesuai dengan namanya, alat ini dipergunakan untuk menjembatani 2 jaringan. Tetapi
berbeda dengan repeater yang hanya berfungsi sebagai jembatan fisik, bridge dapat berfungsi
juga sebagai jembatan nalar (logical) seperti pembongkaran dan penyusunan paket,
penyelematan, buffering, filtering dan lain-lain. Dengan demikian bridge dapat dipakai untuk
menghubungkan 2 macam jaringan yang berbeda format paketnya ataupun yang berbeda
kecepatan transmisinya. Misal dua kantor menggunakan dua jenis sistem jaringan yang
berbeda, yang satu menggunakan sistem Ethernet dan yang lainnya menggunakan sistem
Arcnet, maka kedua sistem tersebut dapat digabung dengan menggunakan bridge.




                               Gambar 4.6: Bridge dan Logicalnya

7. Repeter


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      29



        Repeater adalah suatu piranti yang hanya beroperasi pada physical layer. Sinyal yang
membawa informasi pada sebuah jaringan dapat mengalami attenuasi (pengurangan kuat
sinyal yang diakibatkan oleh jarak yang ditempuh). Attenuasi ini dapat merusak integritas
data.
        Di dalam jaringan komputer, repeater berfungsi untuk memperpanjang rentang
jaringan dengan cara memperkuat isyarat elektronis (meregenerasi sinyal). Dengan
menggunakan repeater, LAN yang memakai ethernet dapat diperpanjang rentang jaringannya
sampai 20 km dengan memasang repeater pada setiap 2,5 km.




                                    Gambar 4.7: Skema Repeater




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                         30


                                           BAB 5
                                       TOPOLOGI


5.1. Topologi Jaringan
        Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan
komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Topologi ada dua, yaitu topologi fisik
dan topologi logik. Aturan host berkomunikasi sepanjang medium jaringan diatur oleh
sebuah topologi logik. Topologi logik yang umum dipakai adalah Broadcast dan Token Passing.
Cara kerja topologi Broadcast adalah mengirimkan data ke semua host di jaringan tanpa
kecuali. Prinsipnya, first come first serve. Jadi Topologi adalah hal yang menjelaskan
hubungan geometris unsur-unsur dasar penyusun jaringan yaitu node, link, dan station.
        Token Passing adalah topologi logik yang kedua. Topologi ini mengontrol akses
jaringan dengan mengirim sebuah token elektronik secara berurutan ke setiap host. Sebuah
host dapat mengirim datanya ke jaringan ketika menerima token. Jika host tidak ingin
mengirim data, token tersebut akan dilewatkan ke host berikutnya. Proses ini bersifat
kontinu. Prinsip kerja ini dipakai oleh Token Ring dan Fiber Distributed Data Interface (FDDI).
Arcnet merupakan variasi Token Ring dan FDDI. Arcnet biasanya terdapat pada topologi
Bus.

Topologi Fisik Jaringan Komputer
          1) Topologi Bus
          2) Topologi Ring
          3) Topologi Star
          4) Topologi Mesh
          5) Topologi Tree


1). Topologi Bus
        Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator.
Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu
saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan
dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout
ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                        31

tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul
dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-
masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem
client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server,
yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan
biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat
sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi
adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana
dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.




                                    Gambar 5.1: Topologi Bus

2). Topologi Ring
        Topologi Ring adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-
masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar
membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik
mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data
searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                         32




                                    Gambar 5.2: Topologi Ring


3). Topologi Star
         Topologi Star(Bintang), yaitu suatu topologi yang terdiri atas satu peranti jaringan
yang bertindak sebagai konsentrator seperti Hub atau Switch yang bertugas untuk mengatur
dan mengendalikan semua komunikasi data yang terjadi. Proses pengiriman data akan
dikirimkan ke konsentrator, kemudian didistribusikan oleh konsentrator ke terminal lainnya.




                                    Gambar 5.3: Topologi Star


4).Topologi Mesh atau Jala
         MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara station-station.
Sebuah     ‘fully-connected     mesh’   adalah   sebuah   jaringan   dimana   setiap   terminal


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       33

terhubung      secara    langsung    ke   semua   terminal-terminal   yang   lain.   Biasanya
digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan
akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh
topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link
yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.




                                    Gambar 5.4: Logical Mash

5). Topologi Tree atau Pohon
        Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi
jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral
denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang
rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini
cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
        Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul
yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya.
Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari
komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada
harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan
model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada
setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas
terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun
kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka
kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja
jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                          34




                                    Gambar 5.5: Topologi Tree


Sistem pemasangan jaringan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
    1. Jaringan terpusat atau Client server adalah jaringan yang terdiri dari beberapa node atau
        workstation yang terhubung dengan sebuah komputer pusat atau disebut dengan
        server. Pada jaringan ini sistem kerja workstation tergantung dari komputer pusat
        atau komputer server yang nantinya bertugas melayani permintaan akses dari
        workstation client yang terkoneksi. Atau dapat juga disimpulkan dengan hubungan
        antara beberapa komputer, salah satu jadi server dan yang lainnya merupakan
        clientnya.
    2. Jaringan peer to peer adalah jaringan yang terdiri dari beberapa komputer, dua atau
        lebih yang saling berhubungan satu dengan lainnya tanpa komputer pusat atau server.
        Pada masing-masing workstation terdapat media penyimpanan, biasa disebut hard
        disk, yang berfungsi sebagai server individu. Peer to peer dapat juga disimpulkan
        sebagai hubungan antara dua komputer tanpa menggunakan Hub atau media
        penghubung dan kedua komputer tersebut mempunyai kedudukan yang sama, tidak
        ada yang dilayani maupun melayani.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      35


                                          BAB 6
                                    PRAKTIK JARINGAN


        Dalam membangun sebuah jaringan computer diperlukan beberapa tahapan mulai
dari memilih desain jaringan, perangkat jaringan, system operasi server maupun client,
merakit atau instalasi jaringan, sampai melakukan setting jaringan agar jaringan komputer
tersebut dapat digunakan atau difungsikan sebagaimana mestinya.


6.1 Menentukan Desain Jaringan
        Sebelum Anda membangun sebuah jaringan komputer, Anda perlu menentukan
desainnya terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi. Desain tersebut
juga merupakan faktor utama dalam menentukan besar dana yang harus dikeluarkan dalam
pembangunan sebuah jaringan komputer.
        Dalam instalasi jaringan komputer hal pertama yang perlu dipikirkan adalah
bagaimana mendesain jaringan agar kabel yang dibutuhkan seminimal mungkin. Semakin
pendek kabel yang digunakan tidak hanya berimbas pada biaya instalasi yang semakin murah
tetapi juga trnsfer data antar komputer yang semakin cepat.
        Perencanaan awal dari desain jaringan komputer maupun relokasi ini tentunya
disesuaikan dengan tata letak ruangan atau tempat dimana akan diinstal jaringan. Sehingga
antara desain jaringan komputer dengan desain interior ruang tetap serasi dan tidak saling
merusak. Misalnya pada sebuah gedung akan dipasang sebuah jaringan dan ada dua ruangan
dimana terdapat beberapa komputer dan nantinya akan dikoneksikan dalam sebuah jaringan.
Maka desain yang diterapkan yakni menggabungkan antara dua topologi star dari dua
ruangan yang berbeda tersebut.


6.2. Memilih Hardware Jaringan
        Selain menentukandesain jaringan yang akan digunakan, dalam memilih sebuah
hardware jaringan maupun sistem operasi tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sebelum
Anda membangun sebuah jaringan komputer, tentunya kita harus mempersiapkan beberapa
perangkat keras yang nantinya akan dibutuhkan. Dalam mempersiapkan perangkat keras
tersebut kita harus memilih perangkat yang benar-benar dapat digunakan dan tidak
berlebihan.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       36

Berikut adalah beberapa perangkat keras pada jaringan komputer yang harus kita pilih:
    1. Network Interface Card, NIC ini berfungsi menghubungkan server ke sistem
        pengkabelan network. Dalam memilih network interface card, ada beberapa
        pertimbangan yang harus diperhatikan. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara
        lain tipe jaringan seperti LAN, tipe media seperti Twisted Pair, Coaxial Fiber Optic,
        maupun Wireless. Selain itu Anda juga harus memperhatikan tipe bus yang ada pada
        motherboard seperti ISA dan PCI.




                                    Gambar 6.1: Network Interface Card ISA


        Pemilihan dan pemasangan nic tergantung pada tipe slot yang tersedia pada
        motherboard.
    2. Switch/Hub, Perangkat ini berfungsi sebagai penghubung antara beberapa
        komputer dalam sebuah jaringan untuk setiap adapter network pada setiap server
        atau worstation. Salah satu dari kabel-kabel ini berhubungan ke Hub/Switch atau
        pusat pengkabelan. Untuk memilih switch/hub, pastikan untuk menghitung jumlah
        komputer yang akan Anda gunakan, karena switch/hub ini memiliki beberapa jenis
        dalam jumlah portnya yang tersedia. Selain itu untuk memilih perangkat ini, Anda
        juga harus menyesuaikan spesifikasinya yang akan digunakan.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                   37




                                    Gambar 6.2: Switch/Hub 8 port
6.3. Memilih Sistem Operasi
        Dalam memilih suatu sistem operasi baik server maupun client, ada beberapa faktor
yang harus Anda pertimbangkan. Misalnya dalam memilih sistem operasi server dan client
atau software yang akan digunakan pada jaringan untuk semua komputer. Anda juga perlu
mencatat konfigurasi dari periperal, versi driver, service pack (jika menggunakan Windows
2000 atau 2003), dan informasi perusahaan serta informasi software lainnya.
Selain itu, tentukan konfigurasi standar untuk server dan client Anda. Langkah ini untuk
memastikan spesifikasi minimal yang direkomendasikan pada sistem CPU, RAM hard disk,
dan peripheral tambahan seperti drive CD-ROM dan UPS (Unteruptible Power Supplies).
Berikut ini beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih sebuah sistem
operasi server.


6.4 Sistem Operasi Server
        Sistem operasi server ini merupakan sistem yang nantinya akan berfungsi sebagai
server dan menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Sehingga
sangatlah penting faktor-faktor berikut ini untuk dijadikan pertimbangan.
    1. Nilai Investasi. Nilai investasi pembelian sistem operasi tidak hanya dilihat
        berdasarkan harga saja akan tetapi semua yang berhubungan dengan sistem operasi
        tersebut untuk jangka panjang dan seberapa luas cakupan yang dapaty dipenuhi
        olehnya.
    2. Stabilitas sistem. Suatu hal yang sangat penting pada sebuah sistem operasi server
        adalah stabilitas sistem itu sendiri karena sebuah server akan selalu hidup atau
        menyala sepanjang tahun.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     38

    3. Dukungan hardware. Sebuah server merupakan perpaduan dari sofware dan
        hardware, maka perlu diperhatikan bahwa sistem operasi yang dipilih menunjang
        seluruh hardware yang ada pada server tersebut> Karena server akan bekerja secara
        optimal dengan dukungan hardware beserta driver yang sesuai.
    4. Dukungan aplikasi, baik aplikasi yang tersedia bagi server itu sendiri maupun
        aplikasi yang isa didapatkan dengan mudah seperti firewall, backup application,
        scheduled tasks, dan server applications.
    5. Fitur sistem operasi. Selain beberapa faktor di atas, faktor ini juga tidak kalah
        penting dalam memilih sebuah sistem operasi server. Misalnya kemampuan remote
        administrator, dukungan bahasa pemrograman, kemudian dalam penggunaannya, dan
        lain sebagainya akan turut berpengaruh pada kinerja server yang juga berdampak
        pada produktivitas jaringan secara keseluruhan.


6.5. Sistem Operasi Client
        Dalam memilih sebuah sistem operasi untuk client ada beberapa kategori yang harus
Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:
    1. Setiap jenis client tersebut memilik perbedaan kebutuhan terhadap pelayanan yang
        disediakan oleh sistem operasi. Semakin canggih suatu user interface maka kebutuhan
        akan sistem operasi juga semakin tinggi.
    2. Sistem operasi yang bersifat multithread dan robust sangat dibutuhkan baik bagi
        client ataupun bagi server.
    3. Kebutuhan client dalam mekanisme berkomunikasi untuk melakukan request dan
        permintaan file kepada server.


6.6. Merakit Jaringan Komputer
        Setelah Anda mentukan atau mempersiapkan berbagai hardware dan desain yang
akan digunakan, selanjutnya Anda akan merakit sebuah jaringan komputer. Untuk merakit
sebuah jaringan komputer langkah pertamakali adalah merakit kabel dan perangkat hardware
lainnya yang antinya akan berhubungan dengan sebuah jaringan komputer tersebut.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     39

6.6.1. Tipe Konfigurasi Warna Kabel UTP
        Meskipun teknologi wireless sudah semakin banyak digunakan, tetapi bagi sebagian
besar pengguna jaringan, pemakaian kabel jaringan lebih dipilih daripada jaringan nirkabel.
Hal ini dikarenakan tingkat kecepatan dari kabel yang rata-rata dapat mencapai 100 Mbps
atau kurang, masih lebih tinggi daripada menggunakan teknologi wireless yang kecepatan
rata-rata 54 Mbps atau kurang, dengan tingkat stabilitasnya yang lebih bagus dibanding
dengan wireless.
        Setelah Anda membuat kabel yang akan digunakan, Anda harus menentukan tipe
jaringan apa yanga akan Anda buat, sebab ada dua tipe konfigurasi warna yang dapat
digunakan yaitu tipe straight dan cross. Tujuan dan penggunaannya sama, hanya berbeda
pada orientasinya saja. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan beberapa client
dengan bantuan hub atau switch sebagai network manajer, sedangkan kabel cross dapat
digunakan untuk menghubungkan 2 unit client secara langsung atau yang akan
menghubungkan antar dua komputer saja dan tanpa bantuan hub atau switch.


6.6.2. Kabel Straight
        Jenis kabel ini digunakan untuk jaringan yang menggunakan hub atau jaringan yang
koneksinya lebih dari dua komputer. Urutan warna yang dibuat adalah antara dua ujung
kabel yang akan dipasang konektor sama yaitu 1-1,2-2,3-3,4-4,5-5,6-6,7-7,8-8.
    1. Orange Putih
    2. Orange
    3. Hujai Putih
    4. Biru
    5. Biru Putih
    6. Hijau
    7. Coklat Putih
    8. Coklat



                             Gambar 6.3 : Tipe Straight/Crossover




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       40

         Setelah Anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45
soket,    sekarang     ada    istilah   dalam   straight   dan   crossover   dalam   cabling.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel
untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya
empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang
akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang
adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar
TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan
hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang
terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer
dan receive data Alias nganggur.

6.6.3. Cross

         Jenis cross digunakan untuk jaringan yang tidak menggunakan hub atau hanya
mengkoneksi antar dua komputer saja. Untuk urutan warna tipe ini adalah 1-3, 2-6, 3-1, 4-4,
6-2, 7-7, 8-8.

6.7. Proses Pembuatan Kabel

         Kabel UTP atau Ethernet Cable atau disebut juga kabel LAN, adalah kabel yang
digunakan untuk menghubungkan antar peralatan yang berhubungan dengan komputer
network (komputer, hub, switch, router). Kabel ini bentuknya seperti kabel telpon, hanya
saja ukurannya lebih besar dimana pada ujung kabel akan terpasang sebuah konektor yang
biasa disebut RJ-45. Dalam pembuatan kabel agar dapat digunakan dengan baik, maka Anda
perlu memperhatikan langkah pembuatannya seperti berikut:

    1. Potonglah klit luar kabel UTP dengan crimping tools atau cable cutter. Harus hati-
         hati jangan sampai memotong kawat inti di dalamnya.
    2. Uraikan empat pasang kawat sehingga terlepas dari jalinannya.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                          41




                                    Gambar 6.4: Kabel UTP

    3. Luruskan masing-masing kawat dengan posisi sejajar.
    4. Susun warnanya sesuai dengan konfigurasi WARNA YANG Anda inginkan, apakah
        untuk straight ataupun untuk cross. Untuk jaringan menggunakan hub atau lebih dari
        dua komputer maka gunakan konfigurasi warna straight. Sedangkan untuk
        mengkoneksikan hanya dua komputer saja maka gunakan jenis konfigurasi cross.
    5. Luruskan kembali kedelapan kawat setelah warnanya disusun secara bersama-sama.
    6. Potonglah rata kedelapan kawat kira-kira 1 cm dari kulit kabel yang tidak dipotong.
    7. Masukkan kedelapan kawat ke dalam soket RJ-45, ingat pin 1 adalah sebelah kiri.




                                        Gambar 6.5: RJ-45

    8. Kuncilah RJ-45 tersebut dengan Crimping Tools.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      42




                                     Gambar 6.6: Crimping Tool

    9. Test atau uji kabel yang Anda buat dengan Network Cable Tester.




                                Gambar 6.7: Network Cable Tester

Catatan:

        Dalam test kabel ini sesuaikan dengan urutan kabel yang Anda buat, jika Anda
membuat tipe straight maka lampu menyala secara urutan dari 1 sampai 8 pada kedua sisi
tester, dan jika cross maka 1-3, 2-6.

6.8. Pemasangan kartu jaringan komputer

        Dalam melakukan pemasangan kartu jaringan pada motherboard disesuaikan dengan
kartu jaringan yang dimiliki. Jenis kartu jaringan ini ada dua yaitu mode ISA atau PCI. Jika
karti jaringan yang Anda miliki adalah model ISA maka tidak dapat dipasangkan pada slot
PCI dan begitu sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansi
yang disediakan pada motherboard. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka akan
mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin akan tertukar.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       43

Pemasangan kartu jaringan dapat dilakaukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak
dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Berikut adalah langkah-langkah pemasangan
tersebut:

    1. Matikan PC Client jika komputer masih dalam keadaan menyala.
    2. Buka tutup casing dengan obeng
    3. Pasang LAN card di slot PCI (jika lan card menggunakan PCI) pada PC client.
    4. Tutup kembali casingnya, kemudian hidupkan kembali PC.
    5. Pada saat PC hidup, sistem akan langsung mendeteksi adanya perangkat yang baru
        terpasang.
    6. Masukkan CD driver dan ikuti proses penginstallan driver samapi selesai.
    7. Lakukan langkah yang sama pada PC client yang lain.

6.9. Seting jaringan komputer
             Setelah selesai merakit jaringannya, Anda perlu mengatur beberapa pengaturan
    komputer yang terpasang pada jaringan tersebut. Pengaturan tersebut meliputi setting IP
    Address, file sharing, printer sharing, database, DNS, Remote, dan lain sebagainya.


    Seting IP Address
             Sebelum Anda melakukan pangaturan-pengaturan lain, Anda perlu mengatur IP
    Address. IP Address ini yang nantinya akan menetukan alamat tiap-tiap komputer dalam
    jaringan. IP Address berfungsi sebagai identitas universal yang mudah dikenali untuk
    setiap interface komputer yang terhubung. Pemberian alamat anggota jaringan ini
    tentunya dilakukan pada masing-masing komputer, baik sebagai server, client, maupun
    sebagai anggota jaringan biasa (worstation). Cara pemberian alamat pada semua sistem
    operasi Windows secara umum sama, baik Windows 95, Windows 98, Windows 2000,
    maupun Windows XP, yaitu dengan cara mengatur properties pada Internet Protocol
    (TCP/IP).
             Pada kotak properties Internet Protocol (TCP/IP) akan ditampilkan baris IP
    Address, Subnet mask, Default gateway, dan sebagainya. Kotak masukan tersebut harus
    Anda isi dengan angka sesuai dengan kelas-kelas dalam LAN yang akan Anda bangun.
    Pembagian golongan atau kelas dalam jaringan tersebut umumnya didasarkan menurut



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     44

    keperluan, kompleksitas, dan banyaknya komputer yang terhubung dalam jaringan.
    Berikut ini adalah pembagian berbagai kelas IP Address yang dapat Anda tentukan
    sendiri.
    Kelas A, antara 10.0.0.0 samapai 10.255.255.255, biasanya IP Address kelas A ini
    digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.
    Kelas B, antara 127.16.0.0 hingga 127.31.255.255 untuk jaringan dengan jumlah host
    yang sedang sampai besar.
    Kelas C, antara 192.168.0.0 hingga 192.168.255.255 untuk host yang tidak terlalu banyak
    atau jaringan komputer kecil.
        Untuk langkah pengaturannya dapat Anda ikuti langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Buka Control Panel, klik Start>Control Panel>Network Connections.
    2. Klik kanan pada Local Area Connection>Properties
    3. Pilih Internet Protocol(TCP/IP)>Properties.
    4. Jika Anda ingin setting IP Address secara automatically atau DHCP, maka biarkan
        posisi pada obtain an IP Address sutomaticly>OK.
    5. Namun, kadangkala pengaturan IP Address secara automatic ini tidak biasa jalan
        atau gagal dalam mencari IP Address tersebut secara automatic. Pilih Use the
        following IP Address, dan kemudian isikan IP Address tersebut secara manual,
        misalnya 192.168.0.7 dan Subnet mask 255.255.255.0>OK.
        Subnet mask ini merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan
        Network ID dan Host ID. Selain itu juga untuk menunjukkan letak suatu host,
        apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.


    Konfigurasi Shared File
    File sharing ini digunakan agar diberbagai computer yang terkoneksi dalam ajringan
    dapat mengirim data dan menerima file atau data-data yang diperlukan. Hal ini akan
    sangat menguntungkan sebab dalam mengirim dan menerima data tidak perlu harus
    mengambil dari computer yang bewrsangkutan. File atau direktori pada sebuah komputer
    dapat diakses oleh komputer lain.
    Tujuan dari teknik ini adalah untuk berbagi akases kepada user lain pada suatu folder
    maupun drive tertentu. Anda dapat memilih user mana saja yang bisa atau boleh




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                       45

    mengakses folder Anda, juga menentukan batasan hak akses pada folder atau drive
    tersebut.
    Berikut adalah langkah-langkah file sharing :
    1. Buka Windows Explorer lalu klik kanan data atau drive yang akan Anda sharing>
        pilih Sharing and Security.
    2. Klik pada if you understand the risk but still want share the root of the drive.
    3. Beri tanda cek pada share this folder on the network, dan pada Allow network
        users to change my files juga diberi tanda cek jika data yang Anda sharing ingin
        dapat diedit atau ditambah oleh user lain. Klik tombol OK.
    4. Proses sharing akan berjalan, tunggu sampai selesai.
    5. Jika proses sharing berhasil, maka pada folder maupun drive yang Anda sharing akan
        muncul gambar tangan.


    Untuk membuka data yang Anda sharing dari computer lain, ada beberapa cara yang
    dapat Anda lakukan. Cara pertama, Anda dapat melakukan hanya dengan langkah-
    langkah berikut:
    1. Klik Start>My NetworkPlaces
    2. Data yang Anda sharing akan terlihat pada jendela baru muncul.
    3. Untuk membuka isi folder sharing, Anda cukup mengklik ganda.
    Cara kedua dapat dilakuan dengan langkah berikut:
    1. Buka Windows Explorer dengan klik kanan tombol Start>Explore
    2. Klik My Network Places, maka di jendela sebelah kanan akan terlihat drive sharing
        yang dapat Anda buka. Akan tetapi kadangkala setelah Anda klik My Network
        Places tetap belum muncul folder sharingnya.
    3. Coba Anda klik kanan pada My Network Places>Explorer
    4. Setelah muncul jendela baru, klik Entire Network>Microsoft Windows
        Network>Workgroup.
    Cara ketiga, dapat dilakukan dengan langkah berikut:
    1. Buka Windows Explorer dengan klik kanan Star>Explorer
    2. Pada Address bar jendela Windows Explorer, ketikkan \\nama computer atau IP
        Address computer yang akan Anda buka, misalnya \\candra kemudian tekan enter
        pada keyboard.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                   46

    Cara lain, dapat Anda lakukan dengan langkah:
    1. Ketik tombol Start>Run
    2. Pada kotak dialog Run ketikkan \\nama komputer atau IP Address yang akan Anda
        buka.


    Konfigurasi Shared Printer
    Printer sharing juga merupakan salah satu keuntungan dari jaringan computer. Dalam
    printer sharing Anda tidak perlu membeli printer di setiap komputer, karena sebuah
    printer yang di sharing dapat digunakan bersama-sama oleh semua komputer yang
    terhubung dalam jaringan.
    Adapun langkah-langkah sharing printer sebagai berikut:
    1. Pada komputer dimana printer yang akan di sharing terhubung, klik tombol
        Start>Printer and Faxes.
    2. Klik kanan pada printer yang akan di sharing>pilih Sharing.
    3. Pilih Share this printer kemudian masukkan nama sharing printer tersebut>klik OK.
    4. Pada printer yang Anda sharing akan ada gambar tangan di baahnya seperti pada saat
        Anda melakukan file sharing.
    Sedangkan pada komputer yang akan mengambil hasil sharing printer tadi, ada beberapa
    cara yang dapat Anda lakukan. Berikut langkahnya:
    1. Aktifkan jendela Printer and Faxes, klik Add a printer.
    2. Pada kotak dialog Add Printer Wizard klik Next.
    3. Pilih A network printer or a printer attached to another computer kemudian klik
        Next>.
    4. Biarkan posisi Browse for a printer>Next.
    5. Pada Shared printer klik printer tujuan, misalnya \\SERVER\EPSON Stylus C79.
    6. Pada kotak konfirmasi Connect to Printer klik Yes, kemudian ikuti langkah-langkah
        installasi printer berikutnya sampai Finish.
    Selain langkah di atas, cara lain dapat dilakukan:
    1. Klik tombol Start>Run kemudian ketikkan nama komputer yang ada shared
        printernya, misalnya \\server. Klik tombol OK.
    2. Pada printer yang akan Anda ambil, klik dan drag ke jendela Printer and Faxes pada
        komputer Anda.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                   47

    3. Pada Saat Anda men-drag printer share tadi maka akan muncul konfirmasi sebagai
        berikut. Kemudian klik Yes.
    4. Di sisn Anda akan melihat hasil dari share printer tersebut.


    Konfigurasi Shared Database
    Anda dapat memanfaatkan penyimpanan database dalam sebuah program yang sama di
    suatu jaringan tersebut. Misalkan Anda meng-install di suatu komputer server dan yang
    lainnya komputer client. Program Anda ada di komputer server dengan dirketory
    c:\program, sedangkan database-nya berada di komputer server pada direktori
    c:\database, maka di komputer client hanya perlu di-copy-kan programnya c:\program
    beserta BDE driver tentunya.
    Berikut langkah untuk melakukan sharing database:
    1. Share dirketori C: di komputer server (full access dan yang di-share C: bukan
        C:DATABASE), dengan cara klik kanan drive C: pada komputer server kemudian
        klik Sharing and Security.
    2. Setelah muncul kotak dialog Local Disk Properties, klik if you understand the
        risk but still want to share root of the drive, click here.
    3. Beri tanda cek pada Share this folder on the network dan Allownetwork users to
        change my files kemudian klik OK.
    4. Pada computer client Anda lakukan mapping shared direktori dan computer sever
        (misalnya hasil mapping dibuat direktori G:). Klik kanan Map Network Drive.
    5. Pilih drive yang akan Anda pakai dengan meng-klik dropdown Drive>Finish.
    6. Dalam BDEADMIN pada komputer server netdir Anda set menunjuk ke
        C:database.
    7. Pada komputer client Anda set menunjuk ke D:\database dan pastikan dir
        C:\DATABASE pada komputer server telah ada.
    8. Jika Anda selesai mengeset netpath dengan BDEADMIN, lakukan restart komputer.


    Konfigurasi DNS
    DNS atau Domain Name Server merupakan sebuah pengaturan dalam jaringan
    komputer yang berfungsi untuk menentukan alamat IP Address berupa angka-angka dan




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                         48

    bertugas menrjemahkan alamat domain yang akan dituju. Untuk melakukan pengaturan
    tersebut Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
    1. Klik tombol Start>Connect to>Show all connections.
    2. Klik kanan pada Local Area Connection>Properties.
    3. Klik Internet Protocol (TCP/IP)>Properties.
    4. Klik Use the following DNS server addresses kemudian isikan alamat DNS.
        Biasanya DNS ini dari ISP yang bersangkutan. Jika sudah klik OK.
    5. Kemudian        hasilnya     dapat   Anda   lihat   dengan   klik   ganda   Local   Area
        Connection>klik Support>Details.
    6. Pada DNS Server akan terlihat alamat DNS yang sudah Anda buat.


MIKROTIK ROUTER OPERATING SISTEM
Mikrotik Router Operating Sistem adalah sebuah sistem operasi yang dapat digunakan untuk
menjadikan sebuah komputer menjado router network, dan mencakup berbagai fitur lengkap
untuk network dan wireless. Untuk emlakukan instalasi Mikrotik Router Operating Sistem,
ikuti langkah berikut:
    1. Siapkan sebuah komputer yang nantinya akan dibuat server. Pasang dua buah LAN
        Card pada komputer tersbut yang nantinya kan digunakan satu untuk komunikasi
        keluar dan satunya untuk jaringan lokal-nya.
    2. Masukan CD mikrotik OS ke dalam CDROM
    3. Pada komputer, buatlah booting pertama pada CDROM yang dapat diatur melalui
        BIOS.
    4. Selanjutnya Anda ikuti langkah-langkah instalasi berikutnya dengan klik Next dan
        Default.
    5. Pada saat instal Anda akan diminta konfirmasi paket-paket utama atau semua paket
        yang akan di-instal.
    6. Setelah Anda menandai paket yang akan di-instal, tekan I.
    7. Setalah instal selesai dan berhasil, restart komputer tersebut.


MEMBANGUN HOTSPOT
Jaringan hotspot merupakan sistem komunikasi wireless yang dibangun agar dapat
diakses oleh semua orang (free hotspot). Hotspot biasanya dibangun dengan sistem


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                              49


terbuka, artinya siapa saja yang membutuhkan akses internet dapat langsung melakukan
koneksi ke sistem wireless tersebut melalui hotspot-hotspot yang telah disediakan.
Kecepatan akses, jangkauan serta harga peralatan yang digunakan untuk membangun
sistem wireless-pun sudah relatif terjangkau oleh pengguna komputer dari kalangan
perorangan atau Access Point individu sekalipun.
Kelebihan yang tidak kalah penting adalah sifatnya yang mobile sehingga dapat
digunakan dimana saja. Komponen utama pembentuk jaringan tanpa kabel (wireless
networking) adalah Wireless Network Adapther baik yang berupa PCI Card, USB Card
atau PCMCIA, serta Access Point dan Antena (optional). Jaringan komputer yang
menggunakan sistem wireless terbagi menjadi dua macam yaitu ADHOC Mode dan
Infrastructure Mode.


ADHOC Mode
Pada adhoc Mode, setiap komputer yang akan terhubung ke jaringan wireless cukup
menggunakan sebuah Wireless Network Adapter tanpa menggunakan suatu sentral
komunikasi yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data.




                           Gambar 6.8 : Wireless Ad-Hoc Connection


Infrastucture Mode
        Sedangkan pada Infrastructure Mode, disamping menggunakan Wireless
Adapther untuk dapat terkoneksi ke jaringan wireless diperlukan juga suatu sentral




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                     50


komunikasi (Access Point) yang berfungsi sebagai pengatur lalulintas data pada system
jaringan tersebut.
Wireless atau Wifi Lan merupakan jaringan yang menggunakan gelombang radio.
Penggunaanya pun lebih mudah dan praktis dibanding dengan jaringan yang
menggunakan kabel. Akan tetapi, karena jaringan wireless ini menggunakan gelombang
radio yang kasat mata, bila tidak dijaga keamanannya dikhawatirkan akan memungkinkan
di-hack atau di-attack dari jaringan luar.




                                Gambar 6.9 : Infrastructure mode


TROUBLESHOOTING HARDWARE JARINGAN
        Troubleshooting dapat dikatakan sebagian hidup dari seorang teknisi komputer
atau jaringan. Troubleshooting sangatlah penting bagi seorang teknisi dalam menganalisa
dan menyelaikan masalah yang mungkin timbul. Hal ini karena dalam membangun
sebuah jaringan komputer tidak akan selalu berjalan mulus. Pastinya akan ada masalah-
masalah yang nantinya harus ditangani oleh seorang teknisi jaringan komputer.
Sebelum Anda melakukan troubleshooting jaringan dan menggunakan beberapa alat baik
software atau hardware, ada baiknya Anda memahami apa itu troubleshooting jaringan
komputer. Troubleshooting jaringan dapat diartikan sebagi cara atau teknik mengenal dan
menganalisa masalah-masalah pada jaringan komputer dengan tujuan untuk menjaga agar
jaringan Anda tetap berjalan dengan normal.
Sebagai seorang administrator jaringan, teknisi jaringan, dan spesialis jaringan, perhatian
utama kita adalah memelihara konektivitas semua perangkat jaringan. Anda juga secara
rutin harus melakukan evaluasi dan meningkatkan kinerja jaringan. Seringkali masalah-



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                 51


masalah jaringan yang serius berpengaruh besar pada kinerja jaringan keseluruhan
sehingga Anda diharapkan dapat melakukan pencegahan lebih dini sebelum menjadi
masalah yang lebih serius. Berikut adalah beberapa permasalahan yang dapat timbul
beserta solusinya dalam troubleshooting instalasi hardware.


LAN CARD TIDAK TERDETEKSI
Kite tinjau kembali sekilas tentang LAN card, dalam suatu jaringan komputer diperlukan
sebuah perangkat penghubung yaitu LAN card. Jadi peran LAN card sangatlah penting
untuk jaringan komputer yang menggunakan kabel. Prinsip kerja LAN card adalah
menerima sinyal dari komputer lain kemudian mentransmisikannya sebagai masukan
kemudian diolah menjadi data demikian sebaliknya. LAN card dapat digunakan untuk
menghubungkan komputer satu dengan komputer lain melalui perantara hub sehingga
dalam area tersebut membentuk suatu jaringan komputer.
LAN card juga dapat mengalami gangguan atau trouble dikarenakan beberapa masalah,
misalnya LAN card Anda tidak terdeteksi pada sistem komputer. Masalah ini tentunya
membuat koneksi dengan jaringan kabel terputus.
Untuk menangani masalah ini Anda harus tahu dulu ciri-ciri LAN card yang bermasalah.
Berikut ini ciri-ciri LAN card rusak atau bermasalah:
    o Lampu indikator pada LAN card tidak menyala pada saat konektor terpasang.
        Masalah ini sering terjadi disebabkan oleh LANcard sudah error sehingga perlu
        diganti dengan yang lain.
    o Tidak dapat install driver, masalah ini dapat diatasi apabila        Anda telah
        mengetahui driver apa yang sesuai dengan driver bawaan dari LANcard tersebut.
        Instalasi driver LANcard juga harus sesuai dengan driver bawaannya karena
        apabila tidak, maka LAN card tidak akan terdeteksi oleh sistem komputer
        sehingga tidak dapat digunakan.
    o LAN card tidak terdeteksi dari menu Control Panel. Masalah ini dapat diatasi
        setelah Anda menginstall driver dari LAN card tersebut, tanpa install driver
        terlebih dahulu maka LANcard tidak akan bisa terdeteksi oleh sistem komputer.
Untuk menangani masalah LAN card yang tidak terdeteksi dari menu Control Panel,
dapat mengikuti langkah-langkah berikut:



Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                    52


    1. Periksa pada Device Manager dengan cara klik kanan My Computer>Properties.
    2. Pilih tab Hardware>Device Manager.
    3. Periksa apakah LANcard terdeteksi tetapi belum terinstal driver atau mungkin
        tidak ada sama sekali.
    4. Jika driver belum terinstal maka lakukan instalasi terlebih dahulu. Tetapi jika
        LAN card sama sekali tidak muncul pada list, coba ikuti langkah selanjutnya.
    5. Anda periksa LAN card yang terpasang, kemungkinan LAN card belum terpasang
        dengan baik. Matikan komputer, coba kencangkan LAN card kembali.
    6. Atau coba lepas LAN card kemudian pasangkan kembali.
    7. Jika tetap belum terdeteksi, coba pindah pada slot PCI lainnya.
    8. Bersihkan LAN card dan slot PCI pada motherboard.
    9. Jika LAN card sudah Anda anggap terpasang dengan benar, tetapi belum juga
        terdeteksi maka ganti LAN card tersebut.


PORT HUB MATI (Tidak aktif)
        Mungkin Anda akan mendapatkan masalah jaringan komputer yang tidak
terkoneksi komputer satu dengan yang lainnya, sedangkan Anda sudah periksa kabel
LAN card dalam keadaan normal. Ada langkah lain yang perlu Anda lakukan yaitu
periksa port pada HUB apakah masih normal atau tidak. Apabila port pada HUB Anda
pastikan tidak normal, Anda perlu melakukan beberapa langkah berikut menangani
masalah tersebut:
    1. Pindah kabel LAN pada port yang lain atau pada port yang masih hidup.
    2. Periksa lampu pada hub yang terhubung dengan komputer yang menyala, apakah
        menyala atau tidak.
    3. Jika tidak menyala, periksa kabel yang terhubung dengan kedua ujung kabel
        terpasang pada kabel tester.
    4. Jika normal, pastikan LAN card tidak bermasalah. Atau Anda dapat
        memeriksanya dengan cara pasang ujung kabel pada LAN card dan yang satunya
        pasang pada kabel tester.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                               53


    5. Periksa port pada hub menggunakan kabel tester, yaitu dengan cara pasang ujung
        kabel dengan tester dan ujung kabel satunya dengan port yang mungkin Anda
        anggap rusak.
    6. Untuk kabel dan port yang tidak bermasalah maka lampu pada kabel tester akan
        menyala, yaitu pada lampu nomor 1,2,3, dan 6.
    7. Jika setelah Anda periksa tidak normal, mungkin port pada hub tersebut rusak.
        Coba pindahkan kabel pada port lainnya hingga lampu menyala.




                                    Gambar 6.10 : Port USB




KABEL LAN YANG BERMASALAH
        Penyebab lain tidak terkoneksinya suatu komputer dalam jaringan yaitu pada
kabel yang bermasalah. Setelah Anda periksa semua port hub, LAN card, dan lainnya
Anda anggap dalam keadaan normal atau tidak bermasah akan tetapi jaringan tetap tidak
terkoneksi, maka coba Anda periksa kabel yang terpasang apakah sudah pada urutan
warna yang sudah ditentukan atau belum. Kadangkala permasalahan ini sering sekali
terjadi pada sebuah jaringan komputer di suatu gedung, dimana memungkinkan dalam
pemasangan kabel terletak di atas atap sedangkan biasanya atap sangat rawan dengan
gangguan-gangguan misalnya rusaknya kabel akibat tikus dan lain sebagainya.
Berikut langkah-langka untuk memeriksa kabel jaringan tersebut:
    1. Periksa urutan warna kabel pada kedua ujung kabel atau konektor.
    2. Tes kedua ujung kabel menggunakan kabel tester.
    3. Jika ada beberapa kabel yang tidak terkoneksi atau mati, maka pastikan nomor
        1,2,3, dan 6 menyala atau terkoneksi.


Written By: Hairul Candra, S.Kom.
Modul Jaringan Komputer Profesional                                                      54


    4. Jika ada yang tidak menyala, periksa konektor apakah sudah terpasang dengan
        baik atau belum.
    5. Coba lakukan crimping ulang atau ganti konektor dengan yang baru.
    6. Jika setelah Anda lakukan penggantian konektor dan Anda tes dengan kabel tester
        sudah menyala semua, akan tetapi setelah kabel tersebut dipasang pada komputer
        tetap tidak terkoneksi, sementara Anda sudah pastikan komputer atau LAN card
        tidak bermasalah, kemungkinan kualitas kabel tidak bagus atau tidak mampu
        untuk transmisi jarak jauh. Ganti kabel dengan kualitas dan spesifikasi yang
        sesuai.
    7. Akan tetapi jika pada nomor di atas ada salah satu yang tetap tidak menyala,
        sedangkan konektor sudah terpasang dengan benar, maka ubah urutan warna
        kabel sampai pada nomor 1,2,3, dan 6 menyala. Hal ini karena kemungkinan ada
        salah satu kabel yang tidak menyala terputus di tengah. Misalnya pada urutan
        kabel yang terpasang di konektor mati pada nomor tiga, sedangkan urutan kabel
        adalah sebagai berikut: 1. Orange putih, 2. Orange, 3. Hijau putih, 4. Biru, 5. Biru
        putih, 6. Hijau, 7. Coklat putih, 8. Coklat.
    8. Coba Anda lakukan urutan kabel sebagai berikut: 1.Orange putih, 2.Orange,
        3.Biru, 4.Hijau putih, 5.Biru putih, 6.Hijau, 7.Coklat putih, 8. Coklat.




Written By: Hairul Candra, S.Kom.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:182
posted:7/30/2012
language:Indonesian
pages:54