Manajemen Berkas by 091yM18

VIEWS: 357 PAGES: 45

									MANAJEMEN BERKAS
Definisi
   Kumpulan informasi yang saling berkaitan dan
    dikelola sebagai satu kesatuan
   Tujuan Untuk memudahkan penyimpanan dan
    pembacaan kembali terhadap data
   Pada tingkat aplikasi satu berkas dengan berkas
    lainnya bisa saling berhubungan.
   Pada tingkat penyimpanan setiap berkas
    diperlakukan sebagai entitas yang berdiri sendiri.
Jenis berkas
   Tiap jenis berkas berbeda dalam hal
     Jenis data yang disimpan
     Jenis aplikasi yang dapat mengaksesnya

   Misal:
     jenisdata berisi kode instruksi prosessor, hanya dapat
      dijalankan oleh SO
     Spreadsheet Ms. Excel
Penamaan berkas
   Untuk membedakan tiap berkas, dalam penamaan
    diberikan tambahan ekstensi atau akhiran yang
    mengidentifikasi jenis berkas tersebut.
   Ekstensi akan digunakan oleh SO untuk mengenali
    jenis aplikasi yang akan membuka berkas tersebut.
   Saat suatu aplikasi diinstal pada SO, aplikasi
    tersebut akan mendaftarkan pula ekstensi atau
    jenis berkas yang dapat dibuka.
Jenis data dan Struktur berkas
   Data yang disimpan dapat berupa numerik,
    karakter, kode instruksi ataupun biner.
    bagaimana data tersebut tersusun di berkas?

   Pertama: berkas yang tidak memiliki struktur yang
    teratur. Contoh: hasil output dari program yang
    mengeluarkan data secara acak
Jenis data dan Struktur berkas
   Kedua: berkas yang memiliki struktur dan memiliki
    sejumlah rekaman.
    misal: rekaman data mahasiswa yang berisi nomor
    mahasiswa, nama mahasiswa dan alamat.
   Ketiga: berkas yang memiliki struktur yang
    kompleks.
    Misal: dokumen berupa gambar dan teks yang
    dihasilkan Ms.Word , yang mengikuti sejumlah
    aturan tertentu.
Metode akses
   Sequential Access Method
    pembacaan berkas harus dimulai dari posisi awal
    sampai pada posis yang dikehendaki.
Metode akses
   Direct Access Method
    pembacaan berkas dapat dilakukan langsung
    pada sembarang posisi
Metode akses
   Index Access Method
    diperlukan berkas khususBerkas index untuk
    mengakses berkas utamanya.
Media Penyimpanan
   Disimpan pada media penyimpan sekunder
   Ukuran alokasi terkecil yang dapat dialokasikan
    berkas blok
   Ukuran setiap blok tergantung bagaimana suatu
    media penyimpan diorganisasi atau diformat.
   Jika terlalu besar akan terjadi pemborosan
    ketika banyak menyimpan file kecil.
Organisasi Berkas
1.   Bagi pengguna
        agar lebih tertata
        Lebih mudah dan cepat diakses
        Contoh: SO windows Direktori
Organisasi Berkas
2.   Di media penyimpanan
        Selain organisasi berkas, organisasi direktori juga
         perlu diatur dalam media penyimpan.
        Direktori disimpan di media penyimpan dengan cara
         yang sama dengan berkas (diperlakukan sebagai
         suatu berkas)
        Bedanya direktori memiliki struktur khusus yang hanya
         dapat ditangani oleh rutin SO
Organisasi Berkas
  Atribut  berkas yang disimpan pada direktori:
 a.   Name
 b.   Type
 c.   Location
 d.   Size
 e.   Protection  keamanan akses
 f.   Time, date, user identification
     Dengan kata lain direktori serupa dengan tabel isi
      pada buku, berfungsi sebagao referensi cepat untuk
      mengakses berkas di dalam direktori tersebut.
Organisasi Berkas
3.  Tinjauan direktori
Tujuan:
      Efisiensi
        Informasidari berkas termasuk lokasi berkas tersimpan
         dalam direktori
        Pengaksesan terhadap berkas menjadi lebih cepat.

      Pengelompokan
        Membuat   kumpulan berkas yang banyak dapat tersususn
         rapi sehingga user mudah mengingat.
      Penamaan
        Path
Organisasi Berkas
   Implementasi Direktori
     Diimplementasi  sebagai linear list untuk menyimpan
      simpul-simpul yang berisi atribut-atribut berkas
Operasi pada berkas
   Dapat dilakukan oleh program aplikasi atau lewat
    aplikasi shell.
    (shell aplikasi interaktif yang memberikan
    antarmuka bagi user untuk mengakses layanan
    yang diberikan SO)
   Contoh: explore dan cmd  windows
             bash, tsh  linux
Operasi pada berkas
1.   Membuat dan menghapus berkas
        SO akan mengalokasikan ruang di media penyimpan
        Mencatat atribut-atribut ke direktori
        Hapus ruang media penyimpan akan dibebaskan
         dan atribut berkas akan dihapus juga.
2.   Membuka berkas
        membaca atribut berkas dari direktori
        Menyalin data ke memori utama
3.   Membaca dan menulis berkas
Operasi pada berkas
4.   Melompat ke suatu posisi
        Aplikasi dapat saja membaca berkas tidak dari
         posisi awal berkas
5.   Mengubah nama berkas
6.   Mereset berkas
        Selama proses baca atau pindah posisi, suatu pointer
         digunakan untuk mencatat posisi terakhir.
        Tujuan: agar pembacaan berikut selalu dari posisi
         terakhir.
        Operasi reset akan menyebabkan posisi pointer
         berpindah ke posisi awal berkas.
Operasi pada berkas
7.   Menutup berkas
        Ketika terjadi penulisan berkas, data perubahan
         berkas akan disimpan sementara di memori.
        Operasi menutup berkas memastikan seluruh
         perubahan terhadap berkas disimpan secara
         permanen ke media penyimpanan.
Operasi pada direktori
1.   Membuat dan menghapus direktori
        Cara pengalokasian pada media penyimpanan sama
         dengan operasi berkas
        Yang membedakan adalah struktur isi dan kegunaan
        Direktori menyimpan atribut dari berkas-berkas yang
         disimpan
        Menghapus direktori otomatis akan menghapus
         seluruh berkas didalamnya.
        Pada beberapa SO, penghapusan direktori tidak
         dapat dilakukan jika masih ada berkas didalamnya.
Operasi pada direktori
2.        Mencari berkas
           Melibatkan pembacaan simpul ataupun tabel
            rekaman yang tersimpan dalam direktori.
3.        Melihat isi direktori
           Mencetak informasi mengenai berkas dengan cara
            menelusuri simpul atau tabel rekaman
4.        Mengubah nama direktori
     2.     Perubahan dilakukan pada tabel rekaman
Pengelolaan Ruang Kosong
   Pada media penyimpanan perlu dicatat
    sehingga memudahkan alokasi berkas yang akan
    disimpan.
   Informasi ruang kosong akan diperbarui bila ada
    alokasi bekas baru atau penghapusan berkas.
   Teknik-teknik untuk pencatatan ruang kosong:
     Bit-vector

     Link-list

     Grouping

     Counting
Teknik Bit-Vektor
   Menggunakan satu bit untuk menyatakan kosong
    tidaknya setiap alamat blok media penyimpan.
   Jumlah bit = jumlah blok logika media penyimpan
   Pencarian ruang kosong secara cepat
   Kelemahan butuh ruang tambahan untuk
    pencatatan bit-vector
Teknik Link-List
   Menggunakan blok-blok kosong di media
    penyimpan untuk menyimpan pointer atau alamat
    blok kosong berikutnya.
   Blok kosong terakhir akan mencatat pointer yang
    tidak valid sebagai penanda akhir blok yang
    kosong
   Menghemat penggunaan ruang khusus
   Kelemahan jika terjadi kerusakan pada salah
    satu blok kosong, maka pengelolaan ruang kosong
    menjadi terganggu.
Teknik Grouping
   Mengumpulkan informasi alamat blok kosong ke
    blok kosong pertama
   Alamat blok kosong pertama perlu dicatat secara
    khusus pada struktur SO
   Teknik ini mengatasi kelemahan dari teknik link-list
Teknik Counting
   Memperhitungkan rangkaian blok-blok kosong
    yang kontinyu sebagai suatu segmen.
   Setiap segmen dicatat alamat blok kosong
    pertamanya dan jumlah blok kosong yang
    mengikutinya.
   Informasi segmen dicatat pada tabel khusus.
Pengelolaan Alokasi Berkas
   Informasi ruang kosong juga perlu diperbarui
    setelah terjadi alokasi berkas.
   Ada berbagai cara alokasi berkas:
     Alokasi berurut
     Alokasi berantai

     Alokasi berindeks
Alokasi Berurut
   Semua bagian dari berkas harus diletakkan secara
    berurut dan tidak boleh tersebar pada media
    penyimpan
   Mencari segmen ruang kosong yang cukup besar
    untuk menampung seluruh isi berkas.
   Informasi alokasi dicatat pada direktori:
     Alamat blok awal berkas
     Jumlah blok yang dialokasikan ke berkas

   Kelemahan tidak fleksibel,krn harus mencari
    ruang kosong untuk menampung seluruh berkas.
Alokasi Berantai
   Berkas dapat dialokasi ke blok-blok kosong secara
    tersebar di media penyimpan
   Untuk menunjukkan lokasi blok berikutnya, di awal
    atau akhir setiap blok disimpan alamat blok alokasi
    berikutnya.
   Yang disimpan di direktori nomor blok pertama
    yang ditempati berkas dan nomor blok terakhir.
   Kelemahan:
     Butuh ruang khusus untuk pointer
     Bila ada kesalahan satu blok, akses ke blok lain bisa
      berantakan.
16
Alokasi Berindeks
   Pemakaian blok khusus untuk mencatat blok-blok
    yang ditempati berkas yang disebut blok indeks.
Proteksi Berkas
   Untuk data-data yang bersifat rahasia, perlu
    adanya pembatasan akses.
   Beberapa mekanisme proteksi yang sering dipakai
    adalah :
      Proteksi berkas dengan password

      Proteksi berkas dengan daftar kontrol akses
       (Access Control List)
Proteksi Berkas dengan Password
   Memberikan password untuk setiap berkas yang
    disimpan
   Cukup bagus untuk berkas yang bersifat pribadi
    dan jumlah berkas yang tidak banyak.
   Jika jumlah berkas yang butuh proteksi sangat
    banyak  tidak akan efisien
Proteksi Berkas dengan ACL
   Dengan membuatkan suatu daftar kontrol akses atau ACL
    dan disimpan pada rekaman di direktori
   ACL umumnya berisi daftar pengguna yang boleh
    mengakses berkas tersebut beserta hak aksesnya
   Tidak akan efisien juga jika seluruh user dimasukkan ke ACL.
    Umumnya pengakses berkas dikelompkkan dalam 3
    kategori:
       Owner: yang membuat berkas tersebut
       Group: pengguna yang berada dalam kelompok pengguna yang
        sama dengan pembuat berkas tersebut
       Everyone: setiap pengguna yang tidak termasuk dalam 2
        kategori diatas.
Rudi:
  Pembuat
  Berkas




            111
Backup dan Recovery
   Pemerikasaan konsistensi data
     SO akan memeriksa apakah terjadi kerusakan pada
      berkas sebelum program dijalankan
     Umunya SO akan mencegah eksekusi berkas jika isinya
      sudah berubah secaratidak wajar.
   Salah satu fungsi manajemen berkas adalah
    melakukan backup secara otomatis terhadap
    berkas-berkas dan saat terjadi kerusakan, SO
    dapat melakukan pemulihan berkas salinannya.

								
To top