cara
Document Sample


BAB2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori -Teori Umum
Teori-teori umum yang akan digunakan dalam perancangan sistem basis
data adalah teori-teori yang berhubungan langsung dengan sistem basis data dan
bersifat crucial(penting) bagi perancangan suatu sistem basis data meliputi:
pengertian data dan informasi, karakteristik informasi, basis data, sistem basis
data, Data Base Management System(DBMS), Komponen Lingkungan DBMS,
siklus hidup pengembangan sistem basis data, entity relationship modeling, dan
normalisasi yang akan diuraikan sebagai berikut.
2.1.1 Data dan Informasi
Data adalah fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti,
yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar,
kata-kata, angka-angka, atau huruf-huruf yang menunjukkan suatu ide,
objek, kondisi, atau situasi dan lain-lain. (Hoffer, 2005, halaman 5).
Menurut Laudon dan Laudon (2003, halaman 7), informasi
didefinisikan sebagai data yang telah diolah dalam bentuk yang telah
memiliki arti dan guna bagi manusia yang dapat memberikan suatu.
Pengertian data, informasi dan sistem informasi menurut Turban
E. et al(2003, halaman 15), data adalah fakta-fakta yang masih belum
diolah atau gambaran-gambaran lebih lanjut dari benda-benda, kejadian-
·-----------------,--------------------------------------------------------
9
kejadian, kegiatan-kegiatan, dan transaksi-transaksi yang ditangkap,
direkL, disimpan dan diklasiftkasikan, tetapi tidak secara spesifik
. I ._ , ·
tuk menyampaikan suatu art! atau tuj uan khusus. uuormas1
· ·
d1susun un
I
adalah sehuah kumpulan dari fakta-fakta yang disusun dalam heherapa
cara, jadi kumpulan fakta tersehut hisa memheri arti kepada
penerimanya. Sistem informasi adalah suatu sistem yang mengumpulkan,
mengblah, menyimpan, menganalisa, dan menyeharkan informasi untuk
"fik
tuJ uan yang spes1 1 .
· I
2.1.1.1 Karakteristik Informasi
Dalam lingkup suatu sistem informasi, informasi
mempunyai heherapa karakteristik. Menurut Ronmey dan
Steinhart (2003, halaman 10), karakteristik sistem
informasi yang herguna adalah sehagai herikut :
1. Relevan
Informasi dikatakan relevan hila informasi tersehut
dapat mengurangi ketidakpastian, meningkatkan
kemampuan memhuat keputusan untuk emmhuat
prediksi, atau konfirmasi, atau memhenarkan dugaan-
dugaan yang telah dihuat sehelumnya.
2. Dapat dipercaya
10
lnformasi dapat dipercaya hila tingkat kebenaran
informasi tersebut tinggi.
3. Lengkap
lnformasi yang lengkap yaitu informasi yang tidak
mengurangi aspek atau faktor penting dari event atau
aktivitas yang mendasari pengukuran informasi
tersebut.
4. Dapat dimengerti
lnformasi dapat dimengerti jika direpresentasikan
dalarn format yang benar dan mudah dimengerti.
5. Tepat waktu
Informasi dikatakan tepat waktu jika informasi
tersebut disajikan pada waktu yang tepat sehingga
memungkinkan pembuat keputusan untuk membuat
keputusan yang tepat berdasarkan informasi tersebut
pada saat dan momen yang tepat juga.
6. Dapat diuji
Informasi dapat diuji jika ada dua pihak atau lebih
yang bekelja secara terpisah, narnun informasi yang
dihasilkan mereka adalah sarna dan tidak memiliki arti
yang berbeda dengan sangat signifikan.
11
2.1.2 Basis Data
Basis data adalah sekumpulan data maupun keterangan tentang
data yang saling berhubungan secara logis untuk digunakan bersama
dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
(Connolly dan Begg, 2005, halaman 15).
Semua data pada basis data diintegrasikan dengan jumlah
duplikasi yang minimum. Basis data tidak hanya memiliki data
operasional pada organisasi, namun memiliki pula deskripsi dari data
tersebut.
2.1.3 Sistem Basis Data
Pada dasarnya, sistem basis data adalah sebuah sistem
penyimpanan data yang terkomputerisasi.
Tujuan keseluruhan dari sistem basis data adalah menyimpan
informasi dan memungkinkan pengguna memperoleh dan
memperbaharui informasi tersebut. (Date, 2000, halaman 5). Basis data
diperlukan karena :
• Merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi
dalam menyediakan informasi.
• Menentukan kualitas suatu informasi yaitu: akurat, cepat, dan relevan.
• Mengurangi duplikasi dan pengulangan data (data redundancy).
• Hubungan data dapat ditingkatkan (data reliability).
12
• Data menjadi lebih terorganisir.
• Keamanan data lebih teijamin dibandingkan dengan menggunakan
berkas.
Ditinjau dari komponen-komponennya, sistem basis data terdiri
dari:
• Perangkat keras (Hardware)
Yang termasuk perangkat keras adalah perangkat komputer
beserta periferalnya yang bersifat fisik.
• Perangkat lunak (Software)
Terdapat tiga jenis perangkat lunak yang terlibat dalam
pengelolaan dan pengolahan basis data, antara lain:
Sistem operasi(Operation System), contohnya Windows XP
Sistem pengelola basis data (DBMS), contohnya
SQLSERVER 2000
Aplikasi yang menjadi interface dari sistem basis data,
contohnya Visual Basic dengan windows formnya dan web.
• Pengguna (Brainware)
Database Administrator.
Pengembang aplikasi (Programmer/Developer).
Pemakai ahli (Casual User).
Pemakai akhir (End User).
13
• Basis data (Database).
(Fathansyah, 2004, halaman 2).
2.1.4 Database Management System (DBMS)
Database Management System (DBMS) adalah suatu perangkat
lunak yang memungkinkan pengguna basis data untuk mendefmisikan,
membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data. (Connolly
dan Begg, 2005, halaman 16).
Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS adalah :
• Data Definition Language (DDL).
Data Definition Language (DDL) adalah sebuah bahasa
yang memberikan fasilitas kepada DBA (Database
Administrator) atau pengguna untuk menjelaskan dan
menamakan entitas, atribut, dan relationship yang dibutuhkan
untuk aplikasi, bersama dengan batasan-batasan keamanan dan
integritas yang berhubungan. (Connolly dan Begg, 2005, halaman
40).
Dengan DDL, pengguna dapat menspesifikasikan tipe
data, struktur data, serta constraint data yang disimpan pada basis
data.
14
• Data Manipulation Language (DML).
Data Manipulation Language (DML) adalah sebuah
bahasa yang menyediakan sekumpulan operas! untuk
mendukung manipulasi data utanJa pada data di dalam basis data.
(Connolly dan Begg, 2005, halaman 40).
Dengan DML, pengguna dapat memasukkan data baru
(insert), mengubah data (update), menghapus data (delete), dan
mengambil data dari basis data (select).
• Data Control Language (DCL)
memungkinkan pengguna melakukan akses terkontrol ke
basis data, antara lain:
• Sistem keamanan, untuk mencegah pengguna tanpa otoritas
mengakses ke basis data yaitu melalui fasilitas grant dan
revoke. Dimana grant memberikan hak akses tertentu dan
revoke mencabut hak akses tertentu.
• Sistem integritas, untuk memelihara konsistensi penyimpanan
data dan menjaga konsistensi daripada data-data yang ada
pada sistem basis data.
15
• Sistem kontrol pada saat yang bersamaan, yang
memperbolehkan shared akses terhadap basis data.
• Sistem kontrol untuk pengembalian data, yang
mengembalikan data ke keadaan semula apabila teljadi
kegagalan perangkat lunak (software) atau perangkat keras
(hardware). Sistem ini sangat penting mengingat data yang
disimpan dalam basis data adalah sangat berharga dan sistem
kontrol juga disebut dengan recovery data.
• Katalog, yang dapat diakses oleh pengguna dan menjelaskan
data yang disimpan dalam basis data.
Keuntungan dari DBMS adalah :
• Kontrol terhadap pengulangan data.
• Data konsisten.
• Lebih banyak informasi dari data yang sama
• Memudahkan penyebaran data.
• Meningkatkan integritas data.
• Meningkatkan keamanan data.
• Termasuk low cost untuk investasi jangka panjang.
16
• eningkatkan produktivitas
• Meningkatkan kemampuan backup dan recovery data.
Sedangkan kerugian DBMS adalah :
I
• Kbmpleks.
I
• Membutuhkan storage yang tidak sedikit.
I
• Biaya DBMS tidak murah.
I
• Biaya untuk merubah dari satu DBMS ke DBMS lainnya.
• Ababila teijadi kerusakan, dampak kerusakannya cukup besar.
2.1.5 Kojponen Lingkungan Database Management System (DBMS)
/ - .........
data
hardware software procedu' people
machine bridge human
Gambar 2.1 Komponen DBMS
Ada 5 komponen DBMS (Connolly dan Begg, 2005, halaman 18),
yaitm
17
1. Perangkat Keras (Hardware)
DBMS dan aplikasi membutuhkan perangkat keras
(hardware) untuk dapat dijalankan. Perangkat keras tersebut dapat
berupa Personal Computer (PC), mainframe, hingga jaringan
komputer. Jenis perangkat keras bergantung pada kebutuhan
organisasi dan DBMS yang digunakan.
2. Perangkat Lunak (Software)
Komponen dari perangkat lunak (software) terdiri dari
perangkat lunak DBMS itu sendiri dan program-program aplikasi,
sistem operasi, serta perangkat lunak jaringan jika DBMS digunakan
dalam jaringan.
3. Data
Komponen yang terpenting dari DBMS, dilihat dari sudut
pandang pengguna akhir adalah data. Data merupakan komponen
penghubung antara komponen mesin dengan komponen manusia.
4. Prosedur (Procedure)
Prosedur meliputi intruksi dan aturan yang mengatur
perancangan dan penggunaan basis data. Pengguna sistem basis data
perlu untuk mengetahui bagaimana cara menjalankan sistem basis
18
data dengan baik dan benar. Prosedur-prosedur tersebut antara lain
dapat terdiri dari :
• Prosedur Log on ke DBMS.
• Prosedur menggunakan suatu fasilitas DBMS khusus atau
program aplikasi.
• Prosedur memulai dan menghentikan DBMS.
• Prosedur membuat backup dari basis data.
• Prosedur mengenali dan menangani kegagalan perangkat keras
atau perangkat lunak.
• Prosedur mengubah struktur dari suatu tabel, mengatur ulang
basis data
• Prosedur mengubah struktur dari suatu tabel, mengatur ulang
basis data melewati multiple disks, meningkatkan kinerja, atau
menyimpan data ke secondary storage.
5. People(Manusia)
Komponen terakhir adalah manusia atau pengguna yang
terlibat dalam sistem, termasuk di dalamnya adalah Database
Administrator, perancang basis data, pengembang aplikasi, dan end-
user.
19
2.1.6 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Basis data
Basis data sama seperti piranti lunaklsoftware, dan juga memiliki
"siklus/daur hidup"nya sendiri. Tahapan siklus/daur hidup aplikasi basis
data meliputi ak:tivitas-ak:tivitas utama sebagai berikut: (Connolly dan
Begg, 2005, halaman 283).
: Databa5e planning I
!
I S}lstem dejlntston I
L
.I R2qutrement collection I
and analysis _I
L
DBdestgn
I Conseptual
DBMS selection I
database design I
I I LogJcal database I --J Application design .I
(opt design
ional)
I I Pil)' steal database
design
I
Prototyptng
(optional) I Implementation I
I Data convert/on and
loading
I
+
I Testing
I
I a•
Oper tion
I maintenance
I
Gambar 2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Basis Data
20
Be :kut adalah keterangan dari tahapan-tahapan diatas:
• Perencanaan Basis Data (Database Planning)
Perencanaan basis data adalah aktivitas pengaturan yang
memungkinkan langkah-langkah aplikasi basis data lebih efisien dan
efektif. Perencanaan basis data harus terintegrasi dengan keseluruhan
strategi sistem informasi dari organisasi.
• Pendefinisian Sistem (System Definition)
Tahap ini menjelaskan ruang lingkup dan batasan dari
aplikasi basis data, penggunanya, dan lingkungan tempat aplikasi
diimplementasikan. Sebelum dilakukan perancangan basis data,
amatlah penting untuk mengidentifikasi batasan dari sistem yang
sedang beljalan, serta bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan
bagian lain dalam sistem informasi organisasi/perusahaan.
• Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan {Requirements Collection
and Analysis)
Proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang
bagian dari organisasi yang nantinya akan didukung oleh aplikasi
basis data, dan kemudian menggunakan informasi ini untuk
rengetahui kebutuhan pemakai terhadap sistem yang baru.
• erancangan Basis Data (Database Design)
I Perancangan basis data adalah aktifitas untuk merancang
basis data yang dapat mendukung operasi dan tujuan organisasi.
21
Terdapat dua pendekatan utama dalam merancang suatu basis
data, yaitu bottom-up dan top-down. Pendekatan bottom-up cocok
untuk perancangan sistem basis data yang sederhana dengan jumlah
atribut yang relatif sedikit sedangkan untuk perancangan basis data
yang kompleks lebih cocok menggunakan pendekatan top-down.
Pendekatan top-down diilustrasikan menggunakan konsep model
Entity-Relationship (ER), dimulai dengan mengidentifikasi entitas
dan relationship antar entitas.
Tiga tahapan utama dalam perancangan basis data, yaitu:
(Connolly dan Begg, 2005, halaman 293).
1. Perancangan Basis Data Konseptual (Conceptual Database
Design)
Perancangan basis data konseptual adalah proses
membangun sebuah model dari data yang digunakan dalam suatu
organisasi, terlepas dari segala pertimbangan fisiknya. (Connolly
dan Begg, 2005, halaman 293).
Langkah-langkah perancangan basis data konseptual:
• Mengidentifikasi tipe entitas.
• Mengidentifikasi tipe relationship.
• Mengidentifikasi dan menghubungkan atribut dengan tipe
entitas atau relationship.
22
• Menentukan domain atribut.
• Menentukan atribut candidate, primary, dan alternate key.
• Mempertimbangkan penggunaan konsep enhance modeling
(optional step).
• Memeriksa model untuk kemungkinan redundansi.
• Memvalidasi model konseptual dengan transaksi pengguna.
• Meninjau model data konseptual dengan pengguna.
2. Perancangan Basis Data Logical (Logical Database Design)
Perancangan basis data logikal adalah proses membangun
sebuah model data yang digunakan dalam sebuah organisasi yang
didasarkan pada model data kbusus, tetapi bebas dari DBMS
tertentu dan pertimbangan fisik lainnya. (Connolly dan Begg,
2005, halaman 294).
Langkah-langkah perancangan basis data logikal:
• Menurunkan relasi untuk model data logikal.
• Memvalidasi relasi menggunakan normalisasi.
• Memvalidasi relasi untuk transaksi pengguna.
• Memeriksa integrity constraint.
• Meninjau model data logikal dengan pengguna.
• Menggabungkan model data logikal menjadi model global
(optional step).
23
• Memeriksa pertumbuhan yang akan datang.
3. Perancangan Basis Data Fisikal (Physical Database Design)
Perancangan basis data fisikal adalah proses
menghasilkan sebuah gambaran dari pengimplementasian basis
data pada media penyimpanan sekunder, juga menggambarkan
relasi dasar, organisasi file, dan indeks yang digunakan untuk
memperoleh akses yang efisien pada data, batasan integritas
terkait lainnya dan ukuran keamanan. (Connolly dan Begg, 2005,
halaman 294).
Langkah-langkah perancangan basis data fisikal:
• Meneljemahkan model data logikal untuk DBMS yang ingin
digunakan.
• Merancang organisasi.fi/e dan indeks.
• Merancang user views.
• Merancang mekanisme keamanan.
• Mempertimbangkan pengenalan redundansi yang terkontrol.
• Memonitor dan mengoptimalkan sistem operasi.
• Pemilihan DBMS (DBMS Selection)
Pemilihan DBMS merupakan seleksi dari DBMS yang pantas
untuk menopang aplikasi basis data. Bila tidak ada DBMS, maka
24
bagian dari daur hidup basis data untuk membuat seleksi adalab
antara fase konseptual dan logikal basis data. Akan tetapi, seleksi
dapat dilakukan sewaktu-waktu berhubung dengan perancangan
logikal menyediakan informasi yang ada, cukup sesuai dengan
kebutuhan sistem seperti penampilan, kemudaban penyusunan,
keamanan, dan batasan integritas.
• Perancangan Aplikasi (Application Design)
Perancangan aplikasi yaitu merancang tampilan layar dan
program-program aplikasi yang menggunakan dan memproses basis
data. Aplikasi bertindak sebagai interface antara user dan basis data
Hal ini melibatkan perancangan program aplikasi yang
mengakses basis data, membuat rancangan transaksi, dan merancang
interface pemakai yang sesuai untuk aplikasi basis data.
• Prototyping (optional)
Prototyping adalab membangun suatu model kelja dari sistem
basis data. (Connolly dan Begg, 2005, halaman 304). Tujuan utama
dari pengembangan prototype adalab memperbolehkan pemakai
menggunakan prototype untuk mengidentifikasikan corak sistem
apakab sistem bekelja dengan baik dan jika mungkin meningkatkan
corak baru kepada aplikasi basis data. Prototyping bisa digunakan
untuk meningkatkan performa aplikasi basis data yang mendatang.
• Implementasi (Implementation)
25
Tahap ini merupakan realisasi fisik dari perancangan basis
data dan aplikasi. Implementasi basis data dicapai dengan
menggunakan Data Definition Language (DDL) dari DBMS yang
dipilih. Bagian dari program aplikasi ini adalah transaksi basis data,
diimplementasikan menggunakan Data Manipulation Language
(DML) yang dapat disimpan dalam bahasa pemrograman. Tahap ini
juga mengimplementasikan komponen lain dari perancangan aplikasi
seperti layar menu, form untuk memasukkan data, dan laporan-
laporan.
• Konversi dan Pemnatan Data (Data Conversion and Loading)
Tahap ini merupakan tahap pemindahan data yang ada ke
dalam basis data baru dan mengubah aplikasi yang ada untuk
beroperasi pada basis data baru. Tahap ini diperlukan ketika suatu
sistem basis data baru menggantikan sistem lama dan kedua sistem
memiliki format data yang berbeda dan memerlukan konversi dari
format yang lama ke yang baru.
• Pengujian (Testing)
Pengujian adalah proses menjalankan program aplikasi
dengan tujuan untuk menemukan kesalahan atau kegagalan program.
Sebelum suatu aplikasi program basis data dijalankan, perlu
diadakan pengujian terlebih dahulu. Bila pengujian tidak berjalan
dengan sukses, maka akan menampakkan beberapa kegagalan yang
26
ada pada program aplikasi dan mungkin juga pada struktur basis
data. Tentunya pemakai sistem yang baru ini harus ikut dilibatkan
dalam proses pengujian untuk meningkatkan performa sistem pada
masa implementasi nantinya.
• Pemeliharaan Operasional (Operational Maintenance)
Pemeliharaan operasional adalah suatu proses untuk
memonitor dan memelihara sistem aplikasi yang telah diinstalasi.
Sistem yang ada pindah ke suatu langkah pemeliharaan yang
melibatkan aktifitas berikut (Connolly dan Begg, 2005, halaman
306):
- monitoring performance dari sistem basis data. Dilakukan untuk
mengamati performa dari sistem dan menjaga stabilitas sistem.
- maintaining/maintenance dari sistem basis data merawat dan
meningkatkan kualitas sistem basis data.
2.1.7 Entity Relationship Modeling
ER Modeling adalah sebuah pendekatan top-down untuk
merancang basis data yang dirnulai dengan menentukan data penting
yang disebut entitas dan relationship diantara data yang harus
direpresentasikan dalam model, kemudian ditambahkan atribut dan setiap
constraint pada entitas, relationship, dan atributnya. (Connolly dan Begg,
2005, halaman 342). Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan
27
untuk menggambarkan struktur basis data logikal dalam bentuk diagram.
ERD menyediakan cara yang sederhana dan mudah untuk memahami
berbagai komponen dalam desain basis data.
2.1.7.1 Tipe Entitas
Tipe entitas adalah kumpulan objek-objek dengan properti
yang sama yang diidentifikasikan oleh organisasi karena
memiliki keberadaan bebas. (Connolly dan Begg, 2005, halaman
343).
Suatu entitas digambarkan dalam bentuk sebuah
segiempat yang dijelaskan dengan nama dari entitas tersebut,
yang biasanya adalah kata benda tunggal.
2.1.7.2 Tipe Relationship
Tipe relationship adalah sejumlah hubungan antara satu
atau banyak tipe entitas yang terlibat. (Connolly dan Begg, 2005,
halaman 346).
Setiap tipe relationship diberi nama yang
menggambarkan fungsinya. Normalnya, suatu relationship diberi
nama menggunakan kata kelja atau sebuah frasa pendek yang
mengandung sebuah kata kelja.
28
2.1.7.3 Atribut
Atribut adalah sifat dari sebuah entitas atau sebuah tipe
relationship. (Connolly dan Begg, 2005, halaman 350).
Atribut menyimpan nilai dari setiap entitas dan mewakili
bagian utama dari data yang disimpan dalam basis data.
Attribute domain adalah sekumpulan nilai yang
diperbolehkan untuk satu atau beberapa atribut.
Simple attribute adalah suatu atribut yang terdiri dari
suatu komponen tunggal dengan keberadaan yang tidak terikat
satu sama lain.
Composite attribute adalah atribut yang terdiri dari lebih
dari satu komponen dengan tiap-tiap komponen mempunyai
keberadaan yang tidak terikat satu sama lain.
Single-valued attribute adalah atribut yang memiliki nilai
tunggal untuk masing-masing kejadian dari suatu entitas.
Multi-valued attribute adalah atribut yang menampung
banyak nilai untuk setiap kejadian dari suatu entitas.
Derived attribute adalah atribut yang menggantikan
sebuah nilai yang diturunkan dari nilai sebuah atribut yang
berhubungan, tidak perlu padajenis entitas yang sama.
29
2.1.7.4 Keys
Keys adalah atribut yang digunakan untuk menentukan
suatu entitas secara unik dan membedakan antara satu entitas
dengan yang lain.
Candidate key adalah kunci yang secara unik mengenali
setiap kejadian di dalam entitas dan merupakan caJon primary
key.
Primary key adalah candidate key yang dipilih sebagai
kunci primer untuk mengenali secara unik setiap occurrence dari
entitas.
Foreign key adalah suatu atribut pada suatu entitas yang
menjadi primary key pada entitas lainnya.
Composite key adalah candidate key yang terdiri dari dua
atribut atau lebih dan berkomposisi.
2.1.8 Normalisasi
Normalisasi adalah sebuah teknik untuk menghasilkan
sekurnpulan relasi dengan sifat-sifat yang diinginkan, yang akan
memberikan kebutuhan data bagi organisasi. (Connolly dan Begg, 2005,
halaman 388). Tujuan utama dari suatu normalisasi adalah untuk
mengurangi teijadinya redundansi data dan mengurangi masalah yang
teijadi pada satu relasi atau lebih yang dikenal dengan anomali.
30
Anomali adalah suatu masalah yang timbul seperti data ganda,
data hilang, pemborosan memori, dan data yang tidak konsisten akibat
proses penghapusan data, pembaruan data, pemasukan data, dan
penggantian data.
Proses normalisasi meliputi (Connolly dan Begg, 2005, halaman
403):
1. Unnormalized Form (UNF)
UNF adalah sebuah tabel yang berisi satu atau lebih data
yang berulang, merupakan tabel yang belum bersifat normal dan
memiliki semua data pada satu tabel.
2. First Normal Form (lNF)
Bentuk normalisasi dimana data yang dikumpulkan menjadi
satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field hanya
mempunyai satu nilai.
3. Second Normal Form (2NF)
Bentuk normalisasi dimana field yang bukan kunci
tergantung secara fungsi pada suatu primary key. Normalisasi dari
lNF ke 2NF melibatkan penghapusan ketergantungan parsial. Jika
terdapat ketergantungan parsial, maka atribut tersebut dihapus dari
relasi dengan memindahkannya ke relasi baru bersama dengan
duplikat determinannya
31
4. Third Normal Form (3NF)
Bentuk normalisasi dimana tidak ada field yang bukan primary key
tergantung transitive kepada primary key. Normalisasi 2NF menjadi
3NF melibatkan penghapusan transitive dependency. Jika terdapat
transitive dependency maka dilakukan penghapusan atribut yang
bergantung secara transitif dari relasi dengan cara menempatkan
atribut tersebut pada relasi yang baru bersama dengan duplikasi
determinannya.
5. Boyce-Codd Normal Form(BCNF)
Bentuk normalisasi yang sedikit lebih kuat dibandingkan dengan
bentuk 3NF dan digunakan jika dan hanya jika atribut kunci(primary
key) pada suatu relasi adalah kunci kandidat/calon kunci(candidate
key). Di mana candidate key itu sendiri adalah caJon primary key
yang mungkin atau bisa menjadi suatu primary key. Pada dasarnya
setiap BCNF adalah 3NF dengan tambahan normalisasi pada
canditate key relasi.
6. Fourth Normal Form( 4NF)
Bentuk normalisasi yang dilakukan diaplikasikan dengan
menggunakan konsep multi-valued dependency(ketergantungan nilai
banyak). Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke
banyak. Pada umumnya sebuah relasi telah dikatakan berada dalam
bentuk 4NF jika relasi tersebut telah berada pada bentuk BCNF dan
32
tidak memiliki dua atau lebih atribut yang bemilai banyak(karena
sudah dihilangkan pada tahap 4NF).
7. Fifth Normal Form(5NF)
Bentuk normalisasi yang diaplikasikan dengan menggunakan konsep
dependency( ketergantungan gabungan). Bentuk normalisasi ini
digunakan untuk memecah/dekomposisi tabel menjadi tabel-tabel
yang lebih kecil, namun dengan catatan bahwa tabel-tabel yang sudah
dipecahkan bisa digabungkan kembali seperti semula. Pada nmumnya
suatu relasi dikatakan telah berada dalam bentuk 5NF jika relasi
tersebut telah berada pada bentuk 4NF dan tabel-tabel sudah tidak
dapat didekomposisildipecah menjadi tabel-tabel yang lebih kecil
lagi.
2.2 Teori-Teori Khusus
Teori-teori khusus yang akan digunakan dalam perancangan sistem basis
data adalah teori-teori yang tidak berhubungan langsung dengan sistem basis
data dan merupakan teori-teori yang hanya bersifat optional and
supportive(pilihan dan mendukung) bagi perancangan suatu sistem basis data
yang meliputi: Data Flow Diagram(DFD), State Transition Diagram,
persediaan,. pembelian dan penjualan yang akan diuraikan sebagai berikut.
33
2.2.1 Data Flow Diagram (DFD)
DFD secara grafikal mendeskripsikan aliran dari data dalam
sebuah organisasi. (Kendall dan Kendall, 2005, halaman 224). DFD
digunakan untuk mendokumentasikan sistem yang ada serta untuk
merencanakan dan merancang sistem yang baru. DFD terdiri dari simbol-
simbolsebagaiberikut:
Tabel2.1 Notasi DFD
Simbol Nama Keterangan
Proses Proses mengubah data dari
0 AliranData
input atau masukan
output atau keluaran.
Aliran data
menjadi
menggambarkan
perpindahan informasi dari
satu bagian ke bagian lain dari
sistem.
Penyimpanan Proses dapat mengambil data
Data dari atau memberikan data ke
II
penyimpanan data.
Entitas luar Entitas luar menggambarkan
entitas yang berada di luar
D sistem, dapat berupa orang,
34
kelompok, atau organisasi yang
berhubungan dengan sistem.
Ada 3 tingkatan DFD yaitu:
• Diagram konteks
Merupakan tingkatan yang paling pertama, yang menggambarkan
ruang lingkup sistem dari sistem yang digunakan oleh organisasi.
Diagram ini hanya memiliki satu proses yang menggambarkan
dan mewakili sistem secara keseluruhan, hubungan antara sistem
dengan entitas-entitas di luar sistem tersebut, dan tidak boleh ada
data store(penyimpanan data).
• Diagram nol
Diagram yang menggambarkan proses-proses aliran data yang
teljadi di dalam suatu sistem. Proses-proses ini dapat dipecah
menjadi proses-proses dan aliran data yang lebih terperinci.
Dalam diagram nol sudah menunjukkan data store(penyimpanan
data) yang digunakan sebagai proses untuk menyimpan data.
• Diagram rinci
Diagram yang menggambarkan rincian proses-proses yang ada
pada diagram nol dan rincian proses-proses ini dapat dipecah lagi
menjadi proses-proses yang lebih rinci jika memang masih bisa
dipecah.
35
2.2.2 Diagram Aliran Dokumen(DAD)
Menurut Mulyadi(2001, halaman 58-63) diagram aliran dokumen
adalah suatu model data yang digunakan untuk menggambarkan aliran
dokumen dan proses untuk mengolah dokumen beserta langkah-
langkahnya.
Berikut ini adalah tabel yang menjelaskan komponen-komponen
dari diagram aliran dokumen :
Tabel2.2 Notasi DAD
Simbol Keterangan
Dokumen
[J Simbol
dokumen, yang
ini digunakan untuk menggambarkan semua
merupakan formulir
jenis
untuk merekam data
terjadinya suatu transaksi.
Keputusan
<j-·-
Simbol ini menggambarkan keputusan yang harus dibuat dalam
proses pengolahan data. Keputusan yang dibuat ditulis dalam
simbol.
Tidal<
I
Garis Alir
Simbol ini menggambarkan arah proses pengolahan data.
36
Simbol Keterangan
Persimpangan Garis Alir
Jika dua garis alir bersimpangan, untuk menunjukkan arah
masing-masing garis, salah satu garis dibuat sedikit melengkung
tepat pada persimpangan kedua garis tersebut.
Pertemuan Garis Alir
t-L Simbol ini digunakan jika dua garis alir bertemu dan salah satu
garis mengikutigaris lainnya.
Proses
Simbol ini untuk menunjukkan tempat-tempat dalam sistem
CJ informasi yang mengolah atau mengubah data yang diterima
menjadi data yang mengalir keluar. Nama pengolahan data ditulis
didalam simbol.
Mulai I Berakhir (terminal)
Simbol ini untuk menggambarkan awal dan akhir suatu sistem
( )
akuntansi
2.2.3 State Transisition Diagram(STD)
Menurut Pressman (2001, halaman 217) STD adalah suatu
diagram yang menggambarkan perubahan tahapan-tahapan atau kondisi-
kondisi dalam suatu program atau sistem dimana model diagram tersebut
bergantung pada suatu status (state), sedangkan state adalah suatu
kumpulan model tingkah laku yang dapat diamati. SID mewakili suatu
37
tingkah laku(behaviour) dari suatu sistern dengan rnenggarnbarkan state
dan kejadian yang rnenyebabkan sistern berubah ke state yang lain.
STD rnerupakan suatu modeling tool yang rnenggarnbarkan sifat
ketergantungan pada waktu dari suatu sistern. Pada rnulanya hanya
digunakan untuk rnenggarnbarkan keadaan sistern yang berjalan secara
real time, seperti:Process Control, dan lain-lain.
STD harus rnerniliki kondisi awal (intitial state) dan kondisi akhir
(final state) karena jika sistern tidak rnerniliki suatu final state, sistern
akan rnelakukan fungsi perulangan (looping) secara terns rnenerus karena
tidak adanya penanda (flag) kapa program akan selesai. Sistern tidak
dapat rnerniliki lebih darn satu initial state tetapi dapat rnerniliki lebih
dari satu final state. Terdapat 2 kornponen pelengkap STD, yaitu:
Condition dan Action. Condition adalah suatu event pada external
environment yang dapat dideteksi oleh sistern. Action adalah suatu aksi
yang dilakukan oleh sistern jika teljadi perubahan state atau rnerupakan
reaksi terhadap condition. Action akan rnenghasilkan output, message
display pada layar, rnenyebabkan keadaan baru,rnenghasilkan kalkulasi
dan lain-lain.
Dalarn STD terdapat beberapa kornponen-kornponen yang perlu
diperhatikan yaitu sebagai berikut :
38
1. Keadaan sistem (system status)
Digambarkan dengan kotak persegi, yang berisi keadaan dari
suatu sistem. Keadaan tersebut dapat berupa menunggu user
memasukkan username, menunggu perintah selanjutnya, dan lain-
lain. Notasinya yaitu :
Gambar 2.3 Simbol State
2. Perubahan keadaan (change of state)
Perubahan keadaan atau state dalam STD digambarkan
dengan garis panah yang menghubungkan dua keadaan atau state
yang saling berkaitan. Notasinya yaitu :
Gambar 2.4 Simbol Perubahan State
3. Kondisi danAksi (Condition and Action)
Untuk melengkapi pembuatan suatu STD, maka diperlukan
komponen tambahan yaitu aksi dan kondisi. Kondisi merupakan
penyebab atau trigger suatu keadaan dapat berubah, sedangkan aksi
39
adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sistem hila terjadi
perubahan keadaan atau reaksi terhadap kondisi. Notasinya yaitu:
State 1
kondisi
aksi
State 2
Gambar 2.5 Kondisi dan Aksi
2.2.4 Persediaan
Menurut Mulyadi (2001, halaman 533) Sistem persediaan
memiliki tujuan untuk mencatat mutasi tiap jenis persediaan yang
disimpan di gudang. Sistem ini berkaitan erat dengan sistem penjualan,
sistem retur penjualan, sistem pembelian, sistem retur pembelian, dan
sistem akutansi biaya produksi. Dalam perusahaan manufaktur,
persediaan terdiri dari persediaan produk jadi, persediaan suku cadang.
Dalam perusahaan dagang, persediaan hanya terdiri dari satu golongan
yaitu persediaan barang dagangan(produk) yang merupakan barang yang
dibeli terlebih dahulu dengan tujuan dijual kembali dan barang yang:
dijual kembali tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harg ,.
barang awal.
40
2.2.4.1 Sistem aliran persediaan barang
Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005), metode sistem
yang akan digunakan dalam pencatatan persediaan barang
tergantung dari metode aliran persediaan. Metode aliran
persediaan barang yang dimaksud adalah cara penambahan dan
pengurangan barang dari gudang. Ada 2 macam aliran persediaan
barang yang biasa digunakan, yaitu:
a.FIFO (First In, First Out)
Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005, halaman 448), metode
ini mengatur aliran persediaan barang dimana barang yang lebih
dahulu masuk ke dalam gudang akan keluar terlebih dahulu
dengan harga barang yang bervariatif sesuai dengan harga barang
tersebit waktu dibeli. Pada umumnya metode ini dipakai oleh
perusahaan yang biasanya menjual produk-produk yang mudah
rusak dan memiliki date of product expiration.
b.LIFO(Last in, First Out)
Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005, halaman 448), metode
ini mengatur aliran persediaan barang dimana barang yang paling
terakhir masuk, maka barang itulah yang akan dikeluarkan lebih
dahulu, dengan harga barang yang bervariatif sesuai dengan
41
harga b.arang tersebut dibeli. Contoh perusahaan yang
menerapkan metode ini pada umumnya terdapat pada
perusahaan yang memiliki tingkat perputaran (turn over)
penjualan yang sangat tinggi. Sehingga barang yang dijual
diambil berdasarkan barang yang terakhir kali diperoleh.
2.2.5 Pembe1ian
Menurut Render (2001, halaman 414) , pembelian adalah
perolehan barang danjasa. Secara umum defmisi pembelian adalah suatu
usaha pengadaan barang atau jasa dengan tujuan yang akan digunakan
sendiri, untuk kepentingan proses produksi maupun untuk dijual
kembali.
Tujuan kegiatan pembelian menurut Render (2001, halaman 414)
adalah:
1. Membantu identifrkasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara
eksternal.
2. Mengembangkan, mengevaluasi, dan menentukan pemasok, harga
dan pengiriman yang terbaik bagi barang danjasa tersebut.
Jenis transaksi dalam pembelian dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Pembelian tunai
42
Adalah proses pembayaran yang dilakukan secara langsung kepada
penjual barang ketika barang diterima oleh pembeli.
b. Pembelian kredit
Adalah proses pembayaran yang dilakukan secara tidak langsung
kepada penjual barang ketika barang diterima oleh pembeli, tetapi
pembayaran dilakukan selang beberapa waktu setelah barang
diterima sesuai dengan peljanjian yang kedua belah pihak telah buat
dan setujui.
2.2.6 Penjualan
Menurut Mulyadi (2001, halaman 202) penjualan teridiri dari
transaksi penjualan atau jasa baik secara kredit ataupun tunai.
Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005), jumlah biaya yang
harus dibayarkan oleh pelanggan atas barang yang telah dijual bisa
secara tunai maupun secara kredit kredit.
a. Penjualan Tunai
Menurut Mulyadi (2001, halaman 202), penjualan tunai dilakukan oleh
perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli untuk melakukan
pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan
oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh perusahaan,
43
barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan transaksi penjualan
tunai kemudian di catat oleh perusahaan sebagai bukti pembayaran.
b.Penjualan Kredit
Menurut Mulyadi (2001, halaman 202), penjualan kredit dilakukan oleh
perusahaan dengan cara memperbolehkan pembeli untuk melakukan
pembayaran harga barang setelah barang diserahkan oleh perusahaan
kepada pembeli. Setelah beberapa waktu yang telah ditetapkan, pembeli
diwajibkan untuk melunasi sisa pembayaran barang yang dapat
dilakukan secara bertahap atau sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.
Get documents about "