cara

Document Sample
cara Powered By Docstoc
					                                             BAB2

                                     LANDASAN TEORI




2.1   Teori -Teori Umum

                  Teori-teori umum yang akan digunakan dalam perancangan sistem basis

      data adalah teori-teori yang berhubungan langsung dengan sistem basis data dan

      bersifat     crucial(penting) bagi perancangan suatu       sistem   basis data meliputi:

      pengertian data dan informasi, karakteristik informasi, basis data, sistem basis

      data, Data Base Management System(DBMS), Komponen Lingkungan DBMS,

      siklus hidup pengembangan sistem basis data, entity relationship modeling, dan

      normalisasi yang akan diuraikan sebagai berikut.




      2.1.1      Data dan Informasi

                         Data adalah fakta, atau bagian dari fakta yang mengandung arti,

                 yang dihubungkan dengan        kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar,

                 kata-kata,   angka-angka, atau huruf-huruf yang menunjukkan suatu ide,

                 objek, kondisi, atau situasi dan lain-lain. (Hoffer, 2005, halaman 5).

                         Menurut   Laudon dan Laudon (2003, halaman             7), informasi

              didefinisikan sebagai data yang telah diolah dalam bentuk yang telah

              memiliki arti dan guna bagi manusia yang dapat memberikan suatu.

                        Pengertian data, informasi dan sistem informasi menurut Turban

              E. et al(2003, halaman 15), data adalah fakta-fakta yang masih belum

              diolah atau gambaran-gambaran lebih lanjut dari benda-benda, kejadian-
·-----------------,--------------------------------------------------------


                                                                                                     9



               kejadian, kegiatan-kegiatan, dan transaksi-transaksi yang ditangkap,

               direkL, disimpan dan diklasiftkasikan, tetapi tidak secara spesifik

               .      I                                                  ._ ,   ·
                        tuk menyampaikan suatu art! atau tuj uan khusus. uuormas1
                                                  ·        ·
              d1susun un
                      I

              adalah sehuah kumpulan dari fakta-fakta yang disusun dalam heherapa

              cara,       jadi   kumpulan     fakta    tersehut    hisa      memheri    arti    kepada

             penerimanya. Sistem informasi adalah suatu sistem yang mengumpulkan,

             mengblah, menyimpan, menganalisa, dan menyeharkan informasi untuk

                              "fik
             tuJ uan yang spes1 1 .
               ·      I




               2.1.1.1           Karakteristik Informasi

                                         Dalam lingkup suatu sistem informasi, informasi

                                  mempunyai heherapa karakteristik. Menurut Ronmey dan

                                  Steinhart   (2003,    halaman       10),    karakteristik      sistem

                                  informasi yang herguna adalah sehagai herikut :

                                  1. Relevan

                                     Informasi dikatakan relevan hila informasi tersehut

                                     dapat     mengurangi         ketidakpastian,      meningkatkan

                                     kemampuan         memhuat      keputusan       untuk      emmhuat

                                     prediksi, atau konfirmasi, atau memhenarkan dugaan-

                                     dugaan yang telah dihuat sehelumnya.

                                 2. Dapat dipercaya
                                                              10



    lnformasi dapat        dipercaya hila tingkat       kebenaran

    informasi tersebut tinggi.

3. Lengkap

   lnformasi yang lengkap          yaitu informasi yang tidak

   mengurangi aspek atau faktor penting dari event atau

   aktivitas     yang      mendasari    pengukuran      informasi

   tersebut.

4. Dapat dimengerti

   lnformasi dapat         dimengerti jika      direpresentasikan

   dalarn format yang benar dan mudah dimengerti.

5. Tepat waktu

   Informasi     dikatakan      tepat   waktu    jika   informasi

   tersebut    disajikan     pada waktu yang tepat sehingga

   memungkinkan pembuat             keputusan untuk membuat

   keputusan     yang tepat berdasarkan informasi tersebut

   pada saat dan momen yang tepat juga.

6. Dapat diuji

   Informasi dapat diuji jika ada dua pihak atau lebih

   yang bekelja secara terpisah, narnun informasi yang

   dihasilkan mereka adalah sarna dan tidak memiliki arti

   yang berbeda dengan sangat signifikan.
                                                                                              11



2.1.2    Basis Data

                 Basis data adalah sekumpulan data maupun keterangan tentang

         data yang saling berhubungan secara logis untuk digunakan bersama

         dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.

         (Connolly dan Begg, 2005, halaman 15).

                 Semua      data    pada   basis    data     diintegrasikan dengan      jumlah

         duplikasi   yang    minimum. Basis           data     tidak   hanya    memiliki     data

         operasional pada organisasi, namun memiliki pula deskripsi dari data

         tersebut.




2.1.3    Sistem Basis Data

                Pada     dasarnya,     sistem      basis     data   adalah     sebuah      sistem

         penyimpanan data yang terkomputerisasi.

                Tujuan      keseluruhan dari sistem basis data adalah menyimpan

         informasi     dan         memungkinkan        pengguna         memperoleh           dan

         memperbaharui informasi tersebut. (Date, 2000, halaman 5). Basis data

         diperlukan karena :

        • Merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi
           dalam menyediakan informasi.

        • Menentukan kualitas suatu informasi yaitu: akurat, cepat, dan relevan.

        • Mengurangi duplikasi dan pengulangan data (data redundancy).

        • Hubungan data dapat ditingkatkan (data reliability).
                                                                            12



•   Data menjadi lebih terorganisir.


• Keamanan data lebih teijamin dibandingkan dengan menggunakan

    berkas.




        Ditinjau dari komponen-komponennya, sistem basis data terdiri

dari:

    • Perangkat keras (Hardware)

        Yang     termasuk perangkat keras       adalah perangkat komputer

        beserta periferalnya yang bersifat fisik.

    •   Perangkat lunak (Software)

        Terdapat tiga     jenis    perangkat   lunak   yang   terlibat   dalam

        pengelolaan dan pengolahan basis data, antara lain:

              Sistem operasi(Operation System), contohnya Windows XP

              Sistem   pengelola     basis     data    (DBMS),     contohnya

              SQLSERVER 2000

              Aplikasi yang   menjadi interface dari sistem basis data,

              contohnya Visual Basic dengan windows formnya dan web.

    •   Pengguna (Brainware)

              Database Administrator.

              Pengembang aplikasi (Programmer/Developer).

              Pemakai ahli (Casual User).

              Pemakai akhir (End User).
                                                                               13




            • Basis data (Database).

        (Fathansyah, 2004, halaman 2).




2.1.4   Database Management System (DBMS)

               Database Management System (DBMS) adalah suatu perangkat

        lunak yang memungkinkan pengguna           basis data untuk mendefmisikan,

        membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data. (Connolly

        dan Begg, 2005, halaman 16).




              Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS adalah :

        •     Data Definition Language (DDL).

                      Data Definition Language (DDL) adalah sebuah bahasa

              yang    memberikan       fasilitas     kepada    DBA      (Database

              Administrator)    atau     pengguna      untuk    menjelaskan   dan

              menamakan entitas, atribut,      dan relationship yang dibutuhkan

              untuk aplikasi, bersama dengan batasan-batasan keamanan dan

              integritas yang berhubungan. (Connolly dan Begg, 2005, halaman

              40).

                      Dengan   DDL, pengguna dapat menspesifikasikan tipe

              data, struktur data, serta constraint data yang disimpan pada basis

              data.
                                                                   14



•   Data Manipulation Language (DML).

            Data     Manipulation Language     (DML) adalah sebuah

    bahasa yang      menyediakan      sekumpulan      operas!    untuk

    mendukung manipulasi data utanJa pada data di dalam basis data.

    (Connolly dan Begg, 2005, halaman 40).

            Dengan DML,        pengguna dapat memasukkan data     baru

    (insert), mengubah data (update), menghapus data (delete), dan

    mengambil data dari basis data (select).




•   Data Control Language (DCL)

            memungkinkan pengguna melakukan akses terkontrol ke

    basis data, antara lain:

    • Sistem keamanan, untuk mencegah pengguna tanpa otoritas

        mengakses ke basis data      yaitu melalui fasilitas grant dan

        revoke. Dimana grant memberikan hak akses tertentu dan

        revoke mencabut hak akses tertentu.




    •   Sistem integritas, untuk memelihara konsistensi penyimpanan

        data dan menjaga konsistensi daripada data-data yang ada

        pada sistem basis data.
                                                                           15



         •   Sistem    kontrol    pada    saat      yang   bersamaan,    yang

             memperbolehkan shared akses terhadap basis data.




         • Sistem      kontrol    untuk      pengembalian       data,    yang

             mengembalikan data     ke    keadaan    semula   apabila   teljadi

             kegagalan perangkat lunak (software) atau perangkat keras

             (hardware). Sistem ini sangat penting mengingat data yang

             disimpan dalam basis data adalah sangat berharga dan sistem

             kontrol juga disebut dengan recovery data.




        • Katalog, yang dapat diakses oleh pengguna dan menjelaskan

             data yang disimpan dalam basis data.




    Keuntungan dari DBMS adalah :

• Kontrol terhadap pengulangan data.

•   Data konsisten.

• Lebih banyak informasi dari data yang sama

• Memudahkan penyebaran data.

• Meningkatkan integritas data.

• Meningkatkan keamanan data.

• Termasuk low cost untuk investasi jangka panjang.
                                                                                16




        •   eningkatkan produktivitas

        • Meningkatkan kemampuan backup dan recovery data.




            Sedangkan kerugian DBMS adalah :
             I




        • Kbmpleks.

             I

        •   Membutuhkan storage yang tidak sedikit.

             I

        • Biaya DBMS tidak murah.

             I

        • Biaya untuk merubah dari satu DBMS ke DBMS lainnya.


        • Ababila teijadi kerusakan, dampak kerusakannya cukup besar.




2.1.5   Kojponen Lingkungan Database Management System (DBMS)

                                         /    - .........
                                             data
                   hardware   software                      procedu'   people

                        machine          bridge                   human




                              Gambar 2.1 Komponen DBMS




                 Ada 5 komponen DBMS (Connolly dan Begg, 2005, halaman 18),

        yaitm
                                                                                17



1. Perangkat Keras (Hardware)

            DBMS        dan   aplikasi          membutuhkan       perangkat   keras

   (hardware) untuk dapat dijalankan. Perangkat              keras tersebut dapat

   berupa    Personal     Computer (PC),           mainframe, hingga       jaringan

   komputer. Jenis       perangkat keras          bergantung      pada   kebutuhan

   organisasi dan DBMS yang digunakan.




2. Perangkat Lunak (Software)

            Komponen dari          perangkat lunak       (software) terdiri    dari

   perangkat lunak DBMS itu sendiri dan program-program aplikasi,

   sistem operasi, serta perangkat lunak jaringan jika DBMS digunakan

   dalam jaringan.




3. Data

            Komponen yang terpenting dari DBMS,                  dilihat dari sudut

   pandang pengguna akhir adalah            data. Data merupakan komponen

   penghubung antara komponen mesin dengan komponen manusia.




4. Prosedur (Procedure)

            Prosedur    meliputi     intruksi     dan   aturan    yang   mengatur

   perancangan dan penggunaan basis data. Pengguna sistem basis data

   perlu untuk mengetahui bagaimana cara menjalankan sistem basis
                                                                          18



   data dengan baik dan benar. Prosedur-prosedur tersebut antara lain

   dapat terdiri dari :

   • Prosedur Log on ke DBMS.

   • Prosedur         menggunakan suatu     fasilitas   DBMS   khusus    atau

       program aplikasi.

   • Prosedur memulai dan menghentikan DBMS.

   • Prosedur membuat backup dari basis data.

   • Prosedur       mengenali dan menangani kegagalan perangkat         keras

       atau perangkat lunak.

   • Prosedur mengubah struktur dari suatu tabel, mengatur ulang

       basis data

   • Prosedur mengubah struktur dari suatu tabel, mengatur ulang

       basis data melewati multiple     disks, meningkatkan kinerja, atau

       menyimpan data ke secondary storage.




5. People(Manusia)

             Komponen terakhir     adalah manusia       atau pengguna yang

  terlibat    dalam    sistem,   termasuk   di dalamnya adalah Database

  Administrator, perancang basis data, pengembang aplikasi, dan end-

  user.
                                                                                                                 19



2.1.6       Siklus Hidup Pengembangan Sistem Basis data

                   Basis data sama seperti piranti lunaklsoftware, dan juga memiliki

            "siklus/daur hidup"nya sendiri. Tahapan siklus/daur hidup aplikasi basis

            data meliputi ak:tivitas-ak:tivitas utama sebagai berikut: (Connolly dan

            Begg, 2005, halaman 283).


                                           : Databa5e planning        I
                                                         !
                                           I    S}lstem dejlntston    I
                                                        L
                                      .I R2qutrement collection I
                                                  and analysis            _I
                                       L
                                      DBdestgn

                                        I         Conseptual

             DBMS selection       I
                                                database design       I
        I                               I      LogJcal database       I        --J    Application design    .I
                              (opt                  design


        ional)
                              I            I   Pil)' steal database
                                                       design
                                                                      I

              Prototyptng
               (optional)                                                        I       Implementation     I
                                                                                  I   Data convert/on and
                                                                                             loading
                                                                                                             I
                                                                                                +
                                                                  I                           Testing
                                                                                                             I
                                                                                     I         a•
                                                                                            Oper tion
                                                                  I                           maintenance
                                                                                                             I

        Gambar 2.2 Siklus Hidup Pengembangan Sistem Basis Data
                                                                             20



Be :kut adalah keterangan dari tahapan-tahapan diatas:

• Perencanaan Basis Data (Database Planning)

               Perencanaan basis data adalah         aktivitas pengaturan yang

        memungkinkan langkah-langkah aplikasi basis data lebih efisien dan

        efektif. Perencanaan basis data harus terintegrasi dengan keseluruhan

        strategi sistem informasi dari organisasi.

•       Pendefinisian Sistem (System Definition)

               Tahap     ini menjelaskan ruang       lingkup dan batasan    dari

        aplikasi basis data, penggunanya, dan lingkungan tempat aplikasi

        diimplementasikan. Sebelum dilakukan perancangan basis             data,

        amatlah penting untuk mengidentifikasi batasan dari sistem yang

        sedang beljalan, serta bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan

        bagian lain dalam sistem informasi organisasi/perusahaan.

• Pengumpulan dan Analisis Kebutuhan {Requirements Collection

        and Analysis)

               Proses    mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang

    bagian dari organisasi yang nantinya akan didukung oleh aplikasi

    basis      data,    dan   kemudian menggunakan informasi ini untuk

    rengetahui kebutuhan pemakai terhadap sistem yang baru.

•       erancangan Basis Data (Database Design)

    I          Perancangan basis data adalah aktifitas untuk merancang

    basis data yang dapat mendukung operasi dan tujuan organisasi.
                                                                     21



         Terdapat dua pendekatan utama dalam merancang suatu basis

data,   yaitu bottom-up dan top-down. Pendekatan bottom-up cocok

untuk perancangan sistem basis data yang sederhana dengan jumlah

atribut yang relatif sedikit sedangkan untuk perancangan basis data

yang    kompleks lebih     cocok     menggunakan pendekatan top-down.

Pendekatan top-down diilustrasikan menggunakan konsep model

Entity-Relationship (ER),      dimulai dengan mengidentifikasi entitas

dan relationship antar entitas.

         Tiga tahapan utama dalam perancangan basis data, yaitu:

(Connolly dan Begg, 2005, halaman 293).




1. Perancangan Basis Data Konseptual (Conceptual Database

   Design)

            Perancangan basis         data    konseptual   adalah proses

  membangun sebuah model dari data yang digunakan dalam suatu

  organisasi, terlepas dari segala pertimbangan fisiknya. (Connolly

  dan Begg, 2005, halaman 293).

   Langkah-langkah perancangan basis data konseptual:

  •     Mengidentifikasi tipe entitas.

  •     Mengidentifikasi tipe relationship.

  • Mengidentifikasi dan menghubungkan atribut dengan tipe

        entitas atau relationship.
                                                                 22



   • Menentukan domain atribut.

   • Menentukan atribut candidate, primary, dan alternate key.

   •   Mempertimbangkan penggunaan konsep enhance modeling

       (optional step).

  •    Memeriksa model untuk kemungkinan redundansi.

  • Memvalidasi model konseptual dengan transaksi pengguna.

  • Meninjau model data konseptual dengan pengguna.




2. Perancangan Basis Data Logical (Logical Database Design)

           Perancangan basis data logikal adalah proses membangun

  sebuah model data yang digunakan dalam sebuah organisasi yang

  didasarkan pada model data kbusus, tetapi bebas dari DBMS

  tertentu dan pertimbangan fisik lainnya. (Connolly dan Begg,

  2005, halaman 294).

  Langkah-langkah perancangan basis data logikal:

  • Menurunkan relasi untuk model data logikal.

  • Memvalidasi relasi menggunakan normalisasi.

  • Memvalidasi relasi untuk transaksi pengguna.

  •    Memeriksa integrity constraint.

  • Meninjau model data logikal dengan pengguna.

  • Menggabungkan model data logikal menjadi model global

       (optional step).
                                                                          23



       • Memeriksa pertumbuhan yang akan datang.




    3. Perancangan Basis Data Fisikal (Physical Database Design)

                  Perancangan     basis     data     fisikal   adalah   proses

       menghasilkan sebuah gambaran dari             pengimplementasian basis

       data     pada   media penyimpanan sekunder, juga        menggambarkan

       relasi    dasar, organisasi file,   dan indeks yang digunakan untuk

       memperoleh akses yang          efisien pada    data, batasan integritas

       terkait lainnya dan ukuran keamanan. (Connolly dan Begg, 2005,

       halaman 294).

      Langkah-langkah perancangan basis data fisikal:

       • Meneljemahkan model data logikal untuk DBMS yang ingin

              digunakan.

       • Merancang organisasi.fi/e dan indeks.

       • Merancang user views.

      • Merancang mekanisme keamanan.

      •    Mempertimbangkan pengenalan redundansi yang terkontrol.

      • Memonitor dan mengoptimalkan sistem operasi.




•   Pemilihan DBMS (DBMS Selection)

              Pemilihan DBMS merupakan seleksi dari DBMS yang pantas

    untuk menopang aplikasi basis data. Bila tidak ada DBMS, maka
                                                                           24



    bagian dari daur hidup basis data untuk membuat seleksi adalab

    antara fase konseptual dan logikal basis data. Akan tetapi, seleksi

    dapat     dilakukan sewaktu-waktu berhubung dengan           perancangan

    logikal     menyediakan informasi      yang ada, cukup    sesuai    dengan

    kebutuhan      sistem   seperti   penampilan,    kemudaban   penyusunan,

    keamanan, dan batasan integritas.

•   Perancangan Aplikasi (Application Design)

              Perancangan aplikasi     yaitu merancang tampilan layar dan

    program-program aplikasi yang menggunakan dan memproses basis

    data. Aplikasi bertindak sebagai interface antara user dan basis data

              Hal ini melibatkan perancangan program         aplikasi    yang

    mengakses basis data, membuat rancangan transaksi, dan merancang

    interface pemakai yang sesuai untuk aplikasi basis data.

•   Prototyping (optional)

              Prototyping adalab membangun suatu model kelja dari sistem

    basis data. (Connolly dan Begg, 2005, halaman 304). Tujuan utama

    dari pengembangan prototype adalab              memperbolehkan pemakai

    menggunakan prototype         untuk mengidentifikasikan corak       sistem

    apakab sistem bekelja dengan baik dan jika mungkin meningkatkan

    corak baru kepada aplikasi basis data. Prototyping bisa digunakan

    untuk meningkatkan performa aplikasi basis data yang mendatang.

•   Implementasi (Implementation)
                                                                              25



              Tahap ini merupakan realisasi fisik dari perancangan basis

    data   dan    aplikasi.   Implementasi     basis    data    dicapai    dengan

    menggunakan Data Definition Language (DDL) dari DBMS yang

    dipilih. Bagian dari program aplikasi ini adalah transaksi basis data,

    diimplementasikan menggunakan Data                 Manipulation Language

    (DML) yang dapat disimpan dalam bahasa pemrograman. Tahap ini

    juga mengimplementasikan komponen lain dari perancangan aplikasi

    seperti layar menu, form untuk memasukkan data, dan laporan-

    laporan.

•   Konversi dan Pemnatan Data (Data Conversion and Loading)

            Tahap ini merupakan tahap pemindahan data yang ada ke

    dalam basis data baru dan mengubah aplikasi yang ada untuk

    beroperasi pada basis data baru. Tahap ini diperlukan ketika suatu

    sistem basis data baru menggantikan sistem lama dan kedua sistem

    memiliki format data yang berbeda dan memerlukan konversi dari

    format yang lama ke yang baru.

•   Pengujian (Testing)

           Pengujian adalah         proses    menjalankan program         aplikasi

    dengan tujuan untuk menemukan kesalahan atau kegagalan program.

    Sebelum      suatu   aplikasi   program    basis   data    dijalankan, perlu

    diadakan pengujian terlebih dahulu. Bila pengujian tidak berjalan

    dengan sukses, maka akan menampakkan beberapa kegagalan yang
                                                                                                26



               ada pada program aplikasi dan mungkin juga pada struktur basis

               data. Tentunya pemakai sistem yang baru ini harus ikut dilibatkan

               dalam proses pengujian untuk meningkatkan performa sistem pada

               masa implementasi nantinya.

         •     Pemeliharaan Operasional (Operational Maintenance)

                         Pemeliharaan        operasional        adalah   suatu      proses   untuk

               memonitor dan memelihara sistem aplikasi                  yang telah diinstalasi.

               Sistem        yang ada pindah         ke suatu     langkah    pemeliharaan yang

               melibatkan aktifitas berikut (Connolly dan Begg, 2005, halaman

               306):

               -     monitoring performance dari sistem basis data. Dilakukan untuk

               mengamati performa dari sistem dan menjaga stabilitas sistem.

               -      maintaining/maintenance dari sistem basis data                merawat dan

               meningkatkan kualitas sistem basis data.




2.1.7   Entity Relationship Modeling

                    ER   Modeling         adalah     sebuah     pendekatan    top-down       untuk

        merancang basis data yang dirnulai                dengan menentukan data penting

        yang       disebut      entitas   dan      relationship diantara     data    yang    harus

        direpresentasikan dalam model, kemudian ditambahkan atribut dan setiap

        constraint pada entitas, relationship, dan atributnya. (Connolly dan Begg,

        2005, halaman 342). Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan
                                                                                 27



untuk menggambarkan struktur basis data logikal dalam bentuk diagram.

ERD menyediakan cara yang sederhana dan mudah untuk memahami

berbagai komponen dalam desain basis data.




2.1.7.1 Tipe Entitas

               Tipe entitas adalah kumpulan objek-objek dengan properti

       yang    sama     yang      diidentifikasikan   oleh      organisasi     karena

       memiliki keberadaan bebas. (Connolly dan Begg, 2005, halaman

       343).

               Suatu     entitas     digambarkan      dalam          bentuk    sebuah

       segiempat yang dijelaskan dengan nama dari entitas tersebut,

       yang biasanya adalah kata benda tunggal.




2.1.7.2 Tipe Relationship

               Tipe relationship adalah sejumlah hubungan antara satu

      atau banyak tipe entitas yang terlibat. (Connolly dan Begg, 2005,

      halaman 346).

               Setiap      tipe       relationship    diberi          nama      yang

      menggambarkan fungsinya. Normalnya, suatu relationship diberi

      nama menggunakan kata kelja atau sebuah                frasa    pendek    yang

      mengandung sebuah kata kelja.
                                                                             28



2.1.7.3 Atribut

               Atribut adalah sifat dari sebuah entitas atau sebuah tipe

      relationship. (Connolly dan Begg, 2005, halaman 350).

                Atribut menyimpan nilai dari setiap entitas dan mewakili

      bagian utama dari data yang disimpan dalam basis data.

               Attribute     domain      adalah      sekumpulan nilai      yang

      diperbolehkan untuk satu atau beberapa atribut.

               Simple attribute adalah suatu atribut yang terdiri dari

      suatu komponen tunggal dengan keberadaan yang tidak terikat

      satu sama lain.

               Composite attribute adalah atribut yang terdiri dari lebih

      dari satu komponen dengan            tiap-tiap komponen mempunyai

      keberadaan yang tidak terikat satu sama lain.

               Single-valued attribute adalah atribut yang memiliki nilai

      tunggal untuk masing-masing kejadian dari suatu entitas.

               Multi-valued attribute adalah          atribut yang menampung

      banyak nilai untuk setiap kejadian dari suatu entitas.

               Derived     attribute   adalah     atribut   yang   menggantikan

      sebuah      nilai yang diturunkan dari nilai sebuah           atribut yang

      berhubungan, tidak perlu padajenis entitas yang sama.
                                                                                      29




         2.1.7.4 Keys

                             Keys adalah atribut yang digunakan        untuk menentukan

                  suatu entitas secara unik dan membedakan antara satu entitas

                  dengan yang lain.

                             Candidate key adalah kunci yang secara unik mengenali

                  setiap kejadian di dalam entitas dan merupakan caJon primary

                  key.

                             Primary key adalah candidate key yang dipilih sebagai

                  kunci primer untuk mengenali secara unik setiap occurrence dari

                  entitas.

                             Foreign key adalah suatu atribut pada suatu entitas yang

               menjadi primary key pada entitas lainnya.

                             Composite key adalah candidate key yang terdiri dari dua

               atribut atau lebih dan berkomposisi.




2.1.8   Normalisasi

               Normalisasi         adalah   sebuah     teknik      untuk   menghasilkan

        sekurnpulan      relasi    dengan   sifat-sifat yang     diinginkan, yang   akan

        memberikan kebutuhan data bagi organisasi. (Connolly dan Begg, 2005,

        halaman     388).      Tujuan   utama dari   suatu     normalisasi adalah   untuk

        mengurangi teijadinya redundansi data dan mengurangi masalah yang

        teijadi pada satu relasi atau lebih yang dikenal dengan anomali.
                                                                     30



           Anomali adalah suatu masalah yang timbul seperti data ganda,

data hilang, pemborosan memori, dan data yang tidak konsisten akibat

proses penghapusan data,        pembaruan data,     pemasukan data, dan

penggantian data.

           Proses normalisasi meliputi (Connolly dan Begg, 2005, halaman

403):




1. Unnormalized Form (UNF)

              UNF adalah sebuah tabel yang berisi satu atau lebih data

   yang      berulang, merupakan tabel   yang belum bersifat normal dan

   memiliki semua data pada satu tabel.

2. First Normal Form (lNF)

              Bentuk normalisasi dimana data yang dikumpulkan menjadi

   satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field hanya

   mempunyai satu nilai.

3. Second Normal Form (2NF)

              Bentuk   normalisasi   dimana field   yang   bukan   kunci

  tergantung secara fungsi pada suatu primary key. Normalisasi       dari

  lNF ke 2NF melibatkan penghapusan ketergantungan parsial. Jika

  terdapat ketergantungan parsial, maka atribut tersebut dihapus dari

  relasi     dengan memindahkannya ke relasi baru      bersama dengan

   duplikat determinannya
                                                                      31



4. Third Normal Form (3NF)

   Bentuk normalisasi dimana tidak ada field yang bukan primary key

   tergantung transitive kepada primary key. Normalisasi 2NF menjadi

   3NF      melibatkan penghapusan transitive dependency. Jika terdapat

   transitive dependency maka dilakukan penghapusan atribut          yang

   bergantung secara transitif      dari relasi dengan cara menempatkan

   atribut tersebut pada relasi yang baru bersama dengan duplikasi

   determinannya.

5. Boyce-Codd Normal Form(BCNF)

   Bentuk normalisasi yang sedikit       lebih kuat dibandingkan dengan

   bentuk 3NF dan digunakan jika dan hanya jika atribut kunci(primary

   key) pada suatu relasi adalah kunci kandidat/calon kunci(candidate

   key). Di mana candidate key itu sendiri adalah caJon primary key

   yang mungkin atau bisa menjadi suatu primary key. Pada dasarnya

   setiap   BCNF    adalah   3NF     dengan   tambahan normalisasi pada

   canditate key relasi.

6. Fourth Normal Form( 4NF)

   Bentuk      normalisasi   yang      dilakukan   diaplikasikan   dengan

   menggunakan konsep multi-valued dependency(ketergantungan nilai

   banyak). Dependensi ini dipakai untuk menyatakan hubungan satu ke

   banyak. Pada umumnya sebuah relasi telah dikatakan berada dalam

   bentuk 4NF jika relasi tersebut telah berada pada bentuk BCNF dan
                                                                                      32



                   tidak memiliki dua atau lebih atribut yang bemilai banyak(karena

                   sudah dihilangkan pada tahap 4NF).

             7. Fifth Normal Form(5NF)

                   Bentuk normalisasi yang diaplikasikan dengan menggunakan konsep

                   dependency(    ketergantungan gabungan). Bentuk normalisasi ini

                   digunakan untuk       memecah/dekomposisi tabel    menjadi tabel-tabel

                   yang lebih kecil, namun dengan catatan bahwa tabel-tabel yang sudah

                   dipecahkan bisa digabungkan kembali seperti semula. Pada nmumnya

                   suatu relasi dikatakan telah berada dalam bentuk 5NF jika relasi

                   tersebut telah berada pada bentuk 4NF dan tabel-tabel sudah tidak

                   dapat didekomposisildipecah menjadi tabel-tabel yang lebih kecil

                   lagi.




2.2   Teori-Teori Khusus

             Teori-teori khusus yang akan digunakan dalam perancangan sistem basis

      data adalah teori-teori yang tidak      berhubungan langsung dengan sistem basis

      data   dan     merupakan     teori-teori   yang   hanya   bersifat   optional   and

      supportive(pilihan dan mendukung) bagi perancangan suatu sistem basis data

      yang   meliputi:     Data   Flow     Diagram(DFD),   State     Transition Diagram,

      persediaan,. pembelian dan penjualan yang akan diuraikan sebagai berikut.
                                                                                     33



2.2.1   Data Flow Diagram (DFD)

                 DFD secara grafikal mendeskripsikan aliran dari data dalam

        sebuah   organisasi. (Kendall     dan Kendall, 2005,        halaman    224). DFD

        digunakan untuk mendokumentasikan sistem               yang ada serta untuk

        merencanakan dan merancang sistem yang baru. DFD terdiri dari simbol-

        simbolsebagaiberikut:




                                  Tabel2.1 Notasi DFD

        Simbol              Nama                  Keterangan

                           Proses                  Proses     mengubah data        dari




          0                AliranData
                                                   input    atau     masukan

                                                   output atau keluaran.

                                                  Aliran     data
                                                                                menjadi




                                                                      menggambarkan

                                                  perpindahan         informasi    dari

                                                  satu bagian ke bagian lain dari

                                                  sistem.

                           Penyimpanan            Proses dapat mengambil data

                           Data                   dari atau memberikan data ke
         II
                                                  penyimpanan data.

                           Entitas luar           Entitas    luar    menggambarkan

                                                  entitas   yang berada        di luar


           D                                      sistem,    dapat    berupa    orang,
                                                                     34



                                        kelompok, atau organisasi yang

                                        berhubungan dengan sistem.




Ada 3 tingkatan DFD yaitu:

   •   Diagram konteks

       Merupakan tingkatan yang paling pertama, yang menggambarkan

       ruang lingkup sistem dari sistem yang digunakan oleh organisasi.

       Diagram ini hanya memiliki satu proses yang menggambarkan

       dan mewakili sistem secara keseluruhan, hubungan antara sistem

       dengan entitas-entitas di luar sistem tersebut, dan tidak boleh ada

       data store(penyimpanan data).

  •    Diagram nol

       Diagram     yang menggambarkan proses-proses aliran data yang

       teljadi   di dalam suatu sistem. Proses-proses ini dapat dipecah

       menjadi    proses-proses dan aliran data yang lebih terperinci.

       Dalam diagram nol sudah menunjukkan data store(penyimpanan

       data) yang digunakan sebagai proses untuk menyimpan data.

  •    Diagram rinci

       Diagram yang menggambarkan rincian proses-proses yang ada

       pada diagram nol dan rincian proses-proses ini dapat dipecah lagi

       menjadi proses-proses yang lebih rinci jika memang masih bisa

       dipecah.
                                                                                      35



2.2.2         Diagram Aliran Dokumen(DAD)

                     Menurut Mulyadi(2001, halaman 58-63) diagram aliran dokumen

              adalah suatu model data yang digunakan untuk menggambarkan aliran

              dokumen   dan      proses     untuk   mengolah dokumen    beserta   langkah-

              langkahnya.

                     Berikut ini adalah tabel yang menjelaskan komponen-komponen
              dari diagram aliran dokumen :

                                            Tabel2.2 Notasi DAD

        Simbol                                         Keterangan


                            Dokumen



   [J                       Simbol

                         dokumen, yang
                                      ini   digunakan untuk   menggambarkan semua

                                                merupakan formulir
                                                                                      jenis

                                                                     untuk merekam data

                         terjadinya suatu transaksi.


                         Keputusan




        <j-·-
                         Simbol ini menggambarkan keputusan yang harus dibuat dalam

                         proses      pengolahan data. Keputusan yang dibuat ditulis dalam

                         simbol.
        Tidal<
          I


                         Garis Alir


                        Simbol ini menggambarkan arah proses pengolahan data.
                                                                                     36



        Simbol                                        Keterangan


                     Persimpangan Garis Alir


                     Jika dua       garis   alir   bersimpangan, untuk menunjukkan arah

                     masing-masing garis, salah satu garis dibuat sedikit melengkung

                     tepat pada persimpangan kedua garis tersebut.


                     Pertemuan Garis Alir


        t-L          Simbol ini digunakan jika dua garis alir bertemu dan salah satu

                     garis mengikutigaris lainnya.


                     Proses


                     Simbol   ini     untuk menunjukkan tempat-tempat dalam        sistem

        CJ           informasi yang mengolah atau mengubah data             yang diterima

                     menjadi data yang mengalir keluar. Nama pengolahan data ditulis

                     didalam simbol.


                     Mulai I Berakhir (terminal)


                     Simbol ini untuk menggambarkan awal dan akhir suatu sistem
    (            )
                     akuntansi




2.2.3   State Transisition Diagram(STD)

                 Menurut   Pressman (2001,            halaman   217)   STD adalah suatu

        diagram yang menggambarkan perubahan tahapan-tahapan atau kondisi-

        kondisi dalam suatu program atau sistem dimana model diagram tersebut

        bergantung pada suatu status (state), sedangkan state adalah suatu

        kumpulan model tingkah laku yang dapat diamati. SID mewakili suatu
                                                                          37



tingkah laku(behaviour) dari suatu sistern dengan rnenggarnbarkan state

dan kejadian yang rnenyebabkan sistern berubah ke state yang lain.

        STD rnerupakan suatu modeling tool yang rnenggarnbarkan sifat

ketergantungan pada     waktu dari     suatu sistern. Pada   rnulanya hanya

digunakan untuk rnenggarnbarkan keadaan sistern yang berjalan secara

real time, seperti:Process Control, dan lain-lain.

        STD harus rnerniliki kondisi awal (intitial state) dan kondisi akhir

(final state) karena jika sistern tidak rnerniliki suatu final state, sistern

akan rnelakukan fungsi perulangan (looping) secara terns rnenerus karena

tidak adanya penanda (flag) kapa program akan selesai. Sistern tidak

dapat rnerniliki lebih darn satu initial state tetapi dapat rnerniliki lebih

dari satu final state. Terdapat 2 kornponen pelengkap STD, yaitu:

Condition dan Action. Condition adalah suatu event pada external

environment yang dapat dideteksi oleh sistern. Action adalah suatu aksi

yang dilakukan oleh sistern jika teljadi perubahan state atau rnerupakan

reaksi terhadap condition. Action akan rnenghasilkan output, message

display pada layar, rnenyebabkan keadaan baru,rnenghasilkan kalkulasi

dan lain-lain.




        Dalarn STD terdapat beberapa kornponen-kornponen yang perlu

diperhatikan yaitu sebagai berikut :
                                                                       38



 1. Keadaan sistem (system status)

        Digambarkan dengan kotak persegi, yang berisi keadaan dari

    suatu   sistem.   Keadaan   tersebut   dapat   berupa   menunggu user

    memasukkan username, menunggu perintah           selanjutnya, dan lain-

    lain. Notasinya yaitu :




                              Gambar 2.3 Simbol State




2. Perubahan keadaan (change of state)

            Perubahan keadaan      atau state   dalam   STD digambarkan

   dengan garis panah yang menghubungkan dua keadaan atau state

   yang saling berkaitan. Notasinya yaitu :




                       Gambar 2.4 Simbol Perubahan State




3. Kondisi danAksi (Condition and Action)

            Untuk melengkapi pembuatan suatu STD, maka diperlukan

   komponen tambahan yaitu aksi dan kondisi. Kondisi merupakan

   penyebab atau trigger suatu keadaan dapat berubah, sedangkan aksi
                                                                                        39



            adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sistem hila terjadi

            perubahan keadaan atau reaksi terhadap kondisi. Notasinya yaitu:



                                               State 1


                       kondisi

                        aksi

                                               State 2




                                   Gambar 2.5 Kondisi dan Aksi




2.2.4   Persediaan

                 Menurut       Mulyadi    (2001,     halaman     533)   Sistem    persediaan

        memiliki    tujuan     untuk mencatat        mutasi    tiap jenis persediaan yang

        disimpan di gudang. Sistem ini berkaitan erat dengan sistem penjualan,

        sistem retur penjualan, sistem pembelian, sistem retur pembelian, dan

        sistem     akutansi     biaya    produksi.     Dalam      perusahaan     manufaktur,

        persediaan terdiri dari persediaan produk jadi, persediaan suku cadang.

        Dalam perusahaan dagang, persediaan hanya terdiri dari satu golongan

        yaitu persediaan barang dagangan(produk) yang merupakan barang yang

        dibeli terlebih dahulu dengan tujuan dijual kembali dan barang yang:

        dijual kembali tersebut dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harg ,.

        barang awal.
                                                                       40



2.2.4.1 Sistem aliran persediaan barang

              Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005), metode sistem

      yang   akan     digunakan dalam         pencatatan persediaan barang

      tergantung    dari   metode    aliran    persediaan.   Metode   aliran

      persediaan barang yang dimaksud adalah cara penambahan dan

      pengurangan barang dari gudang. Ada 2 macam aliran persediaan

      barang yang biasa digunakan, yaitu:




      a.FIFO (First In, First Out)

      Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005, halaman 448), metode

     ini mengatur aliran persediaan barang dimana barang yang lebih

     dahulu masuk ke dalam gudang akan keluar terlebih dahulu

     dengan harga barang yang bervariatif sesuai dengan harga barang

     tersebit waktu dibeli. Pada umumnya metode ini dipakai oleh

     perusahaan yang biasanya menjual produk-produk yang mudah

     rusak dan memiliki date of product expiration.




     b.LIFO(Last in, First Out)

     Menurut Warren, Reeve dan Fess (2005, halaman 448), metode

     ini mengatur aliran persediaan barang dimana barang yang paling

     terakhir masuk, maka barang itulah yang akan dikeluarkan lebih

     dahulu, dengan harga barang yang bervariatif sesuai dengan
                                                                                         41



                   harga     b.arang    tersebut    dibeli.    Contoh     perusahaan     yang

                   menerapkan metode          ini   pada      umumnya       terdapat     pada

                   perusahaan          yang   memiliki     tingkat   perputaran (turn   over)

                   penjualan yang sangat tinggi. Sehingga barang               yang     dijual

                   diambil berdasarkan barang yang terakhir kali diperoleh.




2.2.5   Pembe1ian

                   Menurut     Render     (2001,    halaman 414)        , pembelian adalah

        perolehan barang danjasa. Secara umum defmisi pembelian adalah suatu

        usaha pengadaan barang atau jasa dengan tujuan yang akan digunakan

        sendiri,    untuk     kepentingan proses         produksi    maupun    untuk    dijual

        kembali.

                   Tujuan kegiatan pembelian menurut Render (2001, halaman 414)

        adalah:

        1. Membantu identifrkasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara

            eksternal.

        2. Mengembangkan, mengevaluasi, dan menentukan pemasok, harga

            dan pengiriman yang terbaik bagi barang danjasa tersebut.




           Jenis transaksi dalam pembelian dibedakan menjadi dua, yaitu:

        a. Pembelian tunai
                                                                                  42



            Adalah proses pembayaran yang dilakukan secara langsung kepada

            penjual barang ketika barang diterima oleh pembeli.




        b. Pembelian kredit

            Adalah proses pembayaran yang           dilakukan secara tidak     langsung

            kepada penjual barang ketika barang diterima oleh pembeli, tetapi

            pembayaran       dilakukan   selang   beberapa   waktu   setelah    barang

            diterima sesuai dengan peljanjian yang kedua belah pihak telah buat

            dan setujui.




2.2.6   Penjualan

               Menurut Mulyadi (2001, halaman 202)            penjualan teridiri dari

        transaksi penjualan atau jasa baik secara kredit ataupun tunai.

                Menurut Warren, Reeve dan Fess          (2005), jumlah biaya      yang

        harus dibayarkan oleh pelanggan atas barang yang telah dijual bisa

        secara tunai maupun secara kredit kredit.

        a. Penjualan Tunai

        Menurut Mulyadi (2001, halaman 202), penjualan tunai dilakukan oleh

        perusahaan   dengan      cara    mewajibkan    pembeli   untuk    melakukan

        pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan

        oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh perusahaan,
                                                                    43



barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan transaksi penjualan

tunai kemudian di catat oleh perusahaan sebagai bukti pembayaran.

b.Penjualan Kredit

Menurut Mulyadi (2001, halaman 202), penjualan kredit dilakukan oleh

perusahaan dengan    cara memperbolehkan pembeli        untuk melakukan

pembayaran harga barang setelah        barang diserahkan oleh perusahaan

kepada pembeli. Setelah beberapa waktu yang telah ditetapkan, pembeli

diwajibkan untuk     melunasi   sisa   pembayaran   barang   yang   dapat

dilakukan secara bertahap atau sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:157
posted:7/30/2012
language:Indonesian
pages:36