PERAN PARTI-PARTI POLITIK ISLAM

W
Shared by: HC120730133036
Categories
Tags
-
Stats
views:
24
posted:
7/30/2012
language:
Latin
pages:
48
Document Sample
scope of work template
							J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149



                     ANALISIS YURIDIS PENERAPAN HUKUM MEREK DI INDONESIA

                                     oleh : Nurwidiatmo, SH., MH., MM.


                                                   Abstract

              The violation of the trade mark of any product was based on a personal interest.
    Economically, it has inflicted financial loss for the owner or the producers. From the legal perspective,
    the writer seeks to analyze how the Act concerned, such as the Act No 19/1999 and the Act No.
    15/2001 could be able to protected the producers from the plagiarism of their products. Through the
    normative-descriptive approach, he concludes that, theoretically, the Act concerned has been
    protected the producers, but in realities violation for personal interest. Acoording to the writers, the
    main problem is how the apparatus should apply the Act without any vested interest. The other is how
    low sanction given by the judge to the law breakers.

    Keywords : violation the trade mark, plagiarism of product, vested interest of the apparatus, law
    breakers.



    A. Latar Belakang Masalah                               110 Tahun 2001 sebagai penyempurnaan
            Dalam        rangka        menghadapi           Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1997 yang
    perdagangan      bebas,      merek      dagang          dipandang tidak sesuai lagi dalam menghadapi
    merupakan objek yang sangat penting, hal ini            era perdagangan global. Pada intinya
    karena adanya aspek ekonomi yang melekat                penyempurnaan tersebut menyangkut aspek
    pada merek-merek tersebut, contoh di dunia              pemidanaan, yaitu pidana denda antara 200
    perdagangan internasional seperti merek Lea,            juta s.d. 1 milyar, kemudian delik biasa pada
    Honda, Yamaha, Philips, Gudang Garam dan                UU No. 15 Tahun 2001 menjadi delik aduan.
    sebagainya,     merupakan      merek       yang                  Merek adalah suatu tanda, yaitu
    meningkatkan nilai jual.                                menunjukkan siapa yang bertanggungjawab
            Merek yang melekat pada suatu                   terhadap barang-barang dari merek dagang
    produk dapat menggambarkan mutu baik                    tersebut yang dijual kepada masyarakat. Merek
    tidaknya suatu produk dari sisi barang atau             dapat dipakai untuk membedakan antara
    jasa. Oleh karena itu keberadaan merek                  barang yang satu dengan barang yang lain
    tersebut di tengah aktivitas perekonomian               yang sejenis yang dikeluarkan oleh pembuat,
    masyarakat, perlu diatur dan ditertibkan dalam          pabrik atau penjual. Setiap merek yang
    suatu peraturan yang mengikat untuk                     digunakan harus mempunyai daya pembeda
    menjamin terhindarnya pemakaian atau                    dan harus orsinil. Artinya merek tersebut belum
    penggunaan merek oleh orang atau badan                  pernah digunakan oleh perusahaan lain.
    yang tidak berhak.                                               Masyarakat yang sudah menentukan
            Banyak terjadi aktivitas masyarakat             pilihan terhadap barang dengan merek
    pemakaian merek orang lain secara tanpa hak,            tertentu, umumnya cenderung untuk memakai
    konsekuensi     dari     perbuatan     tersebut         barang dengan merek tersebut. Merek yang
    mengakibatkan kerugian bagi para konsumen.              sudah dikenal masyarakat dan tetap dapat
    Adapun      perbuatan     dimaksud       seperti        mempertahankan           kualitas     barangnya
    membonceng reputasi merek terkenal yang                 merupakan      pilihan    dan     garansi   bagi
    bermutu baik, tentu akan merugikan si pemilik           masyarakat (konsumen).
    merek dan sekaligus mengecoh konsumen.                           Dalam perkembangan lebih jauh,
    Perbuatan menggunakan merek yang sama                   merek lebih difungsikan sebagai jaminan
    sebahagian atau seluruhnya atau pada                    kualitas produk barang yang semakin nyata,
    pokoknya sama dengan merek orang lain.
            Diberlakukan Undang-Undang Nomor
    15 Tahun 2001 secara definitif tanggal 2
    Agustus 2001 dan telah dimuat dalam
    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                          102
J       L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    khususnya dalam kaitan dengan produk-               mengenalnya. Hal inilah yang menjadi
                       1
    produk bergengsi.                                   penyebab banyaknya merek-merek yang
            Dalam hal ini, konsumen yang                sudah berhasil menembus pasar, ditiru oleh
    membeli suatu produk bukan lagi karena              perusahaan lain.
    dikaitkan dengan kualitas barang saja, tetapi               Masalah merek, jika ditinjau dari aspek
    lebih penting karena kekuatan simbolik dari         hukum mempunyai faktor penting yang
    produk yang memakai merek tertentu itu.             berhubungan dengan kepentingan masyarakat
            Ketika sistem perdagangan menjadi           secara umum, dan kepentingan pemilik merek.
    semakin terbuka dan persaingan usaha                Dari sudut kepentingan masyarakat, merek
    menjadi semakin bebas, merek memiliki arti          yang dicantumkan pada suatu produk, di
    yang sangat penting baik bagi produsen              samping merupakan jaminan kualitas atas
    maupun konsumen. Bagi pihak produsen,               barang     yang      dibeli,   juga    merupakan
    pemberian merek atas hasil produksinya,             perlindungan hukum terhadap masyarakat
    selain untuk membedakan dengan produk               konsumen agar mereka tidak terkecoh atas
    perusahaan lain yang sejenis, dimaksudkan           barang yang dibelinya melalui merek yang
    juga untuk membangun citra perusahaan               merupakan tanda pengenal, konsumen dapat
    khususnya dalam pemasaran. Bagi pihak               membedakan barang dari perusahaan yang
    konsumen sendiri, merek memiliki penafsiran         satu dengan barang dari perusahaan lainnya
                                                                      2
    arti yang berbeda-beda. Selain untuk                yang sejenis.
    mempermudah proses pembelian, penggunaan                    Dari sudut kepentingan pemilik merek,
    barang dengan merek juga merupakan suatu            pencantuman merek pada barang yang
    status harga diri.                                  produksinya         pada        barang      yang
            Keadaan yang demikian ini menjadikan        diperdagangkan menjamin adanya suatu
    merek mempunyai nilai ganda. Pertama, merek         kepastian hukum, bahwa dialah yang
    berperan sebagai alat kompetisi, yang               sebenarnya sebagai pemegang hak atas
    memungkinkan pemegangnya memiliki kinerja           merek tersebut. Berdasarkan ketentuan
    lebih baik dalam kegiatan pemasaran untuk           Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001, hak
    dinikmati sendiri hasil kegiatannya. Kedua,         atas merek diberikan kepada pemilik yang
    merek tersebut berfungsi sebagai alat               pertama kali mendaftarkan mereknya pada
    monopoli, yaitu berdasar atas pemakai yang          kantor merek.
    berdasarkan ketentuan Undang-undang diberi                  Hak atas merek adalah hak khusus
    hak untuk mempergunakannya dan melarang             yang diberikan oleh Pemerintah atau negara
    pemakaian merek tersebut oleh pelaku pasar          kepada pemilik merek untuk menggunakan
    yang lain tanpa seizin pemiliknya.                  merek tersebut atau memberi izin pihak lain
            Terhadap      suatu     produk  yang        untuk menggunakannya karena itu merek
    mempunyai merek dan telah berhasil                  harus didaftarkan di kantor umum pendaftaran
    menembus pasar dengan sukses, biasanya              merek. Pihak lain tidak dapat menggunakan
    perusahaan pesaing akan mencoba untuk               merek yang sudah terdaftar tanpa izin
    membuat copy produk yang sejenis, baik              pemiliknya.      Jika      ada      pihak   ingin
    dengan cara mengubah nama yang sedikit              mempergunakan merek yang telah terdaftar,
    berbeda, atau kemasan yang tak jauh berbeda         haruslah mengadakan perjanjian lisensi dan
    dengan aslinya, dengan harga serta kualitas         mendaftarkannya di kantor merek.
    yang jauh lebih rendah dari produk aslinya.                 Apabila suatu merek yang terdaftar,
    Perbuatan yang dilakukan oleh perusahaan            tanpa izin dari pemiliknya ditiru oleh pihak lain,
    pesaing ini dimaksudkan untuk menembus              baik yang sama pada pokoknya maupun pada
    pasar. Dasar pertimbangannya ialah karena           keseluruhannya maka hal ini merupakan
    jika perusahaan ingin membuat produk yang           pelanggaran hak atas merek. Adanya
    sama dengan yang sebelumnya telah beredar           pelanggaran hak atas merek ini menimbulkan
    di masyarakat, meskipun mungkin kualitas            kerugian bagi pemilik merek terdaftar. Produk
    produk tersebut prima, namun bila dilakukan         yang dijual dengan merek tiruan itu lambat laun
    dengan menggunakan bentuk (kostum) baru,            akan mengurangi omzet penjualan produk
    masyarakat konsumen sama sekali belum
                                                        2
                                                            Cita Citrawinda Priapantja, “Beberapa Masalah
    1
        Suyud Margono dan Longgus Hadi, Pembaharuan         Pendaftaran dan Perlindungan Merek
         Perlindungan Hukum Merek, CV. Norindo              Indonesia”, makalah seminar BPHN, Jakarta,
         Pustaka Mandiri, Jakarta, 2002. hal. 28            1997/1998


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                         103
J       L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    pemilik merek yang asli. Masyarakat yang                      lain untuk barang dan/atau jasa
    membeli produk tersebut mengira bahwa                         sejenis yang diproduksi dan/atau
    barang atau jasa yang dibeli berasal dari                     diperdagangkan, dipidana dengan
    pemilik merek terdaftar. Keadaan ini akan lebih               pidana penjara paling lama 5 (lima)
    merugikan pemilik merek terdaftar kalau                       tahun dan/atau denda paling banyak
    kualitas dari barang yang memakai merek                       Rp 1.000.000.000.00,- (satu miliar
    tiruan yang kurang baik.                                      rupiah).
              Pada umumnya, pelanggaran hak atas
    merek yang sering terjadi adalah pemalsuan          Lebih lanjut Pasal 91 yang berbunyi :
    merek dan peniruan merek. Perusahaan atau
    pihak yang melakukan perbuatan yang                           Barangsiapa dengan sengaja dan
    merugikan masyarakat konsumen dan pemilik                     tanpa hak menggunakan merek
    merek ini dapat disebut melakukan persaingan                  yang sama pada pada pokoknya
    yang      tidak    wajar    (curang),   sehingga              dengan merek terdaftar milik pihak
    menimbulkan kerugian bagi pihak lain.                         lain untuk barang dan/atau jasa
              Persaingan curang yang menyangkut                   sejenis yang diproduksi dan/atau
    hak milik intelektual, dalam hal ini merek, juga              diperdagangkan, dipidana dengan
    harus diperhatikan ketentuan-ketentuan hukum                  pidana penjara paling lama 4
    yang berhubungan dengan pelanggaran hak di                    (empat) tahun dan/atau denda paling
    bidang merek.                                                 banyak      Rp      800.000.000.00,-
              Sebagaimana       diketahui,  Undang-               (Delapan ratus juta rupiah).
    undang merek yang lama (UU No. 21 Tahun
    1961) sama sekali tidak mengatur mengenai                       Ketentuan ini mengatur proses
    persaingan curang dan pemalsuan merek               pidana pihak-pihak yang dengan sengaja dan
    dagang. Beberapa kelemahan dari UU No. 21           tanpa hak menawarkan kepada konsumen
    Tahun 1961 karena tidak memberi jaminan             atau memperdagangkan barang-barang atau
    kepastian hukum. Selain itu kelemahan lain          jasa yang sejenis dengan merek yang sama
    dari UU merek yang lama tidak melarang orang        pada pokoknya ataupun keseluruhannya
    atau badan hukum memakai merek yang sama            dengan merek terdaftar milik orang atau badan
    pada pokoknya, pada waktu yang bersamaan,           hukum lain.
    asalkan untuk barang yang tidak sejenis.                        Untuk    memperoleh       kedudukan
              UU No. 15 Tahun 2001 yang                 hukum sebagai pemegang hak atas merek,
    menganut sistem konstitutif, memberikan angin       seseorang       atau    badan     hukum   harus
    segar bagi pemilik merek karena adanya              mengajukan permohonan pendaftaran merek.
    kepastian hukum dan perlindungan hukum atas         Undang-undang merek yang baru ini
    merek.                                              menekankan pada prosedur pemeriksaan yang
              Adanya kepastian hukum hak atas           intensif, baik menyangkut persyaratan formal
    merek itu tercermin dalam proses pemeriksaan        maupun materil, sebelum akhirnya suatu
    permohonan pendaftaran            yang intensif.    merek dapat diterima pendaftarannya atau
    Pemeriksaan permohonan pendaftaran merek            ditolak.
    terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pengumuman                  Apabila secara hukum telah disetujui
    pendaftaran merek, dan tahap pemeriksaan            permohonan        pendaftaran     merek,  maka
                        3
    oleh kantor merek.                                  petugas pendaftaran akan mendaftarkan
                                                        merek yang bersangkutan, dan dengan
           Dengan adanya ketentuan pidana               didaftarkannya merek tersebut dengan bukti
    yang diatur dalam Undang-undang No.15               pemberian sertifikat merek, maka hak atas
    Tahun 2001, yaitu dalam Pasal 90 yang               merek secara hukum diberikan kepada pemilik
    berbunyi :                                          merek terdaftar.
                                                                    Adanya kepastian hukum hak atas
                Barangsiapa dengan sengaja dan          merek itu tercermin dalam proses pemeriksaan
                tanpa hak menggunakan merek             permohonan pendaftaran            yang intensif.
                yang sama pada keseluruhannya           Pemeriksaan permohonan pendaftaran merek
                dengan merek terdaftar milik pihak      terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pengumuman


    3
     C.S.T. Kansil, Hak Milik Intelektual, Sinar
    Grafika, Jakarta, 1992, hal. 154


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     104
J       L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    pendaftaran merek dan tahap pemeriksaan                merek terdaftar. Demikian pula pemilik merek
                       4
    oleh kantor merek.                                     terkenal yang belum terdaftar, tidak dapat
              Secara yuridis, dengan diberikannya          mengajukan gugatan pembatalan merek
    hak kepada seseorang atau badan hukum atas             sebelum yang bersangkutan mengajukan
    suatu merek, maka mereknya dapat digunakan             permohonan pendaftaran pada kantor merek.
    dalam industri atau perdagangan, dan dengan                       Berkenaan     dengan     hak   milik
    pihak lain dilarang untuk menggunakan merek            intelektual, khususnya peraturan di bidang
    yang bersangkutan tanpa izin dari pemilik              merek telah beberapa kali mengalami
    merek. Pendaftaran merek ini merupakan                 perubahan mulai dari UU No. 21 Tahun 1961,
    perlindungan hukum bagi pemilik merek untuk            kemudian UU No. 19 Tahun 1992, UU No. 14
    mencegah pelaku pasar lainnya memperoleh               Tahu 1997 dan terakhir UU No. 15 Tahun
    akses langsung atas pasarnya.                          2001. diberlakukannya UU No. 15 Tahun 2001
              Pendaftaran merek memberikan hak             telah memberikan perlindungan hukum dan
    kepada si pemilik merek untuk memonopoli               kepastian hukum terhadap pemilik merek
    pemakaian merek dan melarang pemakaian                 dengan mengancam pelaku pelanggaran hak
    merek tersebut oleh pelaku pasar yang lain.            atas merek dengan ancaman pidana penjara
    Menurut Djoko Prakoso :                                selama 1-5 tahun dan denda 200 juta sampai
                                                           satu miliar, aturan ini dimaksudkan untuk
                Undang-undang merek memberi hak            menekan pelanggaran hak atas merek melalui
                monopoli kepada pengusaha yang             ancaman        pidana,     namun      demikian
                mendaftarkan               mereknya.       pelanggaran masih saja terjadi, berikut ini
                Keuntungan dari monopoli tersebut          pelanggaran hak atas merek yang penulis kutip
                merupakan        perangsang      bagi      dari Dirjen Haki Departemen Kehakiman dan
                pengusaha       untuk     memelihara       HAM RI. Pada tahun 2003 terdapat 24 perkara
                barang-barang      yang    diproduksi      merek, tahun 2002 terdapat 29 perkara, tahun
                maupun       yang    diperdagangkan,       2001 terdapat 56 perkara, tahun 2000 terdapat
                tetapi pemberian hak monopoli harus        59, tahun       1999 terdapat 102 perkara.
                diatur    tidak    hanya    memberi        Pelanggaran hak atas merek dari tahun 1999
                keuntungan kepada pengusaha,               s.d. 2003 menunjukkan intensitas yang cukup
                                              5
                tetapi juga kepada konsumen.               tinggi.
                                                                      Pelanggaran hak atas merek terjadi
               Pemberian hak monopoli kepada               di wilayah Hukum Pengadilan Negeri Jambi
    pemilik merek oleh Undang-undang pada                  berawal pada tahun 1996, pelanggaran Merek
    dasarnya tidak saja untuk kepentingan pemilik          Dagang pada produk bermerek Kings Sofa
    merek, tetapi juga untuk kepentingan                   Ekspor Quality dalam putusan Pengadilan
    perlindungan kepada konsumen, hal mana                 Negeri Jambi tanggal 20 Maret 1997 No.
    telah dijelaskan oleh Djoko Prakoso bahwa              83/Pil.B/1996/PN Jambi jo Putusan Mahkamah
    perundang-undangan harus memperhatikan                 Agung RI tanggal 29 Juli 1998 Reg. No.
    tidak hanya kepentingan dunia usaha tetapi             549K/Pid/1997, dimana pelanggar hanya
    juga kepentingan konsumen.                             dijatuhkan pidana penjara selama 3 bulan dan
               Sistem konstitutif yang dianut oleh         tahun 2001 pelanggar kasus Cuka Getah cap
    Undang-undang merek yang baru ini                      Gentong dalam putusan Pengadilan Muara
    dimaksudkan untuk memberikan kepastian                 Bungo      25    September      2000,   No    :
    hukum kepada pemilik merek terdaftar, di               170/Pid/B/2000/PN Mab. Dengan menghukum
    samping itu Undang-Undang Nomor 15 Tahun               terdakwa dengan pidana penjara selama 10
    2001 juga memberikan hak kepada pihak yang             bulan, denda Rp 750.000.00,-. Terakhir pada
    berkepentingan untuk menggugat pembatalan              tahun 2002 terjadi perselisihan antara anggota
                                                           GAPEKNAS Jambi tentang penggunaan Logo
                                                           dan Merek jasa GAPEKNAS, dimana kedua
    4
      Rodjino, Pendaftaran merek sebagai salah satu        belah pihak yang bersengketa merasa lebih
      cara untuk mencegah perbuatan curang, makalah        berhak menggunakan merek jasa tersebut.
      disampaikan pada temu wicara nasional                Dari fakta ini menunjukkan bahwa persoalan
      penanggulangan perbuatan curang, Jakarta, 6-7        merek tidak hanya menyangkut masalah
      Oktober 1994, hal. 168                               pelaku bisnis tetapi telah dan mempengaruhi
    5
      DJoko Prakoso, Perselisihan hak atas merek di        kondisi     ketenangan,     ketentraman    dan
    Indonesia cetakan I, Liberty, Jogjakarta, 1987, hal.   kenyamanan masyarakat dalam melakukan
    5                                                      transaksi.


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       105
J       L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


               Berdasarkan uraian di atas, penulis       merek terdaftar milik pihak lain, berarti pelaku
    tertarik untuk mengkaji bagaimana penerapan          telah melakukan perbuatan melawan hukum
    hukum merek menurut UU No. 19 Tahun 1992,            secara perdata.
    UU No. 14 Tahun 1997 dan UU No. 15 Tahun                        Dari aspek hukum pidana, akan
    2001 dilihat dari aspek hukum ekonomi.               dilihat apakah perbuatan dengan sengaja
                                                         menggunakan merek yang sama pada
                                                         keseluruhannya atau yang sama pada
    B. Identifikasi Masalah                              pokoknya saja dengan merek terdaftar milik
             Berbagai kebijakan hukum telah              pihak lain merupakan Onrechts atau Onwet.
    dilakukan khususnya pembaharuan UU Merek             Suatu perbuatan dapat dikatakan onrechts
    mulai dari UU No. 21 Tahun 1961 sampai               (melawan hukum) dalam hukum pidana, jika
    dengan UU No.15 Tahun 2001, salah satu               perbuatan tersebut menusuk rasa keadilan
    masalah yang perlu mendapat perhatian                masyarakat perbuatan mana menimbulkan
    adalah penerapan hukum terhadap kejahatan            kerugian bagi kepentingan umum. Keadaan ini
    atau pelanggaran kepemilikan hak kekayaan            akan lebih merugikan pemilik merek terdaftar,
    intelektual khususnya di bidang merek,               kalau kualitas dari barang yang memakai
    sehingga pemilik yang bersangkutan terjamin          merek tiruan kurang baik dan cenderung
    pemakaiannya atau penggunaan merek                   menipu konsumen, karena ada kesamaan atau
    terhindar dari peniruan dan pemalsuan oleh           kemiripan,        sehingga         menyebabkan
    orang atau badan yang tidak berhak.                  kebingungan bagi konsumen sampai pada
               Untuk mengidentifikasi masalah            batas dimana mereka kemungkinan keliru
    merek ini, akan dilihat dari dua aspek, yaitu :      membeli produk tergugat, sehingga merasa
    1. Aspek perlindungan hukum merek dalam              dirugikan.
         penerapan UU merek                                         Perusahaan/pihak yang melakukan
    2. Aspek penegakan hukum                             perbuatan      yang    merugikan     masyarakat
                                                         konsumen dan pemilik hak atas merek
                Dari aspek hukum perdata, dilihat        dianggap melakukan persaingan curang.
    dari        perbuatan      melawan     hukum         Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
    (onrechtsmatigedaad), yang unsur-unsurnya            perbuatan dengan sengaja menggunakan
    sebagai berikut :                                    merek yang sama pada keseluruhan atau pada
    Menurut Setiawan, ada 4 (empat) kriteria             pokoknya adalah tindakan melawan hukum
    perbuatan melanggar hukum, yaitu :                   dalam hukum pidana dan merupakan tindak
    1. Bertentangan dengan kewajiban hukum si            pidana di bidang merek.
         pelaku;                                                    Dilihat dari ancaman pidananya,
    2. Melanggar hak subjektif orang lain;               apakah ancaman yang telah dirumuskan dalam
    3. Melanggar kaedah tatasusila;                      UU merek telah sesuai dengan idealnya,
    4. Bertentangan dengan asas kepatutan,               artinya apakah ancaman pidana yang telah
         ketelitian serta sikap hati-hati yang           dirumuskan dalam UU merek yaitu pidana
         seharusnya dimiliki seseorang dalam             penjara 1-5 tahun dan pidana denda 200 juta-1
         pergaulan      dengan    sesama    warga        miliar adalah setara atau sebanding dengan
         masyarakat atau terhadap harta benda            kerugian yang diderita oleh pihak yang merasa
                     6
         orang lain.                                     dirugikan. Kasus Domain Name Mustika Ratu,
                                                         tetapi yang keluar justru produk sari ayu,
               Untuk adanya suatu perbuatan              transaksi melalui internet tidak dapat dilakukan,
    melanggar hukum tidak disyaratkan adanya             sehingga      mengakibatkan      Mustika     Ratu
    empat kriteria itu secara kumulatif. Dengan          menderita kerugian miliaran rupiah. Penerapan
    dipenuhinya satu kriteria saja, secara alternatif,   hukum di bidang merek oleh hakim tentunya
    berarti telah terpenuhi syarat suatu perbuatan       akan dilihat kasus per kasus, antara kasus
    melanggar hukum. Demikian pula dengan                yang satu mungkin berbeda karakteristiknya
    merek, jika seseorang melanggar hak subjektif        dengan kasus yang lainnya.
    orang lain dengan sengaja dan tanpa hak                         Dilihat dari aspek perlindungan
    menggunakan merek yang sama baik secara              hukum merek dalam penerapan UU merek,
    keseluruhan atau pada pokoknya dengan                maraknya pelanggaran hak atas merek yang
                                                         dilakukan dengan cara meniru, membonceng,
                                                         menjiplak reputasi merek milik orang lain,
    6
     Setiawan, Aneka Masalah Hukum dan Hukum             menunjukkan indikasi bahwa penerapan
    Acara Perdata, Alumni, Bandung, 1992, hal.251        hukum merek, baik dari aspek perdata maupun


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       106
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    aspek pidana belum memperlihatkan atau              bagi aparat penegak hukum, khususnya hakim
    belum memberikan perlindungan hukum                 dalam menjatuhkan putusan dan aparat
    kepada pemilik merek dagang terdaftar.              petugas kantor pendaftaran merek.           Dari
             Dilihat dari aspek penegakan hukum,        sisi akademis hasil penelitian ini dapat
    maraknya pelanggaran hak atas merek                 dijadikan    sumbangan         pemikiran       bagi
    menunjukkan indikasi bahwa penegakan                pengembangan ilmu hukum dan dapat
    hukum merek belum terlaksana secara optimal.        dijadikan sebagai titik tolak bagi penelitian lebih
    Oleh karena itu perlu dikaji dari faktor-faktor     lanjut.
    yang mempengaruhi penegakan hukum
    tersebut melalui putusan pengadilan dalam           E. Kerangka Konseptual
    kasus merek.                                                 Untuk memahami tulisan ini, perlu
                                                        dikemukakan istilah-istilah yang terkandung
                                                        pada judul penelitian, sebagai berikut :
    C. Perumusan Masalah                                         Menurut     Kamus     Besar     Bahasa
             Bertitik tolak dari uraian yang telah      Indonesia, analisis adalah penguraian suatu
    dikemukakan pada latar belakang masalah di          pokok     atas     berbagai   bagiannya     dan
    atas, maka permasalahan dalam penelitian ini        penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan
    dapat dirumuskan sebagai berikut :                  antara bagian untuk memperoleh pengertian
                                                                                                     7
    1. Bagaimana prinsip perlindungan hukum             yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
        merek terhadap pemilik merek dagang                        Menurut Kamus Besar Bahasa
        dilihat dari jenis perlindungan hukum,          Indonesia, penerapan adalah pengenaan atau
                                                                                   8
        bobot perlindungan hukum, dan cara              perihal mempraktekkan Penerapan hukum
        perlindungan hukum, melalui :                   adalah bagaimana mempraktekkan hukum itu
         Penerapan UU No. 19 Tahun 1992                sendiri dari yang seharusnya (das sollen) dan
         Penerapan UU No. 14 Tahun 1997                hukum yang senyatanya (das sein) dalam hal
         Penerapan UU No. 15 Tahun 2001                ini adalah Undang-undang merek.
    2. Apakah penegakan hukum merek yang                           Merek menurut Pasal 1 angka 1 UU
        telah diterapkan sesuai dengan Undang-          No. 15 Tahun 2001 adalah tanda yang berupa
        undang Merek yang berlaku ?                     gambar, angka-angka, susunan warna atau
                                                        kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang
                                                        memiliki daya pembeda dan digunakan dalam
    D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian                   kegiatan perdagangan barang atau jasa.
                                                                   Merek Dagang Pasal 1 angka 2 UU
    1. Tujuan Penelitian                                No. 15 Tahun 2001 adalah merek yang
              Berdasarkan pokok permasalahan            digunakan pada barang yang diperdagangkan
    yang telah dikemukakan di atas, tujuan yang         oleh seseorang atau beberapa orang secara
    akan dicapai dari penelitian ini adalah sebagai     bersama-sama atau badan hukum untuk
    berikut :                                           membedakan dengan barang-barang sejenis
    a) Untuk mengetahui prinsip perlindungan            lainnya. Untuk selanjutnya pemilik merek yang
        hukum merek terhadap pemilik merek              dimaksudkan dalam penulisan ini adalah
        dagang dilihat dari : jenis perlindungan        Pemilik Merek Dagang. Indonesia adalah
        hukum, bobot perlindungan hukum dan             menunjuk pada yurisdiksi berlakunya UU
        cara perlindungan hukum, melalui :              merek.
         Penerapan UU No. 19 Tahun 1992                           Analisis yuridis penerapan hukum
         Penerapan UU No. 14 Tahun 1997                merek di Indonesia yang penulis maksudkan
         Penerapan UU No. 15 Tahun 2001                pada judul ini adalah untuk menguraikan
    b) Untuk mengetahui penegakan hukum                 bagaimana mempraktekkan atau menerapkan
        merek apakah telah diterapkan sesuai            UU merek dari yang seharusnya (das sollen)
        dengan Undang-undang Merek yang                 kemudian akan melihat bagaimana prakteknya
        berlaku                                         (das sein) dari UU merek yang berlaku dan
                                                        pernah berlaku di Indonesia, putusan
    2. Kegunaan Penelitian
             Hasil penelitian ini diharapkan dapat      7
    dimanfaatkan, baik dari sisi praktis maupun           Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus
    dari sisi akademis. Dari sisi praktis hasil            Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta,
    penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan           1990, hal. 32
                                                        8
                                                          Ibid, 935


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                         107
J       L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    pengadilan tentang kasus merek yang akan            1. Memiliki persamaan pada pokoknya
    dikaji adalah kasus merek yang pernah diputus            terhadap merek yang dimiliki penggugat;
    berdasarkan UU No.19 Tahun 1992, UU No.                  atau
    14 Tahun 1997 dan UU No. 15 Tahun 2001.             2. Persamaan yang menyesatkan konsumen
                                                             pada saat membeli produk atau jasa
    F. Kerangka Pemikiran                                    tergugat.
                Mengacu pada pendapat R.M.                          Untuk memutuskan bahwa suatu
    Suryodiningrat yang menyatakan ada 2 (dua)          merek memiliki persamaan pada pokoknya
    perlindungan hukum yang dapat diberikan             dengan merek yang lain adalah dengan cara
    terhadap pemakai merek terdaftar, yaitu (1)         membandingkan        kedua     merek,     melihat
    perlindungan berdasarkan hukum perdata dan          persamaan-persamaan          dan      perbedaan-
                                                 9
    (2) perlindungan berdasarkan hukum pidana.          perbedaan, memperhatikan ciri-ciri penting dan
                Perlindungan secara perdata kasus       kesan kemiripan atau perbedaan yang timbul.
    pelanggaran merek dapat digugat berdasarkan         Jika merek tersebut sama atau hampir sama,
    Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum                pelanggaran merek telah terjadi.          Dalam
    Perdata (Perbuatan Melawan Hukum) yaitu :           kasus merek, walaupun sidang perdata telah
    tiap-tiap perbuatan melawan hukum yang              dilaksanakan,       negara      masih      dapat
    membawa kerugian kepada orang lain,                 melaksanakan sidang pidana. Ancaman pidana
    mewajibkan orang yang karena salahnya               atas pelanggaran merek sangat berat. Denda
    menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian        dan pidana penjara berkisar antara Rp 200
    tersebut.                                           juta-1 miliar dan 1-5 tahun penjara (Pasal 90-
                Menurut Setiawan, ada 4 (empat)         95). Perbandingan ancaman hukuman dalam 3
         kriteria perbuatan melanggar hukum,yaitu:      (tiga) UU merek, yaitu UU No.19 Tahun 1992,
    1. Bertentangan dengan kewajiban hukum si           UU No.14 Tahun 1997, dan UU No.15 Tahun
         pelaku;                                        2001 akan penulis bahas pada bab II.
    2. Melanggar hak subjektif orang lain;                          Penerapan                     hukum
    3. Melanggar kaedah tatasusila;                     (rechtstoepassing),       menurut       Soedjono
                                                                       11
    4. Bertentangan dengan asas kepatutan,              Dirdjosisworo dapat dilihat dari 3 (tiga) aliran :
         ketelitian serta sikap hati-hati yang          1. Aliran Legisme, pokok ajarannya adalah
         seharusnya dimiliki seseorang dalam                 hukum adalah undang-undang, dalam
         pergaulan      dengan     sesama     warga          menerapkan hukum hakim terikat dengan
         masyarakat atau terhadap harta benda                undang-undang        yang    sudah       ada,
                     10
         orang lain.                                         yurisprudensi     tidak    penting.    Cara
                Bagi pemilik hak atas merek atau             menerapkan UU melalui silogisme hukum.
    penerima lisensi merek dapat menuntut pihak              Contoh silogisme hukum; premis mayor,
    yang tanpa izin telah menggunakan merek                  barangsiapa meniru merek orang lain
    yang memiliki persamaan pada pokoknya                    secara keseluruhan dipidana penjara
    dengan merek orang lain yang bergerak dalam              selama 5 tahun dan denda 1 miliar. Premis
    bidang perdagangan atau jasa yang sama                   minor, A meniru merek orang lain secara
    (Pasal 76 ayat 1 jo Pasal 77). Pengadilan                keseluruhan. Kesimpulan A di Pidana
    Niaga akan menyidangkan kasus tersebut                   selama 5 tahun dan denda 1 miliar.
    (Pasal 76 ayat 2). Putusan Pengadilan Niaga              Kebaikannya, adanya kepastian hukum.
    dapat diajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Di              Kelemahannya, UU menjadi kaku.
    samping penyelesaian gugatan, para pihak            2. Aliran       Freirechtsbewegung,        pokok
    dapat menyelesaikan sengketa merek melalui               ajarannya hakim tidak terikat pada undang-
    arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa,         undang. UU tidak begitu penting, yang
    sebagaimana diatur pada Pasal 84 UU No.15                penting        adalah         yurisprudensi.
    Tahun 2001.                                              Kebaikannya, UU senantiasa mengikuti
                Ada dua macam pemeriksaan kasus              zaman. Kelemahannya adalah hakim
    pelanggaran hak atas merek. Salah satu dalam             terlalu bebas.
    gugatannya harus dapat membuktikan bahwa            3. Aliran Rechtsvinding, pokok ajarannya
    merek tergugat:                                          bahwa hakim dalam menerapkan hukum
                                                             terikat    pada      UU,     tetapi     tidak
    9
      R.M. Suryodiningrat, Pengantar Ilmu Hukum
                                                        11
    Merk, Pradnya Paramita, Jakarta, 1975, hal. 28        Soedjono Dirdjosisworo, Pengantar Ilmu Hukum,
    10
       Setiawan, Op.Cit                                 Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001, hal.159-161


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       108
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


       menyampingkan yurisprudensi. Hakim               3. Alat Pengumpulan Data
                                                                                         12
       dalam      melaksanakan       tugasnya              Menurut Soerjono Soekanto        di dalam
       mempunyai kebebasan yang terikat.                   penelitian hukum pada umumnya dikenal
                                                           tiga jenis alat pengumpulan data, yaitu
                                                           studi    dokumen,     pengamatan      atau
    G. Metode Penelitian                                   observasi, dan wawancara atau interview.
                                                           Ketiga alat tersebut dapat dipergunakan
    1. Spesifikasi dan Pendekatan Penelitian               secara masing-masing        atau    secara
    Penelitian ini merupakan penelitian yang               bersama-sama.
       bersifat deskritif dengan meneliti hukum            Dalam penelitian ini pengumpulan data
       sebagai norma secara teoritis. Oleh karena          dilakukan dengan cara :
       itu pendekatan yang digunakan adalah                b. Studi dokumen yaitu meneliti semua
       pendekatan yuridis normatif, didukung                   dokumen berupa putusan pengadilan
       dengan data empiris sebagai pelengkap.                  yang berhubungan dengan kasus
       Pendekatan yuridis normatif terutama                    pelanggaran     hak    atas     merek.
       ditujukan guna mendapatkan hal-hal yang                 Terhadap kasus ini yang akan
       bersifat teoritis : asas, konsepsi, doktrin             dianalisis adalah substansi putusan
       hukum, serta isi kaedah hukum yang                      pengadilan, berdasarkan UU No.19
       berhubungan dengan penjatuhan hukuman                   Tahun 1992, UU No.14 Tahu 1997 dan
       melalui putusan pengadilan dalam kasus                  UU No.15 Tahun 2001.
       pelanggaran merek.                                  c. Wawancara terhadap : 1) Hakim yang
                                                               pernah memutus perkara pelanggaran
                                                               hak     atas  merek,     2)   Petugas
    2. Jenis Data                                              pendaftaran merek pada Dirjen Hak
    a. Bahan-bahan hukum primer, yaitu bahan                   Kekayaan Intelektual Departemen
        hukum yang mengikat, berupa peraturan                  Kehakiman dan HAM RI.
        perundang-undangan yang berhubungan
        dengan masalah yang akan diteliti, yaitu :      4. Teknik Penarikan Sampel
        UU No.19 Tahun 1992, UU No.14 Tahun                Kasus yang akan diteliti berjumlah 5 (lima)
        1997, UU No.15 Tahun 2001 tentang                  kasus pelanggaran hak atas merek,
        Merek dan Putusan Pengadilan kasus                 dengan teknik penarikan sampel menurut
        pelanggaran hak atas merek yang diputus            Soerjono     Soekanto dalam       bukunya
        berdasarkan     ketiga      undang-undang          “Pengantar Penelitian Hukum” dapat
        tersebut.                                          dilakukan secara, purposive sampling
                                                                   13
    b. Bahan hukum sekunder yang memberikan                design     yang didasarkan pada kriteria
        penjelasan atas bahan hukum primer,                sebagai berikut:
        berupa hasil-hasil penelitian, literature          a. Dapat menjadi barometer putusan
        hukum, dan jurnal hukum serta tulisan-                 pengadilan kasus pelanggaran hak
        tulisan lain yang berhubungan dengan                   atas merek di Indonesia;
        masalah yang akan diteliti.                        b. Dapat menjadi barometer terhadap
    c. Bahan-bahan hukum tersier, yaitu bahan                  kasus pelanggaran hak atas merek di
        yang memberikan penjelasan terhadap                    wilayah hukum Pengadilan Negeri dan
        bahan hukum primer maupun sekunder,                    dapat      menjadi     acuan       bagi
        berupa dan kamus besar bahasa                          penyelesaian pelanggaran hak atas
        Indonesia dan majalah hukum.                           merek;
             Data sekunder yang termasuk bahan-            c. Variasi     keanekaragaman       dalam
    bahan hukum, yang terdiri dari bahan hukum                 penyelesaian kasus pelanggaran hak
    primer, bahan hukum sekunder dan bahan                     atas merek oleh hakim peradilan
    hukum tertier. Untuk mendapatkan data                      umum yang sekarang peradilan niaga;
    tersebut dilakukan dengan cara penelitian
    kepustakaan.
                                                        12
                                                           Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum,
                                                        UI Press, Jakarta, 1986, hal. 21
                                                        13
                                                           Ibid., hal 31-193. bandingkan dengan James E.
                                                           Mauch & Jack W. Bierth, Guide to the succesfull
                                                           dissertasions and these. Marcel Dekker, Inc, New
                                                           York, 1993, hal. 112


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                        109
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


        d. Putusan    pengadilan    umum/niaga          transportasi semakin baik/lancar, juga dengan
           menjadi proses penyelesaian kasus            dilakukannya      promosi    maka      wilayah
           merek yang dapat dijadikan barometer         pemasaran barangpun menjadi lebih luas lagi.
           bagi hakim dalam memutus kasus               Keadaan seperti inilah menambah semakin
           pelanggaran hak atas merek;                  pentingnya merek itu yakni perlu untuk
        e. Kelima kasus yang diteliti mewakili          membedakan asal-usul dan kualitasnya, juga
           dalam penerapan UU Merek No.19               suatu upaya untuk menghindarkan peniruan.
           Tahun 1992, UU No.14 Tahun 1997,             Pada gilirannya perluasan pasar seperti itu
           dan UU No.15 Tahun 2001                      juga memerlukan pengertian dalam sistem
                                                        perlindungan hukum terhadap merek yang
    5. Analisis Data .                                  digunakan pada produk yang diperdagangkan.
              Terhadap data yang telah terkumpul                 Peraturan merek yang pertama dibuat
    dilakukan pengolahan data dengan melakukan          ialah Merchandise Mark Act pada tahun 1862,
    editing. Analisis data dilakukan secara             sebelumnya Inggris pada tahun 1857 telah
    kualitatif, selanjutnya analisis data ini akan      menghadapi sistem pendaftaran merek dari
    dipaparkan secara deskritif-analitis. Kemudian      hukum Perancis.
    dari analisis ini akan ditarik suatu kesimpulan              Undang-undang       yang      dikenal
    dengan menggunakan metode induktif.                 Merchandise Mark Act ini mendasarkan cara
                                                        perlindungan dalam bentuk hukuman pidana.
                                                        Undang-undang tersebut kemudian dilengkapi
    A. Perkembangan         Hukum      Merek    Di      dan     diperbaharui    pada    tahun    1887.
         Indonesia                                      Selanjutnya terus diperbaharui dan terus
             Dalam sejarah perundang-undangan           berlaku sampai dibuatnya undang-undang baru
    merek di Indonesia dapat dicatat bahwa pada         yang dikenal dengan The Trade Description
    masa kolonial Belanda berlaku Reglement             Act tahun 1968.
    Industriele Eigendom (RIE) yang dibuat dalam                 Inggris selain memiliki Merchandise
    Stb. 1912 No. 245 jo Stb 1913 No.214.               Mark, juga mempunyai undang-undang merek
             Setelah Indonesia merdeka peraturan        lainnya yaitu Merchandise Mark Regritation Act
    ini juga dinyatakan terus berlaku, oleh karena      1875, yang diperbaharui pada tahun 1876 dan
    sampai dengan tanggal 17 Agustus 1945,              1877 digabungkan ke dalam Patent Design
    Indonesia masih memberlakukan ketentuan itu,        Trade Mark 1883, selain itu pada tahun 1938
    hingga akhirnya sampai pada akhir tahun 1961        dikeluarkan Trade Mark Act yang pada tahun
    ketentuan itu diganti dengan UU No.21 Tahun         1984      atas   rekomendasi     The   Mathys
    1961 tentang merek perusahaan dan merek             Departementall Committe, undang-undang itu
    peniagaan yang diundangkan pada tanggal 11          diperbaharui     dan    memasukkan      sistem
    Oktober 1961 dan dimuat dalam Lembaran              pendaftaran merek jasa.
    Negara RI No. 290 dan penjelasannya dimuat                   Berkembangnya            perdagangan
    dalam tambahan Lembaran Negara RI No.               internasional, dibutuhkan sekali peraturan
    2341 yang mulai berlaku pada bulan November         merek yang luwes dan sederhana serasi
    1961.                                               dengan posisi merek yang merupakan bagian
             Merek telah digunakan sejak ratusan        strategi dari pemasaran. Pada tahun 1973 di
    tahun untuk membuktikan tanda produk yang           Wina ditandatangani oleh Amerika Serikat dan
    dihasilkan dengan maksud menunjukkan asal           Inggris sebagai pemimpin negara-negara
    usul barang (indication of origin) merek dan        perjanjian Madrid (Madrid Agrement) yaitu
    sejenisnya dikembangkan oleh pedagang               sebuah perjanjian internasional yang dikenal
    sebelum adanya industrialisasi. Bentuk sejenis      dengan Trade Mark Registration Treaty.
    mulai dikenal dari bentuk tanda resuni                       Indonesia mengenal hak merek
    (Hallmark) di Inggris bagi tukang emas, tukang      pertama kali pada saat dikeluarkannya
    perak, dan alat-alat pemotong, sistem tanda         undang-undang hak milik perindustrian dalam
    resuni itu terus dipakai karena bisa                Reglement Industriele Eigendom Kolonien
    membedakan dari penghasil barang sejenis            tersebut 545 tahun 1912. Undang-undang
    lainnya.                                            Merek kolonial tahun 1912 ini tetap berlaku
             Kebutuhan akan adanya perlindungan         sebagai akibat dari penerapan pasal-pasal
    hukum atas merek semakin berkembang                 peralihan dalam Undang-Undang Dasar 1945,
    dengan      pesatnya.     Orang-orang     yang      UUD RIS 1949 serta UUD Sementara 1950
    melakukan peniruan terlebih pula setelah dunia      yang kemudian diganti dengan UU Merek
    perdagangan telah maju, serta alat-alat             No.21 Tahun 1961, UU 1961 tersebut


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                    110
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    sebenarnya hanya merupakan ulangan dari UU          3. Tirta Amidjaya yang mensetir pendapat
    sebelumnya. Tahun 1992 UU Merek baru                   Fallmar, memberikan rumusan bahwa
    No.19 dan mulai berlaku tanggal 1 April 1993           suatu merek pabrik atau merek perniagaan
    menggantikan UU merek tahun 1961. Dengan               adalah suatu tanda yang dibtuhkan di atas
    adanya undang-undang baru tersebut surat               barang atau di atas bungkusannya
    keputusan administratif yang terkait dengan            gunanya membedakan barang-barang itu
    prosedur pendaftaran merekpun dibuat. Dalam            dengan barang-barang yang sejenis
                                                                    16
    reformasi pasal-pasal UU tentang merek,                lainnya.
    Indonesia turut serta dalam meratifikasi            4. Iur Soeryatin, mengemukakan rumusannya
    perjanjian Internasional merek WIPO.                   dengan meninjau merek dari aspek
              Tahun 1997 dengan Undang-Undang              fungsinya,       yaitu,   suatu    merek
    No.14 Tahun 1997, UU merek tahun 1992                  dipergunakan untuk membedakan barang
    diubah dengan mempertimbangkan pasal-                  yang bersangkutan dengan diberi merek
    pasal dari perjanjian Internasional tentang            tadi mempunyai tanda asal, nama, jaminan
    aspek-aspek        yang     terkaitkan    dengan       terhadap mutunya.
    perdagangan dari Hak Kekayaan Intelektual           5. Harsono Adi Sumarto, merumuskan bahwa
    (TRIPs)-GATT. Pasal-pasal tersebut memuat              merek adalah tanda pengenal yang
    perlindungan atas indikasi asal dan geografis.         membedakan milik seseorang dengan milik
    UU tersebut juga mengubah ketentuan dalam              orang lain, seperti pada pemilikan ternak
    UU sebelumnya dimana pengguna merek                    dengan memberi tanda cap pada
    pertama       di    Indonesia    berhak     untuk      punggung sapi yang kemudian dilepaskan
    mendaftarkan merek tersebut sebagai merek.             pada tempat pengembalaan bersama yang
    Pada tahun 2001 UU merek baru berhasil                 luas. Cap seperti itu memang merupakan
    dicanangkan oleh pemerintah dengan Undang-             tanda pengenal untuk menunjukkan bahwa
    Undang No.15 Tahun 2001, UU tersebut berisi            hewan yang bersangkutan adalah milik
    tentang berbagai hal yang sebagian besar               orang       tertentu.   Biasanya    untuk
    sudah diatur dalam UU terdahulu. Beberapa              membedakan tanda atau merek digunakan
    perubahan penutup yang tercantum dalam UU              inisial dari nama pemilik sendiri sebagai
                                                                                17
    No.15 Tahun 2001, adalah penetapan                     tanda pembedaan.
    sementara pengadilan perubahan delik biasa
    menjadi delik aduan, Pengadilan Niaga dalam                  Dengenai arti dari merek juga
    memutuskan sengketa merek kemungkinan               dijelaskan bab ketentuan umum Pasal 1 butir
    menggunakan alternatif penyelesaian sengketa        ke 1, Undang-undang No.15 Tahun 2001 yang
    dalam Pidana yang diperbuat.                        berbunyi “merek adalah tanda yang berupa
              Berikut ini beberapa pendapat sarjana     gambar, nama, kata huruf, angka-angka,
    tentang merek :                                     rumusan kombinasi dari unsur-unsur tersebut
    1. H.M.N Purwo Sutjipto, memberikan                 yang memiliki daya pembedaan dan digunakan
         rumusan bahwa merek adalah suatu               dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
         tanda, dengan suatu benda tertentu                      Telah menjadi kebiasaan pengusaha
         dipribadikan, sehingga dapat dibedakan         untuk menjual barang-barang yang dihasilkan
                                           14
         dengan benda lain yang sejenis.                oleh pabrik dengan dibungkus dan pada
    2. R. Soekardono, memberikan rumusan                pembungkusnya dari barang-barang sejenis
         bahwa merek adalah sebuah tanda (ciri)         hasil pabrik pengusaha lain tanda itu disebut
         dengan mana dipribadikan sebuah barang         merek akan tetapi ada juga pengusaha yang
         tertentu, dimana perlu juga dipribadikan       beranggapan tidak perlu mendirikan pabrik
         asalnya barang atau menjamin kualitasnya       sendiri, dan merasa puas dengan memesan
         barang dalam perbandingan dengan               kepada pemilik pengusaha lain.
         barang-barang sejenis yang dibuat atau                  Dalam Undang-undang merek dikenal
         diperdagangkan oleh orang-orang atau                  2 (dua) pengertian merek :
                                  15
         badan perusahaan lain.                         1. Merek dagang adalah Merek yang
                                                             digunakan      pada      barang     yang
    14
       H.M.N Purwo Sutjipto, Pengertian Pokok Hukum
                                                        16
       Dagang Indonesia, Penerbit Djambatan, Jakarta,      Tirta Amidjaya, Pokok-Pokok Hukum
       1984, hal. 82                                    Perniagaan, Djambatan, Jakarta, 1962, hal.82
    15                                                  17
       R. Soekardono, Hukum Dagang Indonesia Jilid I,      Harsono Adi Sumarto, Hak Milik Perindustrian,
    Penerbit Dian Rakyat, Jakarta, 1983, hal.149        Akademika Presindo, Jakarta, 1990, hal. 94


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       111
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


         diperdagangkan oleh seseorang, atau              No.15 Tahun 2001. Berikut ini akan diuraikan
         beberapa orang secara bersama-sama               perbandingan secara normatif tentang pidana
         atau badan hukum untuk membedakan                dan sistem pemidanaan dari ketiga Undang-
         dengan barang-barang sejenis lainnya.            undang merek tersebut :
    2. Merek jasa adalah Merek yang digunakan
         pada jasa yang diperdagangkan pada               1. Pidana       dan      Sistem    Pemidanaan
         seseorang atau beberapa orang secara                  Menurut UU No.19 Tahun 1992 Pidana
         bersama-sama, atau badan hukum untuk                  Pokok
         membedakan dengan jasa-jasa sejenis                       Undang-undang No.19 Tahun 1992
         lainnya.                                         (Pasal 81 s.d. Pasal 84) mengatur pidana
             Misalnya : PT. Dunlop Indonesia              pokok, yaitu : (1) Pidana Penjara lamanya 5-7
    memesan kepada PT. Good Year Indonesia                tahun; (2) Pidana kurungan lamanya 1 (satu)
    untuk membuatkan ban kendaraan bermotor               tahun; dan (3) Pidana denda 10-100 juta. Pada
    dan ban sepeda dengan dibubuhi merek                  UU ini tidak diatur pidana tambahan. Pidana
    Dunlop. Melihat arti kata merek dan objek yang        pokok pidana penjara dan denda dijatuhkan
    dilindunginya maka merek digunakan untuk              secara kumulasi, sedangkan pidana kurungan
    membedakan barang atau produksi satu                  dan pidana denda dijatuhkan secara alternatif.
    perusahaan dengan barang atau jasa produksi                    Untuk lebih jelasnya pidana dan sistem
    perusahaan lain yang sejenis.                         pemidanaan UU No.19 Tahun 1992 dapat
             Dengan demikian dapat dikatakan              dilihat pada tabel 1 berikut ini :
    merek adalah suatu tanda pengenal asal
    barang dan jasa, sekaligus mempunyai fungsi
    menghubungkan barang dan jasa yang                    Tabel-1
                                                          Pidana dan Sistem Pemidanaan Dalam
    bersangkutan dengan produsennya, maka hal             UU No.19 Tahun 1992
    itu menggambarkan jaminan kepribadian dan
    reputasi barang dan jasa hasil usahanya                      Pas      Pidana Pokok
    tersebut sewaktu diperdagangkan.                       No     al                             Sistem
                                                                         Penjara     Denda     Pemidanaan
                                                                 81                   100
     B. Perbandingan       Ancaman      Hukuman             1            7 tahun
                                                                                      juta
                                                                                                Kumulasi
         (Pidana dan Perdata) Menurut UU No.19              2    82       5 tahun    50 juta    Kumulasi
         Tahun 1992, UU No.14 Tahun 1997, dan                    84       1 tahun
                                                            3                        10 juta    Alternatif
         UU No.15 Tahun 2001                                            (kurungan)
             Sistem pemidanaan jika diartikan
    secara luas mencakup keseluruhan ketentuan                     Secara perdata, pemilik merek
    perundang-undangan         yang     mengatur          terdaftar dapat mengajukan gugatan ganti rugi
    bagaimana hukum pidana itu ditegakkan atau            terhadap orang atau badan hukum yang
    dioperasionalkan secara konkrit sehingga              menggunakan mereknya sebagaimana diatur
    seseorang yang bersalah dijatuhi pidana.              pada Pasal 72 UU No.19 Tahun 1992 yaitu :
                            18
    Menurut Adi Hamzah, Pemidanaan adalah
    merupakan konkretisasi peraturan pidana                       “Pemilik   merek    terdaftar   dapat
    dalam Undang-undang yang merupakan                            mengajukan gugatan terhadap orang
    sesuatu yang abstrak menjadi sanksi                           atau badan hukum yang menggunakan
    konkrit/individual pada kasus merek tertentu.                 mereknya,      yang       mempunyai
    Pemidanaan harus jelas manfaatnya bagi                        persamaan baik pada pokonya atau
    perbaikan mental dan proses pembalasan atas                   pada keseluruhannya secara tanpa
    perbuatan yang terintegrasi di dalamnya serta                 hak, berupa permintaan ganti rugi dan
    memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat.                      penghentian    pemakaian       merek
             Mengingat tindak pidana dibidang                     tersebut“
    merek merupakan tindak pidana khusus, maka
    sistem     pemidanaanpun     mengacu    pada                 Lebih lanjut gugatan ganti rugi diatur
    Undang-undang khusus, yaitu UU No.19                  pada Pasal 73, Pasal 74, Pasal 75, dan Pasal
    Tahun 1992, UU No.14 Tahun 1997, dan UU               76, sedangkan untuk gugatan pembatalan
                                                          merek diatur pada Pasal 86 dan Pasal 87 UU
                                                          No.19 Tahun 1992.
    18
         Adi Hamzah, Sistem Pidana dan Pemidanaan
         dari Retribusi ke Reformasi, Pradnya Paramita,
         Jakarta, 1986, hal. 73


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                               112
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    2. Pidana      dan     Sistem      Pemidanaan        3. Pidana       dan      Sistem    Pemidanaan
         Menurut UU No.14 Tahun 1997 Pidana                   Menurut UU No.15 Tahun 2001 Pidana
         Pokok                                                Pokok
             UU No.14 Tahun 1997 mengatur                         Undang-undang No.15 Tahun 2001
    pidana pokok (Pasal 81 s.d. Pasal 84), yaitu :       mengatur pidana pokok (Pasal 90 s.d. Pasal
    (1) Pidana penjara lamanya 5-7 tahun; (2)            94), yaitu : (1) Pidana penjara lamanya 4-5
    Pidana kurungan lamanya 1 tahun; (3) Pidana          tahun; (2) Pidana kurungan lamanya 1 tahun;
    denda besarnya 10-100 juta. Pada UU ini tidak        (3) Pidana denda besarnya 200 juta-1 miliar.
    diatur pidana tambahan. Pidana pokok pidana          Pada UU ini tidak diatur pidana tambahan.
    penjara dan denda dijatuhkan secara kumulasi,        Pidana pokok pidana penjara dan denda
    sedangkan pidana kurungan dan pidana denda           dijatuhkan secara secara alternatif atau
    dijatuhkan secara alternatif. Pasal 81, Pasal        kumulasi, sedangkan pidana kurungan dan
    82, Pasal 82 A, Pasal 82 B, adalah kejahatan         pidana denda dijatuhkan secara alternatif.
    sedangkan Pasal 84 adalah pelanggaran.               Pasal 90, Pasal 91, Pasal 92, Pasal 93, adalah
             Untuk lebih jelasnya pidana dan             delik aduan sedangkan Pasal 94 adalah
    sistem pemidanaan dalam UU No.14 Tahun               pelanggaran.
    1997 dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini :                Untuk lebih jelasnya pidana dan sistem
                                                         pemidanaan UU No.15 Tahun 2001 dapat
                                                         dilihat pada tabel 3 berikut ini :

    Tabel-2
    Pidana dan Sistem Pemidanaan Dalam
    UU No.14 Tahun 1997
                                                         Tabel-3
                                                         Pidana dan Sistem Pemidanaan Dalam
     No    Pasal        Pidana Pokok         Sistem
                                                         UU No.15 Tahun 2001
                      Penjara    Denda     Pemidanaan
          81                      100                     No     Pasal       Pidana Pokok           Sistem
     1                7 tahun               kumulasi
                                  juta                                     Penjara    Denda      Pemidanaa
     2    82          5 tahun    50 juta      idem
                                                                 90                              alternatif/ku
          82 A (1)                100                     1                5 tahun    1 miliar
     3                7 tahun                 idem                                                  mulasi
                                  juta
                                                          2      91         4 tahun   800 juta       idem
     4    82 A (2)    5 tahun    50 juta      idem
                                                          3      92 (1)     5 tahun   1 miliar       Idem
     5    82 B        5 tahun    50 juta      idem
                                                          4      92 (2)     4 tahun   800 juta       Idem
          84          1 tahun
     6                           10 juta    alternatif    5      93         4 tahun   800 juta       Idem
                     kurungan
                                                                 94         1 tahun
                                                          6                           200 juta    alternatif
                                                                           kurungan
             Secara perdata, pemilik merek
    terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap                 Secara     perdata,    penyelesaian
    orang atau badan hukum yang menggunakan              sengketa merek berupa gugatan atas
    mereknya sebagaimana diatur pada Pasal 72            pelanggaran merek diatur pada Pasal 76 UU
    UU No.14 Tahun 1997 yaitu :                          No.15 Tahun 2001 yaitu :

               “Pemilik   merek    terdaftar   dapat                  “Pemilik    merek    terdaftar  dapat
               mengajukan gugatan terhadap orang                      mengajukan gugatan terhadap pihak
               atau badan hukum yang menggunakan                      lain   yang    secara     tanpa   hak
               mereknya,      yang       mempunyai                    menggunakan Merek yang mempunyai
               persamaan baik pada pokonya atau                       persamaan pada         pokonya   atau
               pada keseluruhannya secara tanpa                       keseluruhannya untuk barang atau
               hak, berupa permintaan ganti rugi dan                  jasa yang sejenis berupa : a. gugatan
               penghentian     pemakaian      merek                   ganti rugi, dan/atau; b. penghentian
               tersebut“                                              semua perbuatan yang berkaitan
                                                                      dengan penggunaan Merek tersebut“
             Lebih lanjut gugatan ganti rugi diatur
    pada Pasal 73, Pasal 79 B (pemegang hak                       Lebih lanjut diatur pada Pasal 77,
    atas indikasi geografis).                            Pasal 78, Pasal 79. Penghapusan merek
                                                         kolektif dapat diajukan pihak ketiga dalam
                                                         bentuk gugatan kepada Pengadilan Niaga
                                                         yang diatur dalam Pasal 67. Gugatan
                                                         pembatalan merek sebagaimana diatur pada



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                                 113
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    Pasal 68, Pasal 69, Pasal 70. Pemegang hak          kepada pihak yang berhak atas merek. Untuk
    atas indikasi—geografis yang tanpa hak yang         memperoleh hak atas merek, undang-undang
    diatur pada Pasal 57 ayat 1 dan 2. selain           menentukan persyaratan-persyaratan tertentu
    penyelesaian gugatan, para pihak dapat              yang harus dipenuhi, tergantung dari sistem
    menyelesaikan sengketa melalui Arbitrase atau       yang dianut oleh suatu negara. Sistem tersebut
    Alternatif Penyelesaian Sengketa sebagaiman         biasanya dibedakan antara sistem konstitutif
    diatur pada Pasal 84 UU No.15 Tahun 2001.           dan sistem deklaratif.
                                                                  Di negara Indonesia, sistem yang
    A. Hak Atas Merek                                   dianut pada saat ini adalah sistem konstitutif,
             Perlindungan hukum terhadap Hak            yaitu diman hak atas merek diperoleh karena
    Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah             pendaftarannya. Hal ini tercantum dalam Pasal
    semakin penting sebagai dampak dari                 3 undang-undang No.15 Tahun 2001 tentang
    globalisasi pengaturan mengenai merek sesuai        Merek yang berbunyi : “Hak atas merek adalah
    dengan ketentuan hukum internasional juga           hak khusus yang diberikan kepada pemilik
    menjadi penting bahkan tidak dapat dihindari.       merek yang terdaftar dalam daftar umum
             Globalisasi ditandai antara lain dengan    merek     untuk     jangka    waktu    tertentu
    masuknya merek-merek produk luar negeri             menggunakan sendiri merek tersebut atau
    yang sebagian besar diantaranya adalah              memberi ijin kepada seseorang atau badan
    merek-merek terkenal. Keadaan yang demikian         hukum untuk menggunakannya”.
    menuntut pengaturan pemberian perlindungan                   Mengenai arti dari merek itu sendiri,
    hukum yang lebih tepat baik kepentingan             dijelaskan dalam bab ketentuan umum Pasal 1
    konsumen, maupun kepada pemilik atau                butir kesatu yang berbunyi : “Merek adalah
    pemegang hak atas merek, sebagaimana                tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf,
    halnya     dengan       undang-undang       telah   angka-angka rumusan, atau kombinasi dari
    mengalami beberapa kali perubahan yaitu             unsur-unsur tersebut yang memiliki daya
    dengan berlaku Regliment Indutrial Eigendom         pembedaan dan digunakan dalam kegiatan
                                                                                        19
    (RIE) yang dimuat dalam stb. 1912 No.545 jo         perdagangan barang atau jasa”.
    stb.1913 No.214 kemudian setelah proklamasi                  Dalam sistem konstitutif, hak atas
    RI, dibentuklah Undang-undang No.21 Tahun           merek yang dimiliki lebih terjamin kepastian
    1961 yang diganti dengan UU No.19 Tahun             hukumnya. Artinya, siapa yang mereknya
    1992 undang-undang ini disempurnakan lagi           terdaftar dalam daftar umum merek, maka
    dengan UU No.14 Tahun 1997, selanjutnya             orang tersebut yang berhak atas merek untuk
    karena dianggap sudah tidak lagi memadai            barang yang sejenis. Dengan sistem ini, jika
    untuk pengaturan perdagangan yang semakin           terjadi sengketa, maka pembuktiannya lebih
    intensif UU tersebut disempurnakan dengan           mudah,     karena     pemilik   merek    cukup
    UU No.15 Tahun 2001.                                menunjukkan sertifikat pendaftaran merek
               Namun demikian meskipun telah            yang dikeluarkan kantor merek. Sertifikat
    mengalami beberapa kali perubahan dalam             merek tersebut merupakan bukti bahwa orang
    kenyataan masih banyak pemakai merek                atau badan hukum tersebut adalah pemilik hak
    belum mengetahui secara benar tentang               atas merek yang bersangkutan.
    sistem pengaturan merek yang diberlakukan                    Penggunaan merek oleh pemilik merek
    sekarang, keadaan yang demikian ini adalah          yang sudah terdaftar berarti bahwa ia
    dikarenakan oleh beberapa faktor sebagai            menggunakan merek dengan hak, sehingga
    akibat belum memasyarakatnya undang-                tidak mungkin dikenakan tuntutan pidana
                                                                           20
    undang merek itu dikalangan masyarakat              maupun ganti rugi.
    khususnya      pemakai     merek,      kurangnya
    penyuluhan hukum yang dilakukan oleh
    kalangan pihak aparatur yang berkompeten
                                                        19
    dan belum adanya kesadaran hukum pada                   Pada hakekatnya Merk adalah tanda yang
    masyarakat, bahwa pelanggaran hukum                    memiliki daya pembeda. Yaitu daya pembeda
    dibidang merek merupakan tindak pidana yang            yang mampu membedakan dari hasil produksi
    dapat dikenakan sanksi penjara dan denda               perusahaan lain. Tanda yang memiliki daya
    sebagaimana menurut Pasal 90 sampai                    pembeda ini hanya dapat dipakai sebagai merek
    dengan Pasal 94 Undang-undang No.15 Tahun              apabila dipergunakan pada kegiatan lalu-lintas
    2001.                                                  perdagangan barang dan jasa.
                                                        20
             Menurut ketentuan hukum merek                 Baca Pasal 91 dan Pasal 92 dari Undang-Undang
    perlindungan hukum atas merek diberikan             Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek.


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      114
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


              Sistem konstitutif yang dianut oleh        syarat mutlak daripadanya ialah bahwa mereka
    undang-undang merek, berakibat bahwa orang           tersebut harus mempunyai daya pembedaan
    atau badan hukum yang mempergunakan                  cukup. Dengan kata lain, tanda yang dipakai itu
    merek yang terdaftar milik pihak lain telah          haruslah      sedemikian     rupa,     sehingga
    dianggap melakukan persaingan curang                 mempunyai        cukup      kekuatan        untuk
    dibidang merek. Sistem konstitutif ini juga          membedakan barang hasil produksi suatu
    memberikan jaminan kepada pemilik merek              perusahaan atau barang perdagangan dari
    terdaftar, bahwa dia satu-satunya yang berhak        seseorang daripada barang-barang orang lain.
    atas      merek    tersebut,     sehingga    tidak   Barang-barang yang dibubuhi tanda/merek itu
    memungkinkan terjadinya gugat menggugat              harus dapat dibedakan daripada barang-
    sesama pemilik merek terdaftar mengenai              barang orang lain karena adanya merek itu.
    siapa yang lebih berhak atas merek tersebut.         Jadi    daya     pembedaan      (distinctiviness)
                Kelebihan dari sistem konstitutif ini    merupakan unsur yang pertama.
    adalah memberi kepastian hukum sehingga                         Dalam Pasal 1 ayat 1 UU No.15
    lebih memudahkan pembuktian.                         Tahun 2001 dikatakan, “Merek adalah tanda
                Pada dasarnya, persaingan dalam          yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf,
    bidang perdagangan sebatas berlangsung               angka-angka, susunan warna atau kombinasi
    wajar adalah sah. Melalui mekanisme                  dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya
    persaingan yang sehat perdagangan akan               pembeda dan digunakan dalam kegiatan
    berkembang dengan baik. Dalam persiangan             perdagangan barang dan jasa, “selanjutnya
    yang sehat, berbagai cara dapat dilakukan,           atas persyaratan-persyaratan untuk dapat
    misalnya peningkatan kemajuan teknologi dan          dilakukan pendaftaran sebagai merek menurut
    riset, peningkatan promosi, memberikan               UU No.15 Tahun 2001 adalah sebagaimana
    insentif,     dan     pelayanan     yang     baik.   tercantum pada Pasal 5 undang-undang
    Kesemuanya          itu     diharapkan      dapat    tersebut, yaitu bahwa merek tidak dapat
    meningkatkan antara lain kualitas barang             didaftarkan apabila mengandung salah satu
    produksinya yang pada gilirannya akan                unusr seperti :
    menaikkan omzet penjualannya.                        a. Bertentangan dengan kesusilaan dan
              Berlainan halnya jika dibandingkan             ketertiban umum;
    dengan “sistem deklaratif”, dimana untuk             b. Tidak memiliki pembedaan sebagai merek
    menentukan siapakah yang oleh hukum diakui               Misalnya, jika hanya berupa singkatan dan
    sebagai pihak yang berhak atas merek                     huruf-huruf atau angka-angka, dianggap
    dikaitkan      dengan     pemakaian      pertama,        kurang memiliki daya pembeda termasuk
    walaupun tidak didaftarkan.                              indikasi geografis yang sudah dikenal.
              Sistem deklaratif ini merupakan sistem         Yang perlu ditegaskan adalah bahwa
    yang dianut dalam UU No.21 Tahun 1961 yang               indikasi geografis hanyalah sekedar tanda.
    secara tegas dicantumkan dalam Pasal 2 ayat              Sama halnya dengan merek, tanda
    (1). Sistem ini dalam kenyataan banyak                   tersebut diartikan sebagai identitas, tetapi
    menimbulkan             pelanggaran-pelanggaran          sekaligus merujuk pada asal barang.
    dibidang merek, serta banyak mengalami                   Nama daerah tersebut sengaja digunakan
    kesulitan jika terjadi sengketa di Pengadilan            sebagai tanda karena ciri-ciri dan kualitas
    mengenai pembuktian pemakaian pertama. Di                barang yang dihasilkan dipengaruhi oleh
    samping itu, apabila terbukti sebaliknya di              faktor-faktor geografis yang hanya ada di
                                                                              21
    pengadilan bahwa pemilik merek terdaftar                 daerah tersebut.
    bukan sebagai pemakai pertama, maka                  c. Yang       merupakan     keterangan       atau
    anggapan pemakai pertama berlaku dan                     berkaitan dengan barang atau jasa yang
    pendaftarannya dapat dibatalkan, berdasarkan             dimintakan pendaftaran. Contoh, kata
    ketentuan Pasal 10 UU No.21 Tahun 1961.                  “Kopi”atau “Gambar Kopi”untuk produksi
    Sistem Deklaratif ini kurang dapat menjamin              kopi;
    adanya kepastian hukum, karena sewaktu-              d. Telah menjadi milik umum. Contoh dalam
    waktu pendaftaran merek dapat dibatalkan                 penjelasan UU No.15 Tahun 2001 Pasal 5
    berdasarkan alasan yang diajukan oleh pihak
    lain sebagai pemakai pertama.
                                                         21
                                                              Hendro Soelistyo Budi, Perlindungan Hukum
    B. Syarat-Syarat Merek                                    Terhadap Kekayaan Intelektual Pengetahuan dan
             Agar supaya suatu merek dapat                    Teknologi Tradisional (makalah Hotel Cemara,
    diterima sebagai merek atau cap dagang,                   31 Oktober 2002)


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                        115
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


         yaitu tengkorak di atas dua tulang                      Kriteria-kriteria    di   atas  harus
         bersilang yang secara umum telah               dihubungkan sesuai dengan keadaan apakah
         diketahui sebagai tanda bahaya. Oleh           merek bersangkutan akan menimbulkan
         karena itu dapat digunakan sebagai merek.      persaingan curang atau penyesatan merek
                 Suatu merek meskipun tidak memiliki    pada khalayak ramai jika dipakai pada barang
    unsur-unsur seperti di atas, namun apabila          atau jasa sejenis, hal ini yang menjadi
    mereka tersebut memiliki persamaan pada             pertimbangan ataupun dengan hukumnya.
    pokoknya atau keseluruhannya dengan merek                    Era perdagangan global hanya dapat
    pihak lain yang sudah terdaftar terlebih dahulu,    dipertahankan jika terdapat iklim persaingan
    maka permintaan pendaftarannya akan ditahan         usaha yang sehat. Di sini merek memegang
    oleh Direktorat berdasarkan Pasal 6 Undang-         peranan      yang       sangat   penting  yang
    undang No.15 Tahun 2001 Pasal 6 ayat (1)            memerlukan sistem pengaturan yang lebih
    menentukan : Permintaan pendaftaran merek           memadai. Sistem administrasi merek begitu
    ditolak oleh kantor merek apabila merek             penting karena hak atas merek adalah hak
    tersebut :                                          khusus yang diberikan oleh pemerintah atau
    1. Mempunyai persamaan pada pokoknya                negara      kepada       pemilik  merek  untuk
         atau keseluruhannya dengan merek milik         menggunakan merek tersebut untuk memberi
         orang lain yang sudah terdaftar lebih          ijin pihak lain untuk menggunakannya karena
         dahulu untuk barang atau jasa sejenis;         itu merek harus didaftarkan di Kantor Umum
    2. Mempunyai persamaan pada pokoknya                pendaftaran merek. Dengan pendaftaran
         atau keseluruhannya dengan merek yang          sangat penting artinya bagi pihak konsumen,
         sudah terkenal (well—known mark) milik         karena konsumen akan membeli merek (cap,
         pihak lain untuk barang dan/atau jasa          simbol, lambang, dan sebagainya) yang
         sejenis;                                       tentunya     memiliki kualitas      dan  aman
    3. Mempunyai persamaan pada pokok atau              dikonsumsi.
         keseluruhannya dengan indikasi geografis
         yang sudah dikenal.                            C. Permohonan Pendaftaran Merek
                 Sebagaimana dimaksud dalam Pasal
    6 ayat (3) UU Nomor 15 Tahun 2001,                  1. Syarat-Syarat Permohonan Pendaftaran
    permintaan pendaftaran merek juga harus                      Sebagaimana        telah     diuraikan
    ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila            terdahulu, Undang-undang Nomor 15 Tahun
    sebagai berikut :                                   2001 menganut sistem konstitutif, yaitu hak
    a. Merupakan atau menyerupai nama orang             atas merek diberikan kepada pemilik merek
         terkenal, foto merek dan nama benda,           terdaftar. Permohonan pendaftaran merek
         hukum yang dimiliki orang lain yang sudah      diajukan secara tertulis dalam bahasa
         terkenal kecuali atas persetujuan tertulis     Indonesia yang ditandatangani pemohon
         dari yang berhak;                              (pemohon dapat terdiri dari satu orang atau
    b. Merupakan tiruan atau menyerupai nama            beberapa secara bersama atau badan hukum)
         atau singkatan nama, bendera, lambang          atau     kuasanya    dengan      mencantumkan
         atau simbol atau emblem dari negara atau       persyaratan sebagai berikut :
         lembaga nasional maupun internasional,         a)Tanggal, bulan, tahun;
         kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak   b)Nama lengkap, kewarganegaraan dan
         yang berwenang;                                   alamat pemohon;
    c. Merupakan tiruan atau menyerupai tanda           c) Nama lengkap dan alamat kuasa apabila
         atau cap atau stempel resmi yang                  permohonan diajukan melalui kuasa;
         digunakan oleh negara atau lembaga             d)Warna-warna       apabila     merek     yang
         pemerintah, kecuali atas persetujuan              dimohonkan pendaftarannya menggunakan
         tertulis dari pihak yang berwenang.               unsur warna;
              Yang dimaksud dengan persamaan            e)Nama negara dan tanggal permintaan merek
    pada pokoknya atau pada keseluruhan adalah             yang pertama kali dalam hal permohonan
    adanya kesan yang sama antara lain :                   diajukan dengan hak prioritas.
    1) Baik mengenai bentuk;
    2) Cara penempatan;                                 Lampiran-lampiran yang biasanya dimintakan
    3) Kombinasi atau unsur;                            dalam teknis praktek, terdiri antara lain :
    4) Maupun persamaan bunyi ucapan dalam              1. Dua pulu helai tiket yang dimintakan
         merek-merek yang bersangkutan.                     pendaftaran dengan ukuran maksimal 9 x
                                                            9 cm minimal 2 x 2;


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                    116
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    2. Akte pendirian badan hukum apabila               2. Permohonan Hak Prioritas
         pemohon diajukan melalui kuasa;                           Hak prioritas hak pemohon untuk
    3. Biaya pendaftaran;                               mengajukan permohonan yang berasal dari
    4. Surat kuasa khusus apabila permintaan            negara yang tergabung dalam Persetujuan
         diajukan melalui kuasa (kuasa disini           Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia,
         adalah konsultan Hak Kekayaan Intelektual      untuk memperoleh pengakuan bahwa tanggal
         yang terdaftar di Direktorat Jenderal HAKI);   penerimaan (filling date) di negara asal
    5. Bukti permintaan pertama kali yang               merupakan tanggal prioritas (priority date) di
         menimbulkan hak prioritas dengan disertai      negara tujuan yang juga anggota salah satu
         terjemahannya dalam bahasa Indonesia           dari kedua perjanjian tersebut.
         apabila permintaan pendaftaran merek                      Permohonan dengan menggunakan
         diajukan dengan menggunakan hak                Hak Prioritas harus diajukan dalam kurun
         prioritas;                                     waktu paling lama 6 (enam) bulan terhitung
    6. Salinan peraturan penggunaan merek               sejak    tanggal    penerimaan     permohonan
         kolektif, apabila permintaan pendaftaran       pendaftaran merek yang pertama kali diterima
         merek dagang atau jasa akan digunakan          di negara lain, yang merupakan anggota Paris
         sebagai merek kolektif.                        Convention for the Protection of Industrial
              Dalam hal permohonan diajukan oleh        Property atau Agreement Establishing the
                                                                                        22
    lebih dari satu pemohon secara bersama              World Trade Organization.          Permohonan
    berhak atas merek tersebut, semua nama              dengan menggunakan hak prioritas wajib
    pemohon dicantumkan dengan memilih salah            dilengkapi dengan bukti tentang penerimaan
    satu alamat sebagai alamat mereka. Prinsip          permohonan pendaftaran merek yang pertama
    yang sama juga dikenakan dalam hal                  kali menimbulkan hak prioritas tersebut.
    permohonan itu ditandatangani oleh salah satu       Teknisnya bukti hak prioritas ini dapat berupa
    dari pemohon yang berhak atas merek tersebut        surat permohonan pendaftaran beserta tanda
    dengan melampirkan persetujuan tertulis dari        penerima permohonan tersebut yang juga
    para pemohon yang mewakilkan.                       memberikan penegasan tentang tanggal
              Pada        prinsipnya       prinsipnya   penerimaan permohonan. Dalam hal ini
    permohonan merek dapat dilakukan untuk              disampaikan berupa salinan atau fotocopy
    lebih dari satu kelas barang dan/atau jasa          surat atau tanda penerimaan tersebut diberikan
    sesuai dengan ketentuan Trade Mark Law              oleh Direktorat Jenderal apabila permohonan
    Treaty yang telah diratifikasi dengan keputusan     diajukan untuk pertama kali. Dan bukti Hak
    Presiden Nomor 17 Tahun 1997. Dalam Pasal           Prioritas tersebut harus diterjemahkan dalam
    8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun             bahasa Indonesia dilakukan oleh penerjemah
    2001 mengatur bahwa permohonan untuk 2              tersumpah.
    (dua) kelas barang atau lebih dan/atau jasa                    Dalam hal terdapat beberapa
    dapat diajukan dalam satu permohonan dan            kekurangan yang diisyaratkan tapi belum
    permohonan tersebut harus pula menyebutkan          dipenuhi dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan
    jenis barang dan/atau jasa yang termasuk            setelah     berakhirnya     hak    mengajukan
    dalam kelas barang yang dimohonkan                  permohonan        dengan       hak    prioritas,
    pendaftarannya. Dalam penjelasan Pasal 8 ini,       permohonan tersebut tetap diproses tanpa
    ditegaskan maksud dari model permohonan ini         menggunakan hak prioritas.
    untuk memudahkan pemilik merek yang akan
    menggunakan mereknya untuk beberapa                 3. Pemeriksaan Normatif (Administrative
    barang dan/atau jasa yang termasuk dalam                Examination)
    beberapa kelas yang semestinya tidak perlu                    Direktorat Jenderal akan melakukan
    direpotkan dengan prosedur administrasi yang        pemeriksaan         terhadap      kelengkapan
    mengharuskan pengajuan permohonan secara            persyaratan pendaftaran permohonan merek.
    terpisah bagi setiap kelas barang dan jasa          Dalam hal terdapat kekurangan dalam hal
    tersebut.       Dalam hal permohonan diajukan       pemenuhan persyaratan, maka Direktorat akan
    oleh pemohon yang bertempat tinggal atau            meminta agar kelengkapan persyaratan
    berkedudukan tetap di luar Wilayah Indonesia        tersebut dipenuhi dalam waktu paling lama 2
    dalam permohonan pendaftaran mereknya               (dua) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman
    wajib mendaftarkan melalui domisili hukumnya
    di Indonesia.
                                                        22
                                                          Suyud Margono dan Longginos Hadi, Op. Cit.,
                                                        hal.55


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     117
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    surat (stempel pos) permintaan untuk                ditetapkan     Direktorat     Jenderal     tanggal
    memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut.          penerimaan (filling date), selanjutnya dalam 30
    Terhadap               kekurangan-kelengkapan       (tiga puluh) terhitung sejak filling date tersebut
    persyaratan mengenai pendaftaran dengan             Direktorat     Jenderal       akan      melakukan
    hak prioritas jangka waktu pemenuhan                pemeriksaan       substantif.     Jangka     waktu
    kekurangan dokumen kelengkapan tersebut             pemeriksaan substantif tersebut paling lambat
    diberi waktu paling lama 3 (tiga) bulan terhitung   9 (sembilan) bulan.
    sejak berakhirnya jangka waktu pengajuan                       Terhadap pemeriksaan substantif
    permohonan dengan menggunakan hak                   tersebut dilaksanakan oleh pemeriksaan pada
    prioritas.                                          kantor Merek Direktorat Jenderal. Atas
               Apabila ada kelengkapan tersebut         pemeriksaan,         (Trademark         Examiner)
    tidak dapat dipenuhi dalam jangka waktu             melaporkan hasil pemeriksaan substantif
    tersebut di atas Direktorat Jenderal akan           bahwa permohonan tersebut dapat disetujui
    memberitahukan secara tertulis kepada               untuk didaftarkan atas persetujuan Direktorat
    pemohon atau kuasanya bahwa permohonan              Jenderal yang selanjutnya akan diumumkan
    dianggap telah ditarik kembali dan segala           dalam Berita Resmi Merek.
    biaya yang telah dibayarkan kepada Direktorat                  Dalam hal pemeriksaan melaporkan
    Jenderal tidak dapat ditarik kembali.               hasil     pemeriksaan        substantif     bahwa
               Apabila      seluruh      persyaratan    permohonan tidak dapat didaftarkan atau
    administrasi telah dipenuhi oleh pemohon,           ditolak atas persetujuan Direktorat Jenderal,
    terhadap permohonan tersebut diberikan              hal tersebut diberitahukan secara tertulis
    tanggal penerimaan (filling date) yang dicatat di   kepada pemohon atau kuasanya dengan
    Direktorat Jenderal. Tanggal penerimaan             menyebutkan alasannya.
    mungkin terjadi sama dengan tanggal
    pengajuan permohonan. Apabila pemenuhan             5. Pengumuman Pendaftaran Merek
    persyaratan baru terjadi pada tanggal lain                     Terhadap permintaan merek yang
    sesudah tanggal penerimaan. Terhadap                telah memenuhi kelengkapan persyaratan,
    perubahan atas permohonan merek tersebut            dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh)
    oleh undang-undang hanya diperbolehkan              hari sejak tanggal disetujuinya permohonan
    terhadap penggantian nama/alamat pemohon            merek untuk didaftarkan Direktorat Jenderal
    atau kuasanya. Selama belum mendapatkan             akan mengumumkan permohonan merek
    keputusan       dari     Direktorat     Jenderal,   tersebut dalam Berita Resmi Merek.
    permohonan dapat ditarik kembali oleh                       Pengumuman permintaan pendaftaran
    pemohon atau kuasanya. Artinya bahwa                merek tersebut berlangsung selama 3 (tiga)
    sebelum adanya keputusan dari pihak                 bulan dan dilakukan dengan :
    Direktorat Jenderal atas permohonan tersebut        a. Menempatkan dalam Berita Resmi Merek
    belum terdapat akibat hukum yang signifikan             (BRM) yang diterbitkan secara berkala
    bagi pemohon, di samping itu juga tidak                 oleh Direktorat Jenderal. Berita Resmi
    mempersulit      proses     administrasi    yang        Merek ini dapat pula dilihat di Kanwil
    menimbulkan akibat hukum tertentu jika                  Departemen Kehakiman dan HAM RI di
    pengajuan penarikan permohonan dilakukan                seluruh Indonesia;
    setelah terdapat putusan atas permohonan            b. Menempatkannya pada sarana khusus
    merek tersebut dilakukan berdasarkan surat              (papan pengumuman, mikrofilm, CD-Rom,
    kuasanya, penarikan tersebut harus dilakukan            Internet, dan media lainnya) sehingga
    berdasarkan surat kuasa khusus untuk                    mudah serta jelas dilihat oleh masyarakat
    keperluan penarikan kembali permohonan                  yang disediakan oleh Direktorat Jenderal.
    merek      tersebut.   Dengan       dilakukannya                 Tanggal mulai diumumkannya
    penarikan permohonan merek segala biaya             permohonan dicatat oleh Direktorat Jenderal
    yang telah dikeluarkan atau dibayarkan kepada       dalam     Berita    Resmi    Merek.    Maksud
    pihak Direktorat Jenderal tidak dapat ditarik       dilakukannya       pengumuman       permintaan
    kembali.                                            pendaftaran merek adalah untuk memberikan
                                                        kesempatan kepada setiap orang untuk
                                                        mengajukan keberatan secara tertulis kepada
    4. Pemeriksaan Substantif (Subtantive               Direktorat    Jenderal/Kantor    Merek     atas
       Examination)                                     permintaan       pendaftaran   merek      yang
            Setelah dipenuhi seluruh syarat             bersangkutan dengan disertai salinan dan bukti
    permohonan pendaftaran merek dan telah              yang cukup bahwa merek tersebut menurut UU


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       118
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    No.15 Tahun 2001 tidak dapat didaftar atau           dengan      pemeriksaan      substantif    adalah
    harus     ditolak.   Selama     jangka     waktu     pemeriksaan dengan cara yang dalam
    pengumuman selama 3 (tiga) bulan tersebut,           Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001
    setiap pihak dapat mengajukan keberatan              ditentukan sebagai berikut :
    secara tertulis kepada Direktorat Jenderal atas      a. Merek dapat didaftarkan dengan itikad baik
    permohonan merek tersebut dengan dipungut                pemohonan (Pasal 4 Undang-Undang
    biaya. Keberatan-keberatan tersebut dapat                Nomor 15 Tahun 2001). Ketentuan ini
    diajukan apabila terdapat alasan yang cukup              sangat      penting    sebagaimana        juga
    disertai bukti bahwa merek yang dimohonkan               ditunjukkan dalam penjelasan bahwa
    pendaftarannya tersebut adalah yang tidak                pemohon yang beritikad baik adalah
    dapat didaftarkan atau ditolak karena tidak              pemohon yang mendaftarkan mereknya
    sesuai dengan ketentuan Undang-undang                    secara layak dan jujur tanpa ada niat
    Nomor 15 Tahun 2001.                                     apapun untuk meniru, membonceng,
                 Kemudian Kantor Merek/Direktorat            menjiplak reputasi merek orang lain demi
    Jenderal paling lama 14 (empat belas) hari               kepentingan         usahanya.       Tindakan
    terhitung sejak tanggal penerimaan keberatan             pendaftaran seperti ini diduga dapat
    akan mengirimkan salinan surat berisikan                 merugikan pihak lain yang memiliki merek
    keberatan tersebut kepada pemohon atau                   tersebut atau menyesatkan konsumen atau
    kuasanya yang mengajukan permintaan                      menimbulkan kondisi persingan tidak
    pendaftaran.        Pemohon          permintaan          sehat. Dalam kaitan ini itikad tidak baik
    pendaftaran merek atau kuasanya berhak                   terlebih karena adanya unsur kesengajaan
    mengajukan       sanggahan     secara     tertulis       dalam meniru merek yang sudah dikenal
    terhadapa keberatan kepada Direktorat                    atau diketahui tersebut.
    Jenderal dalam waktu paling lama 2 (dua)             b. Pemeriksaan mengenai merek yang
    bulan terhitung sejak tanggal penerimaan                 dimintakan pendaftaran apakah termasuk
    salinan surat keberatan tersebut. Selanjutnya            merek yang dapat didaftarkan atau tidak.
    kantor Merek menggunakan keberatan dan                   Merek       tidak     dapat     dimohonkan
    sanggahan tersebut sebagai bahan dalam                   pendaftarannya       karena    mengandung
    pemeriksaan terhadap permintaan pendaftaran              unsur-unsur,      sebagimana       ditentukan
    merek, apakah merek tersebut ditolak atau                dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 15
    didaftarkan dalam Daftar Umum Merek.                     Tahun 2001, antara lain :
                 Dalam      hal   tidak     terdapat     1)                Bertentangan            dengan
    sanggahan atau keberatan pada masa                       peraturan      perundang-undangan        yang
    pengumuman dalam waktu 3 (tiga) bulan                    berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau
    tersebut Direktorat Jenderal akan menerbitkan            ketertiban umum;
    dan memberikan sertifikat merek kepada               2)                Tidak memiliki daya pembeda
    pemohon atau kuasanya dalam waktu paling                 (dictinctiveness)
    lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak            3)                Telah menjadi milik umum
    tanggal       berakhirnya    jangka        waktu         (publik domain);
    pengumuman.                                          4)                Merupakan keterangan atau
                                                             berkaitan dengan barang atau jasa yang
                                                             dimohonkan pendaftarannya.
    D. Merek Ditolak dan Merek Didaftar                  c. Pemeriksaan Merek yang dimohonkan
                                                             pendaftaran         apakah       mempunyai
    1. Merek Ditolak                                         persamaan pada pokoknya maupun pada
              Dalam pemeriksa melaporkan hasil               keseluruhannya dengan merek orang lain
    pemeriksaan substantif bahwa permohonan                  yang sudah didaftarkan lebih dulu untuk
    tidak dapat didaftarkan atau ditolak atas                barang dan/atau jasa yang sejenis (Pasal 6
    persetujuan Direktur Jenderal, hal tersebut              ayat (1) butir a Undang-Undang Nomor 15
    diberitahukan secara tertulis pada pemohon               Tahun 2001)
    atau kuasanya dengan menyebut alasannya.             d. Pemeriksaan merek yang dimohonkan
              Terhadap permintaan pendaftaran                pendaftaran         apakah       mempunyai
    merek yang sudah memenuhi kelengkapan                    persamaan pada pokoknya maupun pada
    persyaratan dan dalam jangka waktu paling                keseluruhannya dengan merek yang sudah
    lama 30 (tiga puluh) hari maka Kantor                    terkenal (well—known trademark) pihak
    Merek/Direktorat Jenderal akan melakukan                 lain    untuk     barang    dan/atau      jasa
    pemeriksaan substantif. Yang dimaksud                    sejenisnya;


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                        119
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    e. Pemeriksaan merek yang dimohonkan                persetujuan Direktur Jenderal yang selanjutnya
       pendaftaran       apakah        mempunyai        akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.
       persamaan pada pokoknya maupun pada                         Dalam hal pemeriksa melaporkan
       keseluruhannya dengan indikasi- geografis        hasil     pemeriksaan       substantif    bahwa
       yang sudah dikenal;                              permohonan tidak dapat didaftarkan atau
    f. Pemeriksaan merek yang dimohonkan                ditolak atas persetujuan Direktur Jenderal, hal
       pendaftaran       apakah        mempunyai        tersebut diberitahukan secara tertulis kepada
       persamaan pada pokoknya maupun                   pemohon atau kuasanya dengan menyebutkan
       keseluruhannya dengan merek yang sudah           alasannya.     Dalam      hal    ini   Direktorat
       terkenal (well—known trademark) pihak            Jenderal/Kantor Merek berkesimpulan bahwa
       lain untuk barang dan/atau jasa yang tidak       permohonan pendaftaran ditolak karena salah
       sejenis yang telah memenuhi persyaratan          satu alasan sebagaimana yang dimaksud
       tertentu yang akan ditetapkan lebih lanjut       dalam Pasal 4,5, dan Pasal 6.
       dengan Peraturan Pemerintah;                                Merek-merek         yang       ditolak
    g. Pemeriksaan merek yang telah dimintakan          pendaftarannya, baik dengan alasan Pasal 4, 5
       pendaftarannya apakah milik orang lain           maupun Pasal 6, pemohon atau kuasanya
       berdasarkan surat keberatan atau oposisi         dapat mengajukan keberatan atau tanggapan
       yang diajukan oleh pemilik merek selama          dengan menyebutkan alasannya dalam jangka
       masa pengumuman (adanya oposisi pihak            waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung
       lain). Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang           sejak tanggal penerimaan surat pemberitahuan
       Nomor 19 Tahun 1992. Dalam Pasal 6               penolakan pendaftaran merek tersebut.
       ayat (3) Undang-Undang Nomor 15 Tahun            Apabila dalam jangka waktu tersebut pemohon
       2001 : “Permohonan pendaftaran merek             atau kuasanya tidak menyampaikan keberatan
       juga harus ditolak oleh Direktorat Jenderal      atau     tanggapan,      Direktorat     Jenderal
       Cq. Kantor Merek,”apabila merek tersebut :       menetapkan           keputusan         penolakan
       1) Merupakan tiruan atau menyerupai              permohonan tersebut.
            orang terkenal, foto, dan nama badan                   Keputusan     terhadap      penolakan
            hukum yang dimiliki orang lain, kecuali     keberatan atau tanggapan             atas hasil
            atas persetujuan tertulis dari yang         pemeriksaan substantif diberitahukan secara
            berhak;                                     tertulis kepada pemohon atau kuasanya
       2) Merupakan tiruan atau menyerupai              dengan disebutkan alasannya. Terhadap
            nama atau singkatan nama, bendera           putusan penolakan tersebut, segala biaya yang
            lambang atau simbol atau emblem,            telah dibayarkan kepada Direktorat Jenderal
            dari negara atau lembaga nasional           tidak dapat ditarik kembali.
            maupun lembaga internasional, kecuali
            atas persetujuan tertulis dari pihak        2. Pemeriksaan Kembali
            berwenang;                                             Dalam hal terjadi pada masa atau
       3) Merupakan tiruan atau menyerupai              jangka waktu pengumuman terdapat keberatan
            tanda atau cap atau stempel resmi           dan/atau sanggahan terhadap merek tersebut,
            yang digunakan oleh negara atau             Direktorat Jenderal menggunakan keberatan
            lembaga pemerintah, kecuali atas            dan/atau sanggahan tersebut sebagai bahan
            persetujuan    tertulis   dari    yang      pertimbangan dalam proses pemeriksaan
            berwenang.                                  kembali terhadap permohonan yang telah
                                                        selesai diumumkan. Selanjutnya Direktorat
                Kantor Merek dalam melakukan            akan memberitahukan secara tertulis kepada
    pemeriksaan       substantif tersebut  harus        pihak yang mengajukan keberatan mengenai
    menyelesaikannya dalam waktu paling lama 9          hasil pemeriksaan kembali tersebut.
    (sembilan) bulan sejak tanggal penerimaan                      Dalam    hal    pemeriksa      dalam
    (filling date).       Sebagaimana       telah       pemeriksaan kembali tersebut melaporkan
    penulis uraikan di atas bahwa terhadap              hasil pemeriksaannya bahwa keberatan tidak
    pemeriksaan substantif tersebut dilaksanakan        dapat diterima, maka atas persetujuan Direktur
    oleh pemeriksa pada Kantor Merek Direktorat         Jenderal, permohonan dinyatakan dapat
    Jenderal. Atas hasil pemeriksaan, pemeriksa         disetujui untuk didaftar sebagai merek dalam
    (Trademark Examiner) melaporkan hasil               Daftar Umum Merek. Direktorat Jenderal akan
    pemeriksaan substantif bahwa permohonan             menerbitkan dan memberikan Sertifikat Merek
    tersebut dapat disetujui untuk didaftar atas        kepada pemohon atau kuasanya dalam waktu
                                                        paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      120
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    tanggal permohonan tersebut disetujui untuk          h) Hasil       pemeriksaan        merek      yang
    didaftarkan dalam Daftar Umum Merek.                     dimohonkan          pendaftaran       apakah
               Apabila pemeriksa melaporkan hasil            mempunyai persamaan pada pokoknya
    pemeriksaan        kembali     tersebut     bahwa        maupun keseluruhannya dengan merek
    keberatan dapat diterima, Direktorat Jenderal            yang      sudah     terkenal    (well—known
    memberitahukan secara tertulis kepada                    trademark) pihak lain untuk barang
    pemohon bahwa permohonan tidak dapat                     dan/atau jasa yang tidak sejenis yang telah
    didaftarkan atau ditolak. Terhadap peristiwa ini,        memenuhi persyaratan tertentu;
    pemohon atau kuasanya dapat mengajukan               i) Dalam permohonan pendaftaran merek
    upaya Banding kepada Komisi Banding                      ditolak oleh Direktorat Jenderal Merek
           23
    Merek.                                                   tersebut merupakan atau menyerupai
               Pemohonan banding dapat diajukan              orang terkenal, foto, dan nama badan
    terhadap      penolakan      permohonan       dari       hukum yang dimiliki orang lain, kecuali
    Direktorat Jenderal HAKI, yang berkaitan                 atas persetujuan tertulis dari yang berhak,
    dengan alasan dan dasar pertimbangan                     merupakan tiruan atau menyerupai nama,
    mengenai hal-hal yang bersifat substantif,               bendera lembaga atau simbol atau
    antara lain : pertimbangan mengenai                      emblem, dari negara atau lembaga
    permohonan dilakukan dengan tidak itikad baik            nasional maupun internasional, kecuali
    :                                                        atas persetujuan tertulis dari yang
    a) Pertimbangan pemeriksa bertentangan                   berwenang
        dengan peraturan perundang-undangan                         Permohonan banding ini hanya
        yang       berlaku,      moralitas    agama,     terbatas pada alasan atau pertimbangan dasar
        kesusilaan, atau ketertiban umum;                penolakan permohonan merek yang bersifat
    b) Tidak         memiliki     daya       pembeda     substantif, dengan kata lain banding disini tidak
        (dictinctiveness);                               dapat diminta karena alasan lain selain alasan
    c) Telah menjadi milik umum (publik domain);         hasil substantif.
    d) Permohonan             hanya        merupakan                Permohonan       banding     ditujukan
        keterangan atau berkaitan dengan barang          secara tertulis dengan menguraikan secara
        atau        jasa       yang       dimohonkan     lengkap keberatan serta alasan terhadap
        pendaftarannya.                                  penolakan       permohonan       sebagai     hasil
    e) Atas        pemeriksaan        merek      yang    pemeriksaan substantif oleh kuasanya kepada
        dimohonkan          pendaftaran        apakah    Komis Banding Merek dengan tembusan yang
        mempunyai persamaan pada pokoknya                disampaikan kepada Direktorat Jenderal.
        maupun pada keseluruhannya dengan                Alasan berupa penjelasan, bukti yang
        merek orang lain yang sudah didaftarkan          merupakan pedalaman atas permohonan
        lebih dulu untuk barang dan/atau jasa yang       banding dan bukan merupakan bukti atau
        sejenis;                                         penjelasan yang merupakan alat pelengkap
    f) Atas        pemeriksaan        merek      yang    pada seharusnya disampaikan pada saat
        dimohonkan          pendaftaran        apakah    permohonan tahap awal.
        mempunyai persamaan pada pokoknya                           Permohonan        banding     diajukan
        maupun pada keseluruhannya dengan                dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan
        merek yang sudah terkenal (well—known            terhitung     sejak    tanggal    pemberitahuan
        trademark) pihak lain untuk barang               penolakan permohonan. Jika dalam jangka
        dan/atau jasa sejenisnya;                        waktu tersebut tidak terdapat upaya banding
    g) Dalam         pemeriksaan       merek     yang    yang pemohon mereknya ditolak pihak
        dimohonkan          pendaftaran        apakah    Direktorat     Jenderal,     maka     penolakan
        mempunyai persamaan pada pokoknya                permohonan pendaftaran Merek tersebut
        maupun pada keseluruhannya dengan                dianggap diterima oleh pemohon, dan
        indikasi- geografis yang sudah dikenal;          selanjutnya Direktorat Jenderal akan mencatat
                                                         dan mengumumkan penolakn tersebut.
                                                                    Terhitung sejak tanggal penerimaan
    23
         Komisi Banding Merek adalah badan yang secara   permohonan banding, komisi banding merek
         khusus untuk memeriksa permohonan banding       harus memberikan keputusan jangka waktu
         atas penolakan permohonan merek oleh Kantor     paling lama 3 (tiga) bulan. Apabila komisi
         Direktorat Jenderal HAKI yang berada di         banding merek mengabulkan permohonan
         lingkungan Departemen yang membidangi hak       banding      tersebut,     Direktorat    Jenderal
         kekayaan intelektual.                           melaksanakan pengumuman paling lama 10


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                        121
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    (sepuluh) hari terhitung sejak dikabulkannya                    Merek       terdaftar      mendapat
    permohonan     banding,     kecuali terhadap        perlindungan hukum berjangka waktu 10
    permohonan yang telah diumumkan dalam               (sepuluh) tahun dan berlaku surut sejak
    Berita Resmi Merek.                                 tanggal penerimaan permohonan (filling date)
              Apabila komisi banding merek              pendaftaran merek yang bersangkutan dan
    menolak permohonan banding, pemohon atau            jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.
    kuasa banding merek tersebut kepada                            Dalam sertifikat merek berisi, antara
    Pengadilan Niaga menguatkan keputusan                        lain :
    komisi banding merek atau menolak keputusan         a. Nama dan alamat lengkap pemilik merek
    komisi banding merek (sebagian dan                       yang terdaftar;
    seluruhnya) dan memberikan keputusan                b. Nama dan alamat lengkap kuasa (dalam
    sendiri yang pada pokoknya pemohon merasa                hal permohonan diajukan melalui kuasa);
    keberatan atas putusan Pengadilan Niaga             c. Tanggal         pengajuan      dan    tanggal
    tersebut, maka pemohon atau kuasanya dapat               penerimaan;
    melakukan upaya hukum kasasi.                       d. Nama negara dan tanggal permohonan
              Mengingat      putusan     Direktorat          yang pertama kali apabila permohonan
    Jenderal     HAKI      terhadap     penolakan            tersebut diajukan dengan menggunakan
    permohonan pendaftaran merek dan komisi                  hak prioritas;
    banding merek merupakan keputusan Pejabat           e. Etiket       merek    yang     (   termaksud
    Tata Usaha Negara (keputusan Pejabat TUN),               keterangannya, terjemahannya          dalam
    dalam praktek penyelesaian sengketa ini                  bahasa Indonesia bila huruf atau bahasa
    kebiasaan-kebiasaan serta praktek hukum                  yang digunakan bukan bahasa Indonesia);
    acara     sepanjang     keputusan     tersebut      f. Nomor dan tanggal pendaftaran;
    memenuhi alasan Pasal 53 ayat (2) Undang-           g. Kelas dan jenis barang dan/atau jasa yang
    Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang                        mereknya di daftar;
    Peradilan Tata Usaha Negara, pihak yang             h. Jangka waktu berlakunya pendaftaran
    dirugikan kepentingannya dapat mengajukan                merek.
    gugatan kepada Pengadilan Tinggi Usaha
    Negara.                                             E. Perpanjangan Jangka Waktu Per-
                                                            lindungan
    3. Merek Didaftar                                             Atas permohonan pemilik merek
                 Terhadap pemeriksaan substantif        terdaftar atau kuasanya kepada Direktorat
    tersebut dilaksanakan oleh pemeriksa pada           Jenderal, jangka waktu perlindungan merek
    Kantor Merek Direktorat Jenderal. Atas hasil        tersebut dapat diperpanjang untuk jangka
    pemeriksaan,          pemeriksa    (Trademark       waktu yang sama, yaitu 10 (sepuluh) tahun.
    Examiner) melaporkan hasil pemeriksaan              Tenggang      waktu       untuk     mengajukan
    substantif bahwa permohonan tersebut dapat          permintaan perpanjangan pendaftaran merek
    disetujui untuk didaftarkan atas persetujuan        tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan belum
    Direktur Jenderal yang selanjutnya akan             berakhirnya jangka waktu perlindungan merek
    diumumkan dalam Daftar Umum Merek dalam             tersebut.
    waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak                    Permintaan              perpanjangan
    berakhirnya jangka waktu pengumuman.                pendaftaran merek dilakukan dengan mengisi
                 Terhadap permintaan pendaftaran        formulir      permohonan          perpanjangan
    merek yang sudah memenuhi kelengkapan               pendaftaran merek dengan disertai penyertaan
    persyaratan        pendaftaran    dan     tidak     dari pemilik merek, bahwa merek yang
    bertentangan dengan Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6       bersangkutan adalah pemilik hak atau
    Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001, kantor           pemegang hak merek terdaftar masih
    merek akan mendaftarkan merek tersebut              menggunakan barang atau jasa sebagaimana
    dalam daftar umum merek. Direktorat Jenderal        disebut dalam sertifikat merek, barang dan jasa
    dalam waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari      tersebut     masih       diproduksikan      dan
    terhitung sejak didaftarkan dalam Daftar Umum       diperdagangkan.
    Merek akan menerbitkan dan memberikan                         Permohonan perpanjangan merek
    sertifikat merek kepada pemohon atau                terdaftar dapat ditolak oleh Kantor Direktorat
    kuasanya. Akibat hukum dari sertifikat merek        Jenderal apabila, sebagai berikut :
    sebagai bukti kepemilikan hak atau sebagai          1. Merek atas barang dan/atau jasa
    pemegang merek yang sah diseluruh wilayah               sebagaimana disebut dalam sertifikat
    teritorial Indonesia.


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     122
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


         merek sudah tidak digunakan, tidak             permohonan pihak ketiga yang berkepentingan
         diproduksikan dan tidak diperdagangkan;        atas merek terdaftar tersebut.
    2. Apabila merek tersebut mempunyai
         persamaan      pada     pokoknya     atau      a. Penghapusan Atas Prakarsa Direktorat
         keseluruhannya dengan merek terkenal                Jenderal
         (well—known trademark) milik orang lain.                  Alasan     Direktorat    melakukan
               Penolakan perpanjangan merek             penghapusan pendaftaran merek, adalah :
    terdaftar diberitahukan secara tertulis kepada      Merek tidak digunakan berturut-turut selama
    pemilik merek atau kuasanya dengan                  tiga tahun atau lebih dalam perdagangan dan
    menyebutkan alasannya. Pemohon atau                 atau jasa sejak tanggal pendaftaran atau
    kuasanya dapat mengajukan keberatan                 pemakaian berakhir, kecuali apabila ada
    terhadap putusan penolakan perpanjangan             alasan yang dapat diterima oleh Direktorat
    merek terdaftar pada Pengadilan Niaga.              Jenderal. Alasan tersebut antara lain, sebagai
    Terhadap Putusan Pengadilan Niaga dapat             berikut :
    diajukan upaya hukum kasasi. Permohonan             1)Larangan impor;
    perpanjangan yang disetujui perpanjangannya         2)Larangan yang berkaitan dengan izin bagi
    oleh Direktorat Jenderal diberitahukan secara          peredaran barang yang menggunakan merek
    tertulis kepada pemohon atau kuasanya dan              yang bersangkutan atau keputusan dari
    perpanjangan jangka waktu tersebut dicatat             pihak yang berwenang yang bersifat
    dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan                  sementara; atau;
    dalam Berita Resmi Merek.                           3)Larangan serupa lainnya;
               Atas perubahan nama dan/atau             4)Merek digunakan untuk jenis barang atau
    alamat pemilik merek terdaftar harus diajukan          jasa yang tidak sesuai dengan jenis barang
    permohonan kepada Direktorat Jenderal.                 atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya,
    Pencatatan perubahan nama dan/atau alamat              termasuk pemakaian merek yang tidak
    pemilik merek terdaftar dikenai biaya                  sesuai dengan merek yang terdaftar.
    pencatatan untuk dicatat dalam Daftar Umum                         Penghapusan merek terdaftar
    Merek dengan disertai salinan yang sah              selanjutnya dicatat dalam Daftar Umum Merek
    mengenai bukti pencatatan yang untuk                dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.
    selanjutnya diumumkan dalam Berita Resmi            Keberatan dapat diajukan kepada Pengadilan
    Merek.                                              Niaga      untuk     memberikan     keputusan
                                                        penghapusan pendaftaran merek oleh pihak
                                                        Direktorat Jenderal.
    F. Penghapusan           dan       Pembatalan
    Pendaftaran                                         b. Penghapusan Oleh Pemilik dan/atau
                                                             Kuasa
    1. Penghapusan Merek Terdaftar                               Penghapusan     pendaftaran   merek
                Penghapusan       dan    pembatalan     dapat dilakukan oleh pemilik merek atau
    merek terdaftar pada hakekatnya sama yaitu          kuasanya kepada Direktorat Jenderal, baik
    untuk mencoret merek terdaftar tersebut dalam       untuk sebagian atau seluruh jenis barang
    Daftar Umum Merek. Perbedaan penghapusan            dan/atau     jasa.  Terhadap      permohonan
    dan pembatalan merek terdaftar terletak pada        penghapusan ini, apabila merek yang
    alasan yang harus dikemukakan agar merek            bersangkutan masih terikat dalam perjanjian
    terdaftar tersebut dapat dinyatakan hapus atau      lisensi, penghapusan hanya dapat dilakukan
    dinyatakan        batal    dan     penghapusan      apabila hal tersebut disetujui secara tertulis
    pendaftaran merek tersebut mengakibatkan            oleh penerima lisensi, kecuali telah terdapat
    berakhirnya perlindungan hukum atas                 kesepakatan tertulis dalam perjanjian lisensi
    merek yang bersangkutan.                            dari     penerima    lisensi.   Penghapusan
                Undang-undang tentang Merek ( UU        pendaftaran merek dicatat dalam Daftar Umum
    No.15 Tahun 2001), menganut sistem                  Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi
    konstitutif   masih     memungkinkan      merek     Merek.
    terdaftar     dinyatakan     dihapus    maupun
    dinyatakan batal. Adapun pihak-pihak yang           c. Penghapusan       Karena      Putusan
    dapat mengajukan penghapusan pendaftaran               Pengadilan
    merek terdaftar, yaitu : atas prakarsa Direktorat          Penghapusan   pendaftaran   merek
    Jenderal; pemohonan pemilik merek dan/atau          dapat dilakukan oleh pemilik merek atau
    kuasanya;        putusan     pengadilan     atas    kuasanya kepada Direktorat Jenderal, baik


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                    123
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    untuk sebagian atau seluruh jenis barang            a)Pihak yang berkepentingan atas merek
    dan/atau      jasa.  Terhadap      permohonan         tersebut (Jaksa, lembaga bidang konsumen,
    penghapusan ini, apabila yang menjadi alasan          lembaga bidang keagamaan).
    penghapusan pendaftaran merek oleh Pihak            b)Pemilik merek yang tidak terdaftar, setelah
    Ketiga melakukan gugatan. Penghapusan                 mengajukan permohonan kepada pihak
    merek terdaftar tersebut, yaitu apabila : merek       Direktorat Jenderal.
    tidak digunakan berturut-turut selama 3 (tiga)                 Ketegasan dalam Undang-Undang
    tahun atau lebih dalam perdagangan barang           Nomor 15 Tahun 2001 ini terdapat
    dan/atau jasa sejak tanggal pendaftaran atau        kewenangan mengadili pembatalan merek
    pemakaian terakhir, kecuali apabila ada alasan      kepada Pengadilan Niaga ini dimaksud untuk
    yang dapat diterima oleh Direktorat Jenderal.       memberikan kemudahan pelayanan hukum
    Alasan tersebut antara lain :                       kepada pencari keadilan di bidang Hak
    1)Larangan impor;                                   Kekayaan Intelektual khususnya bidang merek.
    2)Larangan yang berkaitan dengan izin bagi                     Tenggang waktu untuk mengajukan
       peredaran barang yang menggunakan merek          gugatan pembatalan merek terdaftar dalam
       yang bersangkutan atau keputusan dari            Undang-Undang        Merek     (Undang-Undang
       pihak yang berwenang yang bersifat               Nomor 15 Tahun 2001), seperti juga dianut
       sementara; atau;                                 dalam Undang-Undang Merek lama, yang
    3)Larangan serupa lainnya;                          diatur secara bervariasi tergantung dari merek
    4)Merek digunakan untuk jenis barang atau           yang dituntut pembatalannya yaitu :
       jasa yang tidak sesuai dengan jenis barang       a)Tanpa Batas Waktu
       atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya,          Gugatan pembatalan merek tanpa batas
       termasuk pemakaian merek yang tidak                waktu     apabila    merek     yang   dituntut
       sesuai dengan merek yang terdaftar.                pembatalannya seharusnya tidak dapat
             Terdapat putusan Pengadilan Niaga            didaftarkan, yaitu merek yang bertentangan
    tersebut dapat diajukan upaya kasasi. Isi             dengan kesusilaan dan ketertiban umum.
    putusan yang telah mempunyai kekuatan                 Termasuk pula pengertian unsur-unsur yang
    hukum tetap (hal mana putusan berkekuatan             bertentangan dengan ketertiban umum.
    hukum tetap tersebut diperoleh melalui              b)Dalam Jangka Waktu 5 (lima) Tahun
    putusan kasasi).                                      Gugatan pembatalan merek harus diajukan
             Isi putusan segera disampaikan oleh          dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak
    Panitera Pengadilan yang bersangkutan                 tanggal pendaftaran merek tersebut.
    kepada pihak Direktorat Jenderal setelah                       Selanjutnya perlu diketahui pula
    tanggal putusan diucapkan. Selanjutnya pihak        bahwa gugatan pembatalan dapat diajukan
    Direktorat        Jenderal       melaksanakan       oleh pemilik merek yang tidak terdaftar dalam
    penghapusan merek dari Daftar Umum Merek            Daftar Umum Merek. Ketentuan ini sebenarnya
    dengan memberikan catatan tentang alasan            bertentangan dengan konsepsi perlindungan
    dan tanggal penghapusan dan mengumumkan             merek dengan sistem konstitutif, yaitu hak atas
    dalam Berita Resmi Merek.                           merek diberikan kepada pemilik merek
             Penghapusan      pendaftaran     merek     terdaftar.
    tersebut diberitahukan secara tertulis kepada                  Adanya keterikatan Indonesia dalam
    pemilik merek atau kuasanya dengan                  beberapa perjanjian perdagangan internasional
    menyebutkan alasan; penghapusan dan                 bidang HAKI terutama TRIPs Agreement harus
    penegasan bahwa sejak tanggal pencoretan            ada     penyesuaian     perlindungan    dengan
    dari Daftar Umum Merek, Sertifikat Merek yang       Undang-Undang Merek Nasional salah satunya
    dipegangnya tersebut sudaj tidak berlaku lagi.      adalah perlindungan merek terkenal (well—
                                                        known trademark). Perlindungan merek
    2. Pembatalan Merek                                 terkenal dalam kaitan dengan pasal ini adalah
            Pembatalan        dan        pencoretan     adanya kesempatan atau upaya hukum bagi
    pendaftaran merek memberikan akibat hukum,          siapa saja atau pihak lain yang berkepentingan
    yaitu berakhirnya perlindungan hukum atas           terhadap merek atau sebagai pemilik merek
    merek tersebut. Pengajuan pembatalan Merek          tersebut, walaupun merek miliknya itu belum
    dapat dilakukan dengan mengajukan gugatan           terdaftar dalam Kantor Direktorat Jenderal
    kepada Pengadilan Niaga, (dalam hal gugatan         yang memberikan hak eksklusif pada juridiksi
    atau tergugat bertempat tinggal di luar wilayah     hukum Indonesia.
    Republik Indonesia, gugatan diajukan kepada                    Pengecualian dari prinsip di atas,
    Pengadilan Niaga di Jakarta), oleh :                yaitu bahwasannya pemilik merek terkenal


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     124
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    tidak terdaftar dapat mengajukan gugatan            1) Penerapan UU No.19 Tahun 1992
    pembatalan merek terdaftar, asal saja                    (Kasus Sengketa Merek Dagang Dalam
    penggugat terlebih dahulu telah mengajukan               Perkara Pidana)
    permohonan pendaftaran mereknya pada                            Dalam        upaya       pelaksanaan
    kantor Merek Cq. Direktorat Jenderal, dalam         penegakan       hukum      di    bidang   merek,
    praktek     sebelumnya    (dalam    ketentuan       penyelesaian           dan        penanganannya
    Undang-Undang Merek Lama), permohonan               memerlukan penegakan hukum yang dilakukan
    pendaftaran merek tersebut baru diproses oleh       oleh mereka yang mengerti dan memahami
    kantor merek setelah gugatan pembatalan             tentang hak milik intelektual, mengingat sampai
    memperoleh keputusan hukum yang telah               sekarang       sangat     banyak     kasus-kasus
    berkekuatan hukum tetap.                            pelanggaran hak atas merek. Pembahasan ini
              Terhadap putusan Pengadilan Niaga         lebih dititikberatkan pada pembahasan proses
    atas gugatan pembatalan merek terdaftar,            penanganan kasus-kasus di bidang merek.
    hanya dapat diajukan upaya kasasi. Setelah          Maraknya kasus pelanggaran hak atas merek,
    putusan oleh Pengadilan telah mempunyai             karena timbulnya persaingan yang merupakan
    kekuatan hukum tetap, segera disampaikan            suatu bagian dari perilaku ekonomi yang tidak
    oleh Panitera yang bersangkutan kepada              dapat terpisahkan dari kehidupan komersial,
    Direktorat Jenderal setelah tanggal putusan         para pelaku dalam persaingan di bidang
    diucapkan.                                          pemakaian        atau     penggunaan      merek.
              Pembatalan     pendaftaran   merek        Pengusaha biasanya berusaha mencegah
    tersebut dilakukan oleh Kantor Direktorat           orang lain menggunakan merek mereka karena
    Jenderal dengan mencoret merek yang                 dengan menggunakan merek, para pedagang
    bersangkutan dari daftar umum merek dengan          memperoleh reputasi baik dan kepercayaan
    memberi catatan tentang alasan dan tanggal          dari konsumen serta dapat membangun
    pembatalan merek tersebut.                          hubungan antara reputasi tersebut dengan
              Direktorat Jenderal melaksanakan          merek yang telah digunakan perusahaan
    pembatalan merek yang bersangkutan dari             secara reguler. Semua hal tersebut tentunya
    daftar umum merek dan mengumumkannya                membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan
    dalam berita acara resmi merek setelah              uang. Hak atas merek adalah hak khusus yang
    putusan lembaga peradilan telah diterima            telah diberikan pemerintah kepada mereka
    sebagai putusan yang mempunyai kekuatan             untuk menggunakan merek tersebut atau
    hukum tetap.                                        memberi izin untuk menggunakannya kepada
              Pembatalan merek terdaftar tersebut       orang lain. Berbeda dengan hak cipta, merek
    selanjutnya diberitahukan secara tertulis           harus didaftarkan terlebih dahulu di dalam
    kepada pemilik merek atau kuasanya dengan           daftar umum merek. Merek sangat penting di
    menyebutkan       alasan   pembatalan     dan       dalam dunia periklanan dan pemasaran,
    penegasan bahwa sejak tanggal pencoretan            karena publik sering mengaitkan suatu image,
    dari daftar umum merek, dan sertifikat merek        kualitas atau reputasi barang dan jasa dengan
    yang bersangkutan dinyatakan tidak berlaku          merek tertentu. Terjadinya pelanggaran hak
    lagi. Pencoretan pendaftaran suatu merek dari       atas merek secara konkrit apabila dilakukan
    daftar umum merek, selanjutnya diumumkan            dengan cara meniru atau dengan itikad tidak
    dalam berita resmi merek.                           baik, menjiplak merek orang lain demi
                                                        keuntungan diri sendiri dan merugikan pihak
                                                        lain.
    A. Prinsip Perlindungan Hukum Merek                             Berikut ini penulis akan memaparkan
         terhadap Pemilik Merek Dagang                  beberapa kasus sengketa merek. Sengketa
         Dilihat dari : Jenis Perlindungan              Merek Dagang COMMAL dan COMAL antar
         Hukum, Bobot Perlindungan Hukum                Eddie Purwanto dengan Tangkas Marwoto
         dan Cara Perlindungan Hukum                    Salim.
               Untuk        membahas          prinsip
    perlindungan hukum merek pemilik merek              KASUS POSISI :
    dagang dilihat dari : jenis perlindungan hukum,     Eddie Purwanto, pengusaha di kota
    bobot     perlindungan     hukum     dan    cara     Semarang melakukan usaha menjual spiritus
    perlindungan hukum, akan penulis kaji dari           yang berasal dari sumbernya : COMAL.
    penerapan ketiga UU merek.                          Eddie melakukan pengepakna/kemasan
                                                         (packing) spiritus tersebut dalam kantong-
                                                         kantong plastik yang berisi satu liter spiritus.


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      125
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    Usaha pengepakan spiritus dalam kantong-               tentang merek COMAL yang dimiliki oleh UD.
      kantong plastik tersebut dimulai semenjak             COMAL SENTOSA yang dinilai merugikan
      tahun 1984 dengan memakai merek dagang                Eddie, karena merek COMAL tersebut ada
      “COMMAL”terdaftar No.85327 yang berlaku               persamaan       dengan    merek    COMMAL
      selama 10 tahun sejak 14 September 1984               miliknya Eddie Purwanto.
      sampai dengan 14 September 1994 yang                 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam
      kemudian diperpanjang dengan No.338616                putusannya No.130/pdt.G/1997 tanggal 16
      sertifikat A.0938 tanggal 10 Oktober oleh             Juni 1998 menyatakan bahwa Eddie
      Direktorat Merek Departemen Kehakiman RI.             Purwanto adalah pemilik satu-satunya dari
    Ciri “merek dagang”spiritus yang dijual Eddie          merek dagang COMMAL Reg. No.185327
      No.85327 tersebut sebagai berikut :                   untuk barang spiritus dalam kemasan plastik.
                      Tiap kemasan spiritus berisi         Putusan ini masih dalam pemeriksaan kasasi
      satu liter;                                           di Mahkamah Agung dengan No.110
                      Tiap kemasan kantong plastik         K/pdt/1999.
      dibungkus lagi dengan kantong plastik                Di samping mengajukan gugat perdata, pada
      luarnya tercantum merek “COMMAL”ada                   tahun 1996, Eddie melaporkan pula
      pegangan berbentuk hati warna biru dengan             kepolisian tentang adanya peniruan merek
      tulisan merek COMMAL No.185327.                       COMMAL yang dilakukan oleh Tangkas
    Logo bersegi empat dengan lambang merah                 Marwoto tersebut.
      putih dan ditengah ada garis dasar merah             Kejaksaan Negeri Semarang mengajukan
      dan putih bertuliskan COMMAL dengan kata-             Tangkas       Marwoto     Salimin,  sebagai
      kata : “Pilihlah selalu spiritus Asli 94 persen”.     Terdakwa di Pengadilan Negeri Semarang
    Di kota Semarang, tahun 1996 berdiri toko              dengan Surat Dakwaan dimana terdakwa
      “U.D. COMAL SENTOSA”, miliknya Tangkas                tersebut di dakwa melakukan Tindak Pidana
      Marwoto Salimin, dengan izin usaha dari               ex Pasal 82 UU No.19 Tahun 1992 tentang
      kantor Perindustrian dan Perdagangan Jawa             Merek yaitu; dengan sengaja dan tanpa hak
      Tengah         tanggal      18      Juli     1996     menggunakan merek COMAL pada kemasan
      No.01/II.01/PMG/G/VII/1996, atas nama                 spiritus hasil produksinya, yang sama pada
      pemiliknya Tangkas Marwoto Salimin.                   pokoknya dengan merek terdaftar COMMAL
    “U.D. COMAL SENTOSA”, ini melakukan                    pada kemasan spiritus miliknya Eddie
      usaha       pengepakan/kemasan           (packing)    Purwanto.
      spiritus dan menjual spiritus dan menjual            Kemasan spiritus dalam plastik yang
      spiritus tersebut yang diperoleh dari sumber          diproduksi oleh terdakwa, Tangkas Marwoto
      COMAL.                                                dengan       Merek      COMAL—HC.015777
    Mulyono, mendaftarkan ciptaannya logo                  mempunyai persamaan pada pokoknya
      “COMAL”pada          Direktorat     Hak      Cipta    dengan kemasan spiritus yang diproduksi
      Departemen         Kehakiman       RI,     dengan     oleh Eddie Purwanto merek COMMAL-
      memperoleh No.015777 tanggal 20 Maret                 terdaftar pada Direktorat Hak Cipta dan
      1996 tambahan Berita Negara tanggal 30                Merek Departemen Kehakiman RI dengan
      April 1996 No.35.                                     No.185327 tanggal 14 September 1984
    Mulyono         memberi        izin    UD.COMAL        diperpanjang izinnya 10 tahun sampai 14
      SENTOSA          (Tangkas       Marwoto)     untuk    September 1994.
      memakai logo COMAL tersebut untuk merek
      spiritus yang dijualnya. Di samping itu              PENGADILAN NEGERI :
      berdasarkan surat dari Direktur Hak Cipta             Majelis    Hakim    persidangan    setelah
      Departemen Kehakiman tanggal 31 Oktober                 mendengar para saksi, surat bukti, saksi
      1996 No.H2-HC.03.10-04, dinyatakan bahwa                ahli dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum
      COMAL UD. SENTOSA (Tangkas Marwoto)                     serta pledoi Penasehat Hukum Terdakwa,
      diizinkan memakai logo COMAL sebagai                    memberi putusan dengan pertimbangan
      merek.                                                  hukum yang inti pokoknya sebagai berikut :
    Pada tahun 1997, Tangkas Marwoto                          Terdakwa melanggar Pasal 82 dari UU
      memakai merek dagang MEBEL, dengan                        No.19 Tahun 1992 tentang merek yang
      etiket Meja, Kursi, dan Almari, merek “C.M.L.             unsurnya :
      No. 375526, untuk barang spiritus dalam                   1)Setiap orang;
      kemasan kantong plastik.                                  2)Dengan sengaja dan tanpa hak;
    Eddie Purwanto mengajukan gugatan                          3)Menggunakan merek;
      perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      126
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


           4)Yang sama pada pokoknya dengan                      3) Memulihkan          hak         terdakwa,
             merek terdaftar milik orang lain/Badan                 kemampuan,          kedudukan           dan
             hukum lain                                             harkat serta martabatnya.
       Meskipun UU No.19 Tahun 1992 telah                       4) Membebankan ongkos perkara
        diubah dengan UU No.14 Tahun 1997,                          kepada Negara
        namun majelis mempertimbangkannya                        5) Memerintahkan           barang         bukti
        sesuai dari Pasal 82 dari UU No.19 Tahun                    berupa :.......dst......dst.......dst.
        1992 yang didakwakan Jaksa kepada
        terdakwa, sebab UU No.14 Tahun 1997             MAHKAMAH AGUNG RI :
        tidak mengatur dengan tegas tentang hal          Terhadap putusan Pengadilan Negeri
        tersebut.                                         tersebut di atas yang membebaskan
       Unsur pertama : barangsiapa, telah                terdakwa Tangkas Marwoto dari segi
        terbukti, pelakunya adalah Terdakwa.              dakwaan jaksa, maka Jaksa Penuntut
       Unsur Kedua : dengan sengaja dan tanpa            Umum menolak putusan tersebut dan
        hak dalam persidangan adalah tidak                mengajukan pemeriksaan kasasi ke
        terbukti dengan alasan : Terdakwa                 Mahkamah Agung dengan mengemukakan
        memakai logo COMAL telah terdaftar pada           beberapa keberatan dalam memori kasasi.
        Direktorat Hak Cipta dengan No.015777            Majelis Mahkamah Agung yang mengadili
        atas izin penciptanya “LOGO COMAL”                perkara kasasi ini dalam putusannya
        yaitu Mulyono dan telah memperoleh izin           mempertimbangkan lebih dulu tentang
        dari Dirjen      Hak Cipta sesuai dengan          permasalahan      dapat     atau  tidaknya
        suratnya No.H2.HC.03.10.40 tanggal 30             permohonan kasasi ini diterima oleh
        Oktober 1996 yang isinya : boleh saja             Mahkamah Agung sehubungan dengan
        ciptaan “Logo COMAL”tersebut dipakai              putusan Pengadilan Negeri amarnya
        sebagai merek dagang dan ditempelkan              bersifat membebaskan terdakaw dari
        pada bungkus barangnya.                           segala tuduhan Jaksa berkaitan dengan
       Di samping itu keterangan saksi ahli Basri        Pasal 244 KUHAP.
        Ismail, S.H. dari Dirjen Hak Cipta               Terhadap permasalahan di atas, Majelis
        Departemen Kehakiman, kedua merek                 berpendirian bahwa mengacu pada
        COMAL tersebut tidak mengandung                   putusan     Mahkamah       Agung    No.110
        persamaan pada pokoknya.                          K/pdt/1999 yang telah berkekuatan hukum
       Dari hal tersebut di atas, Majelis Hakim          tetap, dinyatakan bahwa Eddie Purwanto
        Pengadilan Negeri berpendapat bahwa               sebagai satu-satunya pemilik merek
        unsur sengaja dan melawan hak adalah              dagang COMMAL dan terdakaw (Tangkas
        tidak terbukti.                                   Marwoto) dinyatakan telah tanpa hak
       Oleh karena salah satu unsur dari                 menggunakan merek dagang COMMAL
        Dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut              miliknya orang lain (Eddie Purwanto).
        tidak terbukti, maka unsur selebihnya tidak      Berdasarkan atas putusan kasasi perdata
        perlu dibuktikan lagi.                            Mahkamah Agung di atas, maka Jaksa
       Dari uraian tersebut, maka Majelis Hakim          Penuntut Umum telah dapat membuktikan
        Pengadilan Negeri berpendapat, bahwa              bahwa     Putusan     Pengadilan     Negeri
        perbuatan pidana yang didakwakan, tidak           tersebut adalah “Putusan Bebas tidak
        terbukti secara sah dan meyakinkan,               murni”, sehingga permohonan kasasi
        sehingga terdakwa harus dibebaskan dari           pidana yang diajukan oleh Jaksa atas
        dakwaan Jaksa tersebut.                           putusan Pengadilan Negeri Semarang
       Akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri          No.234/Pid.B/1999/Pn.Smg, tanggal 16
        memberi putusan yang amarnya sebagai              Maret 1999 dapat diterima oleh Mahkamah
        berikut :                                         Agung      dan      selanjutnya    putusan
         Mengadili :                                     Pengadilan Negeri Semarang tersebut
             1) Menyatakan terdakwa Tangkas               tidak dapat dipertahankan lagi dan harus
                  Marwoto Salimin tersebut tidak          dibatalkan serta Majelis Mahkamah
                  terbukti   secara      sah    dan       Agung akan mengadili sendiri perkara ini.
                  meyakinkan bersalah melakukan          Dengan telah terbuktinya terdakwa,
                  Tindak Pidana yang didakwakan           Tangkas Marwoto telah menggunakan
                  Jaksa Penuntut Umum                     tanpa hak merek dagang “COMMAL”, milik
             2) Membebaskan         terdakwa    dari      Eddie Purwanto untuk barang jenis spiritus
                  segala dakwaan.                         yang     mempunyai      persamaan     pada


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                             127
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


        pokoknya dengan merek dagang milik                             Putusan perkara gugatan perdata
        orang lain, maka terdakwa Tangkas                    yang telah berkekuatan hukum tetap dapat
        Marwoto harus dinyatakan terbukti secara             digunakan sebagai bukti di dalam perkara
        sah dan meyakinkan bersalah telah                    pidana, vide Pasal 1916 ayat 2 No.3 dari B.W.
        melakukan tindak pidana, ex pasal 82 dari            dan H.R. 30 Juni 1938—NJ.1938-1055, yang
        UU No.19 Tahun 1992, dan harus dijatuhi              intinya : kekuatan pembuktian dari putusan
        pidana yang setelah dipertimbangkan oleh             perkara perdata dapat digunakan sebagai bukti
        Majelis Mahkamah Agung, hal-hal yang                 di dalam putusan perkara pidana, hal itu
        memberatkan dan hal yang meringankan,                diserahkan     kepada     kebijaksanaan     dan
        maka akhirnya diberikan putusan yang                 pertimbangan hakim. Penulis berpendapat
        amarnya pada pokoknya sebagai berikut :              bahwa putusan hakim dalam kasus perdata
        Mengadili :                                          pada kasus yang sama seharusnya dapat
         Mengabulkan permohonan kasasi dari                 dijadikan alat bukti yang dapat memperkuat
            pemohon        Jaksa        Penuntut             keyakinan hakim untuk mengambil keputusan
            Umum......dst.                                   dalam perkara pidana, yaitu putusan gugatan
         Membatalkan Putusan Pengadilan                     perdata yang telah mempunyai kekuatan
            Negeri                     Semarang              hukum yang tetap, tetapi justru putusan
            No.234/Pid.B/1999/PN.Smg                         tersebut tidak dijadikan sebagai dasar
                                                             pertimbangan bagi hakim dalam memutus
    Mengadili Sendiri :                                      perkara pidana Tangkas Marwoto Salimin.
    1) Menyatakan terdakwa Tangkas Marwoto                             Berdasarkan pemaparan kasus di
        Salimin      terbukti      secara      sah    dan    atas, dapat penulis analisis dari prinsip
        meyakinkan melakukan Tindak Pidana :                 perlindungan hukum merek kepada pemilik
        “Dengan sengaja dan tanpa hak                        merek dagang terdaftar dilihat dari : jenis
        menggunakan merek yang sama pada                     perlindungan hukum, bobot perlindungan
        pokoknya dengan merek terdaftar milik                hukum dan cara perlindungan hukum, sebagai
        orang lain untuk barang sejenis”.                    berikut :
    2) Menghukum Terdakwa tersebut dengan                              Dilihat dari kepemilikan merek
        hukuman pidana 1 (satu) tahun dan denda              melalui pendaftaran merek, merek COMMAL
        Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).                   milik Eddie sejak tahun 1984 terdaftar dengan
    3) Memerintahkan pidana penjara tersebut                 No.85327, kemudian diperpanjang dengan
        tidak usah dijalani, kecuali kalau kemudian          No.338616 sertifikat A.0938 tanggal 10
        hari                dengan               putusan     Oktober 1996, sedangkan Tangkas Marwoto
        hakim..............dst...dst...dst.                  Salimin baru terdaftar pada tahun 1996 dengan
    4) Menyatakan                  barang            bukti   No.01/II.01/PM/G/VII/1996. Dengan demikian
        berupa..............dst...dst...dst.                 Eddie merupakan pemilik sah yang terdaftar
              Mengacu pada putusan perdata dari              dan berhak mendapatkan perlindungan hukum.
    Pengadilan          Negeri         Jakarta      Pusat              Dilihat dari jenis perlindungan
    No.130/pdt.G/1997/PN. Jkt.Pst tanggal 16 Juni            hukum, kepada pemilik merek terdaftar secara
    1998 yang dikuatkan oleh putusa kasasi                   normatif Pasal 7 UU No.19 Tahun 1992 telah
    perdata        dari          mahkamah          Agung     menjamin perlindungan hukum yang berlaku
    No.110/K/Pdt/1999 yang menyatakan bahwa                  selama 10 tahun dan dapat diperpanjang
    dalam amar, tergugat (Tangkas Marwoto                    sebagaimana diatur pada Pasal 36 UU No.19
    Salimin) tanpa hak telah menggunakan merek               Tahun 1992. Akibat dari pemegang sertifikat
    dagang COMMAL untuk sejenis barang spiritus              merek adalah sebagai bukti kepemilikan hak
    yang mempunyai persamaan pokoknya                        atau sebagai pemegang merek yang sah
    dengan merek dagang orang lain (Eddie                    diseluruh    wilayah     teritorial   Indonesia.
    Purwanto), maka putusan perdata tersebut                 Kenyataannya,       meskipun        UU     telah
    secara yuridis menjadi dasar dan bukti bagi              memberikan perlindungan hukum, tetapi tidak
    Pengadilan Pidana untuk menyatakan bahwa                 semua masyarakat taat dan patuh pada
    terdakwa, Tangkas Marwoto Salimin, terbukti              hukum, oleh karena itu timbullah perilaku
    secara sah dan meyakinkan bersalah                       melanggar hak atas merek yaitu dengan
    melakukan tindak pidana ex Pasal 82 UU                   beredarnya merek yang sama pada pokoknya
    No.19 Tahun 1992 tentang Merek, seperti yang             dengan merek terdaftar milik orang lain,
    didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam                sebagaimana dilakukan oleh Tangkas Marwoto
    dakwaannya.                                              Salimin terhadap milik COMMAL. Dengan
                                                             demikian dapat dikatakan Pasal 7 UU No.19


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                          128
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    Tahun 1992 itu sendiri tidak mempunyai              No.19 Tahun 1992, Pasal 6 ayat (1) yaitu
    bobot perlindungan hukum terhadap pemilik           mempunyai persamaan pada pokoknya
    merek terdaftar, dalam hal ini merek COMMAL         dengan merek yang sudah didaftarkan terlebih
    milik Eddie Purwanto, karena terdaftarnya           dahulu untuk barang dan/atau jasa yang
    merek COMAL yang lain yaitu milik Tangkas           sejenis, yaitu merek COMMAL milik Eddie
    Marwoto Salimin. Hal ini sebagai akibat kinerja     Purwanto. Kemudian ada indikasi melanggar
    aparat petugas kantor merek yang tidak              Pasal 5 UU No.19 Tahun 1992, yaitu tidak
    melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa             memiliki daya pembeda, lebih lanjut melanggar
    tanggungjawab.                                      Pasal 4 UU No.19 Tahun 1992 yang secara
               Secara Pidana, Tangkas Marwoto           tegas menyatakan, “merek tidak dapat didaftar
    Salimin melanggar Pasal 82 UU No.19 Tahun           atas permohonan yang diajukan oleh pemohon
    1992, “Dengan sengaja dan tanpa hak                 yang beritikad tidak baik”, itikad tidak baik yaitu
    menggunakan merek yang sama pada                    meniru, membonceng, menjiplak, reputasi
    pokoknya dengan merek terdaftar milik orang         merek milik orang lain, yaitu Merek COMMAL
    lain untuk barang yang sejenis dengan               yang sah demi kepentingan usahanya. Akibat
    ancaman penjara selama 5 tahun dan denda            kinerja aparat petugas kantor merek yang tidak
    sebesar 50 juta rupiah”. Penerapan hukum            melaksanakan tugas dengan penuh rasa
    oleh hakim terhadap pelaku pelanggaran hak          tanggungjawab, menimbulkan terdaftarnya
    atas merek, dilihat dari kasus COMMAL               merek ganda pada produk sejenis. Dengan
    putusan berupa pidana penjara dan denda             demikian, secara preventif, sebagai upaya
    sangat ringan, meskipun masih dalam batas           pencegahan terdaftarnya merek ganda pada
    aturan yang ditentukan UU No.19 Tahun 1992.         produk sejenis, dapat disimpulkan tidak
    Oleh karena itu putusan tersebut tidak              mempunyai bobot perlindungan hukum
    mempunyai bobot perlindungan hukum,                 kepada merek terdaftar.
    sehingga tidak dapat dijadikan pedoman bagi                    Cara Perlindungan hukum secara
    kasus merek yang lain, lebih lanjut dapat dilihat   represif, sebagai upaya menekan atau
    pembahasan secara represif.                         menindak pelaku pelanggaran hak atas merek.
               Secara Perdata, dapat dikatakan          Penjatuhan pidana penjara dan pidana denda
    tidak mempunyai bobot perlindungan                  oleh hakim terhadap pelaku pelanggaran hak
    hukum, karena meskipun secara pidana                atas merek pada kasus COMMAL yaitu pidana
    maupun perdata dalam kasus merek COMMAL             penjara selama 1 (satu) tahun dan pidana
    milik Eddie Purwanto dinyatakan berhak atas         denda satu juta rupiah. Putusan yang
    merek tersebut, tetapi upaya hukum gugatan          dijatuhkan     hakim     sangat      ringan    jika
    ganti rugi ke Pengadilan Niaga sebagaimana          dibandingkan dengan ancaman Pasal 82 UU
    diatur pada Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001            No.19 Tahun 1992 yaitu penjara 5 tahun dan
    tidak pernah ditempuh oleh pemilik merek            denda 50 juta rupiah sebagaimana dijelaskan
    terdaftar yaitu Eddie Purwanto sebagai              pada Tabel 1 hal.30. Putusan demikian tidak
    pengganti kerugian yang diderita selama             menimbulkan efek jera terhadap pelaku.
    merek COMMAL digunakan oleh yang tidak              Dengan demikian, secara represif, sebagai
    berhak yaitu Tangkas Marwoto Salimin.               cara penanggulangan atau penindakan pelaku
               Cara Perlindungan Hukum, secara          pelanggaran      hak     atas     merek      tidak
    preventif dimaksudkan untuk mencegah atau           mempunyai bobot perlindungan hukum
    menghindari timbulnya pendaftaran merek             kepada merek terdaftar.
    ganda pada produk sejenis dalam satu kelas.                    Dilihat dari UU No.19 Tahun 1992,
    Kenyataannya, pada kasus COMMAL yang                terutama pasal-pasal yang mengatur tentang
    diteliti merupakan kasus merek dagang pada          pemidanaan yaitu Pasal 81, 82, dan Pasal 84
    produk sejenis dalam satu kelas. Hal ini            belum merumuskan batas minimal khusus
    menunjukkan bahwa kinerja aparat petugas            pidana penjara dan denda. Hal tersebut
    kantor      merek     tidak   optimal     dalam     memberikan kebebasan yang sangat luas
    melaksanakan tugasnya, karena pemeriksaan           kepada hakim dalam menjatuhkan putusan,
    substantif tidak dilakukan secara cermat, teliti,   sehingga putusan itu tidak menimbulkan efek
    dan intensif, bahkan tidak berpedoman pada          jera bagi si pelaku. Akibatnya putusan tersebut
    persyaratan pendaftaran merek dan UU                tidak mempunyai bobot perlindungan
    terutama Pasal 4, 5, dan Pasal 6 UU No.15           hukum khususnya kepada merek terdaftar,
    Tahun 2001. Merek COMAL atas nama                   tetapi justru merangsang masyarakat untuk
    Tangkas Marwoto Salimin ada indikasi                meniru, membonceng dan menjiplak reputasi
    bertentangan dengan Pasal 4,5, dan 6 UU             merek milik orang lain.


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                        129
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


              Berdasarkan uraian-uraian yang               Untuk merealisasikan rencana tersebut,
    telah dikemukakan dapat penulis simpulkan               maka terdakwa sekitar awal bulan Juli
    pada kasus COMMAL, bahwa prinsip                        1998 sewaktu ada urusan ke Jakarta, yaitu
    perlindungan hukum merek dilihat dari jenis             akan membeli barang/pakaian jadi di
    perlindungan hukum, bobot perlindungan                  Tanah Abang, kesempatan tersebut
    hukum dan cara perlindungan hukum, tidak                terdakwa pergunakan untuk mencetak
    mempunyai bobot perlindungan hukum kepada               merek cuka getah Cap Gentong yang
    merek terdaftar yaitu COMMAL milik Eddie                contohnya berupa merek cuka getah Cap
    Purwanto.                                               Gentong milik Likin Liga yang masih
                                                            lengket dibotol yang terdakwa bawa dari
                                                            Muara Tebo;
    2) Penerapan UU No.14 Tahun 1997                       Bahwa setelah sampai di Jakarta,
         (Kasus Sengketa Merek Dagang Dalam                 selanjutnya terdakwa mencari Sablon di
         Perkara Pidana)                                    depan Toko Gunung Agung Proyek Senen
                Sengketa Merek Dagang cuka getah            Jakarta dengan membawa contoh merek
    merek Gentong Tiruan oleh Alexander Z.                  cuka getah Cap Gentong milik Likin Liga
    Agung dengan cuka getah cap gentong milik               yang masih lengket di botol;
    Likin Liga.                                            Bahwa diantara sablon-sablon yang ada
                                                            didepan Toko Gunung Agung tersebut,
    Dakwaan :                                               ternyata ada satu sablon yang bisa
                Primair : Bahwa ia terdakwa                 mencetak merek cuka getah Cap Gentong
    Alexander Z. Agung pada hari dan tanggal                yang contohnya telah terdakwa bawa dan
    yang tidak dapat ditentukan lagi dari awal              saat itu disepakati untuk mencetak merek
    bulan Juli 1998 sampai dengan bulan Oktober             tersebut per lembarnya Rp 100,- dan
    1998, di rumah terdakwa yang terletak di                terdakwa mencetak sebanyak 1500 lembar
    simpang lima RT.01 RW.06 Kelurahan Pasar                dengan harga keseluruhannya sebesar Rp
    Muara Tebo Kecamatan Tebo Tengah,                       150.000,- yang selesai dalam waktu dua
    Kabupaten Muara Tebo atau setidak-tidaknya              hari;
    di suatu tempat yang termasuk dalam daerah             Bahwa setelah merek cuka getah Cap
    hukum pengadilan Negeri Muara Bungo yang                Gnetong sebanyak 1500 lembar selesai
    berwenang        memeriksa       dan   mengadili        dicetak, maka selanjutnya terdakwa bawa
    perkaranya, dengan sengaja tanpa hak                    pulang ke Muara Tebo, yaitu ke rumah
    menggunakan merek yang sama pada                        terdakwa yang terletak di Simpang Lima
    keseluruhannya dengan merek terdaftar milik             RT.01 RW.06 Kelurahan Pasar Muara
    orang lain atau badan hukum lain untuk barang           Tebo, Kecamatan Tebo Tengah;
    dan atau jasa sejenis yang diproduksi dan atau         Bahwa selanjutnya setelah merek cuka
    diperdagangkan;                                         getah Cap Gentong sebanyak 1500 lembar
                Terdakwa Alexander Z. Agung                 yang terdakwa cetak di sablon yang
    dengan sengaja tanpa hak menggunakan                    terdapat di depan Toko Gunung Agung
    merek yang sama pada keseluruhannya                     Jakarta berada ditangan terdakwa, maka
    dengan merek cuka getah Cap gentong milik               sekita bulan Agustus 1998 dengan
    Likin Liga yang terdaftar di Direktorat Jenderal        mempergunakan alat-alat dan bahan-
    Hak Cipta, Paten, dan Merek Departemen                  bahan antara lain : press tutup botol, lem
    Kehakiman RI, dengan daftar umum merek                  terbuat dari tepung, tutup botol cat pilok
    nomor 229434 untuk barang berupa cuka                   warna putih, tali rafia, botol kosong, sarung
    getah yang diproduksi dan diperdagangkan                tangan, masker/sapu tangan, pompa
    dengan cara-cara sebagai berikut :                      warna merah, ember tempat cuka getah
     Bahwa sebelum bulan juli 1998, terdakwa               dan cuka getah dalam jerigen, terdakwa
         yang pekerjaan sehari-hari sebagai                 melakukan pencampuran cuka getah cap
         pedagang di Pasar Muara Tebo, telah                gentong yang asli dengan air secukupnya,
         melihat dan mengamati pemasaran cuka               dimana di dalam satu jerigen menjadi 9
         getah merek/cap gentong sangat laris               lusin botol, memasukkan cuka getah yang
         sekali, sehingga timbul niat terdakwa untuk        dicampur dengan air ke dalam botol yang
         memproduksi pembotolan cuka getah                  selanjutnya menempelkan merek cuka
         dengan mencontoh merek dan cuka getah              getah yang telah dicetaknya ke dalam
         yang asli milik Likin Liga;                        botol yang berisi cuka getah yang telah



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      130
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


        dicampur       dengan        air    dengan                 Menimbang, bahwa yang dimaksud
        mempergunakan lem yang telah disiapkan;         dengan “Unsur barang siapa”adalah orang
     Bahwa setelah botol-botol diisi dengan            atau subjek hukum yang melakukan tindak
        cuka getah yang telah dicampur dengan air       pidana dan yang dapat dikenai pidana sebagai
        dan ditempelkan merek cuka getah Cap            akibat dari perbuatannya.
        Gentong yang telah dicetak di Jakarta,                     Bahwa     dengan     dihadapkannya
        maka selanjutnya botol-botol tersebut           terdakwa di persidangan yang identitasnya
        diikat dengan tali rafia yang untuk masing-     adalah sama dengan terdakwa dimana
        masing ikatan sebanyak 12 botol atau            terdakwa telah membuat cuka getah cap
        sebanyak satu lusin;                            gentong yang meniru merek cuka gentong
     Bahwa kemudian cuka getah tersebut oleh           yang asli milik Likin Liga dan kemudian
        terdakwa dipasarkan ke Sungai Bengkal           memperdagangkannya,         sehingga      unsur
        pada saksi Ade bin H. Umar dan Herman           “barang siapa”dalam hal ini adalah terdakwa
        bin Herman, yang untuk setiap lusinya           sendiri dan bukan orang lain dengan demikian
        terdakwa jual dengan harga Rp 34.000,-;         maka unsur “barang siapa” telah terbukti.
     Bahwa sejak bulan Agustus 1998 dengan                        Menimbang, bahwa unsur “dengan
        bulan Oktober 1998, terdakwa telah              sengaja”maksudnya         adalah     dilakukan
        membeli cuka getah Cap Gentong                  terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :
        sebanyak 66 jerigen dari Likin Liga, yaitu                 Bahwa terdakwa mengetahui merek
        sebanyak 37 jerigen dari toko Gentong dan       cuka getah yang diperdagangkan di pasar
        sebanyak 29 jerigen dari Gudang dan telah       adalah merek gentong dan merek “61” tetapi
        mempergunakan atau menempel merek               yang paling laris adalah merek gentong;
        cuka getah Cap Gentong yang dicetak di                     Bahwa terdakwa kemudian berniat
        Jakarta sebanyak 1300 lembar, sedangkan         untuk menirunya yang diwujudkan terdakwa
        sisanya 200 lembar telah terdakwa bakar;        dengan mencetak 1500 lembar merek gentong
     Bahwa terdakwa di dalam melakukan                 pada tukang sablon di Jakarta dan selanjutnya
        kegiatan tersebut di atas dibantu anak-         terdakwa membeli botol bekas limun sebanyak
        anak dan isterinya serta saksi Sofyan           lebih kurang 1200 buah botol dan membeli 3
        Effendi dan untuk itu terdakwa telah            jerigen cuka getah;
        mendapat untung yang jumlahnya tidak                       Bahwa terdakwa lalu mengisi air dan
        dapat ditentukan lagi.                          cuka getah pada botol bekas limun serta
             Perbuatan tersebut adalah merupakan        menempel merek gentong pada bagian luar,
    kejahatan dan dapat diancam dengan pidana           seolah-olah cuka getah buatan terdakwa
    seperti diatur dalam Pasal 81 UU No.14 Tahun        tersebut sama dengan cuka getah merek cuka
    1997 sebagai perubahan atas UU No.19 Tahun          getah yang diproduksi Likin Liga;
    1992 tentang merek.                                            Bahwa perbuatan terdakwa yang
                                                        meniru cuka getah merek gentong sampai
    Subsidair :                                         akhirnya siap untuk dijual adalah merupakan
               Bahwa terdakwa Alexander Z. Agung        tujuan yang dikehendaki oleh terdakwa
    pada waktu dan tempat seperti tercantum             sehingga dengan demikian unsur “dengan
    dalam dakwaan primair dengan sengaja dan            sengaja”telah terbukti;
    tanpa hak menggunakan merek sama pada                          Menimbang, bahwa mengenai unsur
    pokoknya dengan merek terdaftar milik orang         “tanpa hak” adalah sebagai berikut :
    lain atau badan hukum lain, untuk barang atau                  Bahwa cuka getah merek gentong
    jasa sejenis yang diproduksi dan atau               tersebut telah terdaftar di Dirjen Hak Cipta,
    diperdagangkan.                                     Paten dan Merek Departemen Kehakiman RI.
               Terdakwa dengan sengaja dan tanpa        Dengan daftar umum merek nomor 22943 dan
    hak menggunakan merek cuka getah Cap                diperpanjang dengan nomor D971209 tanggal
    Gentong milik Likin Liga yang telah terdaftar di    10 Januari 1997;
    Direktorat Jenderal Hak Cipta, Paten, dan                      Bahwa berdasarkan keterangan
    Merek Departemen Kehakiman RI dengan                saksi Likin Liga yaitu sebagai pemilik cuka
    daftar umum merek nomor 229434 untuk                getah merek gentong, bahwa ia tidak pernah
    barang berupa cuka getah yang diproduksi dan        memberi izin ataupun lisensi kepada terdakwa
    diperdagangkan dengan cara-cara seperti telah       untuk memproduksi cuka getah merek
    diuraikan dalam dakwaan primair.                    gentong, sehingga jelaslah bahwa perbuatan
                                                        terdakwa tersebut adalah dilakukan tanpa



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                    131
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    seizin si pemilik merek dan karenanya unsur                    Menimbang,       bahwa       sebelum
    “tanpa hak”telah terbukti;                          menjatuhkan pidana terhadap diri terdakwa
               Menimbang,         bahwa      unsur      terlebih dahulu akan dipertimbangkan hal-hal
    “menggunakan merek yang sama pada                   sebagai berikut :
    keseluruhannya dengan merek terdaftar milik         Hal-hal yang memberatkan :
    orang lain atau badan hukum lain”adalah             1) Perbuatan terdakwa telah merugikan
    sebagai berikut :                                        pemilik merek dan masyarakat pemakai
               Bahwa berdasarkan keterangan                  cuka getah;
    saksi yang dihubungkan dengan barang bukti          2) Terdakwa          telah   menikmati     hasil
    yang diajukan dipersidangkan bahwa terdakwa              perbuatannya.
    telah mencetak sebanyak 1500 lembar merek           Hal-hal yang meringankan :
    gentong untuk cuka getah yang jika dilihat          1) Terdakwa mengaku terus terang dan
    gambar dan tulisannya adalah sama pada                   berjanji tidak mengulangi lagi;
    keseluruhannya dengan merek dagang milik            2) Terdakwa           mempunyai      tanggungan
    Likin Liga yang terdaftar di Dirjen Hak Cipta,           keluarga yang membutuhkan nafkah dari
    Paten dan Merek Departemen Kehakiman RI.;                terdakwa.
               Bahwa terdakwa telah menggunakan                  Menimbang, bahwa berdasarkan hal-
    sebanyak 1200 lembar merek gentong tiruan           hal yang memberatkan dan meringankan di
    tersebut dengan cara menempelkan pada botol         atas serta mengingat perbuatan tersebut
    yang berisi cuka getah yang dibuat atau             dilakukan oleh terdakwa tidak secara
    diproduksi terdakwa sendiri, sehingga unsur         terorganisir dan hanya berupa industri rumah
    “menggunakan merek yang sama pada                   tangga, maka pidana yang dijatuhkan nantinya
    keseluruhannya dengan merek milik orang lain        dipandang telah cukup tepat dan adil;
    atau badan lain” telah terbukti;                             Menimbang, bahwa di samping pidana
             Menimbang, bahwa unsur “untuk              badan terdakwa juga dihukum membayar
    barang dan atau jasa yang sejenis yang              denda dan bila denda tersebut tidak dibayar
    diproduksi      atau     diperdagangkan”adalah      maka diganti dengan pidana kurungan;
    sebagai berikut :                                            Menimbang, bahwa karena dalam
               Bahwa      terdakwa     menempelkan      perkara ini terdakwa ditahan, maka penahanan
    merek gentong pada botol berisi cuka getah          yang telah dijalani oleh terdakwa haruslah
    yang diproduksinya sendiri dan telah                dikurangkan seluruhnya dari pidana yang akan
    menjualnya sebanyak 300 lusin;                      dijatuhkan;
               Bahwa cuka getah produk terdakwa                  Menimbang bahwa tidak ada alasan
    adalah sama dan sejenis dengan cuka getah           untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan,
    merek gentong produksi Likin Liga yaitu sama-       maka adalah tepat dan berdasarkan hukum
    sama sejenis cuka getah;                            jika terdakwa tetap ditahan;
               Bahwa terdakwa menjual produk                     Menimbang, bahwa mengenai barang
    cuka getahnya di Sungai Rengas, Sungai              bukti sebagaimana akan disebutkan dalam
    Bengkal dan Muara Tebo yang juga adalah             amar putusan;
    daerah pemasaran cuka getah produk milik                     Menimbang, bahwa karena tidak ada
    Likin Liga, sehingga unsur ”untuk barang dan        alasan untuk mengeluarkan terdakwa dari
    atau jasa yang sejenis yang diproduksi atau         tahanan, maka adalah tepat dan berdasarkan
    diperdagangkan”telah terbukti;                      hukum jika terdakwa tetap ditahan;
               Menimbang, bahwa karena semua                     Menimbang, bahwa karena terdakwa
    unsur dalam Pasal 81 Undang-Undang No.14            dihukum maka harus pula dibebani membayar
    Tahun 1997 telah terbukti maka terdakwa             biaya perkara;
    harus dipersalahkan melanggar Pasal tersebut;                Mengingat Pasal 81 Undang-Undang
                Menimbang,        bahwa     karena      No.14 Tahun 1997 dan peraturan lain yang
    dakwaan primai telah terbukti maka dakwaan          bersangkutan :
    subsidair tidak perlu dibuktikan lagi;
               Menimbang,         bahwa      dalam      MENGADILI :
    pemeriksaan di persidangan tidak ditemukan           Menyatakan terdakwa ALEXANDER Z.
    adanya alasan pemaaf maupun alasan                    AGUNG, telah terbukti secara sah dan
    pembenar yang dapat menghilangkan sifat               meyakinkan bersalah melakukan tindak
    melawan hukum dari perbuatan terdakwa,                pidana “TANPA HAK MENGGUNAKAN
    sehingga haruslah dihukum setimpal dengan             MEREK      YANG       SAMA     PADA
    kesalahannya;                                         KESELURUHANNYA DENGAN MEREK


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     132
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


         TERDAFTAR MEREK ORANG LAIN”                    sebagaimana dilakukan oleh Alexander Z.
         sebagaimana dalam dakwaan Primer               Agung. Dengan demikian dapat dikatakan
         Penuntut Umum;                                 Pasal 7 UU No.14 Tahun 1997 itu sendiri tidak
     Menghukum terdakwa oleh karena itu                mempunyai bobot perlindungan hukum
         dengan pidana penjara selama 10                terhadap pemilik merek terdaftar.
         (sepuluh) bulan dan denda sebesar Rp                      Secara Pidana, Alexander Z. Agung
         750.000,- (Tujuh ratus lima puluh ribu         melanggar Pasal 81 UU No.14 Tahun 1997,
         rupiah);                                       “Dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan
     Menetapkan jika denda tersebut tidak              merek yang sama pada keseluruhannya
         dibayar maka diganti dengan pidana             dengan merek terdaftar milik orang lain untuk
         kurungan selama 1 (satu) bulan;                barang yang sejenis dengan ancaman penjara
     Menetapkan        masa     penahanan     dari     selama 7 tahun dan denda sebesar 100 juta
         lamanya pidana yang dijatuhkan tersebut;       rupiah”. Penerapan hukum oleh hakim
     Menetapkan terdakwa tetap ditahan;                terhadap pelaku pelanggaran hak atas merek,
     Menetapkan barang bukti berupa 6 (enam)           dilihat dari kasus cuka getah cap gentong,
         lusin cuka getah merek gentong tiruan          putusan berupa pidana penjara dan denda
         yang dirampas untuk dimusnahkan;               sangat ringan, meskipun masih dalam batas
     Membebani terdakwa membayar biaya                 aturan yang ditentukan UU No.14 Tahun 1997.
         perkara sebesar Rp 1000 (seribu rupiah).       Oleh karena itu putusan tersebut tidak
              Kasus peniruan merek dagang Cuka          mempunyai bobot perlindungan hukum,
    Getah Cap Gentong, yang dilakukan oleh              sehingga tidak dapat dijadikan pedoman bagi
    Alexander Z. Agung, karena cuka getah               kasus merek yang lain, lebih lanjut dapat dilihat
    gentong adalah yang paling laris di daerah          pembahasan secara represif.
    tersebut. Peniruan merek ini diwujudkan pelaku                 Secara Perdata, dapat dikatakan
    dengan mengcopy cetak merek tersebut                tidak mempunyai bobot perlindungan
    sebanyak 1500 lembar pada tukang sablon.            hukum, karena meskipun secara pidana
               Berdasarkan pemaparan kasus di           Alexander Z. Agung dinyatakan bersalah
    atas, dapat penulis analisis dari perlindungan      melanggar Pasal 81 UU No.14 Tahun 1997,
    hukum merek terhadap pemilik merek dagang           tetapi upaya hukum gugatan ganti rugi ke
    terdaftar dilihat dari : jenis perlindungan         Pengadilan Niaga sebagaimana diatur pada
    hukum, bobot perlindungan hukum dan cara            Pasal 76 UU No.14 Tahun 1997 tidak pernah
    perlindungan hukum, sebagai berikut :               ditempuh oleh pemilik merek terdaftar yaitu
               Dilihat dari kepemilikan merek           Likin Liga guna mengembalikan kerugian yang
    melalui pendaftaran merek, merek cuka getah         diderita selama merek cuka getah cap
    cap gentong milik Likin Liga adalah pemilik         gentong, digunakan oleh pihak yang tidak
    merek yang sah terdaftar dengan No.229434,          berhak yaitu Alexander Z. Agung.
    kemudian diperpanjang dengan No.D.971209                       Cara Perlindungan hukum secara
    tanggal 10 Januari 1997. Dengan demikian            represif, sebagai upaya menekan atau
    Likin Liga sebagai pemilik sah yang terdaftar       menindak pelaku pelanggaran hak atas merek.
    dan berhak mendapatkan perlindungan hukum.          Penjatuhan pidana penjara dan pidana denda
               Dilihat dari jenis perlindungan          oleh hakim terhadap pelaku pelanggaran hak
    hukum, kepada pemilik merek terdaftar.              atas merek pada kasus cuka getah cap
    Secara normatif Pasal 7 UU No.14 Tahun 1997         gentong terdakwa Alexander Z. Agungtelah
    telah menjamin perlindungan hukum yang              terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar
    berlaku selama 10 tahun dan dapat                   Pasal 81 UU No.14 Tahun 1997 yaitu dengan
    diperpanjang sebagaimana diatur pada Pasal          pidana penjara 10 bulan dan denda 750 ribu
    36 UU No.14 Tahun 1997. Akibat hukum dari           rupiah. Putusan yang dijatuhkan hakim sangat
    pemegang sertifikat merek adalah sebagai            ringan jika dibandingkan dengan ancaman
    bukti kepemilikan hak atau sebagai pemegang         Pasal 81 UU No.14 Tahun 1997 yaitu Pidana
    merek yang sah diseluruh wilayah teritorial         penjara selama 7 tahun dan denda 100 juta
    Indonesia. Kenyataannya, meskipun UU telah          rupiah sebagaimana dijelaskan pada Tabel 2
    memberikan perlindungan hukum, tetapi tidak         hal.31. Putusan demikian tidak menimbulkan
    semua masyarakat taat dan patuh pada                efek jera terhadap pelaku. Dengan demikian,
    hukum, oleh karena itu timbullah perilaku           secara        represif,     sebagai         cara
    melanggar hak atas merek yaitu dengan               penanggulangan atau penindakan pelaku
    beredarnya      merek   yang     sama     pada      pelanggaran hak atas merek, dapat dikatakan
    keseluruhannya dengan merek milik orang lain,


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      133
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    putusan tersebut tidak mempunyai bobot                       HAKI-Dit. Merek dari Departemen
    perlindungan hukum kepada merek terdaftar.                   Kehakiman-RI dengan Nomor 317184
               Dilihat dari UU No.14 Tahun 1997,                 untuk melindungi jenis barang Alat
    terutama pasal-pasal yang mengatur tentang                   Pendingin Udara (AC)-Alat Pembersih
    pemidanaan yaitu Pasal 81, 82, 82 (A,B) dan                  Udara, Alat Penguap Kamar dan suku
    Pasal 84 belum merumuskan batas minimal                      cadangnya;
    khusus pidana penjara dan denda. Hal ini                    Pada tahun 1999 di Indonesia berdiri
    memberikan kebebasan yang sangat luas                        Perseroan “PT. Tehnika Perkasa
    kepada hakim dalam menjatuhkan putusan,                      Lestari”, yang memproduksi alat
    sehingga putusan itu tidak menimbulkan efek                  pendingin udara (AC) dengan merek
    jera bagi si pelaku. Akibatnya putusan tersebut              “Sinko”namun merek dagang tersebut
    tidak mempunyai bobot perlindungan                           telah terdaftar di Ditjen Merek
    hukum khususnya kepada merek terdaftar,                      Departemen       Kehakiman       dengan
    tetapi justru merangsang masyarakat untuk                    No.317184 atas nama Sinko Kogyo
    meniru, membonceng dan menjiplak reputasi                    Ltd-Japan;
    merek milik orang lain.                                     Diberikan informasi kepada Ditjen
            Berdasarkan uraian-uraian yang telah                 HAKI Dep. Kehakiman bahwa merek
    dikemukakan dapat penulis simpulkan pada                     “Sinko” Nomor daftar 317184 tersebut
    kasus Cuka Getah Cap Gentong, bahwa                          adalah merek dagang yang “no-use”,
    prinsip perlindungan hukum merek dilihat dari                artinya merek dagang ini telah
    jenis perlindungan hukum, bobot perlindungan                 didaftarkan, namun sejak didaftarkan
    hukum dan cara perlindungan hukum, tidak                     sampai waktu 3 tahun tidak pernah
    mempunyai bobot perlindungan hukum kepada                    digunakan      untuk     barang    yang
    merek terdaftar yaitu merek Cuka Getah Cap                   diproduksinya     dan     pernah     ada
    Gentong.                                                     dipasaran Indonesia barang A.C.
                                                                 bermerek “Sinko”.
    3) Penerapan UU No. 15 Tahun 2001                           Berdasarkan atas informasi ini, maka
       (Kasus Sengketa Merek Dagang Dalam                        Ditjen     Merek    Dep.     Kehakiman
       Perkara Perdata)                                          membentuk suatu team Penyelidikan
                                                                 tentang merek dagang Sinko No.
    a. Penghapusan Merek Dagang/Mencoret                         317184 yang tak pernah dipakai
       dari Daftar Umum Merek yaitu Merek                        tersebut (no-use);
       Dagang Sinko, terdaftar atas nama                        “Team      Penyidik”ini    menghubungi
       Perseroan “Sinko” Kogyo Co. Ltd-                          Instansi Pemerintah RI antara lain :
       Japan                                                     1) Departemen Perindustrian dan
       KASUS POSISI :                                                 Perdagangan Jakarta Timur;
        Sinko Kogyo Kabushiki Kaisha atau                       2) Dit. Jen Perdagangan Dalam
           dengan nama lain Sinko Kogyo Ltd,                          Negeri;
           suatu Perseroan yang didirikan di                     3) Dit.Jen Luar Negeri;
           negeri Japan berdasarkan UU Negara                    4) Badan Koordinasi Penanaman
           Japan      berkedudukan      di    4-5                     Modal
           Minamorimachi-Chome-Kitaku-Osaka                      5) Dit. Jen Industri Logam Mesin
           Shi-Japan.                                                 Elektronika           (Departemen
        Di negara Japan, Perseroan Sinko                             Perindustrian dan Perdagangan
           Kogyo Co. Ltd ini memproduksi                              RI);
           elektronik berupa : AC (pendingin                     6) Mengirim surat ke Sinko Kogya
           udara); AC Pendingin Kamar, Alat                           Co.Ltd di Japan
           Pembersih Udara; Alat Penguap Udara                        Hasil dari penelitian Ditjen Merek
           dan suku cadangnya dengan merek                            Departemen Kehakiman dan HAM
           dagang “Sinko”                                             RI menunjukkan tidak ada bukti
        Merek dagang “Sinko”tersebut oleh                            yang akurat tentang merek dagang
           Produsennya       telah    didaftarkan                     Sinko daftar No. 317184 di
           diberbagai negara Asia : Korea-China-                      Indonesia oleh pendaftarannya
           Taiwan-Thailand-Vietnam-Kamboja-                           Sinko Kogya Co.Ltd Tokyo Japan
           Malaysia dan Australia;                              Dari hasil “Survey Team” telah
        Dan pada tahun 1996, “Merek Dagang                      ditemukan benar bahwa Sinko Kogyo
           Sinko”tersebut didaftarkan pada Ditjen                Co. Ltd daftar No. 317184 dalam waktu


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      134
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


           3 (tiga) tahun sejak pendaftarannya 3                    atas merek dagang “SINKO” di
           (tiga) tahun sejak produksi terakhir;                    Indonesia;
          Dengan adanya fakta tersebut, maka                    3. Menyatakan batal atau tidak sah
           “Direktorat            Merek”Departemen                  “Surat Keputusan” tergugat SK
           Kehakiman dan HAM RI sesuai                              No.H4.HC.UM.02.02.1717 tanggal
           dengan ketentuan Pasal 51 ayat (1)                       29     Agustus   2001,    perihal
           huruf “a” UU No.19 Tahun 1992 jo UU                      penghapusan pendaftaran merek
           No.14      Tahun       1997    jo     SK.                daftar No. 317184 dengan segala
           No.H4.HC.UM.02.02.1717 tertanggal                        akibatnya;
           29 Agustus 2001 yang isinya :                         4. Menghukum penggugat untuk
           Menghapuskan/mencoret dari Daftar                        mendaftar kembali merek dagang
           Umum Merek yaitu Merek Dagang                            “SINKO” daftar No. 317184 dalam
           Sinko, terdaftar atas nama perseroan                     Daftar Umum Merek;
           “Sinko Kogya Co.Ltd-Japan”.                           5. Menghukum tergugat membayar
           Pemilik “Merek Sinko”-Sinko Kogyo                        biaya perkara.
           Co.               Ltd           menolak
           penghapusan/pencoretan            merek
           miliknya dengan alasan merek Sinko           PENGADILAN NIAGA :
           sejak didaftarkannya tetap digunakan          Setelah mendengar kedua belah pihak,
           sampai sekrang. Info yang diberikan             penggugat dan tergugat beserta Surat
           oleh pihak tertentu bahwa merek sinko           buktinya masing-masing dipersidangan,
           tidak pernah digunakan atau tidak ada           maka majelis hakim dalam putusannya
           barangnya di pasaran Indonesia                  memberikan pertimbangan hukum yang
           adalah informasi tidak benar.                   dalam inti pokoknya sebagai berikut : yang
          Sinko Kogyo Co. Ltd Mohon Ditjen                menjadi        pokok      masalah     dalam
           HAKI Departemen Kehakiman RI untuk              persidangan ini adalah apakah benar
           membatalkan                           SK        tindakan hukum penghapusan merek milik
           No.H4.HC.UM.02.02.1717 tanggal 29               Penggugat yang dilakukan oleh tergugat
           Agustus 2001.                                   telah sesuai dengan Pasal 51 UU No.19
          Karena      tidak     ada   penyelesaian        Tahun 1992 jo UU No.14 Tahun 1997.
           masalah di atas, akhirnya “Sinko              Pasal 51 jo Pasal 61 (2) UU tersebut di
           Kogyo Co. Ltd Tokyo Japan”, melalui             atas, menentukan bahwa Ditjen HAKI
           penasehat hukumnya di Indonesia                 (tergugat)      diberi   wewenang      untuk
           mengajukan gugatan perdata di                   menghapus pendaftaran merek dagang
           Pengadilan Niaga Jakarta Pusat,                 dalam Daftar Umum terbatas pada dua
           terhadap tergugat : Pemerintah RI Cq.           alasan :
           Dep. Kehakiman dan HAM RI cq.                   1. Merek tidak digunakan selama 3 (tiga)
           Dit.jen HAKI cq. Direktorat Merek di               tahun berturut-turut sejak tanggal
           Jakarta.                                           pendaftarannya atau pemakai terakhir
          Gugatan perdata yang diajukan Sinko                dalam perdagangan barang atau jasa;
           Kogyo Co. Ltd tersebut berdasarkan              2. Merek yang digunakan untuk jenis
           pada Pasal 61 ayat (5) UU No.19                    barang atau jasa yang tidak sesuai
           Tahun 1992 jo UU No.14 Tahun 1997                  dengan jenis barang atau jasa yang
           jo UU No.15 Tahun 2001 tentang                     terdaftar.
           merek yang menyebutkan : bahwa                Merek yang digunakan (non-use) selama 3
           keberatan          terhadap       putusa        (tiga) tahun berturut-turut berarti merek ini
           penghapusan pendaftaran merek yang              tidak pernah dipakai selama 3 tahun
           dimaksud Pasal 2 dapat diajukan                 secara terus menerus sejak terdaftar atau
           kepada Pengadilan Niaga.                        pemakai terakhir.
          Dalam surat gugatan tersebut, oleh            Data yang diminta tergugat dari instansi
           penggugat diajukan tuntutan (petitum)           terkait,    ternyata    tidak   menyangkut
           yang pada pokoknya sebagai berikut :            penggunaan merek Sinko, melainkan izin
           1. Mengabulkan seluruh gugatan                  usaha penggugat dan kedudukan PT.
                penggugat;                                 Shinko Kogyo Indonesia sebagai importir
           2. Menyatakan penggugat sebagai                 barang merek Sinko di Indonesia hal ini
                pemilik dan pendaftar pertama              tidak tepat.



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     135
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


        Berdasarkan surat bukti T.16-P.13-P.15-            Bahwa “Memori Kasasi”dari Pemohon
        P.22-P.23-P.24-P.25-P.27A=P.27B dapat               kasasi      diterima    di    Kepaniteraan
        dismpulkan dalam kurun waktu antara                 Pengadilan Niaga di Jakarta Pusat pada
        tahun 1996 sampai dengan tahun 2001,                tanggal 4 Maret 2002, sedangkan
        pihak Penggugat masih tetap memasarkan              permohonan kasasi diterima Kepaniteraan
        barang-barang produksi merek “Sinko”di              tanggal 21 Pebruari 2002, dengan
        Indonesia.                                          demikian penerimaan “Memori Kasasi”itu,
       Terbukti,   bahwa       penggugat      masih        telah melampaui tenggang waktu yang
        menggunakan         merek       “Sinko”untuk        ditentukan dalam Pasal 83 ayat (3) UU
        produksinya dalam          perdagangan di           No.15 Tahun 2001 tentang Merek.
        Indonesia dan terbukti barang merek Sinko          Dengan fakta tersebut, maka permohonan
        masih diproduksi di negara Jepang.                  kasasi yang diajukan oleh pemohon
       Dengan        demikian         penghapusan          kasasi—Pemerintah         RI   cq.    Dep.
        pendaftaran merek “Sinko”milik Penggugat            Kehakiman dan HAM RI cq. Dit.jen HAKI
        yang dilakukan oleh tergugat, terbukti tidak        cq. Direktorat Merek tersebut dinyatakan
        didukung oleh bukti yang cukup, sehingga            tidak dapat diterima.
        penghapusan pendaftaran merek Sinko                Akhirnya Majelis Mahkamah Agung
        tersebut, secara juridis tidak sah dan tidak        memberi amarnya sebagai berikut :
        berkekuatan hukum.                                 Mengadili :
       Berdasar atas pertimbangan di atas,                  Menyatakan permohonan kasasi dari
        akhirnya majelis hakim memberi putusan                  Permohonan kasasi—Pemerintah RI
        amarnya :                                               cq. Dep. Kehakiman dan HAM RI cq.
       Mengadili :                                             Dit.jen HAKI cq. Direktorat Merek—
        1) Mengabulkan gugatan penggugat;                       tidak dapat diterima.
        2) Menyatakan        penggugat       sebagai         Menghukum Pemohon kasasi—dulu
            pemilik dan pendaftar pertama atas                  tergugat membayar biaya perkara
            merek dagang “Sinko” terdaftar                      dalam tingkat kasasi : Rp 5.000.000,-
            No.317184 di Indonesia;
        3) Menyatakan “Surat Keputusan” Dit.Jen
            HAKI                           (tergugat)   MAHKAMAH        AGUNG        RI    (Pemeriksa
            No.H4.HC.UM.02.02.1717 tanggal 29           Peninjauan Kembali) :
            Agustus 2001, tidak sah dan tidak            Pemerintah RI cq. Dep. Kehakiman dan
            mempunyai kekuatan hukum;                      HAM RI cq. Dit.jen HAKI cq. Direktorat
        4) Menghukum            tergugat        untuk      Merek       mengajukan         pemeriksaan
            mendaftarkan kembali merek dagang              “Peninjauan Kembali”(PK) ke Mahkamah
            Sinko terdaftar No.317184 dalam                Agung dengan mengemukakan “beberapa
            Daftar Umum Merek;                             alasan P.K.”antara lain :
        5) Menghukum         tergugat     membayar       Pertimbangan       Judex      Facti     yang
            perkara Rp 5.000.000,-.                        menyimpulkan bahwa “Termohon PK”
       Penggugat Pemerintah RI cq. Dep.                   masih aktif memperdagangkan AC Sinko
        Kehakiman dan HAM RI cq. Dit.jen HAKI              hanya atas dasar “P-35” berupa AC dan
        cq. Direktorat Merek, menolak putusan              sparepartsnya adalah pendapat yang
        Majelis Hakim Pengadilan Niaga tersebut            keliru, karena pada saat upaya penyidik
        di atas dan mengajukan pemeriksaan                 oleh “Pemohon PK” dilakukan barang bukti
        kasasi ke Mahkamah Agung dengan                    tersebut tidak ada dan tidak diketemukan
        mengemukakan beberap keberatan dalam               di pasaran. Seandainya barang bukti itu
        “Memori Kasasi”nya.                                ada pada saat itu, maka “Pemohon
                                                           PK”tidak akan melakukan penghapusan
                                                           merek Sinko yang terdaftar No.317184 dari
    MAHKAMAH AGUNG RI (Pemeriksa Kasasi)                   Daftar Umum.
    :                                                    Pertimbangan       Judex      Facti    saling
     Majelis Mahkamah Agung yang memeriksa                bertentang      khususnya          mengenai
      perkara yang dimohonkan pemeriksaan                  keberadaan PT. Shinriyo Indonesia. Di
      kasasi ini, dalam putusannya memberikan              satu pihak, keberadaannya tidak dapat
      pertimbangan hukum yang inti pokoknya                dijadikan ukuran pengguna merek Sinko
      sebagai berikut :                                    untuk jenis barang jenis AC, namun di lain



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                    136
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


        pihak dinyatakan dapat dijadikan ukuran—                                 pemeriksaan “PK” ini ditetapkan Rp
        periksa putusan halaman 18 alinea 4                                      10.000.000,-
        dengan halaman 19 alinea 2. Menurut
        bukti T-12, membuktikan bahwa PT.                                           Berdasarkan pemaparan kasus di
        Shinriyo Indonesia telah menyangkal tidak                         atas, dapat penulis analisis dari perlindungan
        pernah memesan barang dari “Pemohon                               hukum merek terhadap pemilik merek dagang
        PK”.                                                              terdaftar dilihat dari : jenis perlindungan
       Sesuai bukti P-14, “Termohon PK”telah                             hukum, bobot perlindungan hukum dan cara
        mengaku bahwa produksi terakhir pada                              perlindungan hukum, sebagai berikut :
        tahun           1997,       sedangkan              tindakan                  Dilihat dari kepemilikan merek
        penghapusan               merek          sinko,         baru      melalui pendaftaran merek, pada tahun 1996,
        dikeluarkan pada tanggal 19 Agustus                               “Merek Dagang Sinko”didaftarkan pada Dit.
        2001. Hal ini membuktikan penghapusan                             Merek Depkeh dengan No.317184, untuk
        merek Sinko untuk jenis barang AC, telah                          melindungi jenis barang Alat Pendingin Udara
        dilakukan nyata setelah merek tersebut                            (AC), alat pembersih udara, alat penguap
        tidak digunakan lagi selama 3 (tiga) tahun                        kamar, dan suku cadangnya. Dengan demikian
        berturut-turut sejak tanggal produksi atau                        Perseroan Sinko Kogya Ltd merupakan pemilik
        pemakaian terakhir.                                               sah yang terdaftar dan berhak mendapatkan
       Seharusnya bukti pengakuan “Termohon                              perlindungan hukum.
        PK” tersebut di atas dapat dijadikan “bukti                                  Dilihat dari jenis perlindungan
        sempurna” vide Pasal 1914 B.W. Namun                              hukum, kepada pemilik merek terdaftar secara
        justru Judex Facti telah mengabaikannya.                          normatif Pasal 28 UU No.15 Tahun 2001 telah
        Judex facti dalam putusannya tidak                                menjamin perlindungan hukum yang berlaku
        mempertimbangkan                  pengakuan              dari     selama 10 tahun dan dapat diperpanjang
        “Termohon PK” tersebut.                                           sebagaimana diatur pada Pasal 36 UU No.15
       Dst.........................dst....................dst.........   Tahun 2001. Akibat hukum dari pemegang
        .........................                                         sertifikat merek adalah sebagai bukti
       Majelis           Mahkamah            Agung           dalam       kepemilikan hak atau sebagai pemegang
        putusannya memberikan pertimbangan                                merek yang sah diseluruh wilayah teritorial
        hukum intisarinya sebagai berikut :                               Indonesia.
       “Keberatan PK”yang tercantum dalam ad.1                                      Hasil tim penyelidikan dan tim
        dan ad.8, tidak dapat dibenarkan, karena                          penyidik yang dibentuk Dit. Merek Depkeh,
        keberatan tersebut tidak termasuk dalam                           bahwa merek dagang tersebut “no-use”,
        salah satu alasan untuk “Permohonan PK”                           artinya merek dagang telah didaftarkan sampai
        yang dimaksudkan dalam Pasal 67 huruf                             waktu 3 tahun tidak pernah digunakan untuk
        “a”sampai huruf “f” UU No.14 tahun 1985.                          barang     yang    diproduksinya.    Akibatnya
       “Keberatan PK”yang tercantum dalam ad.2                           dilakukan penghapusan pendaftaran merek
        sampai ad.7, juga tidak dapat dibenarkan,                         Sinko yang diprakarsai oleh Dit. Depkeh
        karena dalam putusan yang dimohonkan                              sebagaimana diatur dalam Pasal 61 UU No.15
        pemeriksaan “PK” tersebut tidak terdapat                          Tahun 2001. Penghapusan pendaftaran merek
        kekhilaf yang menyimpulkan bahwa “Tan                             Sinko         mengakibatkan        berakhirnya
        atau kekeliruan yang nyata dari Hakim,                            perlindungan hukum atas merek Sinko
        yang dimaksudkan dalam Pasal 67 huruf                             sebagaimana di atur pada Pasal 71 UU No.15
        “f” UU No.14 Tahun 1985                                           Tahun 2001. Kenyataannya, merek Sinko sejak
       berdasarkan atas pertimbangan hukum                               didaftarkan masih tetap digunakan sampai
        tersebut di atas, akhirnya Majelis                                sekarang meskipun UU telah memberikan
        Mahkamah Agung memberi putusan yang                               perlindungan hukum, dengan demikian dapat
        amarnya demikian :                                                dikatakan Pasal 28 UU No.15 Tahun 2001
                                                                          tidak mempunyai bobot perlindungan
       Mengadili :
                                                                          hukum atas terhadap pemilik merek terdaftar
         Menolak Permohonan “Peninjauan
                                                                          yaitu merek sinko, karena akibat kinerja tim
               Kembali”dari             “Pemohon                 PK”
                                                                          penyelidik dan tim penyidik yang dibentuk Dit.
               Pemerintah RI cq. Dep. Kehakiman
                                                                          Depkeh yang memberikan informasi yang telah
               dan HAM RI cq. Dit.jen HAKI cq.
                                                                          tidak benar.
               Direktorat Merek.
                                                                                     Secara Perdata, dapat dikatakan
         Menghukum                  “Pemohon             PK”untuk
                                                                          tidak mempunyai bobot perlindungan
               membayar biaya perkara dalam
                                                                          hukum, karena secara perdata dalam kasus


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                                      137
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    penghapusan merek Sinko milik Perseroan             2. Pendaftaran merek No.509566 tanggal 21
    Sinko Kogyo Ltd. Jepang, meskipun gugatan              Mei 2001 seharusnya ditolak tidak dapat
    pihak Sinko Kogyo Jepang dikabulkan                    didaftar karena bertentangan dengan
    Pengadilan, tetapi upaya hukum gugatan ganti           ketentuan yang berlaku pada saat merek
    rugi ke Pengadilan Niaga sebagaimana diatur            terdaftar (Bandingkan dengan Pasal 6 ayat
    pada Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001 tidak                1 UU No.19 Tahun 1992 sebagaimana
    pernah ditempuh oleh pemilik merek Sinko               diubah dengan UU No.14 Tahun 1997)
    sebagai pengganti kerugian yang diderita               berdasarkan Pasal 6 ayat 1 UU No.14
    selama selama merek Sinko dinyatakan hapus             Tahun 1997 yang berbunyi : “Permintaan
    atau dicoret dari daftar umum merek.                   pendaftaran merek harus ditolak oleh
              Cara Perlindungan hukum secara               kantor     merek    apabila    mempunyai
    represif, gugatan perdata diajukan Sinko               persamaan       pada     pokoknya     atau
    Kogyo L.td didasarkan pada Pasal 61 ayat 5             keseluruhannya dengan merek orang lain
    yang menyebutkan, “keberatan terhadap                  yang sudah terdaftar terlebih dahulu untuk
    putusan penghapusan pendaftaran merek                  barang dan jasa sejenis;
    sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dapat              3. Bahwa penggugat sangat keberatan atas
    diajukan ke Pengadilan Niaga”. Dalam                   pendaftaran merek tergugat tersebut
    pembuktian dinyatakan terbukti penggugat               dengan menampilkan Angka 100 lebih
    masih menggunakan merek “Sinko”untuk                   besar dan lebih dominan pada merek
    produksinya dalam perdagangan di Indonesia.            Alhami 100 daftar No.509566 di atas
    Selanjutnya penghapusan merek Sinko oleh               karena mempunyai persamaan pada
    tergugat Dit. Merek Depkeh terbukti tidak              pokoknya dan keseluruhannya dan sama-
    didukung oleh bukti yang cukup, sehingga               sama melindungi jenis barang yang sama
    penghapusan merek tersebut secara juridis              dalam waktu satu kelas yaitu kelas 30
    tidak sah dan tidak berkekuatan hukum.                 dengan merek penggugat yang terdaftar
    Pengadilan akhirnya mengabulkan gugatan                terlebih dahulu pada Direktorat Jenderal
    merek Sinko, dan menyatakan sebagai pemilik            Hak Kekayaan Intelektual;
    dab pendaftar pertama atas merek dagang             4. Bahwa       merek     tergugat    tersebut
    Sinko.     Menghukum         tergugat  untuk           mempunyai persamaan pada pokoknya
    mendaftarkan kembali merek dagang terdaftar            dan keseluruhannya dengan merek
    No.317184 dalam Daftar Umum Merek.                     penggugat karena sama-sama tertulis dan
    Seyogyanya pihak “Sinko Kogyo L.td,                    mempunyai persamaan bunyi “seratus”
    mengajukan upaya hukum gugatan ganti rugi              (100) serta untuk melindungi jenis barang
    ke Pengadilan Niaga sebagaimana diatur pada            yang sama yaitu : sedian-sedian yang
    Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001, guna                     terbuat dari tepung yaitu : Mie, sehingga
    mengembalikan kerugian yang diderita selama            dapat menimbulkan kesan pada khalayak
    penghapusan merek dagang Sinko dari Daftar             ramai seakan-akan mempunyai hubungan
    Umum Merek.                                            erat     dalam    perdagangan      dengan
            Berdasarkan uraian-uraian yang telah           penggugat,       sehingga       penggugat
    dikemukakan dapat penulis simpulkan pada               mempunyai      kepentingan     mengajukan
    kasus Sinko, bahwa prinsip perlindungan                gugatan pembatalan berdasarkan Pasal 68
    hukum merek dilihat dari jenis perlindungan            ayat 1 UU No.15 Tahun 2001.
    hukum, bobot perlindungan hukum dan cara            5. Bahwa penggugat dalam penjelasan Pasal
    perlindungan hukum, tidak mempunyai bobot              6 ayat 1 huruf (a) UU No.15 Tahun 2001
    perlindungan hukum kepada merek terdaftar              tentang persamaan pada pokoknya
    yaitu merek Sinko, milik Perusahaan Sinko              dijelaskan : “yang dimaksud persamaan
    Kogyo L.td Japan.                                      pada pokoknya adalah kemiripan yang
                                                           disebabkan oleh adanya unsur-unsur yang
    b. Sengketa Merek Dagang Alhami 100                    menonjol antara merek yang satu dengan
       antara Drs. Harry Sanusi dengan Ir.                 merek yang lain yang dapat menimbulkan
       Djosianto No. Reg. 01/MEREK/2002/PN.                kesan adanya persamaan baik bentuk,
       NIAGA/PN. Medan.                                    cara penempatan, cara penulisan atau
       Duduk Perkara :                                     kombinasi antara unsur-unsur ataupun
    1. Bahwa penggugat adalah pendaftar merek              persamaan bunyi ucapan yang terdapat
       pertama dan pemilik yang sah atas merek             dalam merek-merek tersebut”.
       100 dan lukisan;                                 6. Bahwa selain itu berdasarkan bukti-bukti
                                                           yang akan kami sampaikan pada acara


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                   138
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


         pembuktian, tergugat dalam mendaftarkan                           Menimbang, bahwa setelah
         mereknya tidak patut mendapatkan                     Majelis Hakim memperhatikan dengan
         perlindungan           hukum,         karena         seksama dalil-dalil gugatan penggugat
         pendaftarannya         nyata-nyata      telah        dalam rekonpensi, maupun sangkalan
         melanggar Pasal 6 ayat 1 (a) dan dilandasi           tergugat dalam rekonpensi, ternyat pokok
         itikad tidak baik yang jelas bertentangan            permasalahan gugatan dalam rekonpensi
         dengan Pasal 4 UU No.15 Tahun 2001                   adalah     pendaftaran      merek     yang
         yang secara tegas menyebutkan, “merek                dipersengketakan sebagaimana di dalam
         tidak dapat didaftar atas permohonan yang            gugatan       konpensi      yang      telah
         diajukan oleh pemohon yang beritikad                 dipertimbangkan secara lengkap dalam
         tidak baik”.                                         pertimbangan hukum dalam bagian
                       Berdasarkan      alasan-alasan         konpensi.
         yang telah dikemukakan, penggugat                                 Menimbang,     bahwa      oleh
         mohon kepada Ketua Pengadilan Niaga                  karena itu keseluruhan pertimbangan-
         Negeri Medan Cq. Majelis Hakim, agar                 pertimbangan hukum dalam bagian
         berkenan kiranya menerima, memeriksa                 konpensi, dipergunakan kembali dan
         dan mengadili gugatan ini dan selanjutnya            dipakai dalam bagian rekonpensi ini.
         memutus sebagai berikut :                       III. Dalam Kopensi dan Rekonpensi
    1)   Mengabulkan          gugatan      penggugat                       Menimbang,              bahwa
         seluruhnya;                                          berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
    2)   Menyatakan penggugat sebagai pemilik                 hukum tersebut di atas, maka tergugat
         dan pendaftar pertama dari merek 100 dan             dalam       konpensi/penggugat       dalam
         lukisan untuk jenis barang dalam kelas 30            rekonpensi adalah pihak yang kalah,
         daftar di bawah No. 452499 tanggal 4                 sehingga patut untuk membayar biaya
         Desember 1998 dan daftar No. 491390                  perkara sehubungan dengan adanya
         tanggal 20 Nopember 2000;                            gugatan ini, sejumlah sebagaimana akan
    3)   Menyatakan bahwa diantara merek 100                  ditentukan dalam amar putusan ini
         dan lukisan daftar No. 452499 tanggal 4              nantinya :
         Desember 1998 dan daftar No. 491390                  MENGADILI :
         tanggal 20 Nopember 2000 penggugat              I. Dalam Konpensi
         dengan merek Alhami 100 daftar                       1. Dalam Eksepsi
         No.509566 tanggal 21 Mei 2001 atas nama                   Menolak Eksepsi tergugat untuk
         tergugat mempunyai persamaan pada                            seluruhnya
         pokoknya dan keduanya digunakan untuk                2. Dalam Pokok Perkara
         barang sejenis dalam kelas 30;                            Mengabulkan gugatan pengugat
    4)   Menyatakan bahwa perolehan hak merek                         untuk sebahagian;
         Alhami 100 daftar No.509566 tanggal 21                    Menyatakan Penggugat adalah
         Mei 2001 milik tergugat dilandasi itikad                     pemilik dan pendaftar pertama dari
         tidak baik;                                                  merek 100 dan lukisan sejenis
    5)   Menyatakan batal atau membatalkan                            barang dalam kelas 30 daftar di
         MEREK Alhami 100 daftar No.509566                            bawah No.452499 tanggal 4
         tanggal 21 Mei 2001 milik tergugat                           Desember 1998 dan No.491390
         dilandasi itikad tidak baik;                                 tanggal 20 Nopember 2000;
    6)   Menghukum tergugat membayar segala                        Menyatakan           batal       atau
         biaya perkara.                                               membatalkan merek Alhami 100
                                                                      daftar No.509566 milik tergugat
    I.  Dalam Konpensi : Tergugat mengajukan                          dalam     Daftar Umum Merek
        eksepsi, dalam pokok perkara, tentang                         Direktorat Jenderal Hak Kekayaan
        hukumnya baik dalam kopensi, dalam                            Intelektual (HAKI), dengan segala
        eksepsi, dalam pokok perkara berhubung                        akibat hukumnya;
        terlalu banyak penulis lampirkan pada                      Memerintahkan               Panitera
        lampiran                                                      Pengadilan        Niaga       pada
    II. Dalam Rekopensi                                               Pengadilan Negeri Medan untuk
                    Menimbang, bahwa maksud                           segera menyampaikan putusan ini
        dan tujuan gugatan dalam rekonpensi                           kepada Direktorat Jenderal Hak
        adalah seperti tersebut di atas :                             Kekayaan Intelektual Departemen



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      139
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


                   Kehakiman      dan    Hak   Asasi     sebagai akibat kinerja aparat petugas kantor
                   Manusia;                              merek yang tidak melaksanakan tugasnya
               Menolak gugatan penggugat untuk          dengan penuh rasa tanggungjawab.
                   yang selebihnya.                                 Secara Perdata, dapat dikatakan
    II. Dalam Rekonpensi                                 tidak mempunyai bobot perlindungan
          Menolak gugatan penggugat dalam               hukum, karena secara perdata dalam kasus
              rekonpensi untuk seluruhnya.               merek 100 dan lukisan, meskipun gugatan
    III. Dalam Konpensi dan Rekonpensi                   pembatalan       merek      Alhami      dikabulkan
          Menghukum              tergugat    dalam      pengadilan, tetapi upaya hukum gugatan ganti
              konpensi/penggugat dalam rekonpensi        rugi ke Pengadilan Niaga sebagaimana diatur
              untuk membayar seluruh biaya perkara       pada Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001 tidak
              ini, yang diperhitungkan sampai hari ini   pernah ditempuh oleh pemilik merek 100 dan
              sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta          lukisan untuk mengganti kerugian yang diderita
              rupiah).                                   selama merek 100 dan lukisan digunakan oleh
              Berdasarkan pemaparan kasus di atas,       pihak yang tidak berhak yaitu merek Alhami
    dapat penulis analisis dari perlindungan hukum       100.
    merek terhadap pemilik merek dagang                             Cara Perlindungan Hukum, secara
    terdaftar dilihat dari : jenis perlindungan          preventif dimaksudkan untuk mencegah atau
    hukum, bobot perlindungan hukum dan cara             menghindari timbulnya pendaftaran merek
    perlindungan hukum.                                  ganda pada produk sejenis dalam satu kelas.
                 Dilihat dari kepemilikan merek          Kenyataannya, pada kasus 100 dan lukisan
    melalui pendaftaran merek, merek 100 dan             yang diteliti merupakan kasus merek dagang
    lukisan untuk jenis barang dalam kelas 30            pada produk sejenis dalam satu kelas. Hal ini
    terdaftar dengan No.452499 tanggal 4                 menunjukkan bahwa kinerja aparat petugas
    Desember 1998 dan daftar No.491390 tanggal           kantor     merek      tidak      optimal    dalam
    20 Nopember 2000. Dengan demikian merek              melaksanakan tugasnya, karena pemeriksaan
    100 dan lukisan merupakan pemilik sah yang           substantif tidak dilakukan secara cermat, teliti,
    terdaftar       dan      berhak     mendapatkan      dan intensif, bahkan tidak berpedoman pada
    perlindungan hukum.                                  persyaratan pendaftaran merek dan UU
                 Dilihat dari jenis perlindungan         terutama Pasal 4, 5, dan Pasal 6 UU No.15
    hukum, kepada pemilik merek terdaftar secara         Tahun 2001. Merek Alhami 100 ada indikasi
    normatif Pasal 28 UU No.15 Tahun 2001 telah          bertentangan dengan Pasal 4, 5, dan 6 UU
    menjamin perlindungan hukum yang berlaku             No.15 Tahun 2001, Pasal 6 ayat (1) yaitu
    selama 10 tahun dan dapat diperpanjang               mempunyai persamaan pada pokoknya
    sebagaimana diatur pada Pasal 36 UU No.15            dengan merek yang sudah didaftarkan terlebih
    Tahun 2001. Akibat hukum dari pemegang               dahulu untuk barang dan/atau jasa yang
    sertifikat merek adalah sebagai bukti                sejenis, yaitu merek 100 dan lukisan.
    kepemilikan hak atau sebagai pemegang                Kemudian ada indikasi melanggar Pasal 5 UU
    merek yang sah diseluruh wilayah teritorial          No. 15 Tahun 2001, yaitu tidak memiliki daya
    Indonesia.                                           pembeda, lebih lanjut melanggar Pasal 4 UU
                 Kenyataannya, meskipun UU telah         No. 15 Tahun 2001 yang secara tegas
    memberikan perlindungan hukum, tetapi tidak          menyatakan, “merek tidak dapat didaftar atas
    semua masyarakat taat dan patuh pada                 permohonan yang diajukan oleh pemohon
    hukum, oleh karena itu timbullah perilaku            yang beritikad tidak baik”, itikad tidak baik yaitu
    melanggar hak atas merek yaitu dengan                meniru, membonceng, menjiplak, reputasi
    beredarnya merek yang sama pada pokoknya             merek milik orang lain, yaitu Merek 100 dan
    dengan merek terdaftar milik orang lain,             lukisan yang sah demi kepentingan usahanya.
    sebagaimana dilakukan oleh pemilik merek             Akibat kinerja aparat petugas kantor merek
    Alhami 100 terhadap merek 100 dan lukisan.           yang tidak melaksanakan tugas dengan penuh
    Dengan demikian dapat dikatakan Pasal 28 UU          rasa        tanggungjawab,           menimbulkan
    No.15 Tahun 2001 itu sendiri tidak                   terdaftarnya merek ganda pada produk sejenis.
    mempunyai bobot perlindungan hukum                   Dengan demikian, secara preventif, sebagai
    terhadap pemilik merek terdaftar, dalam hal ini      upaya pencegahan terdaftarnya merek ganda
    merek 100 dan lukisan, karena terdaftarnya           pada produk sejenis, dapat disimpulkan tidak
    merek ganda pada produk sejenis dalam satu           mempunyai bobot perlindungan hukum
    kelas yaitu merek Alhami 100. Hal ini adalah         kepada merek terdaftar



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                         140
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


              Cara Perlindungan hukum secara                menurut hukum setiap warga negara
    represif, gugatan pembatalan merek Alhami               dianggap telah mengetahui bahwa merek
    100, secara perdata diajukan oleh pemilik               dagang Mustamin adalah milik penggugat
    merek 100 dan lukisan. Gugatan pembatalan               dan pemakai pertama oleh karenanya
    merek didasarkan pada Pasal 4, 5, dan 6 UU              layak     jika   penggugat     mendapatkan
    No. 15 Tahun 2001. Pengadilan akhirnya                  perlindungan       hukum      atas     merek
    mengabulkan gugatan pembatalan merek                    dagangnya tersebut;
    Alhami 100, dan menyatakan merek 100 dan               Bahwa penggugat dalam memproduksi
    lukisan sebagai pemilik dan pendaftar pertama           sarung dengan merek mustamin selalu
    atas merek dagang 100 dan lukisan.                      menggunakan standar/kualitet yang baik
    Seyogyanya pemilik merek 100 dan lukisan                karena       produksi   penggugat      sudah
    mengajukan upaya hukum gugatan ganti rugi               mempunyai nama dan dikenal para
    ke Pengadilan Niaga sebagaimana diatur pada             konsumen di Indonesia maupun di luar
    Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001, guna                      negeri ( Timur Tengah, sehingga demi
    mengembalikan kerugian yang diderita selama             menjaga nama baik produksi penggugat
    merek dagangnya digunakan oleh yang tidak               selalu mengontrol kualitet hasil-hasil
    berhak.                                                 produksinya tersebut;
              Berdasarkan uraian-uraian yang               Bahwa berhubung merek mustamin milik
    telah dikemukakan dapat penulis simpulkan               penggugat telah memperoleh pasaran dan
    pada kasus 100 dan lukisan, bahwa prinsip               kepercayaan dari masyarakat luas, timbul
    perlindungan hukum merek dilihat dari jenis             itikad tidak baik dari tergugat yang
    perlindungan hukum dan bobot perlindungan               bermaksud        mendompleng       ketenaran
    hukum serta cara perlindungan hukum, tidak              sarung produksi penggugat dengan
    mempunyai bobot perlindungan hukum kepada               mengajukan merek dagang sarungnya
    merek terdaftar yaitu merek 100 dan lukisan.            sama seperti merek dagang milik
                                                            penggugat;
                                                           Bahwa dengan adanya niat tergugat
                                                            tersebut di atas, penggugat telah
                                                            melakukan peneguran secara tertulis,
    c. Sengketa Merek Dagang Mustamin                       bahwa apa yang telah dilakukan oleh
       dengan   Halmustamin    dan    Saleh                 tergugat      adalah   tidak    benar    dan
       Almuchdar Almustamin (Surabaya)                      bertentangan dengan hukum, akan tetapi
                                                            teguran penggugat tersebut ditanggapi
    Duduk Perkara :                                         oleh tergugat bahkan tergugat tetap
     Bahwa penggugat adalah pengusaha,                     mengajukan permohonan Pendaftaran
       untuk melindungi merek dagangnya,                    mereknya dengan nama Halmustamin dan
       penggugat         telah       mendaftarkan           Saleh Almuchdar Almustamin ke kantor
       produksinya berupa sarung tenun, sarung              turut tergugat untuk barang dagangan
       batik, kain tenun, kain celana, tekstil kain         dengan kategori 24 berupa sarung dan
       sprei, kain selimut, kain kasur, tilam-tilam         lain-lain sama seperti milik penggugat;
       tempat tidur dan meja miliknya dengan               Bahwa untuk merealisir maksudnya
       mereknya Mustamin ke Kantor turut                    tergugat dengan segala rekayasa berhasil
       tergugat, sekarang disebut Dirjen HAKI               memperoleh sertifikat merek Halmustamin
       Departemen Kehakiman dan HAM dengan                  No.388789 dan merek Saleh Almuchdar
       No. 33498 tanggal 4 Mei 1994 dan berlaku             Almustamin dengan No.391175 pada
       selama 10 tahun s.d. tahun 2004;                     tanggal 12 September 1997 dan tanggal
     Bahwa dengan demikian secara yuridis                  18 September 1997 dari kantor turut
       penggugat adalah pemilik sah dan                     tergugat;
       pemakai pertama dari merek Mustamin                 Bahwa dalam penjelasan arti merek
       untuk produksi sarung dan barang lainnya             Almustamin       dan     Saleh    Almuchdar
       yang masuk dalam kategori barang-barang              Almstamin diterangkan dalam sertfikatnya
       kelas 24, sesuai sertifikat yang diterbitkan         sebagai berikut :
       oleh turut tergugat dan telah diumumkan              a. Halmustamin adalah penamaan merek
       dalam berita negara RI;                                   dan;
     Bahwa telah diumumkan merek dagang
       penggugat oleh turut tergugat, maka



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                     141
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


        b. Saleh Almuchdar Almustamin adalah                 pembatalan pendaftaran merek-merek
             nama pemilik (Saleh Almuchdar) dan              tersebut;
             nama merek (Almustamin).                   6) Menyatakan tidak dapat diterima petitum
       Bahwa dengan adanya penjelasan di atas,              nomor 7 dari gugatan penggugat;
        maka terbukti kalau kedua merek milik           7) Menolak gugatan yang selebihnya.
        tergugat pada pokoknya sama dengan                   Dalam Rekonpensi :
        merek dengan milik penggugat yang telah               Menyatakan          tidak dapat diterima
        diperoleh lebih dahulu dan pemakai                        gugatan penggugat
        pertama dari produksi sarungnya;                          Dalam Konpensi dan Rekonpensi :
       Bahwa setelah memperoleh sertifikat                   Menghukum              tergugat      dalam
        dengan merek Halmustamin dan Saleh                        konpensi/penggugat dalam rekonpensi
        Almustamin tergugat memproduksi sarung                    untuk membayar biaya perkara
        dengan kualitet yang jelek dan dikemas                    sebesar Rp 5.300.000,- (Lima juta tiga
        dengan kemasan sama milik penggugat                       ratus ribu rupiah)
        dengan maksud agar masyarakat pembeli                 Menghukum pemohon kasasi/tergugat
        sulit membedakan mana hasil produksi                      asal untuk membayar biaya perkara
        penggugat dan mana hasil produksi                         dalam tingkat kasasi sebesar Rp
        tergugat karena dalam kemasan, tulisan,                   5.000.000,- (Lima juta rupiah)
        warna dan benang sulaman selalu dibuat                    Berdasarkan pemaparan kasus di atas,
        sama persis dengan merek dagang                 dapat penulis analisis dari perlindungan hukum
        penggugat, sehingga sepintas selalu tidak       merek terhadap pemilik merek dagang
        ada daya pembeda dan masyarakat dalam           terdaftar dilihat dari : jenis perlindungan
        hal ini konsumen selalu terkecoh dengan         hukum, bobot perlindungan hukum dan cara
        hasil produksi tergugat yang seakan-akan        perlindungan hukum sebagai berikut :
        milik/hasil produksi penggugat. Dan                         Dilihat dari kepemilikan merek
        seterusnya.                                     pemilik merek MUSTAMIN merupakan pemilik
        MENGADILI :                                     merek yang sah untuk jenis barang dalam
         Dalam Konpensi                                kelas 24 berdasarkan register No.339408
         Dalam Eksepsi                                 tanggal 5 Mei 1994, sedangkan merek
         Menolak Eksepsi turut tergugat                Halmustamin terdaftar No.388789 dan merek
         Dalam Provisi                                 Saleh      Almuchdar      Almustamin     terdaftar
         Menolak tuntutan provisi tergugat             No.391175 tanggal 12 September 1977.
         Dalam pokok perkara                           Dengan demikian merek MUSTAMIN adalah
                                                        merupakan pemilik merek pertama dan pemilik
    1) Mengabulkan gugatan penggugat untuk              merek yang sah yang terdaftar, oleh karena itu
       sebagian;                                        berhak mendapatkan perlindungan hukum.
    2) Menyatakan penggugat adalah pemilik sah                      Dilihat dari jenis perlindungan
       dari merek dagang mustamin untuk barang          hukum, kepada pemilik merek terdaftar secara
       kelas 24 berdasarkan register No.339408          normatif Pasal 28 UU No.15 Tahun 2001 telah
       tanggal 12 Juli 1995;                            menjamin perlindungan hukum yang berlaku
    3) Menyatakan merek penggugat (mustamin)            selama 10 tahun dan dapat diperpanjang
       daftar No.339408 dan merek-merek                 sebagaimana diatur pada Pasal 36 UU No.15
       tergugat     (Halmustamin    dan   Saleh         Tahun 2001. Akibat hukum dari pemegang
       Almuchdar Almustamin) daftar No.388789           sertifikat merek adalah sebagai bukti
       dan 391175 mempunyai persamaan dan               kepemilikan hak atau sebagai pemegang
       pada pokoknya untuk barang sejenis               merek yang sah diseluruh wilayah teritorial
       dalam kelas 24;                                  Indonesia.
    4) Membatalkan        pendaftaran     merek                     Kenyataannya, meskipun UU telah
       Halmustamin dan Saleh Almuchdar                  memberikan perlindungan hukum, tetapi tidak
       Almustamin atas nama tergugat dengan             semua masyarakat taat dan patuh pada
       segala akibat hukumnya;                          hukum, oleh karena itu timbullah perilaku
    5) Memerintah        Panitera     Pengadilan        melanggar hak atas merek yaitu dengan
       Negeri/Niaga Surabaya untuk segera               beredarnya merek yang sama pada pokoknya
       menyampaikan salinan putusan ini kepada          dengan merek terdaftar milik orang lain,
       turut    tergugat   agar    melaksanakan         sebagaimana dilakukan oleh pemilik merek
                                                        Halmustamin         dan      Saleh     Almuchdar



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       142
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    Almustamin terhadap           merek Mustamin.         kinerja aparat petugas kantor merek yang tidak
    Dengan demikian dapat dikatakan Pasal 28 UU           melaksanakan tugas dengan penuh rasa
    No.15 Tahun 2001 itu sendiri tidak                    tanggungjawab, menimbulkan terdaftarnya
    mempunyai bobot perlindungan hukum                    merek ganda pada produk sejenis. Dengan
    terhadap pemilik merek terdaftar, dalam hal ini       demikian, secara preventif, sebagai upaya
    merek Mustamin, karena terdaftarnya merek             pencegahan terdaftarnya merek ganda pada
    ganda pada produk sejenis dalam satu kelas            produk sejenis, dapat disimpulkan tidak
    yaitu     merek    Halmustamin        dan    Saleh    mempunyai bobot perlindungan hukum
    Almuchdar Almustamin. Hal ini adalah sebagai          kepada merek terdaftar
    akibat kinerja aparat petugas kantor merek                        Cara Perlindungan hukum secara
    yang tidak melaksanakan tugasnya dengan               represif,     gugatan      pembatalan   merek
    penuh rasa tanggungjawab.                             Halmustamin        dan      Saleh    Almuchdar
               Secara Perdata, dapat dikatakan            Almustamin, secara perdata diajukan oleh
    tidak mempunyai bobot perlindungan                    pemilik merek Mustamin. Gugatan pembatalan
    hukum, karena secara perdata, meskipun                merek didasarkan pada Pasal 4, 5, dan 6 UU
    gugatan pembatalan merek yang ditempuh                No. 15 Tahun 2001. Pengadilan akhirnya
    oleh pemilik merek Mustamin dikabulkan                mengabulkan gugatan pembatalan merek
    pengadilan, tetapi upaya hukum gugatan ganti          Halmustamin        dan      Saleh    Almuchdar
    rugi ke Pengadilan Niaga sebagaimana diatur           Almustamin, dan menyatakan merek Mustamin
    pada Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001 tidak               sebagai pemilik dan pendaftar pertama atas
    pernah ditempuh oleh pemilik merek Mustamin           merek dagang Mustamin. Seyogyanya pemilik
    untuk mengganti kerugian yang diderita selama         merek Mustamin mengajukan upaya hukum
    Mustamin digunakan oleh pihak yang tidak              gugatan ganti rugi ke Pengadilan Niaga
    berhak yaitu Halmustamin dan Saleh                    sebagaimana diatur pada Pasal 76 UU No.15
    Almuchdar Almustamin.                                 Tahun 2001, guna mengembalikan kerugian
               Cara Perlindungan Hukum, secara            yang diderita selama merek dagangnya
    preventif dimaksudkan untuk mencegah atau             digunakan oleh yang tidak berhak.
    menghindari timbulnya pendaftaran merek                           Berdasarkan uraian-uraian yang
    ganda pada produk sejenis dalam satu kelas.           telah dikemukakan dapat penulis simpulkan
    Kenyataannya, pada kasus Mustamin yang                pada kasus Mustamin, bahwa prinsip
    diteliti merupakan kasus merek dagang pada            perlindungan hukum merek dilihat dari jenis
    produk sejenis dalam satu kelas. Hal ini              perlindungan hukum dan bobot perlindungan
    menunjukkan bahwa kinerja aparat petugas              hukum serta cara perlindungan hukum, tidak
    kantor      merek     tidak      optimal     dalam    mempunyai bobot perlindungan hukum kepada
    melaksanakan tugasnya, karena pemeriksaan             merek terdaftar yaitu merek Mustamin.
    substantif tidak dilakukan secara cermat, teliti,                 Dari pemaparan kelima kasus yang
    dan intensif, bahkan tidak berpedoman pada            dianalisis berdasarkan prinsip perlindungan
    persyaratan pendaftaran merek dan UU                  hukum merek terhadap pemilik merek dagang
    terutama Pasal 4, 5, dan Pasal 6 UU No.15             terdaftar dilihat dari jenis perlindungan
    Tahun 2001. Merek Halmustamin dan Saleh               hukum, bobot perlindungan hukum, dan
    Almuchdar       Almustamin        ada      indikasi   cara perlindungan hukum, dapat diambil
    bertentangan dengan Pasal 4, 5, dan 6 UU              intisari sebagai berikut :
    No.15 Tahun 2001, Pasal 6 ayat (1) yaitu
    mempunyai persamaan pada pokoknya                     1. Prinsip     perlindungan      hukum    merek
    dengan merek yang sudah didaftarkan terlebih             terhadap pemilik merek dagang terdaftar,
    dahulu untuk barang dan/atau jasa yang                   dilihat dari :
    sejenis, yaitu merek 100 dan lukisan.                    a) Jenis Perlindungan Hukum
    Kemudian ada indikasi melanggar Pasal 5 UU                     Pada prinsipnya UU merek secara
    No. 15 Tahun 2001, yaitu tidak memiliki daya                    tegas          telah      memberikan
    pembeda, lebih lanjut melanggar Pasal 4 UU                      perlindungan kepada merek terdaftar
    No. 15 Tahun 2001 yang secara tegas                             untuk jangka waktu 10 (sepuluh)
    menyatakan, “merek tidak dapat didaftar atas                    tahun, sejak tanggal penerimaan
    permohonan yang diajukan oleh pemohon                           sebagaiman diatur pada Pasal 28
    yang beritikad tidak baik”, itikad tidak baik yaitu             UU No.15 Tahun 2001 dan jangka
    meniru, membonceng, menjiplak, reputasi                         waktu      itu    dapat   diperpanjang
    merek milik orang lain, yaitu Merek Mustamin                    sebagaimana diatur dalam Pasal 36
    yang sah demi kepentingan usahanya. Akibat                      UU No.15 Tahun 2001;


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       143
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


            UU     merek    telah    memberikan                  dagang terhadap produk sejenis
             perlindungan baik secara pidana                      dalam     satu    kelas.  Hal     ini
             maupun perdata. Secara pidana,                       menunjukkan bahwa kinerja aparat
             kepada pelaku pelanggaran hak atas                   petugas kantor merek tidak optimal
             merek diancam dengan pidana                          dalam     melaksanakan    tugasnya,
             penjara    dan    denda     terhadap                 karena pemeriksaan substantif tidak
             perbuatan dengan sengaja dan                         dilakukan secara cermat, teliti, dan
             tanpa hak menggunakan merek yang                     intensif bahkan tidak berpedoman
             sama pada pokoknya atau pada                         pada persyaratan pendaftaran merek
             keseluruhannya      dengan     merek                 dan UU terutama Pasal 4, 5, dan 6
             terdaftar milik orang lain. Secara                   UU No.15 Tahun 2001, sehingga
             perdata, pemilik merek terdaftar                     terdaftarnya merek ganda pada
             diberikan hak untuk mengajukan                       produk sejenis dalam satu kelas.
             gugatan ganti rugi ke Pengadilan                     Secara preventif, sebagai upaya
             Niaga      guna      mengembalikan                   pencegahan terdaftarnya merek
             kerugian yang diderita selama merek                  ganda pada produk sejenis. Secara
             digunakan oleh pihak lain yang tidak                 preventif dapat dikatakan tidak
             berhak, sebagaiman diatur pada                       mempunyai bobot perlindungan
             Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001.                        hukum kepada merek terdaftar.
                                                                 Cara represif, merupakan upaya
       b) Bobot Perlindungan Hukum                                menekan atau menindak pelaku
           Penerapan hukum oleh hakim                            pelanggaran hak atas merek.
            terhadap pelaku pelanggaran hak                          Penjatuhan     pidana    penjara
            atas merek, dilihat dari 5 (lima)           maupun pidana denda oleh Hakim terhadap
            kasus merek yang diteliti terutama          pelaku pelanggaran hak atas merek sangat
            kasus      COMMAL      dan    kasus         ringan. Dari 5 (lima) kasus merek yang diteliti
            Alexander     ZA    putusan    yang         terutama kasus COMMAL dan kasus Cuka
            dijatuhkan sangat ringan, meskipun          Getah Cap Gentong. Putusan yang dijatuhkan
            masih dalam batas aturan yang               hakim tidak menimbulkan efek jera terhadap
            ditentukan UU Merek. Oleh karena            pelaku. Secara represif, sebagai upaya
            itu    putusan    tersebut     tidak        penanggulangan atau penindakan terhadap
            mempunyai bobot perlindungan                pelaku pelanggaran hak atas merek tidak
            hukum, sehingga tidak dapat                 mempunyai bobot perlindungan hukum
            dijadikan pedoman bagi kasus merek          kepada merek terdaftar.
            yang lain;
           Secara perdata dapat dikatakan              2.    Penegakan hukum merek belum dapat
            bahwa tidak mempunyai bobot                      diterapkan sesuai dengan UU merek yang
            perlindungan hukum, karena upaya                 telah ada, karena beberapa faktor :
            hukum gugatan ganti rugi yang dapat              a) Faktor Undang-Undang
            diajukan ke Pengadilan Niaga                          Salah satu kelemahan dari ketiga UU
            sebagaimana diatur dalam Pasal 76                     merek adalah belum dirumuskan
            UU No.15 Tahun 2001 tidak pernah                      batas minimal khusus pidana
            ditempuh     oleh   pemilik  merek                    penjara maupun denda dalam
            terdaftar guna mengganti kerugian                     undang-undang.       Hal       tersebut
            yang diderita selama mereknya                         memberikan kebebasan yang sangat
            digunakan oleh pihak yang tidak                       luas kepada hakim dalam mengambil
            berhak.                                               keputusan sehingga putusan itu tidak
                                                                  menimbulkan efek jera bagi si pelaku.
                                                                  Akibatnya keputusan hakim dalam
       c) Cara Perlindungan Hukum                                 kasus merek tidak mempunyai bobot
           Cara Preventif, merupakan      upaya                  perlindungan hukum, khususnya untuk
            pencegahan terdaftarnya        merek                  melindungi merek terdaftar, tetapi
            ganda pada produk sejenis      dalam                  justru merangsang masyarakat untuk
            satu kelas.                                           meniru, membonceng, dan menjiplak
            Kenyataannya, dari 5 (lima)    kasus                  merek orang lain.
            yang diteliti adalah kasus     merek



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      144
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


         b) Faktor Penegak Hukum                            Penegak Hukum; (3) Faktor Sarana dan
             Kinerja aparat petugas kantor merek           Prasarana; (4) Faktor Masyarakat; (5)
              tidak optimal dalam melaksanakan              Faktor Budaya. Beberapa faktor tersebut
              tugasnya, bahkan dapat dikatakan              selanjutnya akan penulis uraikan berikut ini
              tidak bertanggungjawab, karena                :
              tidak berpedoman pada persyaratan
              pendaftaran merek terutama Pasal 4,           1) Peraturan Perundangan-undangan
              5, dan 6 UU No.15 Tahun 2001,                                 Dari      sisi     peraturan
              sehingga terdaftarnya merek ganda                perundang-undangan yang mengatur
              pada produk sejenis dalam satu                   tentang merek, telah mengalami
              kelas. Secara preventif, sebagai                 beberapa       kali      revisi     untuk
              upaya pencegahan terdaftarnya                    penyempurnaan           undang-undang,
              merek ganda dalam produk sejenis                 mulai dari UU No.21 Tahun 1961,
              tidak memberikan perlindungan                    kemudian dirubah dengan UU No.19
              hukum kepada merek terdaftar;                    Tahun 1992, selanjutnya direvisi
             Putusan yang dijatuhkan hakim tidak              kembali melalui UU No.14 Tahun
              menimbulkan efek jera terhadap si                1997, karena di pandang tidak sesuai
              pelaku. Secara represif, sebagai                 lagi     dalam      menghadapi        era
              cara      penanggulangan         atau            perdagangan global, penyempurnaan
              penindakan      terhadap       pelaku            terakhir dengan berlakunya UU No.15
              pelanggaran hak atas merek tidak                 Tahun 2001.
              memberikan perlindungan hukum                                 Dilihat                  dari
              kepada merek terdaftar, bahkan                   perkembangan perundang-undangan
              dapat merangsang masyarakat untuk                di bidang merek sudah sangat maju
              melakukan      perbuatan      meniru,            dan telah mengacu kepada konvensi-
              membonceng,        dan      menjiplak            konvensi internasional. Dari segi
              reputasi merek milik orang lain.                 perangkat yuridis sebenarnya telah
                                                               ditemui banyak kemajuan untuk
                                                               memberikan      perlindungan      hukum
         c) Faktor Masyarakat                                  kepada pemilik merek terdaftar.
            Dari kelima kasus yang diteliti, upaya             Namun disisi lain masih terdapat
            hukum     gugatan ganti rugi ke                    kelemahan,           yaitu         belum
            Pengadilan Niaga sebagaimana diatur                dirumuskannya batas minimal khusus
            dalam UU Merek pada Pasal 76 UU                    pidana penjara maupun denda dalam
            No.15 Tahun 2001, tidak pernah                     undang-undang, sehingga memberikan
            ditempuh oleh pemilik merek terdaftar              kebebasan yang sangat luas kepada
            sebagai pengganti kerugian yang                    hakim dalam mengambil keputusan,
            diderita selama mereknya digunakan                 akibatnya putusan tersebut tidak
            oleh yang tidak berhak.                            memberikan      perlindungan      hukum
                                                               kepada pemilik merek terdaftar. Oleh
    B. Penegakan Hukum Merek Apakah telah                      sebab itu hakim dalam menjatuhkan
       Diterapkan sesuai dengan Undang-                        putusan hendaknya membuat putusan
       Undang Merek yang Belaku.                               yang dapat menimbulkan efek jera
                 Sehubungan dengan penegakan                   kepada si pelaku.
                                                24
       hukum     ini,    Soerjono  Soekanto
       menyatakan bahwa masalah pokok dalam                 2) Kelemahan Penegak Hukum
       penegakan hukum sebenarnya terletak                                   Aparat penegak hukum
       pada faktor-faktor yang mempengaruhi.                   yang berkaitan dengan penegakan
       Faktor-faktor tersebut mempunyai arti yang              hukum merek, tentunya adalah pihak
       netral, sehingga dampak positif maupun                  kepolisian, PPNS, Kejaksaan, Hakim,
       negatif terletak dari isi faktor-faktor                 Petugas        Pendaftaran   Merek.
       tersebut : (1) Faktor Hukum; (2) Faktor                 Kelemahan yang dimaksud disini lebih
                                                               banyak menyangkut kesiapan sumber
                                                               daya manusia (SDM) aparat penegak
    24
      Soerjono Soekanto, Faktor-faktor yang                    hukum berkaitan atas Hak Kekayaan
    Mempengaruhi Penegakan Hukum, Rajawali,                    Intelektual (HAKI). Kemampuan aparat
    Jakarta, 1986


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      145
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


            penegak       hukum    masih    perlu                penulis dengan hakim Pengadilan
            ditingkatkan.                                        Negeri Jambi yang pernah memutus
                          Berikut ini wawancara                  perkara pelanggaran hak atas merek
            penulis dengan petugas pendaftaran                   Bapak Suwis Dachlan dapat penulis
            merek Dirjen Hak Kekayaan Intelektual                simpulkan sebagai berikut :
            Departemen Kehakiman dan HAM RI                            Hakim      dalam    menjatuhkan
            bahwa :                                                    pidana adalah melihat unsur-
                                                                       unsur dalam tindak pidana itu
                  Selama        ini     permohonan                     sendiri terbukti atau tidak,
                  pendaftaran merek masih di                           kemudian ada pertimbangan hal-
                  Kantor Merek yang berada di                          hal yang memberatkan dan
                  Tangerang. Meskipun sekarang                         meringankan terdakwa, dalam
                  sudah ada perwakilan kantor                          perkara perdata hakim tidak
                  merek di daerah yaitu Kanwil                         boleh menjatuhkan putusan
                  Departemen Kehakiman dan                             yang tidak digugat, putusan
                  HAM, akan tetapi sampai                              didasarkan       atas        beban
                  sekarang belum berjalan secara                       pembuktian yang diajukan oleh
                                                                                                  27
                  efektif,    oleh     karena      itu                 para pihak dipersidangan .
                  masyarakat       umumnya      lebih                          Berdasarkan          kelima
                  memilih     untuk      mengajukan              putusan hakim yang diteliti, tidak
                  permohonan             pendaftaran             memberikan       bobot    perlindungan
                  mereknya langsung ke Dirjen                    hukum, khususnya untuk melindungi
                  HAKI di Jakarta, sehingga hal ini              pemilik merek dagang terdaftar, akan
                  mengakibatkan menumpuknya                      tetapi justru merangsang masyarakat
                  berkas                permohonan               untuk melakukan meniru, menjiplak
                  pendaftaran. Banyaknya berkas                  reputasi merek milik orang lain.
                  permohonan pendaftaran yang
                  diajukan tidak sebanding dengan             3) Faktor Masyarakat
                  petugas           yang       akan                           Masyarakat         dalam
                  melaksanakan             pekerjaan             penegakan hukum memiliki peran
                           25
                  tersebut .                                     penting, dalam kasus pelanggaran hak
                                                                 atas    merek     masyarakat      yang
                          Dalam laporan reportase                dimaksudkan adalah pihak yang
            Harian Kompas, 26 Februari 1997,                     merasa dirugikan yaitu pemilik merek
            Dirjen Hak Cipta, Paten, dan Merek                   dagang terdaftar yang sah yang
            sempat mengatakan bahwa kantor                       berhak mendapatkan perlindungan
            merek dalam keadaan “sakit”. Di sini                 hukum baik dari aspek pidana maupun
            katanya “tidak ada proses”ibarat orang               aspek perdata. Umumnya pemilik
            makan nasi keluarnya nasi. Sebuah                    merek     dagang    terdaftar   hanya
            permohonan merek yang salah dapat                    menggugat      pembatalan       merek
            diterima begitu saja. Tidak ada koreksi,             tergugat yang pada pokoknya atau
            padahal sudah melewati eselon IV dan                 pada keseluruhannya sama dengan
            II. Bahkan ada merek yang sama,                      milik penggugat. Walaupun gugatan
            hanya berbeda logo, dapat dikeluarkan                pembatalan merek yang digugat oleh
                                                26
            sertifikatnya hanya selisih sehari.                  pemilik merek yang sah dikabulkan
                          Sehubungan         dengan              oleh pengadilan. Demikian pula dalam
            penjatuhan hukuman oleh hakim                        kasus pidana terdakwa terbukti
            dalam kasus pelanggaran hak atas                     bersalah     memenuhi      unsur-unsur
            merek, berikut ini hasil wawancara                   pidana yang didakwakan. Hal ini
                                                                 memberikan     kesempatan      kepada
                                                                 pemilik    merek    terdaftar    untuk
    25
       Wawancara, petugas pendaftaran merek di                   mengajukan upaya hukum gugatan
    Jakarta, Agustus 2003                                        ganti rugi sebagaimana diatur pada
    26
       Ridwan Khairandy, Perlindungan Hukum Merek
       dan Problematika Penegakan Hukumnya, dikutip
                                                         27
       dari Jurnal Magister Hukum Vol.1, 1 September       wawancara, Hakim Pengadilan Negeri Jambi,
       1999, hal.52                                      September 2003


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                       146
J   L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


           Pasal 76 UU No.15 Tahun 2001, guna                  para pihak. UU Merek No.15 Tahun
           mengembalikan        kerugian   secara              2001 perlu ditinjau kembali, agar
           ekonomis yang diderita oleh pemilik                 mengatur batas minimal khusus pidana
           merek terdaftar selama pemakaian                    penjara    maupun    denda    dalam
           merek oleh yang tidak berhak, tetapi                ketentuan pidananya.
           berdasarkan kelima kasus yang diteliti           2. Diharapkan aparat petugas kantor
           upaya tersebut tidak pernah ditempuh                merek dapat melaksanakan tugasnya
           oleh pemilik merek terdaftar. Oleh                  dengan penuh rasa tanggungjawab,
           sebab itu penulis berpendapat, bahwa                cermat, dan teliti, sehingga tidak
           penegakan hukum di bidang merek                     menimbulkan     pendaftaran   merek
           belum terlaksana secara optimal,                    ganda pada produk sejenis dalam satu
           terutama dilihat faktor Undang-undang,              kelas.
           penegak       hukum       dan    faktor
           masyarakat.
                                                        DAFTAR PUSTAKA
    A. Kesimpulan
                  Dari pembahasan yang telah            Abdullah, Mustafa, Sosiologi Hukum Dalam
       dikemukakan pada bab terdahulu, penulis                      Masyarakat, Rajawali, Jakarta,
       dapat mengambil beberapa kesimpulan,                         1996.
       sebagai berikut :
       1. Pada prinsipnya UU Merek telah                Adisumarto, Harsono, Hak Milik Perindustrian,
           mengalami kemajuan, karena telah                          Penerbit Akademika Pressindo,
           mengacu pada konvensi internasional,                      Jakarta, 1990.
           kelemahannya UU belum mengatur
           batas minimal khusus pidana penjara          Badudu, J.S., Inilah Bahasa Indonesia Yang
           dan denda. Putusan yang dijatuhkan                        Benar, Gramedia, Jakarta, 1986
           oleh hakim sangat ringan, meskipun
           masih dalam batas yang diatur dalam          Background Reading Material On Intellectual
           UU. Akibatnya putusan tersebut tidak                     Property,     Penerbit   World
           menimbulkan efek jera bagi si pelaku                     Intellectual           Property
           untuk meniru, membonceng, dan                            Organization (WIPO), 1998.
           menjiplak reputasi merek milik orang
           lain. Sehingga secara ekonomis hal ini       BPHN, Seminar Hukum Atas Merek, Cetakan
           merugikan pemilik merek terdaftar.                      Pertama, Bina Cipta, Bandung,
       2. Kinerja aparat petugas kantor merek                      1978.
           yang tidak melaksanakan tugasnya
           secara bertanggungjawab, karena              Citrawida Priapantja, Cita, Beberapa Masalah
           pemeriksaan substantif tidak dilakukan                     Pendaftaran dan Perlindungan
           secara cermat, teliti, dan intensif,                       Merek     Indonesia,   Makalah
           bahkan tidak berpedoman pada UU                            Seminar       BPHN,    Jakarta,
           Merek dan persyaratan pendaftaran                          1997/1998.
           merek, sehingga terdaftarnya merek
           ganda pada produk sejenis dalam satu         Departemen       Pendidikan dan Kebudayaan,
           kelas. Akibatnya secara ekonomis, hal                         Kamus Besar Bahasa Indonesia,
           ini merugikan pemilik merek terdaftar.                        Balai Pustaka, Jakarta, 1990.

    B. S a r a n                                        Dirdjosisworo,     Soedjono, Pengantar Ilmu
       1. Diharapkan kepada hakim dalam                                  Hukum, Raja Grafindo Persada,
           menjatuhkan      putusan    hendaknya                         Jakarta, 2001.
           bersikap objektif, meskipun UU Merek
           belum mengatur batas minimal khusus          Djumhana Muhammad dan R. Djubaedillah,
           pidana penjara dan denda, putusan                      Hak Milik Intelektual, Penerbit
           yang dijatuhkan terhadap pelaku                        PT. Citra Aditya Bakti, Bandung,
           pelanggaran      hak     atas   merek                  1993.
           hendaknya setimpal dengan perbuatan
           yang dilakukan, sehingga putusan             Gautama, Sudargo, Hukum Merek Indonesia,
           dapat memenuhi rasa keadilan bagi                       Penerbit Alumni, Bandung, 1986.


    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                    147
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


                                                                Moeljatno,   Kitab Undang-Undang Hukum
    ............................., Himpunan   Keputusan                       Pidana, Penerbit Bumi Aksara,
                           Merek Dagang, Penerbit Alumni,                     Jakarta, 1985.
                           Bandung, 1986
                                                                Prakorso, Djoko, Perselisihan Hak Atas Merek
    ............................., Hak Milik Intelektual                     di Indonesia, Cetakan I, Penerbit
                          Indonesia      dan     Perjanjian                  Liberty, Djogjakarta, 1987.
                          Internasional, Penerbit PT. Citra
                          Aditya Bakti, Bandung, 1994.          Purba,   Zein     Umar, Pokok-Pokok Pikiran
                                                                                Mengenai              Pengaturan
    ............................., Hak Milik Intelektual                        Persaingan     Sehat,   Makalah
                           Indonesia      dan      Perjanjian                   disampaikan dalam panel diskusi
                           Internasional,     Trips,    Gatt                    terbatas rapat kerja Departemen
                           Putaran      Uruguay      (1994),                    Perdagangan,       Jakarta,    9
                           Penerbit PT. Citra Aditya Bakti,                     September 1994.
                           Bandung, 1997.
                                                                Purwo    Sutjipto, HMN, Pengertian Pokok
    .............................,   Segi-segi       Hukum                     Hukum    Dagang    Indonesia,
                           Perdagangan         Internasional                   Penerbit Djambatan, Jakarta,
                           GATT dan GSP, Penerbit PT.                          1984.
                           Citra Aditya Bakti, Bandung,
                           1994.                                Rajaguguk,      Erman, Penelitian Mengenai
                                                                                Peraturan Persaingan Bisnis di
    Hamzah,        Andi,    Sistem   Pidana    dan                              Indonesia, Makalah disampaikan
                    Pemidanaan     dari   Retribusi                             pada seminar mengenai hukum
                    Reformasi, Pradnya Paramita,                                persaingan, Aspek dan Ekonomi,
                    Jakarta, 1986.                                              Jakarta, 27 Juli 1996.

    Hadikusuma,         Hilman,  Bahasa            Hukum        Soekardono, R, Hukum Dagang Indonesia Jilid
                     Indonesia,  Penerbit          Alumni,                  I, Penerbit Dian Rakyat, Jakarta,
                     Bandung, 1992.                                         1983.

    Jayabaya, Buku Monitoring Kemajuan Studi                    Saleh, Ismail, Hukum dan Ekonomi, Penerbit
                Mahasiswa Program Magister                                    PT. Gramedia Pustaka Utama,
                Ilmu dan Pedoman Penyusunan                                   Jakarta, 1990.
                Proposal     Penelitian      dan
                Penulisan    Tesis,     Program                 Saleh, Roeslan, Seluk Beluk Praktis Lisensi,
                Pascasarjana, Jakarta, 2003.                                 Penerbit Sinar Grafika, Jakarta,
                                                                             1987.
    Kansil, C.S.T., Hak Milik Intelektual Paten
                 Merek    Perusahaan      Merek                 Setiawan, Aneka Masalah Hukum dan Hukum
                 Perniagaan Hak Cipta, Penerbit                              Acara     Perdata,   Alumni,
                 Bumi Aksara, Jakarta.                                       Bandung, 1992.

    Mahadi, Hak Milik Imateriil, BPHN, Jakarta,                 Soemodirejo Soegondo, Merek Perusahaan
               1985.                                                        dan     Perniagaan,  Penerbit
                                                                            Lembaga Administrasi Negara,
    Keraf, Gorys, Komposisi, Ikrar Mandiri Abadi,                           Jakarta, 1963.
                 Jakarta, 1993.
                                                                Soekanto,    Soerjono, Pengantar Penelitian
    Khairandy,      Ridwan, Perlindungan Hukum                                Hukum, Universitas Indonesia
                    Merek     dan    Problematika                             Press, Jakarta, 1986.
                    Penegakan Hukumnya, Dalam
                    Jurnal Magister Hukum Vol.1,                ..................., Tata Cara Penyusunan Karya
                    Penerbit PPS Magister Ilmu                                       Ilmiah Bidang Hukum, Ghalia
                    Hukum UII, Yogyakarta, 1999.                                     Indonesia, Jakarta, 1986.



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                              148
J    L E G A L I T A S Jurnal Penelitian Hukum Vol. IV No. 1 Januari – Juni 2003 : 102 - 149


    ...................,        Faktor-Faktor         Yang   Varia Peradilan No. 216 Tahun 2003.
                           Mempengaruhi        Penegakan
                           Hukum, Rajawali, Jakarta, 1986.   Peraturan :

    ...................,    dan Sri Mamudji, Penelitian      Perundingan-Perundingan         Perdagangan
                           Hukum Normatif Suatu Tinjauan     Multilateral  Putaran     Uruguay,   Komite
                           Singkat,    Penerbit Rajawali,    Perundingan-Perundingan        Perdagangan,
                           Jakarta, 1985.                    Marrakesh, 15 April 1994.
                                                             Republik Indonesia, Undang-Undang No.19
    Soemodirejo              Soegondo, Merek Dagang          Tahun 1992 tentang Merek.
                           Indonesia, Penerbit Pradnya       Republik Indonesia, Undang-Undang No.14
                           Paramita, Jakarta, 1979.          Tahun 1997 tentang Merek.
                                                             Republik Indonesia, Undang-Undang No.15
    Suryodiningrat, Pengantar Ilmu Hukum Merek,              Tahun 2001 tentang Merek.
                  Penerbit   Pradnya   Paramita,             Republik Indonesia, Undang-Undang No.30
                  Jakarta, 1984.                             Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
                                                             Republik Indonesia, Undang-Undang No.31
    Soenandar Taryana, Perlindungan Hak Milik                Tahun 2000 tentang Desain Industri.
               Intelektual di Negara Negara
               ASEAN, Penerbit Sinar Grafika,
               Jakarta, 1996.

    Sumida Yoshihiro dan Budimaulana Insan,
               Perlindungan   Bisnis   Merek
               Indonesia-Jepang,     Penerbit
               Pustaka Sinar Harapan Jakarta,
               1994.

    Saidin, Aspek Hukum Hak Milik Intelektual,
                 Penerbit PT. Raja Grafindo
                 Persada , Jakarta, 1997.

    Suryatin, Hukum Dagang I dan II, Penerbit
                 Pradnya Paramita,   Jakarta,
                 1980.

    Simanjuntak,             Emy     Pangaribuan,   Suatu
                           Tinjauan    Singkat,   Rajawali
                           Press, Jakarta, 1990.

    Soetijarsa,               N.A,        Hukum      Milik
                           Perindustrian,Liberty,
                           Yogyakarta, 1981.

    Suryodiningrat, R.M., Pengantar Ilmu Hukum
                  Merek,     Penerbit      Pradnya
                  Paramita, Jakarta, 1975.

    Waluyo, Bambang, Penelitian Hukum Dagang
               Praktek, Penerbit Sinar Grafika,
               Jakarta, 1991.

    Yusril      Ihza        Mahendra Prof, Mewujudkan
                           Supremasi Hukum di Indonesia,
                           Intelectuall  Property    Right
                           Elemantri, Tahun 2002, Ausaid.



    Analisis Yuridis Penerapan….…. (Nurwidiatmo, SH., MH., MM)                                      149

						
Related docs
Other docs by HC120730133036
Interest on loan
Views: 1  |  Downloads: 0
2012 WTC Minutes 16 April
Views: 5  |  Downloads: 0
PROPOSAL KEGIATAN - DOC 5
Views: 137  |  Downloads: 0
Request for Field Athletic Trip form
Views: 0  |  Downloads: 0
Integrating Land Use & Mobility
Views: 2  |  Downloads: 0
Introduction:
Views: 3  |  Downloads: 0
translet psipend 95 117
Views: 4  |  Downloads: 0