Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

Materi UKG Paedagogik

Document Sample
Materi UKG Paedagogik Powered By Docstoc
					Materi Ukg Paedagogik
Definisi Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide,
peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi,
dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. (AECT 1977)Teknologi
Instruksional adalah teori dan praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola, dan
menilai proses-proses maupun sumber-sumber belajar.(barbara and sheels 1994)Definisi ini lebih operasional
dari pada rumusan tahun 1977 yang menurut saya terlalu rumit. Definisi ini menegaskan adanya lima domain
(kawasan) teknologi pembelajaran, yaitu kawasan desain, kawasan pengembangan, kawasan pemanfaatan,
kawasan pengelolaan, dan kawasan penilaian baik untuk proses maupun sumber belajar. Seorang teknolog
pembelajaran bisa saja memfokuskan bidang garapannya dalam salah satu kawasan tersebut. ...
Read More
Evaluasi kurikulum
Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan
pendidikan pada umumnya, maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. Hasil-hasil evaluasi
kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang
kurikulumdalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan system pendidikan dan
pengembangan model kurikulum yang digunakan. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh
guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya, dalam memahami dan membantu
perkembangan siswa, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat Bantu pelajaran, cara penilaian
serta fasilitas pendidikan lainnya. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas, hal itu disebabkan
beberapa factor :1.Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah.2.Objek
evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang
digunakan.3.Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga
berubah. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. Ada pihak yang berpendapat
bahwa keduanya tidak ada hubungan, tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan
yang sangat erat. Pihak yang memandang ada hubungan, hubungan tersebut merupakan hubungan sebab
akibat. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum, sebaliknya perubahan evaluasi akan
memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis, dan
prosesnya ...
Read More
Makalah-Dunia remaja
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG MASALAHRemaja merupakan salah satu periode kehidupan yang
dimulai dengan perubahan biologis pada masa pubertas dan diakhiri dengan masuknya seseorang ke dalam
tahap kedewasaan. Dua ratus tahun yang lalu, periode ini tidak dikenali.Kata-kata ‘remaja' belum digunakan,
dan masa perkembangan hanya dibedakan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Munculnya
kemampuan bereproduksi yang disebut dengan ‘pubertas‘ menjadi batas antara dua tahap perkembangan
ini.Munculnya tahap remaja dalam periode kematangan seksual dan sosial ditandai dengan semakin
berkembangnya kompleksitas masyarakat. Sejalan dengan makin beragamnya fungsi sosial, semakin meningkat
pula kualifikasi yang diperlukan dalam dunia kerja. Hal ini mendorong berkembangnya pendidikan formal.
Secara bersamaan, peraturan yang melarang penggunaan tenaga kerja anak-anak, semakin meningkatnya usia
harapan hidup, dan faktor lain yang berpengaruh terhadap transformasi sosial memberikan sumbangan
terhadap semakin mantabnya masa remaja sebagai salah satu tahap perkembangan yang penting.Untuk waktu
yang lama, remaja dimaknai sebagai masa transisi, tidak lebih dari masa selintas menuju kedewasaan, masa
yang ditandai dengan instabilitas dan keresahan. Meskipun remaja bermasalah tidak bisa dianggap mewakili
kelompok usia remaja secara keseluruhan, pada saat yang bersamaan remaja dipandang sebagai periode



                                                   1/4
emosi yang tidak stabil dan terganggu, serta masa pemberontakan.Saat ini, dengan pengetahuan ilmiah pada
proses pengalaman remaja, masa remaja secara luas dipandang sebagai periode ...
Read More
Definisi Teknologi pendidikan
Teknologi pendidikan adalah segala sesuatu yang di lakukan untuk membantu proses belajar atau segala
menyelesaikan masalah masalah belajar yang di hadapi peserta didik sehingga tercipta proses belajar pada
peserta didik. (by cipret)Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktek untuk membantu proses belajar dan
meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang
memadai. (wikipedia)Teknologi Pendidikan adalah proses yang kompleks yang terpadu untuk menganalisisdan
memecahkan masalah belajar manusia/ pendidikan. (Prof. Sutomo dan Drs. Sugito, M.Pd)Teknologi Pendidikan
yaitu suatu usaha untuk mengembangkan alat untuk mencapaiatau menemukan solusi
permasalahan(Mackenzie, dkk” (1976)) ...
Read More
Definisi, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Kurikulum
A. Definisi, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Kurikulum1. Definisi Evaluasi KurikulumPemahaman mengenai
pengertian evaluasi kurikulum dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian kurikulum yang bervariasi menurut
para pakar kurikulum. Oleh karena itu penulis mencoba menjabarkan definisi dari evaluasi dan definisi dari
kurikulum secara per kata sehingga lebih mudah untuk memahami evaluasi kurikulum.Pengertian evaluasi
menurut joint committee, 1981 ialah penelitian yang sistematik atau yang teratur tentang manfaat atau guna
beberapa obyek. Purwanto dan Atwi Suparman, 1999 mendefinisikan evaluasi adalah proses penerapan
prosedur ilmiah untuk mengumpulkan data yang valid dan reliabel untuk membuat keputusan tentang suatu
program. Rutman and Mowbray 1983 mendefinisikan evaluasi adalah penggunaan metode ilmiah untuk menilai
implementasi dan outcomes suatu program yang berguna untuk proses membuat keputusan. Chelimsky 1989
mendefinisikan evaluasi adalah suatu metode penelitian yang sistematis untuk menilai rancangan, implementasi
dan efektifitas suatu program. Dari definisi evaluasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi adalah
penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan, implementasi dan efektifitas suatu
program.1Sedangkan pengertian kurikulum adalah :·Worthen & Sanders, 1987 : 41-49Evaluasi adalah proses
pengumpulan informasi untuk membantu mengambil keputusan dan di dalamnya terdapat perbedaan mengenai
siapa yang dimaksudkan dengan pengambilan keputusan·Tyler (1949)Evaluasi kurikulum adalah upaya untuk
menentukan tingkat perubahan yang terjadi pada ...
 Read More
PENGERTIAN, SEJARAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN dan PENINGKATAN PROFESI GURU
A. Pengertian Teknologi Pendidikan Istilah teknologi berasal dari bahasa yunani yaitu technologia yang menurut
Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne
sebagai dasar kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, ketarampilan dan ilmu. Jadi teknologi
pendidikan dapat diartikan sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis. Sedangkan
dalam pengertian lain teknologi pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu yang meliputi
manusia, prosedur, ide, alat dan organisasi, untuk menganalisis masalah serta merancang, melaksanakan,
menilai, dan mengelola usaha pemecahan masalah yang berhubungan dengan segala aspek belajar. Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam
mendesain, melaksanakan, dan mengealuasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam betuk
tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia
dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat
pembelajaran lebih efektif. B. Sejarah Teknologi Pendidikan dan Peningkatan Profesi Guru 1. Sejarah Teknologi
Pendidikan Teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. Akar terbentuknya
pandangan ini terjadi ketika pertama kali diproduksi media pendidikan pada awal abad dua puluhan. Media ini,
sebagai media pembelajaran visual ...
Read More




                                                     2/4
Definisi Teknologi Pembelajaran Tahun 2004
Definisi: Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving
performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources. Teknologi
Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui
penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi. Element-Elemen dari Definisi ini:
Studi. Pemahaman teoritis, sebagaimana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukan konstruksi dan
perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan refleksi praktek, yang tercakup dalam istilah
studi. Etika Praktek. Mengacu kepada standard etika praktis sebagaimana didefinisikan oleh Komite Etika AECT
mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan. Fasilitasi. Pergeseran paradigma
kearah kepemilikan dan tanggung jawab pembelajar yang lebih besar telah merubah peran teknologi dari
pengontrol menjadi pem-fasilitasi. Pembelajaran. Pengertian pembelajaran saat ini sudah berubah dari beberapa
puluh tahun yang lalu. Pembelajaran selain berkenaan dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman.
Peningkatan. Peningkatan berkenaan dengan perbaikan produk, yang menyebabkan pembelajaran lebih efektif,
perubahan dalam kapabilitas, yang membawa dampak pada aplikasi dunia nyata. Kinerja. Kinerja berkenaan
dengan kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan mengaplikasikan kemampuan yang baru
didapatkannya. Creating, using and managing appropriate technological process and resourcess Bagian definisi
di atas menyatakan bahwa Teknologi Pendidikan bergerak di bidang produksi, pengelolaan sumber dan
teknologi yang sesuai untuk proses belajar. Dengan demikian, ...
Read More
PERENCANAAN PEMBELAJARAN DENGAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Suatu proses pembelajaran akan
dikatakan berhasil apabila diawali dengan perencanaan yang sangat matang, maka setengah keberhasilan
sudah tercapai, setengahnya lagi terletak pada pelaksanaan.perencanaan pembelajaran pada mulanya
merupakan suatu ide dari orang yang merancangnya, tentang bentuk-bentuk pelaksanaan proses pembelajaran
yang akan dilaksanakan. Untuk mengkomunikasikan ide tersebut, biasanya dituangkan dalam bentuk
perencanaan tertulis. Selanjutnya berdasarkan pelaksanaan tersebut, diwujudkan dalam pelaksanaan, yaitu
dalam proses pembelajaran . Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik, calon guru harus
memiliki empat standar kompetensi guru, yaitu (1) kompetensi pedagogis, (2) kompetensi kepribadian, (3)
kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesional. Perencanaan Pembelajaran diharapkan dapat menjadi bekal
para calon guru tentang berbagai aspek yang terkait kurikulum dan pembelajaran. Dalam sistem pendidikan
nasional, kita mengenal tiga komponen utama, yakni (1) peserta didik, (2) guru, dan (3) kurikulum. Dalam proses
belajar mengajar, ketiga komponen tersebut terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan
yang lain. Tanpa peserta didik, guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa guru para
siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Tapa kurikulum, guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar
yang akan diajarkan kepada peserta didik. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar ...
Read More
Kemampuan Mengelola Pembelajaran
Guru memainkan peran penting dalam transformasi budaya melalui sistem persekolahan, khususnya dalam
menata interaksi peserta didik dengan sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Untuk itu
diperlukan guru yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang memadai, mutu kepribadian yang
mantap, serta menghayati profesinya sebagai guru. Profesi keguruan merupakan kegiatan yang membutuhkan
berbagai kemampuan, sedangkan kemampuan tersebut memerlukan pelatihan, baik berupa latihan
kemampuan yang terbatas maupun kemampuan yang terintegrasi dan mandiri. Undang-undang Nomor 14 tahun
2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa guru dan dosen harus menguasai empat kompetensi yaitu
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi
pedagogik adalah kemampuan guru dan dosen mengelola proses pembelajaran peserta didik. Seorang guru
yang mempunyai kompetensi pedagogik minimal telah menguasai bidang studi tertentu, ilmu pendidikan, baik
metode pembelajaran, maupun pendekatan pembelajaran. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan



                                                     3/4
kepribadian guru dan dosen yang mantap, berakhlak mulia, berwibawa, dan menjadi teladan bagi peserta
didiknya. Kompetensi sosial ialah kemampuan seorang guru dan dosen untuk berkomunikasi dan berinteraksi
secara efektif dan efisisen dengan peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Kompetensi
profesioanal adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Implementasi
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dijabarkan ke dalam sejumlah
peraturan, ...
Read More
Permasalahan Pendidikan Dasar Di Indonesia
ANGGARAN PENDIDIKAN Dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) secara tegas dinyatakan: "Negara
memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara
serta dari anggaran dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional."
Menurut definisi yang berlaku umum, anggaran pendidikan adalah keseluruhan sumber daya baik dalam bentuk
uang maupun barang, yang menjadi input dan dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan pendidikan.
Segenap sumber daya tersebut bisa berupa investasi untuk pembangunan prasarana dan sarana (gedung
sekolah, ruang kelas, kantor, perpustakaan, laboratorium), biaya operasional, penyediaan buku dan peralatan,
serta gaji guru. Setiap komponen sumber daya berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan
pendidikan sehingga harus dihitung sebagai satu kesatuan pembiayaan pendidikan. Namun kewajiban konstitusi
pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD belumlah dipenuhi
sepenuhnya hingga saat ini. Buktinya APBN Tahun 2008 yang telah disahkan pada Rapat Paripurna DPR
menetapkan alokasi anggaran pendidikan hanya 12 persen. Dalam RAPBN 2008, alokasi untuk anggaran
pendidikan hanya sebesar 12 %, jauh di bawah ketentuan UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) dan UU No. 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Formulasi anggaran
pendidikan 20% kemudian dirumuskan oleh Pemerintah dan DPR dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas, bahwa
gaji pendidik ...
Read More




                                                    4/4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1036
posted:7/29/2012
language:Malay
pages:4