PERSIAPAN UKG ONLINE 2012

Document Sample
PERSIAPAN UKG ONLINE 2012 Powered By Docstoc
					   RANGKUMAN MATERI BERDASAR
        KISI-KISI UKG IPS
           TAHUN 2012




       DISUSUN OLEH TIM IPS BANYUMAS :
                Drs. MUDJIONO
              KUSWANTO D, S.Pd.


  Sebenarnya disusun untuk kepentingan sendiri, namun
untuk mengobati kebingungan bersama, silakan digunakan,
               asal jangan dikomersilkan.


              SEMOGA BERMANFAAT
               SELAMAT BELAJAR!
                          RANGKUMAN MATERI BERDASAR KISI-KISI

1. Guru dapat mengidentifikasi kecakapan intelektual peserta didik
   Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003), perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat
   berbentuk :
   a) Informasi verbal; yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan,
      misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.
   b) Kecakapan intelektual; yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan
      lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbol matematika.
      Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination),
      memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan
      dalam menghadapi pemecahan masalah.
      Hasil yangdiperoleh darikecakapan intelektual adalah daya intelektual,daya nalar atau daya fikir
      yang tajam pada diri seseorang yang membuahkan antara lain: munculnya kemampuan daya
      kreatifitas untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, untuk
      menciptakan berbagai karya seni, untuk mewujudkan buah pikiran baik secara lisan maupun
      tertulis, dsb. Kalau ada kelemahan, kesulitan atau hambatan dalam upaya penguasaan kemampuan
      intelektual, maka titik berat penanganannya perlu dimintakan bantuan kepada ahli pendidikan atau
      kepada guru.
   c) Strategi kognitif; kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan
      aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan
      ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan
      pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.
   d) Sikap; yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan
      dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan
      kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur
      pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.
   e) Kecakapan motorik; ialah hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan
      fisik.


2. Guru dapat mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik

   Dalam pelaksanaan tugas pembelajaran, seorang pendidik tidak hanya berkewajiban menyajikan materi
   pembelajaran dan mengevaluasi pekerjaan siswa, akan tetapi bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
   bimbingan belajar. Sebagai pembimbing seorang pendidik mengadakan pendekatan bukan saja melalui
   pendekatan instruksional, akan tetapi dibarengi dengan pendekatan yang bersifat pribadi (personal approach)
   dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Melalui pendekata pribadi guru akan langsung mengenal
   dan memahami siswa secara lebih mendalam, sehingga dapat memproleh hasil belajar yang optimal.Agar
   bimbingan belajar dapat lebih terarah dalam upaya membantu siswa dalam menagatasi kesulitan belajar,
   maka perlu diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:IdentifikasiIdentifikasi adalah suatu kegiatan yang
   diarahkan untuk menemukan siswa yang mengalami kesulitan belajar, yaitu mencari informasi tentang siswa
   dengan melakukan kegiatan berikut:
          a. Data dokumen hasil belajar siswa
          b. Menganalisis absensi siswa di dalam kelas
          c. Mengadakan wawancara dengan siswa
          d. Menyebar angket untuk memperoleh data tentang permasalahan belajar
          e. Tes untuk memperoleh data tentang kesulitan belajar atau permasalahan yang dihadapi

   Diagnosis Diagnosis adalah keputusan atau penentuan mengenai hasil dari pengolahan data tentang siswa
   yang mengalami kesulitan belajar dan jenis kesulitan yang dialami siswa. Diagnosis ini dapat berupa hal-hal
   sebagai berikut:
         a. Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar siswa
         b. Keputusan mengenai factor-faktor yang menjadi sumber sebab-sebab kesulitan belajar
         c. Keputusan mengenai jenis mata pelajaran apa yang menjadi kesulitan belajar
         d. Kegiatan diagnosis dapat dilakukan dengan cara ;
         e. Membandingkan nilai prestasi individu untuk setiap mata pelajaran dengan rata-rata nilai seluruh
             individu
         f. Membandingkan prestasi dengan potensi yang dimiliki oleh siswa tersebut
         g. Membandingkan nilai yang diperoleh dengan batas minimal tujuan yang diharapkan.
   PrognosisPrognosis menunjuk pada aktifitas penyusunan rencana atau program yang diharapkan dapat
   membantu mengatasi masalah kesulitan belajar siswa. Prognosis ini dapat berupa:
         a. Bentuk treatmen yang harus diberikan
         b. Bahan atau materi yang diperlukan
         c. Metode yang akan digunakan
         d. Alat bantu belajar mengajar yang diperlukan
         e. Waktu kegiatan dilaksanakan
     Terapi atau pemberian bantuanTerapi disini adalah pemberian bantuan kepada anak yang mengalami
     kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah disusun pada tahap prognosis. Bentuk terapi yang
     diberikan antara lain melalui:
             a. Bimbingan belajar kelompok
             b. Bimbingan belajar individual
             c. Pengajaran remedial
             d. Pemberian bimbingan pribadi
     Tindak lanjut atau follow upTindak lanjut atau follow up adalah usaha untuk mengetahui keberhasilan bantuan
     yang telah diberikan kepada siswa dan tindak lanjutnya yang didasari hasil evaluasi terhadap tindakan yang
     dilakukan dalam upaya pemberian bimbingan.

3. Guru dapat mengidentifikasi konsep pijakan rasional pembelajaran IPS berbasis kontekstual
   Pendekatan kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantu para guru dalam
   mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata para siswa dan mendorong siswa
   memahami hubungan antar pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan
   mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Anak belajar lebih baik jika lingkungan
   diciptakan secara alamiah. Belajar lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajari, bukan
   hanya mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil
   dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak dalam
   memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.


4. Guru dapat mengidentifikasi sifat pengetahuan yang tepat dikembangkan berdasarkan teori kognitif sosial
   Bandura
            Albert Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran social ( Social Learning Teory ) salah satu
     konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan pada komponen kognitif dari fikiran, pemahaman dan
     evaluasi. Ia seorang psikologi yang terkenal dengan teori belajar social atau kognitif social serta efikasi diri.
     Eksperimen yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak – anak meniru
     seperti perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya.
            Teori     kognitif   sosial       (social   cognitive     theory)     yang    dikemukakan        oleh Albert
     Bandura          menyatakan         bahwa        faktor      sosial      dan      kognitif     serta factor pelaku
     memainkan peran penting dalam pembelajaran.
            Faktor                                                                         kognitif berupa ekspektasi/
     penerimaan siswa untuk meraih keberhasilan, factor social mencakup pengamatansiswa terhadap perilaku or
     angtuanya. Albert Bandura merupakan salah satuperancang teori kognitif social. Menurut Bandura ketika sisw
     a belajar merekadapat merepresentasikan atau mentrasformasi pengalaman mereka secara kognitif.Bandura
     mengembangkan model deterministic resipkoral yang terdiri dari tigafaktor utama yaitu perilaku, person/kogniti
     f dan lingkungan. Faktor ini bisa salingberinteraksi dalam proses pembelajaran. Faktor lingkungan mempenga
     ruhi perilaku,perilaku mempengaruhi lingkungan, faktor person/kognitif mempengaruhi perilaku.Faktor person
     Bandura takpunya kecenderungan kognitif terutama pembawaanpersonalitas dan temperamen. Faktor kognitif
      mencakup ekspektasi, keyakinan,strategi pemikiran dan kecerdasan.
            Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person (kognitif) memainkan                                peranan
     penting. Faktor person (kognitif) yang dimaksud saat ini adalah self-efficasy atau efikasi
     diri. Reivich dan Shatté (2002) mendefinisikan efikasi dirisebagai keyakinan pada
     kemampuan diri sendiri untuk menghadapi danmemecahkan masalah dengan efektif.
     Efikasi diri juga berarti meyakini diri sendirimampu berhasil dan sukses. Individu dengan efikasi diri tinggi mem
     iliki komitmendalam memecahkan masalahnya dan tidak akan menyerah ketika menemukanbahwa strategi ya
     ng sedang digunakan itu tidak berhasil. Menurut Bandura(1994), individu yang memiliki efikasi diri yang tinggi
     akan sangat mudah dalammenghadapi tantangan. Individu tidak merasa ragu karena ia memiliki kepercayaan
     yang penuh dengan kemampuan dirinya. Individu ini menurut Bandura (1994) akancepat menghadapi masala
     h dan mampu bangkit dari kegagalan yang ia alami.
            Menurut Bandura proses mengamati dan meniru perilaku dan sikap orang lain sebagai model merupakan
     tindakan belajar. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi timbal balik yang
     berkesinambungan antara kognitif, perilaku dan pengaruh lingkungan. Kondisi lingkungan sekitar individu
     sangat berpengaruh pada pola belajar social jenis ini. Contohnya, seseorang yang hidupnya dan dibesarkan
     di dalam lingkungan judi, maka dia cenderung untuk memilih bermain judi, atau sebaliknya menganggap
     bahwa judi itu adalah tidak baik.

5.   Guru dapat mengidentifikasi sifat pengetahuan yang tepat dikembangkan berdasarkan teori belajar
     konstruktivistik dan Guru dapat menganalisis hakikat belajar berdasarkan teori belajar konstruktivistik
     Apa pengetahuan itu? Menurut pendekatan konstruktivistik, pengetahuan bukanlah kumpulan fakta dari
     suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai kunstruksi kognitif seseorang terhadap objek,
     pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah ada dan tersedia dan
     sementara orang lain tinggal menerimanya. Pengetahuan adalah sebagai suatu pembentukan yang terus
     menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman-pemahaman
     baru.
     Pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat dipindahkan dari pikiran seseorang yang telah mempunyai
     pengetahuan kepada pikiran orang lain yang belum memiliki pengetahuan tersebut. Bila guru bermaksud
   untuk mentransfer konsep, ide, dan pengetahuannya tentang sesuatu kepada siswa, pentransfer itu akan
   diinterpretasikan dan dikonstruksikan oleh siswa sendiri melalui pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri.
   Proses mengkonstruksi pengetahuan. Manusia dapat mengetahui sesuatu dengan menggunakan
   inderanya. Melalui interaksinya dengan objek dan lingkungannya, misalnya dengan melihat,
   mendengar,menjamah, mambau, atau merasakan, seseorang dapat mengetahui sesuatu. Pengetahuan
   bukanlah sesuatu yang sudah ditentukan melainkan sesuatu proses pembentukan. Semakin banyak
   seseorang berinteraksi dengan objek dan lingkungannya, pengetahuan dan pemahamannya akan objek
   dan lingkungan tersebut akan meningkat dan lebih rinci
   Proses belajar konstruktivistik. Secara konseptual, proses belajar jika dipandang dari pendekatan
   kognitif, bukan sebagai perolehan informasi yang berlangsung satu arah dari luar ke dalam diri siswa,
   melainkan sebagai pemberian makna oleh siswa kepada pengalamanya melalui proses asimilasi dan
   akomodasi yang bermuara pada pemutahkiran struktur kognitifnya. Kegiatan belajar lebih dipandang
   dari segi prosesnya dari pada segi perolehan pengetahuan dari fakta-fakta yang terlepas-lepas. Proses
   tersebut berupa “…..constructing and restructuring of knowledge and skills (schemata) within the
   individual in a complex network of increasing conceptual consistency…..”. pemberian makna terhadap
   objek dan pengalaman oleh individu tersebut tidak dilakukan secara sendiri-sendiri oleh siswa,
   melainkan melalui interaksi dalam jaringan sosial yang unik, yang terbentuk baik dalam budaya kelas
   maupun diluar kelas. Oleh sebab itu pengelolaan pembelajaran harus diutamakan pada pengelolaan
   siswa dalam memproses gagasannya, bukan semata-mata pada pengelolaan dan lingkungan belajarnya
   bahkan pada unjuk kerja atau prestasi belajarnya yang dikaitkan dengan sistem penghargaan dari luar
   seperti nilai, ijasah, dan sebagainya.

6. Guru dapat mengidentifikasi prisip pengembangan kurikulum mata pelajaran IPS
   Oemar Hamalik (2001) membagi prinsip pengembangan kurikulum menjadi delapan macam, antara lain:
   Prinsip Berorientasi Pada Tujuan
   Pengembngan kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan
   Nasional. Tujuan kurikulum merupakan penjabaran dan upaya untuk mencapai tujuan satuan dan jenjang
   pendidikan tertentu. Tujuan kurikulum mengadung aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai.
   Yang selanjutnya menumbuhkan perubahan tingkah laku peserta didik yang mencakup tiga aspek tersebut
   dan bertalian dengan aspek-aspek yang terkandung dalam tujuan pendidikan nasional.
   Prinsip Relevansi (Kesesuaian)
   pengembanga kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan system penyampaian harus relevan (sesuai) dengan
   kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa, serta serasi dengan
   perkembnagan ilmu pengetahuan dan tegnologi.
   Prinsip Efisiensidan Efektifitas.
   Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efisien dan pendayagunaan dana, waktu, tenaga,
   dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal. Dana yang terbat harus
   digunakan sedemikina rupa dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran. Waktu yang tersedia bagi
   siswa belajar disekolah juga terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara tepat sesuai dengan tata ajaran
   dan bahan pembelajaran yang diperlukan. Tenaga disekolah juga sangat terbatas, baik dalam jumlah maupun
   dalam mutunya, hendaknya didaya gunakan secara efisien untuk melaksanakan proses pembelajaran.
   Demikian juga keterbatasan fasilitas ruangan, peralatan, dan sumber kerterbacaan, harus digunakan secara
   tepat oleh sswa dalam rangka pembelajaran, yang semuanya demi meningkatkan efektifitas atau keberhasilan
   siswa.
   Prinsip Fleksibilitas
   Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan
   keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis atau kaku. Misalnya dalam suatu kurikulum
   disediakan program pendidikan ketrampilan industri dan pertanian. Pelaksanaaan di kota, karena tidak
   tersedianya lahan pertanian., maka yang dialaksanakan program ketrampilan pendidikn industri. Sebaliknya,
   pelaksanaan di desa ditekankan pada program ketrampilan pertanian. Dalam hal ini lingkungan sekitar,
   keadaaan masyarakat, dan ketersediaan tenaga dan peralatan menjadi faktor pertimbangan dalam rangka
   pelaksanaan kurikulum.
   Prinsip Kontiunitas
   Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya bagian-bagian, aspek-spek, materi, dan bahan kajian
   disusun secara berurutan, tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memilik hubungan fungsional yang
   bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan, struktur dalam satuan pendidikn, tingkat perkembangan siswa.
   Dengan prinsip ini, tampak jelas alur dan keterkaitan didalam kurikulum tersebut sehingga mempermudah
   guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran.
   Prinsip Keseimbangan
   Penyusunan kurikulum memerhatikan keseimbangan secara proposional dan fungsional antara berbagai
   program dan sub-program, antara semau mata ajaran, dan antara aspek-aspek perilaku yang ingin
   dikembangkan. Keseimbangan juga perlu diadakan antara teori dan praktik, antara unsur-unsur keilmuan
   sains, sosial, humaniora, dan keilmuan perilaku. Dengan keseimbangan tersebut diaharapkan terjalin
   perpaduan yang lengkap dan menyeluruh, yang satu sama lainnya saling memberikan sumbangan terhadap
   pengembangan pribadi.
   Prinsip Keterpaduan
   Kurikulum dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keterpaduan, perencanaan terpadu bertitik tolak
   dari masalah atau topik dan konsistensi antara unsur-unsusrnya. Pelaksanaan terpadu dengan melibatkan
   semua pihak, baik di lingkungan sekolah maupun pada tingkat inter sektoral. Dengan keterpaduan ini
   diharapkan terbentuk pribadi yang bulat dan utuh. Diamping itu juga dilaksanakan keterpaduan dalam proses
   pembalajaran, baik dalam interaksi antar siswa dan guru maupun antara teori dan praktek.
   Prinsip Mutu
   Pengembangan kurikulum berorientasi pada pendidikan mutu, yang berarti bahwa pelaksanaan pembelajaran
   yang bermutu ditentukan oleh derajat mutu guru, kegiatan belajar mengajar, peralatan,/media yang bermutu.
   Hasil pendidikan yang bermutu diukur berdasarkan kriteria tujuan pendidikan nasional yang diaharapkan.

7. Guru dapat merumuskan tujuan pembelajaran IPS yang menekankan pada pengembangan kecakapan
   personal peserta didik
   Kecakapan personal (personal skill) adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk memiliki
   kesadaran atas eksistensi dirinya dan kesadaran akan potensi dirinya. Kesadaran akan eksistensi diri
   merupakan kesadaran atas keberadaan diri. Kesadaran atas keberadaan diri dapat dilihat dari beberapa sisi.
   Misalnya kesadaran diri sebagai makhluk Allah, sebagai makhluk sosial, sebagai makhluk hidup,
   dan sebagainya. Kesadaran akan potensi diri adalah kesadaran yang dimiliki seseorang atas kemampuan
   dirinya. Dengan kesadaran atas kemampuan diri itu seseorang akan tahu kelebihan dan kekurangannya,
   kekuatan dan kelamahannya. Dengan kesadaran eksistensi diri dan potensi diri, seseorang akan dapat
   menempuh kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan dan mampu memecahkan masalah hidup dan
   kehidupannya. Kecakapan personal (personal skills) yang mencakup kecakapan mengenal diri (self
   awareness) dan kecakapan berpikir rasional (thinking skill)

8. Disajikan tujuan pembelajaran, guru dapat menentukan materi pembelajaran IPS sesuai dengan pengalaman
   dan tujuan pembelajaran

9. Mengidentifikasi prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik

   Pada prinsipnya, dalam pembelajaran yang mendidik hendaknya berlangsung sebagai proses atau usaha
   yang dilakukan peserta didik untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman
   individu beriteraksi dengan lingkungannya. Perubahan tingkah laku yang terjadi dalam diri individu banyak
   ragamnya baik sifatnya maupun jenisnya. Karena itu tidak semua perubahan dalam diri individu merupakan
   perubahan dalam arti belajar. Hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran yang mendidik berupa
   perubahan tingkah laku yang disadari, kontinu, fungsional, positif, tetap, bertujuan, dan komprehensif.

   Rancangan penerapan pembelajaran yang mendidik yang disusun sesuai dengan prinsip dan langkah
   perencanaan pembelajaran yang tepat hendaknya dapat menghasilkan perubahan dalam diri peserta didik.
   Beberapa ciri perubahan dalam diri peserta didik yang perlu diperhati- kan guru antara lain:

   a. Perubahan tingkah laku harus disadari peserta didik.
   Setiap individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan tingkah laku atau sekurang-kurangnya
   merasakan telah terjadi perubahan dalam dirinya.
   b. Perubahan tingkah laku dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional.
   Perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus dan tidak statis
   c. Perubahan tingkah laku dalam belajar bersifat positif dan aktif.
   Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan senantiasa bertambah dan tertuju pada pemerolehan yang
   lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian makin banyak usaha belajar dilakukan makin banyak dan makin
   baik perubahan yang diperoleh. Perubahan yang bersifat aktif artinya perubahan itu tidak terjadi dengan
   sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri.
   d. Perubahan tingkah laku dalam belajar tidak bersifat sementara.
   Perubahan yang bersifat sementara atau temporer terjadi hanya untuk beberapa saat saja,tidak dapat
   dikategorikan sebagai perubahan dalam arti belajar. Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat
   menetap atau permanen. Itu berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap.
   e. Perubahan tingkah laku dalam belajar bertujuan.
   Perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perbuatan belajar terarah kepada
   perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari.
   f. Perubahan tingkah laku mencakup seluruh aspek tingkah laku.
   Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan
   tingkah laku. Jika individu belajar sesuatu,        sebagai hasilnya mengalami perubahan tingkah laku
   secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. Jadi aspek perubahan tingkah
   laku berhubungan erat dengan aspek lainnya.

10. Disajikan KD, guru dapat merumuskan indikator domain afektif
   a. Menerima : memilih, mempertanyakan, mengikuti, memberi, menganut, mematuhi, meminati
   b. Menanggapi : menjawab, membantu, mengajukan, mengompromikan, menyenangi, menyambut,
      mendukung, menyetujui, menampilkan, melaporkan, memilih, mengatakan, menolak
   c. Menilai : mengasumsikan, meyakini, melengkapi, meyakinkan, memperjelas, memprakarsai,
      mengimani. Mengundang, menggabungkan, memperjelas, mengusulkan, menekankan,
      menyumbang
   d. Mengelola : menganut, mengubah, menata, mengklasifikasikan, menombinasikan,
      mempertahankan, membangun, mengelola, menegisasikan, merembuk
   e. Menghayati : mengubah perilaku, berakhlak mulia, mempengaruhi, mendengarkan,
      mengkualifikasikan, melayani, menunjukkan, membuktikan, memecahkan

11. Disajikan tujuan pembelajaran IPS, guru dapat menentukan tema materi pembelajaran IPS “terpadu”
    Makna terpadu dalam pembelajaran IPS adalah keterkaitan antara berbagai aspek dan materi yang tertuang
    dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dari Standar Isi IPS sehingga melahirkan tema/topik.
    Pembelajaran terpadu adalah pembelajaran yang memadukan materi dari beberapa kajian disiplin ilmu sosial
    dalam satu tema.Keterpaduan dalam pembelajaran IPS dimaksudkan agar pembelajaran IPS lebih bermakna,
    efektif, dan efisien
    Penentuan Tema :
     Isu, peristiwa, aktivitas sosial yang berkembang dalam masyarakat.
     Potensi utama yang ada di wilayah setempat.
     Permasalahan yang terjadi di masyarakat/daerah.

12. Guru dapat menentukan model pembelajaran untuk mengaktualisasikan kemampuan kooperatif peserta
   didik
   Lie Anita dalam bukunya yang berjudul “Cooperative Learning” mengutip perkataan Roger dan David Johnson
   bahwa ada lima unsur model pembelajaran kooperatif yaitu : saling ketergantungan positif, tanggungjawab
   perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota dan evaluasi proses kelompok
   Kata kunci pembelajaran kooperatif adalah :
        Tim
        Pengelolaan Kerjasama
        Keinginan untuk bekerjasama melalui pengerjaan serangkaian tugas dan penghargaan
        Keahlian untuk bekerjasama
        Interaksi yang simultan
        Terdiri dari serangkaian tahapan yang berbeda dalam setiap model (Kagan 1992)
   Tehnik-teknik yang dapat dipakai dalam pembelajaran model kooperatif learning adalah : Jigsaw, STAD, TGT
   (Slavin 1990) Write Pair Square, Think Pair Square, Inside-Outside Circle, Round-Robin, NHT, Two Stay Two
   Stray (Kagan 1992), Group Investigation (Sharan et al), Learning Together (Johnson et al 1990), Cooperative
   Controversy (Johnson and Johnson 1987) Murder – Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review
   (Hythecker et al 1988)
   Write-Pair-Square adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja
   sendiri, kemudian setelah itu mendiskusikan hasil kerjanya dengan temannya secara berpasangan lalu
   mereka membahas ulang pekerjaannya dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Terakhir siswa
   mendiskusikan pekerjaannya bersama-sama didalam kelas dipimpin guru (Kagan 1992)
   Two Stay Two Spray adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula
   bekerja didalam kelompok, yang terdiri dari empat orang lalu dua diantaranya menjadi tamu ke kelompok lain
   untuk membahas dan mengecek hasil pekerjaan kelompok yang didatangi sementara dua siswa tinggal dalam
   kelompok untuk menerima kunjungan dari kelompok lain guna melakukan hal yang sama, setelah kegiatan itu
   siswa kembali ke kelompok asal dan terakhir mendiskusikan hasil kerjasanya secara klasikal.

13. Guru dapat menentukan pendekatan pembelajaran untuk mengembangkan tindakan inovatif perserta didik

14. Guru dapat menentukan metode pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan verbal linguistic peserta
   didik
   Kecerdasan verbal-linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara
   lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan
   intonasi dari kata yang diucapkan. Temasuk kemampuan untuk mengeri kekuatan kata dalam mengubah
   kondisi pikiran dan menyampaikan informasi.

   Menstimulasi agar kecerdasan verbal-linguistik anak berkembang dengan baik
    o Perbanyak kegiatan bercerita, dengarkan dengan baik danpernuh perhatian, ajak ia berdiskusi
      mengenai apa yang diceritakannya
    o Menuliskan apa yang ada dalam ide dan pikirannya
    o Buku-buku yang menarik akan membantu meningkatkan kecerdasan ini, misalnya berbagai
      macam surat kabar bermutu, buku-buku dongeng, sejarah, perjalanan, penemuan, dll
    o Audio, video berkualitas akan menarik anak-anak ini
    o Belajar pidato dan presenter
    o Jika bepergian, beri kesempatan dia menjadi guide
15. Guru dapat mengidentifikasi prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan
    karakteristik matapelajaran IPS

    Prinsip-prinsip Penilaian Hasil Belajar
    Dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, pendidik perlumemperhatikan prinsip-prinsip penilaian sebagai
    berikut:
    1. Valid/sahihPenilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan
       dalam standar isi(standar kompetensi dan kompetensi dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian
       valid berarti menilai apa yangseharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuaiuntuk mengukur
       kompetensi.
    2. Objektif Penilaian hasil belajar peserta didik hendaknya tidak dipengaruhi oleh subyektivitas penilai,
       perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya, bahasa, gender,dan hubungan emosional.
    3. Transparan/terbukaPenilaian           hasil      belajar     oleh     pendidik       bersifat     terbuka
       artinya prosedur penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilankeputusan terhadap hasil belajar
       peserta didik dapat diketahuioleh semua pihak yang berkepentingan.
    4. Adil, Penilaian hasil belajar tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan
       khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, statussosial ekonomi, dan
       gender.
    5. Terpadu, Penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan salah satukomponen yang tak terpisahkan dari
       kegiatan pembelajaran.
    6. Menyeluruh dan berkesinambungan, Penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup semua
       aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaianyang sesuai, untuk memantau
       perkembangan kemampuan peserta didik.
    7. Bermakna, Penilaian hasil belajar oleh pendidik hendaknya mudahdipahami, mempunyai arti, bermanfaat,
       dan dapatditindaklanjuti oleh semua pihak, terutama guru, peserta didik,dan orangtua serta masyarakat
    8. SistematisPenilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
       mengikuti langkah-langkah baku.
    9. Akuntabel, Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapatdipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,
       prosedur,maupun hasilnya.
    10.Beracuan criteria,      Penilaian       hasil      belajar    oleh     pendidik     didasarkan       pada
       ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

16. Disajikan tujuan pembelajaran, guru dapat menentukan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil
    belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
    Dalam pendidikan terdapat bermacam-macam instrumen atau alat evaluasi yang dapat dipergunakan untuk
    menilai proses dan hasil pendidikan yang telah dilakukan terhadap anak didik. Instumen evaluasi itu dapat
    digolongkan menjadi dua yakni, tes dengan non-tes yang lebih lanjut akan dipaparkan dibawah ini.
    a. Tes Sebagai Alat Penilaian Hasil Belajar
       Tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat
       jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), dan dalam bentuk
       perbuatan (tes tindakan). Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa,
       terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan
       pendidkan dan pengajaran.
       Ada 2 jenis tes yakni tes uraian (subjektif) dan tes objektif. Tes uraian terdiri dari uraian bebas, uraian
       terbatas, dan uraian terstruktur. Sedangkan tes objektif terdiri dari beberapa bentuk, yakni bentuk pilihan
       benar salah, pilihan ganda dengan banyak variasi, menjodohkan, dan isian pendek atau melengkapi.

      1) Tes Uraian (tes subjektif)
               Tes Uraian, yang dalam uraian disebut juga essay, merupakan alat penilaian yang hasil belajar
         yang paling tua. Secara umum tes uraian ini adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawab dalam
         bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk
         lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa
         sendiri. Dengan demikian, dalam tes ini dituntut kemampuan siswa dalam mengekspresikan
         gagasannya melalui bahasa tulisan.
               Bentuk tes uraian dibedakan menjadi 3 yaitu uraian bebas, uraian terbatas dan uraian berstruktur.
         a) Uraian bebas
                  Dalam uraian bebas jawaban siswa tidak dibatasi, bergantung pada pandangan siswa itu
             sendiri. Hal ini disebabkan oleh isi pertanyaan uraian bebas sifatnya umum. Melihat karakteristiknya,
             pertanyaan       bentuk    uraian     bebas     tepat   digunakan      apabila  bertujuan      untuk:
             a. Mengungkapkan pandangan para siswa terhadap suatu masalah sehingga dapat diketahui luas
             dan                                                                                       intensitas.
             b. Pengupas suatu persoalan yang kemungkinan jawabannya beraneka ragam sehingga tidak
             satupun                           jawaban                          yang                         pasti.
             c. Mengembangkan daya analisis siswa dalam melihat suatu persoalan dari berbagai segi atau
             dimensinya.
             Kelemahan tes ini ialah sukar menilainya karena jawaban siswa bervariasi, sulit menentukan kriteria
             penilaian, sangat subjektif karena bergantung pada guru sebagai penilainya.
         b) Uraian terbatas
        Bentuk kedua dari tes uraian adalah tes uraian terbatas. Dalam bentuk ini pertanyaan telah
        diarahkan kepada hal-hal tertentu atau ada pembatasan tertentu. Pembatasan dilhat dari segi:
          uang lingkupnya,
          sudut pandang menjawabnya,
          indikator – indikatornya.
     c) Uraian berstruktur
        Soal berstruktur dipandang sebagai bentuk antara soal-soal objektif dan soal-soal esai. Soal
        berstruktur merupakan serangkaian soal jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka dan bebas
        memberikan jawaban.
  2) Tes objektif
     Soal-soal bentuk objektif dikenal ada beberapa bentuk yakni:
     a) Bentuk jawaban singkat
        Bentuk soal jawaban singkat merupakan soal yang menghendaki jawaban dalam bentuk kata,
        bilangan, kalimat atau simbol. Ada dua bentuk jawaban singkat yaitu bentuk pertanyaan langsung
        dan bentuk pertanyaan tidak langsung.
     b) Bentuk soal benar salah
        Bentuk soal benar-salah addalah bentuk tes yang soal-soalnya berupa pertanyaan dimana sebagian
        dari pertanyaan yang benar dan pertanyaan yang salah. Pada umumnya bentuk ini dipakai untuk
        mengukur pengetahuan siswa tentang fakta, definisi, dan prinsip.
     c) Bentuk soal menjodohkan
        Bentuk soal menjodohkan terdiri dari dua kelompok pertanyaan yang paralel yang berada dalam
        satu kesatuan. Kelompok sebelah kiri merupakan bagian yang berupa soal-soal dan sebelah kanan
        adalah jawaban yang disediakan. Tapi sebaiknya jumlah jawaban yang disediakan lebih banyak dari
        soal karena hal ini akan mengurangi kemungkinan siswa menjawab yang betul dengan hanya
        menebak.
     d) Bentuk soal pilihan ganda
        Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar atau paling tepat.

b. NON-TES SEBAGAI ALAT PENILAIAN HASIL DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR
   Hasil belajar dan proses belajar tidak hanya dinilai oleh tes, tetapi dapat juga dinilai olah alat-alat non-tes
   atau       bukan       tes.      Berikut      ini       dijelaskan       alat-alat       non        –      tes:

  1)   Wawancara dan Kuisioner
       a. Wawancara
          Wawancara merupakan suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari siswa
          dengan melakukan Tanya jawab sepihak. Kelebihan wawancara adalah bisa kontak langsung
          dengan siswa sehingga dapat mengungkapkan jawaban lebih bebas dan mendalam. Wawancara
          dapat direkam sehingga jawaban siswa bisa dicatat secara lengkap. Melalui wawancara, data bisa
          diperoleh dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif. Pertanyaan yang tidak jelas dapat diulang dan
          dijelaskan lagi, begitupun dengan jawaban yang belun jelas. Ada dua jenis wawancara, yakni
          wawancara terstruktur dan wawanncara bebas. Dalam wawancara berstruktur kemungkinan
          jawaban telah disiapkan sehingga siswa tinggal mengkategorikannya kepada alternatif jawaban
          yang telah dibuat. Keuntungannya ialah mudah diolah dan dianalisis untuk dibuat kesimpulan.
          Sedangkan untuk wawancara bebas, jawaban tidak perlu disiapkan sehingga siswa bebas
          mengemukakan pendapatnya. Keuntungannya ialah informasi lebih padat dan lengkap sekalipun
          kita harus bekerjakeras dalam menganalisisnya sebab jawabannya bisa beraneka ragam.
       b. Kuisioner adalah suatu tekhnik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari
          sikap-sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik dari siswa. Kelebihan kuisioner dari wawancara
          ialah sifatnya yang praktis, hemat waktu tenaga dan biaya. Kelemahannya ialah jawaban sering
          tidak objektif, lebih-lebih bila pertanyaannya kurang tajam yang memungkinkan siswa berpura-pura.
          Cara penyampain kuesiner ada yang langsung di bagikan kepada siswa yang telah diisi lalu di
          kumpulkan lagi. Alternatif jawaban yang ada dalam kuisiner bisa juga ditransformasikan dalam
          bentuk simbol kuantitatif agar menghasilkan data interval. Caranya adalah dengan memberi skor
          terhadap             setiap           jawaban          berdasarkan        kriteria        tertentu.

  2)    Skala
       Skala adalah alat untuk mengukur sikap , nilai, minat dan perhatian, dll, yang disusun dalam bentuk
       pernyataan untuk dinilai oleh responden dan hasilnya dalam bentuk rentangan nilai sesuatu dengan
       kriteria yang ditentukan.
       a. Skala Penilaian
            Skala penilaian mengukur penampilan atau perilaku orang lain oleh seseorang melalui pernyataan
            perilaku individu pada suatu titik yang bermakna nilai. Titik atau kategori diberi nilai rentangan mulai
            dari yang tertinggi sampai yang terendah, bisa dalam bentuk huruf atau angka. Hal yang penting
            diperhatikan dalam skala penilaian adalah kriteria skala nilai, yakni penjelasan operasional untuk
            setiap alternatif jawaban. Adanya kriteria yang jelas akan mempermudah pemberian penilaian.
            Skala penilaian lebih tepat digunakan untuk mengukur suatu proses, misalnya proses mengajar
            pada guru, siswa, atau hasil belajar dalam bentuk perilaku seperti keterampilan, hubungan sosial
            siswa, dan cara memecahkan masalah. Skala penilaian dalam pelaksanaannya dapat digunakan
              oleh dua orang penilai atau lebih dalam menilai subjek yang sama. Maksudnya agar diperoleh hasil
              penilaian yang objektif mengenai perilaku subjek yang dinilai.
         b. Skala sikap
              Skala sikap digunakan untuk mengukur sikap seseorang terhadap objek tertentu. Hasilnya berupa
              kategori sikap, yakni mendukung (positif), menolak (negatif), dan netral. Sikap pada hakikatnya
              dapat diartikan reaksi seseorang terhadap suatu stimulus yang dating kepada dirinya.
              Ada                   tiga                  komponen                    sikap                   yakni:
              1. Kognitif, berkenaan dengan pengetahuan seseorang tentang objek atau stimulus yang
              dihadapinya.
              2.    Afektif,  berkenaan       dengan      perasaan     dalam     menanggapi     objek      tersebut.
              3. Psikomotor, berkenaan dengan kecenderungan berbuat terhadap objek tersebut.
              Skala sikap dinyatakan dalam bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden, apakah pernyataan
              itu didukung atau ditolaknya, melalui rentangan nilai tertentu. Oleh karena itu, pernyataan yang
              diajukan dibagi ke dalam dua kategori yakni pernyataan positif dan pernyataan negatif. Salah satu
              skala yang sering digunakan adalah Likert. Dalam skala Likert, pernyataan-pernyataan yang
              diajukan baik pernyataan positif maupun negatif, dinilai oleh subjek dengan sangat setuju, setuju,
              tidak punya pendapat, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skor yang diberikan terhadap pilihan
              tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten. Yang jelas, skor untuk
              pernyataan positif atau negatif adalah kebalikannya.
      3) Observasi
         Observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku
         individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang
         sebenarnya                    maupun                   dalam                situasi                 buatan.
         Ada                     tiga                   jenis                   observasi,                    yakni:
         1. Observasi langsung, adalah pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi
         dalam       situasi     yang     sebenarnya        dan      langsung      diamati    oleh      pengamat.
         2. Observasi tidak langsung, adalah observasi yang dilakasanakan dengan menggunakan alat seperti
         mikroskop       utuk     mengamati      bakteri,     suryakanta     untuk    melihat    pori-pori     kulit.
         3. Observasi partisipasi, adalah observasi yang dilaksanakan dengan cara pengamat harus melibatkan
         diri atau ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok yang diamati,
         sehingga pengamat bisa lebih menghayati, merasakan dan mengalami sendiri seperti inddividu yang
         sedang                                                                                        diamatinya.
         Observasi untuk menulai proses belajar mengajar dapat dilakasanakan oleh guru di kelas pada saat
         siswa melakukan kegaitan belajar. Untuk itu gurutidak perlu terlalu formal memperhatikan perilaku
         siswa, tetapi ia mencatat secara teratur gejaka dan perilaku yang ditunjukkan oleh setiap siswa.
      4) Studi kasus
         Studi kasus pada dasarnya mempelajari secara intensif seorang individu yang dipandang mengalami
         kasus tertentu. Misalnya mempelajari secara khusus anak nakal, anak yang tidak bisa bergaul dengan
         orang lain, anak yang selalu gagal dalam belajar, dan lain – lain. Kasus tersebut dipelajari secara
         mendalam dan dalam kurun waktu yang cukup lama. Mendalam artinya mengungkapkan semua
         variabel yang menyebabkan terjadinya kasus tersebut dari berbagai aspek yang mempengaruhi dirinya.
         Penekanan yang utama dalam studi kasus adalah mengapa individu melalukan apa yang dilakukannya
         dan bagaimana tingkah lakunya dalam kondisi dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Datanya bisaa
         diperoleh berbagai sumbar seperti orang tua, teman dekatnya, guru, bahkan juga dari dirinya.
         Kelebihan studi kasus adalah bahwa subjek dapat dipelajari secara mendalam dan menyeluruh. Namun,
         kelemahannya sesuai dengan sifat studi kasus bahwa informasi yang diperoleh sifatnya subjektif,
         artinya hanya untuk individu yang bersangkutan, dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang
         sama pada individu yang lain.

17. Disajikan data hasil penilaian dan evaluasi, guru dapat menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
   Dasar penentuan KKM :
                                                      Nilai
         NO            Kriteria          Tingi   Sedang       Randah
     1          Kompleksitas                 1            2            3
     2          Daya dukung                  3            2            1
     3          Intake                       3            2            1

18. Indikator tentang Penelitian Tindakan Kelas, berbasis masalah yang ada.

    KEMAMPUAN PROFESIONAL
19. Guru dapat membedakan struktur keilmuan IPS dengan ilmu-ilmu sosial (IIS) dari aspek pendekatan
   pengorganisasian materi
   Karakteristik mata pembelajaran IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik. Ilmu
   Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah,
   geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Rumusan Ilmu Pengetahuan Sosial berdasarkan realitas dan
   fenomena sosial melalui pendekatan interdisipliner. Karateristik mata pelajaran IPS SMA antara lain sebagai
   berikut.
   a. Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan
      politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dan agama (Numan
      Soemantri, 2001).
   b. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi,
      dan sosiologi, yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik (tema) tertentu.
   c. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang
      dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.
   d. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat menyangkut peristiwa dan perubahan kehidupan
      masyarakat dengan prinsip sebab akibat, kewilayahan, adaptasi dan pengelolaan lingkungan, struktur,
      proses dan masalah sosial serta upaya-upaya perjuangan hidup agar survive seperti pemenuhan
      kebutuhan, kekuasaan, keadilan dan jaminan keamanan (Daldjoeni, 1981).
   e. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS menggunakan tiga dimensi dalam mengkaji dan
      memahami fenomena sosial serta kehidupan manusia secara keseluruhan. Ketiga dimensi tersebut adalah
      ruang, waktu, nilai dan norma.

20. Guru dapat menunjukkan manfaat mata pelajaran IPS
     membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna dalam kehidupan masyarakat;
     membekali peserta didik dengan kemapuan mengidentifikasi, menganalisa dan menyusun alternatif
       pemecahan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat;
     membekali         peserta         didik          dengan        kemampuan        berkomunikasi      dengan
       sesama      warga      masyarakat          dan       dengan      berbagai    bidang    keilmuan     serta
       berbagai keahlian;
     membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif, dan keterampilan terhadap
       lingkungan                   hidup                     yang                menjadi                 bagian
       kehidupannya yang tidak terpisahkan; dan
     membekali            peserta            didik          dengan          kemampuan          mengembangkan
       pengetahuan        dan      keilmuan          IPS      sesuai     dengan     perkembagan      kehidupan,
       perkembangan          masyarakat,            dan        perkembangan       ilmu       dan       teknologi.

        Kelima     tujuan    di    atas   harus dicapai   dalam   pelaksanaan   kurikulum   IPS     di
        berbagai lembaga pendidikan dengan keluasan, kedalaman dan bobot yang sesuai dengan jenis dan
        jenjang pendidikan yang dilaksanakan.

21. Guru mampu mengidentifikasi realitas sosial yang menggambarkan hubungan antara keragaman bentuk
   muka bumi dengan kehidupan manusia dalam mencukupi kebutuhan
   Aktifitas ekonomi penduduk dalam memenuhi hidupnya cenderung dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya,
   walaupun tidak sepenuhnya mutlak. Kosentrasi penduduk cenderung terjadi pada daerah-daerah yang topografi
   datar, tanahnya subur, dekat sumber air dan iklimya sejuk. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
   teknologi yang dimiliki manusia maupun mengurangi pengaruh lingkungan alamnya, karena ada faktor-faktor
   endogen dalam diri manusia yaitu kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan. Hubungan aktifitas
   penduduk yang berkaitan dengan kondisi fisik dapat dijelaskan sebagai berikut.
    a. Aktivitas            Ekonomi            penduduk            di         wilayah          dataran          tinggi
         Aktifitas penduduk karena daerah ini beriklim sejuk. Di dataran tinggi kegiatan ekonomi penduduk
         cenderung dibidang pertanian lahan kering. Ladang pertanian yang dibudidayakan adalah hortikultura
         antara lain, sayur-sayuran, buah-buahan dan taman hias.
    b. Aktivitas              Ekonomi                penduduk            di           wilayah            pegunungan
         Disamping dimafaakan sebagai areal hutan, wilayah pegunungan banyak dibudidayakan perkebunan,
         seperti kina, karet dan the. Penduduk yang bermukim di daerah pegunungan sebagian ada yang bekerja
         sebagai buruh perkebunan.
    c. Aktivitas            Ekonomi            penduduk           di         wilayah          dataran         rendah
         Dataran rendah merupakan dataran tempat untuk kosentrasiPenduduk, karena itu daerah dataran redah
         sangat cocok untuk pemukiman penduduk dengan pola kosentris. Aktivitas penduduk terdiri atas berbagai
         jenis,             mulai              dari             pertanian,            perikanan,             tambak.
         Dibidang pertanian, perkebunan dan perikanan bisa dikembangkan karena tersedianya air yang cukup, di
         samping iklimnya yang menunjang untuk pertumbuhan tanaman dataran rendah. Disamping itu bidang
         industri dan jasa di dataran rendah dapat berkembang secara optimal, hal ini bisa terjadi karena ditunjang
         oleh sarana dan prasarana berupa transportasi jalan raya dan jalan kereta api, pusat pertokoan dan
         perdagangan                                           serta                                      pendidikan.
         gambar                            disamping                          adalah                          gambar
         aktifias ekonomi dataran rendah
    d. Aktivitas                    Ekonomi                   penduduk                 wilayah                 pantai
         Penduduk yang bertempat tinggal di pantai tidak selalu bermata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini
         tergantung pada kondisi pantainya curam dan terjal tetentu saja akan mencari jalan lain, misalnya sebagi
         petani, atau pencari sarang burung walet seperti misalnya di pantai Karangbolog Gombong. Karena pada
         pantai      yang      tebingnya      terjal     menyulitkan     dipakaii    sebagai      pelabuhan      ikan.
         Tetapi jika pantainya landai justru mata pencahariannya sebagai nelayang penangkap ikan, karena pantai
         yang landai, gelombang laut tidak terlalu besar, baik dijadikan dermaga tempat berlabuhnya kapal-kapal
         motor para nelayan.
22. Guru mampu mengidentifikasi realitas sosial yang menggambarkan hubungan antara tenaga endogen dengan
   kehidupan sosial masyarakat


23. Guru mampu mendeskripsikan focus kebudayaan kehidupan manusia pada jaman batu
24. Guru mampu mendeskripsikanfokus kebudayaan kehidupan manusia pada jaman megalitikum
    Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping
    kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:
    a. Zaman Batu Tua
       Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan
       secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut
       masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-
       pindah) dan belum tahu bercocok tanam.
       Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
       Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
       Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
       Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat
       dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)
    b. Zaman Batu Tengah
       1. Ciri zaman Mesolithikum:
       a. Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
       b. Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat
       batu kasar.
       c. Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
       c. Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte)
       Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
       d. Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
       e. Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut
       Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat
       dari tulang.
       2. Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:
       a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
       b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
       c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)
       3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua--Melanosoid
    c. Zaman Batu Muda
       Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau
       dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
       Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa
       Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
       Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
       Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
       Pakaian dari kulit kayu
       Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
       Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)
    d. Zaman Batu Besar
       Zaman ini disebut juga sebagai zaman megalithikum. Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain: 1.
       Menhir: tugu batu yang dibangun untuk pemujaan terhadap arwah-arwah nenek moyang. 2. Dolmen: meja
       batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan roh nenek moyang 3. Sarchopagus/keranda atau
       peti mati (berbentuk lesung bertutup) 4. Punden berundak: tempat pemujaan bertingkat 5. Kubur batu: peti
       mati yang terbuat dari batu besar yang dapat dibuka-tutup 6. Arca/patung batu: simbol untuk
       mengungkapkan kepercayaan mereka

25. Guru mampu menganalisis interaksi sebagai proses sosial
         Interaksi sosial merupakan suatu kebutuhan. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, interaksi
    didefinisikan sebagai hal saling melakukan aksi, berhubungan dan mempengaruhi. Interaksi berasal dari kata
    action yang berarti tindakan dan inter artinya berbalas-balasan atau hubungan timbal-balik saling
    mempengaruhi. Interaksi sosial tidak mungkin terjadi apabila manusia mengadakan hubungan langsung
    dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sarafnya, sebagai akibat dari hubungan
    tersebut.
         Setiap manusia mempunyai naluri untuk saling hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain.
    Naluri inilah yang disebut naluri gregariousness. Selain itu, kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi
    manusia juga mendorong manusia untuk hidup bersama dengan orang lain. Kebutuhan manusia tercakup
    dalam kebutuhan dasar, kebutuhan sosial, dan kebutuhan integratif. Upaya manusia dalam rangka memenuhi
    kebutuhan mendasar, sosial, dan kebutuhan integratif dilakukan melalui suatu proses yang disebut dengan
    interaksi sosial.
         Menurut Gillin dan Gillin Interaksi Sosial adalah hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan
    antara orang per orang, kelompok-kelompok manusia, dan antara orang perorang dengan kelompok yang
    saling memengaruhi dalam hubungan timbal balik.
         Proses Sosial adalah pengaruh hubungan timbal balik antara berbagai kehidupan bersama, seperti saling
    memengaruhi aspek sosial dengan aspek politik, aspek politik dengan aspek ekonomi, dan aspek ekonomi
    dengan aspek hukum. Interaksi sosial merupakan dasar dan bentuk umum proses sosial.
    Jadi, interaksi sosial merupakan dasar dan bentuk umum dari proses sosial. Karena bentuk-bentuk lain dari
    proses sosial hanya merupakan bentuk-bentuk khusus dari interaksi, maka interaksi sosial dapat dinamakan
    proses sosial itu sendiri. Dan pada setiap berlangsungnya proses sosial atau interaksi sosial seseorang
    senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai yang berlaku seperti kebiasaan, norma-norma dan nilai-nilai
    sosial.

26. Guru mampu menganalisis hubungan antara sosialisasi dengan kepribadian
         Karakter atau kepribadian manusia sebenarnya terbentuk dari bagaimana seorang individu mampu
    menerima nilai dan norma yang ada di masyarakat sebagai hasil sosialisasi. Ada beberapa pendapat tentang
    kepribadian tersebut. M.A.W. Brower berpendapat, bahwa kepribadian adalah corak tingkahlaku sosial yang
    meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang. Menurut Yinger kepribadian
    adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecendrungan tertentu yang berinteraksi
    dengan serangkaian situasi yang telah dilaluinya. Sedangkan Cuber mengatakan bahwa kepribadian adalah
    gabungan keseluruhan sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat dari seseorang. Jadi kepribadian merupakan
    gabungan dari keseluruhan kecenderungan seseorang untuk berperasaan, berkehendak, berpikir, bersikap,
    dan berbuat sesuai dengan pola perilaku tertentu.
         Nilai dan norma yang tumbuh dan berkembang itu sangat dipengaruhi bagaimana manusia berinteraksi
    dengan sesamanya termasuk dengan lingkungannya. Interaksi dalam waktu yang lama akan mewarnai nilai
    dan norma yang berlaku di sana yang pada akhirnya mempengaruhi setiap tindakan manusia. Suatu tindakan
    dianggap sah, dalam arti secara moral diterima, kalau tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang
    disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan. Dalam sebuah
    masyarakat yang religius, orang yang malas beribadah tentu akan menjadi dicela atau dimaki, sebaliknya,
    kepada orang-orang yang rajin beribadah, dermawan, dan seterusnya, akan dinilai sebagai orang yang pantas,
    layak, atau bahkan harus dihormati dan diteladani.
           Sosialisasi merupakan proses belajar seseorang untuk mempelajari pola hidup sesuai nilai, norma dan
    kebiasaan yang dijalankannya dalam masyarakat atau kelompok dimana dia berasal. Unsur-unsur yang
    dipelajari dalam sosialisasi adalah peranan pada hidup dalam masyarakat sesuai nilai, norma dan kebiasaan
    masyarakat. Proses belajar seseorang dalam masyarakat tidak hanya berlangsung sesekali saja, tetapi
    secara terus menerus.
           Dalam proses sosialisasi seseorang mempelajari segala nilai, norma, budaya yang ada dimasyarakat.
    Kita bisa bercakap-cakap dalam Bahasa Banyumasan karena lingkungan sekitar kita mengajarinya. Kita tahu
    kata-kata tertentu “saru” diucapkan kepada orang lain, juga karena diberi tahu oleh teman-teman atau
    keluarga kita bahwa kata-kata tertentu memang tidak layak diucapkan sebagai ungkapan kemarahan.
           Secara garis besar, sosialisasi terbagi dalam dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder.
    1. Sosialisasi primer terjadi di lingkungan keluarga kita. Aturan-aturan atau kebiasaan hidup yang ada di
       keluarga kita tentu kita peroleh dari orangtua kita. Mungkin kalian pernah mengalami sedang mengerjakan
       sesuatu, orangtuamu menegur bahwa itu “ora ilok”, misalnya duduk di pintu, makan di cobek, menyapu
       dari dalam rumah ke luar, dan lain-lainnya. Semua itu adalah contoh-contoh nilai yang ditanamkan kepada
       kita, disamping segudang nilai yang lain, kepada orangtua harus “basa”, hormat dan sayang kepada kakak
       atau adik, dan sebagainya.
    2. Sosialisasi sekunder terjadi di luar keluarga, seperti di sekolah dan masyarakat. Disini kita akan
       mendapatkan nilai, norma, dan budaya yang lebih luas daripada yang diterima di keluarga, misalnya
       bagaimana kita harus mengakui kemenangan teman saat bermain, kalau lewat di depan banyak orang
       harus “kula nuwun” sambil sedikit membungkukkan badan. Nilai dan norma yang tumbuh di Banyumas ini
       sampai dan dilakukan oleh kita semua karena sosialisasi ini.
          Dengan demikian tujuan sosialisasi adalah untuk :
    1. Memberikan keterampilan kepada seorang untuk dapat hidup bermasyarakat.
    2. Mengembangkan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi secara efektif.
    3. Mengembalikan fungsi-fungsi organik seseorang melalui introspeksi yang tepat.
    4. Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam
       masyarakat.
          Terkuasainya nilai dan norma yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat akan membentuk
    karakter kita untuk hidup dan berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang ada itu. Kita, orang Banyumas
    dikenalkan dengan bahasa Banyumasan dalam keseharian, kebiasaan-kebiasaan dalam berperilaku, sistem
    kepercayaan yang tumbuh dalam masyarakat, bahkan kebudayaan-kebudayaan yang ada seperti kentongan,
    ebeg, begalan, dan sebagainya.

27. Guru mampu menganalisis proses asosiatif‐disosiatif dalam kehidupan sosial
          Menurut Gillin dan Gillin terdapat dua macam proses sosial, yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.
      1. Proses Asosiatif
               Proses asosiatif adalah proses interaksi sosial yang mengarah pada bentuk kerja sama dan
          persatuan untuk meningkatkan solidaritas anggota kelompok. Ada empat bentuk proses asosiatif yaitu
          kerja sama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi.
          a. Kerjasama (cooperation)
                 Kerjasama merupakan bentuk interaksi sosial paling mendasar, yaitu bergabungnya orang
             perorangan atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dimaksudkan
        sebagai usaha saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk kerjasama disini dapat
        terjadi diantara siapapun dan dalam keadaan apapun.
            Bentuk-bentuk kerja sama dibedakan antara lain :
        1) Kerja sama spontan adalah kerjasama yang serta merta, artinya kerja sama yang dilakukan
            spontan tanpa perintah dari siapapun.
        2) Kerja sama langsung adalah kerja sama yang merupakan hasil dari perintah atasan atau
            penguasa.
        3) Kerja sama kontrak merupakan kerja atas dasar aturan tertentu.
        4) Kerja sama tradisional merupakan bentuk kerja sama sebagai bagian atau unsur dari sistem
            sosial
            Berdasar pelaksanaannya kerja sama dibedakan menjadi lima bentuk yaitu :
        1. Kerukunan, meliputi gotong royong dan tolong menolong.
        2. Bargaining, yaitu perjanjian pertukaran barang-barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.
        3. Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan sebuah organisasi.
        4. Koalisi, yaitu gabungan dua badan atau lebih yang mempunyai tujuan sama.
        5. Joint venture, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu.

     b. Akomodasi
           Akomodasi berarti suatu cara menyelesaikan pertentangn tanpa menghancurkan pihak lawan
        sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Tujuan akomodasi antara lain sebagai berikut :
        1) Mengurangi pertentangan antara orang perorang atau kelompok-kelompok manusia akibat
           perbedaan paham.
        2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
        3) Memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok satu dengan lainnya yang hidupnya
           terpisah karena budaya.
        4) Melebur kelompok sosial yang terpisah.

           Akomodasi memiliki beberapa bentuk sebagai berikut :
        1) Coercion. Coercion adalah bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan paksaan
           karena salah satu pihak berada pada posisis yang lemah.
        2) Kompromi. Kompromi adalah satu bentuk akomodasi dimana pihak yang bertikai mengurangi
           tuntutannya agar tercapai penyelesaian dari perselisihan yang ada.
        3) Arbitasi. Arbitasi merupakan salah satu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang
           bertikai tidak mampu menghadapi sendiri. Arbitasi dilakukan dengan menghadirkan pihak ketiga
           yang mendapat persetujuan kedua belah pihak.
        4) Konsiliasi. Konsiliasi adalah usaha mempertemukan keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk
           mencari pemecahan.
        5) Toleransi. Toleransi adalah salah satu bentuk akomodasi tanpa persetuuan, tetapi dibutuhkan
           saling pengertian.
        6) Stalemate. Stalemate merupakan satu bentuk akomodasi dimana pihak yang bertentangan
           berhenti pada satu titik tertentu karena mempunyai kekuatan seimbang.
        7) Ajudikasi. Ajudikasi merupakan suatu proses penyelesaian masalah di pengadilan.

     c. Asimilasi
              Asimilasi merupakan proses sosial dalam tahap lanjut yang ditandai dengan usaha mengurangi
        perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang perorang dan kelompok. Seseorang yang
        melakukan asimilasi ke dalam suatu kelompok tidak lagi membedakan dirinya dengan kelompok,
        tetapi telah mengidentifikasikan dengan kelompok tersebut.
     d. Akulturasi
              Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu
        kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing. Menurut
        Koentjaraningrat akulturasi terjadi apabila suatu kelompok dengan kebudayaan tertentu dihadapkan
        unsur-unsur kebudayaan asing. Dengan demikian, unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun
        diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian
        kebudayaan itu sendiri.
              Proses akulturasi telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, dimulai dari adanya kontak
        kebudayaan Hindu dan Budha, kebudayaan Islam dan kebudayaan Barat melalui penjajahan
        Bangsa Eropa di Indonesia.

2.   Proses Disosiatif
            Proses disosiatif adalah proses interaktif sosial yang cenderung mengarah pada perpecahan
     atau konflik. Proses disosiatif dibedakan menjadi tiga, yaitu persaingan, kontravensi dan pertentangan.
     a. Persaingan atau Kompetisi
             Persaingan atau kompetisi dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dari berbagai pihak, baik
        dari individu maupun kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Persaingan dapat bersifat
        pribadi, artinya yang bersaing adalah individu dengan individu lainnya.
             Persaingan dapat terwujud dalam berbagai bentuk, yaitu persaingan di bidang ekonomi,
        persaingan di bidang kebudayaan, persaingan untuk mencapau kedudukan dan peranan tertentu
        dalam masyarakat, serta persaingan yang terjadi karena perbedaan rasa.
     b. Kontravensi (contravation)
                  Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaiangan dan pertentangan
             (konflik), yang ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpuasan mengenai seseorang, perasaan
             tidak suka yang disembunyikan, dan kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang.
                  Menurut Leopold Von Wiese dan Howard Beeker, kontravensi meliputi :
             1) Kontravensi umum meliputi perbuatan menolak, menghalang-halangi, memprotes, mengganggu
                 dan mengacaukan pihak lain.
             2) Kontravensi sederhana meliputi penyangkalan-penyangkalan orang lain di muka umum, memaki-
                 maki melalui surat selebaran dan menfitnah.
             3) Kontravensi intensif meliputi menghasut, menyebar desas-desus, dan mengecewakan pihak lain.
             4) Kontravensi rahasia meliputi berkhianat dan mengumumkan rahasia orang lain.
             5) Kontravensi taktis meliputi mengganggu, membingungkan pihak lain, mengejutkan lawan,
                 menakut-nakuti (mengintimidasi), dan memprovokasi.
          c. Pertentangan atau Konflik
                  Pertentangan adalah proses interaksi sosial, dimana beberapa individu atau kelompok
             berusaha memperoleh sesuatu yang diinginkan dengan cara menekan, menghancurkan, atau
             mengalahkan pihak lawan dengan ancaman kekerasan. Pertentangan terdiri dari beberapa bentuk,
             yaitu :
             1) Pertentangan pribadi. Pertentangan ini terjadi diantara individu yang satu dan individu yang lain
                 dan dapat menimbulkan kebencian.
             2) Pertentangan rasial. Sumber pertentangan ini adalah adanya perbedaan ciri-ciri fisi.
             3) Pertentangan antara kelas-kelas sosial, umumnya disebabkan oleh adanya perbedaan-
                 perbedaan kepentingan.
             4) Pertentangan politik. Pertentangan ini dapat terjadi diantara golongan yang satu dan golongan
                 yang lain atau diantara Negara-negara yang berdaulat.

28. Guru mampu mengidentifikasi realitas sosial yang mengambarkan keterkaitan konsep sosial, moralitas
    dengan hedonism manusia dalam memenuhi kebutuhan (Catatan : Hedonisme adalah pandangan hidup yang
    menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup )


    Istilah MORALITAS kita kenal secara umum sebagai suatu sistem peraturan-peraturan perilaku sosial,
    etika hubungan antar-orang. Baik dan buruk, benar dan salah.
    Moralitas manusia berasal dari kehidupan keluarga (942:1). Jadi keluarga yang baik akan menghasilkan
    pribadi yang memiliki moralitas yang baik pula. Keluarga adalah tempat mendidik moralitas. Sangat
    disayangkan pada masa modern saat ini banyak keluarga yang berantakan nilai-nilainya.
    Moralitas sosial itu evolusioner, berkembang menurut waktu (68:4)
    Moralitas -- meliputi nilai-nilai moral alam semesta -- dapat dirasakan oleh pikiran manusia dalam bentuk tiga
    dorongan dasar, tiga pilihan dasar (2094:11):
    1. dorongan tentang diri sendiri -- pilihan moral, personal morality berpengaruh pada perkembangan spiritual
    dari manusia itu.
    2. dorongan tentang masyarakat -- pilihan etik, berubah terus sesuai perubahan kesadaran sosial.
    3. dorongan tentang Allah -- pilihan relijius.
    Moralitas Pribadi dan Moralitas Sosial
    Jadi ada dua hal di sini :
    1. Moralitas sosial akan terus berubah sesuai perubahan evolusi masyarakat dan peradaban, Contoh : adat
    makan dan minum akan berubah sesuai perkembangan masyarakat.
    2. Moralitas pribadi itu primordial dan merupakan realitas alam semesta, melekat pada kepribadian. Moralitas
    pribadi itu ada dari semula, pada semua pribadi, tidak dihasilkan dari evolusi.
    Moralitas pribadi adalah salah satu ciri khas kepribadian yang tulen dan dasar. UB mengatakan ketika
    berbicara tentang kepribadian (personality) : ".. It is characterized by morality--awareness of relativity of
    relationship with other persons. It discerns conduct levels and choosingly discriminates between them."
    (1225:11). Itu adalah salah satu definisi moralitas yang lain.
    Secara intuitif akal-pikiran kita mengenali adanya tanggung-jawab moral (192:6).


  Perilaku hedonisme dan konsumtif telah merekat pada kehidupan kita. Pola hidup seperti ini sering kita jumpai
  di kalangan mahasiswa. Dimana orientasinya diarahkan kenikmatan, kesenangan, serta kepuasan dalam
  mengkonsumsi barang secara berlebihan.
  Manusiawi memang ketika manusia hidup untuk mencari kesenangan dan kepuasan, karena itu merupakan
  sifat dasar manusia.
  Contohnya sekarang, segala macam media informasi merayu kita mengenai gaya hidup. Gaya hidup yang terus
  disajikan bagaikan fast food melalui media informasi.
  Para remaja berlomba-berlomba mengaktualisasikan dirinya untuk mencapai kepuasan dan apa yang mereka
  inginkan. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapainya. Salah satunya dengan mencari popularitas dan
  membelanjakan barang yang bukan merupakan kebutuhan pokok. Pada kenyataannya pola kehidupan yang
  disajikan adalah hidup yang menyenangkan secara individual. Inilah yang senantiasa didorong oleh hedonisme
  dan konsumenisme, sebuah konsep yang memandang bahwa tingkah laku manusia adalah mencari
  kesenangan dalam hidup dan mencapai kepuasan dalam membelanjakan kebutuhan yang berlebihan sesuai
  arus gaya hidup.
29. Guru mampu mengidentfikasi rasionalitas tindakan ekonomi dalam kehidupan sehari‐hari
    Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling
    menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal.
    Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
     Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan
       dan kenyataannya demikian.
     Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling
       menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

30. Guru mampu menunjukkan salah satu unsur peta untuk mendapatkan informasi keruangan
    Informasi keruangan menyatakan lokasi yang berkaitan dengan informasi geografis. Informasi
    geografis merupakan informasi kenampakan permukaan bumi. Sehingga informasi
    tersebut mengandung unsur posisi geografis, hubungan keruangan, atribut dan waktu

31. Guru mampu mengidentifikasi konsep yang terdapat pada hubungan antara kondisi geografis dan penduduk
        Kondisi geografis seperti jenis tanah, iklim, air, suhu, dan seterusnya. Kondisi geografis mempunyai
   pengaruh yang besar terhadap kehidupan penduduk. Pengaruh terhadap manusia tersebut sangat besar pada
   jaman meramu dan berburu. Pada zaman itu manusia sepenuhnya tunduk kepada alam sekitar mulai dari jenis
   makanannya, perilaku, bentuk fisik, sifat-sifat kejiwaan dan seni kebudayaannya. Sejak saat itu,
   perkembangan budaya yang tidak terhitung jumlahnya dan berbeda-beda. Seiring dengan kemajuan ilmu
   pengetahuan dan teknologi, manusia sedikit demi sedikit mampu mengatasi berbagai keterbatasan kondisi
   geografis tersebut, walaupun tentu tidak bisa semuanya.
        Pengaruh keadaan geografi dapat diamati pada sifat-sifat penduduknya yang dapat dilihat dari upaya
   manusia untuk dapat hidup sesuai dengan lingkungan geografisnya. Adaptasi adalah upaya manusia untuk
   menyesuaikan diri dengan lingkungan geografi, kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungan
   disebut adaptabilitas.
        Adaptasi manusia terhadap keadaan geografinya dapat dibedakan menjadi lima yaitu :
      1. Adaptasi Fisiologi yaitu sebagai sifat fisik manusia yang mampu menyesuaikan dengan keadaan alam
         sekitarnya. Penduduk pegunungan biasanya memiliki paru-paru lebih besar dibandingkan dengan paru-
         paru penduduk pantai atau perkotaan. Ini karena di daerah pegunungan kadar oksigen di udara lebih
         rendah.
      2. Adaptasi Morfologis yaitu sebagai penyesuaian bentuk tubuh terhadap geografisnya. Orang-orang
         Eskimo yang hidup di sekitar Kutub Utara mempunyai bentuk tubuh pendek dan kekar, orang-orang
         Masai di gurun-gurun Afrika bentuk tubuhnya tinggi langsing.
      3. Adaptasi Budaya yaitu sebagai kebiasaan-kebiasaan penduduk dalam menyikapi keadaan alamnya
         sehingga terbentuk berbagai kebudayaan. Misalnya bentuk rumah orang Eskimo yang kecil, pendek,
         tanpa jendela dan beratap bulat berguna untuk menanggulangi udara dingin dan beratnya salju yang
         menempel di bagian luar.
      4. Adaptasi Psikologis yaitu psikis atau sifat kejiwaan seseorang terhadap kondisi geografis lingkungannya.
         Hasil adaptasi dapat menjadi karakteristik seseorang yang tidak mudah untuk berubah. Banyak orang
         yang tidak dapat menyesuaikan dengan kondisi geografi ditempat yang berbeda dengan tempat asalnya.

32. Guru mampu menganalisis dampak gejala‐gejala yang terjadi di atmosfir terhadap kehidupan
    a. Dampak el nino : musim kemarau panjang, kebakaran hutan
    b. Dampak la nina : musim hujan panjang dan banjir
    c. Dampak pemanasan global (Gas CO2 dan SO2) : suhu naik, mencairnya es di kedua kutub, air laut naik
    d. Dampak pencemaran udara : hujan asam
       Sisanya baca sendiri.

33. Guru mampu menganalisis dampak gejala‐gejala yang di hidrosfer terhadap kehidupan. (Baca sendiri ye…)
34. Guru mampu membedakan sistem sosial, budaya, dan politik di Indonesia pada masa sebelum dan sesudah
    pengaruh Hindu‐Budha
      Sistem Sosial                 Sebelum                                        Sesudah
    Sosial           Kesukuan, ketua suku, tanpa kasta          Ada kasta-kasta
                                                                Adanya sikap toleransi antar agama
    Budaya           Animisme dan dinamisme                     Agama Hindu-Budha
                                                                Seni bangunan candi dan prasasti
                                                                Seni sastra, huruf Pallawa dan Nagari,
                                                                bahasa Sansekerta
    Politik          Kesukuan                                   Kerajaan
                                                                Penobatan raja dengan upacara abisheka
35. Guru mampu membedakan sistem sosial, budaya, dan politik di Indonesia pada masa Hindu‐Budha dan
    sesudah pengaruh Islam di Indonesia

        Sistem Sosial                    Sesudah                                  Masa Islam
      Sosial            Ada kasta-kasta                            Hilangnya kasta
                        Adanya sikap toleransi antar agama
      Budaya            Agama Hindu-Budha                          Seni bangunan masjid, makam, keraton,
                        Seni bangunan candi dan prasasti           dan kaligrafi
                        Seni sastra, huruf Pallawa dan Nagari,     Seni sastra berupa syair, suluk, hikayat,
                        bahasa Sansekerta                          babad
                                                                   Tradisi keagamaan (ziarah kubur,
                                                                   selamatan) dan upacara
      Politik           Kerajaan                                   Kerajaan Islam.
                        Penobatan raja dengan upacara abisheka     Penasehat raja adalah kyai

36. Guru mampu mengidentifikasi konsep yang menggambarkan hubungan antara kegiatan ekonomi penduduk
    berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi
37. Guru mampu mendeskripsikan penggunaan lahan berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi
    Tanah adalah bendanya, lahan mengandung unsure fungsi. Penggunaan lahan sangat tergantung dari bentuk
    lahan. Daerah datar : pertanian dan pemukiman, dst

38. Guru mampu mengidentifkasi faktor‐faktor terjadinya pola pemukiman linier (garis) berdasarkan kondisi fisik
    permukaan bumi
      Pola permukiman penduduk linier yaitu pola permukiman penduduk yang berbentuk seperti garis
      biasanya mengikuti jalur transportasi. Jalur transportasi dalam hal ini bisa berupa jalan raya, sungai, dan
      garis pantai yang digunakan untuk sarana transportasi. Pola permukiman penduduk linier ini biasanya
      terjadi di daerah dataran rendah. Jika pola permukiman ini suatu saat mengalami pemekaran, maka tanah-
      tanah pertanian di sepanjang jalur transportasi tersebut akan menjadi permukiman baru. Alasan utama
      penduduk membentuk pola permukiman penduduk linier ini adalah untuk mendapatkan berbagai
      kemudahan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Gambaran yang paling mudah, jika rumah kita dekat jalan
      raya akan mudah bepergian ke mana saja.

39.   Guru mampu mendeskripsikan kegiatan konsumsi sebagai kegiatan pokok ekonomi
40.   Guru mampu mendeskripsikan kegiatan produksi sebagai kegiatan pokok ekonomi
41.   Guru mampu mendeskripsikan kegiatan distribusi barang/jasa sebagai kegiatan pokok ekonomi
42.   Disajikan salah satu jenis badan usaha, guru mampu mendeskripsikan peran perusahaan sebagai tempat
      berlangsungnya proses produksi kaitannya dengan pelaku ekonomi
      BUMN
      Badan Usaha Milik Negara (atau BUMN) ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian
      dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan usaha tersebut adalah karyawan BUMN bukan
      pegawai negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Persero.
      Perjan
      Perjan adalah bentuk badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini
      berorientasi pelayanan pada masyarakat, Sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan
      BUMN yang menggunakan model perjan karena besarnya biaya untuk memelihara perjan-perjan tersebut
      sesuai dengan Undang Undang (UU) Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN. Contoh Perjan: PJKA
      (Perusahaan Jawatan Kereta Api) kini berganti menjadi PT.KAI
      Perum
      Perum adalah perjan yang sudah diubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit
      oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola oleh negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai
      Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga
      pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada publik(go public) dan statusnya diubah
      menjadi persero.
      Persero
      Persero adalah salah satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah. Berbeda dengan Perum
      atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi
      pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan negara yang
      dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh direksi. Sedangkan pegawainya berstatus sebagai
      pegawai swasta. Badan usaha ditulis PT < nama perusahaan > (Persero). Perusahaan ini tidak memperoleh
      fasilitas negara. Jadi dari uraian di atas, ciri-ciri Persero adalah:
      Tujuan utamanya mencari laba (Komersial)
      Modal sebagian atau seluruhnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan yang berupa saham-
       saham
      Dipimpin oleh direksi
      Pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta
      Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (Persero)
      Tidak memperoleh fasilitas negara
    BUMS
    Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang atau
    sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang- bidang usaha yang diberikan kepada pihak
    swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak
    menguasai hajat hidup orang banyak. Berdasarkan bentuk hukumnya Badan usaha milik swasta dibedakan
    atas firma, CV, PT, dan yayasan
    KOPERASI
    Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan
              [1]
    bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan
                        [2]
    asas kekeluargaan.
    Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi
                                      [3]
    yang efektif dan tahan lama. Prinsipkoperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative
    Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
      Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
      Pengelolaan yang demokratis,
      Partisipasi anggota dalam ekonomi,
      Kebebasan dan otonomi,
                                                              [4]
      Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
    Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU
    no. 25 tahun 1992 adalah:
      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
      Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
      Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
      Kemandirian
      Pendidikan perkoperasian
      Kerjasama antar koperasi

43. Guru mampu mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan
    kesejahteraan
       Kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampun untuk menciptakan. Kemampuan untuk
   menciptakan tersebut dinamakan kreativitas. Inovatif adalah bersifat memperkenalkan atau mengembangkan
   hal-hal     baru.     Kemampuan        untuk    memperkenalkan      hal-hal   baru    dinamakaan       inovasi.
   Kewirausahaan merupakan terjemahan dari bahasa inggris, entrepreneurship yang berarti kemampuan dalam
   berfikir kreatif dan inovatif. Wirausaha adalah mereka yang mampu menciptakan kerja bagi orang lain dengan
   berswadaya.
       Kewirausahaan dapat diartikan sebagai tanggapan terhadap peluang usaha. Kewirausahaan adalah
   semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan.
   Seorang wirausahawanharus mempunyai minat dan semangat yang tinggi. Sukses
   a. Kemandirian
       Mandiri berarti tidak bergantung pada orang lain. Seseorang dikatakan mandiri jika hampir semua
       kepentingan hidupnya diselesaikan sendiri. Kemandirian megnadung lima komponen, yaitu : Bebas,
       Progresif dan Ulet, Berinisiatif, mempunyai pengendalian diri, mempunyai kemantapan diri.
   b. Faktor-Faktor                        yang                    Mempengarihi                     Kemandirian
       Faktor yang mempengaruhi kemandirian bersumber dari dalam dan dari luar dirinya. Faktor dari dalam
       meliputi keadaan keturunan dan kondisi tubuh, Faktor ini disebut Faktor Internal. Faktor dari luar disebut
       pula Faktor Eksternal atau Faktor Lingkungan

44. Guru mampu mengidentifikasi upaya penanggulangan masalah kependudukan sesuai dengan essensi
    masalahanya
    a. Pertumbuhan penduduk tinggi : KB
    b. Penduduk tidak merata       : Transmigrasi
    c. Pengangguran                : Balai Latihan Kerja, Membuka industry baru di luar jawa
    d. Dan lain-lain lah……

45. Guru mampu menganalisis upaya penanggulangan masalah lingkungan hidup sesuai dengan essensi
    masalahnya
     Lingkungan kita telah banyak yang rusak. Kerusakan lingkungan memberikan dampak negatif terhadap
      kehidupan manusia. Oleh karena itu, diperlukan cara - cara mengatasi kerusakan lingkungan sebagai
      berikut                                                                                         :
      Reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak
    Mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih
    Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan menggantinya dengan bahan bakar alternatif
    Membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan sebagau lahan pertanian.
    Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan
    Menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme di tanah
    Menerapkan prinsip 4R yaitu
        Reduce, artinya mengurangi pemakaian
        Reuse, artinya memakai ulan
        Recycle, artinya mendaur ulang
        Replant, artinya menanam atau menimbun sampah organik
    Melakukan upaya remidiasi, yaitu membersihkan permukaan tanah dari berbagai macam polutan

46. Disajikan beberapa pernyataan, guru mampu menganalisis dampak masalah kependudukan terhadap
    pembangunan
   1. Rendahnya kualitas SDM penduduk Indonesia
       Salah satu Indikator kemakmuran suatu negara adalah volume barang dan jasa yang dihasilkan oleh
      penduduknya. Untuk memproduksi barang dan jasa diperlukan penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.
      Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kualitas SDM penduduk suatu negara. Jadi
      kualitas SDM merupakan faktor penentu kemakmuran
   2. Pertumbuhan penduduk yang tinggi
      Penduduk merupakan potensi sekaligus beban pembangunan. Penduduk yang berkualitas merupakan
      potensi atau kekuatan pembangunan , sedangkan penduduk dengan kualitas rendah merupakan beban
      pembangunan . Pertumbuhan penduduk bagi suatu negara dapat menjadi kekuatan sekaligus beban, hal ini
      tergantung bagaimana kualitas penduduknya. Bagi Indonesia , pertumbuhan penduduk yang tinggi
      merupakan beban pembangunan karena jumlah penduduk Indonesia saat ini cukup besar. Tetapi kualitas
      hidupnya masih rendah, apabila pertumbuhan penduduk masih tetap tinggi , maka kualitas hidup akan
      semakin makmur.

     Upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah:
  1. Jumlah penduduk dan pertumbuhannya diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB).
  2. Persebaran dan Kepadatan penduduk diatasi dengan:
      a. Program Transmigrasi
      b. Pembangunan lebih intensif di Kawasan Indonesia Timur.
  3. Tingkat kesehatan yang rendah diatasi dengan:
      a. Pembangunan fasilitas kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit
         Umum Daerah (RSUD)
      b. Pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin
  4. Tingkat pendidikan yang rendah diatasi dengan:
     a. Penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan merata di semua daerah di Indonesia.
     b. Penciptaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
     c. Peningkatan kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen) di lembaga pendidikan milik pemerintah
     d. Penyediaan program pelatihan bagi para pengajar dan pencari kerja
     e. Mempelopori riset dan penemuan baru dalam bidang IPTEK di lembaga- lembaga pemerintah
  5. Tingkat pendapatan yang rendah diatasi dengan:
     a. Penciptaan perangkat hukum yang menjamin tumbuh dan berkembang- nya usaha/investasi, baik
         PMDN ataupun PMA.
     b. Optimalisasi peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian, sehingga dapat lebih banyak menyerap
         tenaga kerja.
     c. Penyederhanaan birokrasi dalam perizinan usaha. Pembangunan/menyediakan fasilitas umum (jalan,
         telepon) sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi.

47. Guru mampu menjelaskan dampak perkembangan politik kolonialisme/imperialism dari kuno ke modern
    terhadap kehidupan sosial‐ekonomi masyarakat Indonesia di berbagai daerah (baca sendiri di LKS kelas 7-8)
         Pada masa penjajahan bangsa Barat corak kehidupan bangsa Indonesia diwarnai dengan pola budaya,
   sistem ekonomi, dan sistem politik Barat. Pemaksakan pengaruh pemerintah kolonial memiliki karakteristik
   sebagai berikut :
   a. Dominasi politik, yaitu penguasaan terhadap bangsa terjajah dan menindas upaya-upaya mencapai
       kemerdekaan.
   b. Eksploitasi ekonomi, yaitu usaha memanfaatkan sumberdaya alam dan sumber daya manusia daerah
       jajahan untuk kemakmuran bangsanya, seperti monopoli, tanam paksa, dan sewa tanah.
   c. Penetrasi kebudayaan, yaitu upaya menggeser pola budaya pribumi dengan pola budaya Barat agar bangsa
       terjajah meniru berbagai pola tingkah laku bangsa penjajah dan mencibir budaya bangsanya sendiri. Mereka
       mampu menanamkan pola pikir bahwa budaya Barat modern, sedangkan budaya Timur kuno, sehingga
       modernisasi diidentikan dengan westernisasi.
     Adapun corak kehidupan bangsa Barat yang dikenalkan sangat memengaruhi aspek-aspek kehidupan
bangsa Indonesia sebagai berikut :
1. Agama
         Agama baru yang dikenalkan pemerintah kolonial kepada masyarakat Indonesia, yaitu Katolik
   dan Protestan. Agama Katolik dibawa oleh kaum misionaris Portugis dan Spanyol, sedangkan agama
   Kristen Protestan disebarkan ofeh para zending Belanda. Misi adalah organisasi yang bertugas
   menyebarluaskan agama Katolik. Tokoh missionaris Portugis yang berperan besar dalam menyebarkan agama
   Katolik di Maluku adalah Franciscus Xaverius. Jacob Grooff diangkat sebagai uskup Katholik pertama di
   Indonesia pada tahun 1845.Zending adalah organisasi yang bertugas menyebarluaskan agama Kristen. Pada
   tahun 1619 Pendeta Hulsebos mendirikan jemaat pertamanya di Jakarta.

2. Pemerintahan
        Dalam pelaksanaan struktur pemerintahan dari atas ke bawah, Belanda menyusun bentuk pemerintah,
   yaitu:
   a. Pemerintahan zelfbestuur, yaitu kerajaan yang berada di luar struktur pemerintahan kolonial.
   b. Pemerintahan yang dipegang oleh orangorang Belanda di dalam negara jajahan disebut Binenland
       Bestuur (BB), antara lain Gubernur Jenderal, Residen, Asisten Residen, dan Controleur
   c. Pemerintahan yang dipegang oleh kaum pribumi yang dinamakan dengan Pangreh Praja (PP). Pejabat
       yang duduk dalam PP adalah Bupati, Patih, Wedana, dan Asisten Wedana

                              Struktur Birokrasi Pemerintahan Hindia Belanda
                                  Gubernur Jenderal

                                                Residen


             Bupati                           Asisten Residen


             Patih


             Wedana                           Controleur


             Asisten Wedana                   Asisten Controleur

       Berdasarkan struktur birokrasi di atas, Bupati diangkat oleh Gubernur Jenderal atas rekomendasi dari
   Residen dan Asisten Residen. Sebelum kolonialis berkuasa, para bupati itu awalnya adalah raja yang dipilih
   dan diangkat berdasarkan keturunan, terutama diambil dari anak laki-laki pertama dalam keluarga, tetapi
   kemudian sesuai dengan perkembangan kekuasaan pemerintahan kolonial, pengangkatan bupati dilengkapi
   dengan beberapa persyaratan, terutama persyaratan pendidikan.

3. Hukum
       Sistem hukum kolonial Belanda memiliki pengaruh paling besar terhadap sistem hukum Indonesia.
   Pedoman hukum Belanda antara lain Algemene Bevalingen van Wetgeving (Peraturan Umum Perundang-
   undangan), Staatblad van Sederlands-Indie (Lembaran Negara Hindia-Belanda), dan Burgerlijk Wetboek (Kitab
   Undang-Undang Hukum Perdata). Sumber hukum Belanda tersebut hingga sekarang masih banyak
   memengaruhi tata hukum Indonesia, kendati dalam beberapa hal terjadi perubahan, pencabutan, dan
   pengurangan yang disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat Indonesia.

4. Pendidikan
        Berawal dari Politik Etis (edukasi, migrasi, irigasi) Pemerintah kolonial Belanda mulai mengenalkan sistem
   pendidikan Barat dengan sistem klasikal, berjenis-jenis (sekolah umum dan sekolah kejuruan), dan
   berjenjang (pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi). Demi kepentingan
   kolonialisme/imperialisme, pemerintah kolonial dengan sengaja menerapkan prinsip dualisme dan
   diskriminasi dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

5. Ekonomi
   a. Terjadinya pengenalan nilai mata uang (monetisasi). Landente (sewa tanah) pada masa kolonial Inggris
      sudah menggunakan uang. Pada zaman liberal monetisasi mengalami perkembangannya yang pesat,
      terilihat dari proses transaksi penyewaan tanah milik penduduk yang akan dijadikan perkebunan dibayar
      dengan uang. Buruh harian atau buruh musiman juga dibayar dengan uang.
   b. Komersialisasi ekonomi, terjadi seiring dengan semakin melimpahnya hasil-hasil perkebunan besar,
      seperti kopi, teh, gula, kopi, kapas, dan kina yang ramai diperdagangkan pada pasar internasional.
   c. Industrialisasi dalam pengolahan bahan hasil-hasil perkebunan, seperti industri gula, kina, dan tekstil.
   d. Penanaman modal asing semakin berkembang. Selain Belanda masuk pula investor Inggris, Perancis,
      dan Belgia.
   e. Usaha kerajinan rakyat mulai terdesak oleh produk impor.
         f. Eksplorasi sumber daya alam mulai dilaksanakan. Seperti pertambangan timah di Bangka dan batu bara
            di Umbilin.

      6. Adat istiadat
              Adat kebiasaan ala Barat sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia , seperti tata cara
         bergaul , model pakaian, gaya perkawinan, pemberian gelar kebangsawanan, berpikir rasional, disiplin,
         menghargai waktu, semangat kerja yang tinggi, individualistis, dan lebih mementingkan kebendaan
         (materialistis).
      7. Kesenian dan arsitektur
              Pada masa kolonial berkembang seni arsitektur, seni musik, sastra, tari, rupa, dan film. Banyak sekali
         bentuk bangunan yang sampai saat ini masih dapat dimanfaatkan, seperti gereja, benteng, sekolah, kantor,
         penjara, asrama, kebun raya Bogor, jalan raya (jalur pantura dibangun oleh Daendels dari Anyer sampai
         Panarukan), jalan kereta api, waduk, dan sistem irigasi.
      8. Perburuhan
              Sebelum kolonial masuk ke Indonesia, rakyat mengabdi kepada raja dengan senang hati. Tetapi
         setelah Kolonial Eropa berkuasa, rakyat dipekerjakan sebagai budak kolonial untuk membangun gedung,
         jalan raya, jalan kereta api, dan buruh yang tanpa dibayar di perkebunan dan perusahaan asing. Tahun
         1881, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Koeli Ordonantie untuk mengatur perburuhan di Indonesia.
         Melalui UU ini, buruh yang bekerja di perkebunan atau perusahaan harus melalui prosedur kontrak kerja
         dengan upah sesuai dengan jasa, tenaga dan waktu yang telah dikeluarkan. Kenyataannya mereka dituntut
         bekerja tidak kenal waktu dengan beban pekerjaan yang sangat berat dengan upah kecil bahkan ada yang
         tidak dibayar sama sekali. Keadaan ini membuat para buruh ingin keluar dari pekerjaannya, tetapi karena
         sudah terikat kontrak, mereka dilarang meninggalkan pekerjaannya sebelum kontrak selesai. Banyak buruh
         yang berusaha melarikan diri, tetapi gagal karena ketatnya penjagaan. Apabila mereka tertangkap, mereka
         akan dihukum sesuai dengan Poenale Sanctie, berupa hukuman cambuk, penjara, buang, atau pancung,
         tergantung berat ringannya pelanggaran yang dilakukan oleh para buruh.
      9. Penggolongan Masyarakat
              Masyarakat Indonesia pada masa Kolonial Belanda dibedakan dalam golongan warna kulit dan status
         sosial (keturunan) yangdiberlakukan sangat ketat.
         a. Pembagian masyarakat menurut warna kulit, terdiri atas:
             1) golongan Eropa;
             2) golongan Indo;
             3) golongan Timur Asing;
             4) golongan Bumiputera.
         b. Pembagian masyarakat menurut keturunan atau status sosial, terdiri atas:
             1) golongan bangsawan (aristokrat);
             2) pemimpin adat;
             3) pemimpin agama;
             4) rakyat jelata

51. Guru mampu mendeskripsikan kegiatan konsumsi sebagai kegiatan pokok ekonomi.
    MATERI ;
    konsumsi adalah kegiatan yang kita lakukan untuk memakai/menggunakan/
    memanfaatkan/ menikmati/ alat pemuas (barang dan jasa) baik secara sekaligus atau
    berangsur-angsur untuk memenuhi kebutuhan.
    Bentuk- bentuk konsumsi
     Ada yang berbentuk menghabiskan alat pemuas kebutuhan.
     Ada yang berbentuk kegiatan mengurangi nilai alat pemuas,.
     Tujuan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan demi menjaga kelangsungan hidupnya.

52. Guru mampu mendeskripsikan kegiatan produkdi sebagai kegiatan pokok ekonomi
    MATERI                                                                           :
    Produksi adalah kegiatan membuat atau menambah nilai barang.
    Tujuan-tujuan produksi sebagai berikut :
    a. untuk mendapatkan keuntungan usaha
    b. mempertahankan kelanjutan usaha dengan cara meningkatkan proses produksi dengan
       terus-menerus
    c. memenuhi kebutuhan / permintaan konsumen
    d. meningkatkan modal usaha yaitu dengan cara menyimpan sebagian laba untuk
       menambah modal kembali.

53.     Guru mampu mendeskripsikan kegiatan konsumsi, distribusi barang/jasa sebagai kegiatan
       pokok ekonomi.
       MATERI :
      Kegiatan distribusi adalah kegiatan untuk menyalurkan barang/jasa dari produsen ke
      kepada konsumen.
      Tujuan Distribusi
      1. Mempercepat Sampainya Barang ke Konsumen
      2. Menyebarkan Hasil Produksi secara Merata
      3. Menjaga Kesinambungan Kegiatan Produksi


54. Disajikan salah satu jenis badan usaha, guru mampu mendeskripsikan peran perusahaan     sebagai
   tempat berlangsungnya proses produksi kaitannya dengan pelaku ekonomi
    MATERI :

55.       Guru mampu mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk
      mencapai kemandirian dan kesejahteraan.
      Pengertian kreatif dan kreativitas
      o kreatif adalah kemampuan menciptakan sesuatu, keluar dari kebiasaan umum, bersifat
        ingin tahu, dan belajar dari pengalaman orang lain.
      o Pengertian kreativitas adalah berbagai jenis ketrampilan khas manusia yang dapat
        melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinil, baru, indah, tepat guna, tepat
        sasaran, dan tanpa meninggalkan tanggung jawab sosialnya.
      o David Campbell mengatakan bahwa kreativitas adalah kegiatan yang mendatangkan
        hasil yang sifatnya baru, berguna, dan dapat dimengerti.
      o John W. Haefele mengatakan kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi-
        kombinasi baru yang bernilai sosial.
      o George J. Seidel mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk
        menghubungkan dan mengaitkan, kadang-kadang dengan cara-cara yang ganjil, namun
        mengesankan
      o Jaques Hadamard mengatakan bahwa kreativitas adalah penggabungan ide-ide.

56.      Guru    mampu      mengidentifikasi  upaya penanggulangan   masalah     kependudukan
      sesuai dengan essensi   masalahanya.
      MATERI :
      Upaya pengendalian jumlah dan pertumbuhan penduduk di Indonesia dengan cara :
       Melaksanakan Program Keluarga Berencana ( KB )
       Menunda perkawinan usia muda
       Meningkatkan pendidikan
      Upaya pemerataan persebaran penduduk dapat dilakukan dengan cara :
       Program Transmigrasi
       Pembaangunan industri pada daerah yang jarang penduduknya
       Meningkatkan kualitas pend. terutama pendidikan, kesehatan dan pendapatan
       Pemerataan pemb. fasilitas sosial dan ekonomi sampai kepelosok tanah air.
      Usaha pencegahan terjadinya ledakan penduduk dengan cara :
       Program Keluarga Berencana
       Penyuluhan pentingnya NKKBS
       Pembagian alat kontrasepsi gratis kepada pasangan usia subur
       Penyebaran tenaga medis dan penyuluh kesehatan


57.       Guru mampu menganalisis upaya          penanggulangan     masalah    lingkungan     hidup
      sesuai dengan essensi masalahnya.
      MATERI :


58.     Disajikan     beberapa   pernyataan, guru mampu        menganalisis    dampak       masalah
                    kependudukan terhadap pembangunan.
      MATERI :
      Dampak Permasalahan Penduduk Terhadap Pembangunan
     1. Ketidakmerataannya penduduk menyebabkan tidak meratanya pembangunan di
        Indonesia
     2. Ledakan penduduk akibat angka kelahiran tinggi menyebabkan angka beban
        ketergantungan tinggi
     3. Arus urbanisasi yang tidak diimbangi dengan pendidikan dan keterampilan yang
        menimbulkan masalah pengangguran, kriminalitas, prostitusi, munculnya daerah
        kumuh dan kemiskinan di daerah perkotaan. Hal tersebut dapat menghambat
        pembangunan baik di daerah pedesaan (daerah asal) maupun di daerha perkotaan
        (daerah tujuan).
     4. Timbulnya berbagai masalah lingkungan akibat pertambahan penduduk
     5. Masalah kemacetan lalu lintas dapat mengurangi arus mobilitas penduduk yang
        berakibat pada terhambatnya perkembangan akses penduduk


59. Guru mampu menjelaskan dampak perkembangan politik kolonialisme/imperialisme
    dari kuno ke modern terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia di
    berbagai daerah.
    MATERI :




60. Guru mampu menguraian terbentuknya kesadaran nasional Indonesia
    MATERI :
   Nasionalisme kebangsaan Indonesia muncul sejalan dengan proses sejarah bangsa yang panjang
   yang disebabkan oleh :
      1) Adanya perasaan senasib dan sepenanggungan akibat penjajahan bangsa Barat, terutama
         Belanda.
      2) Tindakan kolonialis Belanda yang mengakibatkan penderitaan lahir batin menimbulkan reaksi
         perlawanan rakyat, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik.
      3) Perbedaan suku, adat, agama, bahasa, dan daerah ternyata melahirkan ikatan perasaan
         sebagai suatu bangsa ketika Belanda tidak menghargainya, mempertajam perbedaan, dan
         memaksa untuk berorientasi ke peradaban Barat.
      4) Lahirnya golongan elite nasional yang menyadari akan keterbelakangan bangsanya dan
         menumbuhkan tekad untuk meningkatkan derajat bangsa lewat pergerakan kebangsaan.
      5) Pendidikan mampu membuka kesadaran dan pengetahuan tentang human right (hak asasi
         manusia), self determination (menentukan nasib sendiri), dan self government (pemerintahan
         sendiri), sehingga bangsa Indonesia sadar bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan
         Belanda untuk menjadi bangsa yang bermartabat dan merdeka.


61. Guru mampu menguraikan perkembangan pergerakan kebangsaaan Indonesia dari
    perseptif dinamika perjuangan organisasi organisasi pergerakan nasional melawan
    berbagai kebijakan politik imperialisme.
   1. Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional Indonesia yang Bersifat Etnik (Masa Awal
      Pergerakan).
      - Budi Utomo (1908)
      - Serikat Islam
      - Indiche Partai
   2. Organisasi-organisasi Pergerakan Nasional Indonesia yang Bersifat Kedaerahan dan
      Keagamaan.
      Kedaerahan
      - Tri Koro Darmo,1917
      - Jong Sumateranen Bond (1917)
      - Jong Ambon 1918
      - Jong Minahasa dan Jong Celebes (1919)
      Keagamaan :
      - Muhammadiyah 1912
      - Jong Islamiten Bond (1925)
      - NU (1926)
      - PERTI (1928)
      - Majlis Islam A’la Indonesia (1927)
      Organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia pada masa radikal:
      - Perhimpunan Indonesia (1924)
      - Partai Komunis Indonesia (1920)
      - Partai Nasional Indonesia (1927)
      Organisasi-organisasi Pergerakan Kebangsaan Indonesia di Masa Moderat.
      - Partai Indonesia Raya (1935)
      - Gerakan Rakyat Indonesia (1937)
      - Gabungan Politik Indonesia (1939)


62. Guru mampu mengidentifikasi penyakit sosial yang diakibatkan oleh penyimpangan
    sosial dalam keluarga.
    Keluarga yang berantakan (Broken home).
    Keluarga sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak yang tangguh untuk
    mencegah pengaruh negatif perubahan sosial budaya yang dapat menyebabkan perilaku
    menyimpang. Anak-anak yang keluarganya broken home akan lebih rentan terjerumus
    kenakalan remaja seperti penyelahgunaan narkoba. Tetapi pada keluarga yang harmonis
    yang menerapkan norma-norma agama sejak usia dini anak-anaknya berperilaku santun,
    dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif.


63. Guru mampu mengidentifikasi penyakit sosial yang diakibatkan oleh penyimpangan
    sosial dalam masyarakat
    Minuman keras,perjudian,penggunaan obat obat terlarang,korupsi,korupsi ,kenakalan
    remaja,tawuran pelajar,perillaku seks diluar nikah,homoseksual,PSK,penyakit HIV.

64. Guru mampu mengidentifikasikan hubungan antara kelangkaan sumber daya alam dengan
    kebutuhan manusia yang tidak terbatas.
    Faktor penyebab terjadinya kelangkaan
    a. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas
    b. Sumber daya yang terbatas
        Menurut wujudnya sumber daya dikelompokan menjadi tiga, yaitu;
       1. Sumber Daya Alam (SDA),Sumber daya alam terdiri dari sumber daya alam abiotik
          dan sumber daya alam biotic. Sumber daya alam abiotik tidak dapat
          diperbaharui,misalnya barang tambang, sumber daya alam biotik memungkinkan
          untuk terus diperbaharui,misalnya tanah dan hutan.
       2. Sumber daya manusia ( SDM),Sumber daya manusia memiliki unsur-unsur ;
          kecerdasan,keimanan dan ketaqwaan, kesehatan jasmani rohani, kepribadian yang
          mantap dan mandiri, menguasai iptek dan memilki rasa tanggung jawab
          kemasyarakatan dan kebangsaan.
       3. Sumber daya modal, modal merupakan sumber daya buatan manusia yang
          digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.

65. Guru mampu mendeskripsikan peran pelaku ekonomi.
    Peranan dan Tujuan Tiga Sektor Usaha Formal
    Tiga sektor usaha formal dalam sistem ekonomi Pancasila yaitu BUMN,BUMS, dan
       koperasi
       1. Badan Usaha Milik Negara
          Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh modalnya
          merupakan kekayaan negara kecuali ada ketentuan lain berdasar Undang-undang
          landasan BUMN adalah UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. BUMN mempunyai ciri-ciri
          berikut :
          a. Melayani kepentingan masyarakat umum
          b. Berusaha memperoleh keuntungan
          c. Pemilik modal mayoritas adalah negara (pemerintah pusat/daerah)
          d. Tujuan usahanya untuk menciptakan kemakmuran rakyat
          e. Bidang usahanya sektor yang vital/strategis
          f. Berstatus badan hukum dan tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia
        Peran BUMN/BUMD dalam perekonomian Indonesia :
        a. Melaksanakan amanat pasal 33 UUD 1945
        b. Melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat
        c. Mencegah timbulnya monopoli swasta
        d. Melakukan kegiatan ekonomi yang tidak diminati pihak swasta dan koperasi.

      2. Badan Usaha Milik Daerah
          Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah perusahaan yg dimiliki oleh Pemerintah
          Daerah.Tujuannya untuk mengembangkan dan membangun perekonomian
          daerah.Contoh:BPD,Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).Modal BUMD dari
          kekayaan derah,juga dari swasta berupa saham.
       3. Badan Usaha Milik Swasta ( BUMS)
          Badan usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang seluruh modalnya diperoleh dari
          Swasta. BUMS dalam menjalankan usahanya dapat berbentuk Perusahaan
          Perseorangan, Perseroan Terbatas ( PT ), Persekutuan komanditer (CV) dan
          persekutuan Firma ( Fa ). Contoh BUMS : PT.Astra,PT. Panasonic,PT .Indofood, PT.
          Indosiar.
          Tujuan Badan Usaha Milik Swasta sebagai berikut :
          a. Mencari keuntungan
          b. Memperluas usaha
          c. Menyediakan lapangan kerja
          d. Meningkatkan kemakmuran masyarakat
          e. Membantu pemerintah meningkatkan devisa

        Fungsi/peran koperasi
        Beerdasarkan undang-undang No.25 tahun 1992, peran koperasi dalam
        perekonomian Indonesia sebagai berikut :
        1. Koperasi berperan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
        2. Koperasi berperan sebagai sarana untuk meningkatkan penghasilan rakyat
        3. Koperasi berperan sebagai badan usaha ekonomi yg mampu menciptakan
           lapangan kerja
        4. Koperasi dapat berperan dalam upaya pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan
           bangsa

66, Guru mampu mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
    Jenis-jenis Pasar
    1. Berdasarkan sifat/fisiknya, pasar ada 2 yaitu :
       a. Pasar Konkrit/Nyata yaitu pasar dimana pembeli dan penjual bertemu langsung
          terjadi transaksi secara tunai serta barang yang diperdagangkan ada di pasar.
          Ciri-ciri Pasar konkrit yaitu ;
              - Pembeli dan pejual saling bertemu
              - Barang dagangan ada di pasar
              - Transaksi secara tunai
              - Barang dapat di serahkan saat itu juga
              - Pasar konkrit ada dimana-mana (desa atau kota)

      b. Pasar Abstrak yaitu pasar dimana penjual dan pembeli tidak harus bertemu
         langsung (bisa dengan Telpon, surat, internet dan barang dagangan hanya contoh
         saja. Contoh : BEJ, Bursa Efek Surabaya, Bursa Tenaga kerja, Pasar Uang, Pasar
         Tembakau Internasional di Bremen, Pasar Kopi di Sao Paulo, dll.

   2. Berdasarkan barang yang dijual-belikan.
      a. Pasar Barang Konsumsi yaitu pasar yang menjual-belikan barang-barang/jasa
         kebutuhan sehari-hari/barang konsumsi. Contoh ; pasar sayur-mayur, pasar ikan,
         pasar pakaian, dll.
      b. Pasar Barang Produksi / Pasar Faktor Produksi yaitu pasar yang menjual barang
         produksi/faktor-faktor produksi. Contoh ; pasar mesin-mesin produksi, pasar bibit
         tanaman, pasar modal, pasar tenaga kerja, dll.
3. Menurut luasnya distribusi
   a. Pasar Lokal/pasar setempat
      Pasar yang jangkauannya terbatas daerah tertentu saja. Barang yang
      diperdagangkan barang kebutuhan sehari-hari, misalnya sayur-mayur, buah-buahan,
      dll. Contoh Pasar Sokaraja, Pasar Patikraja, Pasar Cilongok, dll
   b. Pasar Daerah
      Pasar yang daerah pemasarannya satu wilayah propinsi.
      Contoh : Pasar Johar semarang, Pasar Klewer Solo, Pasar Beringharjo Yogyakarta,
                dll
   c. Pasar Nasional
      Pasar yang daerah pemasarannya meliputi satu wilayah Negara.
      Contoh : Pasar Modal (BEJ = Bursa Effek Jakarta), Pasar tenaga Kerja
   d. Pasar Regional yaitu pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara
      di kawasan tertentu. Biasanya terdapat perkumpulan/kelompok di wilayah tertentu.
      Contoh ; ASEAN, MEE/EEC
   e. Pasar Internasional, adalah pasar yang memperdaganggak barang-barang untuk
      kebutuhan konsumen di seluruh dunia. Pasar Internasional juga disebut pasar dunia.
      Contoh ; Pasar Tembakau di Bremen Jerman, Pasar Kopi di Sao Paulo Brasil, Pasar
      Karet di New York USA, Pasar Intan di Amsterdam Belanda.

4. Menurut waktunya
   a. Pasar Harian
      Pasar yang melakukan kegiatan transaksi jual beli setiap hari. Barang yang
      diperdagangkan barang kebutuhan sehari-hari.
      Contoh : Pasar Wage, Pasar Ajibarang, Pasar Sokaraja, dll.
   b. Pasar Mingguan
      Pasar yang melakukan fungsi distribusinya seminggu sekali. Pasar ini biasanya
      diselenggarakan di daerah yang berpenduduk sedikit/pedesaan. Lokasinya pindah-
      pindah, dari desa satu bergilir ke desa lainnya.
      Misalnya : Pasar Senin, Pasar Minggu, Pasar Rebo, Pasar Jumat
   c. Pasar Bulanan
      Pasar yang diselenggarakan sebulan sekali. Pasar ini banyak dijumpai didaerah
      dekat pabrik. Barang yang diperdagangkan barang tertentu.
      Contoh : Pasar hasil Industri, Pasar Hewan, Pasar seni
   d. Pasar Tahunan
      Pasar yang diselenggarakan satu tahun sekali. Pasar ini bersifat nasional, juga
      internasional, dalam pelaksanaannya sebagai ajang promosi dan pameran.
      Contoh : Pekan Raya Jakarta (PRJ), Pekan Sekaten Yogyakarta, Tokyo Fair di
      Jepang, Van Couver Fair di Canada, Pekan Raya Musim Panas di Missouri USA.

5. Menurut bentuk/strukturnya,
   a. Pasar Persaingan Sempurna ( Perfect Competition Market )
      yaitu dimana pasar yang jumlah penjual dan jumlah pembelinya banyak.
      Dalam kenyataannya jenis pasar ini tidak ada, yang ada hanya mendekati.
      Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
      1. Jumlah pembeli banyak
      2. Jumlah penjual banyak
      3. Barang yang dijual belikan homogen dalam anggapan konsumen
      4. Ada kebebasan untuk mendirikan dan membubarkan perusahaan
      5. Faktor – faktor produksi bebas bergerak ke manapun
      6. Pembeli dan Penjual tahu satu sama lain dan tahu barang yang dijual belikan
      Contoh : Pasar Beras, pasar buah-buahan, pasar kopi, pasar tembakau, dll
   b. Pasar Persaingan tidak Sempurna ( Inperpect Competition Market )
      Pasar persaingan sempurna pasar yang sulit dijumpai. Yang sering kita jumpai justru
      pasar persaingan tidak sempurna yaitu dimana terdapat satu atau beberapa yang
      menguasai pasar. Jika di pasar hanya ada satu penjual, maka proses penentuan
      harga dilakukan oleh penjual/produsen. Karena tidak mempunyai pesaing produsen
         menetapkan harga tinggi, yang akibatnya            harga keseimbangan pada pasar
         persaingan tidak sempurna.
         Ciri-ciri pasar persaingan tidak sempurna yaitu ;
               1). Jumlah penjual sedikit
               2). Barang yang diperdagangkan bersifat heterogen
               3). Terdapat hambatan untuk memasuki pasar
               4). Pengetahuan pembeli/konsumen tentang pasar terbatas.
         Pasar persaingan tidak sempurna terdiri :
         1) Pasar Monopoli yaitu pasar dimana hanya ada satu penjual, penjual dengan
             leluasa dapat menentukan harga.(Bentuk ini hanya diijinkan untuk BUMN)
             Contoh : Listrik oleh PLN, Air oleh PDAM, Gas, Minyak Bumi, dll.
         2) Pasar Monopsoni yaitu pasar dimana hanya ada satu pembeli, dan pembeli
             dengan leluasa dapat menentukan harga. Pasar monopsoni ada di kalangan
             produsen/pembeli faktor-faktor produksi.
             Contoh : BAT di Bali.
         3) Pasar Oligopoli, dan Oligopsoni ; pasar yang didalamnya terdapat beberapa
             penjual, masing-masing penjual tidak mampu berkuasa segala-galanya. Contoh :
             Pasar Ban, Pasar Mobil
             Pasar Oligopsoni adalah jenis pasar yang hanya ada beberapa pembeli.
         4) Pasar Persaingan Monopolistik
             Bentuk pasar persaingan monopolistik, banyak kita jumpai dalam kehidupan
             sehari-hari disbanding pasar oligopoli. Pasar Persaingan monopolistik mempunyai
             unsur monopoli dan unsur persaingan. Jumlah pembeli dan penjual agak banyak,
             tetapi setiap penjual/perusahaan sedikit pengaruhnya atas harga.
             Contoh : Unilever, Wing (produksi sabun berbagai merk)
             Ciri-ciri Pasar persaingan monopolistik
               - Jumlah pembeli dan penjual agak banyak, tetapi masing-masing
                  penjual/perusahaan masih memiliki sedikit pengaruh dalam menetapkan harga
               - Masing-masing perusahaan/penjual tidak terlalu kecil/tidak terlalu besar
               - Barang yang diperjual-belikan tidak homogen benar, hanya ada bedanya
                  (dalam beda merk, bentuk, warna, mutu, ukuran, dll.)


67. Guru mampu mendeskripsikan peristiwa Rengasdengklok sebagai peristiewa sejarah
    yang mendorong terwujudkanya proklamasi kemerdekaan RI sebagai deklarasi
    terbentuknya NKRI.
    Berita penyerahan Jepang kepada Sekutu didengar oleh Sutan Syahrir dan para pemuda
    yang termasuk orang-orang Menteng Raya 31 Jakarta antara lain Chaerul Saleh, Abu
    Bakar Lubis, dan Wikana melalui radio Amerika Serikat. Berkait dengan hal tersebut,
    Golongan muda mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di
    Pegangsaan Timur Jakarta. Rapat tersebut dipimpin oleh Chaerul Saleh yang
    menghasilkan keputusan tuntutan-tuntutan golongan muda yang menegaskan bahwa
    kemerdekaan Indonesia adalah hal dan soal rakyat Indonesia sendiri, tidak dapat
    digantungkan kepada bangsa lain. Hubungan dan janji kemerdekaan harus diputus, dan
    sebaliknya perlu mengadakan pertemuan dengan Ir. Soekarno dan Drs. M. Hatta agar
    kelompok pemuda diikutsertakan dalam menyatakan proklamasi.
       Bung Karno dan Bung Hatta yang baru pulang menghadap Marsekal Terauchi di Dalath
   Vietnam tanggal 15 Agustus 1945, pada pukul 22.00 WIB didesak oleh para pemuda yang
   dipimpin oleh Wikana dan Darwis yang mewakili kelompok muda untuk segera
   memproklamasikan negara Indonesia, tetapi Bung Karno dan Bung Hatta (Golongan Tua)
   belum bersedia karena akan mencari kebenaran resmi berita tersebut dan membicarakan
   pelaksanaan proklamasi dalam rapat PPKI. Perbedaan pendapat antara golongan tua dan
   golongan muda tersebut menjadi penyebab peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda pada
   pukul 04.00 tanggal 16 Agustus 1945 segera menculik/mengamankan Bung Karno dan
   Bung Hatta ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil yang terletak di utara Karawang, Jawa
   Barat. Tokoh-tokoh pemuda yang menculik diantaranya Soekarni, Yusuf Kunto, dan
   Syudanco Singgih. Tujuannya adalah untuk menjauhkan Bung Karno dan Bung Hatta dari
      segala pengaruh Jepang. Daerah Rengasdengklok ini sudah dikuasai sepenuhnya oleh
      pasukan PETA yang dipimpin oleh Syudanco Subeno.


68. Guru mampu mengidentifikasi bentuk bentuk hubungan sosial
    Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial adalah diantaranya terdiri dari :
    a. Bentuk hubungan sosial berdasarkan kelompok sosial antara lain terdiri dari Paguyuban,
       dan Patembayan.
    b. Bentuk hubungan social berdasarkan klasifikasi antar kelompok social terdiri dari
       fisiologis dan kebudayaan
    c. Bentuk hubungan sosial berdasarkan dimensi antar kelompok antara lain terdiri dari :
       demografi dan sikap.
    d.      Bentuk hubungan sosial berdasarkan kelompok mayoritas dan minoritas.
    e. Bentuk-bentuk hubungan sosial berdasarkan ras, rasisme, dan rasialisme : ras &
    rasisme.
    f. Bentuk hubungan sosial berdasarkan kelompok etnik.
    g. Bentuk hubungan sosial berdasarkan kelompok dimensi sejarah : Etnosentrisme &
       persaingan.
    h. Bentuk hubungan sosial berdasarkan pola hubungan sosial antar kelompok               :
    Akulturasi.
    i. Bentuk hubungan sosial berdasarkan kelompok sosial : Prasangka & Institusi.
    Hubungan sosial tersebut ada dampaknya , yakni berdampak positif dan dampak negatif.
    Faktor penghambat hubungan sosial : sulitnya medan atau faktor alam , bencana alam
    dan perbedaan prinsif. Faktor pendukung bentuk hubungan sosial adalah : adanya hasrat
    untuk mempertahankan hidup , berjuang demi masa depan , hasrat tolong-menolong dan
    simpatik , hasrat untuk bekerjasama.

69.    Guru mampu mendeskripsikan pranata sosial sebagai standar perilaku normatif
      dalam kehidupan masyarakat.
      Pengertian pranata sosial merujuk pada dua pengertian ,yaitu sistem nilai dan norma
      sosial ,serta bentuk dan organ sosial. Para sosiolog mendifinisikan pranata sosial
      berdasarkan aspek mana yang lebih utama , pendapat tersebut antara lain adalah :
           1. Peter L.Berger.
              Pranata sosial adalah prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekankan
              oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat.
           2. W.Hamilton.
              Pranata sosial adalah tata cara kehidupan kelompok dengan derajat sanksi .
           3. Robert Mac.Iver dan CH Page.
              Pranata sosial adalah prosedur dan tata cara untuk mengatur hubungan antar
              manusia dalam suatu kelompok masyarakat.
           4. Leopold Van wiese dan Becker.
              Pranata sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan kelompok yang
              berfungsi memelihara hubungan tersebut sesuai minat dan kepentingan individu dan
              kelompok.
           5. Koenjraningrat.
              Pranata sosial adalah sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada
              aktifitas memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus manusia.
           6. Soerjono Soekanto.
              Pranata sosial adalah himpunan norma berkisar dari segala tingkatan kebutuhan
              pokok manusia.
          Dari pengertian pengertian di atas diketahui bahwa pranata sosial berkaitan dengan :
          1. Seperangkat norma yang saling berkaitan , bergantung dan mempengaruhi.
          2. Seperangkat norma yang dapat dibentuk ,diubah dan dipertahankan sesuai dengan
              kebutuhan hidup.
          3. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antar warga masyarakat agar dapat
               berjalan tertib dan teratur.

70. Guru mampu mengidentifikasi upaya pengendalian penyimpangan sosial berdasar
   aspek pelaksanaannya.
   Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial
   1.     Penanaman nilai dan norma yang kuat melalui proses sosialisasi .Adapun tujuan
        sosialisasi adalah           untuk pembentukan konsep diri , pengembangan
        ketrampilan ,pengendalian diri ,pelatihan komunikasi dan pembiasaan aturan
   2.   Sanksi yang tegas dan konsisten.
   3.   Penyuluhan-penyuluhan, ini dimaksud agar dapat mencegah terjadinya penyimpangan
        sosial yang mungkin terjadi dimasyarakat dan bersifat preventif. Dalam hal ini peran
        lembaga lembaga agama ,kepolisian, pengadilan .Lembaga Pemasyarakatan (LP)
        sangat diharapkan untuk mengadakan penyuluhan penyuluhan tersebut.
   4.   Proses sosialisasi yang seimbang ,sebaiknya para pemimpin dan tokoh masyarakat
        dapat menjadi tauladan bagi masyarakat di lingkungannya.
   5.   Rehabilitasi sosial, hal ini dilakukan untuk mengembalikan peranan dan status pelaku
        penyimpangan kedalam masyarakat kembali
   Menyikapi Penyimpangan Sosial.
   1.    Sikap tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.
   2.    Senantiasa berpikiran positif ( positive thinking ).
   3.    Meneladani dan mencontoh penyimpangan yang bersifat positif.
   4.    Sebagai peringatan dan mengambil hikmah untuk penyimpangan yang negatif.

   Adapun perwujudan pengendalian sosial terdiri dari tiga hal antara lain sebagai berikut :
      a. Pemidanaan.
         Yaitu suatu larangan yang apabila dilanggar akan mengakibatkan penderitaan
         (sanksi negatip) bagi pelanggaran ,
      b. Kompensasi.
         Dalam hal ini inisiatif untuk memprosesnya ada pada pihak yang dirugikan dengan
         meminta ganti rugi kepada pihak pihak lawan yang melakukan cedera janji
      c. Konsolisiasi.
          Konsolisiasi dapat dikatakan sifatnya remidial artinya tujuan utamnya untuk
         mengembalikan situasi pada keadaan yang semula.

71. Guru mampu mendeskripsikan faktor faktor penyebab timbulnya masalah kerja dan
    ketenaga lerjaan di Indonesia sebagai sumber daya kegiatan ekonomi.
    Berbagai masalah mengenai tenaga kerja di Indonesia antara lain :
      1. Jumlah Angkatan Kerja Yang Tidak Sebanding Dengan Kesempatan Kerja.
      2. Mutu Tenaga Kerja Yang Relatif Rendah.
      3. Persebaran Tenaga Kerja Yang Tidak Merata.
      4. Pengangguran.
         Pengangguran menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan sosial, antara lain :
         a. Rendahnya pendapatan perkapita penduduk.
         b. Meninngkatnya kemiskinan.
         c. Meningkatnya angka kriminalitas yang dipicu kesulitan ekonomi.
         d. Merosotnya moral.
         e. Rendahnya kualitas kehidupan masyarakat .
         f. Merebaknya kawasan Slum (lingkungan kumuh).
      5. Kurang Sesuainya Kemampuan Tenaga Kerja Dengan Pekerjaan
      6. Rendahnya Upah Yang Diterima Oleh Tenaga Kerja
      7. Kurangnya Perlindungan terhadap Tenaga Kerja
      8. Serangan Tenaga Kerja Asing

72. Guru mampu mendeskripsikan peranan pemerintah dalam upaya menanggulangi
   masalah angkatan kerja dan tenaga kerja di Indoneai
   Peran pemerintah dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan diantaranya dengan
   mengeluarkan kebijakan-kebijakan tentang ketenagakerjaan, antara lain :
     1. Membuka kesempatan dan lapangan kerja
        a. Mendirikan industri padat karya.
        b. Mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri.
            c. Menyelenggarakan proyek pekerjaan umum, misal : pembuatan saluran air,
               perbaikan jalan, pembuatan jalan raya dll.
         2. Mengurangi tingkat pengangguran.
            a. Pemberdayaan angkata kerja dengan cara mengirimkan tenaga kerja ke
               negara/daerah yang memerlukan.
            b. Pengembangan usaha sektor informal dan usaha kecil
            c. Pembinaan generasi muda yang masuk angkatan kerja melalui pemberian kursus
               ketrampilan, pembninaan home industry.
            d. Mengadakan program transmigrasi
            e. Mendorong badan usaha untuk proaktif mengadakan kerja sama dengan lembaga
               pendidikan
            f. Mendirikan tempat latihan kerja seperti Balai Latihan Kerja (BLK)
            g. Mendorong lembaga pendidikan untuk meningkatkan life skill
            h. Mengefektifkan pemberian informasi melalui lembaga-lembaga yang terkait denga
               upaya perluasan kesempatan kerja.
         3. Meningkatkan kualitas tenaga kerja.
            a. Latihan untuk pengembangan keahlian dan ketrampilan kerja (profesionalisme)
               tenaga kerja dengan mendirikan balai-balai latihan kerja.
            b. Pemagangan melalui latihan kerja di tempat kerja
            c. Perbaikan gizi dan kesehatan
            d. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan menyesuaikan keahlian
               masyarakat dengan kebutuhan dunia usaha melalui pendidikan formal, kursus-
               kursus kejuruan dl.
         4. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
            a. Menetapkan upah minimum regional (UMR)
            b. Mengikutkan setiap pekerja dalam asuransi jaminan sosial tenaga kerja
            c. Menganjurkan kepada setiap perusahaan untuk meningkatkan kesehatan dan
               keselamatan kerja
            d. Menganjurkan pada setiap perusahaan untuk memenuhi hak-hak tenaga kerja
               seperti, gaji, hak cuti, hak istirahat dll

73.     Disajikan bagan pelaku ekonomi guru mampu mendeskrispsikan pelaku pelaku
      ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia.
      1. Badan Usaha Milik Negara
         Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh modalnya
         merupakan kekayaan negara kecuali ada ketentuan lain berdasar Undang-undang
         landasan BUMN adalah UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. BUMN mempunyai ciri-ciri
         berikut :
         a. Melayani kepentingan masyarakat umum
         b. Berusaha memperoleh keuntungan
         c. Pemilik modal mayoritas adalah negara (pemerintah pusat/daerah)
         d. Tujuan usahanya untuk menciptakan kemakmuran rakyat
         e. Bidang usahanya sektor yang vital/strategis
         f. Berstatus badan hukum dan tunduk pada hukum yang berlaku di Indonesia
      2. Badan Usaha Milik Daerah
         Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah perusahaan yg dimiliki oleh Pemerintah Daerah.Tujuannya
         untuk mengembangkan dan membangun perekonomian daerah.Contoh:BPD,Perusahaan Daerah Air
         Minum (PDAM).Modal BUMD dari kekayaan derah,juga dari swasta berupa saham.
      3. Badan usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang seluruh modalnya diperoleh dari
         Swasta. BUMS dalam menjalankan usahanya dapat berbentuk Perusahaan Perseorangan, Perseroan
         Terbatas ( PT ), Persekutuan komanditer (CV) dan persekutuan Firma ( Fa ). Contoh BUMS : PT.Astra,PT.
         Panasonic,PT .Indofood, PT. Indosiar.
      4. Koperasi.
        Berdasar UU nomor 25 tahun 1992 landasan koperasi indonesia adalah landasan idiil yaitu Pancasila,
        landasan struktural yaitu UUD 1945 tepatnya pasal 33 ayat 1, landasan mental berupa kesetiakawanan
        dan kesadaran pribadi dan landasan operasionalnya adalah UU nomor 25 tahun 1992 dan AD, ART
        koperasi. Sedangkan pasal 2 UU Nomor 25 Tahun menyebutkan asas koperasi Indonesia adalah
        kekeluargaan.
74.     Disajikan 5 fungsi pajak guru mampu mendeskripsikan 3 fungsi pajak dalam
      perekonian nasional dengan benar.
      a) Fungsi budgeter : Sumber penerimaan Negara
      b) Fungsi Sosial : Alat pemerataan pendapatan,wajib pajak kurang mampu membayar
         pajak sedikit
      c) Fungsi Pengatur /regulerrent :Alat pengatur kegiatan ekonomi
      d) Sarana stabilitas ekonomi,misal untuk meningkatkan kesempatan kerja pemerintah
         menurunkan tarif pajak tertentu.
      e) Fungsi redistribusi pendapatan,pajak yang dipungut negara akan digunakan untuk
         membiayai semua kepentingan umum termasuk pembangunan yang pada akhirnya akan
         meningkatkan pendapatan masyarakat.

75.     Disajikan data permintaan suatu barang guru dapat mendeskripsikan hukum
      permintaan dengan benar.
       Hukum Permintaan
      Hukum permintaan menerangkan sifat hubungan antara permintaan barang/jasa dengan
      harganya. Hukum permintaan menjelaskan bahwa ”semakin rendah harga barang, makin
      banyak jumlah barang yang diminta, dan sebaliknya makin tinggi harga barang/jasa,
      maka jumlah barang/jasa yang diminta makin berkurang”
      Jadi hubungan antara harga barang/jasa dengan jumlah barang/jasa yang diminta,
      berbanding terbalik. Hukum permintaan hanya berlaku jika keadaan lainnya tetap (ceteris
      varibus). Misalnya : pendapatan konsumen tetap, selera konsumen tetap, harga barang
      lainnya tetap,dll.

76.     Disajikan data penawaran suatu barang guru dapat mendeskripsikan hukum
      penawaran dengan benar.
      Hukum Penawaran mengatakan bahwa ”Jika harga barang/jasa meningkat, maka
      jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya, jika harga barang
      menurun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan akan berkurang”. Hukum
      penawaran ini hanya berlaku dalam keadaan faktor-faktor lainnya tetap/tidak berubah
      (ceteris paribus).

77. Disajikan data permintaan dan penawaran guru dapat mendeskripsikanterbentuknya harga
    pasardengan benar.
   Harga Keseimbangan/Harga Pasar
   1. Pengertian Harga Keseimbangan
       Dalam kegiatan jual-beli di pasar tradisional pembeli menpunyai kesempatan
       menentukan harga suatu barang melalui proses tawar-menawar secara langsung
       dengan penjual. Dari proses tersebut terjadi kesepakatan, Harga yang disepakati
       tersebut adalah harga keseimbangan. Jadi Harga Keseimbangan adalah harga
       kesepakatan antara penjual dan pembeli yang terjadi melalui proses tawar-menawar.
   2. Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan
       Terbentuknya harga keseimbangan melalui proses tawar menawar antara calon penjual
      dengan calon pembeli sehingga terjadi kesepakatan harga.

78. Guru mampu mengidentifikasi perbedaan karakteristik negara berkembang dan negara maju.
     Untuk menggolongkan suatu negara kedalam kelompok negara maju atau berkembang,
    ada dua kelompok indikator yang digunakan sebagaimana tersebut di bawah ini :
    Indikator kuantitatif (data yang dapat dihitung), yaitu :
          a. Jumlah dan kepadan penduduk
          b. Tingkat pertumbuhan penduduk
          c. Angka beban tanggungan
          d. Usia harapan hidup.
       2. Indikator kualitatif (data yang hanya dapat dibandingkan)
          a. Etos kerja dan pola pikir
          b. Kualitas pendidikan
          c. Mata pencaharian
          d. Tingkat kesehatan
            e. Tingkat kesadaran hukum
       Walaupun tidak tergambar pada data di atas, dapat ditambahkan bahwa Negara maju
         memiliki :
             tingkat kelahiran dan kematian yang rendah
             perekonomian berbasis pada industri, perdagangan, dan jasa
             menguasai modal dan teknologi tinggi
             kesadaran akan HAM dan gender yang tinggi
             kedisiplinan dan keteraturan dalam kehidupan sosial
             kesadaran lingkungan yang baik
             kehidupan demokrasi yang matang
       Negara miskin sebagai berikut :
         a. Pendapatan Per Kapita yang rendah, kurang dari $900.
         b. Aset sumber daya manusia yang lemah dilihat dari indeks gabungan atas indikator
            kesehatan, nutrisi, dan pendidikan.
         c. Keadaan ekonomi yang rentan yang didasarkan indeks ketidak seimbangan produksi
            pertanian dan ekspor, ketidak cukupan diversifikasi, dan dan tingkat ekonomi yang
            rendah.
            (UNCTAD.org)
        Sebagai sebuah negara yang ada dalam masa transisi maka negara tersebut dicirikan
        sebagai berikut :
         1. Dominasi pendapatan yang berasal dari sektor agraris dan industri padat karya,
            industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Masyarakat juga mayoritas masih
            bekerja dibidang agraris walaupun mulai terjadi transisi menuju ke bidang industri.
         2. Human Development Index pada tingkatan menengah (0,500 – 0,800)
         3. Terkait dengan HDI, pendapatan perkapita masih tergolong rendah, diatas $900 dan
            di bawah $11.456.
         4. Tingkat pendidikan yang masih rendah (berdasarkan tingkat melek huruf orang
            dewasa dan keikut-sertaan pada pendidikan formal.
         5. Tingkat kesehatan yang masih rendah berupa angka kematian yang masih cukup
            tinggi, dan angka harapan hidup yang rendah walaupun tidak serendah negara miskin.
            Ini berkait dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang kurang memadai atau tidak
            terjangkau oleh masyarakat.
         6. Tingkat korupsi yang masih tinggi.
         7. Tingkat kemiskinan dan pengangguran masih tinggi.
         8. Penghargaan terhadap HAM dan kesetaraan gender masih rendah



79.      Guru mampu mendeskripsikan             berbagai dampak      pendudukan Jepang terhadap
      kehidupan masyarakat Indonesia
      Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang Terhadap Kebangsaan
          Indonesia.
      Berakhirnya Perang Dunia II membawa akibat bagi bangsa Indonesia :
      1. Akibat positif : imperialisme Belanda di Indonesia berakhir
      2. Akibat negatif : Indonesia dijajah Jepang selama 3,5 tahun.Selama Jepang berkuasa
         mengakibatkan penderitaan lahir dan batin, rakyat kekurangan pangan, sandang dan
         banyak para wanita dijadikan budak pemuas tentara Jepang yaitu dijadikan ianfu
      Berbagai kebijakan pemerintah Jepang di Indonesia antara lain :
          1. Sistem pemerintahan
                  Dalam bidang politik pemerintah, oleh Jepang dibentuk 8 bagian pada
              pemerintah pusat dan bertanggungjawab terhadap pengelolaan ekonomi pada
              Karesidenan, pemerintah daerah diaktifkan kembali untuk memperkuat dukungan
              kebutuhan ekonomi perang. Dalam susunan pemerintah daerah di Pulau Jawa terdiri
              dari :
              a. Syu, karesidenan yang dipimpin oleh Syucho
              b. Si, kotamadya yang dipimpin oleh Sicho
              c. Ken, Kabupaten yang dipimpin oleh Kencho
              d. Gun, kawedanan yang dipimpin oleh Gencho
            e. Son, Kecamatan yang dipimpin oleh Soncho
            f. Ku, desa/Kelurahan yang dipimpin oleh Kuncho
                Akibat dari tindakan Jepang, rakyat mengalami kesulitan ekonomi, kekurangan
            bahan panan sehingga rakyat kurang gizi, terjadi kelaparan, penderitaan dan
            kemiskinan terjadi dimana-mana sehingga rakyat tidak mampu membeli pakaian
            untuk menutupi tubuhnya. Rakyat membuat pakaian dari bahan karung goni
            sehingga penyakit kulit terjadi dimana-mana.
         2. Bidang Ekonomi
            a. Jepang merehabilitasi prasarana ekonomi seperti jembatan, alat-alat transportasi
               dan komunikasi.
            b. Tanah-tanah perkebunan banyak yang dihapus dan diganti dengan tanaman
               pohon jarak sebagai bahan pelumas mesin-mesin dan senjata.
            c. Jepang melakukan monopoli beras dan garam
            d. Rakyat dipaksa menyerahkan hasil panen padinya kepada pemerintah Jepang.

         3. Bidang Sosial
            a. Timbulnya golongan cerdik pandai yang melakukan berbagai penelitian dibidang
               persenjataan, sehingga mereka cukup diperhitungkan.
            b. Tumbuh dan berkembangnya badan-badan sosial untuk menolong umat manusia
               yang menderita karena perang.

         4. Pergerakan Bangsa Indonesia
                Pembentukanorganisasi militer seperti Keibodan, Fujinkai, Seinendan, Barisan
            Pelopor, dan Hisbullah.

80.     Guru mampu mengidentifikasi usaha usaha       diplomasi  sebagai    perjuangan Indonesia
      mempertahankan kemerdekaan mempertahankan Indonesia.
      Perjuangan Diplomasi Indonesia
         1. Perjanjian Linggarjati
                 Tujuan Inggris datang ke Indonesia, selain untuk melucuti senjata Jepang, juga
            untuk mengembalikan Belanda berkuasa kembali di Indonesia. Tetapi kedatangan
            NICA ternyata mendapat perlawanan sengit. Walaupun hanya dengan senjata bambu
            runcing, tetapi dengan semangat juang yang tinggi, Belanda maupun Inggris berhasil
            dikalah-kan. Siasat selanjutnya dari Inggris untuk mengembalikan Belanda berkuasa
            adalah dengan melalui perundinagn yaitu Perundingan Linggarjati. Perundinagn
            berlangsung di Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 10
            Nopember 1946 adalah ide dari Lord Killearn yang diteruskan oleh Lord Inverchapel.
            Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sutan Syahrir dan delegasi Belanda dipimpin oleh
            HJ Van Mook. Perundingan berhasil ditanda tangani di istana Rijsweek (istana
            Merdeka) Jakarta pada tanggal 25 Maret 1947.
            Isi Perundingan Linggarjati :
            a. Belanda mengakui kedaulatan RI secara de facto meliputi Sumatera, Jawa, dan
                Madura.
            b. RI dan Belanda akan bekerjasama membentuk RIS dan RI merupakan bagian RIS
            c. RIS dan Belanda bersatu membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu
                Belanda sebagai kepalanya.
                Arti penting Perundingan Linggarjati bagi bangsa Indonesia adlah memperkokoh
            berdirinya negara RI di mata dunia. Hasil perundingan ini menunjukkan bahwa RI
            tetap berdiri meskipun wilayahnya sempit.

         2. Perjanjian Renville
                 Perundingan ini berlangsung di geladak kapal USS Renville milik Amerika Serikat.
             Perundingan berlangsung sejak tanggal 8 Desember 1947 dan baru di tandatangani
             pada tanggal 17 Januari 1949. hasil perundingan Renville antara lain :
             1) Belanda tetap berdaulat atas wilayah Indonesia dan berakhir setelah
                kedaulatannya diserahkan kepada RIS.
             2) RIS mempunyai kedudukan sejajar dengan negara Belanda dan UNI Indonesia
                Belanda.
         3) Daerah RI yang dikuasai Belanda pada agresi militer I, menjadi milik Belanda.

      3. Perjanjian Roem Royen
         a. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem
         b. Delegasi Belanda : dokter Van Royen
         c. Hasil perundingan :
             (1) Penghentian tembak menembak
             (2) Pengembalian wilayah RI ke Yogyakarta
             (3) Pembebasan para pemimpin RI yang ditahan Belanda
             (4) Segera diadakan KMB

      4. Perjanjian KMB
              Sebelum dilaksanakan KBM, maka diadakan Konferensi Inter Indonesia di
          Yogyakarta tanggal 19 Juli sampai dengan 22 Juli 1948 di Jakarta tanggal 31 Juli
          sampai dengan 02 Agustus 1948. tujuannya adalah untuk mempersatukan pendapat
          yang akan diperjuang-kan dalam KMB.Perundingan Meja Bundar berlangsung di Den
          Haag Belanda yang diikuti oleh RIS dan Pemerintah Belanda. Delegasi RIS dipimpin
          oleh Drs. Moh. Hatta dan delegasi Belanda dipimpin oleh PM Van Marseveen.
          Delegasi BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II. UNCI diwakili oleh Chritchley sebagai
          peninjau.

81. Guru mampu mendeskripsikan peristiwa politik dan ekonomi yang mengarah pada
   disintegrasi nasional pasca pengakuan kedaulatan.
   Pada tanggal 2 November 1949 di Den Haag hasil-hasil Konferensi Meja Bundar
   ditandatangani oleh wakil delegasi Indonesia dan Belanda. Salah satu isi penting dari
   keputusan KMB adalah terbentuknya Negara Republik Indonesia Serikat. (RIS). RIS terdiri
   dari 16 negara bagian, yaitu :
   Pembentukan RIS sebenarnya sangat bertolak belakang dengan cita-cita Proklamasi, tetapi
   hasil KMB diterima oleh Pemerintah Republik Indonesia, karena digunakan sebagai strategi
   agar secepatnya Belanda meninggalkan Indonesia. Akan tetapi di antara para pemimpin
   nasional, muncul dua sikap yang berbeda pendapat tentang hasil KBM, yaitu :
      1. Kelompok unitaris, artinya kelompok pendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia;
          dan
      2. Kelompok federalis, yaitu kelompok yang pendukung Negara Federal-RIS.
   Bentuk Negara RIS dalam kenyataannya banyak menimbulkan ketidakpuasaan rakyat di
   sejumlah daerah. Kelompok unitaris yang memperjuangkan bentuk kesatuan, semakin
   memperoleh simpati. Keinginan untuk segera meninggalkan bentuk RIS dan kembali ke
   sistem kesatuan, dipengaruhi oleh sejumlah factor di bawah ini :
   1. Bentuk negara RIS bertentangan dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus
   1945.
   2. Pembentukan negara RIS tidak sesuai dengan kehendak rakyat.
   3. Bentuk RIS pada dasarnya merupakan warisan dari kolonial Belanda yang tetap ingin
      berkuasa di Indonesia.
   4. Berbagai masalah dan kendala politik, ekonomi, sosial, dan sumber daya manusia
      dihadapi oleh negara-negara bagian RIS.

82. Guru mampu mendeskripsikan perubahan sosial budaya yang terjadi diidalam kehidupan sosial
   masyarakat.
    Perubahan Sosial
      1. Pengertian Perubahan Sosial
         a. Selo Soemardjan, perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi
            pada lembaga sosial yang mempengaruhi sistem sosialnya seperti sikap-sikap sosial,
            nilai, dan pola perilaku di antara kelompok dalam masyarakat. Sistem sosial
            merupakan mata rantai yang saling berhubungan antara satu unsur dengan unsur
            masyarakat lainnya.
         b. Wiliam F Ogburn, perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur
            kebudayaan baik material maupun imaterial dan hubungan saling mempengaruhi
            antar keduanya.
       c. Gilin dan Gilin, perubahan sosial merupakan variasi gaya hidup yang telah diterima
          yang karena perubahan geografis, kebudayaan, penduduk, idiologi atau penemuan
          baru.

    2. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
       a. Perubahan secara lambat (Evolusi) dan perubahan secara cepat (revolusi)
       b. Perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan
          1) Perubahan yang direncanakan atau dikehendaki
                 Perubahan ini memang sudah direncanakan secara matang dan telah
             disiapkan pihak-pihak yang akan terlibat dalam peubahan tersebut. Pihak yang
             menghendaki adanya perubahan disebut agent of change. Dalam melaksanakan
             perubahan agen of change telah merancang sistem dan cara-cara mempengaruhi
             masyarakat agar perubahan dapat diterima dan berfungsi pada masyarakat.
             Perubahan ini memang sangat diharapkan dapat mengatasi suatu masalah
             misalnya adanya jumlah penduduk yang sangat banyak. Contoh : Program Sapta
             Usaha Tani, Keluarga Berencana, Pemberantasan Buta Aksara, Posyandu,
             Program Gas LPG 3 Kg yang dibagikan secara cuma-cuma pada masyarakat
             Indonesia.
          2) Perubahan yang tidak di rencanakan atau tidak dikehendaki
                 Perubahan ini berlangsung di luar perkiraan, dan membawa kekacauan pada
             masyarakat. Contoh : banjir, kemacetan di Jakarta, pengangguran, gempa bumi.
       c. Perubahan yang pengaruhnya besar dan pengaruhnya kecil
          1) Perubahan yang memiliki pengaruh besar
             Yaitu perubahan yang mempengaruhi struktur, pekerjaan dan lapisan sosial.
             Contoh : industrialisasi, pemukiman kumuh, kota metropolitan, dll.
          2) Perubahan yang memiliki pengaruh kecil.
             Perubahan yang tidak mempengaruhi pada tatanan kehidupan masyarakat.
             Contoh : mengecat rambut, koleksi benda antik, mode pakaian.
       d. Perubahan ke arah kemajuan dan ke arah kemunduran
          1) Perubahan ke arah kemajuan, adalah perubahan yang manghasilkan keuntungan
             atau hal-hal yang positif pada masyarakat. Contoh : listrik masuk desa, bantuan
             kapal motor pada nelayan, pengiriman TKI/TKW.
          2) Perubahan ke arah kemunduran , yaitu perubahan yang tidak menguntungkan,
             bahkan menyebabkan masyarakat menderita. Misalnya : peperangan, perlombaan
             membuat senjata.
  Perubahan Budaya
       Yaitu perubahan yang menyangkut hasil cipta, karsa dan karya manusia. Beberapa
    bentuk perubahan budaya yang terjadi di masyarakat antara lain :
    1. Inovasi merupakan proses sosial budaya yang menerima unsur-unsur baru dan
       meninggalkan unsur-unsur lama yang sudah berakar di masyarakat. Inovasi terdiri dari
       discovery dan invention. Discovery merupakan penemuan baru yang belum diciptakan
       sebelumnya. Contoh : penemuan atom oleh John Dalton. Invention atau penciptaan
       yaitu penemuan baru yang dengan cara mengembangkan penemuan yang sudah ada
       dan sudah diterima oleh masyarakat. Contoh : contoh penemuan HP yang sudah
       didahului penemuan telepon kabel.
    2. Difusi yaitu penyebaran kebudayaan dari individu kepada individu atau dari kelompok
       kepada kelompok.
    3. Asimilasi percampuran antara dua kebudayaan atau lebih dan masih terlihat unsur-
       unsur budaya aslinya.
    4. Akulturasi percampuran antara dua kebudayaan atau lebih sehingga terbentuk
       kebudayaan baru. Contoh : aneka tarian modern yang merupakan campuran gerak tari
       dari berbagai tarian suku di Indonesia.

83. Guru mampu menguraikan tipe--‐ tipe perilaku masyarakat dalam menyikapiperubahan.
    Perilaku Masyarakat Akibat Perubahan Sosial Budaya
      1. Menerima Perubahan.
         Masyarakat akan dengan mudah menerima perubahan jika perubahan tersebut positif
         dan memiliki banyak manfaat .
        2. Menolak Perubahan
           Masyarakat akan menolak perubahan jika tidak banyak keuntungan/manfaat yang
           diperoleh dari perubahan tersebut, bahkan mungkin lebih banyak akibat negatifnya.
           Perubahan tersebut ditolak apabila merusak nilai, norma, adat bahkan mengancam
           persatuan dan kesatuan bangsa.

84. Guru mampu menjelaskan fungsi uang dan lembaga keuangan dalam pereknomian. Nasional
   maupun internasional .
    Fungsi Uang
       1. Fungsi Asli
          a. Sebagai alat ukur umum
          b. Alat satuan hitung
             Uang dapat digunakan sebagai alat untuk menunjukan nilai barang yang kita miliki
             maupun barang yang akan kita miliki.
       2. Fungsi Turunan
          a. Alat pembayaran yang sah
          b. Alat penyimpan kekayaan
          c. Petunjuk harga barang dan jasa
          d. Alat menabung
    Sesuai dengan fungsi dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank yang juga
    dikenal dengan produk-produk bank :
       1) Bank sebagai Penghimpun Dana Masyarakat (Kredit Pasif)
       2) Bank sebagai Penyalur Dana Masyarakat (Kredit Aktiff)
       3) Bank sebagai Perantara dalam Lalu Lintas Pembayaran
     Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut.
    a) Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
    b) Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
    c)    Mengatur dan mengawasi bank.
    d) Sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum,dalam bentuk bantuan likuiditas
          Bank Indonesia.

85.     Disajikan      beberapa      pernyataan,    guru mampu    mendeskripsikan     dampak
      perdagangan internasional terhadap perekonomian Indonesia.
      Dampak Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
         1. Dampak positif:
            a. Terjadinya alih tehnologi
            b. Spesialisasi
            c. Mendorong pengusaha untuk selalu meningkatkan jumlah dan mutu hasil
               produksinya
            d. Mempercepat pertumbuhan ekonomi
            e. Dapat memperluas lapangan kerja
            f. Semakin majunya lembaga keuangan bank
         2. Dampak negatif
            a. Sempitnya pasar hasil produksi
            b. Hancurnya industri dalam negeri
            c. Meningkatnya pengangguran
            d. Terhambatnya pergerakan sumber daya
      Manfaat Perdagangan Internasional
         1. Menciptakan efisiensi dan spesialisasi.
         2. Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara. Indonesia.
         3. Mendorong semangat berprestasi dan bersaing. Sumber pemasukan kas negara.
            Banyak negara yang mengandalkan sumber pendapatannya dari pajak ekspor dan
            impor.
         4. Kerjasama dan persahabatan antarnegara.

86. Guru mampu menginterpretasi peta tentang bentuk dan pola muka bumi.

       Menginterpretasi Peta Umum
Bentuk muka bumi atau relief daratan dapat diamati secara langsung di lapangan, namun dapat juga dengan
melihat peta. Dari sebuah peta kita dapat mengetahui bentuk relief dari suatu tempat/wilayah. Dari sebuah
peta kita dapat melihat gunung, pegunungan, pantai, dataran rendah, sungai, danau, laut, selat dan lain-
lainnya. Itulah yang disebut interpretasi peta. Jadi interpretasi peta adalah memahami simbol-simbol yang ada
pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya. Contoh simbol-simbol yang ada pada peta
adalah:




Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum. Sebelum menginterpretasi peta umum,
lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Siapkan peta umum yang akan diinterpretasi, misalnya peta pulau Sumatera.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah pulau tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut maka akan diperoleh informasi dari peta tersebut, yaitu sebagai
berikut.
a) Sungai
    Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. Sungai-sungai besar yang terdapat di Pulau Sumatera
    antara lain Sungai Simpang Kanan, Asahan, Batanghari, Musi, Kampar, dan lain-lain.
b) Pegunungan dan Dataran Tinggi
    Pegunungan dan dataran tinggi memanjang di sepanjang Pulau Sumatera. Pegunungan dan dataran tinggi
    ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Pegunungan yang terdapat di Pulau Sumatra antara lain
    pegunungan Bukit Barisan.
c) Dataran Rendah dan Rawa
    Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. Dataran
    rendah dan rawa terdapat di sepanjang pantai timur dan barat Pulau Sumatera.
d) Danau
    Danau ditunjukkan dengan warna biru. yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain danau Toba, Maninjau,
    Ranau, Kerinci, dan Singkarak.
e) Gunung
    Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi (aktif), segitiga hitam
    artinya gunung tidak berapi (tidak aktif). Gunung-gunung yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain
    gunung Leuser, Kerinci, Bandahara, Sibayak, dan Sinabung.
f) Laut dan Selat
    Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi (tingkatan) warna menunjukkan kedalaman wilayah
    laut dan selat. Semakin pekat (tua) warna biru menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda.

Menginterpretasikan Peta Topografi
Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat
mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan
peta umum karena simbolsimbol yang digunakan berbeda. Sebelum menginterpretasikan peta topografi,
lakukan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Siapkan peta topografi yang akan diinterpretasikan, misalnya peta Pulau Jawa.
2) Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta.
3) Perhatikan persebaran data pada wilayah tersebut.
4) Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak.
Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. Peta topografi
menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lereng
    b. Cekungan (Depresi)
       Cekungan (Depresi) pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!




    c. Bukit
       Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!




    d. Pegunungan
       Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini!




87. Guru mampu mendeskripsikan keterkaitan unsur geografis dengan penduduk di kawasan Asia Tenggara.
   Bentang Alam di Kawasan Asia Tenggara.
        Secara geografis bentang alam di kawasan Asia Tenggara dibagi menjadi 2 bagian,
   yaitu : bentang alam daratan dan bentang alam perairan.Bentang alam daratan kawasan
   Asia Tenggara yang menyatu dengan benua Asia terutama negara Myanmar, Thailand, Laos,
   Kamboja, Vietnam dan sebagian Malaysia. Sedangkan bentang alam daratan yang berupa
   kepulauan, yaitu: negara Singapura, sebagian Malaysia, Indonesia, Brunai Darusalam,
   Philipina, dan Timor Leste. Bentang alam di kawasan Asia Tenggara yang berupa bentang
   perairan terdiri dari bentang air tawar di daratan, seperti sungai, danau, dan rawa dan
   bentang air asin di lautan,
  Bentang Budaya di Kawasan Asia Tenggara.
       Bentang budaya dikawasan Asia Tenggara didominasi oleh pengolahan tanah berupa:
  ladang, persawahan, perkebunan dan perikanan/tambak. Hal tersebut sesuai dengan mata
  pencaharian sebagian besar penduduk di kawasan Asia Tenggara.            Kegiatan pertanian
  dilakukan dengan cara ladang berpindah, yaitu dengan membuka hutan, sehingga
  menyebabkan kerusakan hutan. Penduduk di kawasan Asia Tenggara mulai melakukan
  kegiatan pertanian secara menetap yang mengharuskan menggunakan teknologi pertanian,
  sapta usaha pertanian, difersifikasi pertanian, dan intensifikasi pertanian. Untuk menunjang
  peningkatan produksi padi di kawasan Asia Tenggara, maka di Filipina didirikan IRRI
  (International Rice Research Institute) di kota Los Banos. Di daerah perkotaan di kawasan
  Asia Tenggara muncul bentang budaya berupa : jalan aya, jembatan,pertokoan, swalayan,
  super market, mall, dan perkantoran dengan gedung-gedung bertingkat, munculnya
  pemukiman penduduk baru menuntut kelengkapan fasilitas kehidupan seperti : jaringan listrik,
  telepon, air bersih, sarana ibadah,sarana olah raga, tempat hiburan dan fasilitas pendidikan.

88. Guru mampu mendeskripsikan pembagian permukaan bumi atas benua dan samodra..
                               Tabel Luas, Populasi, dan Jumlah Negara di Tiap Benua
                                                 2
     No       Nama Benua         Luas (dalam km )         Jumlah Penduduk        Jumlah Negara
                                                        (estimasi tahun 2005)
      1    Asia                          44.579.000             3.879.000.000          44
      2    Afrika                        30.065.000               877.500.000          53
      3    Amerika Utara                 24.256.000               501.500.000          23
      4    Amerika Selatan               17.819.000               379.500.000          12
      5    Antartika                     13.209.000                          0          0
      6    Eropa                          9.938.000               727.000.000          46
      7    Australia                      7.687.000                 32.000.000    1 (15 dengan
                                                                                    Oceania)
                                             Tabel . Data Samudera

      No             Nama              Luas                          Titik Terdalam
                                            2
                  Samudera          (juta km )                              (m)
       1    Pasifik              165                 11.034 ( Palung Mariana)
       2    Atlantik              82                  9.218 (Palung Peurto Rico)
       3    Hindia                73,4                7.450 (Palung Jawa )
       4    Antartik              20,3                Data tidak tersedia
       5    Arktik                14                  5.450 ( Basin Nansen)



89. Guru mampu mendeskripsikan upaya diplomasi bangsa Indonesia merebut Irian Barat
    Perjuangan Diplomasi.
          Pada masa sistem Demokrasi Liberal, setiap kabinet                   menjadikan upaya
     pengembalian Irian Barat menjadi program utama pemerintah.                 Bentuk – bentuk
     perjuangan diplomasi tersebut adalah :
     1. Tanggal 24 Maret 1950 diadakan Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri di Jakarta
        untuk membicarakan perlunya penyelesaian masalah Irian Barat sesuai dengan hasil
        kesepakatan KMB.
     2. Tanggal 4 Desember 1950 diadakan konferensi Uni Indonesia Belanda. Dalam
        konferensi itu Indonesia mengusulkan agar Belanda menyerahkan Irian Barat secara de
        jure. Namun ditolak oleh Belanda.
     3. Pada bulan Desember 1951 diadakan perundingan bilateral antara Indonesia dan
        Belanda. Perundingan ini membahas pembatalan uni dan masuknya Irian Barat ke
        wilayah NKRI
     4. Pada bulan September 1952, Indonesia mengirim nota politik tentang perundingan
        Indonesia Belanda mengenai Irian Barat.
     5. Dalam Konferensi Colombo bulan April 1954, Indonesia memajukan masalah Irian
        Barat. Indonesia berhasil mendapat dukungan.
     6. Pada tahun 1954 Indonesia mengajukan masalah Irian Barat dalam sidang PBB.
        Namun mengalami kegagalan karena tidak memperoleh dukungan yang kuat.
     7. Melalui forum Konferensi Asia Afrika (KAA) Pemerintah Indonesia mendapat dukungan
        Negara Asia Afrika dalam perjuangan mengembalikan Irian Barat.
     8. Perdana Menteri Burhanudin Harahap, membawa masalah Irian Barat dalam Sidang
        Umum (SU) PBB.
         Upaya pengembalian Irian Barat, selain dilakukan melalui forum PBB juga dilakukan
     dengan pembentukan Propinsi Irian Barat. Tujuan pembentukan propinsi ini adalah untuk
     semakin menekan Belanda secara politis, bahwa Irian Barat merupakan wilayah sah dari
     Pemerintah Indonesia.Tanggal 17 Agustus 1956, Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo
     mengumumkan dibentuknya Propinsi Irian Barat. Wilayahnya meliputi Irian Barat yang
     masih diduduki Belanda, Tidore, beberapa pulau di Maluku Utara. Ibu kota Irian Barat
     berada di Soasiu, Tidore. Untuk menjalankan pemerintahan sehari – hari Zainal Abidin
     Syah (Sultan Tidore) diangkat sebagai Gubernur Irian Barat.

90. Guru mampu mendeskripsikan gerakan komunisme di Indonesia.
    A.. Pemberontakan dan Penumpasan PKI Madiun.
             Tanggal 13 – 16 September 1948 FDR / PKI membuat kekacauan di Solo, dengan
        cara mengadu domba unsur TNI dengan masyarakat di Solo. Dalam peristiwa ini, dr.
        Muwardi menjadi korban kekerasan PKI.Kekacauan di Solo ternyata hanya upaya FDR /
        PKI untuk mengalihkan perhatian pemerintah dari tujuan utama PKI. Di Madiun, PKI
        melancarkan kekacauan dengan cara menculik dan membunuh tokoh – tokoh
        masyarakat yang menentang PKI. Tanggal 18 September 1948, Musso dan Amir
        Syarifudin memproklamasikan berdirinya Republik Sovyet Indonesia yang beraliran
        komunis. Hal ini berarti PKI telah memberontak terhadap pemerintah yang sah.
            Menyadari bahaya yang mengancam kesatuan Negara, Perdana Menteri Mohammad
        Hatta mengambil sikap untuk segera menyelesaikan pemberontakan PKI di Madiun.
        Cara yang ditempuh pemerintah adalah mengadakan Gerakan Operasi Militer (GOM),
        yang dipimpin langsung oleh Panglima Besar Jendral Sudirman. Kolonel Gatot Subroto,
        ditunjuk sebagai Gubernur Militer Jawa Tengah dengan tugas pokok memimpin TNI
        menumpas PKI dari arah barat. Kolonel Sungkono diangkat sebagai Gubernur Militer
        Jawa Timur dengan tugas pokok memimpin TNI menumpas PKI dari arah timur.Dalam
        kenyataannya, pemberontakan PKI di Madiun tidak mendapat dukungan dari rakyat
        setempat. Justru sebaliknya rakyat mendukung TNI dalam upaya menumpas PKI.
        Tanggal 28 September 1948, Kota Madiun dan sekitarnya dapat kembali dikuasai oleh
        TNI. Dalam operasi militer menumpas PKI Madiun, Musso tertembak mati di Desa
        Sumandang, Ponorogo. Sedangkan Amir Syarifudin, tertangkap di Purwodadi dan
        selanjutnya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Militer.

   B.. Peristiwa G30S / PKI.
       1. Situasi menjelang peristiwa G30S / PKI.
        Keadaan di Indonesia setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Partai Komunis Indonesia
        (PKI) berusaha memperkuat diri agar dapat tampil dalam kehidupan politik nasional.
        PKI sebagai salah satu pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 dipimpin oleh Dipa
        Nusantara Aidit. Cara yang ditempuh PKI antara lain dengan menanamkan
        pengaruhnya di kalangan buruh, tani, serta unsur masyarakat yang lain. Di samping
        juga menyusupkan kader-kader PKI dalam organisasi yang ada di pemerintahan
        maupun sosial kemasyarakatan.
              Setelah kekuatan dalam masyarakat dipandang cukup kuat, PKI mulai melakukan
          beberapa tindakan politik, antara lain :
          a. Menjalankan reformasi tanah (landreform), yang secara sepihak membagi –
             bagikan tanah milik negara kepada petani di sejumlah tempat.
          b. Mengusulkan dibentuknya Angkatan ke-5, yaitu buruh dan tani yang dipersenjatai.
          c. Mengusulkan pembubaran organisasi / partai politik yang dianggap menentang
             PKI, contohnya Partai Masyumi, Partai Sosialis Indonesia (PSI), Partai
             Murba, di samping itu juga berusaha memecah belah PNI.
          d. Menyebarkan isu adanya Dewan Jendral. Dikatakan bahwa Dewan Jendral akan
             melakukan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah Presiden Sukarno.
      2. Peristiwa G30S / PKI.
              Situasi politik nasional semakin memanas menjelang akhir bulan September 1965.
          Tanggal 30 September 1965, sekelompok prajurit di bawah naungan PKI, yang
          dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung melakukan kegiatan penculikan terhadap
         sejumlah jendral yang dicurigai sebagai bagian dari Dewan Jendral di Jakarta.
         Pasukan Pasopati dipimpin oleh Letnan Satu Dul Arief, bertugas menculik tokoh
         pimpinan TNI AD seperti :
         a. Letnan Jendral Achmad Yani ( Menteri / Panglima Angkatan Darat atau Men /
            Pangad )
         b. Mayor Jendral R. Soeprapto ( Deputy II Pangad )
         c. Mayor Jendral Haryono Mas Tirtodarmo ( deputy III Menpangad )
         d. Mayor Jendral Suwondo Parman ( Asisten I Pangad )
         e. Brigadir Jendral Donald Izacus Pandjaitan ( Asiaten IV Pangad )
         f. Brigadir Jendral Soetojo Siswomihardjo ( Inspektur Kehakiman )
         Disamping itu, ajun Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun pangawal kediaman Perdana
         Menteri J. Leimena, turut jadi korban. Jendral Abdul Haris Nasution, berhasil selamat
         dari penculikan, tetapi ajudannya yaitu Letnan satu Pierre Andreas Tendean
         ditangkap para penculik. Sementara Ade Irma Suryani Nasution, putri kecil AH
         Nasution, tertembak para penculik dan akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di
         rumah sakit.

91. Guru mampu menjelaskan faktor--‐ faktor penyebab berakhirnya kekuasaan Orde Baru .
    Ternyata keberhasilan pembangunan pada masa Orde baru, tidak diimbangi oleh
    pembangunan di bidang mentalitas masyarakat, khususnya para penyelenggara Negara
    dan pengusaha. Hal ini nampak dalam bentuk:
    a. Suburnya praktek korupsi terhadap keuangan negara, kolusi antara pengusaha dan
       penyelenggara negara, serta nepotisme dalam ekonomi dan pemerintahan.
    b. Pembatasan kehidupan pers, baik media elektronik (televisi dan radio) maupun media
       cetak (surat kabar) diawasi secara ketat.
    c. Pembatasan organisasi sosial kemasyarakatan, misalnya dengan pembatasan partai
       politik. Sejak pemilihan umum tahun 1977, aspirasi politik warga Negara disalurkan
       melalui PPP, Golkar dan PDI.

92. Guru mampu mendeskripsikan lahirnya reformasi .
             Mundurnya Suharto dari tampuk kepresidenan tanggal 21 Mei 1998 adalah
    merupakan tanda hancurnya rezim Orde Baru. Sejak itulah muncul Orde Reformasi yang
    diawali dengan pemerintahan BJ Habibie.
    1. Masa Pemerintahan BJ Habibie
       Sehari sesudah mundurnya Suharto, maka tangga 22 Mei 1998, BJ Habibie
       mengumumkan kabinet baru yang diberi nama Kabinet Reformasi Pembangunan.
       Tugas pokoknya adalah melakukan reformasi secara menyeluruh dalam kehidupan
       ekonomi, politik dan hukum dalam menghadapi era globaalisasi.
       Dalam pemerintahan B.J Habibie yang hanya 512 hari berhasil dicapai beberapa hal
       seperti berikut:
         a. Kebebasan pers
         b. Pembebasan tahanan politik Orde Baru
         c. Menstabilkan nilai tukar rupiah
         d. Menyelenggarakan pemillihan umum yang LUBER JURDIL
         e. Menyelenggarakan referendum bagi Timor Timur
         f. Menyelenggarakan Sidang Umum MPR

   2. Pemerintahan KH Abdulrahma Wahid (Gus Dur)
          KH Abdulrahman Wahid terpilih sebagai Presiden RI ke 4 pada tanggal 20 Oktober
      1999 pada sidang MPR yang dipimpin oleh Prof. Dr. Amien Rais. Sebagai Wakil
      Presiden adalah Megawati Sukarno Putri. Kabinet yang dibentuk Gus Dur diberi nama
      Kabinet Persatuan Nasional. Pada saat pemerintahannya, Gus Dur menghapus
      Departemen Sosial dan Departemen Penerangan.Dalam menjalankan pemerintahannya,
      Presden Gus Dur banyak mengambil kebijakan yang kontroversial yaitu:
      a. Tanggal 23 Juli 2001 pukul 01.10 Presiden Abdulrahman Wahid mengeluarkan
         dekrit Presiden untuk membubarkan DPR dan MPR. Tetapi dekrit itu tidak diterima
         oleh wakil rakyat.
      b. Sering melakukan resufle kabinet.
      c. Membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial.
         Hubungan yang tidak harmonis antara Presiden dengan DPR, maka DPR
      mengeluarkan memorandum I dan memorandum II sebagai upaya mengoreksi
      pemerintahannya. Dalam Sidang Istimewa MPR Tanggal 23 Juli s/d 26 Juli 2001,
      akhirnya MPR memberhentikan Abdulrahman Wahid (Gus Dur) dari jabatan Presiden
      RI dan memilih Megawati Sukarno Putri sebagai Presiden RI yang ke-5.

93. Guru mampu menguraikan peran perkembangan Indonesia dalam kerjasama                     dengan
    lembaga-lembaga internasional dalam aspek politik.
    A. KAA
       Konferensi Asia Afrika diadakan di Bandung pada tanggal 18 - 24 April 1955.
       Konferensi dihadiri 29 negara dari kawasan Asia Afrika yang terdiri dari 5 negara
       pengundang dan 24 negara yang diundang. Yang bertindak sebagai negara
       pengundang ada 5 negara, yaitu: Indonesia, India, Srilanka, Pakistan, dan Burma
       (sekarang Myanmar). Sementara itu negara-negara yang diundang adalah: Filipina,
       Nepal, Thailand, Libanon, Vietnam Selatan, RRC, Vietnam Utara, Afghanistan, Laos,
       Iran, Turki, Irak, Jepang, Syria, Yordania, Saudi Arabia, Kamboja, Yunani, Mesir, Lybia,
       Sudan, Liberia, Ethiopia, Ghana.
       Dari negara-negara yang diundang tersebut muncul tiga golongan berikut.
          a) Golongan prokomunis, yaitu RRC dan Vietnam Utara.
          b) Golongan pro-Barat, yaitu Filipina, Thailand, Pakistan, Irak, dan Turki.
          c) Golongan netral, yaitu India, Birma, Sri Lanka, dan Indonesia.
       Tujuan mengembangkan saling pengertian dan kerjasama antar bangsa Asia Afrika
       untuk meneliti dan memperhatikan kepentingan bersama, meningkatkan persahabatan.
       a) Membicarakan dan mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi dan kebudayaan
          serta membina hubungan antar sesama
       b) Memperhatikan masalah khusus kepentingan bangsa-bangsa Asia Afrika terkait
          dengan kedaulatan, kolonialisme, dan imperialisme
       c) Memperhatikan posisi Asia Afrika dan bangsa-bangsa dalam dunia serta partisipasi
          yang dimainkan demi perdamaian dan kerjasama dunia.
    B. ASEAN
       Ide dasar pembentukan ASEAN adalah kerjasama ekonomi, sosial dan budaya. Namun
       dalam perkembangannya organisasi ini bertekad menjamin stabilitas dan keamanan
       tanpa campur tangan bangsa asing. Bentuk kerjasama ASEAN merupakan jawaban
       negara-negara di kawasan Asia Tenggara terhadap tantangan internal maupun
       eksternal. Situasi politik internasional ditandai dua hal setelah Perang Dunia II, yaitu:
       a. Terjadinya persaingan perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
       b. Munculnya negara-negara baru yang baru merdeka, umumnya membawa tuntutan
          baru yang memiliki kesamaan masalah, yaitu berkaitan dengan wilayah.
        1. Tokoh pendiri ASEAN adalah:
           b. Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia
           c. Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri/Menteri Pembangunan Nasional Malaysia
           d. S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura
           e. Narciso Ramos, Menteri Luar Negeri Philipina
           f. Thanat Koman, Menteri Luar Negeri Thailand
           Dalam perkembangannya anggota ASEAN sudah bertambah 5 negara, yakni :
           a. Brunei Darussalam (tanggal 7 Januari 1984),
           b. Vietnam (28 Juni 1995),
           c. Laos (23 Juli 1997),
           d. Myanmar (23 Juli 1997), dan
           e. Kamboja (16 Desember 1998).

        2. Tujuan pendirian ASEAN antara lain:
           a. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya
           b. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
           c. Meningkatkan kerjasama dengan saling membantu di bidang ekonomi, sosial budaya, teknik, ilmu
              pengetahuan dan administrasi
           d. Meningkatkan pengkajian wilayah Asia Tenggara
           e. Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional
              lainnya
     C. PBB
                 Organisasi PBB secara resmi lahir pada tanggal 24 Oktober 1945 digagas oleh lima negara
        besar, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina. Kelima negara penggagas lahirnya PBB
        inilah yang sering disebut” The Big Five”, dengan hak istimewa yang dimiliki yaitu hak veto (hak untuk
        membatalkan). Dalam Konferensi di San Fransisco tanggal 26 Juni 1945 50 negara menandatangani
        Piagam PBB (Declaration of United Nations).

        1. Tujuan berdirinya PBB antara lain:
           a. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional
           b. Mengembangkan hubungan persaudaraan antar bangsa
           c. Mengadakan kerjasama internasional
           d. Sebagai pusat penyelarasan segala tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan
              perdamaian dunia.
        2. Perkembangan Hubungan PBB dan Indonesia
           Peranan PBB terhadap Indonesia dapat disebutkan sebagai berikut:
           a. Untuk pertama kali PBB terlibat secara langsung dalam persoalan Indonesia setelah Belanda
              melaksanakan Agresi Militer I tanggal 21 Juli 1947. India dan Australia mengusulkan agar
              persoalan Indonesia dibahas di Dewan Keamanan pada bulan Agustus 1947.
           b. Selanjutnya PBB membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang membawa Indonesia-Belanda ke
              meja Perundingan Renville
           c. Pada waktu Belanda melancarkan Agresi Militer II tanggal 19 Desember 1948 PBB turun tangan
              kembali dengan membentuk UNCI (United Nations Commission for Indonesia) sebagai ganti KTN.
              Hasil kerja UNCI membawa Indonesia-Belanda ke meja Perundingan Roem-Royen Mei 1949.
              Berdasarkan Perundingan Roem-Royen inilah kemudian dilaksanakan Konferensi Meja Bundar
              (KMB) yang salah satu hasilnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia tanggal 27 Desember
              1949.
           d. Peran PBB terhadap Indonesia masih kelihatan nyata ketika penyelesaian masalah Irian Barat.
              Seperti kita ketahui hasil KMB ternyata belum dapat menuntaskan masalah Irian Barat. Belanda
              belum menyerahkan wilayah tersebut ke pangkuan Indonesia . Untuk mengatasi permasalahan
              Irian Barat PBB membentuk UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority) untuk
              mengawasi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di Irian Barat tahun 1969. Pada akhirnya hasil
              Pepera menunjukkan sebagaian besar rakyat Irian Barat menginginkan bergabung dengan
              Republik Indonesia. Dengan kerja keras bangsa Indonesia akhirnya mampu menjaga keutuhan
              wilayahnya, tanpa melupakan jasa dan peran PBB.

        D. GERAKAN NON BLOK
           1. Tujuan Gerakan Non Blok:
              a. Mendukung perjuangan dekolonisasi
              b. Memegang teguh melawan imperialisme, neokolonialisme, dan rasialisme
              c. Sebagai wadah perjuangan negara-negara yang berkembang untuk mencapai tujuan
              d. Mengurangi ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur
              e. Mengadakan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan kekerasan.

           2. Peran Indonesia dalam GNB
              Peranan penting KAA tahun 1955 bagi pembentukan GNB, merupakan bukti nyata keterlibatan
              Indonesia dalam GNB sejak masih dalam gagasannya. Indonesia juga terlibat secara aktif dalam
              persiapan penyelenggaraan KTT GNB di Beograd. Dengan demikian, Indonesia termasuk perintis
              dan pelopor GNB.Keterlibatan dan keikutsertaan Indonesia dalam GNB disebabkan kesesuaian
              prinsip GNB dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif. Indonesia berkeyakinan bahwa
              perdamaian hanya tercipta manakala tidak mendukung pakta militer atau aliansi militer, ini artinya
              GNB dianggap paling tepat.

94. Disajikan     beberapa     pernyataan,       guru            mampu         mengidentifikasi        perilaku
   masyarakat dalam perubahan sosial dii era global.


95. Guru mampu mendeskripsikan bentuk--bentuk kerjasama antarnegara di bidang ekonomi .
    Bentuk Kerjasama Ekonomi Antar Negara
    1. Kerjasama Bilateral
       Suatu bentuk kerjasama antara dua negara dengan tujuan untuk saling membantu dan saling
       menguntungkan kedua belah pihak. Contoh : kerjasama antara Indonesia dan Jepang dan Indonesia
       dengan Singapura. Kerjasama tersebut misalnya dalam bidang pinjam meminjam modal, perdagangan dsb.
    2.    Kerjasama Multilateral
       Kerjasama multilateral adalah kerjasama banyak negara yang disebut juga kerjasama internasional.
       Kerjasma ini meliputi dua macam, yaitu:
       a. Kerjasama Regional, ialah kerjasama antara beberapa negara dalam satu regional (Kawasan)
          misalnya:
          1) ASEAN adalah kerjasama antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
          2) Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) adalah kerjasama antara negara-negara di kawasan Eropa Barat.
       b. Kerjasama Internasional, ialah kerjasma antara negara-negara di dunia dan tidak terbatas pada satu
          kawasan, misalnya :
          1) IMF (Internasional Monetary Fund) adalah kerjasama antara negara-negara didunia bidang moneter
             (keuangan).
          2) ITO (International Trade Organization) adalah kerjasama antara negara-negara di dunia bidang
             perdagangan

96.   Guru     mampu           mengidentifikasi      dampak kerjasama           antar     negara      terhadap
perekonomian Indonesia.
    Dampak atau akibat positif kita kenal sebagai manfaat kerjasama ekonomi internasional, yaitu :
    1. Perluasan Pasar
       Barang hasil produksi negara kita dapat dipasarkan ke negara lain, sebaliknya kita dapat menikmati barang
       hasil produksi negara lain.
    2. Peningkatan Produktifitas Suatu Negara
       Negara yang memiliki produksi khusus dapat melakukanspesifikasi produksi serta melakukan produksi
       secara besar-besaran karena barang spesifikasinya dapat dipasarkan ke berbagai negara. Contoh produk
       sepeda motor dari Jepang.
    3. Peningkatan Perolehan Devisa
       Dengan kerjasama memungkinkan terjadinya hubungan dagang antara dua negara, bagi negara
       pengekspor akan memperoleh alat pembayaran antarnegara yaitu devisa, yang sekaligus dapat digunakan
       cadangan suatu negara.
    4. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
       Harus kita akui bahwa masyarakat Indonesia banyak menikmati barang yang dulunya merupakan produk
       luar negeri seperti sepeda motor, HP dsb. Dengan kondisi tersebut berarti masyarakat Indonesia
       meningkat kesejahteraannya melalui manfaat barang yang digunakan dan kegiatan yang diinformasikan
       seperti sepakbola dunia dapat kita saksikan lewat TV di rumah kita masing-masing.


48. Disajikan kendala pelaksanaan IPS terpadu di sekolah, guru dapat menunjukkan upaya mengatasi kendala
    pelaksanaan IPS terpadu
           Makna terpadu dalam pembelajaran IPS adalah adanya keterkaitan dan keterpaduan antardimensi
    kehidupan (alam, sosial, ekonomi, budaya, politik, sejarah) yang tertuang dalam materi atau Standar Isi IPS
    khususnya Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, sehingga melahirkan konsep, tema atau topik
    pembelajaran. Pembelajaran terpadu juga dapat dikatakan pembelajaran yang memadukan dan
    menghubungkan materi atau beberapa SK KD kedalam satu tema atau topik. Keterpaduan dalam
    pembelajaran IPS dimaksudkan agar pembelajaran IPS lebih bermakna, efektif, dan efisien.
    Terdapat beberapa model keterpaduan dalam pembelajaran IPS antara lain:
    1. Connected.
        Model connected merupakan model keterpaduan yang mana konsep inti dari suatu disiplin ilmu
        dipertautkan/dihubungkan/dikaitkan dengan konsep lain dari ilmu atau KD yang berbeda.
    2. Sequenced
        Model sequenced merupakan model keterpaduan yang mana beberapa topik diatur atau disusun atau
        diurutkan satu sama lain berdasarkan kriteria tertentu.
    3. Shared
        Model shared merupakan model keterpaduan yang mana suatu konsep dibahas oleh dua mata
        pelajaran/disiplin ilmu secara bersama-sama secara tumpang tindih (overlap)
    4. Webbed
        Model webbed merupakan suatu model keterpaduan yang mana tema atau topik dibangun atas dasar
        beberapa materi atau KD yang sengaja dibangun untuk menghubungkan KD.
    5. Threaded
        Model threaded merupakan pendekatan metakurikuler yang digunakan untuk mencapai beberapa
        keterampilan dan tingkatan logika para peserta didik dengan berbagai mata pelajaran
    6. Integrated
        Model integrated merupakan model keterpaduan yang mana suatu tema atau konsep atau topik yang
        beririsan dan tumpang tindih dari KD yang berasal dari beberapa bidang keilmuan. (Forgaty, 1991).
                Bagaimana cara melaksanakan pembelajaran IPS? Kita dapat melaksanakan pembelajaran
        dengan guru tunggal atau team teaching. Idealnya, mengingat keterbatasan guru dalam menguasai materi
        IPS, akan lebih mudah kalau pembelajaran dilakukan secara team teaching, karena dengan team teaching,
        pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Pembelajaran IPS dengan team teaching memungkinkan guru
        dapat melakukan pembagian tugas dan kerjasama dalam perencanaan, proses, dan evaluasi
        pembelajaran. Di samping itu, dalam penyampaian materi akan lebih komprehenship karena diajarkan
        secara bersama.
                Dengan berbagai metode yang dikuasai oleh guru, pengembangan bahan ajar merupakan salah
        satu persiapan penting bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran bermakna. Untuk itu, guru perlu
        menyiapkan bahan ajar yang dapat disusun sendiri atau secara tim.
                Hambatan/kendala implementasi pembelajaran IPS Terpadu antara lain: (a) latar belakang
        pendidikan guru IPS, (b) siswa belum seluruhnya tertarik pada mata pelajaran IPS, (c) keterbatasan
        media/sarana pembelajaran, dan (d) bahan ajar yang belum mencerminkan adanya keterpaduan antar
       cabang IPS.
              Upaya yang dilakukan guna mengatasi kendala: (a) memberikan pendidikan dan latihan bagi
       guru IPS, (b) koordinasi sesama guru IPS, (c) memotivasi siswa agar lebih aktif belajar, (e) pengadaan
       media/sarana pembelajaran.

49. Guru dapat menunjukkan filsafat pendidikan yang menjadi dasar pengembangan IPS terpadu
          Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006, tentang Standar Isi Satuan Pendidikan
    Dasar dan Menengah yang memuat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial
    (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), mencakup materi geografi, sejarah, sosiologi, dan
    ekonomi. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses
    pembelajarannya . Dengan pembelajaran secara terpadu, diharapkan pembelajaran IPS menjadi lebih
    bermakna bagi peserta didik dalam konteks kehidupan sehari-hari. Peserta didik akan memperoleh
    pemahaman yang lebih luas dan utuh...
          Mata pelajaran IPS mengkaji berbagai aspek kehidupan masyarakat secara terpadu, karena kehidupan
    masyarakat sebenanya merupakan sebuah sistem dan totalitas dari berbagai aspek,.Kehidupan
    bermasyarakat bersifat multidimensional, sehingga pembelajaran IPS yang dilaksanakan secara terpadu
    diharapkan mampu mengantarkan dan mengembangkan kompetensi peserta didik ke arah kehidupan
    bermasyarakat dengan baik dan fungsional, memiliki kepekaan sosial dan mampu berpartisipasi dalam
    mengatasi masalah-masalah sosial yang terjadi.

50. Guru dapat menunjukkan sifat realitas sosial sebagai aspek ontology IPS
51. Guru dapat menunjukkan epistimologi pendidikan IPS

           Kajian filsafat ilmu dapat memberi kategorisasi secara umum tentang ciri yang spesifik mengenai apa
    (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Kajian
    ontologi dalam filsafat ilmu berhubungan dengan telaah terhadap ilmu yang menyelidiki landasan suatu ilmu
    yang menanyakan apa asumsi ilmu terhadap objek material dan objek formal, baik bersifat fisik atau kejiwaan
           lmu-ilmu sosial berkembang agak lambat dibanding dengan ilmu-ilmu alam. Pada pokoknya terdapat
    cabang utama ilmu-ilmu sosial yakni antropologi (mempelajari manusia dalam perspektif waktu dan tempat),
    psikologi (mempelajari proses mental dan kelakuan manusia) ekonomi (mempelajari manusia dalam
    memenuhi kebutuhan kehidupannya lewat proses pertukaran), sosiologi (mempelajari struktur organisasi
    sosial manusia) dan ilmu politik (mempelajari sistem dan proses dalam kehidupan manusia berpemerintahan
    dan bernegara) (Jujun S. Suriasumantri, 2005: 94). Cabang utama ilmu-ilmu sosial ini kemudian mempunyai
    cabang-cabang lain seperti antropologi terpecah menjadi lima yakni arkeologi, antropologi fisik, linguistik,
    etnologi dan antropologi sosial/kultural (Jujun S. Suriasumantri, 2005: 95).
           Epistemologi atau teori pengetahuan membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam
    usaha untuk memperoleh pengetahuan. Ilmu merupakan pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu
    yang dinamakan metode keilmuan. Metode inilah yang membedakan ilmu dengan buah pemikiran yang
    lainnya (Jujun S. Suriasumantri, 2006: 9). Munculnya persoalan epistemologi bukan mengenai suatu prosedur
    penyelidikan ilmiah, tetapi dengan mempertanyakan “mengapa prosedur ini bukan yang lain”. Dalam konteks
    ilmu sosial, filsafat mempertanyakan metode dan prosedur yang dipergunakan peneliti sosial dari disiplin
    sosial (Tim Dosen Filsafat Ilmu, 2007: 46). Alat untuk memperoleh pengetahuan sangat tergantung dari
    asumsi terhadap objek. Demikian juga telaah dalam filsafat ilmu, sarana dan alat untuk memproses ilmu harus
    konsisten dengan karakter objek material ilmu. Berdasarkan kondisi tersebut terdapat perbedaan paradigma
    yang disebabkan oleh karakter objek yang berbeda. Misalnya antara ilmu alam dan ilmu sosial yang terdapat
    perbedaan metode dan sarana yang dipakai (Tim Dosen Filsafat Ilmu, 2007: 47). Objek material adalah
    bahan yang dijadikan sasaran penyelidikan (misalnya ilmu kedokteran, ilmu sastra, psikologi) sedangkan
    objek formal adalah sudut pandang tertentu terhadap objek materialnya misalnya ilmu kedokteran objek
    formalnya keadaan fisik manusia (Lasiyo dan Yuwono, 1984: 5).
           lmu sosial adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam segala aspek hidupnya, ciri khasnya, tingkah
    lakunya, baik perseorangan maupun bersama, dalam lingkup kecil maupun besar. Objek material ilmu sosial
    lain sama sekali dengan objek material dalam ilmu alam. Objek material dalam ilmu sosial adalah berupa
    tingkah laku dalam tindakan yang khas manusia, bebas dan tidak deterministik (Tim Dosen Filsafat Ilmu,
    2007: 49).
           Kajian yang berbeda-beda terhadap ilmu merupakan konsekuensi dari perbedaan objek formal. Objek
    ilmu sosial yaitu manusia sebagai keseluruhan. Penelitian dalam ilmu sosial juga menimbulkan perbedaan
    pendekatan. Dalam ilmu manusia praktek ilmiah sebagai aktivitas manusiawi merupakan juga objek penelitian
    ilmu manusia, misalnya psikologi, psikis, sosiologis, dan sejarah. Spesifikasi ilmu sejarah adalah data
    peninggalan masa lampau baik berupa kesaksian, alat-alat, makam, rumah, tulisan dan karya seni, namun
    objek ilmu sejarah tidak dapat dikenai eksperiment karena menyangkut masa lampau. Kondisi tersebut yang
    mempengaruhi kemurnian objek manusiawi berkaitan dengan sikap menilai dari subjek penelitian, maka
    objektivitas ilmu sejarah sebagai ilmu kemanusiaan (Tim Dosen Filsafat Ilmu, 2007: 51).

    Kesimpulan
           Ditinjau dari perspektif ontology, ilmu-ilmu sosial merupakan cabang dari filsafat moral (the social
    sciences). Ilmu-ilmu alam kemudian terbagi menjadi ilmu alam dan ilmu hayat. Ilmu alam terbagi lagi menjadi
    fisika, kimia, astronomi dan ilmu bumi. Ilmu-ilmu sosial terbagi menjadi antropologi, psikologi, ekonomi,
    sosiologi, dan ilmu politik.
          Ditinjau dari perspektif epistemologi, Ilmu-ilmu sosial merupakan hasil akal manusia, subjektif, dan
    emotif. Objek material ilmu sosial adalah tingkah laku khas manusia dan tidak desterministik.

                                          TAMBAHAN
Beberapa Contoh model pembelajaran kooperatif mata pelajaran IPS:
1. Model Jigsaw (Tema Menelusuri Lembah Bengawan Solo)
Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut :
(1) Kelompok Cooperative ( awal )
    o Siswa dibagi kedalam kelompok kecil yang beranggotakan 5 orang.
    o Bagikan bahan ajar/kartu tugas dan peta aliran Bengawan Solo
    o Masing-masing siswa dalam kelompok mendapatkan bahan ajar/kartu tugas yang berbeda-beda dan
       memahami informasi yang ada didalamnya.
       - Kartu 1 membahas asal usul kehidupan manusia
       - Kartu 2 membahas lapisan kulit bumi
       - Kartu 3 membahas kebudayaan zaman purba
       - Kartu 4 membahas interaksi kehidupan manusia
       - Kartu 5 membahas kehidupan ekonomi
(1) Kelompok Ahli
    o Masing-masing siswa yang memiliki bahan ajar/kartu tugas yang sama berkumpul dalam satu kelompok
        membentuk kelompok ahli dengan jumlah 5 kelompok.
    o Dalam kelompok ahli ini tugaskan agar siswa belajar bersama untuk menjadi ahli sesuai dengan tugas
        yang menjadi tanggung jawabnya.
    o Semua anggota kelompok ahli harus memahami dan dapat menyampaikan informasi tentang hasil dari
        tugas dan dapat menginformasikan kepada kelompok cooperative (awal).
(3) Kelompok Cooperative (awal)
    o Apabila diskusi sudah selesai dikerjakan dalam kelompok ahli masing-masing siswa kembali kelompok
        cooperative (awal)
    o Beri kesempatan secara bergiliran masing-masing siswa untuk menyampaikan hasil dari tugas di kelompok
        ahli.
    o Apabila kelompok sudah menyelesaikan tugasnya, secara keseluruhan masing-masing kelompok
        melaporkan hasilnya dan guru memberi klarifikasi.
    o Guru menunjuk salah seorang siswa untuk memberikan reflesi terhadap materi yang telah dipelajari

2. Model Numbered Heads Togerher (Tema Keragaman Bentuk Muka Bumi)
   Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut :
    (1) Siswa dibagi dalam 6 kelompok, setiap anggota kelompok mendapat nomor urut 1 s.d 6, tergantung
        jumlah siswa dalam kelas
    (2) Guru memberikan wacana dan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
         - Kelompok 1 membahas: Keragaman bentuk muka bumi , proses pembentukan dan dampaknya bagi
            kehidupan manusia
         - Kelompok 2 membahas: Faktor-faktor penyebab terjadinya gempa bumi.
         - Kelompok 3 membahas: Contoh jenis batuan yang ada di lingkungan sekitar.
         - Kelompok 4 membahas: Proses pelapukan dan erosi berosi.
         - Kelompok 5 membahas: Contoh kenampakan hasil proses sedimentasi
         - Kelompok 6 membahas: Dampak positif dan negatif tenaga endogen dan eksogen bagi kehidupan
            serta upaya penanggulangannya
    (3) Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok
        mengetahui jawaban ini.
    (4) Guru mengundi/menunjuk salah satu nomor siswa untuk melaporkan hasil kerja sama mereka.
        (keberhasilan kelompok ditentukan oleh salah seorang yang presentasi
    (5) Tanggapan dari kelompok yang lain dan klarifikasi guru dilanjutkan presentasi masalah lain dengan cara
        yang sama
    (6) Laporan hasil kelompok selesai, dilanjutkan dengan refleksi dari salah seorang siswa tentang materi
        yang dibahas.

3. Model Think Pair Share (Tema Urbanisasi)
   Langkah-langkah Pembelajaran Think Pair Share :
    1. Guru membagi siswa dalam kelompok beranggotakan 4 orang, jumlah kelompok tergantung pada jumlah
        siswa dalam kelas
    2. Guru membagi wacana dan tugas pada masing-masing kelompok:
        - Kelompok I dan V: Latar Belakang Urbanisasi
        - Kelompok II dan VI: Dampak Positif Urbanisasi bagi desa dan kota
        - Kelompok III dan VII: Dampak negatif urbanisasi bagi desa dan kota
        - Kelompok IV dan VIII: Strategi pemecahan masalah negatif akibat urbanisasi
     3. Guru meminta setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas yang diberikan secara mandiri/individual.
     4. Setelah selesai kerja mandiri siswa diminta untuk mendiskusikan secara berpasangan dengan salah
        satu temannya dalam kelompok tentang hasil yang dikerjakan.
     5. Kedua pasangan bertemu dalam kelompok berempat untuk mendiskusikan kembali hasil pekerjaannya.
    6. Apabila kelompok sudah menyelesaikan tugasnya, secara bergilir masing-masing kelompok melaporkan
       hasilnya dan guru bersama siswa memberi klarifikasi.
     7. Guru menunjuk salah seorang siswa untuk memberikan reflesi terhadap materi yang telah dipelajari
4. Model Make - A Match (Tema Perjuangan bangsa Indonesia merebut Irian Barat)

    Langkah-langkah Pembelajaran Make-A Match :
          (1) Siswa dalam kelas dibagi dalam 2 kelompok besar, setengah bagian siswa mendapatkan kartu
              soal dan setengah bagian mendapatkan kartu jawabannya.
          (2) Setiap siswa diminta untuk memikirkan jawabannya dan sebagian siswa membuat pertanyaannya.
          (3) Setelah selesai mengerjakan seluruh siswa diminta untuk mencari pasangan yang memiliki
              pertanyaan dan jawaban yang sama
          (4) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya dan benar sebelum batas waktu diberi poin
          (5) Guru bersama siswa membahas semua soal dan jawabannya

5. Model Problem Based Instruction (PBI) atau Problem Based Learning (PBL)
         Pembelajaran Berbasis Masalah atau Problem Based Instruction (PBI) dan penggunaannya untuk
 merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk di dalamnya belajar bagaimana
 belajar. Model ini juga dikenal dengan nama lain Pembelajaran Proyek, Pendidikan Berdasarkan Pengalaman,
 Belajar Autentik dan Pembelajaran Berakar Pada Kehidupan Nyata. Secara garis besar PBI terdiri dari menyajikan
 kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka
 untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
             Tahap                               Tingkah laku Guru
  Tahap-1                  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik
  Orientasi siswa terhadap yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas
  masalah                  pemecahan masalah yang dipilihnya
  Tahap-2                  Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan
  Mengorganisasi siswa     tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
  untuk belajar
  Tahap-3                  Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang
  Membimbing penyelidikan sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk mendapatkan
  individual maupun        penjelasan dan pemecahan masalah.
  kelompok
  Tahap-4                  Guru     membantu      siswa    dalam   menyiapkan     dan
  Mengembangkan dan        mempresentasikan karya, menyusun laporan dan membantu
  menyajikan hasil karya   mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
  Tahap-5                  Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi
  Menganalisis dan         terhadap penyelidikan mereka atau proses-proses yang
  mengevaluasi proses      mereka lakukan
  pemecahan masalah

         Dalam pelaksanaan pembelajaran selain menggunakan pendekatan CTL dengan berbagai Model CL,
tentunya guru dalam pelaksanaan pembelajaran dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran yang antara
lain:
1. Ceramah
             Metode ceramah merupakan metode ceramah yang divariasikan dengan metode lainnya, seperti tanya
     jawab, diskusi, permainan, dan debat. Dengan melakukan ceramah bervariasi, diharapkan peserta didik
     termotivasi optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ceramah merupakan metode yang paling banyak
     digunakan dalam berbagai kegiatan.

2. Diskusi
          Diskusi adalah model pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu permasalahan.
   Model tersebut mempunyai tujuan utama untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan,
   menambah dan memahami pengetahuan peserta didik, serta untuk membuat suatu keputusan (Killen,1998).
   Agar dalam pelaksanaan diskusi tidak didominasi oleh sebagian siswa, maka disarankan menggunakan CL
   dengan berbagai macam tekniknya.

3. Inquiri (Menemukan)
            Proses pembelajaran dengan metode inquiri didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui
   proses berfikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil
   dari proses menemukan sendiri. Dengan demikian dalam proses perencanaannya guru tidak mempersiapkan
   sejumlah materi yang harus dihafal, akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan dapat
   menemukan sendiri materi yang harus dipelajari.
   Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode pembelajaran ini meliputi :
   a. Merumuskan masalah
   b. Mengajukan hipotesis
   c. Mengumpulkan data
   d. Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan
   e. Membuat kesimpulan
   Secara rinci dapat dipadukan dengan Model PBI/PBL diatas.
4. Role Playing
           Role playing atau bermain peran adalah metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang
   diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian
   yang mungkin muncul pada masa mendatang.
   Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam bermain peran adalah:
   a. Menentukan topik atau masalah serta tujuan yang akan dicapai.
   b. Memberikan gambaran situasi yang ingin disimulasikan.
   c. Membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing.
   d. Menetapkan pemain yang akan dijadikan tokoh dan peranan yang harus dimainkan.
   e. Melaksanakan bermain peran.
   f. Melakukan penilaian.
   g. Membuat kesimpulan.



        D. Media pembelajaran IPS
         I Gde Widja (1989: 60), menjelaskan bahwa media adalah “Segala sesuatu yang dapat digunakan
  sebagai alat bantu dalam rangka mendukung usaha-usaha pelaksanaan strategi serta metode mengajar, yang
  menjurus kepada pencapaian tujuan pengajaran” . Menurut Dientje Borman Rumampunk (1988: 4),
  menegaskan bahwa media adalah kata jamak dari medium antara, merupakan segala sesuatu yang membawa
  atau menyalurkan informasi antara sumber/penyampai pesan dan penerima. Kesimpulannya media
  pembelajaran adalah setiap alat baik hardware maupun software yang dipergunakan sebagai media komunikasi
  dan yang tujuannya untuk meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar. Menurut Kemp ( 1985: 187 )
  berbagai sumber pengajaran itulah yang disebut media. Sehubungan dengan hal itu maka pada buku panduan
  ini antara media dan sumber belajar tidak dibedakan. Berbagai sumber pembelajaran yang biasa digunakan
  dalam pembelajaran adalah:
                                              Tabel 6. Jenis dan Contoh Media
    NO       JENIS MEDIA                                             CONTOH
    1      Sumber nyata          -  Pembicara tamu, pejabat, pimpinan organisasi, seperti pelaku sejarah, atau
                                    saksi kejadian.
                                 - Benda dan alat, seperti artefak, senjata, dan sebagainya.
    2      Model atau tiru       globe, peta, maket dan duplikat
           an benda asli,
    3      Bahan          tak    -   Kertas cetak, papan tulis, peraga.
           terproyeksikan        -   Diagram, bagan, grafik, menyajikan informasi dan diskusi.
                                 -   Foto – foto objek, situasi atau taata cara yang tidak dapat di bawa ke kelas
                                     atau tidak terdapat di sekitar tempat tinggal.
                                 -   Alat bantu kerja bisa berupa lembar urutan kerja.
    4      Rekaman suara         -   Rekaman kaset suara.
                                 -   Piringan hitam dan Compact Disk (CD).
    5      Gambar        diam    -   Slide
           yang                  -   Potongan (carik-an) film
           diproyeksikan         -   Transparan
                                 -   Program komputer, sangat cocok untuk belajar mandiri dan kelompok

          Berikut ini akan ditunjukkan berbagai contoh media pembelajaran IPS yang bisa dan mudah digunakan.
   Harapannya tentu agar para guru di berbagai di daerah di Indonesia dapat mengembangkan media ini.
   1. Gambar diam
           Gambar diam merupakan media pembelajaran IPS yang mudah, murah dan sangat bermanfaat dalam
      pembelajaran. Grafik, chart (kartu), peta, diagram, poster, komik, foto, lukisan, adalah contoh-contoh yang
      termasuk gambar diam. Guntingan gambar surat kabar, majalah, atau hasil download atau diunduh/diambil
      gambar dari internet akan memberikan berbagai bentuk informasi sangat berharga dalam pembelajaran
      IPS. Foto-foto jaman penjajahan Belanda dan Jepang, akan mendorong peserta didik mudah beremphati
      dan bercerita tentang kondisi bangsa Indonesia pada masa penjajahan.
            Contoh :
             Untuk pembelajaran kelas VIII SK 1:                Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan
        pertumbuhan jumlah penduduk, “KD1.3 Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya
        penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan.” Bapak/ibu guru dapat mencari guntingan
        gambar-gambar dari majalah atau surat kabar tentang peristiwa banjir. Media ini akan mendorong peserta
        didik untuk berpikir kritis faktor-faktor penyebab terjadinya banjir, dampak terjadinya banjir, dan bagaimana
        upaya penanggulangan dan penanganan banjir sebagai masalah kehidupan sehari-hari.
2. Rekaman suara
        Dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi internet, guru dapat dengan mudah
   mendapatkan berbagai rekaman suara untuk pembelajaran. Sebagai contoh ketika guru hendak mengkaji
   sekitar perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada masa tersebut, televisi
   yang merekam berbagai peristiwa di berbagai daerah tidak ada. Gambar dan rekaman audio merupakan
   media yang paling memungkinkan didapatkan. Sebagai contoh guru dapat mengunduh file MP3 pidato
   Bung Tomo ketika menggelorakan rakyat Surabaya dalam melawan Sekutu. Pidato ini dapat digunakan
   sebagai motivasi atau apersepsi dalam pembelajaran
3. Televisi
        Televisi adalah bagian dari bentuk media audio visual. Penggunaan paling memungkinkan dan sangat
   luwes adalah menggunakan VCD sebagai alat pengembangan media televisi. Dengan menggunakan VCD,
   guru dapat memutar berbagai materi pembelajaran IPS yang banyak tersedia. Selain itu guru juga dapat
   membuat gambar sendiri dengan menggunakan kamera. Bahkan              guru dapat menugaskan peserta
   didiknya untuk mengambil beberapa gambar yang berhubungan dengan materi pembelajaran di
   masyarakat. Peserta didik dapat diberi tugas merekam gambar tentang kondisi kemiskinan, kondisi alam,
   penyakit sosial, dan sebagainya. Kemajuan era digital, peserta didik dapat dengan mudah merekam
   berbagai kejadian menggunakan kamera digital.
4. Benda Asli
        Pada dasarnya peserta didik ingin melihat benda benda asli, atau kenyataan yang ia pelajari. Guru
   dapat mengumpulkan berbagai benda bebatuan, senjata, alat kesehatan, sebagai media pembelajaran.
   Guru juga dapat mengundang pelaku sejarah, hakim, jaksa, psikolog, polisi, untuk belajar dalam ruangan
   kelas. Benda-benda asli atau orang inilah yang disebut real things.
        Dalam real things guru juga dapat menggunakan simulasi sebagai media pembelajaran. Simulasi
   dapat berupa bentuk bermain peran (role playing) atau melihat kejadian secara langsung seperti
   persidangan, debat calon bupati, dan sebagainya. Karena banyak hambatan, sehingga simulasi untuk
   media pembelajaran IPS dapat diintegrasikan dengan model pembelajaran yang digunakan. Misalnya
   simulasi persidangan, simulasi debat calon presiden, simulasi debat anggota DPR, yang pelakunya adalah
   para peserta didik. Atau guru dapat menggunakan rekaman audio visual kemudian ditayangkan
   menggunakan media audio visual.
5. Model
        Benda tiruan yang mirip atau menyerupai benda asli seperti globe, miniatur candi, miniatur
   persidangan, lapisan tanah, atau benda-benda kecil yang diperbesar seperti kuman adalah salah satu
   contoh bentuk model. Dalam pembelajaran IPS, guru juga dapat menggunakan model misalnya, ketika
   guru ingin menganalisis lapisan tanah, bagian gunung berapi, proses persidangan dalam pengadilan,
   pasar.
6. Laboratorium di luar ruangan (Out door laboratory)
         Pembelajaran IPS sangat memerlukan laboratorium di luar ruangan. Selama ini banyak media ini
   tersedia di berbagai lingkungan peserta didik. Sayang pemanfaatnnya belum optimal untuk pembelajaran
   IPS. Kalaupun sudah, ternyata sebagian besar adalah laboratorium keilmuan seperti sejarah, geografi,
   atau geologi. Laboratorium IPS harus dirancang terpadu, yang tidak hanya membawa peserta didik pada
   masalah satu disiplin ilmu, tetapi dipadukan dengan berbagai masalah-masalah sosial lainnya.
   Kebanyakan guru hanya sebatas mengajak peserta didik mengunjungi objek sejarah, atau objek geografi
   saja. Padahal lokasi tersebut dapat digarap menjadi laboratorium IPS.
        Laboratorium IPS yang dapat dikembangkan misalnya kompleks situs Ratu Boko, Dataran Tinggi
   Dieng, dan pegunungan Bromo. Di lokasi tersebut terdapat lab alam dan budaya yang dapat dikaji secara
   terpadu yakni vulkanisme, perkembangan kerajaan Hindu Buddha (eksistensi candi Dieng), interaksi sosial
   budaya, dan kegiatan ekonomi. Pendekatan yang dilakukan adalah mengkaji Dataran Tinggi Dieng dan
   sekitarnya dalam dimensi sejarah, geografi, soiologi, antropologi, politik, hukum, dan ekonomi.

7. Motion Pictures
        Gerlach (1980:333) mendefinisikan bahwa motion picture adalah seperangkat gambar diam, yang
   biasanya berukuran 8 – 16 mm, yang dapat ditayangkan secara sederhana dan mudah. Pada masa lalu,
   untuk menghasilkan motion picture, kita harus merekam menggunakan film. Pada masa sekarang,
   penggunaan kamera digital sangat membantu dalam menghasilkan motion picture. Kamera digital yang
   harganya sangat terjangkau sangat memungkinkan guru mengembangkan model ini.


8. Pengajaran terprogram dan pengajaran dengan bantuan komputer (Programmed and computer-
   assisted instruction) .
        Demikian halnya yang dimaksud dengan pengajaran dengan bantuan komputer, artinya pengajaran
   yang telah disiapkan dengan bantuan komputer. Kemajuan teknologi yang luar biasa abad XXI menjadikan
   komputer tidak hanya sebagai perangkat kerja tetapi sarana komunikasi. Kesulitan guru menghadirkan real
   things pelaku sejarah ke dalam kelas, dapat dihadirkan melalui komputer. Dengan teknologi internet
   peserta didik dapat berbincang-bincang langsung dengan tokoh yang berada di luar negeri. Sudah
       selayaknya para guru menguasai perkembangan teknologi ini, bila ingin mampu mengajar mengikuti
       perkembangan teknologi.

      E. Penilaian Pembelajaran IPS Secara
         Terpadu

       Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, menafsirkan, baik proses
maupun hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Informasi tersebut
dapat dimanfaatkan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan,
keberhasilan proses pembelajaran, tingkat kesulitan belajar siswa, menentukan tindak lanjut pembelajaran, laporan
hasil belajar peserta didik, dan pertanggungjawaban (accountability) terhadap pihak-pihak yang berkepntingan.
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan kompetensi peserta didik diperlukan suatu teknik penilaian. Ada beberapa
macam teknik penilaian seperti ditunjukkan dalam tabel berikut.

                                  Tabel 7. Macam-macam Teknik Penilaian IPS

      Jenis Penilaian               Teknik                                        Bentuk
     Tes                 Tertulis                       Obyektif: memilih jawaban, yang dibedakan menjadi:
                                                        1) pilihan ganda
                                                        2) dua pilihan (benar-salah, ya-tidak)
                                                        3) menjodohkan
                                                        4) Isian singkat
                                                        5) sebab-akibat

                                                        Urian singkat
                                                        Uraian bebas
                         Lisan                          Pertanyaan
                                                        Pernyataan
     Non Tes             a.   Penilaian Unjuk           1) Pengamatan
                              Kerja (performance),      2) Daftar Cek (Check-list)
                                                        3) Skala Penilaian (Rating Scale)
                         b.   Penilaian Sikap           1) Pengamatan/Observasi perilaku Peserta didik
                                                        2) Skala sikap
                                                        3) Sosiometri
                                                        4) Pertanyaan langsung)
                                                        5) Laporan pribadi
                                                        6) Catatan kejadian khusus (anecdotal record)
                         c.   Penilaian Proyek          Laporan sesuai komponen proyek.
                         d.   Penilaian Produk          1) Hasil pembuatan peta
                                                        2) Kliping
                                                        3) Makalah
                         e.   Penilaian portofolio      1) Catatan anekdot
                                                        2) Tulisan refleksi
                                                        3) Review
                                                        4) Laporan
                                                        5) Rekaman videotapes
                                                        6) Photo/gambar
                                                        7) Cuplikan tulisan
                                                        8) Catatan iskusi/kegiatan ilmiah
                                                        9) Rekaman sesuatu/audiotapes
                                                        10) Draft
                                                        11) Ilustrasi
                                                        12) Karya berupa benda
                                                        13) Model/maket
                                                        14) Klipping
                                                        15) Diagram
                                                        16) Grafik dan chart
                                                        17) Hasil print out computer
                                                        18) Lagu
                                                        19) Puisi

                              e. Penilaian Diri (self    1) Laporan diri
                                 assessment)             2) Skala sikap
                                                         3) Daftar check

 2. Karakteristik Penilaian Pembelajaran IPS Secara Terpadu
a.   Penilaian pembelajaran mengacu pada ketuntasan KD/Tema
   Dalam pembelajaran IPS secara terpadu ketuntasan penilaiannya dilakukan setelah tercapainya satu
   tema. Dalam satu tema yang terdiri atas beberapa KD, maka penilaian diprioritaskan pada KD utama.
   Setiap KD dalam satu tema tidak selalu memuat seluruh indikator, artinya satu KD baru tuntas setelah
   beberapa tema dibelajarkan. Maka penilaian yang seharusnya dilakukan setiap KD,              menjadi
   berdasarkan setiap tema.
b. Penilai diutamakan pada pencapaian KD dalam semester berjalan. Pembelajaran IPS secara terpadu,
   yang menggunakan lintas semester, penilaian dilakukan prioritas terhadap KD utama pada semester
   tersebut.
c.   Penilaian dikembangkan secara terpadu.
   Pengembangan instrumen penilaian untuk pembelajaran IPS secara terpadu mencakup aspek kognitif,
   afektif, psikomotor, gunakan berbagai jenis,tehnik dan bentuk penilaian yang variatif agar diperoleh
   informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang obyektif, dan komprehensif. Kembangkan bentuk
   penilaian pembelajaran secara terpadu berbasis masalah sosial . sehingga soal dapat dikembangkan
   secara terpadu.
d. Penilaian mencakup unsur budaya dan karakter bangsa.
   Dalam rangka penanaman dan internalisasi budaya dan karakter bangsa, maka pembelajaran IPS
   secara terpadu yang mengandung aspek nilai-nilai secara universal dimulai dari perencanaan (silabus
   dan RPP), proses pembelajaran, penilaian dan tindak lanjut. Untuk itu penilaian dikembangkan dengan
   menggunakan skala sikap, observasi, sosiometri, catatan harian , diutamakan untuk penilaian diri (self
   evaluation).
e.   Penilaian mencakup juga ketrampilan kewirausahaan
   Salah satu tujuan pembelajaran IPS adalah menyiapkan peserta didik agar mampu memenuhi
   kebutuhan hidup. Kecakapan pemenuhan kebutuhan hidup dapat dikembangkan memalui
   kewirausahaan . Penilaian yang dapat dilakukan untuk mengetahui kecakapan berwirausaha, dapat
   dikembangkan dengan menggunakan jenis, teknik, bentuk, penilaian produk, proyek, maupun
   performence.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:3165
posted:7/28/2012
language:Malay
pages:50
Description: Berikut ini Pembahasan Kisi-Kisi UKG Online 2012 bagi guru-guru IPS sumbangan dari MGMP IPS Banyumas... Semoga bermanfaat...