100136275-Prinsip-Kerja-Elevator by YuliLestari1

VIEWS: 234 PAGES: 6

									                                         ELEVATOR

      Elevator/ lift adalah Lift adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk
mengangkut orang atau barang yang biasanya terdapat pada gedung bertingkat.

Bardasarkan prinsip kerjanya, elevator / lift dibagi menjadi 2 macam kategori.

  1. Hidrolik : menggunakan sistem hidrolik dimana elevator / lift diangkat seperti
     menggunakan dongkrak.
  2. Traction Elevator adalah menggunakan Kabel/ tali baja atau biasa , dimana car diangkat
     , bukannya didorong dari bawah.

Komponen Utama Elevator

      Komponen utama elevator terdiri dari 2 ( dua ) bagian besar , yaitu ruang mesin (Machine
Room ) dan ruang luncur ( Hoistway ).




1. Ruang mesin ( Machine Room )
        Ruang mesin adalah ruang terpenting, dimana diruangan tersebut terjadinya semua proses
pengoperasian elevator berlangsung secara keseluruhan. Didalam ruang mesin terdapat beberapa
alat penggerak elevator.
2 Motor penggerak
        Motor penggerak elevator ini memiliki asupan daya tegangan bolak-balik (Ac) dariPLN
yangsangat berperan dalam pelaksanaan kerja elevator, motor penggerak inimempunyai
kemampuan putar antara 50 putaran per menit sampai dengan 210 putaran per menit. Dengan
kapasitas tegangan motor yang disesuaikan dengan kapasitasangkut.
Motor penggerak ini dilengkapi dengan rem magnet ( magnetic brake ) yang berfungsi menahan
motor ketika kereta telah sampai pada lantai yang dituju, pergerakan cepat atau lambatnya
elevator diatur oleh PLC (Programable Logic Control) . Motor penggerak dalam menarik dan
menurunkan elevator menggunakan tali baja ( rope )yang melingkar pada puli mesin ( sheave )
3. Governor
        Governor adalah komponen penggerak utama dalam elevator, didalam governoor ini
terdapat saklar yang berfungsi untuk menonaktifkan semua rangkaian sehingga otomatisasi
elevator mati dan tidak berfungsi. Selain saklar juga terdapat pengait rem, pengait rem ini
berfungsi untuk menghentikan kawat selling dan kawat selling inimenarik rem yang ada di kereta
elevator.
4.Panel adalah tempat control elevator secara otomatis, panel ini terdapat inverter motor dan
program logic control yang berfungsi untuk mengatur geraknya elevator.
5. Ruang Luncur
        Ruang luncur ini adalah tempat dimana elevator beroperasi berbentuk lorong
vertikal,disinilah elevator menjangkau tiap-tiap lantainya.
6. Kereta ( Sangkar )
        Kereta elevator beroperasi pada ruang luncur dan menapak pada rail di kedua sisinya,
pada sisi kanan dan kiri terdapat pemandu rail ( sliding guide ) yang berfungsimemandu atau
menapaki rail.Selain pemandu rail ( sliding guide ) juga terdapat karet peredam ( silencer rubber
)yang berfungsi untuk mengurangi kejutan ketika elevator berhenti maupun mulai start,selain itu
pula terdapat pendeteksi beban (switch overload) yang terdapat dibawahkereta elevator. Pada
pintu kereta elevator juga terdapat sensor gerak ( safety ray ) dansensor sentuh ( safety shoe )
yang terpasang pada pintu kereta dan berfungsi supayauntuk penumpang elevator tidak terjepit
pintu elevator, didalam kereta elevator jugaterdapat tombol-tombol pemesanan lantai ( floor
button ) yang akan dituju oleh pengguna elevator
7. Saklar Pintu
        Saklar pintu atau sering disebut dengan door contact adalah salah satu komponen
yangtermasuk penting dalam pengamanan elevator, cara kerja dari saklar pintu ( door contact )
ini adalah saklar di hubungkan kabel saklar pintu ( door contact ) tiap-tiaplantai secara
seri.Apabila salah satu pintu dibuka secara sengaja maka elevator tidak akan bekerja,
inidikarenakan untuk keselamatan pengguna elevator atau bagian perawatan elevator
8. Bobot imbang ( counterweight )
        Bobot imbang atau counterweight biasanya terpasang dibelakang atau disampingkereta
elevator, bobot dari bobot imbang ini harus sesuai dengan ketentuan yang ada.Faktor-faktor yang
menentukan berapa berat dari bobot imbang ini diantaranya harusmemperhitungkan berat kereta,
kapasitas penuh pada kereta dan faktor keseimbangan
Cara kerja Traction Elevator

        Kontruksi Lift/Elevator berupa sangkar atau kereta yang dinaik turunkan oleh mesin
traksi, dengan mengunakan tali baja tarik, melalui ruang luncur didalam bangunan yang dibuat
khusus untuk lift (hoistway). Agar kereta lift tidak bergoyang digunakan rel pemandu setinggi
ruang luncur (hoistway) yang diikat dengan tembok ruang luncur lift. Untuk mengimbangi berat
kereta dan bebannya digunakan bandul pengimabang (counterweight), beratnya sama dengan
berat kereta ditambah dengan setengah berat beban maksimum yang diizinkan. Hal ini untuk
memperingan kerja mesin traksi, karena pada saat kereta dipenuhi dengan beban maksimum,
mesin traksi hanya berupaya mengangkat atau menaikkan setengah dari beban maksimumnya.
Sebaliknya pada saat kereta kosong, mesin traksi hanya perlu mengangkat atau menaikan
setengah dari beban maksimum yang berlebih pada counterweight

                                                      Kereta elevator tergantung di ruang luncur
                                              oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya
                                              menggunakan dua puli katrol, dan sebuah bobot
                                              pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan
                                              counterweight menghasilkan traksi yang memadai
                                              antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli
                                              katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak
                                              serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Kereta
                                              dan counterweight bergerak sepanjang rel yang
                                              vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.




       Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas
ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini,
dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta.
Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut
sebagai“kabel bergerak (traveling cable)”.

       Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave
dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat mengurangi
kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki
motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.


Design Mekanik Elevator
        Dalam pembuatan mekanik elevator ini digunakan pada gedung tingkat lima dimana
pada bagian dari gedung tersebut terdapat lantai ground pada posisi bawah sendiri. pada setiap
pintu elevator terdapat indikator berupa lampu led. dimana terdapat 7 lampu inikator ( indikator
untuk naik, turun, lantai ground, lantai 1, lantai 2, lantai 3 dan lantai 4) dan juga terdapat tombol
untuk memanggil elevator. Pada bagian dalam elevator ( ruang luncur) terdapat sensor
optocoupler dimana untuk mendeteksi posisi dari elevator sehingga posisinya akan ditampilkan
di lampu LED yang terdapat pada setiap pintu.
         Pada posisi paling bawah dan paling atas pada ruang luncur terdapat sensor limit switch
dimana Peralatan ini untuk mencegah terjadinya over travel lift baik saat lift naik maupun saat
lift turun.




Komponen Elevator/ lift
1. LED lantai,LED digunakan untuk menunjukkan posisi car dan tujuan pergerakan car
2. Tombol lantai, dipasang disetiap lantai digunakan untuk memanggil elevator.
3. Sensor Optocoupler, dipasang dimasing-masing lantai digunakan sebagai pendeteksi posisi
car.
4. Bandul penyeimbang car (counter weight),
5. Car elevator
6. Rantai penarik car
7. Rel Penuntun (Guide Rails), untuk kabin lift dan counter weight
8.Mesin Pengangkat (Hoisting Machines)
Sequnce diagram




Prinsip kerja

         Pada gambar diatas posisi lift sedang berada dilantai LG, jika ditekan tombol call atau tujuan
lantai 2 maka motor penggerak sangkar lift aktif sehingga lift naik setelah sensor pendeteksi adanya lift di
lantai 2 aktif maka motor penggerak sangkar lift akan dimatikan maka posisi dangkar lift akan berada di
lantai 2. Jika yang ditekan tombol call atau tujuan lantai 3 maka motor penggerak sangkar lift akan aktif
sehingga lift akan naik sampai sensor pendeteksi lantai 3 aktif, Jika yang ditekan tombol call atau tujuan
lantai 4 maka motor penggerak sangkar lift akan aktif sehingga lift akan naik sampai sensor pendeteksi
lantai 4 aktif.
         Apabila posisi lift sedang dlantai 3 sedangkan penumpang menginginkan klantai 2 dan lantai 3
pada saat itu posisi lift sedang naik ke atas maka lift akan menuju klantai 4 kemudian menuju klantai
2.pada saat lift berada dlantai 2 terdapat penumpang yang ingin naik klantai 4 dan turun kelantai 1 pada
saat itu posisi lift sedang turun maka lift akan menuju lantai 1 dulu baru kemudian klantai 4.

								
To top