korea selatan by sQ71LoW1

VIEWS: 463 PAGES: 22

									                             PROFIL KOREA SELATAN




Sejarah terbentuknya korea
       Korea dimulai dengan pembentukan Joseon (atau lebih sering disebut dengan Gojoseon
chingu untuk menhindari persamaan nama dengan Dinasti Joseon pada abad ke 14) pada 2333 SM
oleh Dangun. Gojoseon berkembang hingga bagian utara Korea dan Manchuria. Setelah beberapa kali
berperang dengan Dinasti Han Gojoseon mulai berdisintegrasi.
       Dinasti Buyeo, Okjeo, Dongye dan konfederasi Samhan menduduki Semenanjung Korea dan
Manchuria Selatan. Goguryeo, Baekje, and Silla berkembang mengatur Tanjung Korea yang dikenal
dengan Tiga Kerajaan Korea (udah pada nonton Quuen Seon Deok kan chingu itu tuh ceritanya ).
Unifikasi yang dilakukan oleh Kerajaan Silla dengan menundukkan kerajaan Goguryeo (goguryeo
ditundukan oleh raja mulyeol chingu anak dari chunchu keponakan ratu seon deok) berhasil
membawa puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar yang ditunjukkan dengan perkembangan
puisi dan seni serta kemajuan agama Budha. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil
disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat
mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae. Hubungan
antara Korea dan China berjalan dengan baik pada masa Dinasti Silla.
        Kerajaan ini runtuh akibat adanya kerusuhan dan konflik yang terjadi di dalam negeri (konflik
yg terjadi saat itu adalah perseteruan antar keluarga kerajaan menyangkut perebutan tahta) pada abad
ke 10, Kerajaan Silla jatuh dan menyerah kepada dinasti Goryeo pada tahun 935.
Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga
Kerajaan. Kerajaan yang baru, Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae
runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya,
Dae Gwang hyun, mengungsi ke Dinasti Goryeo.
        Selama masa pemerintahan Goryeo, hukum yang baru dibuat, pelayanan masyarakat
dibentuk, serta penyebaran agama Buddha berkembang begitu pesat. Tahun 993 sampai 1019 suku
Khitan dari Dinasti Liao meyerbu Goryeo, tapi berhasil dipukul mundur. Kemudian di tahun 1238,
Goryeo kembali diserbu pasukan Mongol dan setelah mengalami perang hampir 30 tahun, dua pihak
akhirnya melakukan perjanjian damai.
        Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan
Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598,
dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit
pimpinan Admiral Yi Sun-shin. Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali
menderita serangan dari (Dinasti Qing).
        Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam
pengaruh Cina. Pada tahun 1895 Maharani Myeongseong dibunuh oleh mata-mata Jepang [2] Pada
tahun 1905, Jepang memakasa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea
sebagai protektorat Jepang, lalu pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea. Perjuangan rakyat Korea
terhadap penjajahan Jepang dimanifestasikan dalam Pergerakan 1 Maret dengan tanpa kekerasan.
Pergerakan kemerdekaan Korea yang dilakukan Pemerintahan Provisional Republik Korea lebih
banyak aktif di luar Korea seperti di Manchuria, Cina dan Siberia.


Patung Raja Sejong pencipta abjad Hangeul
        Dengan menyerahnya Jepang di tahun 1945, PBB membuat rencana administrasi bersama Uni
Soviet dan Amerika Serikat, namun rencana tersebut tidak terlaksana. Pada tahun 1948, pemerintahan
baru terbentuk, yang demokratik (Korea Selatan) dan komunis (Korea Utara) yang dibagi oleh garis
lintang 38 derajat. Ketegangan antara kedua belah pihak mencuat ketika Perang Korea meletus tahun
1950 ketika pihak Korea Utara menyerang Korea Selatan.
        Republik Korea (bahasa Korea: Daehan Minguk.bahasa Inggris: Republic of Korea/ROK)
biasanya dikenal sebagaiKorea Selatan, adalah sebuah negara di Asia Timur yang meliputi bagian
selatan Semenanjung Korea. Di sebelah utara, Republik Korea berbataskan Korea Utara, di mana
keduanya bersatu sebagai sebuah negara hingga tahun 1948. Jepangberada di seberang Laut
Jepang (disebut “Laut Timur” oleh orang-orang Korea) dan Selat Korea berada di bagian tenggara.
Negara ini dikenal dengan nama Hanguk oleh penduduk Korea Selatan dan disebut Namchosŏn (
“ChosŏnSelatan”) di Korea Utara. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul
        Korea Selatan terletak di semenanjung Korea bersama-sama dengan Korea Utara. Untuk
selanjutnya dalam halaman ini, akan kita sebut Korea saja, yang mencakup Utara dan Selatan. Korea
terletak bersebelahan dengan Cina dan Jepang. Dibagian utara terletak sungai Amnokgang (Yalu) dan
Dumangang (Tumen), yang membatasi dengan daerah Manchuria. Bagian timur Dumangang
sepanjang 16km juga menjadi batasan dengan Rusia. Bagian barat Semenanjung Korea dibatasi oleh
Teluk Korea di bagian utara dan Laut Barat di bagian selatan, di mana pantai timur menghadap Laut
Timur. 200 kilometer memisahkan semenanjung ini dari China bagian timur. Jarak terdekat antara
pantai Korea and Cina adalah 200 kilometer dan dari bagian tenggara semenanjung ini, tempat
terdekat dengan pantai Jepang adalah sekitar 200 kilometer.
        Karena letak geografisnya, budaya Cina memasuki Jepang melalui Korea, sehingga sebuah
pusat budaya Buddha dan Konfusianisme terbangun di ketiga negara ini. Semenanjung Korea
terbentang sepanjang 1000 kilometer ke arah selatan, mulai bagian timur laut benua Asia, dan
lebarnya sekitar 300 kilometer. Oleh karena itu, variasi iklim lebih terlihat perbedaannya sepanjang
sumbu utara-selatan. Perbedaan antar jenis-jenis tanaman dapat dilihat antara bagian utara yg dingin
dan bagian selatan yang hangat. Semenanjung ini dan pulau-pulau kecilnya, terletak antara 33
06′40″N dan 43 00′39″N lintang dan 124 11′00″E dan 131 52′08″E bujur. Lokasi Korea secara garis
lintang terletak seperti semenanjung Iberia dan negara Yunani. Keseluruhan semenanjung terletak dari
utara ke selatan seperti negara bagian California di Amerika Serikat.
        Secara garis bujur, Korea terletak persis di bagian utara Philipina dan Australia tengah. Garis
bujur 127 30′E melintang persis di tengah-tengah semenanjung Korea. Tetapi, Korea juga mempunyai
garis bujur yg sama dengan Jepang, yaitu 135 E. Oleh karena itu, kota Seoul dan Tokyo sama-sama
mempunyai zona waktu lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time).


Teritorial
        Total luas semenanjung Korea termasuk pulau-pulau kecilnya, adalah 222154 kilometer
persegi, di mana 45 persen (99313 kilometer persegi), tidak termasuk Demilitarized Zone (DMZ),
merupakan daerah Korea Selatan. Kombinasi teritorial Korea Utara dan Selatan adalah sekitar ukuran
Inggris Raya (244100 kilometer persegi) dan Guyana (215000 kilometer persegi). Korea Selatan
sendiri seluas Hungaria (93000 kilometer persegi) dan Yordania (97700 kilometer persegi).
        Ada sekitar 3000 pulau yg termasuk dalam teritorial Korea. Pulau-pulau tersebut paling
banyak terletak di pantai barat dan selatan, dan hanya sedikit yang ada di daerah Pantai Timur.
Ulleungdo, pulau terbesar di Pantai Timur, merupakan pusat perikanan terbesar seperti pulau Dokdo.
Pulau yg lebih besar lagi adalah termasuk Jejudo – yg terbesar, Geojedo, Ganghwado, and Namhaedo.
Sampai abad 11, teritorial Korea meliputi sebagian besar Manchuria, tetapi sejak abad 15, karena
perang berkepanjangan dengan Cina, Korea bergeser ke arah selatan, dan sungai Amnokgang dan
Dumangang menjadi perbatasan permanen antara Korea dan Cina.
        Di akhir Perang Dunia II, semenanjung Korea terbagi menjadi daerah utara yang diduduki
oleh kekuasaan Soviet dan daerah selatan yang diduduki oleh kekuasaan Amerika. The boundary
between the two zones was the 38th parallel. Pada tahun 1953, di akhir Perang Korea, ditarik garis
batas baru yang disebut Demilitarized Zone (DMZ), sebuah daerah selebar 4 km sebagai daerah
gencatan senjata, yang memanjang dari pantai timur sampai pantai barat sepanjang 241 kilometer.


Unit Administrasi
        Ada tiga tingkat unit administrasi di Korea Selatan. Daerah tingkat pertama termasuk tujuh
kota metropolitan dan sembilan provinsi (do). Kota metropolitan adalah daerah urban yang
mempunyai populasi lebih dari satu juta. Seoul, ibukota Korea Selatan, adalah daerah pusat urbanisasi
terbesar, terdiri dari 10 juta penduduk. Busan adalah kota kedua terbesar, dengan populasi lebih dari 4
juta. Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon dan Ulsan, terurut dari terbesar sampai terkecil, masing-
masing berpenduduk lebih dari 1 juta orang.
        Di tingkat administrasi kedua, provinsi (do) terbagi lagi menjadi kotamadia (si) dan
kabupaten (gun). Sebuah kotamadia mempunyai populasi lebih dari 50,000. Sebuah kabupaten terdiri
dari satu kota kecamatan (eup) dan lima sampai sepuluh myeon. Walaupun mereka adalah unit
administrasi, provinsi (do) juga mempunyai peran penting dalam identifikasi regional penduduk dan
banyak warga Korean mengidentifikasikan dirinya sebagai berasal dari provinsi di mana mereka lahir
dan dibesarkan. Kota metropolitan terbagi menjadi kecamatan (gu). Unit terendah adalah dong di
kotamadia dan ri di luar kota. Dalam beberapa dekade terakhir, Korea Selatan mengalami
pertumbuhan daerah-daerah urban yang sangat pesat. Populasi daerah urban sekarang melebihi 85
persen dari total populasi nasional. Pertumbuhan urbanisasi terutama pesat di daerah koridor antara
Seoul dan Busan, dari daerah Khusus Metropolitan Seoul sampai daerah Provinsi Gyeongsang. Secara
kontras, daerah baratdaya dan daerah timurlaut mengalami pengurangan populasi yang cukup besar.


Daerah Geografis
        Daerah pegunungan secara tradisional telah menjadi garis batas alamiah antara daerah-daerah
geografis. Karena garis batas alamiah ini menghambat penduduk suatu daerah untuk berkomunikasi
dengan penduduk daerah lain, maka berkembanglah perbedaan gaya bahasa (dialek) lokal dan budaya
lokal antar penduduk tiap daerah, baik perbedaan tipis maupun mencolok. Perbedaan regional ini juga
merujuk pada daerah-daerah administratif tradisional yang dibentuk sepanjang Dinasti Joseon (1392-
1910).
Semenanjung Korea terbagi menjadi tiga daerah yang mencolok: Tengah, Selatan dan Utara. Tiga
bagian besar ini terbagi menurut situasi geografis yang berbeda-beda, di mana masing-masing
menunjukkan keadaan ekonomi, budaya, dan fisik yang berbeda. Di daerah Tengah ada daerah
Metropolitan Seoul, provinsi Chungcheong dan Gangwon. Di Selatan, ada provinsi Gyeongsang,
Jeolla, dan Jeju. Di Utara, ada provinsi Pyeongan, Hamgyeong dan Hwanghae. Penyebutan “daerah
utara” berasal dari penyebutan daerah provinsi Pyeongan dan Hamgyeong sebelum pembagian
semenanjung pada tahun 1945. Daerah “Utara” pada masa sekarang digunakan untuk menyebut
daerah-daerah di bagian utara Demilitarized Zone, termasuk Pyeongan, Hamgyeong, Hwanghae dan
bagian utara provinsi Gyeonggi dan Gangwon.


Daerah Tengah
         Daerah ini terdiri dari daerah metropolitan Seoul, yang merupakan bagian dari Provinsi
Gyeonggi, lalu Provinsi Chungcheong di selatan, dan Provinsi Gangwon di timur.
         Daerah Ibukota (Seoul / Gyeonggi): Daerah ini termasuk Seoul dan Incheon, yang
membentang di daerah Gyeonggi-do. Daerah ibukota, seperti namanya, adalah pusat semua aktivitas
politik, ekonomi, dan budaya di Korea Selatan. Di sekitar Seoul juga terbentuk kota-kota kecil, yang
membentuk daerah urbanisasi tak terputus. Di dalam dan di sekitar Seoul terdapat konsentrasi terbesar
industri nasional. Sebagai hub sistem transportasi dalam negri, dengan Gimpo International Airport
yang terletak di bagian pinggir barat Seoul, Incheon International Airport, dan jaringan jalur kereta
api yang menghubungkan semua bagian negara, daerah ibukota ini menjadi pintu utama dunia menuju
Korea Selatan. Karena posisinya yang strategis, dialek bahasa yang digunakan di Seoul dianggap
standar nasional bahasa Korea.
         Provinsi Chungcheong: Daerah ini terletak di antara daerah Ibukota dan daerah Selatan.
Cheongju dan Daejeon adalah kota-kota tempat urbanisasi di daerah ini. Daerah ini terdiri dari
Chungcheongnam-do dan Chungcheongbuk-do, dan telah dianggap sebagai perpanjangan Seoul ke
arah selatan. Kedekatannya dengan ibukota membawa manfaat ekonomi. Banyak industri baru
bermunculan di daerah Teluk Asanman di pantai barat. Daerah ini juga menerima keuntungan dari
sistem transportasi dan layanan kota dari daerah Seoul dan sekitarnya. Provinsi Chungcheong dan
Gyeonggi mengkhususkan pada bidang hortikultura dan peternakan produk susu (dairy) untuk
memenuhi kebutuhan yang sangat banyak di daerah urbanisasi terdekat.
         Provinsi Gangwon: Daerah ini terletak di sebelah timur daerah ibukota. Pegunungan
Taebaeksan, yang melintas dari utara ke selatan melalui bagian tengah daerah ini, membagi provinsi
ini menjadi daerah pantai di timur dan daerah pegunungan di barat. Gangneung, Chuncheon, dan
Wonju adalah daerah-daerah urban di provinsi ini. Gangwon-do menyediakan atraksi wisata dan
olahraga, karena tanahnya yang bertebing-tebing. Industri pertambangan, yang sebelumnya
merupakan sektor utama dalam perekonomian daerah ini, telah menyusut karena adanya kompetisi
dari batubara dan mineral impor. Jatuhnya industri pertambangan, dikombinasikan dengan
kecenderungan penduduk untuk pindah dari daerah rural ke daerah urban, merupakan faktor utama
yang menyebabkan banyaknya migrasi penduduk keluar dari daerah ini. Gangwon-do, dengan jumlah
penduduk yang sekarang kurang dari 2 juta, sekarang telah menjadi provinsi dengan jumlah penduduk
terkecil dibandingkan provinsi-provinsi lain.


Daerah Selatan
        Daerah selatan mencakup Provinsi Gyeongsang, terletak di tenggara, Provinsi Jeolla di barat
daya, dan provinsi Jejudo yang terletak di lepas pantai selatan.
        Provinsi Gyeongsang: Daerah ini mencakup kota metropolitan Busan, Daegu, dan Ulsan yang
tersebar di Gyeongsangbuk-do dan Gyeongsangnam-do. Busan dan Daegu adalah kota-kota urban
utama di provinsi ini, termasuk kota terbesar kedua (4 juta penduduk) dan ketiga (2.5 juta penduduk)
di Korea Selatan.
        Daerah ini dikenali dari cekungan besar Sungai Nakdonggang dan dikelilingi oleh
pegunungan Sobaeksan. Karena topografi pegunungan sekitar yang bertebing-tebing, daerah-daerah di
sini mempunyai jenis budaya yang mirip, dilihat dari kebiasaan dan dialeknya, yang cukup berbeda
dibandingkan orang-orang dari daerah lain. Provinsi Gyeongsang juga mempunyai nama lain
“Yeongnam,” yang secara harafiah berarti “bagian selatan setelah pegunungan,” yang menunjukkan
bahwa pegunungan memang telah memegang peran penting dalam sejarah terbentuknya perbedaan-
perbedaan regional di antara orang-orang Korea.
        Provinsi Gyeongsang mempunyai daerah industri terbesar, nomor dua setelah daerah ibukota,
terutama disebabkan oleh investasi yang sangat besar oleh pemerintah Korea Selatan di daerah ini
sejak 1960-an. Industri berat ini terdiri dari industri baja, perkapalan, mobil, dan petrokimia, yang
terkonsentrasi di daerah pantai tenggara yang menjangkau kota Pohang, Ulsan, Busan, Changwon,
dan Masan. Di daerah utara juga terdapat dua pusat industri yaitu Daegu dan Gumi, yang dikhususkan
untuk tekstil dan elektronik.
        Provinsi Jeolla: Provinsi Jeolla terletak di bagian baratdaya semenanjung, yang terdiri dari
Jeollabuk-do dan Jeollanam-do. Gwangju, Jeonju, dan Naju adalah kota-kotanya.
“Honam” adalah nama lain untuk Provinsi Jeolla. Daerah datar yang subur dari cekungan sungai
Geumgang dan Yeongsangang, juga daerah pantainya, telah membuat daerah ini menjadi pusat
pertanian utama negeri ini. Perekonomian di daerah ini agak tertinggal dibandingkan daerah ibukota
dan daerah Gyeongsang karena sedikitnya investasi industri dalam beberapa dekade terakhir.
Walaupun demikian, situasi ini berubah dan daerah ini sekarang mengalami pertumbuhan industri di
daerah-daerah urbannya seperti Gwangju dan Jeonju, juga di daerah pantai barat. Kemudian, daerah
surut laut antara Gunsan dan Mokpo telah direklamasi, sehingga menambah tanah baru untuk
perkembangan industri.
        Daerah ini mempunyai garis pantai yang tidak beraturan, dan banyaknya pulau-pulau sedang
dan kecil, sehingga keunikan garis pantainya menarik banyak wisatawan berkunjung sepanjang tahun.
Pulau Jejudo: Jejudo adalah pulau terbesar di Korea yang terletak di Laut Selatan, 140 kilometer di
selatan kota Mokpo. Karena terpisah dari bagian utama Korea, penduduk Jejudo mempunyai gaya
bahasa (dialek) dan gaya hidup yang cukup berbeda. Karena adanya gunung berapi, pulau ini
mempunyai topografi yang bertebing-tebing seperti banyak bukit, jurang, dan air terjun. Karena iklim
yang subtropis dan kebiasaan dan gaya hidup yang unik dari penduduknya, industri wisata merupakan
industri paling penting daerah ini. Pulau ini terkenal dengan buah-buah subtropis seperti jeruk, nanas,
dan pisang. Di sini juga terkenal adanya para penyelam wanita.


Daerah Utara
        Daerah utara semenanjung ini terdiri dari dua daerah: Provinsi Pyeongan di baratlaut dan
Provinsi Hamgyeong di timurlaut. Pyeongan dengan tanah datarnya dikenal sebagai daerah Gwanseo
dan Hamgyeong dikenal sebagai daerah Gwanbuk. Provinsi Pyeongan merupakan daerah pertanian
utama untuk daerah Utara. Secara kontrak, Provinsi Hamgyeong, karena topografinya yang
bergunung-gunung, merupakan penunjang perekonomian dari pertambangan dan perhutanan.
Pyongyang, adalah kota utama di Provinsi Pyeongan, yang merupakan ibukota Korea Utara, dan
Nampo merupakan pelabuhan yang berfungsi sebagai pintu masuk ke Pyongyang. Hamheung dan
Cheongjin adalah kota-kota utama di Provinsi Hamgyeong.
        Provinsi Hwanghae terletak di selatan Provinsi Pyeongan. Karena sebelumnya merupakan
bagian dari Daerah Tengah sebelum terbaginya Korea Utara-Selatan , Provinsi Hwanghae memiliki
banyak kemiripan budaya dengan daerah-daerah lain di bagian tengah-barat semenanjung Korea.
Gaeseong adalah kota utama di daerah ini.


Daerah Ibukota (Seoul / Gyeonggi):
        Daerah ini termasuk Seoul dan Incheon, yang membentang di daerah Gyeonggi-do. Daerah
ibukota, seperti namanya, adalah pusat semua aktivitas politik, ekonomi, dan budaya di Korea
Selatan. Di sekitar Seoul juga terbentuk kota-kota kecil, yang membentuk daerah urbanisasi tak
terputus. Di dalam dan di sekitar Seoul terdapat konsentrasi terbesar industri nasional. Sebagai hub
sistem transportasi dalam negri, dengan Gimpo International Airport yang terletak di bagian pinggir
barat Seoul, Incheon International Airport, dan jaringan jalur kereta api yang menghubungkan semua
bagian negara, daerah ibukota ini menjadi pintu utama dunia menuju Korea Selatan. Karena posisinya
yang strategis, dialek bahasa yang digunakan di Seoul dianggap standar nasional bahasa Korea.


Geografi
        Luas Korea Selatan adalah 99.274 km², lebih kecil dibanding Korea Utara. Keadaan
topografinya sebagian besar bergunung-gunung dan tidak rata. Pegunungan di wilayah timur
umumnya menjadi hulu sungai-sungai besar, seperti sungai Han dan sungai Naktong. Sementara
wilayah barat merupakan bagian rendah yang terdiri dari daratan pantai yang berlumpur. Di wilayah
barat dan selatan yang terdapat banyak teluk terdapat banyak pelabuhan yang baik
seperti Incheon, Yeosu, Gimhae, dan Busan.


                          DEMOGRAFI KOREA SELATAN

Demografi
Negara                  : Republik Korea (Korea Selatan)
Nama resmi              : Daehanminguk
Ibu kota                : Seoul
Kota-kota penting       : Busan, Daegu, Incheon, Gwangju, Daejeon, Ulsan
Luas                    : 99.313 km²
Jumlah penduduk         : 49,1 juta jiwa (sensus 2008)
Pendapatan per kapita : 19.400 dolar AS
Mata uang               : Won
Bahasa resmi            : Bahasa Korea
Wilayah benua/kontinen: Asia
Tempat tertinggi        : Halla-san (1.950 meter)
Negara tetangga         : Korea Utara
Laut/Samudra            : Laut Timur (Laut Jepang), Laut Kuning
komposisi penduduk Korsel berjumlah 49,1 juta yang sekira 11,7 juta (24,6%) pemeluk agama
Buddha, sekira 9,3juta (19,3 %) adalah pemeluk agama Kristen dan mayoritasnya pemeluk Konfusius.


Penduduk
         Penduduk Korea adalah suatu masyarakat yang berasal dari satu etnik yang sama. Menurut
penelitian, penduduk Korea berasal dari etnik Tungusik yang merupakan keturunan dari orang
Mongol yang bermigrasi ke Peninsula Korea dari Asia Tengah pada zaman dahulu.


Statistik Penduduk
         Jumlah penduduk Korea Selatan adalah sekitar 48.289.037 orang (menurut statistik 2002) Di
Korea Selatan setiap keluarga dihadkan untuk memiliki satu anak. Jumlah anak yang berlebihan di
Korea Selatan akan dikenakan cukai yang sangat tinggi.
Mata Pencarian Penduduk
        Mata Pencarian “Primer” sepeti agrikultur, perkebunan, dan perikanan merupakan mata
pencarian utama pada tahun 1960-an tetapi waktu ke waktu terus berkurang sehingga pada saat ini
merupakan mata pencarian yang paling tidak popular.
        Mata Pencarian “Sekunder” sepeti perkilangan pada awalnya kurang digemari penduduk
tetapi pada tahun 1990 sektor ini meningkat. Akan tetapi, pada tahun-tahun berikutnya jumlah pekerja
di sector ini menurun sedikit demi sedikit. Mata Pencarian “Tertiary” seperti perkhidmatan pada
awalnya cukup banyak pekerjanya. Sampai saat ini, sektor ini lah yang paling banyak dipenuhi oleh
pekerja-pekerja Korea .


Hasil-Hasil Produksi Korea
        Dari bidang agrikultur :Beras, Gandum, Kacang Kedelai , Kentang
Dari bidang peternakan: Lembu (untuk daging dan susu. Ayam ,Babi
        Hasil Pertambangann, antara lain batubara, bijih besi, timah, zink, tungsten, emas, grafit,
fosfat, perak, dan tembaga.
        Hasil Industri Utama, antara lain besi dan baja, pengolahan makanan, tekstil, perikanan,
mesin , traktor dan sarana pertanian lain, semen, mineral, kimia, mesin diesel, sepatu, kertas, gelas,
dan kayu lapis.
        Eksport Utama, antara lain baja, produk pertanian, mineral, kimia, pakaian, kayu lapis, barang
elektronik, dan tekstil. Import Utama, antara lain bahan bakar.


Budaya Makanan
        Dalam budaya Korea, ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki
oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap sessi makanan, ketiadaan kimchi akan
memberikan kesan tidak lengkap.
        Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan
kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak
sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan
biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi
memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
        Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang istimewa ada banyak faktornya. Faktor
pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-
acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga
bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya boleh dibuat pada hari di mana acara
tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini,
semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau
kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat
kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain.
Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong
sebagai hidangan untuk perayaan Sesi


Kebiasaan / Tradisi
        Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi
custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk
mengrealisasikan sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di
lingkaran kehidupan tahun berikutnya.
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat
Korea, tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu
perbedaan melalui perubahan fasa bulan. Oleh kerana itu, lebih mudah membedakan adanya
perubahan musim atau waktu melalui fasa bulan yang dilihat.
        Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, iaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan
dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa
kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah kerana dianggap dapat mengubah
nasib dan keberuntungan seseorang.
        Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama
keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali
dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
        Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut
cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun
baru, “treading on the bridge” iaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan
purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat
sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil
nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
        Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini muzik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai
suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”. Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan,
misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan
tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan
cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar).
        Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng),
hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan
sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang
berhasil.
Bahasa
         Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan
Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal
dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea .
Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari.


                    IDEOLOGI DAN POLITIK KOREA SELATAN


         Ideologi yang dipakai di Korea Selatan adalah Demokrasi dengan ciri-ciri sebagai berikut :
        Pertama, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik.
        Kedua, anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan
         berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
        Ketiga, pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang
         dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri
         sendiri.
        Keempat, kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh
         karena itu, pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan
         dapat dicegah. Pendek kata, kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan,
         dan karena itu, sejauh mungkin dibatasi.
        Kelima, suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian besar
         individu berbahagia. Walau masyarakat secara keseluruhan berbahagia, kebahagian sebagian
         besar individu belum tentu maksimal. Dengan demikian, kebaikan suatu masyarakat atau
         rezim diukur dari seberapa tinggi indivivu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan
         dan bakat-bakatnya.


         Sejarah Korea Selatan membuktikan bahwa pemerintahan yang otoriter itu mempunyai
banyak faktor pendukung, secara internal maupun eksternal. Dominasi yang kokoh dari militer serta
hasrat untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi pada akhirnya memaksa rakyat memahami dan
menerima pemerintahan yang otoriter. Apalagi secara eksternal Korea Selatan dihadapkan pada
bahaya agresi dari Korea Utara dan Cina, sehingga untuk waktu hampir 40 tahun pemerintahan Korea
Selatan yang otoriter sepertinya memperoleh legitimasi walaupun hal itu bisa disebut sebagai
legitimation by default (Han, 1990).
         Penelusuran kita akan sejarah kontemporer Korea Selatan menunjukkan bahwa sejak 1948 di
bawah pemerintah Presiden Sygman Rhee (first republic) karakteristik pemerintahan yang otoriter itu
begitu menonjol, dan ini diteruskan oleh pemerintahan Presiden Park Chung Hee tahapan kedua yang
konon melakukan reformasi tetapi ternyata tetap otoriter (1973- 1979), dan dilanjutkan pula oleh
Presiden Chun Doo Hwan (1980-1987). Hanya satu tahun, 1960-1961, pada jaman second republic
dari pemerintahan Chang Myon demokrasi dicoba ditegakkan, tetapi gagal dan digagalkan oleh
kudeta militer. Dan terakhir pada jaman pemerintahan Roh Tae Woo kita melihat upaya ke arah
pemerintahan yang demokratis ditumbuhkan. Inilah jaman transisional. Pada jaman inilah kita melihat
penolakan yang semakin kuat dari rakyat Korea Selatan terhadap pemerintahan otoriter. Bersamaan
dengan itu penerimaan terhadap demokrasi semakin menguat apalagi karena Korea Selatan sudah
semakin mapan secara ekonomi sebagai macan Asia yang baru bersama Singapore, Hongkong, dan
Taiwan (NIC’s).
        Akan tetapi demokratisasi itu tidak gampang. Ada banyak faktor yang menghambat
demokratisasi itu seperti sentralisasi pemerintahan yang rapi dan hampir tak berkembangnya
pluralisme; pembangunan ekonomi politik yang tidak merata; melembaganya nilai-nilai sosial yang
otoriter; polarisasi ideologi antara authoritanism dengan demokrasi pada satu pihak, dan antara aliran
kiri dan kanan di pihak lainnya; serta adanya persoalan ancaman keamanan yang riil yang pada
dasarnya mensyaratkan kuatnya militer di segala bidang. Tentu ada faktor-faktor lain, tetapi kesemua
hal di atas telah memberi tanah berpijak yang subur bagi keberadaan pemerintahan yang otoriter.
Pemerintahan militer di Korea Selatan telah begitu berhasil selama empat dekade menanamkan
kontrol terhadap kekuatan-kekuatan sosial yang antipemerintahan otoriter.
        Bersyukurlah bahwa pembangunan ekonomi Korea Selatan yang cepat dan sukses telah
melahirkan suatu klas menengah yang semakin kuat yang kemudian menjadi kekuatan yang
mendorong terjadinya demokrasi. Pada dekade 1980-an klas menengah ini menjadi semakin kuat
sehingga meski mereka tidak sepenuhnya mendorong demokrasi tetapi mereka tidak lagi mendukung
pemerintahan yang otoriter. Secara gradual pemerintahan otoriter kehilangan dukungan yang selama
ini dimilikinya, dan kejatuhannya semakin tidak terelakkan karena semakin banyak rakyat Korea
Selatan yang yakin bahwa demokrasi dan demokratisasi adalah ”paspor” emas untuk masuk dalam
perkumpulan negara-negara maju.
        Menurut Sung Joo Han, ada beberapa faktor yang menjadi faktor penentu terjadinya
demokratisasi di Korea Selatan. Antara lain adalah berhasilnya sosialisasi demokrasi di kalangan
masyarakat; bertumbuhnya klas menengah yang orientasinya pada demokrasi; semakin mahalnya
ongkos represi di tengah tuntutan akan demokrasi; munculnya kemauan politik rakyat untuk diakui
dan diterima oleh komunitas dunia sebagai negara demokratis, status yang semakin penting bagi
kelanjutan pertumbuhan ekonomi, dan adanya pengaruh dan tekanan eksternal terutama dari Amerika
Serikat agar pemerintahan demokratis ditumbuhkan. Kesemua faktor di atas secara kumulatif telah
mempercepat terjadinyademokratisasi di Korea Selatan.


Pemerintahan
        Korea Selatan adalah negara presidensial chingu. Seperti pada negara-negara demokrasi
lainnya, Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian yaitu: eksekutif, yudikatif dan
legislatif. Lembaga eksekutif dipegang oleh presiden dan dibantu oleh perdana menteri yang ditunjuk
oleh presiden dengan persetujuan dewan perwakilan. Presiden bertindak sebagai kepala negara dan
kepala pemerintahan.
        Lembaga legislatif dipegang oleh dewan perwakilan yang menjabat selama 4 tahun.
Pelaksanaan sidang paripurna diadakan setiap setahun sekali atau berdasarkan permintaan presiden.
Sidang ini terbuka untuk umum namun dapat berlangsung tertutup.


Gedung Dewan Perwakilan Korea
        Pengadilan konstitusional menjadi lembaga tertinggi pemegang kekuasaan yudikatif yang
terdiri atas 9 hakim yang direkomendasikan oleh presiden dan dewan perwakilan. Hakim akan
menjabat selama enam tahun dan usianya tidak boleh melebihi 65 tahun pada saat terpilih.
Pembagian Administratif. Korea Selatan terdiri dari 1 Kota Khusus (Teukbyeolsi; 특별시; 特別市), 6
Kota Metropolitan (Gwangyeoksi; 광역시; 廣域市), dan 9 Provinsi (do; 도; 道). Nama-nama di
bawah ini diberikan dalam bahasa Inggris, Alihaksara yang Disempurnakan, Hangul, dan Hanja.
Kota Istimewa/Khusus meliputi kota-kota terbesar dan terpenting di korea selatan
     Kota Metropolitan Busan (Busan Gwangyeoksi; 부산 광역시; 釜山廣域市)
     Kota Metropolitan Daegu (Daegu Gwangyeoksi; 대구 광역시; 大邱廣域市)
     Kota Metropolitan Incheon (Incheon Gwangyeoksi; 인천 광역시; 仁川廣域市)
     Kota Metropolitan Gwangju (Gwangju Gwangyeoksi; 광주 광역시; 光州廣域市)
     Kota Metropolitan Daejeon (Daejeon Gwangyeoksi; 대전 광역시; 大田廣域市)
     Kota Metropolitan Ulsan (Ulsan Gwangyeoksi; 울산 광역시; 蔚山廣域市)
Provinsi
     Provinsi Gyeonggi (Gyeonggi-do; 경기도; 京畿道
     Provinsi Gangwon (Gangwon-do; 강원도; 江原道)
     Provinsi Chungcheong Utara (Chungcheongbuk-do; 충청 북도; 忠清北道)
     Provinsi Chungcheong Selatan (Chungcheongnam-do; 충청 남도; 忠清南道)
     Provinsi Jeolla Utara (Jeollabuk-do; 전라 북도; 全羅北道)
     Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do; 전라 남도; 全羅南道)
     Provinsi Gyeongsang Utara (Gyeongsangbuk-do; 경상 북도; 慶尚北道)
     Provinsi Gyeongsang Selatan (Gyeongsangnam-do; 경상 남도; 慶尚南道)
     Provinsi Jeju (Jeju-do; 제주도; 濟州道)
                       PEREKONOMIAN KOREA SELATAN

Ekonomi
       Perekonomian Korea Selatan sejak tahun 1960-an telah mencatat rekor perkembangan yang
luar biasa. Perkembangan ini terutama ditentukan lewat integrasi negara ini kepada perekonomian
dunia yang modern dan berteknologi tinggi. Saat ini pendapatan perkapita Korea Selatan telah setara
dengan pendapatan negara-negara Uni Eropa.
       Selama kurun waktu 1980-an, Korea Selatan mengadopsi sistem kedekatan antara sektor
pemerintahan dan bisnis yang termasuk juga kredit yang terarah, pembatasan impor, dan
pensponsoran industri-industri khusus. Pemerintah Korea Selatan mendorong impor bahan-bahan
baku mentah dan teknologi dengan mengorbankan barang konsumtif serta mendorong masyarakat
untuk menabung dan melakukan investasi.
       Namun demikian, seiring dengan gelombang krisis ekonomi yang melanda Asia, Korea
Selatan tidak terkecualikan sebagai salah satu negara yang terkena krisis. Rasio hutang yang tinggi,
pinjaman yang tinggi, serta ketidakdisiplinan sektor ekonomi telah menjatuhkan perekonomian Korea
Selatan pada tahun 1998.
       Setelah empat tahun berada dalam pengobatan yang dilakukan oleh IMF, perlahan
perekonomian Korea Selatan meningkat kembali secara gradual. Dituntun oleh pengeluaran konsumsi
serta peningkatan ekspor yang signifikan, pada tahun 2002 Korea Selatan mencatat perkembangan
perekonomian yang ditandakan oleh peningkatan GDP sebesar 7 persen yang juga menandakan
kelulusannya dari program dan pengawasan IMF. Korea Selatan telah membayar kembali sisa
pinjamannya sebesar US$ 19,5 milyar, dua tahun lebih cepat dari perkiraan semula. Antara tahun
2003 – 2005, pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4%.
       Pada tahun 2005, pemerintah membuat proposal tentang pengesahan reformasi kaum buruh
dan skema dana pensiun perusahaan untuk membuat pasar tenaga kerja lebih fleksibel. Pemerintah
juga memperkenalkan kebijakan real-estate untuk mendinginkan spekulasi yang dibuat oleh sektor
properti. Perkembangan yang positif ini dibarengi dengan berbagai upaya restrukturisasi di sektor
keuangan, korporasi dan publik. Pemulihan ekonomi Korsel yang berlangsung cepat tersebut sebagian
besar juga didukung dengan penerapan kebijakan suku bunga yang rendah dan stabilisasi pasar
domestik. Kebijakan ini pada gilirannya mendorong iklim investasi dan permintaan domestik.
       Secara umum, perekonomian Korea Selatan lewat ditandai lewat tingkat Inflasi yang moderat,
tingkat pengangguran yang rendah, surplus dari ekspor, dan pendistribusian pendapatan yang merata.
Semua ini menandakan solidnya perekonomian Korea Selatan.
       Menurut Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan, pada tahun 2006 perekonomian
Korea Selatan akan terus berkembang walaupun ancaman kondisi eksternal seperti harga minyak
dunia tetap membayangi. Pada tahun 2006 ini, Korea Selatan telah mereformasi sektor perpajakan
yang sejalan dengan arah kebijakan ekonomi makro Korea Selatan pada paruh kedua tahun 2006.
Komposisi perekonomian dilihat dari pendapatan per kapita Korea Selatan adalah sebesar 3.3% untuk
sektor pertanian, 40.3% untuk sektor industri, dan 56.3% untuk sektor Jasa.


    Tiga tren utama yang diidentifikasikan akan memberikan efek positif kepada pertumbuhan
industri Korea Selatan adalah:
    1. Pendewasaan teknologi digital dan jaringan
    2. Integrasi teknologi inter-disipliner
    3. Kerjasama ekonomi antara Korea Selatan dan Korea Utara, yang pada tahun 2006 mencapai 1
        milyar dollar AS


    Sebaliknya, tiga trend utama yang diidentifikasikan akan memberikan efek negatif kepada industri
Korea adalah:
    1. Populasi angkatan kerja muda yang semakin berkurang
    2. Pengikisan dan degradasi lingkungan yang berakibat kepada masalah ingkungan hidup
    3. Hegemoni teknologi: permasalahan hak cipta


         Keterangan               2002        2003     2004      2005
     GDP (US$ 1 juta)
                                    -           -        -       1.056
   Purchasing power parit
   GDP Per-Capita (PPP)          17.006       17.580   19.324   21.857
   Inventory (%, year-on-
                                   -0,8        5,7      9,4       2,4
           year)
  Average Operating Ratio
                                  78,4         78,3     80,3     78,2
            (%)
 Tingkat Pengangguran (%)          3,1         3,4      3,5       3,6
    Pengangguran (ribu)            708         777      813      843
  Indeks Harga Konsumen
                                   2,7         3,6      3,6       2,7
     (%, year-on-year)

 Neraca Transaksi Berjalan
                                  6.394       12.321   27.613   16.559
       (US$ 1 juta)


        Sebagai salah satu dari empat Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor
pertumbuhan yang memukau, membuat Korea Selatan ekonomi terbesar ke-12 di seluruh dunia.
Setelah berakhirnya PDII, PDB per kapita kira-kira sama dengan negara miskin lainnya
di Afrika dan Asia. KemudianPerang Korea membut kondisi semakin parah. Sekarang PDB per kapita
kira-kira 20 kali lipat dari Korea Utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di Uni Eropa.
Pada 2004, Korea Selatan bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyun dolar.
          Kesuksesan ini dicapai pada akhir 1980-an dengan sebuah sistem ikatan bisnis-pemerintah
yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasan impor, pensponsoran dari industri tertentu, dan
usaha kuat dari tenaga kerja. Pemerintah mempromosikan impor bahan mentah dan teknologi demi
barang konsumsi dan mendorong tabungan dan investasi darikonsumsi. Krisis Finansial Asia 1997
membuka kelemahan dari model pengembangan Korea Selatan, termasuk rasio utang/persamaan yang
besar, pinjaman luar yang besar, dan sektor finansial yang tidak disiplin.
          Pertumbuhan jatuh sekitar 6,6% pada 1998, kemudian pulih dengan cepat ke 10,8%
pada 1999 dan 9,2% pada 2000. Pertumbuhan kembali jatuh ke 3,3% pada 2001 karena ekonomi
dunia yang melambat, ekspor yang menurun, dan persepsi bahwa pembaharuan finansial dan
perusahaan yang dibutuhkan tidak bertumbuh. Dipimpin oleh industri dan konstruksi, pertumbuhan
pada 2002 sangat mengesankan di 5,8%. Korea Selatan yang dianggap tidak stabil pada 1960-an, saat
ini telah beruabah menjadi negara industri utama dalam kurang dari 40 tahun.
          Pada 2005,   di   samping      merupakan     pemimpin      dalam     aksesinternet kecepatan-
tinggi, semikonduktor memori, monitor layar-datar dan telepon genggam, Korea Selatan berada dalam
peringkat pertama dalam pembuatan kapal, ketiga dalam produksi ban, keempat dalam serat sintetis,
kelima dalamotomotif dan keenam dalam baja. Negara ini juga dalam peringkat ke-12 dalam PDB
nominal, tingkat pengangguran rendah, dan pendistribusian pendapatan yang relatif merata.


Indeks Makro Ekonomi Korea Selatan Membaik
          Melonjaknya harga minyak internasional dan faktor eksternal lainnya yang tidak
menguntungkan sangat mempengaruhi perekonomian dunia, namun perekonomian Korea malah
menunjukkan kondisi yang baik, sebagaimana ditunjukkan indeks makroekonomi. Pertumbuhan
pendapatan melampaui pertumbuhan ekonomi untuk pertama kali selama 5 tahun. Sejalan dengan
membaiknya ekspor dan pulihnya konsumsi swasta, perekonomian Korea diperkirakan akan tumbuh
lebih cepat dari yang diharapkan, produk domestik bruto perkapita diperkirakan akan melampaui
20.000 dolar.Indeks ini membuktikan bahwa perekonomian Korea memiliki fondasi yang kuat, namun
kehati-hatian dan kebijaksanaan masih dibutuhkan karena ketidak menentuan kondisi perekonomian
global.
          Berdasarkan laporan pemasukan berdasarkan kuartal Bank Korea, produk domestik bruto
tumbuh sebesar 1,3 % pada periode bulan Juli-September dari kuartal sebelumnya, dan 5,2% dari
periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan nasional bruto tumbuh 1,7% pada kuartal
ke-3 dari kuartal sebelumnya, dan 5,4% dari tahun sebelumnya. Baru terjadi pertama dimana kali
tingkat pertumbuhan tahunan pendapatan nasional bruto melampaui tingkat pertumbuhan produk
domestik bruto tahunan sejak kuartal ketiga tahun 2002. Pendapatan Nasional Bruto, yang terdiri dari
jumlah keseluruhan produk yang di produksi dalam satu negara, ditambah dengan bunga dan
pemasukan keuntungan penjualan saham yang diterima dari luar negeri, adalah ukuran daya beli suatu
negara. Dalam hal ini, angka pertumbuhan Pendapatan Nasional Bruto yang melampaui angka
pertumbuhan produk domestik bruto menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan dalam daya beli
masyarakat dari pada perluasan ekonomi.
         Tanda-tanda baik lainnya adalah kondisi ekspor nasional. Pada kenyataannnya Korea Selatan
mencapai rekor ekspor bulanan tertinggi pada bulan Nopember. Berdasarkan perhitungan sementara
kementerian Perdagangan, Industri dan Energi, ekspor nasional meningkat 17,5% menjadi 35,95
milyar dolar pada bulan Nopember tahun lalu, sementara impor meningkat 26,5% menjadi 33,85
milyar dolar. Baik ekspor maupun impor mencatat angka tertinggi bulanan. Korea Selatan juga
mencatat surplus perdagangan sebesar 2,1 milyar dolar pada bulan Nopember, sehingga menjadikan
neraca perdagangan aktif selama 56 bulan berturut turut.
         Kondisi perekonomian yang baik, sangat memiliki arti penting karena hal ini dicapai disaat
melonjaknya harga minyak, terjadinya krisis pasar kredit perumahan di Amerika Serikat, menguatnya
nilai tukar won dan berbagai faktor eksternal lainnya yang tidak menguntungkan. Sebagai hasilnya,
produk domestik bruto Korea Selatan akan melampaui 20.000 dolar dalam tahun ini.
         Namun sebaiknya Korea Selatan tidak cepat merasa puas dengan kondisi saat ini. Faktor luar
masih belum menentu, dan ada tanda-tanda tentang ketidak stabilan harga. Lebih jauh lagi,
pertumbuhan Pendapatan Kotor Nasional adalah phenomena sementara, yang disebabkan oleh demam
investasi bagi dana luar negeri. Berdasarkan semua ketidak menentuan ini, indeks makroekonomi
telah menunjukkan kondisi yang baik walaupun ada faktor-faktor luar yang tidak mendukung, karena
fondasi perekonomian Korea yang kuat.


   SOSIAL, BUDAYA, KESENIAN DAN MILITER KOREA SELATAN

Musik
         Pertunjukkan musik tradisional Korea mementingkan improvisasi, berjalan terus-menerus,
serta sedikit jeda dalam setiap pertunjukkannya. Pansori contohnya, dapat berlangsung sampai lebih
dari 8 jam dengan hanya satu penyanyi. Kontras dengan perbedaan alunan musik barat, sebagian besar
pertunjukkan musik tradisonal Korea dimulai dari gerakan (alunan) yang paling lambat sampai paling
cepat. Musik istana, Jeongak, pada zaman dahulu dipentaskan oleh masyarakat kelas atas. Jeongak
dimainkan dengan sangat lambat, dengan hanya satu ketukan dalam setiap 3 detik. Ketukan ini
diselaraskan dengan kecepatan nafas, sehingga berasa statis (monoton). Alat musik yang digunakan
dalam pementasan Jeongak dibuat dari bahan alam, sehingga suaranya lembut dan tenang. Hampir
semua alat musik tiup dibuat dari bambu, sedangkan alat musik petik memiliki senar yang dibuat dari
sutra.
         Pungmul adalah jenis musik rakyat Korea yang kencang dan ekspresif. Pungmul
dikategorikan dalam jenis minsogak atau musik rakyat kebanyakan. Alat musik tradisional Korea
dapat dibagi menjadi alat musik tiup, petik (memiliki senar), dan perkusi. Beberapa jenis alat musik
tiup: piri, taepyeongso, daegeum, danso, saenghwang dan hun. Alat musik petik: kayageum,
geomungo, ajaeng, serta haegeum. Alat musik perkusi tradisional Korea sangat beragam, seperti
kwaenggwari, jing, buk, janggu, bak, pyeonjong, dan sebagainya.
Tarian
         Seperti halnya musik, ada perbedaan dalam bentuk tarian antara rakyat kelas atas (tarian
istana) dan kelas rakyat biasa. Tarian istana yang umum contohnya jeongjaemu yang dipentaskan
dalam pesta kerajaan, ilmu yang dipentaskan dalam upacara Konfusius.Jeongjaemu dibagi dalam jenis
yang asli dari Korea (hyangak jeongjae) dan jenis yang dibawa dari Tiongkok (dangak jeongjae).
Tarian lainnya adalah tarian Shamanisme yang dipentaskan oleh dukun dalam upacara-upacara
tertentu.


Lukisan
Lukisan paling awal yang ditemukan di Semenanjung Korea adalah jenis petroglif yang berasal dari
zaman prasejarah. Dengan datangnya kebudayaan dan agama Buddha dari Cina, maka teknik melukis
menjadi semakin beragam, namun tidak menghilangkan cara asli. Objek-objek yang biasa dilukis
umumnya dipengaruhi alam, contohnya pemandangan, bunga dan burung. Lukisan digambar dengan
tinta diatas kertas pohon mulberi atau sutera. Pada abad ke 18 berbagai teknik baru dikembangkan,
terutama dalam menulis indah (kaligrafi) dan ukiran-ukiran cap.


Kerajinan tangan
         Kerajinan tangan Korea umumnya dibuat untuk digunakan dalam kehidupan dan kegiatan
sehari-hari. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan khas Korea umumnya metal,
kayu, kain, tanah liat, kaca, kulit dan kertas.
         Artefak kerajinan prasejarah seperti tembikar merah dan hitam memiliki banyak kesamaan
dengan tembikar Tiongkok kuno yang ditemukan di sekitar wilayah kebudayaan Sungai Kuning.
Dalam masa dinasti Goryeo, pembuatan kerajinan yang menggunakan bahan perunggu kuningan
(logam) kuningan berkembang pesat. Selain itu dinasti ini juga terkenal akan kerajinan seladon
(keramik) yang indah. Pembuatan kerajinan pada masa Dinasti Joseon berkembang pesat yakni
kerajinan keramik, ukiran kayu, serta benda-benda furnitur.


Tembikar dan keramik
         Penggunaan tanah liat dalam masyarakat Korea sudah berlangsung sejak zaman neolitikum
dalam bentuk pembuatan tembikar dan keramik. Kerajinan tembikar berkembang pesat pada masa
Tiga Kerajaan terutama di kerajaan Silla. Untuk membuat seladon (cheongja) berwarna, digunakanlah
proses deoksidasi, dimana seladon dibakar dalam tungku yang dibuat khusus. Permukaan seladon
dihiasi dengan berbagai ukir-ukiran.
        Seladon khas Dinasti Goryeo, yang berwarna giok hijau, sangat terkenal hingga saat ini.
Dinasti Joseon juga mengembangkan kerajinan keramik putihnya (baekja). Beberapa dari keramik-
keramik ini kini dijadikan harta nasional Korea Selatan.
Rumah
        Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea
meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam
konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi mempengaruhi bentuk bangunan, arah,
serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.
        Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan
menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering
dijumpai dalam kehidupan modern saat ini. Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan
atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang
belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan
suatu keluarga. Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang
berfungsi saat musim dingin.


Taman
        Taman korea adalah bentuk atau rancangan taman tradisional khas Korea. Walau taman
Korea amat dipengaruhi konsep taman Cina, rancang bangunnya memiliki keunikan tersendiri.
Karakterisitik taman Korea adalah kesederhanaan, alami dan tidak dipaksakan untuk mengikuti suatu
aturan khusus. Dibanding taman Cina dan taman Jepang yang memiliki banyak elemen pelengkap
karena konsep mengimitasikan pemandangan asli, taman Korea mungkin lebih tampak kurang akan
unsur pelengkap.
        Taman Korea sangat mencolok dan sederhana karena selalu terdapat kolam teratai dengan
bangunan paviliun di dekatnya. Kolam dihubungkan dengan aliran alami yang bagi orang Korea
sangat indah untuk dipandang.
        Taman-taman yang terkenal:
       Poseokjeong dan Anapji, taman dari Silla, terletak di Gyeongju
       Huwon, yang berada di dalam kompleks istana Changdeok di Seoul


Pakaian
        Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok(Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok
terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima).
Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting.
Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan
perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin.
Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa
tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama
(doljanchi), pernikahan atau upacara kematian. Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan
sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.


Militer
          Kekuatan total militer yang aktif adalah 687.700 yang terdiri dari angkatan darat, 560 ribu
angkatan laut 63 ribu dan angkatan udara 64.700. Kekuatan total cadangan sekitar 4.5 juta. Kira-kira
37 ribu tentara Amerika juga berpangkalan di negara ini.
          Perbaikan iklim politik di semenanjung Korea telah mempengaruhi pengeluaran militer Korea
Selatan. Anggaran Belanja Negara untuk tahun 2000 sebesar 15,04 trilyun won (US $ 13 milyar).
Pemulihan ekonomi dan menguatnya nilai tukar won terhadap dollar AS nampaknya akan menunjang
rencana pembelanjaan. Untuk Angkatan Darat, terdapat tambahan tank tipe 88 dan senjata bergerak
otomatis baru tipe K-9 155mm, dan system peluncuran roket yang multiple (MLRS), termasuk sistem
peluru kendali taktis AD (ATACMS).Korea Selatan juga hampir melengkapi kekuatan ekspansi
Angkatan Lautnya dengan menugaskan delapan dari sembilan buah kapal selam tenaga diesel (SSKs)
Chang Boo (buatan Jerman tipe 209) dan yang ketiga serta terakhir adalah kapal perusak Okapi. Akan
tetapi, masih terdapat keraguan berkaitan dengan kelanjutan program peluru kendali perusak untuk
ditempatkan pada tiga buah kapal, dimana kemungkinan akan diganti dengan jenis Aegis yang dibuat
secara lokal. Untuk Angkatan Udara, pemenuhan terhadap pesanan F-16 C/D baru pada tahun 2003
yang akan melengkapi armada yang berjumlah 120 pesawat terbang. Dalam rencananya tetap akan
membutuhkan peluru kendali dengan jarak tempuh 500 km dari permukaan ke permukaan (SSM)
yang akan menjangkau seluruh bagian dari Korea Utara.
     TUGAS KELOMPOK
MANAJEMEN PEMASARAN LANJUT
      KOREA SELATAN




              Disusun oleh :


        Adi Safriyanto (10207032)
       Dave Kindangen (11207235)
       Taqdir E.Wibowo (11207076)
       Septy Purnamasari (11207364)




            Fakultas Ekonomi
          Universitas Gunadarma
                  Depok
                  2010
Daftar Pustaka

    Yonhap News recently used the smaller number in an article " No 'real' Chinatown in S.
       Korea, the result of xenophobic attitudes" by Kim Hyung Jin (August 29,2006)
       http://english.yonhapnews.co.kr/Engnews/20060829/480100000020060829091233E3.html bu
       t a story on the Korean Hwakyo community by Tsinghua University reports the higher figure
       (“화교자본 끌어들이려면 화교사회 키워라”;in Korean)
       http://www.tsinghua.co.kr/introduce/board_view_form.html?cpage=4&uid=193&board_id=
       2&keyfield=&search_text=
    South Korea. Adherents.com.
    Baker, Don Islam Struggles for a Toehold in Korea. Harvard Asia Quarterly.
    Dynamic Korea: Muslims, a minority among minorities. The Jakarta Post

    http://www.bartleby.com/67/160.html.
    Jaehoon Lee. (2004). The Relatedness Between The Origin of Japanese and Korean Ethnicity.
       The Florida State University.
      http://enc.daum.net/dic100/viewContents.do?&m=all&articleID=b01g4157b|Daum article:
       고조선[古朝鮮
      http://www.metmuseum.org/toah/ht/04/eak/ht04eak.htm|Metropolitan Museum of Art:
       Timeline of Art and History, Korea, 1000 BC-1 AD.
      http://www.artsmia.org/art-of-asia/history/korea-neolithic-bronze-age.cfm.
      http://www.artsmia.org/art-of-asia/history/korea-neolithic-bronze-age.cfm.
      http://www.kimsoft.com/2004/go-chosun.htm.
    http://www.education-blog.net/education-programs/south-korea-now-open-for-foreign-
       students/
    http://www.kocis.go.kr/kor/web/main/main.asp
    http://perpika.wordpress.com/korea/

								
To top