Sekilas Pandang Perbankan di Indonesia - PowerPoint by OmGrbA

VIEWS: 135 PAGES: 322

									    BANK & LEMBAGA KEUANGAN
           BUKAN BANK




1
       Daftar Isi
     Perbankan di Indonesia
     Bank Indonesia
     Analisa Kesehatan Bank
     Rahasia Bank
     Klasifikasi Bank
     Sumber-sumber Dana Bank
     Produk dan Jasa Bank
     Perbankan Syariah
     Leasing (Sewa Guna) dan Modal Ventura
     Pegadaian dan Asuransi
     Pasar Modal dan Dana Pensiun
     Reksadana dan Anjak Piutang

2
    Perbankan di Indonesia




3
    Peranan Lembaga Keuangan
                                  Pada prinsipnya sistem Keuangan.
                                  di Indonesia, dibagi :
                                  • sistem moneter
                                  • sistem perbankan
                                  • sistem lemb. keu. Bukan bank

                      Sistem Keuangan
                          Indonesia

        Sistem LKBB                Sistem Moneter

                                  Dewan Moneter


                Sist. Perbankan                 Otoritas Moneter


               Bank Indonesia                   Dep. Keuangan


4
                                                  Sistem LKBB


                 Lemb.       Usaha                   Dana                          Pasar
                                                                       Pegadaian
               Pembiayaan   Asuransi                Pensiun                        Modal

     Sewa
                                                                                             Bursa
     Guna                              Kerugian                 DPPK
                                                                                             Efek
     Usaha

      Anjak
                                          Jiwa                  DPLK                       Reksadana
     Piutang


     Modal                                                                                   Pasar
                                         Sosial
     Ventura                                                                                 Uang


      Pemb.
                                       Reasuransi
    Konsumen


                                        Broker
                                       Asuransi



5
      Bank adalah :

    - suatu badan yang tugas utamanya menghimpun uang dari pihak ketiga
    - suatu    badan yang tugas utamanya sebagai perantara untuk
      menyalurkan penawaran dan permintaan kredit pada waktu yang
      ditentukan
    - suatu badan yang usaha utamanya menciptakan kredit
    - suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kredit, baik dengan
      alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya
      dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat
      penukar baru berupa uang giral



6
    Fungsi pokok bank umum                         Tugas dan Lapangan Usaha
                                                   Bank
     menyediakan mekanisme dan alat
        pembayaran yang lebih efisien dalam
        kegiatan ekonomi.                          Badan usaha yang menghimpun
       menciptakan uang melalui pembayaran        dana dari masyarakat dalam bentuk
        kredit dan investasi.                      simpanan dan menyalurkannya kepada
       menghimpun dana dan                        masyarakat dalam bentuk kredit atau
        menyalurkannya kepada masyarakat.          bentuk-bentuk lainnya dalam rangka
       menyediakan jasa-jasa pengelolaan          meningkatkan taraf hidup rakyat
        dana dan trust atau wali amanat
        kepada individu dan perusahaan.            banyak.
       menyediakan fasilitas untuk
        perdagangan internasional.                  Lapangan Usaha Bank Umum :
       memberikan pelayanan peyimpanan            1.   Menghimpun Dana (Funding)
        untuk barang-barang berharga.
                                                   2.   Menyalurkan Dana (Lending)
       menawarkan jasa-jasa keuangan lain
        misalnya kartu kredit, cek perjalanan,     3.   Memberikan jasa- jasa Bank
        ATM, transfer dana, dan sebagainya.             Lainnya (Services)
7
    Menghimpun dana (funding)

   Simpanan Giro (Demand Deposit) :           Simpanan Deposito (Time Deposit) :
    merupakan simpanan pada bank yang           merupakan simpanan yang memiliki
    penarikannya dapat dilakukan dengan         jangka waktu tertentu (jatuh tempo).
    menggunakan cek atau bilyet giro.           Penarikannyapun --- jangka waktu
    Pemegang rekening giro -- bunga --          tersebut. Dalam praktiknya jenis
    jasa giro -- dana murah                     deposito terdiri dari deposito berjangka,
                                                sertifikat deposito dan deposit on call.
   Simpanan Tabungan (Saving Deposit) :
    merupakan simpanan pada bank yang
    penarikan sesuai dengan persyaratan
    yang ditetapkan oleh bank --- buku
    tabungan, slip penarikan, kuitansi atau
    kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM)-
    --bunga tabungan -- jasa atas
    tabungannya.



8
     Menyalurkan Dana (Lending)
     Kredit Investasi,Yaitu merupakan kredit yang diberikan kepada
      pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya
      kredit jenis ini memiliki jangka waktu yang relatif panjang yaitu di atas
      1(satu) tahun. Contoh : kredit untuk membangun pabrik atau membeli
      peralatan pabrik seperti mesin-mesin

     Kedit Modal Kerja, Merupakan kredit yang digunakan sebagai modal
      usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek yaitu tidak.lebih
      dari 1 (satu) tahun. Contoh : untuk membeli bahan baku, membayar gaji
      karyawan dan modal kerja lainnya.




9
       Lending
      Kredit Perdagangan, Merupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang
       dalam rangka memperlancar atau memperluas atau memperbesar kegiatan
       perdagangannya. Contoh : untuk membeli barang dagangan yang diberikan
       kepada para suplier atau agen.

      Kredit Produktif, Merupakan kredit yang dapat berupa investasi, modal kerja
       atau perdagangan. Dalam arti kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali
       sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai
      Kredit Konsumtif, merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan
       pribadi misalnya keperluan konsumsi, baik pangan, sandang maupun papan.
       Contoh : kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor yang kesemuanya
       untuk dipakai sendiri.

      Kredit Profesi, merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan
10     profesional seperti dosen, dokter atau pengacara
         Services
      Kiriman Uang (Transfer) merupakan jasa pengiriman uang lewat bank. Pengiriman uang
         dapat dilakukan pada bank yang sama atau bank yang berlainan. Pengiriman uang juga dapat
         dilakukan derigan tujuan dalam kota, luar kota atau luar negeri. Khusus untuk pengiriman
         uang keluar negeri harus melalui bank devisa.
        Kliring (Clearing) merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet
         giro) yang berasal dari dalam kota. Proses penagihan lewat kliring hanya memakan waktu 1
         (satu) hari. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan.
        Bank Notes merupakan jasa penukaran valuta asing. Dalam jual beli bank notes bank
         menggunakan kurs (nilai tukar rupiah dengan mata uang asing).
        Inkaso (Collection) merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet
         giro) yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Proses penagihan lewat inkaso tergantung
         dari jarak lokasi penagihan dan biasanya memakan waktu 1 (satu) minggu sampai 1 (satu)
         bulan. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan dengan
         pertimbangan jarak serta pertimbangan lainnya.
        Safe Deposit Box atau dikenal dengan istilah safe loket jasa pelayanan ini memberikan
         layanan penyewaan box atau kotak pengaman tempat menyimpan surat-surat berharga atau
         barang--barang berharga milik nasabah. Biasanya surat-surat atau barang-barang berharga
         yang disimpan di dalam box tersebut aman dari pencurian dan kebakaran. Kepada nasabah
         penyewa box dikenakan biaya sewa yang besarnya tergantung dari ukuran box serta jangka
         waktu penyewaan.
        Bank Draft merupakan wesel yang dikeluarkan oleh bank kepada para nasabahnya. Wesel ini
11
         dapat diperjualbelikan apabila nasabah membutuhkannya
       Services
      Bank Card (Kartu kredit) atau lebih populer dengan sebutan kartu kredit atau juga
       uang plastik. Kepada pemegang kartu kredit dikenakan biaya iuran tahunan yang
       besarnya tergantung dari bank yang mengeluarkan. Setiap pembelanjaan memiliki
       tenggang waktu pembayaran dan akan dikenakan bunga dari jumlah uang yang telah
       dibelanjakan jika melewati tenggang waktu yang telah ditetapkan.
      Bank Garansi merupakan jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam rangka
       membiayai suatu usaha. Dengan jaminan bank ini si pengusaha memperoleh fasilitas
       untuk melaksanakan kegiatannya dengan pihak lain. Tentu sebelum jaminan bank
       dikeluarkan bank terlebih dulu mempelajari kredibilitas nasabahnya.
      Letter of Credit (L/C) merupakan surat kredit yang diberikan kepada para eksportir
       dan importir yang digunakan untuk melakukan pembayaran atas transaksi ekspor-
       impor yang mereka lakukan. Dalam transaksi ini terdapat berbagai macam jenis L/C,
       sehingga nasabah dapat meminta sesuai dengan kondisi yang diinginkannya.
      Cek Wisata (Travellers Cheque) merupakan cek perjalanan yang biasa digunakan oleh
       turis atau wisatawan. Cek Wisata dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran
       diberbagai tempat pembelanjaan atau hiburan seperti hotel, supermarket. Cek Wisata
       juga bisa digunakan sebagai hadiah kepada para relasinya.



12
       Services
    Menerima setoran-setoran. Dalam hal ini bank membantu nasabahnya dalam
       rangka menampung setoran dari berbagai tempat antara lain : Pembayaran
       pajak ; Pembayaran telepon ; Pembayaran air ; Pembayaran listrik ;
       Pembayaran uang kuliah

    Melayani pembayaran-pembayaran. Sama halnya seperti dalam hal menerima
       setoran, bank juga melakukan pembayaran seperti yang diperintahkan oleh
       nasa-bahnya antara lain : Membayar Gaji/Pensiun/honorarium ; Pembayaran
       deviden Pembayaran kupon; Pembayaran bonus/hadiah

    Bermain di dalam pasar modal. Kegiatan bank dapat memberikan atau
       bermain surat-surat berharga di pasar modal. Bank dapat berperan dalam
       berbagai kegiatan seperti menjadi :
   -   Penjamin emisi (underwriter)
   -   Penjamin (guarantor)
   -   Wali amanat (trustee)
   -   Perantara perdagangan efek (pialang/broker)
   -   Pedagang efek (dealer)
13 -   Perusahaan pengelola dana (invesment company)
     Jasa perbankan lainnya
      Wholesale banking atau corporate banking adalah kegiatan
       layanan bank kepada nasabah yang berskala besar. Untuk nasabah
       yang berskala besar (biasanya perusahaan-perusahaan besar)
       biasanya dibedakan dengan layanan kepada individu.

      Retail banking atau consumer banking adalah kegiatan layanan
       bank kepada nasabah berskala kecil dan menengah. ATM adalah
       salah satu contoh layanan bank kepada nasabah berskala kecil dan
       menengah,

      Private banking adalah kegiatan layanan bank kepada nasabah
       terkemuka dan orang-orang kaya yang lebih menyukai layanan
       secara khusus dari bank. Banyak orang-orang kaya lebih menyukai
       layanan khusus yang tidak sama dengan orang-orang lain.



14
     BANK INDONESIA




15
     BANK INDONESIA
     1.   SEJARAH
     2.   STATUS DAN KEDUDUKAN
     3.   TUGAS
     4.   DEWAN GUBERNUR
     5.   AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI
     6.   HUBUNGAN DENGAN LEMBAGA LAIN




16
              Bank Sirkulasi
           (De Javasche Bank NV)
                                            1. Sejarah
     Sept 45
         Pusat Bank Indonesia      Cikal bakal Bank Negara Indonesia
 1949
       De Javasche Bank = BS
                                   -Menjaga stabilitas moneter
 1953
          Bank Indonesia = BS      -Mengedarkan uang
                                   -Mengembangkan sistem perbankan
                                   -Menjalankan fungsi bank komersial
                                   -Tanggungjawab Kebijakan moneter ada pada pemerintah
 1968
          Bank Indonesia = BS      -Fungsi Bank Komersil dihapuskan
                                   -Agen Pembagunan        - Kasir Pemerintah
                                   -Banker’s bank          - Dewan Moneter
 1999                              -Kebijakan moneter dilaksanakan oleh Bank Indonesia
          Bank Indonesia = BS      -Menolak campurtangan pihak luar

             (Independen)          -Menjadi badan hukum
17
     2. STATUS BI
       LEMBAGA INDEPENDEN

       PEMERINTAH ATAU PIHAK LAIN TIDAK BOLEH
         INTERVENSI
       BI WAJIB MENOLAK INTERVENSI



      *TUJUAN BI
       Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
        = Internal // inflasi
        = Eksternal // kurs

18
Independensi Bank Indonesia                                                      19


 Sesuai dengan UU 23/1999 yang telah diamandemen dengan
  UU 3/2004, BI mempunyai:
     Instrument independence:
          BI diberikan kewenangan untuk menetapkan sasaran-sasaran dan
            instrumen kebijakan moneter untuk mencapai sasaran inflasi yang
            ditetapkan, dengan mempertimbangkan dampaknya thd perkembangan
            ekonomi dan keuangan.
     Personal independence:
          Pihak lain dilarang mencampuri kebijakan moneter BI.
          Masa jabatan Dewan Gubernur lima tahun, dengan akhir jabatan secara
            berjenjang, dan dapat diangkat kembali.
          Dewan Gubernur diusulkan dan diangkat Presiden dengan persetujuan
            oleh DPR.
 BI tidak mempunyai goal independence karena sasaran inflasi ditetapkan oleh
  Pemerintah setelah berkoordinasi dengan BI.


                                                                         19
     3. TUGAS BI
        UNTUK MENCAPAI TUJUAN MENSTABILKAN
        RUPIAH, BI MEMILIKI 3 TUGAS:
       MENETAPKAN DAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN
        MONETER
       MENGATUR DAN MENJAGA KELANCARAN
        SISTEM PEMBAYARAN
       MENGATUR DAN MENGAWASI BANK




20
     A. TUGAS PENETAPAN DAN PELAKSANAAN
     KEBIJAKAN MONETER
  Menetapkan sasaran moneter dengan                Mengatur dan menjaga kelancaran
     memperhatikan sasaran laju inflasi;               sistem pembayaran
 -   BI menetapkan sasaran inflasi dengan             Pengendalian moneter menggunakan
     memperhatikan perkembangan dan prospek            instrumen kebijakan moneter
     ekonomi makro, terutama perkembangan
                                                   -   Penetapan tagihan diskonto
     harga
 -   Untuk mencapai sasaran inflasi tersebut, BI   -   Pengaturan kredit dan pembiayaan
     menetapkan besaran-besaran moneter atau       -   Penetapan cadangan minimal
     likuiditas perekonomian                       -   Operasi pasar terbuka
    Mengatur dan Mengawasi Bank                      Mengelola cadangan devisa
    BI Tetap berfungsi sebagai lender of last        Melaksanakan kebijakan nilai tukar
     resort yang memungkinkan BI membantu
     kesulitan pendanaan jangka pendek yang
                                                       berdasarkan sistem yg ditetapkan -
     dihadapi bank dengan syarat:                      UU Lalu Lintas Devisa
 -   # jangka waktu maksimal 90 hari                  Mengelola Cadangan Devisa Negara
 -   # penggunaan hanya untuk mismacth                 Dengan Syarat:
 -   # Harus dijamin dengan surat berharga         -   Security
     yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan   -   Liquidity
                                                   -   Profitability
21
     B. TUGAS PENGATURAN DAN PENYELENGGARAAN
     SISTEM PEMBAYARAN

      Mencetak , mengedarkan, mencabut, menarik, dan
       memusnahkan rupiah dari peredaran
      Mengatur sistem kliring antar bank
      Melaksanakan dan memberi izin atas penyelenggaran jasa
       sistem pembayaran
      Menetapkan penggunaan alat pembayaran




22
C. TUGAS MENGATUR DAN MENGAWASI BANK

 Menetapkan peraturan berdasarkan prinsip prudential banking
 Memberikan dan mencabut izin kelembagaan dan kegiatan usaha
    bank
   Melaksanakan pengawasan
   Melaksanakan pemeriksaan
   Memberikan sanksi
   Tugas pengawasan akan dialihkan kepada pengwas sektor jasa
    keuangan




                                                                 23
Kepemimpinan Bank Indonesia                                                                    24
                                Susunan Dewan Gubernur BI


                                          Gubernur


                                           Deputi
                                       Gubernur Senior


     Deputi        Deputi          Deputi         Deputi          Deputi         Deputi
    Gubernur      Gubernur        Gubernur       Gubernur        Gubernur       Gubernur
    Calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur diusulkan dan diangkat oleh
     Presiden dengan persetujuan DPR. Calon Deputi Gubernur diusulkan oleh Presiden
     berdasarkan rekomendasi Gubernur.
    Dewan Gubernur berwenang untuk menetapkan kebijakan prinsipil dan strategis (tidak
     membedakan kebijakan moneter, perbankan, sist.pembayaran).
    Dewan Gubernur secara keseluruhan bertindak sebagai Policy making body, sedang Deputi
     Gubernur dan Direktur-Direktur bertindak sebagai executing body.
    Kinerja Dewan Gubernur dan Bank Indonesia dinilai oleh DPR.
                                                                                     24
     4. HUBUNGAN DENGAN PEMERINTAH
       PEMEGANG KAS PEMERINTAH
       MENGELOLA KEWAJIBAN PEMERINTAH THP
        LUAR NEGERI
       MEMBANTU PENERBITAN SURAT HUTANG
       TIDAK BOLEH MEMBERI PINJAMAN KEPADA
        PEMERINTAH
       MEMBERI PENDAPAT DAN PERTIMBANGAN
        MENGENAI RAPB


25
HUBUNGAN INTERNASIONAL

 KERJASAMA DENGAN BANK
  SENTRAL NEGARA LAIN,
  ORGANISASI DAN LEMBAGA
  INTERNASIONAL
 BERTINDAK ATAS NAMA
  PEMERINTAH




                           26
5. AKUNTABILITAS DAN ANGGARAN

  Menyampaikan informasi kepada
   masyarakat.
   = Evaluasi kebijakan moneter
   = Rencana kebijakan moneter
  BPK dapat melakukan pemeriksaan
   khusus
  Sisa surplus usaha BI diserahkan kepada
   pemerintah



                                             27
 Amandemen Undang-Undang Bank indonesia (UU
 N0 3 th 2004)

      Penetapan Sasaran Inflasi oleh Pemerintah
      Penundaan Pengalihan Tugas Pengawasan Bank
      Pengaturan Fasilitas Pembiayaan Darurat Bagi Perbankan
      Peneyempurnaan Mekanisme Pencalonan Dewan
       Gubernur
      Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi
      Pembentukan Badan Supervisi
      Persetujuan Anggaran Operasional oleh DPR

28
     ANALISIS & PENILAIAN KESEHATAN
                  BANK




29
     PEMBAHASAN
       PENDAHULUAN
       METODE PENILAIAN
       PERMODALAN
       KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
       MANAJEMEN
       RENTABILITAS
       LIKUIDITAS
       PEMENUHAN KETENTUAN
       FAKTOR YANG MENGGUGURKAN


30
     PEDAHULUAN
     TUJUAN
      Tolok ukur bagi manajemen untuk menilai apakah pengelolaan bank dilakukan
       sejalan dengan azas-azas perbankan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan yang
       berlaku.
      Tolok ukur untuk menetapkan arah pembinaan dan pengembangan bank baik secara
       individual maupun perbankan secara keseluruhan

     KETENTUAN
      SK DIR BI No.30/12/KEP/DIR & SE BI No.30/3/UPPB masing-masing tgl 30
       April 1997 Perihal TKS BPR
      SK DIR BI No.30/11/KEP/DIR tgl 30 April 1997 & SK DIR BI
       No.30/277/KEP/DIR tgl 19 Maret 1998 Perihal TKS Bank Umum




31
     METODE PENILAIAN
 PENILAIAN DILAKUKAN DENGAN MENGKUANTIFIKASIKAN DUA
 ASPEK :
  Aspek pertama mencakup lima faktor yang dikenal sebagai CAMEL
  Aspek kedua mencakup faktor penilaian terhadap Pelaksanaan ketentuan
 yg sanksinya dikaitkan dengan dgn tingkat kesehatan

 KUANTIFIKASI TERSEBUT DIMUNGKINKAN DILAKUKAN
 PENILAIAN LEBIH LANJUT DGN MENGGUNAKAN JUDGEMENT
 YAITU:
  Judgement yg berkaitan dgn penilaian tambahan untuk mendapatkan
 tingkat kesehatan yg sebenarnya
  Judgement yg berkaitan dgn faktor-faktor yg menggugurkan



32
     FAKTOR2 YG DINILAI
     CAMEL                              BOBOT                BOBOT
                                         BPR               BANK UMUM
        Permodalan                      30%                  25%
        Kualitas Aktiva Produktif       30%                  30%
        Kualitas Manajemen              20%                  25%
        Rentabilitas                    10%                  10%
        Likuiditas                      10%                  10%

     PELAKSANAAN KETENTUAN
      BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit)
      PDN (Posisi Devisa Neto; khusus Bank Umum Devisa)

     FAKTOR JUDGEMENT
      Faktor yang menggugurkan



33
     PREDIKAT
      TINGKAT KESEHATAN DIGOLONGKAN DALAM EMPAT
      KETEGORI.

      SISTEM PEMBERIAN NILAI DALAM MENETAPKAN TINGKAT
      KESEHATAN DIDASARKAN PADA “SISTEM KREDIT”
      DENGAN NILAI KREDIT : 0 – 100

      NILAI KREDIT               PREDIKAT
      81 – 100                    SEHAT
      66 -< 81                    CUKUP SEHAT
      51 -< 66                    KURANG SEHAT
      0 -< 51                     TIDAK SEHAT

34
     1. PERMODALAN
      Mengukur kemampuan bank dalam rangka pengembangan usaha &
         menampung resiko kerugian
        Penyediaan Modal didasarkan pada Aktiva Tertimbang Menurut Resiko
         (ATMR)
        Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) => Modal
         (inti+pelengkap)/ATMR
        Rasio 8%  predikat SEHAT  NK = 81
         Setiap kenaikkan 0,1% NK ditambah 1 dgn maks. 100.
        Rasio dibawah 8% atau 7,9%  predikat KURANG SEHAT  NK = 65
         Setiap penurunan 0,1% dari 7,9% NK dikurangi 1 dgn min 0.
        Hasil Penilaian NK komponen  Bobot 30%
                S        : >= 8,0%
                KS       : >= 6,5% - < 8,0%
                TS       : < 6,5%

35
         2. KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF
      Menunjukkan kualitas penanaman aktiva serta porsi penyisihan utk
         menutupi kerugian akibat penghapusan aktiva produktif
        Semua aktiva rupiah/valas yang dimiliki oleh bank dgn maksud untuk
         memperoleh penghasilan (SE No.26/4/BPPP tgl. 27 Mei 1993)
        Aktiva produktif digolongkan menurut kualitasnya berdasarkan
         kolektibilitas (BPR  Lancar, Kurang Lancar, Diragukan, Macet; BU
          L, Dalam Perhatian Khusus, KL, D, M)
        Unsur AP yg diklasifikasikan (BPR  KL = 50%, D = 75%, M =
         100%; BU  DPK = 25%, KL = 50%, D = 75%, M = 100%)
        Unsur AP untuk BPR  Kredit yg diberikan, Surat Berharga,
         Penempatan pd bank lain (kecuali giro) dan penyertaan. Untuk BU 
         Kredit yg diberikan, Surat Berharga, Penempatan pd bank lain (kecuali
         giro) dan penyertaan serta off-balanced)
36
     Bobot Total KAP 30%

      Rasio KAP (APD/AP)  bobot 25%
       - Rasio 22,5% atau lebih NK = 0 dan setiap
         penurunan 0,15% NK ditambah 1 dgn maks 100  BPR.
       - Rasio 15,5% atau lebih NK = 0 dan setiap
         penurunan 0,15% NK ditambah 1 dgn maks 100  BU.
       - Rasio KAP pada prinsipnya menggunakan data
         LapBul BPR/BU, hasil pemeriksaan atau lainnya
         termasuk laporan manajemen ttg perbaikan KAP.
      Rasio PPAP/PPAPWD  bobot 5%
       - Rasio 0% NK = 0 dan setiap kenaikkan 1% 
         NK ditambah 1 dgn maks 100.
       - Pembentukan PPAPWD : BPR  0,5% dari AP Lancar; 10% dari
        AP Kurang Lancar; 50% dari AP Diragukan; dan 100% dari AP
         Macet.
         BU  1% dari AP; DPK= 5% dari AP Lancar; 15% dari AP Kurang
         Lancar; 50% dari AP Diragukan; dan 100% dari AP Macet.
37
      Hasil Penilaian Rasio KAP (APD/AP)
       - S : 0,00% - <=10,35%
       - CS : >10,35% - <=12,60%
       - KS : >12,60% - <=14,85%
       - TS : >14,85%
      Hasil Penilaian Rasio PPAP/PPAWD
       - S : >=81,0%
       - CS : >=66,0% - <81,0%
       - KS : >=51,0% - <66,0%
       - TS : <51,0%
38
      3. MANAJEMEN
      Menilai pelaksanaan manajemen bank & keputusan2 strategis
       yg sangat mempengaruhi kondisi permodalan, penempatan
       dana, profitabilitas serta likuiditas bank.
      Penilaian faktor manajemen meliputi 2 komponen :
       manajemen umum dan manajemen resiko, yg terdiri 25
       aspek pertanyaan/pernyataan yakni manajemen umum 10 &
       manajemen resiko 15  Untuk BPR; dan untuk Bank umum
        100 aspek pertanyaan/pernyataan yakni manajemen
       umum 40 & manajemen resiko 60.
      Skala penilaian : 0 = kondisi lemah; 1,2,3 = kondisi antara; 4
       = kondisi baik.


39
     MATERI PERTANYAAN/PERNYATAAN:

      Manajemen Umum
       - Strategi/sasaran, Struktur, Sistem, dan Kepemimpinan
      Manajemen Risiko
       - Risiko likuiditas
       - Risiko kredit
       - Risiko operasional
       - Risiko hukum
       - Risiko pemilik & pengurus
      Bobot manajemen umum 8% (BPR); 10% (BU) dan manajemen resiko 12%
       (BPR); 15% (BU).
      Hasil Penilaian
       - S : 81 - 100
       - CS : 66 - <81
       - KS : 51 - <66
       - TS : <51
40
     4. RENTABILITAS
 Mengukur tingkat profitabilitas bank dalam mengelola aktiva produktif dan sumber pendapatan
     lainnya serta tingkat efisiensi operasional.
    Rasio
     - ROA = (laba selama 12 bln terakhir)/(rata2 total asset dlm
             12 bln terakhir)x100%
     - BOPO = biaya operasional/pendapatan operasionalx100%
    Rasio ROA = 0 atau negatif  NK = 0
     Setiap naik 0,015% mulai dari 0  NK ditambah 1 maks 100.
    Rasio BOPO = 100 atau lebih  NK = 0
     Setiap penurunan 0,08% mulai dari 100NK ditambah 1 maksimal 100.
    Bobot total Rentabilitas 10%
    Hasil Penilaian ROA Bobot 5%
     - S : >=1,215%
     - CS : >=0,999% - <1,215%
     - KS : >= 0,765 - < 0,999%
     - TS : <0,765
    Hasil Penilaian BOPO Bobot 5%
     - S : <=93,52%
     - CS : >93,53% - <=94,72%
     - KS : >94,72% - <=95,92%
41   - TS : >95,92%
   5. LIKUIDITAS
   Menilai kemampuan bank untuk memenuhi seluruh kewajiban2 jangka pendek terhadap pihak III
   Bobot total likuiditas 10%
   Rasio
    - Cash Ratio=Alat likuid/Hutang Lancar x 100%
      Rasio 0%  NK = 0, setiap kenaikkan 0,05%  BPR
      Cash Ratio=Kewajiban bersih antarbank/Modal inti x 100%
      Rasio 0%  NK = 0, setiap penurunan 0,1%  BU
      mulai dari 0%  NK ditambah 1 maks 100
    - Rasio LDR = Kredit/dana yg diterima x 100%
      Rasio 115% atau lebih  NK = 0, setiap
      penurunan 1% mulai dari 115%  NK
      ditambah 4 maks 100.
   HASIL PENILAIAN Cash Ratio  bobot 5%
    - S : >=4,05%
    - CS : >=3,30% - <4,05%
    - KS : >=2,55% - <3,30%
    - TS : <2,55%
   HASIL PENILAIAN LDR  bobot 5%
    - S : <=94,75%
    - CS : >94,75% - <=98,50%
    - KS : >98,50% - <=102,25%
42 - TS : >102,25%
 PEMENUHAN KETENTUAN                   FAKTOR YG MENGGUGURKAN

  BMPK (individu tdk terkait < 20%,    Predikat tingkat kesehatan Bank yg
   kelompok tidak terkait < 30% &        S/CS/KS akan diturunkan menjadi
   terkait < 10%) dan PDN (maks          TS, jika terdapat :
   20% dari Modal)
                                         - Perselihan intern
  Untuk setiap pelanggaran BMPK
   atau PDN  NK dikurangi 5, dan        - Campur tangan pihak2 di luar
  Untuk setiap 1% pelanggaran           bank dalam kepengurusan bank
   BMPK NK dikurangi lagi dgn 0,05       - Windows dressing
   dgn maks 10                           - Praktek bank dalam bank
  Perhitungan = Jumlah                  - Penghentian dalam kliring
   Pelanggaran/Modal Bank x 100%
                                         - Praktek perbankan yang dapat
                                           membahayakan kesehatan bank


43
      CONTOH
                                      Perhitungan NK:
     Misal hasil perhitungan :
                                       CAR = (17,50% 8%)/0,1x1NK+81NK
      CAR = 17,50%                             =176 NK maks NK = 100.
      Rasio KAP = 10,83%              Rasio KAP = (22,5%-10,83%)/0,15x1
      Rasio PPAP/PPAPWD =              NK = 77,8NK
       191,51%                         Rasio PPAP/PPAPWD = (191,51%-
                                        0%)/0,01x1 NK = 191,5 NK, maks NK
      Manj. Umum nilai 33 & Manj.
                                        = 100
       Risiko nilai 46
                                       ROA = (1,91%-0%)/0,015x1NK
      ROA = 1,91%                              =127,3 NK, maks NK = 100
      Rasio BOPO = 92,91%             Rasio BOPO = (100%-
      Cash Rasio = 3,96%               92,91%)/0,08x1NK =88,6 NK
                                       Cash Rasio = 3,96%/0,05% x 1 NK
      LDR = 99,10%
                                                         = 79,20 NK
      Pelanggaran BMPK/Modal = 15%    LDR = (115%-99,10%)X4nk = 63,60NK
                                       Pelanggaran BMPK/Modal =
                                        5+(0,05x15)=5,75 sbg pengurang.
44
 PERHITUNGAN ATMR UNTUK RISIKO OPERASIONAL DENGAN
 MENGGUNAKAN PID

 ATMR untuk Risiko Operasional = 12,5 x beban modal Risiko Operasional.

 * beban modal Risiko Operasional adalah ratarata dari penjumlahan pendapatan bruto
 (gross income) tahunan (Januari-Desember) yang positif pada 3 (tiga) tahun terakhir dikali
 15% (lima belas persen).

  Rumus Perhitungan beban modal Risiko Operasional sebagai berikut:

 KPID = [ Σ(GI 1...n x a)]/n

 *KPID = beban modal Risiko Operasional menggunakan PID
 *GI = pendapatan bruto positif tahunan dalam tiga tahun terakhir
 *n = jumlah tahun di mana pendapatan bruto positif
 *a = 15%
  Contoh: *(dalam Jutaan Rp)
 Bank A            2010 2009 2008 2007 2006
 Pendapatan Bruto 750    3.000 2.250 1.750 2.500
45
     Berdasarkan data di atas, maka pendapatan bruto dalam rangka
     menghitung ATMR untuk Risiko Operasional posisi tahun 2011
     adalah sebagai berikut:

     ATMR Risiko Operasional = 12,5 x beban modal Risiko
     Operasional

      = 12,5 x [15%x{(750+3.000+2.250)/3}]
      = Rp.3.750 juta




46
     RAHASIA BANK




47
     PENGERTIAN
      RAHASIA
      SESUATU YANG DIPERCAYAKAN SESEORANG UNTUK
      TIDAK DICERITAKAN KEPADA ORANG YANG TIDAK
      BERWENANG MENGETAHUINYA

      RAHASIA BANK
      SESUATU YANG DIPERCAYAKAN NASABAH KEPADA
      BANK AGAR TIDAK DICERITAKAN KEPADA ORANG LAIN
      YANG TIDAK BERWENANG MENGETAHUI



48
 MENGAPA RAHASIA BANK
 PENTING?

      RAHASIA BANK ADALAH LANDASAN ETIKA BISNIS
      ANTARA BANK DENGAN CUSTOMER




49
     SEJARAH:
  SEMULA TUMBUH DALAM PRAKTIK BAHWA RAHASIA
   BANK ADALAH MASALAH NASABAH, BUKAN MASALAH
   BANK SEBAGAI LEMBAGA INTERMEDIASI
  PADA NEGARA YANG MENGANUT SISTEM
   LIBERALISME, PERLINDUNGAN HAK MILIK HARUS
   DIREALISASI, SEHINGGA DALAM “BANKING ACT”
   DIATUR
      RESTRICTION ON DISCLOSURE OF INFORMATION ATAU
      OBSERVANCE OF SECRECY AND RESPONSIBILITY
  DI EROPA DIANUT FILOSOFI: KERAHASIAAN BANK ADALAH HAL
     YANG PRIMA DALAM LANDASAN ETIKA BISNIS ANTARA BANK
     DENGAN CUSTOMER
50
  lanjutan…….. SEJARAH
SWISS: KEWAJIBAN MENJAGA RAHASIA BANK BERDASAR:
1. RIGHT TO PERSONAL PRIVACY: TERDAPAT DALAM UU
2. CONTRACTUAL RELATIONSHIP, ANTARA NASABAH DENGAN BANK SEBAGAI
AGEN
         BANK HARUS MENJAGA RAHASIA BANK SEBAGAI BAGIAN HUBUNGAN
             KONTRAKTUAL SEBAGAI KONSEKWENSI BERLAKUNYA “PRINCIPLE OF GOOD
             FAITH INHERENT IN CISTOMARY LAW”
3. PASAL 47 BANKING LAW: … BANK SECRECY IS PROTECTED BY STATUTE,
THE VIOLATION OF WHICH IS A PUNISHABLE OFFENCE”

AUSTRIA:
DALAM KONTRAK BANK DENGAN NASABAH DIATUR MENGENAI LARANGAN TERHADAP
  PEJABAT BANK UNTUK MEMBUKA INFORMASI NASABAH KEPADA PIHAK LAIN
    DENGAN BATASAN,TIDAK MELANGGAR UU DLL

INDONESIA:
    UU 23 PRP 1960, UU 14 TAHUN 1967, UU 7 TAHUN 1992 DAN UU 10 TAHUN
     1998 MENGALAMI PERKEMBANGAN SIGNIFIKAN DALAM CAKUPAN RAHASIA
51   BANK DAN PENEROBOSANNYA
     TEORI RAHASIA BANK
     (Muhammad Djumhana)
      TEORI RAHASIA BANK BERSIFAT MUTLAK
      (ABSOLUTELY THEORY)
      BANK BERKEWAJIBAN UNTUK MENYIMPAN RAHASIA
      NASABAH YANG DIKETAHUI BANK KARENA KEGIATAN
      USAHANYA DALAM KEADAAN APAPUN, BIASA ATAU
      DALAM KEADAAN LUAR BIASA.

      TEORI RAHASIA BANK BERSIFAT NISBI
      BANK DIPERBOLEHKAN MEMBUKA RAHASIA NASABAHNYA,
      APABILA UNTUK KEPENTINGAN YANG MENDESAK,
      MISALNYA UNTUK KEPENTINGAN NEGARA.


52
     Ketentuan – Rahasia Bank
      Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 23 Tahun 1960
       tentang Rahasia Bank
      UU RI Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan

      UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan “segala sesuatu
       yang berhubungan dengan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah
       bank menurut kelaziman dunia perbankan wajib dirahasiakan”.

      UU RI Nomor 10 Tahun 1998 (Revisi UU Nomor 7 Tahun 1992)
     “sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan
     mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya”


53
 Falsafah Pengaturan Rahasia Bank:

 1. Meyakinkan dan menenangkan nasabah .
 2. Penyimpanan keterangan nasabah – tidak disalah gunakan
 3. Rahasia bank diatur dalam UU Negara (Negara pihak penguasa
 dan Rakyat pihak yang dikuasai) – campur tangan penguasa.

 Pengecualian Rahasia Bank
 1. Untuk memenuhi kepentingan peradilan dan perkara pidana
 2. Untuk kepentingan pajak
 3. Dalam rangka tukar-menukar informasi antara Bank
 4. Dalam perkara perdata antara Bank dan nasabah
 5. Dalam hal nasabah penyimpan telah meninggal
 6. Atas permintaan, persetujuan atau kuasa dari nasabah penyimpan yang
 dibuat secara tertulis

54
 Sanksi Pelanggaran Rahasia Bank
 1. Barang siapa tanpa membawa perintah tertulis atau izin dari pimpinan Bank
 Indonesia, dengan sengaja memaksa Bank atau pihak terafiliasi untuk
 memberikan keterangan, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya
 2 tahun dan paling lama 4 tahun serta denda sekurang-kurangnya 10 milyar
 rupiah dan paling banyak 200 milyar rupiah.

 2. Anggota dewan komisaris, direksi, pegawai bank atau pihak terafiliasi
 lainnya yang dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan,
 diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya 2 tahundan paling lama 7
 tahun serta denda sekurang-kurangnya 4 milyar rupiah dan paling banyak 8
 milyar rupiah.

 3. Anggota dewan komisaris, direksi, pegawai bank yang dengan sengaja
 tidak memberikan keterangan yang wajib dipenuhi, diancam dengan pidana
 penjara sekurang-kurangnya 2 tahun dan paling lama 7 tahun serta denda
 sekurang-kurangnya 4 milyar rupiah dan paling banyak 15 milyar rupiah
55
 SEJARAH RAHASIA BANK DI
 INDONESIA
 1. UU NO 11 TAHUN 1953 TENTANG TUGAS POKOK
 BANK INDONESIA

  PASAL 7 DAN 8: TUGAS BANK INDONESIA “ ….. MEMAJUKAN
   PERKEMBANGAN YANG SEHAT …. DAN PENGAWASAN URUSAN
   KREDIT”
  MENUNJUKKAN ADANYA OTORITAS BANKING SUPERVISION
  PP 1 TAHUN 1955 TENTANG PENGAWASAN URUSAN KREDIT:
     “KETERANGAN TENTANG BADAN KREDITYANG DIPEROLEH BI TIDAK
     DIUMUMKAN DAN BERSIFAT RAHASIA”



56
     2. UU 23 PRP TAHUN 1960 TENTANG
     RAHASIA BANK
      ISI: 7 PASAL
      PASAL 2: BANK TIDAK BOLEH MEMBERIKAN
       KETERANGAN-KETERANGAN TENTANG KEADAAN
       KEUANGAN LANGGANANNYA YANG TERCATAT
       PADANYA DAN HAL-HAL LAIN YANG HARUS
       DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT KELAZIMAN,
       KECUALI PERPAJAKAN DAN KEPENTINGAN
       PERADILAN
      LANGGANAN BANK ADALAH ORANG-ORANG YANG
       MEMPERCAYAKAN UANGNYA PADA BANK, MENERIMA
       CEK, BUNGA DARI BANK DAN LAIN SEBAGAINYA



57
     • RAHASIA BANK HANYA BERLAKU UNTUK NASABAH
      DEPOSAN & WALKING CUSTOMER

     • PENEROBOSAN OLEH MENKEU (PAJAK), DAN JA-GUNG
      DAN KETUA MA (PERADILAN)

     • DICABUT DENGAN LAHIRNYA UU 14/1967 TENTANG
      POKOK-POKOK PERBANKAN

     • RAHASIA BANK MASUK DALAM UU PERBANKAN, TIDAK
      TERPISAH DALAM UU TERSENDIRI

     • TIDAK TERDAPAT RUMUSAN YANG JELAS TENTANG
      RAHASIA BANK

     • DIBUTUHKAN SUATU PENAFSIRAN RESMI BANK
58    INDONESIA
     3. UU 14 TAHUN 1967 TENTANG POKOK-
     POKOK PERBANKAN
                        PASAL 36:
     BANK TIDAK BOLEH MEMBERIKAN KETERANGAN2
     TENTANG KEADAAN KEUANGAN NASABAHNYA YANG
     TERCATAT PADANYA DAN HAL-HAL LAIN YANG HARUS
     DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT KELAZIMAN
     DALAM DUNIA PERBANKAN, KECUALI DALAM HAL-HAL
     YANG DITENTUKAN DALAM UU INI




59
 SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO. 2/377/UPPB/PbB
 PERIHAL PENAFSIRAN TENTANG PENGERTIAN RAHASIA
 BANK TANGGAL 11 SEPTEMBER 1969
  KEADAAN KEUANGAN YANG TERCATAT PADANYA ADALAH KEADAAN
   MENGENAI KEUANGAN YANG TERDAPAT PADA BANK YANG MELIPUTI
   SEGALA SIMPANANNYA YANG TERCANTUM DALAM SEMUA POS
   PASIVA, DAN SEGALA POS AKTIVA YANG MERUPAKAN PEMBERIAN
   KREDIT DALAM BERBAGAI MACAM BENTUK KEPADA YANG
   BERSANGKUTAN
  HAL-HAL LAIN YANG HARUS DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT
   KELAZIMAN DALAM DUNIA PERBANKAN, IALAH SEGALA KETERANGAN
   ORANG ATAU BADAN YANG DIKETAHUI OLEH BANK KARENA KEGIATAN
   DAN USAHANYA,YAITU:
    PEMBERIAN PELAYANAN, DAN JASA DALAM LALU LINTAS UANG,
     BAIK DALAM MAUPUN LUAR NEGERI
    PENDISKONTOAN. DAN JUAL-BELI SURAT BERHARGA

     RAHASIA BANK MENCAKUP NASABAH: DEPOSAN, DEBITUR, DAN KEGIATAN
60                     DALAM SISTEM PEMBAYARAN
 4. RAHASIA BANK DALAM UU 7 TAHUN
 1992 TENTANG PERBANKAN
                   PENGERTIAN:
 PASAL 1 ANGKA 16
 “RAHASIA BANK ADALAH SEGALA SESUATU YANG
 BERHUBUNGAN DENGAN KEUANGAN DAN HAL-HAL LAIN
 DARI NASABAH BANK YANG MENURUT KELAZIMAN DUNIA
 PERBANKAN WAJIB DIRAHASIAKAN”

  PASAL 40 AYAT 1:
  BANK DILARANG MEMBERIKAN KETERANGAN YANG
  DICATAT PADA BANK TENTANG KEADAAN KEUANGAN DAN
  HAL-HAL LAIN DARI NASABAHNYA,YANG WAJIB
  DIRAHASIAKAN OLEH BANK MENURUT KELAZIMAN DALAM
61
  DUNIA PERBANKAN
     • NASABAH MENCAKUP NASABAH AKTIVA
      DAN PASIVA

     • KELAZIMAN: MIS. CARA SIMPAN DAN TARIK
      DANA, BESAR DEPOSITO, JUMLAH KREDIT,
      BESAR BUNGA DLL

     • DIATURNYA TENTANG PIHAK TERAFILIASI
      (DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, PEJABAT,
      KARYAWAN DLL)

62
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK
     DALAM UU 7 TAHUN 1992

     1.   PASAL 41: KEPENTINGAN PERPAJAKAN
     2.   PASAL 42: KEPENTINGAN PERADILAN DALAM
          PERKARA PIDANA
     3.   PASAL 43: DALAM PERKARA PERDATA ANTARA
          BANK DENGAN NASABAH
     4.   PASAL 44: TUKAR-MENUKAR INFORMASI ANTAR
          BANK


63
     RAHASIA BANK DALAM UU 10 TAHUN
     1998 TENTANG PERUBAHAN UU 7
     TAHUN 1992 TENTANGPERBANKAN

     PENGERTIAN:
     PASAL 1 ANGKA 28
     “RAHASIA BANK ADALAH SEGALA SESUATU YANG
     BERHUBUNGAN DENGAN KETERANGAN MENGENAI
     NASABAH PENYIMPAN DAN SIMPANANNYA”

             RAHASIA BANK HANYA TERBATAS
              KEPADA NASABAH PENYIMPAN
           (DEPOSAN) DAN SIMPANANNYA SAJA
64
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM
     UU 10 TAHUN 1998
                          PASAL 41 (1):
 “UNTUK KEPENTINGAN PERPAJAKAN PIMPINAN BANK
 INDONESIA ATAS PERMINTAAN MENTRI KEUANGAN
 BERWENANG MENGELUARKAN PERINTAH TERTULIS KEPADA
 BANK AGAR MEMBERIKAN KETERANGAN DAN MEMPERLIHATKAN
 BUKTI-BUKTI TERTULIS SERTA SURAT-SURAT MENGENAI
 KEADAAN KEUANGAN NASABAH PENYIMPAN TERTENTU KEPADA
 PEJABAT PAJAK”
                          PASAL 42 (1):
 “UNTUK KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA
 PIDANA, PIMPINAN BANK INDONESIA DAPAT MEMBERIKAN
 IZIN KEPADA POLISI, JAKSA ATAU HAKIM UNTUK MEMPEROLEH
 KETERANGAN DARI BANK MENGENAI SIMPANAN TERSANGKA
 ATAU TERDAKWA PADA BANK”
65
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK
     DALAM UU 10 TAHUN 1998
                        PASAL 41 A (1):
 “UNTUK PENYELESAIAN PIUTANG BANK YANG TELAH DISERAHKAN
 KEPADA BADAN URUSAN PIUTANG DAN LELANG
 NEGARA/PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA, PIMPINAN BANK
 INDONESIA MEMBERIKAN IZIN KEPADA PEJABAT BADAN URUSAN
 PIUTANG DAN LELANG NEGARA/PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA
 UNTUK MEMPEROLEH KETERANGAN DARI BANK MENGENAI
 SIMPANAN NASABAH DEBITUR”
                          PASAL 43:
 “DALAM PERKARA PERDATA ANTARA BANK DENGAN
 NASABAHNYA, DIREKSI BANK YANG BERSANGKUTAN DAPAT
 MENGINFORMASIKAN KEPADA PENGADILAN TENTANG KEADAAN
 KEUANGAN NASABAH YANG BERSANGKUTAN DAN MEMBERIKAN
 KETERANGAN LAIN YANG RELEVAN DENGAN PERKARA TERSEBUT”
66
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM
     UU 10 TAHUN 1998
                           PASAL 44 (1):

 “DALAM RANGKA TUKAR MENUKAR INFORMASI ANTAR BANK,
 DIREKSI BANK DAPAT MEMBERITAHUKAN KEADAAN KEUANGAN
 NASABAHNYA KEPADA BANK LAIN”

                            PASAL 44 A (1):
 “ATAS PERMINTAAN, PERSETUJUAN ATAU KUASA DARI NASABAH PENYIMPAN
 YANG DIBUAT SECARA TERTULIS, BANK WAJIB MEMBERIKAN KETERANGAN
 MENGENAI SIMPANAN NASABAH PENYIMPAN PADA BANK YBS KEPADA PIHAK
 YANG DITUNJUK OLEH NASABAH PENYIMPAN TERSEBUT”

                           PASAL 44 A (2):
 “DALAM HAL NASABAH PENYIMPAN TELAH MENINGGAL DUNIA, AHLI
 WARIS YANG SAH DARI PENYIMPAN YANG BERSANGKUTAN BERHAK
 MEMPEROLEH KETERANGAN MENGENAI SIMPANAN NASABAH PENYIMPAN
 TERSEBUT”
67
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK DALAM UU 10/1998:

     1. IJIN DARI PEMERINTAH/BI
     (PAJAK, PIUTANG BANK YANG DISERAHKAN BUPLN/PUPN,
     PERADILAM DALAM PERKARA PIDANA)

     2. TANPA IJIN
     (PERKARA PERDATA, TUKAR INFORMASI ANTAR BANK,
     KUASA NASABAH, AHLI WARIS)




68
SANKSI ATAS KETENTUAN RAHASIA
BANK DALAM UU PERBANKAN
BENTUK SANKSI: PIDANA DAN DENDA SECARA
AKUMULATIF

 PASAL 47 (1): TANPA MEMBAWA PERINTAH TERTULIS ATAU
   TANPA IJIN MEMAKSA BANK ATAU PIHAK TERAFILIASI UNTUK
   MEMBERI KETERANGAN DIANCAM PIDANA PENJARA 2 - 4
   TAHUN, DAN DENDA 10 - 200 M
  PASAL 47 (2): ANGGOTA DIREKSI, KOMISARIS ATAU PIHAK
   TERAFILIASI YANG SENGAJA MEMBERI KETERANGAN
   DIANCAM PIDANA PENJARA 2 – 4 TAHUN DAN DENDA 4 – 800 M
  PASAL 47 A: ANGGOTA DIREKSI, KOMISARIS ATAU PIHAK
   TERAFILIASI YANG SENGAJA TIDAK MEMBERIKAN
   KETERANGAN, DIANCAM PIDANA PENJARA 2 – 7 TAHUN DAN
69 DENDA 4 – 15 M
     KESIMPULAN
        UU          CAKUPAN RAHASIA                   PENEROBOSAN RAHASIA
                         BANK                                BANK
     UU 23 PRP        NASABAH DEPOSAN &          PERPAJAKAN
                      WALKING CUSTOMER           PERADILAN
     TAHUN 1960
     UU 14 TAHUN   KEUANGAN NASABAH PADA POS     SDA
                   AKTIVA DAN PASIVA, SERTA
     1967          KEGIATAN DALAM SISTEM
                   PEMBAYARAN

     UU 7 TAHUN    KEUANGAN DAN HAL-HAL LAIN     41-44: PERPAJAKAN, PERADILAN PERKARA
                   DARI NASABAH                  PIDANA, PERKARA PERDATA ANTARA BANK
     1992                                        DENGAN NASABAH,TUKAR-MENUKAR
                                                 INFORMASI ANTAR BANK

     UU 10 TAHUN   NASABAH PENYIMPAN (DEPOSAN)   1.     IJIN DARI PEMERINTAH/BI (PAJAK,
                   DAN SIMPANANNYA                      PIUTANG BANK YANG DISERAHKAN
     1998                                               BUPLN/PUPN, PERADILAM DALAM
                                                        PERKARA PIDANA)
                                                 2.     TANPA IJIN (PERKARA PERDATA,
                                                        TUKAR INFORMASI ANTAR BANK,
                                                        KUASA NASABAH, AHLI WARIS)


70
     PERSYARATAN DAN TATA CARA
     PEMBERIAN PERINTAH ATAU IZIN
     TERTULIS MEMBUKA RAHASIA BANK




71
     PBI NO. 2/19/PBI/2000 TANGGAL 7
     SEPTEMBER 2000
         PASAL 1: PENGERTIAN BANK, SIMPANAN, NASABAH, NASABAH
          DEBITOR, DAN RAHASIA BANK
         PASAL 2 AYAT 4: KEWAJIBAN MERAHASIAKAN SEGALA
          SESUATU SEHUBUNGAN DENGAN NASABAH PENYIMPAN
          TIDAK BERLAKU UNTUK:
     a.     KEPENTINGAN PERPAJAKAN
     b.     PENYELESAIAN PIUTANG BANK YANG SUDAH DISELESAIKAN KEPADA
            BUPLN/PUPN
     c.     KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA PIDANA
     d.     KEPENTINGAN PERADILAN DALAM PERKARA PERDATA ANTARA BANK
            DENGAN NASABAHNYA
     e.     TUKAR MENUKAR INFORMASI ANTAR BANK
     f.     PERMINTAAAN, PERSETUJUAN ATAU KUASA DARI NASABAH
            PENYIMPAN YANG DIBUAT SECARA TERTULIS
     g.     PERMINTAAN AHLI WARIS YANG SAH DARI NASABAH PENYIMPAN YANG
72          TELAH MENINGGAL DUNIA
 Lanjutan……..
 KEWAJIBAN RAHASIA BANK BERLAKU UNTUK PIHAK
   TERAFILIASI
  BUTIR A, B DAN C WAJIB MEMPEROLEH PERINTAH ATAU IZIN
   TERTULIS UNTUK MEMBUKA RAHASIA BANK DARI PIMPINAN BI:
    KEPENTINGAN PAJAK DIDASARKAN PERMINTAAN TERTULIS
     MENTERI KEUANGAN
    PENYELESAIAN PIUTANG NEGARA ATAS PERMINTAAN
     TERTULIS KEPALA BUPLN/PUPN
    PEADILAN PERKARA PIDANA ATAS PERMINTAAN TERTULIS
     DARI KAPOLRI, JAKSA AGUNG DAN KETUA MAHKAMAH
     AGUNG
  DAN BUTIR D,E, F DAN G TIDAK DIPERLUKAN PERINTAH
  DALAM KAITAN DENGAN TINDAK PIDANA KORUPSI
   DILAKSANAKAN OLEH GBI DALAM WAKTU SELAMBAT-
   LAMBATNYA 3 HARI KERJA TERHITUNG SEJAK SURAT
   PERMINTAAN DITERIMA SECARA LENGKAP OLEH DIREKTUR
73
   HUKUM BI
     Lanjutan……..
 GBI DAPAT MENOLAK UNTUK MEMBERIKAN PERINTAH SECARA
  TERTULIS APABILA SURAT PERMINTAAN TIDAK MEMENUHI
  PERSYARATAN,YANG HARUS DIBERITAHUKAN SECARA TERTULIS
  SELAMBAT-LAMBATNYA 14 HARI SETELAH SURAT PERMINTAAN
  DITERIMA
 PEMBLOKIRAN DAN ATAU PENYITAAN SIMPANAN ATAS NAMA
  SEORANG NASABAH YANG TELAH DINYATAKAN SEBAGAI
  TERSANGKA ATAU TERDAKWA OLEH POLISI, JAKSA, ATAU HAKIM
  DAPAT DILAKUKAN TANPA MEMERLUKAN IZIN PIMPINAN BI.
  DALAM HAL POLISI, JAKSA ATAU HAKIM BERMAKSUD
  MEMPEROLEH KETERANGAN MENGENAI NASABAH
  PENYIMPANAN DAN SIMPANANNYA YANG DIBLOKIR DAN ATAU
  DISITA, MAKA BERLAKU KETENTUAN MENGENAI CARA-CARA
  MEMBUKA RAHASIA BANK
74
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK DI
     LUAR UU PERBANKAN
      SURAT MAHKAMAH AGUNG NO.
      KMA/694/R.45/XII/2004 PERIHAL PERTIMBANGAN
      HUKUM ATAS PELAKSANAAN KEWENANGAN KOMISI
      PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)

      BERISI PENEGASAN BAHWA KETENTUAN PASAL 12
      UU 30 TAHUN 2002 TENTANG KPK MERUPAKAN
      KETENTUAN KHUSUS (LEX SPECIALIS) YANG
      MEMBERIKAN KEWENANGAN KEPADA KPK DALAM
      MELAKSANAKAN TUGAS PENYELIDIKAN,
      PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN”


75
     PENGECUALIAN RAHASIA BANK DI
     LUAR UU PERBANKAN

     PROSEDUR IJIN MEMBUKA RAHASIA
     BANK SEBAGAIMANA DIATUR DALAM
     PASAL 42 UU PERBANKAN TIDAK
     BERLAKU BAGI KOMISI
     PEMBERANTASAN KORUPSI.


76
     Klasifikasi Bank




77
     Klasifikasi Jenis Bank
     1. Jenis Bank Menurut        Tujuan:
        Kegiatannya                Memudahkan dlm memilih
                                    kegiatan perbankan yang
      Bank Tabungan                paling sesuai dengan
      Bank Pembangunan             karakter masing-masing
      Bank Ekspor – Impor
                                    bank
                                   Menyederhanakan dan
      Bank Umum
                                    memudahkan dalam urusan
      Bank Pengkreditan Rakyat
                                    mendapatkan izin operasi



78
     2. Jenis Bank Menurut                  Tujuan
     Target Pasar                            Memberi pelayanan efisien
                                             Fokus pada kelompok
      Corporate Bank – pelayanan             nasabah (karakter) tertentu
       berskala besar
      Retail Bank – pelayanan berskala
       kecil
      Retail Corporate Bank –
       pelayanan berskala besar dan kecil




79
 3. Jenis Bank Menurut                    4. Jenis Bank Menurut
   Kepemilikannya                           Status atau Kedudukan
     (penguasaan saham & akta pendirian    (ukuran kemampuan dr segi
     Bank)                                 jumlah produk, modal, & kualitas)

  Bank milik pemerintah; BNI, BRI,
     BTN                                   Bank Devisa
    Bank milik pemerintah daerah;         Bank Non-Devisa
     Bank Sumut, Bank DKI
    Bank milik koperasi; Bank Umum
     Koperasi Indonesia
    Bank milik swasta nasional; BCA,
     BII, Bank Mua’malat
    Bank milik asing; CitiBank, Standard
     Chartered
    Bank milik campuran; Mitsubishi
80
     Buana Bank, Bank Sakura Swadarma
     5. Jenis Bank Menurut Kepemilikannya

      Bank – prinsip konventional; menggunakan sistem bunga dan free based.
             - Dominan di Indonesia.

      Bank – prinsip syariah; berdasarkan etika & prinsip-prinsip Islam hingga
       bebas dari;
              a. unsur Riba (bunga)
              b. bebas dari unsur spekulatif non-produktif seperti perjudian
                 (maysir)
              c. bebas dari kegiatan yang meragukan (gharar)
              d. bebas dari perkara yang tidah sah (bathil)
              e. hanya membiayai usaha-usaha yang halal



81
   Types of Investment banks
   Investment banks "underwrite" (guarantee the sale of) stock and bond
    issues, trade for their own accounts, make markets, and advise corporations
    on capital markets activities such as mergers and acquisitions.

   Merchant banks were traditionally banks which engaged in trade finance.
    The modern definition, however, refers to banks which provide capital to
    firms in the form of shares rather than loans. Unlike venture capital firms,
    they tend not to invest in new companies.

  Both combined
   A universal bank is a bank that participate in all kinds of banking activities.
    It is a bank that is both a Commercial bank and an Investment bank.
      For example, First Bank (a very large bank) is involved in commercial
        and retail lending, and its subsidiaries in tax-havens offer offshore
        banking services to customers in other countries. Other large financial
82
        institutions are similarly diversified and engage in multiple activities.
     Sumber Dana Bank & Aktivitas
             Perbankan




83
     Pengertian Sumber Dana Bank

      Sumber dana bank adalah adalah suatu usaha yang dilakukan oleh bank
       untuk mencari atau menghimpun dana untuk digunakan sebagai biaya
       operasi dan pengelolaan bank. Dana yang dihimpun dapat berasal dari
       dalam perusahaan maupun lembaga lain diluar perusahaan dan juga dan
       dapat diperoleh dari masyarakat.




84
     Sumber-sumber dana Perbankan :
     1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri
      Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Modal sendiri
        maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya. Dapat
        disimpulkan pencarian dana sendiri terdiri dari :

     a. Setoran modal dari pemegang saham
     b. Cadangan-cadangan bank, maksudnya adlah cadangan-cadangan laba pada
        tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya.
     c. Laba bank yang belum dibagi, merupakan laba yang memang belum
        dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan
        sebagai modal untuk sementara waktu.

      Keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu membayar bunga
       yang relatif lebih besar daripada jika meminjam ke lembaga lain.

85
     2. Dana yang berasal dari masyarakat luas.

     Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan
     opersai bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu
     membiayai operasinya dari sumber dana ini. Dapat dikelompokkan:
     a. Simpanan giro
     b. Simpanan tabungan
     c. Simpanan deposito.




86
 3. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya
 Sumber dana yang ketiga inin merupakan tambahan jika bank mengalami
 kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua di atas. Pencarian dari
 sumber dana ini relaitif labih mahal dan sifatnya hanya semntara waktu saja.
 Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari :

 a. Kredit likuiditas dari Bank Indonesia, Diberikan bank Indonesia kpd bank-
 bank yg mengalami kesulitan likuiditas & diberikan kpd pembiayaan sector tertentu.

 b. Pinjaman antar bank (call money);
 - diberikan kpd bank yang mengalami kalah kliring di dlm lembaga kliring
 - Bersifat jangka pendek dgn bunga yg relatif tinggi.

 c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri; Diperoleh oleh perbankkan dari pihak
    luar negeri.

  d. Surat berharga pasar uang (SBPU). Pihak perbankan menerbitkan SBPU
  kemudian diperjualkan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan
87
  maupun nonkeuangan.
     1. Simpanan Giro
  Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan
    menggunakan cek, bilyet giro, sarana pembayaran lainnya atau dgn cara
    pemindahbukuan (UU Perbankkan nomor 10 thn 1998). Pengertian giro lain:

 a. Simpanan pihak ketiga
  Simpanan pihak ketiga berupa penyimpanan sejumlah uang di bank dalam bentuk
    giro. Simpanan ini dilakukan atas kesepakatan antara pihak bank dan nasabah, dimana
    nasabah menyimpan dananya dibank, untuk kemudian dikelola oleh pihak bank, dan
    dalam setoran pertama untuk membuka rekening giro ini masingmasing bank
    mematok jumlah yang berbeda.
 b. Penarikan dana dapat setiap saat
  Penarikan dana dari rekening giro dapat dilakukan kapan saja, asalkan dana yang
    tersedia mencukupi dana yang hendak diambil pada saat itu.
 c. Cara penarikan
  Ada beberapa jenis sarana yang dapat dipakai untuk menarik dana di rekening:
 - Cek; Cek atas nama, Cek atas unjuk, Cek silang & Cek kosong
  Bilyet Giro; Surat perintah dari nasabah utk memindahbukukan sejumlah uang dari
    rekening yg bersangkutan kpd pihak penerima. Bilyet Giro akan berfungsi sama
88
    dengan Cek Silang.
     Bilyet Giro




89
     Cek




90
 PENGERTIAN CEK (CHEQUE)
  Cek merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau
   mengambil uang direkening giro. Fungsi lain dari cek adalah sebagai alat
   untuk melakukan pembayaran.
  Pengertian cek adalah surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada
   bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar
   sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada
   pemegang cek tersebut

  Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran
  giral seperti yang diatur di dalam KUH Dagang pasal 178 yaitu :
   pada surat cek harus tertulis perkataan "CEK"
   surat cek harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah
    uang tertentu .
   nama bank yang harus membayar (tertarik)
   penyambutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan
91
   tanda tangan penarik.
     Syarat lain :
  tersedianya dana                   tidak diblokir pihak
  ada materai yang cukup                berwenang
  jika ada coretan atau perubahan      resi cek sudah kembali
   harus ditandatangani oleh si         endorsment cek benar, jika
   pemberi cek                           ada
  jumlah uang yang tertulis            kondisi cek sempurna
   diangka dengan huruf haruslah        rekening belum ditutup
   sama.                                dan syarat-syarat lainnya
  memperlihatkan masa kedaluarsa
   cek yaitu 70 hari setelah
   dikeluarkannya cek tersebut
  tanda tangan atau stempel
   perusahaan harus sama dengan
   yang ada di specimen (contoh
   tandatangan)
92
     Jenis-jenis Cek
 1. Cek Atas Nama
  Merupakan cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan
    hukum tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut. Sebagai
    contoh jika didalam cek tertulis perintah bayarlah kepada : Tn. Roy
    Akase sejumlah Rp 3.000.000,- atau bayarlah kepada PT. Marindo
    uang sejumlah Rp 1.000.000,- maka cek inilah yang disebut dengan
    cek atas nama, namun dengan catatan kata "atau pembawa"
    dibelakang nama yang diperintahkan dicoret.

 2. Cek Atas Unjuk
  Cek atas unjuk merupakan kebalikan dari cek atas nama. Di dalam
    cek atas unjuk tidak tertulis nama seseorang atau badan hukum
    tertentu jadi siapa saja dapat menguangkan cek atau dengan kata lain
    cek dapat diuangkan oleh si pembawa cek. Sebagai contoh di dalam
    cek tersebut tertulis bayarlah tunai, atau cash atau tidak ditulis kata-
    kata apa pun.
93
     Jenis-jenis Cek
 3. Cek Silang                       4. Cek Mundur
  Cek Silang atau cross cheque       Merupakan cek yang diberi tanggal
    merupakan cek yang dipojok          mundur dari tanggal seka-rang,
    kiri atas diberi dua tanda          misalnya hari ini tanggal 01 Mei
    silang. Cek ini sengaja diberi      2002. Sebagai contoh. Tn. Roy
    silang, sehingga fungsi cek         Akase bermaksud mencairkan
    yang semula tunai berubah           selembar cek dan di mana dalam
    menjadi non tunai atau              cek tersebut tertulis tanggal 5 Mei
    sebagai pemindahbukuan.             2002. jenis cek inilah yang disebut
                                        dengan cek mundur atau cek yang
                                        belum jatuh tempo, hal ini biasanya
                                        terjadi karena ada kesepakatan
                                        antara si pemberi cek dengan si
                                        penerima cek, misalnya karena
                                        belum memiliki dana pada saat itu.

94
      Jenis-jenis Cek
     5. Cek Kosong
      Cek kosong atau blank cheque merupakan cek yang dananya
        tidak tersedia di dalam rekening giro. Sebagai contoh nasabah
        Tn. Rahman Hakim menarik cek senilai 60 juta rupiah yang
        tertulis di dalam cek tersebut, akan tetapi dana yang tersedia di
        rekening giro tersebut hanya ada 50 juta rupiah. Ini berarti
        kekurangan dana sebesar 10 juta rupiah, apabila nasabah
        menariknya. Jadi jelas cek tersebut kurang jumlahnya
        dibandingkan dengan jumlah dana yang ada.




95
     Keterangan yang ada didalam suatu cek :
     1.Ada tertulis kata-kata Cek atau Cheque
     2.Ada tertulis Bank Penerbit (Bank Matras)
     3.Ada nomor cek
     4.Ada tanggal penulisan cek (di bawah nomor cek)
     5.Ada perintah membayar " bayarlah kepada....... atau
       pembawa"
     6.Ada jumlah uang (nominal angka dan huruf)
     7.Ada-tanda tangan dan atau cap perusahaan pemilik cek




96
     CONTOH PERHITUNGAN JASA GIRO
     Transaksi yang terjadi pada rekening giro Tn. Ray Ibrahim selama bulan Mei 2002
     Nama nasabah : Tn. Ray Ibrahim
     Nomor Rekening : 10.04.2002.10
     - Tgl. 01 setor tunai        Rp 10.000.000,-
     - Tgl. 07 tarik dengan cek Rp 2.000.000,--
     - Tgl. 10 setor tunai        Rp 5.000.000,--
     - Tgl. 14 setor kliring      Rp 12.000.000,--
     - Tgl. 16 tarik dengan BG Rp 5.000.000,--
     - Tgl. 18 transfer ke luar beban rek. Rp 3.000.000,-
     - Tgl. 23 kliring masuk      Rp 7.000.000,--
     - Tgl. 29 setor dengan cek bank lain Rp 8.000.000,--
     Pertanyaan :
     Saudara diminta untuk menghitung berapa bunga bersih yang diperoleh Tn. Ray
        Ibrahim selama bulan Mei jika bunga dihitung dari saldo terendah dan saldo rata-rata
        pada bulan yang bersangkutan dengan suku bunga yang berlaku 17% per tahun.
        Nasabah juga dikenakan pajak 15% atas jasa giro. Buatkan juga laporan rekening
        korannya secara lengkap.
97
     Pembuatan rekening koran
                                   Laporan Rekening Koran
                                       Tn. Ray Ibrahim
                                      per 31 Mei 2002

           (Dalam Ribuan)                                             Bunga 18%

           Tgl.         Transaksi            Debet       Kredit        Saldo
            01     setor tunai                       -      10.000     10.000
            07     tarik dengan cek            2.000              -      8.000
            10     setor tunai                       -       5.000     13.000
            14     setor kliring                     -      12.000     25.000
            16     tarik dengan BG             5.000              -    20.000
            18     transfer keluar             3.000              -    17.000
            23     kliring masuk               7.000              -    10.000
            29     setor dengan cek                  -       8.000     18.000
98
    Keterangan Laporan Keuangan:
  Transaksi biasanya dibuat dalam      Setor kliring maksudnya menyetor
   kode tertentu, misalnya setor tunai    uang dengan menggunakan cek atau
   01, tarik tunai 02 dan seterusnya.     BG dari bank lain (kredit).
  Sisi debet merupakan sisi untuk       Transfer keluar artinya mengirim
   pengurangan dana dan sisi kredit       uang dari bank yang bersangkutan ke
   untuk penambahan dana.                 bank lain melalui pembebanan
  Setor tunai atau setor dengan cek      rekening giro nasabah di bank yang
   atau setor dengan BG akan              bersangkutan (debet).
   menambah rekening nasabah             Transfer masuk artinya adanya uang
   (kredit) clan tarik tunai atau tarik   masuk dari bank lain ke bank Matras
   dengan cek atau tarik dengan BG        dan masuk ke rekening nasabah
   akan mengurangi rekening (debet)       (kredit)
  Tarik dengan cek maksudnya            Saldo artinya sisa uang yang ada
   menarik uang dengan                    direkening pada tanggal tertentu
   menggunakan cek bank yang              setelah melalui pengurangan dan
   bersangkutan (debet)                   penambahan.
                                         Tanggal merupakan waktu kejadian
99                                        transaksi
      a. Perhitungan bunga dengan menggunakan
      saldo terendah
              17 % x Rp 8 000.000,-
       bunga =                               = Rp 113.333,-
               12 bulan

       pajak = 15% x Rp 113.333,-      = Rp 16.999,-

       bunga bersih bulan Mei         = Rp 96.334,-




100
      b. Perhitungan bunga dengan menggunakan saldo
      rata-rata

      Saldo rata-rata untuk bulan Mei adalah :
      121.000.000,--
                              = 15.125.000,--
            8
             17 % x Rp 15.125.000,--
      bunga                               = Rp 214.271,--
                   12 bulan
      pajak 15 % x Rp 214.271,-           = Rp 32.141,-

      bunga bersih                      = Rp 182.130,--

101
  2. Simpanan Tabungan
   (UU Perbankan nomor 10 tahun 1998); simpanan yang penarikannya hanya dapat
    dilakukan menurut syaratsyarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik
    dengan cek, bilyet giro dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
   Besarnya bunga dan setoran awal simpanan tabungan disetiap bank menjadi
    berbeda, sesuai dengan prosedur masing-masing bank. Alat penarikan yg
    digunakan:

  a. Buku tabungan; buku nasabah diberikan kpd nasabah pada awal menabung.
  b. Kartu penarikan; kartu yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah dana pd
     mesin penarikan uang pd lokasi tertentu, ATM (Automated Teller machine).
  c. Surat Kuasa; adalah surat yang berisi pernyataan nasabah yang memberikan kuasa
     pada si pemegang surat kuasa yang terdapat tandatangan nasabah dan si pemegang
     surat kuasa untuk menarik sejumlah dana dari rekening nasabah.



102
 CONTOH PERHITUNGAN BUNGA TABUNGAN
  Transaksi yang terjadi di rekening tabungan Tn. Roy Akase selama bulan Mei
   2002 :
 Tgl. 01 setor tunai                   Rp 5.000.000,-
 Tgl. 06 setor dengan cek bank lain    Rp 8 000.000,-
 Tgl. 12 tarik tunai                   Rp 10.000.000,--
 Tgl. 17 transfer masuk                Rp 7.000.000,--
 Tgl. 22 tarik tunai                   Rp 5.000.000,--
 Tgl.31 setor tunai                    Rp 3.000.000,--
  Suku bunga 18% per tahun (Pa) untuk perhitungan saldo teren-dah dan saldo rata-
   rata.

  Pertanyaan :
  Coba saudara hitung berapa bunga bersih yang diterima Tn. Roy Akase
  dengan menggunakan saldo terendah, saldo rata-rata dan saldo harian dan
  dikenakan pajak 15% atas bunga tabungan. Kemudian buatkan laporan
  buku tabungannya.
103
      Laporan buku tabungan
                          Laporan Rekening Tabungan
                         Tn. Roy Akase per 31 Mei 2002
        (dalam rupiah)
        Tgl                Transaksi Debet        Kredit   Saldo
        01       setor tunai            -         5.000     5.000
        06       setor dengan cek BL    -         8.000    13.000
        12       tarik tunai         10.000         -       3.000
        17       transfer masuk         -         7.000    10.000
        22       tarik tunai         5.000          -       5.000
        31       setor tunai            -         3.000     8.000


104
      Perhitungan dengan saldo bunga terendah



                    18% x RP 3.000.000,
        bunga = =                                 Rp 45.000,-
                         12 bulan

        pajak 15% x Rp 45.000,-                = Rp 6.750,-

                                  bunga bersih = Rp 38.250,-

105
  3. Simpanan Deposito
   Jangka waktu lebih lama bila dibandingkan dengan simpanan giro ataupun simpanan tabungan,
    serta tidak dapat diambil setiap waktu. (UU No.10 tahun 1998); simpanan yang penarikannya
    hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan bank. Alat
    yang dapat digunakan untuk penarikan simpanan deposito tergantung dari jenis depositonya:
  - Deposito berjangka --- bilyet deposito
  - Sertifikat deposito --- sertifikat deposito.

  a. Deposito berjangka; Deposito yg diterbitkan oleh bank umum, diterbitkan atas nama orang
     atau lembaga.
  -    Jangka waktu deposito bervariasi mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, dan 24 bulan, dapat ditarik setiap
       bulan atau pada saat jatuh tempo baik tunai ataupun nontunai dengan cara pemindahbukuan.
  -    Batas minimalnya adalah sebesar Rp 5.000.000. Jika ditarik sebelum jatuh temponya, akan
       dikenakan penalty rate. Sedangkan insentif yang diberikan untuk nominal dana yang cukup besar
       berupa spesial rate, hadiah ataupun cindera mata.
  b. Sertifikat Deposito; Deposito yang diterbitkan atas unjuk, maksudnya hanya ada nilai
     nominalnya tidak disertai dengan nama orang ataupun lembaga hingga dpt diperjualbelikan
     kepada pihak lain. Diterbitkan dengan jangka waktu, 2, 3, 4, 6, dan 12 bulan.
  c. Deposito on call; berjangka waktu minimal 7 hari dan paling lama 1 bulan. Diterbitkan atas
     nama dan biasanya dalam jumlah yang besar i.e.100 juta rupiah, tergantung dari bank yang
     menerbitkan deposito on call tersebut.
106
      Deposito Berjangka




107
      Aktivitas Perbankan
                                     Sumber-sumber dana yg menjadi
  1. Penghimpunan Dana               harapan:
      Perbankan --- melakukan       a.   Dana Sendiri
       penghimpunan dan penyaluran   b.   Dana Deposan
       dana.                         c.   Dana Pinjaman
      Keberhasilan penghimpunan     d.   Call Money
       dana tergantung faktor:       e.   Pinjaman antar Bank
  a.   Tingkat Pendapatan.           f.   Kredit Liquiditas
  b.   Tingkat Resiko                g.   Surat Berharga Pasar
  c.   Tingkat Kepercayaan           h.   Dana Transfer
  d.   Tingkat Pelayanan             i.   Setoran Jaminan
                                          (pendel/menengah)
                                     j.   Diskonto BI
108
 2. Penggunaan Dana                c. Penyaluran Kredit
                                    Aspek Penilaian Penyaluran Kredit:

  2 hal perhatian alokasi Dana:    Aspek Penilaian 5C   Aspek Penilaian 7P
                                    (Unsur)              (Prinsip)
 a. Resiko
 b. Jangka Waktu & Liquiditas       Character            Personality
                                    Capacity             Party
                                    Capital              Purpose
   Penyaluran Dana:                Collateral           Prospect
 a. Cadangan Liquiditas;            Condition            Payment
    Cadangan Primer & Sekunder                           Profitability

 b. Investasi                                            Protection



                                    Jenis Kredit; investasi, modal kerja,
                                     pertanian, peternakan, industri &
                                     perumahan
                                    Jaminan Kredit; Dengan Jaminan &
109                                  Tanpa Jaminan
      Produk dan Jasa Bank




110
      Kliring
       “ the act of exchanging drafts on each other and settling the
        differences”
       Jasa penyelesain hutang-piutang antar bank dengan cara saling
        menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga
        kliring yang koordinir oleh Bank Indonesia.
       Warkat; alat lalu lintas pembayaran giral yang diperhitungkan
        dalam satu lembaga yang disebut Lembaga Kliring. Contoh
        warkat:
        - Cek, Bilyet Giro, Surat bukti penerimaan transfer, wesel bank,
        nota kredit dll
       Lembaga Kliring dibentuk pd tgl 7 maret 1967

111
       Penolakan proses Kliring atas alasan tertentu
       Bank Peserta Kliring
       Wakil Bank Peserta Kliring
       Proses Penyelesaian Kliring
       - Sistem Kliring Manual
       - Sistem Kliring Semiotomasi
       - Sistem Kliring Otomasi
       - Sistem Kliring Elektronik



112
       Bank Garansi
       Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak
         penerima jaminan, apabil pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibannya.
       3 pihak yang terkait dalam penerbitan Bank Garansi
       Proses Penerbitan Bank Garansi?
       Jenis-Jenis Bank Garansi:
      - Bid Bond disebut juga Tender Bond adalah jaminan penawaran.
      - Advance Payment Bond adalah jaminan uang muka.
      - Performance Bond adalah jaminan pelaksanaan.
      - Retention/Maintenance Bond adalah jaminan pemeliharaan.
       Manfaat Bank Garansi: mempermudah/lancar urusan bisnis, keuntungan utk
         pihak Bank
       Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Bagi Penerima Bank Garansi
      • Pastikan keaslian dan keabsahan Bank Garansi dengan cara menghubungi bank
        penerbit.
      • Periksa masa berlaku Bank Garansi sesuai dengan jangka waktu proyek Anda.
      • Periksa dan pahami syarat-syarat klaim untuk memudahkan Anda melakukan
        klaim apabila diperlukan.
113
      Bank Garansi




114
    Jenis-jenis Jasa Bank Lainnya
  Telah dijelaskan didepan bila kelengkapan jenis-jenis jasa bank
  lainnya akan sangat tergantung dari apakah bank tersebut BPR, bank
  umum konvensional ataukah bank umum syariah. Berikut adalah
  beberapa jenis jasa-jasa bank lainnya :

  1. Kiriman Uang (Transfer)
  Transfer adalah merupakan jasa pengiriman uang baik di dalam negari
  ataupun luar negeri. Sebagai contoh Rita mengirim uang kepada ayahnya
  sebesar Rp 5.000.000 melalui “bank R” melalui jasa transfer.

   2. Inkaso
   Inkaso merupakan jasa bank utnuk menagihkan warkat-warkat yang
   berasal dari luar kota atau luar negeri. Contoh apabila kita memperoleh
   selembar cek yang diterbitkan oleh bank di kota Balikpapan, maka cek
   tersebut dapat dicairkan di Jakarta melalui jasa inkaso. Warkat-warkat yang
115dapat ditagihkan melalui inkaso misalnya cek, bilyet giro, wesel, deviden.
      Inkaso




116
      Inkaso




117
 3. Safe Deposit Box
 Safe deposit box merupakan jasa banjk yang diberikan kepada para nasabahnya yang
 membutuhkan keamanan pada benda-benda ataupun suratsurat berharga miliknya.
 Bentuknya berupa kotak dimana terdapat ukukran yang berbede-beda sesuai dengan
 kebutuhan dari para nasabahnya. Adapun surat-surat berharga disimpan didalam safe
 deposit box adalah :
 a. Sertifikat deposito                   b. Sertifikat tanah
 c. Saham                                d. Obligasi
 e. Surat Perjanjian                      f. Akte kelahiran
 g. Akte pernikahan                       h. Ijasah
  Sedangkan untuk benda-benda-yang dapat disimpan di dalam safe
  deposit box adalah :
  a. Emas
  b. Mutiara
  c. Berlian
  d. Intan
  e. Permata
  Adapun keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak bank adalah biaya sewa, uang setoran
  jaminan yang mengendap, dan pelayanan nasabah.
118
      Safe Deposit Box




119
  4. Bank Card
  Bank card adalah “kartu plastik”atau yang biasa kita sebut dengan
  ATM, yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan kepada
  nasabahnya untuk dipergunakan sebagai alat pembayaran ditempat-
  tempat yang menyediakan fasilitas untuk ATM ini.

  5. Travellers Cheque
  Travelier cheque dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan, cek
  ini biasanya dipergunakan untuk orang-orang yang senang
  bepergian.Traveller cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan tertentu
  seperti halnya uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang rupiah dan
  mata uang asing.



120
      Traveller Cheque




121
 6. Letter of Credit (L/C)
  Letter of credit merupakan salah satu jasa bank yang diberikan
    kepadamasyarakat untuk memperlancar arus barang termasuk
    barang dalam negeri.

  Kegunaan letter of credit adalah untuk menampung dan
      menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir)
      maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangannya.
      Pembukaan L/C oleh importir dilakukan nasabah melalui bank
      yang disebut Opening Bank atau inssuing Bank sedangkan bank
      eksportir merupakan bank pembayar terhadap barang yang
      diperdagangkan.

  Dalam hal ini eksportir berhubungan dengan bank pembayar atau
      disebut dengan advising bank
122
  Pelaku L/C
   Applicant atau pemohon kredit adalah importir (pembeli) yang mengajukan
      aplikasi L/C.
     Beneficiary adalah eksportir (penjual) yang menerima L/C.
     Issuing bank atau opening adalah bank pembuka L/C.
     Advising bank adalah bank yang meneruskan L/C, yaitu bank koresponden
      (agen) yang meneruskan L/C kepada beneficiary. Bank tidak bertanggung jawab
      atas isi L/C dan hanya bertindak sebagai perantara.
     Confirming bank adalah bank yang melakukan konfirmasi atas permintaan
      issuing bank dan menjamin sepenuhnya pembayaran.
     Paying bank adalah bank yang secara khusus ditunjuk dalam L/C untuk
      melakukan pembayaran dan beneficiary berkewajiban menyerahkan dokumen
      kepada bank tersebut.
     Carrier adalah pengangkut barang yang dikirim (Perusahaan
      Pelayaran/Penerbangan) untuk dibeberapa negara dengan perbatasan darat bisa
      juga perusahaan angkutan darat seperti truk, kereta Dll).
  Tata cara pembayaran dengan L/C?
123
 Jenis-jenis L/C

  Revocable L/C.
  Irrevocable L/C.
  Irrevocable dan Confirmed L/C
  Clean Letter of Credit
  Documentary Letter of Credit
  Documentary L/C dengan Red Clause
  Revolving L/C
  Back to Back L/C.
  Transverable L/C


124
      L/C




125
    Keuntungan Jasa-Jasa Bank
  Keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak bank adalah selisih antara bunga simpanan
     dengan bunga kredit. Selain itu ada lagi keuntungan yang dapat diperoleh perbankkan
     yaitu melalui :
  1. Biaya administrasi
  Biaya ini dikenakan untuk jasa-jasa yang memerlukan administrasi
  khusus, biasanya dikenakan untuk pengelolaan fasilitas tertentu.
  2. Biaya Kirim
  Biaya kirim diperoleh dari jasa pengiriman uang atau yang biasa disebut dengan
  transfer, baik transfer dalam negari ataupun luar negeri.
  3. Biaya Tagih
  Jasa yang dikenakan untuk menagihkan dokumen-dokumen milik nasabahnya
  seperti jasa kliring dan jasa inkaso. Biaya tagih ini dilakukan baik untuk tagihan
  dokumen dalam negeri maupun luar negeri.
  4. Biaya Provisi dan Komisi
  Biaya ini dibebankan kepada jasa kredit dan jasa transfer serta jasa-jasa atas
  bantuan bank terhadap suatu fasilitas perbankkan.
  5. Biaya Sewa
  Biaya ini dibebankan kepada nasabah yang menggunkan fasilitas safe deposit box, dan besarnya
  sewa tergantung dari besarnya safe deposit box yang dipakai.
126
   RTGS (Real-Time Gross Settlement). Sistem RTGS
    adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang
    dilakukan per transaksi (individually processed / gross settlement) dan
    bersifat Real-Time (electronically processed), di mana rekening peserta
    dapat di- debit / di-kredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan perintah
    pembayaran dan penerimaan pembayaran.
   Dengan sistem RTGS, peserta pengirim melalui terminal RTGS di
    tempatnya mentransmisikan transaksi pembayaran ke pusat pengolahan
    sistem RTGS di Bank Indonesia untuk proses settlement. Jika proses
    settlement berhasil, transaksi pembayaran akan diteruskan
    secara otomatis dan elektronis kepada peserta penerima.
   Kecukupan saldo peserta pengirim adalah PENTING karena dalam sistem
    BI-RTGS peserta hanya diperbolehkan untuk mengkredit peserta lain.
   Penerapan sistem RTGS di Indonesia telah dimulai sejak tanggal 17
    November 2000 dengan nama Sistem Bank Indonesia Real Time Gross
    Settlement (BI-RTGS).
127
      Perbankan Islam




128
      HUKUM – HUKUM SEPUTAR
        AQAD, JUAL BELI DAN
       SYIRKAH DALAM ISLAM




129
        Pengertian Aqad
       Akad merupakan hubungan antara ijab dan qabul
        dalam bentuk yang disyariatkan, dengan dampak
        yang ditetapkan pada tempatnya.
       Ijab dan qabul ini harus dilakukan secara syar’i,
        sehingga dampaknya juga halal bagi masing-
        masing pihak.
       Aqad sangat penting dalam Aktivitas muamalah
        hampir sama dengan niat dalam masalah ibadah



130
      SYARAT SAHNYA TRANSAKSI (Menurut SYARIAH)

      a) transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan
      saling ridha;
      (b) prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal
      dan baik (thayib);
      (c) uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur
      nilai, bukan sebagai komoditas;
      (d) tidak mengandung unsur riba;
      (e) Tidak mengandung Unsur Kedzoliman
      (f) tidak mengandung unsur maysir;
      (g) tidak mengandung unsur gharar;



131
      (h) tidak mengandung unsur haram;
      (i) tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time valueof
      money).
      (j) transaksi tidak diperkenankan menggunakan standar ganda
      harga untuk satu akad serta tidak menggunakan dua transaksi
      bersamaan yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad;
      (k) tidak ada distorsi harga melalui rekayasa
      permintaan(najasy), maupun melalui rekayasa penawaran
      (ihtikar);
      (l) tidak mengandung unsur kolusi dengan suap
      menyuap(risywah).



132
           Produk
      Perbankan Syariah



133
      JUAL BELI



134
  JUAL BELI
  Jenis Produk
      1. Titipan (Wadiah)
      2. Bagi Hasil (Syirkah)
      3. Jual Beli (al Bai’)
      4. Sewa (al Ijarah)
      5. Jasa-jasa (Ja’alah)
      6. Tukar Menukar Valuta (Sharf)
      7. Produk dan Jasa Lainnya
135
      Produk & Jasa Lembaga
      Keuangan Syariah
                                                      Giro (Yad
                                  Wadiah              Dhamanah)
                   Penghimpunan
                   Dana                           Tabungan
                                  Mudharaba
                                  h               Deposito
  Operasional                      Equity
 Bank Syariah di   Penggunaan      Financing
   Indonesia       Dana            Debt Financing
                                  Wakalah                     ZIS
                                  (arranger/agency)
                                                              SDB
                                  Hawalah (anjak
                   Jasa Layanan   piutang)
                                  Kafalah (garansi bank)
                   Perbankan
                                  Rahn (Gadai)

136
       Produk Pembiayaan (Financing)

                               Muthlaqah (tidak bersyarat)

                  Mudharabah


                               Muqayyadah (bersyarat)
        Equity
      Financing


                               Musyarakah
                  Musyarakah
                               (kerjasama dua pihak atau lebih)




137
      Produk Pembiayaan (Financing)
      (Lanjutan)

                   Barang-barang   Barter
                                   Jual Beli (Bai)
                                   • Murabahah (margin)
                                   • Bitsaman Ajil (cicil)

                   Barang - uang
                                   Sewa Menyewa (Ijarah)
        Debt                       • Ijarah (sewa)
      Financing
                                   • Ijarah Wa Iqtina (sewa beli)

                                   Salam (indent-> pertanian)
                   Uang - Barang
                                   Istishna (indent -> manufacture)

                   Uang - uang     Sharf (tukar valas)


138
 Skema Operasional Bank Syariah
      Skema Operasional Bank Syariah
                                              Bagi Hasil:
                                              Mudharabah
                                              Musyakarah
                                                                        Bagi
  SUMBER DANA:                                                          Hasil
   Giro Wadiah       POOLING
                                         Pembiayaan/Jual Beli:                     Profit
   Tab Wadiah                             Murabahah Angsuran
                       DANA
                                           Murabahan Sekaligus
                                                                                Distribution
   Tab. Mudharabah
                                                                       Margin
   Dep. Mudharabah
   Equity            Alhamdulillah...        Sewa Beli:
                                                Ijarah



                              Porsi
                              Nasabah
                        Jasa-jasa:
                        • Kiriman Uang
                        • Inkaso                100% pendapatan Bank               Porsi
                                                                                   Bank
                        • Garansi Bank
139                     • Gadai
      1. Wadiah
      Dari segi bahasa diartikan sebagai meninggalkan, meletakkan atau
       meletakan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara dan dijaga
      Secara teknis berarti titipan murni, dari satu pihak ke pihak lain, baik
       individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan
       saja si penitip kehendaki
      Landasan hukum:
       a. Al Qur’an
       Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanat (titipan) kepada yang
       berhak menerimanya
       (QS An Nisaa (4) : 58)

       Jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercaya itu
       menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya
       (QS Al Baqarah (2) 283)


140
      Wadiah (Lanjutan)
         Prinsip wadiah yang diterapkan adalah wadiah yad
          dhamanah, yang diterapkan pada giro
         Pihak yang dititipi (bank) bertanggung jawab atas keutuhan
          harta titipian
         Bank boleh memanfaatkan harta titipan
         Prinsip wadiah yang lain adalah wadiah yad amanah, yaitu
          harta titipan tidak boleh dimanfaatkan oleh yang dititipi
         Keuntungan dan kerugian menjadi hak dan kewajiban bank
          (pemilik dana dapat diberi bonus tanpa perjanjian)
         Bank dapat mengenakan biaya administrasi untuk menutupi
          biaya yang benar-benar terjadi


141
      Wadiah (Lanjutan)

                     1.Titip dana
         Nasabah                                         Bank
         (penitip)                                   (Penyimpan)
                     4. Beri bonus

                                                            2. Pemanfaatan
                                     3. Bagi hasil          dana



                                                       Nasabah
      Skema Wadiah                                   Pembiayaan
      Yad adh-Dhamanah
142
       Wadiah (Lanjutan)

      Rukun Wadiah
       Penitip / pemilik barang / harta (muwaddi’)
       Penerima titipan / orang yang menyimpan (mustawda’)
       Barang / harta yang dititipkan
       Aqad / Ijab Qabul




143
      2. Syirkah
       Prinsip yang didasarkan pada prinsip bagi hasil
       Terdapat pada produk Pendanaan dan Pembiayaan
       Jenis-jenis Syirkah :
            Musyarakah
            Mudharabah (Muthlaqah, Muqayyadah on
               Balance Sheet & Muqayyadah Off Balance Sheet)
       Isu sentral dari prinsip ini adalah modal, jaminan,
        manajemen, jangka waktu, besar bagi hasil


144
      Syirkah - Musyarakah
  Merupakan bentuk umum dari usaha bagi hasil
  Sering disebut dengan syarikah, serikat atau kongsi
  Dilandasi keinginan para pihak bekerjasama untuk meningkatkan nilai
   assets yang dimiliki secara bersama-sama
  Kontribusi para pihak dapat berupa dana, trading assets,
   enterpreneurship, skill, property, equipment, paten, goodwill, credit
   worthiness dsb, yang dapat dinilai dengan uang
  Bisa dengan batasan waktu maupun tanpa batasan waktu
  Dengan menyatukan semua modal maka pemilik modal berhak turut
   serta menentukan kebijakan usaha yang dijalankan pelaksana proyek
  Biaya pelaksanaan dan jangka waktu proyek harus diketahui bersama

145
    Syirkah - Musyarakah (Lanjutan)
     Keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan
     Proyek yang dijalankan harus disebutkan dalam akad
     Pemilik modal dan Pelaksana yang dipercaya tidak boleh :
        Menggabungkan dana proyek dengan dana pribadi
        Menjalankan proyek musyarakah dengan pihak lain tanpa izin pemilik
          modal lainnya
        Memberi pinjaman pada pihak lain
     Setelah proyek selesai, modal dapat dikembalikan kepada pemilik modal
      bersama bagi hasil, atau sesuai kesepakatan pada akad
     Setiap pemilik modal dapat mengalihkan penyertaan atau digantikan pihak lain
     Setiap pemilik modal dianggap mengakhiri kerjasama jika :
        Menarik diri dari perserikatan
        Meninggal dunia
146
        Menjadi tidak cakap hukum
          Syirkah - Musyarakah Lanjutan
          Landasan Hukum
           a. Al Qur’an
           Maka mereka berserikat pada sepertiga (QS An Nisaa (4):12)
           Dan, sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim
           kepada sebagian yang lain kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh (QS Shaad :
           24)

           b. Al Hadits
           Dari Abu Hurairah,”Rasulullah SAW bersabda,”sesungguhnya Allah azza wa jalla berfirman,”Aku
           pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah satunya tidak mengkhianati lainnya
           (HR. Abu Dawud)




147
      Syirkah - Musyarakah (Lanjutan)

         Nasabah           Skema Musyarakah
                                                           Bank
        Asset Value                                      Pembiayaan

                                   Proyek /
                                    Usaha




                           Keuntungan / Kerugian



                      Bagi hasil keuntungan / kerugian
                        sesuai porsi kontribusi modal
148
      Syirkah - Musyarakah (Lanjutan)
                                            1. Akad
           Bank Umum (A)                    Musyarakah                        BPRS (B)
           (Shahibul Maal)                                                     (Mitra)
                                         Modal B Rp 125 juta (20%)

                                           3. Nasabah B                      Akad
                   2.    Modal A
                         Rp 500 juta
                                                                     Modal Rp 625
                          (80%)
                                                                     juta


                                           4.Pembagian
             Nisbah 56% x                  Keuntungan                Nisbah 44 % x
             Marjin Debitur                                          Marjin Debitur

        . 5. Pengembalian Modal                          . 5. Pengembalian Modal
             Pokok A Rp 500 juta (80%)                        Pokok B Rp 125 juta (20%)
                                       Modal Pokok

149
       Syirkah - Mudharabah
       Berasal dari kata adharbu fil al ardhi (ulama Iraq), yaitu bepergian untuk urusan
        dagang. Disebut juga qiradh yang berasal dari kata al qardhu (ulama hijaz) yang
        berarti al qath’u (potongan), karena pemilik memotong sebagian hartanya
        untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keutungan.
       Bentuk kerjasama antara minimal 2 pihak dimana pemilik modal (shahib al
        maal) mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola (mudharib) dengan
        suatu perjanjian pembagian keuntungan
       Kontribusi modal 100% dari shahibu al maal dan skill dari mudharib
       Tidak mensyaratkan adanya wakil shahib al maal dalam manajemen proyek
        sebagai org kepercayaan
       Musyarakah dan Mudharabah dalam fikih berbentuk uqud al amanah
        (perjanjian kepercayaan), yang menuntut kejujuran yang tinggi dan
        menjunjung keadilan
       Jumlah modal yang diserahkan sebaiknya tunai, jika bertahap harus jelas
        tahapannya dan disepakati bersama

150
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)
       Hasil pengelolaan dapat diperhitungkan dengan 2 cara:
          Perhitungan dari pendapatan proyek (revenue sharing)
          Perhitungan dari keuntungan proyek (profit sharing)
       Hasil usaha dibagi sesuai akad.
       Shahib al maal menanggung seluruh kerugian kecuali akibat kelalaian dan penyimpangan
        mudharib
       Shahib al maal dapat melakukan pengawasan terhadap pekerjaan namun tidak berhak
        campur tangan dalam urusan pekerjaan.
       Nasabah/pengelola yang wanprestasi dapat dikenakan sanksi administrasi




151
       Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)
       Landasan Hukum
      a. Al Qur’an
      Dan jika dari orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah
      SWT (QS Al Muzzamil (73):20)

      Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah
      Karunia Allah SWT (QS Al Jumuah (63):10)

      b. Al Hadits
      Dari Shalih bin Suaib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tiga hal yang didalamnya
      terdapat keberkahan: jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan
      mencampuradukkan gandum dengan tepung untuk keperluan rumah bukan untuk dijual
      (HR. Ibnu Majjah)
152
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)

                     60 %                  Laba             40 %

               Skema
               Pembiayaan
               Mudharabah
        Bank
               100 % modal                     management


                   100 %                    Rugi        0%


                             Repayment of Capital

153
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)
  Pendanaan
   Deposan bertindak sebagai shahib al maal (pemilik modal) dan bank sebagai
    mudharib (pengelola)
   Dana dapat dipergunakan bank untuk melakukan pembiayaan murabahah,
    ijarah, mudharabah dsb
   Dalam hal dana dipergunakan untuk pembiayaan mudharabah, maka
    kerugian menjadi kewajiban bank
   Produk mudharabah diaplikasikan pada tabungan dan deposito berjangka
   Bank wajib memberitahukan nisbah & tata cara pemberian keuntungan
    dan/atau perhitungan pembagian keuntungan serta risiko yg dpt timbul dr
    penyimpanan dana
   Dana dpt ditarik oleh pemilik dana sesuai perjanjian

154
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)
  Rukun Mudharabah
     Shahib al maal (pemilik modal / nasabah)
     Mudharib (Bank)
     Amal (pekerjaan)
     Hasil (bagi hasil)
     Aqad / Ijab qabul

  Contoh Perhitungan Bagi Hasil :
  saldo rata-rata nasabah x keuntungan yang diperoleh produk x Nisbah
  saldo rata-rata produk
   Contoh :
      Bapak Ahmad memiliki Deposito Rp. 10.000.000,- Jangka waktu 1 bulan, Nisbah
      Deposan 57% dan Bank 43 %, dgn asumsi rata-rata saldo deposito jangka waktu 1 bln
      Rp. 950.000.000,- dan keuntungan yang diperoleh u/ deposito 1 bln Rp. 30.000.000,-.
      Keuntungan Bp Ahmad sbb:
      (10.000.000 : 950.000.000) x 30.000.000 x 57 % = 180.000
      (Sebelum Pajak)
155
       Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)
      Mudharabah Muthlaqah
      Tidak ada pembatasan bagi bank mempergunakan dana yang dihimpun
      Bank wajib menginformasikan nisbah dan tata cara serta resiko &
       keuntungan, kesepakatan tersebut harus tercantum pada akad
      Untuk bukti penyimpanan dapat berupa buku (tabungan dan bilyet
       (deposito)
      Tabungan dapat diambil setiap saat, tetapi tidak boleh mengalami saldo
       negatif
      Deposito hanya dapat dicairkan sesuai dengan jangka waktu yang
       disepakati
      Deposito yang diperpanjang setelah jatuh tempo akan diperlakukan
       sama seperti deposito baru, tetapi bila pada akad sudah dicantumkan
       ARO, maka tidak diperlukan akad baru
156
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)


                        1. Titip dana
                                                              Bank :
         Penabung /                                        -Mudharib
          Deposan                                       -Wkl Shahibul Maal
        Shahibul Maal
                        4.Bagi Hasil
                                                                  2. Pemanfaatan
                                        3. Bagi Hasil                  dana

            Skema
          Mudharabah                                      Pengusaha
          Muthlaqah
157
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)
      Mudharabah Muqayyadah
     Merupakan simpanan khusus (restricted investment)
     Pemilik dana menetapkan syarat tertentu yang harus dipatuhi bank (misalnya syarat untuk
      bisnis, akad atau nasabah tertentu).
     Bank wajib menginformasikan nisbah dan tata cara serta resiko & keuntungan, kesepakatan
      tersebut harus tercantum pada akad
     Bank wajib menerbitkan bukti simpanan khusus dan wajib memisahkan dana dari rekening
      lainnya
     Penyaluran dana mudharabah langsung kepada pelaksana usaha
     Bank bertindak sebagai perantara (arranger)
     Pemilik dana dapat menetapkan syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi bank dalam mencari
      kegiatan usaha yang akan dibiayai




158
      Syirkah - Mudharabah (Lanjutan)

        Investasi Khusus
                           2. dana                  1. Proyek

            Nasabah                      Bank                   Proyek

                            3. Paper
        Reksadana                                                Equity

                           Investasi
                                       Reksadana
             Bank                       Manajer                  Obligasi
                                        Investasi
                                                                Lain-Lain
            Skema Mudharabah Muqayyadah

159
        3. Al Bai’
       Prinsip sehubungan dengan adanya perpindahan kepemilikan barang atau benda (transfer of
        property)
       Tingkat keuntungan bank ditentukan di muka dan menjadi bagian harga atas barang yang dijual
       Jenis-jenis Al Bai’ adalah :
           Murabahah (Angsuran/Bai’ Bi tsaman ajil dan Tangguh)
           Salam
           Istishna
       Isu sentral Al Bai’ adalah :
           Harga kredit lebih tinggi dalam murabahah, harga mecicil lebih mahal dibandingkan tunai
           Peningkatan harga kredit dalam murabahah, harga mencicil 2 tahun lebih mahal
             dibandingkan mencicil 1 tahun
           Penjual atau penyandang biaya ?
           Bebas resiko atau bagi-bagi resiko ?




160
      Al Bai’ - Murabahah
       Ribhu (keuntungan) yaitu jual beli dimana bank menyebut jumlah
        keuntungannya. Bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli
       Harga jual adalah harga beli dari pemasok ditambah dengan biaya bank ditambah
        dengan marjin keuntungan (cost plus profit). Biaya bank tersebut antara lain
        ekuivalen harapan bagi hasil untuk deposan, overhead cost dan faktor resiko
       Kedua belah pihak wajib menyepakati akad yang berisikan harga jual dan jangka
        waktu pembayaran
       Akad tidak dapat diubah selama masa berlakunya
       Lazimnya dilakukan secara bi tsaman ajil atau cicilan

      Landasan Hukum
      a. Al Qur’an
      Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS Al Baqarah (2) : 275)

      b. Al Hadits
      dari Suaib ar-Rumi ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tiga hal yang di dalam terdapat
      keberkahan : jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan mencampur gandum dengan
      tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual” (HR. Ibnu Majah)
161
      Al Bai’ – Murabahah (Lanjutan)
       Bank dan pembeli melakukan negosiasi tentang :
            Jumlah
            Kualitas
            Harga
            Profit margin bank
            Cara pembayaran nasabah
       Jenis-jenis barang yang dapat diperjualbelikan antara lain barang konsumsi, modal
        kerja dan investasi

   Nasabah yang lalai dapat dikenakan penalty
   Discount dapat diberikan kepada nasabah yang mempercepat pembayaran (tidak
    diperjanjikan pada nasabah)
   Nasabah dapat diwajibkan menyediakan uang muka yang dihitung dari harga beli
    barang atau sebesar minimal yang ditetapkan bank
   Nasabah dapat dikenakan biaya administrasi sesuai ketentuan Bank
162
      Al Bai’ – Murabahah Lanjutan
                             1. Negosiasi




                          2. Akad
                                                       Nasabah
        Bank

                          6. Bayar
                                        5. Terima Barang &
                                             Dokumen


                        Pemasok/Toko/Pabrikan

       3. Beli Barang                           4. Kirim Barang


163                        Skema Murabahah
      Al Bai’ – Salam
       Dalam bahasa, salama sama dengan salafa, yaitu pemesan barang
        menyerahkan uangnya di tempat akad.
       Menurut sayyid sabiq dalam fiqqih sunnah, as-salam dinamai juga as-salaf
        (pendahuluan), yaitu penjualan sesuatu dengan kriteria tertentu (yang
        masih berada) dalam tanggungan dengan pembayaran disegerakan
       Transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada
       Barang diserahkan secara tangguh sedangkan pembayaran tunai
       Bank sebagai pembeli dan nasabah sebagai penjual
       Sekilas transaksi ini mirip ijon kecuali sudah adanya kepastian waktu
        penyerahan, kuantitas, kualitas dan harga, misalnya 100 Kg mangga
        harumanis kualitas A dengan harga Rp 5.000/Kg dan diserahkan waktu
        panen 2 bulan mendatang
       Prakteknya bank akan menjual barang kepada rekanan nasabah atau ke
        nasabah itu sendiri, baik tunai maupun cicilan
164
  Al Bai’ – Salam (Lanjutan)
   Jika bank menjual tunai maka biasanya disebuat bridging financing dan
    Umumnya dilakukan pada transaksi komoditi pertanian
   Jika hasil produksi tidak sesuai akad maka nasabah harus bertanggung
    jawab
   Bank dimungkinkan melakukan salam akad pararel dengan pihak lain.
   Landasan Hukum
    a. Al Qur’an
    hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai
    untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya (QS Al Baqarah
    (2) : 283)
    b. Al Hadits
    dari Suaib ar-Rumi ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tiga hal yang di dalam
    terdapat keberkahan : jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan
    mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual”
165 (HR. Ibnu Majah)
      Al Bai’ – Salam (Lanjutan)
      Rukun Salam
      Pembeli (Muslam / salam)
      Penjual (Muslam ilaihi)
      Barang (Muslam fihi)
      Harga (Tsaman)
      Ijab-qabul

166
      Al Bai’ – Salam (Lanjutan)
                             Skema Salam
                                      4. Kirim
                                      Pesanan
                   Nasabah                                         Pembeli
                   Penjual

                                  5. Bayar tunai setelah pesanan
                                     selesai dibuat

   2. Pemesanan
  Barang Nasabah       3. Kirim                                         1. Negosiasi
   & Bayar Tunai       dokumen                                            Pesanan


                                          Bank
167
  Al Bai’ – Istishna
       Menyerupai produk salam, namun pembayarannya dapat dilakukan oleh
        bank dan beberapa pihak.
       Menurut jumhur ulama fuqaha, merupakan jenis khusus bai’ as-salam yang
        biasanya dipergunakan untuk manufaktur dan konstruksi
       Spesifikasi barang harus jelas seperti jenis, macam ukuran, mutu dan
        jumlah. Jika terjadi perubahan dari kriteria pada akad maka seluruh biaya
        tambahan ditanggung nasabah

      Rukun Istishna
      Produsen (Shaani’)
      Pemesan (Mustashni’)
      Barang (Mashnu)
      Harga (Tsaman)
      Sighat (Ijab-qabul)
168
      Al Bai’ – Istishna (Lanjutan)

                        1.   Pesan
          Nasabah                                      Bank
         Konsumen                                     Penjual
         (pembeli)   4. Nasabah beli
                     pesanan dan bayar cicil
                     atau tunai                                 2. Pesan, bayar di
                                     3. Bank beli                  muka, bayar
                                     pesanan                       sesuai termin

                                                    Produsen
         Skema Istishna’                            Pembuat




169
      4. Al Ijarah
       Berasal dari kata alajru yang berarti al ‘iwadhu (ganti)
       Merupakan transaksi perpindahan manfaat/hak guna, hampir sama dengan jual beli,
        perbedaannya hanya pada obyek transaksi dimana tidak diikuti perpindahan kepemilikan
        (milkiyyah)
       sewa dapat dilakukan dengan operating lease (tidak terjadi perpindahan kepemilikan) atau
        bank dapat menjual barang yang disewakannya kepada nasabah (ijarah muntahhiyah bittamlik-
        IMBT/sewa yang diikuti dengan perpindahan kepemilikan/finance lease)
       Dalam konteks perbankan dan lembaga keuangan berrarti menyewakan suatu obyek kepada
        nasabah berdasarkan pembebanan biaya yang sudah ditentukan sebelumnya (fixed charge)




170
      Al Ijarah (Lanjutan)
       Landasan Hukum
        a. Al Qur’an
        Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, tidak dosa bagimu apabila
        kamu mmberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan
        ketahuilah bahwa Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan (QS Al Baqarah (2) :
        233)

         b. Al Hadits
         diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda,”berbekam kamu,
         kemudian berikanlah olehmu upahnya kepada tukang bekam itu”
         (HR Bukhari & Muslim)
         Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda,”berikanlah upah pekerja sebelum kering
         keringatnya” (HR Ibnu Majah)

       Obyek sewa yang ditransaksikan antara lain meliputi barang konsumsi, properti,
        peralatan, alat-alat transportasi, dan alat-alat berat
       Pada IMBT harga sewa dan harga jual ditetapkan di muka
171
      Al Ijarah (Lanjutan)
      SKEMA IJARAH MUNTAHIYAH BITTAMLIK


         Supplier /             Objek                    Nasabah /
         Pemasok                Sewa                     Penyewa

                                        4. Menyerahkan
                                          objek Sewa


                                               1. Mengajukan
                                            Permohonan Sewa Beli
                                 Bank              3. Akad Sewa
                                Syariah         5. Membayar Sewa
        2. Membeli Objek Sewa




172
         5. Ja’alah
       Adalah akad antara dua pihak; pihak pertama menjanjikan imbalan tertentu kepada pihak
        kedua atas jasa atau pelayanan yang diberikannya kepada pihak pertama
       Penerapannya dalam perbankan syariah dapat berupa berbagai pelayanan dengan imbalan fee
        tertentu, seperti Referensi Bank, Informasi Usaha dan sebagainya
       Antara lain :
           Safe Deposit Box yang dapat dilakukan dengan akad ijarah atau Wadiah Yad Amanah
           E-Banking seperti ATM, Debit Card, Prepaid Card, SMS Banking, Internet Banking




173
      6. Sharf
  Sharf adalah transaksi pertukaran emas dan perak atau pertukaran valuta asing yang dilakukan
   sesuai syariah yaitu penyerahannya harus dilakukan pada waktu yang sama (spot)
  Dalam aplikasinya di perbankan syariah, Sharf merupakan jasa / pelayanan bank kepada
   nasabahnya untuk melakukan transaksi valuta asing menurut prinsip yang dibenarkan syariah.

 Syarat Transaksi :
  Harus dilakukan secara tunai
  Transaksi tidak dimaksudkan untuk tujuan spekulatif, tetapi benar-benar untuk tujuan
     operasional.
  Bila yang dipertukarkan adalah mata uang yang sama, maka jumlah / nilainya harus sama pula.




174
      Produk dan Jasa Lainnya




175
      1. Hiwalah
   Berasal dari kata tahwil yang berarti intiqal (perpindahan), yaitu
    memindahkan hutang dari tanggungan orang yang berhutang (muhil) menjadi
    tanggungan orang yang berkewajiban membayar hutang (muhal ’alaih)
   Dalam konsep hukum perdata, adalah serupa dengan lembaga pengambialihan
    utang (schuldoverneming) atau lembaga pelepasan/penjualan utang atau
    lembaga penggantian kreditor atau penggantian debitor.
   Prakteknya dipergunakan kepada supplier untuk mendapatkan modal tunai
    untuk kelanjutan produksi
   Bank mendapat biaya jasa atas pemindahan piutang
   Bank perlu berhati-hati karena resikonya cukup besar, dimungkinkan
    adanya buy back guarantee
   Dasar Hukum
     a. Al Hadits
  Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda,”menunda
  pembayaran bagi orang yang mampu adalah suatu kezaliman. Dan jika salah seorang dari kamu diikuti
  (di-hawalah-kan) kepada orang yang mampu/kaya, terimalah hawalah itu”
176
      Hiwalah (Lanjutan)

                                  Muhal ’alaih Factor/Bank



      2. Invoice              3. Bayar               4. Tagih             5. Bayar



                    Muhil                                        Muhal
                   Supplier                                     Pembeli
                                 1. Supply Barang



           Skema Hiwalah dalam Anjak Piutang
177
      2. Qardh
       Secara bahasa adalah pemberian harta kepada orang lain
        yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata
        lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan
       Dalam aplikasi biasanya dilakukan dalam 4 hal :
          Talangan haji
          Cash advanced
          Pinjaman kepada pengusaha kecil terutama yang tidak
            mampu diberikan dengan pinjaman komersial
          Pinjaman kepada pengurus bank



178
        Qardh (Lanjutan)
       Landasan Hukum
        a. Al Qur’an
        Siapa yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Allah
        akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan
        memperoleh pahala yang banyak (QS Al Hadiid (57) : 11)

        b. Al Hadits
        Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW berkata,”bukan seorang
        muslim (mereka) yang meinjam muslim (lainnya) dua kali kecuali yang
        satunya adalah (senilai) sedekah (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan
        Baihaqi)

179
      Qardh (Lanjutan)


                     Perjanjian/Akad
          Bank                         Nasabah

                          Proyek/
                           Usaha
       100%                                 Kembali
                                            Modal
                         Keuntungan
180
      3. Rahn
   Secara teknis menahan salah satu harta peminjam yang
    memiliki nilai ekonomis sebagai jaminan barang yang
    diterimanya. Sering disebut gadai
   Tujuan akad rahn adalah untuk memberikan jaminan
    pembayaran kembali pada bank dalam memberikan
    pembiayaan
   Barang yang digadaikan harus barang milik nasabah sendiri,
    jelas ukuran/sifat/nilai – nilai ditentukan berdasarkan nilai
    riil pasar
   Barang yang digadaikan dikuasai bank namun tidak boleh
    dimanfaatkan bank

181
      Rahn (Lanjutan)
  Bank dapat melakukan penjualan barang gadai nasabah wanprestasi.
   Untuk mendapatkan hasil optimal penjualan, nasabah dengan seizin
   bank dapat juga melakukan penjualan
  Biasanya dilakukan dalam 2 akad, yaitu akad penitipan barang dan
   qardh
  Bank mendapatkan keuntungan dari biaya penitipan.
  Barang yang digadaikan harus memiliki nilai jaminan dan tidak boleh
   merupakan barang rampasan, barang pinjaman atau barang yang
   dijaminkan kepada pihak lain
  Akad tidak dapat dibatalkan atau ditarik kembali. Jika bank
   melakukan perbuatan yang menghilangkan status kepemilikan maka
   akad gadai batal
  Pembayaran hutang sebelum akad berakhir tidak termasuk
   pembatalan gadai
182
      Rahn (Lanjutan)
   Landasan Hukum
  a. Al Qur’an
  Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh
  seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan yang dipergang (oleh yang berpiutang) QS Al
  Baqarah (2) : 283)

  b. Al Hadits
  Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW membeli makan dari seorangYahudi dan menjamin
  kepadanya baju besi (HR Bukhari & Muslim)

  Anas ra berkata,”Rasulullah SAW menggadaikan baju besinya kepada seorang yahudi di Madinan
  dan mengambil darinya gandum untuk keluarga beliau” (HR Bukhari, Ahmad, Nasa’I dan Ibnu
  Majah)

      Rukun Gadai
        Ar Rahin (orang yang menggadaikan)
        Al Murtahin (yang menerima gadai)
        Al Marhun/rahn (barang yang digadaikan)
        Al marhun bih (hutang)
183     Sighat, ijab dan qabul
      Rahn (Lanjutan)


                                   3. Akad
          Nasabah                                      Bank


                                   4. Qardh




      Jaminan/Marhun
                       1. Titip + biaya pemeliharaan


184
       Skema Rahn
      4. Wakalah
       Wakalah atau wikalah berarti menyerahkan, pendelegasian atau pemberian mandat
       Secara teknis adalah akad perwakilan antara dua pihak, dimana pihak pertama (muwakkil)
        mewakilkan suatu urusan (taukil) kepada pihak kedua (wakil) untuk bertindak atas nama dan
        untuk kepentingan pihak pertama
       Terjadi apabila nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan
        pekerjaan atau jasa tertentu, seperti kliring, documentary collection, inkaso dan transfer uang.
       Kelalaian dalam kuasa menjadi tanggung jawab bank, namun sepanjang pihak bank telah
        menjalankan sebatas kuasa dan wewenang yang diberikan, maka resiko dan tanggung jawab atas
        dilaksanakannya perintah tersebut menjadi tanggung jawab pemberi kuasa.
       Apabila wakil yang ditunjuk lebih dari satu bank maka masing-masing bank tidak boleh
        bertindak sendiri-sendiri tanpa musyawarah dengan bank lain kecuali dengan seizin nasabah.




185
         Wakalah (Lanjutan)
       Tugas, wewenang dan tanggung jawab bank harus jelas sesuai dengan kehendak nasabah bank.
        Setiap tugas harus mengatasnamakan nasabah dan harus dilaksanakan oleh bank
       Atas pelaksanaan tugasnya, wakil mendapat pengganti biaya (fee) berdasarkan kesepakatan
        bersama

       Landasan Hukum
         a. Al Qur’an
         Dan demikian kami bangkitkan mereka agar saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkata
         salah seorang di antara mereka,” sudah berapa lamakah kamu berada di sini?” mereka
         menjawab,”kita sudah berada (di sini) satu atau setengah hari” berkata (yang lain lagi),”Tuhan
         kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang
         di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini dan hendaklah ia lihat
         manakah makan yang lebih baik dan hendaklah ia membawa makan itu untukmu dan
         hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada
         seseorangpun (QS Al Kahfi (18) : 19)



186
      Wakalah (Lanjutan)
      Al Qur’an
      jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi
      Berpengalaman (QS Yusuf (12) : 55)

      b. Al Hadits
      Bahwa Rasulullah SAW mewakilkan kepada Abu Rafi dan seorang Anshar untuk mewakilkan mengawini
      Maimunah binti-Harist (HR Malik)

      Jenis Wakalah :
      1. WAKALAH AL MUTHLAQAH
       Perwakilan diberikan secara mutlak, tanpa batasan waktu maupun urusan

      2. WAKALAH AL MUQAYYADAH
      Perwakilan hanya diberikan untuk urusan-urusan tertentu

      3. WAKALAH AL AMMAH
      Perwakilan yang diberikan lebih luas dari pada Wakalah Al Muqayyadah, tetapi
      lebih sederhana dibandingkan dengan Wakalah Al Muthlaqah
187
      Wakalah (Lanjutan)

                             Kontrak + Fee
          Nasabah
         (muwakil)
                         •Agency
                         •Administration      Bank
                         •Collection         (wakil)
                         •Payment
                         •Co Arranger
                         (taukil)
          Investor
         (muwakil)
                            Kontrak + Fee

                     Skema Al Wakalah
188
      5. Kafalah
       Merupakan akad jaminan yang diberikan oleh penanggung (kafil) kepada pihak ketiga dalam
        rangka menjamin kewajiban pihak yang ditanggung (makfulanhu), apabila pihak yang
        ditanggung tersebut cedera janji atau wanprestasi.
       Dalam arti lain berarti juga mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan
        berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai jaminan
       Landasan Hukum
      Al Qur’an
      Penyeru-penyeru itu berseru,”kami kehilangan piala raja dan barang siapa yang dapat mengembalikannya akan
      memperoleh makanan (seberat) beban unta dan aku menjamin terhadapnya (QS Yusuf (12) : 72)

      Al Hadits
      Telah dihadapkan kepada Rasulullah SAW (mayat seorang laki-laki untuk dishalatkan). Rasulullah SAW
      bertanya,”apakah dia mempunyai warisan?” Para sahabat menjawab tidak, Rasulullah SAW bertanya lagi,”apakah
      dia mempunyai hutang?” Sahabat menjawab,”Ya, sejumlah tiga dinar”. Rasulullah pun menyuruh pada sahabat
      untuk menshalatkan (tetapi beliau sendiri tidak). Abu Qatadah lalu bertanya,”saya menjamin hutangnya, ya
      Rasulullah” Maka Rasulullah pun menshalatkan mayat tersebut (HR Bukhari)




189
      Kafalah (Lanjutan)
       Jenis-Jenis Kafalah
      1. KAFALAH BIN NAFS
      Jaminan dari diri seseorang yang memiliki reputasi, kredibilitas dan bonafiditas yang
      dikenal baik (Personal Guarantee).
      2. KAFALAH BIL MAAL
      Jaminan pembayaran barang atau pelunasan hutang. Dalam aplikasinya di perbankan dapat
      berupa jaminan uang muka (Advance Payment Bond) atau jaminan pembayaran (Payment
      Bond).
      3. KAFALAH BIN NAFS
      Jaminan dari diri seseorang yang memiliki reputasi, kredibilitas dan bonafiditas yang
      dikenal baik (Personal Guarantee).
      4. KAFALAH BIL MAAL
      Jaminan pembayaran barang atau pelunasan hutang. Dalam aplikasinya di perbankan dapat
      Berupa jaminan uang muka (Advance Payment Bond) atau jaminan pembayaran (Payment
      Bond).
      5. KAFALAH AL MUALLAQAH
      Jaminan mutlak yang tidak dibatasi oleh suatu jangka waktu dan untuk kepentingan
      tertentu. Dalam transaksi perbankan dapat berupa jaminan penawaran (Bid Bond) atau
      jaminan pelaksanaan proyek (Performance Bond).
190
      Kafalah (Lanjutan)



       Penanggung           Tertanggung   Ditanggung
         (Bank)            (Jasa/Obyek)   (Nasabah)


                     Skema Al Kafalah

191
       6. Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS)
       Secara fikih berarti sejumlah harta tertentu yang diwajibkan
        Allah diserahkan kepada orang-orang yang berhak
       Zakat diwajibkan pada tahun ke 9 Hijriah sementara
        shadaqah pada tahun ke 2 Hijriah
       Zakat diatur dalam UU No 38 tahun 1999 tentang
        ketentuan pengelolaan zakat
       Lembaga zakat wajib memiliki persyaratan teknis :
          Berbadan hukum
          Memiliki program kerja yang jelas
          Memiliki pembukuan yang baik
          Bersedia diaudit
192
  Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) (Lanjutan)
   Pengelola zakat wajib :
      Beragama Islam
      Mukallaf (dewasa)
      Memiliki sifat amanah dan jujur
      Mengerti dan memahami hukum zakat
      Berkemampuan melaksanakan tugas dengan baik
      Pekerja keras
   UU mengizinkan dibentuknya Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang
    dibentuk oleh masyarakat (orpol, ormas, takmir masjid, pesantren,
    media massa, bank dsb) selain Badan Amil Zakat yang dibentuk
    pemerintah
   Penyaluran dana ZIS kepada 8 kelompok masyarakat sesuai Al
    Qur’an
193
      7. Wakaf Tunai
  Berasal dari kata waqafa, berarti menahan atau berhenti, berarti menyerahkan
   suatu milik yang tahan lama (zatnya) kepada seseorang atau nadzir (penjaga
   wakaf), baik berupa perorangan maupun badan pengelola dengan ketentuan
   bahwa hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syariat
  Harta yang diwakafkan keluar dari hak milik pewakaf, namun tidak menjadi
   hak milik nadzir, tetapi menjadi milik Allah dalam pengertian milik masyarakat
   umum
  Dalam sejarah Islam merupakan lembaga penting dalam sistem sosio ekonomi
   Islam, khususnya semasa kekhalifahan Ottoman
  Landasan Hukum:
      a. Al Qur’an
      kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian
      harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya
      (QS Ali Imran : 92)
      b. Al Hadits
      Apabila manusia wafat, terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah atau ilmu
      pengetahuan yang dimanfaatkan atau anak yang shaleh

194
       Wakaf Tunai (Lanjutan)
       Dalam hal wakaf tunai, sesuai komisi fatwa MUI :
          Adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang,
            lembaga atau badan hukum dalam bentuk tunai
          Termasuk dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga
          Hukumnya boleh (jawaz)
          Hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang
            dibolehkan secara syar’I
          Nilai pokok wakaf harus dijamin kelestariannya, tidak boleh
            dijual, dihibahkan atai diwariskan
       Di kalangan ulama hukum wakaf tunai merupakan permasalahan
        yang diperdebatkan, karena uang bisa habis zatnya sekali pakai dan
        uang diciptakan bukan untuk diambil manfaatnya melainkan sebagai
        alat tukar
195
      Wakaf Tunai (Lanjutan)

            Pewakaf                   Bank            Penerima manfaat
            (Wakif)                  Syariah          (Al Mawquf’alaih)




                               Badan Wakaf Nasional
      Lembaga
      Penjamin

                                 Pengelolaan Dana


                        Rugi                             Laba



196
                      Bank sebagai Penerima dan Penyalur
      Wakaf Tunai (Lanjutan)

         Pewakaf                Lembaga            Penerima manfaat
         (Wakif)               Pendidikan          (Al Mawquf’alaih)



                           Badan Usaha Lembaga Pendidikan
       Lembaga
       Penjamin
                             Pengelolaan Dana

                    Rugi                               Laba


                   Lembaga sebagai Penerima dan Penyalur
197
  8. Investasi Reksadana Syariah
       Merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat
        pemodal
       Dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana yang
        memiliki modal dan mempunyai keinginan untuk berinvestasi,
        namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan terbatas
       Secara teknis diartikan sebagai wadah yang dipergunakan
        untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
        selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek (saham,
        obligasi, valas atau deposito) oleh manager investasi
       Reksadana syariah tidak menginvestasikan dana pada
        perusahaan yang pengelolaan atau produknya bertentangan
        dengan syariat Islam
198
Investasi Reksadana Syariah (Lanjutan)
   Pengelolaan dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapatkan ijin
    Bapepam sebagai manajer investasi. Perusahaan tsb dapat berupa :
      Perusahaan efek, dimana umumnya berbentuk divisi tersendiri atau PT
        yang khusus menangani reksadana selain divisi perantara pedagang efek
        (broker dealer) dan penjamin emisi (underwriter)
      Perusahaan yang secara khusus sebagai perusahaan manajemen investasi
   Dalam pengelolaan juga melibatkan bank kustodian yang berwenang
    menyimpan, menjaga dan mengadministrasikan kekayaan, baik dalam
    pencatatan serta pembayaran/penjualan kembali suatu reksadana
    berdasarkan kontrak yang dibuat manajer investasi
   Jenis Reksadana berdasarkan sifat :
      Tertutup (close end fund), pemodal tidak bisa menjual kembali kepada
        manajer investasi melainkan harus melalui pasar modal
      Terbuka (Open end fund), pemodal dapat menjual kembali melalui
        bank kustodian
199
  9. Investasi Obligasi Syariah
   Merupakan surat utang dari suatu lembaga atau perusahaan yang dijual kepada investor untuk
    mendapatkan dana segar
   Biasanya investor akan mendapatkan return dalam bentuk suku bunga tertentu
   Sebagaimana fixed income securities, maka memiliki beberapa karakter:
       Surat berharga yang mempunyai kekuatan hukum
       Memiliki jangka waktu atau jatuh tempo
       Memberikan pendapatan tetap secara periodik
       Ada nilai nominal
   Sebagai surat hutang, maka melibatkan perjanjian yang mengikat yang berisi minimal antara lain
    :
       Besar tingkat kupon serta periode pembayaran
       Jangka waktu jatuh tempo
       Besarnya nominal
       Jenis obligasi




200
      Investasi Obligasi Syariah (Lanjutan)
       Sebagaimana fatwa DSN MUI, obligasi syariah adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan
        prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan
        emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa margin/fee serta
        membayar dana obligasi saat jatuh tempo
       Obligasi syariah bukan hutang berbunga tetap, tetapi merupakan penyerta dana yang didasrkan
        pada prinsip bagi hasil.
       Akad yang digunakan adalah penyertaan (muqaradhah bond)
       Obligasi syariah kompetitif sebab :
          Kemungkinan perolehan dari bagi hasil pendapatan lebih tinggi
          Lebih aman karena untuk mendanai proyek prospektif
          Bila terjadi kerugian (di luar kontrol) investor tetap memperoleh aktiva
          Bukan surat hutang, tetapi surat investasi




201
      Sewa Guna (leasing)




202
      Pengertian Sewa Guna Usaha
   Pengertian dari sewa guna usaha adalah adanya hubungan antara
      perusahaan leasing (lessor) dengan nasabah (lessee) dalam hal ketika lessee
      membutuhkan jasa lessor untuk sewa guna barang yang dibutuhkan oleh
      lessee.

   Sedangkan pengertian sewa guna usaha sesuai dengan keputusan
      Menteri Keuangan No. 1169/KMK.01/1991 adalah kegiatan pembiayaan
      dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha
      dengan hak opsi (finance lease) maupun secara sewa guna usaha tanpa hak opsi
      (operating lease) utuk digunakan oleh lessee selam jangka waktu tertentu
      berdasarkan pembayaran secara berkala.

   Selanjutnya yang dimaksud dengan finance lease adalah kegiatan sewa guna
      usaha di mana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk
      membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati.
      Sebaliknya operating lease tidak memiliki hak opsi untuk membeli objek sewa
203   guna usaha.
204
      RUANG LINGKUP
      Peraturan Menteri Keuangan no. 84/PMK.012/2006




205                       Peraturan Menteri Keuangan no. 84/PMK.012/2006
206
      Penggolongan Perusahaan Leasing
   Independent Leasing: perusahaan leasing yang berdiri sendiri
   Captive Leasing: produsen/supplier meleasingkan barang2
    mereka
   Lease Broker: mempertemukan keinginan lessee untuk
    memperolehi barang modal kpd pihak lessor
   Cross Border Lease: melibatkan dua negara i.e. alat transportasi




207
      Unsur SGU (Leasing)

                       Unsur-unsur SGU


              Lessor                     Badan

             Lessee                   Badan/OP

           Barang Modal              AT Berwujud

           Perjanjian SGU          Dgn syarat tertentu




208
        Jenis-Jenis Pembiayaan leasing

  Kegiatan yang dilakukan oleh sewa guna usaha menurut Surat Keputusan
      Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK.01/1991 tanggal 21 November
      1991. Kegiatan leasing dapat dilakukan dengan dua (dua) cara yaitu :

      A. (FINANCE LEASING)

      1.) Pihak lessee akan membeli dan kemudian memiliki barang tsbt jika masa
      perjanjian pemakaian telah habis
      2.) Harga pembelian adalah sebesar nilai sisa (residual value) yg mereka sepakati
      sebelumnya




209
 i. Direct finance lease
     Jika seorang lessess memiliki barang modal X, kemudian ia menggunakannya
     dengan cara leasing dan pd akhirnya periode ia beli sesuai dengan nilai sisa yg
     disepakati
 ii. Sales and lease back
     Jika pihak lessee telah memikili barang X, kemudian ia jual kepada lessor untuk
     mendapatkan tanbahan uang tunai dan selenjutnya lessor meleasingkan kembali
     kpd penjual.

 B. OPERATING LEASING; service lease, maintenanance lease
  Hanya membayar sewa pamakaian barang modal tsbt secara periodik.
  Lessee membayar rental yg besarnya secara keseluruhan tdk meliputi harga
    barang serta biaya 2 lain yg dikeluarkan oleh lessor.
  Akan menanggung semua biaya pemeliharaan, biaya asuransi dll

 C. LEVERAGE LEASE
  Termasuk Financial Lease tp melibatkan orang ketiga untuk membiayai
    sebagaian barang modal yg diperlukan lessee.
210
     Perjanjian Leasing
   Perjanjian yang dibuat antara lessor dengan lease disebut dengan “lease
  agrement”, di mana di dalam perjanjian tersebut memuat kontrak kerja
  bersyarat antara kedua belah pihak, yaitu antara lessor dan lessee. Isi
  kontrak tersebut memuat antara lain :
  a. Nama dan alamat lease
  b. Jenis barang modal yang diinginkan
  c. Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan
  d. Syarat-syarat pembayaran
  e. Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lainnya
  f. Biaya-biaya yang dikenakan
  g. Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji

   Jika seluruh pesyaratan telah disetujui, maka pihak lessor akan
   menghubungi pihak asuransi untuk menanggung resiko kemacetan
211
   pembayaran lessee.
       Kelebihan Transaksi Leasing
       Fleksibilitas
       Fee yang Relatif Murah
       Penghematan pajak
       Tidak terlalu complicated
       Kriteria yang cukup longgar
       Proses Cepat
       Memperolehi proteksi Inflasi
       Diversifikasi sumber-sumber pembiayaan
       Menghemat modal
       Memperolehi perlindungan akibat kemajuan teknologi dan
212     keuangan
       Kelemahan Transaksi Leasing

   Biaya Bunga Cukup Tinggi
   Kurangnya Perlindungan Hukum
   Proses Eksekusi Leasing Macet yang cukup
      sulit



213
      Kasus
       Tanggal 1 Januari 2007 CV LESSEE mendapat sebuah truk dengan
        memperoleh pembiayaan financial lease dari sebuah perusahaan
        leasing PT LESSOR. Dalam kontrak dimuat ketentuan sebagai
        berikut :
          Nilai kontrak sebesar Rp 179.436.728
          Masa leasing selama 5 tahun, yaitu sejak 1 Januari 2007
          Pembayaran lease adalah Rp 50.000.000 pertahun, yg harus dimulai 1
           Januari 2007 (pada awal masa lease)
       Keterangan tambahan
         Masa manfaat ekonomis truk 8 tahun
         Tingkat bunga 20%




214
      Modal Ventura




215
        1. Pengertian Modal Ventura

       Pengertian modal ventura sesuai dengan Keputusan Presiden
        Nomor 61 Tahun 1988 adalah “Badan usaha yang melakukan suatu
        pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu
        perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan.” Modal ventura
        adalah perusahaan yang memberikan pembiayaan dengan cara
        melakukan penyertaan langsung ke dalam perusahaan yang
        dibiayai, dan keuntungan dari modal ventura berupa deviden atau
        capital gain.




216
      2. Tujuan Pendirian Modal Ventura
   Tujuan dari perusahaan ini tidaklah hanya demi keuntungan semata
     namun juga membantu pemerintah dan pihak yang ingin membangun
     atau mendirikan sebuah usaha, berikut adalah beberapa tujuan
     pendirian modal ventura :
  a. Untuk mengembangkan suatu proyek tertentu, misalnya proyek
     penelitian, dimana proyek ini bukan hanya untuk meraih keuntungan
     semata tetapi juga untuk pengembangan pengetahuan.
  b. Pengembangan suatu teknologi baru atau pengembangan produk baru.
  c. Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan
  d. Kemitraan dalam rangka pengentasan kemiskinan, dalam hal ini modal
     ventura membantu pengusaha lemah yang kekurangan modal akan
     tetapi tidak memiliki jaminan materi sehingga sulit memperoleh
     pinjaman.
  e. Membantu perusahaan yang sedang kekurangan likuiditas.
217
          3. Karakteristik Modal Ventura
       Kegiatan yang dilakukan bersifat penyertaan langsung ke dalam
          suatu perusahaan (di Indonesia harus berbentuk PT)
         Bisnis yang dimasuki adalah bisnis beresiko tinggi/besar
          dibanding dengan resiko kredit atau pinjaman biasa
         Penyertaan bersifat jangka panjang biasanya lebih dari 3 tahun
         Kegiatannya lebih banyak dilakukan dalam usaha pembentukan
          usaha baru, atau pengembangan suatu usaha.
         Keuntungan yang diperolehi berasal dari capital gain, deviden
          atau bagi hasil.

      * Di indonesia, perusahaan modal ventura ini dapat dilakukan oleh
        lembaga keuangan Bank, lembaga keuangan bukan atau badan usaha
        lainnya.
218
        4. Jenis-Jenis Modal Ventura
       Berdasarkan cara pemberian bantuan
      a. Single Tier Approach:
      Menempatkan suatu perusahaan modal ventura dalam dua fungsi
      sekaligus yaitu sebagai pemberi bantuan biaya dan juga pemberi
      bantuan manajemen.
      b. Two Tier Approach:
      Merupakan suatu pendekatan dimana perusahaan pasangan usaha
      menerima bantuan pembiayaan dan bantuan manajemen dari
      perusahaan yang berbeda.



219
       Berdasarkan cara penghimpunan dana
      a. Leverage ventura capital:
      Modal ventura yang bersumber dari perusahaan modal ventura
      dimana sebagian besar dana/modal yang disertakan perusahaan
      tersebut kepada perusahaan pasangan usahanya bersumber dari
      pinjaman pihak lain.

      b. Equity venture capital:
      Kebalikan dari leverage ventura capital. Bersumber dari perusahaan
      modal ventura dimana perusahaan modal ventura tersebut menghimpun
      dana secara internal sehingga dana/modal yang disertakan kepada
      perusahaan pasangan usaha sebagian besar merupakan dana/modal
      sendiri dari perusahaan modal ventura yang bersangkutan bukan berasal
      dari pinjaman pihak lain
220
  Berdasarkan Kepemilikan
 a. Conglomerate Venture-Capital Company:
 Jenis perusahaan modal ventura yang byk dijumpai di negara industri maju dimana
 perusahaan seperti ini biasanya dimiliki oleh dua atau lebih perusahaan-perushaan
 besar.

 b. Bank Affiliate Venture-Capital Company:
 Jenis perusahaan modal ventura yg didirikan dan dimiliki oleh lembaga keuangan
 bank karena bank tersebut mempunyai misi yang spesifik ditengah masyarakat.

 c. Public Venture-Capital Company:
 Jenis perusahaan modal ventura yang telah menjual saham-sahamnya melalui bursa
 efek atau perusahaan tersebut telah go-public.

 d. Private Venture-Capital Company:
 Jenis perusahaan modal ventura yang belum melakukan penjual saham di bursa efek
 sehingga masyarakat luas belum mempunyai andil dalam kepemilikannya.
221
      5. Jenis-Jenis Pembiayaan Modal Ventura
  a. Equity Financing
   Merupakan jenis pembiayaan langsung. Dalam hal ini perusahaan modal
     ventura melakukan penyertaan langsung pada perusahaan pasangan
     usaha (PPU) dengan cara mengambil bagian dari sejumlah saham milik
     PPU.
  b. Semi Equity Financial
   Merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang
     diterbitkan oleh perusahaan PPU.
  c. Mendirikan perusahaan baru
   Dalam hal ini perusahaan modal ventura bersama-sama dengan PPU
     mendirikan usaha yang baru sama sekali.
  d. Bagi hasil
   Merupakan pembiayaan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk
     badan hukum perseroan terbatas, namun dapat pula perusahaan yang
     berbentuk PT, apabila kedua belak pihak menyetujuinya.
222
      Modal Ventura – Kurang berkembang
      1. Belum dikenal oleh masyarakat secara luas
      2. Pembiayaan jenis modal ventura ini mempunyai resiko yang
      relatif tinggi berbanding jenis pembiayaan lainnya.
      3. Tenaga profesional yang tersedia untuk mengelola jenis
      pembiayaan ini dianggap masih kurang
      4. Peraturan dan perundang-undangan sebagai dasar atau asas
      dalam pengembangan usaha ini dinilai masih belum lengkap




223
      Pegadaian




224
       Visi dan Misi
       Visi                           Misi
      Pegadaian pada tahun 2010       Ikut membantu program
      menjadi perusahaan yang         pemerintah dalam upaya
      modern, dinamis, dan inovatif   meningkatkan kesejahteraan
      dengan usaha utama gadai        masyarakat golongan menengah
                                      ke bawah melalui kegiatan
                                      utama berupaya penyaluran
                                      kredit gadai dan melakukan
                                      usaha lain yang menguntungkan




225
  Penghimpunan Dana:
   Modal sendiri
   Penerbitan Obligasi
   Pinjaman jangka pendek dari Bank
   Pinjaman jangka pendek dari pihak lain


  Penggunaan Dana dpt digolongkan:
   Penyaluran dana atas dasar hukum gadai
   Persediaan Uang kas dan dana likuid lainnya
   Pembelian dan pengadaan aktiva tetap
   Pendanaan kegiatan operasi perusahaan
   Investasi
226
     Pengertian Usaha gadai
    Pegadaian adalah salah satu lembaga keuangan bukan bank yang
     memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan mottonya
     “mengatasi masalah tanpa masalah” sedangkan menurut
     pengertian hukum gadai menurut KUHP pasal 1150, adalah
     sebagai berikut :

    “ Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang berpiutang
    atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh
    seorang yang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan
    memberikan kekuasaan kepada orang yang berpiutang itu untuk
    mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan dari
    pada orang-orang yang berpiutang lainnya; dengan pengecualian
    biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah
227
    dikeluarkan untuk menyelamatkan setelah barang itu digadaikan.”
      Tujuan Usaha Pegadaian
  1. Membantu orang yg membutuhkan pinjaman dgn syarat mudah
  2. Memberikan jasa taksiran utk mengetahui nilai barang
  3. Menyediakan jasa titipan pd masyarakat
  4. Memberi kredit kpd masyarakat yg mempunyai penghasilan tetap
  5. Menunjang pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah dlm
  bidang ekonomi & pembangunan nasional
  6. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  7. Membina perekonomian rakyat kecil
  8. Membina pola perkreditan



228
      Barang Jaminan
   Dalam hal menjaminkan barang-barang dipegadaian, pihak pegadaiaan
      menetapkan jenis-jenis barang yan dapat digadaikan di kantor
      pegadaian. Barang-tersebut nantinya akan ditaksir oleh bagian penaksir
      untuk diketahui harga dari barang tersebut dan diabndingkan dengan
      harga yang berlaku dipasar untuk barang tersebut. Berikut adalah
      beberapa barang-barang yang dapat digadaikan :

  a. Barang-barang yang termasuk ke dalam golongan perhiasan
  - Emas          - Perak
  - Intan         - Berlian
  - Platina

  b. Barang-barang yang termasuk ke dalam golongan kendaraan
  - Mobil          - Sepeda motor
  - Sepeda         - becak
229
  Barang Jaminan…
  c. Barang yang termasuk ke dalam golongan elektronik
  - Televisi       - Radio          - DVD
  - Kompuer        - Handphone     - Kulkas
  - Kamera

  d. Mesin-mesin
  - Mesin jahit
  - Mesin kapal motor
  - Mesin untuk pengairan disawah

  e. Barang-barang keperluan rumah tangga
  - pakaian
  - Kain batik
  - Barang-barang pecah belah
230
        Persentase Taksiran
       Pinjaman dipegadaian kini dibagi menjadi 6 golongan dengan
        persentase tertentu menurut golongannya, Perhitungan bunga
        diperum pegadaian dilakukan setiap 15 hari. Contoh Rita
        menggadaian barang miliknya dengan harga Rp 40.000. Bila Rita
        dapat menebus bunganya hanya dalam waktu 15 hari maka Rita
        hanya perlu membayar pokok plus bunga pinjaman sebesar
        1,25%, berikut persentase yang berlaku dipegadaian




231
   Kegiatan Usaha Pegadaian Lainnya
   Selain menyalurkan kredit kepada masyarakat dengan jaminan barang
     tertentu yang telah digolongkan oleh pihak pegadaian, ternyata dalam
     perkembangannya pegadaian memiliki usaha lainnya pula, yaitu seperti :
  a. Jasa Taksiran
   Jasa taksiran adalah pemberian fasilitas pelayanan kepada masyarakat yang
     ingin mengetahui kualitas dan nilai sesungguhnya dari barang perhiasan yng
     dimilikinya, misalnya emas, berlian, dan yang lainnya. Dimana penaksiran
     akan dilakukan oleh juru taksir yang dimiliki oleh perum pegadaian.
  b. Memberikan Kredit
   Pemberian kredit ini diberikan kepada karyawan tetap suatu perusahaan,
     dimana pembayaran angsuran kredit akan dipotong setiap bulannya dari gaji
     bulanan karyawan tetap yang bersangkutan.
  c. Galeri 24
   Adalah tempat penjualan emas dan permata, dimana perum pegadaian akan
     menjamin kualitas keaslian karetase dan kualitas emas serta permata yang
232
     dijual.
     Keuntungan Usaha Gadai
  Keuntungan yang ditawarkan pihak pegadaian kepada masyarakat
     adalah sebagai berikut :
  a. Dalam waktu yang relatif singlat masyarakat dapat memperoleh
  uang seperti yang diharapkan, tanpa harus menjalani prosedur yang
  sulit.
  b. Persyaratan yang cukup mudah, dimana seseoarng yang ingin
  mendapatkan uang melalui pihak pegadaian hanya membawa
  fotocopy KTP dan barang yang akan dijaminkan.
  c. Pihak pegadaian tidak akan mempermasalahkan uang tersebut
  akan digunakan untuk apa
  d. Saat ini pelayanan pegadaian semakin baik dimana pelanggan
  dianggap nomor satu sehingga pelayanan yang diberikan menjadikan
  nasabah menjadi semakin ramah dan cepat sehingga nasabah menjadi
  nyaman dan bisa dikatakan telah banyak orang yang menggunakan
  jasa pegadaian
233
      ASURANSI




234
      PENGERTIAN ASURANSI
      Menurut UU Republik Indonesia No.2 Tahun 1992 tentang Usaha
      Perasuransian

      Asuransi atau pertanggungan adalah……

       perjanjian antara dua pihak atau lebih, dimana
       pihak penanggung mengikatkan diri kepada
       tertanggung, dengan menerima premi asuransi
       yang bertujuan memberikan :
235
      LANJUTAN…
      1. Penggantian kepada tertanggung karena kerugian,
         kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang
         diharapkan.
      2. Tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang
         mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul
         dari suatu peristiwa yang tidak pasti.
      3. Pembayaran uang yang didasarkan atas meninggal
         atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.


236
      BIDANG USAHA PERASURANSIAN

          Usaha asuransi


          Usaha penunjang asuransi




237
      JENIS USAHA

      Jenis usaha asuransi :

          Usaha asuransi kerugian
          Usaha asuransi jiwa
          Usaha reasuransi




238
      LANJUTAN…

      Jenis usaha penunjang asuransi
         Usaha pialang asuransi
         Usaha pialang reasuransi
         Usaha penilaian kerugian asuransi
         Usaha konsultan aktuaria
         Usaha agen asuransi


239
 RUANG LINGKUP USAHA PERASURANSIAN
     Perusahaan asuransi kerugian hanya dapat
      menyelenggarakan usaha dalam bidang asuransi kerugian
      termasuk reasuransi.
     Perusahaan asuransi jiwa hanya dapat menyelenggarakan
      usaha dalam bidang asuransi jiwa, asuransi kesehatan,
      asuransi kecelakaan diri, usaha anuitas, serta menjadi
      pengurus lembaga dana pensiun sesuai dengan peraturan
      perundang-undangan yang berlaku.

     Perusahaan reasuransi hanya dapat menyelenggarakan
      usaha pertanggungan ulang.
240
          LANJUTAN…
         Perusahaan pialang asuransi hanya dapat
          menyelenggarakan usaha dengan bertindak mewakili
          perusahaan asuransi dalam rangka transaksi yang berkaitan
          dengan kontrak asuransi.

         Perusahaan penilai kerugian asuransi hanya dapat
          menyelenggarakan usaha jasa penilaian kerugian terhadap
          kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada obyek
          asuransi kerugian.
         Perusahaan penilai kerugian asuransi hanya dapat
          menyelenggarakan usaha jasa penilaian kerugian terhadap
          kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada obyek
241       asuransi kerugian.
          LANJUTAN…
       Perusahaan konsultan aktuaria hanya dapat
          menyelenggarakan usaha jasa di bidang aktuaria.

         Perusahaan agen asuransi hanya dapat
          menyelenggarakan jasa pemasaran asuransi bagi
          perusahaan asuransi yang memiliki ijin Menteri
          Keuangan Republik Indonesia.


242
       LARANGAN USAHA BAGI USAHA
       PERASURANSIAN
      1.   Perusahaan Pialang Asuransi, dilarang menempatkan
           penutupan asuransi pada perusahaan asuransi yang
           tidak punya ijin
      2.   Perusahaan Pialang Asuransi, dilarang menempatkan
           penutupan asuransi kepada suatu perusahaan asuransi
           sebagai afiliasi dari perusahaaan pialang asuransi yang
           bersangkutan, kecuali apabila calon tertanggung telah
           mengetahui adanya afiliasi tersebut

243
           LANJUTAN…
      3.   Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi, dilarang melakukan
           penilaian kerugian atas obyek asuransi yang diasuransikan
           kepada perusahaan asuransi kerugian sebagai afiliasi dari
           perusahaan penilai kerugian asuransi yang bersangkutan


      4.   Perusahaan Konsultan Aktuaria, dilarang memberikan jasa
           kepada perusahaan asuransi sebagai afiliasi dari perusahaan
           aktuaria yang bersangkutan

      5.   Agen Asuransi, dilarang bertindak sebagai agen dari
           perusahaan asuransi yang tidak mempunyai ijin usaha
244
       OBYEK ASURANSI
       Benda dan Jasa
       Jiwa dan Raga kesehatan manusia
       Tanggung Jawab Hukum
       Semua kepentingan lainnya yang dapat hilang,
       rusak, rugi, dan atau berkurang nilainya



245
       FUNGSI ASURANSI
      1. Menanggulangi risiko yang dihadapi anggota
         masyarakat

      2. Menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat




246
          TUJUAN ASURANSI
          Mengurangi risiko yang pasti (kematian) dan yang
           mungkin (kecelakaan), yang terjadi
          Dapat dilakukan pencegahan / pengurangan kerugian yang
           akan memberikan keuntungan bagi pihak tertanggung
          Berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
           menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang
           yang akan dirugikan, pengurangan kerugian, dan
           perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin
           rusak
          Keuntungan dengan mengetahui besarnya risiko yang
           terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami

247
      SASARAN ASURANSI
       Pelaku ekonomi mikro (Rumah Tangga)
       Pelaku ekonomi makro (Dunia Bisnis dan Pemerintah)


      Pihak – pihak yang mempunyai keinginan untuk mengurangi
        kemungkinan timbulnya kerugian yang belum diketahui
        secara pasti di masa mendatang melalui usaha perasuransian




248
      KLASIFIKASI PERUSAHAAN ASURANSI

        Klasifikasi Perusahaan Asuransi Di Indonesia:


         1.   Menurut Cabang Perusahaan :
                  Asuransi Umum (kerugian)
                  Asuransi Varia
                  Asuransi Jiwa

249
      LANJUTAN…
       2.   Menurut John H. Magee :
               Asuransi Sosial
               Asuransi Sukarela
               Asuransi Pemerintah
               Asuransi Komersial


250
      PERIJINAN ASURANSI
 Syarat - syarat mendapat ijin usaha:
   Anggaran Dasar
   Susunan Organisasi
   Permodalan
   Kepemilikan
   Keahlian di Bidang Perasuransian
   Kelayakan Rencana Kerja
   Hal Lain Yang Mendukung Usaha Perasuransian Yang Sehat



251
      BENTUK HUKUM ASURANSI
      1. Usaha perasuransian hanya dapat dibentuk oleh badan
         hukum yang berbentuk :
            Persero
            Koperasi
            Perseroan Terbatas
            Usaha Bersama
      2. Usaha Konsultan Aktuaria dan Usaha Agen Asuransi
         dapat dilakukan oleh perusahaan perorangan


252
KEPEMILIKAN PERUSAHAAN PERASURANSI

      Usaha perasuransian hanya dapat didirikan oleh
      WNI dan atau badan hukum Indonesia yang
      sepenuhnya dimiliki WNI dan badan hukum
      Indonesia




253
PEMBINAAN & PENGAWASAN USAHA
PERASURANSIAN
      1.   Kesehatan, keuangan bagi perusahaan asuransi kerugian,
           asuransi jiwa dan perusahaan reasuransi terdiri dari :

              Batas tingkat solvabilitas
              Retensi sendiri
              Reasuransi
              Investasi
              Cadangan teknis
              Ketentuan lain yang berhubungan dengan kesehatan
254
               keuangan
       LANJUTAN…
  2.   Penyelenggaraan usaha

          Syarat – syarat polis asuransi
          Tingkat premi
          Penyelesaian klaim
          Persyaratan keahlian di bidang perasuransian
          Ketentuan lain yang berhubungan dengen penyelenggaraan
           usaha



255
      ASURANSI DAN PERJUDIAN
                 ASURANSI                       PERJUDIAN
       Bertujuan mengurangi risiko     Menciptakan risiko dari belum
       dengan                          ada menjadi ada
       mempertanggungjawabkan
       kepada perusahaan asuransi

       Bersifat sosial                 Bersifat tidak sosial
       Degree of risk dapat diukur     Degree of risk tidak dapat diukur

       Kontrak asuransi tertulis dan   Kontrak perjudian tidak tertulis
       mengikat                        dan tidak mengikat
256
      UPAYA MENGURANGI RISIKO
      KERUGIAN

      Menurut A. Abbas Salim (1985, hal 9), upaya
       menghindari dan mencegah risiko yang mungkin
       terjadi, terdiri dari :
        Truly preventive
        Protective
        Minimizing
        Salvaging


257
          ASURANSI DEPOSITO
       UU Perbankan No.10 Tahun 1998 pasal 37B “setiap bank wajib
          menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang
          bersangkutan”
         Pendirian suatu Lembaga Penjamin Simpanan yang berbentuk
          lembaga asuransi deposito (insurance deposit scheme atau IDS)
         Demi melindungi kepentingan nasabah dan sekaligus
          meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada bank
         Berakhirnya program penjaminan dana masyarakat yakni blanket
          guarantee oleh pemerintah
         Pentingnya penjaminan keamanan dana
         IDS merupakan skema penjaminan oleh perusahaan asuransi
          khususnya simpanan deposito di bank.

258
          LANJUTAN…
      Beberapa prinsip universal yang diberlakukan dalam mengelola
      perusahaan asuransi deposito
         Berdasarkan status keanggotaannya perusahaan asuransi
          deposito bersifat wajib perusahaan asuransi deposito bersifat
          sukarela
         Berdasarkan kelembagaan
          perusahaan asuransi deposito pemerintah
          perusahaan asuransi deposito swasta
         Berdasarkan batasan jumlah dan limit ganti rugi yang sangat
          bervariasi antarnegara maka terdapat perusahaan asuransi
          deposito yang bervariasi pula
259
      LANJUTAN…
 Beberapa masalah yang dipertimbangkan dalam membentuk perusahaan
 asuransi deposito di Indonesia

      Pembentukan model perusahaan asuransi deposito sebaiknya :
       menggunakan dasar konsorsium antara pemerintah dan swasta,

        baik domestik maupun internasional
       mewajibkan bagi bank untuk berperanserta

       mewajibkan bagi nasabah yang mempunyai simpanan deposito di

        bank berapapun nilainya tanpa batasan nilai depositonya
       menggunakan batasan limit ganti rugi




260
      PASAR MODAL




261
      PENDAHULUAN
  Pasar Modal didefinisikan sebagai pasar berbagai instrument keuangan (sekuritas) jangka
      panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri,
      baik yg diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.

  Alasan Dibentuknya Pasar Modal :
      Fungsi Ekonomi
       • Pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke
         borrower.
       • Dengan menginvestasikan kelebihan dana yang dimilikinya, lenders mengharapkan
         imbalan dari penyerahan dana tersebut.
       • Dari sisi borrower adanya dana dari pihak luar memungkinkan dilakukan investasi
         tanpa harus menunggu dana hasil operasi perusahaan. Proses ini diharapkan akan
         terjadi peningkatan produksi, yang secara keseluruhan akan meningkatan
         kemakmuran



262
      PENDAHULUAN
      Fungsi Keuangan
      Fungsi keuangan dilakukan dengan menyediakan dana yang diperlukan oleh para
      borrowers dan lenders menyediakan dana tanpa harus terlibat langsung dalam
      kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tsb.

  Beberapa daya tarik Pasar Modal :
       • Diharapkan pasar modal akan menjadi alternative penghimpunan dana selain system
         perbankan.
       • Pasar modal memungkinkan perusahaan menerbitkan sekuritas yang berupa surat
         tanda hutang (obligasi) ataupun surat tanda kepemilikan (saham).
       • Perusahaan bisa terhindar dari kondisi debt to equity ratio (yaitu perbandingan antara
         hutang dengan modal sendiri) yang terlalu tinggi sehingga cost of capital of the firm
         tidak lagi minimal.



263
      PENDAHULUAN
       • Pasar modal memungkinkan para pemodal mempunyai berbagai pilihan investasi yang
         sesuai dengan preferensi risiko mereka.
       • Para pemodal dapat melakukan diversifikasi investasi, membentuk portfolio sesuai
         dengan risiko yang mereka bersedia tanggung dan tingkat keuntungan yang mereka
         harapkan.
       • Dalam keadaan pasar modal yang efisien, hubungan positif antara risiko dan
         keuntungan yang diharapkan akan terjadi.
       • Dari sisi perusahaan yang memerlukan dana, seringkali pasar modal merupakan
         alternative pendanaan eksternal dengan biaya yang lebih rendah dibanding system
         perbankan.




264
      FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
      KEBERHASILAN PASAR MODAL
         Supply Sekuritas
         Demand akan sekuritas
         Kondisi politik dan ekonomi
         Masalah hukum dan peraturan
         Peran lembaga-lembaga pendukung pasar modal :
           • BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal)
           • Bursa Efek
           • Akuntan Publik
           • Underwriter
           • Wali Amanat (Trustee)
           • Notaris
           • Konsultan Hukum
           • Lembaga Clearing

265
      PERKEMBANGAN PASAR MODAL DI INDONESIA
       Tujuan yang ingin dicapai pasar modal Indonesia, yaitu :
         1. Untuk memobilisasikan dana di luar sistem perbankan
         2. Untuk memperluas distribusi kepemilikan saham-saham, teruta-ma ke pemodal-
            pemodal kecil
         3. Untuk memperluas dan memperdalam sektor keuangan

       Kegiatan pasar modal Indonesia dimulai pada tahun 1977 sewaktu perusahaan PT
        Semen Cibinong menerbitkan sahamnya di BEJ.

       Penyebab kenaikan jumlah perusahaan yang terdaftar di BEJ untuk tahun 1989 Dan
        1990 adalah :
          BAPEPAM mulai menerapkan kebijakan baru yang mencampuri pembentukan
            harga saham di pasar perdana. Pembentukan harga saham perdana dipersilahkan
            untuk ditentukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu emiten dan para
            penjamin

266
      PERKEMBANGAN PASAR MODAL DI INDONESIA
          Batasan perubahan harga saham sebesar maksimum 4% setiap transaksi
           ditiadakan. Harga yang terbentuk diserahkan pada kekuatan permintaan dan
           penawaran.
          Ada 2 kebijakan pemerintah yang mempunyai dampak sangat besar bagi
           perkembangan pasar modal, yaitu :
              1. dikenakannya pajak sebesar 15 % atas bunga deposito.
              2. Diijinkannya pemodal asing untuk membeli saham-saham yang terdaftar di
                 BEJ.

       Pada tahun 1992 mulai muncul cara penghimpunan dana dari pasar modal dengan
        menerbitkan Bukti Right.
       Bukti Right adalah menunjukkan hak yang dimiliki seorang pemodal untuk membeli
        suatu saham dengan harga tertentu.
       Tujuan utama dari penerbitan Right adalah untuk tidak merubah proporsi kepemilikan
        pemegang saham dan menekan biaya emisi

267
      PERKEMBANGAN PASAR MODAL DI INDONESIA
  Regulatory Framework adalah kebijakan pasar modal agar bisa meningkatkan dan
      mendorong tumbuhnya pasar yang teratur, terbuka dan efisien, dan memberikan
      perlindungan yang wajar kepada masyarakat dan pemodal.

  BAPEPAM mempunyai kewajiban untuk :
       1. Memonitor dan mengatur pasar, sehingga sekuritas diterbitkan dan diperdagangkan
          secara teratur, wajar, dan efisien agar kepentingan para pemodal dan masyarakat
          terlindungi.
       2. Mengawasi dan memonitor pertukaran sekuritas, settlemen dan lembaga-lembaga
          penyimpanan, reksa dana, perusahan sekuritas dan para pialang, berbagai lembaga
          pendukung pasar modal dan para profesional
       3. Untuk memberi rekomendasi tentang pasar modal kepada menteri keuangan




268
      BAGAIMANA PERUSAHAAN MENERBITKAN SEKURITAS

       Persyaratan yang harus dipenuhi untuk menerbitkan saham dan bisa terdaftar di BEJ,
        diantaranya adalah :
          A. Mengajukan surat permohonan Listing ke BAPEPAM
          B. Laporan Keuangan harus wajar tanpa syarat
          C. Jumlah saham yang Listed minimal 1.000.000 lembar
          D. Jumlah pemegang saham minimal 200
          E. Company Listing berlaku batasan 49%
          F. Perusahaan telah beroperasi lebih dari 3 tahun
          G. Menghasilkan laba (operasi dan bersih) selama 2 tahun terakhir
          H. Total kekayaan minimal Rp. 20 milyar, modal sendiri minimal Rp. 7,5 milyar
               dan telah disetor minimal Rp 2 milyar
          I.   Kapitalisasi saham yang listed minimal Rp. 4 milyar
          J. Dewan Komisaris dan Direksi mempunyai reputasi yang baik




269
      BAGAIMANA PERUSAHAAN MENERBITKAN SEKURITAS

       Syarat-syarat untuk penerbitan Obligasi diantaranya :
         A. Mengajukan surat permohonan Listing ke BAPEPAM
         B. Laporan Keuangan harus wajar tanpa syarat
         C. Nilai nominal obligasi min Rp. 2,5 milyar
         D. Jangka waktu jatuh tempo min 4 tahun
         E. Telah beroperasi selama 3 tahun
         F. Menghasilkan laba sebelum 2 tahun terakhir
         G. Saldo laba yang ditahan min nol rupiah
         H. Dewan Komisaris dan Direksi mempunyai reputasi yang baik

       Dalam melakukan emisi sekuritas, pertanyaan yang perlu dijawab oleh perusahaan
        adalah :
         1. Berapa dana yang akan dihimpun dari pasar modal ?
         2. Jenis sekuritas apa yang akan diterbitkan ?
         3. Pada harga berapa sekuritas tsb akan ditawarkan pada harga perdana ?



270
      BAGAIMANA PERUSAHAAN MENERBITKAN SEKURITAS

       4.    Persyaratan hutang dan kewajiban
       5.    Analisis dan pembahasan oleh manajemen
       6.    Risiko usaha
       7.    Kejadian penting setelah tanggal laporan keuangan
       8.    Keterangan tentang perseroan
       9.    Kegiatan dan prospek usaha
       10.   Ikhtisar data keuangan penting
       11.   Modal sendiri
       12.   Kebijakan dividen
       13.   Perpajakan
       14.   Penjaminan emisi efek
       15.   Profesi penunjang pasar modal
       16.   Persyaratan pemesanan pembelian saham
       17.   Penyebaran prospectus


271
  SEKURITAS PASAR MODAL (CAPITAL MARKET SECURITIES)

       Sekuritas Pasar Modal (CAPITAL MAREKT SECURITIES) terdiri dari
        instrument dengan usia lebih dari 1 tahun hingga tak terbatas (tanpa waktu jatuh
        tempo).
       Terbagi atas :
          sekuritas yang memberikan penghasilan tetap, misalnya obligasi dengan bunga
             tetap
          sekuritas yang menawarkan partisipasi kepemilikan (misal : saham biasa)

       Securities House : Perusahaan (PT) yang dapat bertindak sebagai underwriter,
        broker-dealer, investment manager dan invesment consultant.
       Dealer  maka perusahaan tsb membeli dan menjual sekuritas untuk dirinya
        sendiri



272
  SEKURITAS PASAR MODAL (CAPITAL MARKET SECURITIES)

       Broker  maka ia membeli dan menjual sekuritas untuk pihak lain
       Di Indonesia dealer dan broker dijadikan satu disebut PIALANG

       Order untuk Transaksi : Para pemodal dalam menggunakan jasa pialang perlu
        memberikan spesifikasi order berikut :
         a. Nama perusahaan
         b. Apakah order tsb untuk membeli atau menjual
         c. Besarnya order
         d. Berapa lama order tsb akan berlaku
         e. Tipe order yang digunakan

       Jenis waktu order berlaku :
         a. Order Harian
          b. Open Order /Good-till-concelled (GTC)


273
 SEKURITAS PASAR MODAL (CAPITAL MARKET SECURITIES)

   Tipe Order :
       a. Market Order : Pialang diminta membeli dan menjual saham pada harga pasar
       b. Limit Order : Pemodal akan menentukan bahwa saham akan dile-pas kalau harga
          melebihi atau sama dengan harga tertentu
       c. Stop Order/Stop Loss Order dan Stop Limit Order : Bertujuan             untuk
          melindungi dari kerugian yang mungkin terjadi.

   Di BEJ tipe order yang dapat dipergunakan adalah Market Order, Limit Order dan
      Discretionary Order .

   Discretionary Order : Order tersebut akan dilaksanakan pada harga yang menurut
      anggota bursa (pialang) terbaik bagi klien (pemodal)



274
      PERDAGANGAN DI BURSA

       Tiga segmen Pasar :
         a. Pasar Reguler : adalah tempat untuk para pemodal yang ingin
            memperoleh harga terbaik bagi sekuritas mereka
         b. Pasar Non-Reguler : akan dipilih para pemodal yang ingin membeli
            atau menjual sekuritas dalam jumlah dan harga yang sesuai dengan
            kesepakatan mereka sendiri
         c. Pasar Tunai : ditujukan pada para pialang yang tidak mampu
            menyeragamkan sekuritas yang diperdagangkan pada hari keli-ma
            setelah transaksi (t+4)

       Pembentukan Harga :
          Pasar Lelang
          Pasar Negosiasi



275
      OBLIGASI (BOND)
       Sekuritas Penghasilan Tetap yang popular adalah Obligasi (Bond)

       OBLIGASI adalah surat tanda hutang yg diterbitkan oleh suatu korporasi, lembaga
        keuangan atau Pemerintah.

       Pembeli Obligasi menerima bunga yang tetap pada waktu yang telah ditentukan serta
        uang sejumlah uang nominal obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.

       Macam obligasi yang sudah dimodifikasi :
         • Obligasi dengan bunga tidak tetap (mengambang)
         • Obligasi tanpa pembayaran bunga (zero-coupon bond)
         • Obligasi yang dapat ditarik oleh penerbitnya sebelum waktu jatuh tempo
           (callable bond)
         • Obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa (convertible bond)
         • Obligasi yang ditarik sebelum jatuh tempo serta dapat dikonversi menjadi saham
           biasa (callable convertible bond)



276
      TREASURY BILLS (T-BILLS)
   Treasury Bills (T-Bills) adalah obligasi berjangka pendek (kurang dari satu tahun).

   T-Bills tidak memberikan bunga namun dijual di bawah nilai nominal-nya (dijual secara
       diskon), sehingga pembelinya memperoleh keuntungan semata-mata dari perbedaan
       antara harga beli dengan nilai nominal yg diterima saat T-Bills jatuh tempo.

   Treasury Notes (T-Notes) adalah obligasi yg memiliki waktu jatuh tempo 1 – 10
       tahun. Tidak dapt ditarik sebelum waktu jatuh tempo.

   Treasury Bonds (T-Bonds) adalah obligasi yg memiliki waktu jatuh lebih dari 10
       tahun. Dapat ditarik sebelum jatuh tempo (callable)




277
      RESIKO DARI OBLIGASI
   Pembeli Obligasi menanggung setidaknya 3 macam resiko, yaitu :
      • risiko bunga dan nominal yg tidak terbayar (default risk)
        • risiko obligasi sulit dijual kembali (liquidity risk)
        • risiko harga pasar obligasi turun karena kenaikan suku bunga pasar (interest rate
          risk)

   Untuk membantu calon pembeli obligasi mengukur tingkat risiko kegagalan (default
       risk), maka obligasi perusahaan diperingkat oleh lembaga pemeringkat independen.

   Di Indonesia sampai tahun 1998 baru ada satu perusahaan pemeringkat yang
       direkomendasi BAPEPAM yaitu PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).




278
      SAHAM PREFEREN (PREFERRED STOCK)
       Saham Preferen (preferred stock) adalah saham blasteran dari saham biasa dan
        obligasi.

       Sifat saham preferen : Tidak ada waktu jatuh tempo (namun ada beberapa saham
        preferen yang dapat dicall) dan memberikan dividen.

       Sifat obligasi yang dimilikinya yaitu dividen yang diberikan bersifat        tetap
        (merupakan persentase dari nilai nominalnya).

       Jika pada suatu tahun tertentu dividen saham preferen tidak terbayar, maka akan
        diakumulasikan pada pembayaran dividen tahun mendatang.

       Pada beberapa kasus dividen yg tidak terbayar dapat diganti dengan hak suara dalam
        RUPS.



279
      SAHAM PREFEREN (PREFERRED STOCK)
       Dalam laporan Laba Rugi, pemegang obligasi akan menerima terlebih dahulu haknya,
         baru kemudian pemegang saham preferen, berikutnya disusul pemegang saham biasa.

       Bunga obligasi dan dividen saham preferen relative lebih stabil, namun dividen saham
         biasa relative berfluktuasi.

       Jika suatu perusahaan menerbitkan sekaligus tiga sekuritas terse-but, maka obligasi
         akan memiliki risiko terkecil, saham preferen memiliki resiko lebih besar dan saham
         biasa memilik risiko terbesar.




280
       Jenis-jenis Sekuritas yang diperdagangkan di BEJ adalah :


         a. Saham Biasa adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Dividen yang
              diterima tidak tetap
         b.   Saham Preferen merupakan saham yang akan menerima dividen dalam jumlah
              tetap
         c.   Obligasi merupakan surat tanda hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh
              perusahaan maupun pemerintah
         d.   Obligasi Konversi adalah obligasi yang dapat dikonversi (ditukar) menjadi
              saham biasa pada waktu tertentu atau sesudahnya
         e.   Sertifikasi Right merupakan sekuritas yang memberikan hak kepada pemiliknya
              untuk membeli saham baru dengan harga tertentu




281
       Dana Pensiun
      (Pension Fund)




282
      Dana Pensiun (Pension Fund)
      Dana pensuin adalah badan hukum yang
      mengelola dan menjalankan program yang
      menjanjikan manfaat pensiun (UU No.11
      tahun 1992).
      Dana pensiun adalah dana yang secara khusus dihimpun dengan
      tujuan untuk memberikan manfaat kepada peserta ketika mencapai
      usia pensuin(retirement), cacat (disability), atau meninggal
      dunia(death). Dana pensiun itu dikelola oleh trust, badan khusus
      sejenis lembaga kuangan atau perusahaan asuransi atau badan khusus
      yang dibentuk untuk mengelola dana pensiun (Ralph Estes).


283
      Perusahaan Dana pensiun adalah perusahaan yang memungut
      dana dari karyawan suatu perusahaan dan memberikan
      pendapatan kepada peserta pensiun sesuai perjanjian (Kasmir).

      Pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan
      setelah bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun
      atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah
      ditetapkan.



284
      Tujuan Umum Program Pensiun
       Dari segi ekonomi
        Merupakan upaya pemberi kerja (perusahaan) untuk
        menarik atau mempertahankan karyawan perusahaan yang
        memiliki potensi dan produktif yang diharapkan dapat
        mengembangkan perusahaan.

       Dari segi sosial
        merupakan wujud tanggung jawab sosial pemberi
        kerja(perusahaan) kepada keryawan ketika tidak mampu lagi
        bekerja dan juga kepada keluarga pada saat karyawan
        meningal dunia

285
Tujuan Menyelenggarakan Dana Pensiun bagi Pemberi Kerja:
1. Memberikan penghargaan kepada karyawan.
2. Agar dimasa pensiun karyawan tetap dapat menikmati hasil kerjanya.
3. Memberikan rasa aman batiniah bagi karyawan.
4. Meningkatkan motivasi kerja karyawan.
5. Meningkatkan citra perusahaan dimata masyarakat dan pemerintah.

Tujuan dana pensiun bagi karyawan:
1. Kepastian memperoleh penghasilan dimasa akan datang(masa pensiun).
2. Memberikan rasa aman dan meningkatkan motivasi kerja.

Tujuan dana pensiun bagi lembaga pengelola dana pensiun:
1. Mengalokasikan dana pensiun dalam kegiatan investasi
2. Turut membatu dan mendukung program pemerintah.


286
      Klasifikasi Dana Pensiun
  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
     “Dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang
      mempekerjakan karyawan selaku pendiri,untuk menyelenggarakan
      Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran
      Pasti,bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai
      peserta dan yang menimbulkan kewajiban terhadap Pemberi Kerja"

  2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan
     “Dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa
      untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi
      perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri, yang terpisah
      dari Dana Pensiun Pemberi Kerja bagi karyawan, baik Bank atau
      perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan”


287
      3. Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan
         “Dana pensiun pemberi kerja yang menyelenggarakan program
           pensiun iuran pasti, dengan iuran hanya dari pemberi kerja
           yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan
           keuntungan pemberi kerja”




288
      Program Pensiun
      1. Program Pensiun Iuran Pasti
         “Program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana
           pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan
           pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun”(iuran
           ditanggung oleh perusahaan dan karyawan)

      Rumus perhitungan PPIP sekaligus :
           IP = 3 x FPd x PDP
      Rumus perhitungan PPIP bulanan :
           IP = 3 x FDe x PDP
      Keterangan :
      IP      : Iuran Pensiun
      FPd : Faktor penghargaan per tahun dalam desimal
      FDe : faktor penghargaan per tahun dalam persentase
      PDP : Penghasilan dasar pensiun per tahun
289
  2. Program Pensiun Manfaat Pasti
     “Program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana
    pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan program
    pensiun iuran pasti”(iuran merupakan beban karyawan yang dipotong dari
    gaji)

    Rumus perhitungan PPMP sekaligus :
      MP = FPd x MK x PDP
    Rumus perhitungan PPMP bulanan :
      MP = FPe x MK x PDP
    Keterangan :
    MP     : Manfaat pensiun
    FPd    : Faktor penghargaan dalam desimal
    MK     : Masa kerja
    PDP : Penghasilan dasar pensiun bulan terakhir atau rata-rata beberapa
290
             bulan terakhir.
      Jenis-jenis Pensiun
      1. Pensiun Normal
         Pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya telah mencapai
         masa pensiun seperti yang telah ditetapkan perusahaan.
      2. Pensiun Dipercepat
         Pensiun yang diberikan untuk kondisi tertentu (pengurangan pegawai)
      3. Pensiun Ditunda
         Diberikan kepada karyawan yang meminta pensiun sendiri saat usia
         pensiun belum mencukupi.
      4. Pensiun Cacat
         Pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan
         sehingga dianggap tidak mampu lagi untuk bekerja.



291
      Asas-asas Dana Pensiun
      1. Asas keterpisahaan kekayaan dana pensiun dari kekayaan
          badan hukum pendirinya
      2. Asas penyelenggaraan dalam sistem pendanaan
      3. Asas pembinaan dan pengawasan
      4. Asas penundaan manfaat
      5. Asas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk
          dana pensiun




292
      Anjak Piutang




293
      Manajemen Anjak Piutang

       Anjak Piutang (Factoring) adalah suatu badan usaha yang
        melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan
        atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka
        pendek suatu perusahaan dari transaksi dalam negeri atau luar
        negeri




294
       Jenis fasilitas Anjak Piutang
      Berdasarkan pemberitahuan
         Disclosed - Undisclosed
       Berdasarkan penangungan risiko
         With Recourse - Without Recourse
       Berdasarkan pelayanan pelanggan
         Full servise factoring
         Resource factoring
         Maturity factoring
         Advance payment
       Berdasarkan wilayah
         Domestic factoring
         International factoring

295
      Mekanisme Anjak Piutang
       Disclosed Factoring
         Penyerahan piutang kepada perusahaan anjak
          piutang dengan sepengatahuan debitur
       Undisclosed Factoring
         Penyerahan piutang kepada perusahaan anjak
          piutang tanpa sepengatahuan debitur atau
          notifikasi kepada customer



296
      With & Without Recourse
       With recourse             Without recourse
         Bila debitur tidak        Bila semua risiko yang
          mampu melunasi             tidak terbayar dalam
          kewajibannya, risiko       suatu penagihan piutang
          kredit menjadi             menjadi tanggung jawab
          tanggung jawab pihak       pihak anjak piutang
          kreditur dan pihak         sepenuhnya dan bukan
          anjak piutang              tanggung jawab
          mengembalikan              kreditur
          tanggung jawab
          penagihannya


297
Factoring berdasarkan pelayanan
Full service factoring Memberikan semua jenis fasilitas
                       pembiayaan & non pembiayaan

Resource              Memberikan semua fasilitas kecuali
factoring             proteksi risiko tidak diterima tagihan

Maturity              Fasilitas yang diberikan, perlindungan
factoring             kredit dan pengurusan penjualan

Advance paymnet       Pembayaran dilaksanakan saat jatuh
                      tempo sebesar 80% x nilai faktur

                                                      298
      Tujuan Notifikasi
       Menjamin pembayaran langsung kepada perusahaan anjak
        piutang
       Mencegah debitur merugikan perusahaan anjak piutang
       Mencegah adanya perubahan dalam kontrak
       Memungkinkan perusahaan anjak piutang untuk menuntut
        apabila terjadi perselisihan




299
       Disclosed Factoring

                                    1. Penjualan
         Suplier (Klien)                                Customer (Debitur)
                                  3. Pemberitahuan



      2. Kontrak           4. Pembayaran
                               (80%)         5. Penagihan       6. Pelunasan




                                 Perusahaan Anjak
                                  Piutang (Factor)




300
      Undisclosed Factoring

                                 1. Penjualan
       Suplier (Klien)                              Customer (Debitur)
                                 2. Faktur
                                 3. Pelunasan

                         4. Pembayaran
                         5. Pembayaran dimuka 80%

        6. Copy faktur
                              Perusahaan Anjak
                               Piutang (Factor)




301
      Jasa Anjak Piutang
       Financing services
         Penyediaan pembayaran dimuka 60 s/d 80 % dari total piutang
          nasabah
       Non Financing serrvices
         Investigasi kredit
         Sales ledger administration & accounting
         Pengawasan kredit dan penagihannya
         Perlindungan terhadap risiko kredit akibat fluktuasi nilai uang
       Services Charge
         Domestik       : 0,5 s/d 1,5 %
         International : 1,0 s/d 2,0 %



302
Mekanisme Anjak Piutang Internasional

      INDONESIA                                       JEPANG

                            1. Pengiriman barang
        Eksportir                                     Importir


      2. Faktur dan dokumen pengapalan
                                                       5. Faktur dan dokumen pengapalan
              3. Pembayaran 80%
                                                                 6. Pembayaran
                      8. Refund 20%

                            4. Faktur dan dokumen

      Export Factor         7. Pembayaran 100%      Import Factor




303
      Manfaat Anjak Piutang Internasional
       Eksportir
          Ekspor dengan open account, tanpa perlu L/C
          Penagihan di luar negeri yang lebih baik
       Importir
          Dapat menggunakan fasilitas kredit lebih bebas
          Penghematan biaya karena tidak menggunakan
          L/C


304
      Biaya Anjak Piutang
       Service charge
         Berkaitan dengan pengadministrasian
         Ditetapkan berdasarkan kesepakatan
         Service charge international > domestic
       Discount charge / Interest charge
         Berkaitan dengan pembayaran dimuka
         Ditetapkan dalam prosentase secara tahunan
         Ditetapkan sesuai hasil negosiasi


305
  Informasi yang diperlukan perusahaan
  Anjak Piutang
       Riwayat piutang macet klien
       Penilaian kredit oleh klien
       Manajemen kredit klien
       Sektor industri
       Persyaratan kredit
       Sifat customer
       Pola pembelian customer
       Pengembalian utang
       Prospek usaha klien


306
      Faktor dalam pemilihan perusahaan
      Factoring
         Pengalaman dan praktek dagang factoring
         Tenaga manajemen
         Keahlian pengelola
         Sistem informasi yang dimiliki
         Kinerja perusahaan dalam penyediaan data keuangan / posisi
          piutang
         Kesanggupan untuk menyediakan cadangan untuk
          mengantisipasi risiko




307
      Pokok perjanjian factoring
       Ketentuan umum
       Keabsahan piutang
       Pengalihan risiko
       Pengalihan piutang
       Notifikasi
       Syarat pembayaran
       Tanggung jawab klien atas debitur
       Jaminan klien




308
      Anjak Piutang vs Kredit
        Anjak Piutang                    Kredit
          Jual beli piutang                Proses perkreditan
          Pengalihan aktiva produktif      Menimbulkan utang
          Memperlancar arus kas             dengan mobilisasi dana
          Mengubah penjualan kredit        Tambahan aktiva dalam
           menjadi tunai
                                             bentuk kas
          Agunan tidak mutlak
                                            Memerlukan agunan
          Hubungan dengan klien
           sebagai partner                  Kurang membantu
                                             administrasi debitur




309
      Manfaat Anjak Piutang
         Menurunkan biaya produksi
         Memberikan fasilitas pembayaran dimuka
         Meningkatkan daya saing perusahaan klien
         Meningkatkan kemampuan perusahaan klien memperoleh laba
         Menghindari kerugian karena kredit macet
         Mempercepat proses ekonomi
         Membantu adminitrasi penjualan dan penagihan
         Membantu beban risiko
         Memperbaiki sistem penagihan
         Memperlancar modal kerja
         Meningkatkan kepercayaan
         Kesempatan untuk mengembangkan usaha




310
      REKSA DANA




311
       APA ITU REKSA DANA ?

      Definisi Menurut UU Pasar Modal Nomor 8 tahun 1995, :

      “Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana
       dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam
       Portofolio Efek oleh Manajer Investasi”

       Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara
        kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah
        perusahaan manajemen investasi. Perusahaan manajemen
        investasi adalah perusahaan yang kerjanya mengelola investasi
        nasabahnya.
312
      KESEMPATAN BERINVESTASI

      • Pasar Uang
      • Pasar Modal
        – Saham dan obligasi
        – Diterbitkan oleh emiten melalui bank investasi
        – Diperdagangkan melalui perusahaan-perusahaan sekuritas

      • Reksa Dana
        –   Diversifikasi investasi melalui pemaketan aset keuangan
        –   Dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional
        –   Dana investasi yang dibutuhkan relative kecil
        –   Pemegang unit penyertaan dapat melakukan penjualan kembali kepada MI

313
       KEUNTUNGAN INVESTASI DI REKSA DANA
       Murah
        Dengan dana Rp. 100.000,- saja investor sudah bisa berinvestasi di Reksa Dana,
        sehingga dengan dana minim bisa investasi di Pasar Modal
        Biaya rendah
          a.  Biaya manajemen tahunan : tidak dibayar langsung tapi diperhitungkan dalam
              nilai reksa dana. Kurang dari 1%/thn untuk reksa dana pasar uang dan
              2,5%/thn untuk reksa dana saham
          b.  Biaya penempatan pembelian : dibayar dimuka 0-6% tergantung jenis dan
              penempatan
          c.  Biaya penarikan : dibebankan pada saat menarik/menjual
       Sangat Likuid
        Unit penyertaan bisa dijual (redeem) kapan saja.
       Diversifikasi secara otomatis
        MI dengan jumlah dana yang besar dapat melakukan diversifikasi investasi dengan
        membeli efek yang sesuai dengan kebijakan investasinya. Diversivikasi investasi akan
314
        mengurangi risiko
       KEUNTUNGAN INVESTASI DI REKSA DANA

       Dikelola MI yang profesional
        Dengan keterbatasan waktu dan pengetahuan yang minim dari investor, MI
        melakukan pengelolaan secara profesional untuk kepentingan investor.
        Maksud manajemen yang profesional juga memperoleh akses informasi
        langsung ke bursa
       Transparan
        secara rutin MI meyampaikan laporan keuangan mengenai Reksa Dana
        kepada inevstor dan Bapepam
       Fleksibel
        Investor dapat memilih dari beberapa tipe Reksa Dana sesuai dengan
        preferensi. Fleksibel terhadap risiko
       Pelayanan bagi pemegang saham : adanya reinvestasi deviden dan capital gain
       Bebas pajak
315
      BENTUK HUKUM REKSA DANA

      Sesuai dengan Pasal 18 (1) UUPM
       Reksa Dana berbentuk Perseroan
        ”Emiten yang kegiatan usahanya menghimpun dana dengan menjual saham,
        dan selanjutnya dana dari penjualan saham tersebut diinvestasikan pada
        berbagai jenis efek yang diperdagangkan di Pasar Modal dan Pasar Uang”
        (penjelasan pasal 18 ayat 1 huruf 2)
       Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif/ KIK
        KIK adalah : “Kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang
        mengikat pemegang Unit Penyertaan dimana Manajer Investasi dibuat
        wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank
        Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan panitipan kolektif ”
        (penjelasan pasal 18 ayat 1 huruf b)




316
      BENTUK HUKUM REKSA DANA

      Reksa Dana berbentuk Perseroan dapat bersifat Terbuka atau Tertutup
      Sedangkan Reksa Dana berbentuk KIK selalu terbuka
        Reksa dana bersifat Terbuka adalah Reksa Dana yang dapat
        menawarkan dan membeli kembali saham-sahamnya/unit
        penyertaannya dari modal sampai dengan sejumlah modal yang telah
        dikeluarkan.
        Reksa Dana bersifat Tertutup adalah Reksa dana yang tidak dapat
        membeli kembali saham-sahamnya yang telah dijual kepada pemodal.
        (penjelasan pasal 18 ayat 2)




317
  JENIS REKSA DANA SESUAI KEBIJAKAN INVESTASI

      Peraturan BAPEPAM IV.C.4
       Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Funds)
        “Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund) : 100% dana yang terkumpul
        ditanamkan dalam pasar uang”
        Reksa Dana ini mengutamakan investasi pada jenis-jenis efek di Pasar uang
        dengan orientasi pendapatan jangka pendek.

       Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)
        “Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80 % dalam instrumen
        berpendapatan tetap (obligasi dan instrumen pasar uang)”
        Reksa Dana ini mengkhususkan pada Efek yang memberikan pendapatan
        secara tetap.


318
 JENIS REKSA DANA SESUAI KEBIJAKAN INVESTASI

  Peraturan BAPEPAM IV.C.4
   Reksa Dana Saham (Growth Funds)
    “Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80 % dari aktivanya
    dalam Efek bersifat Ekuitas”.
    Reksa Dana ini mengupayakan untuk memperoleh capital gain dalam jangka
    panjang

   Reksa Dana Campuran (Balanced Funds)
      “Reksa Dana Campuran (Discretionary Funds) : dana yang terkumpul dibagi rata
      antara pendapatan tetap dan ekuitas”
      Reksa Dana ini mengutamakan penganekaragaman jenis efek dengan proporsi
      yang seimbang antara efek ekuitas dan efek utang


319
      Contoh Kinerja Reksadana Danareksa-Juli’07
                                      Bln   Thn
      Seruni Pasar Uang         0.54 8.67
      Optima Pendapatan Tetap   0.65 11.82
      Mawar Saham                    8.78 57.32
      Anggrek Campuran          7.57 37.97


   Reksadana (Mutual Fund) di Indonesia dipelopori oleh PT.
       Danareksa dibawah Departemen Keuangan.




320
           Kerugian Membeli Reksa Dana
      1.    Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan :
            fluktuasi nilai dan biaya yang dibayar
      2.    Risiko Likuiditas : penjualan yang bersamaan
            menyulitkan manajer menyediakan uang tunai
      3.    Risiko politik dan ekonomi : kebijaksanaan politik dan
            ekonomi mempengaruhi kinerja perusahaan dan bursa
      4.    Risiko wanprestasi pihak terkait : perusahaan kabur,
            pihak asuransi tidak segera membayar klaim
      5.    Risiko kehilangan kesempatan transaksi : jika terjadi
            kehilangan surat berharga pihak asuransi akan mengganti
            dan perlu waktu



321
          Cara kerja reksadana
      1.    Manajer investasi (yang menerbitkan reksadana) mengundang
            sejumlah pihak untuk menjadi sponsor (penyandang dana), setelah
            cukup akan dialokasikan pada sejumlah produk investasi
      2.    Perusahaan Danareksa akan membagi investasi dalam pecahan
            kecil yang disebut Unit Penyertaan (UP). Investasi yang dilakukan
            investor aalah membeli UP dengan harga atau nilai yang disebut
            Nilai Aktiva Bersih. Investor harus membayar komisi ke
            perusahan reksadana yang besarnya 0,75 – 3% dari total investasi.
           Pemilihan menajer investasi :
           1.   Kepercayaan
           2.   Pengalaman

           Membeli dan menjual reksa dana ada formulir pembelian dan
322
            formulir penarikan dan ada kontrak pembelian

								
To top